LAPORAN MODUL I BLOK ONKOLOGI

DISUSUN OLEH: KELOMPOK II SUSILO KURNIAWAN RAHMAH LISNAINI FAJARIA ARI GUSTHRY ANDRY PANJAITAN YANTI FRISKA JEFTA KURNIA UTAMA EVA YANTI WAHYU ARI PRANANCA GINTING WAN RENNY FEBRYANTI

FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS BATAM
1

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah S.W.T, karena atas rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan laporan pembahasan skenario pertama dari blok onkologi. Ucapan terima kasih kami ucapkan kepada para Tutor atas bimbingan dalam penulisan laporan ini. Tujuan penulisan laporan ini adalah dalam rangka memenuhi salah satu tugas pada blok onkologi semester V Fakultas Kedokteran Universitas Batam. Kami juga mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada teman-teman semua atas bantuan, dukungan baik secara moril maupun materil dalam pembuatan laporan ini. Kami menyadari laporan ini masih memiliki kekurangan, untuk itu kritik dan saran kami harapkan dalam rangka penyempurnaan penulisan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pembacanya, sebagai bekal tambahan pengetahuan mengenai ilmu kedokteran khususnya tentang Onkologi

Batam, 21 Januari 2012

KELOMPOK II

2

Daftar Isi

KataPengantar«««««««««««««««««« ............................................. 2 Daftar Isi .......................................................................................................................... 3 Seven Jump y Skenario .................................................................................................................. 4 y Kata sulit ................................................................................................................ 4 y Kata kunci ............................................................................................................... 4 y Kunci Permasalahan ................................................................................................ 5 y Pertanyaan«««««««««««««««««..««««««««««« . 5 y Tujuan Pembelajaran ............................................................................................... 6 y Sasaran Pembelajaran .............................................................................................. 6 y Peta Konsep ............................................................................................................. 7 Anatomi Payudara............................................................................................................. 8 Histologi Payudara ............................................................................................................ 13 Neoplasma ....................................................................................................................... 20 y Karsinogenesis ........................................................................................................ 21 y Faktor Resiko .......................................................................................................... 23 y Faktor Predisposisi................................................................................................... 24 y Sistem TNM ............................................................................................................ 25 Penegakan Diagnosis Benjolan pada Payudara .................................................................. 28 Diferensial Diagnosis y Kanker Payudara...................................................................................................... 43 y Fibroadenoma Mammae .......................................................................................... 49 Daftar Pustaka .................................................................................................................. 52

3

Skenario Modul I
Seorang pasien perempuan berusia 45 thn, datang ke dokter di Rumah sakit dengan keluhan ada benjolan di payudara kanan atas. Benjolan sudah dirasakan selama 1 tahun, yang kadang-kadang terasa nyeri. Didalam keluarga ada riwayat penderita kanker payudara yakni neneknya. Pasien belum pernah menikah. Dari hasil pemeriksaan fisik dokter ditemukan benjolan dipayudara kanan atas dengan ukuran 2 cm, konsistensi teraba padat,permukaan tidak licin,sukar digerakkan. Retraksi papilla, ditemukan juga pembesaran kelenjar didaerah ketiak sebelah kanan. Dokter menyarankan pasien untuk pemeriksaan penunjang antara lain laboratorium, foto thoraks dan mammografi dan pemeriksaan penunjang lainnya jika diperlukan. Pasien dianjurkan melakukan pemeriksaan histopatologi agar dapat ditentukan rencana pengobatan selanjutnya. Bagaimana anda menjelaskan perkembangan penyakit pada pasien tersebut dan penatalaksanaannya secara komprehensif?

Kata sulit
1. Retraksi Papilla: Papila mammae yang tertarik ke dalam. Keadaan ini dapat menjadi tanda untuk kanker payudara.

Kata Kunci
1. Perempuan berusia 45 tahun 2. Keluhan: - benjolan dipayudara kanan atas - sudah dirasakan selama 1 tahun - kadang-kadang terasa nyeri 3. Riwayat keluarga: nenek menderita kanker payudara 4. Pasien belum pernah menkah ‡ Pem.Fis: -ditemukan benjolan dipayudara kanan atas dengan ukuran diameter 2cm -konsistensi teraba padat,permukaan,permukaan tidak licin,sukar digerakan -Retraksi papilla ditemukan pembesaran kelenjar didaerah ketiak sebelah kanan

4

‡

Pem.Penunjang: -Laboratorium -Foto thoraks -Mammografi -Histopatologi

Kunci Permasalahan
Perempuan berusia 45 tahun dengan keluhan benjolan di payudara kanan atas

Pertanyaan
1. Mengapa terdapat benjolan di payudara kanan atas? 2. Apa yang menyebabkan benjolan di payudara kanan atas? 3. Apakah ada hubungan riwayat keluarga yang menderita kanker dengan insidensi timbulnys tumor/kanker? 4. Dimana saja terjadinya benjolan di payudara? 5. Bagaimana terjadinya neoplasma? 6. Bagaimana penyebaran neoplasma? 7. Bagaimana hubungan timbulnya benjolan dari segi hormonal? 8. Apa cara untuk membedakan tumor ganas/ jinak? 9. Hubungan antara wanita yang sudah pernah menikah dan yang belum pernah menikah dengan timbulnya benjolan pada payudara? 10. Bagaimana Penegakan Diagnosis dari keluhan yang didapat? 11. Apa saja Diferensial Diagnosis dari keluhan yang didapat? 12. Bagaimana Epidemiologi dari Diferensial Diagnosis yang diduga? 13. Bagaimana Patomekanisme dari Diferensial Diagnosis yang diduga? 14. Bagaimana Etiologi dari Diferensial Diagnosis yang diduga?

5

faktor resiko dan faktor predisposisi timbulnya neoplasma. Bagaimana Gejala Klinis dari Diferensial Diagnosis yang diduga? 16.15. Bagaimana encegahan dari Diferensial Diagnosis yang diduga? Tujuan Pembelajaran Agar mahasiswa mampu memahami dan menjelaskan tentang neoplasma khususnya neoplasma yang berhubungan dengan payudara Sasaran Pembelajaran Setelah mempelajari modul ini Mahasiswa diharapkan mampu memahami dan menjelaskan tentang: 1. Bagaimana Komplikasi dari Diferensial Diagnosis yang diduga? 19. Bagaimana Penatalaksanaan dari Diferensial Diagnosis yang diduga? 18. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang 5. Manifestasi klinis dari masing-masing diagnosis banding 9. Bagaimana Penegakan Diagnosis dari Diferensial Diagnosis yang diduga? 17. Etiologi dari masing-masing diagnosis banding 6 . Penegakan diagnosis untuk benjolan pada payudara meliputi anamnesis. Anatomi Payudara 2. Bagaimana Prognosis dari Diferensial Diagnosis yang diduga? 20. Neoplasma meliputi pembentukan neoplasma. Diagnosis banding dari keluhan yang didapat 6. Histologi Payudara 3. Definisi dari masing-masing diagnosis banding 7. serta menentukan staging dan grading dari neoplasma 4. Epidemiologi dari masing-masing diagnosis banding 8.

Pencegahan dari masing-masing diagnosis banding 14. Prognosis dari masing-masing diagnosis banding Peta Konsep 7 . Patomekanisme dari masing-masing diagnosis banding 11. Penatalaksanaan dari masing-masing diagnosis banding 13.10. Penegakan diagnosis dari masing-masing diagnosis banding 12. Komplikasi dari masing-masing diagnosis banding 15.

bagianya : y Nipple berbentuk tonjolan pada intercostals space ke-4. Pada beberapa wanita dapat terjadi inverse nipple yang mengakibatkan kesulitan saat menyusui. Kedua payudara dipisahkan oleh intermammary cleft yang berada tepat di atas sternum.Anatomi Payudara  Lokasi: Anterior rerhadap otot pectoralis major&pectoralis minor di sepanjang ribs ke-IV sampai ribs ke-VI. Antara payudara dan pectoral fascia terdapat loose connective tissue (retromammary space/bursa) yang mengandung major dekat axillary fossa(armpit). Dua per tiga bagian payudara dibentuk oleh pectoral fascia yang melapisi pectoralis major. membentuk axillary process or tail (of Spence). y Areola. Warnanya biasanya makin gelap saat kehamilan. daerah lingkaran berpigmen di sekitar nipple. Beberapa wanita akan merasakan bagian ini sedikit membengkak selama periode menstruasi dan dapat dicurigai sebagai benjolan tumor atau 8 . 1/3 bagian lagi meliputi fascia yang melapisi M.  Bagian. Serratus Anterior.

Posterior intercostal arteries. Venous drainage payudara terutama dary axillary vein serta juga dari internal thoracic vein. permukaan payudara di bagi menjadi 4 kuadran:     Superior (upper)medial Inferior (lower)medial Superior(upper)lateral Inferior(lower)lateral  Varkularisasi Payudara Arterial supply payudara berasal dari: 1. Lateral thoracic and thoracoacrominal arteries.  Breast Quadrants Untuk kepentingan anatomis & deskripsi letak tumor &kista. dan IV. cabang dari axillary artery. yang berasal (origin) dari subclavian artery. 9 . 3. III. Suspensory igaments (of cooper) melekatkan jaringan payudara ke bagian dermis dari kulit di sekitarnya serta menjaga posisi mammary gland lobules.pembesaran lymph node. 2. Medial mammary branches of perforating branches dan anterior intercostal brances of the internal thoracic artery. cabang dari the thoracic aorta di intercostral spaces ke II.

subscapular/posterior lymph nodes). pectoral/anterior lymph nodes. Tetapi ada 10 . central lymph nodes. Lymph melalui nipple. humeral/lateral lymph nodes. Aliran Lymphatic Berperan dalam metastasis (penyebaran) sel kanker. Dan dari sini menuju: y ± 75% lymph terutama dari lateral breast quadrant bermuara ke axillary lymph nodes (meliputi apical lymph nodes. areola dan lobulus payudara menuju subareolar lymphatic plexus. Sebagian besar lymph disalurkan ke pectoral/anterior lymph nodes.

terutama dari medial breast quadrant mengalir ke parasternal lymph node. y Bagian terbesar dari sisanya. Lymph dari kulit payudara kecuali nipple dan areola.juga lymph yang mengalir langsung ke interpectoral. mengalir ke ipsilateral axillary. Lymph dari inferior quadrant mengalir langsubg ke abdominal lymph nodes (subdiaphragmatic inferior phrenic lymph nodes). 11 . inferior deep cervical dan infraclavicular lymph node dan juga ke parasternal lymph nodes. Lymph dari axillary node mengalir ke clavicular (infraclavicular dan supraclavicular) lymph nodes. atau inferior deep cervical nodes. deltopectoral. Dan dari clavicular lymph nodes ke subclavian lymphatic trunk yang juga mengalir lymph dari upper limb. supraclavicular.

yang bermuara secara terpisah pada nipples & tersususn secara radial. The anterior primary rami of T1-T11 disebut intercostal nerves. cabang intercostal nerves menuju bagian kulit & lapisan subkutan melalui deep fascia yang melapisi pectoralis major. Ukuran & bentuk payudara ditentukan oleh factor genetic. Cabang intercostal nerves meliputi sensory fibers ke bagian kulit payudara & symphatetic fibers ke pembuluh darah serta jaringa ikat pada payudara. mammary glands tersusun oleh lactiferous sinus dengan beberapa cabangnya yaitu lactiferous ducts. Lactiferous dutct muncul & membentuk 15-20 lobule terdapat lactiferous duct. Di bawah 12 . payudara mengalami pembesaran karena peningkatan lepolisis lipid di bawah pengaruh hormone estrogen yang di hasilkan ovarium . Areola & nipples juga membesar. Inervasi payudara Persarafan payudara berasal dari anterior& lateral cutaneous branhes of the 4th -6th intercostal nerves. Selama pubertas (usia 8-15 tahun). Rami communicates menghubungkan anterior ramus ke symphatetic trunk . dan diet. Sebelum pubertas. etnic.

Histologi payudara Setiap payudara terdiri atas 15-25 lobes yipe tubulo alveolar yang berfungsi untuk menghasilkan ASI. Kontur & volume payudara dibentuk oleh subcutaneous fat. lactiferous ducts memiliki bagian yng sedikit melebar (lactiferous sinus).permukaan areola. Mammary glands adalah medified sweat glands sehingga tidak terdapat special capsule/ heath. Dan setiap lobus terdiri dari lobulus-lobulus. Setiap Lobulus dipisahkan oleh jaringan pengikat intralobular. Lactiferous duct berdiameter 213 . Setiap lobus terpisah oleh dense connective tissue (jaringan pengikat interlobular) & adipose tissue. Alveoli yang menghasilkan ASI terbentuk pada ujung terminal lactiferous ducts dalam bentuk susunan seperti anggur. tempat berakumulasinya ASI pada ibu menyusui.

Lining dari lactiferous ducts & terminal ducts disusun oleh simple cuboidal epithelium yang dilapisi myopithelial cells. Struktur histologis mammary glands dipengaruhi oleh jenis kelamin. Banyak terdapat sensory nerve endings. Warnanya semakin gelap saat kehamilan karena akumulasi melanin. y Lactiferous sinuses tersusun atas stratified squamous epithelium pada external openings. fisiologis. status. Plasma cells meningkat pesat pada akhir kehamilan. warnanya lebih cerah setelah melahirkan tapi jarang dapat kembali ke warna semula. y Struktur histologis mengalami perubahan pada menstrual cycle. 14 . usia. yaitu terjadi proliferasi sel-sel duktus di sekitar waktu ovulasi saat esterogen mencapai peak akumulasi air pada connective tissue saat premenstrual phase menimbulkan pembesaran pada payudara. bermuara secara terpisah pada nipple yang memiliki 15-25 openings berdiameter 0. Bagian luarnya dilapisi keratinized stratified squamus epithelium & langsung berhubungan dengan kulit di sekitarnya. berwarna pink / coklat muda / coklat tua. y Areola merupakan area kulit berpigmen di sekitar nipple. berperan dalam sekresi Immunoglobulin A. Epitel ini segera berganti menjadi stratified columnar atau cuboidal epithelium. y Nipple berbentuk kerucut. y Connective tissue yang mengelilingi alveoli mengandung banyak lymphocytes & plasma cells.4.5cm.5mm.

15 . Pada umumnya alveoli belum terbentuk sehingga yang tampak hanya duktus-duktus.Histologi Mammae ± NonLactans Ditandai dengan banyak jaringan ikat dan sedikit unsure kelenjar.

Setiap duktus lactiferous menampung produk sekresi lobus dan mengangkut sekresi lobus dan mengangkut sekresi tersebut ke putting susu. Lobulus kelenjar banyak mengandung alveoli. jaringan ikat interlobular tampak sebagai septa diantara lobuli yang berkembang. Duktus ekskretorius interlobular dilapisi sel-sel silindris lebih tinggi berjalan ke dalam septa interlobular dan bermuara ke dalam duktus lactiferous besar yang umumnya dilapisi oleh epitel silindris rendah bertingkat. Jaringan ikat longgar intralobular tampak berkurang. terdapat peningkatan sebukan limfosit dan sel lain. Duktus intralobular mengalami proliferasi cepat dan membentuk kuncup-kuncup terminal yang berdiferensiasi menjadi alveoli. 16 . Pada tahap perkembangan kelenjar mammae sukar membedakan duktus ekskretorius intralobular kecil dengan alveoli.Histologi Mammae ± selama paruh pertama kehamilan Terjadi perubahan structural luas sebagai persiapan laktasi. Kebanyakan alveoli masih kosong/ada yang mengandung produksi sekresi.

Disekitar sel-sel alveoli terdapat sel-sel mioepitel gepeng. juga terdapat sel-sel lemak dan pembuluh darah. jika dibandingkan dengan jaringan ikat interlobular. Didalam jaringan ikat interlobular terdapat duktus ekskretorius interlobular. Duktus ekskretorius interlobular tertanam didalam septa jaringan ikat dan banyak mengandung sel-sel lemak. epitel kelenjar dipersiapkan untuk laktasi. Pada tahap ini. dan duktus ekskretorius. jaringan ikat. alveoli dan duktus membesar dan selsel alveolar mulai bersekresi sebuah alveoli mengandung produk sekresi kaya protein.Histologi mammae selama akhir kehamilan Tampak sebagian kecil kelenjar mammae dengan lobuli. dengan produk-produk sekresi didalam lumennya. 17 . Terdapat pengurangan jaringan ikat intralobular. kontraksi sel mioepitel membantu mengeluarkan susu dari alveoli ke dalam duktus ekskretorius. duktus lactiferous. hal ini disebabkan oleh pecahan jaringan epitel kelenjar.

limfosit. alveoli terdiri dari susu dan pola percabangan tidak teratur.Histologi mammae selama laktasi Selama laktasi terjadi perubahan duktus sekretorius dengan percabangan bagian terminal (alveolus). 18 . Perbedaan utama: banyaknya alveoli melebar/teregang karena penimbunan sekresi ASI dalam lumennya. y Alveoli lain tampak tidak aktif dengan lumen kosong dan epitel lebih tinggi. Beberapa alveoli menimbun produk sekresi di dalam sitoplasmanya. histology setiap alveolus bervariasi (alveoli tidak memperlihatkan keadaan aktivitas sekresi yang sama). juga terdapat pengurangan septa jaringan ikat interlobular (menjadi tipis. Selama laktasi. y Alveolus aktif dilapisi epitel rendah dan lumennya penuh terisi susu (susu terlihat sebagai materi eosinofilik dengan vacuole besar tetes-tetes lipid yang telah larut. plasma sel dan eosinofil). banyak fibroblast.

MASA PUERPERIUM PAYUDARA Perkembangan struktur payudara pada masa puerperium ini yang telah mulai diinidiasi pada masa kehamilan. Hormon-hormon ini bekerja secara sinergis pada proliferasi alveoli at the ends of the terminal ducts . Saat bayi menghisap putting. Esterogen memeacu perkembangan sistem duktud payudara serta akumulasi jaringan adipose di antara lobus. kompresi terhadap areola & lactiferous sinus di bawanya. Jumlah sectory vacuoles &fatdroplets meningkat pada laktasi . Areola memiliki sebaceous glands pregnancy &mensekresikan oily substance sebagai protective lubricant areola&nipple untuk mencegah iritasi. 2. 19 . Ujung nopples merupakan fisura tempat terdapatnya lactiferous ducts openings. Lactogen 4. alveoli merupakan epithealial cell yang membentuk struktur yang aktif memproduksi ASI.lipid droplets ini keluar dari ke lumen. yang dipengaruhi oleh beberapa hormone: 1.or sweat glands. Selama laktasi ASI doproduksi oleh sel epitel alveoli &terakumulasi pada lumon lactiferous ducts. Human placental lactogen. Jumlah connective tissue & adipose tissue reltif terhadap parenchyma menurun selama laktasi. stellate myoepithelial cell ditemukan antara alveolar epithelial cell dengan basal lamina.hair. Nipples disusun oleh circular smooth muscle fibers yang compress the lactiferous ducts selama lactation&erect the nipples sebagai respon terhadap stimulasi hisapan bayi. Progesterone merangsang pembentukan stroma payudara&alveoli 3. mengeluarkan accumulated droplets&merangsang bayi untuk terus menerus menyusui di mana berlangsung hormonally mediated let-down reflex > the secretory cell menjadi low cuboidal &sitoplasmanya mengandung spherical drolets of various sizes mengandung neutral triglycerides. Fat droplets &membrane ±limited secretory vacuoles yang mengandung aggregates of milk proteins dapat ditemukan pada Apical cytoplasm of alveolar cells. The nipples tidak memiliki fat .

Ganas. menunjukkan bahwa lesi dapat menyerbu dan merusak struktur didekatnya dan menyebar ke tempat jauh (metastasis) serta menyebabkan 20 . sesuai difinisi Willis. adalah massa abnormal jaringan yang pertumbuhannya berlebihan dan tidak terkoordinasi dengan pertumuhan jaringan normal serta terus demikian walaupun rancangan yang memicu perubahan tersebut telah berhenti. seperti seekor kepiting. dan ilmu tentang tumor disebut onkologi (dari onkos. Beberapa neoplasma membutuhkan dukungan endokrin. tidak dapat menyebar ketempat lain. Dalam penggunaan istilah kedoteran yang umum. Naun. Pembgian ii didasarkan pada penilaian tentang kemungkinan prilaku neoplasma. Suatu tumor dikatakan jinak (beniga) apabila gambaran mikroskopik dan makroskopiknya dianggap relatif tidak berbahaya. ilmu) dalam onkologi. yang mengisyaratkan bahwa tumr tersebut akan terlokalisasi. Namun. Tumor mungkin tumbuh subur pada pasien yang kurus kering. Hal mendasar tentang asal neoplasma adalah hialngnya responsivitas terhadap faktor pengendali pertubuhan yang normal. tampak nya tidak perduli terhadap pengaruh regulatorik yang mengandalikan pertumbuhan se normal. Semua neoplasma bergantung pada pejamu untuk memenuhi kebutuhan giz dan aliran darah. dan ketergantungan semacam ini kadang-kadang dapat dieksploitasi untuk merugikan neoplasma tersebut. Tumor Ganas (maligna) secara kolektif disebut kanker. Sampai tahap tertentu. Sela neoplastik disebut mengaami transformasi karena terus memblah diri.NEOPLASMA Neoplasma secara harafiah berarti ³pertumbuhan baru´. pasien umumnya selamat. neoplasma sering disebut sebagai tumor. Slain itu. dan kadang-kadang tumor jinak menimbulkan penyakit serius. dan pada umumnya dapat dikeluarkan dengan tindakan bedah lokal. perlu dicatat bahwa tumor jinak dapat menimbulkan kelainan yang lebih dari sekedar benjolan lokal. Suatu Neoplasma. neoplasma berperilaku seperti parasit dan bersaing dengan sel dan jaringan normal untuk memenhi kebutuhan metaboliknya. yang berasal dari kata latin untuk kepiting ± tumor melekat erat kesemua permukaan yang dipijaknya. pembagian neoplasma menjadi kategori jinak dan ganas merupakan hal penting. neoplasma memiliki otonomi dan sedikit banyak terus membesar tanpa bergantung pada lingkugan lokal dan status gizi pejamu. apabila diterapkan pada neoplasma. tumor dan logos. otonomi tersebut tidak sempurna.

tetapi sebutan ganas menandakan bendera merah. atau berprilaku seperti gen penekan tumor. radiasi. bahkan tumor yang paling ganas.  Tiga belas gen regulatorik normal-protoonkogen yang mendorong pertumbuhan. Kita mudah tersesat dalam hutan belantara informasi yang tumbuh pesat ini. Kerusakan atau mutasi genetik se. seperti enzim glukosa-6-fosfat dehidrogenase atau restriction fragment length polymorphism terkait-X. Alel ini dianggap dominan karena menyebabkan transformasi sel walaupun pasangan/padanan normal pada gen penekanan tumor harus mengalami kerusakan sebelum transformasi dapat berlangsung sehingga kelompok gen ini kadang-kadang disebut sebagai onkogen resesif. Klonalitas tumor mudah dinilai pada perempuan heterozigot untuk berbagai penanda X polimorfik. atau apoptosis adalah sasaran utama pada kerusakan genetik.  Kerusakan genetik nonletal merupakan hal sentral dalam karsinogenesis. seperti protoonkogen. gen penekan tumor. Pertama-tama. Sebagian ditemukan secara dini dan berhasil dihilangkan.gen penekan kanker(tumor supressor gene) yang menghambat pertumbuhan (antionkogen). dan gen yang mengatur kematian sel terencana (programmed cell death). atau virus. atau diwariskan dalam sel germinativum.acam ini mungkin didapat akibat pengaruh lingkungan. Gen yang memperbaiki DNA mempengaruhi proliferasi atau kelangsungan hidup sel secara tidak langsung dengan mempengaruhi kemampuan organisme memperbaiki kerusakan nonletal di gen lain. Hipotesis genetik kanker mengisyaratkan bahwa bahwa massa tumor terjadi akibat ekspansi klonal satu sel progenitor yang mengalami kerusakan genetik yaitu tumor bersifat monoklonal. berkaitan dengan karsigenesis.  Selain ketiga belas gen yang disebut diatas. Gen yang mengendalikan apoptosis mungkin dominan. KARSINOGENESIS: DASAR MOLEKULAR KANKER Dapat dikatakan bahwa meningkatkannya literatur tentang dasar molekulerkanker telah mengalahkan pertumbuhan. katagori gen keempat.sedemikian ematikan. kita menuliskan daftar beberapa prinsip mendasar sebelum mempelajari secara rinci dasar genetik kanke. Alel muatan protoonkogen disebut onkongen. termasuk protoonkogen. dan gen yang mengendalikan 21 . Pendapat ini telah terbukti pada sebagian besar tumor yang di analisis. seperti zat kimia. yaitu gen yang mengatur perbaikan DNA yang rusak.

sel kanker juga harus melewatkan proses penuaan normal yang membatasi pembelahan sel. yang disregulasinya ikut berperan dalam asal muasal atau perkembangan keganasan. suatu fenomena yang disebut tumor progression. misalnya pertumbuhan berlebihan. mengalami perubahan hanya pada leukimia tertentu. Perubahan genetik yang mempermudah tumor progression melibatkan tidak saja gen pengendali pertumbuhan. baik pada tingkat fenotipe maupun genotipe. sifat invasif lokal. kita sekarang dapat membahas secara lebih rinci patogenesis molukular kanker dan mendiskusikan zat karsinogenik yang menyebabkan perubahan gen. Suatu neoplasma ganas memiliki beberapa sifat fenotipik. invasi dan metastasi.  Karsinogenesis adalah suatu proses banayak tahap. Sebagian misalnya TP53(p53). tetapi juga gen yang mengendalikan angiogenesis. dan kemampuan metastasis jauh. Pada tingkat molekuler.apoptosis. Biasanya gen 22 .progresi ini terjadi akibat akumulasi kelainan genetik yang pada sebagian kasus dipermudah oleh adanya gangguan pada perbaikan DNA. Kerusakan pada gen yang memperbaiki DNA dapat memudahkan terjadinya mutasi luas di genom dan transformasi neoplastik. Sifat ini diproleh secara bertahap. Pada tahun 1980an dan 1990an ditemukan ditemukan ratusan gen terkait kanker. Zat perusak DNA didapat(lingkungan)  kimiawi Radiasi virus Sel normal Kerusakan DNA mutasi pada genom sel somatik Mutasi herediter pada: ‡Gen-gen yang mempengaruhi perbaikan DNA ‡Gen-gen yang mempengaruhi pertumbuhan atau apoptosis sel Penonaktifan gen supresor kanker Pengaktifan onkogen pendorong pertumbuhan Perubahan gen yang mengendalikan pertumbuhan Eksperi produk gen yang mengalami perubahan & hilangnya produk gen regulatorik Neoplasma Dengan gambaran singkat ini. Tiap-tiap gen kanker memiliki fungsi spesifik. sering mengalami mutasi yang lain seperti c-ABL.

dapat ditemukan terutama di perkotaan. atau terbatas pada pekerjaan tertentu. akan bermanfaat apabila gen terkait kanker dipertimbangkan dalam konteks enam perubahan mendasar dalam fisiologi sel yang bersama-sama menentukan fenotipe ganas. Namun . Namun . perlu dicatat bahwa simbol gen dimiringkan tetapi roduk proteinnya tidak (misalnya gen RB dan protein RB). 1. Hal tertentu dalam makanan dilaporkan mungkin merupakan faktor predisposisi. b. Menurunnya kompetensi imunitas yang menyertai penuaan juga mungkin berperan. instabilitas genom yang terjadi akan cenderung memudahkan terjadinya mutasi pada gen yang mengendalikan keenam kemampuan didapat sel kanker di ats. Hal ini terjadi akibat akumulasi mutasi somatik yang disebabkan oleh berkembangnya neoplasma ganas. frekuensi kanker meningkat seiring pertambahan usia. Faktor geografik dan lingkungan Karsinogen lingkungan banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Angigenesis berkelenjaran 6. Insensitivitas terhadap sinyal penghambat pertumbuhan 3. Secara luas dipercaya bahwa terjadi mutasi pada gen penyebab kakker dikondisi oleh sigapnyaperangkap perbaikan DNA yang dimiliki sel. Contohnya seperti sinar matahari.penyebabkan kanker dijelaskan berdasarkan perkiraan fungsinya. FAKTOR RESIKO TERJADINYA NEOPLASMA a. Termasuk diantaranya merokok dan konsumsi alkohol kronik. Kelompok gen enabler ini dibicarakan terakhir karena mempengaruhi gen di semua jalur lain. 23 .jalur genetik pasti yang menimbulkan ciri-ciri ini berbeda antara kanker. bahkan pada organ yang sama. Apabila gen yang secara normal mendeteksi dan memperbaiki kerusakan DNA ini terganggu atau lenyap. Usia Secara umum. Self-sufficiency(menghasilkan sendiri)sinyal pertumbuhan 2. Kemampuan menginvasi dan beranaksebar Mutasi pada gen yang mengendalikan sifat sel ini ditemukan pada semua kanker. Menghindari apoptosis 4. Potensi replikasi tanpa batas(yaitu mengalahkan penuaan se) 5. Dalam pembicaraan berikut.

Anemia pernisiosa dapat meningkatkan resiko tumbuhnya kanker lambung. 2007). Contohnya keterkaitan gen BRCA1 dan BRCA2 dengan kanker payudara dan ovarium familial. Gangguan Praneoplastik Didapat Disebabkan oleh keadaan klinis tertentu.. sekelompok kecil gangguan resesif autosomal secara kolektif memperlihatkan ciri instabilitas kromosom atau DNA (Kumar et al. Kolitis ulserativa kronik dapat meningkatkan resiko kanker kolorektum. tetapi juga predisposisi herediter. b. terdapat tidak saja pengaruh lingkungan. Kanker familial. kanker ini tidak disertai fenotipe penanda tertentu. Sindrom resesif autosomal gangguan perbaikan DNA. pewarisan satu gen mutannya akan sangat meningkatkan risiko terjangkitnya kanker yang bersangkutan. vulva. atau penis dapat meningkatkan resiko kanker sel skuamosa. Hereditas Saat ini terbukti bahwa pada banyak jenis kanker. 1. Bentuk herediter kanker dapat dibagi menjadi tiga kategori. dan otak. 2. payudara. ovarium. Predisposisinya memperlihatkan pola pewarisan dominan autosomal. Selain kelainan prakanker yang diwariskan secara dominan. 24 .FAKTOR PREDISPOSISI TERJADINYA NEOPLASMA a. Contohnya mencakup karsinoma kolon. Leukoplakia rongga mulut. 3. contohnya. Kanker familial tertentu dapat dikaitkan dengan pewarisan gen mutan. Sindrom kanker herediter.

N1b.T1c . T3 = tumor maksimal > 5 cm g. (2) Indeks huruf : T1a .N2a.M itu sebagai berikut : 1.dst 2. M= metastase jauh Indeks angka saja : M0 dan M1 Pada umumnya arti T. Metastasis ) Sistem TNM didasarkan atas 3 kategori untuk melukiskan keadaan masing-masing pada T.T1b. N2b . T4 = Tumor invasi keluar organ 2.N2 dan N3 (2) Indeks huruf : N1a . Kemungkinan tumor telah menjalar ke organ lain ( M. T0 = tidak ketemu adanya tumor primer d.N dan M dengan memberi indeks angka dan huruf yaitu : 1.N1 .T0. Kelenjar getah bening di sekitar tumor.Tis.metastase kekelenjar limfe regional (1) Indeks angka : N0 . Yaitu : 1. Kategori N nodus /metastase kelenjar limfe regional a. T2 = Tumor maksimal 2-5 f. Seberapa besar ukuran tumornya dan dimana lokasinya ( T.t2 dan T4. T1 = Tumor maksimal ” 2 cm e. Tx= Syarat minimal menentukan indeks T tidak terpenuhi b.T3b . Apakah tumor telah menyebar kekelenjar getah bening disekitarnya? ( N. Tis = tumor in situ (Nis neoplasma in situ ) c. Kategori T : Tumor primer a. System ini menggunakan tiga criteria untuk menentukan stadium kanker.SISTEM TNM ( Stadium TNM ) Salah satu cara yang dokter gunakan untuk menggambarkan stadium dari kanker adalah system TNM. Tumor itu sendiri. N0 = Nodus regional negatif 25 . Node ) 3.N.T2b. N= Nodus regional. T = Tumor primer (1) Indeks angka : Tx. Tumor ) 2.dst 3.

Diameter tumor lebih lebar dari 5 cm tapi belum menyebar. 2. N2 = Nodus regional melekat d. Tidak ada tanda-tanda tumor pada payudara. N1 = Nodus regional. Yaitu kanker tidak menyebar keluar dari pembuluh / saluran payudara dan kelenjar-kelenjar (lobules) susu pada payudara. Kategori M metastase organ jauh a.b. M1 = ada metastase organ jauh STADIUM 0 :Disebut Ductal Carsinoma In Situ atau Noninvasive Cancer. 3. 26 . M0 = Tidak ada metastase organ jauh b.mobile c. STADIUM IIB : Pasien pada kondisi ini : 1. tapi ditemukan pada titik-titik di pembuluh getah bening ketiak. N3 = Nodus juxtaregional atau bilateral 3. Belum menyebar ke titiktitik pembuluh getah bening pada ketiak ( axillary limph nodes ). STADIUM I Tumor masih sangat kecil dan tidak menyebar serta tidak ada titik pada pembuluh getah bening STADIUM IIa : Pasien pada kondisi ini : Diameter tumor lebih kecil atau sama dengan 2 cm dan telah ditemukan pada titik-titik pada saluran getah bening di ketiak ( axillary limph nodes ) Diameter tumor lebih lebar dari 2 cm tapi tidak lebih dari 5 cm. Diameter tumor lebih lebar dari 2 cm tapi tidak melebihi 5 cm. Telah menyebar pada titik-titik di pembuluh getah bening ketiak.

sample-sample hasil biopsy dipelajari dibawah microscope. tapi tidak menyebar ke bagian lain dari organ tubuh. Atau didiagnosis sebagai Inflammatory Breast Cancer. y Diameter tumor lebih besar dari 5 cm dan telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening ketiak. sel kanker lambat dalam berkembang. Berikut adalah Grade dalam kanker payudara : GRADE 1 : Ini adalah grade yang paling rendah. paru-paru. Suatu grade kanker payudara ditentukan berdasarkan pada bagaimana bentuk sel kanker dan perilaku sel kanker dibandingkan dengan sel normal. 27 . biasanya tidak menyebar.STADIUM III A :Pasien pada kondisi ini : y Diameter tumor lebih kecil dari 5 cm dan telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening ketiak. STADIUM III B : Tumor telah menyebar ke dinding dada atau menyebabkan pembengkakan bisa juga luka bernanah di payudara. STADIUM IIIC :Sebagaimana stadium IIIB. Bisa sudah atau bisa juga belum menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening di ketiak dan lengan atas. tetapi telah menyebar ke titik-titik pada pembuluh getah bening dalam group N3 ( Kanker telah menyebar lebih dari 10 titik disaluran getah bening dibawah tulang selangka ). GRADE Untuk mengetahui Grade Kanker. Ini akan memberi petunjuk pada team dokter seberapa cepatnya sel kanker itu berkembang. tetapi telah menyebar ke lokasi yang jauh.liver atau tulang rusuk. yaitu : Tulang. STADIUM IV : Ukuran tumor bisa berapa saja.

biasanya menyebar PENEGAKAN DIAGNOSIS BENJOLAN PAYUDARA 1. kemoterapi. atau operasi lain pada payudara)? y Adakah riwayat penyakit serius lain? Bagaimana riwayat kehamilan? Pernahkah pasien menjalani laktasi atau menarche? Obat-Obatan Pernahkah pasien mengkonsumsi estrogen atau tamoksifen? Pernahkah pasien menjalani kemoterapi? y Riwayat Keluarga Adakah riwayat kanker payudara atau ovarium dalam keluarga (predisposisi genetik BRAC1/2)? 28 . cenderung berkembang cepat.GRADE 2 : Ini adalah grade tingkat sedang GRADE 3 : Ini adalah grade yang tertinggi. ANAMNESIS Kapan pertama kali memperhatikan adanya benjolan? Bagaimana? Sejak saat itu adakah perubahan ukuran atau sifat? Adakah perubahan siklus menstruasi? Adakah sekret dari puting susu? Adakah nyeri? Adakah gejala lain? Limfadenopati? Demam? Benjolan lain? Penurunan berat badan? Nyeri punggung? y Riwayat Penyakit Dahulu Adakah benjolan payudara sebelumnya? Jika ya. eksisi lokal. terapinya apa (misalnya mastektomi. radioterapi. rekonstruksi payudara.

edem kulit sehingga memberikan gambaran seperti kulit jeruk (peau d¶orange) yang berhubungan dengan adanya kanker payudara. bentuknya. karena kemungkinan akan menyebabkan penyebaran. ukurannya. Pertama kali posisi tangan pasien bebas di samping tubuhnya. PEMERIKSAAN FISIK PEMERIKSAAN PAYUDARA Pemeriksaan Payudara harus dilakukan secara baik dan halus. perhatikan letaknya. adakah nyeri tekan atau tidak. perhatikan adakah cairan yang keluar dari puting susu (nipple discharge) PEMERIKSA MASSA PADA PAYUDARA Bila ditemukan massa pada payudara. dan 4 pemeriksa dan dilakukan secara sistematis mulai dari iga 2 sampai ke inferior di iga 6 atau secara sentrifugal dari tepi ke sentral.2. kelainan puting susu. tidak boleh keras dan kasar. y Palpasi dilakukan dengan jari 2. bila perlu bahu atau punggung dapat di ganjal dengan bantal kecil. y y INSPEKSI Pasien duduk di muka pemeriksa dengan posisi sama tinggi dengan pemeriksa. y PALPASI Dilakukan pada posisi pasien berbaring dan diusahakan agar payudara jatuh merata diatas bidang dada. apalagi bila ada dugaan keganasan. kemudian tangan pasien pada posisi di pinggang. letak dan bentuk puting susu. y Periksa puting susu dengan memegang puting susu diantara ibu jari dan jari telunjuk pemeriksa. konsistensinya. tanda-tanda radang.3. adakah retraksi puting susu. apakah bebas atau terfiksir baik pada kulit maupun pada kulit maupun pada dasar dan apakah ada pembesaran kelenjar getah bening regional PEMERIKSAAN KELENJAR GETAH BENING AKSILA 29 . kelainan kulit. y Perhatikan simetri payudara kiri dan kanan.

Pektoralis mayor. - Selain KGB aksila. karena pada posisi ini fosa aksilaris menghadap ke bawah sehingga mudah diperiksa dan akan lebih banyak kelenjar yang dapat dicapai. bentuk dan keseimbangan bentuk payudara (simetris atau tidak). terfiksir atau tidak. Pemeriksaan payudara dapat dilakukan dengan melihat perubahan di hadapan cermin dan melihat perubahan bentuk payudara dengan cara berbaring. Bagi wanita usia lebih dari 30 tahun dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri maupun ke bidan atau dokter untuk setiap tahunnya. - Lengan pasien pada sisi aksila yang akan diperiksa diletakkan pada lengan pemeriksa sisi yang sama. ukuran. juga harus diperiksa KGB supra dan infraklavikula PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI Terbukti 95% wanita yang terdiagnosis pada tahap awal kanker payudara dapat bertahan hidup lebih dari lima tahun setelah terdiagnosis sehingga banyak dokter yang merekomendasikan agar para wanita menjalani µsadari¶ (periksa payudara sendiri ± saat menstruasi ± pada hari ke 7 sampai dengan hari ke 10 setelah hari pertama haid) di rumah secara rutin dan menyarankan dilakukannya pemeriksaan rutin tahunan untuk mendeteksi benjolan pada payudara.- Dilakukan pada posisi pasien duduk. Lihat pada cermin . kemudian pemeriksa melakukan palpasi aksila tersebut dengan tangan kontralateral - Palpasi kelenjar getah bening mamaria eksterna di bagian anterior dan ditepi bawah M. Pemeriksaan payudara dapat dilakukan dengan melihat perubahan di hadapan cermin dan melihat perubahan bentuk payudara dengan cara berbaring. 1. Melihat Perubahan Di Hadapan Cermin. Adakah nyeri tekan atau tidak. kelenjar getah bening sentral di pusat aksila. dan kelenjar getah bening apikal diujung atas fossa aksilaris - Nilai jumlah kelenjar. 2. konsistensi. Cara melakukan : 30 . Pemeriksaan payudara sendiri dapat dilakukan pada usia 20 tahun atau lebih.

Sambil berdiri tegak depan cermin. Tahap 2 Periksa payudara dengan tangan diangkat di atas kepala. Tahap 1 Melihat perubahan bentuk dan besarnya payudara. posisi kedua lengan lurus ke bawah disamping badan. 2. Tahap 3 Berdiri tegak di depan cermin dengan tangan disamping kanan dan kiri. serta kulit payudaradi depan kaca. Miringkan badan ke kanan dan kiri untuk melihat perubahan pada payudara. Dengan maksud untuk melihat retraksikulit atau perlekatan tumor terhadap otot atau fascia dibawahnya. perubahan puting susu.1. 31 . 3.

32 . Melihat Perubahan Bentuk Payudara Dengan Berbaring.Gunakan telapak jari-jari Anda untuk memeriksa sembarang benjolan atau penebalan. Tahap 4 Menegangkan otot-otot bagian dada dengan berkacak pinggang/ tangan menekan pinggul dimaksudkan untuk menegangkan otot di daerah axilla. Periksa payudara Anda dengan menggunakan Vertical Strip dan Circular. Persiapan Dimulai dari payudara kanan. Gunakan tangan kiri Anda untuk memeriksa payudara kanan . Kemudian letakkan tangan kanan Anda di bawah kepala. Letakkan bantal atau handuk mandi yang telah dilipat di bawah bahu sebelah kanan untuk menaikan bagian yang akan diperiksa. Baring menghadap ke kiri dengan membengkokkan kedua lutut Anda. Tahap 1.4.

bergerak kurang lebih 2 cm kekiri dan terus ke arah atas menuju tulang selangka dengan memutar dan menekan. buat putaran yang besar. Jangan lupa periksa bagian bawah areola mammae. Bergeraklah ke atas dan ke bawah mengikuti pijatan dan meliputi seluruh bagian yang ditunjuk. Pemeriksaan Payudara dengan Cara Memutar. Buatlah sekurang-kurangnya tiga putaran kecil sampai ke puting payudara. Pemeriksaan Payudara dengan Vertical Strip Memeriksa seluruh bagian payudara dengan cara vertical.Tahap 2. Tahap 3. dan garis tengah antara kedua payudara ke garis tengah bagian ketiak Anda. Kemudian putar dan tekan kuat untuk merasakan benjolan. Lakukan sebanyak 2 kali. Bergeraklah sekeliling payudara dengan memperhatikan benjolan yang luar biasa. Di bagian bawah bra line. 33 . dari tulang selangka di bagian atas ke bra-line di bagian bawah. Gunakan tangan kiri untuk mengawali pijatan pada ketiak. Gerakkan tangan Anda perlahan-lahan ke bawah bra line dengan putaran ringan dan tekan kuat di setiap tempat. Berawal dari bagian atas payudara Anda. Sekali dengan tekanan ringan dan sekali dengan tekanan kuat.

Tahap 5. Mamografi terutama berperan pada payudara yang mempunyai jaringan lemak yang dominan serta jaringan fibroglanduler yang relatif lebih sedikit. 34 . Memeriksa Ketiak Letakkan tangan kanan Anda ke samping dan rasakan ketiak Anda dengan teliti. 2) Wanita dengan riwayat resiko tinggi untuk keganasan payudara. kemudian tekan payudara Anda untuk melihat adanya cairan abnormal dari puting payudara.Tahap 4. Indikasi mamografi sebagai berikut : 1) Adanya benjolan dan rasa tidak enak pada payudara. 3) Adanya pembesaran kalenjar getah bening aksila yang meragukan. PEMERIKSAAN PENUNJANG Mamografi (rontgen khusus untuk payudara) Digunakan untuk deteksi dini keganasan kanker payudara. Menggunakan kedua tangan. apakah terababenjolan abnormal atau tidak. Pemeriksaan Cairan Di Puting Payudara.

3) Sarana diagnostik utama pada penyakit infeksi payudara. Indikasi USG payudara adalah : 1) Payudara yang padat pada mamografi. Dalam bahasa kedokteran disebut ductal carcinoma in situ (DCIS). dimana kanker belum menyebar ke bagian luar jaringan kantung susu.5-10 MHz dengan operator yang harus mempunyai pengetahuan pemeriksaan USG dan mamografi yang baik dan benar. Pada pemeriksaan penderita terlentang dengan lengan diangkat keatas dan diletakkan dibawah kepala. Dari hasil mammografi dapat diketahui apakah tumor yang ada di payudara merupakan tumor yang jinak atau ganas. maka tipe kanker payudara dapat dikategorikan dalam dua bagian yaitu : 1) Kanker payudara non invasive yaitu kanker yang terjadi pada kantung atau tube susu penghubung antara alveolus (kalenjar yang memproduksi susu) dan puting payudara. kemudian dilakukan pemeriksaan secara sistematis sesuai arah jarum jam sampai daerah aksila dan dilakukan tindakan kompresi dan non kompresi apabila terdapat lesi kanker payudara. Melalui pemeriksaan yang disebut dengan mammograms. 5) Penderita-penderita pasca operasi yang melakukan follow-up dengan kemungkinan terjadinya kekambuhan kolateral. Ultrasonografi/USG Umumya digunakan linear array transduser 7. 2) Kanker payudara invasive yaitu kanker yang telah menyebar keluar bagian kantung susu dan menyerang jaringan sekitarnya bahkan dapat menyebabkan penyebaran (metastase) ke bagian tubuh lainnya seperti kelenjar limpa dan lainnya melalui peredaran darah. 35 . 4) Pemeriksaan utama untuk evaluasi pada wanita dengan implant silikon.4) Wanita dengan penyebab metastasis tanpa diketahui tempat ditemukannnya tumor primer. menyusui dan remaja. 6) Penuntun biopsi atau aspirasi. 2) Digunakan untuk pemeriksaan payudara wanita hamil. 5) Evaluasi lesi berbatas tegas pada temuan mamografi dan penyakit fibrokistik.

contohnya pada penyakit Hodgkin. Bonescan Digunakan untuk mengetahui apakah kanker sudah menyebar kedalam tulang. 5) Jaringan payudara yang padat pada pemeriksaan mammografi. PET scan biasanya digunakan sebagai pelengkap data dari hasil CT scan. Dalam PET scan cairan glukosa yang mengandung radioaktif disuntikkan pada pasien. Foto Thorax Digunakan untuk mengetahui apakah sudah ada penyebaran ke paru-paru. 2) Wanita dengan mutasi genetik BRCA1 atau BRCA2 harus diperhitungkan dalam kategori risiko tinggi. MRI dan pemeriksaan fisik penderita kanker payudara. Wanita dengan risiko tinggi yang perlu dilakukan skrining MRI adalah : 1) Wanita dengan riwayat kelainan genetik. Positron emission tomografi (PET) Digunakan untuk melihat apakah kanker sudah menyebar secara luas.MRI (Magnetik Resonance Imaging) Digunakan untuk mendeteksi keganasan payudara jenis lobular invasif yang sulit terdeteksi dengan pemeriksaan mamografi. 36 . 3) Wanita yang pernah mendapat terapi radiasi pada dada. Sel kanker akan menyerap secara cepat cairan glukosa tersebut. dibandingkan dengan sel normal sehingga akan terlihat perbedaan warna yang kontras. CT Scan Digunakan untuk melihat secara detail letak tumor. 4) Wanita dengan riwayat pribadi seperti LCIS.

Ada beberapa metode dari biopsi payudara. antara lain : Core needle biopsy Vacuum-assisted biopsy (Mammotome or MIBB) Large core surgical (ABBI) Open surgical (excisional or incisional) 37 . Angka yang tinggi dari salah satu test ini mengindikasikan adanya kerusakan pada liver. Pemeriksaan fisik pada payudara. SGOT & SGPT Test ini untuk mengevaluasi fungsi lever.PEMERIKSAAN LABORATORIUM TES DARAH Tes darah juga diperlukan untuk lebih mendalami kondisi kanker. mammografi. Tes-tes itu antara lain: y y y y y Level Hemoglobin ( HB ) : untuk mengetahui jumlah oksigen yang ada di dalam sel darah merah Level Hematocrit : untuk mengetahui prosentase dari darah merah didalam seluruh badan Jumlah dari sel darah putih : untuk membantu melawan infeksi Jumlah trombosit ( untuk membantu pembekuan darah ) Differential ( prosentase dari beberapa sel darah putih ) JUMLAH ALKALINE PHOSPHATASE Jumlah enzyme yang tinggi bisa mengindikasikan penyebaran kanker ke liver. Biopsi dapat mengidentifikasikan tipe dan stadium dari kanker yang ditemukan. dan pemeriksaan pencitraan yang lain dapat membantu mendeteksi payudara yang tidak normal. bisa jadi suatu sinyal adanya penyebaran ke liver PEMERIKSAAN HISTOPATOLOGI Pemeriksaan histopatologi ialah dengan prosedur biopsi yaitu mengambil sampel jaringan payudara untuk menilai jaringan tersebut mengandung sel kanker atau bukan kanker. USG. hati dan saluran empedu dan tulang. sedangkan biopsi dengan pemeriksaan mikroskop adalah satu-satunya cara untuk menegakkan diagnosis pasti kanker.

dan lokasi tumor. Prosedur ini hanya berlangsung beberapa menit dan pasien dapat langsung melakukan aktivitasnya setelah prosedur ini selesai. Meskipun begitu. Prosedur ini dapat menimbulkan bekas pada tempat biopsi tapi tidak sampai menimbulkan jaringan parut. Prosedur biopsi ini tidak dianjurkan untuk pasien dengan benjolan yang sangat kecil atau sangat keras. bentuk. Seperti biopsi dengan FNAB. operator akan melakukan perabaan benjolan pada payudara untuk menuntun arah masuk jarum dan apabila benjolan tidak dapat diraba biasanya dibutuhkan alat lain untuk memandu proses biopsi seperti mammografi atau USG. dan kemampuan operator yang melakukan biopsi. 14. serta fasilitas pencitraan dimana biopsi itu dilakukan. Sampel yang diperoleh juga lebih banyak kurang lebih sepanjang 2 sentimeter dengan diameter 0. Pasien yang akan dilakukan biopsi diberikan pembiusan lokal (anestesi lokal) dengan menggunakan lidokain kemudian jarum dimasukkan ke dalam payudara. namun jarum yang digunakan lebih besar daripada jarum FNAB yaitu berukuran 16. 38 .16 sentimeter. berapa banyak tumor yang ada. Tiga sampai enam jarum dimasukkan secara menyebar untuk memperoleh sampel jaringan yang cukup untuk pemeriksaan. Core Needle Biopsy Prosedur biopsi dengan metode ini mirip dengan FNAB yaitu dengan memasukkan jarum ke dalam bagian payudara yang tidak normal.Metode yang diambil untuk melakukan biopsi tergantung pada beberapa faktor antara lain ukuran. atau 11 G. Prosedur biopsi ini dapat memperoleh hasil yang lebih akurat untuk menilai massa pada payudara dibandingkan FNAB karena sampel yang diambil lebih banyak dan memungkinkan pemeriksa untuk mengevaluasi sel-sel yang tidak normal untuk dibandingkan jaringan sekitar sel yang diambil. core needle biopsy hanya mengambil sampel dan bukan keseluruhan jaringan sehingga kemungkinan terjadi kesalahan diagnosis masih dapat terjadi. riwayat penyakit dahulu dari pasien. Setiap metode juga memiliki resiko dan efek samping yang berbeda. keinginan dari pasien.

alat vakum akan menandai jaringan payudara melewati celah dari probe ke dalam ruangan sampel pada alat tersebut. Setelah semua sampel dikumpulkan.Vaccum-assisted biopsy (Mammotome) Mammotome adalah prosedur biopsi melalui kulit payudara yang dilakukan dengan pencitraan mammografi atau USG sehingga mendapatkan lokasi yang paling tepat untuk memasukkan jarum. Proses ini akan diulang kembali sampai diperoleh 10 sampel jaringan payudara dari sekeliling daerah yang tidak normal. Prosedur biopsi ini dilakukan dengan beberapa langkah. antara lain : Vacuum-Assisted Biopsy Invasif minimal.8 cm sampai 5. Dibawah panduan dari mammografi atau USG. operator akan mengangkat probe tersebut dan menutup kulit yang teriris. Prosedur ini merupakan metode yang invasifnya minimal dan hanya memasukkan satu jarum pada payudara pasien melalui kulit yang diiris sedikit. Prosedur ini semakin sering dilakukan namun membutuhkan keahlian operator yang mengerjakannya. Klip mikro ini ditinggalkan di dalam payudara dan tidak menimbulkan rasa sakit atau mengganggu pasien. sebuah klip steril yang kecil akan dimasukkan ke dalam lokasi biopsi untuk menandai lokasi apabila dibutuhkan biopsi ulang. Setelah probe mencapai posisi yang tepat. hanya diiris (insisi) sekitar 0. Ketika jaringan sudah di dalam ruangan sampel. Pertamakali. Pada beberapa kasus.6 cm Tidak menimbulkan jaringan parut Hanya membutuhkan pembiusan lokal Open Surgical Biopsy Diiris (insisi) sekitar 3. operator akan memposisikan probe khusus pada lokasi payudara yang akan diperiksa. alat pemotong disiapkan dan sampel jaringan diambil lalu dibawa ke tempat pengumpulan jaringan. kulit payudara yang akan diperiksa dibersihkan terlebih dahulu kemudian diberikan pembiusan lokal dengan lidokain. Ada beberapa kelebihan prosedur ini dibandingkan biopsi dengan operasi terbuka (Open surgical Biopsy).1 cm Dapat menimbulkan jaringan parut Biasanya membutuhkan pembiusan umum 39 . Hasil biopsi dianalisa di laboratorium patologi.

Pasien juga tidak boleh menggunakan bedak. Sebaiknya tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin. Prosedur ini membutuhkan meja biopsi khusus dimana pasien menghadap ke bawah. deodoran. Pembiusan lokal akan dilakukan pada saat payudara ditekan kemudian mammografi akan memandu sebuah tabung dengan alat pemotong untuk dimasukkan ke dalam payudara. Mammografi yang digunakan berfungsi untuk memandu operator menentukan lokasi payudara yang akan diperiksa. ibuprofen. Sampel inti dari jaringan payudara akan diangkat dengan kabel melingkar kemudian diperiksakan pada laboratorium patologi. Biopsi ini dapat mengangkat 5mm sampai 20mm jaringan payudara dan dapat mengangkat seluruh jaringan tidak normal menjadi satu bagian yang tidak terpisah. Prosedur biopsi dengan metode melewati beberapa langkah. Prosedur ini menghasilkan luka bekas biopsi 40 . Prosedur ini lebih tidak invasif dibandingkan biopsi dengan operasi terbuka. dan obat-obatan lain yang dapat memperpanjang perdarahan selama lima sampai tujuh hari sebelum biopsi. Payudara yang akan dibiopsi harus dalam keadaan yang bersih. Pasien yang akan dibiopsi harus melakukan persiapan sebelum dilakukan biopsi dan operator harus menjelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien. lotion.Tidak perlu dijahit Waktu yang dibutuhkan kurang dari 1 jam Pasien dapat langsung melakukan Harus dijahit Butuh waktu lebih dari 1 jam Butuh waktu istirahat minimal 1 hari setelah prosedur Metode biopsi yang paling mahal aktivitasnya setelah prosedur Biaya lebih murah Biasanya menghasilkan diagnosis yang akurat dari sampel jaringan menghasilkan sampel jaringan diagnosis yang akurat dari Large Core Biopsy Prosedur biopsi ini menggunakan teknik operasi yang mengangkat seluruh jaringan payudara yang tidak normal dengan panduan pencitraan. atau parfum pada daerah payudara.

yang harus dijahit dan membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama dibandingkan biopsi dengan prosedur melewati kulit payudara. Pada beberapa kasus. Payudara yang akan dibiopsi harus dalam keadaan bersih dan ditutup dengan kain operasi khusus. Pada prosedur ini dilakukan pengirisan (insisi) sepanjang 3. Sebaiknya tidak mengkonsumsi obat-obatan seperti aspirin. dokter bedah akan menggunakan bantuan mammografi atau USG untuk menentukan lokasi yang harus dibiopsi. 41 .1cm pada payudara. ibuprofen. Prosedur yang dilakukan pada biopsi insisional mirip dengan biopsi eksisional namun dokter bedah hanya mengambil sebagian dari jaringan yang tidak normal dan prosedur ini biasanya dilakukan apabila jaringan yang tidak normal luas. Prosedur biopsi ini sebenarnya masih menjadi kontroversi karena pada prosedur ini terjadi pengangkatan jaringan payudara normal yang penting hanya untuk mencapai jaringan yang tidak normal.8 cm sampai 5. dan obat-obatan lain yang dapat memperpanjang perdarahan selama lima sampai tujuh hari sebelum biopsi. Hal ini berbeda dengan biopsi dengan operasi terbuka yang hanya mengangkat sedikit jaringan payudara untuk mencapai jaringan yang tidak normal. Hasil biopsi kemudian diperiksa di laboratorium patologi dan luka bekas operasi dijahit. dokter bedah akan mengangkat daerah yang tidak normal dan sedikit jaringan normal di sekelilingnya. Pasien juga tidak boleh menggunakan bedak. atau parfum pada daerah payudara. lotion. Open Surgical Biopsy (eksisi atau insisi) Open surgical biopsy atau biopsi dengan operasi terbuka adalah standart pemeriksaan yang paling baik (gold standard) dibandingakan metode yang lain. Biopsi ini menggunakan pembiusan lokal atau bisa juga ditambahkan bahan yang membuat pasien tertidur (sedasi). Prosedur ini membutuhkan waktu pemulihan yang cukup lama dibandingkan metode biopsi yang lain. Pasien harus berpuasa setelah tengah malam apabila jadwal operasi pada keesokan harinya kecuali kalu harus mengkonsumsi obat tertentu seperti obat darah tinggi atau diabetes. Selama proses biopsi eksisional. deodoran. Oleh karena alasan ini maka prosedur ini tidak digunakan secara luas pada dunia kedokteran. Pasien yang akan dibiopsi harus melakukan persiapan sebelum dilakukan biopsi dan operator harus menjelaskan prosedur yang akan dilakukan kepada pasien.

42 . oleh karena itu metode ini menjadi gold standard dari metode biopsi payudara. Komplikasi yang dapat terjadi karena metode ini antara lain kemungkinan bisa terjadi perdarahan.Jaringan parut yang dibentuk biasanyaberukuran kecil namun bisa saja mengubah bentuk payudara dan hal ini dipengaruhi oleh ukuran dan lokasi jaringan yang tidak normal. Jarum yang digunakan pada FNAB lebih kecil dibandingkan jarum yang biasa dipakai untuk mengambil darah. serta jaringan normal sekeliling tumor yang ikut diangkat. FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) adalah prosedur pemeriksaan yang melewati kulit (percutaneous) dengan menggunakan jarum halus biasanya berukuran 22 atau 25 G dan mengambil contoh cairan dari kista payudara atau mengambil sekelompok sel dari massa yang solid pada payudara. Namun prosedur ini juga memiliki beberapa kerugian terutama apabila jaringan yang diangkat menunjukkan tumor jinak bukan kanker karena hasil operasi menimbulkan bekas berupa jaringan parut yang nantinya akan mengganggu gambaran pada pemeriksaan mammografi. Apabila benjolan tidak dapat diraba. Apabila benjolan dapat diraba maka pemeriksa akan memasukkan jarum halus tersebut ke daerah benjolan tersebut. FNAB dikerjakan oleh seorang ahli dengan terlebih dulu membersihkan kulit payudara yang akan diperiksa. material sel yang diambil dari payudara akan diperiksa pada laboratorium patologi. maka dilakukan penghisapan melalui jarum tersebut. Setelah jarum dimasukkan ke dalam bagian payudara yang tidak normal. prosedur FNAB akan dilakukan dengan panduan dari system pencitraan yang lain seperti mammografi atau USG. Hasil sampel yang diperoleh diratakan pada gelas obyek kemudian dibiarkan kering kemudian difiksasi dengan menyemprotnya dan diberi minyak emersi untuk akhirnya diperiksa dibawah mikroskop. infeksi atau masalah dalam proses penyembuhan dan resiko terjadinya kematian lebih besar. Efektivitas dari pemeriksaan FNAB sangat dipengaruhi oleh kemampuan operator dan keahlian pemeriksa yang sudah berpengalaman. Biopsi dengan operasi terbuka mengambil sampel payudara yang terbesar dibandingkan biopsi dengan metode lain dan akurasi diagnosisnya hamper mencapai 100%. Setelah dilakukan FNAB.

sehingga mengalami pertumbuhan yang tidak normal. KANKER PAYUDARA Definisi Kanker merupakan suatu kondisi dimana sel telah kehilangan pengendalian dan mekanisme normalnya. Sebelum dilakukan FNAB. cepat dan tidak terkendali. sedikit berwarna. atau parfum dibawah lengan atau pada payudara sebelum pemeriksaan yang nantinya dapat mengganggu gambaran pemeriksaan mikroskopis. kehijauan atau kecoklatan. FNAB sangat baik untuk mengkonfirmasi kista payudara dan setelah dilakukan pemeriksaan. Apabila sampel yang dihasilkan dari benjolan tersebut tampak bersih. 43 . Seorang wanita sebaiknya tidak menggunakan bedak. lotion. pasien dapat langsung melakukan aktivitasnya seperti biasa. Sedangkan sampel yang mengandung darah mengindikasikan sampel tersebut mengandung sel kanker dan dianalisis lebih lanjut. deodoran. Hal ini menyebabkan penilaian yang diambil tidak komplit karena tidak dapat dibandingkan dengan keadaan jaringan di sekitarnya. kuning. kulit payudara yang akan diperiksa dibersihkan dahulu dan seringkali tidak dilakukan pembiusan local (anestesi) karena prosedur anastesi lebih memberikan rasa sakit dibandingkan FNAB-nya sendiri dan lidokain sebagai bahan anestesi bisa menimbulkan artefak yang tampak pada pemeriksaan mikroskopis. dan papilla mammae.Kondisi dari sampel FNAB memiliki makna yang sangat penting untuk menentukan apakah hasil tersebut mengandung sel kanker atau tidak. atau pada kasus yang sangat jarang mengandung darah. areola. Kanker payudara adalah keganasan yang berasal dari parenkim. putih. pada kebanyakan kasus kemungkinan besar ini berasal dari tumor yang jinak atau bukan kanker. Kerugian dari FNAB adalah prosedur ini hanya mengambil sangat sedikit sampel dari jaringan atau sel payudara sehingga hanya dapat menghasilkan diagnosis berdasarkan keadaan sel (diagnosis sitologi). Prosedur FNAB memiliki beberapa keuntungan antara lain FNAB adalah metode tercepat dan termudah dari biopsi payudara dan hasilnya dapat diperoleh dengan cepat. stroma.

Carsinoma membutuhkan waktu 7 tahun untuk bertumbuh dari sel tunggal sampai menjadi massa yang cukup besar untuk dapat diraba ( kira ± kira berdiameter 1 cm). Keluhan lainnya seperti: y y y Tumor mammae tidak nyeri (66%) Tumor mammae nyeri (11%)-mengarah ke fibrokistik Perdarahan atau cairan dari putting susu (9%)-mengarah ke papiloma atau karsinoma intraduktal y y y Edema local (4%) Retraksi putting susu(3%) Konsistensi kelainan ganas: keras 44 . Pada ukuran itu kira ± kira seperempat dari carsinoma mammae telah bermetastasis.sel ini akan berlanjut menjadi carsinoma insitu dan menginvasi stroma.Epidemiologi Angka kejadian kanker payudara di Amerika Serikat 92/100. Carsinoma mammae bermetastasis dengan penyebaran langsung ke jaringan sekitarnya dan juga melalui saluran limfe dan aliran darah.000 atau 18% dari kematian yang dijumpai pada wanita. Sel .000 wanita per tahun dengan mortalitas uang cukup tinggi 27/100. Patofisiologi Carsinoma mammae berasal dari jaringan epitel dan paling sering terjadi pada sistem duktal.5%. mula ± mula terjadi hiperplasia sel ± sel dengan perkembangan sel ± sel atipik. Di Indonesia berdasarkan¶¶ Pathological Based Registration¶¶ kanker payudara mempunyai insiden relatif 11. Penegakan Diagnosis Anamnesis Keluhan yang mendorong pasien datang : adanya benjolan di payudara.

Pemeriksaan sitologi Antara lain: fine needle aspiration. berspikula. massa radiopak dengan mikrokalsifikasi. benjolan yang tidak ditemukan saat berbaring kadang lebih mudah ditemukan .Pemeriksaan Klinis Waktu yang tepat melakukan pemeriksaan : pada saat pengaruh hormonal minimal (setelah 1 minggu dari hari terakhir menstruasi) Inspeksi y y Pasien diminta duduk atau berbaring Perhatikan: bentuk payudara. 45 . tonjolan. lekukan. dengan pemeriksaan ini benjolan sekecil apapun dapat ditemukan. needle core biopsy dengan jarum silvemen. Posisi pasien: dengan lengan terangkat lurus keatas Palpasi y Sebaiknya pasien berbaring dengan bantal tipis dipunggung sehingga payudara terbentang rata y y Telapak jari kanan digerakkan perlahan tanpa tekanan pada setiap kuadran payudara Dari sikap duduk. perubahan aksila y Dan palpasi kelompok kelenjar getah bening sekitar payudara Pemeriksaan penunjang 1. retraksi. Pemeriksaan Radiologi Mammografi. adanya kulit seperti kulit jeruk y y Ulkus dan benjolan. Pada Mammografi gambaran kanker payudara yaitu: Irregular. exicional biopsy dan pemeriksaan frozen section saat operasi Pada umumnya yang sering dipakai pungsi dengan jarum halus ( FNAB/Fine Needle Aspiration Biopsy) 2. warna kulit.

Bedah Radioterapi Digunakan pada terapi kuratif dan terapi tambahan paliatif. 46 . Terapi Non . Dengan sediaan beku hasil pemeriksaan histology ±patologi diperoleh dalam waktu 15 menit. Sampai saat ini yang biasa dilakukan adalah dengan bedah radikal yang dimodifikasi Dan untuk bedah paliatif hampir tidak pernah dilakukan karena tidak bermanfaat. tujuannya untuk memperbaiki kualitas hidup. biasanya seluruh dan kelenjar aksila serta supraklavikula diradiasi. Diagnosis klinis harus sama dengan diagnosis patologis. jika berbeda harus ditentukan yang mana yang kelitu. radiologis dan sitologis Terapi Sebelum merencanakan terapi karsinoma mammae kita harus memperhatikan diagnosis klinis dan histopatologis serta tingkat penyebaran terlebih dahulu. Pembedahan Tindakan pertama biopsy untuk mendapatkan diagnosis histology. mengatasi komplikasi yang terjadi dan mengrangi dan meringankan keluhan. Dan atas dasar diagnosis tersebut dan tingkat penyebarannya barulah disusun rencana terapi. dari hasil tersebut jika hasilnya jinak maka operasi selesai namun jika tumor ganas maka tindakan bedah kuratif dimulai.Diagnosis pasti untuk karsinoma mammae melalui 3 langkah: ³triple diagnostic´: pemeriksaan klinis. Tujuan terapi kuratif untuk menyembuhkan penderita yaitu membebaskan penderita dari kanker yang dideritanya untuk selama-lamanya dan terapi kanker paliatif ialah semua tindakan aktif guna meringankan beban penderita kanker terutama bagi yang tidak mungkin disembuhkan lagi.

ukuran KGB yang tertekan 3. Adriamisin dan cyclofosfamid) Terapi hormonal Indikasi: jika penyakit telah sistemik berupa metastasis jauh. progesterone. antiesterogen. Memakai esterogen. Fiksasi tumor primer/KGB (+) 5.Acinus : baik. derajat anaplasia 6. Usia. Kelambatan terapi 8. Obat: CMF( kombinasi cyclofosfamid.Ductal : baik-medular . Histologis : . Tujuannya untuk menghancurkan mikromrtastasis didalam tubuh yang biasanya terdapat pada pasien yang kelenjar aksilanya sudah mengandung metastatis. Prognosis Dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain : 1. Obat yang dipaki secara kombinasi : CMF. tempat. ooferoktomi.lobuler 47 . metrotreksat dan 5-fluorourasil) selama 6 bulan pada perempuan usia pra menopause sedangkan pada pasca menopause diberikan terapi adjuvan hormonal berupa pil antiesterogen. VA( vinkristin dan adrianisin) atau FAC( 5flourourasil. Kemoterapi paliatif menderita metastatis secara sistemik . androgen. Skin involvement 4.Kemoterapi Terapi sistemik yang digunakan bila ada penyebaran secara sistemik dan juga dipakai sebagai terapi adjuvant (tambahan) Kemoterapi adjuvant diberikan bila ditemukan metastatis disebuah atau beberapa kelenjar pada pemerikasaan histopatologik pasca bedah mastektomi. status menstruasi 7. hifofisektomi. Ukuran tumor 2. adrenalektomi. Jumlah.

T3N1-2M0 (kanker lanjut dan penyebaran ke kelenjar lanjut. Metastasis hematogen kanker payudara Letak Gejala dan Tanda Utama Otak : Nyeri kepala. ikterus obstruksi Tulang Tengkorak: Nyeri. fraktur Harapan hidup 10 tahun mendatang : 1. muntah. ataksia. T1N0M0 (kecil. paresis. tetapi semua terbatas di lokoregional) 40% IV. terbatas pada mammae) 85% II. ER content Prognosis dan Tingkat Penyebaran Tumor Tingkat Penyebaran Tumor Ketahanan Hidup 5 tahun (%) I. kelenjar terhinggapi tetapi bebas dari sekitar) 65% III. sesak nafas Paru : Biasanya tanpa gejala Hati : Kadang tanpa gejala. Stadium III 10-15% 5. fraktur tulang panjang: Nyeri. T0-2N2M0 . kadang tanpa keluhan Vertebra: Gangguan sumsum tulang Costae: Nyeri. T2N1M0 (tumor lebih besar. mual. Stadium I 70-95% 3. daerah saluran limfe dan kelenjar limfe dari struktur atau organ yang bersangkutan.9. parestesia Pleura : Efusi. serta pembuluh limfe. T1-4N0-3M1 (telah tersebar di luar lokoregional) 10% y Istilah lokoregional dimaksudkan untuk daerah yang meliputi struktur dan organ tumor primer. epilepsi. Stadium 0 95-99% 2. Stadium II 40-45% 4. Stadium IV jarang 48 . Kehamilan 10.

Penampilan makroskopik berbeda dari tumor mammae apapun tepinya tajam dan permukaan potongannya putih keabu-abuan sampai merah muda dan homogen secara makroskopik. Fibroadenoma mammae yang dikeluarkan selama laktasi cukup selular dan telah dikelirukan pada potongan beku dengan adenokarsinoma berdiferensiasi baik. Pertumbuhan bisa jelas selama kehamilan atau laktasi. Pertumbuhan bisa cepat sekali selama kehamilan dan laktasi atau menjelang menopause. Biasanya neoplasma tampil sebagai massa payudara mobil. Ahli patologi yang memeriksa suatu fibroadenoma yang dikeluarkan selama kehamilan harus selalu di informasikan bahwa lesi berasal dari payudara laktasi. 49 . fibroadenoma mammae jarang terdapat pada pada wanita setelah menopause. laktasi atau penggunaan kontrasepsi oral. kehamilan. Varian bisa memperlihatkan proliferasi epitel yang jelas dari kelenjar matang tak teratur yang dikemas padat dan epitel sekresi. Pada masa adolesens. sebagian besar (80%) tunggal. padat. fibroadenoma mammae bisa terdapat dalam ukuran yang besar. Tersering pada usia antara 20-35 tahun. Secara histologi ada susunan lobus perikanalikuler yang mengandung stroma padat dan epitel proliferatif. berkapsul dan lesi payudara terlazim dalam wanita berusia dibawah 25 tahun. Etiologi dan Faktor Predisposisi Merupakan penyakit payudara tersering kedua yang menyebabkan benjolan di payudara. Ia tergantung hormon dan bisa berfluktuasi dalam diameter sebanyak 1 cm dibawah pengaruh estrogen haid normal. kenyal seperti karet berukuran 1-4cm. lobulasi tidak nyeri tekan. Terapi dengan biopsi eksisi dan harus dinasehatkan karena jarang regresi involusional. saat rangsang estrogen yang tinggi. Lesi-lesi ini dapat tumbuh lambat selama kehamilan. Patogenesis Belum ada patogenesis yang pasti dari fibroadenoma tetapi dapat dikaitkan dengan rangsangan hormon estrogen yang tinggi.FIBROADENOMA MAMMAE Definisi Fibroadenoma mammae adalah suatu neoplasma jinak yang berbatas tegas.

Karena resiko kanker meningkat menjadi 1 dalam 30. lalu hasil pengambilan tersebut dikirim ke laboratorium patologi untuk diperiksa di bawah mikroskop. sehingga tidak terlihat dengan baik bila menggunakan mammography.dll. kenyal. yaitu dengan pemeriksaan fisik (phisycal examination). atau memastikan diagnosa dengan aspirasi jarum halus. dan pula sangat jarang (satu per seribu) untuk menemukan kanker yang berasal dari jaringan fibroid (sebagian besar karena kanker in situ). adalah untuk membedakan fibroadenoma dengan kanker. kemungkinan adanya kanker pada fibroadenoma menjadi lebih sedikit. bulat. Pemikiran kita yang pertama. Diperlukan eksisi tumor. Pada FNAC kita akan mengambil sel dari fibroadenoma dengan menggunakan penghisap berupa sebuah jarum yang dimasukkan pada suntikan. dari palpasi itu dapat diketahui apakah mobil atau tidak. 50 . dan tidak nyeri tekan. Mammography digunakan untuk membantu diagnosis. Penegakan Diagnosis Fibroadenoma dapat didiagnosis dengan tiga cara. hal ini karena fibroadenoma pada wanita muda tebal.Manifestasi Klinis Fibroadenoma mammae biasanya tidak menimbulkan gejala dan ditemukan secara kebetulan. Pada 10-15% kasus. berbatas tegas dan pada palpasi terkesan bahwa ia mudah berlari-lari. sedangkan pada wanita usia muda tidak digunakan mammography. dengan mammography atau ultrasound. Dari alat tersebut kita dapat memperoleh sel yang terdapat pada fibroadenoma. Resiko utama adalah. Umumnya tidak ditemukan adanya kanker yang tumbuh menginvasi fibroadenoma. dari pada tidak adanya fibroadenoma. dengan Fine Needle Aspiration Cytology (FNAC). bila fibroadenoma yang tidak tereksisi bertumbuh dan menimbulkan nyeri. sebagai gantinya digunakan ultrasound. Tumornya bersifat keras. Pada pemeriksaan fisik dokter akan memeriksa benjolan yang ada dengan palpasi pada daerah tersebut. fibroadenoma mammae bersifat majemuk. khususnya selama kehamilan. kenyal atau keras. mammography sangat berguna untuk mendiagnosis wanita dengan usia tua sekitar 60 atau 70 tahun.

tetapi bila masih tertapat jaringan sisi dari hasil operasi dapat kambuh kembali. (samapai kini belum ada publikasi ilmiah tentang penyelidikan terhadap fibroadenoma. dan dapat bertumbuh terus. 51 . b. Lobuli terdiri atas jaringan ikat kolagen dan saluran kelenjar yang berbentuk bular (perikanalikuler) atau bercabang (intrakanalikuler) c. Bila penderita muda. diagnosa dapat ditegakkan dengan aspirasi jarum halus. Tampak jaringan tumor yang berasal dari mesenkim (jaringan ikat fibrosa) dan berasal dari epitel (epitel kelenjar) yang berbentuk lobus-lobus. Saluran tersebut dibatasi sel-sel yang berbentuk kuboid atau kolumnar pendek uniform Penatalaksanaan dan Prognosis Terapi fibroadenoma mammae adalah eksisi dengan anastesi lokal.3 Prognosis dari fibroadenoma mammae adalah baik. hal ini harus diberitahukan kepada penderita yang menolak pembedahan). karena dapat menyebabkan nyeri.Dibawah mikroskop tumor tersebut tampak seperti berikut : a. bila diangkat dengan sempurna. yang tetap dibiarkantanpa tindakan. Fibroadenoma yang lebih besar (lebih dari 2 cm) harusdiangkat. dan lesi kecil. bila penderita tidak menginginkan biopsi dengan eksisi.

Tambunan GW. Jakarta. Edisi II. vol 2. II. 8. 52 . 13. Ann Surg 1930. Sitologi aspirasi dalam tatalaksana limfadenopati. Lippincott Co. Zajicek J. Jakarta. Baltimore. Hajdu SI. 7. p. et al. In : Koss. Lippincott 1978. Clinically Oriented Anatomy. Sabiston C David jr. Whitaker D. Linsk JA. The diagnosis head neck tumors revisited Cancer 1979. Williams & Wilkins. 12. Penerbit buku kedokteran EGC. Melamed MR. Penerbit buku kedokteran EGC. 392. Fine needle aspiration for the clinician. Edisi VI. Jakarta.Beberapacatatanmengenaibiopsiaspirasitumor. 5th ed. Limitation of aspiration cytology in the diagnostic of primary neoplasm. Jakarta. Diagnostic cytology and its histopathology bases. Ujung Pandang. 11. Sjamsuhidajat R. 1048-68. Keith L. Frable WJ. p. 1995. Sterret GF. The aspiration smear. Penuntun Biopsi Aspirasi Jarum Halus. Frable MA Thin needle aspiration biopsy. 4. De Jong Wim. 43 : 1541-8. Tambunan GW. McCarty Lorraine.B. Schorock Theodore R. Medan 1989. 5. 2006. Khusus limfoma malignum. Teknik Biopsi Aspirasi. Walters MI. Ed. Drell SR. 2005. Acta Cytol 1984. Edisi VII. 383-384. Penerbit buku kedokteran EGC. Naskah Simposium Lekemia dan Lmmfoma II. p. Patofisiologi. Churchill Livingstone. Manual and atlas of Fine needle aspiration cytology. Naskah KONAS VII. 1986. Moore. Buku Ajar Ilmu Bedah. TambunanGW. 1302. Anderson Silvia. 2006. Biopsy by needle puncture and aspiration. 92 : 169181. 1984. Edisi II. Editor. 1986. 184. 2. 9. Buku Ajar Bedah. Aspek Klinik dan Sitologi NeoplasmaJakarta : Percetakan Hipokrates 1990. 10.p. 28 : 337-45. 6. Penerbit buku kedokteran EGC.DAFTAR PUSTAKA 1. Philadelphia : J.Pengalaman pada 468 kasus. 14. Franzen S.p. 3. Marthin HE. Ellis EB. Ilmu Bedah (handbook of surgery). 1991.

2003. Eroschenko V.P.. Principles of Anatomy and Physiology. New York.15. Junquiera L. 12th ed. 16. 2005. Basic Histology.C. 53 . Lippincott Williams & Wilkins. Lange. Volume 2. Baltomore. 17. 10th ed. diFiore¶s Atlas of Histology. 10th ed. Carneiro J.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful