BAB II MODEL PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN

A. Konsep Pengembangan Pembelajaran Untuk membahas mengenai model pengembangan desain pembelajaran tidak bisa dipisahkan dari konsep sistem, sebab desain pembelajaran sendiri merupakan sebuah sistem. 1. Pengertian Sistem Diartikan sebagai perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu kesatuan; susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dsb. Perangkat, komponen atau unsur-unsur tersebut saling berinteraksi satu sama lain menuju satu tujuan yang ditetapkan. 2. Ciri-Ciri Sistem a. Mempunyai tujuan b. Dapat dijabarkan ke dalam fungsi-fungsi c. Memiliki komponen d. Dikelilingi oleh sistem-sistem yang lain e. Selalu menjalankan proses transformasi f. Komponen saling berinteraksi g. Memiliki efek keterpaduan (synergistics) h. Memiliki mekanisme umpan balik i. Bersifat relatif B. Model-model Pengembangan Pembelajaran Untuk memperjelas proses desain pembelajaran, kita perlu mengkaji berbagai model yang ada dalam rangka pengembangan Desain pembelajaran tersebut. Kita mengenal ada beberapa model dalam merancang pembelajaran, seperti: model Gagne dan Briggs, model Banathy, model PPSI, model Kemp, MPI (model Pekerti), Gerlach dan Ely, Romiszowski, Dick dan Carey dan masih banyak lagi. Masing-masing model tersebut mempunyai kekhususan, kelebihan dan kekurangannya sendiri-sendiri. Penjelasan secara rinci masing-masing model tersebut dapat dipelajari melalui referensi, sebagaimana ditunjukkan dalam daftar referensi. Namun secara sederhana berikut dikemukakan

tujuan-tujuan dan prioritas 2) Menganalisis sumber-sumber. hambatan-hambatan dan alternatif sistem penyampaian 3) Menentukan ruang lingkup dan urutan kurikulum dan mata ajar. serta mendesain sistem penyampaian b. Tingkat Pelajaran 6) Perumusan tujuan khusus 7) Persiapan rencana pelajaran 8) Pengembangan dan pemilihan bahan-bahan media belajar 9) Pengukuran/penilaian penampilan siswa d. ROMISZOWSKI (1981) Mengemukakan 4 tingkatan pengembanagan sebagai berikut: Tingkat-1: Merupakan tingkatan sistem mata pelajaran (cource system) Tingkat-2: Merupakan tingkat pelajaran (lesson level) Tingkat-3: Merupakan langkah-langkah kegiatan instruksional untuk setiap pelajaran (instructional even level) . yaitu: a. Tingkat Sistem 1) Menganalisis kebutuhan-kebutuhan. Tingkat Sistem 10) Persiapan guru/dosen 11) Evaluasi formatif 12) Uji coba lapangan dan Revisi 13) Evaluasi sumatif 14) Penyebarluasan dan pelaksanaan 2. GAGNE dan BRIGGS (1979) Membuat model Desain pembelajaran yang terbagi dalam 4 tingkatan dan meliputi 14 langkah.komponen-komponen utama dari masing-masing model pengembangan desain pembelajaran sebagai berikut: 1. Tingkat Mata Pelajaran 4) Menentukan struktur dan urutan pelajaran 5) Menganalisis tujuan-tujuan pelajaran c.

perlu dilakukan pertimbangan alternatif dan identifikasi apa yang harus dikerjakan untuk menjamin bahwa siswa akan menguasai tugas-tugas belajar yang telah dianalisis pada langkah ke-tiga. sekarang dapt diujicobakan atau dites dan dilaksanakan. Perumusan Tujuan / Kompetensi Langkah ini menjelaskan apa yang kita harap dapat dikerjakan oleh siswa sebagai hasil dari belajarnya. kemampuan awal siswa harus juga dianalisis atau dinilai karena mereka tidak perlu mempelajari apa yang telah diketahui atau dikuasai. Apa yang dapat diaksanakan . Pengembangan Tes Mengembangkan suatu tes yang didasarkan pada tujuan yang diinginkan dan digunakan untuk mengetahui kemampuan yang diharapkan dapat dicapai sebagai hasil dari pengalaman belajarnya. Perlu ditentukan juga siapa atau apa yang mempunyai potensi paling baik untuk mencapai fungsi-fungsi tersebut dan ditentukan pula kapan dan dimana fungsi-fungsi tersebut harus dilakukan. d. sistem yang sudah didesain. Desain Sistem Pembelajaran Dalam langkah ke-empat ini. Ke-6 langkah tersebut adalah: a.Tingkat-4 : Merupakan tingkatan langkah-langkah belajar yang perlu ditempuh (learning step level) 3. Pelaksanaan dan Penilaian Hasil Dalam langkah ini. BANATHY Mengemukakan 6 langkah pengembangan yang selanjutnya kita lihat perwujudannya dalam PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) di lingkungan sekolah. Dalam kegiatan ini. Analisis Tugas-Tugas Belajar Dalam langkah ini dirumuskan apa yang harus dipelajari sehingga dapat menunjukkan tingkah laku seperti yang digambarkan dalam tujuan yang telah dirumuskan. b. c. e.

Assess Needs to Identify Goal (s) b. DESAIN PEMBELAJARAN MODEL PPSI PPSI (Prosedur Pengembangan Sistem Instruksional) untuk mengembangkan desain pembelajaran sebelum digunakan sistem silabus. memiliki 5 langkah sebagai berikut: a. f.atau dikerjakan siswa sebagai hasil implementasi sistem. Perbaikan (Penyempurnaan) Hasil-hasil yang diperoleh dari evaluasi merupakan umpan balik untuk keseluruhan sistem sehingga perubahan-perubahan (jika diperlukan) dapat dilakukan. Writ Performance Objectives e. yang mencakup 10 langkah sbb: a. Develop Instructional Strategy g. Revising Instruction j. harus dinilai agar dapat diketahui seberapa jauh mereka telah menunjukkan tingkah laku seperti yang dimaksudkan dalam rumusan tujuan. Analyze Learner and Contexts d. Perumusan Tujuan/Kompetensi: Merumuskan Tujuan/Kompetensi beserta indikator ketercapaiannya yang harus memenuhi 4 kriteria sebagai berikut: 1) Menggunakan istilah yang operasional 2) Berbentuk hasil belajar . Develop Assessment Instruments f. DICK dan CAREY (2001: 16-17) Mengembangkan System Approach Model For Designing Instruction. 4. Design and Conduct Formative Evaluation of Instruction i. Develop and Select Instructional Materials h. Design and Conduct Summative Evaluation 5. Conduct Instructional Analysis c.

h. Ke sembilan langkah tersebut harus ditindak lanjuti lagi dengan dua langkah berikutnya yaitu: Formative Evaluation dan Revision. g. Pelaksanaan 1) Mengadakan pretest 2) Menyampaikan materi pelajaran 3) Mengadakan posttest 4) Perbaikan 6. Pengembangan Program Kegiatan 1) Merumuskan materi pelajaran 2) Menetapkan metode yang dipakai 3) Alat pelajaran/buku yang dipakai 4) Menyusun jadwal e. Kegiatan Belajar 1) Merumuskan semua kemungkinan kegiatan belajar untuk mencapai tujuan 2) Menetapkan kegiatan belajar yang tak perlu ditempuh 3) Menetapkan kegiatan yang akan ditempuh d. Problem Instruction Learner Characteristics Task Analysis Instructional objectives Content Sequencing Instructional Strategi Menentukan KBM dan sumber/alat Instructional Delivery Evaluation Instrumens Instructional Resources. MODEL DESAIN PEMBELAJARAN MENURUT KEMP (1994) a. i. c.3) Berbentuk tingkah laku 4) Hanya satu jenis tingkah laku b. Pengembangan Alat Penilaian 1) Menentukan jenis tes/instrumen yang akan digunakan untuk menilai tercapai tidaknya tujuan 2) Merencanakan pertanyaan (item) untuk menilai masing-masing tujuan c. d. f. Di samping itu desain pembelajaran harus pula mempertibangkan empat langkah besar . e. b.

Menulis tes acuan patokan f. Mendesain dan melaksanakan evaluasi formatif Melakukan Analisis Pembelajaran Menulis Tes Acuan Patokan Identifikasi kebutuhan instruksional & menulis SK/KU MK/MP Menulis Kompetensi Dasar dan Indikatornya Mengembangkan Bahan Instruksional Mendesain & melaksanakan evaluasi formatif Sistem Instruksional Mengidentifikasi karakteristik & perilaku awal siswa Menyusun Strategi Instruksional . melalui Program Pekerti (Pengembangan Keterampilan Dasar teknik Instruksional). dan h. 7. Identifikasi kebutuhan instruksional dan menulis Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar b. Menyusun strategi instruksional g. di mana untuk mengembangkan sebuah desain pembelajaran diperlukan 8 langkah sebagai berikut: a.lainnya. yaitu: Project Management. MODEL DESAIN PEMBELAJARAN VERSI PEKERTI (2001) Dikti. Support Services dan Summative Evaluation. yang dimaksudkan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di lingkungan Pendidikan Tinggi mengembangkan model desain pembelajaran yang dikenal dengan MPI (Model Pengembangan Instruksional). Menuliskan Indikator Ketercapaian Kompetensi e. Mengidentifikasi perilaku dan karakteristik awal siswa d. Mengembangkan bahan ajar. Melakukan analisis instruksional/Kompetensi c. Planning.

Model Pengembangan Instruksional (MPI) versi Pekerti. 5. tidak saja berlaku untuk pola belajar mengajar yang konvensional. diikuti dan digunakan. 2. Sederhana: Bentuk yang sederhana akan mempermudah untuk dimengerti. sesuai dengan situasi dan kondisi setempat. dan evaluasi 3. Teruji: Model yang bersangkutan telah dipakai secara luas dan teruji/terbukti dapat memberikan hasil yang baik. Apabila model-model yang sudah ada ternyata tidak ada yang memenuhi kelima kriteria tersebut maka masih ada kemungkinan untuk mengembangkan model yang baru yang sesuai dengan sikon kita. C. Penentuan Model ±Model Terbaik dalam Pembelajaran Oleh karena begitu banyaknya model biasanya kita lalu dihadapkan pada pertanyaan mau pakai model yang mana? Dalam hal memilih model ini setidaknya ada lima kriteria yang dapat dipakai sebagai pedoman dalam memilih model pengembangan Desain pembelajaran. sebagai refernsi mode-model tersebut kiranya akan sangat bermanfaat untuk dikaji dan diimplementasikan di mana konsep-konsep tertentu masih relevan. Namun secara konseptual. sejumlah istilah yang menyangkut langkah-langkah tersebut sudah harus disesuaikan dengan perkembangan (trend) yang terjadi.8. Bisa dilakukan dengan menciptakan yang baru atau cukup dengan memodifikasi model yang sudah ada. Mungkin diterapkan: artinya model yang dipilih hendaklah model yang dapat diterima (acceptable) dan dapat diterapkan (applicable). tetapi juga proses belajar mengajar yang lebih luas. Model yang baik adalah model yang: 1. 2001 Dalam rangka implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Luas: Jangkauan model hendaknya cukup luas. baik yang menghendaki kehadiran guru secara fisik maupun yang tidak. pengembangan. . Lengkap: Suatu model pengembangan desain perkulihan yang lengkap haruslah mengandung 3 unsur pokok yaitu: identifikasi. 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful