SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM

SEJARAH PEMIKIRAN ISLAM Oleh : M. Ja'far Nashir, M.A

Feb 4, '08 12:05 AM untuk semuanya

A. PENDAHULUAN Didalam memahami ajaran agama Islam, setiap muslim amat tergantung pada kemampuan para ulama dalam menggali dan menarik kesimpulah hulum-hukum Islam dari sumbernya AlQur’an dan As-Sunnah. Dalam perkembangannya pemikiran Islam tidak saja hanya berkisar tentang hukum-hukum Islam, akan tetapi sudah berkembang sampai dengan Teologi, dan Filsafat. Bahkan dewasa ini sudah berkembang sampai dengan pemikiran Liberalis. Untuk lebih memahami bagaimana perkembangan pemikiran dalam Islam mulai dari masalah Hukum (Fiqh), Teologi, sampai dengan Filsafat, berikut akan kami jabarkan sedikit tentang perkembangan tersebut. B. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN ISLAM Perkembangan pemikiran dalam Islam, dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu : (1) Pemikiran Ahl Fiqh, (2) Pemikiran Teologi Islam, (3) Pemikiran Filsafat Islam., dan (4) Pemikiran Islam Indonesia 1) PERKEMBANGAN CORAK FIKR AHL FIQH Perkembangan fiqh dimulai sejak zaman Rasulullah saw masih hidup, pada masa ini tidak ada masalah yang berarti dimana hal tersebur dikarenakan Nabi saw langsung menjasi pembuat fiqh dan melakukan ijtihad sendiri. Pada masa Sahabat perkembangan fiqh terbagi menjadi dua, yaitu : kelompok alh an-Nash (seperti abuu huraurah & Anas), dan ahl al-Rayi (seperti Umar bin Khattab as). Setelah berakhirnya kepemimpinan Ali bin Abi tholib perkembangan fiqh dinamakan Fiqh Tabi’in, yang mana pada masa ini fiqh terbagi menjadi dua kelompok, yaitu : Ahl an-Nash (para Fuqoha’ al-Saba’ah / Madinah), dan Ahl al-Ra’yi (Fuqoha’ al-Shittah / Kuffah). Lebih lanjut berikut perkembangan fiqh serta corak yang mempengaruhinya : a. Manhaj al-Fikr Fikih Ahl al-Madinah Corak pemikiran banyak dipengaruhi oleh kebuadayaan syiria dan kekuasaan Umayyah. Tokoh-tokohnya antara lain : al-Awza’i. Sedang sifat pemikiran fikiq ahl al-madinah adalah thesa atau dalam arti bahwa fikih ahl al-madinah masih murni yang bersumberkan dari Al-Qur’an dan Hadits. b. Manhaj al-Fikr Fikih Asy-Syafi’i Corak pemikirannya lebih banyak dipengaruhi (didominasi) al-Qur’an dan As-Sunnah. Toko-tokohnya antara lain : Asy-Syafi’i, Ibn Hambali, dan Malik Ibn Abbas / Dawud Ibn Khalaf (keduanya cenderung juga kepemikiran Fikih al-Madinah). Sedang sifat pemikiran fikiq Asy-Syafi’i adalah anti-thesa. Ini berarti juga bahwa pemikiran ahl asy-Syafi’i sudah mengarah pada penggabungan antara fikih ahl al-madinah (murni) dengan fikih ahl al-Iraq (yang sudah menggunakan rasional). c. Manhaj al-Fikr Fikih Ahl al-Iraq Corak Pemikiran yang digunakan adalah dengan menggunakan analogi dan dipengaruhi oleh kekuasaan Abbasyiyah. Tokoh-tokohnya antara lain : Abu Hanifah, Asy-Syaibani (cendrung juga ke pemikiran As-Syafi’i). Sedang sifat pemikiran fikiq ahl al-Iraq adalah sinthesa. Pemiiran ahl al-Iraq sudah mengarah kepada penggunaan akal secara berlebihan walau tidak mengenyampingkan Al-Qur’an dan As-Sunnah.

2) PERKEMBANGAN GOLONGAN TEOLOGI ISLAM

muncul setelah peran kepemimpinan (Kekhalifahan) dalam Islam pindah dari Rasullah saw ke para Sahabat (Khulafaur Rasyidin). manusia adalah merdeka dalam segala perbuatan dan bebas bertindak. semua dihukumkan orang-orang “Kafir”. 3) PERKEMBANGAN PEMIKIRAN FILSAFAT ISLAM (TOKOH-TOKOH FILSAFAT ISLAM) a. Golongan Murji’ah (Teologi Inklusif) Aliran ini timbul di Damaskus pada akhir abad pertama Hijrah. b. Usman dan orang-orang yang turut dalam peperangan Jamal. Aliran ini berpendapat bahwa. Pendapat ini adalah kebalikan dari faham Khawarij. Golongan Khowarij (Teologi Eksklusif) Khowarij ini muncul setelah perang siffin antara Ali dan Mu’awiyyah. dan (3) Bahwa.Demikian pula sebaliknya. d. orang itu belum dapat dihukum sekarang. Golongan Khowarij (Teologi Rasional) Tokohnya adalah Abu Huzdaifah washil bin ‘Atha Al-Ghazali. (yang disebutkan orang kafir disini adalah sebagaimana disebutkan diatas). orang yang beriman wajib berijtihad memerangi orang kafir. yang berkembang di Baghdad dengan salah satu tokohnya adalah : Hakim al-Baqailani dan al-Juwaini. lawan dari orang kafir adalah orang yang beriman. Aliran ini berpendapat bahwa. hingga matinya belum taubat. karena orang kafir halal darahnya. Sebab itu mereka diazab atas perbuatan dan tindakannya. Golongan Asy’ariyah Golongan ini muncul pada abad ke 11. orang itu dihukumkan kafir dan akan kekal di neraka. Artinya Tuhan itu ada bersifat. Dengan demikian fungsi Teologi adalah bertugas menjelaskan dan memberikan pemahaman terhadap kebenaran parrenial Islam dengan bahasa Kontekstual. Adapun aliran-aliran Teologi Islam dapat dijabarkan antara lain sebagai beikurt : a. Inilah yang dimaksud merekaAhli Tauhid. menjelaskan atau membela akidah Islam. menafikan sifat-sifat Allah. boleh keluar dan tidak mematuhi aturan-aturan kepala negara. (2) Bahwa. Tidaklah akan memberi manfa’at dan memberi faedah ketaatan seseorang. hampir sama dengan pemikiran golongan Mu’tazilah. Tujuan usaha pemahaman tersebut adalah menetapkan. c. Ali. Dan pembembangannya semakin bertambah besar setelah terbunuhnya Ali bin Abi Tholib dan pindahnya kepemimpinan kepada Muawiyyah (yang menerapkan sistem kepemimpinan dengan model monarkhi/kerajaan) Theologi merupakan usaha pemahaman yang dilakukan para ulama’ (teolog muslim) tentang akidah Islam yang terkandung dalam naqli (al-Qur’an dan As-Sunnah). niscaya Allah Ta’ala berbilang (lebih dari satu). dan orang-orang yang setuju adanya perundingan antara Ali dan Mu’awiyyah. terhadap kekafirannya” (artinya : tidaklah akan berguna dan tidaklah akan memberi pahala perbuatan baik yang dilakukan oleh orang yang telah kafir). Selain itu faham ini berpendapat bahwa “Tidak akan memberi bekas dan memudaratkan perbuatan maksiat itu terhadap keimanan. orang-orang yang sudah mukmin yang berbuat dosa besar. Inti dari pokok pikirannya adalah : (1) Bahwa. mereka “menafikan” dan meniadakan sifat-sifat Allah. serta menolak akidah yang salah dan atau bertentangan dengan akidah Islam. Pokok pemikirannya cenderung pada pemikiran Rasional. hingga matinya tidak juga taubat. Pemikiran Filsafat Al-Ghazali / 1050-1111 M (Tahafutut al-Falasifah) Pokok pemikiran dari al-Ghozali adalah tentang Tahafutu al-falasifah (kerancuan berfilsafat) dimana al-Ghazali menyerang para filosof-filosof Islam berkenaan dengan . Tentang ketauhidan. Terserah atau ditunda serta dikembalikan saja urusannya kepada Allah kelak setelah hari kiamat. bila ternyata kepala negara itu seorang yang zalim atau khianat. Karena seandainya bersifat yang macam-macam.Tumbuh dan berkembangnya golongan-golongan teologi Islam. setiap umat Muhammad yang terus-menerus membuat dosa besar. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa teologi golongan khowarij bahwa orang yang berdosa besar dicap sebagai orang kafir.

Pemikiran Filsafat Ibn Rusyd 520 H/1134 M (Teori Kebenaran Ganda) Salah satu Pemikiran Ibn Rusyd adalah ia membela para filosof dan pemikiran mereka dan mendudukkan masalah-masalah tersebut pada porsinya dari seranga alGhazali. Disanping ketiga tokoh pemikir filsafat Islam tersebut diatas. menutur al-Ghazali menyebabkan mereka telah kufur. antara Alam dan Wahyu adalah samasama sebagai ilmu. Utopia jiwa (akal). 4) PERKEMBANGAN PEMIKIRAN MODERN 1. kemudian memancar lagi mejadi Nuur kedua. filsafat emanasi. filsafat akhlaq.Untuk itu ia menulis sanggahan berjudul Tahafut al-Tahafut. metafisika (hakekat Tuhan). ia berpendapat bahwa sumber dari segala sesuatu adalah Nuur An-Nuur (Al-Haq) yaitu Tuhan itu sendiri. Pemikiran Filsafat Islam Lainnya. Roh (Jiwa). Dalam hal ini antara Islam dengan Modernitas masih dipertentangkan belum ada titik temu dan modernitas belum bisa menyatu dengan Islam. Sehingga keduanya. dam filsafat jiwa. Pengetahuan Tuhan. antara lain : 1) Al-Kindi (806-873 M) Pemikiran filsafatnya berikisar tentang masalah : Relevansi agama dan filsafat. 2) Abu Bakar Ar-Razi (865-925 M) Pemikiran filsafatnya berikisar tentang masalah : Akal dan agama (penolakan terhadap kenabian dan wahyu). Tekstualis. dan teori kenabian. yaitu tentang : Qadimnya Alam. teori emanasi. berikut tokoh-tokoh pemikir filsafat Islam lainnya. Islam Tekstual Corak pemikirannya masih bersifat fundamental. 4) Ibnu Maskawih (932-1020 M) Pemikiran filsafatnya berikisar tentang masalah : filsafat akhlaq. 7) Ibnu Yaufal (1082-1138 M) Pemikiran filsafatnya berikisar tentang masalah : percikan filsafat. dan teori kenabian. dan Tadbir al-mutawahhid (mengatur hidup secara sendiri). dan Skeptis. Pemikiran Filsafat Suhrawardi / 1158-1191 M (Isyraqiyah / Illuminatif) Pokok pemikiran Suhrawardi adalah tentang teori emanasi. dan kisah hay bin yaqadhan.kerancuan berfikir mereka. Dalam buku ini Ibn Rusyd menjelaskan bahwa sebenarnya al-Ghazalilah yang kacau dalam berfikirnya. Tiga diantaranya. dan seterusnya hingga yang paling bawah (Nur yang semakin tipis) memancar menjadi Alam (karena semakin gelap suatu benda maka ia semakin padat). teori edea. dan masih dikuatkan nilai-nilai Ke-Islamanya. b. teori pengetahuan. Pendapatnya yang kedua adalah bahwa sumber dari Ilmu dan atau kebenaran adalah Allah. Yang kemudian memancar menjadi Nuur al-Awwal. 3) Al-Farabi (870-950 M) Pemikiran filsafatnya berikisar tentang masalah : kesatuan filsafat. 6) Ibnu Bajjah (1082-1138 M) Pemikiran filsafatnya berikisar tentang masalah : metafisika. fisika dan metafisika (hakekat Tuhan bukti adanya Tuhan dan sifat-sifatNya). dan Kenabian. danKebangkitan jasmani. c. 3. Islam Revivalism Pemikir Islam Revivalism sudah mengkombinasikan antara Islam dengan Modernitas walau masih sedikit. 2. alam dan Wahyu bisa dijadikan sebagai perantara (ilmu) oleh manusia untuk mengetahui keberadaan Allah. dan hubungan jiwa dan materi. d. prinsip lima yang abadi. 5) Ibnu Shina (980-1036 M) Pemikiran filsafatnya berikisar tentang masalah : fisika dan metafisika. filsafat jiwa (akal). Islam Modern .

artinya sudah menyatu. dan Substantive. Tokohnya antara lain Nurcholis Madji. dll.Corak pemikiran dari tokoh Islam modern sudah memasukkan lebih banyak modernitas kedalam nilai-nilai Islam. Dalam hal ini antara Islam dengan modernitas sudah tidak ada pemisahnya. pemikirannya sudah mengarah kepada Liberalis. Sehingga pemikirannya sudah dapat dikatakan liberal walaupun masih ada kendali Fundamentalisnya (Ke-Islamannya). Semoga dengan ini kita dapat memperoleh gambaran tentang Sejarah Pemikiran Islam. 4. Kontektual. . PENUTUP Demikian sekilas tentang pemetaan Pemikiran dalam Islam mulai dari masa Klasik (zaman sahabat) sampai dengan zaman modern khususnya di Indonesia. Kata kunci: ujee C. Abdurrahman Wahid. Salah satu tokoh Pemikir Islam Neo-Modernis adalah Ulil Absor Abdala. Islam Neo-Modernis Dalam hal ini tokoh pemikir Islam.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful