KESADARAN GENDER YANG ISLAMI

Oleh: Siti Zubaidah PENDAHULUAN Masalah kesadaran gender dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, termasuk di Indonesia telah mencuat ke permukaan. Berbagai struktur dan kultur yang selama ini mengabaikan perempuan digugat; dan upaya dekonstruksi terhadap pemahaman dan pelaksanaannya dilakukan. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya kesenjangan gender adalah dikarenakan bermacam-macamnya penafsiran tentang pengertian gender itu sendiri. Seringkali gender dipersamakan dengan sex (jenis kelamin laki-laki dan perempuan), dan pembagian jenis kelamin laki-laki dan perempuan ini serta peran dan tanggungjawabnya masing-masing, telah dibuat sedemikian rupa dan berlalu dari tahun ke tahun bahkan dari abad ke abad, sehingga lama kelamaan masyarakat tidak lagi mengenali mana yang gender dan mana yang sex. Bahkan peran gender oleh masyarakat kemudian diyakini seolah-olah merupakan kodrat yang diberikan Tuhan. Sebagai akibat dari pembagian peran dan kedudukan yang sudah melembaga antara laki-laki dan perempuan, baik secara langsung –berupa perlakuan/sikap, maupun tidak langsung –berupa dampak suatu peraturan perundang-undangan dan kebijakan, telah menimbulkan berbagai ketidak-adilan. Ketidak-adilan ini telah mengakar dalam sejarah, adat-istiadat, norma hukum ataupun struktur dalam masyarakat. Ketidak-adilan ini boleh jadi timbul dikarenakan adanya keyakinan dan pembenaran yang ditanamkan sepanjang peradaban manusia dalam berbagai bentuknya, yang tidak hanya menimpa kepada kaum perempuan, akan tetapi juga menimpa kaum laki-laki; walau secara menyeluruh ketidak-adilan gender dalam berbagai kehidupan ini lebih banyak menimpa kaum perempuan. Perbedaan secara biologis antara laki-laki dan perempuan telah mempunyai impelementasi di dalam kehidupan sosial budaya. Persepsi yang seolah-olah mengendap di dalam bawah sadar seseorang ialah jika seseorang mempunyai atribut biologis, seperti penis pada diri laki-laki atau vagina pada diri perempuan, maka itu juga menjadi atribut gender yang bersangkutan dan selanjutnya akan menentukan peran sosialnya di dalam masyarakat. 1

II. PENGERTIAN GENDER

Kata “gender” berasal dari bahasa Inggeris “gender”, dalam Kamus Bahasa Inggeris-Indonesia, berarti “jenis kelamin”.1 Sedangkan dalam Webster’s New World Dictionary, gender diartikan sebagai “perbedaan yang tampak antara laki-laki dan perempuan dilihat dari segi nilai dan tingkah laku”.2
Melalui pengertian dari kamus di atas, sebenarnya kurang tepat, karena seolaholah gender disamakan pengertiannya dengan sex (yang berarti jenis kelamin). Kalau dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata gender memang belum masuk dalam perbendaharaannya, akan tetapi istilah gender ini lebih populer di lingkungan Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Dengan demikian untuk memudahkan pemahaman kita terhadap kata gender tersebut, ada baiknya merujuk pada penjelasan pemerintah melalui Kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan sebagaimana juga yang tertuang dalam Instruksi Presiden RI No. 9 tahun 2000, sebagai berikut: Gender (asal kata gen); perbedaan peran, tugas, fungsi, dan tanggung-jawab serta kesempatan antara laki-laki dan perempuan karena dibentuk oleh tata nilai sosial budaya (konstruksi sosial) yang dapat diubah dan berubah sesuai kebutuhan atau perubahan zaman (menurut waktu dan ruang).3 Gender adalah konsep yang mengacu pada peran dan tanggung-jawab laki-laki dan perempuan yang terjadi akibat dari dan dapat berubah oleh keadaan sosial dan budaya masyarakat. Gender adalah pembagian peran dan tanggung jawab keluarga dan masyarakat, sebagai hasil konstruksi sosial yang dapat berubah-ubah sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.4 Gender bukanlah kodrat dan ketentuan Tuhan. Oleh karena itu gender berkaitan dengan bagaimana seharusnya laki-laki dan perempuan berperan dan bertindak sesuai dengan tata nilai yang terstruktur oleh ketentuan sosial dan budaya di tempat mereka berada. Dengan

1

John M. Echols dan Hassan Shadily, Kamus Inggris-Indonesia (Jakarta: Gramedia, cet. XII, 1983),

h. 265.
2 Victoria Neufeldt (Ed.), Webster’s New World Dictionary (New York: Webster’s New World Clevenland, 1984), h. 561. 3 Pemberdayaan Perempuan (Jakarta: ), h. 4 Setda Kota Medan, Buku Saku Pemberdayaan Perempuan (Medan: , 2000), h. 1.

2

hukum dan ekonomi Karenanya gender: o Bukan kodrat o Dibuat manusia o Bisa dipertukarkan o Relatif o Berbeda dengan ciri-ciri yang terdapat pada laki-laki maupun perempuan (jenis kelamin. natur) Pengertian sex adalah pembagian jenis kelamin yang terdiri dari perempuan dan laki-laki.kata lain. yang telah ditentukan oleh Tuhan. Bisa dibentuk/bisa berubah iv. Dipengaruhi: o Tempat o Waktu/zaman o Suku/ras/bangsa o Budaya o Status sosial o Pemahaman agama o Ideologi negara o Politik. biologis. Tidak dimiliki sejak lahir iii. Perbedaan biologis antara perempuan dan laki-laki dapat dilihat baik dari ciri fisik 3 . Dari uraian diatas dapat disimpulkan: Gender: i. sebagai kodrat Allah swt. gender adalah pembedaan peran dan tanggung-jawab antar perempuan dan laki-laki sebagai hasil konstruksi sosial budaya masyarakat. Konstruksi/bentuk sosial ii.

Karenanya seks relatif tidak dapat ditukar atau diubah. dan akan berlaku selamanya. Ciri-ciri laki-laki dan perempuan dapat dillihat dalam matrik berikut ini: Primer Laki-laki Penis Kantung zakar Buah zakar (testis) Sperma/mani Prostat (kelenjar) tinggi Perempuan Vagina (liang Ovarium (indung telur) Ovum (sel telur) Uterus Menyusui Haid Rahim Kulit halus Suara lebih bernada senggama) (Scotrum) pengaturan pengeluaran sperma dan air seni / kelenjar kemih Bulu dada / tangan Sekunder Jakun Suara berat Berkumis Dada besar Ketentuan ini berlaku sejak dahulu kala.primer maupun ciri fisik sekunder dari organ dan fungsi reproduksinya. sekarang. Uraian di atas memberikan kesimpulan kepada kita bahwa: Jenis Kelamin Biologis (seks) adalah: • • • • Bawaan Kodrat Buatan Tuhan Mutlak Tidak dipengaruhi oleh: • • • Tempat Waktu/zaman Ras/suku/bangsa 4 .

terutama sebelum turunnya kitab suci Alquran. serta bagaimana penafsiran ulama terdahulu dan kontemporer terhadap ayat-ayat Alquran tersebut. Romawi. GENDER DALAM PERSPEKTIF ISLAM Sebelum menguraikan bagaimana pandangan Islam terhadap gender. atau masalah hubungan kemanusiaan kita. dan yang paling belakangan adalah agama Yahudi dan Nasrani. Sejarah telah menginformasikan bahwa sebelum diturunkannya kitab suci Alquran. berbagai peradaban umat manusia telah berkembang sedemikian rupa. perlu dikemukakan terlebih dahulu pandangan masyarakat dunia secara umum terhadap perempuan. 5 . seperti halnya peradaban bangsa Yunani. India. Dan juga sebelum datangnya agama Islam. seperti agama Zoroaster. tetap dan hanya dimiliki laki-laki saja atau perempuan saja (nature).• • Budaya Negara ideologi Karenanya: tidak bisa berubah. Kemudian baru ditelaah bagaimana pandangan Alquran terhadap gender. Cina dan yang lainnya. Buddha. Untuk memperjelas perbedaan antara gender dan sex dapat dilihat pada skema berikut ini. III. Gender Dapat berubah Dapat dipertukarkan Tergantung waktu Tergantung budaya setempat Bukan merupakan Kodrat Tuhan Buatan manusia Sex (Jenis Kelamin) Tidak dapat berubah Tidak dapat dipertukarkan Berlaku sepanjang masa Berlaku di mana saja Merupakan Kodrat Tuhan Ciptaan Tuhan Pemahaman atas konsep gender sesungguhnya merupakan isu mendasar dalam rangka menjelaskan masalah hubungan antara kaum perempuan dan kaum laki-laki. telah datang terlebih dahulu berbagai agama.

Sepanjang abad pertengahan nasib perempuan tetap sangat memperihatinkan. Patung-patung telanjang yang terlihat dewasa ini di Eropa adalah merupakan bukti yang menyatakan pandangan itu. Bahkan boleh jadi. dengan catatan bahwa setiap transaksi harus disetujui terlebih dahulu oleh keluarga (suami/ayah). Peradaban Hindu dan Cina. Segala hasil usaha perempuan. menjadikan perempuan sepenuhnya berada di bawah kekuasaan ayahnya. sampai dengan tahun 1805 perundang-undangan Inggeris masih mengakui hak suami untuk menjual istrinya. Tradisi ini baru berakhir pada abad XVII Masehi.Pada puncak peradaban Yunani. dapat disalah-pahami tanpa memahami latar belakang sosial budaya masyarakat Arab. Peristiwa tragis ini berlangsung sampai pada abad V Masehi. Kaum laki-laki diberi kebebasan sedemikian rupa untuk memenuhi kebutuhan dan selera tersebut. menjadi hak milik keluarganya yang laki-laki. mengusir. Setelah kawin. dan para perempuan dipuja untuk itu. diperlukan pemahaman mendalam terhadap stratifikasi sosial budaya bangsa Arab menjelang dan ketika Alquran diturunkan. Hak hidup bagi seorang perempuan yang telah bersuami harus berakhir pada saat kematian suaminya. sejumlah ayat dalam Alquran (termasuk ayat-ayat yang menjelaskan gender). karena mereka dianggap alat pemenuhan naluri seks laki-laki. Misi Alquran hanya dapat dipahami secara utuh setelah memahami kondisi sosial budaya bangsa Arab. Justru itu sebelum membahas lebih jauh. termasuk hak menuntut ke pengadilan. juga tidak lebih baik. kekuasaan pindah ke tangan suami. menganiaya dan membunuh. terjadi sedikit perubahan dengan diundangkannya hak pemilikan terbatas bagi perempuan. Pada zaman Kaisar Konstantin (abad XV). perempuan tidak mendapat penghargaan yang adil. istri terkadang harus dibakar hidup-hidup pada saat mayat suaminya dibakar. Peradaban Romawi juga tidak begitu berbeda dengan Yunani. perlu diperkenalkan secara umum kondisi geografis 6 . Untuk dapat mengetahui keberadaan dan peran yang dimainkan Islam. bahkan sampai dengan tahun 1882 perempuan Inggeris belum lagi mempunyai hak kepemilikan harta benda secara penuh. Kekuasaan ini mencakup kewenangan menjual.

4. Pada masa Jahiliyah. sekalipun pada daerah yang lain kelima bentuk tersebut tidak dianut secara identik. Laki-laki bekerja sebagai pencari nafkah keluarga dan mempertahankan keutuhan dan kehormatan kabilah (sektor publik). Posisi geografisnya yang jauh dari pusat-pusat kerajaan besar dan kondisi alamnya yang sulit dijangkau. Pandangan mereka ini telah direkam oleh Alquran. dan pembagian peran dalam masyarakat sangat tergantung pada kondisi obyektif keadaan alam. Dilihat dari sudut system kekerabatan. dan perempuan bekerja mengasuh anak dan mengatur urusan rumah tangga (sektor domestik). 5 7 . 5. menyebabkan kawasan ini luput dari cengkeraman 2 (dua) imperium besar Romawi dan Persia. dan sebagian besar wilayahnya terdiri dari padang pasir. 1984). yaitu: 1. 3. Mata pencaharian penduduk kebanyakan beternak bagi mereka yang mendiami kawasan tandus. Extended family (Keluarga Besar/‘a`ilah). Lineage (Suku/hamulah). daerah yang subur. h. anak-anak perempuan kehadirannya tidak diterima sepenuh hati oleh masyarakat Arab. Kelangsungan hidup mereka tergantung pada alam. Clan.dan pola kehidupan mereka –yang tentunya ikut mengambil peran dalam proses pembentukan budaya masyarakat Arab. Neopatriachy: a Theory of Distorted Change in Arab Society (New York: Oxford: Oxford University Press. Tribe (Kabilah/qabilah). Hanya sebagian kecil wilayahnya di bagian selatan dan utara. mulai dari sikap yang paling ringan yaitu bermuka masam. bercocok tanam bagi mereka yang berada di kawasan yang subur. maka keluarga Arab dapat dibedakan ke dalam 5 (lima) bentuk.5 Kelima bentuk keluarga ini ditemukan di daerah tertentu. mereka menyesuaikan hidup dengan kondisi obyektif dimana mereka berada. Sub Tribe (Sub Kabilah/‘asirah). 31. Nuclear family (Keluarga Kecil/usrah). Jazirah Arab mempunyai daerah yang cukup luas. sampai pada sikap yang Hisyam Sharabi. 2. sesuai dengan watak dasar bangsa Arab yang nomaden.

h. hitamlah (merah padamlah) mukanya. Jilid I. Islam mendudukkan perempuan sebagai makhluk Allah sederajat dengan pria dengan hak dan tanggungjawabnya yang adil dan seimbang. Kata tersebut adalah pinjaman dari bahasa Ibrani.paling parah yaitu membunuh bayi-bayi mereka yang perempuan. laki-laki dan perempuan. insan dan al-nas. Kunci Indeks dan Klasifikasi Ayat-ayat Alquran. karena dosa Apakah Dia dibunuh. sebagai sumber utama dalam ajaran Islam. telah menegaskan ketika Allah Yang Maha Pencipta menciptakan manusia termasuk di dalamnya. (Bandung: Pustaka. Masing-masing kata ini merujuk makhluk ciptaan Allah yang terbaik (fi ahsan taqwim). Bahwa agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW. dan Dia sangat marah. Demikian secara ringkas kondisi geografis serta pola kehidupan bangsa Arab sebelum turunnya agama Islam. Tetapi. 6 Alquran memang menyebut kata Adam sebanyak 25 kali. namun dalam penekanan yang berbeda. lihat A. kenyataan bahwa perempuan Muslimah pada masa-masa berikutnya pernah dan sebagian masih mengalami perlakuan yang berbeda dan diskriminatif. yaitu basyar. 51-52. berarti ‘manusia’ 8 .at-Takwir (81): 9      9. an-Nahl (16): 58. telah memperjuangkan dan berhasil meningkatkan derajat perempuan yang sebelumnya mereka tertindas. selanjutnya akan ditelaah ayat-ayat Alquran dan pemahamannya. oleh Islam diberikan porsi waris yang tetap (faraidh). malah termasuk barang yang diwariskan. juga telah menjadi catatan historis dan kajian para ahli.Hamid Hasan Qolay. serta bani adam6. Paling tidak ada empat kata yang sering digunakan Alquran untuk menunjuk manusia. terutama yang menyangkut masalah gender. Kaum perempuan yang sebelumnya tidak menerima warisan. Alquran. dan QS. dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan. 1989). meskipun memiliki potensi untuk jatuh ke titik yang serendah-rendahnya (asfala safilin). Informasi ini dapat dibaca dalam QS. sebagai berikut:        58. yang dalam kenyataannya merupakan suatu kata benda kolektif. Keempat kata ini mencakup laki-laki dan perempuan.

assalamu ‘alaikum. namun perbedaan itu tidak ada sebagai orang pertama (mutakallim). sebagai berikut: yang secara langsung menunjuk 9 . sebagai berikut:                                              1. [263] Maksud dari padanya menurut jumhur mufassirin ialah dari bagian tubuh (tulang rusuk) Adam a. yang memakai bentuk maskulin (kum). dan dari padanya[263] Allah menciptakan isterinya. baik sebagai lawan bicara atau orang kedua (mukhatab). Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. sebagai orang kedua atau ketiga.s.Mengenai asal kejadian manusia ini. mencakup juga audiensi perempuan. mencakup juga yang feminin. maupun sebagai orang ketiga (ghaib). disebutkan dalam QS. diciptakan. penggunaan bentuk maskulin. hingga terasa ‘berlebihan’ untuk menambahi ‘alaikunna kaum perempuan. bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri. berdasarkan hadis riwayat Bukhari dan Muslim. mengenal pembedaan antara kata-ganti (dhamir/pronoun) laki-laki dan perempuan. Alquran. yang diwahyukan dalam bahasa Arab yang fasih. misalnya. apabila mereka menanyakan sesuatu atau memintanya kepada orang lain mereka mengucapkan nama Allah seperti :As aluka billah artinya saya bertanya atau meminta kepadamu dengan nama Allah. Alquran merasa penting untuk mengulang-ulang kedua bentuk (maskulin dan feminin) secara berpasangan untuk menekankan kesetaraan pria dan wanita dalam berbagai aspek kehidupan. [264] Menurut kebiasaan orang Arab. Hai sekalian manusia. dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Mengingat tradisi bahasa Arab di atas. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain[264]. Alquran menyatakan dalam surah AnNisa’(4): 1. dan (peliharalah) hubungan silaturrahim.s. al-Ahzab (33):35. di samping itu ada pula yang menafsirkan dari padanya ialah dari unsur yang serupa Yakni tanah yang dari padanya Adam a. Dalam tradisi penggunaan bahasa Arab. Pengucapan salam.

h. dan sebagai yang berpotensi meraih prestasi. Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.7 Nasaruddin Umar. laki-laki dan perempuan yang bersedekah. sebagai khalifah di muka bumi. laki-laki dan perempuan yang sabar. laki-laki dan perempuan yang benar. [1218] Yang dimaksud dengan Muslim di sini ialah orang-orang yang mengikuti perintah dan larangan pada lahirnya. sedang yang dimaksud dengan orangorang mukmin di sini ialah orang yang membenarkan apa yang harus dibenarkan dengan hatinya. 248-265. laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya. Argumen Kesetaraan Jender Perspertif al-Quran (Jakarta: Paramadina. lakilaki dan perempuan yang khusyuk. laki-laki dan perempuan yang mukmin[1218]. laki-laki dan perempuan yang berpuasa. sebagai yang menerima perjanjian/sama2 berikrar akan keberadaan Allah. Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim. 2001). Berbicara mengenai prinsip2 kesadaran gender dalam perspektif Islam. 7 10 . sebagai hamba yang punya tanggung-jawab. laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah. setidaknya kita dapat mengajukan 5 (lima) variable yang dapat digunakan sebagai ukuran untuk menguji bagaimana kitab suci Alquran memberitakan. laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya.                                     35. Kelima variable tersebut masing-masing: laki-laki & perempuan sama2 sebagai hamba Allah.

Az-Zariyat (51): 56.1. Penjelasan ini dapat dibaca dalam QS. dan untuk mencapai derajat muttaqun ini tidak dikenal adanya perbedaan jenis kelamin. sebagai hamba Allah. saewbagai berikut:        56. Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa . laki-laki dan perempuan masing-masing akan mendapatkan penghargaan dari Tuhan sesuai dengan kadar pengabdiannya. Alquran menyebutkan bahwa salah satu tujuan penciptaan manusia adalah untuk menyembah kepadaTuhan. sebagai berikut:                         13. Dalam kapasitas sebagai hamba. Pertama. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Dalam kapasitas manusia sebagai hamba. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh. suku bangsa atau kelompok etnis tertentu yang disaebutkan dalam QS Al-Hujurat (49): 13. tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan. sebagaimana disebutkan dalam QS. Hamba ideal dalam Alquran biasa diistilahkan dengan orang-orang yang bertaqwa (muttaqun). dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Keduanya mempunyai potensi dan peluang yang sama untuk menjadi hamba ideal. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal. baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman. sebagai berikut:                      97. Hai manusia. Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya 11 . An-Nahl (16): 97.

. Kapasitas manusia sebagai khalifah di bumi ditegaskan dalam QS. sebagai berikut:                                      30. Kedua. Al-An’am (6): 165. [839] Ditekankan dalam ayat ini bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal saleh harus disertai iman. Sesungguhnya Tuhanmu Amat cepat siksaan-Nya dan Sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.kehidupan yang baik[839] dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. al-Baqarah (2):30. Padahal Kami Senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui." mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Maksud dan tujuana penciptaan manusia di muka bumi ini adalah. untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. sebagai berikut:                       165. ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada Para Malaikat: "Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." Kata khalifah dalam kedua ayat di atas tidak menunjuk kepada salah satu jenis kelamin atau kelompok etnis tertentu. Laki-laki dan perempuan menpunyai fungsi yang 12 . disamping untuk menjadi hamba (‘abid) yang tunduk dan patuh serta mengabdi kepada Allah SWT. Pada ayat lain disebutkan dalam QS. juga untuk menjadi khalifah di bumi (khalifah fi al-ard). sebagai khalifah di bumi. 2. dan Dia lah yang menjadikan kamu penguasa-penguasa di bumi dan Dia meninggikan sebahagian kamu atas sebahagian (yang lain) beberapa derajat.

menjelang seorang anak manusia keluar dari rahim ibunya. Seperti diketahui. Laki-laki dan perempuan sama-sama mengamban amanah dan menerima perjanjian primordial dengan Tuhan. sebagai berikut: 13 . Sejak awal sejarah kejadian manusia dalam Islam tidak dikenal adanya diskriminasi jenis kelamin.Al-A’raf (7): 172).                                172. (kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya Kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)". 3. sebagai penerima perjanjian/ikrar ketuhanan yg sama. yang akan mempertanggung-jawabkan tugas-tugas kekhalifahannya di bumi. dan ikrar mereka disaksikan oleh para Malaikat. sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya QS. Al-Isra’ (17): 70. yaitu semenjak dalam kandungan. Laki-laki dan perempuan sama-sama menyatakan ikrar ketuhanan yang sama. Menurut penjelasan Fakhr ar-Razi. sebagaimana halnya mereka harus bertanggung-jawab sebagai hamba Tuhan. tidak seorang pun anak manusia yang lahir ke muka bumi ini yang tidak berikrar akan keberadaan Tuhan. Dan tambahnya lagi Alquran mengungkapkan bahwa Allah SWT yang Maha Kuasa memuliakan seluruh anak cucu Adam. Kami menjadi saksi". Ketiga. ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuban kami). Di dalam ajaran Islam. tanggung jawab individual dan kemandirian seseorang telah berlangsung sejak dini. Tidak ada seorang pun yang mengatakan tidak.sama sebagai khalifah. ia terlebih dahulu harus menerima perjanjian dengan Tuhannya (QS. dan (ingatlah).

dan janganlah kamu dekati pohon ini[37].                   70. Keempat. dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai. sebab Al Quran dan Hadist tidak menerangkannya. dan Kami berfirman: "Hai Adam. sebagai hamba yang punya tanggung jawab. ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120. Kami angkut mereka di daratan dan di lautan[862]. Adam dan istrinya sama-sama mendapat godaan dari setan. [37] Pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan. yakni kata ganti untuk Adam dan Hawa. yang ditegaskan dalam Alquran. sebagai berikut:        14 . Al-A’raf (7): 20. Kami beri mereka rezki dari yang baikbaik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan. Semua ayat yang memuat cerita tentang keadaan Adam dan pasangannya di surga sampai keluar ke bumi. 4. dan Sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam. yang menyebabkan kamu Termasuk orang-orang yang zalim. Al-Baqarah (2): 35. [862] Maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam pengangkutanpengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh penghidupan. selalu menekankan kedua belah pihak secara aktif dengan menggunakan kata ganti untuk dua orang ‫(هما‬huma). diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini. tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan. sebagai berikut:                     35. QS. disebutkan dalam QS. seperti dapat dilihat dalam beberapa kasus berikut: bahwa Adam dan Hawa diciptakan di surga dan memanfaatkan fasilitas surga.

dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami. keduanya berkata: "Ya Tuhan Kami. Maka syaitan membujuk keduanya (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. dan mulailah keduanya menutupinya dengan daun-daun surga. Pernyataan-pernyataan dalam Alquran di atas. nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya. sebagai berikut:                                22. Al-A’rat (7): 22. tatkala keduanya telah merasai buah kayu itu. Keduanya (Adam dan istrinya) sama-sama memakan buah khuldi dan mereka menerima akibat jatuh ke bumi. sebagai berikut:               23. kemudian Tuhan mereka menyeru mereka: "Bukankah aku telah melarang kamu berdua dari pohon kayu itu dan aku katakan kepadamu: "Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu berdua?" Kemudian keduanya sama-sama memohon ampun dan sama-sama diampuni Tuhan. 15 . agak berbeda dengan pernyataanpernyataan dalam Alkitab yang membebankan kesalahan lebih berat kepada Hawa. niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi. Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri. Al-A’raf (7): 23. yang kisahnya diabadikan dalam QS. melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi Malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)".                   20. seperti tertulis dalam QS. Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk Menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka Yaitu auratnya dan syaitan berkata: "Tuhan kamu tidak melarangmu dan mendekati pohon ini.

baik laki-laki atau perempuan… Dalam QS. Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman): "Sesungguhnya aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu. al-Gafir (40): 40. baik dalam bidang spiritual maupun urusan karir professional. an-Nisa’ (4): 124. dan QS. Adam dan Hawa disebutkan secara bersama-sama sebagai pelaku dan bertanggung jawab terhadap perbuatannya tersebut. sbb:               …  195. Kelima. an-Nahl (16): 97. Ayat-ayat tersebut di atas mengisyaratkan konsep kesadaran gender yang ideal dan memberikan ketegasan bahwa prestasi individual. tidak mesti dimonopoli oleh salah satu jenis kelamin saja. 16 . Maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun. seperti QS. Peluang untuk meraih prestasi maksimum tidak ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan. Allah menegaskan:                   124. baik laki-laki maupun wanita sedang ia orang yang beriman. sebagai hamba yang berpotensi meraih prestasi. Dan masih banyak lagi ayat-ayat yang senada. Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh.Dalam ayat-ayat tersebut di atas. 5. Laki-laki dan perempuan memperoleh kesempatan yang sama meraih prestasi optimal. sebagaimana ditegaskan secara khusus di dalam firman-Nya surah Ali Imran (3): 195.

(22) Dan dari rusuk yang diambil Tuhan allah dari manusia itu. Kalaupun antara keduanya mempunyai perbedaan maka substansi perbedaannya tidak pernah ditonjolkan. Tuhan Allah mengambil salah-satu rusuk daripadanya. baik berdasarkan kelompok etnis. dan kenapa disebut bahwa perempuan itu sebagai manusia kelas dua ? Konon juga paham yang demikian itu bersumber dari ajaran Islam ? Perlu ditegaskan bahwa asal-usul kejadian manusia tidak diceritakan secara kronologis dalam Alquran. Karena itu Alquran tidak mentolerir segala bentuk penindasan. kisah-kisah isra’iliyyat. “(21) Lalu Tuhan Allah membuat manusia itu tidur nyenyak. 17 . Cerita penciptaan manusia banyak diketahui melalui hadis. Ke-lima variable beserta ayat-ayat yang dikemukakan di atas memberikan informasi bahwa penciptaan manusia sejak awal tidak menunjukkan adanya perbedaan substansi antara laki-laki dan perempuan. Jika terdapat suatu hasil pemahaman atau penafsiran yang bersifat menindas atau menyalahi nilai-nilai luhur kemanusiaan. suku bangsa. Keadilan dalam Alquran mencakup segala segi kehidupan umat manusia. ketika tidur. baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat. maka hasil pemahaman dan penafsiran tersebut terbuka untuk diperdebatkan. dibangun-Nyalah seorang perempuan. dan cerita-cerita yang bersumber dari kitab Talmud. mengapa terjadi perbedaan antara laki-laki dan perempuan? Mengapa terjadi ketidak adilan gender atau diskriminasi terhadap perempuan. Injil (kitab suci agama Kristen). maupun yang berdasarkan jenis kelamin. warna kulit. kitab yang banyak memberikan penafsiran terhadap kitab Taurat. dan kemudian daripadanya diciptakan perempuan yakni Hawa (Eva). manusia pertama kali diciptakan ialah laki-laki (Genesis/1:20) yakni Adam. lalu dibawa-Nya kepada manusia itu”. Ini mengisyaratkan bahwa Alquran mempunyai pandangan yang cukup positif terhadap perempuan. dan kepercayaan. Menurut keterangan Alkitab.Salah satu obsesi Alquran ialah terwujudnya keadilan di dalam masyarakat. lalu menutup tempat itu dengan daging. dan riwayat-riwayat yang bersumber dari kitab Taurat (kitab suci agamaYahudi). Jika demikian halnya.

Salah-satu pemberitaan tentang kejadian perempuan tersebut dapat dilihat dalam Tafsir at-Thabari8 yang menguraikan. Beberapa riwayat yang menceritakan asal-usul keberadaan kejadian perempuan (isi beritanya maupun redaksinya mirip dengan cerita yang ada dalam kitab Kejadian). Menurut sumber-sumber Yahudi. dijelaskan bahwa secara substansial penciptaan perempuan dibedakan dengan penciptaan laki-laki. 18 . h. Alquran tidak menyebutkan secara terperinci asal-usul kejadian perempuan. Suatu cerita yang terurai secara tersurat di dalam kitab suci. Akan tetapi kalangan orang Yahudi dan Kristen tentu mempunyai metode tersendiri dalam memahami pernyataan-pernyataan kitab suci mereka.Pernyataan Alkitab ini mengisyaratkan bahwa perempuan adalah ciptaan kedua (the second creation) sesudah laki-laki (Adam) dan secara substansif laki-laki lebih utama daripada perempuan. 267. akan terkesan bahwa substansi dan kedudukan perempuan lebih rendah dibanding laki-laki. Boleh jadi sekelompok masyarakat menilai cerita-cerita seperti itu adalah mitos. sebagai berikut: 8 Tafsir at-Thabari. Sekelompok masyarakat menilai beberapa cerita yang berkembang dalam masyarakat sebagai mitos yang destruktif. yang dikenal dengan “hadis”. ditemukan dalam kitab-kitab Tafsir yang dihubungkan dengan ucapan Rasulullah Muhammad saw. dalam sebuah teks dapat dipahami secara berbeda-beda antara satu ulama dengan ulama yang lain. apalagi apabila teks itu diuraikan secara detail. Tidak mudah meniadakan problem dalam memahami teks kitab suci. karena setiap pengikut sebuah kitab suci memiliki metode pemahaman tersendiri. karena perempuan diciptakan dari unsur laki-laki. Jika orang-orang bukan penganut Yahudi dan Kristen membaca pernyataan-pernyataan di atas. Hal yang sama juga terjadi dalam penganut agama Islam. tetapi cerita itu tetap hidup karena dianggap bagian dari doktrin agama. Jilid I. yang ada hanya cerita tentang kesombongan Iblis yang menggoda pada Adam dan pasangannya sehingga harus meninggalkan surga. tetapi kelompok masyarakat lain meyakininya sebagai suatu fakta atau kisah simbolis yang sarat dengan makna. menuntut keyakinan dan loyalitas kepada pemeluknya.

oleh at-Tabari. Padahal sesungguhnya semangat ajaran yang dibawa oleh Rasulullah Saw tidak sejalan dengan cerita-cerita yang memojokkan perempuan tadi. as-Sirah an-Nabawiyah. Suatu ketika seorang perempuan yang Allah ciptakan dari tulang rusuknya. jika kalian mencoba meluruskannya ia akan patah. khususnya pasal 21 dan 23 yang disebutkan sebelumnya. 19 . membuat kisah-kisah tersebut juga cenderung memojokkan kaum perempuan.‫تقيمها كسرتها وان تركتها استمتعت بها وفيها عوج" رواه البخارى ومسلم‬ Artinya: Dari Abi Hurairah RA. berkata: Rasulullah SAW. terpengaruh dengan pemberitaan kitab Kejadian. oleh Ibn Asir.‫ حدثنى موس بن هارون قال: أخبرنا عمرو بن حماد قال: ثنا اسبط عن‬‫السدى قال: اسلكن آدم الجن لة فكلان يمش لى فيهلا وحشلا ليلس لله زوج‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫ل‬ ‫له‬ ‫يسكن اليها فنام نومة فاستيقظ فاذا عند رئسه امرءة قاعدة خلقها اللل‬ ‫من ضلعه فسألها من انت ؟ قالت امرءة قال: ولم خلقت ؟ قالت: تسللكن‬ ‫الى‬ Artinya: Diriwayatkan dari Musa ibn Harun berkata: saya diberi tahu oleh Amr Ibn Hammad dari Asbat dari as-Sadi berkata: Ketika Tuhan menempatkan Adam di surga ia hidup dan berjalan sendirian tanpa didampingi pasangan. Adam bertanya: Siapa anda? Dijawab”Aku seorang perempuan”. Redaksi riwayat di atas sangat mirip dengan redaksi kitab Kejadian. akan tetapi kitab Sejarah Islam klasik. Adam bertanya: Untuk apa anda diciptakan ? Dijawab: Supaya kamu tinggal bersamaku”. Tarikh al-Umam wa al-Muluk. oleh Ibn Hisyam. Riwayat-riwayat semacam ini banyak diintrodusir di dalam kitab-kitab Tafsir klasik maupun kitab-kitab Sejarah Islam seperti. Tetapi jika kalian membiarkannya maka kalian akan menikmatinya dengan tetap dalam keadaan bengkok” (HR. Imam Bukhari dan Muslim juga meriwayatkan hadis yang intinya berbunyi: ‫ عن ابى هريرة رضى ال عنه قال: قبال رسبول الب صبلى الب عليبه وسبلم " ان المبرءة كالضبلع إذا ذهببت‬. bersabda: “Sesungguhnya perempuan seperti tulang rusuk. Dan yang sudah pasti sebagai akibat kekurang selektifan mereka. al-Kamil fi at-Tarikh. Kitab-kitab klasik tersebut kelihatannya cenderung kurang selektif memasukkan kisah-kisah israiliyat ke dalam karya-karya mereka. Dari uraian-uraian di atas jelas kelihatan bahwa Alquran sebenarnya hanya mengungkapkan persamaan-persamaan antara laki-laki dan perempuan. Bukhari dan Muslim).

maka ketidak-adilan yang terjadi. aspek-aspek yang memang mereka berbeda. atau mereka berbeda hingga mesti diperlakukan berbeda. Dalam kajian filsafat. tentu kezaliman yang muncul. Keadilan (justice) tidaklah identik dengan persamaan (equality). an-Nisa’(4): 11 dan 176). hingga harus diperlakukan ‘sama’. patut diingat bahwa ‘membedakan’ perlakuan bukan berarti memperlakukan seorang secara tidak adil. Aristoteles sudah mengulas konsep keadilan yang dapat disimpulkan pada prinsip ‘treating equals equally’ (memperlakukan mereka yang sama secara sama). Perbedaan yang cukup gamblang adalah masalah perbedaan perlakuan laki-laki dan perempuan terkait dengan nilai kesaksian (dan porsi kewarisan QS. umumnya didasarkan pada QS. jauh sebelum Islam. Koherensi dan konsistensi ajaran Islam Islam dengan praktek Rasulullah inilah yang dicatat sebagai suatu revolusi kultural pada saat itu. Atau. membangun pilar-pilar dasar peradaban Islam didasarkan atas kekokohan pribadi Muslim dan solidnya lembaga keluarga yang dibangun dalam prinsip kemitraan cinta-kasih (jawz) dan resiprositas luhur (mu’asyarah bi al-ma’ruf) untuk membangun keluarga yang sakinah. Kalau begitu mereka harus diperlakukan secara sama dalam aspek-aspek yang mereka sama. mawaddah dan rahmah. tetapi juga berbagai perbedaan. dan merombak iklim kultural yang berkembang serta menjabarkannya dalam kehidupan keluarganya serta dalam kebijakan pemerintahannya. Nabi Muhammad SAW. malah jika diperlakukan sama (treating unequals equally). An-Nisa’ (4): 34. Namun jika mereka memang tidak sama. Yang menjadi pertanyaan sekarang: apakah laki-laki dan perempuan ‘sama’. serta mesti diperlakukan berbeda. Sama dan beda dari segi apa? Apakah yang mempersamakan dan memperbedakan satu orang dari yang lain? Memperlakukan mereka yang sama secara berbeda tentu ketidak-adilan. Masalah lain yang juga tidak sejalan dengan prinsip kesetaraan adalah kedudukan suami isteri dalam rumah tangga.Keberhasilan Nabi Muhammad SAW. sebagai berikut: 20 . atau laki-laki dan perempuan memiliki banyak persamaan. Jika demikian halnya mengapa ada dalam Alquran ayat-ayat yang membedakan perlakuan terhadap perempuan? Untuk mengawali. mengangkat derajat perempuan dengan memperkuat landasan teologis-spiritual. tentang apa yang dimaksud dengan ‘kepala keluarga’. mereka yang sama diperlakukan berbeda (treating equals unequally).

wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya[291]. bila nasehat tidak bermanfaat barulah dipisahkan dari tempat tidur mereka. ada dua hal pokok yang patut dicermati. Alquran sebagai wahyu Allah merupakan hal yang sakral dan absolut. nusyuz dari pihak isteri seperti meninggalkan rumah tanpa izin suaminya. Yang kedua. Maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka. [290] Maksudnya: Allah telah mewajibkan kepada suami untuk mempergauli isterinya dengan baik. tentu seyogianya merupakan suatu kesatuan yang komprehensif dan tidak kontradiktif 21 . ajaran Islam. Maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya[292]. oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita). sebab itu Maka wanita yang saleh. Tanpa harus masuk dalam kompleksitas penafsiran dan re-interpretasi terhadap ayat-ayat di atas dan yang sejenisnya. namun pemahaman. bila cara pertama telah ada manfaatnya janganlah dijalankan cara yang lain dan seterusnya. dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. kemudian jika mereka mentaatimu. bila tidak bermanfaat juga barulah dibolehkan memukul mereka dengan pukulan yang tidak meninggalkan bekas. interpretasi dan penjabarannya merupakan hasil jerih payah para ulama. Pertama. [292] Maksudnya: untuk memberi peljaran kepada isteri yang dikhawatirkan pembangkangannya haruslah mula-mula diberi nasehat.                                             34. karena bersumber dari Allah Yang Maha Tahu dan Bijak. dan pukullah mereka. kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. oleh karena Allah telah memelihara (mereka)[290]. [291] Nusyuz: Yaitu meninggalkan kewajiban bersuami isteri. ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri[289] ketika suaminya tidak ada. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha besar [289] Maksudnya: tidak Berlaku curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya.

isteri berhak terlebih dahulu separoh (50%) dari harta perkawinan (gono-gini). Upaya menyaring nilai dan menemukan prinsip ajaran Islam bukan hal yang mudah. mempelajari dan menelaah sumber-sumber ajaran agama serta berusaha memahami tuntutan wahyu dan panduan hadits hingga kita dapat menerapkan ajaran Islam yang rahmat li al-‘alamin tersebut dalam ruang waktu kita sekarang ini. Berbagai penafsiran ulang dan perumusan baru diperkenalkan. dan 1/8 jika ada anak. Sekedar memperkenalkan salah satunya yang mungkin sering terlupakan. ketika kitab-kitab fiqh klasik ditulis. 22 . beberapa penafsir berupaya menyaring prinsipprinsip pokok serta menghimpun nilai-nilai dasar ajaran Islam yang bersifat universal dan permanen. Namun masih banyak lagi yang harus dilakukan. serta mensejajarkannya seperti syirkah (kerjasama). sehingga jika. Hal inilah yang dilakukan para ulama kita di negeri ini. Dari sisi inilah. Untuk itu marilah kita berupaya dengan sepenuh hati dan seluruh daya upaya untuk membaca. suami meninggal dunia. Masih banyak apa yang sebelumnya hanya produk pemikiran dan upaya penafsiran dianggap bagian dari ajaran agama yang universal atau prinsip yang permanen. yang harus dipilah dari ketentuan-ketentuan yang bersifat temporal dan situasional yang terkait dengan tuntutan ruang dan waktu. hingga harta-kekayaan yang terwujud di dalamnya menjadi milik bersama suami-isteri. termasuk juga untuk mensosialisasikan dan menerapkannya sebagai pedoman untuk menyusun pranata kehidupan manusia kini dan di sini. serta menjabarkan dan menerapkannya di bumi Indonesia pada masa kini. Mereka telah berijtihad baik secara perorangan maupun jama’ah untuk menemukan prinsip dan nilai tersebut. sekiranya. KHI (Kompilasi Hukum Islam) telah merumuskan bahwa lembaga perkawinan yang lebih kemitraan. yaitu perlakukan terhadap lembaga perkawinan dan relasi timbal-balik suami-isteri yang setelah dikaji ternyata lembaga perkawinan dalam budaya Indonesia jauh berbeda dengan lembaga yang sama di jazirah Arab di masa lalu.antara satu dengan lain. barulah setelahnya isteri berhak menerima warisan ¼ kalau tidak ada anak.

IV. Perbedaan di dalam Alqur’an ditemukan dalam masalah waris. dan sebagai hamba yang berpotensi meraih prestasi. Sedangkan seks (jenis kelamin: laki-laki dan perempuan) tidak berubah dan merupakan kodrat Tuhan. sebagai hamba yang terlibat dalam drama kosmis. dan pemberitaan yang dihubungkan dengan Nabi Muhammad SAW. sebagai hamba yang mempunyai tanggung jawab. Untuk menghindari ketidak-adilan antara perempuan dan laki-laki perlu penafsiran ulang terhadap nash-nash yang bias gender. namun pemberitaan yang sangat mirip dengan kitab Kejadian (Alkitab) ditemukan dalam kitab-kitab Tafsir dan Sejarah Islam klasik. 5. KESIMPULAN Dari uraian-uraian tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa. baik sebagai hamba Allah. Kisah-kisah kejadian Adam dan istrinya Hawa dalam Alquran tidak ditemukan secara kronologis. (Hadis). kesaksian dan kepemimpinan dalam keluarga. 23 . 4. Dalam ajaran agama Islam tidak ada perbedaan antara perempuan dan laki-laki. 1. Gender adalah pembedaan peran dan tanggung jawab antar perempuan dan lakilaki sebagai hasil konstruksi sosial budaya masyarakat. sebagai khalifah di bumi. 3. 2. yang dapat berubah sesuai dengan tuntutan perubahan zaman.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful