KOMUNIKASI ORGANISASI

A. Pengertian Komunikasi Organisasi. Istilah organisasi berasal dari bahasa Latin organizare, yang secara harafiah berarti paduan dari bagian-bagian yang satu sama lainnya saling bergantung. Di antara para ahli ada yang menyebut paduan itu sistem, ada juga yang menamakannya sarana. Everet M. Rogers dalam bukunya Communication in Organization, mendefinisikan organisasi sebagai suatu sistem yang mapan dari mereka yang bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, melalui jenjang kepangkatan, dan pembagian tugas. Robert Bonnington dalam buku Modern Business: A Systems Approach, mendefinisikan organisasi sebagai sarana dimana manajemen mengoordinasikan sumber bahan dan sumber daya manusia melalui pola struktur formal dari tugas-tugas dan wewenang. Korelasi antara ilmu komunikasi dengan organisasi terletak pada peninjauannya yang terfokus kepada manusia-manusia yang terlibat dalam mencapai tujuan organisasi itu. Ilmu komunikasi mempertanyakan bentuk komunikasi apa yang berlangsung dalam organisasi, metode dan teknik apa yang dipergunakan, media apa yang dipakai, bagaimana prosesnya, faktor-faktor apa yang menjadi penghambat, dan sebagainya. Jawaban-jawaban bagi pertanyaanpertanyaan tersebut adalah untuk bahan telaah untuk selanjutnya menyajikan suatu konsepsi komunikasi bagi suatu organisasi tertentu berdasarkan jenis organisasi, sifat organisasi, dan lingkup organisasi dengan memperhitungkan situasi tertentu pada saat komunikasi dilancarkan. Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.

dan tingkat pelaksanaan perintah. Sebagai komunikator. lebih memacu konflik. 2005) mengidentifikasikan tiga komunikasi organisasi sebagai berikut: fungsi perintah. yang membutuhkan perolehan informasi bersama. demikian juga diri sendiri. Misal: motivasi berganda muncul karena pilihan yang diambil akan mempengaruhi rekan kerja dan organisasi. menerima. 3. Pengaruh Komunikasi terhadap Perilaku Organisasi. Fungsi perintah berkenaan dengan angota-anggota organisasi mempunyai hak dan kewajiban membicarakan.Conrad (dalam Tubbs dan Moss. Sebagai komunikator. Fungsi relasional berkenaan dengan komunikasi memperbolehkan anggota-anggota menciptakan dan mempertahankan bisnis produktif hubungan personal dengan anggota organisasi lain. kurang ditaati. atau administrator harus memilih salah satu berbagai metode dan teknik komunikasi yang disesuaikan dengan situasi pada waktu komunikasi dilancarkan. Pentingnya dalam hubungan antarpersona yang baik lebih terasa dalam pekerjaan ketika anda merasa bahwa banyak hubungan yang perlu dlakukan tidak anda pilih. Tujuan dari fungsi perintah adalah koordinasi diantara sejumlah anggota yang bergantung dalam organisasi tersebut. dsb. 2. sehingga hubungan menjadi kurang stabil. seorang pemimpin organisasi. manajer. Fungsi manajemen ambigu berkenaan dengan pilihan dalam situasi organisasi sering dibuat dalam keadaan yang sangat ambigu. . tujuan organisasi tidak jelas dan konteks yang mengharuskan adanya pilihan tersebut adanya pilihan tersebut mungkin tidak jelas. fungsi relasional. B. aliran komunikasi ke bawah maupun ke atas dalam hirarkhi organisasional. Komunikasi adalah alat untuk mengatasi dan mengurangi ketidakjelasan (ambiguity) yang melekat dalam organisasi. seorang manajer harus menyesuaikan penyampaian pesannya kepada peranannya yang sedang dilakukannya. Anggota berbicara satu dengan lainnya untuk membangun lingkungan dan memahami situasi baru. 1. Dalam hubungan ini. Hubungan dalam pekerjaan mempengaruhi kenirja pekerjaan (job performance) dalam berbagai cara. tetapi diharuskan oleh lingkungan organisasi. Misal: kepuasan kerja. menafsirkan dan bertindak atas suatu perintah. fungsi manajemen ambigu.

Henry Mintzberg seorang profesor manajemen pada McGill University di Montreal-Kanada. perencanaan. kegairahan. Dalam organisasinya. manajer memandang lingkungan sebagai sumber informasi. Kedudukan sebagai kepala suatu unit organisasi. seorang manajer bertanggung jawab atas lancar-tidaknya pekerjaan yang dilakukan bawahannya. pengawasan. Peranan monitor. c. baik secara formal maupun secara tidak formal. membuat seorang manajer melakuan tugas yang bersifat keupacaraan. seorang manajer berfungsi sebagai pusat informasi. Beberapa kegiatan bersangkutan langsung dengan kepemimpinannya pada semua tahap manajemen: penentuan kebijaksanaan. Peranan pemimpin. dan penilaian. 1. b. 2. antara lain memotivasi para karyawan agar giat bekerja. Peranan informasional meliputi peranan-peranan sebagai berikut: a. Peranan penghubung. menyatakan wewenang formal seorang manajer menyebabkan timbulnya tiga peranan: peranan antarpersona. penggerakan. Peranan tokoh. Untuk melaksanakan kepemimpinannya secara efektif. penjelasan. seorang manajer melakukan komunikasi dengan orang-orang di luar jalur komando vertikal. Peranan antarpersona seorang manajer meliputi tiga hal: a. Peranan informasi. dan kegembiraan. Ia mengembangkan pusat informasi bagi kepentingan organisasinya. Dalam peranan ini seorang manajer berkesempatan untuk memberikan penerangan. Dengan suasana kerja seperti itu akan dapat diharapkan hasil yang memuaskan. dan ia menerima . Dalam melakukan peranannya sebagai monitor. peranan informasi. maka selain memimpim berbagai upacara di kantornya. Ia mengajukan berbagai ertanyaan kepada rekan-rekannya atau kepada bawahannya. maka ia harus mampu melaksanakan komunikasi secara efektif. Dalam peranan sebaga penghubung. dll. pengorganisasian. Ada juga kegiatan-kegiatan yang tidak langsung berkaitan dengan kepemimpinannya. imbauan. Sebagai pemimpin. Dalam konteks kepemimpinan. Karena ia merupakan seorang tokoh. dan peranan memutuskan. seorang manajer berkomunikasi efektif bila ia mampu membuat para karyawan melakukan kegiatan tertentu dengan kesadaran. ia juga diundang oleh pihak luar untuk menghadiri berbagai upacara. ajakan.

tetapi selalu resmi. Peranan pengendali gangguan. yakni dalam hal mengkomunikasikan informasi kepada khalayak luar. Peranan ini memiliki kesamaan dengan peranan penghubung. untuk kemuian disebarkan kepada bawahannya c. Jika sebuah gagasan muncul. namun dalam perananya sebagai juru bicara tidak selamanya secara kontak pribadi. b. b. Ia meyakinkan pula para pejabat pemerintah bahwa organisasinya berjalan sesuai dengan peratruran sebagaimana harusnya. Seorang manajer berusaha sebaik mungkin menanggapi setiap tekanan yang menimpa organisasi. Ia senantiasa memandang ke depan untuk mendapatkan gagasan baru. Dalam peranannya sebagai juru bicara itu ia juga harus mengkomunikasikan informasi kepada orang-orang yang berpengaruh yang melakukan pengawasan terhadap organisasinya. Peranan wiraswasta. para pelanggan menghilang. 3. dsb. Seorang manajer memegang peranan yang sangat penting dalam sistem pengambilan keputusan dalam organisasinya. Peranan penyebar. Ada empat peranan yang dicakup pada peranan ini: a.informasi pula dari mereka tanpa diminta berkat kontak pribadinya yang selalu dibinanya. seperti buruh mogok. Ia meyakinkan khalayak bahwa organisasi yang dipimpinnya telah melakukan tanggung jawab sosial sebagaimana mestinya. Peranan juru bicara. Peranan memutuskan. maka ia mengambil prakarsa untuk mengembangkan sebuah proyek yang iawasinya sendiri atau didelegasikannya kepad bawahannya. . Kepada khalayak di luar organisasinya ia memberikan informasi dalam rangka pengembangan organisasinya. Dalam peranannya sebagai penyebar ia menerima dan menghimpun informasi dari luar yang penting artinya dan bermanfaat bagi organisasi. Seorang manajer berusaha memajukan organisasinya dan mengadakan penyesuaian terhadap perubahan kondisi lingkungannya. Perbedaannya ialah dalam hal caranya: jika dalam peranannya sebagai penghubung ia menyampaikan informasi secara antarpribadi dan tidak selalu resmi.

Seorang manajer bertanggung jawab untuk memutuskan pekerjaan apa yang harus dilakukan. Juga komunikasi bisa merupakan proses komunikasi primer maupun sekunder (menggunakan media nirmassa). Komunikasi internal organisasi adalah proses penyampaian pesan antara anggota-anggota organisasi yang terjadi untuk kepentingan organisasi. yaitu komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas. saran-saran. Dimensi-Dimensi Komunikasi dalam Kehidupan Organisasi 1. Komunikasi internal. Komunikasi dari pimpinan kepada bawahan dan dari bawahan kepada pimpinan. dll kepada bawahannya. . Manajer juga mempunyai kewenangan mengenai pengambilan keputusan penting sebelum implementasi dijalankan. Komunikasi internal ini lazim dibedakan menjadi dua. Proses komunikasi internal ini bisa berujud komunikasi antarpribadi ataupun komunikasi kelompok. petunjukpetunjuk. dsb. informasi-informasi. yaitu: a. Komunikasi vertikal. d. C. Peranan perunding. dsb. Bagi manajer. melainkan juga tentang hal-hal yang tidak resmi dan tidak langsung berkaitan dengan kekaryaan. antara sesama bawahan. Manajer melakukan peranan perunding bukan saja mengenai hal-hal yang resmi dan langsung berhubungan dengan organisasi. Dalam komunikasi vertikal. Sedangkan bawahan memberikan laporan-laporan. seperti komunikasi antara pimpinan dengan bawahan.c. kepada pimpinan. Dengan kewenangan itu. Peranan penentu sumber. pengaduan-pengaduan. manajer dapat memastikan bahwa keputusan-keputusan yang berkaitan semuanya berjalan melalui pemikran tunggal. pimpinan memberikan instruksi-instruksi. dan bagaimana pembagian pekerjaan dilangsungkan. perundingan merupakan gaya hidup karena hanya ialah yang mempunyai wewenang untuk menanggapi sumber-sumber organisasional pada waktu yang tepat. siapa yang akan melaksanakan. dan hanya ialah yang merupakan pusat jaringan informasi yang sangat diperlukan bagi perundingan yang penting.

170. yaitu komunikasi antara sesama seperti dari karyawan kepada karyawan. http://adiprakosa. Daftar pustaka Onong Effendy. Komunikasi lateral ini memperlancar pertukaran pengetahuan. serta membangun semangat kerja dan kepuasan kerja. Komunikasi eksternal terdiri dari jalur secara timbal balik: a. setidaknya ada hubungan batin. Pada organisasi besar. Tubbs. Wiryanto. 2005. komunikasi ini lebih banyak dilakukan oleh kepala hubungan masyarakat dari pada pimpinan sendiri. Komunikasi ini dapat melalui berbagai bentuk. yang dilakukan sedemikian rupa sehingga khalayak merasa memiliki keterlibatan. Hal ini membantu organisasi untuk menghindari beberapa masalah dan memecahkan yang lainnya. poster. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2005. manajer kepada manajer. Pengantar Ilmu Komunikasi. Yang dilakukan sendiri oleh pimpinan hanyalah terbatas pada hal-hal yang ianggap sangat penting saja. metode. seperti: majalah organisasi. leaflet. Komunikasi dari khalayak kepada organisasi. brosur. b.blogspot. Pesan dalam komunikasi ini bisa mengalir di bagian yang sama di dalam organisasi atau mengalir antarbagian. Komunikasi eksternal. pengalaman. Komunikasi dari khalayak kepada organisasi merupakan umpan balik sebagai efek dari kegiatan dan komunikasi yang dilakukan oleh organisasi. Komunikasi dari organisasi kepada khalayak. ± Moss. Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. press release. Jakarta: Grameia Wiiasarana Indonesia. Sylvia. dan masalah.com/2008/07/komunikasi-organisasi. artikel surat kabar atau majalah. pidato radio.html . Komunikasi ini dilaksanakan umumnya bersifat informatif.b. h. film dokumenter. 2. 1994. konferensi pers. Human Communication: Konteks-Konteks Komunikasi. Stewart L. Komunikasi horizontal atau lateral. Komunikasi eksternal organisasi adalah komunikasi antara pimpinan organisasi dengan khalayak di luar organisasi.

kepercayaan. publikasi dan sebagainya b. Komunikasi dengan pihak luar dapat berbentuk : a. pameran. Konperensi pers( press release ) c. pengabdian pada masyarakat. organisasi harus membuat dan memelihara prosedur untuk a) komunikasi internal antara berbagai tingkatan dan fungsi organisasi. mendokumentasikan. tetapi apakah antara . bantuan dan kerjasama dengan masyarakat KOMUNIKASI Terkait dengan aspek lingkungan dan sistem manajemen lingkungannya. Komunikasi antar departemen atau antar seksi nampak begitu mudah dan rutin. (Sumber: ISO 14001: 1996) URAIAN Sejatinya manajemen berbicara tentang komunikasi atau memfasilitasi terjadinya komunikasi. dan menanggapi suatu bentuk komunikasi dari pihak terkait eksternal Organisasi harus mempertimbangkan proses terhadap komunikasi eksternal tentang aspek penting lingkungan dan mencatat keputusannya. b) menerima. Bakti sosial. Siaran televisi. dan sebagainya Komunikasi eksternal dimaksudkan untuk mendapat pengertian. radio.Komunikasi Eksternal Komunikasi yang berlangsung antara organisasi atau perusahaan dengan pihak masyarakat yang ada di luar organisasi atau perusahaan tersebut. Eksposisi. dan sebagainya d. promosi.

pertemuan pagi. buletin. Jadi ketika semua prosedur berjalan dengan baik dan semua orang telah terlibat sepenuhnya maka komunikasi internal baru dikatakan berfungsi maksimal. Di dalam perusahaan bahkan sudah terbentuk tembok-tembok yang membatasi antara satu departemen dengan departemen lain atau antara satu seksi dengan seksi lain. pemeliharaan. komunikasi sering berjalan tidak semulus yang dibayangkan.berbagai pihak tersebut terbentuk komunikasi yang terbuka. Walaupun terlihat sebagai suatu yang sudah selayaknya terjadi.3 ini harus mampu menciptakan suatu transparansi dan pembongkaran terhadap tembok-tembok tersebut jika ada. laboratorium. program lingkungan yang melibatkan antar departemen seperti penghematan sumber daya alam berjalan dengan baik karena antara pemilik dan pelaksana program (bagian produksi. Namun demikian aktivitas-aktivitas tersebut hanya merupakan sarana untuk terjadinya proses komunikasi. utilitas dan lingkungan) bekerja sama dengan baik. hukum dan manajemen puncak. dalam prakteknya. Bagian Hubungan Masyarakat mengetahui harus menghubungi siapa ketika ada keluhan dari masyarakat sekitar baik bagian lingkungan.4. Keberhasilan komunikasi internal terletak pada hasil akhirnya sebagaimana berikut: Semua karyawan dapat menjelaskan peran dan tanggung jawabnya terkait dengan isi kebijakan lingkungan. pertukaran informasi yang dinamis. oleh berbagai alasan. organisasi harus membuat dan memelihara prosedur untuk komunikasi internal antara berbagai tingkatan dan fungsi organisasi. email. Komunikasi internal distimulasi dengan cara-cara sebagai berikut: pemasangan pamflet. dan berfungsi sebagai bentuk ikatan yang erat antar fungsi-fungsi dalam organisasi. Sebagai indikasi adalah berbagai macam temuan ketidaksesuaian oleh auditor eksternal pada prinsipnya adalah tidak mulusnya komunikasi antar departmen dalam perusahaan. Penerapan klausa 4. . setiap minggu bagian produksi harus melaporkan volume limbah padatnya kepada bagian lingkungan tetapi tidak dilakukan karena bagian ini merasa bahwa volume tersebut dihitung oleh bagian lingkungan. dan lain sebagainya. Misalnya. .

Namun yang dapat dipastikan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut tidak menanggapi dengan memadai ketika keluhan. Ketika pada akhirnya manajemen memutuskan untuk menanggapi. baik melalui surat resmi (bagian administrasi). Sehingga dapat disimpulkan di sini. media massa (bagian hubungan masyarakat). LSM. Satu perusahaan di Indonesia ditutup operasinya karena ketidakpuasan masyarakat sekitar terhadap kinerja pengelolaan lingkungannya walaupun pemerintah sudah memberikan pernyataan positif terhadap perusahaan tersebut atau beberapa perusahaan lain harus menghentikan operasi sementara karena demonstrasi yang dilakukan oleh masyarakat bahkan mengalami pembakaran dan perusakan fasilitas operasinya. kunjungan fisik (Satpam) dan dikompilasi oleh seksi lingkungan atau wakil manajemen dalam upaya mengevaluasi validitas informasi tersebut. Berbeda dengan system manajemen mutu yang hanya bersinggungan dengan pelanggan maka SML berinteraksi dengan lebih banyak pihak luar. mendokumentasikan. penduduk sekitar. Sistem yang ada harus cukup responsif dalam menanggapi masukan-masukan dan keluhan-keluhan dari pihak-pihak tersebut.menerima. Jadi perlu ditekankan bahwa dalam komunikasi eksternal harus mencakup kegiatan penerimaan informasi dalam bentuk buku . keluhankeluhan menjadi terlalu besar dan segala sesuatunya menjadi terlambat. protes dan masukan-masukan disampaikan oleh pihak-pihak terkait . pers. sekecil apapun keluhan atau hanya masukan dari pihak terkait perusahaan harus mencatat dan membuat keputusan terhadap tindakan yang perlu diambil. Titik-titik masuknya komunikasi eksternal di dalam perusahaan harus diidentifikasi. dan pemerintah. dan menanggapi suatu bentuk komunikasi dari pihak terkait eksternal Masalah lingkungan tidak akan terlepas dengan kepentingan pihak ketiga diluar lingkup geografi perusahaan seperti pemasok. Akhir-akhir ini berita-berita lingkungan terhadap beberapa perusahaan berlangsung terus-menerus sejalan dengan makin meningkatnya kesadaran/kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Memang tidak gampang untuk memastikan bahwa penyebab masalah-masalah tersebut adalah semata-mata faktor lingkungan. Setelah itu perusahaan harus menanggapi masukan tersebut untuk memberikan informasi awal kepada pihak ketiga tersebut sambil menunggu permasalahan diselesaikan.

Perusahaan perlu untuk mengkaji manfaat dari penyampaikan dampak-dampak penting ke pihak-pihak terkait karena keputusan tersebut memiliki konsekuensi yang mungkin merugikan perusahaan itu sendiri. Organisasi harus mempertimbangkan proses terhadap komunikasi eksternal tentang aspek penting lingkungan dan mencatat keputusannya. Oleh karenanya perusahaan harus membuka berbagai kemungkinan mekanisma tersebut dan meminta semua karyawan yang mungkin menjadi titik masuk keluhan atau pertanyaan-pertanyaan mengenai harus mampu untuk mengenali masukan yang diterima dan menindaklanjutinya.komunikasi. tetapi perusahaan diminta membuat keputusan mengenai perlunya mengkomunikasikan dampak penting lingkungan ke pihak-pihak terkait. Kelemahan yang sering ditemui adalah perusahaan tidak menyampaikan hasil analisa mengenai validitas keluhan dan rencana tindakan perusahaan kepada pihak-pihak terkait tersebut. Klausa ini tidak meminta perusahaan untuk mengkomunikasikan dampak penting kepada pihak-pihak terkait. . Seperti diilustrasikan di atas kita tidak boleh membiarkan masalah tersebut menjadi terlalu besar dan tidak bias ditangani perusahaan. Jangan sampai karyawan menjadi tidak sensitif dan membiarkan masalah-masalah tersebut dibawah karpet. Sehingga Standar memberikan kelonggaran kepada perusahaan untuk memilih. PERMASALAHAN Eksternal: 1. televise. pendokumentasian dalam bentuk Tindakan Perbaikan dan Pencegahan dan pemberian tanggapan baik berupa surat atau penjelasan verbal. Membatasi keluhan-keluhan lingkungan hanya yang diterima dalam bentuk surat resmi. telepon. dan bahkan kunjungan ke perusahaan. Informasi mengenai dampak-dampak penting perusahaan bias menimbulkan salah pengertian penduduk sekitar atau dimanfaatkan oleh pihak-pihak lain bagi kepentingan mereka atau pesaing bisnis. Komunikasi bisa dalam berbagai bentuk langsung atau tidak langsung seperti surat kabar.

daftar hadir pelatihan dan lain sebagainya. Lakukan analisa gap. 2.2. Bicara dengan semua orang. bulletin. Jika sudah ada. kartu kecil berisi kebijakan lingkungan. Sehingga ketentuan untuk mendokumentasikan proses-proses penyelesaian masalah menjadi sangat esensial karena kedua belah pihak harus merujuk kepada keputusan-keputusan yang pernah diambil. ganti rugi yang pernah diberikan. organisasi dengan bangga menguraikan kelengkapan sarana-sarana komunikasi internalnya seperti pamphlet. Auditee cukup puas hanya pada kelengkapan metoda-metoda tetapi tidak betul-betul mengevaluasi efektivitas komunikasi tersebut: Apakah setiap orang sudah memahami peran dan tanggung jawabnya. Internal: Ketika diaudit oleh badan sertifikasi. Tidak mendokumentasikan hasil-hasil komunikasi yang telah dilakukan. orang akan memberitahu anda seberapa baik mekanisma tersebut berjalan sehingga anda mengetahui seberapa efektif komunikasi berlangsung. Penyelesaian keluhan-keluhan lingkungan biasanya berlangsung lama karena sifatnya yang tidak sederhana dan multi sektor (khususnya jika terkait dengan dampak sosial ekonomi). Suatu keputusan yang sangat relevan dan baik tetapi perusahaan tersebut tidak menyatakan apapun hal tersebut di dalam manual atau prosedur SMLnya. 3. Pertama Anda perlu bicara dengan banyak orang untuk mendapatkan informasi dan membuktikkan bahwa sarana dan mekanisma komunikasi internal dan eksternal telah tersedia atau belum. notulen pertemuan-pertemuan penting dan lain sebagainya. Standar jelas meminta untuk mendokumentasikan informasi yang diterima termasuk tanggapan yang diberikan. Apakah mereka telah terlibat dengan aktif atau Apakah mereka memiliki informasi yang cukup sesuai dengan posisinya? PENERAPAN 1. Tanpa bukti tertulis perusahaan akan terjebak pada pengulangan-pengulangan keputusan yang tiada berujung. Banyak perusahaan di Indonesia memutusakan untuk tidak mengkomunikasikan dampak-dampak penting lingkungan ke pihak-pihak terkait. Membandingkan antara mekanisma yang anda miliki dan persyaratan komunikasi yang baik. maka anda dapat mengetahui kekurangan proses komunikasi ini untuk .

Jika ya. dan label. Berita Acara. Spanduk. 5. Log komunikasi eksternal. 2. operator telepon atau satpam berdasarkan kebiasaan yang ada tidak mengetahui bahwa mereka harus mencatat masukan-masukan atau keluhan tentang lingkungan. Surat-menyurat. Jalankan dan analisa. Buatkan prosedur. 4. . 3. Dalam hal keluhan atau masukan lingkungan Anda mungkin perlu membuat simulasi sebagai suatu cara uji coba karena perusahaan Anda memang tidak pernah mendapatkan keluhan-keluhan lingkungan. 3. Adapun komunikasi internal yang efektif akan menyumbangkan kinerja lingkungan yang efektif sebagai akibat keterlibatan maksimal para karyawan. DOKUMENTASI 1. Prosedur komunikasi eksternal dan internal. tentu Anda perlu memberikan penjelasan atau bahkan pelatihan khusus mengenai hal ini. Anda mungkin butuh 3-4 bulan untuk melihat apakah prosedur tersebut berjalan dengan baik atau tidak.diperbaiki. Manual menyebutkan mengenai kebijakan dalam komunikasi. Sebagai contoh. dan Notulen pertemuan KESIMPULAN Kemampuan perusahaan dalam bertinteraksi dengan pihak-pihak terkait mengenai masalahmasalah lingkungan merupakan syarat penting bagi keberlangsungan perusahaan itu sendiri atau bisa memberikan citra positif di pasar sebagai perusahaan yang berwawasan lingkungan. Langkah berikut adalah penerapan prosedur dalam mana setiap langkah dan hasilnya dianalisa untuk melihat kinerjanya. 4. pamflet. Setelah anda menemukan tata cara yang dianggap terbaik termasuk bagianbagian yang mesti terlibat maka saatnya untuk menuangkannya ke dalam prosedur komunikasi.

CONTOH: PROSEDUR KOMUNIKASI EKSTERNAL .

semua karyawan Mendokumentasikan informasi ke dalam log komunikasi Mengevaluasi masalah untuk mencari solusi dan sumber tanggapan Menanggapi keluhan Memantau pelaksanaan Surat. Humas Form .PIC PROSEDUR DOKUMEN Menerima informasi/ keluhan dari pihak eksternal Operator. Tamu. Buku Seksi lingkungan Log komunikasi eksternal Seksi lingkungan Form: CPAR Seksi lingkungan dan Humas / dll Surat/Pertemuan Seksi lingkunga. Satpam.

pemantauan .

xx/xx/01 bagian selatan pabrik .CONTOH: LOG KOMUNIKASI EKSTERNAL Masukan Bau dari pengoperasian IPAL Kualitas emisi gas buang untuk parameter NO2 diatas standaar Kebisingan Tgl. 01 Pemantauan 1/10/01 Laporan memang betul CAR No. 1/11/01 Evaluasi Keluhan memang betul terjadi Tanggapan CAR No. 02 pada Juli 2001 Tidak pernah dioperasikan malam hari Surat tanggapan No.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful