Transmisi CVT (Continuosly Variable Transmision

)
Perkembangan dunia otomotif tidak hanya kemunculan kendaraankendaraan baru, namun juga teknologi yang mengiringinya. Untuk power train, dalam hal ini transmisi, telah mengalami evolusi yang sedemikian pesatnya. Dari transmisi manual transmisi otomatis CVT (Continously Variable Tranmision).

Sejak dari transmisi otomatis ditemukan, pedal kopling yang membuat kaki pegal ketika melewat kemacetan lalu lintas bisa dieliminasi. Namun ternyata itu saja belum cukup, hentakan yang dirasakan saat perpindahan transmisi otomatis menjadi kekurangan yang dirasakan para pengguna kendaraan. Namun itu semua bisa teratasi sekarang, dengan ditemukannya Tranmisi Automatic CVT. Perpindahan percepatan terasa halus dan mulus mulai dari start sampai kecepatan maksimum. CVT adalah Sistem Transmisi yang cara kerjanya memanfaatkan perubahan diameter puli antara puli penggerak (driver) dan puli yang digerakkan (driven) sehingga melakukan variasi ratio transmisi secara continiu. CVT (Continously Variable Transmision) adalah transmisi yang menggunakan puli dan belt (sabuk) untuk menciptakan perbandingan putaran (transmisi manual dan transmisi otomatis biasa menggunakan gear). Perubahan rasio diperoleh dengan kemampuan puli yang dapat menambah atau mengurani diameternya. Kehalusan yang diperoleh dari CVT ternyata menyisakan kekurangan dalam hal kemampuan menyalurkan tenaga yang besar. Itulah alasan kenapa CVT hanya digunakan untuk kendaraan-kendaraan kecil. kekurangan lainnya adalah karena

perbandingan "gigi" diperoleh dengan besar kecilnya diameter puli, butuh transmisi yang BESAR untuk menghasilkan perbandingan gigi yang lebih bervariasi.

Namun

inilah

hebatnya

perkembangan

dunia

otomotif.

Setiap

permasalahan selalu ada solusi. Saat ini sedang dikembangkan, bahkan sudah

Transmisi otomatis yang konvensional terdiri atas sejumlah rasio tingkat kecepatan yang tetap. kondisi ideal kerap masih tidak tercapai. Sesuai dengan namanya. Sistem transmisi dengan otomatis memilih tingkat kecepatan yang paling sesuai dengan kecepatan aktual kendaraan dan posisi pedal gas. respon yang cepat dan tanpa hentakan. hanya sekitar 90 persen tenaga mesin yang terpakai dengan efisien. Meskipun begitu. perpaduan antara CVT dengan planetary gear. sejumlah transmisi otomatis menggunakan perubah torque ("torque converter") yang terhubung langsung dengan mesin. CVT tidak menggunakan perangkat rasio tingkat percepatan yang tetap. Transmisi CVT dengan sistem belt-driven. Dengan planetary gear. ternyata siklus perkembangan otomotif akan kembali ke masa-masa awal meskipun tidak 100%. CVT dapat menghasilkan perbandingan "gigi" setara dengan 7 tingkat percepatan transmisi manual dengan kontruksi yang kompak.mulai diaplikasikan. Penggunaan gear (roda gigi) yang dianggap kuno dan ketinggalan jaman sekarang menjadi unsur yang semakin mengokohkan CVT sebagai model transmisi masa kini. dapat menyalurkan tenaga dari mesin ke roda dengan halus. Meski perangkat di atas terpasang dengan sistem "lock-up clutch:" atau kopling yang terkunci. Virtual gear ratio map dan 7-speed mode untuk simulasi perpindahan transmisi yang dinamis. CVT (Continuously Variable Transmission) merupakan sistem transmisi otomatis yang memanfaatkan perubahan diameter antara pulley penggerak (driver pulley/pulley primer) dang pulley yang digerakkan (driven pulley/pulley sekunder) untuk memindahkan daya dari mesin menuju roda. Seperti dunia mode. . melainkan bekerja dari posisi diam ke kecepatan maksimum dengan halus dan tak terputus. sistem ini tidak beroperasi secara bertahap. Oleh karena itu. CVT juga tidak menggunakan "perubah torque" (torque converter) yang justru mencuri tenaga mesin.

Pada saat jalan menurun. Semakin kecil diameter puley akan membentuk jarak semakin lebar dan sebaliknya. Tidak akan terjadi hentakan saat perpindahan didi 4. Komponen pada CVT : 1. yang terdiri dari beberapa komponen berikut : . Memberikan perubahan kecepatan dan perubahan torsi dari mesin ke roda belakang secara otomatis 2. Perpindahan kecepatan yang sangat lembut KERUGIAN CVT 1. Pembukaan gas cenderung besar. karena dibutuhkan putaran tinggi untuk bisa berjalan dan berpidah rasio 3. Karena lebih banyak bekerja pada putaran tinggi dimungkinkan mesin lebih cepat rusak jika tidak mendapatkan perawatan yang lebih 5. sehingga cenderung mengerem dan rem akan terbakar 6. maka mesin kendaraan anda bekerja dengan sangat efisien baik dalam pengoperasian mode "D" atau drive di jalan raya atau penampilan yang lebih garang dengan mode "S" atau sport untuk kondisi off-road (HR-V 4WD). Perbandingan rasio gigi yang sangat tepat tanpa harus memindahan gigi 3. engine brake yang terjadi sangat kecil. 7. KEUNTUNGAN SISTEM CVT 1.Dengan terus-menerus mencocokkan rasio ideal transmisi dengan kerja mesin. Untuk start pertama dibutuhkan putaran yang tinggi 2.Yang dimaksud jarak yaitu jarak yang terdapat pada sela-sela puley. Karena kecilnya engine breke ini akan menimbulkan motor sulit dikendalikan saat jalan menurun. untuk itu tidak disarankan menggunakan motor matic di kondisi jalan menanjak dan menurun bagi yang belum berpengalaman. semakin besar diameter puley akan membentuk jarak yang sempit. Puley primer yaitu penyalur putaran dari kruk as dengan v-belt. Keausan belt atau roller sebagai faktor utama bila digunakan pada Daya> 135 HP CVT ini bekerja melalui 2 buah puley (piringan pemutar v-belt). Penggunaan bensin lebih boros 4.

Variable-diameter Pulley (VDP) Variable-diameter Pulley (VDP). yaitu sistem CVT secara sederhana terdapat dua V-belt puli yang tegak lurus untuk memisahkan antar puli dari axes rotasi. Jarak antara pulleys tidak berubah. namum belt mampu mengubah ratio gear sehingga kedua pulleys harus disesuaikan (satu lebih besar. Puley sekunder yaitu penyalur putaran dari v-belt menuju as roda belakang. Ratio gear diubah agar bergerak pada dua bagian dari satu puli penggerak dan dua bagian lainnya dari satu puli digerakan.y y y y y y y Dinding luar puley primer dan kipas pendingin Dinding dalam puley primer Bushing/bos puley 6 buah peluru sentrifugal Dinding penahan Peluru penyearah Gigi pemutar motor starter 2. yg terdiri dari beberapa komponen berikut : y y y y y Dinding luar puley sekunder Kopling sentrifugal Per pendorong Dinding dalam puley sekunder Torsi cam Sistem CVT memilik beberapa type penggerak ratio yaitu : 1. ini akan menyebabkan sabuk untuk naik lebih kencang sedangkan yang lain lebih longgar agar dapat melakukan perubahan yang efektif. dengan V-sabuk berjalan di antara mereka. Belt rata-rata berbentuk V dimana bagian ikat pinggang dibentuk salid (T) agar dapat menahan tekanan. yang lainnya kecil) sekaligus untuk mempertahankan jumlah tepat ketegangan pada sabuk. seperti gambar berikut ini. .

Sistem secara drastis fungsinya berbeda. Berikut adalah cara kerjanya: Satu disk terhubung ke mesin (katrol penggerak) Disk lain terhubung ke batang (kontrol digerakan). sehingga peningkatan kecepatan dan penurunan torque. yang memungkinkan roda kontak dengan disc. Sehingga dapat memutar roda dua sepanjang sumbu axis dan berputar di sekeliling sumbu horisontal serta memindahkan daya di luar atau di sekeliling sumbu vertikal. dibuat dari disk dan roller yang berfungsi mentransfer daya antara disk. terletak antara disc sebagai belt (pada CVP). yang digerakan dengan transmisi listrik dari satu disk ke yang lain. menjadi rasio perubahan. Satu disk sebagai inputan dan yang kedua adalah output (tidak ada kontak antar disk). sehingga pengurangan kecepatan dan peningkatan torque. Gerakan yang sederhana dari roda. Rollers atau roda. Kontak roda penggerak disk dekat rim maka harus menghubungi driven disc dekat pusat. Ketika roda berada dalam kontak dengan disk mengemudi di dekat pusat. Continuously Variable Pulley (CVP) 2. Continuously Variable Transmission Toroidal Seperti gambar diatas Toroidal atau roller berbasis CVT. .Gambar. mereka harus menghubungi driven disc dekat rim. Disk digambarkan sebagai dua bagian yang berbentuk kerucut (point-to-point) sehingga sisi disk pada dua bagian dapat mengisi pusat lubang yang torus. dengan semua komponen yang sejalan dengan roda/roller dan sistem katrol menghasilkan seperti prinsip CVT. dapat secara bertahap akan mengubah gear ratio.

Gambar. Dalam transmisi jenis ini pemutaran gerakan mesin pompa menerapkan sistem pengerak hydrostatic dimana pompa yang mengkonversi pemutaran gerakan menjadi aliran cairan. Kemudian. dengan motor hydrostatic terletak di samping menggerakkan. Continuously Variable Transmission Toroidal 3. Hydrostatic CVT Hydrostatic CVT adalah salah satu jenis CVT. cairan yang mengalir kemudian dikonvert kembali ke dalam gerakan pemutaran yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini. Continuously Variable Transmission Hydraulic . menggunakan variabelkapasitas pompa ke bervariasi cairan mengalir masuk hydrostatic aktuator. Gambar.

Electrical Continuously Transmission (ECVT) Dari permasalahan yang ditimbulkan dari beberapa CVT maka dalam sistem terbaru dengan menggunakan elektrikal atau yang disebut dengan Electrical Continuously Variable Transmission (ECVT). roda bergigi konvensional dalam CVT diganti dengan dua drum yang ukurannya dapat berubah. Secara teknis. meningkatkan efisiensi transmisi. Dengan mengoptimalkan range rasio dari kecepatan belt dan melengkapi transmisinya dengan kontrol tekanan pulleyside secara langsung. Dengan meminimalkan kerugian-kerugian dari CVT yang ada sehingga efisiensi transmisi dan daya mesin yang dihasilkan dapat dicapai Bagaimana Transmisi CVT Bekerja? Transmisi CVT milik Honda secara kontinu memonitor durasi dan bukaan gas. P erbaikan sistem ini meliputi terjadi perubahan akibat pengaruh ratio. Manfaat lain dari sistem ini diharapkan juga memperbaiki bahan bakar menjadi lebih ekonomi. Pergerakan sabuk baja ini dibentuk oleh setiap drum. Sistem diharapkan mampu mengurangi persoalan slip. Di dalam kedua . Ini adalah rasio rendah (gigi 1). dan secara otomatis mengubah mode pengendaraan untuk kontrol yang optimal. sistem transmisi ini memberikan rasa berkendara yang natural. Diameter dari setiap drum diatur oleh sebuah komputer transmisi yang menambah atau mengurangi tekanan minyak ke dalam setiap bagian yang bergerak dari setiap drum. dan selembar sabuk baja (steel drive belt). ECVT menggunakan suatu penggerak ratio dengan menekan belt yang diatur oleh elektrik motor untuk mengendalikan gerakan dikombinasikan dengan suatu Fork Push Belt dengan lead screw untuk menggerakan mekanisme sehingga Fork Push Belt dapat mengendalikan ratio puli CVT.4. dan memperbaiki tingkat ekonomis bahan bakar. Diameter drum sekarang berputar balik sehingga katrol penggerak berputar lebih cepat dari katrol yang bergerak. dan juga untuk memungkinkan meningkatkannya performance system. Didalam gigi tinggi (top gear) tekanan tinggi minyak masuk ke dalam katrol penggerak "drive pulley". slip. dengan efisiensi bahan bakar untuk meningkatkan torsi/daya pada CVT dari kendaraan yang diteliti. pengendalian ratio secara optimal.

komputer transmisi membantu menyeimbangkan tekanan minyak ke setiap drum dan ini menghasilkan rasio yang tepat ke kondisi jalanan dan posisi akselerator dan moda pengendaraan mobil (drive mode). maka akan tercipta kesetimbangan antara putaran mesin dengan beban sehingga skuter tidak akan berakselerasi lagi. Makin tinggi makin membuat roller makin terlempar. Hal ini dapat terjadi misalnya saat tanjakan atau kecepatan topspeed tercapai). Jadi disesuaikan dengan kondisi beban mobil. putaran mesin akan naik linear terhadap kecepatan kendaraan.Misalnya kita jalan pada gigi tertentu. kecepatannya tidak bertambah. Padahal sebenarnya tidak memerlukan putaran segitu pada kecepatan tertentu. rasio terendah dan tertinggi. . Tapi kenapa CVT skuter tidak bisa sehemat bebek? Bros pasti sudah tau semua bahwa di skuter banyak tenaga yang hilang percuma saat skuter mulai berjalan dari kondisi diam. Faya sentrifugal (sebuah) massa benda yang berputar (pada porosnya) . Ini yang membuat semua tenaga mesin tersalurkan dan terpakai sempurna tanpa terbuang percuma.posisi ini. perubahan rasio transmisinya diatur oleh komputer. Jadi perubahan rasio transmisi skuter hanya berubah berdasarkan putaran mesin. Yaitu CVT matic. Berbeda dengan sistem roda gigi pada persneling mobil/motor. Mobil matic pada umumnya ini memiliki sistem transmisi yang sama dengan skuter. Mengenai transmisi mobil seperti Honda Jazz yang sama-sama CVT. Jika beban bertambah. Ini karena sistem CVT menggunakan roller-rollercentrifugal yang bekerja berdasarkan prinsip fisika.

Jika Yamaha dapat mencangkokkan sebuah komputer untuk mengendalikan sistem CVT sehingga kerjanya dapat dijaga pada pita (kruva) tenaga tertentu saja dengan bahan bakar yang sedikit pula ± ideal untuk motor balap enduro yang kompetitif´ . dengan konsumsi bbm yang lebih hemat. maka menurut saya dengan cara berkendara yang normal. Ini tidak akan bisa didapatkan di sistem roda gigi karena kenaikan putaran vs kecepatan bersifat linear. Mesin hanya berputar pada putaran yang dibutuhkan oleh beban/kecepatan kendaraan. Nah kembali ke bahasan utama: jika Pabrikan Motor menambahkan alat kontrol elektronik pada motor produksinya. Senada dengan bro BlueNote Visor down pun menuliskan pendapatnya mengenai Motor Ber CVT seperti yang ia katakan mengomentari sistem CVT untuk motor enduro yamaha : ³CVT merupakan sebuar girbok yang dapat menghasilkan tenaga lebih. maka motor ini bisa menjadi motor yang ebih efesien lagi konsumsi bahan bakarnya. dan memberikan pilihan gear hampir tak berhingga.Ini kuncinya penghematan yang bisa didapatkan dengan prinsip CVT.

roda belakang agak tertahan. sehingga membuat perbandingan gigi yang sesuai SAAT PUTARAN TINGGI Saat putaran tinggi. pulley primer membesar. SAAT RODA BEBAN BERAT / MENANJAK Pada saat menanjak. sehingga pulley sekunder mengecil. perbandingan putaran akan berubah lagi. karena putaran mesin meninggi. SAAT PUTARAN MULAI JALAN Saat mulai berjalan kompling sentrifugal pada pulley sekunder mulai terhubung dan memutar roda belakang SAAT PUTARAN MENENGAH Saat putaran menengah besar pulley sekunder dan primer relatif sama. atau beban berat.CARA KERJA DARI CVT SAAT PUTARAN LANGSAM Saat putaran langsam kopling sentrifugal pada pulley sekunder belum berhubungan. oleh karena beban sehingga pulley sekunder membesar dan pulley primer mengecil. oleh karena pulley primer membesar belt lebih banyak tertarik ke depan. . sehingga putaran dari pulley primer belum dapat diteruskan ke roda belakang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful