makalah malpraktek

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Sorotan masyarakat yang cukup tajam atas jasa pelayanan kesehatan oleh tenaga kesehatan, khususnya dengan terjadinya berbagai kasus yang menyebabkan ketidakpuasan masyarakat memunculkan isu adanya dugaan malpraktek medis yang secara tidak langsung dikaji dari aspek hukum dalam pelayanan kesehatan, karena penyebab dugaan malpraktek belum tentu disebabkan oleh adanya kesalahan/kelalaian yang dilakukan oleh tenaga kesehatan, khususnya dokter. Bentuk dan prosedur perlindungan terhadap kasus malpraktek yang ditinjau dari UndangUndang Perlindungan Konsunmen No.8 tahun 1999. peraturan tersebut mengatur tentang pembinaan dan pengawasan yang dilakukan oleh pemerintah melalui lembaga-lembaga yang dibentuk oleh pemerintah yang membidangi perlindungan konsumen, selain peran serta pemerintah, peran serta masyarakat sangat perlu dibutuhkan dalam perlindungan konsumen dalam kasus malpraktek serta penerapan hukum terhadap kasus malpraktek yang meliputi tanggung jawab hukum dan sanksinya menurut Hukum Perdata, pidana dan administrasi. 1.2. Tujuan Penulisan 1. Menjelaskan penegrtian malpraktek. 2. Menjelaskan jenis-jenis malpraktek dibidang pelayanan kesehatan. 3. Menjelaskan cara-cara pembuktian malpraktek 4. Memahami upaya pencegahan malpraktek. 1.3. Kasus June 28, 2010 ‡ 1:03 pm Malpraktek Rumah Sakit Mohammad Anwar, Mata Bayi 6 Bulan di Copot Kediri ± Nahas menimpa Rendi Nur Rizki, balita berusia enam bulan. Anak pertama pasangan Nuryudi (22) dengan Reli Hartani (24) harus hidup tanpa satu bola mata, di sebelah kanannya. Balita berjenis kelamin laki-laki malang ini kehilangan indera penglihatannya setelah sebelumnya menjalani operasi di Rumah Sakit dr H Mohammad Anwar Sumenep. Karena keluarga merasa putus asa dengan penanganan kepolisian, kini Rendi dibawa pulang ke rumah kakeknya Sajuri (63) Dusun Gondang, Desa Purworejo, kecamatan Kandat kabupaten Kediri. Nuryudi, ayah korban membawa pulang anaknya sejak satu bulan lalu. Yudi mengaku lelah memperjuangkan nasib anaknya di Sumenep, namun sampai saat ini ia belum mendapatkan keadilan. ³Saya hanya bisa menunggu hasil dari penanganan kasus ini oleh pengacara saya, Azam Khan SH dari Jakarta yang berjanji memberikan bantuan hukum secara gratis,´ ungkap Yudi, Rabu (7/4). Masih kata Yudi, melalui pesan pendek dari pengacara dijelaskan bahwa kasus tersebut sudah dilaporkan kepada Dewan Kehormatan Kedokteran. Sebab hingga saat ini pihak keluarga meyakini jika lepasnya bola mata kiri Rendi saat dirawat di Rumah Sakit Umum Muhammad Anwar akibat dugaan malpraktek medis. Yudi menjelaskan, peristiwa memilukan yang menimpa buah hatinya bermula dari kedatangannya bersama sang istri ke rumah sakit Muhammad Anwar Sumenep pada 12 Oktober 2009 lalu. Saat itu istrinya Reli hendak melahirkan.

Tepat pada tanggal 12 November 2009. Petaka itu pun datang. akhirnya Rendi harus dirawat di inkubator. Yudi dan Reli malah mendapat bentakbentakan dari petugas medis. akhirnya keluarga memutuskan untuk lapor polisi. Namun. Sedangkan. Reli ibu Rendi seakan tak percaya bahwa bola mata anaknya telah dikeluarkan dari kelopaknya. Namun. dia diminta datang. meski sempat diproses. ³Saat itu tiba-tiba datang salah seorang perawat menyodorkan surat pernyataan kepada tetangga saya bahwa mata Rendi harus dioperasi karena terkena penyakit yang berbahaya. karena Yudi sebagai kuli angkut harus bekerja mencari uang untuk biaya perawatan anaknya. . Rendi pun lahir secara normal. Namun. karena berat berat badan bayi di bawah normal.Setelah dalam penanganan medis. karena saat lahir mata anak saya normal.´ masih cerita Yudi. Tentu saja saya shock. saat Marwan harus beli obat ke rumah sakit. Tetangga saya pun membubuhi tanda tangannya dan anak saya akhirnya dioperasi. Rendi ditunggui oleh neneknya Marwah. Rendi pun harus ditunggui secara bergantian oleh keluarganya. Pada tanggal 22 Oktober. kemudian keluarga mendatangi rumah sakit. Keesokan harinya. Yudi mendapat surat dari rumah sakit. Rendi dijaga oleh tetangga Misrawani. ´Tiba-tiba saya diberi bola mata anak saya dan disuruh menguburkan karena mengandung penyakit yang berbahaya. namun akhirnya kasus itu dihentikan oleh pihak kepolisian Resor Sumenep karena tidak ditemukannya alat bukti malpraktik. atau tepatnya hari ke-9 setelah kelahirannya. Ditunjukkan dengan surat pemberitahuan Polres Sumenep nomor B/352/X/2009/Satreskrim yang ditandatangani Kepala Satuan Reskrim Ajun Komisaris Polisi Mualimin. kalau tidak akan menjalar ke otak. Apalagi. Dalam surat tersebut tertulis bahwa Polres Sumenep belum menemukan alat bukti baru (novum) untuk melanjutkan pemeriksaan tersebut. pada tanggal 23 Oktober 2009.´ cerita Yudi. Reli ibunya diperbolehkan pulang. Karena tidak terima. untuk menuntut agar mengembalikan bola mata Rendi.

BAB II PEMBAHASAN 2. Hal ini perlu difahami mengingat dalam profesi tenaga perawatan berlaku norma etika dan norma hukum. 1893). or negligence in providing care to the patient. Pengertian malpraktik medik menurut WMA (World Medical Associations) adalah Involves the physician¶s failure to conform to the standard of care for treatment of the patient¶s condition. 1. ‡ Criminal malpractice yang bersifat sengaja (intensional) misalnya melakukan euthanasia (pasal 344 KUHP). 2. . otoritas. Civil malpractice dan Administrative malpractice. Oleh sebab itu apabila timbul dugaan adanya kesalahan praktek sudah seharusnyalah diukur atau dilihat dari sudut pandang kedua norma tersebut. Di dalam setiap profesi termasuk profesi tenaga kesehatan berlaku norma etika dan norma hukum. membuka rahasia jabatan (pasal 332 KUHP). yang lazim dipergunakan terhadap pasien atau orang yang terluka menurut ukuran dilingkungan yang sama (Valentin v.1. sehingga apabila ada kesalahan praktek perlu dilihat domain apa yang dilanggar. Yang jelas tidak setiap ethical malpractice merupakan yuridical malpractice akan tetapi semua bentuk yuridical malpractice pasti merupakan ethical malpractice (Lord Chief Justice. sehingga malpraktik berarti ³pelaksanaan atau tindakan yang salah´. membuat surat keterangan palsu (pasal 263 KUHP). Karena antara etika dan hukum ada perbedaan-perbedaan yang mendasar menyangkut substansi. kecerobohan (reklessness) atau kealpaan (negligence). 1956). Perbuatan tersebut (positive act maupun negative act) merupakan perbuatan tercela. b. La Society de Bienfaisance Mutuelle de Los Angelos. Pengertian Malpraktek Secara harfiah ³mal´ mempunyai arti ³salah´ sedangkan ³praktik´ mempunyai arti ³pelaksanaan´ atau ³tindakan´. Dilakukan dengan sikap batin yang salah (mens rea) yang berupa kesengajaan (intensional). Malpraktek Dibidang Hukum Untuk malpraktik hukum atau yuridical malpractice dibagi dalam 3 kategori sesuai bidang hukum yang dilanggar. tujuan dan sangsi. Kesalahan dari sudut pandang etika disebut ethical malpractice dan dari sudut pandang hukum disebut yuridical malpractice. Criminal malpractice Perbuatan seseorang dapat dimasukkan dalam kategori criminal malpractice manakala perbuatan tersebut memenuhi rumusan delik pidana yakni : a. which is the direct cause of an injury to the patient (adanya kegagalan dokter untuk menerapkan standar pelayanan terapi terhadap pasien. maka ukuran normatif yang dipakai untuk menentukan adanya ethical malpractice atau yuridical malpractice dengan sendirinya juga berbeda. atau kurangnya keahlian. yang menjadi penyebab langsung terhadap terjadinya cedera pada pasien). California. ‡ Criminal malpractice yang bersifat ceroboh (recklessness) misalnya melakukan tindakan medis tanpa persetujuan pasien informed consent. Definisi malpraktik profesi kesehatan adalah kelalaian dari seseorang dokter atau perawat untuk mempergunakan tingkat kepandaian dan ilmu pengetahuan dalam mengobati dan merawat pasien. melakukan aborsi tanpa indikasi medis pasal 299 KUHP). atau mengabaikan perawatan pasien. or a lack of skill. yakni Criminal malpractice.2.

c. Dereliction of Duty (penyimpangan dari kewajiban) Jika seorang dokter melakukan tindakan menyimpang dari apa yang seharusnya atau tidak melakukan apa yang seharusnya dilakukan menurut standard profesinya. Tidak melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan. Melakukan apa yang menurut kesepakatannya tidak seharusnya dilakukan. ketinggalan klem dalam perut pasien saat melakukan operasi. b. Apabila aturan tersebut dilanggar maka tenaga kesehatan yang bersangkutan dapat dipersalahkan melanggar hokum administrasi. pemerintah mempunyai kewenangan menerbitkan berbagai ketentuan di bidang kesehatan. Perlu diketahui bahwa dalam melakukan police power. batas kewenangan serta kewajiban tenaga perawatan. 2. maka dokter dapat dipersalahkan. Duty (kewajiban) Dalam hubungan perjanjian tenaga dokter dengan pasien.Dengan prinsip ini maka rumah sakit/sarana kesehatan dapat bertanggung gugat atas kesalahan yang dilakukan karyawannya (tenaga kesehatan) selama tenaga kesehatan tersebut dalam rangka melaksanakan tugas kewajibannya. d. cacat atau meninggalnya pasien. Tindakan tenaga kesehatan yang dapat dikategorikan civil malpractice antara lain: a. Damage (kerugian) Dokter untuk dapat dipersalahkan haruslah ada hubungan kausal (langsung) antara penyebab (causal) dan kerugian (damage) yang diderita oleh karenanya dan tidak ada peristiwa atau . Administrative malpractice Dokter dikatakan telah melakukan administrative malpractice manakala tenaga perawatan tersebut telah melanggar hukum administrasi. 2. Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi tidak sempurna. misalnya tentang persyaratan bagi tenaga perawatan untuk menjalankan profesinya (Surat Ijin Kerja. Pembuktian Malpraktek Dibidang Pelayanan Kesehatan Dalam kasus atau gugatan adanya civil malpractice pembuktianya dapat dilakukan dengan dua cara yakni : 1. Cara langsung Oleh Taylor membuktikan adanya kelalaian memakai tolok ukur adanya 4 D yakni : a. Surat Ijin Praktek). 3. Civil malpractice Seorang tenaga kesehatan akan disebut melakukan civil malpractice apabila tidak melaksanakan kewajiban atau tidak memberikan prestasinya sebagaimana yang telah disepakati (ingkar janji). dokter haruslah bertindak berdasarkan: 1) Adanya indikasi medis 2) Bertindak secara hati-hati dan teliti 3) Bekerja sesuai standar profesi 4) Sudah ada informed consent. Pertanggung jawaban civil malpractice dapat bersifat individual atau korporasi dan dapat pula dialihkan pihak lain berdasarkan principle of vicarius liability. b. c.‡ Criminal malpractice yang bersifat negligence (lalai) misalnya kurang hati-hati mengakibatkan luka. Pertanggung jawaban didepan hukum pada criminal malpractice adalah bersifat individual/personal dan oleh sebab itu tidak dapat dialihkan kepada orang lain atau kepada rumah sakit/sarana kesehatan.3. Melakukan apa yang menurut kesepakatannya wajib dilakukan tetapi terlambat melakukannya. Direct Cause (penyebab langsung) d.

undang-undang merujuk ke KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) bila terjadi tindak pidana. kalau sampai diajukan ke Pengadilan tetap terkatung-katung tidak ada kunjung penyelesaiannya.tindakan sela diantaranya. sampai kini. Fakta itu terjadi tanpa ada kontribusi dari pasien dengan perkataan lain tidak ada contributory negligence. Sebagai adagium dalam ilmu pengetahuan hukum. Fakta itu terjadi memang berada dalam tanggung jawab dokter c. Namun. bersifat intern. 2. karena health care provider baik tenaga kesehatan maupun rumah sakit hanya bertanggung jawab atas pelayanan kesehatan yang tidak sesuai standar profesi/standar pelayanan.. dan hal ini haruslah dibuktikan dengan jelas. akhir-akhir ini. bukan keberhasilan. kewajiban hukum baik terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain. Doktrin res ipsa loquitur dapat diterapkan apabila fakta-fakta yang ada memenuhi kriteria: a. Fakta tidak mungkin ada/terjadi apabila dokter tidak lalai b. 3. sering diberitakan di media masa. materinya ternyata hanya mengatur masalah disiplin. kewajiban yang harus dilaksanakan adalah daya upaya maksimal. belum ada yang tuntas penyelesaiannya. Perbuatan melawan hukum tidak terbatas haya perbuatan yang melawan hukum. masalah dugaan malpraktik medik ini sudah ada ketentuan di dalam common law dan menjadi yurisprudensi. misalnya rumah sakit akan bertanggung gugat atas kerugian pasien yang diakibatkan kelalaian perawat sebagai karyawannya. antara lain: 1. Namun. akan tetapi termasuk juga yang berlawanan dengan kesusilaan atau berlawanan dengan ketelitian yang patut dilakukan dalam pergaulan hidup terhadap orang lain atau benda orang lain (Hogeraad 31 Januari 1919). Walaupun Indonesia berdasarkan hukum tertulis. maka pembuktiannya adanya kesalahan dibebankan/harus diberikan oleh si penggugat (pasien) 2. Malpraktek Ditinjau Dari Segi Etika dan Hukum Masalah dugaan malpraktik medik. 2. Di lapangan pengobatan. lantas apa gunanya? Di negara yang menganut sistem hukum Anglo-Saxon. Liability in tort Liability in tort adalah tanggung gugat atas perbuatan melawan hokum (onrechtmatige daad). seharusnya tetap terbuka . Vicarius liability Vicarius liability atau respondeat superior ialah tanggung gugat yang timbul atas kesalahan yang dibuat oleh tenaga kesehatan yang ada dalam tanggung jawabnya (sub ordinate).4. Untuk segi hukumnya. Walaupun setiap orang dapat mengajukan ke Majelis Disiplin Kedokteran. Hasil (outcome) negatif tidak dapat sebagai dasar menyalahkan dokter. Cara tidak langsung Cara tidak langsung merupakan cara pembuktian yang mudah bagi pasien. Namun. Tadinya masyarakat berharap bahwa UU Praktik Kedokteran itu akan juga mengatur masalah malpraktek medik. tetapi hanya yang menyangkut segi disiplin saja. Contractual liability Tanggung gugat ini timbul sebagai akibat tidak dipenuhinya kewajiban dari hubungan kontraktual yang sudah disepakati. yakni dengan mengajukan fakta-fakta yang diderita olehnya sebagai hasil layanan perawatan (doktrin res ipsa loquitur). Di dalam transaksi teraputik ada beberapa macam tanggung gugat.

Harapan masyarakat. Bagi ahli falsafah. Franz Magnis Suseno menyebut etika sebagai ilmu yang mencari orientasi bagi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan yang amat fundamental : bagaimana saya harus hidup dan bertindak ? Peter Singer. ketika mereka merasa dirugikan akibat tindakan medis. profesional dan terhormat tentu berlaku juga untuk eksekutif lain di rumah sakit. Etika punya arti yang berbeda-beda jika dilihat dari sudut pandang pengguna yang berbeda dari istilah itu. Ini berdasarkan prinsip hukum ³de minimis noncurat lex´. kebiasaan dan perilaku orang-orang dari lingkungan budaya tertentu. jujur. terhadap organisasi dan staff. adil. serta bertindak dengan cara-cara yang profesional. terhadap pemrintah dan pada tingkat akhir walaupun tidak langsung terhadap masyarakat. semuanya merupakan Pe-Er besar bagi pemerintah. etika adalah ilmu atau kajian formal tentang moralitas. adil. perbuatan yang disengaja (intentional tort). Barangkali inovasi cerdas pemerintah guna menangani kasus malpraktek dan sengketa medik adalah lahirnya RUU Praktik . Ketidaktercantuman istilah dan definisi menyeluruh tentang malpraktek dalam hukum positif di Indonesia. Bagi sosiolog. landasan hukumnya jelas. Bagi praktisi profesional termasuk dokter dan tenaga kesehatan lainnya etika berarti kewajiban dan tanggung jawab memenuhi harapan (ekspekatasi) profesi dan amsyarakat. dan kelalaian (negligence). karena itu dalam buku-bukunya ia menggunakan keduanya secara tertukar-tukar. etika seharusnya berarti kewajiban dan tanggung jawab khusus terhadap pasien dan klien lain. sebagai pelengkap UU Praktik Kedokteran. DPR yang baru harus dapat menangkap kondisi tersebut dengan berinisiatif membentuk UndangUndang (UU) tentang Malpraktik Medik. Bagaimana materinya. Sedangkan di pihak para medis. Kriteria wajar. ambiguitas kelalaian medik dan malpraktek yang berlarutlarut. Kelalaian bukanlah suatu pelanggaran hukum atau kejahatan. etika adalah adat.putusan pengadilan yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap menjadi yurisprudensi. 17 April 2004). Kelalaian lebih mengarah pada ketidaksengajaan (culpa). kita bisa belajar dari negara-negara yang telah memiliki peraturan tentang hal tersebut. jujur. Moralitas adalah ha-hal yang menyangkut moral. Malpraktek meliputi pelanggaran kontrak ( breach of contract). filusf kontemporer dari Australia menilai kata etika dan moralitas sama artinya. dan moral adalah sistem tentang motivasi. Dan karena masyarakat semakin sadar terhadap masalah pelayanan kesehatan. terhadap diri sendiri dan profesi. setiap tindakannya tidak perlu lagi dipolemikan sepanjang sesuai undang-undang. profesional dan terhormat. Bagi asosiasi profesi. hingga referensi-referensi tentang malpraktek yang masih dominan diadopsi dari luar negeri yang relevansinya dengan kondisi di Indonesia masih dipertanyakan. sembrono dan kurang teliti. Bagi eksekutif puncak rumah sakit.com. etika adalah kesepakatan bersamadan pedoman untuk diterapkan dan dipatuhi semua anggota asosiasi tentang apa yang dinilai baik dan buruk dalam pelaksanaan dan pelayanan profesi itu. perilaku dan perbuatan manusia yang dianggap baik atau buruk. selama tidak sampai membawa kerugian atau cedera kepada orang lain dan orang itu dapat menerimanya. hukum tidak mencampuri hal-hal yang dianggap sepele (hukumonliine. etika adalah salah satu kaidah yang menjaga terjalinnya interaksi antara pemberi dan penerima jasa profesi secara wajar.

2. standar prosedur operasional. berupa usaha untuk melakukan pengobatan sebaik-baiknya sesuai dengan standar profesi. Sedangkan syarat ketiga untuk dapat menempatkan malpraktek medik dengan hukum pidana adalah syarat akibat. Sehubungan dengan hal ini. Ada 3 syarat yang harus terpenuhi.Oleh karenanya penegakan hukum bukan hanya untuk medapatkan keadilan tapi juga hak bagi masyarakat (korban). kebiasaan umum yang wajar dalam dunia kedokteran tapi juga memperhatikan kesusilaan dan kepatutan. . Kerugian dalam malpraktik perdata lebih luas dari akibat malpraktik pidana. benarkah demikian? Dalam beberapa pasal. yang berupa timbulnya kerugian bagi kesehatan tubuh yaitu luka-luka (pasal 90 KUHP) atau kehilangan nyawa pasien sehingga menjadi unsure tindak pidana. atau mengandung sifat melawan hukum oleh berbagai sebab antara lain tanpa STR atau SIP. perlakuan medis oleh dokter didasari oleh suatu ikatan atau hubungan inspanings verbintenis (perikatan usaha).Kedokteran. yang kedua syarat dalam perlakuan medis yang meliputi perlakuan medis yang menyimpang dari standar tenaga medis. sebagai sarana mencapai keadilan. Secara umum sifat melawan hukum malpraktik medik terletak pada dilanggarnya kepercayaan pasien dalam kontrak teurapetik tadi. Ada perbedaan akibat kerugian oleh malpraktik perdata dengan malpraktik pidana. Aspek Hukum Malpraktek Hukum itu mempunyai 3 pengertian. siapa yang melakukan dan sanksi apa yang akan dijatuhkan (hukum objektif).5. Pada tindak pidana aborsi criminalis (Pasal 347 dan 348 KUHP). RUU Praktek Kedokteran memungkinkan sebuah sistem untuk meregulasi pelayanan medis yang terstandardisasi dan terkualifikasi sehingga probabilitas terjadinya malpratek dapat dieliminasi seminimal mungkin. Akan tetapi. RUU Praktik Kedokteran memang memberikan kepastian hukum bagi dokter sekaligus perlindungan bagi pasien. Dari sudut hukum perdata.Perlakuan yang tidak benar akan menjadikan suatu pelanggaran kewajinban (wan prestasi). yang kedua sebagai pengaturan dari penguasa yang mengatur perbuatan apa yang boleh dilakukan. dilarang. Hampir tidak pernah jaksa menerapkan pasal penganiyaan (pasal 351-355 KUHP) untuk malpraktik medik. yaitu pertama sikap bathin dokter (dalam hal ini ada kesengajaan/dolus atau culpa). Dengan dicantumkannya peraturan pidana dan perdata serta peradilan profesi tenaga medis. Untuk malpraktek medik yang dilakukan dengan sikap bathin culpa hanya 2 pasal yang biasa diterapkan yaitu Pasal 359 (jika mengakibatkan kematian korban) dan Pasal 360 (jika korban luka berat). standar prosedur operasional. Dalam setiap tindak pidana pasti terdapat unsure sifat melawan hukum baik yang dicantumkan dengan tegas ataupun tidak. Selama ini dalam praktek tindak pidana yang dikaitkan dengan dugaan malpraktik medik sangat terbatas. harapan perlindungan terhadap pasien dapat terealisasi. RUU yang terdiri dari 182 pasal ini memuat pasal-pasal yang implisit dengan teori-teori pembelaan dokter yang umumnya digunakan dalam peradilan. tidak sesuai kebutuhan medis pasien. Adami Chazawi juga menilai tidak semua malpraktik medik masuk dalam ranah hukum pidana. Secara substansial. Dan yang ketiga hukum itu juga merupakan hak.

Di Negara-negara maju yang lebih dulu mengenal istilah makpraktek medis ini ternyata tuntutan terhadap tenaga medis yang melakukan ketidaklayakan dalam praktek juga tidak surut.luka berat. Pasien pun enggan berkomunikasi dengan tenaga medis mengenai penyakitnya. Berbeda dengan akibat malpraktik pidana.dimana akibat menjadi syarat selesainya tindak pidana).6. Untuk dapat menuntut penggantian kerugian karena kelalaian maka penggugat harus dapat membuktikan adanya suatu kewajibanbagi dokter terhadap pasien. Departemen Kesehatan perlu mengadakan penyuluhan atau sosialisasi kepada masyarakat tentang bagaimana kinerja seorang tenaga medis. Berita yang menyudutkan serta tudingan bahwa dokter telah melakukan kesalahan dibidang medis bermunculan. Dalam hal ini dokterlah yang harus membuktikan tidak adanya kelalain pada dirinya. Malpraktik kedokteran hanya terjadi pada tindak pidana materil (yang melarang akibat yang timbul. Dalam hubungannya dengan malpraktik medik pidana. Dalam hukum dikenal istilah Res Ipsa Loquitur (the things speaks for itself). kematian. Di Indonesia. hukum pidana atau dengan hukum administrasi. spesialis anestesi serta spesialis kebidanan dan penyakit kandungan. Biasanya yang menjadi sasaran terbesar adalah dokter spesialis bedah (ortopedi. dokter telah melanggar standar pelayananan medik yang lazim dipergunakan. plastic dan syaraf). misalnya dalam hal terdapatnya kain kasa yang tertinggal di rongga perut pasien sehingga menimbulkan komplikasi pasca bedah. Sekarang ini tuntutan professional terhadap profesi ini makin tinggi. Ironisnya lagi. Jika dokter hanya melakukan tindakan yang bertentangan dengan etik kedokteran maka ia hanya telah melakukan malpraktik etik. Lagi-lagi hal ini disebabkan karena kurangnya komunikasi yang baik antara tenaga medis dan pasien. penggugat telah menderita kerugian yang dapat dimintakan ganti ruginya. 2. Tidak jarang seorang tenaga medis tidak memberitahukan sebab dan akibat suatu tindakan medis. bentuk kerugian ini tidak dicantumkan secara khusus dalam UU. Terkadang penggugat tidak perlu membuktikan adanya kelalaian tergugat. Pada awal januari tahun 2007 publik dikejutkan oleh demontrasi yang dilakukan oleh para korban dugaan malpraktik medis ke Polda Metro Jaya dengan tuntutan agar polisi dapat mengusut terus sampai tuntas setiap kasus dugaan malpraktek yang pernah dilaporkan masyarakat. fenomena ketidakpuasan pasien pada kinerja tenaga medis juga berkembang. . Oleh karena itu. Asumsi masyarakat terhadap malpraktek Maraknya malpraktek di Indonesia membuat masyarakat tidak percaya lagi pada pelayanan kesehatan di Indonesia. akibat yang dimaksud harus sesuai dengan akibat yang menjadi unsure pasal tersebut. rasa sakit atau luka yang mendatangkan penyakit atau yang menghambat tugas dan matapencaharian merupakan unsure tindak pidana. Apakah secara hukum perdata. pihak kesehatan pun khawatir kalau para tenaga medis Indonesia tidak berani lagi melakukan tindakan medis karena takut berhadapan dengan hukum. Padahal media massa nasional juga daerah berkali-kali melaporkan adanya dugaan malpraktik medik yang dilakukan dokter tapi sering tidak berujung pada peyelesaian melalui sistem peradilan. Tuntutan yang demikian dari masyarakat dapat dipahami mengingat sangat sedikit jumlah kasus malpraktik medik yang diselesaikan di pengadilan.Akibat malpraktik perdata termasuk perbuatan melawan hukum terdiri atas kerugian materil dan idiil.

Tidak menjanjikan atau memberi garansi akan keberhasilan upayanya. Coba kita analogikan terlebih dahulu. perlu adanya penyuluhan kepada tenaga pelayanan kesehatan mengenai masalah ini. agar tidak sampai terjadi malpraktek. dapat menimbulkan kerugian bagi tenaga kesehatan kita. Masuknya peralatan canggih tersebut memerlukan sumber daya manusia yang dapat mengoperasikannya serta memperbaikinya kalau rusak. tidak menutup kemungkinan apabila seorang tenaga medis yang kurang mempersiapkan dirinya untuk berkiprah di negeri orang. Hal ini dapat direalisasikan dengan adanya penyuluhan yang disebutkan tadi. di jaman globalisasi ini memberikan pintu terbuka bagi tenaga kesehatan asing untuk masuk ke Indonesia. Jelas sekali bahwa ketergantungan pada peralatan pelayanan kesehatan ini dapat menghambat pelayanan kesehatan. juga perlu dipikirkan masalah eksistensi dokter Indonesia dalam menghadapi globalisasi. Yang jelas. dengan masuknya peralatan-peralatan canggih tersebut. kami sangat berharap akan peran dari Pemerintah pada umumnya dan peran dari Departemen Kesehatan pada khususnya untuk mempersiapkan tenaga kesehatan Indonesia dalam menghadapi era globalisasi saat ini. Manfaatnya adalah seiring mesuknya jaman globalisasi. b.7. Satu hal yang lebih penting lagi adalah perlu adanya kesadaran bagi para tenaga medis untuk terus belajar dan belajar agar dapat meningkatkan kemampuannya dalam penggunaan peralatan canggih ini demi mencegah terjadinya malpraktek. maka tidak menutup kemungkinan akan kehadiran peralatan pelayanan kesehatan yang canggih. Upaya pencegahan malpraktik dalam pelayanan kesehatan 1. karena perjanjian berbentuk daya upaya (inspaning verbintenis) bukan perjanjian akan berhasil (resultaat verbintenis). Bayangkan saja. Selain pembahasan dari sisi peralatan tadi. yakni: a. Hal ini tidak saja mencoreng nama baik tenaga edis tersebut tersebut. Sebelum melakukan intervensi agar selalu dilakukan informed consent. tetapi juga nama baik dunia kesehatan Indonesia. . jaman yang penuh persaingan dimana terbukanya pintu bagi produk-produk asing maupun tenaga kerja asing ke Indonesia. tetapi banyak pula kerugian yang ditimbulkan. ada manfaat yang didapat. maka mutu pelayanan kesehatan harus ditingkatkan. Untuk menindaklanjuti masalah ini. begitu pula tenaga kesehatan Indonesia dapat bekerja diluar negeri dengan mudah. jaman yang penuh tantangan. banyak juga kerugian yang ditimbulkan. Yang menjadi sorotan disini adalah dalam hal pengoperasiannya. Namun. yang terjadi saat ini adalah banyak tenaga medis yang melakukan kesalahan dalam pengoperasian peralatan canggih tersebut sehingga menimbulkan malpraktek. Upaya pencegahan malpraktek dalam pelayanan kesehatan Dengan adanya kecenderungan masyarakat untuk menggugat tenaga bidan karena adanya mal praktek diharapkan para bidan dalam menjalankan tugasnya selalu bertindak hati-hati.Salah satu dampak adanya malpraktek pada zaman sekarang ini (globalisasi) Saat ini kita hidup di jaman globalisasi. Kemudian. Akan tetapi. Kalau kita kaitkan dengan dunia medis. 2. Hal ini memberikan peluang keberhasilan yang lebih besar dalam kesembuhan pasien. Namun. perlu adanya penyesuaian kurikulum pendidikan dengan perkembangan teknologi. terjadilah malpraktek. dikarenakan ilmunya yang masih minim serta perbedaan kurikulum di negeri yang ia tempati. Seperti yang disebutkan sebelumnya. apabila tidak ada tindakan untuk mempersiapkan hal ini.

keluarga dan masyarakat sekitarnya. Mencatat semua tindakan yang dilakukan dalam rekam medis. walaupun untuk kepentingan pasien sendiri. akan tetapi merupakan risiko medik (risk of treatment). b. Pada perkara perdata dalam tuduhan civil malpractice dimana bidan digugat membayar ganti rugi sejumlah uang. ada baiknya bidan menggunakan jasa penasehat hukum. Menjalin komunikasi yang baik dengan pasien. Manusia dewasa sehat jasmani dan rohani berhak sepenuhnya menentukan apa yang hendak dilakukan terhadap tubuhnya. karena dalam peradilan perdata. dengan mengajukan bukti bahwa yang dilakukan adalah pengaruh daya paksa. 2. Apabila terjadi keragu-raguan. maka tenaga bidan seharusnyalah bersifat pasif dan pasien atau keluarganyalah yang aktif membuktikan kelalaian bidan. Semua tindakan medis (diagnostic. Apabila tuduhan kepada bidan merupakan criminal malpractice. d. yakni dengan menyangkal tuntutan dengan cara menolak unsur-unsur pertanggung jawaban atau melakukan pembelaan untuk membebaskan diri dari pertanggung jawaban. dengan perkataan lain pasien atau pengacaranya harus membuktikan dalil sebagai dasar gugatan bahwa tergugat (bidan) bertanggung jawab atas derita (damage) yang dialami penggugat. yakni melakukan pembelaan dengan mengajukan atau menunjuk pada doktrin-doktrin hukum. ‡ Di Indonesia terdapat ketentuan informed consent yang diatur antara lain pada peraturan pemerintah no 18 tahun 1981 yaitu: 1. Formal/legal defence. Dokter tidak berhak melakukan tindakan medis yang bertentangan dengan kemauan pasien. terapuetik maupun paliatif) memerlukan informed consent secara lisan maupun tertulis. e. dengan mengajukan bukti untuk menangkis/ menyangkal bahwa tuduhan yang diajukan tidak berdasar atau tidak menunjuk pada doktrin-doktrin yang ada. misalnya bidan mengajukan bukti bahwa yang terjadi bukan disengaja. Memperlakukan pasien secara manusiawi dengan memperhatikan segala kebutuhannya. Berbicara mengenai pembelaan. Untuk membuktikan adanya civil malpractice tidaklah mudah. sedangkan yang harus membuktikan adalah orang-orang awam dibidang kesehatan dan hal inilah yang menguntungkan tenaga kebidanan. pihak yang mendalilkan harus membuktikan di pengadilan. utamanya tidak diketemukannya fakta yang dapat berbicara sendiri (res ipsa loquitur). 2. konsultasikan kepada senior atau dokter.c. Upaya menghadapi tuntutan hokum Apabila upaya kesehatan yang dilakukan kepada pasien tidak memuaskan sehingga bidan menghadapi tuntutan hukum. yang dilakukan adalah mementahkan dalil-dalil penggugat. f. sehingga yang sifatnya teknis pembelaan diserahkan kepadanya. atau mengajukan alasan bahwa dirinya tidak mempunyai sikap batin (men rea) sebagaimana disyaratkan dalam perumusan delik yang dituduhkan. apalagi untuk membuktikan adanya tindakan menterlantarkan kewajiban (dereliction of duty) dan adanya hubungan langsung antara menterlantarkan kewajiban dengan adanya rusaknya kesehatan (damage). maka tenaga bidan dapat melakukan : a. Informal defence. .

3. Dalam memberikan informasi kepada keluarga terdekat dengan pasien. Untuk tindakan yang tidak termasuk dalam butir 3. Isi informasi mencakup keuntungan dan kerugian tindakan medis yang direncanakan. mengharuskan adanya persetujuan tertulis yang ditandatangani pasien. Informasi tentang tindakan medis harus diberikan kepada pasien. hanya dibutuhkan persetujuan lisan atau sikap diam. kecuali bila dokter/bidan menilai bahwa informasi tersebut dapat merugikan kepentingan kesehatan pasien. tetapi dapat pula secara tertulis (berkaitan dengan informed consent). Dalam hal ini dokter dapat memberikan informasi kepada keluarga terdekat pasien. kehadiran seorang bidan/paramedic lain sebagai saksi adalah penting. . terapuetik maupun paliatif. Informasi biasanya diberikan secara lisan. baik diminta maupun tidak diminta oleh pasien. baik diagnostic. Setiap tindakan medis yang mempunyai resiko cukup besar. Menahan informasi tidak boleh. 4. 6. setelah sebelumnya pasien memperoleh informasi yang adekuat tentang perlunya tindakan medis yang bersangkutan serta resikonya. 5.

Sehingga benar bahwa malpraktek dikatakan sebagai sebuah malapetaka bagi dunia kesehatan di Indonesia. ataupun menempuh ketentuan pasal 98 KUHAP memasukkan perkara pidana sekaligus tuntutan gantirugi secara perdata. Mungkin sudah saatnya diperlukan juga saksi yang memahami ilmu hukum sekaligus ilmu kesehatan.BAB Iii PENUTUP Kesimpulan Ada banyak penyebab mengapa persoalan malpraktik medik mencuat akhir-akhir ini dimasyarakat diantaranya pergeseran hubungan antara tenaga medis dan pasien yang tadinya bersifat paternalistic tidak seimbangdan berdasarkan kepercayaan (trust. Bahaya malpraktek memang luar biasa. Saran Terhadap dugaan malpraktik medik. masyarakat dapat melaporkan kepada penegak hukum (melalui jalur hukum pidana). seperti yang dipaparkan waktu penjelasan fenomena malpraktek pada era globalisasi tadi. tetapi juga menyebabkan kematian. Dari sudut penegakan hukum sulitnya membawa kasus ini ke jalur pengadilan diantaranya karena belum ada keseragaman paham diantara para penegak hukum sendiri soal malpraktik medik ini. Tidak hanya mengakibatkan kelumpuhan atau gangguan fatal organ tubuh. baik pribadi bahkan negara. Selama ini masyarakat menilai banyak sekali kasus dugaan malpraktik medik yang dilaporkan media massa atau korban tapi sangat sedikit jumlahnya yang diselesaikan lewat jalur hukum. atau tuntutan ganti rugi secara perdata. .1. independent dan memperhatikan juga nasib korban. pasien sangat berharap agar dokter dapat memaksimalkan pelayanan medisnya untuk harapan hidup dan kesembuhan penyakitnya. Oleh karenanya lembaga MKDKI sebagai suatu peradilan profesi dapat ditingkatkan peranannya sehingga mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai lembaga yang otonom. Dari sudut hukum acara (pembuktian) terkadang penegak hukum kesulitan mencari keterangan ahli yang masih diliputi esprit de corps. Masih ada masyarakat (pasien) yang belum memahami hak-haknya untuk dapat meloprkan dugaan malpraktik yang terjadi kepadanya baik kepada penegak hukum atau melalui MKDKI (Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia). fiduciary relationship) bergantidengan pandangan masyarakat yang makin kritis serta kesadaranhukum yang makin tinggi. 2. Benar-benar kompleks sekali permasalahan yang timbul akibat malpraktek ini. Apresiasi masyarakat pada nilai kesehatan makin tinggi sehingga dalam melakukan hubungan dengan dokter. Masalah yang ditimbulkan pun bisa sampai pada masalah nama baik. Bahkan berkaitan dengan MKDKI ini SEMA RI tahun 1982 menyarankan agar untuk kasus dugaan malpraktik medik sebaiknya diselesaikan dulu lewat peradilan profesi ini. Selain itu jumlah dokter di Indonesia dianggap belum seimbang dengan jumlah pasien sehingga seorang tenaga medis menangani banyak pasien (berpraktek di berbagai tempat) yang berakibat diagnosa menjadi tidak teliti.

ac.com/peraturan-dan-perijinan-f16/uu-ri-no-29-tahun-2004-tentangpraktik-kedokteran-t93.pdf ‡http://www.uwks.wordpress.htm ‡http://everythingaboutortho.htm .fk.com/2010/06/28/salah-operasi-mata-bayi-6-bulan-copot/ ‡http://www.ilunifk83.blogspot.com/?p=210 ‡ http://chans-ums.com/2009/07/malpraktek.wordpress.DAFTAR PUSTAKA ‡ http://bidankita.com/2008/06/28/malpraktik-sejauh-mana-kitasebagai-seorang-dokter-memahaminya/ ‡ http://rob13y.id/elib/Arsip/Departemen/Forensik/MALPRAKTEK%20MEDIK .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful