You are on page 1of 25

BAB 1 PENDAHULUAN 1.

1 Latar Belakang Perkembangan dunia bisnis yang semakin kompetitif menyebabkan perubahan besar luar biasa dalam persaingan, produksi, pemasaran, pengelolaan sumber daya manusia, dan penanganan transaksi antara perusahaan dengan pelanggan dan perusahaan dengan perusahaan lain. Persaingan yang bersifat global dan tajam menyebabkan terjadinya penciutan laba yang diperoleh perusahaanperusahaan yang memasuki persaingan tingkat dunia. Hanya perusahaanperusahaan yang memiliki keunggulan pada tingkat dunia yang mampu memuaskan atau memenuhi kebutuhan konsumen, mampu menghasilkan produk yang bermutu, dan cost effevtive. Perubahan-perubahan tersebut mendorong perusahaan untuk mempersiapkan dirinya agar bisa diterima di lingkungan global. Keadaan ini memaksa manajemen untuk berupaya menyiapkan, menyempurnakan ataupun mencari strategi-strategi baru yang menjadikan perusahaan mampu bertahan dan berkembang dalam persaingan tingkat dunia. Oleh karena itu perusahaan dalam hal ini manajemen harus mengkaji ulang prinsip-prinsip yang selama ini digunakan agar dapat bertahan dan bertumbuh dalam persaingan yang semakin ketat untuk dapat menghasilkan produk dan jasa bagi masyarakat. Kunci persaingan dalam pasar global adalah kualitas total yang mancakup penekanan-penekanan pada kualitas produk, kualitas biaya atau harga, kualitas pelayanan, kualitas penyerahan tepat waktu, kualitas estetika dan bentukbentuk kualitas lain yang terus berkembang guna memberikan kepuasan terus menerus kepada pelanggan agar tercipta pelanggan yang loyal. Sehingga meningkatnya persaingan bisnis memacu manajemen untuk lebih memperhatikan sedikitnya dua hal penting yaitu "keunggulan" dan "nilai".

Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi

1

Penilaian atau pengukuran kinerja merupakan salah satu faktor yang penting dalam perusahaan. Selain digunakan untuk menilai keberhasilan perusahaan, pengukuran kinerja juga dapat digunakan sebagai dasar untuk menentukan sistem imbalan dalam perusaan, misalnya untuk menentukan tingkat gaji karyawan maupun reward yang layak. Pihak manajemen juga dapat menggunakan pengukuran kinerja perusahaan sebagai alat untuk mengevaluasi pada periode yang lalu.Dalam akuntansi manajemen dikenal alat analisis yang bertujuan untuk menunjang proses manajemen yang disebut dengan Balanced Scorecard. Balanced Scorecard tidak hanya sekedar alat pengukur kinerja perusahaan tetapi merupakan suatu bentuk transformasi strategik secara total kepada seluruh tingkatan dalam organisasi. Dengan pengukuran kinerja yang komprehensif tidak hanya merupakan ukuran-ukuran keuangan tetapi penggabungan ukuran-ukuran keuangan dan non keuangan maka perusahaan dapat menjalankan bisnisnya dengan lebih bai. 1.2 Rumusan Masalah
a. Bagaimana sejarah perkembangan Balanced Scorecard (BSC) ?

b. Apa saja yang menjadi konsep dari BSC? c. Apa yag dimaksud dengan Sustainability Balanced Scorecard (SBSC)? d. Bagamana cara menciptakan Balanced Scorecard (BSC)? e. Apa saja kelemahan dan kelebihan dengan menggunakan system BSC? f. Bagaimana penerapan BSC dalam kasus-kasus?

1.3 Tujuan a. Menambah wawasan mengenai Balanced Scorecard. b. Mengetahui lebih lanjut mengenai arti Balanced Scorecard
Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 2

Menciptakan Balanced Scorecard (BSC) f. Mengetahui bagaimana kelemahan dan kelebihan dari BSC d. c. . Menambah pemahaman tentang kelemahan dan kelebihan dari BSC g. Mengetahui konsep dari BSC d. Mengetahui bagaimana penerapan BSC dalam kasus 1. b.Mengetahui Sustainability Balanced Scorecard (SBSC) e. Menerapkan pengetahuan (tentang manajemen kesehatan tentang BSC) yang dimiliki terhadap kenyataan.4 Manfaat a. lebih dapat menambah wawasan dan profesionalisme di mata kuliah Manajemen Kesehatan.c. Sehingga. Mengetahui system penerapan BSC Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 3 . Memberikan tambahan ilmu dan pengetahuan BSC.

dan pembelajaranpertumbuhan. Robert Kaplan dan David Norton mempublikasikan dalam Harvard Business Review metode pengukuran mereka: ‘The Balanced Scorecard – Measures That Drive Performance’. diperlukan pengukuran yang komprehensif yang mencakup 4 perspektif yaitu: keuangan. BSC adalah alat yang menyediakan pada para manajer pengukuran komprehensif bagaimana organisasi mencapai kemajuan lewat sasaran-sasaran strategisnya.1 Pengertian BSC Kartu skor yang digunakan untuk mengukur kinerja dengan memperhatikan keseimbangan antara sisi keuangan dan non keuangan. 2. Dari hasil studi dan riset yang dilakukan disimpulkan bahwa untuk mengukur kinerja masa depan. antara jangka pendek dan jangka panjang serta melibatkan factor internal dan eksternal. customer.2 Sejarah Balanced Scorecard Awal 1992.BAB II PEMBAHASAN 2. Metoda ini menjelaskan bagaimana aset intangible dimobilisasi dan dikombinasikan Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 4 . proses bisnis. Berdasarkan konsep balanced scorecard ini kinerja keuangan sebenarnya merupakan akibat atau hasil dari kinerja non keuangan (costumer. proses bisnis/intern. dan pembelajaran).

Norton dan Kaplan menempatkan BSC sebagai alat bagi organisasi (termasuk yang berasal dari sektor publik dan non-profit) untuk mengelola kebutuhan pemegang saham relevannya. hal. Pertimbangan sasaran finansial serupa dengan sistem tradisional manajemen dan akuntansi. Untuk hal ini mereka mendiskusikan terutama fase-fase penataan (set-up) dan implementasi strategi. BSC ingin memperbaiki sistem konvensional pengontrolan dan akuntansi dengan memperkenalkan fakta lebih kualitatif dan non-finansial. intranet. Norton dan Kaplan (1997. 2 saham. Satu perbaikan penting dari BSC terletak pada fokusnya mendorong nilai bagi profitabilitas masa depan perusahaan. Perspektif organizational development akhirnya mencoba menggambarkan semua aspek terkait dengan staf dan organisasional yang vital pada proses reengineering organisasi. perusahaan harus mengidentifikasi dan menstrukturkan secara efisien prosesproses pendorong nilai internal yang vital terkait dengan sasaran pelanggan dan pemegang BSC Dalam Pengelolaan SDA – LH Andie Tri Purwanto. Norton dan Kaplan menekankan pentingnya pelatihan teratur dan tambahan dan komunikasi strategi internal (seperti dengan leaflet. h. Dalam istilah manajemen barbasis pasar dari perusahaan.184) merekomendasikan integrasi sistematis BSC kedalam sistem manajemen perusahaan yang telah ada. BSC menjadi alat mentransformasikan strategi kedalam aksi pelaksanaan. majalah.dengan aset intangible dan tangible untuk menciptakan proposisi nilai pelanggan yang berbeda dan hasil finansial yang lebih unggul (Kaplan dan Norton. 2001). Lebih jauh mereka menyarankan BSC sebagai alat untuk memperbaiki aliran informasi dan komunikasi antara top eksekutif dan manajemen menengah dalam perusahaan. Perspektif pasar bertujuan mengidentifikasi segmen pelanggan dan pasar relevan yang berkontribusi pada sasaran finansial. dst) Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 5 . dimensi ini membuat mampu mencapai prosesproses dan produk internal yang sejalur dengan keperluan pasar. Dalam dimensi internal processes.

serta antara kinerja bersifat internal dan kinerja eksternal (fokus komprehensif). dan kefektifan proses yang digunakan untuk menghasilkan produk dan jasa. dan pemberdayaan dan komitmen karyawan dalam menghasilkan produk dan jasa bagi kepuasan pelanggan.dan pengukuran-pengukuran sasaran-sasaran terdefinisi diseluruh perusahaan. karena itu semua kegiatannya harus dapat menghasilkan tambahan kekayaan. dan integrasi strategi terkait jangka panjang kedalam proses penganggaran tahunan. Karena itu jika kartu skor personil digunakan untuk merencanakan skor yang hendak diwujudkan di masa depan. personil tersebut harus memperhitungkan keseimbangan antara pencapaian kinerja keuangan dan non-keuangan. BSC hanya ditujukan untuk memperbaiki system pengukuran kinerja eksekutif. serta dapat digunakan sebagai evaluasi. BSC akan memperbaiki sistem manajemen perusahaan yang ada saat ini. Sebelum tahun 1990an eksekutif hanya diukur kinerja mereka dari perspektif keuangan.3 Konsep Umum Balanced Scorecard Balanced Scorecard terdiri dari 2 suku kata yaitu kartu nilai (scorecard) dan balanced (berimbang). produktifitas. Asumsi dasar dalam penerapan BSC adalah pada dasarnya organisasi adalah institusi pencipta kekayaan. Pada awal perkembangannya. intern dan ekstern. baik secara langsung maupun tidak langsung. Serta berimbang (balanced) artinya kinerja personil diukur secara berimbang dari dua aspek: keuangan dan non-keuangan. Maksudnya adalah kartu nilai untuk mengukur kinerja personil yang dibandingkan dengan kinerja yang direncanakan. Melalui penataan sasaran lebih ambisius. sehingga terdapat kecenderungan eksekutif mengabaikan kinerja non keuangan seperti kepuasan pelanggan. jangka pendek dan jangka panjang. 2. BSC menerjemahkan visi dan strategi perusahaan kedalam tujuan konkrit Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 6 . kinerja jangka pendek dan jangka panjang. menetapkan definisi pengukuranpengukuran strategis.

BSC memiliki beberapa konsep penting: • • Menambahkan 3 perspektif tambahan pada perspektif finansial yang telah ada. Prinsip dasar BSC adalah memfokuskan pada pelanggan. Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 7 . 3 pelanggannya. perusahaan akan mengamankan posisi finansial masa depannya. Jika kita memiliki sejumlah indikator yang terkait dalam cara dimana kinerja sekarang satu indikator menjadi indikasi kinerja yang baik di masa depan dari indikator yang lain. maka kita telah membangun peta hubungan sebabakibat. Indikator leading sebaliknya menceritakan sesuatu mengenai masa depan. Indikator lagging adalah pengukuran yang menjelaskan sesuatu telah terjadi. hal. karena itu jika perusahaan bereaksi pada pengukuran itu akan menjadi terlambat. dan pembelajaran dan pertumbuhan sekarang. Konsep penting kedua adalah penggunaan indikator leading dan lagging. proses internal. pelanggan. proses internal. Mengenali keseimbangan antara pengukuran jangka pendek dan menengah ini penting bagi perusahaan yang ingin cenderung menginginkan kesuksesan finansial jangka pendek yang seringkali juga diinginkan oleh para pemegang saham. Dibandingkan dengan konsep manajemen strategis umum. • Hubungan sebab-akibat. maka perusahaan akan dalam jalur yang benar mendapatkan penjualan tahunan yang lebih baik. Contohnya jika perusahaan memperbaiki indeks kepuasan BSC Dalam Pengelolaan SDA – LH Andie Tri Purwanto. Contohnya adalah ukuran finansial itu sendiri. dan pembelajaran dan pertumbuhan.terorganisasi disepanjang jalur 4 perspektif yang berbeda: finansial.

al. SBU akan mengambil sasaran (dan bahkan indikator) scorecard perusahaan sebagai awal pertimbangan dan mengerti bagaimana mereka member sumbangan pada target perusahaan. Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 8 . 2002) • Penerapan BSC secara berjenjang diseluruh organisasi.. Umumnya perusahaan multinasional dengan beberapa unit bisnis pertamatama akan menciptakan BSC bagi tingkat perusahaan kemudian membangun kartu nilai tingkat unit bisnis di tingkat anak perusahaan.Gambar 1. Contoh hubungan sebab-akibat dan indikator leading-lagging (Zingales et.

Gambar 3. Perusahaan yang telah mengembangkan BSC dapat menggunakannya untuk mengontrol kesuksesan strategi awal (single loop learning) sebagai dasar pertimbangan ketika strategi tersebut ditantang oleh informasi baru yang diperoleh dari lingkungan bisnis (double loop learning). 1996) 2.Gambar 2. Sustainability (kemampuan untuk bertahan / berkelanjutan) untuk Toyota: Kemampuan untuk merakit dan mengembangkan produk dalam cara Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 9 . Menerapkan BSC secara bertingkat (cascading) • Pembelajaran ‘double loop learning’. Proses pembelajaran loop ganda (Norton dan Kaplan.4 Sustainability Balanced Scorecard SBSC adalah penggunaan BSC untuk mengukur penerapan strategi berkelanjutan di suatu organisasi. Berkelanjutan artinya memperhatikan unsur lingkungan dan sosial selain ekonomi dalam setiap pertimbangan bisnis yang dilakukan.

6 BSC Sebagai Alat Strategis Pengukuran Secara Komprehensif Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 10 .al. Selama ini keberlanjutan secara lingkungan dan sosial tetap terpisah dari strategi bisnis inti tradisional dan sistem manajemen yang berdasarkan semata menuju indikator kinerja finansial. Digunakan untuk: menterjemahkan strategi-strategi sustainabilitas perusahaan menjadi aksi mengintegrasikan sustainabilitas perusahaan lebih baik kedalam sistem manajemen intinya. Meluncurkan inisitiatif strategi lintas bisnis dan d. Satu alasan mengapa begitu sulit untuk berhubungan dengan sustainabilitas perusahaan terletak pada kelebaran konsep itu sendiri. Aspek sosial seringkali dipandang sebagai aspek lingkungan lebih lunak karena itu lebih sulit dihitung (Epstein. (KPMG. 2001). c. dan melakukannya dengan cara menguntungkan (profit). Memperjelas visi dan strategi perusahan b. Mengembangkan sasaran strategis: mengidentifikasi proses bisnis yang ada dimana sustainabilitas dapat menambah nilai dan memperbaiki kinerja menentukan bagaiman program lingkungan yang ada mendukung sasaran sustainabilitas dalam perspektif pelanggan dan inansial belajar bagaimana sustainabilitas dapat menggantikan proses dan produk untukmemenuhi kebutuhan pelanggan mengerti bagaimana mengantisipasi dan mempengaruhi kebutuhan pelanggan masa depan terkait praktek berkelanjutan. 2002) a. 2000). konsisten dengan yang dimiliki perusahaan 2. Membimbing setiap SBU mengembangkan strateginya masing-masing.5. Kurangnya definisi apa batasannya yang dimaksud isu-isu sosial itu sendiri menjadi hambatan terbentuknya SBSC. Menciptakan BSC Beberapa langkah awal mengimplementasikan BSC: (Zingales et..yang mengurangi penghabisan sumber daya alam seperti material mentah. 2.

o Perencanaan jangka panjang yang tidak bersistem. dan pembelajaran /pertumbuhan.6 Keunggulan Dan Kelemahan BSC Dibanding Konsep Manajemen Tradisional Kelebihannya BSC : a.Umumnya BSC dimasukkan dalam Manajemen kerangka manajemen strategik. / b. Implementasi d. strategik adaLah pola pengelolaan strategi organisasi jangka pendek dan panjang. 2. Sistem manajemen strategik dalam manajemen tradisional o Hanya berfokus pada perspektif keuangan. Perencanaan jangka panjang (long-range profit planning). Sistem manajemen strategik dalam manajemen kontemporer o pelanggan. terdiri dari: o o o Perumusan strategi Perencanaan strategi Penyusunan program b. Sistem perencanaan yang mengandalkan pada anggaran tahunan Sistem perencanaan menyeluruh yang tidak koheren. Pemantauan Konsep BSC merubah fokus perspektif perencanaan dari sekedar pada fokus finansial anggaran tahunan dan berjangka pendek. Perencanaan laba jangka pendek (short range profit planning) c. Mencakup pertumbuhan perspektif yang komprehensif: keuangan. dan pembelajaran o Koheren -> membangun hubungan sebab-akibat diantara berbagai sasaran strategis yang dihasilkan dalam perencanaan strategis Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 11 . menjadi perspektif perencanaan komprehensif yang mencakup aspek finansial. proses bisnis internal. Terdiri dari 4 langkah utama dalam menciptakan masa depan organisasi: a. bisnis internal.

Kelemahan BSC antara: o Prangkat yang lebih secara efektif mengukur implementasi strategi daripada mengukur penentuan strategi o Meski berperan penting dalam memperkuat hubungan antara inisiatif perbaikan o Pelanggan dan strategi organisasi. Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 12 . fauna.7 Penerapan BSC Dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam –Lingkungan Hidup Elemen sumberdaya alam sama dengan definisi lingkungan itu sendiri: tanah. air. o Seimbang -> keseimbangan sasaran strategis yang dihasilkan oleh sistem perencanaan strategis penting untukmenghasilkan kinerja keuangan jangka panjang.o Terukur -> semua sasaran strategis ditentukan ukurannya baik untuk sasaran strategis perspektif keuangan maupun perspektif non keuangan. demikian juga BSC. Tujuan konservasi ini adalah inti lahirnya pandangan sustainable development. Lingkungan hidup (environment) berfokus dengan akibat atau dampak dari kegiatan manusia yang dapat merusak kekayaan alam tersebut.udara. Setiap sistem tetap ada kelemahannya. Inti perbedaan kedua frasa sumber daya alam dan lingkungan hidup adalah: • • SDA (natural resources) berfokus pada aset sumberdaya yang siap dikelola. Mengelola lingkungan bertujuan pelestarian pula agar lingkungan tidak terkena dampak buruk dari aktifitas yang dilakukan dan dapat diwariskan pada generasi mendatang. flora. namun tidak mengindikasikan bagaimana pelanggan baru dan pasar baru dapat diidentifikasi. 2. dan interaksi unsur-unsur tersebut. Sehingga mengelola sumberdaya alam berarti pelestarian sumber-sumber tersebut hingga dapat diwariskan pada generasi mendatang agar dapat pula merasakannya.

daerah maupun lokal diharapkan untuk menjadi: akuntabel. Maka indikator pengelolaan strategisnyapun berbeda-beda. pelaku ekonomi. dan berfokus pada kinerja. Indikator pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan untuk setiap fihak memiliki kesamaan visi namun misi yang diembannya berbeda. kompetitif. aktor yang terlibat secara umum adalah: o Pemerintah sebagai regulator dan koordinator o Pengusaha sebagai pelaku usaha o Masyarakat sebagai pengguna dan pengontrol Masing-masing pihak akan saling berinteraksi dan memiliki ciri strategi pengelolaan lingkungan tersendiri dengan kesamaan umum yaitu visi bersama wujudkan kondisi sustainable development. ramah rakyat. tentunya masyarakat sebagai pengguna dan pengontrol aktifitas yang dilakukan dan kebijakan yang diterapkan akan sangat menentukan keberhasilan penerapan indikator pengelolaan sumberdaya alam tersebut. pada strategi apa yang perlu ditempuh agar sumber daya alam dan lingkungan tetap lestari dan secara optimal dimanfaatkan dengan berkelanjutan (sustainable). Disamping fihak Pemerintah yang berperan sebagai regulator dan koordinator. Mengelola sumber daya alam dan lingkungan hidup terutama berfokus pada para aktor manusianya. Penggunaan Balanced Scorecard Pada Organisasi Pemerintah Penggunaan Balanced Scorecard Pada Organisasi Pemerintah .Bila lingkungan tidak rusak dapat menjadi sumber daya yang siap diexploitasi (dengan cara bijaksana agar generasi mendatang masih dapat menikmatinya). peran pengusaha sebagai pelaku usaha.Pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup tingkat negara. baik pemerintah pusat. Organisasi pemerintah juga ditantang untuk memenuhi harapan berbagai kelompok stakeholders (yaitu penerima Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 13 . Mengapa institusi pemerintah perlu mengadopsi balanced scorecard ? Pemerintah pada era sekarang ini.

Adapun perbedaan karakteristik organisasi swasta dan pemerintah adalah sebagai mana ditunjukkan dalam tabel berikut. Organisasi pemerintah. memotivasi staf sehingga membuat strategi merupakan tugas setiap orang. dan menyesuaikan dengan perkembangan.layanan. pejabat politik (menteri). maka organisasi pemerintah juga harus menterjemahkan strategi ke dalam terminologi operasional. Tuntutan ini mengharuskan organisasi pemerintah untuk bertindak profesional sebagaimana yang dilakukan oleh organisasi swasta. masyarakat. dan merupakan pekerjaan setiap staf. Karena dunia eksternal adalah sangat tidak stabil. konstituen Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 14 . Strategi ini lebih bersifat hipotesis. maka sistem perencanaan harus mengendalikan ketidak-pastian yang ditemui. dan pembayar pajak). menggerakkan perubahan melalui kepemimpinan eksekutif. dengan demikian. karyawan. pegawai pemerintah Perspektif Swasta Pemerintah Finansial Pemegang saham pembayar pajak. lembaga pemberi pinjaman/hibah. Organisasi pemerintah harus juga merasakan. belajar. Agar organisasi pemerintah dapat berfokus pada strategi yang sudah dirumuskan. menyelaraskan organisasi dengan strategi (dan bukan sebaliknya). suatu proses yang dinamis. dan membuat strategi sebagai suatu proses yang berkesinambungan. harus berfokus strategi. Organisasi pemerintah harus mempunyai sistem manajemen strategis. mengadakan percobaan.

Tema strategis atau area fokus: Dewan Kota menetapkan lima tema strategis atau area fokus sebagai strategi untuk mencapai visi kota: ketenteraman warga (community safety). tema strategis (atau area fokus). dan ukuran & target. bekerja dan berekreasi”. Ada tujuh komponen dalam BSC Kota Charlotte. kemajuan ekonomi (economic development). Visi: Visi Kota Charlotte secara singkat adalah untuk menjadi “pilihan masyarakat untuk hidup. kemandirian kota (city-within-city). prinsip strategis. sasaran. Prinsip strategis: Penerapan prinsip strategis adalah untuk membantu memastikan bahwa kota Charlotte akan menjadi pilihan masyarakat. tranportasi (transportation) dan mereformasi birokrasi (restructuring government). kaitan. yaitu: visi.Pelanggan Pelanggan Orang yang menggunakan jasa/ pelayanan publik Proses Internal Proses Membuat produk Memberikan pelayanan secara yang diunggulkan kompetitif Pertumbuhan karyawan Pembelajaran & Direksi Contoh Penerapan Berikut ini adalah konsep BSC untuk kota Charlotte (AS) untuk menunjukkan perbedaannya dengan organisasi swasta seperti yang telah dikemukakan pada bagian terdahulu. Ada delapan prinsip strategis yang ditetapkan dan disebut Prinsip Pertumbuhan Cerdas (Smart Growth Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 15 . perspektif.

Mereka harus menjawab pertanyaan: Apakah organisasi menyediakan apa yang diinginkan oleh masyarakat? 2. Mempertahankan kapasitas perencanaan penggunaan lahan 2. Manajer kota harus berfokus pada tugas penting yang memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Menggunakan investasi publik sebagai katalisator untuk mencapai hasil yang diinginkan Perspektif: Dengan penekanan pada "keseimbangan". Memperluas aneka pilihan transportasi 7. Mengupayakan keputusan penggunaan lahan yang efektif 3. 1. Melindungi lingkungan 6. Mereka harus menjawab pertanyaan: Apakah pelayanan yang diberikan telah dilaksanakan dengan biaya yang rendah? Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 16 . Memperkuat masyarakat melalui lingkungan yang sehat 4. Perspektif Pelanggan: melayani pelanggan. Merancang kota untuk mendukung kehidupan yang harmonis 5.Principles). Perspektif Proses Internal: Menyediakan pelayanan secara kompetitif. Manajer kota harus menjawab pertanyaan: Dapatkah pemerintah kota meningkatkan pelayanan dengan mengubah cara pelayanan itu disampaikan? 3. yaitu: 1. Perspektif Keuangan: Mengelola anggaran secara akuntabel. Manajer kota harus berfokus pada bagaimana cara memenuhi kebutuhan pelayanan secara efisien. Manajer kota harus mengetahui apakah pemerintah kota betul-betul memenuhi kebutuhan masyarakat. balanced scorecard Kota Charlotte menggunakan empat perspektif untuk menjawab kebutuhan pelayanan yang diinginkan oleh masyarakat.

North Ireland Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 17 . Hubungan antara lima area fokus. Pemerintah kota harus menjawab pertanyaan: Apakah pemerintah kota menggunakan teknologi yang sesuai dan melakukan pelatihan karyawan untuk kemajuan yang berlanjut? Sasaran Kota Charlotte memilih 16 sasaran perusahaan untuk scorecard organisasinya. Setiap sasaran organisasi secara garis besar digambarkan sedemikian sehingga ia memberikan konteks untuk mencapai apa organisasi itu dibentuk. jika suatu organisasi memberikan karyawan dengan pelatihan yang perlu untuk “Mempromosikan Pembelajaran & Pertumbuhan”. Ini akan mempengaruhi kemampuan organisasi itu untuk “Meningkatkan Pelayanan bagi Masyarakat” yang pada akhirnya “Menyediakan Aneka Pilihan Pelayanan”. empat perspektif dan 16 sasaran organisasi merupakan panduan bagi setiap unit dan karyawan dalam melaksanakan kegiatannya. Ukuran & Target Untuk setiap sasaran strategis. ada satu set ukuran dan target strategis. Kemampuan organisasi untuk meningkatkan dan memenuhi permintaan masyarakat terkait secara langsung dengan kemampuan karyawan untuk memenuhi permintaan itu.4. kota Strabane. Misalnya. Perspektif Pembelajaran dan Pertumbuhan: Mengembangkan kapasitas karyawan. maka organisasi itu akan dapat “Menyampaikan Pelayanan secara Kompetitif”. Kaitan Sasaran yang strategis harus saling dihubungkan dalam suatu hubungan sebabakibat. Kasus Strabane District Council Corporate Scorecard. Ini dijabarkan dalam rencana strategis untuk setiap area fokus.

Dengan perubahan yang bakal terjadi pada administrasi publik. penyediaan jasa berkualitas tinggi.Misi: Melalui kepemimpinan sipil yang kuat. Visi kita adalah menyediakan jasa di Strabane agar sesuai dengan kesempurnaan. Jasa yang lebih baik Membuat perbedaan positif pada warga kota dengan cara terus-menerus memperbaiki jasa. bekerja. dan berkunjung. Bagian fundamental dari kepemimpinan Dewan ini adalah memastikan akses yang sama pada semua jasa-jasa Dewan dan menempatkan kesetaraan di pusat pengembangan kebijakan. kita inginmengkonsolidasikan kemajuan yang dibuat dalam otoritas lokal memimpin di area-area kunci. Tema ini juga mengenai mengembangkan peran kepemimpinan sipil Dewan untuk kemajuan strategis distrik tersebut. menjadikannya melalui proses lobby untuk infrastruktur yang lebih baik. Tema strategis ini memfokuskan pada peran kita sebagai penyedia jasa dan keramahan lokal kunci. dan ekuitas. Ini juga melibatkan meletakkan orang-orang lokal di pusat aktifitas dengan menata untuk mengembangkan hubungan antara mereka dan Dewan. Kita akan meneruskan untuk merangkum inovasi dan menata contoh-contoh kesempurnaan. pengiringan. Dewan Distrik Strabane akan meningkatkan posisinya sebagai otoritas lokal yang tinggi dan mempromosikan distrik tersebut sebagai tempat yang baik untuk tinggal. Area fokus: 1. Otoritas lokal yang memimpin Menjadi otoritas lokal memimpin melalui kepemimpinan sipil. Bagian kunci Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 18 . berinvestasi. dan pengembangan kemitraan positif. 2. mempromosikan investasi kedepan atau memperbaiki imej distrik tersebut. mengintegrasikan secara penuh. Nilai Terbaik dengan aktifitas perencanaan dan mencari nilai finansial dalam manajemen dan alokasi sumberdaya. Kita akan mengatur pencapaian ini dengan mereview dan mengimplementasikan program-program kualitas baru.

investasi lapangan kerja dan kedalam dalam distrik tersebut. dan berkelanjutan. Namun pendekatan kemitraan. terintegrasi kita untuk pengembangan lokal berarti kita siap menghadapi tantangan baru dan ketenangan kita mengambil keunggulan dari peluang-peluang baru. Sasaran Pengukuran scorecard Meningkatkan kebanggaan warga % Target 2003-4 2004-5 70% Posisi sekarang 55% kinerja 2002-3 survay 60% publik menilai bahwa Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 19 . Merencanakan untuk masa depan Menciptakan budaya dan praktek sustainable development dalam area lingkungan. berlokasi di Northwest dan hubungan lintas batas sebagai bagian dari tema strategis ini. Dewan Distrik Strabane akan menggunakan tema strategis ini untuk membangun momentum yang diperoleh dengan cara baik usaha-usaha regenerasi dan peningkatan Rencana Komunitas untuk pengembangan turis lebih jauh. global. dan equitas. Kita akan juga menggunakan strategi Strabane. Area fokus ini adalah mengenai membangun budaya dan praktek pengembangan berkelanjutan dalam Dewan Distrik Strabane dan mengajukannya pada komunitas lokal dan ekonomi. Kita beroperasi dalam lingkungan dinamis. Merencanakan bagi masa depan artinya melihat distrik Strabane sebagai tempat dimana orang dapat menikmati lingkungan yang sehat. 4.ekonomi. bersih. dengan banyak hal diluar kontrol kita. 3. Hasil Setelah penerapan BSC diperoleh hasil seperti tertera pada Tabel 7 berikut. Mentransformasi Strabane Bertindak sebagai katalis kunci untuk regenerasi dan meningkatkan peluang-peluang ekonomi distrik tersebut.hal ini akan meliputi mencari umpanbalik berarti dari pelanggan kita untuk membantu kita secara terus-menerus memperbaiki penyediaan jasa lokal.

Dewan memiliki positif diantara warga % survay 73% 80% 67% publik menilai bahwa Dewan warga lokal dengan 70% 80% 63% adil dan tanpa diskriminasi % survay publik menyatakan bahwa penasehat lokal menampilkan imej yang Menyediakan jasa-jasa nilai terbaik positif pengeluaran bersih Dewan dibandingkan dengan anggaran bersih disetujui. % survay 80% 85% 76% 20 imej - telah - memperlakukan Dewan % 100% 100% 100% 95% telah - Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi .

3% - - proyek terbaik 2 dipublikasi secara regional Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 21 .publik menilai bahwa Dewan telah 50% efisien dalam pengiriman jasa % survay publik menilai bahwa jasa setelah 12 Meningkatkan peluangpeluang ekonomi lokal bulan terakhir .5% 1.000 - pekerjaan baru diciptakan Jumlah 5 3 120 3 0 proyek-proyek Memperbaiki Strabane sebagai tujuan turis Memperbaiki imej distrik Strabane regenerasi % pendapatan Northern Ireland dari sektor turisme .000 pendanaan Jumlah Dewan telah lebih baik - 60% 47% $200.Jumlah bersih 10 cerita media regional positif Jumlah 2 3 12 15 1.000 - $200.Meningkatkan $200.

dan kerja yang 54.Area kantor . -.ft 300 sq.000 sq.3 proyek diadakan setelah lobby Jumlah 1 1 1 proyek-proyek Memperbaiki harmoni komunitas Memperbaiki infrastruktur Strabane Menciptakan budaya dan praktek berkelanjutan direview Jumlah 2 2 2 kebijakan yang pengembangan untuk memasukkan sustainable development % limbah didaur ulang 25% Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 22 .000 sq.ft.ft 50.ft. 900 sq.Menghasilkan kembali pusat kota untuk penggunaan dan investasi komunitas - Jumlah 5 6 7 bangunan diperbaharui akses pejalan kaki . 3 4 diciptakan Area ruang komunitas netral Jumlah proyek.

1 Kesimpulan Pengembangan BSC kedalam setiap bentuk organisasi baik profit dan nonprofit memang memungkinkan dengan sedikit modifikasi pada implementasi Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 23 .BAB III PENUTUP 3.

Untuk menerjemahkan prinsip BSC kedalam indikator pengelolaan sumberdaya alam –lingkungan perlu dilakukan secara hati-hati agar benar-benar mampu terintegrasi dengan aktifitas bisnis organisasi tersebut. DAFTAR PUSTAKA . Secara umum.2005.2 Saran Diharapkan kepada si pembaca dapat memahami dan mengerti maksud dr sistem Balanced Scorecard (BSC).misi dan perspektif prioritas yang diinginkan seperti perspektif finansial digantikan oleh perspektif pemenuhan kualitas pelanggan. Strabane District Council. dengan cara insentif dari pihak regulator atau dorongan faktor eksternal untuk mewujudkan visi tersebut 3.______. penentuan indikator penerapan BSC dalam pengelolaan sumber daya alam akan tergantung pada: o Misi spesifik masing-masing aktor ekonomi masyarakat. dan jalinan kuat antar misi tersebut berbentuk visi dan nilai bersama (sustainable development dan cita-cita bersama) o Perlu dilakukan berjenjang dan bertahap untuk mewujudkannya agar efektif o Motivasi mewujudkan visi bersama dan tujuan bersama agar sinergi dan optimalisasi misi masing-masing dapat tercapai. BSC adalah metoda yang cukup fleksibel diterapkan perusahaan yang ingin tidak hanya sekedar mengukur aspek finansial semata namun ingin mengetahui parameter pendukung kesuksesan finansial organisasi dimasa datang. Draft Corporate Strategy 2002 . 2002 Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 24 . Dan dapat menerapkan sistem ini agar bisa mengatasi masalah yang terjadi dalam perusahaan atau organisasi. Hal ini terkait dengan jaringan infrastruktur informasi yang ada dan kuat-tidaknya budaya yang melekat dalam organisasi tersebut. sehingga sustainabilitas organisasi dapat lebih terjamin.

Salemba Empat. Balanced Scorecard for Shell Hydrogen and for The Knowledge Age. S. AS.google.68-76. Kaplan. Center for Management and Environmental Resources. Scott D. Robert M. Kai. Robert S.. Tracy. Hockerts. Ko. Johnson. and implementing ‘Sun Tzu’s The Art of Business Management Strategies’ on QFD Methodology.Norton. Working Paper. Dieckhoner. 1996 .Bekkering. Andrew Sai On. The Balanced Scorecard: Translating Strategy Into Action. Management Auditing Journal 15/1/2 (2000). Anastasia O.KPMG... Working Paper. KPMG Assurances and Advisory Service Center. Balanced Scorecard and Sustainability. F. Balanced Scorecard. Embedding Sustainability In The Business of City Government: An Opportunity for Seattle. 2001 . 2002 .. Building Balanced Scorecard With SWOT Analysis. David P.. Universitas Gajah Mada. Rourke. Working Paper.F. h. State of the Art Review..Abbott.www. 2000 . Beyond the numbers: linking value with value. Diederik. Tesis. 2000 .Mulyadi..com Penggunaan Balanced Scorecard di Dalam Organisasi 25 .Lee. France. 2002 .. MCB University Press. 2002 . HBS Press. University of Groningen.Zingales.