You are on page 1of 5

SIMPLISIA DAN SKRINING FITOKIMIA A.

Simplisia Simplisia adalah bahan alamiah yang dipergunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apa pun juga dan kecuali dinyatakan lain, berupa bahan yang dikeringkan. Simplisia dibedakan menjadi simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelikan (mineral). Dalam hal simplisia sebagai bahan baku (awal) dan produk siap dikonsumsi langsung, dapat dipertimbangkan tiga konsep untuk menyusun parameter standar mutu yaitu sebagai berikut : 1. Bahwa simplisia sebagai bahan kefarmasian seharusnya mempunyai tiga parameter mutu umum suatu bahan (material), yaitu kebenaran jenis (identifikasi), kemurnian (bebas dari kontaminasi kimia dan biologis), serta aturan penstabilan (wadah, penyimpanan dan transportasi). 2. Bahwa simplisia sebagai bahan dan produk konsumsi manusia sebagai obat tetap diupayakan memiliki tiga paradigma seperti produk kefarmasian lainnya, yaitu Quality-Safety-Efficacy (mutu-aman-manfaat). 3. Bahwa simplisia sebagai bahan dengan kandungan kimia yang bertanggung jawab terhadap respons biologis untuk mempunyai spesifikasi kimia, yaitu informasi komposisi (jenis dan kadar) senyawa kandungan.

B. Uji Tumbuhan Obat Untuk mengetahui kebenaran dan mutu obat tradisional termasuk simplisia, maka dilakukan analisis yang meliputi analisis kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif terdiri atas pengujian organoleptik, pengujian makroskopik, pengujian mikroskopik, dan pengujian histokimia. 1. Uji Organoleptik Uji organoleptik dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui khususnya bau dan rasa simplisia yang diuji. 2. Uji Makroskopik Uji makroskopik dilakukan dengan menggunakan kaca pembesar atau tanpa menggunakan alat. 3. Uji mikroskopik

dan sebagainya pada proses pembuatannya memerlukan air. Pengeringan yang dilakukan pada suhu terlalu tinggi akan mengakibatkan perubahan kimia pada kandungan senyawa aktifnya. Pengeringan dengan waktu lama akan mengakibatkan simplisia yang diperoleh ditumbuhi kapang. dan lain±lain. Uji Histokimia Uji histokimia bertujuan untuk mengetahui berbagai macam zat kandungan yang terdapat dalam jaringan tanaman. Pembuatan Simplisia 1. Simplisia dibuat dengan proses khusus Pembuatan simplisia dengan cara penyulingan. talk. 2.Uji mikroskopik dilakukan dengan menggunakan mikroskop yang derajat pembesarannya disesuaikan dengan keperluan. 3. Bahan baku Sebagai sumber simplisia. b. tetapi pada suhu yang tidak terlalu tinggi. Simplisia dibuat dengan proses fermentasi Proses fermentasi dilakukan dengan seksama agar proses tersebut tidak berkelanjutan kearah yang tidak diinginkan. d. Dasar Pembuatan a. Dengan pereaksi spesifik. kuman patogen. Air yang digunakan harus bebas dari pencemaran racun serangga. zat ± zat kandungan tersebut akan memberikan warna yang spesifik pula sehingga mudah dideteksi. tanaman obat dapat berupa tumbuhan liar atau berupa tumbuhan budidaya. Pengumpulan bahan baku . logam berat. c. Simplisia dibuat dengan cara pengeringan Pembuatan simplisia dengan cara ini pengeringannya dilakukan dengan cepat. Tahap Pembuatan a. pengeringan sari air dan proses khusus lainnya dilakukan dengan berpegang pada prinsip bahwa simplisia yang dihasilkan harus memiliki mutu sesuai dengan persyaratan. pengentalan eksudat nabati. Simplisia pada proses pembuatan memerlukan air Pati. 4. C.

Pencucian dilakukan dengan air bersih. misalnya air dari mata air. serta cara pengawetanya. d. Dengan mengurangi kadar air dan menghentikan reaksi enzimatik akan dicegah penurunan mutu atau perusakan simplisia. c. Sortasi Basah Sortasi basah dilakukan untuk memisahkan kotoran ±kotoran atau bahan ± bahan asing lainya dari bahan simplisia. Pengepakan dan penyimpanan Pada penyimpaan simplisia perlu diperhatikan beberapa hal yang dapat mengakibatkan kerusakan simplisia. air dari sumur atau air PAM. Sortasi kering Sortasi setelah pengeringan sebenarnya merupakan tahap akhir pembuatan simplisia. Perajangan bahan simplisia dilakukan untuk mempermudah proses pengeringan. cara sortasi dan pemeriksaan mutu. g. persyaratan gudang simplisia. Pengeringan Tujuan pengeringan ialah untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak. f. yaitu cara pengepakan. Perajangan Beberapa jenis bahan simplisia perlu mengalami proses perajangan.Kadar senyawa aktif dalam suatu simplisia berbeda±beda antara lain tergantung pada : 1) Bagian tanaman yang digunakan 2) Umur tanaman atau bagian tanaman pada saat panen 3) Waktu panen 4) Lingkungan tempat tumbuh b. pembungkusan dan pewadahan. sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. . Tujuan sortasi untuk memisahkan benda ±benda asing seperti bagian ± bagian tanaman yang tidak diinginkan dan pengotor ± pengotor lain yang masih ada dan tertinggal pada simplisia kering. pengepakan dan penggilingan. Pencucian Pencucian dilakukan untuk menghilangkan tanah dan pengotoran lainnya yang melekat pada bahan simplisia. e.

D. Pemeriksaan mutu Pemeriksaan mutu simplisia dilakukan pada waktu penerimaan atau pembelian dari pengumpul atau pedagang simplisia. Proses ini merupakan proses yang memakanwaktu (lama) dan mahal karena dibutuhkan sejumlah besar pelarut yang bergantung pada beberapa parameter berikut : a. baik untuk skala kecil maupun skala industri. Proses yang paling sederhana hanya menuangkan pelarut pada simplisia. ekstrak adalah sediaan yang diperoleh dengan cara ekstraksi tanaman obat dengan ukuran pertikel tertentu dan menggunakan medium pengekstrasi (menstrum) yang tertentu pula. b. . Pelarut penyari yang ditempatkan di dalam labu akan menguap ketika dipanaskan. c. Cara Ekstraksi 1. E. sasaran proses biasanya adalah untuk menarik bahan berkhasiat dari tanaman secara total. Ekstraksi Tumbuhan Obat Ekstraksi merupakan proses pemisahan bahan dari campurannya dengan menggunakan pelarut. Perkolasi Pada perkolasi sederhana dan berkesinambungan. bahan berkhasiat diekstraksi sampai habis menggunakan pelarut segar. Jadi.h. Ekstraksi Sinambung Ekstrasksi sinambung dilakukan dengan menggunakan alat Soxhlet. Maserasi Proses maserasi merupakan proses sederhana untuk mendapatkan ekstrak dan diuraikan dalam kebanyakan farmakope. Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kesetimbangan pelarut ± solute. Pada perkolasi sederhana. Kuantitas pelarut yang dibutuhkan untuk menghasilkan ekstraksi pertama dalam skala ekonomi yang memadai. Cara ini sesuai. Kuantitas pelarut yang dibutuhkan untuk mengencerkan secara sempurna kuantitas solut yang tertahan oleh ampas dari ekstraksi pertama 3. 2.

quinon.saponin. Skrining Fitokimia Salah satu pendekatan untuk penelitian tumbuhan obat adalah penapis senyawa kimia yang terkandung dalam tanaman. dll. sumber gum. steroid/terpenoid. Cara ini digunakan untuk mendeteksi senyawa tumbuhan berdasarkan golongannya. Sebagai informasi awal dalam mengetahui senyawa kimia apa yang mempunyai aktivitas biologi dari suatu tanaman. tannin. Informasi yang diperoleh dari pendekatan ini juga dapt digunakan untuk keperluan sumber bahan yang mempunyai nilai ekonomi lain seperti sumber tanni. kumarin. F. minyak untuk industri. flavonoid. .melewati pipa samping alat Soxhlet dan mengalami pendinginan saat melewati kondensor. Metode yang telah dikembangkan dapat mendeteksi adanya golongan senyawa alkaloid. senyawa fenolat.