You are on page 1of 127

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA

SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 (S1) Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Disusun oleh : DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

i

PERSETUJUAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Disetujui dan Disyahkan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suyatmini, SE. M.Si. Tanggal:

Drs.Sudarto HS, MM. Tanggal:

ii

PENGESAHAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal: ………………………………… Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat

Susunan Dewan Penguji 1. Dr. Suyatmini, SE. M.Si. 2. Drs.Sudarto HS, MM. 3. (……………………………) (……………………………) (…………………………….)

Surakarta, Februari 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

PERNYATAAN Dengan ini. Apabila ternyata kelak di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas. Juli 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103 iv . saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. Surakarta.

MOTTO Masalah bukan untuk dihindari tapi dicari solusinya dan harus dihadapi dengan sabar jadi tetap semangat. Jadilah diri sendiri jangan meniru orang (Penulis) Kita hanya cukup yakin dan benar-benar menginginkannya maka semua akan terjadi (penulis) v .

Baki Community. 5. Aku telah menemukan arti sahabat sejati. Ipee (Arifah). Lia. Ayah dan Ibunda tercinta. Jangan pernah melupakan persahabatan ini. Agung n’ The ganx. dukungan dan kebersamaan yang membuatku selalu bahagia. do’a. 2. Si item kasih ibu. Ndaa (Ingga). Adikku (De’ Kiki) tersayang yang telah mewarnai hari-hariku dengan kasih sayang dan selalu memberiku semangat. Almameterku yang kucinta. Ndul (Elyy). terima kasih atas dukungan selama ini dan mendengarkan keluh kesahku. 6. sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku.PERSEMBAHAN Alhamdulillahirobbil’alamin. 46 Kasih Ibu. perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu. serta perjuanganmu untuk membesarkan dan mendidikku dengan penuh kasih sayang agar aku dapat gapai cita dan impianku. Djarot. Dewi. Kakakku (Ms Eko). Sujud Syukurku kehadirat illahi Robbi Atas segala nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya persembahan kecil ini teruntuk: 1. dan Spin Abot yang selalu setia mengantarkan aku kemana pun aku pergi. terima kasih atas kasih sayang. 3. Engkau tak akan pernah tergantikan karena engkau tiada duanya didunia ini. vi . Sahabat-sahabatku. kebersamaan kita adalah hal yang terindah. rangkaian yang tidak pernah putus dalam setiap langkahku. 4. atas perhatian. Emi.

Drs. Djalal Fuadi.Sudarto HS. Sofyan Anif. M. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berkenan memberikan surat ijin peneliti. H. Dr. 2. dan Inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat.Si. selaku pembimbing II yang memberikankan arahan dan nasehat dalam penyusunan skripsi ini. Suyatmini.. SE.KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. 3.. namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kesulitankesulitan yang timbul dapat teratasi.. Drs.Wb.Si. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. M. Drs. vii . Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada: 1. MM. MM. 4. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini. selaku pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketulusan membimbing. selaku ketua program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dan masukan selama studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. mengarahkan dalam penyusunan skripsi ini. hidayah.

Surakarta. Semua pihak yang telah berperan serta memberikan bantuan moral maupun material dalam penyusunan skripsi. 10. 6.Pd. Semua teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 khususnya kelas C dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya karya ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu. selaku Pembimbing Akademik selama menempuh studi. Drs. 9. Siswa siswi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta khususnya kelas VIII A. kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan. Joko Suwandi. dan C yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian 8. 7. Oleh karena itu. Bapak/Ibu Dosen program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A 210 060 103 viii . Bapak Amin Bambang selaku guru ekonomi yang telah membantu dalam penelitian.Wb. Wassalamu’alaikum Wr.5. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan bagi penulisan selanjutnya. 11. M.B. SE.

.................................. C.............. Sistematika Penulisan Skripsi ............................................................................................................................................................ E............ DAFTAR ISI ................................... B.......... BAB II LANDASAN TEORI A. HALAMAN PERSETUJUAN ...................................................................................................................................... DAFTAR LAMPIRAN ................................ Latar Belakang Masalah .......................................................................................................................................................................................................... HALAMAN PERNYATAAN ......... HALAMAN PERSEMBAHAN .......... Perumusan Masalah ..................................... Prestasi Belajar .......................................................... DAFTAR GAMBAR .............................................. KATA PENGANTAR ......................................................................................... HALAMAN MOTTO ..... F............... DAFTAR TABEL ........................................................................ D..........................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................... HALAMAN PENGESAHAN .... i ii iii iv v vi vii ix xii xiii xiv xvi 1 5 5 6 6 7 9 ix .......................................................................... Pembatasan Masalah .... Tujuan Penelitian ............................................................ ABSTRAK ................................................................................................................................................................................................................... BAB I PENDAHULUAN A.................................................... Manfaat Penelitian ..........

................... Sampel. Definisi Mind Mapping ....... ......... Kerangka Pemikiran............ 2.................1........... 4.......................................... Hipotesis......................... Pengertian Belajar . B............................................................ B...... dan Sampling ........................... Populasi.. 9 10 16 16 19 19 22 23 25 24 26 27 27 27 28 29 30 32 32 32 x ..... 1........................ Hubungan metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) ............... Objek Penelitian .................. Cara membuat Mind Mapping……………………………… ............................................................ Kegunaan Mind Mapping ………………… ............... 1.......................... Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)............................ C......................... 3.... 2...................................................... Mind Mapping ............ Kelebihan dan Kelemahan……………………………………................. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)............................ F.............................. Hubungan antar variabel ........................ 2.. ........... Jenis dan Metode Penelitian ......... 3........... ......................................................................... Keaktifan Belajar ........................................ Indikator Keaktifan.................... D.. E........ 1........ C.................................... BAB III METODE PENELITIAN A............. Indikator Mind Mapping……………………………………… 5. Pengertian Keaktifan....................... Hubungan metode Mind Mapping(X1)................... 2............................................... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar………... ............................................................... .

............................................. D......D.................................. E....................................... Uji Instrumen Penelitian .................. Saran...... BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN A.................... Kesimpulan .................................... Uji Prasyarat Analisis ...................... BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A.... B.......................... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 76 76 50 59 61 63 69 45 xi .......................................................... Instrumen Pengumpulan Data .............................................. Implikasi.. Analisis Data .................................................................. Analisis Data Penelitian ......................................................................................... 35 40 42 G............................. F.................................. Teknik Analisis Data ........................................ E.......................... Teknik Pengumpulan Data ............... C............................................... Uji Prasarat Analisis ……………………………………………… 44 H....................... B.............................................................................. C......... Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ............. Pembahasan ...

. Tabel 4..................................1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping 59 Tabel 4.................... Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda ...................................... Tabel 4....... 60 61 62 63 xii ..............3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors ....................1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS ...1 Penggunaan otak pada Mind Mapping . 17 35 Tabel 4.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS .................. Tabel 3.......... Tabel 4.............................................DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.....................4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas..................5......

............1 Kerangka Pemikiran ........................1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ........DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2................................................ Gambar 4......... 21 29 56 xiii .... Gambar 3...............1 Contoh Aplikasi Mind Mapping ..............

Hasil Uji Validitas 5. Hasil Tri Out Penelitian 4. Data Butir Angket Penelitian 7.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Hasil Uji Regresi Berganda 12. Surat Ijin Penelitian 2. Hasil Uji Normalitas 10. Hasil Uji Linearitas 11. Data Induk Penelitian 8. Hasil Uji Reliabilitas 6. Hasil Deskriptif 9. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif xiv . Angket Penelitian 3.

karena nilai thitung = 3. Universitas Muhammadiyah Surakarta.642 > ttabel = 2. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7. Kata kunci : metode mind mapping. Jurusan Pendidikan Akuntansi.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model.405 + 0. Secara individu metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).544 > ttabel = 2. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69.01 (7.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.698. dan 3) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.8% sedangkan sisanya sebesar 30. Hasil penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menghasilkan temuan sebagai berikut : Hasil uji regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01) sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.407X1 + 0.355 dan taraf signifikan 0. Nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.05 diperoleh Fhitung sebesar 3.642 > 2. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. keaktifan belajar IPS dan prestasi belajar IPS xv . Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.355 > 3.654X2.544 > 2. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. A210 060 103. 2) mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 2010. Penelitian mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.20).ABSTRAK PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Dhida Dwi Kurniawati. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.01 (3.01).

dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik. berakhlak mulia. Pendidikan merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas karena melalui usaha pendidikan diharapkan tujuan pendidikan akan segara tercapai. Salah satu tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No.1 BAB I PENDAHULUAN A. berilmu. oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. kreatif. 1 . Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi sesuai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. cakap. keluarga dan pengelola pendidikan. sehat. penanganan dan prioritas secara baik oleh pemerintah. Dengan begitu perkembangan IPTEK yang ada dapat dikuasai. Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat baik di dalam pembinaan SDM.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab.

Dimana tujuan pemberian tugas ini adalah siswa tetap belajar dirumah dan dapat dimanfaatkan waktu diluar jam pelajaran sekolah. Keaktifan siswa dalam mengajukan ide pada guru. Salah satu usaha guru dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui tugas dan umpan balik. berlatih menjelaskan hasil pekerjaannya kepada teman yang lain. Dengan umpan balik diharapkan siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada materi yang telah diberikan dapat terbantu sehingga prestasi belajar IPS siswa meningkat. . Guru harus dapat memilih metodemetode yang sesuai dengan pokok bahasan yang disampaikan. kemandirian serta keaktifan siswa cenderung masih rendah. serta bekerjasama dan hubungan dengan siswa lain. sehingga siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih mengerti karena adanya latihan dirumah umpan balik disini berupa pembahasan kembali tugas yang diberikan pada materi terdahulu. Misalnya kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. Dalam pembelajaran IPS. memberikan tanggapan atau komentar terhadap siswa lain. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memerlukan suatu strategi yang tepat supaya hasil yang yang dicapai maksimal dan berpengaruh berpengaruh pada prestasi belajar siswa. bertanya kepada guru tentang materi yang disampaikan.2 Prestasi belajar merupakan hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan. dan juga mempunyai cara-cara yang menarik sehingga peserta didik mempunyai minat yang tinggi terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Mendorong anak didik untuk belajar. seorang guru harus memiliki sikap-sikap sebagai berikut : 1. dan memeriksa kembali . 5. Dalam metode Mind Mapping siswa di kuatkan pada cara menghadapi persoalan dengan langkah penyelesaian yang sistematis yaitu memahami masalah. melaksanakan rencana. Membantu dan mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya baik secara individual maupun kelompok. 3. Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi. 2. Salah satu metode yang akan diterapkan adalah pembelajaran IPS dengan pola latihan interaktif yang menggunakan metode Mind Mapping.3 menyanggah atau menyetujui ide pengerjaan soal dari teman juga masih rendah. menyusun rencana. d. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah. Membina siswa agar setiap orang merupakan sumber yang manfaat bagi yang lainnya. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar. Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual.“Tujuan dari penyampaian variasi metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran adalah : a. Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. Membantu kegiatan-kegiatan dan menyediakan sumber atau peralatan serta membantu kelancaran belajar mereka. c. e. b. Menurut Isjoni (2007:62). 4. Guru sebagai pendidik dan pengajar bertugas untuk memberi kemudahan untuk siswa dalam menerima ilmu atau materi yang telah diajarkan. Menjelaskan tujuan kegiatan pada kelompok dan mengatur penyebaran dalam bertukar pendapat Djamarah (2002:181-186).

Sedangkan dengan latihan interaktif siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam proses belajar mengajar.4 sehingga persoalan yang dihadapi akan dapat diatasi. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul skripsi “PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009 / 2010. Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas. Dengan demikian siswa belajar IPS tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja. aktif.” . namun diperlukan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar. Namun kenyataannya keaktifan siswa sekarang ini berkembang lambat dan disiplin belajar siswa yang kurang. Menurut Sujanto (1996:53) : Pelaksanaan pengajaran sering hanya si guru mendikte dan si anak yang mencatat dan kemudian menghafalkannya persis seperti bunyi catatatan dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pengertian ataupun perubahan anak perbuatan anak karenanya. sehingga siswa dituntut untuk aktif secara langsung dalam proses pembelajaran. dan mandiri dapat terwujud. Sehingga diharapkan kemandirian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan.

maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1. Aktif dalam belajar siswa dibatasi pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah. Prestasi belajar siswa dibatasi pada penguasaan materi dan keaktifan siswa terhadap pelajaran IPS yang berupa nilai rapot semester ganjil. maka masalah ini dibatasi pada : 1. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas. 2. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 2. C. Apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 3. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? .5 B. 3. Penggunaan Mind Mapping dibatasi pada sikap ingin tahu siswa untuk mengembangkan materi pelajaran IPS. Pembatasan Masalah Untuk mempermudah dan menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penafsiran judul.

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai : 1. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 2. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian. Sehingga perkembangan tersebut dapat digunakan dalam peningkatan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus disekolah. E. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitain ini terdiri : 1. Manfaat Penelitian Manfaat teoristis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan pertimbangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan pada umumnya dan di bidang kependidikan luar biasa pada khususnya.6 D. Bagi guru kelas Sebagai bahan kajian guru dalam memberikan atau menyampaikan materi (metode Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. .

3. tujuan masalah. Bagi siswa Memberi alternative lain untuk mempelajari suatu pelajaran dengan cara membuat ringkasan yang menarik dan anak terdorong untuk belajar IPS.sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat.7 2. 4. Bagi kepala sekolah Memberi masukan berupa informasi ilmiah tentang pentingnya metode penyampaian materi yang menarik pada siswa agar prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. maka perlu dikemukakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah. Sistematika Skripsi Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini. Bagi sekolah Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah atau lembaga pendidikan di SMP sebagai bahan kajian dalam usaha perbaikan proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik. identifikasi masalah. pembatasan masalah. manfaat penelitian. F. perumusan masalah. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang bekaitan dengan definisi prestasi . dan sistematika penulisan penelitian.

teknik penyajian data dan teknik analisis data. keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti. subyek dan obyek penelitian. definisi keaktifan. definisi metode Mind Mapping. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . data dan instrumen pengumpulan data. populasi.8 belajar. pengujian kualitas dan hasil analisis data. teknik pengumpulan data. sampel dan sampling. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian. BAB V PENUTUP Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner. hubungan antar variabel dan hipotesis.

sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar.”Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan.”Prestasi adalah hasil kegiatan 9 .“Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan. Prestasi Belajar 1. diciptakan baik secara individual maupun kelompok.” Selanjutnya menurut Winkel (1996:53). Para pakar pendidikan mengemukakan pendapat mereka.9 BAB II LANDASAN TEORI A. ketrampilan dan nilai sikap. pemahaman. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. Menurut Djamarah (2002:231). Menurut Djamarah (2002:19). Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. karena kegiatan belajar merupakan proses. Pengertian Prestasi Belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan prestasi dan belajar. Prestasi merupakan kumpulan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan. Namun dari pendapat pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai denagan pandangan yang mereka anut.

menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor eksternal) : . maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu.” Berdasarkan pengertian diatas. 2. Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima. angka. huruf.10 usaha kegiatan belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk. maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan. menurut Syah (2004:132).

sikap. minat. psikologis dan yang dapat perolehan faktor-faktor kuantitas diantara Namun rohaniah siswa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah tingkat kecerdasan atau intelejensi. . jasmani agar tetap bugar siswa dianjurkan mengkonsumsi minuman yang bergizi. 2) Aspek psikologis Yang mempengaruhi pembelajaran termasuk kulitas siswa. Faktor internal siswa adalah: 1) Aspek fisiologis Kondisi jasmani dan tonus (tegangan otot) yang memadai tingakat organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran. dan motivasi. Untuk dipelajarinya pun kurang atau tidak terbatas. Mempertahankan tonus. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. bakat. Kondisi organ tubuh yang lemah apabila serta pusing-pusing dapat menurunkan ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas.11 a. Selain itu juga siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan.

para staf guru. 1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah. 2) Lingkungan non sosial Faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga siswa dan alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa.12 b. guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran. para staf administrasi dan teman-teman sekelas yang mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar. Menurut Djamarah (2002:85-93). 3) Metode pembelajaran a) Pengertian metode Menurut Djamarah (2002:85) : Pemilihan metode merupakan hal yang sangat penting perlu diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor Eksternal adalah kondisi lingkungan sekitar siswa. pemilihan dan penentuan metode dalam pembelajaran harus memiliki: . Dengan memanfaatkan metode secara akurat.

(2) Efektivitas penggunaan metode Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadikan kendala dalam mencapai tujuan yang dirumuskan. Oleh karena itu metode adalah salah satu cara yang memilliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. karena itu. Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilikan metode yang kurang tepat.13 (1) Nilai strategi dan metode Didalam proses pembelajaran sering terjadi interaksi edukatif antara anak didik dan guru. efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuain metode dengan semua komponen diprogramkan. Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak . (3) Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah pembelajaran. Nilai strategis dari metode adalah dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran.

Menurut Mulyana (2005:100) : Dalam pembelajaran guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. hal tersebut dibuat karena adanya kebutuhan untuk menyakinkan 1) adanya alasan untuk belajar.14 untuk menunjang tercapainya tujaun guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didk dikelas b) Pengertian pembelajaran Menurut Sagala (2006:61).”Dalam menggunakan mengajarkan pandai pendekatan secara aktif.” Menurut Sagala (2006:68) : Pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran. Menurut guru Djamarah harus (2002:62). secara arif dan bijaksana. . 2) siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan.”Pembelajaran ialah membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama kebersilan pendidikan.” Selalu harus ada yang dipelajari dan arena adanya pengalaman-pengalaman baru. oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar dan tujuan yang akan dicapai. Sedangkan Riyanto (2002:57) berpendapat bahwa pembelajaran adalah “suatu proses eksperimantasi.

” Menurut Arikunto dalam Dimyati & Mudjiono (2009:200-201) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi dan ditujukan untuk keperluan : .15 dan umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal yaitu pre tes. proses dan post tes. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. dan faktor lainnya termasuk siswa itu sendiri. faktor lingkungan. maka tingginya pemahaman dan penguasaan siswa dalam suatu pelajaran dan makin banyak soal yang mampu dikerjakan dengan benar diharapkan makin tinggi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut. faktor materi pelajaran. maka dengan metode pembelajaran yang sesuai siswa akan bersemangat dan suasana kelas akan lebih hidup. faktor metode pengajaran. Keberhasilan pembelajaran IPS diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dan dipengaruhi beberapa faktor antara lain: faktor guru. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pelajaran IPS. sehingga prestasi yang akan dicapai memuaskan. Keberhasilan tersebut dapat diamati dari beberapa sisi banyaknya soal yang mampu dikerjakan dengan betul. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat.

b. Untuk kenaikan kelas. demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk Dengan kepribadian anak. d. Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita. c. Untuk diagnostik dan pengembangan. aslinya diciptakan oleh Gelb. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya . Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran. Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. B. Untuk seleksi.16 a. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. Oleh karena itu. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Mind Mapping 1. Untuk penempatan. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Definisi Mind Mapping Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping dipopulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an.

Tulisan 2. dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal.” Table 1. penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan. Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan). Hubungan Antar Kata Otak Kanan Warna Gambar Dimensi Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan. Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran.1 Tabel penggunaan otak pada Mind Mapping Otak Kiri 1. hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal.17 menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak. Urutan Penulisan 3. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. . Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant.

Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar. baik secara tertulis maupun secara verbal.18 Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. . Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. memperkuat. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Adanya kombinasi warna. maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif. dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. Dengan demikian. simbol.

7) Memulai usaha baru. 9) Fleksibel. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif. Kertas kosong tak bergaris. khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain: a. Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat. Pena dan pensil warna. c. d. metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. 3. b. b. Cara Membuat Mind Mapping Buzan (2009:14). 5) Mengembangkan sebuah ide. d. 10) Dapat memusatkan perhatian. 2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar. Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk : 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan. Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah. Kegunaan Mind Mapping Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6). c. 11) Meningkatkan pemahaman. 4) Membuat rencana atau kerangka cerita. 6) Membuat perencanaan sasaran pribadi. Otak. sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah : a. Imajinasi . 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. 8) Meringkas isi sebuah buku. 12) Menyenangkan dan mudah diingat.19 2.

Gunakan gambar. Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna. Variasi dengan huruf capital. b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis. . Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat.wordpress. Gunakan berbagai warna. adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Mulailah dari tengah kertas kosong. membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran. Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan.20 Buzan (2009:15-16). Buatlah garis hubung yang melengkung. garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. Berikut adalah ringkasan dari Law of MM: a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat. warna.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dan-kreativitas siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/) Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. Seluruh garis harus tersambung ke pusat. Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin .

terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. f) Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1. simbol. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi. Gambar 2. Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester. Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat . grafik. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs. e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna.21 d) Image: gunakan sebanyak mungkin gambar. yaitu: a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. kode. table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami.

g. berkomunikasi. di mana suatu topik akan dibahas secara detail. d. menyelesaikan masalah. memusatkan perhatian. e. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana. Dengan demikian. dan melatih “gambar keseluruhan”. d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi. b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. c. langkah Preview dapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview. Selama Inview ini. c) Inview: Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran. h. indikator Mind Mapping sebagai berikut : a. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. merencanakan. . b. daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. Dengan demikian. konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. Indikator Mind Mapping Menurut Tony Buzan (2009:6). f. i. menjadi lebih kreatif. konsep atau rumus penting beserta grafik. 4. sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan.22 Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. mengingat dengan lebih baik belajar lebih cepat dan efisien. siswa diharapkan dapat mencatat informasi. siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. terperinci dan mendalam.

membandingkan dan membuat hubungan 8) Memudahkan penambahan informasi baru 9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat 10) Setiap peta bersifat unik b. . wordpress. Kelebihan dan Kelemahan a. 5) Catatan lebih terfokus pada inti materi 6) Mudah melihat gambaran keseluruhan 7) Membantu Otak untuk : mengatur. mengingat. Kelemahan pembelajaran metode Mind mapping : 1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat. Kelebihan metode Mind Mapping dalam (http://mahmmudin. 2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya 3) Catatan lebih padat dan jelas 4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.23 5. 2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar 3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/) sebagai berikut: 1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.

Terlibat dalam pemecahan masalah. peraba dan lain-lain.”Keaktifan adalah pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani. b.” Menurut Sagala (2006:124-134). . anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak. kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. c. mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam : a. Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah.” Menurut Sriyono (1992:75). Pengertian Keaktifan Menurut Mc Keachie dalam Dimyati dan Mujiono (1999:45) berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa “individu merupakan manusia belajar yang selalu ingin tahu. Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. penglihatan. Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar. Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya. b. Keaktifan Belajar 1. d. menimbang-nimbang. Menurut Sudjana (1988:72). Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. keaktifan jasmani maupun rohani itu meliputi antara lain: a. Keaktifan indera : pendengaran.24 C. menyusun pendapat dan mengambil keputusan.

melihat hubungan. seperti : menaruh minat. Listening activities. B. seperti : menulis. h. Emotional activities. f. berani. seperti : mendengarkan uraian. Oral activities. e. bertanya. dan gugup. Motor activities. seperti : menggambar. melihat gambar. Menurut Paul. bersemangat. memecahkan soal. b. g. Visual activities. e. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. bergairah. merumuskan. seperti : menanggapi. pidato. keterangan. gembira. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS sangat penting. percakapan. memberi saran. musik. seperti : membaca. seperti : melakukan percobaan. mengingat-ingat. Diedrich dalam Rohani (1991:8-9) mengklasifikasikan aktifitas menjadi : a. diagram. mengamati pekerjaan orang lain. d. laporan. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. Writing activities. membuat konstruksi. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. merasa bosan. percobaan. Mental activities. mengambil keputusan. Drawing activities.25 c. membuat grafik. menganalisa. diskusi. karena dalam IPS banyak kegiatan pemecahan masalah yang . tenang. peta. f. seperti : menyatakan. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. c. d.

Kerjasamanya dalam kelompok c. Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. Indikator Keaktifan Keaktifan belajar dalam (http://ardhana12. Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain j.com /2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam-ptk-2/) dapat dilihat dari : a.wordpress. Memanfaatkan potensi anggota kelompok k.26 menuntut kreativitas siswa aktif. Untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalinan rasa simpati dan saling pengertian. Siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Membina hubungan baik bisa mempermudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu. Saling membantu dan menyelesaikan masalah . Memberi gagasan yang cemerlang h. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. 2. Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g.

”Pemetaan pemikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide. memberi gambaran yang jelas keseluruhan dan perincian pokok bahasan yang dipelajari. atau merencanakan penelitian baru. dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh guru. mencatat pelajaran. Sehingga metode Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Hubungan Metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) Menurut Silberman (2001:181).” Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan. memperhatikan. 2. Begitu juga sebaliknya guru juga harus memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa dan dapat menciptakan suasana belajar dalam . Hubungan Antar Variabel 1. Mind Mapping memungkinkan siswa lebih fokus pada pokok bahasan. Selain itu siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum jelas. Siswa harus lebih kritis. kreatif dan lebih perhatian dalam menerima pelajaran / materi yang disampaikan oleh guru. Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Dalam proses belajar yang sedang berlangsung di kelas melibatkan siswa dan menuntut siswa untuk melakukan aktivitas belajar. Para siswa dituntut untuk mendengarkan. Pola pikir siswa akan lebih berkembang dengan memunculkan ide-ide dalam proses pembelajaran IPS.27 D.

Hubungan Metode Mind Mapping (X1). maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal. dan karenanya berpikir fleksibel. akan melihat jauh lebih banyak kesempatan untuk mengiterpretasikan pertanyaan secara kreatif. Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Otak yang berpengetahuan tinggi secara mental. karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa. . Jutaan orang diseluruh dunia menggunakan Mind Mapping setiap hari untuk membantu mereka. Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri. karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa. dan karenanya akan lebih banyak menghasilkan ide-ide yang lebih berkualitas. Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar.28 kelas yang menimbulkan keaktifan siswa sehingga akan tercipta proses belajar yang baik dan akan membuat interaksi di dalam kelas yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi anak didiknya. 3. Dengan demikian keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. sementara ada juga yang menggunakan Mind Mapping untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar.

1 Kerangka Pemikiran Prestasi belajar (Y) . sebaliknya siswa yang aktif akan mendapatkan prestasi yang memuaskan. Yang termasuk faktor individu diantaranya adalah keaktifan belajar. maka dalam penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagai berikut : Metode Mind Mapping (X1) Keaktifan Belajar (X2) Gambar 3. berdiskusi maka siswa itu akan mendapatkan prestasi yang bagus. Prestasi belajar siswa akan meningkat jika siswa aktif dalam proses pembelajaran IPS. bertanya dan aktif dalam belajar IPS. dan akan mendapatkan hasil yang maksimal E. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoristis sebagaimana telah dipaparkan dimuka.29 Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor sosial. Sehingga keaktifan belajar diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif. Mind Mapping akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca. affektif dan psikomotorik. mengerjakan soal. Keaktifan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar apabila siswa tidak aktif bertanya. berpikir.

yang kebenarannya masih perlu diuji dibawah kebenaran atau tidaknya peneliti perlu mengadakan penelitian. maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. Yang menjadi variabel bebas adalah : a) Metode Mind Mapping (X1) b) Keaktifan Belajar (X2) 2. Hipotesis Menurut Arikunto (2005:64) Hipotesis berasal dari penggunaan kata “Hypo” yang artinya “Dari bawah” dan kata “Thesa” yang artinya “Kebenaran” Hipotesis adalah anggapan dasar mengenai satu teori yang bersifat sementara. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .30 Keterangan : 1. Variabel Independen (variabel bebas) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain. Dari landasan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar (Y). F. Variabel Dependen (variable terikat) yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang.

Terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .31 2. Terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3.

Berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya atau data kualitatif yang diangkakan. B. Populasi Menurut Arikunto (2002:108) “Populasi adalah keseluruhan kelompok orang atau kejadian atau hal minat yang diinvestigasi. Populasi. Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.” Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. Sampel. Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif. 32 . maka penelitian ini merupakan penelitian survey. dan Sampling 1. C. Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa mempengaruhi variabel terikat.32 BAB III METODE PENELITIAN A. dimana data yang diperoleh berasal dari angket.

” Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (1996:114) ada dua cara pengambilan sample yaitu : a. Sampling Menurut Hadi (1993:75) “sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel. Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara yaitu: 1) Cara Undian : Cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. 3. Random Sampling Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. . sehingga penelitianberupa penelitian populasi. 2) Cara Ordinal : Cara ini dilakukan dengan jalan mengambil jumlah subjek yang diperlukan dengan mengambil urutan dari atas ke bawah. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-25%. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Sampel Menurut Arikunto (2005:105) “Sampel adalah sebagian atau wakilpopulasi yang diteliti.33 2.” Menurut Arikunto (2006:134) menyatakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 orang diambil semua.

3) Double Sampling Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar. Macam-macam non random sampling adalah sebagai berikut: 1) Quota Sampling Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik. 2) Purposive Sampling Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui.34 3) Cara Randomisasi : Cara ini di lakukan dengan bantuan tabel random yang umumnya terdapat pada buku-buku statistik b. 4) Proporsional Sampling Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. . Non Random Sampling Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sample.

D. Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut: Tabel 3.35 5) Stratified Sampling Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. b. d. Semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. Pembuatan kisi-kisi angket Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel. Instrumen Pengumpulan Data 1.1. Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS Variabel Metode Mind Mapping a. Teknik pengambilan sampling sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling dengan cara undian. kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai. Indikator merencanakan berkomunikasi menjadi lebih kreatif menyelesaikan masalah memusatkan perhatian Item 1-10 . cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. e. c. Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket.

mengingat dengan baik h. memanfaatkan potensianggota kelompok k. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. memberi gagasan yang cemerlang h. Penyusunan Angket Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun pedoman pengisian angket. kepetusan berdasarkan pertimbangan kerja yang matang j. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i.36 Keaktifan Belajar f. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. kerjasamanya dalam kelompok c. melatih ”gambar keseluruhan” a. menyusun dan menjelaskann pikiranpikiran g. kemudian disajikan dalam laporan penelitian. perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. belajar lebih cepat dan efisien i. . kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. saling membantu dan menyelesaikan masalah 1-12 2. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f.

5. Menentukan Skor Angket Menurut Nawawi (2005:242). Uji Validitas Item Menurut Arikunto (1988:138) Uji Validitas adalah “suatu ukuranukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan keaslian suatu instrument.”Skoring variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar siswa untuk tiap-tiap alternatif jawaban adalah: Item pertanyaan atau pernyataan positif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) :4 :3 :2 :1 Item pertanyaan atau pernyataan negatif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) 4. Uji coba (try out) dilaksanakan terhadap siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak menjadi anggota sampel. Uji Coba Angket Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid & digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel.37 3.” :1 :2 :3 :4 .

Selanjutnya hasil korelasi itu dianalisa untuk mencari . Kemudian mencari korelasi antara masing-masing belahan item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi product moment.” 6. Uji Reliabilitas Item Reliabilitas menunjukkan pada suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik. Menurut Arikunto (1998:208). ”mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa rxy > rtabel taraf signifikan 5% berarti item atau butir soal valid dan sebaliknya bila rxy < rtabel 5% maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memenuhi prasyarat.38 Rumus yang digunakan adalah Pearson Product Moment: rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( NY 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 Dimana: rxy X2 Y2 XY X Y N = Koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y = Jumlah kuadrat dari X = Jumlah kuadrat dari Y = Jumlah koofisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah tiap faktor = Jumlah seluruh faktor = Jumlah subyek Karena dengan angka kasar relatif lebih mudah dan dapat menghindari angka pecahan. Dalam penelitian ini mengukur reliabilitas angket digunakan teknik belah dua melalui cara membelah data dengan item-item nomor genap dan ganjil.

400 sampai 0.200 = sangat rendah Sedangkan menurut Ghozali (2005: 42) ”Dikatakan reliabel jika angka korelasi yang diperoleh > 0.400 = rendah Antara 0.39 realibilitas dengan menggunakan rumus Sperman Bown.6 taraf signifikansi 5% dikatakan tidak reliabel jika angka korelasi <0.600 sampai 0.600 = cukup tinggi Antara 0. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan. maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : .100 sampai 0.6”.200 sampai 0.800 = tinggi Antara 0. Arikunto (2006:276). E.000 = sangat tinggi Antara 0. dikutip Hadi yaitu sebagai berikut: r11 == Keterangan : r11 = koefisien reliabilitas yang dicari r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan yang dicari.”Adapun interprestasi besarnya koefisien korelasi digunakan ketentuan yang sama yaitu: a) b) c) d) e) Antara 0.800 sampai 1.

Beberapa untuk setiap cabang utama mind orang memberikan nomor Sebagian lain mapping-nya. ”Mind Mapping yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar. Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi.” Mind Mapping dibuat dan digambar secara bebas. Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size). lingkaran. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain. menggunakan hierarki yang menunjukan urutan dari penjelasan. segitiga dan lain-lain. Dengan . Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka. Test Test hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima bahan ajar atau materi untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS siswa setelah dilakukan tindakan. maka dapt digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya. Termasuk di dalamnya memberi penekakanan dengan gambar atau gambar.40 1. Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat mind mapping apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak. Test yang akan dilakukan penulis adalah : Tes pembuatan Mind Mapping ini dilakukan untuk mengetahui kepahaman tentang Mind Mapping.

melainkan pula kelima panca indra lainnya. Menggunakan gambar untuk memperkuat kreativitas. untuk merangsang daya ingat. bentuk huruf atau ukuran huruf memperjelas informasi tertentu.” Berdasarkan paparan diatas. Menggunakan bermacam-macam warna. akan sulit sekali untuk terlupa. maka penekanan atas suatu subyek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir. Mind Mapping harus mempunyai kata kunci atau gagasan pokok. b.“selain aspek asosiasi dan penekanan. 2. penulis membuat kriteria mind mapping yang baik adalah : a. Metode angket untuk mengetahui data variabel penelitian yaitu metode Mind Mapping (X1) dan keaktifan belajar (X2). d. c. penggunaan garis. . mind mapping juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area. Menggunakan simbol. Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indera. Angket Arikunto (2002:151) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolah informasi dari dari respondent dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Menurut Buzan (2003:88-89).41 cara ini. termasuk penggunaan huruf yang berbeda-beda.

1. dalam arti lebih cermat. check-list atau daftar centang. lengkap. pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. transkrip. Instrument yang baik harus memenuhi dua peryaratan penting yaitu valid dan reliable. dan sebagainya. Namun sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki validitas rendah.” Metode dokumensi digunakan untuk memperoleh data tentukan prestasi belajar siswa. agenda. F. .42 3. surat kabar. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006:154) “dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan.” Uji instrument akan diberikan pada siswa yang merupakan bagian dari populasi penelitian. Teknik Analisis Data Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. buku. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Menurut Arikunto (2006:160) “variasi jenis instrument penelitian adalah angket. majalah. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument yang valid atau mempunyai validitas tinggi.

Uji ini dilakukan dengan melihat korelasi atau skor masingmasing pertanyaan. 2.” Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang. sebaliknya bila rxy < rtabel maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan.43 Arikunto (2002:241) validitas diuji dengan rumus korelasi product moment. Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid. Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus : . Adapun rumus korelasi product moment rxy : {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 2 − (∑ X ) N ∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: Rxy : Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y X Y N : Skor item : Skor total : Jumlah responden Menurut Arikunto (2002:146). Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006:178) “Uji reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik-baik.

G.1 / 2 ⎠ Keterangan : r11 r1/2 r1/2 = koefisien reliabilitas yang dicari = koefisien antara skor-skor setiap olahan tersebut Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) reliable dan sebaliknya bila rhitung < rtabel pada taraf signifikan 55 maka butir soal tersebut reliable sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Uji Normalitas Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang. Uji Prasyarat Analisa 1. langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut: ⎡ S 2 (k − 3) 2 ⎤ J B = n⎢ + ⎥ 24 ⎦ ⎣ 6 Keterangan : S K = Skewnees (kemencengan) = Kurtosis (keruncingan) Kesimpulan : Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal .44 ⎛ 2(r1/ 2 .1 / 2) ⎞ r11 = ⎜ ⎟ ⎝ 1 + r1 / 2.

Analisis Data 1.x1 + b2. Analisis regresi berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel satu dengan variabel lain. Uji Linearitas Uji lenearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan linear yang kita peroleh cocok atau tidak. Perhitungannya menggunakan rumus : F= Rreg Rkres Kesimpulan : Jika nilai Fhitunng < Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear.x2 + … + bk. H. “dijelaskan analisis regresi ganda dua predictor menggunakan persamaan garis regresi” berikut: Y = a + b1. menurut Sugiono (2005:211).xk Dimana: Y a = Prestasi belajar = Konstanta . Jika nilai Fhitung > Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidak berbentuk linear.45 2. Dalam regresi ini dilakukan untuk menentukan prestasi belajar yang disebabkan oleh metode mind mapping X1 dan keaktifan belajar X2.

Pengujian Hipotesis a.46 b X1 X2 = Koofesien korelasi = Kreativitas = Disiplin belajar 2. 2) Penentuan level signifikan tingkat signifikan (£) = 50% derajat kebebasan pembilang = K derajat kebebasan penyebut = n-k-1 3) Kriteria pengujian a) Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak. Uji F Uji F digunakan untuk signifikasi pengaruh X1 dan X2 terhadap y 1) Perumusan Hipotesis a) Ho: b1 :b2 = 0. berarti secara bersam-sama variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. yang berarti semua variabel independent X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap nilai variabel dependen . b) Ha : b1 # b2 # 0.berarti secara bersama-sama variabel independent tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen.

n-k) 4) Kesimpulan : H0 diterima apabila –Ftabel ≤ Fhitung ≤ Ftabel H0 ditolak apabila Fhitung ≥ Ftabel b. Daerah tolak Daerah terima Ftabel (α. artinya tidak terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel . b) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. 1) Pengujian Hipotesis a) Ho : b1 : b2 = 0. Uji t Analisis uji t (t tes) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y) secara individual. artinya tidak dapat terdapat pengaruh variabel independent x1 (metode mind mapping) terhadapvariabel dependen (y). artinya terdapat pebgaruh variabel independent x1 terhadap variabel dependen (y) c) Ho : b1 : b2 = 0. k-1. yang secara statistic berarti semua variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap perubahan nilai variabel dependen.47 b) Fhitung < Ftabel maka ho diterima.

n-k-1 Daerah tolak α/2. Daerah tolak Daerah terima . artinya terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) 2) Menentukan level of signifikasi Tingkat signifikan (£) = 5%.α/2.48 d) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. b) thitung < ttabel maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (y). derajat kebebasan (dk) = n-k t table = t £ / 2 (n-k) n = jumlah sampel Mencari nilai hitung dengan rumus: x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel t= b−β Seb Keterangan : b Seb = Koefisien regresi = Standar error b 3) Kriteria Pengujian a) thitung > ttabel maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. n-k-1 .

49

4) Kesimpulan H0 diterima apabila –ttabel < thitung < ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < ttabel 3. Sumbangan relative (SR) dan sumbangan efektif (SE) a. Sumbangan Relative Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan relative adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y.
SR% X 1 b1 x1 x100% b1 x1 + b2 x 2
b2 x 2 x100% b1 x1 + b2 x 2

SR % X 2

b. Sumbangan Efektif Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan efektif adalah untuk

mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y. SE%X1=SR%X1R2 SE%X2=SR%X2R2

50

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Pada bulan Juli 1947, Aisyiah Cabang Solo mendirikan Sekolah Kepandaian Putrid (SKP) yang bertempat di jalan Pasar Legi. Diantara tokoh pendirinya adalah Ibu Suhud Rais, Nyonya H. M. Idris dan Ibu Sudarso. Selaku Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Sudarso, selanjutnya karena Ibu Sudarso pindah mengikuti suami maka sebagai pengganti Kepala Sekolah adalah Ibu Darso. Perkembangan selanjutnya SKP Muhammadiyah I ini berganti menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP)

Muhammadiyah I yang menempati gedung baru yang bertempat di jalan Brigjen Sudirto No. 60 Surakarta dengan Kepala Sekolah Ibu Aminah Mindrofah. Semua itu atas bantuan yayasan, bantuan social Repubik Indonesia pada saat Bapak R. Moelyadi Martono sebagai Menteri Sosial (kemudian Menko Kesra). Pada bulan Juli 1960 SKKP Muhammadiyah I tersebut menerima status subsidi dari Departemen P dan K yang berlaku mulai 1 Agustus 1959 dengan nomor subsidi No. 55973/ B. II, merupakan status sekolah tertinggi pada saat itu. Guru atau pegawai tetap digaji dengan subsidi dari

50

51

pemerintah, yaitu melalui Departemen P dan K. Kepala sekolah setelah Ibu Aminah Mindrofah adalah Ibu Hartono. Berlakunya kurikulum 1975, maka SKKP Muhammadiyah I Surakarta tersebut di hapus oleh pemerintah dan diganti dengan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tahun berdirinya adalah 1 Juli 1977. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta masih transisi karena masih ada kelas dua dan tiga SKKP, sedangkan kelas 1 sudah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Siti Suwibah, BA. Pada tahun 1978 dengan SK BAKN No. 027/ Kep. II/ 1978, dari segi kepegawaian semua guru dan karyawan subsidi diangkat menjadi negeri yang mulai berlaku tanggal 17 April 1978. Sedangkan atasan guru dan karyawan bervariasi, antara lain Guru Tetap Persyarikatan, Guru Diberbantukan (DPB), Guru Dipekerjakan (DPK), Guru Depag, Guru Negeri dicoba dan Guru tidak tetap. Pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta melaksanakan EBTA pertama kali dengan menggabung di SMP Negeri 8 Surakarta dengan kepala sekolah masih tetap Ibu Siti Suwaibah, BA. Pada tanggal 17 Oktober 1979, SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Achmad Hany, BA. yang menggantikan Ibu Siti Suwaibah, BA. karena pindah tugas dengan SK definitive selaku kepala sekolah dari Mendikbud pada 7 Oktober 1986. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta telah berusaha meningkatkan mutu sekolah dengan melaksanakan akreditasi sekolah pertama tahun 1985 dengan hasil

Perkembangan selanjutnya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Drs. Saifudin berasal dari Wakasek Kurikulum SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta. Yang kedua tanggal 30-31 Agustus 1990 dengan hasil diakui sesuai Nomor Piagam : 405/103/ H 1990 tanggal 31 Desember 1990. Sedangkan Ibu Umul Hidayah berdasar surat Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta tanggal 25 Juni 1996 alih tugas ke SMP Muhammadiyah 1 Surakarta. A/ 2. PWM/ III. BA. 07/ MN/ 1998. Pada tahun pelajaran 1996/ 1997 terhitung mulai tanggal 26 Juni 1996 dengan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah : 10/ SK.52 ststus diakui Nomor :359/ 103/ 1985 tanggal 31 Desember 1985. b/ 1996 tanggal 1 Mei 1996. guru-guru dan karyawan serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berusaha keras untuk menanamkan pelaksanaan disiplin budaya tertib. maka yang menggantikan sebagai Kepala Sekolah pada tahun pelajaran 1994/ 1995-1995/1996 adalah Ibu Umul Hidayah yang diangkat oleh Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta adalah Bapak Drs. mulai memasuki purna tugas dan meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1995. Saifudin dan dibantu para Wakasek. Sampai pada tahun 1998 status sekolah menjadi disamakan sesuai dengan SK Nomor 0022/ 103. Pada tahun pelajaran 1994/ 1995 Kepala Sekolah Bapak Achmad Hany. bersih dan belajar serta bekerja keras dengan sebaik-baiknya .

ruang computer. Jateng SK Nomor: 0276/ XII 4. koperasi kantin. Saifudin h. ruang TU. Nama Organisasi : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta b. Status Sekolah 3. Pendiri/perintis e. ruang tamu. Pajang. BA. Bangunan SMP : Akreditasi A Muhammadiyah 5 Surakarta terdiri dari 3 lantai. perpustakaan. Yang Pernah Menjabat Kepala Sekolah : 1) Siti Suwaibah 2) Achmad Hany. Slamet Riyadi No. ruang UKS.. toilet. tempat alat olahraga. Laweyan. ruang kelas IX A. Berdiri Tahun d. H. Badan Pengelola : Majelis Dikdasmen PDM Surakarta g. 443. Surakarta. laboratorium. Disyahkan Oleh : 01 Juli 1947 : Hj. Jawa Tengah c. Gedung Gedung SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di jalan Slamet Riyadi No. Lantai 1 meliputi ruang Kepala Sekolah. mushola. 3) Umul Hidayah 4) Drs. Identitas Sekolah a. Lantai 2 terdiri dai guru. 443 Surakarta berdampingan dengan SMU Muhammadiyah 4 Surakarta dengan luas keseluruhan 2600 m2. Idris : Kanwil Depdikbud Prop.P/ 78 Tanggal 01 April 1978 f. Alamat : Jl.53 2. Suhud Rais dan :Ny. ruang BP. M. ruang kelas .

Fasilitas Kelas a) Meja dan kursi Pengadaan meja dan kursi untuk tiap-tiap kelas. 4. sehingga membantu guru dalam ketepatan waktu kegiatan pembelajaran . IXE. VIII D. ruang OSIS/IRM. jadwal piket dan jadwal pelajaran Tiap kelas terdapat 1 papan yang berisi daftar siswa. c) Daftar siswa. ruang kelas VII A sampai VII E dan kelasVIII B. dan jadwal pelajaran. IX B. tergantung kreasi masing-masing kelas. jadwal piket. b) Papan tulis Penyediaan papan tulis masing-masing kelas telah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran. e) Jam dinding Masing-masing kelas mempunyai jam dinding sebagai penunjuk waktu.54 VII A. VIII C. Hal tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman. Sedangkan untuk lantai 3 terdiri dari ruang menjahit. Jadwal piket dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran dan berfungsi menanamkan disiplin serta tanggungjawab siswa. IX F dan III F. IX C. VIII F Dari lantai 1 sampai 3 dilengkapi dengan kamar mandi.VIIIE. IX D. d) Gambar dinding Disetiap kelas ada beberapa gambar yang terpajang di dinding. yaitu kelas VII sampai dengan kelas IX keadaanya baik untuk proses pembelajaran.

Adapun buku pelajaran (buku paket) yang dimiliki perpustakaan ini adalah buku Bahasa Indonesia. buku peminjam. buku-buku pelajaran (buku paket). meja baca dan alat Bantu mengajar (layar Ohp. Almari bukunya ada 5 buah. Buku-buku perpustakaan yang lain adalah buku keagamaan. globe.55 5.0013. Matematika.00-13. buku-buku sekolah yang lain.30). IPA Fisika dan Bahasa Inggris. surat kabar.00). Sedangkan untuk guru adalah setiap waktu. almari 2 untuk menyimpan buku ilmu ketrampilan. Waktu peminjaman buku antara guru dengan siswa berbeda. IPS Ekonomi. IPA Biologi. buku induk. Perpustakaan Ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di lantai 2 disebelah ruang kesenian dan juga berhimpitan dengan laboratorium. Sedangkan almari 4 untuk menyimpan buku-buku pelajaran (buku paket) dan almari 5 untuk menyimpan buku-buku IPTEK/ khusus. majalah. almari 3 untuk menyimpan buku kesustraan. tempat duduk. ketrampilan. cerita dan majalah. ilmu pengetahuan. kesustraan. IPS Geografi. Untuk siswa dapat meminjam pada hari senin (07. Almari 1 untuk menyimpan buku agama. madding. selasa dan rabu (07. Buku daftar penunjang. . dan lain-lain. Keadaan ruang perpustakaannya yang nyaman membuat siswa senang untuk datang dan membaca buku diperpustakaan. rak buku. IPS Sejarah. peta). Inventaris perpustakaan antara lain almari buku.

1. Di Laboratorium computer kira-kira terdapat 20 komputer dengan dilengkapi meja dan kursi. Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Sumber : Data Monografi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Untuk Laboratorium IPA sudah memenuhi persyaratan dalam jumlah dan jenis. Laboratorium computer bertempat di lantai 1 berdekatan dengan ruang TU. Struktur Organisasi Kepala Sekolah Tata Usaha Wakasek Kurikulum Wakasek Kesiswaan Kord.56 6. di laboratorium IPA antara lain terdapat bahan-bahan Kimia. peralatan Biologi dan peralatan Fisika 7. Laboratorium Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta memiliki Laboratorium computer dan Laboratorium IPA. Sedangkan Laboratorium IPA terletak di lantai 2 berdekatan dengan perpustakaan.Mata Pelajaran Wakasek SarPras Bimbingan Penyuluhan Wakasek Humas Wali Kelas Guru Peserta didik Gambar 4.

6) Mengadakan konsultasi dengan orang tua peserta didik. 3) Memberikan laporan kepada kepala sekolah. Tugas wali kelas 1) Membuat laporan hasil belajar. Tugas koordinator 1) Menyusun program bersama sekolah. 7) Mengadakan revisi lembaga yang berwenang. 3) Menyelenggarakan penyuluhan. Tugas kepala sekolah 1) Membuat rencana program sekolah secara menyeluruh. 2) Bertanggungjawab atas jalannya program. 3) Mengawasi pelaksanaan program.57 a. 2) Mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada pelaksanaan BP. 5) Menyelenggarakan pertemuan staf. 4) Melengkapi fasilitas BP. . c. 4) Menganalisa data peserta didik guna menetapkan suatu rencana tindakan positif terhadap peserta didik. 4) Mengawasi kegiatan sehari-hari. 5) Memberi tanggung jawab ke dalam dan keluar 6) Mengadakan hubungan dengan lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama dengan pelaksanaan BP. 2) Mengumpulkan data tentang peserta didik. b.

f. 3) Memberikan informasi tentang peserta didik kepada staf BP. 2) Pengurusan pegawai. 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus. Tugas guru mengajar 1) Mengajar. 6) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala. d. Tugas administrasi BP 1) Mengisi kartu-kartu pribadi peserta didik. 2) Turut serta aktif membantu pelaksanaan kegiatan BP. . 5) Penyusunan penyajian data atau statistik sekolah. 2) Mengumpulkan catatan dan data yang lain. 3) Pembinaan pengembangan karier pegawai TU sekolah. Tata Usaha 1) Penyusunan program TU dan laporan keuangan di sekolah. 3) Menyelesaikan laporan dan pengumpulan data tentang peserta didik. 4) Penyusunan perlengkapan sekolah. 4) Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan.58 5) Menyalurkan dan menempatkan peserta didik. 5) Meneliti kesulitan kemajuan belajar peserta didik. e.

) rtabel 0. 0.685 10. 1. Kedua syarat tersebut apabila terpenuhi maka instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data.618 6.444 0. 0. sedangkan prestasi belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi hasil ujian harian siswa.598 4. item atau butir soal menggunakan korelasi product moment.713 7. 0. 0.634 8.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid . Adapun ringkasan hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.444 0. Item rxy 1.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping No.444 0. Pada uji instrumen penelitian ini.444 0.631 3.444 0.444 0.444 0.537 2.59 B. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan instrumen angket.444 0.457 5. Uji validitas diberlakukan untuk angket metode mind mapping dan angket keaktifan belajar IPS. 0. Uji Instrumen Penelitian Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas. data diambil dari 20 responden melalui penyebaran angket. Tingkat validitas item dapat diketahui dengan cara membandingkan harga rxy dengan harga rtabel. Apabila rxy > rtabel maka item tersebut valid dan sebaliknya apabila rxy < rtabel maka item angket dinyatakan tidak valid.761 9. 0. 0. 0. 0. Pengujian validitas.444 0. 0.477 Sumber : Analisis data (Lampiran 4.

9.560 rtabel 0. Dengan demikian ke-12 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk variabel keaktifan belajar IPS.791 0. 3. Hal ini ditunjukkan oleh harga rxy untuk seluruh item lebih besar dari rtabel. 6. 7.444 0. 10.444 0.446 0. 2.444 0.828 0.617 0. 4.444 0. 11.517 0.490 0. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach . 2.444 0.60 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket metode mind mapping dinyatakan valid.444 0.580 0.468 0.444 0.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS No. rxy 0.444 0. dengan demikian ke-10 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. Uji Reliabilitas Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan. Hal ini ditunjukkan oleh semua item soal menunjukkan hasil rxy > rtabel.617 0.621 0.444 0.444 0. 5. 8. 12.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Analisis Data (Lampiran 4) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket keaktifan belajar IPS dinyatakan valid.544 0. Tabel 4.444 0. Item 1.

Harga r11 tersebut diantara 0.600 ≤ r11 < 0. Uji Prasyarat Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. C. dan untuk keaktifan belajar IPS di dapat 0. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.600 dan 0. Nilai r11 untuk angket metode mind mapping didapat 0.61 Alpa. tetapi jika data tidak memenuhi asumsi regresi.125 0.098 Ltabel 0.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Variabel X1 X2 y N 50 50 50 Harga L Lhitung 0.118 0.800. 1.800) bernilai tinggi. untuk itu perlu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan linearitas. hal ini sesuai pendapat Suharsimi bahwa kriteria reliabilitas (0.100 0. Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15.7467.125 Keterangan Normal Normal Normal Sumber : Analisis Data (Lampiran 9) . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut : Tabel 4. maka penerapan regresi akan bias. sehingga reliabilitasnya dinyatakan tinggi.7514.125 0.

62

Tabel diatas menunjukkan harga Lhitung untuk variabel X1 = 0,118 < dari Ltabel =0,125 dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, untuk variabel X2 didapat Lhitung = 0,100 < Ltabel= 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan untuk variabel y didapat Lhitung = 0,098 < dari Ltabel = 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi normal dengan taraf signifikansi 5%. 2. Uji Linieritas Uji linieritas regresi antar variabel bebas dengan variabel terikat digunakan untuk mengetahui model regresinya berbentuk linier atau non linier. Perhitungan uji linieritas regresi menggunakan SPSS terangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas Variabel X1Y X2Y N 50 50

α 0,05
0,05

Harga F Fhitung Ftabel 0,800 2,18 0,920 2,03

Keterangan Linier Linier

Sumber : Analisis Data (Lampiran 10) Dari hasil perhitungan uji linieritas diperoleh harga Fhitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0,800, Harga F ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 8 dan dk penyebut = 40 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,18. Perbandingan kedua harga tersebut diperoleh harga Fhitung = 0,800 < Ftabel = 2,18 karena Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa

63

hubungan antara X1 dan Y linier. Untuk harga Fhitung X2 terhadap Y sebesar 0,920, harga ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel diperoleh Ftabel dengan dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 36 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,03 perbandingan harga Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa hubungan antara X2 dan Y linier.

D. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Regresi Linier Berganda Pada bagian ini akan dikemukakan mengenai hasil analisis dari pengolahan data menggunakan alat analisis model regresi berganda. Pembahasan mengenai hasil analisis regresi linear berganda data ini akan dibagi menjadi hasil persamaan regresi, Uji F, Uji t dan Koefisien Determinasi (R2). Analisis Linier Berganda digunakan untuk mengetahui persamaan garis regresi pengaruh variabel independen yang berupa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap variabel dependen yaitu prestasi belajar IPS. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien Konstanta (a) 34,405 Metode Mind Mapping (b1) 0,407 Keaktifan Belajar IPS (b2) 0,654 F : 54,355 Sig : 0,000 R : 0.836 R2 : 0.698 Sumber : Analisis Data (Lampiran 11) t hitung 3,642 7,544 t tabel 2,01 2,01

64

Hasil pengujian regresi diatas dapat dibuat persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2 a = 34,405 Nilai konstanta sebesar 34,405 yang berarti bahwa jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan. b1 = 0,407 Variabel metode mind mapping (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,407 yang artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. b2 = 0,654 Variabel keaktifan belajar IPS (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang 2 dan penyebut = 47. Uji F Uji F adalah untuk mengetahui apakah variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar IPS.0 for windows. Hipotesis H0 : β1 = β2 = 0.355. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Berikut ini adalah hasil uji F: a.65 2. Nilai Fhitung Penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji F digunakan bantuan program SPSS 15. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. b. b. H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0.20 c. Kriteria pengambilan keputusan a.20 54. Daerah terima Daerah tolak 3. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai Fhitung adalah 54.355 . artinya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. d. artinya bahwa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS. diketahui besar nilai Ftabel adalah 3.

2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1. 3. diketahui besar nilai ttabel adalah 2.66 e. Metode mind mapping (X1) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS.355 > Ftabel 3.642. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 3.355 dan dengan Ftabel sebesar 3. Nilai Fhitung 54. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS. .01.20.20. Adapun hasil dari pengujian statistik adalah sebagai berikut: a. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15.0 for windows. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Fhitung sebesar 54. Uji t Analisis ini bertujuan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat. maka secara bersama-sama metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.

01.01 3.01. b. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1.0 for windows. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. Nilai thitung 3.642 > ttabel 2. diketahui besar nilai ttabel adalah 2.01 Daerah terima Daerah tolak 2.642 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 3. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak.67 4) Kriteria pengujian hipotesis a. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. b. Daerah tolak -2.642 dan dengan ttabel sebesar 2. Setelah . Keaktifan belajar IPS (X2) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS. hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).01.

hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). 4.544 dan dengan ttabel sebesar 2. Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Dari pengujian yang telah dilaksanakan menghasilkan nilai R2 (dalam Lampiran 11) sebesar 0. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. b. nilai thitung 7.68 dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 7. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak.544.698 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik.544 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 7. hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69.544 > ttabel 2.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.01 7. Sedangkan sisanya sebesar 30. 4) Kriteria pengujian hipotesis a.01 Daerah terima Daerah tolak 2. Besarnya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS dapat dilihat dari besarnya sumbangan relatif (SR%) . Daerah tolak -2.01.8% variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.01. Nilai koefisien determinasi bernilai positif.

3% terhadap prestasi belajar IPS. Secara keseluruhan variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan sebesar 69. .7% dan sumbangan efektif 51.5%). keaktifan belajar IPS (X2) terhadap prestasi belajar IPS (Y). Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Adapun dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor keaktifan belajar IPS yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode mind mapping (X1). hal ini terbukti ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (β) untuk variabel keaktifan belajar IPS paling besar dibandingkan dengan variabel-variabel yang lain yaitu sebesar 0. Variabel metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26.8% terhadap prestasi belajar IPS.3% dan sumbangan efektif 18. E.69 dan sumbangan efektif (SE%). Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.654.5% terhadap prestasi belajar IPS (Lampiran 12). baik secara bersama-sama maupun parsial maka digunakan alat analisis regresi linier berganda.

maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0. maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta sebesar 34.654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan.407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. Mind mapping merupakan suatu metode bagi guru sebagai pendidik untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan materi pelajaran agar mudah dicerna oleh akan didiknya.70 Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. Artinya hipotesis pertama dinyatakan diterima.407 artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan. dan variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 0.405 berarti jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode mind mapping yang digunakan pada saat pembelajaran.405 satuan. Dari . yaitu bahwa metode mind mapping berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. nilai konstanta sebesar 34. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.405 + 0.654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.642 lebih besar dari ttabel (2.407X1 + 0. Hasil uji hipotesis pertama dengan uji t memperoleh thitung variabel metode mind mapping (X1) sebesar 3.01) pada taraf signifikansi 5%. nilai variabel metode mind mapping (X1) sebesar 0.654X2.

sedangkan kelemahan . mudah melihat gambaran keseluruhan. catatan lebih padat. membantu Otak untuk : mengatur.71 hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. dan melatih “gambar keseluruhan”. lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.wordpress. siswa menjadi lebih kreatif. memudahkan penambahan informasi baru. Dalam menerapkan metode mind mapping sangat membutuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi dan membutuhkan interaksi yang lebih aktif dengan siswa lain sehingga akan memperoleh hasil yang optimal. jelas lebih terfokus pada inti materi. membandingkan dan membuat hubungan. yang menyatakan bahwa metode mind mapping akan mempermudah siswa dalam perencanaan. memusatkan perhatian. (http://mahmmudin. Banyak siswa yang mudah belajar IPS dengan metode mind mapping. mengingat dengan lebih baik. dapat bekerjasama dengan teman lainnya. Kelebihan metode Mind Mapping dalam pendidikan IPS ini adalah siswa dapat mengemukakan pendapat secara bebas. berkomunikasi. Hal ini sependapat dengan Tony Buzan (2009 : 6).com/2009/12/01 /pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/). mengingat. siswa mudah menyelesaikan masalah. siswa akan lebih mudah belajar dengan membuat peta ringkasan tentang gagasan atau ide-ide secara aktif sehingga siswa akan lebih mudah didalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan materi ilmu pengetahuan sosial. belajar lebih cepat dan efisien. pengkajian ulang bisa lebih cepat. siswa mampu menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran.

544 lebih besar dari ttabel (2.01) pada taraf signifikansi 5%. siswa juga selalu bertanya kepada teman bila ada yang kurang paham saat mengerjakan soalsoal IPS. Hasil uji hipotesis kedua dengan uji t memperoleh thitung variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 7. maka semakin tinggi pula prestasi belajar IPS siswa. yaitu bahwa keaktifan belajar IPS berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.72 metode mind mapping diantaranya adalah : hanya siswa yang aktif yang terlibat. Hal ini sependapat dengan Sudjana (1988 : 72). Sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar IPS. Dari hasil penelitian tentang keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menunjukkan bahwa siswa telah aktif didalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan belajar IPS siswa. melalui bertanya kepada guru maupun mencari materi tambahan dari buku paket yang diberikan. terlibat dalam pemecahan masalah. selalu aktif didalam mengeluarkan pendapatnya baik dalam diskusi maupun saat pelajaran berlangsung dan apabila ada permasalahan yang kurang tahu maka siswa berusaha untuk mencari tahu. bertanya . maka semakin rendah prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta. tidak sepenuhnya murid yang belajar dan mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. Artinya hipotesis kedua dinyatakan diterima. yang menyatakan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar meliputi : turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya.

memanfaatkan potensi anggota kelompok dan saling membantu dan menyelesaikan masalah (http://ardhana12. melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dan menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh.355 dengan tingkat signifikansi 0. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat. berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang.355 > Ftabel = 3.20.20) berarti bahwa variabel metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok. .0 for windows menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 54. dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (Fhitung = 54. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli.00 dan diketahui besar Ftabel 3. kkerjasamanya dalam kelompok. keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain. memberi gagasan yang cemerlang. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal.com /2009 /01 /20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikanpenilaian-dalam-ptk-2/). Pengujian uji F dengan menggunakan bantuan SPSS 15.73 kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. wordpress. Keaktifan belajar dalam siswa dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru.

8% berarti variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. Metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.74 Nilai koefisien determinasi sebesar 69.3% dan sumbangan efektif 18. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73.5% terhadap prestasi belajar IPS.3% terhadap prestasi belajar IPS.5%). . Sedangkan sisanya sebesar 30.7% dan sumbangan efektif 51.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.

405 + 0.642 > ttabel = 2.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.05 diperoleh Fhitung sebesar 3. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69. Secara individu metode mind mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.8% sedangkan sisanya sebesar 30.01 sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS. Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.654X2. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7.75 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Berdasarkan penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 75 .698.355 dan taraf signifikan 0.01 3.20). dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1. 2.544 > ttabel = 2.355 > 3.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model. karena nilai thitung = 3. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. dengan nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.407X1 + 0.

. dan kebanyakan terdapat siswa yang masih lemah didalam menjelaskan pengembangan pikiran yang dijabarkan dalam peta gagasan/ide. Implikasi Hubungan antara metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berpengaruh secara simultan maupun parsial. 2. Dalam kegiatan aktif seperti kerja dan diskusi kelompok hendaknya siswa dapat saling menghormati pendapat dari masing-masing siswa sehingga apa yang disiskusikan dapat mengerucut ke kesimpulan yang tepat. Penerapan metode mind mapping.76 B. Saran Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran-saran dari penulis sebagai berikut: 1. C. membutuhkan kemampuan dan keaktifan yang cukup besar. Untuk itu diperlukan bimbingan dan pelatihan yang berlanjut untuk membiasakan kegiatan belajar dengan metode tersebut. Untuk itu perlu bimbingan dan panduan guru agar tujuan kerja kelompok atau diskusi dapat tercapai. Apabila metode mind mapping diterapkan dalam pembelajaran dengan siswa mampu membuat peta gagasan dan ide dalam materi IPS dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dalam berpendapat dan aktif bertanya didalam pembelajaran IPS maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta akan meningkat. sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti metode ini dengan optimal.

menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPS. Perlu penelitian lebih lanjut dengan.77 3. .

Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Dimyati dan Mudjiono. Suharsimi. Gramedia Pustaka Umum. Buku Pintar Mind Map Untuk Anak Agar Anak Pintar di Sekolah. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman & Menyenangkan. Suharsimi. Buzan. Ghozali. Strategi Belajar Mengajar. 2008. Aplikasi Analisis Multivarate dengan Program SPSS. Jakarta : PT. Gramedia Pusaka Utama. Statistik. Tony. Jakarta: Bumi Aksara. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. 2005. Gramedia Pustaka Utama Buzan. Tony. Dasar-dasar Evaluasi Belajar. 2006. 2003. Suharsimi. Arikunto. 2004. Kaifa Djamarah. 2004. Head Strong. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Rineka Cipta. Penelitian Tindakan Kelas. Buzan. Hadi. Arikunto. Hadi. Metodologi Research. 2009. 2008. Belajar & Pembelajaran. 2002. De Bobby & Hernacki. Statistik induktif Edisi Empat. Bumi Aksara. Buzan. Porter. Syaiful Bahri. Jakarta : PT. Imam. 1999. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Belajar Mengajar.78 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Semarang: Badan Penerbit UNDIP. Dimyati dan Mudjiono. Buku Pintar Mind Map. Yogyakarta : Andi Offset. Arikunto. 2009. 2005. Gramedia Pustaka Utama. Subagyo. Tony. Yogyakarta : Andi Offset. . Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas. Sutrisno. Suharsimi. Jakarta : PT. 2007. 2002. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta: Bumi Aksara. 1993. Sutrisno.1996. Jakarta: Rineka Cipta. Jakarta : PT. Jakarta : PT. Tony. Djarwanto Ps dan Pangestu.

2007. Muhibbin. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru.79 http://ardhana12. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Bandung: PT. Sagala. Brain Management Series For Learning Strategi Mind Mp.wordpress. Bandung: Citra Umbara. 2002. Metode Penelitian Bidang Sosial.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dankreativitas-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/ http://mahmmudin. RI. Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi. 2008. Metode Penelitian Bisnis. 1991. S.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yangdapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2/ http://astutimin. 2004. Hadari. Jakarta : PT. Metode Statistika. Bandung : Alfabeta. Ahmad. Sudjana. Sutanto.wordpress. Langkah demi Langkah cara paling Mudah & Benar Menggajar dan Membiasakan Anak menggunakan Mind Map untuk Meraih Prestasi. 1995. 2006.wordpress. 2006. Menjadi Guru Profesional. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta : Gramedi . Tarsito. 1996. 1988. 2001. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2003. E. Jakarta: Grasindo. Sriyono. Siberman. Syaiful. dkk. Jakarta : Rineka Cipta. 1992. Sugiyono. Yogyakarta: Yappendis. Slameto. Rohani. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. Nawawi. Cooperatif Learning. Bandung : Alfabeta. 2005. Melvin. Elex Media Komputindo. 2005. Psikologi Pembelajaran. Bandung: PT. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Konsep dan Makna Pembelajaran. Remaja Rosdakarya.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-petapikiran-mind-mapping/ Isjoni. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. W. Winkel. Widura. Riyanto. Theo. Jakarta : Rineka Cipta. Bandung : CV ALFABETA Syah. Pengelolaan Pengajaran. Mulyana.

LAMPIRAN .

3 Mendiskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional : 1 x 60 menit (3 x pertemuan) : Menjelaskan pengertian pajak dan fungsi pajak Memberikan penjelasan tentang jenis-jenis pajak Menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Memaparkan tujuan dan asas pajak Menjelaskan secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa A.Lampiran 1. Tujuan Pembelajaran Siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian dan fungsi dari pajak Siswa dapat mengetahui berbagai jenis pajak Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsipnya Siswa dapat mendefinisikan tujuan dan asas pajak Siswa lebih akan lebih tahu secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa . Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar Alokasi waktu Indikator : 7. RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII a / II Standar Kompetensi : 7.

. Ceramah bervariasi 2. kebersihan dan kerapian kelas 3) Guru memberikan kisi-kisi materi yang akan dipelajari b.Metode Pembelajaran 1. Materi Pokok Pengertian pajak dan fungsi pajak Jenis-jenis pajak Unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Tujuan pajak dan asas pajak Pajak yang ditanggung keluarga siswa C. Penutup 1) Membuat kesimpulan 2) Memberi tugas untuk membuat mind mapping 3) Menutup materi pelajaran dengan salam. Kegiatan Awal 1) Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan perkenalan 2) Memeriksa kehadiran siswa. Tanya jawab 4. Test D. Menggunakan metode mind mapping 3. Kegiatan Inti 1) Guru menyampaikan materi tentang pengertian pajak dan fungsi pajak menggunakan metode mind mapping 2) Menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang pajak dan menjelaskan masing-masing dari fungsi pajak 3) Menjelaskan fungsi-fungsi dari pajak 4) Tanya jawab c.Langkah – langkah Pembelajaran 1.B. Pertemuan pertama a.

Kegiatan inti 1) Menyampaikan pajak yang ditanggung keluarga siswa 2) Menjelaskan pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 3) Tanya jawab c. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Mereview pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya b. Penutup 1) Mengerjakan LKS 2) Menutup materi pelajaran dengan salam 3. Penutup 1) Ulangan 2) Menutup materi pelajaran . Kegiatan inti 1) Menjelaskan tentang unsur-unsur pajak dan prinsip perpajakan 2) Menyampaikan tujuan dan asas-asas pajak 3) Tanya jawab c. Pertemuan kedua a. Pertemuan ketiga a.2. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Memberikan tugas untuk membuat mind mapping b.

Sebut dan jelaskan 5 macam perundang-undangan yang menyangkut pajak! 4. White board 4. LKS IPS TERPADU 2. Jelaskan pengertian pajak berdasar UU No. Pajak dalam pembangunan memiliki empat fungsi penting. Jelaskan perbedaan antara subyek pajak dan obyek pajak! 6. Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. Apakah tujuan pajak untuk warga masyarakat? 7.Tes unjuk kerja 2) Bentuk Instrumen . Spidol F. Penilaian 1) Teknik Penilaian .E. a. Sebut dan jelaskan! 5. Iuran wajib yang dikerjakan kepada masyarakat wajib pajak . Apa maksud pajak harus memenuhi prinsip kecocokan? 8. Sumber dan media pembelajaran 1. Buku paket IPS penerbit : Erlangga 3. Jelaskan dasar pemungutan pajak penghasilan dan PBB! Kunci jawaban ! 1. 16 Tahun 2000! 2. 2. Sebutkan 5 ciri-ciri pajak! 3.Tes uraian 3) Soal uraian 1.Tes tertulis .

Fungsi budgeter Maksudnya pajak memiliki fungsi budgeter ialah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah. 7 Tahun 1995 dan terakhir diubah dengan peraturan pemerintah No. UU No. 20 Tahun 2000 e. bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat e. UU No. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau bersama d. a. Fungsi alokasi Maksudnya perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah kepada setiap bidang seperti ekonomi. UU No. UU No. Fungsi distribusi Maksudnya pajak sebagai pemerataan pendapatan. Pajak yang tinggi itu untuk masyarakat yang berpendapatan tinggi dan pajak yang rendah untuk masyarakat yang berpendapatn rendah. kesehatan atau perumahan supaya semua bidang dapat berkembang dengan baik. 24 Tahun 2000 4. 18 Tahun 2000 pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) d. 13 Tahun 1995 tentang bea materai yang peraturan pelaksanaannya diubah dengan peraturan pemerintah No. . pendidikan.b. d. Iuran wajib yang diterima dengan norma-norma atau aturan hukum c. 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh) c. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. UU No. a. Iuran dari rakyat kepada negara 3. c. b. 16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan b.12 Tahun 1994 Tentang Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan telah diubah dengan UU No. Fungsi regular Maksudnya yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian sesuai tujuan yang ingin dicapai pemerintah.

kesamaan. baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha 6. Mendidik masyarakat dalam memiliki rasa keadilan serta kemanfaatan. 20 Tahun 2000 Surakarta. a.5. Dasar pemungutan pajak penghasilan Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada UU No. Dasar pungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemungutan PBB didasarkan pada UU No.29 Mei 2010 Pengajar Dhida Dwi K. Objek pajak Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benarditerima atau diperoleh. dan kepastian 7.   . Pajak itu hendanya tidak dirasakan menekan bagi wajib pajak. a. objek pajak. Mendidik masyarakat agar tidak konsumtif b. sehingga dan masyarakat merasa senang hati dan berkewajiban dalam membayar pajak. UU ini berisi tentang subjek-subjek. 12 Tahun 1985 dan terakhir diubah dengan UU No. penghasilan kena pajak (PKP) dan tarif pajak b. Mendidik masyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa dan Negara c. Mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik d. b. Mendidik masyarakat agar lebih berprestasi e. 12 Tahun 1994 dan diubah lagi UU No. Subjek pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara. 8. a. 17 Tahun 2000.

Lampiran 2. Angket Penelitian

Kepada : Yth. Siswa/Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

Dengan hormat, Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, saya mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010”, maka sudilah kiranya disela-sela kesibukan anda berkenan meluangkan waktu untuk mengisi angket ini. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi prestasi belajar anda, untuk itu saya mohon anda menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, sesuai dengan keadaan anda sebenarnya. Kerahasiaan jawaban anda sangat saya rahasiakan. Atas kesediaan meluangkan waktu, perhatian dan kerjasama anda, saya mengucapkan terima kasih. Surakarta, Juni 2010

Hormat saya,

Dhida Dwi K.

ANGKET TENTANG METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Identitas Siswa Nama Kelas/no : :

Petunjuk Menggunakan Angket 1. Tulis nama, no absen dan kelas pada lembar angket yang telah disediakan. 2. Pilih salah satu jawaban yang tepat menurut anda tanpa pengaruh orang lain. 3. Berilah tanda silang (√) pada lembar angket yang tersedia. 4. Jawablah semua soal dengan jujur, rapi dan teliti 5. Setelah angket diisi secara lengkap, mohon lembar angket diserahkan kembali. ANGKET METODE MIND MAPPING Pernyataan mengenai penilaian tentang metode pemetaan pikiran Melalui strategi belajar metode mind mapping saya lebih paham tentang materi IPS. Metode mind mapping dengan membuat ringkasan/peta pikiran sangat cocok untuk pelajaran IPS. Metode mind mapping memudahkan saya dalam menyelesaikan masalah materi IPS. Metode mind mapping dapat melatih saya menuangkan ide/gagasan secara aktif. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya berusaha menyusun mind mapping dan menjelaskan pikiran-pikiran tersebut. Jawaban Kadang- Tidak Sering kadang pernah

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Selalu

6. 7. 8. 9. 10.

Metode mind mapping membuat saya mengingat dengan lebih baik. Metode mind mapping menumbuhkan semangat dan motivasi belajar saya. Metode mind mapping melatih saya berinteraksi dengan siswa lain menjadi lebih mudah. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya selalu bertukar pendapat dengan teman saya. Dalam membuat rangkumanpeta pikiran, saya berusaha agar memperoleh hasil yang optimal.

Sewaktu saya mengeluarkan pendapat saya juga memberi kesempatan pada teman yang lain untuk mengeluarkan pendapatnya. 2. Dalam kelompok saya membuat perencanaan/memeberi tugas masingmasing anak untuk memecahkan masalah agar tercipta kerjasama yang baik Jawaban KadangSelalu Sering Kadang Tidak Pernah 5. 11.ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) No. . Apabila ada pertanyaan dari teman yang tidak saya mengerti saya berusaha bertanya kepada Bapak/Ibu guru. 6. Saya berusaha mengeluarkan pendapat selama pelajaran IPS berlangsung. saya mendengarkan dengan serius Saya mendengarkan dan memperhatikan. Saya ikut menjawab pertanyaan tentang pelajaran IPS dengan teman ketika ada yang bertanya Metode mind mapping menumbuhkan mental saya untuk aktif dalam berdiskusi dengan teman. Saya berusaha bertanya kepada teman yang telah paham apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal IPS. 8. apabila guru sedang menerangkan materi IPS. 10. Saya selalu aktif dalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS yang diberikan oleh guru. 9. Pernyataan mengenai keaktifan siswa di dalam kelas Setiap ada jam pelajaran IPS. 7. 3. Saya berusaha mencari tambahan materi pelajaran IPS selain dari buku paket yang diberikan Bapak/Ibu guru. 4. 1.

saya selalu mempertimbangkan dengan kelompok saya.12. . Saat menentukan jawaban pertanyaan dari guru.

Lampiran 3. Butir Try Out Variabel Metode Mind Mapping (X1) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jml Metode Mind Mapping [X1] a1 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 65 a2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 66 a3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 68 a4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 65 a5 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 61 a6 2 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 4 63 a7 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 70 a8 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 4 66 a9 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 63 a10 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 65 X1 30 30 34 34 39 37 29 35 26 29 35 29 35 28 31 32 26 38 39 36 652 .

Butir Try Out Variabel Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jml Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b1 2 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 64 b2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 70 b3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 68 b4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 69 b5 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b6 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 63 b7 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 69 b8 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 69 b9 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 68 b10 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 4 4 68 b11 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b12 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 71 X2 39 38 45 45 42 48 37 38 40 39 38 35 48 42 33 38 33 40 43 48 809 .

761** .010 .359 .713** .326 .421 1.685** .461* .229 .000 .040 .151 .005 20 .685 20 20 20 20 .315 .002 .072 .421 .000 20 20 20 20 20 20 .367 .118 .154 .178 .061 .097 .001 .154 .052 .097 .009 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. .525 .309 .004 20 **.000 .564** .404 .440 .462* .537* .276 1.009 .000 .761** .000 20 20 20 20 20 20 .033 20 20 20 20 20 20 .05 level (2-tailed).001 .151 .359 20 20 20 20 .002 .379 .634** .314 .041 20 .090 .005 20 20 20 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .706 . Correlation is significant at the 0.276 .621 .090 .040 .000 .631** . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.115 . .706 20 .706 20 1.214 .162 .000 .462* .494 .497* .000 . 20 .706 20 20 20 20 .399 .186 .176 20 .650** .162 .118 .011 .090 .125 .621 .359 .033 .004 20 20 20 20 20 20 1.160 .181 .600** .404 .026 20 .003 .618** .598** .000 .099 .685** . .315 .332 . 20 20 20 20 . Correlation is significant at the 0. 20 20 20 20 20 20 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 Metode Mind Mapping [X1] Pearson Correlation Sig.081 .000 .685 .010 .005 .000 .041 .064 .162 .364 .490* 1.314 .090 .015 .276 .685 20 20 20 20 .363 .564** .000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.176 .216 .598** .061 .178 .477* 1.618** .240 .216 .154 .000 .000 .198 1.600** .762 .000 .043 20 20 20 20 20 20 .212 .081 .457* .003 20 20 20 20 20 20 .370 .198 .370 20 20 20 20 .015 20 20 20 20 20 20 .000 .367 .186 .090 .072 1.518 .494 .154 . .426 .490* .240 20 20 20 20 .631** .Lampiran 4.497* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.125 .240 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .399 1. .003 20 20 20 20 20 20 .363 .554* 1.111 .477* . Uji Validitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Correlations Metode Mind Mapping [X1] A6 A7 A8 A9 A10 .518 .178 .713** .326 .554* .001 .314 .099 20 20 20 20 .494 . *.003 .706 20 .567** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.683** .011 .634** .181 .000 .162 . .379 .567** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.355 .494 .240 .216 .090 . (2-tailed) N A1 A2 A3 A4 1.212 .445 .115 .518 .461* .426 .364 .043 20 20 20 20 A5 .445 .01 level (2-tailed).457* .314 .762 1.064 .683** .525 20 .650** .537* .028 .440 .518 20 20 20 20 .685 .355 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.276 1.160 .005 . . .052 20 .216 .178 20 20 20 20 .001 20 20 20 20 20 20 .706 .028 .214 .229 .097 .309 .332 .111 .359 .097 .026 .

007 .503* .651 .621** .007 20 20 . Correlation is significant at the 0.000 .000 .436 .103 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.020 .191 .244 .195 .185 . .617** .540* .389 .555 20 20 20 .000 .212 .041 .622** .000 .284 .946** .000 .394 .044 20 20 20 20 20 20 20 20 .410 20 20 20 .010 20 20 .000 .050 -.414 1.629** .284 . 20 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Pearson Correlation Sig.555 .038 .003 .028 20 20 20 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 .103 .363 .252 .651 20 20 20 20 20 20 20 20 .622** .933 .369 .010 .140 .004 20 20 .108 .106 .800 .617** .000** .007 .177 .369 .131 . **.575** 1.192 1.455 .003 .448 .933 .800 .212 .617** .085 .161 .517* .000 .278 .601 .446* .255 .419 20 20 20 .436 20 20 20 .014 .003 20 20 20 .162 .664 .369 .004 .791** .661** .05 level (2-tailed).468* .244 .800 20 20 20 20 20 20 20 20 .161 .560* 1.490* . .106 .013 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.180 .131 .410 20 20 20 -.Hasil Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Correlations Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan B12 Sosial (X2) -.540* .495 .096 .108 .096 .080 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.160 .658 .162 .003 .560* .215 .195 -.004 20 20 20 20 20 20 20 20 *.901 .005 .030 .177 .000 . .106 .055 .024 .688 .828** .419 .005 .080 .819 20 20 20 .836 .108 .350 .389 1.010 .125 .828** .364 .000 .273 1.014 .312 -.014 .000 .180 .664 .001 .000 .284 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.467* .580** .041 .658 .01 level (2-tailed).192 -.070 .007 .580** .180 .255 .000 .312 .044 .784** 1.252 .086 . Correlation is significant at the 0.410 20 20 20 20 20 20 20 20 1.037 .863 .061 .764** .490* .000** .010 .061 . .278 .400 .000 .836 .204 . .000 .651 1.273 .000 .204 .100 .162 .580** .456* 1.495 .580** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .362 1.195 . .000 .000 .722 .003 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.418 .117 1.350 .212 .020 -.086 .273 .000 .191 .651 1.252 .448 20 20 20 20 20 20 20 20 .364 .544* .000 20 20 .252 .273 .162 .629** .055 .185 .115 .456* .378 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.180 .517* .115 .326 .000 .140 .000 .544* . 20 20 20 20 20 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.791** .369 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.180 .764** .108 .278 .456* .244 .049 .819 .327 .414 .044 .448* .410 .722 .160 20 20 20 .467* -.037 20 20 .000 .601** .688 20 20 20 .575** .800 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .658 20 20 20 20 20 20 20 20 .617** . (2-tailed) N B1 B2 B3 1. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.455 .000 -.394 .326 .400 .001 . .863 .024 .038 .446* .946** .048 .044 .966 .255 .106 .215 .621** .000 . .000 .362 .195 .540* 1.327 .014 20 20 20 20 20 20 20 20 .049 20 20 .448* .363 .255 . .503* .901 .180 . 20 20 20 . .048 .212 .601 .030 .658 .003 20 20 .496 .008 .661** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.028 20 20 .020 .456* 1.070 .000 .117 .278 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.244 20 20 20 20 20 20 20 20 .100 .448 .020 20 20 .448 .004 20 20 1.061 -.496 20 20 20 .061 .468* .125 1.784** .000 .085 .284 20 20 20 20 20 20 20 20 .050 .000 .013 20 20 .000 20 20 .008 20 20 20 .000 . .966 .540* 1.601** .378 .418 .

Lampiran 5.7609 .2500 3.8000 Std Dev 8.1473 Cases 20. 4. 11. 5. 10. A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 X1 3.6000 Std Dev .6387 . 8.2000 Variance 68.0 N of Variables 11 Statistics for SCALE Mean 65.3000 3. 6.0 20.5712 .5000 3.6863 .6387 4.5982 . Uji Reliabilitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Metode Mind Mapping [X1] Mean 1.4000 3.0 20.0 20. 9.6708 .2500 3.0 20.0500 3. 7.0 20. 3.1500 3.6387 .0 N of Items = 11 .8751 .0 20.2946 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .3000 3.0 20.6569 .2500 32. 2.0 20.0 20.0 20.1500 3.7514 20.

6.5104 .9000 Variance 85. 13.0 20.0 N of Variables 13 Statistics for SCALE Mean 80. B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 X2 3.0 20.5104 4.0 20.2500 3.7164 . 10.4500 3.0 20.4000 3. 5.4500 Std Dev .6959 .0 20.2332 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .0 20.0 20.6806 .7467 20.6166 Cases 20. 9. 12.8751 .5000 3. 11.2500 3.2526 Std Dev 9.4500 3.5982 . 7. 4.5104 . 2.4000 3.4500 3.Uji Reliabilitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosia Mean 1.7164 . 3.7539 .0 20.4000 3.6070 .2000 3.0 N of Items = 13 .0 20.6048 .0 20.1500 3. 8.5500 40.0 20.0 20.

Tabulasi Butir Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 a1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 190 a2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 177 a3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 168 Metode Mind Mapping [X1] a4 a5 a6 a7 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 173 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 161 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 163 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 168 a8 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 2 3 164 a9 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 4 159 a10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 2 3 2 4 163 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 .Lampiran 6.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 b1 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 188 b2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 187 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 169 170 171 167 134 161 159 160 b11 2 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 132 b12 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 157 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 31 .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Siswa AR BH FU AM AG IK AM DH RH TG HD MF RW RWD TK US BL AA LM AR DHN PY YA RE HA UM RIZ BGS JRT HLD CHO MIA HES WE RU GS LSA SHI MN SH NDR IKA RTN HPY RUS THO ARV IWN IST FFN Prestasi Belajar IPS (Y) 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 .No.

Data Induk Penelitian No.Lampiran 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 Y 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 X1Y 2409 2380 2304 2880 2812 2738 2772 2160 2590 2368 2070 2340 2664 2475 2628 2277 3040 2400 2001 2130 2516 2660 2886 2550 2414 2960 2211 2520 2325 2964 2409 2178 2800 2059 2738 2550 2232 2774 X2Y 2701 2310 2448 3440 2812 2886 3388 2664 3182 2886 2277 3120 3108 3150 2847 2139 3520 2850 2484 2769 2960 2888 3510 3150 2627 3440 2211 2808 3000 3198 2847 2046 3600 2627 2886 3225 2664 2993 .

No. 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Jml X1 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 1686 X2 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 1955 Y 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 3685 X1Y 2812 2664 2475 2100 2660 2997 2088 2059 2144 2625 2070 2660 124538 X2Y 3040 2516 2850 2660 3040 3564 3096 2840 2345 3300 2622 3040 144574 .

337 -1.662 29.305 .1000 39. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum Valid Missing Metode Mind Mapping [X1] 50 0 33.Lampiran 8.00 3.00 Prestasi Belajar IPS (Y) 50 0 73.00 N Mean Median Mode Std.662 66.00 1955.00 3685.662 31.256 . Hasil Diskriptif Statistics Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 0 39.0000 33.00 38.00a 3.0000 39.00 81. Multiple modes exist.00 45.7200 34.073 .192 .411 .337 -.00 a.7000 74.8673 -. Error of Skewness Kurtosis Std.5871 12.7159 -. Deviation Variance Skewness Std.337 -.7778 7.00 1686. The smallest value is shown .023 .7041 .00a 2.5643 12.0000 74.

010** .100 50 .118 50 .926 .082 . This is an upper bound of the true significance.969 Shapiro-Wilk df 50 50 50 Sig. *.392 **. .0% 50 100.200* a Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Statistic .0% 50 100.0% 0 .064 .0% Total N 50 50 50 Percent 100.098 50 .0% Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.0% 100. Lilliefors Significance Correction .Lampiran 9.200* .0% 0 . Uji Normalitas Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 .0% 100. This is a lower bound of the true significance. . a.0% N Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Valid Percent 50 100.949 .

0% Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] ANOVA Table Sum of Squares 264.105 622.586 56.067 7.500 df 9 1 8 40 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Between Metode Mind Mapping [X1] Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 29.500 df 13 1 12 36 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 33.0% Included N Percent Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 50 100.126 381.606 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) ANOVA Table Sum of Squares 438.374 622.581 74.328 358.395 207.067 57.538 .540 184.129 .586 4.121 F 6.000 .166 8.Lampiran 10.0% 100.953 F 3.004 .000 .507 . .377 207.0% 100.920 Sig.0% Total N 50 50 Percent 100. .712 5. Hasil Uji Linieritas Case Processing Summary Cases Excluded N Percent 0 0 .281 23.000 .0% .702 381.800 Sig.

.000 Zero-order .836a .301 3. a Metode Mind Mapping [X1] Variables Removed .Lampiran 11.407 .544 Sig.678 3. b.469 . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta .000 -3.577 .658 Model 1 (Constant) Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Unstandardized Coefficients B Std.820E-03 1.602 187.252E-02 a. Error 34.292 .698 a.112 .998 F 54.087 t 8. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) ANOVAb Sum of Squares 434. . Hasil Uji Regresi Berganda Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Keaktifan Belajar IPS (X2). Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) .000 .642 7.605 a.003 Model 1 R R Square .355 Sig. Metode Mind Mapping [X1] b. Predictors: (Constant).685 Std. Metode Mind Mapping [X1] b.964 .9995 Durbin-W atson 2. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) a Coefficient Correlations Model 1 Correlations Covariances Keaktifan Belajar IPS (X2) Keaktifan Belajar IPS (X2) 1. Keaktifan Belajar IPS (X2). Error of the Estimate 1.820E-03 Metode Mind Mapping [X1] -.783 Correlations Partial . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Model Summaryb Adjusted R Square . Predictors: (Constant). Keaktifan Belajar IPS (X2).654 .001 .394 Keaktifan Belajar IPS (X2) 7.405 3.740 Part .000 Metode Mind Mapping [X1] -.318 . All requested variables entered.500 Model 1 df 2 47 49 Regression Residual Total Mean Square 217.000a a. Method Enter a.898 622.506E-03 Metode Mind Mapping [X1] -3.394 1.

699 Sumbangan Relatif 26.7 .5 R2 0.577 0.318 0.3 51. Sumbangan relatif dan sumbangan efektif Koefisien rxy 0.5 Sumbangan Efektif 18.Lampiran 12.3 51.783 beta 0.699 0.3 73.658 Sumbangan Efektif 18.

623 0.950 0.159 0.091 35 800 0.339 0.798 0.526 0.917 0.374 0.105 33 600 0.765 0.138 0.432 0.065 0.355 0.418 0.456 0.468 0.602 0.388 0.074 0.811 0.990 0.306 19 70 0.345 16 55 0.496 0.254 0.482 0.329 0.398 6 41 0.220 0.291 0.576 0.632 0.062 0.213 0.549 0.444 0.195 0. Dr.999 0.312 0.590 0.288 0.284 0.202 0.442 0.317 18 65 0.227 0.834 0.344 0.754 0.294 0.316 0.537 0.661 0.641 0.330 17 60 0.308 0.874 0.278 22 85 0.470 0.361 0.098 0.081 37 1000 Sumber: Prosedur Penelitian (Prof.296 20 75 0.666 0.256 25 100 0.413 0.181 29 200 0.148 0.878 0.TABLE VALUES OF rproduct moment The Level of Significant The Level of Significant N 1% 5% 1% 5% 0.210 27 150 0.367 0.088 0.176 0.532 0.080 0.086 36 900 0.436 0.959 0.515 0.381 0.708 0.997 0.364 14 49 0.424 0.404 0.514 0.263 24 95 0.408 4 39 0.707 0.413 3 38 0.281 0.433 0.372 12 47 0.376 11 46 0.403 5 40 0.384 9 44 0.456 0.487 0.497 0.194 28 175 0.606 0.361 15 50 0.334 0.349 0.297 0.286 21 80 0.097 34 700 0.684 0.575 0.735 0.244 0.128 31 400 0.070 0.430 0.279 0.301 0.113 0.115 32 500 0.207 0.396 0.267 23 90 0.266 0.449 0.561 0.148 30 300 0.235 0.393 7 42 0.389 8 43 0.368 13 48 0.553 0.478 0.325 0.380 10 45 0.230 26 125 0.320 0.505 0.304 0. Suharsimi Arikunto) N .463 0.

740 2.201 2.796 2.10 t0.703 2.447 3.718 3.160 2.045 2.318 1.321 1.060 2.920 4.782 2.052 2.064 2.056 2.779 27 1.699 2.308 1.721 2.355 9 1.383 1.764 3.441 2.05 t0.069 2.807 24 1.314 12.518 2.528 2.303 6.182 4.445 2.449 2.638 2.306 2.624 2.028 2.262 2.309 1.337 1.761 2.457 2.093 2.467 2.845 21 1.086 2.831 22 1.f.438 2.025 t0.323 1.508 2.365 2.078 6.037 2.711 2.462 2.797 25 1.821 3.309 1.787 26 1.106 12 1.738 33 1.965 9.179 2.110 2.714 2.345 1.552 2.032 2.341 1.691 2.896 3. t0.747 4.473 2.733 34 1.750 31 1.977 15 1.728 35 1.476 2.353 3.860 2.602 2.101 2.998 3.746 2.042 2.499 8 1.719 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.Tabel Nilai t d.313 1.657 2 1.753 2.895 2.485 2.819 23 1.681 3.055 13 1.650 3.833 2.696 2.145 2.533 2.886 2.306 1.701 2.397 1.005 d.706 31.500 2.708 2.771 28 1.333 1.012 14 1.717 2.724 36 1.030 2.440 1.943 2. Imam Ghozali .725 2.032 6 1.756 30 1.228 2.363 1.01 t0.729 2.143 3.330 1.048 2.947 16 1.898 18 1.694 2.567 2.040 2.453 2.925 3 1.306 1.541 5.319 1.315 1.812 2.372 1.356 1.583 2.707 7 1.169 11 1.311 1.316 1.878 19 1.763 29 1.f.539 2.706 2.776 3.688 2.328 1.571 3.821 63.434 2.771 2.307 1.310 1.744 32 1.015 2.604 5 1.074 2.841 4 1.492 2.861 20 1.690 2.314 1.132 2.415 1.120 2.921 17 1.035 2.479 2.325 1.350 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3.250 10 1.131 2.692 2.080 2.697 2.365 4.734 2.

682 49 1.296 1.672 2.297 1.390 2.008 2.Tabel Nilai t d.668 1.015 2.667 1.999 2.995 2.297 1.662 60 1.708 40 1.304 1.002 2.657 63 1.418 2.670 55 1.025 t0.423 2.670 1.024 2.685 2.996 2.997 2.687 2.647 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.013 2.304 1.695 44 1.402 2.385 2.003 2.692 45 1.295 1.672 2.299 1.679 2. t0.295 1.680 50 1.414 2.400 2.652 67 1.294 1.394 2.399 2.002 2.f.668 56 1.299 1.677 2.687 47 1.994 2.005 d.297 1.298 1.005 2.389 2.392 2.014 2.675 2.995 2.659 62 1.381 2.669 1.294 1.676 52 1.396 2.431 2.017 2.997 2.679 2.384 2.386 2.677 2.026 2.994 2.650 69 1.388 2.011 2.421 2.671 2.380 2.684 2.382 2.410 2.998 2.296 1.300 1.715 38 1.294 1.294 1.685 48 1.294 1.704 41 1.676 2.300 1.681 2.675 2.680 2.682 2.674 2.667 1.672 54 1.660 61 1.001 2.686 2. Imam Ghozali) .006 2.297 1.000 2.665 58 1.397 2.303 1.667 1.391 2.302 1.301 1.295 1.674 53 1.678 2.663 59 1.012 2.383 2.416 2.303 1.395 2.408 2.305 1.690 46 1.302 1.654 66 1.023 2.426 2.f. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 37 1.01 t0.407 2.668 1.667 57 1.678 51 1.670 2.683 2.649 70 1.05 t0.018 2.298 1.009 2.021 2.000 2.656 64 1.671 2.655 65 1.412 2.387 2.295 1.712 39 1.651 68 1.020 2.10 t0.007 2.301 1.010 2.673 2.429 2.403 2.298 1.405 2.004 2.674 2.299 1.669 1.296 1.998 2.673 2.669 1.668 1.648 71 1.296 1.295 1.382 2.701 42 1.698 43 1.

985 2.630 93 1.636 85 1.374 2.291 1.378 2.290 1.988 2.373 2.629 95 1.990 2.664 1.291 1.379 2.291 1.662 1.662 1.291 1.292 1.291 1.665 1.627 99 1.638 82 1.Tabel Nilai t d.993 2.369 2.660 1.989 2.642 77 1.290 1.665 1.293 1.626 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.367 2.f.991 2.374 2.025 t0.01 t0.661 1.366 2.643 76 1.645 74 1.292 1.993 2.291 1.986 2.993 2.639 81 1.291 1.293 1.634 88 1.365 2.986 2.661 1.666 1.292 1.666 1.632 91 1.987 2.364 2.640 79 1.662 1.370 2.988 2.f.986 2.637 83 1.377 2.661 1.291 1.663 1.366 2.368 2.662 1.663 1.05 t0.365 2.636 84 1.660 1. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 Inf.365 2.663 1.985 2.372 2.633 89 1.664 1.664 1.992 2.661 1.630 94 1.991 2.662 1.368 2.371 2.376 2.984 2. 72 1.632 90 1.987 2.293 1.293 1.984 2.640 80 1.989 2.992 2.989 2.290 1.368 2.10 t0.984 2.665 1.292 1.987 2.644 75 1.292 1.665 1.292 1.005 d.661 1.629 96 1.646 73 1.628 97 1. t0.627 98 1.293 1.990 2.373 2.990 2.376 2.291 1.369 2.290 1.291 1.661 1.292 1.985 2.988 2.375 2.663 1.664 1. 1.635 86 1.379 2.631 92 1.292 1.372 2.367 2.626 Inf.641 78 1.370 2.290 1.293 1.986 2.663 1.634 87 1. Imam Ghozali) .666 1.

77 1.24 2.76 4.37 3.29 2.90 2.3 9.58 2.08 2.05 4.85 2.32 3.27 2.22 2.32 4.35 4.35 2.53 2.4 8.89 1.77 4.96 4.36 2.98 3.53 2.54 2.74 2.70 2.10 2.16 2.19 2.11 3.37 2.4 8.75 15 246 19.10 2.15 2.74 1.61 2.94 9 241 19.28 6.05 3.57 5.3 8.25 2.48 3.28 2.62 3.84 2.61 1.49 2.91 1.83 1.74 3.55 2.19 2.92 1.23 2.01 6.85 2.69 4.45 2.10 3.77 3.11 2.01 2.02 1.55 6.84 3.28 3.5 8.86 4.14 3.89 1.47 1.23 2. Imam Ghozali) .12 4.23 3.20 3.34 2.53 2.81 2.55 1.5 8.87 2.59 2.78 1.4 8.86 1.84 1.70 2.91 2.31 2.76 1.64 2.55 3.49 2.92 1.92 1.59 1.98 1.07 2.75 2.44 2.5 8.60 2.57 24 249 19.34 2.19 2.30 2.42 2.87 1.4 8.42 2.15 2.85 2.29 3.61 2.08 2.79 2.49 2.72 2.52 30 250 19.43 1.70 5.33 3.06 2.93 1.66 4.68 1.55 5.92 2.67 2.97 1.53 2.25 2.68 2.74 4.17 4.96 2.12 2.11 2.01 2.35 2.33 2.34 3.53 2.39 3.25 2.19 4.01 1.88 1.68 4.86 2.84 2 200 19.23 3.17 2.37 5 230 19.53 4.77 2.38 3.15 3.74 4.07 2.04 2.62 2.96 2.84 1.47 3.81 6.94 1.60 2.01 1.59 3.35 4.73 3.34 2.77 2.59 2.45 2.51 2.4 8.65 6.71 3.13 2.90 1.2 9.97 4.22 1.22 3.60 2.5 8.83 2.39 2.92 3.76 2.60 4 225 19.51 1.45 2.37 2.26 4.71 2.20 2.34 3.61 5.63 4.84 1.27 2.5 8.75 4.18 2.66 5.52 3.93 2.07 3.51 2.80 2.99 5.89 3.09 2.41 4.4 8.35 1.00 Degrees of freedom for Denominator Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.06 3.14 4.79 5.0 9.20 2.48 2.23 2.71 2.09 2.01 2.89 6.69 3.53 5.67 20 248 19.87 3.70 3.10 3.91 1.36 3.62 2.00 1.71 1.90 2.38 2.46 2.13 3.75 4.28 3.38 2.82 4.07 2.68 2.54 2.07 2.42 2.85 2.71 2.50 3.79 1.15 2.03 2.07 2.64 2.4 8.25 2.35 2.41 2.01 1.75 1.96 1.12 6.02 1.68 3.44 3.80 2.11 2.40 2.28 2.69 2.82 2.75 2.32 2.90 2.86 3.05 Degrees of freedom for Nominator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 30 40 60 120 1 161 18.14 2.96 1.01 1.2 9.34 2.66 2.28 2.27 2.55 2.05 2.16 2.24 4.60 4.10 2.71 6.64 5.41 3.44 3.50 1.73 1.08 4.51 2.79 1.03 1.28 4.00 3.57 3.16 4.09 4.62 5.32 2.48 3.25 2.12 2.18 2.97 2.98 1.22 3.63 2.59 5.79 2.59 3.49 3.74 5.10 7 237 19.20 3.15 2.54 4.42 2.63 3.99 1.39 1.49 2.68 3.01 1.5 10.74 2.46 2.64 1.00 3.40 3.15 3.88 4.31 2.93 2.40 3.1 7.39 3.66 2.65 2.04 4.84 2.92 1.76 2.45 2.62 1.05 2.98 1.58 1.41 4.46 3.02 2.95 4.15 2.24 3.66 2.84 1.48 2.01 2.95 1.Tabel Nilai F0.38 4.21 2.5 8.40 2.88 10 242 19.72 4.58 2.11 3.34 2.11 2.94 1.67 4.91 2.12 2.01 8 239 19.16 3.92 2.23 2.03 2.92 1.49 4.77 4.37 2.45 4.78 2.84 3.22 254 19.10 3.16 2.30 3.66 1.30 2.42 2.30 2.30 4.87 1.21 3.64 3.89 1.91 4.12 3.39 2.90 2.56 3.79 2.08 1.70 1.83 2.51 2.77 2.81 1.84 4.32 5.81 3.39 5.79 5.47 2.29 3.62 2.79 3.94 2.49 2.26 5.66 2.21 6 234 19.40 2.74 1.18 2.18 3.76 2.42 3.53 2.26 3.67 3.94 6.57 2.26 4.75 1.45 2.00 2.54 2.04 1.93 1.87 3.46 2.18 2.30 2.99 2.58 3.96 4.94 3.84 1.39 3.33 2.34 2.54 2.69 2.81 1.51 3.94 5.44 3.95 2.27 2.74 3.38 2.39 60 252 19.69 1.27 2.59 5.59 5.31 2.00 4.07 3.09 3.42 2.29 2.80 4.53 3.06 2.46 2.09 2.21 2.04 2.06 2.40 2.61 2.96 1.99 1.06 3.81 3.38 2.43 3.46 4.60 2.35 3.24 2.46 40 251 19.49 3.82 1.01 1.25 2.41 3.32 120 253 19.83 12 244 19.96 1.70 2.63 3.07 3.43 2.03 2.85 2.03 3.13 2.57 2.00 3 216 19.37 3.01 2.11 2.50 3.13 3.16 2.74 2.18 2.79 1.20 2.85 6.65 1.98 2.53 1.54 2.71 2.96 1.84 1.