PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA

SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

SKRIPSI

Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata-1 (S1) Program Studi Pendidikan Ekonomi Akuntansi

Disusun oleh : DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

PROGRAM PENDIDIKAN EKONOMI AKUNTANSI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2010

i

PERSETUJUAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Disetujui dan Disyahkan oleh Pembimbing I dan Pembimbing II untuk Dipertahankan Dihadapan Dewan Penguji Skripsi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta

Mengetahui, Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Suyatmini, SE. M.Si. Tanggal:

Drs.Sudarto HS, MM. Tanggal:

ii

PENGESAHAN

PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009 / 2010

Yang Dipersiapkan dan Disusun Oleh: DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103

Telah Dipertahankan di Depan Dewan Penguji Pada Tanggal: ………………………………… Dan Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat

Susunan Dewan Penguji 1. Dr. Suyatmini, SE. M.Si. 2. Drs.Sudarto HS, MM. 3. (……………………………) (……………………………) (…………………………….)

Surakarta, Februari 2010 Universitas Muhammadiyah Surakarta Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Dekan,

Drs. H. Sofyan Anif, M. Si NIK. 547

iii

maka saya akan bertanggung jawab sepenuhnya. saya menyatakan bahwa dalam skripsi ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu perguruan tinggi dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain. kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah dan disebutkan dalam daftar pustaka. Juli 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A210 060 103 iv . Surakarta. Apabila ternyata kelak di kemudian hari terbukti ada ketidakbenaran dalam pernyataan saya diatas.PERNYATAAN Dengan ini.

Jadilah diri sendiri jangan meniru orang (Penulis) Kita hanya cukup yakin dan benar-benar menginginkannya maka semua akan terjadi (penulis) v .MOTTO Masalah bukan untuk dihindari tapi dicari solusinya dan harus dihadapi dengan sabar jadi tetap semangat.

Ayah dan Ibunda tercinta. 2. dan Spin Abot yang selalu setia mengantarkan aku kemana pun aku pergi. 6. atas perhatian. 3. Sahabat-sahabatku. terima kasih atas kasih sayang. Si item kasih ibu. do’a. terima kasih atas dukungan selama ini dan mendengarkan keluh kesahku. perhatian dan pengorbanan yang tiada pernah lekang oleh waktu. dukungan dan kebersamaan yang membuatku selalu bahagia. Kakakku (Ms Eko).PERSEMBAHAN Alhamdulillahirobbil’alamin. Emi. Agung n’ The ganx. kebersamaan kita adalah hal yang terindah. Ipee (Arifah). Engkau tak akan pernah tergantikan karena engkau tiada duanya didunia ini. 46 Kasih Ibu. Aku telah menemukan arti sahabat sejati. vi . Dewi. 4. Baki Community. sebagai ungkapan rasa hormat dan baktiku. Lia. Adikku (De’ Kiki) tersayang yang telah mewarnai hari-hariku dengan kasih sayang dan selalu memberiku semangat. Djarot. rangkaian yang tidak pernah putus dalam setiap langkahku. Almameterku yang kucinta. 5. Sujud Syukurku kehadirat illahi Robbi Atas segala nikmat dan kemudahan yang telah diberikan-Nya persembahan kecil ini teruntuk: 1. Ndaa (Ingga). serta perjuanganmu untuk membesarkan dan mendidikku dengan penuh kasih sayang agar aku dapat gapai cita dan impianku. Jangan pernah melupakan persahabatan ini. Ndul (Elyy).

KATA PENGANTAR Assalamu’alaikum Wr. namun berkat bantuan serta dorongan dari berbagai pihak akhirnya kesulitankesulitan yang timbul dapat teratasi. MM. mengarahkan dalam penyusunan skripsi ini. Suyatmini. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta. M. selaku pembimbing II yang memberikankan arahan dan nasehat dalam penyusunan skripsi ini. M. Drs. Banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam menyelesaikan skripsi ini. Sofyan Anif.Sudarto HS. hidayah. MM. SE. 4. vii . dan Inayah-Nya sehingga penyusunan skripsi ini berjalan lancar dan terselesaikan dengan baik. selaku ketua program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan yang telah memberikan dan masukan selama studi di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Dr. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menghaturkan terima kasih dan penghargaan kepada: 1. selaku pembimbing I yang penuh kesabaran dan ketulusan membimbing.Si. H.Wb.. Drs.. Djalal Fuadi. 3.Si. Skripsi ini disusun untuk melengkapi sebagian dari syarat guna memperoleh gelar sarjana pendidikan S-1 Jurusan Pendidikan Akuntansi. Drs. Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat. selaku dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah berkenan memberikan surat ijin peneliti. 2..

dan C yang telah bersedia menjadi sampel dalam penelitian. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang telah memberi izin kepada penulis untuk melakukan penelitian 8. Drs. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih jauh dari sempurna.5.Wb. 6.Pd. M. Surakarta. Siswa siswi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta khususnya kelas VIII A. Bapak Amin Bambang selaku guru ekonomi yang telah membantu dalam penelitian. selaku Pembimbing Akademik selama menempuh studi. Joko Suwandi. Semua teman-teman Pendidikan Akuntansi angkatan 2006 khususnya kelas C dan semua pihak yang telah membantu terwujudnya karya ini yang penulis tidak bisa sebutkan satu persatu. SE. kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat penulis harapkan.B. 2010 DHIDA DWI KURNIAWATI A 210 060 103 viii . 10. 9. Oleh karena itu. Wassalamu’alaikum Wr. 7. 11. Semua pihak yang telah berperan serta memberikan bantuan moral maupun material dalam penyusunan skripsi. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat serta menjadi jembatan bagi penulisan selanjutnya. Bapak/Ibu Dosen program studi Pendidikan Akuntansi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta.

............................................................................................ B....................................................................................................... HALAMAN PERSETUJUAN ........................................................... Pembatasan Masalah ............................... DAFTAR TABEL ......................................................................................................... ABSTRAK .......................................... D............................................................................................. C................................................................................................................................................................................................................................................................................... HALAMAN PERNYATAAN ............. i ii iii iv v vi vii ix xii xiii xiv xvi 1 5 5 6 6 7 9 ix ......................... HALAMAN MOTTO ...... Sistematika Penulisan Skripsi ......................................... Manfaat Penelitian ................................................. BAB II LANDASAN TEORI A....................... DAFTAR GAMBAR ..................... DAFTAR ISI .......... Latar Belakang Masalah ................................................................. Prestasi Belajar ................... E........................... HALAMAN PERSEMBAHAN ............................................ Perumusan Masalah . HALAMAN PENGESAHAN .......................................... Tujuan Penelitian .............................................................................. BAB I PENDAHULUAN A.....................................................................................................................................................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL........................................................................ DAFTAR LAMPIRAN . F................ KATA PENGANTAR .

........................................... 3.. 3........... Sampel.................................. 2.......... Indikator Mind Mapping……………………………………… 5............. Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)...... Hipotesis......................... Hubungan metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) .... Definisi Mind Mapping ............. Pengertian Belajar .................. D............. 2...... Hubungan metode Mind Mapping(X1).... Populasi.......................................................................................................... BAB III METODE PENELITIAN A. Kelebihan dan Kelemahan…………………………………….................. B....... B..... .... C............... Indikator Keaktifan... Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y)... Kegunaan Mind Mapping ………………… ..................... Cara membuat Mind Mapping……………………………… .................. Objek Penelitian .....................................1.................... 9 10 16 16 19 19 22 23 25 24 26 27 27 27 28 29 30 32 32 32 x ............................................................................... 1.............................. Jenis dan Metode Penelitian .................................... 4........................... 2.. E................. 2.............................................. Keaktifan Belajar ....................... C............. dan Sampling .............................. ........... Pengertian Keaktifan...... Hubungan antar variabel ...................... Mind Mapping ...................................... ............... 1...... F.... ............. 1................................................................. Kerangka Pemikiran............. ................... Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar……….......................................

............ E.............................. Saran.......... F........... Kesimpulan .................. D... Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ..... 35 40 42 G................. C........................... Uji Prasarat Analisis ……………………………………………… 44 H............................................... BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN A......................................... B............................................................................................................................ Analisis Data .................................................... Instrumen Pengumpulan Data ...........D...... DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN 75 76 76 50 59 61 63 69 45 xi ...................................... Teknik Analisis Data ...................................................................... BAB V ANALISIS HASIL PENELITIAN A....................... Implikasi... B................................ Analisis Data Penelitian ................................................................................................................... Pembahasan ....................... C.......................... Uji Prasyarat Analisis ...... Uji Instrumen Penelitian ............................ E................... Teknik Pengumpulan Data .....................................

Tabel 4....3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors ............2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS ......................................................................... Tabel 4....... Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda .DAFTAR TABEL Halaman Tabel 1.. Tabel 3... 60 61 62 63 xii ........4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas..................1 Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS .........1 Penggunaan otak pada Mind Mapping ....... 17 35 Tabel 4..........................................5........................... Tabel 4..............................1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping 59 Tabel 4..............

............ 21 29 56 xiii .................................. Gambar 4.............1 Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta ............................1 Contoh Aplikasi Mind Mapping .............. Gambar 3...DAFTAR GAMBAR Halaman Gambar 2......................1 Kerangka Pemikiran ........

Hasil Uji Regresi Berganda 12. Hasil Uji Normalitas 10. Hasil Uji Reliabilitas 6.DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Sumbangan Relatif dan Sumbangan Efektif xiv . Data Induk Penelitian 8. Data Butir Angket Penelitian 7. Hasil Uji Validitas 5. Hasil Tri Out Penelitian 4. Surat Ijin Penelitian 2. Hasil Deskriptif 9. Angket Penelitian 3. Hasil Uji Linearitas 11.

Universitas Muhammadiyah Surakarta. karena nilai thitung = 3.355 dan taraf signifikan 0.654X2.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54. 2010.8% sedangkan sisanya sebesar 30. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7. Jurusan Pendidikan Akuntansi.01) sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69. Nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54.544 > 2. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0.05 diperoleh Fhitung sebesar 3. 2) mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.ABSTRAK PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN PELAJARAN 2009/2010 Dhida Dwi Kurniawati.20).355 > 3. Hasil penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menghasilkan temuan sebagai berikut : Hasil uji regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34. A210 060 103.698. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 200 siswa.544 > ttabel = 2. keaktifan belajar IPS dan prestasi belajar IPS xv . Kata kunci : metode mind mapping. dan 3) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.642 > 2.01).407X1 + 0. Secara individu metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). Penelitian mengambil lokasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.642 > ttabel = 2.405 + 0. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01 (3. Tujuan penelitian ini adalah 1) mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.01 (7. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.

1 BAB I PENDAHULUAN A. penanganan dan prioritas secara baik oleh pemerintah. Salah satu tujuan Pendidikan Nasional yang ingin dicapai dalam pembangunan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. mandiri dan menjadi warga Negara yang demokrasi sehingga bertanggung jawab. Pendidikan merupakan masalah yang sangat menarik untuk dibahas karena melalui usaha pendidikan diharapkan tujuan pendidikan akan segara tercapai. oleh karena itu pendidikan perlu mendapat perhatian. keluarga dan pengelola pendidikan. berilmu. Latar Belakang Masalah Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) di era globalisasi sesuai Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas. bertujuan untuk berkembang potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. kreatif. cakap. dimanfaatkan semaksimal mungkin dan dapat dikembangkan menjadi lebih baik.20 tahun 2003 tentang system pendidikan nasional yang menyatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. berakhlak mulia. Pendidikan merupakan sarana dan wahana yang sangat baik di dalam pembinaan SDM. sehat. Dengan begitu perkembangan IPTEK yang ada dapat dikuasai. 1 .

2 Prestasi belajar merupakan hasil dari usaha-usaha yang telah dilakukan. dan juga mempunyai cara-cara yang menarik sehingga peserta didik mempunyai minat yang tinggi terhadap pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Dalam pembelajaran IPS. Keaktifan siswa dalam mengajukan ide pada guru. Misalnya kemandirian siswa dalam mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru. Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memerlukan suatu strategi yang tepat supaya hasil yang yang dicapai maksimal dan berpengaruh berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Guru harus dapat memilih metodemetode yang sesuai dengan pokok bahasan yang disampaikan. kemandirian serta keaktifan siswa cenderung masih rendah. Dimana tujuan pemberian tugas ini adalah siswa tetap belajar dirumah dan dapat dimanfaatkan waktu diluar jam pelajaran sekolah. Salah satu usaha guru dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran melalui tugas dan umpan balik. memberikan tanggapan atau komentar terhadap siswa lain. Dengan umpan balik diharapkan siswa yang kesulitan mengenai konsep-konsep pada materi yang telah diberikan dapat terbantu sehingga prestasi belajar IPS siswa meningkat. . bertanya kepada guru tentang materi yang disampaikan. berlatih menjelaskan hasil pekerjaannya kepada teman yang lain. serta bekerjasama dan hubungan dengan siswa lain. sehingga siswa yang kurang paham terhadap materi yang disampaikan akan menjadi lebih mengerti karena adanya latihan dirumah umpan balik disini berupa pembahasan kembali tugas yang diberikan pada materi terdahulu.

2. Mampu menciptakan suasana kelas yang nyaman dan menyenangkan. menyusun rencana. Mendorong anak didik untuk belajar. dan memeriksa kembali . Guru sebagai pendidik dan pengajar bertugas untuk memberi kemudahan untuk siswa dalam menerima ilmu atau materi yang telah diajarkan.3 menyanggah atau menyetujui ide pengerjaan soal dari teman juga masih rendah. Memberi kemungkinan pilihan dan fasilitas belajar individual. 3. seorang guru harus memiliki sikap-sikap sebagai berikut : 1. Meningkatkan dan memelihara perhatian siswa terhadap relevansi proses belajar mengajar. b. Membantu dan mendorong siswa untuk mengungkapkan dan menjelaskan keinginan dan pembicaraannya baik secara individual maupun kelompok. 4. melaksanakan rencana. Menurut Isjoni (2007:62). d. Memberikan kesempatan kemungkinan berfungsinya motivasi. Salah satu metode yang akan diterapkan adalah pembelajaran IPS dengan pola latihan interaktif yang menggunakan metode Mind Mapping. Menjelaskan tujuan kegiatan pada kelompok dan mengatur penyebaran dalam bertukar pendapat Djamarah (2002:181-186). e. Dalam metode Mind Mapping siswa di kuatkan pada cara menghadapi persoalan dengan langkah penyelesaian yang sistematis yaitu memahami masalah. 5. Membina siswa agar setiap orang merupakan sumber yang manfaat bagi yang lainnya. Membentuk sikap positif terhadap guru dan sekolah. c. Membantu kegiatan-kegiatan dan menyediakan sumber atau peralatan serta membantu kelancaran belajar mereka.“Tujuan dari penyampaian variasi metode mengajar dan aplikasinya dalam pengajaran adalah : a.

aktif. sehingga siswa dituntut untuk aktif secara langsung dalam proses pembelajaran.” . Menurut Sujanto (1996:53) : Pelaksanaan pengajaran sering hanya si guru mendikte dan si anak yang mencatat dan kemudian menghafalkannya persis seperti bunyi catatatan dan sama sekali tidak ada kaitan dengan pengertian ataupun perubahan anak perbuatan anak karenanya.4 sehingga persoalan yang dihadapi akan dapat diatasi. Sehingga diharapkan kemandirian dan keaktifan siswa dalam pembelajaran IPS dapat ditingkatkan. Sedangkan dengan latihan interaktif siswa diharapkan dapat berinteraksi dalam proses belajar mengajar. dan mandiri dapat terwujud. Hal inilah yang mendorong penulis untuk mengambil judul skripsi “PENGARUH METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SISWA PADA SISWA KELAS VIII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MUHAMMADIYAH 5 SURAKARTA TAHUN AJARAN 2009 / 2010. Melalui usaha pendidikan diharapkan kualitas generasi muda yang cerdas. Namun kenyataannya keaktifan siswa sekarang ini berkembang lambat dan disiplin belajar siswa yang kurang. Dengan demikian siswa belajar IPS tidak hanya mendengarkan dan guru menerangkan didepan kelas saja. namun diperlukan keaktifan siswa didalam proses belajar mengajar.

Penggunaan Mind Mapping dibatasi pada sikap ingin tahu siswa untuk mengembangkan materi pelajaran IPS. C. maka masalah ini dibatasi pada : 1. Aktif dalam belajar siswa dibatasi pada keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran disekolah. Prestasi belajar siswa dibatasi pada penguasaan materi dan keaktifan siswa terhadap pelajaran IPS yang berupa nilai rapot semester ganjil. Apakah terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 3. Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? . Apakah terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta? 2. maka masalah dalam penelitian ini dapat dirumuskan : 1. 3.5 B. 2. Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang tersebut diatas. Pembatasan Masalah Untuk mempermudah dan menghindari kemungkinan terjadinya kesalahan dalam penafsiran judul.

Tujuan Penelitian Adanya tujuan dalam penelitian ini merupakan hal yang sangat penting karena dengan tujuan yang tepat menjadikan tolok ukur keberhasilan dalam penelitian. Sehingga perkembangan tersebut dapat digunakan dalam peningkatan pelayanan bagi anak berkebutuhan khusus disekolah. Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai : 1. Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. E.6 D. Bagi guru kelas Sebagai bahan kajian guru dalam memberikan atau menyampaikan materi (metode Mind Mapping dan keaktifan belajar IPS) untuk meningkatkan prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. Untuk mengetahui pengaruh keaktifan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3. . Untuk mengetahui pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 2. Manfaat praktis yang diharapkan dalam penelitain ini terdiri : 1. Manfaat Penelitian Manfaat teoristis yang diharapkan dari penelitian ini adalah dapat dijadikan bahan pertimbangan ilmu pengetahuan dibidang pendidikan pada umumnya dan di bidang kependidikan luar biasa pada khususnya.

maka perlu dikemukakan sistematika penelitian sebagai berikut : BAB I PENDAHULUAN Meliputi latar belakang masalah. 4. 3. dan sistematika penulisan penelitian.sehingga mutu pendidikan dapat lebih meningkat. tujuan masalah. Bagi sekolah Dari hasil penelitian dapat memberikan masukan kepada sekolah atau lembaga pendidikan di SMP sebagai bahan kajian dalam usaha perbaikan proses pembelajaran di sekolah menjadi lebih baik. Bagi siswa Memberi alternative lain untuk mempelajari suatu pelajaran dengan cara membuat ringkasan yang menarik dan anak terdorong untuk belajar IPS. manfaat penelitian. F. identifikasi masalah. perumusan masalah.7 2. Sistematika Skripsi Untuk memperoleh gambaran permulaan terhadap hasil penelitian ini. Bagi kepala sekolah Memberi masukan berupa informasi ilmiah tentang pentingnya metode penyampaian materi yang menarik pada siswa agar prestasi belajar dalam pembelajaran IPS. pembatasan masalah. BAB II LANDASAN TEORI Bab ini merupakan landasan teori yang digunakan dalam penyusunan penelitian yang bekaitan dengan definisi prestasi .

teknik pengumpulan data. BAB III METODE PENELITIAN Bab ini menguraikan tentang jenis dan rancangan penelitian. subyek dan obyek penelitian. data dan instrumen pengumpulan data. teknik penyajian data dan teknik analisis data.8 belajar. definisi keaktifan. definisi metode Mind Mapping. keterbatasan penelitian dan saran dari peneliti. pengujian kualitas dan hasil analisis data. populasi. BAB V PENUTUP Penutup menguraikan tentang kesimpulan akhir penelitian. BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Bab ini berisi hasil pengembalian kuesioner. sampel dan sampling. DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN . hubungan antar variabel dan hipotesis.

Pengertian Prestasi Belajar Sebelum membicarakan pengertian prestasi belajar terlebih dahulu akan dikemukakan apa yang dimaksud dengan prestasi dan belajar. sedangkan prestasi merupakan hasil dari proses belajar. karena kegiatan belajar merupakan proses. Menurut Djamarah (2002:19). ketrampilan dan nilai sikap. Para pakar pendidikan mengemukakan pendapat mereka. Namun dari pendapat pendapat yang berbeda itu dapat kita temukan satu titik persamaan.”Prestasi adalah suatu kegiatan yang telah dikerjakan.”Prestasi adalah hasil kegiatan 9 . diciptakan baik secara individual maupun kelompok.“Belajar adalah suatu aktivitas mental atau psikis yang berlangsung dalam interaksi yang aktif dengan lingkungan. Prestasi Belajar 1. Menurut Djamarah (2002:231).9 BAB II LANDASAN TEORI A. Prestasi merupakan kumpulan hasil akhir dari suatu pekerjaan yang telah dilakukan. Prestasi belajar merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan belajar. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan.” Selanjutnya menurut Winkel (1996:53). pemahaman. Memahami pengertian prestasi belajar secara garis besar harus bertitik tolak kepada pengertian belajar itu sendiri untuk itu para ahli mengemukakan pendapatnya yang berbeda-beda sesuai denagan pandangan yang mereka anut.

Prestasi belajar seseorang sesuai dengan tingkat keberhasilan sesuatu dalam mempelajari materi pelajaran yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau raport setiap bidang studi setelah mengalami proses belajar mengajar. maupun kalimat yang dapat mencerminkan hasil yang sudah dicapai oleh setiap siswa dalam periode tertentu. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Prestasi Belajar Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang diharapkan. huruf. dan faktor yang terdiri dari luar siswa (faktor eksternal) : . menolak dan menilai informasi-informasi yang diperoleh dalam proses belajar mengajar. menurut Syah (2004:132). maka perlu diperhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar antara lain: faktor yang terdapat dalam diri siswa (faktor internal).” Berdasarkan pengertian diatas. angka. maka dapat dijelaskan bahwa prestasi belajar merupakan tingkat kemanusiaan yang dimiliki siswa dalam menerima.10 usaha kegiatan belajarnya yang dinyatakan dalam bentuk. Selanjutnya Winkel (1996:162) mengatakan bahwa “prestasi belajar adalah suatu bukti keberhasilan belajar atau kemampuan seseorang siswa dalam melakukan kegiatan belajarnya sesuai dengan bobot yang dicapainya. 2. Prestasi belajar siswa dapat diketahui setelah diadakan evaluasi dapat memperlihatkan tentang tinggi atau rendahnya prestasi belajar siswa.

Untuk dipelajarinya pun kurang atau tidak terbatas. sikap. . Mempertahankan tonus. Kondisi organ tubuh yang lemah apabila serta pusing-pusing dapat menurunkan ranah cipta (kognitif) sehingga materi yang dipelajarinya pun kurang atau tidak berbekas. dan motivasi. jasmani agar tetap bugar siswa dianjurkan mengkonsumsi minuman yang bergizi. bakat. Selain itu juga siswa dianjurkan memilih pola istirahat dan olahraga ringan. minat.11 a. 2) Aspek psikologis Yang mempengaruhi pembelajaran termasuk kulitas siswa. psikologis dan yang dapat perolehan faktor-faktor kuantitas diantara Namun rohaniah siswa siswa yang pada umumnya dipandang lebih esensial itu adalah tingkat kecerdasan atau intelejensi. Faktor Internal (faktor dari dalam diri siswa) Faktor internal adalah keadaan atau kondisi jasmani dan rohani siswa. Faktor internal siswa adalah: 1) Aspek fisiologis Kondisi jasmani dan tonus (tegangan otot) yang memadai tingakat organ-organ tubuh dan sendi-sendinya dapat mempengaruhi semangat dan intensitas siswa dalam mengikuti pelajaran.

para staf guru. 3) Metode pembelajaran a) Pengertian metode Menurut Djamarah (2002:85) : Pemilihan metode merupakan hal yang sangat penting perlu diperhatikan karena metode adalah salah satu alat untuk mencapai tujuan.12 b. Menurut Djamarah (2002:85-93). 1) Lingkungan sosial Lingkungan sosial sekolah. 2) Lingkungan non sosial Faktor yang termasuk lingkungan non sosial adalah gedung sekolah dan letaknya rumah tempat tinggal keluarga siswa dan alat-alat belajar keadaan cuaca dan waktu belajar digunakan siswa. Faktor Eksternal (faktor dari luar diri siswa) Faktor Eksternal adalah kondisi lingkungan sekitar siswa. para staf administrasi dan teman-teman sekelas yang mempengaruhi semangat belajar seorang siswa. pemilihan dan penentuan metode dalam pembelajaran harus memiliki: . Dengan memanfaatkan metode secara akurat. Para guru yang selalu menunjukan sikap dan perilaku yang simpatik dan memperlihatkan suri tauladan yang baik dan rajin khususnya dalam belajar. guru akan mampu mencapai tujuan pembelajaran.

Pengalaman membuktikan bahwa kegagalan pembelajaran salah satunya disebabkan oleh pemilikan metode yang kurang tepat. karena itu. Apapun yang termasuk perangkat program pembelajaran dituntut secara mutlak . Nilai strategis dari metode adalah dapat mempengaruhi jalannya pembelajaran. (3) Pentingnya pemilihan dan penentuan metode Titik sentral yang harus dicapai oleh setiap pembelajaran adalah tercapainya tujuan pembelajaran yang telah pembelajaran. efektivitas penggunaan metode dapat terjadi bila ada kesesuain metode dengan semua komponen diprogramkan.13 (1) Nilai strategi dan metode Didalam proses pembelajaran sering terjadi interaksi edukatif antara anak didik dan guru. Oleh karena itu metode adalah salah satu cara yang memilliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. (2) Efektivitas penggunaan metode Penggunaan metode yang tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran akan menjadikan kendala dalam mencapai tujuan yang dirumuskan.

14 untuk menunjang tercapainya tujaun guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yang kreatif bagi kegiatan belajar anak didk dikelas b) Pengertian pembelajaran Menurut Sagala (2006:61). Menurut guru Djamarah harus (2002:62). hal tersebut dibuat karena adanya kebutuhan untuk menyakinkan 1) adanya alasan untuk belajar.”Pembelajaran ialah membelajarkan siswa dengan menggunakan asas pendidikan maupun teori belajar merupakan penentu utama kebersilan pendidikan.” Menurut Sagala (2006:68) : Pembelajaran merupakan aktivitas guru dalam memilih kegiatan pembelajaran. Sedangkan Riyanto (2002:57) berpendapat bahwa pembelajaran adalah “suatu proses eksperimantasi. Menurut Mulyana (2005:100) : Dalam pembelajaran guru yang utama adalah mengkondisikan lingkungan agar menunjang terjadinya perubahan perilaku bagi peserta didik. 2) siswa belum mengetahui apa yang akan diajarkan.” Selalu harus ada yang dipelajari dan arena adanya pengalaman-pengalaman baru. oleh karena itu guru menetapkan hasil-hasil belajar dan tujuan yang akan dicapai. . secara arif dan bijaksana.”Dalam menggunakan mengajarkan pandai pendekatan secara aktif.

proses dan post tes. dan faktor lainnya termasuk siswa itu sendiri.15 dan umumnya pelaksanaan pembelajaran mencakup 3 hal yaitu pre tes. Keberhasilan pembelajaran IPS diukur dari keberhasilan siswa yang mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut dan dipengaruhi beberapa faktor antara lain: faktor guru. maka dengan metode pembelajaran yang sesuai siswa akan bersemangat dan suasana kelas akan lebih hidup. keadaan sekolah dan lingkungan masyarakat. maka tingginya pemahaman dan penguasaan siswa dalam suatu pelajaran dan makin banyak soal yang mampu dikerjakan dengan benar diharapkan makin tinggi tingkat keberhasilan pembelajaran tersebut. sehingga prestasi yang akan dicapai memuaskan. Pengaruh lingkungan ini pada umumnya bersifat positif dan tidak memberikan paksaan kepada individu. faktor materi pelajaran. faktor lingkungan.” Menurut Arikunto dalam Dimyati & Mudjiono (2009:200-201) prestasi belajar mempunyai beberapa fungsi dan ditujukan untuk keperluan : . Keberhasilan tersebut dapat diamati dari beberapa sisi banyaknya soal yang mampu dikerjakan dengan betul. Menurut Slameto (1995:60) faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah “keadaan keluarga. faktor metode pengajaran. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran adalah suatu cara yang digunakan oleh guru dalam proses pelajaran IPS.

karena dalam pergaulan sehari-hari seorang anak akan selalu menyesuaikan dirinya dengan kebiasaan-kebiasaan lingkungannya. Peta pikiran atau Mind Mapping pada dasarnya . Untuk seleksi.16 a. Untuk penempatan. Untuk diagnostik dan pengembangan. Definisi Mind Mapping Barbara Prashing mengemukakan Mind Mapping dipopulerkan oleh Tony Buzan pada tahun 1970-an. Michael Gelb dalam Buzan (2007:179-181): Mind Mapping dapat diartikan sistem revolusioner dalam perencanaan dan pembuatan catatan yang telah mengubah hidup jutaan orang di seluruh dunia. sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. Mind Mapping 1. B. aslinya diciptakan oleh Gelb. demikian dapat dikatakan lingkungan membentuk Dengan kepribadian anak. apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temannya yang rajin belajar maka kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya. Mind Mapping juga merupakan metode mencatat secara menyeluruh dalam satu halaman. Oleh karena itu. Pembuatan Mind Mapping didasarkan pada cara kerja alamiah otak dan mampu menyalakan percikanpercikan kreatifitas dalam otak karena melibatkan kedua belahan otak kita. d. b. c. Menurut Porter & Hernacki (2008:152-159) : Mind Mapping juga dapat disebut dengan peta pemikiran. Mind Mapping menggunakan pengingatpengingat visual dan sensorik dalam suatu pola dari ide-ide yang berkaitan. Untuk kenaikan kelas.

penarikan data dan akses yang luar biasa untuk perpustakaan raksasa dalam otak manusia yang menajubkan. Urutan Penulisan 3. . efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran Mind Mapping juga merupakan peta rute yang memudahkan ingatan dan memungkinkan untuk menyusun fakta dan pikiran. Ini berarti mengingat informasi akan lebih mudah dan lebih bisa diandalkan daripada menggunakan teknik mencatat tradisional. Metode ini mengajarkan untuk mencatat tidak hanya menggunakan gambar atau warna. Tony Buzan mengemukakan “your brain is like a sleeping giant.17 menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan pada otak. Tulisan 2.” Table 1. dengan demikian cara kerja alami otak dilibatkan sejak awal. Metode Mind Mapping adalah metode baru untuk mencatat yang bekerjanya disesuaikan dengan bekerjanya dua belah otak (otak kiri dan otak kanan).1 Tabel penggunaan otak pada Mind Mapping Otak Kiri 1. hal itu disebabkan 99% kehebatan otak manusia belum dimanfaatkan secara optimal. Selain itu Mind Mapping adalah sistem penyimpanan. Hubungan Antar Kata Otak Kanan Warna Gambar Dimensi Mind Mapping adalah cara mencatat yang kreatif.

Adanya kombinasi warna. Hal ini disebabkan karena berbedanya emosi dan perasaan yang terdapat dalam diri siswa setiap saat. Mind Mapping yang dibuat oleh siswa dapat bervariasi pada setiap materi. Dengan demikian. maka akan baik dampaknya bagi proses dan hasil belajar. Mind Mapping adalah satu teknik mencatat yang mengembangkan gaya belajar visual. Jika lingkungan belajar dapat memberikan sugesti positif. baik secara tertulis maupun secara verbal. Proses belajar yang dialami seseorang sangat bergantung kepada lingkungan tempat belajar.18 Mind Mapping bertujuan membuat materi pelajaran terpola secara visual dan grafis yang akhirnya dapat membantu merekam. Suasana menyenangkan yang diperoleh siswa ketika berada di ruang kelas pada saat proses belajar akan mempengaruhi penciptaan peta pikiran. simbol. Mind Mapping memadukan dan mengembangkan potensi kerja otak yang terdapat di dalam diri seseorang. sebaliknya jika lingkungan tersebut memberikan sugesti negatif maka akan buruk dampaknya bagi proses dan hasil belajar. bentuk dan sebagainya memudahkan otak dalam menyerap informasi yang diterima. . guru diharapkan dapat menciptakan suasana yang dapat mendukung kondisi belajar siswa terutama dalam proses pembuatan Mind Mapping. Dengan adanya keterlibatan kedua belahan otak maka akan memudahkan seseorang untuk mengatur dan mengingat segala bentuk informasi. memperkuat. dan mengingat kembali informasi yang telah dipelajari.

4) Membuat rencana atau kerangka cerita. Kegunaan Mind Mapping Menurut Michael Michalko dalam Buzan (2009:6). c.19 2. Memungkinkan kita merencanakan rute atau kerangka pemikiran suatu karangan. 6) Membuat perencanaan sasaran pribadi. 12) Menyenangkan dan mudah diingat. sarana dan prasarana untuk membuat Mind Mapping adalah : a. Mendorong pemecahan masalah dengan kreatif. Otak. 11) Meningkatkan pemahaman. Kertas kosong tak bergaris. Imajinasi . Mengumpulkan sejumlah besar data disuatu tempat. 9) Fleksibel. Cara Membuat Mind Mapping Buzan (2009:14). khususnya pada Sekolah Menengah Pertama kelas VIII antara lain: a. c. Memberi pandangan menyeluruh pokok masalah. d. Selain itu menurut Buzan (2009:54-130) metode Mind Mapping dapat bermanfaat untuk : 1) Merangsang bekerjanya otak kiri dan kanan secara sinergis. Pena dan pensil warna. b. metode Mind Mapping dapat dimanfaatkan atau berguna untuk berbagai bidang termasuk bidang pendidikan. 2) Membebaskan diri dari seluruh jeratan aturan ketika mengawali belajar. 5) Mengembangkan sebuah ide. Kegunaan metode Mind Mapping dalam bidang pendidikan. 8) Meringkas isi sebuah buku. d. 10) Dapat memusatkan perhatian. 3. b. 3) Membantu seseorang mengalirkan diri tanpa hambatan. 7) Memulai usaha baru.

membuat Mind Mapping membutuhkan imajinasi atau pemikiran. Gunakan gambar (simbol) untuk ide utama. Hubungan cabang-cabang utama ke gambar pusat. Gunakan berbagai warna. Buatlah garis hubung yang melengkung. Gunakan satu kata kunci untuk setiap garis. adapun cara pembuatan Mind Mapping adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Mulailah dari tengah kertas kosong. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat. Membuat Mind Mapping yang terdapat didalam (http://astutimin . Berikut adalah ringkasan dari Law of MM: a) Kertas: polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (Landscape). c) Kata: menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis.wordpress. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dan-kreativitas siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/) Tony Buzan telah menyusun sejumlah aturan yang harus diikuti agar Mind Mapping yang dibuat dapat memberikan manfaat yang optimal. warna. Menghidupkan Mind Mapping yang telah dibuat akan lebih mengesankan. Seluruh garis harus tersambung ke pusat. .20 Buzan (2009:15-16). garis bawah atau simbol-simbol yang menggambarkan poin atau gagasan utama. Central Topic diletakkan ditengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa Image dengan minimal 3 warna. Gunakan gambar. Variasi dengan huruf capital. Dalam membuat Mind Mapping juga diperlukan keberanian dan kreativitas yang tinggi. b) Garis: lebih tebal untuk BOIs dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis.

simbol. grafik. Warna berbeda untuk setiap BOIs dan warna cabang harus mengikuti warna BOIs. e) Warna: gunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5 – 6 warna. kode. Overview dapat diisi dengan kegiatan untuk membuat . Khusus untuk pertemuan pertama pada setiap awal Semester. f) Struktur: menggunakan struktur radian dengan sentral topic terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabangcabangnya menyebar ke segala arah. Hal ini bertujuan untuk memberi gambaran umum kepada siswa tentang topik yang akan dipelajari. BOIs umumnya terdiri dari 2 – 7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1. terdapat empat langkah yang harus dilakukan proses pembelajaran berbasis Mind Mapping. table dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. Gambar 2.21 d) Image: gunakan sebanyak mungkin gambar.1 Contoh Aplikasi Mind Mapping Aplikasi Mind Mapping dalam Pembelajaran Dalam tahap aplikasi. yaitu: a) Overview: Tinjauan Menyeluruh terhadap suatu topik pada saat proses pembelajaran baru dimulai. Kalau memungkinkan gunakan Image yang 3 Dimensi agar lebih menarik lagi.

di mana suatu topik akan dibahas secara detail. berkomunikasi. b. h. siswa diharapkan dapat mencatat informasi. langkah Preview dapat dilewati sehingga langsung masuk ke langkah Inview. d. g. Khusus untuk bahan yang sangat sederhana. merencanakan. c. Indikator Mind Mapping Menurut Tony Buzan (2009:6). c) Inview: Tinjauan Mendalam yang merupakan inti dari suatu proses pembelajaran. sejak awal siswa sudah mengetahui topik apa saja yang akan dipelajarinya sehingga membuka peluang bagi siswa yang aktif untuk mempelajarinya lebih dahulu di rumah atau di perpustakaan. d) Review: Tinjauan Ulang dilakukan menjelang berakhirnya jam pelajaran dan berupa ringkasan dari bahan yang telah diajarkan serta ditekankan pada informasi. Dengan demikian. menyelesaikan masalah. Review dapat juga dilakukan saat pelajaran akan dimulai pada pertemuan berikutnya untuk membantu siswa mengingatkan kembali bahan yang telah diajarkan pada pertemuan sebelumnya. e. memusatkan perhatian.22 Master Mind Map® yang merupakan rangkuman dari seluruh topik yang akan diajarkan selama satu Semester yang biasanya sudah ada dalam Silabus. siswa diharapkan telah memiliki pengetahuan awal yang cukup mengenai sub-topik dari bahan sebelum pembahasan yang lebih detail dimulai. konsep atau rumus penting yang harus diingat atau dikuasai oleh siswa. daftar atau diagram untuk membantu siswa dalam memahami dan menguasai bahan yang diajarkan. b) Preview: Tinjauan Awal merupakan lanjutan dari Overview sehingga gambaran umum yang diberikan setingkat lebih detail daripada Overview dan dapat berupa penjabaran lebih lanjut dari Silabus. 4. terperinci dan mendalam. Hal ini akan dapat membantu siswa untuk fokus dalam mempelajari-ulang seluruh bahan yang diajarkan di sekolah pada saat di rumah. dan melatih “gambar keseluruhan”. konsep atau rumus penting beserta grafik. indikator Mind Mapping sebagai berikut : a. . f. Dengan demikian. i. menjadi lebih kreatif. mengingat dengan lebih baik belajar lebih cepat dan efisien. Selama Inview ini. menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran.

membandingkan dan membuat hubungan 8) Memudahkan penambahan informasi baru 9) Pengkajian ulang bisa lebih cepat 10) Setiap peta bersifat unik b. 2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar 3) Mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa. mengingat. . 2) Dapat bekerjasama dengan teman lainnya 3) Catatan lebih padat dan jelas 4) Lebih mudah mencari catatan jika diperlukan.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/) sebagai berikut: 1) Dapat mengemukakan pendapat secara bebas.23 5. Kelebihan metode Mind Mapping dalam (http://mahmmudin. wordpress. Kelemahan pembelajaran metode Mind mapping : 1) Hanya siswa yang aktif yang terlibat. Kelebihan dan Kelemahan a. 5) Catatan lebih terfokus pada inti materi 6) Mudah melihat gambaran keseluruhan 7) Membantu Otak untuk : mengatur.

Keaktifan ingatan : pada waktu mengajar. Murid harus dirangsang agar dapat menggunakan alat inderanya sebaik mungkin. penglihatan. kemudian pada suatu saat ia siap mengutarakan kembali. Keaktifan emosi : dalam hal ini murid hendaklah senantiasa berusaha mencintai pelajarannya.”Keaktifan adalah pada waktu guru mengajar ia harus mengusahakan agar murid-muridnya aktif jasmani maupun rohani. keaktifan jasmani maupun rohani itu meliputi antara lain: a. c. menimbang-nimbang. Keaktifan indera : pendengaran. menyusun pendapat dan mengambil keputusan. mengemukakan keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar dapat dilihat dalam : a. b. Menurut Sudjana (1988:72). anak harus aktif menerima bahan pengajaran yang disampaikan guru dan menyimpannya dalam otak.” Menurut Sagala (2006:124-134).” Menurut Sriyono (1992:75). d. . Keaktifan Belajar 1.24 C. Pengertian Keaktifan Menurut Mc Keachie dalam Dimyati dan Mujiono (1999:45) berkenaan dengan prinsip keaktifan mengemukakan bahwa “individu merupakan manusia belajar yang selalu ingin tahu. Keaktifan akal : akal anak-anak harus aktif atau diaktifkan untuk memecahkan masalah. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. Terlibat dalam pemecahan masalah. b. peraba dan lain-lain.

merumuskan. Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. memecahkan soal. merasa bosan. seperti : mendengarkan uraian. percakapan. B. h. peta. Melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran IPS sangat penting. seperti : melakukan percobaan. d. bertanya. seperti : menaruh minat. tenang. membuat grafik. seperti : menyatakan. Melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal. melihat gambar. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. percobaan. membuat konstruksi. berani. Bertanya kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. Writing activities. laporan. keterangan. Emotional activities. Menurut Paul. mengamati pekerjaan orang lain. seperti : menulis. memberi saran. Listening activities. diagram. seperti : membaca. karena dalam IPS banyak kegiatan pemecahan masalah yang . Diedrich dalam Rohani (1991:8-9) mengklasifikasikan aktifitas menjadi : a. musik. bergairah. Drawing activities. d. mengingat-ingat. Mental activities. melihat hubungan. seperti : menggambar. bersemangat.25 c. g. e. diskusi. Oral activities. c. f. gembira. dan gugup. pidato. menganalisa. b. Visual activities. seperti : menanggapi. f. mengambil keputusan. Motor activities. e.

Saling membantu dan menyelesaikan masalah . 2. Membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. Siswa sebagai subyek didik adalah yang merencanakan dan ia sendiri yang melaksanakan belajar. Membina hubungan baik bisa mempermudahkan pengelolaan kelas dan memperpanjang waktu.wordpress. Untuk menarik keterlibatan siswa dalam pembelajaran guru harus membangun hubungan baik yaitu dengan menjalinan rasa simpati dan saling pengertian.26 menuntut kreativitas siswa aktif. Kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. Memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. Perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. Memanfaatkan potensi anggota kelompok k.com /2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikan-penilaiandalam-ptk-2/) dapat dilihat dari : a. Kerjasamanya dalam kelompok c. Keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain j. Memberi gagasan yang cemerlang h. Indikator Keaktifan Keaktifan belajar dalam (http://ardhana12.

Sehingga metode Mind Mapping dapat meningkatkan prestasi belajar siswa mengalami peningkatan. Hubungan Metode Mind Mapping (X1) dan Prestasi Belajar (Y) Menurut Silberman (2001:181). Hubungan Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Dalam proses belajar yang sedang berlangsung di kelas melibatkan siswa dan menuntut siswa untuk melakukan aktivitas belajar. memperhatikan. Para siswa dituntut untuk mendengarkan. Siswa harus lebih kritis. atau merencanakan penelitian baru. dan mencerna pelajaran yang disampaikan oleh guru. Pola pikir siswa akan lebih berkembang dengan memunculkan ide-ide dalam proses pembelajaran IPS. Begitu juga sebaliknya guru juga harus memberikan pertanyaanpertanyaan kepada siswa dan dapat menciptakan suasana belajar dalam .” Dengan memerintahkan peserta didik membuat peta pikiran memudahkan mereka untuk mengidentifikasi secara jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari dan apa yang sedang mereka rencanakan. Mind Mapping memungkinkan siswa lebih fokus pada pokok bahasan. 2. mencatat pelajaran. Selain itu siswa harus aktif bertanya kepada guru tentang hal-hal yang belum jelas. kreatif dan lebih perhatian dalam menerima pelajaran / materi yang disampaikan oleh guru.27 D. Hubungan Antar Variabel 1. memberi gambaran yang jelas keseluruhan dan perincian pokok bahasan yang dipelajari.”Pemetaan pemikiran adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide.

dan karenanya akan lebih banyak menghasilkan ide-ide yang lebih berkualitas. karena di dalam proses kegiatan belajar mengajar tanpa adanya keaktifan siswa.28 kelas yang menimbulkan keaktifan siswa sehingga akan tercipta proses belajar yang baik dan akan membuat interaksi di dalam kelas yang dapat meningkatkan keaktifan dan prestasi anak didiknya. Jutaan orang diseluruh dunia menggunakan Mind Mapping setiap hari untuk membantu mereka. sementara ada juga yang menggunakan Mind Mapping untuk memecahkan masalah dalam skala yang lebih besar. Ada yang menggunakannya agar mereka bisa membuat perencanaan yang lebih baik atau menjadi pembicara yang lebih percaya diri. akan melihat jauh lebih banyak kesempatan untuk mengiterpretasikan pertanyaan secara kreatif. maka belajar tidak akan mencapai hasil yang maksimal. Keaktifan merupakan hal yang sangat penting dalam peningkatan prestasi belajar siswa. 3. Siswa yang aktif dalam belajar akan mendapatkan prestasi yang baik dibandingkan siswa yang kurang aktif dalam belajar. Dengan demikian keaktifan siswa sangat diperlukan dalam kegiatan belajar mengajar. dan karenanya berpikir fleksibel. . Hubungan Metode Mind Mapping (X1). karena segala sesuatu tidak akan tercapai secara maksimal bila setiap individu tidak aktif dalam melaksanakan suatu kegiatan. Keaktifan (X2) dan Prestasi Belajar (Y) Otak yang berpengetahuan tinggi secara mental.

29 Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh faktor individu dan faktor sosial.1 Kerangka Pemikiran Prestasi belajar (Y) . dan akan mendapatkan hasil yang maksimal E. berdiskusi maka siswa itu akan mendapatkan prestasi yang bagus. Sehingga keaktifan belajar diperlukan untuk meningkatkan prestasi belajar dalam aspek kognitif. Yang termasuk faktor individu diantaranya adalah keaktifan belajar. bertanya dan aktif dalam belajar IPS. sebaliknya siswa yang aktif akan mendapatkan prestasi yang memuaskan. Prestasi belajar siswa akan meningkat jika siswa aktif dalam proses pembelajaran IPS. maka dalam penyusunan penelitian ini penulis mengajukan anggapan dasar atau kerangka pemikiran sebagai berikut : Metode Mind Mapping (X1) Keaktifan Belajar (X2) Gambar 3. berpikir. affektif dan psikomotorik. mengerjakan soal. Mind Mapping akan lebih meningkatkan keaktifan siswa untuk membaca. Keaktifan siswa dalam belajar sangat mempengaruhi prestasi belajar apabila siswa tidak aktif bertanya. Kerangka Pemikiran Berdasarkan kajian teoristis sebagaimana telah dipaparkan dimuka.

Yang menjadi variabel bebas adalah : a) Metode Mind Mapping (X1) b) Keaktifan Belajar (X2) 2. Variabel Independen (variabel bebas) yaitu variabel yang merupakan rangsangan untuk mempengaruhi variabel yang lain.30 Keterangan : 1. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . Variabel Dependen (variable terikat) yaitu suatu jawaban atau hasil dari perilaku yang dirangsang. Dalam hal ini yang menjadi variabel terikat adalah : Prestasi Belajar (Y). Dari landasan teori dan kerangka pemikiran yang telah diuraikan. Hipotesis Menurut Arikunto (2005:64) Hipotesis berasal dari penggunaan kata “Hypo” yang artinya “Dari bawah” dan kata “Thesa” yang artinya “Kebenaran” Hipotesis adalah anggapan dasar mengenai satu teori yang bersifat sementara. maka dapat dirumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah : 1. F. yang kebenarannya masih perlu diuji dibawah kebenaran atau tidaknya peneliti perlu mengadakan penelitian.

Terdapat pengaruh keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 3.31 2. Terdapat pengaruh metode Mind Mapping dan keaktifan belajar siswa terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta .

Maka jenis penelitian ini adalah kuantitatif. dan Sampling 1. Obyek Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. B. dimana data yang diperoleh berasal dari angket. Jenis dan Metode Penelitian Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang artinya penelitian yang berusaha mendiskripsikan suatu gejala peristiwa dan kejadian pada saat sekarang serta mengungkapkan data yang telah berlangsung tanpa mempengaruhi variabel terikat. Sampel.” Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta yang berjumlah 200 siswa. Populasi Menurut Arikunto (2002:108) “Populasi adalah keseluruhan kelompok orang atau kejadian atau hal minat yang diinvestigasi. Populasi. 32 . maka penelitian ini merupakan penelitian survey.32 BAB III METODE PENELITIAN A. Berdasarkan sifatnya yaitu mencoba mengungkapkan suatu fenomena dengan menggunakan dasar perhitungannya atau data kualitatif yang diangkakan. C.

33 2. Dalam penelitian ini menggunakan sample sebanyak 50 siswa dari 200 siswa populasi di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. 2) Cara Ordinal : Cara ini dilakukan dengan jalan mengambil jumlah subjek yang diperlukan dengan mengambil urutan dari atas ke bawah. Random Sampling Adalah teknik pengambilan sampel dimana semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk dipilih sebagai anggota sampel. Sampel Menurut Arikunto (2005:105) “Sampel adalah sebagian atau wakilpopulasi yang diteliti. Cara pengambilan sampel dengan random ada tiga cara yaitu: 1) Cara Undian : Cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian.” Menurut Arikunto (2006:134) menyatakan bahwa untuk sekedar ancer-ancer maka apabila subyeknya kurang dari 100 orang diambil semua. .” Menurut Djarwanto PS dan Subagyo (1996:114) ada dua cara pengambilan sample yaitu : a. sehingga penelitianberupa penelitian populasi. 3. Sampling Menurut Hadi (1993:75) “sampling adalah cara yang digunakan untuk mengambil sampel. Selanjutnya jika jumlah subyeknya besar dapat diambil antara 10-25%.

Non Random Sampling Adalah cara pengambilan sampel yang tidak semua anggota populasi diberi kesempatan untuk dipilih sebagai sample.34 3) Cara Randomisasi : Cara ini di lakukan dengan bantuan tabel random yang umumnya terdapat pada buku-buku statistik b. Macam-macam non random sampling adalah sebagai berikut: 1) Quota Sampling Sampel diambil berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik. 3) Double Sampling Pengambilan sampling yang menguasakan adanya sampel kembar. 4) Proporsional Sampling Teknik ini menghendaki cara pengambilan sampel tiap-tiap sub populasi dengan memperhatikan besar kecilnya sub-sub populasi tersebut. . 2) Purposive Sampling Dalam Purposive sampling pemilihan sekelompok subyek didasarkan atas ciri-ciri atau sifat-sifat tertentu yang dipandang mempunyai sangkut paut yang erat dengan ciri-ciri atau sifat-sifat populasi yang sudah diketahui.

35 5) Stratified Sampling Teknik ini biasanya digunakan apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. cara ini dilakukan sebagaimana kita melakukan undian. Teknik pengambilan sampling sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan sample random sampling dengan cara undian.1. Dari aspek dan indikator tersebut kemudian dijadikan landasan penyusunan kisi-kisi angket. Pembuatan kisi-kisi angket Sebelum dilakukan penyusunan angket tertulis dibuat dahulu konsep yang berupa kisi-kisi angket yang disusun dalam suatu tabel. d. c. Semua individu dalam populasi baik secara sendiri-sendiri atau bersama-sama diberi kesempatan yang sama untuk menjadi anggota sampel. Indikator merencanakan berkomunikasi menjadi lebih kreatif menyelesaikan masalah memusatkan perhatian Item 1-10 . D. Adapun kisi-kisi angket adalah sebagai berikut: Tabel 3. b. kemudian dijabarkan dalam aspek dan indikator yang sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai. Instrumen Pengumpulan Data 1. Kisi-kisi angket keaktifan belajar mata pelajaran IPS Variabel Metode Mind Mapping a. e.

kemudian disajikan dalam laporan penelitian. kepetusan berdasarkan pertimbangan kerja yang matang j. .36 Keaktifan Belajar f. kerjasamanya dalam kelompok c. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang i. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok f. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli d. Penyusunan Angket Setelah kisi-kisi angket dibuat maka item-item pertanyaan disertai dengan alternatif jawaban kemudian disusun pedoman pengisian angket. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal e. Setelah selesai dijawab data disusun untuk diolah sesuai dengan standar yang telah ditetapkan sebelumnya. memanfaatkan potensianggota kelompok k. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat g. perhatian siswa terhadap penjelasan guru b. melatih ”gambar keseluruhan” a. mengingat dengan baik h. memberi gagasan yang cemerlang h. saling membantu dan menyelesaikan masalah 1-12 2. Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa angket merupakan alat pengumpul data yang berupa daftar pertanyaan atau isian yang harus diisi oleh responden. belajar lebih cepat dan efisien i. menyusun dan menjelaskann pikiranpikiran g.

” :1 :2 :3 :4 . Uji Validitas Item Menurut Arikunto (1988:138) Uji Validitas adalah “suatu ukuranukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan dan keaslian suatu instrument.”Skoring variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar siswa untuk tiap-tiap alternatif jawaban adalah: Item pertanyaan atau pernyataan positif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) :4 :3 :2 :1 Item pertanyaan atau pernyataan negatif adalah: Jawaban alternatif a (terbaik) Jawaban alternatif b (cukup baik) Jawaban alternatif c (buruk) Jawaban alternatif d (terburuk) 4. 5. Menentukan Skor Angket Menurut Nawawi (2005:242). Uji coba (try out) dilaksanakan terhadap siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta tahun pelajaran 2009/2010 yang tidak menjadi anggota sampel.37 3. Uji Coba Angket Uji coba angket digunakan untuk mengetahui apakah soal yang akan diberikan kepada responden valid atau tidak valid & digunakan untuk menguji apakah data tersebut variabel.

Uji Reliabilitas Item Reliabilitas menunjukkan pada suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik. Dalam penelitian ini mengukur reliabilitas angket digunakan teknik belah dua melalui cara membelah data dengan item-item nomor genap dan ganjil. Kemudian mencari korelasi antara masing-masing belahan item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi product moment. ”mengenai perhitungan korelasinya berdasarkan ketentuan bahwa rxy > rtabel taraf signifikan 5% berarti item atau butir soal valid dan sebaliknya bila rxy < rtabel 5% maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memenuhi prasyarat. Menurut Arikunto (1998:208). Selanjutnya hasil korelasi itu dianalisa untuk mencari .” 6.38 Rumus yang digunakan adalah Pearson Product Moment: rxy = N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) ( NY 2 − (∑ X ) 2 )( N ∑ Y 2 − (∑ Y ) 2 Dimana: rxy X2 Y2 XY X Y N = Koefisien korelasi antara variabel X dan Variabel Y = Jumlah kuadrat dari X = Jumlah kuadrat dari Y = Jumlah koofisien korelasi antara variabel X dan Y = Jumlah tiap faktor = Jumlah seluruh faktor = Jumlah subyek Karena dengan angka kasar relatif lebih mudah dan dapat menghindari angka pecahan.

”Adapun interprestasi besarnya koefisien korelasi digunakan ketentuan yang sama yaitu: a) b) c) d) e) Antara 0. dikutip Hadi yaitu sebagai berikut: r11 == Keterangan : r11 = koefisien reliabilitas yang dicari r1/21/2 = rxy yang disebutkan sebagai indeks korelasi antara dua belahan yang dicari. Teknik Pengumpulan Data Sesuai dengan bentuk penelitian dan sumber data yang dimanfaatkan.39 realibilitas dengan menggunakan rumus Sperman Bown.600 sampai 0. Arikunto (2006:276).100 sampai 0.600 = cukup tinggi Antara 0.000 = sangat tinggi Antara 0.6”.6 taraf signifikansi 5% dikatakan tidak reliabel jika angka korelasi <0. E.800 = tinggi Antara 0. maka teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : .800 sampai 1.400 = rendah Antara 0.200 = sangat rendah Sedangkan menurut Ghozali (2005: 42) ”Dikatakan reliabel jika angka korelasi yang diperoleh > 0.400 sampai 0.200 sampai 0.

Selain itu dapat pula ditambahkan kode-kode tertentu sesuai kenyamanan pembuat mind mapping apakah berupa simbol atau bentuk-bentuk tertentu seperti kotak. Ini berguna untuk membedakan antar penjelasan yang satu dengan yang lain. Beberapa untuk setiap cabang utama mind orang memberikan nomor Sebagian lain mapping-nya. Termasuk bisa dibedakan tingkat kepentingan antar informasi. Termasuk di dalamnya memberi penekakanan dengan gambar atau gambar. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan hirarki berupa huruf atau angka. lingkaran. Dengan . menggunakan hierarki yang menunjukan urutan dari penjelasan. maka dapt digunakan untuk memberi penekanan tertentu untuk membedakan mana inti topik dan mana penjelasannya.40 1. Test yang akan dilakukan penulis adalah : Tes pembuatan Mind Mapping ini dilakukan untuk mengetahui kepahaman tentang Mind Mapping. Test Test hasil belajar siswa untuk mengetahui sejauh mana kemampuan siswa dalam menerima bahan ajar atau materi untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar IPS siswa setelah dilakukan tindakan. Untuk memperkuat aspek kreativitas dan merangsang daya ingat yang kuat perlu digunakan warna yang beragam.” Mind Mapping dibuat dan digambar secara bebas. ”Mind Mapping yang baik akan selalu menggunakan kata kunci dan gambar. segitiga dan lain-lain. Cara memberi penekanan terhadap informasi tertentu dapat pula dilakukan dengan membuat variasi huruf baik font maupun ukuran (size).

penulis membuat kriteria mind mapping yang baik adalah : a. c. . melainkan pula kelima panca indra lainnya. d.“selain aspek asosiasi dan penekanan.” Berdasarkan paparan diatas. Menggunakan gambar untuk memperkuat kreativitas. b. Menurut Buzan (2003:88-89). Angket Arikunto (2002:151) angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperolah informasi dari dari respondent dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang diketahui. Bayangkan jika informasi bisa dirasakan oleh seluruh indera. Menggunakan simbol. penggunaan garis.41 cara ini. 2. Menggunakan bermacam-macam warna. Mind Mapping harus mempunyai kata kunci atau gagasan pokok. bentuk huruf atau ukuran huruf memperjelas informasi tertentu. maka penekanan atas suatu subyek tidak hanya menyentuh aspek logika berpikir. termasuk penggunaan huruf yang berbeda-beda. untuk merangsang daya ingat. Metode angket untuk mengetahui data variabel penelitian yaitu metode Mind Mapping (X1) dan keaktifan belajar (X2). mind mapping juga berfungsi memberi kejelasan atas informasi yang dicatat dengan menggunakan batasan area. akan sulit sekali untuk terlupa.

pedoman wawancara dan pedoman pengamatan. majalah. Dokumentasi Menurut Arikunto (2006:154) “dokumentasi adalah mencari dan mengumpulkan data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan. Menurut Arikunto (2006:160) “variasi jenis instrument penelitian adalah angket. check-list atau daftar centang. 1. dan sistematis sehingga lebih mudah diolah. Uji Validitas Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkat-tingkat kevalidan suatu instrument yang valid atau mempunyai validitas tinggi. . surat kabar. Teknik Analisis Data Instrument penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelitian dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik. dalam arti lebih cermat. Instrument yang baik harus memenuhi dua peryaratan penting yaitu valid dan reliable. lengkap. agenda. dan sebagainya. Namun sebaliknya instrument yang kurang valid memiliki validitas rendah. transkrip.” Uji instrument akan diberikan pada siswa yang merupakan bagian dari populasi penelitian. F.42 3.” Metode dokumensi digunakan untuk memperoleh data tentukan prestasi belajar siswa. buku.

Pengukuran reliabilitas tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus : .” Uji reliabilitas menunjukan sejauh mana instrument dapat memberikan hasil pengukuran yang konsisten apabila pengukuran dilakukan berulang-ulang.43 Arikunto (2002:241) validitas diuji dengan rumus korelasi product moment. 2. sebaliknya bila rxy < rtabel maka butir soal tidak valid sekaligus tidak memiliki persyaratan. Uji ini dilakukan dengan melihat korelasi atau skor masingmasing pertanyaan. Jika rxy > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) valid. Uji Reliabilitas Menurut Arikunto (2006:178) “Uji reliabilitas adalah suatu instrument cukup dapat dipercaya untuk dapat digunakan sebagai pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik-baik. Adapun rumus korelasi product moment rxy : {N ∑ X N ∑ XY − (∑ X )(∑ Y ) 2 2 − (∑ X ) N ∑ Y 2 − (∑ Y ) }{ 2 } Keterangan: Rxy : Koefisien korelasi antara variable X dan variable Y X Y N : Skor item : Skor total : Jumlah responden Menurut Arikunto (2002:146).

1 / 2) ⎞ r11 = ⎜ ⎟ ⎝ 1 + r1 / 2.44 ⎛ 2(r1/ 2 . Uji Prasyarat Analisa 1. G. Uji Normalitas Uji normaltas digunakan untuk menguji asumsi yang diambil benar atau menyimpang. langkahnya menurut formula Jorque Berra (JB) sebagai berikut: ⎡ S 2 (k − 3) 2 ⎤ J B = n⎢ + ⎥ 24 ⎦ ⎣ 6 Keterangan : S K = Skewnees (kemencengan) = Kurtosis (keruncingan) Kesimpulan : Jika JB < X2 (chi square table) maka data dinyatakan normal Jika JB > X2 (chi square table) maka data dinyatakan tidak normal .1 / 2 ⎠ Keterangan : r11 r1/2 r1/2 = koefisien reliabilitas yang dicari = koefisien antara skor-skor setiap olahan tersebut Jika rhitung > rtabel pada taraf signifikan 5% berarti item (butir soal) reliable dan sebaliknya bila rhitung < rtabel pada taraf signifikan 55 maka butir soal tersebut reliable sekaligus tidak memenuhi prasyarat.

Dalam regresi ini dilakukan untuk menentukan prestasi belajar yang disebabkan oleh metode mind mapping X1 dan keaktifan belajar X2. Analisis regresi berganda Analisis regresi berganda digunakan untuk meramalkan perubahan variabel satu dengan variabel lain.x2 + … + bk.x1 + b2. Uji Linearitas Uji lenearitas ini dimaksudkan untuk mengetahui apakah model persamaan linear yang kita peroleh cocok atau tidak.xk Dimana: Y a = Prestasi belajar = Konstanta . Analisis Data 1. Perhitungannya menggunakan rumus : F= Rreg Rkres Kesimpulan : Jika nilai Fhitunng < Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat berbentuk linear.45 2. H. “dijelaskan analisis regresi ganda dua predictor menggunakan persamaan garis regresi” berikut: Y = a + b1. menurut Sugiono (2005:211). Jika nilai Fhitung > Ftabel maka pengaruh variabel bebas dan terikat tidak berbentuk linear.

yang berarti semua variabel independent X1 dan X2 secara simultan berpengaruh terhadap nilai variabel dependen . 2) Penentuan level signifikan tingkat signifikan (£) = 50% derajat kebebasan pembilang = K derajat kebebasan penyebut = n-k-1 3) Kriteria pengujian a) Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak.46 b X1 X2 = Koofesien korelasi = Kreativitas = Disiplin belajar 2.berarti secara bersama-sama variabel independent tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen. b) Ha : b1 # b2 # 0. berarti secara bersam-sama variabel independent mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen. Pengujian Hipotesis a. Uji F Uji F digunakan untuk signifikasi pengaruh X1 dan X2 terhadap y 1) Perumusan Hipotesis a) Ho: b1 :b2 = 0.

Daerah tolak Daerah terima Ftabel (α. k-1. Uji t Analisis uji t (t tes) ini digunakan untuk mengetahui signifikasi variabel indenpeden (x) terhadap variabel dependen (Y) secara individual. n-k) 4) Kesimpulan : H0 diterima apabila –Ftabel ≤ Fhitung ≤ Ftabel H0 ditolak apabila Fhitung ≥ Ftabel b. b) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. artinya tidak dapat terdapat pengaruh variabel independent x1 (metode mind mapping) terhadapvariabel dependen (y). artinya terdapat pebgaruh variabel independent x1 terhadap variabel dependen (y) c) Ho : b1 : b2 = 0. 1) Pengujian Hipotesis a) Ho : b1 : b2 = 0.47 b) Fhitung < Ftabel maka ho diterima. yang secara statistic berarti semua variabel independent (X1 dan X2) tidak berpengaruh terhadap perubahan nilai variabel dependen. artinya tidak terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel .

derajat kebebasan (dk) = n-k t table = t £ / 2 (n-k) n = jumlah sampel Mencari nilai hitung dengan rumus: x2 (keaktifan belajar) terhadap variabel t= b−β Seb Keterangan : b Seb = Koefisien regresi = Standar error b 3) Kriteria Pengujian a) thitung > ttabel maka menolak hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.α/2. artinya terdapat pengaruh variabel independent dependen (y) 2) Menentukan level of signifikasi Tingkat signifikan (£) = 5%. Daerah tolak Daerah terima . b) thitung < ttabel maka menerima hipotesis nol (Ho) yang secara statistic menyimpulkan bahwa variabel independent (x) tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (y).48 d) Ha : b1 ≠ b2 ≠ 0. n-k-1 . n-k-1 Daerah tolak α/2.

49

4) Kesimpulan H0 diterima apabila –ttabel < thitung < ttabel H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau thitung < ttabel 3. Sumbangan relative (SR) dan sumbangan efektif (SE) a. Sumbangan Relative Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan relative adalah untuk mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y.
SR% X 1 b1 x1 x100% b1 x1 + b2 x 2
b2 x 2 x100% b1 x1 + b2 x 2

SR % X 2

b. Sumbangan Efektif Menurut Hadi, (2004:41) sumbangan efektif adalah untuk

mengetahui seberapa besar sumbangan masing-masing variabel predictor terhadap kriterium y. SE%X1=SR%X1R2 SE%X2=SR%X2R2

50

BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum SMP Muhammadiyah 5 Surakarta 1. Sejarah Singkat SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Pada bulan Juli 1947, Aisyiah Cabang Solo mendirikan Sekolah Kepandaian Putrid (SKP) yang bertempat di jalan Pasar Legi. Diantara tokoh pendirinya adalah Ibu Suhud Rais, Nyonya H. M. Idris dan Ibu Sudarso. Selaku Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Sudarso, selanjutnya karena Ibu Sudarso pindah mengikuti suami maka sebagai pengganti Kepala Sekolah adalah Ibu Darso. Perkembangan selanjutnya SKP Muhammadiyah I ini berganti menjadi Sekolah Kesejahteraan Keluarga Pertama (SKKP)

Muhammadiyah I yang menempati gedung baru yang bertempat di jalan Brigjen Sudirto No. 60 Surakarta dengan Kepala Sekolah Ibu Aminah Mindrofah. Semua itu atas bantuan yayasan, bantuan social Repubik Indonesia pada saat Bapak R. Moelyadi Martono sebagai Menteri Sosial (kemudian Menko Kesra). Pada bulan Juli 1960 SKKP Muhammadiyah I tersebut menerima status subsidi dari Departemen P dan K yang berlaku mulai 1 Agustus 1959 dengan nomor subsidi No. 55973/ B. II, merupakan status sekolah tertinggi pada saat itu. Guru atau pegawai tetap digaji dengan subsidi dari

50

51

pemerintah, yaitu melalui Departemen P dan K. Kepala sekolah setelah Ibu Aminah Mindrofah adalah Ibu Hartono. Berlakunya kurikulum 1975, maka SKKP Muhammadiyah I Surakarta tersebut di hapus oleh pemerintah dan diganti dengan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Tahun berdirinya adalah 1 Juli 1977. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta masih transisi karena masih ada kelas dua dan tiga SKKP, sedangkan kelas 1 sudah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. Kepala Sekolah pada saat itu adalah Ibu Siti Suwibah, BA. Pada tahun 1978 dengan SK BAKN No. 027/ Kep. II/ 1978, dari segi kepegawaian semua guru dan karyawan subsidi diangkat menjadi negeri yang mulai berlaku tanggal 17 April 1978. Sedangkan atasan guru dan karyawan bervariasi, antara lain Guru Tetap Persyarikatan, Guru Diberbantukan (DPB), Guru Dipekerjakan (DPK), Guru Depag, Guru Negeri dicoba dan Guru tidak tetap. Pada tahun ajaran 1979/1980 SMP Muhammadiyah 5 Surakarta melaksanakan EBTA pertama kali dengan menggabung di SMP Negeri 8 Surakarta dengan kepala sekolah masih tetap Ibu Siti Suwaibah, BA. Pada tanggal 17 Oktober 1979, SMP Muhammadiyah 5 Surakarta dipimpin oleh kepala sekolah Bapak Achmad Hany, BA. yang menggantikan Ibu Siti Suwaibah, BA. karena pindah tugas dengan SK definitive selaku kepala sekolah dari Mendikbud pada 7 Oktober 1986. Pada saat itu SMP Muhammadiyah 5 Surakarta telah berusaha meningkatkan mutu sekolah dengan melaksanakan akreditasi sekolah pertama tahun 1985 dengan hasil

maka yang menggantikan sebagai Kepala Sekolah pada tahun pelajaran 1994/ 1995-1995/1996 adalah Ibu Umul Hidayah yang diangkat oleh Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta. mulai memasuki purna tugas dan meninggal dunia pada tanggal 25 Maret 1995. bersih dan belajar serta bekerja keras dengan sebaik-baiknya . Yang kedua tanggal 30-31 Agustus 1990 dengan hasil diakui sesuai Nomor Piagam : 405/103/ H 1990 tanggal 31 Desember 1990. Pada tahun pelajaran 1996/ 1997 terhitung mulai tanggal 26 Juni 1996 dengan berdasarkan SK Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Propinsi Jawa Tengah : 10/ SK. Saifudin dan dibantu para Wakasek. PWM/ III. Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 5 Surakarta adalah Bapak Drs. Saifudin berasal dari Wakasek Kurikulum SLTP Muhammadiyah 1 Surakarta.52 ststus diakui Nomor :359/ 103/ 1985 tanggal 31 Desember 1985. BA. Pada tahun pelajaran 1994/ 1995 Kepala Sekolah Bapak Achmad Hany. b/ 1996 tanggal 1 Mei 1996. A/ 2. 07/ MN/ 1998. Perkembangan selanjutnya dibawah kepemimpinan Kepala Sekolah bapak Drs. guru-guru dan karyawan serta seluruh siswa SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berusaha keras untuk menanamkan pelaksanaan disiplin budaya tertib. Sampai pada tahun 1998 status sekolah menjadi disamakan sesuai dengan SK Nomor 0022/ 103. Sedangkan Ibu Umul Hidayah berdasar surat Majelis Dikdasmen PDM Kodia Surakarta tanggal 25 Juni 1996 alih tugas ke SMP Muhammadiyah 1 Surakarta.

M. Identitas Sekolah a. Jawa Tengah c.53 2. Badan Pengelola : Majelis Dikdasmen PDM Surakarta g. Status Sekolah 3. ruang TU. Suhud Rais dan :Ny. ruang kelas . Surakarta. Berdiri Tahun d.P/ 78 Tanggal 01 April 1978 f. Slamet Riyadi No. Pajang. Gedung Gedung SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di jalan Slamet Riyadi No. ruang computer. H. ruang UKS. Jateng SK Nomor: 0276/ XII 4. BA. Lantai 2 terdiri dai guru. Laweyan. Saifudin h. 443.. tempat alat olahraga. Nama Organisasi : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta b. ruang BP. laboratorium. Alamat : Jl. Bangunan SMP : Akreditasi A Muhammadiyah 5 Surakarta terdiri dari 3 lantai. Pendiri/perintis e. Disyahkan Oleh : 01 Juli 1947 : Hj. 443 Surakarta berdampingan dengan SMU Muhammadiyah 4 Surakarta dengan luas keseluruhan 2600 m2. koperasi kantin. perpustakaan. Idris : Kanwil Depdikbud Prop. Yang Pernah Menjabat Kepala Sekolah : 1) Siti Suwaibah 2) Achmad Hany. ruang tamu. Lantai 1 meliputi ruang Kepala Sekolah. 3) Umul Hidayah 4) Drs. toilet. ruang kelas IX A. mushola.

54 VII A. ruang kelas VII A sampai VII E dan kelasVIII B. yaitu kelas VII sampai dengan kelas IX keadaanya baik untuk proses pembelajaran. c) Daftar siswa. Fasilitas Kelas a) Meja dan kursi Pengadaan meja dan kursi untuk tiap-tiap kelas. VIII F Dari lantai 1 sampai 3 dilengkapi dengan kamar mandi. dan jadwal pelajaran. IXE. Jadwal piket dimaksudkan untuk menjaga kelangsungan proses pembelajaran dan berfungsi menanamkan disiplin serta tanggungjawab siswa. VIII C. ruang OSIS/IRM. IX D. IX F dan III F. jadwal piket dan jadwal pelajaran Tiap kelas terdapat 1 papan yang berisi daftar siswa. Sedangkan untuk lantai 3 terdiri dari ruang menjahit. IX C. e) Jam dinding Masing-masing kelas mempunyai jam dinding sebagai penunjuk waktu. jadwal piket. 4. b) Papan tulis Penyediaan papan tulis masing-masing kelas telah memenuhi persyaratan untuk proses pembelajaran. sehingga membantu guru dalam ketepatan waktu kegiatan pembelajaran .VIIIE. VIII D. d) Gambar dinding Disetiap kelas ada beberapa gambar yang terpajang di dinding. tergantung kreasi masing-masing kelas. Hal tersebut dimaksudkan untuk menciptakan suasana ruang kelas yang nyaman. IX B.

buku peminjam. surat kabar. madding.00-13. IPA Biologi.0013. IPS Sejarah. buku induk.00). tempat duduk. IPS Ekonomi. peta). . Buku-buku perpustakaan yang lain adalah buku keagamaan. Buku daftar penunjang. Sedangkan almari 4 untuk menyimpan buku-buku pelajaran (buku paket) dan almari 5 untuk menyimpan buku-buku IPTEK/ khusus. IPA Fisika dan Bahasa Inggris. ilmu pengetahuan. Waktu peminjaman buku antara guru dengan siswa berbeda.55 5. Sedangkan untuk guru adalah setiap waktu. globe. cerita dan majalah. selasa dan rabu (07. buku-buku pelajaran (buku paket). almari 3 untuk menyimpan buku kesustraan. buku-buku sekolah yang lain. majalah. ketrampilan. Keadaan ruang perpustakaannya yang nyaman membuat siswa senang untuk datang dan membaca buku diperpustakaan. almari 2 untuk menyimpan buku ilmu ketrampilan. dan lain-lain. meja baca dan alat Bantu mengajar (layar Ohp. kesustraan. rak buku. Matematika. Adapun buku pelajaran (buku paket) yang dimiliki perpustakaan ini adalah buku Bahasa Indonesia. Almari 1 untuk menyimpan buku agama.30). Almari bukunya ada 5 buah. Untuk siswa dapat meminjam pada hari senin (07. Perpustakaan Ruang perpustakaan SMP Muhammadiyah 5 Surakarta terletak di lantai 2 disebelah ruang kesenian dan juga berhimpitan dengan laboratorium. IPS Geografi. Inventaris perpustakaan antara lain almari buku.

Laboratorium Di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta memiliki Laboratorium computer dan Laboratorium IPA. di laboratorium IPA antara lain terdapat bahan-bahan Kimia. Struktur Organisasi Kepala Sekolah Tata Usaha Wakasek Kurikulum Wakasek Kesiswaan Kord.1.Mata Pelajaran Wakasek SarPras Bimbingan Penyuluhan Wakasek Humas Wali Kelas Guru Peserta didik Gambar 4. Laboratorium computer bertempat di lantai 1 berdekatan dengan ruang TU. Di Laboratorium computer kira-kira terdapat 20 komputer dengan dilengkapi meja dan kursi. Untuk Laboratorium IPA sudah memenuhi persyaratan dalam jumlah dan jenis.56 6. Sedangkan Laboratorium IPA terletak di lantai 2 berdekatan dengan perpustakaan. Struktur Organisasi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta Sumber : Data Monografi SMP Muhammadiyah 5 Surakarta . peralatan Biologi dan peralatan Fisika 7.

2) Mengumpulkan data tentang peserta didik. 4) Mengawasi kegiatan sehari-hari. 2) Mendelegasikan tanggung jawab tertentu kepada pelaksanaan BP. 4) Melengkapi fasilitas BP. c. 4) Menganalisa data peserta didik guna menetapkan suatu rencana tindakan positif terhadap peserta didik. Tugas wali kelas 1) Membuat laporan hasil belajar. Tugas koordinator 1) Menyusun program bersama sekolah.57 a. 7) Mengadakan revisi lembaga yang berwenang. b. 3) Mengawasi pelaksanaan program. 5) Memberi tanggung jawab ke dalam dan keluar 6) Mengadakan hubungan dengan lembaga di luar sekolah dalam rangka kerja sama dengan pelaksanaan BP. Tugas kepala sekolah 1) Membuat rencana program sekolah secara menyeluruh. 5) Menyelenggarakan pertemuan staf. 3) Menyelenggarakan penyuluhan. 2) Bertanggungjawab atas jalannya program. 3) Memberikan laporan kepada kepala sekolah. 6) Mengadakan konsultasi dengan orang tua peserta didik. .

f. 3) Pembinaan pengembangan karier pegawai TU sekolah. . 5) Meneliti kesulitan kemajuan belajar peserta didik. 4) Berpartisipasi dalam pertemuan kasus. 3) Menyelesaikan laporan dan pengumpulan data tentang peserta didik. Tata Usaha 1) Penyusunan program TU dan laporan keuangan di sekolah. 4) Penyusunan perlengkapan sekolah. e. 6) Penyusunan laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala.58 5) Menyalurkan dan menempatkan peserta didik. 2) Mengumpulkan catatan dan data yang lain. 2) Turut serta aktif membantu pelaksanaan kegiatan BP. 2) Pengurusan pegawai. Tugas administrasi BP 1) Mengisi kartu-kartu pribadi peserta didik. 5) Penyusunan penyajian data atau statistik sekolah. d. 4) Mengirim dan menerima surat panggilan dan surat pemberitahuan. 3) Memberikan informasi tentang peserta didik kepada staf BP. Tugas guru mengajar 1) Mengajar.

444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid .59 B.444 0.713 7.761 9. Uji Validitas Uji validitas digunakan untuk mengukur tingkat kevalidan instrumen angket. 0. Kedua syarat tersebut apabila terpenuhi maka instrumen dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data. 0. 0. 1. Item rxy 1. Pada uji instrumen penelitian ini.444 0.477 Sumber : Analisis data (Lampiran 4. data diambil dari 20 responden melalui penyebaran angket. 0. sedangkan prestasi belajar IPS diperoleh melalui dokumentasi hasil ujian harian siswa. 0. item atau butir soal menggunakan korelasi product moment.444 0.444 0.444 0. 0. 0.444 0.685 10. Pengujian validitas. Apabila rxy > rtabel maka item tersebut valid dan sebaliknya apabila rxy < rtabel maka item angket dinyatakan tidak valid.1 Rangkuman Hasil perhitungan uji validitas metode mind mapping No.) rtabel 0.634 8.457 5.444 0. Uji Instrumen Penelitian Instrumen yang baik harus memenuhi syarat validitas dan reliabilitas.537 2.444 0.444 0.631 3. Adapun ringkasan hasil perhitungannya adalah sebagai berikut : Tabel 4.618 6. 0.598 4. 0. 0. Tingkat validitas item dapat diketahui dengan cara membandingkan harga rxy dengan harga rtabel. Uji validitas diberlakukan untuk angket metode mind mapping dan angket keaktifan belajar IPS.

444 0.444 0. Uji Reliabilitas Instrumen yang memiliki sifat konsisten berarti jawaban yang diperoleh dari angket tersebut relatif sama untuk pengujian pada waktu dan tempat yang berlainan.468 0.444 0. Item 1. 5.490 0. Teknik yang digunakan yaitu rumus Cronbach .60 Berdasarkan Tabel tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket metode mind mapping dinyatakan valid.446 0.444 Keterangan Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Sumber : Analisis Data (Lampiran 4) Berdasarkan tabel diatas dapat disimpulkan bahwa seluruh item angket keaktifan belajar IPS dinyatakan valid. 6. rxy 0.617 0.544 0.560 rtabel 0.617 0. 10. Hal ini ditunjukkan oleh semua item soal menunjukkan hasil rxy > rtabel.517 0. 12.444 0.444 0. Dengan demikian ke-12 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian untuk variabel keaktifan belajar IPS.444 0. 11.621 0. 7.828 0. 4. 8.444 0. 9.444 0.580 0.444 0.2 Rangkuman Hasil perhitungan validitas angket keaktifan belajar IPS No.444 0. 3.444 0. 2. dengan demikian ke-10 item tersebut dapat digunakan sebagai instrumen penelitian. 2.791 0. Tabel 4. Hal ini ditunjukkan oleh harga rxy untuk seluruh item lebih besar dari rtabel.

125 0. Metode analisis data menggunakan analisis regresi linier berganda.7467.125 0. 1. C.3 Rangkuman Hasil Uji Normalitas dengan Liliefors Variabel X1 X2 y N 50 50 50 Harga L Lhitung 0.125 Keterangan Normal Normal Normal Sumber : Analisis Data (Lampiran 9) . untuk itu perlu dilakukan pengujian prasyarat analisis yang terdiri dari uji normalitas dan linearitas.100 0. hal ini sesuai pendapat Suharsimi bahwa kriteria reliabilitas (0.600 ≤ r11 < 0. Nilai r11 untuk angket metode mind mapping didapat 0. Uji Normalitas Berdasarkan perhitungan menggunakan bantuan program aplikasi SPSS For Windows Versi 15.800) bernilai tinggi. Uji Prasyarat Analisis Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. dan untuk keaktifan belajar IPS di dapat 0. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada rangkuman sebagai berikut : Tabel 4. Harga r11 tersebut diantara 0. maka penerapan regresi akan bias.7514.61 Alpa.00 diperoleh kesimpulan bahwa data yang dianalisis berdistribusi normal.600 dan 0.800.118 0.098 Ltabel 0. tetapi jika data tidak memenuhi asumsi regresi. sehingga reliabilitasnya dinyatakan tinggi.

62

Tabel diatas menunjukkan harga Lhitung untuk variabel X1 = 0,118 < dari Ltabel =0,125 dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal, untuk variabel X2 didapat Lhitung = 0,100 < Ltabel= 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan untuk variabel y didapat Lhitung = 0,098 < dari Ltabel = 0,125 maka dapat disimpulkan variabel berasal dari populasi normal dengan taraf signifikansi 5%. 2. Uji Linieritas Uji linieritas regresi antar variabel bebas dengan variabel terikat digunakan untuk mengetahui model regresinya berbentuk linier atau non linier. Perhitungan uji linieritas regresi menggunakan SPSS terangkum dalam tabel berikut : Tabel 4.4 Rangkuman Hasil Uji Linieritas Variabel X1Y X2Y N 50 50

α 0,05
0,05

Harga F Fhitung Ftabel 0,800 2,18 0,920 2,03

Keterangan Linier Linier

Sumber : Analisis Data (Lampiran 10) Dari hasil perhitungan uji linieritas diperoleh harga Fhitung untuk X1 terhadap Y sebesar 0,800, Harga F ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = 8 dan dk penyebut = 40 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,18. Perbandingan kedua harga tersebut diperoleh harga Fhitung = 0,800 < Ftabel = 2,18 karena Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa

63

hubungan antara X1 dan Y linier. Untuk harga Fhitung X2 terhadap Y sebesar 0,920, harga ini dikonsultasikan dengan harga Ftabel diperoleh Ftabel dengan dk pembilang = 12 dan dk penyebut = 36 taraf signifikansi 0,05 adalah 2,03 perbandingan harga Fhitung < Ftabel maka disimpulkan bahwa hubungan antara X2 dan Y linier.

D. Analisis Data Penelitian 1. Analisis Regresi Linier Berganda Pada bagian ini akan dikemukakan mengenai hasil analisis dari pengolahan data menggunakan alat analisis model regresi berganda. Pembahasan mengenai hasil analisis regresi linear berganda data ini akan dibagi menjadi hasil persamaan regresi, Uji F, Uji t dan Koefisien Determinasi (R2). Analisis Linier Berganda digunakan untuk mengetahui persamaan garis regresi pengaruh variabel independen yang berupa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap variabel dependen yaitu prestasi belajar IPS. Berdasarkan perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut : Tabel 4.5 Rangkuman Hasil Pengujian Regresi Linier Berganda Variabel Koefisien Konstanta (a) 34,405 Metode Mind Mapping (b1) 0,407 Keaktifan Belajar IPS (b2) 0,654 F : 54,355 Sig : 0,000 R : 0.836 R2 : 0.698 Sumber : Analisis Data (Lampiran 11) t hitung 3,642 7,544 t tabel 2,01 2,01

64

Hasil pengujian regresi diatas dapat dibuat persamaan regresi linier sebagai berikut: Y = 34,405 + 0,407X1 + 0,654X2 a = 34,405 Nilai konstanta sebesar 34,405 yang berarti bahwa jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS, maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta sebesar 34,405 satuan. b1 = 0,407 Variabel metode mind mapping (X1) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,407 yang artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. b2 = 0,654 Variabel keaktifan belajar IPS (X2) mempunyai pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar IPS, dengan koefisien regresi sebesar 0,654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan, maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0,654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan.

0 for windows. artinya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. Jika Fhitung < Ftabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang 2 dan penyebut = 47.20 c. d. artinya bahwa metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar IPS.355 . Berikut ini adalah hasil uji F: a. b.65 2. Hipotesis H0 : β1 = β2 = 0. b. diketahui besar nilai Ftabel adalah 3. Kriteria pengambilan keputusan a. Daerah terima Daerah tolak 3. Jika Fhitung > Ftabel maka Ho ditolak dan H1 diterima. H1 : β1 ≠ β2 ≠ 0. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai Fhitung adalah 54.355. Nilai Fhitung Penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji F digunakan bantuan program SPSS 15. Uji F Uji F adalah untuk mengetahui apakah variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap prestasi belajar IPS.20 54.

Metode mind mapping (X1) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS. diketahui besar nilai ttabel adalah 2. maka secara bersama-sama metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.642. .20. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. Nilai Fhitung 54. Setelah dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 3. Adapun hasil dari pengujian statistik adalah sebagai berikut: a. 3.66 e.355 dan dengan Ftabel sebesar 3. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara metode mind mapping terhadap prestasi belajar IPS. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1.0 for windows.20.355 > Ftabel 3. Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai Fhitung sebesar 54.01. Uji t Analisis ini bertujuan untuk menguji pengaruh setiap variabel bebas terhadap variabel terikat.

hal ini menunjukkan bahwa metode mind mapping (X1) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y). b. H1 ≠ 0 artinya ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS.01. 2) Level of significant = 5% dengan menggunakan pembilang α/2 dan penyebut = n – k – 1. Setelah . b. 3) Nilai thitung Dalam penelitian ini untuk mengetahui nilai statistik uji t digunakan bantuan program SPSS 15. Keaktifan belajar IPS (X2) 1) Hipotesis Ho = 0 artinya tidak ada pengaruh signifikan antara keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS.642 dan dengan ttabel sebesar 2.01. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Daerah tolak -2.01 3.01 Daerah terima Daerah tolak 2. Nilai thitung 3.67 4) Kriteria pengujian hipotesis a. diketahui besar nilai ttabel adalah 2.01. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.0 for windows.642 > ttabel 2.642 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 3.

4) Kriteria pengujian hipotesis a. 4.8% variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.01 Daerah terima Daerah tolak 2.01. Nilai koefisien determinasi bernilai positif.698 sehingga dapat dikatakan bahwa hasil pengujian yang dilakukan memberikan hasil yang cukup baik. Daerah tolak -2. hal ini menunjukkan bahwa sekitar 69.544.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model. Jika thitung < ttabel maka Ho diterima dan H1 ditolak. Sumbangan Efektif dan Sumbangan Relatif Dari pengujian yang telah dilaksanakan menghasilkan nilai R2 (dalam Lampiran 11) sebesar 0.01 7. Jika thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima.544 > ttabel 2. Sedangkan sisanya sebesar 30.68 dilakukan analisis data maka diketahui besar nilai thitung adalah 7.544 5) Kesimpulan Berdasarkan hasil perhitungan diketahui nilai thitung sebesar 7. Besarnya metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS dalam mempengaruhi prestasi belajar IPS dapat dilihat dari besarnya sumbangan relatif (SR%) . nilai thitung 7.544 dan dengan ttabel sebesar 2. b. hal ini menunjukkan bahwa keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y).01.

8% terhadap prestasi belajar IPS.5% terhadap prestasi belajar IPS (Lampiran 12).7% dan sumbangan efektif 51.5%). hal ini terbukti ditunjukkan oleh nilai koefisien regresi (β) untuk variabel keaktifan belajar IPS paling besar dibandingkan dengan variabel-variabel yang lain yaitu sebesar 0.3% terhadap prestasi belajar IPS. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73. E. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. keaktifan belajar IPS (X2) terhadap prestasi belajar IPS (Y). Adapun dari hasil penelitian diketahui bahwa faktor keaktifan belajar IPS yang paling berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS.69 dan sumbangan efektif (SE%). Pembahasan Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana metode mind mapping (X1). . baik secara bersama-sama maupun parsial maka digunakan alat analisis regresi linier berganda.654.3% dan sumbangan efektif 18. Secara keseluruhan variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan sebesar 69. Variabel metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26.

Artinya hipotesis pertama dinyatakan diterima. nilai variabel metode mind mapping (X1) sebesar 0. Hal ini menunjukkan bahwa dengan penerapan metode mind mapping yang digunakan pada saat pembelajaran.405 + 0. memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.405 berarti jika tidak mempertimbangkan metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS. nilai konstanta sebesar 34.407 artinya apabila variabel metode mind mapping meningkat sebesar 1 satuan.654X2. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.407 satuan dengan asumsi bahwa variabel lain dalam kondisi konstan. maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta sebesar 34.01) pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji hipotesis pertama dengan uji t memperoleh thitung variabel metode mind mapping (X1) sebesar 3. Dari .654 satuan dengan asumsi bahwa pada variabel lain dalam kondisi konstan. Mind mapping merupakan suatu metode bagi guru sebagai pendidik untuk memberikan kemudahan dalam melaksanakan tugasnya yaitu memberikan materi pelajaran agar mudah dicerna oleh akan didiknya.642 lebih besar dari ttabel (2.70 Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.654 yang artinya apabila variabel keaktifan belajar IPS meningkat sebesar 1 satuan. dan variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 0. yaitu bahwa metode mind mapping berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.407X1 + 0.405 satuan. maka prestasi belajar IPS akan meningkat sebesar 0.

mudah melihat gambaran keseluruhan. mengingat dengan lebih baik. siswa menjadi lebih kreatif. siswa mampu menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran. yang menyatakan bahwa metode mind mapping akan mempermudah siswa dalam perencanaan. dan melatih “gambar keseluruhan”.com/2009/12/01 /pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mind-mapping/). siswa akan lebih mudah belajar dengan membuat peta ringkasan tentang gagasan atau ide-ide secara aktif sehingga siswa akan lebih mudah didalam menjelaskan dan menyelesaikan masalah-masalah yang berkaitan dengan permasalahan materi ilmu pengetahuan sosial.71 hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode mind mapping memberikan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar siswa. mengingat. siswa mudah menyelesaikan masalah. berkomunikasi. lebih mudah mencari catatan jika diperlukan. jelas lebih terfokus pada inti materi. catatan lebih padat. membantu Otak untuk : mengatur. pengkajian ulang bisa lebih cepat. memusatkan perhatian. Hal ini sependapat dengan Tony Buzan (2009 : 6). memudahkan penambahan informasi baru. Kelebihan metode Mind Mapping dalam pendidikan IPS ini adalah siswa dapat mengemukakan pendapat secara bebas. Dalam menerapkan metode mind mapping sangat membutuhkan semangat dan motivasi belajar yang tinggi dan membutuhkan interaksi yang lebih aktif dengan siswa lain sehingga akan memperoleh hasil yang optimal. Banyak siswa yang mudah belajar IPS dengan metode mind mapping. membandingkan dan membuat hubungan.wordpress. dapat bekerjasama dengan teman lainnya. (http://mahmmudin. belajar lebih cepat dan efisien. sedangkan kelemahan .

72 metode mind mapping diantaranya adalah : hanya siswa yang aktif yang terlibat. melalui bertanya kepada guru maupun mencari materi tambahan dari buku paket yang diberikan. yang menyatakan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar meliputi : turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya. siswa juga selalu bertanya kepada teman bila ada yang kurang paham saat mengerjakan soalsoal IPS. Sebaliknya semakin rendah keaktifan belajar IPS. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi keaktifan belajar IPS siswa.01) pada taraf signifikansi 5%.544 lebih besar dari ttabel (2. Artinya hipotesis kedua dinyatakan diterima. maka semakin rendah prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhamadiyah 5 Surakarta. Hasil uji hipotesis kedua dengan uji t memperoleh thitung variabel keaktifan belajar IPS (X2) sebesar 7. bertanya . terlibat dalam pemecahan masalah. maka semakin tinggi pula prestasi belajar IPS siswa. Dari hasil penelitian tentang keaktifan belajar IPS siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta menunjukkan bahwa siswa telah aktif didalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS. selalu aktif didalam mengeluarkan pendapatnya baik dalam diskusi maupun saat pelajaran berlangsung dan apabila ada permasalahan yang kurang tahu maka siswa berusaha untuk mencari tahu. Hal ini sependapat dengan Sudjana (1988 : 72). yaitu bahwa keaktifan belajar IPS berpengaruh positif terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. tidak sepenuhnya murid yang belajar dan mind map siswa bervariasi sehingga guru akan kewalahan memeriksa mind map siswa.

20) berarti bahwa variabel metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) secara bersama-sama berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta. mendengarkan dengan baik ketika teman berpendapat. memberi kesempatan berpendapat kepada teman dalam kelompok. Keaktifan belajar dalam siswa dapat dilihat dari perhatian siswa terhadap penjelasan guru. dikarenakan nilai Fhitung lebih besar dibandingkan dengan Ftabel (Fhitung = 54. kkerjasamanya dalam kelompok. berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk memecahkan masalah. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok asal.355 dengan tingkat signifikansi 0.20.com /2009 /01 /20/indikator-keaktifan-siswa-yang-dapat-dijadikanpenilaian-dalam-ptk-2/). keputusan berdasarkan pertimbangan anggota yang lain.0 for windows menunjukkan bahwa nilai Fhitung sebesar 54.355 > Ftabel = 3. melatih diri dalam memecahkan masalah atau soal dan menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperoleh. Pengujian uji F dengan menggunakan bantuan SPSS 15. .00 dan diketahui besar Ftabel 3.73 kepada siswa lain atau guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. memanfaatkan potensi anggota kelompok dan saling membantu dan menyelesaikan masalah (http://ardhana12. membuat perencanaan dan pembagian kerja yang matang. wordpress. kemampuan siswa mengemukakan pendapat dalam kelompok ahli. memberi gagasan yang cemerlang.

3% dan sumbangan efektif 18. Variabel keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan relatif sebesar 73. .5% terhadap prestasi belajar IPS.8% berarti variasi dari prestasi belajar IPS dapat dijelaskan oleh variabel metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS.3% terhadap prestasi belajar IPS. Sedangkan sisanya sebesar 30. sehingga keaktifan belajar IPS memberikan pengaruh yang lebih dominan terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.2% dijelaskan oleh variabel lain diluar model.5%).7% dan sumbangan efektif 51.74 Nilai koefisien determinasi sebesar 69. Metode mind mapping memberikan sumbangan relatif sebesar 26. Selanjutnya diantara kedua variabel tersebut dapat diketahui bahwa keaktifan belajar IPS memberikan sumbangan lebih besar terhadap prestasi belajar IPS (51.

8% sedangkan sisanya sebesar 30. 2.75 BAB V PENUTUP A. dengan nilai Fhitung dari hasil analisis data sebesar 54. Kesimpulan Berdasarkan penelitian pengaruh metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.698. yang artinya bahwa metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta (Y) sebesar 69.642 > ttabel = 2. maka dapat diketahui bahwa secara bersama-sama metode mind mapping (X1) dan keaktifan belajar IPS (X2) berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS (Y) pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta.01 sedangkan keaktifan belajar IPS menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap prestasi belajar IPS.2% dapat dijelaskan oleh variabel lain diluar model.20 diketahui bahwa Fhitung lebih besar dari Ftabel (54.05 diperoleh Fhitung sebesar 3. dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : 1.407X1 + 0. 75 . Hasil pengujian regresi membentuk suatu persamaan garis regresi linier Y = 34.405 + 0. yaitu ditunjukkan bahwa nilai thitung = 7.20).654X2.355 > 3. Pengujian koefisien determinasi diperoleh nilai R2 sebesar 0. Secara individu metode mind mapping berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS. karena nilai thitung = 3.01 3.544 > ttabel = 2.355 dan taraf signifikan 0.

. Saran Dari hasil penelitian ini dapat dikemukakan saran-saran dari penulis sebagai berikut: 1. Implikasi Hubungan antara metode mind mapping dan keaktifan belajar IPS terhadap prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta berpengaruh secara simultan maupun parsial.76 B. Apabila metode mind mapping diterapkan dalam pembelajaran dengan siswa mampu membuat peta gagasan dan ide dalam materi IPS dan siswa mengikuti pembelajaran secara aktif dalam berpendapat dan aktif bertanya didalam pembelajaran IPS maka prestasi belajar IPS pada siswa kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta akan meningkat. sehingga tidak semua siswa dapat mengikuti metode ini dengan optimal. 2. Dalam kegiatan aktif seperti kerja dan diskusi kelompok hendaknya siswa dapat saling menghormati pendapat dari masing-masing siswa sehingga apa yang disiskusikan dapat mengerucut ke kesimpulan yang tepat. Untuk itu diperlukan bimbingan dan pelatihan yang berlanjut untuk membiasakan kegiatan belajar dengan metode tersebut. C. membutuhkan kemampuan dan keaktifan yang cukup besar. Untuk itu perlu bimbingan dan panduan guru agar tujuan kerja kelompok atau diskusi dapat tercapai. Penerapan metode mind mapping. dan kebanyakan terdapat siswa yang masih lemah didalam menjelaskan pengembangan pikiran yang dijabarkan dalam peta gagasan/ide.

. Perlu penelitian lebih lanjut dengan.77 3. menambahkan variabel atau metode pembelajaran yang lain yang berpengaruh terhadap prestasi belajar sehingga akan memperluas gambaran tentang faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar IPS.

Statistik. Djarwanto Ps dan Pangestu. Suharsimi. De Bobby & Hernacki. Yogyakarta : Andi Offset. Head Strong. . Syaiful Bahri. Buku Pintar Mind Map Untuk Anak Agar Anak Pintar di Sekolah. Belajar & Pembelajaran. Jakarta : PT. 2005. Subagyo. Imam. Gramedia Pustaka Utama. Dimyati dan Mudjiono. 2004. 1999. Hadi. Buzan. 2006. Jakarta : Rineka Cipta. Manajemen Penelitian Edisi Revisi. Jakarta : PT. Jakarta : Rineka Cipta.78 DAFTAR PUSTAKA Arikunto. Jakarta : PT. Buzan. 2009. Jakarta: Bumi Aksara. Arikunto. 2004. Porter. Suharsimi. Buku Pintar Mind Map. Jakarta : PT. Tony. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Gramedia Pustaka Umum. Arikunto. Gramedia Pustaka Utama Buzan. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta. Tony. Gramedia Pusaka Utama. Penelitian Tindakan Kelas. Ghozali. 2008. Mind Map Untuk Meningkatkan Kreativitas. Kaifa Djamarah. 1993. Tony. Yogyakarta : Andi Offset. Quantum Learning Membiasakan Belajar Nyaman & Menyenangkan. Arikunto. Buzan. Hadi. Dasar-dasar Evaluasi Belajar. 2005. Belajar Mengajar. 2008. Jakarta: Bumi Aksara. Suharsimi. Jakarta : PT. Bumi Aksara. Yogyakarta: Badan Percetakan Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada Dimyati dan Mudjiono. Metodologi Research. 2002. 2003.1996. Sutrisno. Aplikasi Analisis Multivarate dengan Program SPSS. Suharsimi. Statistik induktif Edisi Empat. 2007. Tony. Semarang: Badan Penerbit UNDIP. 2009. Sutrisno. Jakarta : Rineka Cipta.

2005.wordpress. Riyanto. W. 2003. Muhibbin. 2004. Menjadi Guru Profesional. E. Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. 2001. Metode Penelitian Bidang Sosial. Pengelolaan Pengajaran. 1996.wordpress. Konsep dan Makna Pembelajaran. Ahmad. Jakarta : PT. Jakarta: Grasindo. Winkel. Active Learning 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Metode Penelitian Bisnis. 2008. Syaiful. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. 1995. Teknik Belajar Mengajar dalam CBSA. dkk. Langkah demi Langkah cara paling Mudah & Benar Menggajar dan Membiasakan Anak menggunakan Mind Map untuk Meraih Prestasi. Jakarta : Rineka Cipta. Hadari. Bandung : Alfabeta. Psikologi Pembelajaran. Theo. S. Jakarta : Gramedi . RI. Bandung: PT. Sagala. Mulyana. Widura. Siberman. Jakarta : Rineka Cipta.com/20/09/11/26/meningkatkan-hasil-belajar-dankreativitas-siswa-melalui-pembelajaran-berbasis-peta-pikiran-mindmapping/ http://mahmmudin. Sriyono. 1988. Slameto. Rohani.wordpress. Brain Management Series For Learning Strategi Mind Mp. 2006. Sudjana. Metode Statistika. 2005. 2002. Jakarta : Rineka Cipta. Yogyakarta: Gajah Mada University Press. Cooperatif Learning. Elex Media Komputindo. 1992. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Bandung: Remaja Rosdakarya. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Melvin. Bandung : CV ALFABETA Syah.com/2009/01/20/indikator-keaktifan-siswa-yangdapat-dijadikan-penilaian-dalam-ptk-2/ http://astutimin. Bandung: Citra Umbara. Nawawi. 1991. Bandung : Alfabeta. Sutanto. 2006.79 http://ardhana12. Sugiyono. 2007. Yogyakarta: Yappendis.com/2009/12/01/pembelajaran-berbasis-petapikiran-mind-mapping/ Isjoni. Tarsito. Pembelajaran sebagai Proses Bimbingan Pribadi.

LAMPIRAN .

3 Mendiskripsikan Fungsi Pajak dalam Perekonomian Nasional : 1 x 60 menit (3 x pertemuan) : Menjelaskan pengertian pajak dan fungsi pajak Memberikan penjelasan tentang jenis-jenis pajak Menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Memaparkan tujuan dan asas pajak Menjelaskan secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa A.Lampiran 1. Memahami kegiatan perekonomian Indonesia Kompetensi Dasar Alokasi waktu Indikator : 7. RENCANA PROGRAM PEMBELAJARAN ( RPP ) Satuan Pendidikan Mata Pelajaran Kelas / Semester : SMP Muhammadiyah 5 Surakarta : Ilmu Pengetahuan Sosial : VII a / II Standar Kompetensi : 7. Tujuan Pembelajaran Siswa memiliki pengetahuan tentang pengertian dan fungsi dari pajak Siswa dapat mengetahui berbagai jenis pajak Siswa dapat menjelaskan unsur-unsur pajak dan prinsipnya Siswa dapat mendefinisikan tujuan dan asas pajak Siswa lebih akan lebih tahu secara umum pajak yang ditanggung keluarga siswa .

Ceramah bervariasi 2. Test D.Metode Pembelajaran 1. .Langkah – langkah Pembelajaran 1. Tanya jawab 4. Kegiatan Inti 1) Guru menyampaikan materi tentang pengertian pajak dan fungsi pajak menggunakan metode mind mapping 2) Menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang pajak dan menjelaskan masing-masing dari fungsi pajak 3) Menjelaskan fungsi-fungsi dari pajak 4) Tanya jawab c. Kegiatan Awal 1) Membuka pelajaran dengan salam dilanjutkan perkenalan 2) Memeriksa kehadiran siswa. Materi Pokok Pengertian pajak dan fungsi pajak Jenis-jenis pajak Unsur-unsur pajak dan prinsip-prinsip pajak Tujuan pajak dan asas pajak Pajak yang ditanggung keluarga siswa C. Menggunakan metode mind mapping 3. kebersihan dan kerapian kelas 3) Guru memberikan kisi-kisi materi yang akan dipelajari b.B. Pertemuan pertama a. Penutup 1) Membuat kesimpulan 2) Memberi tugas untuk membuat mind mapping 3) Menutup materi pelajaran dengan salam.

Kegiatan inti 1) Menjelaskan tentang unsur-unsur pajak dan prinsip perpajakan 2) Menyampaikan tujuan dan asas-asas pajak 3) Tanya jawab c. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Memberikan tugas untuk membuat mind mapping b.2. Penutup 1) Mengerjakan LKS 2) Menutup materi pelajaran dengan salam 3. Kegiatan inti 1) Menyampaikan pajak yang ditanggung keluarga siswa 2) Menjelaskan pajak penghasilan (PPh) dan pajak bumi dan bangunan (PBB) 3) Tanya jawab c. Pertemuan ketiga a. Kegiatan awal 1) Membuka pelajaran dengan salam 2) Memeriksa kehadiran siswa 3) Mereview pelajaran yang disampaikan pada pertemuan sebelumnya b. Pertemuan kedua a. Penutup 1) Ulangan 2) Menutup materi pelajaran .

a. Iuran wajib yang dikerjakan kepada masyarakat wajib pajak . Jelaskan perbedaan antara subyek pajak dan obyek pajak! 6. Jelaskan pengertian pajak berdasar UU No. Sebut dan jelaskan 5 macam perundang-undangan yang menyangkut pajak! 4. Pajak adalah iuran wajib yang harus dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung. Apa maksud pajak harus memenuhi prinsip kecocokan? 8. Sebut dan jelaskan! 5. 16 Tahun 2000! 2. Jelaskan dasar pemungutan pajak penghasilan dan PBB! Kunci jawaban ! 1. Spidol F.Tes unjuk kerja 2) Bentuk Instrumen . Apakah tujuan pajak untuk warga masyarakat? 7.E. Sumber dan media pembelajaran 1. Penilaian 1) Teknik Penilaian . LKS IPS TERPADU 2.Tes tertulis . White board 4. Buku paket IPS penerbit : Erlangga 3. 2. Sebutkan 5 ciri-ciri pajak! 3. Pajak dalam pembangunan memiliki empat fungsi penting.Tes uraian 3) Soal uraian 1.

pendidikan. 7 Tahun 1995 dan terakhir diubah dengan peraturan pemerintah No. 18 Tahun 2000 pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penjualan barang mewah (PPnBM) d. Fungsi regular Maksudnya yaitu pajak digunakan sebagai alat untuk mengatur perekonomian sesuai tujuan yang ingin dicapai pemerintah. 16 Tahun 2000 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan b. Iuran dari rakyat kepada negara 3. baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. b.12 Tahun 1994 Tentang Pajak bumi dan bangunan (PBB) dan telah diubah dengan UU No. UU No. a. . Fungsi budgeter Maksudnya pajak memiliki fungsi budgeter ialah pajak merupakan salah satu sumber pendapatan bagi pemerintah. 20 Tahun 2000 e. UU No. UU No. 13 Tahun 1995 tentang bea materai yang peraturan pelaksanaannya diubah dengan peraturan pemerintah No. c. 24 Tahun 2000 4.b. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum atau bersama d. a. d. UU No. UU No. 17 Tahun 2000 tentang pajak penghasilan (PPh) c. Fungsi distribusi Maksudnya pajak sebagai pemerataan pendapatan. Fungsi alokasi Maksudnya perolehan pajak akan dialokasikan pemerintah kepada setiap bidang seperti ekonomi. Pajak yang tinggi itu untuk masyarakat yang berpendapatan tinggi dan pajak yang rendah untuk masyarakat yang berpendapatn rendah. kesehatan atau perumahan supaya semua bidang dapat berkembang dengan baik. bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat e. Iuran wajib yang diterima dengan norma-norma atau aturan hukum c.

8. a. UU ini berisi tentang subjek-subjek. baik dari kegiatan usaha maupun dari luar kegiatan usaha 6. Dasar pemungutan pajak penghasilan Pemungutan pajak penghasilan didasarkan pada UU No. kesamaan. Mendidik masyarakat agar lebih berprestasi e.29 Mei 2010 Pengajar Dhida Dwi K. 20 Tahun 2000 Surakarta. Mendidik masyarakat dalam memiliki rasa keadilan serta kemanfaatan. 12 Tahun 1994 dan diubah lagi UU No. a. b. Objek pajak Objek pajak adalah semua penghasilan yang benar-benarditerima atau diperoleh. a. dan kepastian 7. Mendidik masyarakat agar tidak konsumtif b. Mendidik masyarakat agar menyadari hak dan kewajibannya sebagai warga Negara yang baik d. Pajak itu hendanya tidak dirasakan menekan bagi wajib pajak. penghasilan kena pajak (PKP) dan tarif pajak b. Dasar pungutan pajak bumi dan bangunan (PBB) Pemungutan PBB didasarkan pada UU No.5. sehingga dan masyarakat merasa senang hati dan berkewajiban dalam membayar pajak. objek pajak. 17 Tahun 2000. Mendidik masyarakat agar menyadari peran sertanya dalam pembangunan bangsa dan Negara c. 12 Tahun 1985 dan terakhir diubah dengan UU No. Subjek pajak Subjek pajak yang disebut juga wajib pajak adalah orang atau badan yang menurut ketentuan wajib membayar pajak kepada Negara.   .

Lampiran 2. Angket Penelitian

Kepada : Yth. Siswa/Siswi Kelas VIII SMP Muhammadiyah 5 Surakarta

Dengan hormat, Dalam rangka menyelesaikan tugas akhir guna memperoleh gelar sarjana pendidikan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, saya mengadakan penelitian dengan judul “Pengaruh Metode Mind Mapping dan Keaktifan Belajar Siswa Terhadap Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama Muhammadiyah 5 Surakarta Tahun Ajaran 2009/2010”, maka sudilah kiranya disela-sela kesibukan anda berkenan meluangkan waktu untuk mengisi angket ini. Kegiatan ini sama sekali tidak mempengaruhi prestasi belajar anda, untuk itu saya mohon anda menjawab setiap pertanyaan dengan jujur, sesuai dengan keadaan anda sebenarnya. Kerahasiaan jawaban anda sangat saya rahasiakan. Atas kesediaan meluangkan waktu, perhatian dan kerjasama anda, saya mengucapkan terima kasih. Surakarta, Juni 2010

Hormat saya,

Dhida Dwi K.

ANGKET TENTANG METODE MIND MAPPING DAN KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) Identitas Siswa Nama Kelas/no : :

Petunjuk Menggunakan Angket 1. Tulis nama, no absen dan kelas pada lembar angket yang telah disediakan. 2. Pilih salah satu jawaban yang tepat menurut anda tanpa pengaruh orang lain. 3. Berilah tanda silang (√) pada lembar angket yang tersedia. 4. Jawablah semua soal dengan jujur, rapi dan teliti 5. Setelah angket diisi secara lengkap, mohon lembar angket diserahkan kembali. ANGKET METODE MIND MAPPING Pernyataan mengenai penilaian tentang metode pemetaan pikiran Melalui strategi belajar metode mind mapping saya lebih paham tentang materi IPS. Metode mind mapping dengan membuat ringkasan/peta pikiran sangat cocok untuk pelajaran IPS. Metode mind mapping memudahkan saya dalam menyelesaikan masalah materi IPS. Metode mind mapping dapat melatih saya menuangkan ide/gagasan secara aktif. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya berusaha menyusun mind mapping dan menjelaskan pikiran-pikiran tersebut. Jawaban Kadang- Tidak Sering kadang pernah

No. 1. 2. 3. 4. 5.

Selalu

6. 7. 8. 9. 10.

Metode mind mapping membuat saya mengingat dengan lebih baik. Metode mind mapping menumbuhkan semangat dan motivasi belajar saya. Metode mind mapping melatih saya berinteraksi dengan siswa lain menjadi lebih mudah. Dalam membuat rangkuman/peta pikiran, saya selalu bertukar pendapat dengan teman saya. Dalam membuat rangkumanpeta pikiran, saya berusaha agar memperoleh hasil yang optimal.

Pernyataan mengenai keaktifan siswa di dalam kelas Setiap ada jam pelajaran IPS. Dalam kelompok saya membuat perencanaan/memeberi tugas masingmasing anak untuk memecahkan masalah agar tercipta kerjasama yang baik Jawaban KadangSelalu Sering Kadang Tidak Pernah 5. Apabila ada pertanyaan dari teman yang tidak saya mengerti saya berusaha bertanya kepada Bapak/Ibu guru.ANGKET KEAKTIFAN BELAJAR ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) No. 9. 10. Saya berusaha bertanya kepada teman yang telah paham apabila saya mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal IPS. Saya selalu aktif dalam kelompok saat memecahkan masalah materi IPS yang diberikan oleh guru. 3. apabila guru sedang menerangkan materi IPS. saya mendengarkan dengan serius Saya mendengarkan dan memperhatikan. Saya berusaha mencari tambahan materi pelajaran IPS selain dari buku paket yang diberikan Bapak/Ibu guru. 6. . 4. 1. 8. 2. Saya ikut menjawab pertanyaan tentang pelajaran IPS dengan teman ketika ada yang bertanya Metode mind mapping menumbuhkan mental saya untuk aktif dalam berdiskusi dengan teman. Saya berusaha mengeluarkan pendapat selama pelajaran IPS berlangsung. Sewaktu saya mengeluarkan pendapat saya juga memberi kesempatan pada teman yang lain untuk mengeluarkan pendapatnya. 7. 11.

12. saya selalu mempertimbangkan dengan kelompok saya. Saat menentukan jawaban pertanyaan dari guru. .

Lampiran 3. Butir Try Out Variabel Metode Mind Mapping (X1) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Jml Metode Mind Mapping [X1] a1 3 4 3 2 4 4 3 4 3 3 4 2 3 3 3 3 3 4 4 3 65 a2 3 3 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 4 4 4 66 a3 3 3 4 4 4 3 3 4 2 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 3 68 a4 4 3 3 4 3 4 2 3 3 3 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 65 a5 2 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 2 3 4 4 61 a6 2 4 3 3 4 4 3 4 3 2 4 2 4 3 2 2 2 4 4 4 63 a7 4 3 3 4 4 4 4 4 2 4 3 3 4 2 4 4 2 4 4 4 70 a8 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 4 2 4 3 3 3 3 4 4 4 66 a9 3 2 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 3 2 3 4 4 63 a10 3 3 4 3 4 4 2 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 65 X1 30 30 34 34 39 37 29 35 26 29 35 29 35 28 31 32 26 38 39 36 652 .

Butir Try Out Variabel Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 jml Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b1 2 3 4 3 4 4 3 3 3 2 3 4 4 3 2 3 3 4 3 4 64 b2 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 3 4 3 2 3 3 3 3 4 70 b3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 2 3 4 3 2 3 3 2 3 4 68 b4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 3 4 4 4 69 b5 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b6 2 2 4 4 3 4 2 3 2 2 3 2 4 4 3 4 3 4 4 4 63 b7 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 69 b8 3 4 4 4 3 4 3 3 3 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 4 69 b9 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 2 3 3 4 68 b10 3 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 2 4 4 3 3 2 4 4 4 68 b11 4 3 3 3 4 4 2 2 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 4 4 65 b12 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 3 3 4 4 71 X2 39 38 45 45 42 48 37 38 40 39 38 35 48 42 33 38 33 40 43 48 809 .

005 .685 20 20 20 20 .198 .009 .309 . .118 .097 .003 .440 .000 .072 1.000 .004 20 20 20 20 20 20 1.276 .618** .181 .457* .154 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.494 .001 .000 .600** .052 20 .160 .151 .537* . .003 20 20 20 20 20 20 .518 20 20 20 20 .198 1.176 .186 .706 20 1.363 .276 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.216 .061 .518 .000 .099 20 20 20 20 . Correlation is significant at the 0.000 .090 .554* 1.598** .229 .005 20 .650** .002 .683** .370 20 20 20 20 .015 .000 .457* .367 .000 .554* .033 20 20 20 20 20 20 .000 .064 .355 .379 .477* .081 .276 1.000 .162 .001 20 20 20 20 20 20 .497* .028 .052 .01 level (2-tailed).033 .000 20 20 20 20 20 20 .462* .490* .359 .525 20 .097 .706 20 .314 .Lampiran 4.445 .567** .276 1.000 20 20 20 20 20 20 .178 . 20 20 20 20 .314 .314 .461* .212 .041 .214 .010 .567** .229 .621 .477* 1.004 20 **.000 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.099 .000 .118 .631** .090 .081 .364 .445 .404 .706 20 .367 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. .011 .212 .490* 1.564** .011 .000 . 20 .178 20 20 20 20 .125 .332 .097 .026 20 .326 .040 .685 .151 .000 .061 . 20 20 20 20 20 20 A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 Metode Mind Mapping [X1] Pearson Correlation Sig.090 .178 .426 .154 .001 .518 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.497* . . Correlation is significant at the 0.026 . Uji Validitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Correlations Metode Mind Mapping [X1] A6 A7 A8 A9 A10 . .462* . .178 .363 .650** .621 .162 .240 .041 20 .003 .685** .003 20 20 20 20 20 20 .713** .090 .713** . .111 .494 .762 .634** .005 20 20 20 20 20 20 .359 .355 .706 20 20 20 20 .404 .421 1.162 .162 .706 .001 .090 .631** .000 .315 .072 .090 .186 .176 20 .181 .518 .115 .040 .154 .440 .634** . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.216 .010 .494 .399 .000 .05 level (2-tailed).379 .364 .685** .370 .326 .359 20 20 20 20 .240 .160 .683** .494 . (2-tailed) N A1 A2 A3 A4 1.525 .111 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.043 20 20 20 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.685 .015 20 20 20 20 20 20 .426 .762 1.216 .000 .706 .043 20 20 20 20 A5 .399 1.309 .154 .761** .598** .618** .685 20 20 20 20 .216 .315 .240 .359 .064 .002 .761** .028 .240 20 20 20 20 .314 . .537* .600** .421 .009 .564** .005 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig. *.461* .097 .115 .125 .332 .000 . .214 .

080 .003 .784** .800 .037 20 20 . . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .933 .007 .617** .448 .350 .410 20 20 20 -.131 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.014 .575** .326 .621** .010 20 20 .103 .103 .020 20 20 .448 20 20 20 20 20 20 20 20 .540* . **.108 .191 .255 .000 .055 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.070 .651 . . .819 . .658 .378 .617** .180 .185 .086 .000 .252 .100 . .312 -.007 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.278 .000 .004 20 20 .000 .580** .004 .061 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 .414 .495 .000 .369 .020 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.041 .946** . Correlation is significant at the 0.177 .215 .418 .448 .400 .000 .030 .048 .448* . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.456* 1.014 20 20 20 20 20 20 20 20 .784** 1.394 .651 20 20 20 20 20 20 20 20 .115 .326 .070 .363 .180 .108 .966 .001 .000 .468* .252 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .115 .108 .503* .560* 1.410 20 20 20 20 20 20 20 20 1.327 .061 -.555 20 20 20 .410 .601 .125 1.419 20 20 20 .800 .162 .688 .467* .658 .722 .000 .000 .000 .503* .414 1.028 20 20 20 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 .008 20 20 20 .010 . 20 20 B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Pearson Correlation Sig.863 . Correlation is significant at the 0.284 .100 .580** .517* .000 .000 -.244 .037 .162 .617** .030 .140 .580** .455 .003 .560* .055 .191 .601** .722 .467* -.024 .273 1.651 1. .000 .419 .195 .255 .436 .273 .456* 1.085 .044 .255 .575** 1.244 .195 .162 .000 .000 20 20 .651 1.106 .273 .284 20 20 20 20 20 20 20 20 .061 .364 .212 .448 . .010 .044 . .044 20 20 20 20 20 20 20 20 .044 .410 20 20 20 .003 .278 . (2-tailed) N B1 B2 B3 1.580** .204 .000 20 20 .180 .828** .601** .01 level (2-tailed).966 .050 -.555 .004 20 20 20 20 20 20 20 20 *.455 .828** .038 .049 .800 20 20 20 20 20 20 20 20 .000 .601 .863 .192 1.000 .664 .003 20 20 20 .020 -.933 .003 .394 .106 .085 .000 .106 .273 .161 .540* .013 .661** .540* 1.496 20 20 20 .106 .901 .495 .161 .540* 1.215 .764** .369 .278 .446* .048 .000 .389 1.014 .901 .517* .327 .162 .007 .448* .490* .617** .Hasil Uji Validitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Correlations Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan B12 Sosial (X2) -.212 .160 20 20 20 .350 .096 .000 20 20 20 20 20 20 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.362 1.180 .177 .378 .204 . 20 20 20 .622** .000 .003 20 20 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.014 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.008 .661** .140 .244 .791** .456* .544* .312 .004 20 20 1.456* .117 1.244 20 20 20 20 20 20 20 20 .050 .212 .028 20 20 .000** .658 .764** .038 .791** .185 .000 .195 .629** .436 20 20 20 .664 .041 .007 20 20 .363 .468* .080 .160 .255 .013 20 20 .688 20 20 20 .117 .364 .252 .005 .000** .061 . .001 .192 -.086 .621** .490* .400 . .180 .800 .446* .252 .05 level (2-tailed). .278 .389 .000 .496 .000 .096 .622** .000 .836 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.131 .418 .369 .195 -.629** .212 .284 .362 .125 .005 .369 .284 .544* .010 .819 20 20 20 .180 . (2-tailed) N Pearson Correlation Sig.000 .000 .836 .108 .024 .000 .946** .020 . 20 20 20 20 20 20 20 20 .000 .049 20 20 .658 20 20 20 20 20 20 20 20 .

1473 Cases 20. 2.7609 .6000 Std Dev . 4.2946 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .0 20.0 20.6708 .2500 32.0 20.8000 Std Dev 8.0 20.3000 3.6387 4.7514 20.2500 3. 5.0 N of Variables 11 Statistics for SCALE Mean 65.0 20.5712 .0 20.0 20.1500 3.4000 3.2000 Variance 68.1500 3.6387 . 8. 11.0 20. 7.0 N of Items = 11 . 10.8751 .0 20. 3.5000 3.6569 .3000 3. 6.2500 3.0500 3.5982 .Lampiran 5. A1 A2 A3 A4 A5 A6 A7 A8 A9 A10 X1 3. Uji Reliabilitas Angket Metode Mind Mapping (X1) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** R E L I A B I L I T Y A N A L Y S I S - S C A L E (A L P H A) Metode Mind Mapping [X1] Mean 1.0 20.6863 .6387 . 9.

4500 3.0 20.0 20.0 20.0 N of Items = 13 .5104 .4500 Std Dev .4000 3. 7.0 20.1500 3.0 20.9000 Variance 85.7164 .0 20.0 20.2500 3. 11.6959 .6806 . 12.0 20.0 20.8751 .5000 3.7164 .7467 20.7539 .2500 3.4000 3. 5.4000 3.2332 Reliability Coefficients N of Cases = Alpha = .2000 3.5104 .6048 .0 20.5104 4. B1 B2 B3 B4 B5 B6 B7 B8 B9 B10 B11 B12 X2 3.4500 3. 6. 10.4500 3.0 N of Variables 13 Statistics for SCALE Mean 80. 3.5500 40. 13. 9.6070 .Uji Reliabilitas Angket Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) Reliability ****** Method 1 (space saver) will be used for this analysis ****** Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosia Mean 1.0 20. 2. 4.0 20. 8.2526 Std Dev 9.5982 .6166 Cases 20.

Tabulasi Butir Penelitian No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 a1 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 190 a2 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 4 3 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 3 177 a3 3 3 3 3 4 3 3 3 3 3 3 2 4 3 4 4 4 3 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 3 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 4 3 168 Metode Mind Mapping [X1] a4 a5 a6 a7 4 3 3 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 3 4 3 4 3 3 3 4 3 4 4 4 3 3 2 3 3 3 4 4 3 3 4 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 4 173 3 2 3 3 2 3 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 3 3 3 3 2 4 2 3 4 3 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 161 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 4 3 4 3 4 3 3 4 2 2 3 4 3 3 163 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 4 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 4 3 4 4 4 3 4 3 3 3 4 168 a8 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 2 4 4 3 3 3 4 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 3 4 4 2 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 2 2 2 4 2 3 164 a9 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 3 4 3 3 4 3 3 3 3 4 3 3 2 4 4 2 4 3 3 3 2 3 4 2 2 3 4 2 4 159 a10 3 3 3 4 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 3 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 3 2 2 3 4 4 2 2 3 2 4 163 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 .Lampiran 6.

No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 b1 4 3 2 4 3 4 4 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 2 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 188 b2 4 2 3 3 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 4 4 4 4 4 4 4 4 3 187 Keaktifan Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (X2) b3 b4 b5 b6 b7 b8 b9 b10 3 3 3 4 2 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 4 3 2 2 3 3 3 4 4 4 3 4 3 4 4 3 3 4 3 3 3 4 4 3 4 3 2 3 4 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 4 3 2 2 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 3 3 3 3 3 2 2 3 3 2 4 3 3 4 2 4 3 3 4 2 3 4 2 4 4 4 4 4 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3 4 3 4 3 2 3 3 2 2 2 2 4 4 4 3 4 4 4 4 3 4 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 4 3 4 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 4 4 2 3 3 3 3 2 4 4 4 4 4 3 3 4 3 4 4 3 3 3 3 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 3 2 4 4 4 3 3 2 3 3 4 4 4 3 3 3 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 2 4 2 2 4 3 4 4 3 4 4 4 3 3 3 3 2 3 3 2 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 4 4 3 4 4 3 3 2 3 3 2 4 4 4 3 3 4 3 4 3 4 3 2 4 4 4 3 3 2 3 2 3 3 2 4 4 4 4 1 3 3 2 3 4 4 4 1 3 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 4 4 3 4 4 3 4 4 3 3 3 3 3 3 3 4 3 4 3 3 2 4 2 3 3 3 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 3 3 2 4 3 3 2 3 3 4 3 4 4 4 169 170 171 167 134 161 159 160 b11 2 2 3 4 1 2 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 4 3 3 3 2 3 2 3 2 3 2 2 3 2 1 3 3 3 132 b12 3 3 4 3 3 3 3 2 3 4 3 4 4 3 2 3 3 3 3 3 4 3 4 4 3 3 2 3 3 3 3 3 4 4 3 4 2 3 3 2 3 2 3 3 4 4 3 4 3 3 157 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 31 .

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Siswa AR BH FU AM AG IK AM DH RH TG HD MF RW RWD TK US BL AA LM AR DHN PY YA RE HA UM RIZ BGS JRT HLD CHO MIA HES WE RU GS LSA SHI MN SH NDR IKA RTN HPY RUS THO ARV IWN IST FFN Prestasi Belajar IPS (Y) 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 .No.

Data Induk Penelitian No.Lampiran 7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 X1 33 34 32 36 38 37 36 30 35 32 30 30 36 33 36 33 38 32 29 30 34 35 37 34 34 37 33 35 31 38 33 33 35 29 37 34 31 38 X2 37 33 34 43 38 39 44 37 43 39 33 40 42 42 39 31 44 38 36 39 40 38 45 42 37 43 33 39 40 41 39 31 45 37 39 43 37 41 Y 73 70 72 80 74 74 77 72 74 74 69 78 74 75 73 69 80 75 69 71 74 76 78 75 71 80 67 72 75 78 73 66 80 71 74 75 72 73 X1Y 2409 2380 2304 2880 2812 2738 2772 2160 2590 2368 2070 2340 2664 2475 2628 2277 3040 2400 2001 2130 2516 2660 2886 2550 2414 2960 2211 2520 2325 2964 2409 2178 2800 2059 2738 2550 2232 2774 X2Y 2701 2310 2448 3440 2812 2886 3388 2664 3182 2886 2277 3120 3108 3150 2847 2139 3520 2850 2484 2769 2960 2888 3510 3150 2627 3440 2211 2808 3000 3198 2847 2046 3600 2627 2886 3225 2664 2993 .

No. 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 Jml X1 37 36 33 30 35 37 29 29 32 35 30 35 1686 X2 40 34 38 38 40 44 43 40 35 44 38 40 1955 Y 76 74 75 70 76 81 72 71 67 75 69 76 3685 X1Y 2812 2664 2475 2100 2660 2997 2088 2059 2144 2625 2070 2660 124538 X2Y 3040 2516 2850 2660 3040 3564 3096 2840 2345 3300 2622 3040 144574 .

0000 33.411 .023 .00a 3.Lampiran 8.00 81.00a 2.00 3685.00 3.00 N Mean Median Mode Std.0000 74.00 1955.1000 39. Error of Kurtosis Minimum Maximum Sum Valid Missing Metode Mind Mapping [X1] 50 0 33.7159 -.662 31.5871 12.8673 -.0000 39.7041 .073 .337 -. Error of Skewness Kurtosis Std.00 38.7200 34.5643 12.662 66. Deviation Variance Skewness Std.337 -.256 . Hasil Diskriptif Statistics Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 0 39.7000 74.662 29. Multiple modes exist.305 .00 Prestasi Belajar IPS (Y) 50 0 73.7778 7. The smallest value is shown .192 .00 a.00 45.337 -1.00 1686.

064 .200* a Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Statistic .Lampiran 9.118 50 .969 Shapiro-Wilk df 50 50 50 Sig.0% 0 .926 . .0% N Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Prestasi Belajar IPS (Y) Valid Percent 50 100. Uji Normalitas Case Processing Summary Cases Missing N Percent 0 . *.010** .200* . .949 .0% Tests of Normality Kolmogorov-Smirnov Statistic df Sig.100 50 . Lilliefors Significance Correction .0% 100.082 .0% 50 100.098 50 .0% 50 100.0% Total N 50 50 50 Percent 100.392 **. This is an upper bound of the true significance.0% 0 . This is a lower bound of the true significance. a.0% 100.

Hasil Uji Linieritas Case Processing Summary Cases Excluded N Percent 0 0 .067 7.500 df 13 1 12 36 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) Between Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 33.121 F 6.281 23.606 Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) ANOVA Table Sum of Squares 438.067 57.0% Included N Percent Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] Prestasi Belajar IPS (Y) * Keaktifan Belajar IPS (X2) 50 50 100.500 df 9 1 8 40 49 Prestasi Belajar IPS (Y) * Between Metode Mind Mapping [X1] Groups Within Groups Total (Combined) Linearity Deviation from Linearity Mean Square 29. .507 .0% Total N 50 50 Percent 100.000 .0% 100.374 622.953 F 3.000 .0% 100.586 4.Lampiran 10.395 207. .129 .105 622.166 8.538 .328 358.800 Sig.540 184.126 381.0% Prestasi Belajar IPS (Y) * Metode Mind Mapping [X1] ANOVA Table Sum of Squares 264.586 56.920 Sig.004 .712 5.581 74.702 381.000 .0% .377 207.

469 .602 187.685 Std.783 Correlations Partial .642 7. Error of the Estimate 1.318 . Hasil Uji Regresi Berganda Regression b Variables Entered/Removed Model 1 Variables Entered Keaktifan Belajar IPS (X2).Lampiran 11. Predictors: (Constant).087 t 8.292 . Metode Mind Mapping [X1] b.000a a.9995 Durbin-W atson 2.000 Metode Mind Mapping [X1] -.252E-02 a. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) a Coefficient Correlations Model 1 Correlations Covariances Keaktifan Belajar IPS (X2) Keaktifan Belajar IPS (X2) 1.407 .405 3. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) .000 Zero-order . Keaktifan Belajar IPS (X2). Method Enter a.820E-03 Metode Mind Mapping [X1] -. Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Coefficientsa Standardi zed Coefficien ts Beta .836a .394 Keaktifan Belajar IPS (X2) 7.112 .577 .003 Model 1 R R Square . Error 34. b.678 3.000 -3.820E-03 1.698 a.500 Model 1 df 2 47 49 Regression Residual Total Mean Square 217.544 Sig.605 a.654 . a Metode Mind Mapping [X1] Variables Removed .000 . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) ANOVAb Sum of Squares 434.898 622. Predictors: (Constant).506E-03 Metode Mind Mapping [X1] -3. All requested variables entered.998 F 54. Keaktifan Belajar IPS (X2). .740 Part .394 1. Metode Mind Mapping [X1] b. .355 Sig.964 .001 . Dependent Variable: Prestasi Belajar IPS (Y) Model Summaryb Adjusted R Square .658 Model 1 (Constant) Metode Mind Mapping [X1] Keaktifan Belajar IPS (X2) Unstandardized Coefficients B Std.301 3.

3 51.3 73.318 0.7 .3 51.5 Sumbangan Efektif 18. Sumbangan relatif dan sumbangan efektif Koefisien rxy 0.699 0.Lampiran 12.658 Sumbangan Efektif 18.577 0.699 Sumbangan Relatif 26.5 R2 0.783 beta 0.

553 0.449 0.344 0.999 0.355 0.361 0.576 0.281 0.159 0.368 13 48 0.403 5 40 0.230 26 125 0.526 0.424 0.339 0.388 0.990 0.393 7 42 0.128 31 400 0.364 14 49 0.381 0.367 0.286 21 80 0. Dr.148 0.408 4 39 0.138 0.070 0.361 15 50 0.098 0.482 0.115 32 500 0.497 0.413 0.213 0.220 0.227 0.384 9 44 0.661 0.195 0.266 0.291 0.278 22 85 0.235 0.575 0.148 30 300 0.080 0.288 0.194 28 175 0.329 0.537 0.330 17 60 0.606 0.396 0.515 0.074 0.735 0.279 0.997 0.456 0.088 0.202 0.505 0.666 0.296 20 75 0.062 0.334 0.798 0.950 0.641 0.301 0.345 16 55 0.304 0.442 0.413 3 38 0.487 0.254 0.514 0.297 0.256 25 100 0.496 0.456 0.320 0.463 0.389 8 43 0.210 27 150 0.086 36 900 0.380 10 45 0.105 33 600 0.532 0.398 6 41 0.284 0.374 0.325 0.708 0.478 0.349 0.917 0.207 0.TABLE VALUES OF rproduct moment The Level of Significant The Level of Significant N 1% 5% 1% 5% 0.470 0.091 35 800 0.306 19 70 0.590 0.754 0.244 0.765 0.263 24 95 0.959 0.874 0.113 0.811 0.376 11 46 0.312 0.623 0.316 0.707 0.444 0.430 0.834 0.097 34 700 0.081 37 1000 Sumber: Prosedur Penelitian (Prof.294 0.181 29 200 0.436 0.878 0.684 0.308 0.065 0.602 0.372 12 47 0. Suharsimi Arikunto) N .176 0.632 0.267 23 90 0.468 0.561 0.433 0.317 18 65 0.418 0.432 0.549 0.404 0.

500 2.025 t0.473 2.717 2.692 2.697 2.315 1.306 2.086 2.841 4 1.541 5.372 1.365 2.f.030 2.311 1.201 2.438 2.747 4.10 t0.721 2.886 2.583 2.734 2.080 2.05 t0.040 2.303 6.160 2.567 2.106 12 1.383 1.306 1.356 1.012 14 1.440 1.719 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.143 3.310 1.479 2.056 2.182 4.314 1.132 2.691 2.782 2.110 2.415 1.776 3.694 2.169 11 1.807 24 1.345 1.771 2.064 2.518 2.706 31.078 6.688 2.262 2.729 2.037 2.696 2.314 12.228 2.690 2.045 2.101 2.434 2.328 1.711 2.845 21 1.920 4.860 2.306 1.457 2.797 25 1.898 18 1.093 2.449 2.728 35 1.145 2.539 2.624 2.571 3.319 1.833 2.363 1.462 2.131 2.042 2.309 1.650 3.397 1.f.796 2.069 2.120 2.707 7 1.355 9 1.895 2.756 30 1.750 31 1.706 2.638 2.896 3.533 2.325 1.604 5 1.015 2.005 d.771 28 1.308 1.485 2.330 1.738 33 1.499 8 1.333 1.925 3 1.861 20 1.453 2.492 2.763 29 1.055 13 1.602 2.821 63.725 2.032 6 1.708 2.701 2.943 2.074 2.998 3.819 23 1.831 22 1.744 32 1.681 3.250 10 1.032 2.740 2.787 26 1.052 2.441 2.746 2.179 2. Imam Ghozali .921 17 1.878 19 1.965 9.724 36 1.718 3.035 2.060 2.350 1.947 16 1.528 2.714 2.657 2 1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 1 3.316 1.01 t0.812 2.552 2.048 2.028 2.779 27 1.447 3.733 34 1.508 2.476 2.341 1.467 2.321 1.365 4.764 3.318 1.699 2.323 1.353 3.445 2. t0.821 3.337 1.977 15 1.761 2.309 1.703 2.313 1.307 1.Tabel Nilai t d.753 2.

665 58 1.682 49 1.304 1.385 2.669 1.007 2.416 2.008 2.650 69 1.001 2.657 63 1.295 1.403 2.025 t0.670 55 1.005 d.303 1.390 2.018 2.f.01 t0.298 1.672 54 1.Tabel Nilai t d.295 1.003 2.998 2.f.692 45 1.649 70 1.011 2.301 1.676 2.397 2.660 61 1.651 68 1.670 1.005 2.414 2.669 1.296 1.431 2.655 65 1.994 2.002 2.680 2.015 2.998 2.648 71 1.382 2.023 2.663 59 1.995 2.299 1.295 1.668 56 1.302 1.013 2.429 2. Imam Ghozali) .668 1.674 2.669 1.10 t0.652 67 1.010 2.667 1.686 2.301 1.656 64 1.675 2.294 1.294 1.678 2.662 60 1.294 1.685 48 1.300 1.671 2.297 1.014 2.423 2.294 1.299 1.677 2.672 2.382 2.298 1.674 2.668 1.682 2.997 2.006 2.392 2.996 2.000 2.297 1.408 2.683 2.296 1.388 2.399 2.303 1.687 2.300 1.302 1.380 2.668 1.396 2.679 2. 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 37 1.421 2.685 2.997 2.026 2.667 1.701 42 1.994 2.715 38 1.391 2.667 57 1.384 2.659 62 1.381 2.299 1.673 2.395 2.412 2.295 1.000 2.304 1.704 41 1.999 2.684 2.295 1.687 47 1.673 2.418 2.402 2.383 2.298 1.386 2.708 40 1.667 1.405 2.294 1.679 2.389 2.020 2.407 2.387 2.654 66 1.410 2.671 2. t0.004 2.021 2.296 1.400 2.297 1.002 2.676 52 1.305 1.678 51 1.680 50 1.695 44 1.426 2.012 2.670 2.698 43 1.05 t0.674 53 1.690 46 1.647 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.394 2.296 1.297 1.017 2.024 2.712 39 1.677 2.672 2.009 2.681 2.995 2.675 2.

634 88 1.291 1.627 98 1.365 2.661 1.985 2.666 1.365 2.630 94 1.371 2.379 2.374 2.990 2.987 2.984 2.292 1.292 1.635 86 1.665 1.989 2.376 2.292 1.988 2.379 2.637 83 1.984 2.990 2.643 76 1.369 2.665 1.992 2.292 1.666 1.986 2.291 1.367 2.639 81 1.10 t0.293 1.663 1.664 1.993 2.661 1.640 80 1.634 87 1.629 95 1.005 d.368 2.Tabel Nilai t d.986 2.f.987 2. t0.366 2.628 97 1.290 1.627 99 1.990 2.991 2.290 1.993 2.662 1.993 2.291 1.370 2.662 1.292 1.664 1.989 2.025 t0.293 1.661 1.632 91 1.369 2.632 90 1.642 77 1.661 1.662 1.633 89 1. 72 1.372 2.367 2.660 1.663 1.366 2.638 82 1.985 2.663 1.644 75 1.985 2.662 1.626 Inf.364 2.661 1.291 1.290 1.291 1.293 1.291 1.663 1.992 2.626 Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr. 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 Inf.991 2.292 1.641 78 1.989 2.290 1.984 2.368 2.373 2.629 96 1.663 1.293 1.664 1.636 85 1.645 74 1.987 2.660 1.372 2.293 1.665 1.377 2.293 1.378 2.365 2.666 1. Imam Ghozali) .988 2.631 92 1.05 t0.291 1.988 2.986 2.640 79 1.661 1.376 2.292 1.292 1.665 1.374 2.986 2.664 1.368 2.291 1.630 93 1.291 1.373 2.636 84 1.291 1.370 2.01 t0.375 2.662 1.290 1.f. 1.646 73 1.

80 2.00 3.40 2.21 2.42 2.67 3.45 2.71 2.68 3.50 1.16 3.50 3.48 2.49 4.56 3.16 2.84 2.12 2.84 4.34 2.89 1.27 2.Tabel Nilai F0.71 6.03 2.51 2.12 2.32 5.62 2.22 2.23 2.93 2.01 1.03 2.86 1.05 3.01 2.16 2.28 6.27 2.06 3.24 2.05 Degrees of freedom for Nominator 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 30 40 60 120 1 161 18.53 2.69 4.64 2.35 4.23 2.42 2.15 2.72 2.37 3.59 2.29 2.01 2.31 2.87 1.04 4.49 2.74 1.99 2.86 2.2 9.44 3.58 3.58 1.41 4.21 6 234 19.73 3.71 2.50 3.34 2.76 1.23 2.42 2.45 2.30 2.40 3.13 3.85 6.14 2.11 2.54 4.71 2.12 4.54 2.51 2.46 40 251 19.35 2.46 2.82 2.0 9.95 4.79 5.16 2.07 3.18 2.94 3.55 6.83 12 244 19.94 5.11 2.83 1.88 10 242 19.35 4.42 3.94 9 241 19.60 2.34 2.85 2.99 5.92 1.20 3.42 2.80 2.02 1.2 9.02 1.74 2.45 4.59 5.91 1.38 3.63 3.39 3.93 1.47 3.11 2.70 2.10 3.78 2.20 2.90 2.40 2.55 1.34 3.84 1.75 15 246 19.18 2.96 1.41 4.06 2.49 3.71 3.39 2.96 2.46 4.86 4.17 2.07 3.18 3.13 3.96 1.38 2.84 1.60 2.07 2.24 3.96 2.71 1.09 4.23 2.3 9.4 8.81 1.78 1.74 3.37 2.62 5.82 4.62 2.03 3.23 3.68 4.01 1.67 4.57 5.55 2.85 2.11 2.53 2.04 1.10 2.49 2.45 2.61 2.06 3.64 2.79 3.58 2.91 4.39 2.84 1.94 6.92 1.47 2.43 3.01 2.11 3.58 2.32 2.98 3.57 2.10 3.26 3.97 2.02 2.63 4.37 5 230 19.88 4.38 4.94 1.79 2.59 5.83 2.97 1.01 2.38 2.13 2.22 3.82 1.5 8.25 2.90 2.53 1.08 2.77 3.16 4.26 4.10 2.42 2.19 2.66 2.74 4.90 2.25 2.84 3.29 3.09 2.16 2.92 1.44 3.62 1.91 2.57 2.47 1.44 3.29 3.23 3.77 1.53 3.89 1.40 3.92 1.40 2.74 2.25 2.07 2.31 2.66 2.15 2.46 2.55 3.01 1.69 3.75 4.5 8.09 3.80 4.17 4.69 2.46 2.21 3.25 2.89 3.06 2.62 3.60 2.13 2.00 1.45 2.38 2.03 2.07 2.08 2.53 2.76 4.1 7.29 2.33 3.67 20 248 19.66 4.44 2.15 3.30 3.35 1.69 1.5 8.46 2.70 1.85 2.4 8.04 2.39 3.90 2.34 2.36 2.34 3.05 2.42 2.66 1.65 1.70 2.57 3.22 1.51 3.49 3.54 2.01 1.01 1.49 2.19 2.30 2.95 1.79 2.28 3.75 4.28 3.68 1.79 1.52 30 250 19.53 4.84 2 200 19.51 2.89 1.32 3.3 8.30 2.01 1.33 2.98 1.04 2.85 2.35 2.37 3.32 2.91 2.15 3.07 3.38 2.09 2.75 2.97 4.09 2.24 2.77 2.45 2.5 10.84 1.31 2.61 1.68 2.10 7 237 19.35 3.25 2.43 1.92 2.87 3.59 2.26 4.35 2.30 4.65 6.12 3.66 5.20 3.5 8.63 2.64 1.32 120 253 19.75 2.5 8.70 3.48 3.95 2.98 1.83 2.65 2.99 1.11 2.22 254 19.19 4.21 2.84 1.25 2.37 2.34 2.52 3.33 2.64 3.91 1.22 3.62 2.96 4.30 2.96 1.51 1.05 2.57 24 249 19.24 4.12 2.01 6.14 3.41 3.59 3.75 1.79 2.74 2.49 2.4 8.74 3.39 5.96 1.61 2.81 1.98 2.98 1.59 3.14 4.54 2. Imam Ghozali) .00 3 216 19.36 3.15 2.87 1.76 2.48 3.94 2.55 5.87 3.43 2.74 4.07 2.15 2.54 2.46 3.27 2.99 1.96 1.72 4.81 6.53 2.51 2.01 2.00 4.71 2.77 2.48 2.81 3.10 3.18 2.60 2.12 6.59 5.4 8.84 3.55 2.81 3.53 5.26 5.96 4.10 2.00 2.69 2.53 2.77 2.64 5.19 2.74 1.28 2.5 8.4 8.77 4.60 4.53 2.70 5.84 1.76 2.15 2.18 2.88 1.93 2.92 2.4 8.84 2.94 1.39 60 252 19.08 4.01 8 239 19.92 3.39 3.86 3.59 1.79 1.60 4 225 19.03 1.40 2.92 1.28 4.05 4.66 2.61 5.20 2.66 2.27 2.87 2.34 2.54 2.49 2.20 2.73 1.41 2.74 5.41 3.70 2.28 2.06 2.32 4.07 2.28 2.11 3.68 3.61 2.79 1.77 4.79 5.00 Degrees of freedom for Denominator Sumber: Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS (Dr.93 1.37 2.67 2.4 8.39 1.81 2.75 1.76 2.27 2.68 2.08 1.18 2.89 6.63 3.90 1.00 3.85 2.