Pemerolehan Bahasa

Pemerolehan
 Istilah pemerolehan digunakan untuk padanan istilah acquisition.  Proses penguasaan bahasa yang dilakukan oleh anak secara natural ketika ia mendapatkan bahasa ibunya.  Pemerolehan vs Pembelajaran  Pembelajaran dilakukan pada tataran formal, yaitu belajar di kelas dan diajar oleh seorang guru.

Sejarah Kajian Pemerolehan Bahasa
 Minat terhadap bagaimana anak memperoleh bahasa sebenarnya sudah lama sekali ada.  Seorang raja Mesir pada abad VII SM, Psammetichus, menyuruh bawahannya untuk mengisolasi dua anaknya untuk mengetahui bahasa apa yang akan diketahui oleh anak-anaknya itu.

 Charles Darwin pada tahun 1877 mencatat perkembangan bahasa anaknya. .  Ingram (1989) membagi perkembangan studi tentang pemerolehan bahasa menjadi tiga tahap.

Metode Buku Harian  Dilakukan pada tahun1876 s.  Data dalam buku harian kemudian dianalisis dan disimpulkan hasilnya.  Tulisan H. 1926. Taine (1876) “On the Acquisition of Language” merupakan tulisan pertama mengenai pemerolehan bahasa.  Kajian pemerolehan bahasa anak dilakukan dengan mencatat apa saja yang diucapkan oleh anak dalam suatu buku harian. .d.

 Pandangan behaviorisme menganggap bahwa metode kuantitatif dianggap sebagai metode yang benar. 1957  Metode ini berkaitan dengan munculnya teori behaviorisme.Metode Sampel Besar  Dilakukan pada tahun 1926 s.  Ada peneliti yang memekai sampel 480 anak untuk mengetahui keterampilan-keterampilan tertentu pada anak  Dengan sampel yang besar menjadi patokan untuk menggeneralisasikan.  Untuk mendapatkan hasil yang sahih. maka diperlukan sampel yang besar. . membuat hipotesis atau hukum yang ditemukan lebih sahih.d.

 Kajian yang dilakukan selama satu sampai dengan empat bulan kadang belum dapat menggambarkan perkembangan dalam bahasa.  Banyak para peneliti yang meneliti perkembangan bahasa pada sanak keluarganya. .  Titik awal aliran nativisme.Metode Longitudinal  Dimulai ketika munculnya buku Chomsky “Syntactic Structures” pada tahun 1957.  Studi longitudinal memerlukan waktu yang relatif cukup lama karena yang dikaji adalah perkembangan bahasa dari waktu ke waktu.

. maka bahasa ibunya adalah bahasa Inggris.  Anak orang Indonesia yang lahir di Inggris dan sejak dari kecil ia memakai bahasa Inggris.Bahasa Ibu vs Bahasa Sang Ibu  Bahasa ibu (native language) adalah bahasa yang pertama kali dikuasai oleh seorang anak.

. Bahasa sang ibu (motherese) adalah bahasa yang dipakai oleh orang dewasa pada waktu berbicara dengan anak yang sedang dalam proses pemerolehan bahasa ibunya.  Bahasa seorang anak yang berusia lima belas tahun waktu berbicara dengan adiknya yang berumur satu tahun adalah bahasa sang ibu.

4. Ciri bahasa sang ibu: 1. . 3. Banyak memakai kata sapaan. 2. Nada suara biasanya tinggi. Kalimat pada umumnya pendekpendek. 5. Banyak redudansi (pengulangan) 6. Laju ujaran agak lambat. Intonasi agak berlebihan.

 Begitu juga pada anak. kemampuan anak untuk memahami apa yang dikatakan orang jauh lebih cepat dan jauh lebih baik daripada produksinya.Komprehensi dan Produksi  Anak dan orang dewasa mempunyai dua kemampuan yang berbeda dalam berbahasa. .  Jumlah kosa kata yang kita pakai secara aktif adalah lebih sedikit dari kosa kata yang kita mengerti.

komprehensinya adalah 110 kata. Sebagian peneliti mengatakan bahwa kemampuan anak dalam komprehensi adalah lima kali lipat dibandingkan dengan produksinya. .  Jadi.  Bahkan Fenson mengatakan bahwa pada saat anak dapat memproduksi 10 kata. 11 kali lipat dari produksinya.

dia akan menangis jika dimarahi. dsb. dia akan mengerjakan sesuatu jika diperintah.  Dia akan datang jika dipanggil. .  Anak dapat memahami perintah untuk mengambil salah satu mainanannya walaupun ia belum bisa mengucapkan mainan tersebut. Ketidakseimbangan antara komprehensi dan produksi ini akan kelihatan dari perilaku bahasa anak sehari-hari.

 Berbeda dengan binatang yang sudah memiliki sekitar 70%. .  Proporsi otak yang ditakdirkan kecil ini mungkin memang dirancang agar pertumbuhan otaknya proporsional pula dengan pertumbuhan badannya.Pemerolehan dalam Bidang Fonologi  Pada waktu dilahirkan anak hanya memiliki sekitar dua puluh persen (20%) dari otak dewasanya.  Karena perbedaan inilah maka binatang mampu melakukan banyak hal ketika baru lahir. berbeda dengan manusia yang hanya bisa menangis dan menggerak-gerakan badan.

 Bunyi-bunyi yang diproduksi belum dapat dipastikan bentuknya karena memang belum terdengar dengan jelas. .Usia 6 Minggu  Anak mulai mengeluarkan bunyi-bunyi yang mirip dengan bunyi konsonan atau vokal.  Proses produksi bunyi ini disebut cooing (dekutan)  Anak mendekutkan bermacam-macam bunyi yang belum jelas identitasnya.

 Konsonan yang keluar pertama adalah konsonan bilabial hambat. seperti /p/ dan bilabial nasal.Usia 6 Bulan  Anak mulai mencampur konsonan dengan vokal sehingga membentuk babling (celotehan)  Celotehan dimulai dengan konsonan dan diikuti vokal. seperti /m/ diikuti vokal /a/. .

dsb . tita. dita...  Kadang orang tua mengaitkan kata papa dengan ayah dan mama dengan ibu meskipun apa yang ada dalam benak si anak kadang kita tidak mengetahui.. Strukturnya adalah CV yang kemudian diulangulang. baba.  Tidak mustahil celotehan itu hanyalah sekedar latihan artikulatori saja. mama.  Misal: papa.  Konsonan vokal secara bertahap berubah sehingga muncullah kata mami.

 Kasus pada anak Indonesia. produksi kata sudah mulai muncul ketika anak berusia sekitar 1 tahun.1 Tahun  Kasus pada anak Barat. produksi kata muncul sekitar 1.6  Kata yang mucul biasanaya adalah suku kata terakhir. . misal da untuk menyebutkan sepeda.

tangis sakit. kaki.  Anak menggunakan tangis dan gesture (gerakan tangan. dan tangis basah (pipis/eek) .  Tangis anak ternyata mempunyai makna. mulut. anak mempunyai cara lain untuk berkomunikasi. dsb).Pemerolehan Leksikon  Sebelum anak mengucapkan kata.  Seorang ibu biasanya dapat membedakan mana tangis lapar.

. Pada awal hidupnya anak memakai pula gestur seperti senyuman atau uluran tangan untuk meminta sesuatu.  Cara-cara seperti ini sebenarnya anak menggunakan “kalimat”.

 Usia 2.0.0 anak diperkirakan telah menguasai 200-300 kata.8 anak makin cepat pemerolehan katanya. Anak Barat pada umumnya mulai menggunakan kata pada usia 1.  Usia 1.7 anak telah memperoleh sekitar 50 kata. .  Usia 1.

atau empat sukukata itu yang mana harus diambil.5. Kasus Echa. tiga.  Ini terjadi karena anak Indonesia harus menganalisis secara mental terlebih dahulu dari dua.  Ternyata yang diambil adalah suku kata yang terakhir .  Echa baru mengeluarkan bunyi yang dapat dikenal sebagai kata pada sekitar usia 1. anak Indonesia. mulai menggunakan kata agak belakangan dari pada anak Barat.

Misal: bunyi /tan/ dianggap telah dikuasai anak untuk merujuk ikan yang selalu dipakai bila merujuk benda tersebut . 2) Korelasi yang ajeg antara bentuk (fonem) dengan referen/acuan. Suatu bentuk kata dapat dianggap telah dikuasai anak ketika memiliki: 1) Kemiripan fonetik dengan bentuk kata orang dewasa.

.  Kata -kata yang diperoleh anak pada awal ujarannya ditentukan oleh lingkungannya.Kata yang Dikuasai Anak  Macam kata yang dikuasai anak mengikuti prinsip sini dan kini.

    Anak pada kalangan orang terdidik Mempunyai banyak mainan Ada fasilitas alat-alat elektronik Tidak mengherankan jika mereka sudah menguasai kosa kata. dsb.  Dalam bentuk verba juga mengenal kata maem. . komputer. dan sebagainya. jalan-jalan. radio. pipis. belanja. ngetik. seperti: televisi.

kerbau.  Prinsip sini pada anak desa akan membuat dia menguasai kosakata. Anak yang tinggal dipedesaan terpencil kemungkinan kecil sekali untuk menguasai sejak awal kosa kata tersebut. dsb. rumput. seperti: daun. .

kata utama dan kata fungsi.Anak menguasai verba 2. verba.  Mana yang lebih dahulu?  Ada dua pendapat: 1. anak menguasai kata utama lebih dahulu. Dari macam kata yang ada.Anak menguasai nomina . yakni.  Kata utama: nomina. dan adjektiva.

 Kasus Echa secara konsisten menguasai nomina lebih banyak daripadaa verba.  Nomina 49%  Verba 29%  Adjektiva 13% .

Perkutut bangkok adalah salah satu jenis perkutut. Kata mempunyai jalur hierarki semantik.  Perkutut adalah salah satu jenis burung.  Binatang adalah salah satu makhluk ciptaan Tuhan.  Burung adalah salah satu jenis binatang. .

 Dalam pemerolehan kata anak tidak akan mempeoleh kata yang hierarkinya terlalu tinggi dan terlalu rendah.  Anak akan mengambil apa yang dinamakan basic level category.  Kata yang hierarkinya tidak terlalu tinggi dan tidak terlalu rendah. .

yakni burung. Pada kasus di atas.  Yang dipakai adalah kata dasar.  Tentu saja inputnya adalah dari bahasa sang ibu. seorang anak tidak akan mengambi kata makhluk hidup atau perkutut bangkok. tetapi bahasa sang ibu juga mengikuti prinsip ini. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful