P R A K T I K U M PERKECAMBAHAN SERTA PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN TANAMAN

Oleh Dhantel Rhesa Prawedha No. Absen 12 Kelas XII TKJ A TA. 2010/2011

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 SURAKARTA

S.Pd.LEMBAR PENGESAHAN Laporan Pengamatan ini telah diperiksa dan disahkan pada: Hari dan Tanggal Tempat : : Oleh Sri Hari Nugroho. . NIP.

3.b Mengamati daya berkecambah berbagai jenis biji tanaman 1. Langkah-langkah metode ilmiah adalah: 1.4.4 Tujuan : Mempraktekkan Metode Ilmiah Merencanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap perkecambahan Mempraktekkan suatu penelitian dengan variabel-variabel Melaksanakan percobaan pengaruh faktor luar terhadap perkecambahan 1. .1 1. Hipotesis dari percobaan adalah “adakah pengaruh antara pH dengan perkecambahan serta pertumbuhan dan perkembangan tanaman ”. 1.3 1. Mengumpulkan data (keterangan) Data adalah informasi atau keterangan.4. Merumuskan masalah Masalah adalah sesuatu yang harus dipecahkan. Dasar Teori 2. maka hipotesis diterima.4. Rumusan masalah biasanya dibuat dengan cara membuat pertanyaan yang akan kita teliti. Sebaliknya. 2. Keterangan atau data yang diperlukan dapat diperoleh dari observasi langsung maupun studi kepustakaan. apabila hasil tidak mendukung hipotesis maka hipotesis ditolak.2 1. Masalah berupa keadaan yang ingin kita atasi dalam kehidupan sehari-hari. yang menunjukan fakta.1 Metode Ilmiah Metode Ilmiah adalah suatu cara memecahkan masalah ilmiah dengan langkah-langkah tertentu yang sistematis dan teratur. Setelah menentukan masalah yang akan dijawab dalam percobaan. Apabila pada percobaan hasilnya mendukung hipotesis. baik kuantitatif maupun kualitatif.d Mengkomunikasikan hasil percobaan perkecambahan II. Menyusun hipotesis Hipotesis adalah dugaan sementara yang disusun berdasarkan data atau keterangan yang diperoleh pada kegiatan observasi atau studi pustaka.4.RANCANGAN PENELITIAN I. maka langkah peneliti selanjutnya adalah mengumpulkan keterangan dengan melakukan berbagai pengamatan atau observasi. Pada langkah selanjutnya hipotesis ini akan diuji kebenarannya.a Mengamati kecepatan perkecambahan dan masa dormansi berbagai biji tanaman 1.c Mengamati pengaruh pH terhadap Perkecambahan biji tanaman 1.

Direktorat Pendidikan Tinggi Depdikbud menjelaskan bahwa yang dimaksud variabel penelitian adalah segala sesuatu yang akan dijadikan obyek pengamatan penelitian dari kedua pengertian tersebut dapatlah dijelaskan bahwa variabel penelitian itu meliputi faktor-faktor yang berperan dalam peristiwa atau gejala yang diteliti. 6. Sebagai Variabel Terikat (Y) adalah daya kecambah. Variabel bebas / variabel manipulatif (variabel penyebab) Variabel bebas adalah faktor yang memberi pengaruh. apabila hasil tidak mendukung maka hipotesis ditolak. Melakukan eksperimen (percobaan) Eksperimen ditujukan untuk membuktikan data guna membuktikan apakah hipotesis dapat diterima atau ditolak. Menguji kesimpulan dengan percobaan ulang Untuk memperkuat kebenaran hasil percobaan. maka perlu diuji ulang yaitu dengan menyelenggarakan percobaan ulang. Variabel terikat / variabel respon (variabel akibat) Variabel terikat adalah faktor hasil percobaan yang terjadi karena pengaruh dari variabel bebas dan variabel terkontrol. Apabila telah diuji berulangkali ternyata hasilnya senantiasa mendukung hipotesis. “Variabel adalah konsep yang mempunyai variasi nilai. . Jenis jenis variabel adalah sebagai berikut : 1. Dalam melakukan percobaan. Sebagai Variabel Bebas (X) adalah pH (derajat keasaman) antara air sumur. 3. Sebagai Variabel Terkontrol adalah Kualitas biji dan kondisi kapas dipertahankan selalu basah 2. Jika percobaan hasilnya mendukung hipotesis.” Sedangkan menurut Sanpiah Faisal.4. 5. dikontrol atau diobservasi dalam suatu penelitian. variabel penelitian adalah kondisikondisi atau serenteristik-serenteristik yang oleh peneliti dimanipulasikan. Menarik kesimpulan Dari percobaan diperoleh data yang selanjutnya data tersebut dipelajari dan dibuatlah kasimpulan. 2. maka hipotesis diterima. sengaja dibuat tidak sama dalam suatu percobaan. Variabel terkontrol Variabel terkontrol adalah faktor yang dibuat sama dalam suatu percobaan.2 Variabel Menurut Masri Singarimban dan Sofian Effendi. air jeruk dan air tomat. maka hipotesis tersebut diterima. Sebaliknya. kita harus menentukan variabelnya terlebih dahulu.

4 Pertumbuhan dan Perkembangan pada Tumbuhan Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah dan volume sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali seperti semula). Judul Penelitian 2. Cara Kerja 7. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel. gymnospermae dan menyebabkan membesarnya ukuran (diameter) tumbuhan. bagian ujung-ujung dari tumbuhan seperti akar dan batang. Laporan Ilmiah juga dapat diartikan sebagai laporan yang berisi proses penelitian secara menyeluruh dengan mengutarakan semua teknik dan pengalaman peneliti dalam melaksanakan penelitian dengan teknik penulisan yang menjelaskan hal-hal yang sebenarnya terjadi. membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. Indikator adanya pertumbuhan pada tumbuhan adalah gejala tumbuhnya akan akar. atau membaca artikel ilmiah. Kesimpulan dan saran 10. tingkatan selanjutnya apakah tumbuhan mampu berkembang.2. pengamatan. Data dan Gambar Hasil Penelitian 8. Format Laporan Penulisan laporan harus memenuhi format sebagai berikut: 1. Analisis Hasil Penelitian 9. Halaman Pengesahan 3. Pertumbuhan ini dijumpai pada tumbuhan dikotil. Berlangsung pada embrio. Perkembangan adalah kalenjutan dari pertumbuhan. yaitu pertumbuhan primer yang terjadi sebagai hasil pembelahan sel-sel jaringan meristem primer. Tujuan Penelitian 4. atau bisa juga karena faktor tertentu tumbuhan mengalami penyusutan. peninjauan. Alat dan Bahan 6. Terdapat 2 macam pertumbuhan. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi. Tugas Akhir / Hasil Diskusi 2. batang dan daun bertambah secara terus menerus. Jika tumbuhan telah mengalami pertumbuhan.3 Laporan Ilmiah Laporan Ilmiah adalah bentuk tulisan ilmiah yang disusun berdasarkan data setelah penulis melakukan percobaan. Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. Dasar Teori 5. Pertumbuhan tanaman dapat diukur dengan alat yang disebut auksanometer dan pertumbuhan sekunder yang merupakan aktivitas sel-sel meristem sekunder yaitu kambium dan kambium gabus. Antara pertumbuhan dan perkembangan adalah keduanya .

daya tumbuh maksimum (vigor) dan daya kecambah maksimum (viabilitas) atau dengan kata lain benih mempunyai mutu tertinggi (Kamil. Tingkat kemasakan benih Benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak mempunyai viabilitas yang tinggi karena belum memiliki cadangan makanan yang cukup serta pembentukan embrio belum sempurna (Sutopo. Cadangan makanan yang terkandung dalam jaringan penyimpan digunakan sebagai sumber energi bagi embrio pada saat perkecambahan (Sutopo. Dormansi Benih dikatakan dormansi apabila benih tersebut sebenarnya hidup tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan . Ukuran benih Benih yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan yang lebih banyak dibandingkan dengan yang kecil pada jenis yang sama. Berat benih berpengaruh terhadap kecepatan pertumbuhan dan produksi karena berat benih menentukan besarnya kecambah pada saat permulaan dan berat tanaman pada saat dipanen (Blackman. Yaitu pada pertumbuhan bersifat irreversible (tidak dapat kembali seperti semula) sedangkan perkembangan bersifat reversible (dapat kembali seperti semula). Faktor Dalam Faktor dalam yang mempengaruhi perkecambahan benih antara lain : a. maka benih tersebut juga telah mencapai masak fisiologos atau masak fungsional dan pada saat itu benih mencapat berat kering maksimum. 1979) b. dalam Sutopo. Perkecambahan dan faktor yang mempengaruhinya Perkecambahan benih dapat diartikan sebagai dimulainya proses pertumbuhan embrio dari benuh yang sudah matang ( Taiz and Zeiger 1998). c. 2002). Yaitu mengalami perubahan pada struktur dari organ organ daam makhluk.5 memiliki kesamaan. Perkembangan benih dipengaruhi oleh faktor dalam (internal) dan faktor luar (eksternal). Pada umumnya sewaktu kadar air biji menurun dengan cepat sekitar 20 persen. Namun disisi lain. 2002).2. Pertumbuhan dan perkembangan juga mamiliki perbedaan. 2002). Benih dapat berkecambah bila tersedia faktorfaktor pendukung selama terjadinya proses perkecambahan.

suhu dan cahaya yang sesuai (Lambers 1992. dan juga dengan tingkat pH dari air tersebut pula. d. . Untuk memberikan fasilitas masuknya oksigen kedalam biji.yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan bagi suatu perkecambahan atau juga dapat dikatakan dormansi benih menunjukkan suatu keadaan dimana benih-benih sehat (viabel) namun gagal berkecambah ketika berada dalam kondisi yang secara normal baik untuk berkecambah. Pada kondisi media yang terlalu basah akan dapat menghambat aerasi dan merangsang timbulnya penyakit serta busuknya benih karena cendawan atau bakteri (Sutopo. adanya larutan dengan nilai osmotik yang tinggi serta bahan yang menghambat lintasan metabolik atau menghambat laju respirasi. penghambat perkecambahan benih dapat berupa kehadiran inhibitor baik dalam benih maupun di permukaan benih. kira-kira 70 persen berat protoplasma sel hidup terdiri dari air dan fungsi air antara lain: 1. Menurut Kamil (1979). Sebagai alat transport larutan makanan dari endosperm atau kotiledon ke titik tumbuh. Penghambat perkecambahan Menurut Kuswanto (1996). Faktor Luar Faktor luar yang mempengaruhi perkecambahan diantaranya : a.1972) dan umumnya dibutuhkan kadar air benih sekitar 30 sampai 55 persen (Kamil. Air (pH) Penyerapan air oleh benih dipengaruhi oleh sifat benih itu sendiri terutama kulit pelindungnya dan jumlah air yang tersedia pada media di sekitarnya. Schmidt 2002). 4. 3. dimana akan terbentuk protoplasma baru. Untuk mengencerkan protoplasma sehingga dapat mengaktifkan berbagai fungsinya. 2002). 2. Untuk melembabkan kulit biji sehingga menjadi pecah atau robek agar terjadi pengembangan embrio dan endosperm. dan tingkat pengambilan air turut dipengaruhi oleh suhu (Sutopo. Benih mempunyai kemampuan kecambah pada kisaran air tersedia. 2002). seperti kelembaban yang cukup. 1979). Perkembangan benih tidak akan dimulai bila air belum terserap masuk ke dalam benih hingga 80 sampai 90 persen (Darjadi. sedangkan jumlah air yang diperlukan bervariasi tergantung kepada jenis benihnya.

Namun untuk benih yang dorman. serta golongan dimana benih dapat berkecambah baik pada tempat gelap maupun ada cahaya. 1996). 1979). Oksigen Saat berlangsungnya perkecambahan. kualitas cahaya. proses respirasi akan meningkat disertai dengan meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan CO2. air dan energi panas. Cahaya Kebutuhan benih akan cahaya untuk perkecambahannya berfariasi tergantung pada jenis tanaman (Sutopo. 2002).5 sd 35°C (Sutopo. pasir dan tanah. perkecambahannya akan terjadi jika oksigen yang masuk ke dalam benih ditingkatkan sampai 80 persen. Kebutuhan oksigen sebanding dengan laju respirasi dan dipengaruhi oleh suhu. 2002). 2002). cahaya dan zat tumbuh gibberallin. mikro-organisme yang terdapat dalam benih (Kuswanto. gembur. Adapun besar pengaruh cahanya terhadap perkecambahan tergantung pada intensitas cahaya. Suhu juga mempengaruhi kecepatan proses permulaan perkecambahan dan ditentukan oleh berbagai sifat lain yaitu sifat dormansi benih. Suhu Suhu optimal adalah yang paling menguntungkan berlangsungnya perkecambahan benih dimana presentase perkembangan tertinggi dapat dicapai yaitu pada kisaran suhu antara 26. golongan dimana cahaya dapat menghambat perkecambahan. d. Menurut Adriance and Brison dalam Sutopo (2002) pengaruh cahaya terhadap perkecambahan benih dapat dibagi atas 4 golongan yaitu golongan yang memerlukan cahaya mutlak.03 persen CO2. 2002). Pengujian viabilitas benih dapat digunakan media antara lain substrat kertas. . Medium Medium yang baik untuk perkecambahan haruslah memiliki sifat fisik yang baik. e.b. karena biasanya oksigen yang masuk ke embrio kurang dari 3 persen. c. golongan yang memerlukan cahaya untuk mempercepat perkecambahan. Menurut Kamil (1979) umumnya benih akan berkecambah dalam udara yang mengandung 29 persen oksigen dan 0. mempunyai kemampuan menyerap air dan bebas dari organisme penyebab penyakit terutama cendawan (Sutopo. Terbatasnya oksigen yang dapat dipakai akan menghambat proses perkecambahan benih (Sutopo. lamanya penyinaran (Kamil.

Menyiapkan 30 biji jagung. 2. 2. 3 ( tiga ) buah bekas gelas aqua 1 ( satu ) buah pipet tetes / sendok : biji jagung air ledeng / sumur jeruk nipis . B. Cara Kerja : 1. dan C di tempat yang aman sampai 7 hari. Alat : 1. Mengambil 10 biji jagung yang telah direndam selama 10 menit dan meletakkannya pada gelas aqua A dengan teratur. Mencatat hasil pengamatan setiap hari pada tabel pengamatan pertumbuhan kecambah. Bahan 1. 6. Alat dan Bahan : A. kemudian memilih biji-biji yang besar dan warnanya seragam. 4. 10. Menyiapkan bekas gelas aqua A yang telah diberi alas kapas pada bagian dalam dan membasahi dengan air ledeng dengan pipet tetes. jika kering maka akan ditambahkan air ledeng/aqua untuk gelas A. dan 10 biji jagung pada gelas aqua C secara teratur. 2. B. dan C. 3. kapas IV. Menyiapkan bekas gelas aqua C yang telah diberi alas kapas pada bagian dalam dan dibasahi dengan air tomat dengan memerasnya. 4. 8. dan mempertahankan alas kapas-nya supaya tidak sampai kering. Air Jeruk untuk gelas B dan Air tomat untuk gelas C Mengamatilah setiap hari. 5. 10 biji jagung pada gelas aqua B. Menyiapkan bekas gelas aqua B yang telah diberi alas kapas pada bagian dalam dan membasahi dengan air jeruk nipis dengan memerasnya.III. B. Menyimpan bekas gelas aqua A. . Merendam biji-biji jagung kedalam air ledeng selama 15 menit. 9. 7. dari hari ke 1 sampai hari ke 7. tomat. 3. 5. Menyiapkan 3 buah bekas gelas aqua dan kapas lalu memberi label A.

4 6.9 0 0 7 12.5 4.6 7.2 0 0 Jumlah 9 B (Air Jeruk) C (Air Tomat) 0 0 0 0 0 0 0 0 .9 4.4 0.9 0.Tabel Hasil Pengamatan Pot beserta Air yang digunakan Hari ke 1 1. Waktu dan Tempat Pengamatan : a.0 3.2 A(Air Sumur) 2 3.3 4.7 1.8 4 7.4 5.7 6.2 0.3 Tinggi Biji Jagung yang Berkecambah (cm) 3 5.8 5.9 7.9 1.2 3. Hari dan tanggal : Rabu 16 Februari 2011 – Rabu 23 Februari 2011 b.5 3.9 3.2 4.5 0.6 5.7 2.1 0 0 6 10. Gambar : VI.6 1.2 7.9 0.9 6.1 9.V.2 0.9 3.3 1.2 2.8 1.1 0. Tempat : Di rumah VII.2 0.8 3.6 2.6 3.1 0 0 5 8.9 0.7 1. Waktu : 1 minggu (7 hari) c.

Gambar Hasil Pengamatan HARI 1 HARI 5 HARI 7 .VIII.

Air. XI I . pertumbuhan. • Pertumbuhan adalah pertambahan jumlah dan volume sel yang bersifat irreversible (tidak dapat kembali seperti semula). air tomat. Faktor yang dapat memperlambat / menghambat pertumbuhan benih kecambah antara lain pengaruh dari derajat keasaman (pH) dan cahaya. atau . tingkatan selanjutnya apakah tumbuhan mampu berkembang. Derajat keasaman (pH) dapat mempengaruhi dan memperlambat pertumbuhan kecambah. batang dan daun bertambah secara terus menerus. pengguna an me diu m denga pH normal me mp er mud ah pertu mbuh an dari tumbuhan. dan air jeruk dengan derajat keasaman tinggi. Jelaskan perbedaan dari perkecambahan . Beberapa jenis air tersebut memiliki derajat keasaman (pH) yang berbeda dengan rasio air sumur dengan derajat keasaman biasa. D engan s emakin tinggin ya tingk at deraj at keas a man. kelembaban. Etiolasi adalah pertumbuhan yang sangat cepat di tempat yang gelap. s emakin sul it bij i kec a mbah dapat tu mbuh. Indikator adanya pertumbuhan pada tumbuhan adalah gejala tumbuhnya akan akar. Kesimpulan dan Saran D engan pene lit ian dan analis a ya ng dil akukan dapat dit arik kes i mpu lan bahw a deraj a t keas a ma n (pH ) s angat berpengaruh terh adap pertu mbuhan keca mbah. dan air jeruk. Seperti dalam perbandingan air sumur. Analisa Data Hasil Penelitian : Pertumbuhan kecambah memiliki beberapa faktor yang dapat mempercepat atau bahkan dapat memperlambat pertumbuhan kecambah itu sendiri.IX. faktor hereditas. Hal yang dapat mempercepat pertumbuhan kecambah antara lain perawatan teratur. Karena beberapa kecambah bersifat Etiolasi dan fotoperiodisme. dan Suhu juga dapat berpengaruh pada pertumbuhan tajuk akar. dimana pertumbuhan biji jagung pada air sumur terlihat sangat subur. Terlebih pada air jeruk yang terlihat kurang menunjukkan perkembangan kecambah. air tomat dengan derajat keasaman menengah. Soal-soal diskusi : 1. Jika tumbuhan telah mengalami pertumbuhan. Sedangkan pada air tomat kurang subur. XI. Fotoperiodisme adalah respon tumbuhan terhadap intensitas cahaya dan panjang penyinaran. D engan de mikian. • Perkembangan adalah kalenjutan dari pertumbuhan. Benih dapat berkecambah bila tersedia faktorfaktor pendukung selama terjadinya proses perkecambahan. Hal ini dapat dilihat dalam tabel pertumbuhan kecambah. dan perkembangan pada tumbuhan ? • Perkecambahan adalah peristiwa dimana dimulainya pertumbuhan dari biji menjadi tunas / kecambah. dan hormon benih itu sendiri. Mineral.

Suhu adalah yang paling menguntungkan berlangsungnya perkecambahan benih dimana presentase perkembangan tertinggi dapat dicapai yaitu pada kisaran suhu antara 26. Air (pH) Benih mempunyai kemampuan kecambah pada kisaran air tersedia. Kebutuhan benih akan cahaya untuk perkecambahannya berfariasi tergantung pada jenis tanaman. gembur. proses respirasi akan meningkat disertai dengan meningkatnya pengambilan oksigen dan pelepasan CO2. Ukuran benih. Sebutkan faktor eksternal dan internal yang mempengaruhi perkecambahan. Faktor Dalam yang mempengaruhi perkecambahan benih antara lain : a.bisa juga karena faktor tertentu tumbuhan mengalami penyusutan. Cahaya.5 sd 35°C c. Adapun besar pengaruh cahanya terhadap perkecambahan tergantung pada intensitas cahaya. b. serta masing-masing beri keterangan apa pengaruhnya ? Faktor Luar diantaranya : yang mempengaruhi perkecambahan a. air dan energi panas. Medium yang baik untuk perkecambahan haruslah memiliki sifat fisik yang baik. kualitas cahaya. Terbatasnya oksigen yang dapat dipakai akan menghambat proses perkecambahan benih. d. Saat berlangsungnya perkecambahan. Tingkat kemasakan benih yang dipanen sebelum tingkat kemasakan fisiologisnya tercapai tidak mempunyai viabilitas yang tinggi karena belum memiliki cadangan makanan yang cukup serta pembentukan embrio belum sempurna . Oksigen. 2. lamanya penyinaran. Pada kondisi media yang terlalu basah akan dapat menghambat aerasi dan merangsang timbulnya penyakit serta busuknya benih karena cendawan / bakteri . mempunyai kemampuan menyerap air dan bebas dari organisme penyebab penyakit terutama cendawan. b. Benih yang berukuran besar dan berat mengandung cadangan makanan yang lebih banyak . e.

PH pada m edium untuh per kecam bahan s udah tidak nor m al. Dari hasil pengamatan pada tabel tersebut di atas percobaan pada cawan Petri atau gelas Aqua A. Mengapa pada percobaan perkecambahan. Bah kan dengan keaadaan ter s ebut akan m em percapat tum buhnya par as it yang juga akan m em pengar uhi per tum buhan kecam bah.dibandingkan dengan yang kecil pada jenis yang sama. Benih dikatakan dormansi apabila benih tersebut sebenarnya hidup tetapi tidak berkecambah walaupun diletakkan pada keadaan yang secara umum dianggap telah memenuhi persyaratan bagi suatu perkecambahan atau juga dapat dikatakan dormansi benih menunjukkan suatu keadaan dimana benih-benih sehat (viabel) namun gagal berkecambah ketika berada dalam kondisi yang secara normal baik untuk berkecambah. Penghambat perkecambahan dapat berupa kehadiran inhibitor baik dalam benih maupun di permukaan benih. Pembelahan zigot menghasilkan jaringan meristem yang akan terus membelah dan mengalami diferensiasi. 4. 5. Dormansi. biji yang digunakan harus dipilih yang besarnya serta bentuk dan warna kulitnya seragam ? Agar terlihat perbedaan dari perbandingan yang sama sehingga diperoleh hasil yang spesifik dari experimen. Jelaskan bagaimana proses perkecambahan dapat terjadi ? Secara umum pertumbuhan dan pekembangan pada tumbuhan diawali untuk stadium zigot yang merupakan hasil pembuahan sel kelamin betina dengan jantan. biji tumbuhan mana yang tumbuhnya/berkecambah paling cepat ? dan mana yang paling lambat ? Mengapa hal tersebut dapat terjadi ? Bi ji tum buhan A (air sum ur ) yang lebih cepa t tum buh. B. . membentuk organ-organ yang mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda. suhu dan cahaya yang sesuai d. 3. Diferensiasi adalah perubahan yang terjadi dari keadaan sejumlah sel. c. C. Sedangkan pada tom at maupun j er uk. karena tum buh pada m edium yang m em ili ki pH nor m al. seperti kelembaban yang cukup. adanya larutan dengan nilai osmotik yang tinggi serta bahan yang menghambat lintasan metabolik atau menghambat laju respirasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful