Pemberdayaan Pemilih Pemula Pada Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 22 Juni 2008 1.

Latar Belakang Masalah Pemilihan Gubernur Jawa Tengah periode 2008-20013 dilaksanakan pada tanggal 22 Juni 2008 di 35 Kabupaten Kota di Jawa Tengah, 571 Kecamatan, 8.573 Kelurahan/Desa, dan 59.649 Tempat Pemungutan Suara. Jumlah personil Badan Penyelenggara Pemilu terdiri dari : Komisi Pemilihan Umum Provinsi 29 orang; Komisi Pemilihan Umum Kab/Kota 840 orang, Panitian Pemilihan Kecamatan (PPK) 5.710 orang; Panitian Pemungutan Suara (PPS) 25.719 orang; Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 417.543 orang; dan Petugas pendaftaran pemillih (Gastarlih) 59.649, dengan total petugas adalah 509.490 orang. Jumlah suara sah di tahun 2004 di Jawa Tengah dalam pilpres dan pemilu legislatif berjumlah 18.477.044 orang, dengan pemilih laki-laki sebanyak 8.887.645 dan pemilih perempuan sebanyak 9.589.399 orang. Jumlah suara tidak sah 402.828, dan jumlah orang yang tidak menggunakan hak suara adalah 4.660.492. Jumlah suara yang memilih di luar provinsi adalah 181.786. Total suara yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) adalah 23.722.150. Sedangkan jumlah pemilih pada Permilihan Gubernur (Pilgub), 22 Juni 2008 adalah 26.666.966 orang. Jadi Jumlah pemilih pemula pada Pemilihan Gubernur mendatang adalah 2.944.816 orang, dengan rasio pemilih pemula dan bukan pemilih pemula adalah 0,12. Berarti ada 12 persen pemilih pemula dan merupakan pemilih yang cukup potensial dalam menentukan suara pada Pemilihan Gubernur tersebut. Pemilih pemula tersebut menjadi sasaran utama dari pasangan calon Gubernur yang akan maju sebagai kontestan Pilgub mendatang. Sehingga perlu sosialisasi yang cukup ekstra di dalam menarik minat partisipasi bagi pemilih pemula tersebut. Karena disamping usia mereka cukup muda juga didorong oleh pengalaman dan tingkat emosional yang tinggi dan memungkinkan partisipasi yang tidak rasional dalam Pilgub tersebut. Dalam undang-undang pemilihan umum, pemilih pemula adalah mereka yang telah berusia 17-21 tahun, yang telah memiliki hak suara dalam pemilihan umum (dan Pilkada). Layaknya sebagai pemilih pemula, mereka selalu dianggap tidak memiliki pengalaman voting pada pemilu sebelumnya. Namun, ketiadaanpengalaman bukan berarti mencerminkan keterbatasan menyalurkan aspirasi politik. Mereka tetap melaksanakan hak pilihnya di tempat pemungutan suara. (Prakoso Bhairawa Putera. S, 2008) Pemilihan kepala daerah (langsung) merupakan salah satu bentuk partisipasi politik sebagai perwujudan dari kedaulatan rakyat, karena pada saat pemilu itulah, rakyat menjadi pihak yang paling menentukan bagi proses politik di suatu wilayah dengan memberikan suara secara langsung dalam bilik suara. Dengan demikian meskipun hanya pemula, tetapi partisipasi mereka ikut menentukan arah kebijakan wilayah Sumatera Selatan ke depan. Pengalaman pilkada dibeberapa daerah, pemilih pemula adalah sasaran yang menjadi perburuan suara para calon. Tak jarang berbagai carapun dilakukan untuk bisa menghimpun suara mereka. Pendidikan politik yang masih rendah di kalangan pemilih pemula adalah sumber masalah yang cukup signifikan dalam proses pilkada, tak jarang suara mereka diarahkan kepada pasangan calon dengan membawa muatan-muatan atau jargon-jargon tertentu. (Prakoso Bhairawa Putera. S, 2008) Pemilih pemula yang baru mamasuki usia hak pilih pastilah belum memiliki jangkauan politik yang luas untuk menentukan ke mana mereka harus memilih. Sehingga, terkadang apa yang mereka pilih tidak sesuai dengan yang diharapkan. Alasan inipula yang menyebabkan pemilih pemula sangat rawan untuk digarap dan didekati dengan pendekatan materi. Ketidaktahuan dalam soal politik praktis, terlebih dengan pilihan-pilihan dalam pemilu atau pilkada, membuat pemilih pemula sering tidak berpikir rasional dan lebih memikirkan kepentingan jangka pendek. Disisi lain, ada beberapa faktor yang juga turut berpengaruh terhadap pilihan para pemilih pemula, dari sebuah studi yang pernah dilakukan terungkap bahwa afiliasi politik orang tua

Apabila orang tua mereka aktif dalam partai politik yang mengusung salah satu calon. Spanduk. Ketiga adalah Kualitas Produk Pilkada akan terpilih calon yang baik dan berkualitas. tidak sekadar jargon politik yang hambar dan terkesaan tidak membumi. “Warga Negara Indonesia sebagaimana dimaksud pada pasal 19 ayat 1 didaftar oleh penyelenggara Pemilu dalam daftar pemilih”. stabilitas harga. sehingga perlu penanganan yang lebih serius agar tercapai tujuan dan harapan pilgub Jawa Tengah. 10 tahun 2008. otonom dan bukan partisipan semu. variabel agama dan isu-isu politik/program dari calon ternyata tidak begitu besar pengaruhnya dalam menentukan pilihan politiknya. Tampaknya program riil yang mampu ditawarkan sehingga mampu menarik minat. 2008) Dasar hukum dimana pemilih pemula untuk menjadi pemilih dalam Pilgub Jateng mendatang adalah sesuai pasal 19 ayat 1 UU no. Dan Pasal 19 ayat 2. 2. Rumusan Masalah Pemilih pemula merupakan pemilih yang potensial baik kualitas maupun kuantitasnya. Begitu juga terhadap figur tokoh dan identifikasi politik yang diusung. Kualitas Politis proses elektoral yang mandiri dan legitimasi penyelenggara. sebab perilaku pemilih pemula dengan antusiasme tinggi. Pemilih pemula tersebut perlu mendapatkan sosialisasi cara pemungutan suara dan tata cara pelaksanaan Pilgub agar pelaksanaan Pilgub dapat berjalan sesuai harapan-harapan diatas. Bentuk sosialisasi adalah dengan melalui berbagai macam media yaitu berupa media cetak dan elektronik (80 persen menurut survey IFES 2008). pelatihan. Karenanya program unggul yang mampu menarik minat. Pilkada yang berkualitas adalah pilkada yang : pertama. infrastruktur dan isu-isu lain yang aktual dan faktual pada saat ini. Jika ini gagal dimunculkan. tatap muka dengan pelaksana KPU dan lain-lain. Kaum pemilih pemula yang terdiri dari pelajar. pemberdayaan tani nelayan. Kualitas administrasi proses elektoral tepat waktu sesuai jadwal tahapan. dengan konflik yang sangat rendah. Sedangkan isu-isu yang diangkat adalah perburuhan. bisa dipastikan golput adalah pilihan mereka dalam pilgub nanti. pengangguran. mahasiswa. 2008) Sebagai generasi yang dianggap baru dalam proses pemilihan. (KPU Jateng. haus akan perubahan. Dari kecenderungan memilih tersebut. Kedua. yang lenih riil dan implementatif. Ketiadaan pilihan kandidat kepala daerah yang dirasa pemilih pemula mampu membawa perubahan dengan rekam jejak serta program yang pas di hati pemilih pemula.666. adalah “Warga Negara Indonesia yang pada hari pemungutan suara telah genap berumur 17 tahun atau lebih atau sudah/pernah kawin mempunyai hak memilih”. 10 tahun 2008. Debat Calon. Dengan harapan dalam Pilgub Jateng akan memilih pemimpin Jawa tengah yang akan menentukan nasib rakyat Jawa Tengah selama 5 tahun kedepan. Unik. (Imam B Prasojo. relatif lebih rasional. Memang tidak mudah untuk memperkirakan kemana suara-suara itu akan mengalir. Baliho. tidaklah mengherankan jika potensi munculnya golongan putih (golput) dari pemilih pemula sangat tinggi. stiker.966 pemilih tersebut menjadi pemilih berkualitas. dan tipis akan kadar polusi pragmatisme. pemilih pemula memiliki energi potensial cukup kuat untuk melakukan perubahan.mempunyai pengaruh yang kuat. atau pemilih dengan rentang usia 17-21 tahun sebenarnya di satu sisi menjadi segmen yang memang unik. Keberhasilannya hanya didukung dengan pemilih yang rasional. Harapan dalam Pilgub Jawa Tengah adalah dari 26. dengan partisipasi politik seluas-luasnya secara kuantitas dan kualitas. Terlebih jika pada saat yang sama dihadapkan kepada kandidat calon kepala daerah yang kurang mendapat tempat di hati pemilih pemula. Poster. terutama sebagai pengurus partai maka besar kemungkinan si anak untuk ikut. seringkali memunculkan kejutan. Jo Pasal 20 UU no. Iklan. serta media lain berupa Lomba. dan tentu menjanjikan secara kuantitas. Sebaliknya jika tampak kandidat yang dirasa sesuai dengan keinginan pemilih pemula tidaklah mengherankan jika kemudian memunculkan sejumlah kejutan politik Lalu akan lari kemana 12 persen suara pemilih pemula. Sejauh ini semua elemen dan stack holder dalam pilgub tersebut : .

c.1 Pemilihan Kepala Daerah Tugas KPU selain menyelenggarakan pemilu legislative dan pemilu presiden juga mengadakan pemilihan kepala daerah baik propinsi maupun kabupten/kota secara langsung. 3. Kampanye. Menjadikan referensi bagi orang yang melaksanakan atau menyelenggarakan pemilu sebagai petugas pemilu. Untuk menyelenggaraka pilkada KPU sebagai penyelenggara melakukan berbagai tahapan seperti yang tertuang dalam UU no. Kegunaan Penelitian Kegunaan penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. 4. atau berpartisipasi semu? Harapan tersebut dapat dicapai dengan berbagai langkah-langkah yang serius dan strategi yang lebih matang. Tujuan tersebut di atas akan dibahas lebih lanjut dalam penulisan dan makalah ini. 2. Kesadaran pemilih pemula dalam pemilihan gubernur mendatang yang Jujur dan adil melalui peran pemilih pemula. Pembentukan Panitia Pengawas. otonom. Membantu para peserta pilgub.1. dan KPPS. d. e. Apakah pemilih pemula memilih sesuai dengan harapan. politik uang. Landasan Teori dan Dasar Hukum 5. Menjadi sumber kajian lembaga-lembaga Ilmiah baik formal maupin informal baik perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lain yang membutuhkan. PPS. Pendaftaran dan penetapan calon kepala daerah/ wakil kepala daerah. 4. agar tidak terjadi hambatan pemilu seperti konflik. Apakah mampu untuk memberdayakan pemilih pemula tersebut? 2. Menciptakan kesadaran menganalisis dan melakukan perbaikan peristiwa-peristiwa publik dan sosial dengan pendekatan ilmiah guna mencapai tujuan pencapaian demokrasi. Strategi yang dilakukan oleh penyelenggara dan peserta pilgub jawa tengah dalam memberdayakan pemilih pemula tersebut. Perencanaan penyelenggaraan. b. Pemilihan kepala daerah dan wakil kepala daerah dilaksanakan melalui masa persiapan. 5. PPK. Pemberitahuan dan pendaftaran pemantau. 3. 4. partai politik atau pemerintahan dan atau yang berkepentingan dalam pemberdayaan pemilih pemula. c. dan tahap pelaksanaan. legitimasi penyelenggara Dn mandiri. Dalam implementasinya apakah langkah-langkah untuk memberdayakan pemilih pemula sudah dilakukan? 3. 2. Tahap pelaksanaan meliputi : a. 32 tahun 2005 pasal 65 sebagai berikut : 1. Tujuan Penulisan Tujuan penulisan ini adalah mengetahui dan menjelaskan bagaimana dan sejauh mana : 1. 2. Pemberitahuan DPRD kepada Kepala Daerah mengenai berakhirnya masa jabatan. Pemungutan suara. Pemberitahuan DPRD kepada KPUD mengenai berakhirnya masa jabatan kepala daerah. b. dan perkembangan kehidupan berwarga negara yang sehat dan dinamis. meliputi penetapan tata cara dan jadwal tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah. 3. 3. d. Masa persiapan meliputi : a. Pada dasarnya tulisan ini akan berguna bagi siapa saja yang memiliki perhatian dalam peningkatan iklim demokrasi di Jawa Tengah Khususnya dan Indonesia pada umumnya. Partisispasi pemilih pemula dalam Pilgub 2009. Pemberdayaan Pemilih Pemula yang berkualitas. Penetapan daftar pemilih. sehingga dapat menjadi panduan pilkada atau pemilu saat ini atau mendatang. yaitu rasional. .

b. Tidak pernah dijatuhi penjara berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tindakan pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih. Tata cara pelaksanaan masa persiapan dan tahap pelaksanaan diatur oleh KPUD dengan berpedoman dengan peraturan pemerintah. Tidak sedang dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. jujur dan adil. b. m. Penetapan pasangan calon kepala daerah/ wakil kepala daerah terpilih. l. b. Tidak sedang memiliki tanggungan utang secara badan hukum yang menjadi tanggung jawabnya yang merugikan keuangan megara. Calon kepala daerah dan wakil kepala daerah seperti dalam pasal 58 UU no 12 tahun 2008 adalah warga Negara Republik Indonesia yang memenuhi syarat : a. h. j. 4. Dihapus. dan kepada NKRI serta pemerintah. Belum pernah menjabat sebagai kepala daerah atau wakil kepala daerah selama 2 (dua) kali masa jabatan dalam jabatan yang sama. k. Setia pada Pancasila sebagai Dasar Negara. Dasar hukum dalam pilkada Jawa Tengah adalah UU no : 12 tahun 2008 tentang “Perubahan ke dua atas Undang-Undang no : 32 tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah”. i. bebas. Pasal 56 ayat 1 berbunyi bahwa Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah dipilih dalam satu pasangan calon yang dilaksanakan secara demokratis berdasarkan asas langsung. Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. p. Pasangan calon yang diusulkan oleh partai politik atau gabungan partai politik. Menyerahkan daftar riwayat hidup lengkap yang memuat antara lain riwayat pendidikan dan pekerjaan serta keluarga kandung. Tidak sedang dinyatakan pailit berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap. Pasal 56 ayat 2 berbunyi bahwa Pasangan Calon sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diusulkan oleh sejumlah orang yang memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan dalam Undang-Undang ini. berbunyi : a. d. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. c. Penghitungan suara f. Tidak dalam status sebagai penjabat kepala daerah. f. Sehat jasmani dan rohani dari hasil pemeliharaan menyeluruh dari tim dokter. rahasia. dan pelantikan. Berpendidikan sekurang-kurangnya SLTA atau yang sederajat. suami atau istri. umum. Partai politik atau gabungan partai politik sebagaimana dimaksud dalam pasal 1 huruf (a) dapat mendaftarakan pasangan calon apabila memenuhi persyaratan perolehan sekurangkurangnya 15% dari jumlah kursi DPRD atau 15% dari akumulasi perolehan suara sah dalam pemilihan umum anggota DPRD di daerah yang bersangkutan (Pasal 59 ayat 2) . q. n.e. o. Mengundurkan diri sejak pendaftaran bagi kepala daerah dan/atau wakil kepala daerah yang masih menduduki jabatannya. Menyerahkan daftar kekayaan pribadi dan bersedia untuk diumumkan. e. Mengenal daerahnya dan dikenal oleh masyarakat di derahnya. g. Memiliki NPWP atau bagi yang belum mempunyai NPWP wajib mempunyai bukti pembayaran pajak. Berusia sekurang-kurangnya 30(tiga puluh) tahun bagi calon gubernur dan wakil gubernur dan berusia sekurang-kurangnya 25 (dua puluh lima) tahun bagi calon bupati atau wakil bupati. pengesahan. Pasangan Calon untuk dalam pemilihan akepala daerah dan wakil kepala daerah dalah seperti yang tetuang dalam pasal 59 ayat 1 : a. Pasangan calon perseorangan yang didukung oleh sejumlah orang.

Belum memiliki pengalaman memilih.5. 3. Pemilih pemula banyak dimobilisasi dari semua kalangan kontestan. 6. Memiliki antusias yang tinggi. 4. Dasar memilih berupa hal-hal yang sifatnya emosional dan bukan berdasarkan visi dan misi calon atau partai yang dia dukung. 5. Sebagian besar pemilih pemula memiliki peran yang sangat besar secara kualitas dan kuantitas. Belum pernah memilih atau melakukan penentuan suara di dalam TPS. menjadi sasaran peserta pemilu karena jumlahnya yang cukup besar.3 Karakteristik Pemilih Pemula Pemilih pemula memilik karakter yang berbeda dengan pemilih yang sudah terlibat pemilu periode sebelumya yaitu : 1. Pemilih aktif adalah pemilih yang peranya sebagi orang yang memilih. 2.2 Definisi Pemilih Pemula Seperti yang tertuang dalam Bab IV pasal 19 ayat 1 dan 2 serta Pasal 20 UU no. 5. 7. Kurang Rasional. Rata-rata memiliki usia yang cukup muda dan memiliki dinamika yang cukup tinggi.5 Penentuan Calon Terpilih dalam Pemiliha Gubernur Berikut ini penentuan pemenang dalam pemilihan Gubernur Jawa Tengah berdasarkan aturan sebagai berikut : · Pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memperoleh suara lebih dari 50% jumlah suara sah ditetapkan sebagai pasangan calon terpilih (pasal 107 ayat 1) dalam pemilihan gubernur Jawa Tengah. Pemilih Pemula adalah Warga Indonesia yang pada hari pemilihan atau pemungutan suara adalah Warga Negara Indonesia yang sudah genap berusia 17 tahun dan atau lebih atau sudah/pernah kawin yang mempeunyai hak pilih. 5. dan apabila tidak dikendalikan akan memiliki efek terhadap konflik-konflik sosial di dalam pemilu. dan sebelumnya belum termasuk pemilih karena ketentuan Undang-Undang Pemilu.4 Peran Pemilih Pemula Pemilih pemula banyak memiliki peran di dalam pemilu baik pilkada maupun pemilu legislatif dan presiden. Pemilih pemula memiliki karakteristik yang berbeda tersebut membutuhkan pemikiran dan penanganan yang serius dalam Pilkada dan pemilu mendatang. Karena depolitisasi ini memunculkan pobia di satu sisi dan eforia di satu sisi. mencoba. 5. Partisipasi pemilih pemula sebagian besar adalah berupa pemilih aktif dan buka pemilih pasif. memiliki rasa ingin tahu. Sedangkan pemilih pasif adalah orang yang dalam pemilu adalah merupakan orang yang dipilih. Depolitisasi ini menyebabkan rendahnya kedewasaan politik rakyat terutama di kalangan pemilih pemula. Hal ini akibat pendidikan politik yang kurang sejak masa Orde Baru yang terkenal dengan konsep depolitisasi. dan orsospol masih kurang dalam pendidikan politik bagi rakyat terutama generasi muda terutama generasi pra pemilih. · Apabila ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal 107 tidak terpenuhi. meskipun kadang dengan bebagai latar belakang yang rasional dan semu. pasangan calon yang memperoleh suara lebih dari 30% dari jumlah suara sah ditetapkan sebagai . dan berpartisispasi dalam pemilu. Bagi Mahasiswa juga masih rendahnya minat pada organisasi ekstra kampus karena okuptasi NKK/BKK yang banyak membungkam mahasiswa dalam belajar berpolitik dan bernegara. 10 tahun 2008 merupakan dasar hukum siapa yang dapat dikatagorikan sebagai pemilih pemula. Terutam sejak adanya larangan bagi pelajar untuk aktif dalam kegiatan politik dengan adanya depolitisasi dan pewadahan satu organ tunggal pelajat yaitu OSIS (Organisasi Siswa Intra Sekolah). Pemilih pemula juga masih memiliki tugas belajar yang perannanya lebih penting dari kegiatan di luar belar mereka. Peran Ormas. LSM. Biasanya adalah pemilih muda yang masih penuh gejolak dan semangat.

diancam dengan pidana penjara paling singkat 12 bulan dan paling lama 24 bulan Denda paling sedikit Rp.pasangan calon terpilih. (pasal 107 ayat 7) · Pasangan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang memperoleh suara terbanyak pada putaran kedua dinyatakan sebagai pasangan calon terpilih.000. Setiap orang yang sengaja memberikan keterangan yang tidak benar mengenai diri sendiri atau diri orang lain tentang suatu hal yang diperlukan pengisian daftar pemilih . diancam dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan Denda paling sedikit Rp. 12 tahun 2008.000. penentuannya dilakukan berdasarkan wilayah perolehan suara yang lebih luas. 12. 12.000. 12. Pidana dan Denda dalam Pilgub Jateng Pasal 115 UU no 12 tahun 2008 Ayat Jenis Pelanggaran Sangsi Hukuman/Pidana Denda 1. diancam pidana penjara paling singkat 3 bulan dan paling lama 12 bulan.000.000.6 Sanksi. 24.000.000.00 4 Setiap orang yang dengan sengaja dan mengetahui bahwa surat sebagaimana dimaksud ayat (3) adalah tidak sah atau palsu. Sangsi.000. dilakukan pemilihan putaran kedua yang diikuti oleh pemenang pertama dan kedua (pasal 107 ayat 4) · Apabila pemenang pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diperoleh dua pasangan calon.00 dan paling banyak Rp. atau menyuruh orang lain menggunakannya sebagai suara sah diancam dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan Denda paling sedikit Rp.000. 3. penentuan peringkat pertama dan kedua dilakukan berdasarkan wilayah perolehan yang lebih luas. Hukuman/Pidana dan Denda Bagi Pelanggaran Pemilihan Gubernur Jawa Tengah Sansi. 24.000.00 adan paling banyak Rp. penentuan pasangan calon terpilih dilakukan berdasarkan wilayah perolehan suara lebih luas. (pasal 107 ayat 5) · Apabila pemenang pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diperoleh tiga pasangan calon atau lebih. Hukuman.000. (pasal 107 ayat 2) · Dalam hal pasangan calon yang memperoleh suara terbesar sebagaimana dimaksud pada ayat (2) terdapat lebih dari satu pasangan calon yang memperoleh suara sama. paling sedikit Rp. 5.000.000.00 . (Pasal 107 ayat 6) · Apabila pemenang kedua sebagaimana dimaksud pada ayat (4) diperoleh oleh lebih dari satu pasangan calon. Setiap orang yang dengan sengaja memalsukan surat yang menurut suatu aturan dalam UU ini diperlukan untuk menjalankan suatu perbuatan dengan maksud untuk digunakan sendiri atau orang lain sebagai seolah-olah surat sah atau tidak dipalsukan.000.00 dan paling banyak Rp. 36.000.000. kedua pasangan calon tersebut berhak mengikuti pemilihan putaran kedua. atau tidak ada yang mencapai 30% dari jumlah suara sah. 72. 36.000. Setiap orang yang dengan sengaja menyebabkan orang lain kehilangan hak pilihnya dan orang yang kehilangan hak pilihnya tersebut mengadukan. (pasal 107 ayat 3) · Apabila pemenang pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak terpenuhi.000.00 dan paling banyak Rp.00 5 Setiap orang yang dengan kekarasan atau dengan ancaman kekuasaan yang ada padanya saat pendaftaran pemilih menghalang-halangi sebagai pemilih dalam kepala daerah menurut UU ini.00 dan paling banyak Rp. Hukuman. diancam dengan pidana penjara paling singkat 12 bulan dan paling lama 36 bulan Denda paling sedikit Rp.000. (pasal 107 ayat 8) Ketentuan diatas merupakan ketentuan yang mengatur calon yang berhak menduduki posisi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah seperti yang dijelaskan pada pasal 107 UU no.000. 12. menggunakannya.00 2.00 3. Pidana dan denda bagi pelanggaran pemihan gubernur jawa Tengah diatur dalam pasal 115 UU no 12 tahun 2008 adalah sebagai berikut : Tabel 1.

Pentahapan Pilgub Jateng didasarkan dalam UU no. Selanjutnya tahapan pemilihan Gubernur dilakukan dalam 5(lima) bulan berupa : a. 12. 7 hari penelitian ulang dilanjutkan dengan penetapan calon. Pembentukan PPS 8-17 Desember 2007 dan pelantikan PPS pada tanggal 15-19 Desember 2007. Pemilihan Gubernur ini memiliki berbagai tahapan yang telah disusun oleh KPU Provinsi Jawa Tengah. Pencalonan (26 Maret 2008-22 April 2008) berupa 7 hari pendaftaran.000. Setiap orang yang dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar atau menggunakan identitas diri palsu untuk mendukung bakal pasangan calon perseorangan kepala daerah sebagai mana yang dimaksud pasal 59 diancam dengan pidana penjara paling singkat 12 bulan dan paling lama 36 bulan Denda paling sedikit Rp. Bulan Pertama. c. 22/2007 berupa : a.000. diancam dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan Denda paling sedikit Rp. 6.00 9 Anggota PPS. Penetapan tata cara dan Jadwal Pilgub. 7 hari perbaikan apabila ada calon baru. 7 hari penelitian.1 Jadwal Pemilihan Gubernur Pemilihan Gubernur Jawa Tengah berlangsung pada tanggal 22 Juni 2008.00 dan paling banyak Rp.00 dan paling banyak Rp. 36. pembentukan Panwas oleh DPRD dan pendaftaran Pemantau di KPU.000. Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur oleh Presiden tanggal 23 Agustus 2008.000. dan 7 hari pengundian nomor urut dan pengumuman. KPU Kota/Kab.00 dan paling banyak Rp. diancam dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan Denda paling sedikit Rp.000.2 Pembentukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Panitia Pemilihan Suara (PPS) Pembentukan PPK dan PPS pada tanggal 12 November 2007 sampai dengan 8 Desember 2007.00 Sumber UU no 12 tahun 2008 pasal 115 Peraturan di atas merupakan aturan yang memberikan ancaman hukuman bagi penduduk atau penyelenggara yang melanggar atau melakukan tidakan melanggar aturan pelaksanaan pemilihan Gubernur pada tanggal 22 Juni 2008.000.000.000. 36.1.000. PPS (maksimal 22 Desember 2007) b. PPK. atau KPU Provinsi yang dengan sengaja tidak melakukan verivikasi dan rekapitulasi terhadap calon perseorangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. Pelantikan PPK dilakukan pada tanggal 19-11 Desember 2007.000.000.000. Pembentukan PPK.00 7. Setiap orang yang dengan sengaja memberikan keterangan yang tidak benar atau menggunakan surat palsu seolah-olah sebagai surat sebagai surat yang sah tentang suatu hal yang diperlukan untuk menjadi pasangan calon kepala daerah/wakil kepala daerah . Hasil dan Pembahasan 6.6. Tahapan tersebut merupakan tahapan pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah 6. b. 36. Pembentukan sekretaris PPK 10-17 Desember 2007.000. Rekapitulasi suara PPK-KPU Provinsi 23 Juni sampai dengan 1 Juli 2008. Penetapan pasangan calon 2 Juli 2008 dan pengusulan calon ke DPRD 3-5 Juli 2008. KPU Kota/Kab. 72. Bulan Ketiga. . Pemutakhiran data pemilih pada tanggal 1 Februari 2008 sampai 25 Maret 2008) d. H-7 sebelum penetapan pasangan calon dimungkinkan calon pengganti karena berhalangan tetap). KPU.00 8. diancam dengan pidana penjara paling singkat 36 bulan dan paling lama 72 bulan Denda paling sedikit Rp. diikuti pemberitahuan DPRD kepada Kepala Daerah dan KPU Propinsi 23 Maret 2008. PPK. Bulan Kedua. Anggota PPS.000.000. 72.000.1 Gambaran Umum Pemilihan Gubernur di Jawa Tengah 6. d. Bulan Keempat. 72. Kampanye (5-18 Juni 2008) dan pemungutan suara di TPS 22 Juni 2008. Bulan Kelima. 36. PPK.1. c. PPS mensosialisasikan Pilkada (Pigub) pada bulan Januari 2008 sampai dengan Juni 2008.00 dan paling banyak Rp. atau KPU Provinsi yang dengan sengaja memalsukan daftar dukungan terhadap calon peseorangan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini. e.

6. Perbaikan persyaratan diberi kesempatan pada tanggal 7-13 April 2008. Penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) tanggal 20-22 Maret 2008 dan pengumuman DPT 23-25 Maret 2008. Pengumuman LHKPN pada tanggal 1 sampai dengan 1 sampai dengan 3 April 2008. Hasil Quick Count No Pasangan Jumlah Prosentase Suara 1. 6.8 persen. Pasangan Sukawi Sutarip dan Sudarto memperoleh suara 15.1. DPT Kabupaten/Kota pada 29 Maret 2008 sampai 1 April 2008. Penerimaan DP4 KPU Jateng pada tanggal 15 Desember 2007. Tamzil. Penyusunan dan penetapan DPS (Data Pemilih Sementara) pada tanggal 22 Februari 2008 sampai dengan 2 Maret 2008.42 persen. Diikuti dengan Pendaftaran 26 Maret 2008 sampai 1 April 2008. Bibit – Rustri 44. terakhir pengundian nomor urut dilakukan pada tanggal 22 April 2008.Rozak 11. Rekpitulasi Propinsi 29 Juni 2008 dan penetapan pasangan calon pemenang dilakukan pada tanggal 2 Juli 2008. rekapitulasi Kabupaten/Kota dilakukan pada tanggal 26-28 Juni 2008.1 Hasil Quick Count Pengumuman daftar pemenang meskipun dilakuakan pada tanggal 2 Juli 2008 tetapi perhitungan cepat (quick count) telah memberikan sinyal siapa pemenang dalam pemilihan gubernur 22 Juni 2008 seperti dalam tabel berikut : Tabel 2. dan puncaknya kampanye dilakukan pada tanggal 6-18 Juni 2008. Bambang – Adnan 22. Agus-Kholiq 6. Demikianlah gambaran tentang jadwal pelaksanaan Pemilihan Gubernur Jawa Tengah.7 Penyelesaian KPPS akan dibubarkan pada tanggal 2-22 Juni 2008.2 Hasil dan Pembahasan 6. Pemungutan Suara dan Rekapitulasi Suara Hari tenang dilakukan pada tanggal 19-21 Juni 2008. disusul penyampaian hasil penelitian 7 April 2008. 6.5 Kampanye Kampanye diawali dengan dengan pendaftaran secara resmi tim kampanye pada tanggal 26 Maret 2008 sampai dengan 1 April 2008.42 5.8 4. Sukawi-Sudarto 15.46 persen suara. 6.2. Penyampaian hasil telah dilakukan pada tanggal 3-5 Juni 2008. 6. pasangan Mohammad Tamzil dan Rozak Rais . pemungutan suara 22 Juni 2008.1. Perbaikan DPS atas masukan RT/RW pada tanggal 14-21 Pebruari 2008. Sosialisasi daftar pemilih sementara ke RT/RW pada tanggal 1-13 Pebruari 2008. dan data terakhir masuk provinsi 2-5 April 2008.4 Pencalonan Jadwal pencalonan dimulai dengan pengumuman Pendaftara pada tanggal 26 Maret 2008. Pengumuman DPS 3-5 Maret 2008. rekapitulasi PPK 23-28 Juni 2008.6 Masa Tenang.11 3. dan PPK dan PPS akan dibubarkan pada tanggal 2 juni sampai 22 Agustus 2008. rekap DPT PPK tanggal 26-28 Maret 2008. Penyamapaian visi dan misi dilakukan pada tanggal 5 Juni 2008. Sedangkan pasangan Bambang Sadono dan Mohammad Adnan 22. disusul dengan Penetapan dan pengumuman pada 21 April 2008. Penelitian yang kedua adalah pada tanggal 13-19 April 2008. penyampaian hasil penelitian 19 April 2008.1. 6. Penelitian pertama dilakukan pada tanggal 2-6 April 2008.1. Pengumuman DPHP 17-19 Maret 2008.2 Sumber : Quick Count Perhitungan cepat menyimpulkan bahwa pasangan Bibit Waluyo dan Rustriningsih memenangkan pemungutan suara dengan jumlah suara 44.46 2.1.3 Pemutakhiran Data Pemilih di Desa/ Kelurahan. kemudian akan diakhiri penutupan pada tanggal 23 Agustus 2008.

83 3 Sukawi-Sudarto 2.658 (80.924 47.007.243 11. sedangkan 45.007. Selisih hanya 1.591.44 5 Tamzil – Rozak 1.093 suara.084.58 4 Bibit – Rustri 6.118 pemilih atau 5. Hal tersebut dapat dilihat dari tabel berikut : Tabel 4 Hasil Perhitungan Akhir No Pasangan Jumlah Pemilih Jumlah Prosentase Suara 1 Bambang – Adnan 3.65%).2.659.79 2 Agus-Kholiq 957.31 persen suara memilih tidak bersikap.06 prosen saja.666.261 suara.966 pemilih yang terdaftar dalam DPT.042 100 Sumber KPUD Provinsi Jawa Tengah Hasil rekapitulasi suara adalah dengan suara terbesar adalah pasangan Bibit WaluyoRustriningsih denbgan 6. Menggunakan Hak Pilih 54.47 26.924 pemilih dari 26. Tidak Menggunakan Hak Pilih 45.102 15. menyusul Bambang Sadono-Mohammad Adnan dengan 3.35%) dan yang tidak menggunakan hak pilih adalah 4.243.042 52.659.2 persen suara.343 6.69 2.53%) dan 12.666.2 persen suara dan sebagai juru kunci adalah pasangan Agus Suyitno dan Kholig memperoleh 11.47%).966 100 Sumber KPUD Provinsi Jawa Tengah 6. Kemudia menyusul pada peringkat tiga dan empat adalah pasangan Sukawi Sutarip-Sudarto dengan suara 2. 6. Partisipasi masyarakat dalam pemungutan suara pada pemilihan Gubernur 22 Juni 2008 dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 3 Jumlah Partisipasi No Partisipasi Prosentase 1.261 43.69 persen suara.660.2 Hasil Perhitungan Total Perhitungan suara akhir atau rekapitulasi suara hasil pemilihan gubernur Jawa Tengah secara prosentase tidak memiliki perbedaan cukup berarti dari hasil perhitungan cepat.924 (47.31 Sumber : Quick Count Partisipasi pemilih hasil perhitungan cepat adalah hanya 54.36 14.182.347.memperoleh suara 11.042 (52.3 Hasil analisis Komposisi Pemilih Komposisi pemilih yang menggunakan hak pilihnya adalah menunjukkan angka yang tidak jauh berbeda secara angka dan prosentase yaitu 14. Hal ini partisipasi masyarakat dalam pemilihan Gubernur cukup rendah.084.192.2.007.093 22. .061. Sedangkan pemilih yang tidak menggunakan hak suara adalah 12.53 2 Tidak Menggunakan Hak Pilih 12.102 dan Mohammad Tamzil-Rozak Rais dengan 1.492 (19. Sedangkan kalau dibandingkan dengan pemilu presiden 2004 menunjukkan angka yang cukup berbeda secara siknifikan karena jumlah pemilih adalah 19.192.659.182. Sebagai juru kunci adalah pasangan Agus Suyitno – Kholiq dengan 957. Selengkapnya dapat dilihat dalam tabel berikut : Tabel 5 Jumlah Partisipasi No Partisipasi Pemilih Prosentase 1 Menggunakan Hak Pilih 14.591.343 suara sebagai juru kunci.

816 pemilih. disamping pensiunan abri dan pindahan dari provinsi lain (namun hal ini tidaklah signifikan dibanding pelajar yang melewati usia 17 tahun pasca pemilu 2004). Namun sadar atau tidak sadar mereka tidak intensif meggarap pemilih pemula. Waktu penyelenggaraan pemilu. Tidak banyak kampanye atau sosialisasi pemilihan gubernur baik berupa dialog maupun kampanye yang melibatkan pemilih pemulai atau menimal pemilih pemula sebagai obyek pemilih yang potensial Hal ini merupakan kelalain atau ketidak sengajaan partai-partai mengambil sipati pemilih pemula.816 pemilih. Pendidikan b. Hal ini sangat berbahaya bagi masa depan bangsa dan negara serta kehidupan demokrasi. Berbeda dengan pemilu presiden yang melakukan sosialisasi secara efektif dan gencar. Hal ini juga karena didorong masa pemilihan yan dilaksanakan bersamaan dengan ujian sekolah dimana pemilih pemula sebagian besar adalah pelajar. 3. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bahwa jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilih adalah pemilih pemula. Dalam pemilihan gubernur 2008 untuk mencapai tujuan di atas maka digunakanlah 4 perangkat teknis yaitu : 1. Jadi ada selisih 4 tahun dengan pemilu 2004. Materi kampanye yang tidak populis bagi pemilih pemula juga menunjukkan bahwa pemilih pemula belum begitu diperhatikan dalam pemilihan gubernur yang dilakukan pada tanggal 22 Juni 2008. media suara. 4. Penurunan ini banyak yang mengindikasikan karena kekecewaan pada pemerintahan hasil pemilu 2004. bahkan mendahului start. Terutama pada pemilih pemula. baliho dan spanduk-spanduk.002 (27.82%). Namun bukan itu saja hal-hal lain bisa dimungkinkan karena kejenuhan dan kelelahan melakukan pemungutan suara. kepercayaan dan integritas yang tinggi di mata rakyat”. Kurangnya pendidikan politik bagi pemilih pemula dan kesadaran berwarga negara yang semakin tipis dan berkurangpun menyebabkan pemilih pemula cenderung acuh tak acuh. Potensi suara yang cukup besar itu terlewatkan begitu saja.470. maksudnya adalah wakil rakyat dan pemerintah yang terbentuk dari hasil pemilu memiliki derajat kemampuan. 2. dimana jumlahnya sebesar 2.944. Sedangkan dalam pemilihan pemimpin nasional ataupun pimpinan daerah pemilih memilih adalah berdasarkan kepentingan yang dibutuhkan pemilih. Program kerja dan visi misi kontestanpun tidak menunjukkan arah mewakili aspirasi pemilih pemula.Pemilih pada pemilihan gubernur menurun sebesar 4. sehingga potensi suara yang cukup besar itu tidak tergarap dan terangkum aspirasinya. bahkan kelihatan tidak ada sama sekali.944. padahal suara yang dimilik pemilih pemula cukup signifikan yaitu 2. Merupakan jumlah suara yang cukup berperanan menentukan kemenangan. media audio visual (televisi). Memang tidak ada penelitian lebih jauh sebab pemilih menurun dan siapa saja yang tidak menggunakan hak pilihnya pada pemilihan gubernur dan siapa yang memilih pada pilihan presiden 2004. Evaluasi yang dapat dilalukan adalah para calon banyak memulai start pemilu yang cukup cepat. Peran besarnya partisipasi masyarakat ini dibutuhkan karena pentingnya alat ukur keberhasilan pemilu atau pilkada yaitu : “Legitimasi. Pengangguran . Hal ini menyebabkan konsentrasi pemilih pemula pada pemilihan gubernur Jawa Tengah tidak dapat berkonsentrasi untuk memilih calon gubernur pilhan mereka. Cara penghitungan suara. Baik melalui media cetak. Orientasi kampanya calon adalah : a. Cara pemberian suara. Partai politikpun sebagai lembaga yang mengusung calon tidak intensif melakukan sosialisasi. merupakan angka yang cukup spektakuler jumlahnya. Ini wajar karena secara teknis terlihat bahwa sosialisasi tatacara melakukan pemilihan pada pemilihan gubernur Jawa Tengah sangat kurang. Tata cara pencalonan kontestan.

Materi pemilu tidak menjadi program khusus dalam kurikulum PPKn.c. Kami sendiri sering bingung soal persiapan pemilu itu dan jadwal-jadwalnya apa saja. Kami hanya akan memaparkan sistem pemilu kini gimana. enggak ikut milih. baik buruknya apa. Namun. Dian Fitriansyah.” kata Harun. “Oleh karena itu. dan setiap suara akan berpengaruh terhadap siapa-siapa saja yang akan memimpin bangsa dan negara ini. Kesehatan e. mahasiswa Jurusan Sosiologi. Ikut pemilu atau tidak terserah mereka. para guru pengajar Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) di SMU sebaiknya juga berperan aktif menyosialisasikan pemilu. mengatakan. Wakil Kepala SMU Labschool Jakarta Bidang Akademik Fakhruddin. (Pedesaan) d. Pemberdayaan Masyarakat. Arah pembangunan Jawa Tengah tetap dijalankan. Namun.”Namun. Pembangunan Infrastruktur Pilihan tersebut kalau dikaji lebih dalam tidak menyentuk genarasi muda yang mayoritas merupakan pemilih pemula. Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah SMU Labschool Aldian Ikhsan Hakim berencana memanfaatkan majalah dinding sekolah untuk menyosialisasikan segala hal menyangkut pemilu. Petani dan Nelayan. Namun. Selama ini beberapa guru dan siswa SMU Labschool sering menghadiri undangan sejumlah lembaga swadaya masyarakat untuk mengikuti seminar soal pemilu. Saya enggak percaya sama sekali dengan parpol-parpol sekarang. Tetapi lebih banyak menyentuh pemilih lama yang sudah dewasa dan sadar betul beratnya perekonomian serta adayan kebutuhan stabilitas politik dan keamanan. kita tetap berpegang pada prinsip netralitas. Paling pemilu nanti hasilnya enggak beda jauh dengan yang lalu. seni dan budaya tidak pernah disentuh dan digembar-gemborkan. mahasiswa baru Jurusan Ekonomi. guru PPKn harus selalu mencermati perkembangan menyangkut persiapan pemilu. Aldi mengaku keberatan jika sampai ada partai berkampanye di sekolah . sejumlah mahasiswa baru UNJ mengungkapkan keengganannya untuk berpartisipasi dalam pemilu mendatang. “Saya mungkin akan ikut pemilihan presiden saja. dan siapa yang terpilih tersebutlah yang akan mewakili seluruh aspirasi masyarakat Jawa Tengah. Sedangkan materi-materi kampanye yang diatas tersebut tidak menyentuh kepentingan pemilih pemula. peralihan kepemimpinan harus tetap berlangsung dan terjadi. Ditemui terpisah. melainkan hanya semacam suplemen dalam mata pelajaran tersebut. “Potensi suara generasi muda cukup signifikan. juga mengaku tidak berniat sama sekali mencoblos partai tertentu dalam Pemilu 2004.4 Mahasiswa dan Pemilih Pemula Sebaiknya Tidak Golput Mahasiswa dan pemilih pemula sebaiknya tidak memutuskan golput (golongan putih) dalam Pemilihan Umum 2004. “Lebih baik golput saja.” katanya. hingga saat ini sosialisasi mengenai pemilu akan mulai dilakukan oleh para guru PPKn.” kata Adhi.” ujar Ahmad Faqih. Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Jurusan Sejarah Adhi Sostronegoro mengatakan. Pemberdayaan Generasi Muda melalui Olah raga. salah satu caranya adalah justru dengan memberikan hak suaranya dalam pemilu. Senin (25/8/2003). menghasut untuk bergolput sangat tidak dapat dibenarkan karena memilih adalah hak warga negara. juga potret para parpol dan para capres. Itu pun kalau memang ada calon yang independen dan bisa dipercaya. UMKM. 6. Karena itu sebaiknya mahasiswa ikut memilih. Namun apapun hasilnya pemerintahan harus berjalan. Harun juga menyarankan. terutama menjelang pemilu. Demikian disampaikan pakar hukum tata negara Universitas Indonesia Prof Dr Harun Alrasid SH dalam kuliah perdana mahasiswa baru di Universitas Negeri Jakarta (UNJ). sebab siswa SMU kelas II dan III yang telah berusia 17 tahun akan menjadi pemilih pemula pada pemilu mendatang.2. materi pendidikan politik menjelang pemilu akan dilakukan oleh para pengurus BEM jurusan dalam masa bimbingan mahasiswa baru. Harun menambahkan.” kata Fakhruddin. dia menggarisbawahi sejumlah cacat-misalnya soal electoral threshold-dalam Undang-Undang Pemilu yang harus disadari para mahasiswa dan pemilih pemula. Sama partai saya enggak bisa percaya. Jika mahasiswa ingin berkontribusi mengubah kondisi bangsa dan negara yang carut-marut saat ini.

6 Survei CSIS: Golkar Dijagokan Pemilih Pemula Kepercayaan masyarakat sempat menurun kepada Partai Golkar setelah jatuhnya Orde Baru. dalam Pemilu 2004. para pemilih perdana itu menganggap Partai Golkar punya citra di masyarakat sebagai partai yang berpengalaman memerintah dan memiliki kader yang berkualitas dibanding PDIP dan PKS. 3. 4. . Kami harus hati-hati menanggapi undangan parpol. Survei diambil pada 11-17 Mei 2008 terhadap 178 pemilih muda dari 3. selama ini pihak sekolah cukup sering menerima undangan dari sejumlah partai politik untuk berpartisipasi dalam sejumlah lomba dalam acara ulang tahun parpol. Survei dilakukan dengan metode alat bantu menunjukkan foto figur dari masing-masing tokoh 34 partai yang ikut dalam Pemilu 2009. Surabaya.” ujar ketua tim peneliti survei CSIS. Hal itu berdasarkan survei CSIS yang dilakukan di 13 provinsi di Indonesia yang mempunyai kursi anggota dewan terbesar di DPR. Menurut Nico. “Ini fenomena menarik. Cuplikan di atas menunjukkan beberapa kutipan sikap pemilih pemula dalam pemilu 2004 yang pendapatnya tidak jauh berbeda dengan pemilih pemula jawa tengah dalam pemilihan gubernur 22 Juni 2008.5 PDIP Targetkan Raih 25-30 Persen Pemilih Pemula TEMPO Interaktif. PDI Perjuangan mentargetkan meraup 25-30 persen pemilih pemula dalam Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2009 mendatang. Kesimpulan dan Saran 7. calon. 6. Selasa (1/4). dalam temu media laporan pendahuluan survei CSIS tentang perilaku pemilih 2008 untuk Pemilu 2009 di Gedung CSIS. Pemilih pemula memiliki jumlah yang cukup besar dan memiliki peran yang besar dan signifikan dalam menentukan kemenangan pasangan calon gubernur dan legitimasi pilkada.000 responden yang disurvei. Karena wajah Golkar adalah wajah lama dan wajah tua. Rapat kerja OSIS nanti kami ingin bicarakan hal itu juga.” katanya.dengan berkedok melakukan pendidikan bagi calon pemilih. sejak dua-tiga tahun lalu kami terus menggalang upaya untuk mencapainya. namun tidak diduga. kurang tergarap oleh partai. pemilih pemula. Maruarar Sirait. Dalam Pemilu 2009 mendatang. Artinya terbukti bahwa dukungan pemilih pemula cukup kuat dalam memenangkan pemilihan gubernur maupun pemilu 2009.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat diambil bahwa : 1. Aspirasi yang kurang menyentuh pada pemilih pemula mempengaruhi minat pemilih pemula menjadi kurang tinggi dan kurang antusias. Jl Tanah Abang III No 23-27. usai menghadiri pembukaan Kejurnas Futsal antarklub tingkat pelajar se-Jatim yang digelar di GOR Brawijaya. Jakarta Pusat.” kata Aldian. 2008) 7. yang mengaku ingin merasakan berpartisipasi dalam pemilu nanti. 19 persen dari 178 memilih Golkar. (Kompas 2003) 6.2. Program dan aspirasi pemilih pemula kurang disentuh secara langsung baik kepentingan dan perannya sebagai obyek dan subyek pemilihan Gubernur Jawa Tengah. sehingga PDIP mampu mendorong calonnya yaitu Bibit Waluyo dan Rustriningsih memenangkan pemilihan Gubernur 2008.2. Selasa (15/7/2008).”Karenanya. Partai Golkar akan dijagokan kembali tapi oleh pemilih muda yang baru saja nyoblos.” tutur Ketua Umum DPP Taruna Merah Putih. “Kami tidak bisa penuhi kalau ada atribut parpol yang harus dikenakan siswa. Surabaya. Pemilih pemula pada pemilihan Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 22 Juni 2008. 2. dalam survei tersebut. (Selasa. KPU dan pelaksana pemilu. “Kami ingin cari sendiri bahan informasi soal pemilu dari Komisi Pemilihan Umum. Tetapi yang milih. 01 April 2008 ). (Vina Martina Sianipar. Partai Golkar mempunyai kursi terbanyak di DPR. Fakhruddin mengungkapkan. Hal di atas menunjukkan bahwa sebenarnya PDIP baik nasional dan daerah sangat mentargetkan pemilih pemula. Nico Harjanto.

____________________. . Bagi calon untuk menyusun aspirasi yang cukup berperanan bagi usaha untuk menarik minat dan antusias pemilih pemula. Liberalisme dan Pembentukan Tirani Minoritas. LIPI. Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. 12 tahun 2003. Filed under: Uncategorized « Evaluasi Kesuksesan Penyelenggaraan Pemilu 2004 Sebagai Dasar Kesuksesan Pemilu 2009 Pemilu 2009 Kapitalisme. “Tentang Pilkada”. Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. 2. sehingga patut untuk diperhatikan. 7. Pemilih pemula merupakan target PDIP untuk meraih kemenangan pada pemilihan gunernur 22 Juni 2008. 4. 2 tahun 2008. » Leave a Reply Top of Form Enter your comment here. dan DPRD tahun 2004”. “mahasiswa dan pemilih pemula Sebaiknya tidak Golput” Kompas . 2007 UU no . 2008. Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. “Tentang Penyelenggara Pemilu”. 3. Akibatnya terjadi prosentase orang yang tidak menggunakan hak pilihnya yang cukup tinggi. 6. 2003. S. Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia.” Tentang Selenksi Penerimaan anggota KPU Provinsi dan KPU Kabupaten Kota”.5. Sosialisasi tata cara pemilu juga cukup penting bagi pemilih pemula. Para calon agar tidak mengedapankan emosi sehingga mendahuui start kampanye. PAPPIPTEK Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. 2004 UU no. sehingga Pemilih Pemula tidak dapat diabaikan begitu saja.2 Saran Bagi semua lapisan yang berkepentingan bagi pemilihan gubernur sekarang dan mendatang cukup penting untuk : 1. 2008 Prakoso Bhairawa Putera.. Daftar Pustaka UU no. _____________________. 2003 UU no. sehingga sosialisasi bagi pemilih cukup kurang intensif. PDIP Targetkan Raih 25-30 Persen Pemilih Pemula” Tempo Interaktif. 12 tahun 2008 “Perubahan kedua atas Undang-Undang nomor 32 tahun 2004 tentang pemerintahan daerah” Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. “Susunan dan Kedudukan Anggota DPR. Memperhatikan potensi pemilih pemula.. 13 tahun 2007. 32 tahun 2004. “Pemilih Pemula untuk Siapa?”. 22 tahun 2007. “Tentang Partai Politik”. 2008 UU no. 2008 Keputusan KPU no. Departemen Dalam Negeri Republik Indonesia. DPD. Like this: Like Be the first to like this post. 2008.

blogspot.dumadimengguggat.blogspot.com setiyowidodo.blogspot.com http://www.com http://www.com setiyowidodo.multiply. Bottom of Form • Calendar ○ December 2010 M T WT F S S « Nov Jan » 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 • Blogroll ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ do media http://www.blogspot.fiksiadumadia.facebook.Fill in your details below or click an icon to log in: • • • Email (required) (Not published) Name (required) Website Notify me of follow-up comments via email.waroengsepi.com Tiara .com http://www.

com.com.○ ○ Blog at WordPress.com . Blog at WordPress. Enter your em Bottom of Form Powered by WordPress. Blog at WordPress. Theme: Digg 3 Column by WP Designer. Follow Follow “Dumadia's Blog” Top of Form Get every new post delivered to your Inbox.com.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful