AMANDEMEN UUD 1945 MERUPAKAN POLITICAL WILL DAN POLITIC ACTION

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap puji syukur kehadirat Allah SWT, berkat rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan tugas yang berjudul “ Amandemen UUD 1945 merupakan Political Will and Political Action “. Yang merupakan salah satu persyaratan untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester. Dalam penyelesaian tugas ini penulis menyadari bahwa tiada manusia di dunia ini yang sempurna ( No Boddy is Perfect ), karena itu dalam penulisan tugas ini mempunyai kekurangan-kekurangan. Dari sini penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang membangun guna menyempurnakan hasil tugas tersebut. Semoga Allah SWT dapat memberikan balasan yang setimpal atas segala jasa-jasa kebaikan serta bantuan yang diberikan kepada penulis. Akhir kata penulis berharap semoga hasil dari tugas ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Amin.

Brebes,

Januari 2012

Penulis

BAB I PENDAHULUAN Pada tahun 1998. Dalam kurun waktu tersebut. Soeharto sama seperti kita ketahui telah berkuasa di Republik Indonesia selama kurang lebih 3 tahun. sosial. budaya dan juga hukum. politik. Amandemen uud 1945 bertujuan untuk memberi payung hukum bagi reformasi dan berbagai perubahan yang terjadi dan yang akan terjadi. Jatuhnya pemerintahan orde baru dan dimulainya orde reformasi telah memberikan angin segar bagi demokrasi di Indonesia. Juga akan . kembali bergairah. Berbagai perubahan diberbagai sektorpun dilakukan dan dimulai dari perubahan ekonomi. yakni orde reformasi. Soeharto telah memerintah dengan cara diktaktoris. Dalam makalah ini penulis akan mengkaji beberapa hal yakni mengenai apakah amandemen uud 1945 benar-benar merupakan suatu penegakan hukum ataukah suatu pelanggaran hukum. Demokrasi yang selama ini telah lumpuh. Uud 1945 yang memiliki kedaulatan yang tertinggi dalam tata urutan perundangan Republik Indonesia saat itu harus dapat memayungi secara legal perubahan yang terjadi. sehingga perubahan dapat terealisasi. Soeharo selama 32 tahun telah berkuasa di Republik indonesia. Untuk merubah suatu sistem yang benar-benar korup pada saat itu iperlukan suatu payung hukum yang jelas. suatu orde baru dimulai. Hal tersebut ditandai dengan adanya pergerakan mahasiswa indonesia yang telah mendongkel kekuasaan Presiden Republik Indonesia pada saat itu yakni Soeharto yang mendirikan dan menguasai orde baru.

muncul berbagai pro dan kontra mengenai keabsahan uud 1945 tersebut.dibahas berbagai implikasi muncul sebagai konsekuensi atas amandemen uud 1945. Perubahan uud 1945 pun dilakukan oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ). termasuk di bidang hukum. Seiring dengan amandemen yang terjadi. bergulir pula berbagai perubahan yang terjadi di berbagai sektor. BAB II PERMASALAHAN Amandemen UUD sebagai upaya Pembangunan hukum Seiring bergulirnya reformasi. Mereka . Ada berbagai pihak yang menyebut amandemen uud 1945 sebagai bentuk penyimpangan.

go. ( dikutip dari bphn. pembaharuan atau pembinaan substansi dan sistem hukumnya. Jadi hukum harus mengarahkan dan merubah sikap. Jika kita melihat dari teori tersebut. jika kita merujuk pada teori etis. pembaharuan atau pembinaan sistem hukum indonesia yang bersifat nasional harus diikuti oleh pembangunan. Oleh karena itu amandemen yang dilakukan adalah sebagai sesuatu hal yang biasa pula sebagai upaya pembangunan hukum itu sendiri. Dengan demikian dalam pembangunan sistem hukum nasional harus mencakup pembangunan bentuk dan isi dari peraturan perundang-undangan. Pembangunan hukum bertujuan untuk membentuk atau mewujudkan sistem hukum indonesia yang bersifat nasional ( The Indonesian Legal System ). maka bisa kita anggap cara berfikir masyarakat tradisional dalam teori etis tersebut adalah cara-cara otoriter dan sistem yang korup. Menurut teori etis salah satu tujuan pokok hukum adalah memperbaharui sikap. Pembangunan hukum sebagaimana dikemukakan oleh Paton ( 1951 ) pada hakikatnya adalah pembinaan hukum dan pembaharuan hukum. mental dan cara berfikir ke arah yang lebih baik. Jika kita kontekstualisasikan kepada konteks amandemen uud 1945. Kita juga bisa anggap cara berfikir modern dalam teori etis terdsebut adalah cara berfikir dan pandangan yang demokratis dan terbuka. maka bisa disimpulkan bahwa amandemen uud 1945 merupakan salah satu bentuk dari pembaharuan hukum dan pembaharuan hukum itu sendiri merupakan salah satu bentuk dari pembangunan hukum. Oleh karena itu. termasuk perubahan uud 1945. sikap masyarakat dari cara berfikir pandangan otoriter ke cara berfikir yang demokratis. Mereka berpandangan bahwa uud 1945 bukanlah sesuatu yang luar biasa. Oleh karena .id ). merubah pandangan. berkewajiban dan harus mampu mengarahkan. Amandemen uud 1945 adalah salah satu upaya untuk merubah pandangan/ cara berfikir masyarakat dari cara berfikir otoriter ke cara berfikir demokratis dengan mengubah diri ke bentuk pasca amandemen yang dianggap akan menjadi landasan legal akan perubahan tersebut. Substansi dari sistem hukum itulah yang akan menentukan sejauh mana sistem hukum di indonesia yang bersifat nasional mencerminkan indonesia baru dan mampu melayani kebutuhan indonesia yang baru. sehingga janganlah dipandang sebagai “berhala”. Pembinaan hukum ialah perawatan hukum yang telah ada jadi bukan memanjakan dan membiarkan tumbuh sesukanya. mental dan cara berfikir masyarakat indonesia dari tradisional kearah modern.berpendapat bahwa uud 1945 adalah peraturan yang paling fundamental dalam ketatanegaraan indonesia sehingga tidak boleh dirubah atau diamandemen. Ada juga pihak-pihak yang berpendapat bahwa amandemen adalah hal dan langkah yang wajar dalam upaya pembangunan hukum itu sendiri. jika memang dianggap perlu. Dalam pembangunan.

Penjelasan uud 1945 ditiadakan serta hal-hal normatif dalam penjelasan dimasukan dalam pasal-pasal. perubahan terhadap uud 1945 berangkat dari tuntutan akan pentingnya pemerintahan konstitusional yang demokratis. amandemen uud 1945 tetaplah sah. rasio murni terdapat dalam jiwa manusia. Uud 1945 adalah buatan manusia. tidak serta merta muncul. Dalam hal ini pemberlakuan ketetapan MPR No. Berdasarkan landasan itulah perubahan UUD 1945 dilakukan. Dalam perspektif hukum teori tata negara. Hukum yang sejati adalah rasio manusia yang sesuai dengan ketertiban alam serta terdapat dalam alam seluruhnya. Dalam konteks amandemen uud 1945. ( Cicero dalam Ragawino. Mempertegas sistem pemerintahan presidensial. panitia amandemenpun menyepakati beberapa hal. akan . VIIUMPR/ 1998tentang Pencabutan Ketetapan MPR No. tidak serta merta turun. Rasio murni bersifat kekal sepanjang zaman. yakni dengan mengubah langsung pasal yang bersangkutan. IV/ MP1Z/ 1983tentang referandum merupakan “pemberlakuan kembali” pasal 37 UUD 1945. sehingga tidak akan sempurna. amandemen yang dilakukan adalah sah. tidak melanggar dan telah sesuai dengan tukuan hukum itu sendiri. Perubahan dilakukan dengan cara “adendum”. Di indonesia. Oleh karena itu manusia bebas merubah hukum sesuai dengan tujuan manusia. Jika kita berfikir diluar konteks teori etis. Kita jangan terlalu berpandangan konservatif bahwa uud 1945 tidak boleh diamandemen. baik itu di lingkungan akademis. maka pembangunan hukum yang dilakukan dalam bentuk amandemen uud 1945. Namun hal tersebut telah melalui berbagai tahap dan berbagai kajian. Tidak ada hukum yang sejati. Demi meminimalisasi penyimpangan-penyimpangan yang dapat muncul dalam proses amandemen. Dengan rambu-rambu yang telah dibuat tersebut. wacana reformasi sistem ketatanegaraan. Manusia bisa merubah hukum sesuai dengan tujuan hukum itu sendiri. Amandemen yang dilakukan terhadap UUD 1945. yakni : Amandemen dilakukan terhadap uud 1945. maupun di lingkungan MPR itu sendiri. diharapkan amandemen uud 1945 tersebut. Namun hal tersebut telah melalui berbagai tahap dan berbagai kajian. Dan tujuan hukum itu sendiri adalah tujuan dari manusia. Tetap mempertahankan NKRI. Perubahan-perubahan dimaksudkan agar UUD merupakan UUD yang paling hidup. 2003 : 161 ). baik itu di lingkungan akademis. pola Amerika Serikat yakni dalam bentuk amandemen yang dilampirkan pada konstitusi AS. kaena hanya dengan amandemen tersebutlah tujuan bangsa indonesia untuk melakukan reformasi bisa tercapai.itu. maupun dilingkungan MPR itu sendiri. tata cara perubahan uud 1945 dapat dilakukan melalui pola belanda.

pasal 15. Perubahan pertama ini mengubah pasal 5 ayat (1). . Hal ini membuka peluang bagi berkembangnya praktek penyelenggaraan negara yang tidak sesuai dengan pembukaan uud 1945. Undang-undang dasar 1945 memberikan kekuasaan yang sangat besar kepada pemegang kekuasaan eksekutif ( Presiden ). pasal 9. supremasi hukum. Rumusan undang-undang tentang semangat penyelenggaraan negara belum cukup didukung ketentuan konstitusi yang memuat aturan dasar tentang kehidupan yang demokratis. pemberdayaan rakyat. pasal 13 ayat (2). Presiden juga memegang kekuasaan legislatif sehingga presiden dapat merumuskan hal-hal penting sesuai dengan kehendaknya dalam undang-undang. penghormatan hak asasi manusia dan otonomi daerah. pasal 7. Beberapa aspek penting dari perubahan tersebut adalah antara lain sbb : Penegasan bahwa presiden berhak mengajukan Rancangan Undang-undang ( RUU ) kepada DPR ( pasal 5 ayat (1)) Presiden dan wakil presiden hanya dapat menjabat sebanyak-banyaknya dalam 2 (dua) kali masa jabatan. Berikut ini adalah dasar-dasar pemikiran amandemen uud 1945. pasal 20 dan pasal 21 uud 1945. pasal 14. pasal 17 ayat (2) dan (3). Jika melihat beberapa latar belakang amandemen uud 1945 yang telah dikemukakan diatas. Uud 1945 mengandung pasal-pasal yang terlalu luwes dan fleksibel sehingga dapat menimbulkan lebih dari satu penafsiran. sbb : Undang-undang dasar 1945 membentuk struktur ketatanegaraan yang bertumpu pada kekuasaan tertinggi di tangan MPR sepenuhnya melaksanakan kedaulatan rakyat. Sistem yang dianut UUD 1945 adalah kekuasaan dominan berada di tangan presiden dilengkapi dengan berbagai hak konstitusi yang lazim disebut hak prerogratif. Uud 1945 terlalu banyak memberi kewenangan kepada kekuasaan presiden untuk mengatur hal-hal penting dengan undang-undang. Amandemen uud 1945 telah dilakukan 4 tahapan. presiden dan wakil presiden bersumpah menurut agama atau berjanji dengan sungguh-sungguh dihadapan MPR dan disaksikan oleh pimpinan Mahkamah Agung ( pasal 9 ayat (2)). Perubahan pertama terhadap uud 1945 dilakukan dalam sidang umum MPR pada bulan oktober 1999. Jika MPR atau DPR tidak dapat mengadakan sidang. maka kita harus bisa memahami dan yakin bahwa amandemen yang dilakukan terhadap uud 1945 adalah merupakan suatu upaya yang mengarah dan bertujuan untuk memperbaiki bangsa indonesia.benar-benar sesuai sasaran dituju.

pasal 28G. Presiden mengesahkan rancangan undang-undang yang telah disetujui bersama untuk menjadi undang-undang ( pasal 21 ). (4). pasal 6A ayat (1). pasal 18 A. (4). IX/ MPR/ 1999 sebagaimana disebutkan dimuka. pasal 22B. (2). pasal 26 ayat (2) dan ayat (3). pasal 24A ayat (1). (5). dan (4). pasal 28J. pasal 22C ayat (1). MPR mengubah dan/ atau menambah pasal 1 ayat (2) dan (3). Perubahan itu diantaranya dilakukan dengan mengubah rumusan pasal-pasal yang bersangkutan atau dengan menambah beberapa ayat dari yang bersangkutan. perubahan pertama ini telah menggeser titik berat pemerintahan dari pihak eksekutif ke pihak legislatif. pasal 20 ayat (5). (4). pasal 36A. (3). (4). (3) dan (5). perubahan kedua UUD 1945 pada akhirnya dilakukan pada sidang tahunan MPR pertama yang diselenggarakan pada tanggal 7 – 18 Agustus 2000. (3). pasal 23C. Setiap mentri membidangi urusan tertentu dalam pemerintahan ( pasal 17 ayat (3)). pasal 28I. (3). (2). Dalam perubahan ketiga ini. Perubahan ketiga UUD 1945 disahkan dalam sidang tahunan MPR kedua. (3). pasal 28A. pasal 24 ayat (1) dan (2). (3). pasal 28D. yakni pasal 18. (3). pasal 7B ayat (1). pasal 22D ayat (1). pasal 22A. pasal 28H. pasal 22E ayat (1). . Dalam batas-batas tertentu. (2). (4). (2). Presiden memberi amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan DPR ( pasal 14 ayat (2)). pasal 27 ayat (93). (2). pasal 23A. pasal 19. pasal 28B. (3). pasal 25E. pasal 7A. (3). (5). (4). (2). pasal 23 ayat (1). Perubahan pertama tersebut kemudian dilanjutkan dengan perubahan kedua dan ketiga. (3). pasal 36B. pasal 18 B. pasal 20A. pasal 24B ayat (1). yang diselenggarakan pada tanggal 9 Nopember 2001. pasal 24C ayat (1). presiden mempertimbangkan DPR ( pasal 13 ayat (2) dan (3)). UUD 1945. Sebagaimana diamanatkan ketetapan MPR No. pasal 23G ayat (1) dan (2). Hal ini nampak dengan penegasan ketetapan MPR No. pasal 28C. pasal 6 ayat (1) dan (2).Dalam hal mengangkat duta dan menerima penempatan duta negara lain. (6). (5). pasal 23F ayat (1) dan (92). (4). (3). yang memerintahkan agar badan pekerja MPR mempersiapkan rancangan termaksud untuk untuk disahkan dalam sidang tahunan MPR pada tanggal 18 agustus 2000. Dalam perubahan kedua ini MPR mengubah dan/ atau menambah beberapa pasal. (2). (2). (6) UUD 1945. (2). pasal 28E. pasal 23E ayat (1). Presiden memberi grasi dan rehabilitasi dengan mempertimbangkan pertimbangan Mahkamah Agung ( pasal 14 ayat (91)). pasal 36C. pasal 28F. pasal 3 ayat (1). pasal 30. IX/ MPR/ 1999 tentang “penugasan badan pekerja MPR RI untuk melanjutkan perudahan UUD RI 1945”. (2).

pasal 6A ayat 4. pasal 16. Amandemen bukan hanya merupakan pembangunan bagi hukum Indonesia. . namun juga diharapkan akan berdampak pada pembangunan di segala bidang. aturan tambahan pasal I dan II UUD 1945. juga penarikan ketentuan mengenai indonesia sebagai negara hukum dan penjelasan UUD 1945 ke dalam batang tubuh UUD 1945. Berikut ini adalah gambaran tentang ketatanegaraan RI. presiden sebagai presiden seumur hidup. Amandemen terhadap batang tubuh UUD 1945 tersebut diharapkan akan mampu membawa Indonesia kedalam sistem politik dan sistem demokrasi yang lebih baik. pasal 11 ayat 1. Perubahan keempat UUD 1945 disahkan melalui sidang tahunan MPR ketiga yang diselenggarakan pada tanggal 10 Agustus 2002. Amandemen konstitusi sejak amandemen pertama tahun 1999 hingga amandemen ke empat tahun 2002. 2. seperti adanya penegasan bahwa kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UUD 1945. tentang DPRD.Didalam perubahan ketiga ini antara lain diatur tentang hal-hal yang bersifat mendasar. Perubahan tersebut merupakan hasil amandemen UUD 1945 yang telah dilakukan oleh MPR dari tahun 1999 hingga tahun 2002. II. Sistem ketatanegaraan indonesia saat ini telah mengalami perubahan yang sangat penting dan mendasar. aturan peralihan I. yang selama ini ditetapkan secara garis besaroleh MPR akan beralih. MPR tidak lagi menjadi lembaga tertinggi dalam arti bahwa MPR tidak lagi menetapkan rencana pembangunan nasional yang diatur dalam GBHN konstruksi baru konstitusi tersebut berimplikasi bahwa penyusunan program pembangunan hukum. 5. dan III. sebelum dan setelah amandemen : Majelis Permusyawaratan Rakyat ( MPR ) Dalam praktek ketatanegaraan MPR pernah menetapkan. pasal 23B. Pembangunan hukum ini akan dipengaruhi oleh hasil dari pemilihan presiden secara langsung diamanatkan dalam pasal 6A amandemen III UUD 1945. Di samping itu ditetapkan tentang kewenangan-kewenangan MPR. pasal 23D. antara lain : Presiden. Berdasarkan amandemen konstitusi. MPR mengubah dan/ atau menambah pasal 21 ayat 1. pemilihan umum dan BPK. 3. telah mengamanatkan sejumlah perubahan yang sebelumnya telah dijelaskan. pasal 32 ayat 1. Implikasi Amandemen UUD 1945 terhadap Sistem Ketatanegaraan Indonesia. Dalam perubahan ketiga ini. Perubahan tersebut berdampak pada pengembangan/ perubahan hukum tanpa adanya GBHN. mekanisme putaran pertama sistem pemilihan presiden secara langsung. pasal 8 ayat 3. mekanisme impeachment presiden. pasal 24 ayat 3.

MK. Susunan anggotanya berubah terdiri dari anggota DPR dan anggota DPRD yang dipilih secara langsung melalui pemilu. juga memegang kekuasaan legislatif dan yudikatif. Kewenangan untuk menetapkan GBHN dan kewenangan mengangkat presiden ( karena presiden dipilih langsung melalui pemilu ) dihilangkan. . DPR. Setelah amandemen uud 1945. Membatasi masa jabatan presiden. MA. DPD. Memberhentikan sebagai pejabat presiden.Presiden yang telah dipilih secara terus menerus sampai 7 ( tujuh ) kali berturut-turut. Tetap berwenang untuk menetapkan dan dan mengubah UUD. Presiden selain memegang kekuasaan eksekutif. meskipun kedudukannya tidak “neben” akan tetapi “untergeordnet”. Presiden mempunyai hak prerogatif yang sangat besar. MPR merupakan lembaga tinggi negara sejajar kedudukannya sebagai lembaga tinggi negara lainnya. Tidak ada aturan mengenai batasan periode seseorang dapat menjabat sebagai presiden dan mekanisme pemberhentian presiden dalam masa jabatannya. BPK. yaitu dengan memanfaatkan kekuatan partai politik yang paling banyak menduduki kursi di MPR. Meminta presiden untuk mundur dari jabatannya. Kekuasaan legislatif sepenuhnya diserahkan kepada DPR. maksimal dua periode saja. Pasca Amandemen uud 1945 : Membatasi beberapa kekuasaan presiden dengan memperbaiki tata cara pemilihan dan pemberhentian presiden dalam masa jabatannya serta memperkuat sistem pemerintahan presidensial. Lembaga negara yang mungkin menandingi MPR adalah presiden. Presiden Sebelum amandemen uud 1945 : Presiden memegang posisi sentral dan dominan sebagai mandataris MPR. yakni Presiden. Presiden menjalankan kekuasaan pemerintahan sebagai negara tertinggi.

DEWAN PERWAKILAN DAERAH . Meminta MPR untuk mengadakan sidang istimewa guna meminta pertanggungjawaban presiden. Memberikan persetujuan atas anggaran. Kewenangan memberi grasi. Memberikan persetujuan atas PERPU. Setelah amandemen uud 1945 : Posisi dan kewenangannya diperkuat. harus memperhatikan pertimbangan DPR.Kewenangan pengangkatan duta dan menerima duta. fungsi anggaran dan fungsi pengawasan sebagai mekanisme kontrol antar lembaga negara. DPRD Sebelum amandemen uud 1945. amnesi. Mempertegas fungsi DPR yaitu fungsi legislatif. abolisi. DPR berwenang : Memberi persetujuan atas RUU yang diusulkan presiden. DEWAN PERTIMBANGAN AGUNG UUD 1945 tidak banyak mengingtrodusir/ menyinggung lembaga-lembaga negara lain seperti DPA dengan memberikan kewenangan yang sangat minim. juga mengenai pemberhentian jabatan presiden dalam masa jabatannya. harus memperhatikan pertimbangan DPR. Presiden dan mekanisme membentuk UU antara DPR dan pemerintah. Memperbaiki syarat dan mekanisme pengangkatan calon presiden dan wakil presiden menjadi dipilih secara langsung oleh rakyat melalui pemilu. Mempunyai kekuasaan untuk membentuk U. Bahkan lembaga negara ini dihapuskan dari sistem ketatanegaraan Indonesia dalam UUD 1945 yang baru.

DPD adalah lembaga yang terbentuk pasca amandemen UUD 1945. DPD adalah lembaga negara baru sebagai langkah akomodasi keterwakilan kepentingan daerah dalam badan perwakilan tingkat nasional setelah ditiadakannya utusan daerah atau utusan golongan yang diangkat sebagai anggota MPR. Berwenang mengadili tingkat kasasi. Lingkungan Peradilan Militer dan Lingkungan Peradilan Tata Usaha Negara ( PTUN ). RUU lain yang berkaitan dengan kepentingan derah. MAHKAMAH AGUNG Peran dan fungsi Mahkamah Agung hampir tidak berubah baik sebelum maupun setelah amandemen. BPK berkedudukan di Ibu Kota Negara dan memiliki perwakilan di setiap provinsi. menguji peraturan perundang-undangan dan wewenang lain yang diberikan undang-undang. dll. lembaga ini tidak dibahas terlalu banyak. Menurut UUD 1945 pasca amandemen. yaitu : Lembaga negara yang melakukan kekuasaan kehakiman yaitu kekuasaan yang menyelenggarakan peradilan untuk menegakkan hukum dan keadilan ( pasal 24 ayat 1)). Dibawahnya terdapat badan-badan peradilan dalam lingkungan Peradilan Umum. Dalam UUD 1945 pasca amandemen. Lingkungan Peradilan Agama. UUD 1945 yang baru juga mengintegrasikan peran BPKP sebagai instansi pengawas internal departemen yang bersangkutan ke dalam BPK. BADAN PEMERIKSA KEUANGAN Dalam UUD 1945 yang lama. . advokat/ pengacara. kepolisian. hubungan pusat dan daerah. Anggotanya dipilih secara langsung oleh masyarakat di daerah melalui pemilu. lembaga ini dibahas lebih mendetail. BPK berwenang mengawasi dan pengelolaan keuangan negara ( APBN ) dan daerah ( APBD ) serta menyampaikan hasil pemeriksaan kepada DPR dan DPD dan ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum. DPD mempunyai kewenangan memajukan dan membahas RUU yang berkaitan dengan otonomi daerah. tidak ada lembaga DPD dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Dalam UUD 1945 yang lama. Anggota BPK dipilih DPR dengan memperhatikan pertimbangan DPD. Badan-badan lain yang fungsinya berkaitan dengan kekuasaan kehakiman diatur dalam undang-undang seperti : kejaksaan. Keberadaannya dimaksudkan untuk memperkuat kesatuan negara RI.

MK keberadaannya dimaksudkan sebagai penjaga kemurnian konstitusi ( the guardian of the constitution ). memutus pembubaran partai politik.MAHKAMAH KONSTITUSI Mahkamah Konstitusi adalah lembaga baru terbentuk pasca amandemen UUD 1945. MK mempunyai kewenangan : Menguji UU terhadap UUD. Hakim konstitusi terdiri dari 9 orang yang diajukan masing-masing oleh Mahkamah Agung. legislatif dan eksekutif. memutus sengketa kewenangan antar lembaga. DPIZ. dan dan pemerintahan yang ditetapkan oleh presiden. . yaitu yudikatif. sehingga mencerminkan perwalian dari 3 cabang kekuasaan negara. memutus sengketa hasil pemilu dan memberikan putusan atas DPR mengenai dugaan atas pelanggaran presiden dan atau wakil presiden dalam UUD.

EDI SUNAEDI ANGGOTA : 2. INDAH BUDIYANTI 4. BRAM HEBRIANA 3. MAY KOMARIAH .RESUME KINERJA MANAJEMEN PUBLIK DALAM KEPEMERINTAHAN DI INDONESIA DAN PEMILIHAN KEPALA DAERAH SECARA LANGSUNG Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat untuk Memenuhi Tugas Akhir Semester Pada Program Ilmu Studi Ilmu Pemerintahan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Cirebon Disusun Oleh : KETUA : 1.

PROGRAM STUDI ILMU PEMERINTAHAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH CIREBON 2012 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful