Saudara para mahasiswa. filsafat adalah induk ilmu pengetahuan. Pernyataan ini bukan hanya slogan semata.

Selaku mahasiswa Anda harus mencermati dan mengkaji makna yang tersirat di balik pernyataan tersebut. Untuk itu dibutuhkan keseriusan dan keuletan dalam mengikuti perkuliahan ini. Materi ini berisi uraian tentang hakikat filsafat serta beberapa batasan tentang filsafat pendidikan. Diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini, Saudara dapat memahami hal tersebut. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut, cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. Tujuan Instruksional Setelah mempelajari bahan ajar ini, mahasiswa diuharapkan dapat: 1. Menjelaskan hakikat filsafat pendidikan 2. Menguraikan eksistensi filsafat dalam kehidipan manusia? 3. Mengemukakan perbedaan antara pemikiran alamiah dengan pemikiran filosofos. 4. Memadukan pandangan para ahli tentang batasan filsafat pendidikan. .

I. HAKIKAT FILSAFAT A. Uraian Materi Pendidikan sangat erat hubungannya dengan filsafat. Di kalangan ahli pendidkian ada pemikiran tentang pendidikan yang bertitik bertolak dari filsafat. Akan tetapi menurut Pribadi (1995: 84), cara yang demikian itu tidak menghasilkan ilmu pendidikan sebagai teori yang otonom melainkam masih terikat dari semua induk ilmu pengetahuan, yaitu filsafat atau lebih tepatnya disebut sebagai filsafat pendidikan. Perlu diketahui bahwa berteori secara sistematis tentang pendidikan sering berttitik tolak dari filsafat., dan kebanyakan ahli pikir tentang ilmu pendidikan berbuat demikian. Masalah filsafat pendidakan tak dapat dipisahkan dari masalah pendidikan dan masalah filsafat. Filsafat pendidikan pada hakikatnya adalah penerapan prinsip-prinsip filsafat ke dalam pendidikan. Pendidikan sebagai bidang studi masih diajarkan di semua jurusan. Bagaiman halnya dengan filsafat sebagai landasan untuk belajar guna memahami filsafat pendidikan. Jika dikaji lebih mendalam filsafat dugunakan justru dalam hidup dan kehidupan, yang liputannya jauh lebih luas, sesuai dengan sifat filsafat sebagai sistem berpikir yang sedalam-dalamnya, dan seluas-luasnya secara sistematis. Oleh sebab itu, filsafat pada dasarnya dibutuhkan sebagai landasan dalam memikirkan, dalam memandang dan menilai, serta dalam bertindak ketika menghadapi sesuatu yang sifatnya tidak rutin.

Dewasa ini kita menghadapi gejala bahwa dalam pelaksanaan tugas di lapangan, jika ada suatu peraturan baru atau pembaharuan sesuatu, pimpinan pelaksana tugas di lapangan tidak dapat bertindak atau mengambil keputusan sebelum ada petunjuk pelaksanaan, karena memang tidak diberikan wewenang untuk itu. Hal ini dapat membawa dampak lumpuhnya inisiatif dan yang paling rawan ialah lumpuhnya daya pikir kreatif dan percaya diri di kalangan para pimpinan pelaksana tugas di lapangan. Dampak selanjutnya ialah malasnya orang berpikir, apalagi kalau begitu menyangkut hal yang abstrak, yang sifatnya metafisis, yang sulit dijabarkan secara konkret dalam bentuk faedah atau kegunaan. Menurut Kattsoff (1967: 45), sesungguhnya banyak pendidikan dewasa ini didasarkan atas suatu pandangan dunia yang mengatakan pencarian nafkah merupakan kebaikan tertinggi. Menghasilkan ahli yang cakap, sering menjadi tujuan pendidikan yang hendak kita capai. Kita mendidik para ahli di bidang kedokteran untuk menjadikan diri kita menjadi sehat, demikian pula di bidangbidang lainnya. Akan tetapi kita cenderung lalai mendidik ahli-ahli yang dapat menajadikan kita lebih bijaksana. Tujuan pendidikan yang demikian ini menyebabkan para ahli tersebut tidak dapat membuat kita menjadi lebih bijaksana. Mereka dapat mengajarkan kepada kita bagaiman cara berbuat (know how), tetapi bukannya mengapa berbuat (know why). Eksistensi filsafat sebagai ilmu termasuk di dalamnya filsafat agama, filsafat pendidikan, dan sebagainya sangatlah penting. Namun amatlah sukar untuk

memberikan definisi yang konkret apalagi abstrak. Kata filsafat berkaitan erat dengan segala sesuatu yang dapat dipikirkan oleh manusia dan bahkan dapat dikatakan bahwa tidak akan ada habisnya, karena mengandung dua kemungkinan yaitu proses berfikir dan hasil berfikir. Falsafah dalam bahasa Arab sebenarnya serapan dari bahasa Yunani, yang berasal dari kata Philosophia. Philo berarti cinta dan sophia berarti kebenaran atau hikmah. Dengan demikian, philosophia mengandung arti cinta kebenaran atau cinta akan hikmah. Filsafat dalam artian pertama adalah jalan yang ditempuh untuk memecahkan masalah, sedangkan pada pengertian yang kedua adalah

kesimpulan atau hasil yang diperoleh dari pemecahan atau pembahasan masalah. Manusia dalam hidup dan kehidupannya tidak pernah sepi dan terus ada melekat masalah, baik sebagai individu dalam keluarga, masyarakat, dan negara maupun dalam masalah ekonomi, politik, sosial, pendidikan dan sebagainya. Kemudian sesuai dengan perkembangan akal pemikiran manusia yang senantiasa

mengalami pertumbuhan, perkembangan, dan perubahan maka pengertian filsafat juga mengalami perkembangan dan perubahan konotasi agar dapat menguasai kehidupan umat manusia sehingga mempengaruhi falsafah hidup suatu bangsa menjadi norma agama. Hakikat filsafat adalah menggunakan ratio (berfikir), tetapi tidak semua proses berfikir dikatakan filsafat. Manusia yang berfikir dapat diketahui dalam kehidupan sehari-hari. Jika mengacu kepada pemikiran manusia tadi maka ada 4 (empat) golongan pemikiran, yaitu :

1) Pemikiran pseudo ilmiah, yaitu bertumpu pada aspek kepercayaan dan kebudayaan mitos. 2) Pemikiran awam, adalah pemikiran orang-orang dewasa yang

menggunakan akal sehat, karena bagi orang awam untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya cukup menggunakan dengan akal sehat tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu. 3) Pemikiran ilmiah, adalah menggunakan metode-metode, tata fikir dalam paradigma ilmu pengetahuan, dilengkapi dengan penggunaan hipotesis untuk menguji kebenaran konsep teori atau pemikiran dalam dunia empiris yang tak pernah selesai dalam proses keilmuan. 4) Pemikiran filosofis, adalah kegiatan berfikir reflektif yang meliputi kegiatan berpikir analisis, pemahaman, deskripsi, penilaian, penafsiran, dan

perekaan yang bertujuan untuk memperoleh kejelasan, kecerahan, keterangan dan pembenaran, pengertian dan penyatuan pada suatu objek. Aristoteles (884-322 sebelum masehi) berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu pengetahuan yang meliputi kebenaran, yang di dalamnya terkandung ilmu metafisika, logika, retorika, etika, ekonomi, politik dan estetika. Senada dengan pendapat Al-Farabi (wafat 950 M), seorang filsuf muslim besar sebelum Ibnu Sina berpendapat bahwa filsafat adalah ilmu tentang sesuatu yang maujud (mengada) sebagaimana ia secara hakiki sebagai wujud. Untuk memberikan gambaran tentang kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia maka terlebih dahulu diungkapkan kembali pengertian filsafat. Filsafat

Demikian pula Al Qur`an banyak mengemukakan ayat yang merangsang agar manusia berfikir. antara lain dengan kata-kata: ³Afala tatafakkarun (apakah kamu tidak (maka memikirkannya?).Q.. atau memberi petunjuk tentang langkah yang harus ditempuh dalam berfikir. Fushshilat: 53). yaitu melakukan inferensi antara kenyataan faktual yang bersifat individual dan kebenaran yang bersifat umum dalam Al Qur`an. fandzur perhatikanlah) dan sebagainya. afala ta`qilun (apakah kamu tidak berakal?). Kita lihat pengertian ayat berikut : Artinya: ³Kami perlihatkan kepada mereka ayat-ayat Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri. Yang keluar antara tulang sulbi laki-laki dan dada perempuan´ (Q.S. Ayat 53 Surah Fushshilat di atas memberikan isyarat petunjuk tentang berfikir induktif.´(.mengandung pengertian adalah suatu ikhtiar untuk berpikir secara radikal. Representasi dari perintah berpikir banyak ditemukan dalam ayat Al Qur`an.. sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur`an itu adalah benar . Ayat lain yang pengertiannya menyatakan : Artinya : ³Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah ia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang terpancar. Oleh karena itu seorang yang berfilsafat adalah orang yang berpikir secara sadar dan bertanggung jawab terutama bagi dirinya sendiri. At Thariq: 5-7). .S. dalam arti mulai dari akarnya suatu gejala sampai mencapai kebenaran yang dilakukan dengan kesungguhan dan kejujuran melalui tahapan-tahapan pikiran.

juga kalu bentuk tata bahasa memberi kesan hanya melukiskan sesuatu atau memberikan keterangan yang tidak bersifat ilmiah. Dengan bertitik tolak pada ajaran agama. Berdasarkan atas dasar-dasar hasil kenyataan maka filsafat memberikan pedoman hidup kepada manusia.Dari ayat 5-7 Surah At Thariq memberi stimulus dan acuan pengetahuan tentang kejadian manusia untuk dipikirkan. . Dengan akal. dapat ditunjukkan betapa kegiatan berfikir termasuk berfikir secara filsafat dapat dilakukan. dan meyakinkan. Mengimbau. Perbedaan pertama terdapat pada sifat bahasa sehari-hari yang evaluatif. Memberikan pengertian dan kesadaran kepada manusia akan arti pengetahuan tentang kenyataan yang diberikan oleh filsafat. Bahasa biasa sebetulnya merupakan bagian kegiatan manusia sehari-hari. misalnya dengan ayat Al Qur`an sebagaimana dicontohkan di atas. Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kedudukan filsafat dalam kehidupan manusia adalah : a. Bila ayah berkata ³Dompetku di sana´ maka ucapan tersebut tidak menyebutkan keadaan melainkan lebih bersifat undangan untuk mengambil uang. Rasa dan kehendak maka filsafat memberikan pedoman tentang kesusilaan mengenai baik dan buruk. filsafat memberikan pedoman hidup untuk berfikir guna memperoleh pengetahuan. penting perannya dalam bahasa pergaualan. menganjurkan. b.

menyelaraskan. Moh. dan . 4. menyelaraskan dan memadukan proses pendidikan. Filsafat pendidikan dapat menjelaskan nilai-nilai dan tujuan yang diusahakan untuk mencapainya.Beberapa defini tentang filsafat pendidikan dikemukakan oleh beberapa pakar seperti pada uraian berikut ini: 1. Omar Muhammad Al-Toumy Al. mengecam.Syaibani mengartikan filsafat pendidikan dengan pelaksanaan pandangan filsafat dan kaidah-kaidah filsafat dalam bidang pendidikan. Sadiq Salman mengemukakan bahwa filsafat pendidikan ialah pendidikan yang merupakan aktivitas. Imam Bernadib mengartikan filsafat pendidikan dengan ilmu pendidikan yang bersendikan filsafat atau filsafat yang diterapkan dalam usaha pemikiran pemecahan masalah pendidikan. Filsafat pendidikan menceminkan satu segi pelasanaan filsafat umum dan menitikberatkan pada pelaksanaan prinsip-prinsip dan kepercayaan-kepercayaan yang menjadi dasar filsafat umum dalam menyelesaikan masalah-masalah pendidikan secara praktis. Labib Al-Najihi mengartikan filsafat pendidikan dengan aktifitas pikiran yang tertaur dan menjadikan filsaft itu sebagai jalan untuk mengatur. Filasat pendidikan dan pengalaman kemanusiaan merupakan tiga unsur yang teratur. 3. yang dilakukan oleh para pendidik dan para filosof untuk menerangkan. Dengan pengertian ini. 2.

Pendidikan merupakan kosekuensi logis dari filsafat. Glosarium Abolisi artinya penghapusan perbudakan. Pendidikan bukan hanya berperan membantu manusia dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan pada umumnya. C. melainkan juga untuk menjadi pemeran utama terjadinya perubahan prilaku. Pendidikan berperan menyerbarluaskan filsafat dan mengajarkan kepada orang lain. Filsafat dan pendidkikan tidak bisa dipisahkan. keduanya saling bergantung. Pada tahun berapakah abolisi di Amerika dihapuskan? Aborsi yaitu pengguguran janin dalam kandungan. Karena seorang filosofis selalu berusaha menyebarluaskan paham dan prinsip-prinsip yang dianut. Tindakan aborsi selain melanggar hukum negara juga melanggar hukum agama Islam. B. merumuskan sarana dan metode guna mencapai tujuan tersebut.mengubah proses pendidikan. Bahaya abrasi mengancam warga yang berdomisili di sekitar pantai Losari. Rangkuman Filsafat pendidikan pada hakikatnya adalah penerapan prinsip-prinsip filsafat ke dalam pendidikan. selaras dengan masalah-masalah kebudayaan dan unsur-unsur yang bertentangan di dalamnya. Abrasi yaitu pengikisan pantai. dan untuk mencapai maksud itu ia harus menggunakan sarana pendidikan. sedangkan filsafat berperan mengarahkan tujuan sistem pendidikan. .

Jelaskan pengertian filsafat pendidikan spekulatif. Evaluasi 1. 5. Semangat rakyat berkobar mendengarkan agitasi yang diberikan oleh pemimpinnya. perasaan. Agitasi yaitu pidato yang bertujuan mengobarkan semangat.Adaptasi yaitu penyesuaian diri dengan keadaan. Mengapa masalah pendidikan tidak dapat dipisahkan dari filsafat? 2. Akselerasi yaitu percepatan Kalau diakselerasikan. kasih sayang. atau kecintaan Aspek afeksi perlu menjadi penekanan guru dalam memberikan penilaian akhir. Afeksi yaitu sikap. Kita harus bisa beradaptasi dengan masyarakat di sekitar tempat tinggal kita¶ Adopsi yaitu pengambilan anak secara sah menurut hukum Karena sudah lama belum dikaruniai anak maka pasangan suami isteri itu mengadopsi anak. Jelaskan maksud pernyataan tersebut. Bagaimanakah eksistensi filsafat dalam kehidipan manusia? 3. 4. 6.Mengapa dikatakan bahwa filsafat merupakan induk ilmu pengetahuan? .Pendidikan merupakan pemeran utama dalam perubahan tingkah laku. pembangunan yang semula direncanakan sepuluh tahu dapat menjadi delapan tahun Aktualisasi yaitu usaha untuk mewujudkan atau pengaktualan Aktualisasi semua aturan itu harus segera dilakukan Akulturasi yaitu pencampuran dua kebudayaan Tak lama setelah masuk maka terjadilah akulturasi antara kebudayaan asing itu dan kebudayaan pri bumi D. Jelaskan perbedaan antara pemikiran alamiah dengan pemikiran filosofos.

Ternyata masih banyak mahasiswa yang belum menyadari bahwa bahasa dan filsafat memiliki kaitan yang sangat erat.Saudara para mahasiswa. Selaku mahasiswa Anda harus mencermati dan mengkaji relevansi antara kedua hal ini. Mengidentifikasi perbedaan antara penalaran induktif dengan penalaran deduktif. Berbahasa berarti berkomunikasi. baik dalam bentuk permintaan. Saudara dapat memahami hal tersebut. cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. PENALARAN SEBAGAI DASAR PEMAHAMAN FILSAFAT A. II. atau menyampaikan sesuatu kepada orang lain. Merekonstruksi sebuah konklusi dari dua premis yang berbeda 4. perintah dan lainlain. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut. 2. Menjelaskan relevansi antaraa bahasa dan filsafat. penolakan. 3. Tujuan Instruksional Setelah mempelajari bahan ajar ini. Manusia adalah salah satu makhluk dapat mengalami keheranan.. Uraian Materi Filsafat timbul karena adanya keheranan. mahasiswa diuharapkan dapat: 1. Siapa yang heran tentu ada yang . Untuk itu dibutuhkan keseriusan dan keuletan dalam mengikuti perkuliahan ini. Membedakan antara silogisme dengan entimen. Materi ini berisi uraian tentang relevansi filsafat dengan bahasa sehingga diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini.

Manusia mahluk adalah penanya. Keduanya saling berhadapan dan tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain. seorang filosof alairan aliran eksistensialisme perancis mengatakan. seorang filosof Belanda mengatakan manusia baru dikatakan manusia. menjadikan dirinya sebagai objek keheranan. yaitu berpikir dengan teliti. Manusia dapat berdialog dengan dirinya sendiri. Ada subjek yang heran dan ada objek yang diherankan. atau pemikiran. Hanya manusia yang telah tiba pada tingkat berpikir. bahkan dapat memasukkan dirinya sendiri ke dalam keheranan itu.diherankan. Naumun tidak semua yang berpikir itu disebut sebagai berfilsafat. Ia dapat meluaskan keherannnya meliputi semua kenyataan. karena ada syaratnya. Manusia mungkin heran tentang keadaan yang ada disekitarnya. menurut suatu aturan yang tertentu. Filsafat bertitik pangkal pada pertanyaan yang merupakan tali pengikat antara manusia dengan peristiwa. Setiap jawaban selalu mengandung dan mengundang pertanyaan baru. pertanyaan. bercampur heran manusia bertanya dan bertanya terus. Sementara itu R. Orang yang berfilsafat itu dengan teliti dan beraturan memikirkan segala ke dalam pikirannya . Beerling. Berfilsafat ialah berpikir dengan insyaf. kesadaran manusia bersifat bertanya yang sebenar-benarnya. Syarat utamanya ialah keinsyafan. Keheranan manusia itu dinyatakan dengan pertanyaan.F. yang berfilsafat. kalau ia bangun melihat sekelilingnya dan bertanya kepada dirinya sendiri. Jean Paul Sartre. Sutan Takdir Alisyahbana menyimpulkan bahwa pekerjaan berfilsafat itu adalah berpikir. ³Apa gerangan yang terjadi?´. kagum. Karena takjub. Berfilsafat berarti bertanya disertai rasa heran.

Berfilsafat adalah berpikir dengan cara tertentu. sekalipun berfilsafat itu adalah berpikir. Demikian pula halnya dengan pendapat Suhendar (1992:44) yang menyatakan bahwa penalaran adalah kegiatan berpikir yang lebih tinggi . Keraf (1992:5) memandang penalaran sebagai salah satu proses berpikir yang mengikuti cara-cara atau langkah-langkah tertentu untuk mencapai suatu simpulan yang diandalkan. namun tidak berarti bahwa berpikir sama dengan berfilsafat. Banyak orang berpikir tetapi tidak berfilsafat.C. Masalah penalaran adalah masalah bagaimana merumuskan pendapat yang benar sebagai hasil dari proses berpikir bagaimana menerangkan kata-kata. Selanjutnya D. manusia mulai berfilsafat jika berpikir dengan teliti dan teratur memecahkan masalah-masalah dan memandang permasalahan itu dari sudut yang hakiki.dari seluruh alam. Mulder. Menurut Imam Bernadib. kalimat atau simpulan-simpulan individual menjadi simpulan umum. Pendapat yang agak senada dikemukakan oleh Suriasumantri (1993:42) yakni penalaran adalah suatu proses berpikir dalam menarik suatu simpulan yang berupa pengetahuan. baik yang di luar maupun yang ada dalam dirinya. tersusun dalam urutan yang saling berhubungan . Dengan kata lain. Berkaitan dengan penalaran Moeliono (1989:124) memberikan batasan bahwa penalaran merupakan proses mengambil simpulan dari bahan bukti atau petunjuk ataupun yang dianggap bahan bukti atau petunjuk. yaitu berpikir secara ilmiah. penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir dan bukan dengan perasaan. yang dilakukan secara sadar.

Bagi penganut teori korespondensi. suatu pernyataan adalah benar jika materi pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkorespondensi atau berhubungan dengan objek yang dituju oleh pernyataan tersebut. teori korespondensi. Sejalan dengan pendapat tersebut. dan teori kebenaran pragmatis. Suriasumantri mengemukakan ada tiga kriteria kebenaran yang masing-masing berdasar pada teori koherensi. Dengan demikian.Seperti telah dipaparkan bahwa pengetahuan yang dihasilkan dari proses penalaran merupakan pengetahuan yang benar. Poespoprojo (1985:8) menegaskan bahwa penalaran adalah suatu penjelasan yang menunjukkan kaitan antara dua hal atau lebih yang berdasarkan pada alasan-alasan atau langkah-langkah tertentu sehingga sampai pada suatu kesimpulan. dapat dikatakan bahwa kegiatan berpikir bertolak pada suatu analisis dan kerangka pikir yang menggunakan logika penalaran.serta bertujuan untuk memperoleh simpulan. Sehubungan dengan masalah kebenaran ini. Menurut teori koherensi. Tanpa adanya pola berpikir tersebut maka tidak akan ada kegiatan analisis. Kebenaran dimaksudkan sebagai suatu pernyataan adalah benar jika terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan itu. analisis pada hakikatnya merupakan suatu kegiatan berpikir berdasarkan langkah-langkah tertentu. Sifat analitik penalaran merupakan konsekuensi dari adanya suatu pola berpikir tertentu. . pernyataan atau kesimpulan terdahulu yang telah dianggap benar. Berdasarkan pandangan para pakar di atas.

Sebagai suatu proses penarikan kesimpulan secara umum. Arifin dan Tasai (1988:25) menjelaskan bahwa analogi merupakan cara penarikan kesimpulan dengan membandingkan dua hal yang . Berbagai jenis penalaran yang dikemukakan ini dijelaskan sebagai berikut : Generalisasi induktif ialah proses penalaran yang bertolak pada sejumlah fenomena individual untuk menurunkan suatu inferensi yang bersifat umum yang mencakup semua fenomena tersebut. Sebaliknya. Sejalan dengan pendapat tersebut. deduksi adalah penalaran dari yang umum ke yang khusus untuk mencapai suatu kesimpulan. Analog atau sering disebut analog induktif ialah suatu proses penalaran yang bertolak dari dua peristiwa khusus yang mirip satu dengan yang lain. Pengandaian itu adalah fakta atau pernyataan yang dianggap benar walaupun belum atau tidak dapat dibuktikan. Penalaran induktif termasuk di dalamnya adalah bentuk penalaran (a) generalisasi. Menurut Moeliono. (b) analog. penalaran dibedakan dari (1) penalaran induktif. banyak perampatan induktif berdasarkan fakta. Induksi ditafsirkan sebagai penalaran yang bertolak pada yang khusus atau spesifik menuju pada kesimpulan yang umum. selanjutnya menarik kesimpulan bahwa yang berlaku untuk satu hal akan berlaku pula dengan hal yang lain. Barker (1989: 83) menjelaskan bahwa generalisasi induktif adalah penalaran induktif yang menyuguhkan sejumlah fakta yang diamati dari sekelompok anggota kelas untuk menarik kesimpulan secara keseluruhan. dan (2) penalaran deduktif. dan (c) hubungan kausal. tetapi banyak juga yang berdasarkan asumsi atau pengandaian.

Sementara itu. Rumusan prinsip metode perbedaan adalah apabila sebuah peristiwa yang mengandung gejala yang diselidiki dan sebuah peristiwa lain yang tidak mengandungnya. ketika tombol ditekan bel berbunyi. tanpa menyebut atau mencari sebab umum yang menimbulkan kedua akibat itu. Penarikan kesimpulan yang menggunakan metode persamaan dan metode perbedaan secara bersama-sama dapat dikatakan menggunakan metode gabungan. maka semua peristiwa mempunyai sebab yang dapat diketahui jika manusia berupaya menyelidikinya dan tentu bila manusia itu memiliki pengetahuan yang memadai untuk melakukan penyelidikan itu.mempunyai sifat yang sama. hujan turun dan jalan-jalan becek. Jenis hubungan kausal yang lain adalah proses penalaran yang bertolak dari suatu akibat yang lain. Orang yang terkena penyakit kanker darah dan meninggal dunia. Dalam kehidupan sehari-hari. Hubungan kausal adalah penalaran yang diperoleh dari gejala-gejala yang saling berhubungan. Misalnya. Dicontohkan. Penggunaan metode gabungan dipandang . hubungan kausal ini sering dijumpai. maka faktor satu-satunya yang menyebabkan kedua peristiwa itu berbeda adalah bagian yang tak terpisahkan dari sebab gejala tersebut. analogi induktif merupakan penalaran induktif yang menyajikan suatu kesimpulan mengenai kasus tunggal berdasarkan kemiripan antara kasus tersebut dengan kasus-kasus lain yang diamati sebelumnya. Mengacu pada hubungan kausal ini. semua faktornya sama kecuali satu.

Premis mayor adalah perampatan yang meliputi semua kategori. apa yang diingkari tentang sesuatu kelas secara distributif. Lebih lanjut dikemukakan bahwa bentuk baku silogisme tersebut terdiri atas dua bentuk premis dan satu bentuk kesimpulan. Berdasarkan prinsip ketiga. dua hal pokok sama. juga diingkari pada tiap-tiap anggotanya.dapat menghasilkan kesimpulan yang lebih kuat sebab dengan menggunakan masing-masing metode secara terpisah pun sudah dapat ditarik suatu kesimpulan. sedangkan kalimat ketiga disebut kesimpulan. sedangkan yang lain tidak sama dengan hal ketiga tersebut. yaitu suatu bentuk penalaran formal dengan menghubungkan dua proposisi yang berlainan untuk menarik kesimpulan. Premis pertama . Dua kalimat pertama disebut premis. jika keduanya sama dengan hal ketiga. sedangkan premis minor adalah penyamaan suatu objek atau ide dengan unsur yang dicakup oleh premis mayor. Menurut pendapat Baum (1981: 104). Silogisme terdiri atas tiga kalimat atau proposisi. silogisme kategorial (categorical syllogism) disusun secara tepat berdasrkan tiga pernyataan kategorial atau istilah yang berbeda. dua hal adalah berbeda dengan jika yang satu sama dengan hal yang ketiga. Akhirnya. Penalaran deduktif menggunakan peralatan silogisme. yaitu premis mayor dan premis minor. Menurut prinsip pertama. menurut prinsip keempat. Menurut prinsip kedua. apa yang berlaku secara deskriptif untuk suatu kelas yaitu berlaku untuk semua dan masing-masing anggotanya. Kedua proposisi itu dalam silogisme sering disebut sebagai premis.

Silogisme ini bertolak dari satu pendirian bahwa ada kemungkinan apa yang disebut dalam proposisi itu tidak ada atau tidak terjadi. semua anggota dewan korupsi. Kejelasan ini dapat terjadi karena memang sudah jelas dengan sendirinya atau karena merupakan pengetahuan umum atau karena terdapat dalam konteks komunikasi. Semua pegawai di perusahaan ini adalah lulusan perguruan tinggi. Rangkuman . Selaras dengan pernyataan ini. Silogisme hipotesis atau silogisme pengandaian ialah semacam penalaran deduktif yang mengandung hipotesis. semua pegawai di perusahaan ini adalah orang yang berpendidikan. Carney (1980: 8) berpendapat bahwa entimen adalah beberapa argumen yang tidak dinyatakan secara penuh.disebut premis major berikut: dan kedua disebut premis minor. Jadi. entimen akan berarti jika proposisi yang tidak dinyatakan secara eksplisit tersebut sudah jelas. Semua anggota dewan korupsi karena semua manusia korupsi. Banyak penalaran yang tidak semua unsur proposisinya dinyatakan secara eksplisit atau salah satunya dihilangkan. B. Semua manusia korupsi. Semua anggota dewan adalah manusia Jadi. Meskipun dihilangkan. Jadi. proposisi itu tetap dianggap ada dalam pikiran dan dianggap diketahui pula oleh orang lain. Sebagai contoh. Bentuk semacam itu disebut entimen. Dicontohkan sebagai Semua lulusan perguruan tinggi adalah orang yang berpendidikan.

Akan tetapi. Dua kalimat pertama disebut premis. artinya sebagai kegiatan berpikir yang menurut suatu pola tertentu atau sesuai dengan logika. Sikap dan tindakannya itu bersumber dari pengetahuan yang diperolehnya melalui kegiatan berpikir dan merasa. menjadikan dirinya sebagai objek keheranan. Keheranan manusia itu dinyatakan dengan pertanyaan.GLOSARIUM . yakni (1) bersifat logis. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir. sebab ada kegiatan berpikir yang tidak berdasarkan penalaran yakni intuisi. dan (2) bersifat analitik artinya sebagai kegiatan berpikir dengan alur tertentu yang merupakan konsekuensi dari adanya pola berpikir tersebut. merasa. dan bukan dengan perasaan. pertanyaan. Karena takjub. Manusia adalah salah satu makhluk yang dapat mengalami keheranan. harus diketahui bahwa tidak semua kegiatan berpikir menyandarkan diri pada kegiatan penalaran. bersikap.Filsafat timbul karena adanya keheranan. Penalaran sebagai suatu kegiatan berpikir memiliki ciri-ciri tertentu. C. Manusia pada hakikatnya merupakan makhluk berpikir. Penalaran deduktif menggunakan peralatan silogisme. Manusia dapat berdialog dengan dirinya sendiri. sedangkan kalimat ketiga disebut simpulan. Setiap jawaban selalu mengandung dan mengundang pertanyaan baru. bercampur heran manusia bertanya dan bertanya terus. kagum. yaitu suatu bentuk penalaran formal dengan menghubungkan dua proposisi yang berlainan untuk menarik kesimpulan. Silogisme terdiri atas tiga kalimat atau proposisi. dan bertindak. atau pemikiran.

Apakah yang dimaksud dengan analogi deklaratif. Kemukakan perbedaan antara silogisme dan entimen. dan penalaran deduktif? 5.Jelaskan makna pernyataan yang menyatakan bahwa filsafat berupaya memanusiakan manusia. . Tidak semua orang berpikir dapat dikatakan berfilsafat. 2. Buktikan maksud pernyataan tersebut melalui sebuah ilustrasi. sekolah juga menerbitkan buletin D. Kemukakan masing-masing 1 contoh bentuk penalaran induktif dan penalaan deduktif. Brilyan yaitu pandai sekali. 3. EVALUASI 1.Aliansi yaitu ikatan dua pihak atau lebih Beberapa negara mengadakan aliansi untuk memelihara keamanan dikawasan itu Ambiguitas yaitu sesuatu yang punya dua arti atau lebih Karya ilmiah tidak membenarkan penggunaan kalimat yang ambiguitas Animo yaitu hasrat untuk masuk atau memperoleh sesuatu Animo lulusan SLTA memasuki fakultas keguruan sangat tinggi Aparheitd yaitu pemisahan berdasarkan warna kulit Konon Afrika selatan akan segera menghapuskan pelitik aparheitd Apatis yaitu tak peduli Kita tidak boleh bersikap apatis terhadap bencana yang melanda saudara kita di Jepang Balistik yaitu ilmu tentang peluruh yang ditembakan Ahli balistik dapat menentukan dari mana arah peluru yang melukai mahasiswa itu. cemerlang Sejak kecil Raja dikenal oleh guru-gurunya sebagai anak yang brilyan Buletin yaitu siaran kilat yang berisi informasi aktual Disampin majalah. Saudara para mahasiswa. penalaran induktif. 4.

Mengemukakan perbedaan antara bahasa ilmiah dengan bahasa sehari-hari sebagai media filsafat. Tujuan Instruksional. Sebagai calon intelektual. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut. 2. Setelah mempelajari materi ini. Menguraikan batasan metode ilmiah dalam filsafat pendidikan. cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. baik dalam bentuk silogisme maupun entimen Materi ini berisi uraian tentang penalaran deduktif dan induktif sehingga diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini. 4. Memberikan contoh sebuah pernyataan ilmiah III. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Menjelaskan relevansi antara filsafat pendidikan dengan filsafat Islam. Tuntutan tersebut cukup berlasan karena di tangan mahasiswalah terletak masa depan bangsa. Uraian Materi . FILSAFAT DAN BERPIKIR A. 3.Mahasiswa sebagai calon intelektual dituntut agar senantiasa berpikir dan bertindak secara ilmiah. mahasiswa dituntut memiliki penalaran yang tepat. Saudara dapat memahami hal tersebut.

melainkan juga memperlihatkan hal-hal yang khusus. Untuk menghadapi . Prinsip-prinsip itu bersifat umum. Jika penyelidikan ini telah mencapai tingkat yang tinggi. Aristoteles mengatakan bahwa semua benda yang kita saksikan dalam pengalaman hidup kita adalah benda yang sebenarnya dan nyata. eksistensi filsafat mempunyai kedudukan sentral. Lambat laun sesuai dengan sifatnya. jika memahami sejumlah besar gejala. bukan khayalan atau bayangan. Plato menggambarkannya sebagai peningkatan dari bayangan gelap gua ke dunia cemerlang yang disinari matahari. objek. proses. Filsafat Aristoteles berpijak pada kenyataan yang berada di dunia nyata. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mendorong proses kehidupan umat manusia di bumi ini ratusan tahun lebih maju dari abad-abad sebelumnya. oleh sebab itu aliran filsafatnya disebut realisme. maka cabang penyelidikan itu melepaskan diri dari filsafat sebagai cabang ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri. Filsosofis tertarik pada prinsip-prinsip umum dari setiap gejala. asal atau pokok. Akhirnya kemudian timbullah penyelidikan mengenai hal-hal yang khusus yang sebelumnya masuk lingkungan filsafat. manusia tidak pernah merasa puas dengan meninjau suatu hal dari sudut yang umum. Sebelum filosof menganalisis peristiwa secara filosofis. namun pada dasarnya lebih merupakan upaya yang mengandung perasaan dan imajinasi. Walaupun teori dan filsafat itu adalah upaya intelektual.Dalam ilmu pengetahuan. atau bidang studi. karena filsafatlah yang mula-mula merupakan satu-satunya usaha manusia di bidang kerohanian untuk mencapai kebenaran atau pengetahuan.

Suriasumantri (1993:42) menegaskan bahwa manusia pada hakikatnya merupakan makhluk berpikir. dan (d) sifat realita yang utama. Akan tetapi. bersikap. Sikap dan tindakannya itu bersumber dari pengetahuan yang diperolehnya melalui kegiatan berpikir dan merasa. dan filsafat pendidikan. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir. (c) sifat masyarakat. Kita tak dapat mengkritik adanya kebijakan pendidikan atau menyarankan suatu yang baru tanpa mempertimbangkan masalah-masalah filosofik. karena pendidikan adalah proses sosial. sistem pendidikan. dan (2) . dan bukan dengan perasaan. merasa. seperti (a) sifat hidup yang baik. harus diketahui bahwa tidak semua kegiatan berpikir menyandarkan diri pada kegiatan penalaran. dan peralatan pendidikan tradisional tidak dapat menjawab tantangan zaman sekarang yang kita hadapi. sebab ada kegiatan berpikir yang tidak berdasarkan penalaran yakni intuisi. Filsafat pendidikan tergantung pada filsafat umum sejauh masalah-masalah pendidikan itu berkarakter filsafat umum. dan bertindak. yakni (1) bersifat logis.kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. Berpikir sebagai manifestasi dari berfilsafat adalah suatu kegiatan yang sering dilakukan manusia di dalam kehidupannya. yang merupakan sasaran semua pengetahuan untuk ditembus. (b) sifat manusia itu sendiri. teori pendidikan. artinya sebagai kegiatan berpikir yang menurut suatu pola tertentu atau sesuai dengan logika. Penalaran sebagai suatu kegiatan berpikir memiliki ciri-ciri tertentu.

Namun dalam hal semacam ini pun akan diusahakan agar masalah-masalah nilai yang akan muncul sedapat mungkin dikuasai oleh metode ilmiah untuk membatasinya. dan juga dipengaruhi olehnya. Moeliono (1989: 124) menyatakan bahwa pada hakikatnya logika adalah pengetahuan tentang kaidah berpikir. dan teratur agar mencapai kebenaran. Memang pada ilmu-ilmu terapan. Dapat . Apabila seorang ekonom atau ahli psikologi memakai istilah nilai maka artinya lebih khas dan lebih sempit dibandingkan dengan artinya dalam bahasa sehari-hari. sedangkan Poespoprojo (1985:5) menyatakan bahwa dalam logika dipelajari aturan atau patokan-patokan yang harus diperhatikan untuk dapat berpikir secara tepat. Bahasa ilmiah tidak ditujukan kepada pribadi-pribadi yang bermakna. pemerian-pemerian semacam itu bersentuhan dengan bidang keputusan sahri-hari. Penilaian seakan-akan diterjemahkan ke dalam bahasa ilmiah yang diatur dengan lebih ketat. Pemerian maupun keterangan mengenai keadaan nyata tidak tunduk kepada anjuran untuk berbuat sesuatu dalam keadaan tertentu. Berkaitan dengan istilah logika.bersifat analitik artinya sebagai kegiatan berpikir dengan alur tertentu yang merupakan konsekuensi dari adanya pola berpikir tersebut. Metode ilmiah selalu mengarahkan dan membatasi bahasa itu. Pendapat lain dikemukakan oleh Suriasumantri yang menegaskan bahwa logika merupakan pengkajian untuk berpikir secara sahih.teliti. sebagai salah satu ciri kegiatan penalaran. Bahasa ilmiah sedapat mungkin bebas nilai. oleh karena itu lebih tepat dipakai oleh ilmu.

teori pendidikan. Kita tak dapat mengkritik adanya kebijakan pendidikan atau menyarankan suatu yang baru tanpa mempertimbangkan masalah-masalah filosofik.. Apabila mengajarkan suatu ilmu. . Bahasa harian ini mempunyai kaidah-kaidah yang terpaut pada konteks. dan filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan tergantung pada filsafat umum sejauh masalahmasalah pendidikan itu berkarakter filsafat umum. dan peralatan pendidikan tradisional tidak dapat menjawab tantangan zaman sekarang yang kita hadapi. B. namun dalam bahasa ilmu hal itu tidak mungkin. Ketiga kiranya jelas bahwa bahasa ilmiah tidak dapat memencilkan diri ke dalam strukturnya lepas dari bahasa harian. metode suatu ilmu kiranya tidak pernah dapat menghasilkan suatu sistem tertutup mutlak. seperti (a) sifat hidup yang baik. dan taat asas. Inilah tanda bahwa pertama. seseorang menggunakan bahasa harian untuk membahas ilmu tertentu. sistem logis atau matematis. Rangkuman Untuk menghadapi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat. Kedua tidak dapat dihindari sekurang-kurangnya tidak langsung bahwa suatu sistem bahasa akhirnya ditujukan pada dirinya sendiri.saja bahwa sains menelaah hubungan antara norma-norma tertentu dengan para warga salah satu bagian kebudayaan. sistem pendidikan. Dalam logika atau pada bagian-bagian matematika mungkin perlu dirancangkan suatu metabahasa yang misalnya bermaksud memperlihatkan bahwa objeknya adalah bahasa.

Penalaran sebagai suatu kegiatan berpikir memiliki ciri-ciri tertentu. (c) sifat masyarakat. Akan tetapi. harus diketahui bahwa tidak semua kegiatan berpikir menyandarkan diri pada kegiatan penalaran. yakni bersifat logis dan analitik. Penalaran menghasilkan pengetahuan yang dikaitkan dengan kegiatan berpikir. sebab ada kegiatan berpikir yang tidak berdasarkan penalaran yakni intuisi. Drainase yaitu pembuangan air Dengan sistem drainase yang baik kota itu tidak pernah kebanjiran Ekologi yaitu ilmu tentang lingkungan Ekologi perlu diajarkan di sekolah-sekolah agar anak-anak kelak dapat hidup serasi dengan lingkungannya Eksekusi yaitu pelaksanaan hukuman terhadap orang atau penyitaan bangunan/ lahan Rencana eksekusi terhadap bangunan tua itu menuai protes dari warga setempat. karena pendidikan adalah proses sosial. dan (d) sifat realita yang utama. Berpikir sebagai manifestasi dari berfilsafat adalah suatu kegiatan yang sering dilakukan manusia di dalam kehidupannya. Eksistensi keberadaan atau kehadiran . yang merupakan sasaran semua pengetahuan untuk ditembus. C.(b) sifat manusia itu sendiri. GLOSARIUM Diskriminasi yaitu perbedaan perlakuan Tidak boleh ada diskriminasi antara suku dan bangsa Dispensasi yaitu pengecualian Pihak kampus memberikan dispensasi kepada pengurus UKM untuk menuntaskaan kuliahnya. dan bukan dengan perasaan.

³Jika ada kucing berekor ayam. 2. Filsafat menempati posisi sentral dalam ilmu pengetahuan. Jelaskan relevansi antara filsafat pendidikan dengan filsafat Islam. Jelaskan. Uraikan batasan metode ilmiah dalam filsafat pendidikan.Segala cara ditempuh olehnya untuk mempertahankan eksistensinya dalam organisasi itu Eksodus yaitu perbuatan beramai-ramai meninggalkan tempat asal Insiden di Maluku menyebabkan banyak warga suku Bugis yang melakukan eksodus. 3. Evaluasi 1. maka ayam sama dengan kucing´.Kemukakan perbedaan antara bahasa ilmiah dengan bahasa sehari-hari sebagai media filsafat. . Apakah pernyataan tersebut dapat diterma sebagai sebuah pernyataan ilmiah? Saudara para mahasiswa. 4. D. 5.

Setelah mempelajari materi ini. Dengan demikian serta tenaga kependidikan sangat menentukan demi kemajuan bangsa. Menjelaskan relevansi antara filsafat pendidikan dengan filsafat Islam. Untuk itu dibutuhkan keseriusan dan keuletan dalam mengikuti perkuliahan ini. 3. Tujuan Instruksional. Mengemukakan objek materi filsafat secara umum. Memberikan contoh sebuah pernyataan ilmiah .Kemajuan suatu bangsa dapat dilihat dari majunya pendidikan di negara tersebut. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut. cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. Materi ini berisi uraian tentang relevansi filsafat dengan pendidikan sehingga diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini. mahasiswa diharapkan dapat: 1. 4. Selaku mahasiswa Anda harus mencermati dan mengkaji relevansi antara pendidikan dan kemajuan bangsa. 2. Saudara dapat memahami hal tersebut. Menguraikan batasan metode ilmiah dalam filsafat pendidikan.

Jadi filsafat mempunyai dasar atau gejala-gejala dari persoalan. namun daipada menimbulkan beberapa cabang ilmu yang berdiri sendiri. sampai ke akar persoalan. yang sama sekali di luar atau di atas jangkauan ilmu pengetahuan biasa. Objek materi filsafat terdiri dari 3 persoalan pokok : 1) Masalah Tuhan. Pandangan kita terhadap filsafat adalah positif dan konstruktif. Biologi mempunyai objek tumbuh-tumbuhan. sepanjang kemungkinan yang ada pada akal budi manusia. 3) Masalah manusia yang juga belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa. Filsafat memang mempunyai hubungan dengan kehidupan manusia oleh karena itu dari kehidupanlah kita menggapai filsafat. Kimia mempunyai objek unsurunsur dan materi. Objek formal filsafat mencari keterangan sedalam-dalamnya. Ketika diamati semua cabang ilmu pengetahuan ternyata bahwa objeknya alam kodrat. b. Objek filsafat itu sebagai berikut : a. sampai kepada sebab-sebab dan mengapa yang terakhir tentang objek materi filsafat. .IV. Uraian Materi Setiap pengetahuan mempunyai objek masing-masing. manusia dan hewan. 2) Masalah alam yang belum atau tidak dapat dijawab oleh ilmu pengetahuan biasa. PROBLEMA POKOK FILSAFAT PENDIDIKAN A.

Selain objek yang telah disebutkan di atas sebenarnya masih ada lagi yang merupakan kesatuan dari kesemuanya itu yang berupa hakikat (esensi) daripada sesuatu yang ada. Jiwa manusia mempunyai alat berup akal. baik hakikat tentang manusia. alam dan hakikat tentang Tuhan (istilah pengetahuan disebut Causa Prima). Oleh karena itu ada juga filsafat yang memperhatikan hakikat. Hakikat manusia Kemudian dari tiap-tiap 3 persoalan pokok yang besar itu juga masih diselidiki oleh filsafat misalnya kia mengambil manusi sebagai objek. Hakikat Tuhan 2. Akal manusia yang dipakai sehari-hari itu diselidiki pula oleh filsafat yang disebut logika. Di dalam ilmu pengetahuan kita biasa memakai hasil-hasil daripada logika formal dan materiil secara bersama-sama. Objek materi filsafat pada garis besarnya dapat dibagi atas 3 persoalan pokok : 1. Manusia seperti yang kita lihat dai beberapa segi seperti jiwanya saja. Logika menuntun pandangan lurus dalam praktek berpikirnya akal menuju kebenaran dan menghindari budi menempuh jalan yang salah berpikir. Dengan demikian tumbuhlah filsafat tentang jiwa manusia. Hakikat alam 3. dan kehendak. . rasa. Jika yang diselidiki cara bertindaknya akal tersebut logika formal. yang disebut psychology. Dengan logika materiil dapat dikontrol apakah hasil bertindaknya atau sudah cocok dengan kenyataan sebenarnya. sedang yang kalau diselidiki itu kontrol daripada inti (isinya) bertindaknya akal disebut materiil.

sebab kebudayaan mengenai ketiga segi dari alat-alat kejiwaan manusia yang disebutkan. Hasil usaha manusia menyangkut akal. Mengenai kehendak (alat kejiwaan yang lain). kondisi pengetahuan dan sebagainya. Dengan filsafat ini lebih dapat menyadrkan tentang perbuatanperbuatan manusia mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan ukuran kesusilaan. Untuk memudahkan dalam peninjauan tentang filsafat pendidikan terlebih dahulu akan diketahui pandangan.Selanjutnya ilmu pengetahuan itu sendiri menjadi objek filsafat yakni filsafat ilmu pengetahuan. maka timbullah filsafat yang namanya estetika. Yang berhubungan dengan alat kejiwaan yang lain adalah rasa. disebut filsafat antrofologi. dan atau sikap orang-orang terhadap filsafat sesuai dengan macam-macam dan perbedaan pengertian mereka terhadap . sifat. Dengan menggunakan hasil dari estetika kita dapat menyadari tentang ssikap kita terhadap hal-hal yang dipandang ssebagai sesuatu yang indah atau estetis. Di dalam sejarah pemikiran teori pengetahuan menjadi sistem filsafat yang membicarakan masalah-masalah tentang asal. Tentang filsafat tentang hidup manusia. yang menerangkan tentang apa sebenarnya manusia itu dan apa fungsi manusia di dunia ini dan seterusnya. rasa dan kehendak dapat dijadikan satu yang disebut filsafat kebudayaan. timbullah filsafat tentang perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak yang merupakan tindakan-tindakan susila yang disebut etika. pendirian.

Al Ghozali. dengan mengatakan bahwa berfilsafat adalah berarti bermain api alias berbahaya. Pandangan yang berpendapat bahwa apabila mendengarkan skata filsafat maka terbayanglah di hadapan sesuatu yang ruwet dan sulit. karena mengartikan filsafat secara negatif. b. dan orang-orang termasuk ahli pikir.arti kata filsafat. seperti Aristoteles. Macam-macam dan perbedaan pandangan tersebut digolongkan kepada : a. karena berfilsafat dianggat tidak baik. Untuk apa berfilsafat memutar otak tentang hakikat benda.tidak boleh dan berdosa. Pandangan ini bersifat pesimis terhadap kesanggupan dirinya untuk berkecimpung dalam alam filsafat. dan sebagainya lebih bekerja untuk keperluan kehidupan yang lebih bermanfaat. Plato. dan menyerah begitu saja sebelum berusaha. Golongan ini memandang berfilsafat tidak ada gunanya. karena mereka belum mengetahui arti filsafat yang sebenarnya. c. Pandangan yang bersifat negatif. Mereka berpendapat aliran filsafat sesuatu alam abstrak yaitu alam yang dalam dan luas yang hanya dapat dipelajari soleh orang ±orang tertentu saja. Pendirian seperti tersebut di atas dikemukakan oleh beberapa orang yang beragam yang dapat dikelompokkan pada pandangan yang bersifat negatif . akan membuang-buang waktu saja. hakikat dunia. Pandangan yang bersifat skeptis yakni orang-orang yang berpendapat bahwa berfilsafat adalah suatu perbuatan yang tidak ada gunanya.

William James. Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggeris. Pendiri filsafat pragmatisme di Amerika adalahCharless Sandre Peirce. karena mencari hakikat Tuhan dianggap tidak mengenal batas-batas. Maksudnya adalah bahwa maknadari segala sesuatu adalah tergantung dari hubungannya dengan apa yang dilakukan. Di dalam agama islam terlarang bahkan dengan berfilsafat saja tidak mungkin mencari hakikat Tuhan sebab akal manusia sangat terbatas kemampuannya. B. . apaagi hal atau peristiwa yang akan datang. dan John Dewey. baik dari segi metodologi maupun kesimpulannya. Filsafat Pendidikan Pragmatisme Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli. Sedangkan semua itu adalah kekuasaan Tuhan semata. yang berpendapat bahwa nanusia dapat mengetahui apa yang manusia alami. Sebab masih banyak hal-hal dan peristiwa yang sudah dan sedang terjadi yang belum diketahui manusia. Istilah pragmatisme berasal dari perkataan ³Pragma´ yang berarti praktik. sedangkan filosof James dilandasi oleh psikologis dan religius.ini karena pengertian filsafat hanya dibatasi hanya mencari hakikat Tuhan merupakan perbuatan yang salah dan terlarang dalam agama. Ketiga filosof tersebut berbeda . filosof Dewey dilandasi oleh sains-sains sosial dan biologi. Pragmatisme Peice dilandasi oleh fisika dan matematika.

Dikatakan eksperimentalisme karena sifat ini menggunakan metode eksperimen dan berdasarkan atas pengalaman dalam menentukan kebenarannya. Tujuan dan alat pendidikan harus fleksibel dan terbuka untuk perbaikan secara terus menerus. Apa yang dikatakan nyata adalah apa yang dapat dialami dalam pengalaman.Istilah lainnya yang dapat diberikan pada filsafat pragmatisme adalah intrumentalisme dan eksperimentalisme. Manusia dalam kehidupannya baik individual maupun sosial memerlukan . melainkan hanya tujuan antara dan sementara yang merupakan alat untuk mencapai tujuan berikutnya. Watak pragmatisme adalah humanistis dan menyetujui suatu dalil ³ manusia adalah ukuran segala-galanya´. Pengetahuan sebagai transaksi antara manusia dengan lingkungannya. Pikiran (rasio) tidak bertentangan dan tidak terpisah dengan dunia. merupakan bagian dari dunia. Inti dari pengalaman adalah berupa masalah-masalah yang dihadapi oleh individu atau sekelompok individu. Pengalaman senantiasa berubah. maka akal tidak memerlukan pengetahuan yang tetap dan abadi. Disebut instrumentalisme karena menganggap bahwa dalam hidup ini tidak dikenal tujuan akhir. Pragmatisme yakin bahwa akal manusia aktif dan selalu ingin meneliti. Tujuan dan cara untuk mencapai tujuan pendidikan harus rasional dan ilmiah. tidak pasif dan tidak begitu saja menerima pandangan tertentu sebelum dibuktikan kebenarannya secara empiris. dan kebenaran merupakan bagian dari pengetahuan.

Di balik semua gambaran berpikir terdapat tujuan tertentu untuk memajukan dan memperkaya kehidupan. Dalam arti dapat mengabdi pada tujuan-tujuan tertentu dari alam dan pengalaman manusia dan akan bernilai apabila dihubungkan dengan tujuan-tujuan tersebut. Pengalaman kita berjalan terus dan segala yang dianggap benar dalam pengalaman senantiasa berubah karena dalam praktiknya apa yang dianggap benar dapat dikoreksi oleh pengalaman berikutnya. bersifat tetap. pragmatisme Dewey disebut instrumentalisme. walaupun kita tidak menyadarinya.alat untuk memecahkan masalah-masalah tersebut yang selalu akan muncul. berdiri sendiri. berlaku umum. Yang ada hanya kebenaran-kebenaran yaitu kebenaran yang ada dalam pengalaman yang khusus. Menurut James (Harun Hadiwijoyo. Pragmatisme mengajarkan bahwa tujuan semua berpikir adalah kemajuan hidup. Jadi. nilai pengetahuan manusia harus dinilai dan diukur dengan kehidupan praktis. karena pengalaman pada dasarnya selalu berubah. 1980). Semua kebenaran mengandung watak pragmatis. yang setiap saat dapat diubah oleh pengalaman berikutnya. Pragmatisme juga berpandangan bahwa metode intelegen merupakan cara . lepas dari akal pikiran yang mengetahui. Alat untuk memecahkan masalah tersebut adalah pengetahuan-pengatahuan tentatif atau hipotesis-hipotesis. Oleh karena itu. tidak ada kebenaran mutlak. Oleh karen itu tidak ada kebenaran mutlak.

ideal untuk memperoleh pengetahuan. seperti nilai supernatural. Pendidikan menurut pragmatisme merupakan suatu proses reorganisasi dan rekonstruksi dari pengalaman-pengalaman individu. pendekatan terhadap nilai adalah cara empiris berdasarkan pengalaman-pengalaman manusia. Kaidah-kaidah moral dan etika tidak tetap. Nilai moral maupun etis akan dilihat dari perbuatannya bukan dari segi teorinya. Menurut pragmatisme pendidikan bukan merupakan suatu proses pembentukan dari luar. Hipotesis yang mampu memecahkan masalah secara gemilang adalah hipotesis yang menjelaskan fakta-fakta dari masalah tersebut. melainkan selalu berubah seperti perubahan kebudayaan masyarakat dan lingkungannya. bahkan termasuk nilai-nilai agama. Kita mengerti segala sesuatu dengan penempatan dan pemecahan masalah. Pragmatisme mengemukakan pandangannya tentang nilai. . Intelegensi mengajukan hipotesis untuk memecahkannya. Jadi. khususny kehidupan sehari-hari. Pragmatisme tidak menaruh perhatian terhadap nilai-nilai yang tidak empiris. Pragmatisme menyarankan untuk menguji kualitas nilai dengan cara yang sama seperti menguji kebenaran pengetahuan dengan metode empiris. nilai universal. bahwa nilai itu relatif. dan juga bukan merupakan suatu pemerkahan kekuatan-kekuatan laten dengan sendirinya (unfolding). Dalam hal ini dapat dikatakan baik anak maupun orang dewasa selalu belajar dari pengalaman.

Rangkuman Ilmu pengetahuan merupakan objek filsafat yakni filsafat ilmu pengetahuan. GLOSARIUM Debarkasi yaitu penurunan muatan Debarkasi muatan kapal itu dilakukan dipelabuhan paotere Dedikasi yaitu pengebdian Dedikasi almarhum kepada bangsa dan negaranya tak akan dilupakan oleh orang Defenitif yaitu pasti Bintang dijadikan pejabat defenitif di kantor DPRD sebagai wakil rakyat Defisit yaitu kekurangan Setelah dilaksanakan ternyata anggaran belanja mengalami defisik Degradasi yaitu penurunan mutu Sejak banyak keahlian keluar produksi di pabrik itu mengalami degradasi Deklarasi yaitu pernyataan lengkap . Mengenai kehendak (alat kejiwaan yang lain). Dengan filsafat ini lebih dapat menyadrkan tentang perbuatan-perbuatan manusia mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan ukuran kesusilaan. Di dalam sejarah pemikiran teori pengetahuan menjadi sistem filsafat yang membicarakan masalah-masalah tentang asal. D. kondisi pengetahuan dan sebagainya. maka timbullah filsafat yang namanya estetika. Dengan menggunakan hasil dari estetika kita dapat menyadari tentang sikap kita terhadap hal-hal yang dipandang ssebagai sesuatu yang indah atau estetis. Yang berhubungan dengan alat kejiwaan yang lain adalah rasa. sifat. timbullah filsafat tentang perbuatan manusia yang didorong oleh kehendak yang merupakan tindakan-tindakan susila yang disebut etika.C.

Jelaskan pengertian etika dan estetika. pendirian. 3. 5. Evaluasi 1. Buktikan bahwa pandangan.Deklarasi tentang hak-hak manusia sudah lama dikenal diseluruh dunia Demarkasih yaitu garis pembatas Peran timbul lagi karena ada pihak yang melanggar demarkasi Deportasi pengusiran Deportasi terhadap imigran itu akan segera dilakukan E. dan kehendak memiliki perbedaan. Bagaimanakah pandangan yang skeptis tentang filsafat? . rasa. dan sikap memiliki perbedaan. 4. 2. Kemukakan sebuah ilustrasi untuk membuktikan bahwa akal.Bedakan antara objek materi dengan objek formal dalam filsafat.

maupun realisme.Mengemukakan perbedaan cara pandangan antara penganut aliran eksistensialisme dengan aliran progresivisme. mahasiswa diharapkan dapat: 1. Aliran atau mazhab tersebut masing-masing memiliki karakteristik tersendiri sehingga selaku mahasiswa Anda harus mencermati dan mengkaji relevansi antara kedua hal ini.Saudara para mahasiswa.. 3. Tujuan Instruksional. 5. MAZHAB-MAZHAB FILSAFAT PENDIDIKAN A. cermatilah tujuan instruksional di bawah ini. Materi ini berisi uraian tentang beberapa mazhab filsafat sehingga diharapkan kepada Saudara agar setelah mempelajari materi ini. Ilmu pengetahuan memiliki ciri mazhab tersendiri. idealisme. progresivisme. Untuk itu dibutuhkan keseriusan dan keuletan dalam mengikuti perkuliahan ini. V. materialisme. Untuk mendaptkan tambahan wawasan tentang materi yang akan diuraikan tersebut. Mendeskripsikan ciri khusus aliran filsafat idealisme. demikian pula halnya dengan filsafat baik aliran eksistensialisme. Setelah mempelajari materi ini. 2. Membedakan antara filsafat realisme dengan filsafat materialisme. Uraian Materi . Saudara dapat memahami hal tersebut. Mengklasifikasi komponen inti filsafat realisme.

sekurang-kurangnya sebanyak aliran dalam filsafat itu sendiri. Dalam arti filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat. Penulis ³sekurangkurangnya´ karena masih terdapat filsafat pendidikan yang telah ada. humanisme. maka dalam membahasa filsafat pendidikan akan berangkat dari filsafat. Yang pertama. materialisme. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat. bukan materi. realisme pragmatisme. yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas. Filsafat Pendidikan Idealisme Filsafat idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh. 1. Yang kedua. yaitu filsafat pendidikan progresif dan filsafat pendidikan konservatif . Schoupenhaour . seorang filosof idealisme klasik (Yunani Purba) menyatakan bahwa realitas terakhir adalah dunia cita. didukung oleh filsafat pragamatisme dari Jhon Dewey. dan supernaturalisme atau realisme religius. filosof dari Yunani Purba. bukan fisik. Brubcher (1950) mengelompokkan filsafat pendidikan pada dua kelompok besar. idealisme. berkata ³apa yang tidak dapat dipikirkan adalah tidak nyata´. realisme. pengetahuan. sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya. maka dalam filsafat pendidikan akan ditemukan berbagai aliran. Permedines. asli serta abadi. Realitas akhir tersebut sebetulnya telah ada sejak semula pada jiwa manusia. dan nilai. dan romantik naturalisme dari Roousseau.Dapat dikatakan bahwa filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat umum. Dalam filsafat terdapat berbagai mashab seperti. Plato. didasari oleh filsafat idealisme. dan lain-lain. tidak berubah. Dunia cita merupakan dunia mutlak.

yakni apa yang disebut ³mind´. dunia adalah roh yang mengungkapkan diri dalam alam. idealisme mengemukakan pandangannya bahwa pengetahuan yang diperoleh melalui indera tidak pasti dan tidak lengkap. keinginna. pepohonan. . Oleh karena itu. seperti rumah. dengan maksud agar roh tersebut sadar akan dirinya sendiri. dan dorongan jiwa manusia. bahkan sebagai pendorong dan penggerak semua tingkah laku manusia. rohaninya. untuk melaksanakan stujuan. Selanjutnya. Mereka berpandangan bahwa kenyataan-kenyataan seperti itu merupakan manifestasi dari realitas yang hanya memenuhi kebutuhaan fisik. Hakikat manusia adalah jiwanya. matahari.menyatakan bahwa ³dunia adalah ide saya´. Jiwa (mind) merupakan faktor utama yang menggerakkan semua aktivitas manusia. badan atau jasmani tanpa jiwa tidak memiliki apa-apa. fungsi mental adalah apa yang tampak dalam tingkah laku. Mind merupakan suatu wujud yang mampu menyadari dunianya. Menurut Hegel. bintang-bintang yang muncul terlihat pada malam hari. Tentang teori pengetahuan. Bagi penganut aliran idealisme. binatang. Mereka dapat mewakili pandangan metafisika idealisme. Hakikat roh dapat berupa ide atau pikiran. jasmani atau badan sebagai materi merupakan alat jiwa. idealisme tidak menolak eksistensi dunia fisik di sekeliling kita. Termasuk dalam paham idealisme adalah spritualisme. alat roh. rasionalisme dan supernaturalisme.

karena dunia merupakan tiruan belaka.materi idealisme. Ssains fisika tidak akan berkembang tanpa menggunakan mmatematika. sifatnya maya (bayangan). bahkan penolakan. Pengetahuan yang benar hanya merupakan hasil akal belaka. karena realitas pada hakikatnya spritual. dalam prinsip-prinsip sebagai hasil indera. Tokoh idealisme merupakan orang-orang yang memiliki nama besar. bagi mengemukakan memberikan mentah pengetahuan. melainkan dari konsepsi. sedangkan jiwa manusia merupakan bagian dari substansi spritual tersebut. Dengan matematika manusia mampu mengembangkan inteleknya. Demikian menurut Plato idealisme metafisika percaya bahwa manusia dapat memperoleh pengetahuan tentang realitas. apabila pengamatan indera bisa dipengaruhi oleh ilusi. khususnya filsafat pendidikan. baik memberikan persetujuannya maupun memberikan kritik. Indera dapat menipu manusia yang berpikir. Filsafat Pendidikan Realisme . karena akal dapat membedakan bentuk spritual murni dari benda-benda di luar penjelmaan materi. 2. idealisme memberi sumbangan yang besar terhadap perkembangan teori pendidikan. Dalam hubungannya dengan pendidikan. halusinasi. Matematika melengkapi pola berpikir manusia. Sampai sekarang orang akan mengakui kebesaran hasil pemikirannya. Jadi rasionalisme bahwa yang indera mendasari hanya teori pengetahuan . Pengetahuan tidak ditemukan dari pengalaman indera. dan fantasi. yang menyimpang dari kenyataan yang sebenarnya. tidak sesuai antara pengamatan sebagai laporan indera dengan kenyataan.

Realisme merupakan aliran filsafat yang memiliki beraneka ragam bentuk. pada saat filsafat gereja dikuasai oleh neoplatonisme yang dipelopori oleh plotinus. Realisme Rasional Realisme rasional dapat didefinisikan pada dua aliran. Manusia bebas . Bentuk utama dari realisme religius ialah Scholastisisme. dengan menggunakan filsfat Aristoteles dalam membahas teologi gereja. Tomisme juga mengungkapkan bahwa manusia merupakan suatu perpaduan / kesatuan materi dan rohani.Pada dasarnya realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitis. yaitu : (1) realisme rasional. Realisme klasik ialah filsafat Yunani yang pertama kali dikembangkan oleh Aristoteles sedangkan realisme religius ialah Scholastisisme oleh Thomas Aquina. Realisme klasik maupun religius menyetujui bahwa dunia materi adalah nyata dan berada di luar pikiran (ide ) yang mengamatinya. Kneller membagi realisme menjadi dua bentuk.di mana badan dan roh menjadi satu. yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan dipihak lainnya adalah adanya realita di luar manusia. yang dapat dijadikan sebagai objek pengetahuan manusia. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian. yaitu realisme klasik dan realime religius. Tetapi sebaliknya Tomisme berpandangan bahwa materi dan jiwa diciptakan oleh Tuhan. yang disebut tomisme. a. Realisme berpendapat bahwa hakikat realitas adalah terdiri atas dunia fisilk dan dunia rohani. (2) realisme naturalis. Thomas Aquina menciptakan filsafat baru dalam agama kristen. dan jiwa lebih penting daripada materi karena Tuhan adalah rohani yang sempurna.

Di sekolah lebih menekankan perhatiannya pada mata pelajaran (subject matter). Jadi bukti tersebut buikan pada materi atau realitas yang lain. eksistensi) itu sendiri. Realisme Klasik Realisme klasik oleh brubacher (1950) disebut sebagai humanisme rasional. Yang esensial adalah apa yang merupakan penyatuan dan pengulangan dari pengalaman manusia. Realisme klasik berpandangan bahwa manusia pada hakikatnya memiliki ciri rasional.dan bertanggung jawab untuk bertindak namun manusia juga abadi lahir ke dunia untuk mencintai kebahagiaan abadi. Menurut pandangan Aristoteles. namun selain itu sekolah harus menghasilkan individu-individu yang sempurna. dimulai dengan prinsip ³self evident´ di mana manusia dapat menjangkau kebenaran umum. Bahan pendidikan yang esensial bagi aliran ini. Self evident merupakan merupakan asas untuk mengerti kebenaran sekaligus untuk membuktikan kebenaran. Self evident merupakan hal yang penting dalam filsafat realisme karena evidensi merupakan asas pembuktian tentang realitas dan kebenaran sekaligus. Labih lanjut Aristoteles menyatakan bahwa terdapat aturan moral universal yang diperoleh dengan akal dan mengikat manusia sebagai makhluk rasional. karena itu manusia mencari . manusia sempurna adalah dan mengasihi pencipta. Self evident merupakan suatu bukti yang ada pada diri (realitas. yaitu pengalaman manusia. Self evident merupakan asas bagi pengetahuan artinya bahwa pengetahuan yang benar buktinya ada di dalam pengetahuan atau kebenaran pengetahuan itu sendiri. b. Dunia dikenal melalui akal.

Realisme religius Realisme religius dalam pandangannya tampak dualistis. Menurut pandangan aliran ini. Minat negara terhadap pendidikan bersifat natural. sebab apa yang dikatakan baik atau benar adalah untuk keseluruhan umat manusia. bukan hanya untuk suatu ras atau kelompok masyarakat tertentu. Pendidikan merupakan suatu proses untuk meningkatkan diri guna mencapai yang abadi. Hakikat kebenaran dan kebaikan memiliki makna dan pandangan filsafat ini.Tuhan adalah pencipta semesta alam dan abadi. karena negara memiliki kedudukan lebih .manusia moderat yang mengambil jalan tengah. melainkan sudah ditentukan di mana belajar harus mencerminkan kebenaran tersebut. Kebenaran bukan dibuat. Hubungan antara gereja dan negara sadalah menjaga fundamental dasar dualisme antara order natural dan order supernatural. Demokrasinya berarti setiap orang diberi kesempatan yang luas untuk memegang setiap jabatan dalam struktur masyarakat. Kemajuan diukur sesuai dengan yang abadi tersebut yang mengambil tempat dalam alam. Hal ini penting bagi anak untuk mendapatkan kebiasaan baik. Kebaikan tidak datang dengan sendirinya melainkan harus dipelajari. struktur sosial berakar pada aristokrat. c. Kedua order tersbut berpusat pada Tuhan. dan demokrasi letak aristokrasinya adalah pada cara meletakkan kekuasaan pada yang lebih tahu dalam kehidupan sehari-hari. Pada anak harus diajarkan ukuran moral absolut dan universal. Ia berpendapat bahwa terdapat dua order yang terdiri atas order natural dan order supernatural.

Tujuan pendidikan adalah mendorong siswa memiliki keseimbangan intelektual yang baik. realisme religius menyetujuan bahwa kita dapat memahami banyak hukum moral dengan menggunakan akal. . Wiliam Mc Gucken (Brubacher. melainkan juga karena periontah Tuhan. Tujuan pendidikan adalah keselamatan atau kebahagiaan jasmani dan rohani sekaligus. karena keteraturan dan keharmonisan alam semesta sebagai ciptaan Tuhan maka manusia harus mempelajari alam sebagai ciptaan Tuhan. 1950) seorang pengikut Aristoteles membicarakan pula natural dan supernatural. Moral pendidikan berpusat pada agama. Pendidikan agama sebagai pedoman bagi anak untuk mencapai Tuhan dan akhirat. Tuhan telah memberkahi manusia dengan kemampuan rasional yang sangat tinggi untuk memahami hukum moral tersebut. dan pada akhirnya tidak ada tujuan pendidikan. Anak yang lahir pada dasarnya rohaninya dalam keadaan baik. Pandangannya tentang moral.rendah dibandingkan dengan gereja. bukan semata-mata penyesuaian terhadap lingkungan fisik dan sosial saja. namun secara tegas beranggapan bahwa hukum-huklum moral tersebut diciptakan oleh Tuhan. Menurut realisme religius. penuh rahmat. Tujuan utama pendidikan mempersiapkan individu untuk dunia dan akhirat. Menurut Gucken tanpa Tuhan tidak ada tujuan hidup. Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan manusia untuk hidup didunia sekarang dalam arti untuk mencapai tujuan akhirat yang abadi untuk hidup di sana. Anak akan menerima kebaikan dan menjauhi kejahatan bukan hanya karena perintah akal. diisi dengan nilai-nilai ketuhanan.

realisme natural ilmiah mengatakan bahwa dunia yang kita amati bukan hasil kreasi akal atau jiwa (mind) manusia. sebab akibat. Pandangan tentang teori pengetahuan (epistomologi).d. atau antara pikiran dengan realitas situasi lingkungannya. Apa yang dinamakan berpikir merupakan fungsi yang sangat kompleks dari organisme yang berhubungan dengan lingkungannya. Substansialitas. Teori ini sebagai suatu penolakan terhadap teori koherensi. Teori kebenaran yang dipergunakan oleh kaum realisme natural ilmiah adalah teori korespondensi tentang kebenaran. Kebenaran merupakan persesuaian antara pernyataan mengenai fakta dengan faktanya sendiri. Kebanyakan penganut realisme natural menolak eksistensi kemauan bebas (free will). yang menyatakan bahwa kebenaran itu adalah persesuai terhadap fakta dengan situasi yang nyata. dan aturan-aturan alam bukan suatu proyeksi akal. atau jiwa manusia melainkan merupakan suatu penampilan atau penampakan dari dunia atau alam itu sendiri. Realisme Natural Ilmiah Realisme natural ilmiah mengatakan bahwa manusia adalah organisme biologis dengan sistem saraf yang kompleks dan secara inheren berpembawaan sosial (social dispossition). Menurut . Mereka bersilang pendapat dalam hal bahwa individu ditentukan oleh akibat lingkungan fisik dan sosial dalam struktur genetiknya. yang pada umumnya dipergunakan oleh kaum idealis yang mengemukakn bahwa pengetahuan itu benar karena selaras atau bertalian dengan pengetahuan yang telah ada. melainkan dunia sebagaiman adanya.

Jadi semua sains merupakan cabang dari sains mekanika. sesuai denga fakta dan situasi yang nyata. serta kebebasan hanyalah sekedar namanama atau semboyan. kimia. sosiologi. karena teori yang telah ada tersebut adalah benar. Filsafat Pendidikan Materialisme Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi. 3.teori korespondensi. fisika. Atom-atom merupakan bagian dari yang begitu kecil sehingga mata kita tidak dapat melihatnya. psikologi. ekonomi. Demokritos beserta para pengikutnya beranggapan bahwa segala sesuatu terdiri dari bagin-bagian kecil yang tidak dapat dibagi-bagi (disebut atom-atom). 2) Apa yang dikatakan jiwa (mind) dan segala kegiatannya (berpikir. bukan spritual. memahami) adalah merupakan suatu gerakan yang kompleks dari otak. Asumsi tersebut menunjukkan bahwa : 1) Semua sains seperti biologi. atau supernatural. 3) Apa yang disebut dengan nilai dan cita-cita makna dan tujuan hidup. Atom-atom itu bergerak sehingga dengan demikian membentuk realitas pada pancaindera kita. dan yang linnya ditinjau dari dasar fenomena materi yang berhubungan secara kausal (sebab akibat). bukan rohani. sisitem urat saraf. keindahan. dan kesenangan. simbol subyektif manusia untuk situasi atau . atau organ-organ jasmani lainnya. pengetahuan baru itu dikatakan benar apabila sesuai dengan teori atau pengetahuan terdahulu yang telah ada.

Oleh karena itu ia ingin mengganti idealisme dengan materialisme. dihasilkan oleh peristiwa lain dalam dunia materi baik materi yang berada dalam tubuh manusia maupun materi yang berada di luar tubuh manusia. . Behaviorisme yang berakar pada positivisme dan materialisme telah populer dalam menyusun teori pendidkan. Thorndike B. Jadi menurut Feurbach yang ada hanyalah materi tidak mengenal alam spritiual. Oleh karena itu. Tuhan diciptakan oleh manusia sendiri. secara maya.F Skinner. Gerakan fisik yang terjadi dalam otak. Jadi. suatu etika yang humanistis. Tuhan hanyalah merupakan hasil khayalan manusia.L. Ludwig Feurbach (1804-1872) mencanangkan suatu metafisika materialistis. Dengan kegagaln tersebut manusia memikirkan suatu wujud di luar dirinya yang dikhayalkan memiliki kesempurnaan. apa yang disebut dengan kegiatan mental kenyataannya tergantung pada kegiatan fisik. terutama dalam teori belajar yaitu apa yang disebut dengan conditioning theory. padahal wujudnya tidak ada. Kepercayaan kepada Tuhan hanyalah merupakan suatu proyeksi dari kegagalan atau ketidakpuasan manusia untuk mencapai cita-cita kebahagian dalam hidupnya. yang merupakan sumber kebahagiaan manusia suatu wujud yang bahagia secara absolut. yang dikembangkan oleh E. kita sebut berpikir. yang merupakan berbagai kombinasi dan materi dalam gerak. Menurut behaviorisme. semua fenomena baik fenomena sosial maupun fenomena psikologis adalah merupakan bentuk-bentuk tersembunyi dari realitas fisik.hubungan fisik yang berbeda. dan suatu efistomologi yang menjunjung tinggi pengenalan inderawi.

apa yang benar untuk saya. Untuk menggambarkan realitas. Secara tradisional. Eksistensialisme menolak kedua pandangan filsafat di atas. . bahwa yang nyata adalah yang kita alami. Ia menolak pandangan spekulatif dengan mengemukakn pandangannya. eksistensialisme memberi indiviud suatu jalan berpikir mengenai kehidupan. subjektivitas pengalaman manusia. Filsafat-filsafat lain berhubungan dengan pengembangan sistem pemikiran untuk mengidentifikasi dan memahami apa yang umum pada semua realitas. dan tindakan kongkret dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakikat manusia atau realitas. Filsafat skeptik berpandangan bahwa semua pengalaman manusia adalah palsu. kita harus menggambarkan apa yang ada dalam diri kita. apa maknanya bagi saya. Di sisi lain. filsafat dibedakan atas filsafat spekulatif dan skeptis. Realitas adalah kenyataan hidup itu sendiri. eksistensialisme menekankan pilihan kreatif.4. bahwa manusia dapat menemukan kebenaran yang fundamental berargumentasi. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme Filsafat eksistensialisme itu unik yakni memfokuskan pada pengalamanpengalamn individu. dengan berpangkal pada realitas yang lebih dalam secara inheren telah ada dalam diri individu. Filsafat spekulatif menjelaskan tentang hal-hal yang fundamental tentang pengalaman. tidak ada sesuatu pun yang dapat dikenal dari realitas. Mereka menganggap bahwa konsep metafisika adalah sementara. bukan yang ada di luar kondisi manusia. keberadaan manusia dan nilai. Secara umum.

Namun. Hanyalah manusialah yang bereksistensi. Persamaan-persamaan tersebut antara lain : a) Motif pokok dari filsafat eksistensialisme ialah apa yang disebut eksistensi. menjadi. Manusia . Kebebasan bukan suatu tujuan atau suatu cit-cita dalam diriny sendiri melainkan merupakan suatu potensi untuk suatu tindakan. berbuat. suatu pandangan yang menggambarkan penampakan benda-benda dan peristiwa-peristiwa sebagaimana benda-benda tersebut menampakkan dirinya tersebut terhadap kesadaran manusia. realitas yang belum selesai. yang masih dalam proses menjadi. tergantung pada interpretasi menusia terhadap realitas. pandangan-pandangan tersebut memiliki beberapa persamaan sehingga pandangan mereka dapat digolongkan filsafat eksistensialisme. Teori pengetahuan eksistensialisme banyak dipengaruhi oleh filsafat fenomenologi. pengalaman yang eksistensial.Paham eksistensialisme bukan hanya satu. Oleh karena itu. bersifat humanistis. menekankan kebebasan dalam tindakan. d) Eksistensialisme memberi tekanan pada pengalaman konkrit. tergantung pada interpretasi manusia terhadap realitas. Bereksistensi berarti menciptakan dirinya secara aktif. yaitu cara manusia berada. Pemahaman eksisitensialisme terhadap nilai. Pengeathuan manusia tergantung pada pemahamannya tentang realitas. b) Bereksistensi harus diartikan secara dinamis. Pusat perhatgian ini ada pada manusia. c) Manusia di pandang sebagai makhluk terbuka. melainkan terdiri dari berbagai pandangan yang berbeda-beda.dan merencanakan.

Dalam hubungannya dengan pendidikan Pribadi (1971) mengemukakn bahw eksistensialisme berhubungan erat dengan pendidikan. Filsafat Pendidikan Progresivisme Aliran progressivisme adalah salah satu aliran filsafat pendidikan yang berkembang dengan pesat pada permulaan abad ke XX dan sangat berpengaruh dalam pembaharuan pendidikan yang didorong oleh terutama aliran naturalisme dan experimentalisme. Setiap individu dipandang sebagai makhluk unik dan secara unik pula ia harus bertanggung jawab terhadap nasibnya. yaitu manusia hidup. Progresivisme dalam pandangannya selalu berhubungan dengan pengertian ³the liberal road to cultural´ yakni liberal dimaksudkan sebagai fleksibel (lentur dan tidak kaku). serta ingin mengetahui dan menyelidiki demi pengembangan pengalaman. 6. karena karena keduanya bersinggungan satu dengan yang lainnya pada masalah-masalah yang sama. Progressivisme disebut sebagai naturalisme yang mempunyai pandangan bahwa kenyataan yang sebenarnya adalah alam semesta ini (bukan kenyataan spritual dan supernatural). . hakikat kepribadian dan kebebasan. namun menentukan pilihan-pilihan di antara pilihan-pilihan yang terbaik adalah yang paling sukar. Eksistensialisme sebagai filsafat. sangat menekankan individualitas dan pemenuhan diri secara pribadi. hubungan antarmanusia. toleran dan bersifat terbuka.memiliki kebebasan untuk memilih. Berbuat akan menghasilkan akibat di mana seseorang harus menerima akibat-akibat tersebut sebagai pilihannya.

dan Thomas Jefferson memberikan sumbangan terhadap perkembangan aliran ini dengan cara sikap menentang dogmatisme terutama dalam agama dan moral dan sikap demokratis. tidak hanya berupa angan-angan dalam dunia ide. Adapun tugas pendidikan menurut progrevissisme ialah mengadakan penelitian atau pengamatan terhadap kemampuan-kemampuan manusia itu dalam menguji kemampuan-kemampuan tersebut. Demokratis memiliki nilai ideal yang wajib dilaksanakan sepenuhnya dalam semua bidang kehidupan karena ia berusaha untuk mengangkat harkat dan martabat manusia sebagai keseimbangan dan kebebasan serta kebersamaan dalam mencari nilai-nilai kebenaran. Thomas Paine. Oleh karena itu pendidikan tidak hanya dimaksudkan sebagai pengetahuan saja kepada peserta didik tetapi yang lebih penting lagi adalah melatih kemampuan berpikir dengan memberikan rangsangan dengan cara-cara ilmiah seperi kemampuan menganalisis dan memilih secara rasional di antara beberapa alternatif yang tersediah. Semuanya ini diperlukan oleh pendidikan agar orang dapat maju. dan berbuat sesuatu mampu mengadakan penyesuaian dengan lingkungan. Dengan kata . antara lain Benyamin Franklin.Jadi jelaslah bahwa progres atau kemajuan. teori dan cita-cita saja melainkan harus dicari dengan memfungsikan jiwa sehingga menghasilkan dinamika yang lain dalam hidup ini. lingkungan dan pengalaman menjadi perhatian dari progressivisme. Tokoh-tokoh pelopor progresisvisme yang berpengaruh ternyata banyak yang bermunculan di Amerika Serikat.

Emisi yaitu pengeluaran uang/ surat berharga Emisi itu dilakukan oleh perusahaan tersebut untuk memperluas usahanya. GLOSARIUM Eksploitasi yaitu pengusahaan Eksploitasi terhadap bahan tambang di daerah itu sama sekali pernah dilakukan Eksplorasi yaitu penjelejahan untuk memperoleh pengalaman baru Eksplorasi dengan biaya yang besar itu dlakukan untuk mencari sumber minyak baru Embargo yaitu pelanggaran barang-barang yang akan masuk Selak diterapkan embargo sebagai sangsi pelanggaran ekonomi negara itu kocar-kacir Embarkasi yaitu tempat pemberangkatan pesawat atau kapal Hasanuddin merupakan bandar udara yang dijadikan embarkasi jemaah haji. terutama sejak zaman renainsance. F. yakni keduanya sebagai pendukung namun tidak melebur diri menjadi satu atau tidak melepaskan identitas atau ciri masing-masing aliran. Atau pertemuan dua aliran bersifat elektik.lain demokrasi adalah ide-ide. pemikiran-pemikiran yang dilaksanakan dalam pergaulan sosial. Karena kebudayaan lama itu telah ada semenjak peradaban umat manusia dahulu. Essensialisme merupakan perpaduan antara ide-ide filsafat idealisme dan realisme sehingga aliran ini nampak lebih mantap dan kaya dengan ide-ide. Filsafat Pendidikan Essensialisme Aliran filsafat pendidikan essensialisme ini dapat ditelusuri dari aliran filsafat yang menginginkan agar manusia kembali kepada kebudayaan lama. 6. Empiris yaitu berdasarkan pengalaman .

3. Apakah yang menjadi ciri khusus aliran filsafat idealisme? 4. Uraikan karakteristik filsafat pendidikan aliran esensialisme. 2.Sekalipun telah banyak kali terbukti. Jelaskan perbedaan cara pandang antara penganut filsafat pendidikan aliran eksistensialime dengan aliran progresivisme. Bedakan antara filsafat realisme dengan filsafat materialisme. Esensial yaitu bersifat dasar atau pokok Tolong menolng terhadap sesama merupakan hal yang esensial Estimasi yaitu perkiraan Karena dia ahli di bidang itu maka estimasinya selalu tepat Evakuasi yaitu mengungsikan Evakuasi harus dilakukan secepatnya agar tidak banyak korban yang jatuh G. . Evaluasi 1. namun kebenaran teori Lambroso harus dibuktikan secara empiris. Kemukakan komponen utama aliran filsafat realisme. 5.

Ilmu Pendidikan dan Praktik Pendidikan dalam Renungan. Logika: Ilmu Menalar. Bahasa dan Berbahasa. 1987. Dasar Filsafat Pendidikan. 1979. Jakarta: Gramedia Noersyam. Buchari. 1995. Djumberansyah. Imam. 1981. Hoesin. Muhammad. Jogyakarta: Kota Kembang. 1983. dan Gilarso. New York: Tge Mc Mollan Company. Dandan. Suriasumantri. 1995. Supratman. 1995. 1994. Barnadib. W. Endang. 1988. 1975. Jakarta: Bulan Bintang. Saefuddin. Rahman. Filsafat Islam. . John. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Analisis Kebijakan Pendidikan. Surabaya: Sinar Ilmu. Filsafat. Surabaya: Usaha Nasional. Makassar: Berkah Utami. Yogyakarta: FIP IKIP. Filsafat Ilmu: Sebuah Pengantar. Amin. Jakarta: Djmbatan. 1985. Surabaya: Karya Abditama Keraf. Jujun S. Bandung: Remaja Karya. Gorys. UNS Surakarta. 1984. Bandung. Makalah HPBI. Abd. Poespoprojo. Filsafat Pendidikan. Ilmu. 1989. Dewey. Rosda Karya. Suryadi dan Tilaar. Democracy and Education. Indar. Sistem Filsafat Pendidikan. Hamdani. Filsafat Pendidikan. dan Agama. Argumentasi dan Narasi. 2009. Indikator-Indikator Kemampuan Bernalar dengan Bahasa Indonesia.DAFTAR PUSTAKA Ali. Imam. Rahim.

Drs. M.Hum. M. M. Hum.Si. A. Drs. H. FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2011 . H.Pd Dr.FILSAFAT PENDIDIKAN Disusun oleh: Drs. Hamid Mattone. H.. Hambali. Tjodding SB. M. Rahman Rahim. A.

Juni 2011. Antara pertemuan sampai pertemuan keenam terjadi keterkaitan yang sangat erat sehingga sangat diharapkan partisipasi aktif dari mahasiswa pada setiap pertemuan.KATA PENGANTAR Tiada kata yang paling afdal diucapkan selain puji syukur ke hadirat Allah swt. sepantasnyalah penulis menyampaikan terima kasih atas segala partisipasinya. Penulis menyadari pula bahwa penulisan bahan ajar ini. Pada bab kedua diuraikan mengenai penelaran sebagai dasar pemahaman filsafat. atas segala rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulisan bahan ajar ini dapat diselesaikan walaupun masih jauh dari kesempurnaan. Baham ajar ini didesain untuk dibahas dalam bentuk simulasi pembelajaran sebanyak enam kali pertemuan dan akan ditindaklanjuti dengan beberapa soal atau pertanyaan. porsi waktu pelaksanaan pembelajarannya akan lebih banyak dibamdingkan materi sebelumnya. Pada bab keempat diuraikan problematika filsafat pendidikan sedangkan bab kelima berisi uraian mengenai aliran atau mazhab filsafat pendidikan. Makassar. Karena materi tentang mazhab dalam filsafat cukup luas. tidak terwujud tanpa bantuan dan motivasi dari berbagai pihak. Bab ketiga berisi uraian tentang relevansi antara berpikir dengan filsafat. Team Penyusun . Oleh karena itu. Bab pertama berisi uraian tentang batasan atau hakikat filsafat.

.............. ..................... i ii iii 2 12 22 29 40 56 DAFTAR PUSTAKA .......................... FILSAFAT DAN BERPIKIR ............................................ BAB IV BAB V HAKIKAT FILSAFAT ....................................................................................... KATA PENGANTAR .......................................................I BAB....................................................... PENALARAN DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN ........................................................................ DAFTAR ISI ....................................II BAB III............................ BAB................... MAZHAB FILSAFAT PENDIDIKAN ..................... PROBLEMATIKA FILSAFAT PENDIDIKAN ......................................DAFTAR ISI HALAMAN SAMPUL .......................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful