4.

Persamaan Van Deemter Pada sifat ideal, harga panjang setara pelat teoritik (H) adalah nol, tetapi karena sifat acak dari molekul-molekul yang melalui kolom, maka nilai H akan menyimpang dari nilai idealnya. Terdapat 3 penyimpangan penting dari difat ideal tersebut : • Diffusi Eddy

Pada waktu fase mobil melalui kolom yang terbentuk dari partikel-partikel dengan bermacam bentuk dan ukuran yang acak, fase mobil ini akan mengalir melalui berbagai saluran diantara partikel-partikel tersebut. Pergerakan fase mobil akan terbagi menjadi banyak aliran-aliran yang berbeda panjangnya.Molekul solut akan mengikuti aliran-aliran ini yaitu ada yang mengikuti jalan yang panjang, ada pula yang mengikuti jalan yang pendek. Hal ini berarti kumpulan molekul solut akan tersebar, ada yang lebih awal mencapai detector, ada pula yang ketinggalan, sehingga pita kromatogram akan melebar. Besarnya pelebaran pita ini akan tergantung pada ukuran partikel, bentuk partikel, dan keragaman penyebaran dalam kolom. Pada kolom yang baik maka pengaruh dari diffuse Eddy ini akan kecil sekali dibandingkan dengan faktor-faktor lain. • Diffusi Longitudinal

Molekul-molekul solut cenderung untuk berdiffusi sepanjang gradien konsentrasi yang lebih rendah yaitu kearah depan dan belakang dari pita solut. Diffusi yang terjadi dalam gas akan lebih cepat sekitar 10⁵ kali lebih cepat dibandingkan diffusi pada cairan, sehingga pada khromatografi gas-cairan pada fase cair (fase stasioner) dapat diabaikan dibanding dengan diffusi pada gas. difusi memerlukan waktu, sehingga makin panjang kolom yang diperlukan maka akan makin besar pula pengaruh diffusi longitudinal. Dengan makin panjangnya kolom makan pelebaran pita akibat diffusi longitudinal akan semakin besar. Bila dihubungkan dengan laju kecepatan fase mobil, maka dengan semakin tingginya kecepatan fase mobil akan semakin kecil pula pengaruh diffusi longitudinal. • Ketidaksetimbangan Pindah Masa

Bila dalam gerak sinambung tersebut kesetimbangan distribusi solut antara fase mobil dan fase stasioner tidak tercapai maka perbandingan antara [S]/[M] tidak lagi sama dengan konstanta kesetimbangan (K). Dengan demikian harus berlaku persamaan berikut : [S] = K [M] x f(t) Dimana f(t) merupakan fungsi waktu yang menunjukkan kinetika dari proses pindah massa antara kedua fase. Bila harga t besar maka kesetimbangan tersebut akan tercapai, maka f(t) akan mendekati satu sehingga akan berlaku kembali rumus: [S] = K [M]

koefisien distribusi. sehingga harga Hmin = 0. Besaran A (pengaruh diffusi Eddy) merupakan fungsi dari ukuran dan keseragaman partikel dalam packing dari kolom. dan C pada umumnya sekitar : A = 0 -1 mm . maka besaran B menjadi kurang penting jika fase mobilnya berupa cairan. Karena kesetimbangan tidak tercapai maka bagian yang seharusnya berada dalam fase stasioner akan terbawa oleh fase mobil.01 detik . C = 0. persamaan van Deemter dapat dinyatakan sbb : Sebesar kira-kira dua kali kecepatan optimum. Selengkapnya. dan laju diffusi kedua fase.5 – 2 mm. B = 10 mm²/detik .Untuk [S] ≠ K [M]. nilai A . Besaran C merupakan fungsi kompleks dari bentuk geometric fase stasioner. dan pada kolom yang baik maka nilai A mendekati nol sehingga dapat diabaikan. akibatnya pada bagian depan pita solute akan berlaku rumus : [S] < K [M] Sedangkan pada bagian belakang pita solut akan berlaku : [S] > K [M] Semua pernyataaan diatas dapat dituliskan dengan persamaan Van Deemter : H = A + B /µ + C µ Keterangan : A = Pengaruh diffus Eddy B = Pengaruh diffus longitudinal C = Pengaruh ketidakseimbangan pindah massa. Dengan kecepatan ini. untuk µopt = 1-10 cm/detik. Hal ini desebabkan bahwa semakin besar kecepatan linier fase mobil maka semakin sulit kesetimbangan distribusi terjadi. Pada kromatografi gas-cairan. Partikel yang berukuran kecil yang tersusun padat akan memberikan Harga A yang kecil .Pengaruh besaran C akan semakin besar dengan semakin besarnya kecepatan linier fase mobil. B .001 – 0. Karena diffusi dalam cairan 10⁵ lebih lambat dibandingkan dengan diffuse pada gas. waktu pemisahan dapat dipersingkat dan hasil pemisahannya masih cukup baik. . Besaran B berhubungan dengan diffusi sepanjang kolom.

sehingga terkadang kuarang praktis. dan kini sudah benyak dimodifikasi agar persamaan ini semakin dekat dengan percobaan. Pengaruh panjang Kolom Jumlah pelat teoritik dalam kolom akan sebanding dengan panjang kolom. Usaha memperpanjang kolom ada batasnya yaitu dengan terlalu panjangnya kolom. dan waktu retensi akan lebih panjang. berbanding langsung dengan jarak perpindahan kedua solute. bila menggunakan jumlah sampel yang besar maka harga resolusi menjadi rendah. untuk mendapatkan resolusi yang lebih baik dapat digunakan kolom yang lebih panjang. Hasil yang diperoleh cukup banyak Ketiga tujuan ini mungkin tidak dapat dicapai sekaligus. Hubungan antara resolusi dan Faktor Selektivitas (α)m Bila dengan kolom yang baik dan pengaturan kecepatan linier fase mobil dan suhu untuk GCL tepat. Sebagai contoh. sehingga resolusi menjadi lebih baik. Tujuan utama dalam pemisahan zat dengan kromatografi dapat dibedakan menjadi 3 bagian : 1. Pemisahan dua puncak. (Tr)2-(Tr)1.Persamaan Van Deemter ini dibentuk dari banyak pendekatan. tetapi pemisahan masih juga kurang baik . Persamaan van Deemter ini sudah sangat berguna untuk menentukan dan memperbaiki efisiensi kolom dalam kromatografi. Walaupun demikian.0 yaitu tingkat pemisahan yang cukup memadai. bila factor-faktor yang lain tetap. Dengan demikian. Hubungan antara resolusi dengan factor selektivitas seperti dirumuskan dalam persamaan x{ } Untuk R = 1. maka dapat dibuat grafik hubungan antara jumlah pelat teoritik (n) dengan factor selektivitas. Resolusi yang tinggi 2. jika kolom diperpanjang dua pita akan lebih cepat terpisah disbanding dengan kecepatan melebarnya pita. maka tekanan yang diperlukan akan semakin besar. tetapi hasil yang diperoleh cukup . 5. maka cara lain adalah mengganti fase strasioner . Dengan demikian. Waktu analisis yang singkat 3. sedangkan lebar pita elusi bertambah dengan akar dari jarak.

Dengan demikian. Perbesar luas permukaan antar fase c.Memilih fase stasioner lain -Memilih fase mobil yang lain 2. Memperbesar harga (Tr)2-(Tr)1 dengan jalan yaitu : a. Berdasarkan uraian di atas.Mencari factor selektivitas yang lebih baik dengan cara : . Optimumkan laju alir fase mobil d. Kurangi jumlah sampel e. hal ini sangat tergantung dari orangnya. maka dapat dirangkum bahwa untuk memperbaiki resolusi dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut : 1. Vs c. W dengan cara : a.Penurunan suhu . tujuan yang mana yang harus diutamakan. Perkecil Diameter kolom . Packing yang lebih seragam b. Kurangi rang mati dalam system f. Kurangi konstanta waktu dari detector g.Menambah jumlah fase stasioner.banyak.Memperpanjang kolom. L b.Mempersempit lebar pita.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful