KATA PENGANTAR

Perkembangan teknologi pemetaan secara digital harus diikuti pula oleh sumber daya manusia yang menguasai teknis pemetaan tersebut. Pemetaan secara digital memerlukan keahlian khusus dibidang software yang dipakai. Banyak software yang dipergunakan dalam mengolah peta secara digital seperti Arc/Info, ArcView, ArcGIS, Mapinfo, Er-Mapper, Epi Info dsb.

Sebagai referensi untuk pembuatan peta secara digital yang menggunakan software ArcGIS, kami menyusun referensi tersebut yang dikutip dari berbagai sumber diantaranya dari Tutorial ArcGis.

Referensi ini tidak untuk dijualbelikan atau dikomersilkan namun hanya untuk dipakai kalangan sendiri.

Demikian semoga referensi ini dapat bermanfaat dalam rangka mendukung pemetaan secara digital khususnya yang menggunakan software ArcGis.

Semarang, Desember 2006

Rusiman

Referensi Tutorial ArcGIS

1

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ............................................................................................1 DAFTAR ISI...........................................................................................................2 I. PENGENALAN GIS........................................................................................3 A. Pengertian....................................................................................................3 B. Ruang Lingkup ............................................................................................4 II. RUANG LINGKUP GIS..................................................................................5 A. Geodatabase.................................................................................................5 B. Geovisualization..........................................................................................9 C. Geoprocessing .............................................................................................9 III. KERANGKA ARCGIS..................................................................................12 A. ArcGIS Desktop ........................................................................................12 B. Server GIS .................................................................................................13 C. ArcGIS Engine ..........................................................................................13 D. Mobile GIS ................................................................................................14 IV. KONSEP DATA GIS.....................................................................................15 A. Format Data dalam ArcGIS .......................................................................15 B. Workspaces................................................................................................18 C. Geodatabases .............................................................................................18 D. Feature Data...............................................................................................21 V. ARC CATALOG............................................................................................25 A. Memulai ArcCatalog. ................................................................................25 B. Viewing Data melalui ArcCatalog. ...........................................................25 C. Connecting Data. .......................................................................................26 VI. ARCMAP .......................................................................................................30 A. Menampilkan Data Peta. ...........................................................................31 B. Menampilkan Table Peta ...........................................................................33 C. Simbolisasi ................................................................................................34 D. Query Data.................................................................................................35 E. Mempersiapkan Data Untuk Analisa dalam ArcMap. ..............................40 F. Menyiapkan Data Untuk Siap Cetak. ........................................................44 VII. SPATIAL ANALYST....................................................................................46 A. Memulai ArcGIS Spatial Analyst..............................................................46 B. Menampilkan Data. ...................................................................................47 C. Simbologi Data. .........................................................................................48 D. Selecting Features......................................................................................49 E. Membuat Hillshade. ..................................................................................51 VIII. 3D ANALYST ..........................................................................................53 A. Memulai ArcGIS 3D Analyst. ...................................................................53 B. TIN ............................................................................................................53 C. Membuat Peta Lereng. ...............................................................................56 D. Penentuan Pembuatan Peta Lahan Kritis...................................................57
Referensi Tutorial ArcGIS

2

I. PENGENALAN GIS

A. Pengertian
GIS adalah kependekatan dari Geographic Information System. Adalah suatu sistim yang bertujuan untuk melakukan mengatur (manage), menganalisa (analysis), dan menampilkan (display) informasi geografi. Informasi Geografi disajikan oleh suatu seri dataset geographic denh suatu tool yang dengan menggunakan struktur data sederhana. GIS meliputi suatu tool yang comprehensive untuk bekerja dengan menggunakan geographic. data

Pada awal dekade dari GIS, para profesional terfokus pada kompilasi data, aplikasi, serta menyiapkan database GIS. Berikutnya berangsur-angsur, para profesional GIS mulai untuk menggunakan dan memanfaatkan data yang sudah mereka persiapkan sebelumnya dengan membangun modeling aplikasi GIS. Bagi para pengguna GIS yang sudah cukup lama, tentunya pada awal perkembangannya ingat bahwa pengguna GIS cenderung untuk bekerja pada satu mesin, dimana dengan satu mesin tersebut baik data maupun analisa sampai dengan produk output tersimpan dalam satu mesin komputer. Seiring dengan perkembangan GIS dan teknologi informasi konfigurasi tersebut mengalami perubahan, dimana sekarang sudah mulai dipisahkan antara database, analisa, sampai dengan hasil keluaran. Saat ini sudah menjadi standar dengan adanya komputer Server sebagai kelengkapan pembangunan sistem GIS disamping komputer-komputer workstation.
Referensi Tutorial ArcGIS

3

networks. adalah suatu kumpulan informasi dalam suatu peta. topologi. Geodatabase.Penyimpanan databasepun sudah menggunakan perangkat lunak DBMS. 3. Geoprocessing . terdiri dari spatial database yang merepresentasikan suatu informasi geographic. dimana antara satu feature dan lainnya saling berhubungan dalam kerangka referensi lokasi di permukaan bumi. mengingat GIS sendiri merupakan salah satu bentuk dari Sistim Informasi yang mempunyai referensi lokasi di bumi. Penjelasan tersebut dapat dilihat pada gambar diatas. (feature. Ruang Lingkup Dalam GIS terdiri dari 3 kelompok dasar yang satu sama lainnya tidak terpisahkan. keterangan adalah sbb : 1. raster. B. Referensi Tutorial ArcGIS 4 . Geovisualization. adalah suatu alat untuk melakukan fungsi-fungsi prosesing dimana tujuan yang akan diperoleh adalah untuk memperoleh informasi geographic yang baru. serta kelengkapan jaringan untuk menampilkan hasil keluaran seperti melalui ja ringan portal web/internet. dll) 2.

1.1. Jenis data informasi geographic yang disajikan melalui Geodatabase antara lain : ? Titik (Point). GIS didasarkan pada suatu database yang tersusun yang menguraikan/menjelaskan “dunia” dalam terminologi ilmu bumi. RUANG LINGKUP GIS A. Geographic representations. sumur-sumur mata air terwakili dalam bentuk titik/point. batas persil tanah/bangunan secara khas diwakili oleh batas-batas yang jelas dengan variasi bentuk yang beragam (polygon). Berikut ini tinjauan yang cepat tentang prinsip-prinsip dasar yang penting dalam geodatabases. Geodatabase Pada dasarnya. Sebagai bagian dari suatu GIS geodatabase disain. user GIS menetapkan bagaimana liputan yang tertentu akan diwakili. dan seterusnya.II. jalan akan dipetakan dalam bentuk garis/line. Area (Poligon) ? Raster (Grid atau Citra Satelit) ? Jaringan (Networks) Referensi Tutorial ArcGIS 5 . Sebagai contoh. Garis (Line).

? Model Ketinggian 3D ? Survey Pengukuran Lapangan ? Jenis kenampakan lain. 2. Hal utama yang Referensi Tutorial ArcGIS 6 . nama pemilik atau informasi kartografi. seperti : alamat. Diskripsi Atribut Kenampakan Setiap jenis kenampakan geografi yang disajikan dalam sistim GIS selalu mempunyai atribut yang menjelaskan tentang kenampakan tersebut.

saluran air. Contohnya dalam menerangkan suatu jalur transportasi. dll. serta menggambarkan hubungan antara batas-batas tersebut. Hubungan Keruangan : Topologi (Topology) dan Jaringan (Networks) Topologi merupakan istilah dalam GIS untuk mengatur batasan-batasan yang umum antar liputan.perlu dipahami adalah adanya kesamaan identitas antara jenis kenampakan pada peta dan atribut/tabelnya. 3. Referensi Tutorial ArcGIS 7 . Jaringan menguraikan suatu grafik yang dihubungkan tentang object GIS yang dapat dilintasi.

Referensi Tutorial ArcGIS 8 . Hasil gabungan dan interpretasi. Data yang diperoleh dari analisa keruangan (GIS) Hubungan keruangan antara peta tematik menjadi sumber informasi baru. seperti : Data citra satelit. Peta Jaringan Jalan. seperti : Peta Penutup Lahan.Layer Tematik dan Dataset Dalam GIS obyek-obyek yang ada di permukaan bumi. akan disajikan dalam suatu informasi tematik sesuai dengan jenis kenampakannya. dll Sedangkan Dataset merupakan presentasi dari : Hasil pengambilan data lapangan.

Penampilan suatu peta saat ini tidak dibatasi oleh ruang dan waktu. Geoprocessing Geoprocessing adalah suatu proses dalam GIS yang digunakan untuk mengolah/melakukan analisa terhadap dataset geographic. Referensi Tutorial ArcGIS 9 . Geovisualization Adalah bentuk tampilan informasi keruangan yang dikemas menjadi lebih menarik/informatif serta interaktif.B. C. arti kata dengan memanfaatkan fasilitas jaringan internet. maka peta dapat diakses oleh siapa saja yang membutuhkan informasi tersebut. dimana pada akhirnya akan menghasilkan dataset yang baru.

Contoh : mengimport data dari berbagai macam format. VBScript. dll. analisa dan modeling.XDOW V LD /LQJNXQJDQ 3HW D $VSHN 1. mengintegrasikan data itu ke dalam GIS. dan untuk pembuatan peta tingkat lanjut. bagaimana arus data dari satu struktur ke staruktur yang lain. Beberapa aplikasi modeling antara lain : ? Modeling kesesuaian lahan ? Integrasi dengan model aplikasi la in Referensi Tutorial ArcGIS 10 . Dengan demikian satu mekanisme yang digunakan untuk membangun geoprocessing arus pekerjaan adalah untuk melaksanakan sejumlah perintah dalam suatu urutan yang spesifik. 3HW D .2 1 3HW D 7DQDK 3HW D . Analisa dan Modeling Geoprocessing adalah alat untuk pemodelan dan analisa GIS. dan JavaScript. Para pemakai dapat menyusun proses seperti contoh diatas dengan menggunakan ModelBuilder. Kemampuan untuk mengotomatiskan dan mengulangi arus pekerjaan seperti itu adalah suatu kemampuan yang kuat dalam suatu Geoprocessing GIS. Geoprocessing digunakan di hampir semua tahap dari suatu GIS untuk kumpulan dan otomasi data. HP LULQJDQ 3HW D 9HJHW DVL 8 1 .Geoprocessing digunakan untuk melakukan modeling. aplikasi di ArcGIS. dan mereka dapat menyusun routine task seperti Python. manajemen data.

Referensi Tutorial ArcGIS 11 . Data Management Managemen data GIS merupakan salah satu kunci penting dalam sebelum membangun aplikasi GIS.? Sharing modeling 2. Data akan diatur sesuai dengan properti masing-masing sebelum dilakukan analisa.

ArcCatalog. Dengan demikian ArcGIS merupakan suatu ”wadah” yang didalamnya terdiri dari sejumlah komponen GIS yang saling terkait. ArcMap. dan Server GIS. ArcGIS Desktop 2. Arctoolbox. A.. Mobile GIS Sedangkan ArcObjects merupakan komponen dasar yang membentuk ArcGIS Desktop. melalui konsep yang disebut ArcGIS.III. Server GIS 4. Referensi Tutorial ArcGIS 12 . ArcGIS Engine 3. Kerangka ArcGIS 9 terdiri dari empat kelompok yaitu : 1. ArcGIS Desktop ArcGIS Desktop adalah suatu deretan yang terintegrasi dari aplikasi GIS tingkat lanjut.. KERANGKA ARCGIS ESRI melalui ArcGIS dalam perkembangan teknologi informasi sekaligus GIS mempersiapkan suatu layanan produk yang mampu untuk memenuhi kebutuhan para profesional GIS maupun non. ArcGIS Desktop meliputi satu rangkaian aplikasi desktop Windows ( sebagai contoh.GIS. ArcGIS Engine. dan ArcGlobe) dengan para pemakai.

Dengan kata lain. merupakan server data spasial yang diperuntukkan untuk publishing data melalui internet. dan Java. C. merupakan server data spasial yang berguna untuk mengatur RDBMS. NET. yang berfungsi untuk membangun aplikasi GIS melalui Server. B. ArcGIS Engine ArcGIS Engine atau Embedded GIS merupakan kelompok ArcGIS yang menyediakan komponen dasar (terpilih) untuk membangun suatu aplikasi. COM. dan ArcInfo. kelompok ini menyedia kan source library GIS yang siap untuk dikembangkan sesuai dengan permintaan pengguna. GIS Aplication. Penggunaan ArcGIS Engine ini biasanya akan melibatkan third pary dari software pengembang seperti : C++. merupakan server yang memasukkan komponen library object GIS. ArcGIS Server. Server GIS Untuk kelompok Server GIS ini ada tiga kelompok server yaitu : ArcSDE. Referensi Tutorial ArcGIS 13 . ArcIMS. Contoh aplikasi server seperti : Web Aplication. Arceditor.ArcGIS Desktop tersedia dalam tiga levels yaitu : ArcView yang fungsional®.

D. untuk kelompok pengguna yang cenderung mobile (bergerak). Mobile GIS Para pemakai GIS saat ini sangat beragam aktivitasnya. maka ArcGIS menyediakan software GIS yang bisa dibawa kemana-mana serta mampu untuk melakukan akses data melalui PDA – GPS. Referensi Tutorial ArcGIS 14 .

stx) ? Band Interleaved by Pixel (ESRI BIP) (*.clr.dt2) ? ER Mapper (*.stx) ? Band Sequential (ESRI BSQ) (*. *. *.clr. ArcEditor. UTM/UPS Standard Raster Product (USRP) (*.dt1. Device Independent Bitmap (DIB) format. *.img and *. 1 and 2 (*.bip and *.thf) ? Digital Terrain Elevation Data (DTED) Level 0. *.ers) ? ERDAS 7. Format Data dalam ArcGIS Sejumlah sumber data dengan berbagai macam jenis format yang didukung oleh ArcGIS adalah sbb : ? Data yang di-support ArcGIS (ArcView.5 GIS (*. *.bsq and *.sou.dt0.trl) Referensi Tutorial ArcGIS 15 .IV. or Microsoft Windows Bitmap (*.bmp) ? Compressed ARC Digitized Raster Graphics (CADRG) ? Controlled Image Base (CIB) ? Digital Geographic Information Exchange Standard (DIGEST) Arc Standard Raster Product (ASRP).hdr. *. KONSEP DATA GIS A.stx) ? Bitmap (BMP).img or *.gis and *.bil and *.hdr.clr. *. *. *.gen.lgg) ? ArcSDE Rasters ? Band Interleaved by Line (ESRI BIL) (*.ger.hdr.qal. *.ovr and *. *. *. and ArcInfo) o ArcIMS feature services o ArcIMS map services o ArcInfo coverages o DGN (through v8) o DWG (through v2004) o DXF o Geodatabases o Geography Network connections o OLE DB Tables o PC ARC/INFO coverages o Raster Formats ? ARC Digitized Raster Graphics (ADRG) (*.

raw) ? ESRI GRID (*.png) ? Tagged Image File Format (TIFF) (*.ntf) ? Portable Network Graphics (*.jpg.stk) ? ESRI SDE Raster ? Graphics Interchange Format (GIF) (*. JIFF (*.img) ? ERDAS RAW (*.gif) ? Intergraph Raster Files (*. *.clr) ? ESRI GRID Stack ? ESRI GRID Stack File (*. *. generations 2 and 3.cit and *. Note that the export command Raster to MrSID outputs in MrSID generation 2 format) ? National Image Transfer Format (NITF) (*. adalah : o o o o o o o o o ADS DFAD DIME DLG ETAK GIRAS IGDS IGES MOSS Referensi Tutorial ArcGIS 16 .sid. *.TXT) TIN VPF Jenis tipe data lain yang bisa di-support tetapi harus terlebih dahulu melalui proses Import di ArcInfo.jpeg.trl) ? ERDAS IMAGINE (*.? ERDAS 7.lan and *.jp2) ? Multiresolution Seamless Image Database (MrSID) (*. *jpe) ? JPEG 2000 (.5 LAN (*.tiff.cot) ? JPEG File interchange Format.tff) o o o o o o ? SDC (Smart Data Compression) SDE layers Shapefiles Text Files (.tif.

and Vector) SLF TIGER (through v2000) Sun Raster Jenis tipe data lain yang bisa di-support tetapi harus terlebih dahulu melalui proses Import di ArcInfo dan ArcEditor. adalah : o o o AGF MIF SDTS (Points and Raster) Selain itu ArcGIS juga mampu untuk melakukan “Geoprosesing” dengan sumber data sbb : ? Geodatabase feature datasets ? Geodatabase feature classes ? Shapefile datasets ? Coverage datasets ? Coverage feature classes ? CAD feature datasets ? CAD feature classes ? SDC datasets ? SDC feature classes ? VPF datasets ? VPF feature classes ? Raster datasets ? Raster dataset bands ? Raster catalogs ? TIN datasets ? Layers ? Layer files ? Tables ? Table views Referensi Tutorial ArcGIS 17 . Raster.o o o o o ? S-57 SDTS (Point.

Personal geodatabase mendukung single user editing. Geodatabase mendukung penyimpanan dan manajemen informasi geographic dalam sistem managemen standard database. dengan bebas tersedia untuk semua para pemakai ArcGIS. table. serta terdiri dari user yang bervariasi. Geodatabases bekerja dalam lingkup arsitektur DBMS. Geodatabases Geodatabase adalah suatu model data untuk mewakili informasi geographic yang menggunakan standard relational database. Terdapat dua jenis geodatabase yaitu : a) Personal geodatabases b) Multiuser geodatabases (ArcSDE). Multiuser Geodatabase (ArcSDE) Multiuser geodatabases memerlukan ArcSDE yang bekerjasama dengan software Referensi Tutorial ArcGIS 18 . Dalam ArcGIS sumber data yang tersimpan dalam Folder dapat berupa (coverage. feature classes. menggunakan struktur file database Microsoft Jet Engine untuk membentuk data GIS yang lebih kecil. shapefile. Personal Geodatabases. 1. 2. layers.Secara umum ArcGIS mengenal 3 macam bentuk “workspace” yaitu : ? Folders ? Personal geodatabases ? ArcSDE® geodatabases B. Workspaces Folder Suatu Folder biasanya bisa terdiri dari kumpulan file atau folder lain. TIN dataset. raster. dll) C. Pengguna bisa berasal dari kelompok kecil database ( seperti Microsoft Jet Engine) sampai pada kelompok yang besar dengan akses data oleh pemakai yang beragam. Personal Geodatabases boleh dikatakan merupakan sebuah folder dengan kapasitas database sampai 2 GB. Namun tidak mendukung versioning database. Personal Geodatabase Penggunaan Personal Geodatabases ideal untuk kapasitas ukuran database yang "kecil" dan di kelompok kerja yang kecil. datang dalam ukuran data yang bervariasi.

sedangkan fungsi pengolahan informasi dan integritas data dihandle oleh aplikasi GIS. Oracle (dengan Oracle Spatial atau tanpa Oracle Spatial). Mampu untuk melakukan versioning dengan transaksi database yang komplek. Informix. 3. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa hubungan penyimpanan data dan pemanggilan data (retrieval) akan dihandle oleh DBMS yang disajikan melalui tabel yang sederhana. 3. Arsitektur Geodatabase Pada hakekatnya.DBMS seperti : IBM DB2.2. DBMS tidak secara penuh menggambarkan proses geographics. Multiuser geodatabases kebanyakan diaplikasikan dalam organisasi yang besar. Keuntungan dari Multiuser database ini adalah : Mampu untuk menangani database yang sangat besar Mampu menangani user yang banyak serta bervariasi. Penyimpanan Geodatabase Dalam Relational Database Penyimpanan Geodatabase meliputi berdasarkan skema (schema) dan aturan (rule) untuk tiap geographic dataset serta tabel Referensi Tutorial ArcGIS 19 . Namun bagaimanapun. DBMS digunakan sebagai salah satu rangkaian mekanisme implementasi terhadap geographic datasets.3.

Jenis Kolom spasial. Schema geodatabase tetap dilakukan dalam pengumpulan metatable geodatabase DBMS yang menggambarkan perilaku dan integritas informasi geographic. geodatabases dirancang untuk dapat melakukan proses transaksi data. Kolom shape dalam tiap baris digunakan sebagai penanda geometri atau feature. Karenanya. Data spasial paling umum disimpan sebagai vektor atau raster bersama dengan atribut tabelnya. Versioned akan merekam obyek suatu geodatabase dalam dua tabel tabel. 3. relationships. harus secara terus menerus dimaintenance. integritas aturan dan perilaku untuk masingmasing geographic dataset. Referensi Tutorial ArcGIS 20 . suatu tabel DBMS dapat digunakan untuk menyimpan suatu feature dimana tiap baris (row) merepresentasikan suatu kenampakan. Hal tersebut meliputi properti untuk feature classes. Kolom shape mempunyai 2 jenis : 1. topologies. domains. seperti informasi yang lain. yaitu : Adds tabel dan Deletes tabel. Schema Geodatabase meliputi definisi.4. Versioned Geodatabase Data GIS.sederhana dari data spasial dan atributnya. networks. Jenis kolom BLOB 2. raster catalogs. Sebagai contoh.

Shapefile Datasets Shapefile (*. dll. lines. Coverage adalah suatu dataset feature class yang merepresentasikan kenampakan Referensi Tutorial ArcGIS 21 . Feature dataset berisi feature classes yang mempunyai system koordinat yang sama. Geodatabase Feature Classes Geodatabase feature classes menyimpan data geographic yang dipresentasikan melalui points. polygon.D. atribut. Feature classes akan menyimpan data-data geographic tersebut dalam sistim koordinat yang sama. Feature Data Geodatabase Feature Datasets Geodatabase feature datasets berada dalam Personal atau ArcSDE. annotation. Coverage Datasets .shp) tersimpan dalam suatu folder yang terdiri dari kenampakan geographic serta atributnya. dimension.

lines. SDC terdiri dari dataset feature classes. Adalah suatu kenampakan geographic dalam bentuk point. polygon. ESRI menggunakan format data SDC ini untuk aplikasi StreetMap™. multipatches.geographic. SDC feature class sering diaplikasikan dalam ArcReader. CAD Feature Dataset ArcGIS menyimpan dan menampilkan data dalam format CAD. atau ArcBusiness Analyst. Coverage Feature Class. Coverage tersimpan dalam folder sebagai workspace. polyline. SDC datasets Adalah kependekan dari Smart Data Compression. dan annotation. CAD Feature Class Adalah set data CAD (read-only). polygon. annotation yang mempunyai topologi. yang semuanya mempunyai atribut yang sama. dan poligons baik yang bertopologi maupun tidak. SDC feature classes Adalah format data set yang menyimpan point. line. route. tetapi berbeda dalam bentuknya. Referensi Tutorial ArcGIS 22 . CAD feature dataset dapat berisi satu sampai lima feature classes seperti : point. tics.

Raster data Raster datasets Adalah sekumpulan satu atau lebih saluran (band) dari sejumlah jenis raster seperti : TIFF. demikian pula sebaliknya. Referensi Tutorial ArcGIS 23 . tidak disimpan dalam disk. Layer yang dibuat melalui ArcMap tidak dapat di ArcCatalog. TIN data TIN datasets TIN datasets terdiri dari titik-titik yang tak beraturan serta mempunya i koordinat X dan Y serta Z sebagai informasi ketinggian. Adanya Layer ini untuk memudahkan pembrian atribut tanpa merubah data aslinya. Raster datasets bisa tersimpan dalam suatu folder. Laye r data Data Layer bersifat temporer. ESRI GRID or MrSID. Raster dataset bands Sebuah saluran (band) terdiri dari kolom dan baris yang mempunyai karakteristik tertentu dari suatu ruang serta posisi relativenya.

atribut.Layer files Layer files (. maupun nilai yang melekat di feature tersebut. Referensi Tutorial ArcGIS 24 . Tiap row dan colom mempresentasikan satu entitas tunggal. Apabila layer file ini dibuka maka akan terbuka/nampak sejumlah file geographic yang dapat diakses. Table data Tables Tables adalah suatu elemen data yang tersusun atas row dan kolom.lyr) adalah file yang berisi sejumlah referensi data geographic yang tersimpan dalam disk.

Arahkan ke Programs – ArcGIS – ArcCatalog. endistribusikan serta mendokumentasikan data GIS. Referensi Tutorial ArcGIS 25 . Arahkan kursor pada catalog tree dan klik lokasi (folder) dimana data tersebut disimpan. Viewing Data melalui ArcCatalog. Memulai ArcCatalog.V. mangatur. A. ? ? Klik Start button pada taskbar. ? Akan muncul tampilan ArcCatalog sbb : Catalog Tree Data yang tersimpan B. ARC CATALOG ArcCatalog merupakan “tool” untuk melakukan browsing.

dan Metadata. Untuk menampilkan folder data yang akan diakses maka harus dilakukan “connecting” ke folder data yang dimaksud. Pada saat memulai ArcCatalog. data tersimpan pada folder drive E. Selanjutnya Didalam folder City terdapat data coverage (arcinfo format) dengan beberapa feature (Annotation. Langkah yang harus dilakukan adalah sbb : Referensi Tutorial ArcGIS 26 . maka catalog tree hanya akan menampilkan local drive yang ada. Connecting Data.Pada contoh diatas. Ada 3 macam tab yaitu : Contents. dapat dilakukan melalui beberapa macam cara. bergantung pada “tab” yang dipilih. Arc. C. Tic) Berikutnya untuk menampilkan masing-masing feature tersebut. Preview.

3. Contoh sbb : 4. Selanjutnya pada folder dimana data GIS tersimpan. Selanjutnya akan muncul pada kolom catalog tree. Folder button 2. Projection file. Referensi Tutorial ArcGIS 27 . contoh sbb : ArcCatalog secara otomatis akan mengenali sejumlah tipe data GIS antara lain : shapefile.1. coverage. Raster image. Arakan kursor ke lokasi dimana data GIS tersimpan. Klik connect pada folder button. Klik OK. TIN. Namun ArcCatalog juga mempunyai kemampuan untuk mengcustomize tipe data GIS yang akan ditampilkan dengan men-set melalui Tools menu. Geodatabase. dll. apabila diklik muncul sejumlah jenis data.

Istilah ini sama dengan “theme” dalam ArcView 3. Toolbar dalam ArcCatalog juga memberikan sejumlah fungsi standar seperti : Zoom In/Out. Dalam ArcGIS muncul sejumlah terminologi baru antara lain : 1. Referensi Tutorial ArcGIS 28 . adalah tempat untuk menyusun komposisi peta dengan tujuan siap untuk dicetak. adalah tempat untuk menampilkan map. adalah berupa “window” untuk menempatkan/memonitor isi dari map. Panning. Identify.5. 4. Data Frame. kenampakan geographic yang ada dalam map/peta. yang bisa berisi satu atau lebih Layer. Data View.x 2. tempat untuk menambah data frame. Layer. adalah window yang letaknya berada di bagian kiri ArcMap. dll. Layout View. Klik General Tab. dan pilih tipe data yang ingin atau tidak ditampilkan oleh ArcCatalog. serta menampilkan beberapa layer yang ada dalam data frame. Table Of Contents. 3. 5.

Referensi Tutorial ArcGIS 29 .Untuk mengganti menampilkan tabel maka gunakan pilihan pada bagian kanan bawah.

VI. ada cara lain yaitu melalui ArcCatalog. ARCMAP ArcMap adalah tool untuk membuat. query. Untuk memulai ArcMap adalah sbb : 1. menampilkan. Arah kursor dan klik Start – Programs – ArcGIS – ArcMap. editing. Tampilan ArcMap diatas terdapat 2 window besar yang mempunyai fungsi berbeda. Map display Referensi Tutorial ArcGIS 30 . Window yang sebelah kiri adalah ArcMap Table of Contents. dan publishing peta melalui internet. sedangkan window sebelah kanan adalah ArcMap display map/peta. menyusun kan komposisi peta. Akan muncul tampilan ArcMap sbb : Selain akses ArcMap melalui cara diatas.

Selanjutnya map/peta akan muncul dalam ArcMap window display. Referensi Tutorial ArcGIS 31 . Menampilkan Data Peta. lalu klik button Add. Untuk menampilkan map/peta dalam ArcMap terdapat 2 cara.A. yaitu : 1. Arahkan kursor ke File – Add Data atau dengan menggunakan shortcut button yang ada pada Toolbar. yang akan membimbing kita untuk memilih map/peta yang akan ditampilkan ke ArcMap window display. Selanjutnya akan muncul window Add Data. Pilih map/peta yang dikehendaki.

dll dapat memanfaatkan button tool sebagai berikut : Untuk lokasi map/peta yang dilakukan Zoom In. Panning. akan dijumpai sejumlah fungsi operasional seperti : Selanjutnya untuk melakukan sejumlah bentuk operasional standard pemetaan seperti Zoom In/Out. Identify. Find. maka hasil tampilan Zoom In Referensi Tutorial ArcGIS 32 .Berikutnya dengan mengklik bagian kanan mouse diatas map/peta pada Table of Content window.

Untuk memanggil/menampilkan data atribut map/peta klik bagian kanan kursor diatas map/peta yang berada di Table of Content. Akan muncul tabel map/peta tersebut sbb : Referensi Tutorial ArcGIS 33 . maka data atribut harus bisa ditampilkan melalui ArcMap. dan pilih Open Atribute Table . Beri nama Bookmarks tersebut ! (Terlebih dahulu dilakukan Zoom In terhadap map/peta sebelum dibuat Bookmarks).tersebut dapat disimpan kedalam suatu file temporary. sehingga user dapat memanggil lokasi map/peta yang spesifik sesuai dengan Zoom In. Menampilkan Table Peta Sebagai bagian dari data GIS. B. Caranya : Arahkan kursor ke View menu – Bookmarks – Create.

C. lalu pilih Label Features. Simbolisasi Merubah simbol (warna) pada map/peta dapat dilakukan dengan meng-klik kursor diatas warna/simbol dari map/peta tersebut pada Table of Content. Referensi Tutorial ArcGIS 34 . Selain itu melalui Properties map/peta juga dapat dilakukan manipulasi map/peta. sehingga akan muncul window Layer Properties. Caranya adalah dengan meng-klik kanan kursor pada Table of Content. Untuk menambah label pada map/peta dilakukan dengan klik kanan kursor pada map/peta dalam Table of Content.

Untuk mendapatkan informasi dari feature yang terpilih gunakan Identify Tool. Query Data Ada 3 macam bentuk query yang kita kenal yaitu : ? ? ? Identifying Selecting feature Finding feature Identifying feature. Referensi Tutorial ArcGIS 35 .Window Layer properties adalah sbb : D.

gunakan klik kanan pada feature yang terpilih pilih Open Attribute Table.Selecting feature Untuk memilih feature gunakan Select Features Tool pada Tools Toolbar. Selanjutnya untuk melihat informasi dari feature yang terpilih. Referensi Tutorial ArcGIS 36 .

Selanjutnya beberapa fungsi seperti Sort Descending yang berfungsi untuk mengurutkan dari nilai yang terbesar sampai nilai yang terkecil . sedangkan Sort Ascending mengurutkan dari nilai paling kecil sampai nilai terbesar.Nampak pada table diatas beberapa row terpilih. Untuk mengelompokkan menjadi satu klik Selected button yang terletak dibawah table atribut. Referensi Tutorial ArcGIS 37 .

Untuk membuat query atribut.000 Households AND <=300. pada kolom Layer klik dan pilih layer yang akan di-query. klik Selection menu pada Standard Toolbar.000 Females. Akan muncul Select by Attributes dialog box. Referensi Tutorial ArcGIS 38 .Selecting Features by Atributes Memilih features dilakukan dengan Structured Query Language (SQL). semua Negara akan dipilih dengan criteria dengan ekspresi sbb : <= 300. Kemudian. Pilih Select by Attributes.

Selecting Features by Location. Untuk memulai klik Selection menu – Selection by Location. Akan muncul dialog box sbb :

Secara default pada kolom ”I want to : ” adalah select features from. Hal ini adalah
Referensi Tutorial ArcGIS

39

bentuk pilihan kepada user sesuai yang diinginkan. Berikutnya bentuk pilihan yang berkaitan dengan hubungan spasial kolom ”that” memberikan sejumlah pilihan, antara lain :
?

Are Crossed by the Outline of: This method selects the features that are overlapped by the features of another layer. Intersect: This method selects any features that are overlapped by the features of another layer as well as those features that border the reference features. Are Within a Distance of: This method selects features near or adjacent to features in the same layer or in a different layer. The user must specify the numerical distance of interest.

?

?

?

Have Their Cente r in: This method selects the polygon features in one layer that have their centroid in the polygon features of another layer. Are Completely Within: This method selects features in one layer that fall completely inside the polygons of another. Completely Contain: This method selects polygons in one layer that completely contain the features in another layer. Share a Line Segment with: This method selects line and polygon features that share line segments with other features. Touch the Boundary of: This method selects lines and polygons that share line segments, vertices, or end-points (nodes) with the lines in the layer. The lines or polygons will not be selected if they cross the lines in the layer.

?

?

?

?

?

Are Identical to: This method selects any feature having the same geometry as a feature of another layer; however, the feature types (point, line, or polygon) must be the same.

?

Contain: This method selects features in one layer that contain the features of another. The boundaries of the features ARE allowed to touch. Are Contained by: This method selects features in one layer that are contained by the features in another.

?

E. Mempersiapkan Data Untuk Analisa dalam ArcMap.
Selecting Features Memilih features tertentu dari suatu layer (shapefile, coverage,dll) dapat dilakukan

Referensi Tutorial ArcGIS

40

dengan menggunakan ArcToolbox Analysis Tools , memilih Extract – Select.

Selanjutnya akan muncul Select tool dialog box, sbb :

Isikan Input file serta Output filenya. Pada kolom Expression, merupakan fasilitas yang disediakan untuk membangun query feature yang akan kita kehendaki.

Referensi Tutorial ArcGIS

41

Dissolve adalah menyatukan features menjadi satu kelompok dari beberapa features yang terpisah namun mempunyai sifat yang sama. 5. Clip Feature. 5. Dissolving Features.1. Proses clipping features dilakukan dengan memanfaatkan ArcToolbox. Klik OK jika telah selesai.2. Ilustrasi dari clipping features adalah sbb : Berikutnya dalam Clip dialog box silahkan isikan Input Features.Lakukan pernyataan query terhadap feature yang dikehendaki dikolom yang telah disediakan. Ilustrasi dissolve adalah sbb : Referensi Tutorial ArcGIS 42 . dan Output Features Class. Clipping Features.

Overlaying Data.Dissolve dialog box adalah sbb : 5. Ada dua macam bentuk overlay yaitu : UNION dan INTERSECT.3. Ilustrasinya adalah sbb : Referensi Tutorial ArcGIS 43 . Overlay atau tumpangsusun adalah proses penggabungan dua feature atau lebih menjadi satu feature.

maka pembahasan sudah memasuki proses pembuatan Layout peta. Menyiapkan Data Untuk Siap Cetak. Proses pembuatan layout peta dilakukan dengan menampilkan/mendisplay data spasial yang akan disusun layout kartografinya dalam window view. Referensi Tutorial ArcGIS 44 . Berkaitan dengan data spasial yang siap untuk dicetak.Union dialog box Intersect dialog box F.

Referensi Tutorial ArcGIS 45 . klik 2X. Judul peta dapat dibuat dengan mengklik Insert menu – pilih Title option. Untuk melakukan editing terhadap text judul tersebut. 2. 3. Klik icon yang terletak pada kiri bawah pada window view.Langkah-langkah singkat dalam menyusun layout peta untuk siap dicetak adalah sbb: 1. Akan muncul text box tempat untuk menuliskan kalimat judul peta. Tampilkan peta dalam window view.

Referensi Tutorial ArcGIS 46 . pilih Spatial Analyst. 2. 1.VII. SPATIAL ANALYST A. Arahkan ke Programs – ArcGIS – ArcMap. akan keluar window pilihan sejumlah extension ArcGIS. Klik OK untuk membuka “a new empty map”. Pada View menu pilih Toolbars – Spatial Analyst Akan muncul toolbar baru Spatial Analyst sbb : Cara lain adalah dengan mengklik Tools menu – Extension. klik OK. Memulai ArcGIS Spatial Analyst.

rec_sites. 4. 2. Klik elevation.B. 1. Klik Add Data button pada Standard toolbar. bersamaan juga pilih landuse. Menampilkan Data. Referensi Tutorial ArcGIS 47 . Secara otomatis data yang terpilih tadi akan muncul dalam table of contents. Klik Add. roads dan schools. arahkan kursor menuju lokasi data tersimpan. 3. sebagai layers.

Klik kanan dengan menggunakan kursor pada layer landuse (table of contents) . 1. 3. Klik pada tab Symbology. Klik OK. 4. misal sbb : Referensi Tutorial ArcGIS 48 . klik Properties. Klik pada Value Field dropdown. Simbologi Data. Klik 2X tiap simbol dan pilih warna yang sesuai untuk tiap klas dari landuse. 5. Perubahan simbol juga bisa dilakukan secara langsung melalui table of contents. 2. pilih landuse.C.

7. 1. Klik kanan kursor pada layer landuse (table of content) dan klik Open Attribute Table. Klik pada pada simbol layer school (table of content). 8. Selecting Features.6. D. Referensi Tutorial ArcGIS 49 . Klik simbol school sesuai yang diinginkan. sampai dengan ukuran simbolnya. Klik layer landuse pada klas “wetlands” . demikian pula pada dialog box tersebut disediakan menu warna. Klik OK. 2.

2. Identifying Features. Klik Option button pada Open Attribute table dialog box. 3. Klik Rec_site pada display map dan arahkan kursor pada lokasi yang dikehendaki. 4. Klik Identify tool melalui Tools pada toolbar. 1. lalu pilih clear selection.Pada display layer landuse akan nampak untuk klas wetlands akan dibedakan oleh warna tersendiri. Referensi Tutorial ArcGIS 50 .

Membuat Hillshade. pilih Surface Analyst. Klik OK pada hillshade dialog box. klik Hillshade . 3. 1.Selanjutnya akan muncul informasi lokasi yang teridentifikasi feature-nya. Klik pada Spatial Analyst dropdown arrow. Akan muncul hasil sbb : Referensi Tutorial ArcGIS 51 . pilih feature elevation. Klik Input surface dropdown arrow. 2. E.

Beri nama untuk hasil hillshade tersebut ! 7. Caranya : Klik kanan pada kursor (table of content) dimana hasil hillshade tersebut. 8.Hasil tersebut diatas secara otomatis akan tersimpan dalam temporary file. Arahkan dimana file tersebut akan disimpan dalam direktori data ! 6. Klik Save. sehingga untuk penggunaan lebih (proses) lanjut maka perlu diubah menjadi bentuk permanent. Pada “Save as a type” pilih ESRI GRID. 5. Referensi Tutorial ArcGIS 52 .

3D ANALYST A. Selanjutnya akan muncul Toolbar 3D Analyst sbb : Cara lain adalah dengan mengklik Tools menu – Extension. 3. 1. Arahkan ke Programs – ArcGIS – ArcMap. Pada View menu pilih Toolbar – 3D Analyst. akan keluar window pilihan sejumlah extension ArcGIS.VIII. B. Referensi Tutorial ArcGIS 53 . TIN TIN dapat dibuat dengan menggunakan data garis/vektor yang mempunyai Z value. klik OK. Memulai ArcGIS 3D Analyst. 2. Klik OK untuk membuka “a new empty map”. pilih 3D Analyst.

Tampilkan peta/layer vektor melalu ArcMap ke window diplay. Membuat TIN. segitiga. Masing-masing node segitiga akan terhubung sehingga akan membentuk surface. Referensi Tutorial ArcGIS 54 . 1.TIN dibangun oleh suatu set bentuk segitiga. garis/tepi. Komponen TIN Komponen penyusun TIN adalah nodes. hull polygon dan topology.

Akan muncul dialog box sbb : Pada Height source adalah kolom untuk menentukan nilai ketinggian kontur berada pada kolom table sebelah mana. Arahkan kursor ke 3D Analyst Toolbar. Referensi Tutorial ArcGIS 55 . Isikan output TIN ke direktori dimana data akan disimpan. Pada Triangulated as. Jangan lupa check list pada layer/peta yang akan dibuat TIN-nya (lihat pada kolom sebelah kiri Create TIN from feature dialog box.2. pilih Hard Line. Pilih kolom table peta kontur tersebut yang berisi tentang informasi ketinggian. (TIN-1) Klik OK. Selanjutnya secara otomatis hasil proses pembuatan TIN akan muncul pada Table of Content dan sekaligus muncul pada window display. pilih Create/Modify TIN – Create TIN from Feature .

.

Data spasial kemiringan lereng dapat disusun dari hasil pengolahan data ketinggian (garis kontur) dengan bersumber pada peta topografi atau peta rupabumi. Prosentase Tutupan Tajuk (%) > 80 61 . Klasifikasi tutupan lahan dan skor untuk masing-masing kelas ditunjukkan pada tabel berikut. Kondisi Tutupan Vegetasi. 5 4 3 2 1 Kemiringan lereng adalah perbandingan antara beda tinggi (jarak vertikal) suatu lahan dengan jarak mendatarnya. Dalam penentuan kekritisan lahan.Data tersebut selanjutnya dianalisis untuk memperoleh informasi mengenai lahan kritis. Pada setiap unit analisis tersebut dilakukan analisis terhadap data atributnya yang tak lain adalah data tabular. diantaranya adalah dengan % (prosen) dan o (derajat). Analisis spasial dilakukan dengan menumpangsusunkan (overlay) beberapa data spasial (parameter penentu lahan kritis) untuk menghasilkan unit pemetaan baru yang akan digunakan sebagai unit analisis. sehingga analisisnya disebut juga analisis tabular.40 < 20 Skor x Bobot (50) 250 200 150 100 50 Kelas Skor Sangat Baik Baik Sedang Buruk Sangat Buruk 2. Kondisi tutupan lahan dinilai berdasarkan prosentase tutupan tajuk pohon terhadap luas setiap land system (menurut RePPProT) dan diklasifikasikan menjadi lima kelas. dll. 1. Data spasial Tutupan Vegetasi dapat diperoleh dari berbagai macam sumber seperti : citra satelit. Pengolahan data kontur untuk menghasilkan informasi kemiringan lereng dapat dilakukan secara manual maupun dengan bantuan komputer. sehingga nilai skor untuk parameter ini merupakan perkalian antara skor dengan bobotnya (skor x 50). foto udara. data spasial sekunder (RePPProt). Referensi Tutorial ArcGIS 58 .60 21 . Kemiringan Lereng. parameter liputan lahan mempunyai bobot 50%. Besar kemiringan lereng dapat dinyatakan dengan beberapa satuan.80 41 . Masing-masing kelas tutupan lahan selanjutnya diberi skor untuk keperluan penentuan lahan kritis. Hasil analisis tabular selanjutnya dikaitkan dengan data spasialnya untuk menghasilkan data spasial lahan kritis.

40 > 40 Skor 5 4 3 2 1 59 . Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi amat tinggi (very severe erosion hazard) 4. Tingkat Bahaya Erosi. Tingkat bahaya erosi pada setiap land system diklasifikasikan menjadi enam kelas yaitu: 1.25 26 .Penyusunan data spasial kemiringan lereng dengan bantuan komputer dapat dilakukan apabila telah tersedia data kontur dalam format digital. Kemiringan lereng yang dihasilkan selanjutnya diklasifikasikan sesuai dengan klasifikasi kemiringan lereng untuk identifikasi lahan kritis. Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi amat sangat tinggi (extremely severe erosion hazard) 3. Data kontur terlebih dahulu diolah untuk menghasilkan model elevasi digital (Digital Elevation Model/DEM) untuk kemudian diperoses guna menghasilkan data kemiringan lereng. Data spasial tingkat erosi diperoleh dari pengolahan data spasial sistem lahan (land system). Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi sedang (moderately severe erosion hazard) 6. Sistem lahan tererosi (eroded land system) 2. Lihat tabel berikut : Kelas Datar Landai Agak Curam Curam Sangat Curam 3. Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi ringan (slight erosion hazard) Referensi Tutorial ArcGIS Kemiringan Lereng (%) <8 8 . Setiap poligon (unit pemetaan) land system mempunyai data atribut yang salah satunya berisikan informasi tentang bahaya erosi.15 16 . Sistem lahan yang mengandung bahaya erosi sangat tinggi (severe erosion hazard) 5.

maka digunakan informasi fisiografis dan geomorfologis land system untuk item-item deskripsi fisiografi. berat dan sangat berat.50 m Tanah dalam Lebih dari 75 % lapisan tanah atas hilang dan/atau erosi parit dengan jarak 20-50 m Tanah dangkal 50 – 75 % lapisan tanah atas hilang Tanah dalam Semua lapisan tanah atas hilang >25 % lapisan tanah bawah dan/atau erosi parit dengan kedalaman sedang pada jarak kurang dari 20 m Tanah dangkal >75 % lapisan tanah atas telah hilang. Hal ini dikarenakan saat ini telah banyak terjadi perubahan penutupan lahan dibandingkan dengan kondisi p enutupan lahan pada tahun 1988 (tahun pembuatan peta land system) dan sebelumnya. Soil Association. Kelas Besaran / Deskripsi Tanah dalam: <25% lapisan tanah atas hilang dan/atau erosi alur pada jarak 20 – 50 m Tanah dangkal: <25% lapisan tanah atas hilang dan/atau erosi alur pada jarak >50 m Tanah dalam 25 – 75 % lapisan tanah atas hilang dan/atau erosi alur pada jarak kurang dari 20 m Tanah dangkal 25 – 50 % lapisan tanah atas hilang dan/atau erosi alur dengan jarak 20 . Perubahan penutupan lahan dan atau peruntukan lahan dari yang sifatnya alami menjadi binaan manusia cenderung meningkatkan intensitas proses. sedang. dan Climate Range dikombinasikan dengan citra satelit untuk memperoleh informasi tingkat kerapatan alur dan kondisi penutupan lahan. Lithology. Secara teknis dapat dilakukan secara on-screen pada layar komputer dengan menumpang susunkan (overlay) antara peta RePPProT dengan citra penginderaan jauh.Apabila informasi tingkat erosi tersebut tidak tersedia pada peta land system seperti peta land system Sumatera. sebagian lapisan tanah bawah telah tererosi Skor Ringan 5 Sedang 4 Berat 3 Sangat Berat 2 Tingkat erosi pada suatu lahan dalam penentuan lahan kritis di bedakan menjadi 4 kelas yaitu: ringan. Referensi Tutorial ArcGIS 60 .

Alasan utama digunakannya land system sebagai satuan pemetaan produktivitas adalah setiap land system mempunyai karakter geomorfologi yang spesifik. Di dalam analisa spasial. data tersebut merupakan data atribut. perlu ditambahkan field baru yang berisi informasi tentang produktivitas lahan pada setiap unit land system. data atribut tersebut harus dispasialkan dengan satuan pemetaan land system. Berdasarkan atribut tersebut dilakukan 61 Referensi Tutorial ArcGIS . Data produktivitas merupakan salah satu kriteria yang dipergunakan untuk menilai kekritisan lahan di kawasan budidaya pertanian. Produktivitas Lahan. Pada atribut data spasial landsystem.4. yang dinilai berdasarkan ratio terhadap produksi komoditi umum optimal pada pengelolaan tradisional. sehingga mempunyai pola usaha tani dan kondisi lahan yang spesifik pula. Sesuai dengan karakternya. Skor x Bobot (30) 150 Kelas Besaran / Deskripsi ratio terhadap produksi komoditi umum optimal pada pengelolaan tradisional : > 80% ratio terhadap produksi komoditi umum optimal pada pengelolaan tradisional : 61 – 80* ratio terhadap produksi komoditi umum optimal pada pengelolaan tradisional : 41 – 60% ratio terhadap produksi komoditi umum optimal pada pengelolaan tradisional : 21 – 40% ratio terhadap produksi komoditi umum optimal pada pengelolaan tradisional : < 20% Skor Sangat Tinggi 5 Tinggi 4 120 Sedang 3 90 Rendah 2 60 Sangat Rendah 1 30 Spasialisasi kriteria produktivitas dengan menggunakan unit pemetaan land system pada dasarnya dilakukan dengan melakukan pengolahan terhadap atribut data spasial landsystem.

pengelompokan landsystem yang mempunyai kesamaan dalam hal produktivitas lahannya. Referensi Tutorial ArcGIS 62 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful