SISTEM DISTRIBUSI TENAGA LISTRIK

PENGAMAN PENYULANG DARI SURJA PETIR DENGAN KAWAT TANAH

Oleh:
I Gusti Putu Santika Putra I Ketut Sukma Diyatmika Nasrul Faisal Made Sani Ugustra 0904405036 0904405036 0904405038 0904405048

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS UDAYANA BUKIT JIMBARAN 2011

Petir merupakan fenomena alam yang sering kita jumpai di kehidupan sehari-hari. Loncatan muatan listrik ke bumi inilah kita sebut dengan petir. Kemudian untuk meningkatkan performa perlindungan transmisi tenaga listrik dari sambaran petir yang paling mudah dilakukan dengan menambah jumlah groundwire. maka komponen-komponen dan peralatan dari system distribudsii akan rusak sehingga menimbulkan kegagalan dalam system distribusi tenaga listrik.KAWAT TANAH (OVERHEAD GROUNDWIRE) SEBAGAI PENANGKAL SURJA PETIR Abstrak Didunia kelistrikan sering kita jumpai istilah surja petir. Kata kunci : kawat tanah (overhead groundwire) BAB I PENDAHULUAN . Jika sambaran dari petir tadi mengenai system distribusi tenaga listrik atau kita kenal dengan istilah surja petir. Secara teoritis petir terjadi karena terpisahnya muatan positif dan muatan negative pada awan sehingga terjadi loncatan muatan listrik.dari fenomena diatas maka dibuatlah system-sistem sebagai penangkal surja petir dalam sitem distribusi tenaga listrik.salah satunya adalah kawat tanah (overhead groundwire). Kombinasi pemakaian groundwire dengan peralatanperalatan lainnya sangat diharapkan untuk memperoleh performa perlindungan yang lebih tinggi di antaranya dengan pemakaian arester yang merupakan alat pelindung modern.

1. salah satunya adalah kawat tanah (overhead groundwire).1. rumusan masalah yang di dapat: Bagaimana prinsip kerja kawat tanah (overhead grounding) sebagai penangkal sambaran petir pada sistem distribusi tenaga listrik (penyulang) di Indonesia? – Bagaiman cara untuk meningkatkan performa perlindungan dari kawat tanah (overhead grounding)? 1. Sambaran petir yang mengenai kawat tanah akan ditanahkan (ground) secara langsung atau tidak langsung melalui sela pendek. 1. Surja sendiri adalah suatu fenomena dimana terjadi kenaikan tegangan secara ekstrem (bisa mencapai 170 KV) dalam waktu yang sangat singkat (dalam milisekon).2 – Rumusan Masalah Dari latar belakang yan disampaikan. Jika surja petir mengenai sistem tenaga listrik dalam hal ini pendistribusian maka akan menimbulkan kerusakan peralatan listrik pada media distribusi terutama pada yang memang merupakan “sasaran sambaran petir”.1 Latar Belakang Kawat tanah (overhead groundwire) adalah salah satu pengaman sistem tenaga listrik dari ancaman surja petir. dibuatlah sistem-sistem untuk menangkal surja petir. dalam hal ini lebih mengkhususkan pada pendistribusian tenaga listrik (penyulang). Kawat tanah adalah kawat yang dipasang didekat ataupun sejajar dengan kawat fasa pada sistem distribusi listrik sehingga jika terjadi sambaran petir yang terkena adalah kawat tanah bukan kawat fasanya sehingga penyulang atau peralatan lisrik pada sistem distribusi tidak mengalami kerusakan.3 Tujuan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut: . Untuk menghidari kerusakan peralatan listrik akibat surja petir.

Memberi penjelasan tentang manfaat kawat tanah (overhead grounding) sebagai penamgkal surja petir dalam sistem distribusi tenaga listrik.– – Memberi penjelasan tentang bahaya surja petir dalam sistem distribusi tenaga listrik.4 Batasan Masalah Adapun masalah yang dibahas dalam paper ini adalah tentang perlindungan sistem distribusi (penyulang) 3 kawat 3ɸ dari bahaya surja petir dengan menggunakan kawat tanah. 1.2 1. 1 2 3 1.1 1. .

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. maka kristal-kristal es tersebut akan saling bertumbukan dan bergesekan sehingga terpisahkan antara muatan positif dan muatan negatif. Pelepasan muatan listrik dapat terjadi di dalam awan. dan antara awan dengan bumi tergantung dari kemampuan udara dalam menahan beda potensial yang terjadi. Kecepatan pelopor menurun dari awan bisa mencapai 3% dari kecepatan cahaya. antara awan dengan awan. Akibatnya. Bila muatan di dalam awan bertambah besar. Panjang kanal petir bisa mencapai beberapa kilometer. di dalam awan tersebut akan terjadi kristal-kristal es. maka muatan induksi pun makin besar pula sehingga beda potensial antara awan dengan bumi juga makin besar.60o F.1 Terjadinya Petir Petir merupakan kejadian alam di mana terjadi loncatan muatan listrik antara awan dengan bumi. . Karena di dalam awan terdapat angin ke segala arah. dengan rata-rata 5 km. Kejadian ini diikuti pelopor menurun dari awan dan diikuti pula dengan adanya pelopor menaik dari bumi yang mendekati pelopor menurun. Loncatan muatan listrik tersebut diawali dengan mengumpulnya uap air di dalam awan. Pada saat itulah terjadi apa yang dinamakan petir. Pemisahan muatan inilah yang menjadi sebab utama terjadinya sambaran petir. Petir yang kita kenal sekarang ini terjadi akibat awan dengan muatan tertentu menginduksi muatan yang ada di bumi. Ketinggian antara permukaan atas dan permukaan bawah pada awan dapat mencapai jarak sekitar 8 km dengan temperatur bagian bawah sekitar 60o F dan temperatur bagian atas sekitar . Sedangkan kecepatan pelepasan muatan balik mencapai 10% dari kecepatan cahaya.

Teknik ini selanjutnya terus dikembangkan untuk mendapatkan hasil yang efektif. Teknik penangkal petir pertama kali ditemukan oleh Benyamin Franklin dengan menggunakan interseptor (terminal udara) yang dihubungkan dengan konduktor metal ke tanah. .2 Sistem Perlindungan Petir Mengingat kerusakan akibat sambaran petir yang cukup berbahaya.2.2.2 Dissipation Array Sistem (DAS) Sistem ini menggunakan banyak ujung runcing (point discharge) di mana tiap bagian benda yang runcing akan memindahkan muatan listrik dari benda itu sendiri ke molekul udara di sekitarnya. maka ada kemungkinan timbul kerusakan pada peralatan elektronik yang sangat peka terhadap medan transien. 2.2. Sekilas mengenai teknik penangkal petir. Sistem ini memiliki kelemahan di mana apabila sistem penyaluran arus petir ke tanah tidak berfungsi baik. Sistem ini mengakibatkan turunnya beda potensial antara awan dengan bumi sehingga mengurangi kemampuan awan untuk melepaskan muatan listrik.1 Sistem penangkal petir Sistem ini menggunakan ujung metal yang runcing sebagai pengumpul muatan dan diletakkan pada tempat yang tinggi sehingga petir diharapkan menyambar ujung metal tersebut terlebih dahulu. dikenal 2 macam sistem. maka muncullah usaha-usaha untuk mengatasi sambaran petir. yaitu: 2.

menggunakan metode kepustakaan yaitu mencari literature dari internet yang berkaitan dengan pokok bahasan. . Metodologi Penulisan Metode yang digunakan dalam pembuatan paper ini yaitu Sumber data.BAB III METODELOGI PENULISAN 3. diperoleh data yang dikumpulkan dari literature yang berkaitan dengan pokok bahasan. b.1 a. Metode pengumpulan data.

1 Prinsip Kerja Kawat Tanah Kawat tanah atau overhead grounding adalah media pelindung kawat fasa dari sambaran petir. daerah proteksi groundwire dapat digambarkan seperti pada Gambar 4. tergantung dari spesifikasiyang ditentukan oleh PLN. Dalam melindungi kawat phasa tersebut.2. karena dianggap petir menyambar diatas kawat.1 Pemasangan Groundwire Pada umumnya ground wire terbuat dari kawat baja (steel wire) dengan kekuatan St 35 atau St 50.BAB IV PEMBAHASAN 4. Gambar 4. Kawat ini dipasang diatas kawat fasa dengan sudut perlindungan sekecil mungkin. .

bx = 1. diharapkan tidak terjadi sambaran petir langsung sehingga di daerah tersebut pula kawat phasa dibentangkan. misalkan groundwire diletakkan setinggi h meter dari tanah. lebih dari satu groundwire digunakan. sebuah groundwire dirasa belum cukup untuk memproteksi kawat phasa sepenuhnya. titik b dapat ditentukan sebesar 2/3 h.2 Cara Meningkatkan Performa Perlindungan Kawat Tanah Dalam beberapa kasus.2. Sedangkan zona proteksi groundwire terletak di dalam daerah yang diarsir.2 h (1 – hx/0. perhitungan untuk menetapkan zona proteksi petir dilakukan seperti . yaitu : ○ Untuk hx > 2/3 h .6 h (1 – hx/h) ○ Untuk hx < 2/3 h . Apabila hx merupakan tinggi kawat phasa yang harus dilindungi. Untuk meningkatkan performa dalam perlindungan terhadap sambaran petir langsung. Daerah proteksi dengan menggunakan 1 buah groundwire Dari gambar di atas.8h) 4. Di dalam zona tersebut. maka lebar bx dapat ditentukan dalam 2 kondisi. Dengan menggunakan nilai-nilai yang terdapat pada gambar tersebut. bx = 0. Bila digunakan 2 buah groundwire dengan tinggi h dari tanah dan terpisah sejauh s.Gambar 4.

apabila ho menyatakan tinggi titik dari tanah di tengahtengah 2 groundwire yang terlindungi dari sambaran petir. akan mengakibatkan probabilitas tersebut meningkat. Seperti disebutkan sebelumnya bahwa hadirnya groundwire dimaksudkan sebagai tempat sambaran petir langsung dan dapat melindungi kawat phasa. yaitu sudut antara garis vertikal groundwire dengan garis hubung antara groundwire dan kawat phasa. Gambar 4.s/4 Sedangkan daerah antara 2 groundwire dibatasi oleh busur lingkaran dengan jari-jari 5/4 s dengan titik pusat terletak pada sumbu di tengah-tengah 2 groundwire. maka probabilitas sambaran petir pada groundwire (p) dapat ditentukan sebagai berikut : log p = -4 Dari persamaan tersebut. terlihat bahwa makin tinggi groundwire dan sudut perlindungan yang besar.halnya menggunakan 1 buah groundwire.3. Untuk itu diperlukan pemilihan tinggi groundwire dan sudut perlindungan yang tepat untuk mendapatkan performa perlindungan yang baik dari sambaran petir. Jika sudut perlindungan tersebut dinyatakan dalam a dan tinggi groundwire adalah h. . maka ho dapat ditentukan : ho = h . Zona perlindungan groundwire dapat dinyatakan dengan parameter sudut perlindungan. Gambar 4. Zona perlindungan dari penggunaan 2 buah groundwire Dari gambar tersebut.3 menunjukkan zona perlindungan dari penggunaan 2 buah groundwire.

Dengan demikian. Untuk meningkatkan keandalan sistem ini. Yang terbaik untuk system ini = 5 ohm.. Tahanan bumi max. Sedangkan sebagian kecil mengalir melalui groundwire dan akhirnya menuju ke tanah melalui pentanahan pada menara listrik berikutnya.4 menunjukkan probabilitas kegagalan dalam perlindungan kurang dari 1 %. Metode tahanan langsung dari muatan listrik petir ke . Dari gambar tersebut terlihat daerah berwarna hitam merupakan daerah kemungkinan gagal dalam perlindungan. Probabilitas ini berarti lebih kecil dari satu kali kegagalan dalam setiap 100 sambaran petir pada groundwire. Perlu test lokasi geografis dari pentanahan  5 ohm. kurva pada gambar 4.3 Pentanahan Sambaran Petir oleh Kawat Tanah. Jika petir menyambar pada groundwire di dekat menara listrik. Gelombang petir ini akan mengalir ke menara-menara listrik yang dekat dengan tempat sambaran tersebut.4 Kurva ketinggian groundwire vs sudut perlindungan Gambar 4. Sebagian besar arus tersebut mengalir ke tanah melalui pentanahan pada menara tersebut. 4.Gambar 4.4 menunjukkan kurva antara ketinggian rata-rata groundwire vs sudut perlindungan rata-rata. Untuk menghindari kerusakan benda-benda akibat muatan listrik petir yang menuju tanah maka coaxial cabel dibungkus pipa isolasi. diperlukan pentanahan yang baik pada setiap menara listrik. maka arus petir akan terbagi menjadi dua bagian. Lain halnya jika petir menyambar pada tengah-tengah groundwire antara 2 menara listrik.

Hal ini disebabkan pada system distribusi menggunakan trafo yang berfungsi sebagai penurun tegangan (step down transformer). Sistem penempatan arrester adalah sistem yang berhubungan dengan cara pengawatan arrester dengan trafo dan pelebur/CO yang memiliki tujuan untuk memberikan proteksi pada trafo dari tegangan lebih. Pada akhirnya keempat sistem penempatan arrester ini perlu dikaji kembali tentang efektivitas proteksinya pada trafo tersebut. dan kecepatan merambat gelombang surja. kecuraman gelombang datang. Sambaran petir akan menimbulkan tegangan lebih yang tinggi melebihi kemampuan isolasi trafo hingga menyebabkan kerusakan isolasi yang fatal. Dengan cara mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya tegangan surja dan arus surja yang terjadi pada masingmasing sistem.4 Aplikasi Pemasangan KawaT Tanah Sebagai Penangkal Surja Pada Distribusi Tenaga Listrik Kawat tanah ( overhead grounwire ) jarang digunakan dalam system distribusi listrik di Indonesia. 4. seperti pengawatan arrester. Sebagai contoh Saat ini telah diterapkan 4 sistem penempatan arrester pada GTT khususnya di Area Malang yang memiliki tujuan dan fungsi yang sama tetapi memiliki cara pengawatan dan peletakan arrester yang berbeda. yang menurunkan tegangan 20 kV (tegangan menengah) menjadi 400/230 V (tegangan rendah). Efektivitas proteksi pada trafo yang dimaksud adalah keberhasilan perlindungan yang diberikan pada trafo dengan memperkecil tegangan lebih yang terjadi pada trafo tersebut.dalam tanah menyebabkan seluruh unit mempunyai potensial yang sama dengan bumi. Sehingga benda-benda yang berada disekitar system akan aman. Sehingga pada akhirnya didapatkan satu sistem . hal ini dikeranakan system penangkal petir pada jaringan distribusi listrik lebih banyak menggunakan arrester. panjang kawat yang dipergunakan dalam sistem penempatan arrester. Karena trafo terhubung dengan saluran udara 20 kV dengan kawat telanjang (over head open wire) dan penempatannya yang di tempat terbuka sehingga pada trafo dapat terjadi gangguan tegangan lebih akibat sambaran petir secara langsung atau sambaran petir tidak langsung (induksi). Untuk mencegah terjadinya hal tersebut maka setiap pemasangan trafo distribusi 20 kV pada GTT selalu dilengkapi dengan arrester.

hal ini dikarenakan Kawat Tanah (overhead groundwire) adalah media untuk melindungi kawat fasa dari sambaran petir. BAB V PENUTUP 5. karena dianggap petir menyambar dari atas kawat. Kawat ini dipasang di atas kawat fasa dengan sudut perlindungan yang sekecil mungkin. Namun jika petir menyambar dari samping maka dapat mengakibatkan kawat fasa tersambar dan dapat mengakibatkan terjadinya gangguan. sedangkan pada tower suspension dipegang oleh suspension clamp. Probabilitas kegagalan dalam perlindungan akan .1 1. Luas zona/daerah perlindungan groundwire tergantung dari ketinggian groundwire itu sendiri. Pada tension clamp dipasang kawat jumper yang menghubungkannya pada tower agar arus petir dapat dibuang ke tanah lewat tower. Kesimpulan Pemakaian overhead groundwire dalam saluran distribusi tenaga listrik mempunyai harapan agar sambaran petir tidak mengenai kawat phasa. Sedangkan penggunaan kawat tanah (overhead groundware) sebagai penangkal petir lebih sering digunakan pada system transmisi tenaga listrik. Untuk keperluan perbaikan mutu pentanahan maka dari kawat jumper ini ditambahkan kawat lagi menuju ketanah yang kemudian dihubungkan dengan kawat pentanahan. Kawat pada tower tension dipegang oleh tension clamp.penempatan arrester yang efektif sebagai proteksi trafo distribusi 20 kV pada GTT.

Perlindungan Transmisi Tenaga Listrik dari Sambaran Petir” [2] Yudi Suhairi. Kombinasi pemakaian groundwire dengan peralatan-peralatan lainnya sangat diharapkan untuk memperoleh performa perlindungan yang lebih tinggi di antaranya dengan pemakaian arester yang merupakan alat pelindung modern. Kawat tanah lebih sering dijumpai sebagai penangkal petir pada system transmisi listrik sedangkan pada system distribusi lestrik sebagai penangkal petir banyak dijumpai penggunaan arrester. 2. Elektron TH XVIII . Maret 1998 “Arief Irawanto mahasiswa Jurusan Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia.naik dengan makin tingginya groundwire dan besarnya sudut perlindungan. Overhead Groundwire. Edisi ke Dua Belas. DAFTAR PUSTAKA [1] ELEKTRO INDONESIA. Untuk itu diperlukan pemilihan ketinggian serta sudut perlindungan yang sesuai untuk mendapatkan perlindungan yang baik. “ Fenomena Petir “. Peningkatan performa perlindungan transmisi tenaga listrik dari sambaran petir yang paling mudah dilakukan dengan menambah jumlah groundwire.

penangkal_petir.html [5] http://id. konduktor-dan-kawat-tanah-pada-saluran.[3] Wikipedia.html [4] Dunia listrik.com .wordpress.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful