MACAM-MACAM BUDAYA POLITIK

September 25, 2009 by . PENDAHULUAN Kehidupan manusia di dalam masyarakat, memiliki peranan penting dalam sistem politik suatu negara. Manusia dalam kedudukannya sebagai makhluk sosial, senantiasa akan berinteraksi dengan manusia lain dalam upaya mewujudkan kebutuhan hidupnya. Kebutuhan hidup manusia tidak cukup yang bersifat dasar, seperti makan, minum, biologis, pakaian dan papan (rumah). Lebih dari itu, juga mencakup kebutuhan akan pengakuan eksistensi diri dan penghargaan dari orang lain dalam bentuk pujian, pemberian upah kerja, status sebagai anggota masyarakat, anggota suatu partai politik tertentu dan sebagainya. Setiap warga negara, dalam kesehariannya hampir selalu bersentuhan dengan aspek-aspek politik praktis baik yang bersimbol maupun tidak. Dalam proses pelaksanaannya dapat terjadi secara langsung atau tidak langsung dengan praktik-praktik politik. Jika secara tidak langsung, hal ini sebatas mendengar informasi, atau berita-berita tentang peristiwa politik yang terjadi. Dan jika seraca langsung, berarti orang tersebut terlibat dalam peristiwa politik tertentu. Kehidupan politik yang merupakan bagian dari keseharian dalam interaksi antar warga negara dengan pemerintah, dan institusi-institusi di luar pemerintah (non-formal), telah menghasilkan dan membentuk variasi pendapat, pandangan dan pengetahuan tentang praktik-praktik perilaku politik dalam semua sistem politik. Oleh karena itu, seringkali kita bisa melihat dan mengukur pengetahuan-pengetahuan, perasaan dan sikap warga negara terhadap negaranya, pemerintahnya, pemimpim politik dan lai-lain. Budaya politik, merupakan bagian dari kebudayaan masyarakat dengan ciri-ciri yang lebih khas. Istilah budaya politik meliputi masalah legitimasi, pengaturan kekuasaan, proses pembuatan kebijakan pemerintah, kegiatan partai-partai politik, perilaku aparat negara, serta gejolak masyarakat terhadap kekuasaan yang memerintah. Kegiatan politik juga memasuki dunia keagamaan, kegiatan ekonomi dan sosial, kehidupan pribadi dan sosial secara luas. Dengan demikian, budaya politik langsung mempengaruhi kehidupan politik dan menentukan keputusan nasional yang menyangkut pola pengalokasian sumber-sumber masyarakat. B. PENGERTIAN BUDAYA POLITIK 1. Pengertian Umum Budaya Politik Budaya politik merupakan sistem nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama oleh masyarakat. Namun, setiap unsur masyarakat berbeda pula budaya politiknya, seperti antara masyarakat umum dengan para elitenya. Seperti juga di Indonesia, menurut Benedict R. O¶G Anderson, kebudayaan Indonesia cenderung membagi secara tajam antara kelompok elite dengan kelompok massa.

seperti militan. Yang pertama menekankan pada isi atau materi. d. Rusadi Sumintapura . seperti sosialisme. Dengan pengertian budaya politik di atas. Bentuk budaya politik menyangkut sikap dan norma. sehingga tetap dalam satu pemahaman dan rambu-rambu yang sama. adat istiadat. yaitu sistem dan individu.Almond dan Verba mendefinisikan budaya politik sebagai suatu sikap orientasi yang khas warga negara terhadap sistem politik dan aneka ragam bagiannya. tentang derajat perbedaan konsep tersebut tidaklah begitu besar. demokrasi. c. Berikut ini merupakan pengertian dari beberapa ahli ilmu politik tentang budaya politik. sehingga terdapat variasi konsep tentang budaya politik yang kita ketahui. tingkat militansi seseorang terhadap orang lain dalam pergaulan masyarakat. Pola kepemimpinan (konformitas atau mendorong inisiatif kebebasan). Yang kedua (aspek generik) menganalisis bentuk. 1. Hakikat dan ciri budaya politik yang menyangkut masalah nilai-nilai adalah prinsip dasar yang melandasi suatu pandangan hidup yang berhubungan dengan masalah tujuan. pandangan ini melihat aspek individu dalam orientasi politik hanya sebagai pengakuan akan adanya fenomena dalam masyarakat secara keseluruhan tidak dapat melepaskan diri dari orientasi individual. atau nasionalisme. Budaya politik adalah aspek politik dari nilai-nilai yang terdiri atas pengetahuan. dan ciri-ciri budaya politik. Jauh dari anggapan yang demikian. Berikut ini adalah beberapa pengertian budaya politik yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk lebih memahami secara teoritis sebagai berikut : a. Budaya politik dapat dilihat dari aspek doktrin dan aspek generiknya. a. Dengan orientasi itu pula mereka menilai serta mempertanyakan tempat dan peranan mereka di dalam sistem politik. atau tertutup. Budaya politik tersebut memberikan rasional untuk menolak atau menerima nilai-nilai dan norma lain. sikap terhadap mobilitas (mempertahankan status quo atau mendorong mobilitas). tidaklah berarti bahwa dalam memandang sistem politiknya kita menganggap masyarakat akan cenderung bergerak ke arah individualisme. utopis. dan mitos. peranan. dan sikap terhadap peranan warga negara yang ada di dalam sistem itu. yaitu sikap terbuka dan tertutup. Kesemuanya dikenal dan diakui oleh sebagian besar masyarakat. Pengertian Budaya Politik Menurut Para Ahli Terdapat banyak sarjana ilmu politik yang telah mengkaji tema budaya politik. Dengan kata lain. nampaknya membawa kita pada suatu pemahaman konsep yang memadukan dua tingkat orientasi politik. bagaimana distribusi pola-pola orientasi khusus menuju tujuan politik diantara masyarakat bangsa itu. Namun bila diamati dan dikaji lebih jauh. terbuka. Lebih jauh mereka menyatakan. prioritas kebijakan (menekankan ekonomi atau politik). b. tahayul. bahwa warga negara senantiasa mengidentifikasikan diri mereka dengan simbolsimbol dan lembaga kenegaraan berdasarkan orientasi yang mereka miliki. Dengan orientasi yang bersifat individual ini.

c.Budaya politik tidak lain adalah pola tingkah laku individu dan orientasinya terhadap kehidupan politik yang dihayati oleh para anggota suatu sistem politik. Jr. nilai-nilai dan kepercayaan-kepercayaan. dan gabungan dari keduanya. Hal inilah yang menyebabkan Gabriel A. Bingham Powell. tetapi lebih menekankan pada berbagai perilaku non-aktual seperti orientasi. sikap. emosi dan nilai-nilai masyarakat yang berhubungan dengan sistem politik dan isu-isu politik. Almond dan G. Alan R. simbol-simbol ekspresif dan nilai-nilai yang menegaskan suatu situasi dimana tindakan politik dilakukan. artinya setiap berbicara budaya politik maka tidak akan lepas dari pembicaraan sistem politik. yaitu setiap komponen-komponen yang terdiri dari komponen-komponen struktur dan fungsi dalam sistem politik. Almond memandang bahwa budaya politik adalah dimensi psikologis dari sebuah sistem politik yang juga memiliki peranan penting berjalannya sebuah sistem politik. Budaya politik berisikan sikap. atau mendeskripsikan masyarakat di suatu negara atau wilayah. bukan per-individu. maka dapat ditarik beberapa batasan konseptual tentang budaya politik sebagai berikut : Pertama : bahwa konsep budaya politik lebih mengedepankan aspek-aspek non-perilaku aktual berupa tindakan. fungsi-fungsi dari struktur politik. Ketiga : budaya politik merupakan deskripsi konseptual yang menggambarkan komponenkomponen budaya politik dalam tataran masif (dalam jumlah besar). kepercayaan. keyakinan. Sidney Verba Budaya politik adalah suatu sistem kepercayaan empirik. Misal orientasi politik terhadap lembaga politik terhadap lembaga legislatif. Kedua : hal-hal yang diorientasikan dalam budaya politik adalah sistem politik. b. apakah dalam tataran struktur politik. sebuah pola orientasi-orientasi terhadap objek-objek politik. Hal-hal yang diorientasikan dalam sistem politik. dengan melihat fokus yang diorientasikan. Ball Budaya politik adalah suatu susunan yang terdiri dari sikap. juga kecenderungan dan pola-pola khusus yang terdapat pada bagian-bagian tertentu dari populasi. e. Gabriel A. eksekutif dan sebagainya. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut diatas (dalam arti umum atau menurut para ahli). d. Austin Ranney Budaya politik adalah seperangkat pandangan-pandangan tentang politik dan pemerintahan yang dipegang secara bersama-sama. Hal ini berkaitan dengan . Seseorang akan memiliki orientasi yang berbeda terhadap sistem politik. nilai dan keterampilan yang berlaku bagi seluruh populasi.

terdapat dua komponen utama dari budaya politik. Budaya Politik Toleransi . dan masalah yang mempribadi selalu sensitif dan membakar emosi. para aktor dan penampilannya. Menurut Ranney. Bingham Powell. menuntut kerja sama yang luas untuk memperpadukan modal dan keterampilan. peranan dan segala kewajibannya serta input dan outputnya. yaitu orientasi kognitif (cognitive orientations) dan orientasi afektif (affective oreintatations). bahwa budaya politik merupakan refleksi perilaku warga negara secara massal yang memiliki peran besar bagi terciptanya sistem politik yang ideal. TIPE-TIPE BUDAYA POLITIK 1. Almond dan G. a. peranannya. Orientasi kognitif : yaitu berupa pengetahuan tentang dan kepercayaan pada politik.. maka yang dicari adalah kambing hitamnya. Budaya Politik Militan Budaya politik dimana perbedaan tidak dipandang sebagai usaha mencari alternatif yang terbaik. maka komponen-komponen berisikan unsur-unsur psikis dalam diri masyarakat yang terkategori menjadi beberapa unsur. Sementara itu. bahwa budaya politik mengandung tiga komponen obyek politik sebagai berikut. Orientasi afektif : yaitu perasaan terhadap sistem politik. Maksud dari pernyataan ini menurut Ranney. bahwa budaya politik merupakan dimensi psikologis dalam suatu sistem politik. Komponen-Komponen Budaya Politik Seperti dikatakan oleh Gabriel A. 1. bagi terselenggaranya konflik-konflik politik (dinamika politik) dan terjadinya proses pembuatan kebijakan politik. Orientasi evaluatif : yaitu keputusan dan pendapat tentang obyek-obyek politik yang secara tipikal melibatkan standar nilai dan kriteria dengan informasi dan perasaan. Jiwa kerja sama dapat diukur dari sikap orang terhadap orang lain. Pada kondisi ini budaya politik memiliki kecenderungan sikap ´militan´ atau sifat ´tolerasi´. Berdasarkan Sikap Yang Ditunjukkan Pada negara yang memiliki sistem ekonomi dan teknologi yang kompleks. Jr. Bila terjadi kriris. C. tetapi dipandang sebagai usaha jahat dan menantang. b. adalah karena budaya politik menjadi satu lingkungan psikologis.pemahaman. Sebagai suatu lingkungan psikologis. Almond dan Verba dengan lebih komprehensif mengacu pada apa yang dirumuskan Parsons dan Shils tentang klasifikasi tipe-tipe orientasi. bukan disebabkan oleh peraturan yang salah.

1. Berdasarkan orientasi politik yang dicirikan dan karakter-karakter dalam budaya politik. kritis terhadap diri sendiri. Ia dapat melepaskan ikatan tradisi. Kesemuanya itu menutup jalan bagi pertumbuhan kerja sama. Pernyataan dengan jiwa tolerasi hampir selalu mengundang kerja sama. yaitu tingkat partisipasi politiknya sangat rendah. Budaya politik parokial (parochial political culture).Budaya politik dimana pemikiran berpusat pada masalah atau ide yang harus dinilai. Budaya politik yang bernada absolut bisa tumbuh dari tradisi. Usaha yang diperlukan adalah intensifikasi dari kepercayaan. tradisi selalu dipertahankan dengan segala kebaikan dan keburukan. ternyata memiliki beberapa variasi. malah hanya berusaha memelihara kemurnian tradisi. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Akomodatif Struktur mental yang bersifat akomodatif biasanya terbuka dan sedia menerima apa saja yang dianggap berharga. yang disebabkan faktor kognitif (misalnya tingkat pendidikan relatif rendah). maka hal itu dapat menciptakan ketegangan dan menumbuhkan konflik. jarang bersifat kritis terhadap tradisi. Kesetiaan yang absolut terhadap tradisi tidak memungkinkan pertumbuhan unsur baru. dianggap selalu sempurna dan tak dapat diubah lagi. Berdasarkan sikap terhadap tradisi dan perubahan. b. Maka. Perubahan dianggap sebagai penyimpangan. Sikap netral atau kritis terhadap ide orang. Perubahan mendorong usaha perbaikan dan pemecahan yang lebih sempurna. Pola pikir demikian hanya memberikan perhatian pada apa yang selaras dengan mentalnya dan menolak atau menyerang hal-hal yang baru atau yang berlainan (bertentangan). Gabriel Almond mengklasifikasikan budaya politik sebagai berikut : a. Tipe absolut dari budaya politik sering menganggap perubahan sebagai suatu yang membahayakan. Budaya Politik Yang memiliki Sikap Mental Absolut Budaya politik yang mempunyai sikap mental yang absolut memiliki nilai-nilai dan kepercayaan yang. maka setiap sistem politik akan memiliki budaya politik yang berbeda. . Berdasarkan Orientasi Politiknya Realitas yang ditemukan dalam budaya politik. dan bersedia menilai kembali tradisi berdasarkan perkembangan masa kini. Budaya Politik terbagi atas : a. Tiap perkembangan baru dianggap sebagai suatu tantangan yang berbahaya yang harus dikendalikan. Jika pernyataan umum dari pimpinan masyarakat bernada sangat militan. Dari realitas budaya politik yang berkembang di dalam masyarakat. Tipe akomodatif dari budaya politik melihat perubahan hanya sebagai salah satu masalah untuk dipikirkan. Perbedaan ini terwujud dalam tipe-tipe yang ada dalam budaya politik yang setiap tipe memiliki karakteristik yang berbeda-beda. tetapi bukan curiga terhadap orang. bukan kebaikan. berusaha mencari konsensus yang wajar yang mana selalu membuka pintu untuk bekerja sama.

yaitu budaya politik yang ditandai dengan kesadaran politik sangat tinggi. d. Budaya politik partisipan (participant political culture). a. dan terhadap pribadi sebagai partisipan yang aktif mendekati nol. Parokialisme dalam sistem politik yang diferensiatif lebih bersifat afektif dan normatif dari pada kognitif. Kaum parokial tidak mengharapkan apapun dari sistem politik.b. dan terhadap output. Hubungannya terhadap sistem plitik secara umum. f. obyek-obyek output. b. obyek-obyek input. a. No Budaya Politik Uraian / Keterangan 1. Orientasi subyek lebih bersifat afektif dan normatif daripada kognitif. Subyek/Kaula 3. Terdapat frekuensi orientasi politik yang tinggi terhadap sistem politik yang diferensiatif dan aspek output dari sistem itu. administratif secara esensial merupakan hubungan yang pasif. Frekuensi orientasi politik sistem sebagai obyek umum. Tentang klasifikasi budaya politik di dalam masyarakat lebih lanjut adalah sebagai berikut. d. obyek- 2. Sering wujud di dalam masyarakat di mana tidak terdapat struktur input yang terdiferensiansikan. c. Budaya politik kaula (subyek political culture). Para subyek menyadari akan otoritas pemerintah c. tetapi frekuensi orientasi terhadap obyek-obyek input secara khusus. dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati nol. Partisipan . Tidak terdapat peran-peran politik yang khusus dalam masyarakat. Orientasi parokial menyatakan alpanya harapan-harapan akan perubahan yang komparatif yang diinisiasikan oleh sistem politik. Dalam kehidupan masyarakat. e. e. Parokial a. Parokialisme murni berlangsung dalam sistem tradisional yang lebih sederhana dimana spesialisasi politik berada pada jenjang sangat minim. yaitu masyarakat bersangkutan sudah relatif maju (baik sosial maupun ekonominya) tetapi masih bersifat pasif. c. b. Frekuensi orientasi terhadap sistem sebagai obyek umum. tidak menutup kemungkinan bahwa terbentuknya budaya politik merupakan gabungan dari ketiga klasifikasi tersebut di atas.

Budaya Politik subyek lebih rendah satu derajat dari budaya politikpartisipan. dan pribadi sebagai partisipan aktif mendekati satu.obyek input. Perasaan berpengaruh terhadap proses politik muncul bila mereka telah melakukan kontak dengan pejabat lokal. Oleh karena itu mereka merasa perlu untuk terlibat dalam proses pemilu dan mempercayai perlunya keterlibatan dalam politik. Oleh karena itu dalam konteks politik. agar terciptanya mekanisme kontrol terhadap berjalannya sistem politik. Mereka memiliki kebanggaan terhadap sistem politik dan memiliki kemauan untuk mendiskusikan hal tersebut. Mereka akan merasa tidak nyaman bila membicarakan masalah-masalah politik. yang didalamnya masyarakat bahkan tidak merasakan bahwa mereka adalah warga negara dari suatu negara. Masyarakat berperan sebagai aktivis. Hal ini dikarenakan terjadinya harmonisasi hubungan warga negara dengan pemerintah. dan tingkat efficacy atau keberdayaan. Bentuk kultur dimana anggota-anggota masyarakat cenderung diorientasikan secara eksplisit terhadap sistem politik secara komprehensif dan terhadap struktur dan proses politik serta administratif (aspek input dan output sistem politik) c. Kondisi masyarakat dalam budaya politik partisipan mengerti bahwa mereka berstatus warga negara dan memberikan perhatian terhadap sistem politik. Demokrasi sulit untuk berkembang dalam masyarakat dengan budaya politik subyek. yaitu menyelesaikan sesuatu hal secara politik. Selain itu mereka juga memiliki kompetensi politik dan keberdayaan politik yang rendah. mereka lebih mengidentifikasikan dirinya pada perasaan lokalitas. sehingga sangat sukar untuk mengharapkan artisipasi politik yang tinggi. yang ditunjukan oleh tingkat kompetensi politik. tetapi keterlibatan mereka dalam cara yang lebih pasif. Selain itu warga negara berperan sebagai individu yang aktif dalam masyarakat secara sukarela. tipe budaya ini merupakan kondisi ideal bagi masyarakat secara politik. tetapi tidak bangga terhadap sistem politik negaranya dan perasaan komitmen emosionalnya kecil terhadap negara. Anggota masyarakat partisipatif terhadap obyek politik d. Mereka memiliki keyakinan bahwa mereka dapat mempengaruhi pengambilan kebijakan publik dalam beberapa tingkatan dan memiliki kemauan untuk mengorganisasikan diri dalam kelompokkelompok protes bila terdapat praktik-praktik pemerintahan yang tidak fair. karena adanya saling percaya (trust) antar warga negara. output. b. karena masing-masing warga negaranya tidak aktif. Budaya politik partisipan merupakan lahan yang ideal bagi tumbuh suburnya demokrasi. Mereka tetap mengikuti berita-berita politik. Tidak terdapat kebanggaan . Budaya Politik parokial merupakan tipe budaya politik yang paling rendah. Masyarakat dalam tipe budaya ini tetap memiliki pemahaman yang sama sebagai warga negara dan memiliki perhatian terhadap sistem politik. karena mereka merasa memiliki setidaknya kekuatan politik yang ditunjukan oleh warga negara.

Budaya politik ini juga mengindikasikan bahwa masyarakatnya tidak memiliki minat maupun kemampuan untuk berpartisipasi dalam politik. Budaya politik subyek-partisipan (the subject-participant culture) c. Namun dalam kenyataan tidak ada satupun negara yang memiliki budaya politik murni partisipan. Budaya politik parokial-partisipan (the parochial-participant culture) Berdasarkan penggolongan atau bentuk-bentuk budaya politik di atas. apalagi kritik. maka dia menuntut rakyat menunjukkan kesetiaannya yang tinggi. Modifikasi atau kompromi tidak diharapkan. dan Amerika Latin. Jika pemimpin itu merasa dirinya penting.rintahan yang besar. Mereka tidak memiliki perhatian terhadap apa yang terjadi dalam sistem politik. tetapi seba-gian besar jumlah rakyat hanya menjadi subyek yang pasif. dan jarang membicarakan masalah-masalah politik. yaitu : a. hanya bisa bila terdapat institusi-institusi dan perasaan kewarganegaraan baru. Budaya politik subyek-parokial (the parochial. pengetahuannya sedikit tentang sistem politik. Asia. Dari sudut penguasa. ada pula elite yang menyadari inisiatif . seperti di Afrika. menuntut konformitas atau mendorong aktivitas. Pola kepemimpinan sebagai bagian dari budaya politik.terhadap sistem politik tersebut. telektual dengan tindakan persuasif menentang sis-tem yang ada. dapat dibagi dalam tiga model kebudayaan politik sebagai berikut : Model-Model Kebudayaan Politik Demokratik Industrial Sistem Otoriter Demokratis Pra Industrial Dalam sistem ini cukup Di sini jumlah industrial dan Dalam sistem ini hanya banyak aktivis politik untuk modernis sebagian kecil. kaum in. pemerintah diharapkan makin besar peranannya dalam pembangunan di segala bidang. konformitas menyangkut tuntutan atau harapan akan dukungan dari rakyat. Oleh karena itu terdapat kesulitan untuk mencoba membangun demokrasi dalam budaya politik parokial. Budaya politik ini bisa dtemukan dalam masyarakat suku-suku di negara-negara belum maju. ketiganya menurut Almond dan Verba tervariasi ke dalam tiga bentuk budaya politik. Akan tetapi.subject culture) b. ketika berhadapan dengan institusi-institusi politik. Perasaan kompetensi politik dan keberdayaan politik otomatis tidak muncul. Di negara berkembang seperti Indonesia. Melainkan terdapat variasi campuran di antara ketiga tipe-tipe tersebut. terdapat sedikit sekali partimenjamin adanya kompetisi meskipun terdapat organisasi sipan dan sedikit pula keterpartai-partai poli-tik dan politik dan partisipan politik libatannya dalam pemekehadiran pemberian suara seperti mahasiswa. pariokal atau subyek.

Tingkah laku politik seseorang berkembang secara berangsur-angsur. sangat ditentukan oleh lingkungan sosial. Pengetahuan. sosialisasi politik adalah proses dengan mana individu-individu dapat memperoleh pengetahuan. merupakan proses yang berlangsung lama dan rumit yang dihasilkan dari usaha saling mempengaruhi di antara kepribadian individu dengan pengalaman-pengalaman politik yang relevan yang memberi bentuk terhadap tingkah laku politiknya. diktator dan sebagainya. Akan tetapi. Jadi. apakah akan menuju kepada stagnasi atau perubahan. Akan tetapi. juga ditentukan oleh interaksi pengalaman-pengalaman serta kepribadian seseorang. sekalipun hal ini mungkin bisa terjadi. Sosialsiasi politik. bukan tak mungkin yang dihasilkan stagnasi 1. Peristiwa ini tidak menjamin bahwa masyarakat mengesahkan sistem politiknya. biasanya mempunyai budaya politik bersifat agama politik. Budaya tersebut merupakan usaha percampuran politik dengan ciri-ciri keagamaan yang dominan dalam masyarakat tradisional di negara yang baru berkembang. yaitu politik dikembangkan berdasarkan ciriciri agama yang cenderung mengatur secara ketat setiap anggota masyarakat. SOSIALISASI PENGEMBANGAN BUDAYA POLITIK 1. Sebab hal ini bisa saja menyebabkan pengingkaran terhadap legitimasi. Apabila tidak ada legitimasi itu disertai dengan sikap bermusuhan yang aktif terhadap sistem politiknya. dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya. Pengertian Umum Sosialisasi Politik. ekonomi. Keterlaksanaan sosialisasi politik. dan sikap-sikap yang diperoleh seseorang itu membentuk satu layar persepsi. apabila legitimasi itu dibarengi dengan sikap apatis terhadap sistem politiknya. David Apter memberi gambaran tentang kondisi politik yang menimbulkan suatu agama politik di suatu masyarakat. merupakan proses pembentukan sikap dan orientasi politik pada anggota masyarakat. yaitu kondisi politik yang terlalu sentralistis dengan peranan birokrasi atau militer yang terlalu kuat. maka perubahan mungkin terjadi. maka elite itu sedang mengembangkan pola kepemimpinan inisiatif rakyat dengan tidak mengekang kebebasan. nilai-nilai. Pengertian Menurut Para ahli . otoriter. nilai-nilai. merupakan salah satu dari fungsi-fungsi input sistem politik yang berlaku di negara-negara manapun juga baik yang menganut sistem politik demokratis. Selain itu. Sosialisasi politik. Suatu pemerintahan yang kuat dengan disertai kepasifan yang kuat dari rakyat. melalui mana individu menerima rangsanganrangsangan politik. D.rakyat yang menentukan tingkat pembangunan. Budaya politik para elite berdasarkan budaya politik agama tersebut dapat mendorong atau menghambat pembangunan karena massa rakyat harus menyesuaikan diri pada kebijaksanaan para elite politik. tergantung pada keadaan yang menyebabkan pengingkaran tersebut. dan kebudayaan di mana seseorang/individu berada.

sejauh peranan-peranan baru masih harus terus dipelajari. dalam From Generation to Ganeration Sosialisasi politik adalah komunikasi dengan dan dipelajari oleh manusia lain. dan juga merupakan sarana bagi suatu generasi untuk menyampaikan patokan-patokan politik dan keyakinan-keyakinan politik kepada generasi berikutnya. meskipun diantara para ahli politik terdapat perbedaan. Denis Kavanagh Sosialisasi politik merupakan suatu proses dimana seseorang mempelajari dan menumbuhkan pandangannya tentang politik. dalam ³Culture and Socialization´ Sosialisasi politik adalah pola-pola mengenai aksi sosial. guru.Berbagai pengertian atau batasan mengenai sosialisasi politik telah banyak dilakukan oleh para ilmuwan terkemuka. nilai-nilai dan pandangan-pandangan politik dari orang tua. dan sarana-sarana sosialisasi yang lainnya kepada warga negara baru dan mereka yang menginjak dewasa. Gabriel A. Berikut ini akan dikemukana beberapa pengertian sosialisasi politik menurut para ahli. yang dilahirkan dengan banyak sekali jajaran potensi tingkah laku. 1. Almond Sosialisasi politik menunjukkan pada proses dimana sikap-sikap politik dan pola-pola tingkah laku politik diperoleh atau dibentuk. dituntut untuk mengembangkan tingkah laku aktualnya yang dibatasi di dalam satu jajaran yang menjadi kebiasaannya dan bisa diterima olehnya sesuai dengan standar-standar dari kelompoknya. atau aspek-aspek tingkah laku. 1. Child Sosialisasi politik adalah segenap proses dengan mana individu.N. 1. S. Eisentadt. Irvin L. dengan siapa individu-individu yang secara bertahap memasuki beberapa jenis relasi-relasi umum. 1. yang menanamkan pada individu-individu keterampilan-keterampilan (termasuk ilmu pengetahuan). motif-motif dan sikap-sikap yang perlu untuk menampilkan peranan-peranan yang sekarang atau yang tengah diantisipasikan (dan yang terus berkelanjutan) sepanjang kehidupan manusia normal. 1. sistem politik dan seterusnya. Richard E. Sama halnya dengan pengertian-pengertian tentang budaya politik. 1. 1. Oleh Mochtar Mas¶oed disebut dengan transmisi kebudayaan. David F. namun pada umumnya tetap pada prinsip-prinsip dan koridor yang sama. Dawson dkk. Alfian . Aberle. Sosialisasi politik dapat dipandang sebagai suatu pewarisan pengetahuan.

media massa. Instruksi merupakan bagian penting dari sosialisasi. atau istilah kaum fungsionalis. 1. atau kontak politik langsung. dan lebih khusus lagi. menurut Michael Rush &amp. motif-motif (nilai-nilai) dan sikap-sikap. berkenaan pengetahuan atau informasi. Dari pandangan Alfian. pengalaman dan kepribadian individu. dan baik secara implisit maupun eksplisit memberikan penjelasan mengenai tingkah laku sosial. yang diakses yang dipelajari dan juga bahwa berupa instruksi. sosialisasi itu tidak perlu dibatasi pada usia anak-anak dan remaja saja (walaupun periode ini paling penting). Sosialisasi secara fundamental merupakan proses hasil belajar. memberikan indikasi umum hasil belajar tingkah laku individu dan kelompok dalam batas-batas yang luas. dan tidak membatasi diri dengan segala sesuatu yang telah dipelajari. dengan siapa yang diajar. siapa yang mengajar dan hasilhasil apa yang diperoleh. Dalam kenyataan tidak ada alasan sama sekali untuk menyatakan mengapa suatu teori mengenai sosialisasi politik itu tidak mampu memperhitungkan: ada atau tidaknya perubahan sistematik dan perubahan sosial. sekolah. sehingga mereka mengalami dan menghayati betul nilai-nilai yang terkandung dalam suatu sistem politik yang ideal yang hendak dibangun. orang tua bisa mengajarkan .adalah fundamental bagi proses sosialisasi dan bagi proses perubahan. belajar dari pengalaman/ pola-pola aksi. kelompok kerja. sebagai berikut. 2. Dari sekian banyak definisi ini nampak mempunyai banyak kesamaan dalam mengetengah-kan beberapa segi penting sosialisasi politik. baik yang terbuka maupun yang tertutup. 4. Dua variabel penting adalah pengalaman dan kepribadian dan kemudian akan dibuktikan bahwa kedua-duanya. sebagai pemeliharaan sistem. yakni: pertama : sosialisasi politik hendaknya dilihat sebagai suatu proses yang berjalan terus-menerus selama peserta itu hidup. tidak perlu disangsikan. lebihlebih lagi pengalaman dan kepribadian kelompok-kelompok individu. ada dua masalah yang berasosiasi dengan definisi-definisi tersebut di atas. yang mencakup tingkah laku. Pertama : seluas manakah sosialisasi itu merupakan proses pelestarian yang sistematis? Hal ini penting sekali untuk menguji hubungan antara sosialisasi dan perubahan sosial. menyediakan satu teori yang memungkin pencantuman dua variabel penting. ada dua hal yang perlu diperhatikan. Hasil dari penghayatan itu akan melahirkan sikap dan perilaku politik baru yang mendukung sistem politik yang ideal tersebut. tetapi sosialisasi berlangsung sepanjang hidup. Proses mana berlangsung dalam keluarga. 3. Kedua : sosialisasi politik dapat berwujud transmisi yang berupa pengajaran secara langsung dengan melibatkan komunikasi informasi. kelompok pergaulan. Dari sekian banyak pendapat di atas. Phillip Althoff. nilai-nilai atau perasaan-perasaan mengenai politik secara tegas. Kedua : adalah berkaitan dengan keluasan. dan bersamaan dengan itu lahir pulalah kebudayaan politik baru.Mengartikan pendidikan politik sebagai usaha sadar untuk mengubah proses sosialisasi politik masyarakat. bahwa sosialisasi merupakan prakondisi yang diperlukan bagi aktivitas sosial.

Akan tetapi tidak bisa terlalu ditekankan. secepat kesadaran kita terhadap masa sekarang. 2. demokrasi. kebaikan serta kebersihan rakyatnya. Proses Sosialisasi Politik Perkembangan sosiologi politik diawali pada masa kanak-kanak atau remaja. Kiranya kita dapat memahami bahwa sosialisasi politik adalah proses. akan tetapi apabila legitimasi itu dibarengi dengan sikap apatis terhadap sistem politiknya. nilai-nilai dan sikap-sikap terhadap sistem politik masyarakatnya. presiden. Keduanya dianggap sebagai tokoh kekuasaan. seperti pemberian suara. akan tetapi apakah hal ini menuju pada stagnasi atau pada perubahan. Istilah-istilah seperti ³menanamkan´ dan sampai batas kecil tertentu ³menuntun pada perkembangan´ kedua-duanya cenderung mengaburkan segi penting dari sosialisasi. negara bisa secara berhati-hati menyebarkan ideologi-ideologi resminya. seperti ³keterikatan kepada sekolahsekolah mereka³. Peranan keluarga dalam sosialisasi politik sangat penting. maka perubahan mungkin saja terjadi. yaitu sebagai berikut. anak-anak mempunyai gambaran yang sama mengenai ayahnya dan presiden selama bertahun-tahun di sekolah awal. tidak bisa diakui dan tidak bisa dkenali. atau oleh yang melakukan tindakan yang menyangkut pengalaman tersebut. sekalipun hal ini mungkin terjadi. Maka Michael Oakeshott menyatakan.. Peristiwa ini tidak menjamin bahwa masyarakat mengesahkan sistem politiknya. Pada usia sembilan dan sepuluh tahun timbul kesadaran akan konsep yang lebih abstrak. bukan tidakmungkin terjadi stagnasi. dengan mana individuindividu dapat memperoleh pengetahuan.kepada anak-anaknya beberapa cara tingkah laku sosial tertentu. dan peranan warga negara dalam sistem politik. dapat memasukkan sejumlah ketentuan mengenai pendidikan kewarganegaraan. Manifestasi ini diikuti oleh simbol-simbol otoritas umum. karena semua itu berlangsung secara tidak sadar. dan sedikit sekali atau bahkan tidak ada satupun di dunia ini yang tampak di depan mat akita tanpa memberikan kontribusi terhadapnya. ³Pendidikan politik dimulai dari keminkamtaan meminati tradisi dalam bentuk pengamatan dan peniruan terhadap tingkah laku orang tua kita. kebebasan sipil. Tahap lebih awal dari belajar politik mencakup perkembangan dari ikatan-ikatan lingkungan. walaupun kenyataan bahwa sosialisasi itu sebagian bersifat terbuka. merupakan hasil eksperimen. Menurut Easton dan Hess. seperti agen polisi. . Easton dan Dennis mengutarakan ada 4 (empat) tahap dalam proses sosialisasi politik dari anak. Anak muda itu mempunyai kepercayaan pada keindahan negerinva.´ Jadi. Kita menyadari akan masa lampau dan masa yang akan datang. sistem-sistem pendidikan kemasyarakatan. tertutup. Hasil riset David Easton dan Robert Hess mengemukakan bahwa di Amerika Serikat. dan bendera nasional. tergantung pada keadaan yang menyebabkan pengingkaran tersebut. Sebab hal ini bisa saja menyebabkan pengingkaran terhadap legitimasi. Apabila tidak adanya legitimasi itu disertai dengan sikap bermusuhan yang aktif terhadap sistem politiknya. belajar politik dimulai pada usia tiga tahun dan menjadi mantap pada usia tujuh tahun. bahwa mereka berdiam di suatu daerah tertentu. bahwa satu bagian besar bahkan sebagian terbesar sosialisasi. namun secar atotal adalah tidak realistis untuk berasumsi bahwa makna setiap pengalaman harus diakui oleh pelakunya. sistematik dan disengaja.

sering terjadi ³obrolan´ politik ringan tentang segala hal. yaitu antara pejabat swasta dan pejabat pemerintah. dan pemungutan suara (pemilu). tetapi juga termasuk ikatan-ikatan kekeluargaan dan tradisi pada umumnya 2. 5. menjaga keamanan dan ketentraman. Perkembangan pembedaan antara institusi-institusi politik dan mereka yang terlibat dalam aktivitas yang diasosiasikan dengan institusi-institusi ini. Partai politik harus mampu men-ciptakan ³image´ . dan kemurahan hati. seperti kongres (parlemen). siswa telah memperoleh pengetahuan awal tentang kehidupan berpolitik secara dini dan nilai-nilai politik yang benar dari sudut pandang akademis. presiden dan polisi. mampu menanamkan nilai-nilai dan norma-norma dari satu generasi ke generasi berikutnya. bergaul dengan balk. belajar dan pengetahuan sebagai tujuan.1. antara lain : 1) Keluarga (family) Wadah penanaman (sosialisasi) nilai-nilai politik yang paling efisien dan efektif adalah di dalam keluarga. Nilai-nilai itu adalah sebagai berikut : 1. 2. Ini berarti partai politik tersebut setelah merekrut anggota kader maupun simpati-sannya secara periodik maupun pada saat kampanye. ketekunan. Dengan demikian. dan kepercayaan berkaitan dengan pemerintahan. Intelektual. Di mulai dari keluarga inilah antara orang tua dengan anak. kejujuran. Politik. Pengenalan mengenai institusi-institusi politik yang impersonal. pencapaian/perolehan. Sosialisasi politik adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan proses dengan jalan mana orang belajar tentang politik dan mengembangkan orientasi pada politik. Tradisi. 4. ganjaran-ganjaran material mobilitas sosial. Prestasi. nilai-nilai. mahkamah agung. 3. Pribadi. Suatu penelitian secara khusus telah dilakukan guna menyelidiki nilai-nilai pengasuhan anak yang dilakukan oleh berbagai generasi orang tua di Rusia. sehingga tanpa disadari terjadi tranfer pengetahuan dan nilainilai politik tertentu yang diserap oleh si anak. Adapun sarana alat yang dapat dijadikan sebagai perantara/sarana dalam sosialisasi politik. menjauhkan diri dari kericuhan. 3) Partai Politik Salah satu fungsi dari partai politik adalah dapat memainkan peran sebagai sosialisasi politik. sikap-sikap. seperti orang tua anak. siswa dan gurunya saling bertukar informasi dan berinteraksi dalam membahas topik-topik tertentu yang mengandung nilai-nilai politik teoritis maupun praktis. Pengenalan otoritas melalui individu tertentu. 3. 6. ketulusan. 2) Sekolah Di sekolah melalui pelajaran civics education (pendidikan kewarganegaraan). Penyesuaian diri. 4. Perkembangan pembedaan antara otoritas internal dan yang ekternal. terutama agama. keadilan.

Jerman. semakin kecil jumlah agensi-agensi utama dari sosialisasi politik itu. Contoh yang sama dapat juga dilihat pada negara Ghana. yang selalu dianggap sebagai satu kekuatan perkasa untuk menumbangkan nilai-nilai tradisional. si Ibu dapat memainkan satu peranan penting pada saat sosialisasi dini dari anak. Dalam The Civic Culture. Amerika Serikat. Semakin stabil pemerintahan. 2. Namun. Khusus pada masyarakat primitif. proses sosialisasi terdapat banyak perbedaan. sedangkan suku Gusii bersifat otoriter dan agresif. yaitu sebagai berikut : 1. semakin besar derajat perubahan dalam satu pemerintahan non totaliter. sehingga kaum wanita lebih erat terikat pada nilai tradisonal. Penelitian mereka menyimpulkan bahwa masingmasing kelima negara yang ditelitinya. Menurut Robert Le Vine. dan Meksiko. Sosialisasi Politik dan Perubahan Sifat sosialisasi politik yang bervariasi menurut waktu serta yang selalu menyesuaikan dengan lingkungan yang memberinya kontribusi. 3. khususnya dengan pembentukan komunitaskomunitas kesukuan dan etnis di daerah-daerah ini. Pertumbuhan penduduk di negara-negara berkembang dapat melampaui kapasitas mereka untuk ³memodernisasi´ keluarga tradisonal lewat industrialisasi dan pendidikan. Mereka mempunyai dasar penghidupan yang sama dan ditandai ciri karakteristik oleh permusuhan berdarah. Anak dari masing-masing suku didorong dalam menghayati tradisi mereka masingmasing. agar mendapat dukungan luas dari masyarakat dan senantiasa dapat memenangkan pemilu. terdapat 3 (tiga) faktor masalah penting dalam sosialisasi politik pada masyarakat berkembang. di mana satu usaha yang sistematis telah dilakukan untuk mempengaruhi maupun untuk mempermudah mencocokkan perubahan yang berlangsung sesudah Perang Dunia Pertama. tetapi juga melalui proses-proses sosialisasi. Semakin totaliter sifat perubahan politik. akan semakin tersebarlah agensi-agensi utama dari sosialisasi politik. Paling sedikitnya secara parsial juga terimbangi oleh peralihan dari nilai-nilai ke dalam daerah-daerah perkotaan. Sosialisasi Politik dalam Masyarakat Berkembang Masalah sentral sosiologi politik dalam masyarakat berkembang ialah menyangkut perubahan. 5. 4. Menurut Robert Le Vine yang telah menyelidiki sosialisasi di kalangan dua suku bangsa di Kenya Barat Daya: kedua suku bangsa tersebut merupakan kelompok-kelompok yang tidak tersentralisasi dan sifatnya patriarkis. Hal ini dilukiskan dengan jelas oleh contoh negara Turki. tidak hanya secara material. Adalah mungkin pengaruh urbanisasi. Italia. semakin terperinci agensi-agensi utama dari sosialisasi politik Sebaliknya.memperjuangkan kepentingan umum. Almond dan Verba mengemukakan hasil survei silang nasional (cross-national) mengenai kebudayaan politik. Sering terdapat perbedaan yang besar dalam pendidikan dan nilai-nilai tradisional antara jenis-jenis kelamin. Mustapha Kemal (Kemal Ataturk) berusaha untuk memodernisasi Turki. suku Neuer pada dasarnya bersifat egaliter (percaya semua orang sama derajatnya) dan pasif. Inggris. berkaitan dengan sifat dari pemerintahan dan derajat serta sifat dari perubahan. Akan tetapi. .

Almond. Sosialisasi Politik dan Komunikasi Politik Sosialisasi politik. A. dan MA. terlepas dari bagaimanapun batasannya pada masyarakat yang berbeda-beda. Legitimasi itu dapat meluas sampai pada banyak aspek dari sistem politik atau dapat dibatasi dalam beberapa aspek. Rumusan ini menunjukkan betapa besar peranan komunikasi politik dalam proses sosialisasi politik di tengah warga suatu masyarakat. standar nilai-nilai dan perasaan-perasaan terhadap sistem politik . Meskipun demikian. Hal ini dilakukan terutama melalui cara pengaruh struktur-struktur primer dan sekunder yang dilalaui oleh anggota muda masyarakat dalam proses pendewasaan mereka. tetapi penggunaan hak-hak dari lembaga tersebut selalu mendapat kritik dari masyarakat. pola-pola sosialisasi politik juga mengalami perubahan seperti juga berubahnya struktur dan kultur politik. oleh suatu tingkatan partisipasi politik yang cukup tinggi dan oleh satu perasaan yang meluas di kalangan para responden bahwa mereka dapat mempengaruhi peristiwa-peristiwa sampai pada satu taraf tertentu. Kebudayaan politik dari Jerman ditandai oleh satu derajat sikap yang tidak terpengaruh oleh sistem dan sikap yang lebih pasif terhadap partisipasinya. Sedangkan di Meksiko merupakan bentuk campuran antara penerimaan terhadap teori politik dan keterasingan dari substansinya. Tidak salah jika dikemukakan bahwa segala aktivitas komunikasi politik berfungsi pula sebagai suatu proses sosialisasi bagi anggota masyarakat yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung dalam aktivitas komunikasi politik tersebut. kongres. kebanyakan orang Amerika menerima lembaga presiden. Menurut G. fungsi sosialisasi menunjukkan bahwa semua sistem politik cenderung berusaha mengekalkan kultur dan struktur mereka sepanjang waktu. Pada sisi lain. sosialisasi politik merupakan proses induksi ke dalam suatu kultur politik yang dimiliki oleh sistem politik yang dimaksud.mempunyai kebudayaan politik tersendiri. Perubahan-perubahan tersebut menyangkut pula soal perbedaan tingkat keterlibatan dan derajat perubahan dalam sub sistem masyarakat yang beraneka ragam. Suatu faktor kunci di dalam konsep kebudayaan politik adalah legitimasi. Tekanan lebih besar diletakkan orang-orang Amerika pada masalah partisipasi. 6. menurut Hyman merupakan suatu proses belajar yang kontinyu yang melibatkan baik belajar secara emosional (emotional learning) maupun indoktrinasi politik yang manifes (nyata) dan dimediai (sarana komunikasi) oleh segala partisipasi dan pengalaman si individu yang menjalaninya. Amerika dan Inggris dicirikan oleh penerimaan secara umum terhadap sistem politik. kognisi (pengetahuan). sejauh mana suatu sistem politik dapat diterima oleh masyarakat. Di dalam realitas kehidupan masyarakat. para respondennya merasa mampu untuk mempengaruhi peristiwa-peristiwa tersebut. Seperti di Amerika Serikat. sedangkan orang Inggris memperlihatkan rasa hormat yang lebih besar terhadap pemerintahan mereka. Hasil akhir proses ini adalah seperangkat sikap mental. Dalam suatu sistem politik negara. kata ³terutama´ sengaja digunakan karena dalam sosialisasi politik ± seperti halnya belajar dalam pengertian yang umum ± tidak berhenti pada titik pendewasaan itu sendiri.

Cina dan sebagainya. berhubungan dengan struktur-struktur yang terlibat dalam sosialisasi serta gaya sosialisasi itu sendiri. dan output otorotatif-nya. Partisipasi politik pada dasarnya merupakan bagian dari budaya politik. India. karena keberadaan . Dalam proses sosialisasi politik kaitannya dengan fungsi komunikasi politik. surat kabar dan televisi) di pedesaan sangat terbatas. media komunikasi. PERAN SERTA BUDAYA POLITIK PARTISIPAN 1. Pengertian Partisipasi Politik Pembahasan tentang budaya politik tidak terlepas dari partisipasi politik warga negara. relasi-relasi dan partisipasi dalam kehidupan kaum dewasa melanjutkan proses tersebut untuk seterusnya. Masyarakat dapat melakukan kontrol terhadap para elite politik dan sebaliknya kaum elite-pun dapat segera mengetahui tuntutan masyarakat dan konsekuensi dari segala macam tindakan pemerintah. pengaruh struktur-struktur sosial tradisional dalam menterjemahkan informasi yang menjangkau wilayah tersebut amatlah besar. Kemudian perkumpulan-perkumpulan. nilai-nilai atau perasaan terhadap peran. Jerman dan sebagainya arus informasi relatif homogen. surat kabar tertentu yang ditujukan pada kelompok kelas atau politik tertentu. Para elite politik pemerintahan mungkin mempunyai sumber-sumber informasi khusus melalui badan-badan birokrasi tertentu. kelompok kerja. Dalam suatu bangsa yang majemuk dan besar seperti Indonesia. Inggris. sekolah. Dengan demikian. Pada sebagian besar negara berkembang.dan aneka perannya serta peran yang berlaku. Oleh karena itu. perkumpulan-perkumpulan sukarela. Hasil proses tersebut juga mencakup pengetahuan tentang nilai-nilai yang mempengaruhi. Sosialisasi Politik Manifes Berlangsung dalam bentuk transmisi informasi. partai-partai politik dan institusi pemerintah semuanya dapat berperan dalam sosialisasi politik. Berbeda dengan negara yang sudah maju seperti Amerika. Pada sistem politik masyarakat modern. pengaruh media masa (radio. Heterogenitas informasi ini memperkuat perbedaan orientasi dan sikap (attitude) diantara kelompok-kelompok yang mengalami sosialisasi primer yang amat berbeda dari kelompok ataupun teman sebaya. nilai-nilai atau perasaan terhadap peran. serta perasaan mengenai masukan tentang tuntutan dan claim terhadap sistem. input dan output sistem politik yang analog (adanya persamaan). input dan output mengenai sistem sosial yang lain seperti keluarga yang mempengaruhi sikap terhadap peran. Sosialisasi Politik Laten Dalam bentuk transmisi informasi. informasi yang diterima oleh aneka unsur masyarakat akan berlainan karena faktor geografis baik yang di kota maupun di desa. A. mengatakan bahwa sosialisasi politik bisa bersifat nyata (manifes) dan bisa pula tidak nyata (laten). semua kelompok masyarakat mempunyai akses ke suatu arus informasi dan media massa yang relatif homogen dan otonom sehingga hambatan-hambatan bahasa atau orientasi kultural sangat minim. E. Almond. komuniti. input dan output sistem politik. institusi seperti kelompok sebaya.

Dalam perkembangannya. sebenarnya keterlibatan rakyat dalam proses politik. e. terdapat lima penyebab timbulnya gerakan ke arah partisipasi lebih luas dalam proses politik. Terjadi perjuangan kelas menentang melawan kaum aristokrat yang menarik kaum buruh dan membantu memperluas hak pilih rakyat. Modernisasi dalam segala bidang kehidupan yang menyebabkan masyarakat makin banyak menuntut untuk ikut dalam kekuasaan politik. tetapi terlibat juga dalam implementasinya yaitu ikut mengawasi dan mengevaluasi implementasi kebijakan tersebut. Perubahan-perubahan struktur kelas sosial. bukan sekedar pada tataran formulasi bagi keputusan-keputusan yang dikeluarkan pemerintah atau berupa kebijakan politik. Konflik antar kelompok pemimpin politik. Masalah siapa yang berhak berpartisipasi dan pembuatan keputusan politik menjadi penting dan mengakibatkan perubahan dalam pola partisipasi politik. masalah partisipasi politik menjadi begitu penting. dikenal adanya konsep partisipasi politik untuk memberi gambaran apa dan bagaimana tentang partisipasi politik. Hal ini merupakan satu indikator adanya keterlibatan rakyat dalam kehidupan politik (partisipan). Konsep Partisipasi Politik Dalam ilmu politik. Keterlibatan pemerintah yang meluas dalam urusan sosial. d. seperti memilih pimpinan negara atau upaya-upaya mempengaruhi kebijakan pemerintah. Dalam ilmu politik sebenarnya apa yang dimaksud dengan konsep partisipasi politik ? siapa saja yang terlibat ? apa implikasinya ? bagaimana bentuk praktik-praktiknya partisipasi politik ? apakah ada tingkatan-tingkatan dalam partisipasi politik ? beberapa pertanyaan ini merupakan . yaitu sebagai berikut : a. Meluasnya ruang lingkup aktivitas pemerintah sering merangsang timbulnya tuntutan-tuntutan yang terorganisasi akan kesempatan untuk ikut serta dalam pembuatan keputusan politik. jika timbul konflik antar elite. Menurut Myron Weiner. b. Partisipasi Politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik. seperti partai politik. Bagi sebagian kalangan. kelompok penekan dan media masa yang kritis dan aktif. Pengaruh kaum intelektual dan kemunikasi masa modern. dan kebudayaan. terutama saat mengemukanya tradisi pendekatan behavioral (perilaku) dan Post Behavioral (pasca tingkah laku). ekonomi. c. Kajian-kajian partisipasi politik terutama banyak dilakukan di negara-negara berkembang.struktur-struktur politik di dalam masyarakat. Ide demokratisasi partisipasi telah menyebar ke bangsa-bangsa baru sebelum mereka mengembangkan modernisasi dan industrialisasi yang cukup matang. kelompok kepentingan. yang pada umumnya kondisi partisipasi politiknya masih dalam tahap pertumbuhan. 2. maka yang dicari adalah dukungan rakyat.

Partisipasi politik adalah keterlibatan individu sampai pada bermacam-macam tingkatan di dalam sistem politik. yang disampaikan dalam tabel berikut : Sarjana Kevin R. warga negara berupaya menyampaikan kepentingan-kepentingan mereka terhadap pejabat-pejabat publik agar mampu mewujudkan kepentingankepentingan tersebut. · Keikutsertaan warga negara dalam pembuatan dan pelaksanaan kebijakan publik · Dilakukan oleh warga negara biasa y y Miriam Budiardjo y y Ramlan Surbakti y y Michael Rush dan Philip Althoft y y · Berwujud keterlibatan individu dalam sistem politik · Memiliki tingkatantingkatan partisipasi · Berupa kegiatan bukan sikap-sikap dan kepercayaan · Memiliki tujuan mempengaruh kebijakan publik Huntington Partisipasi politik « kegiatan warga negara dan Nelson preman (private citizen) yang bertujuan mempengaruhi pengambilan kebijakan oleh pemerintah.hal-hal mendasar yang harus dijawab untuk mendapat kejelasan tentang konsep partisipasi politik. Partisipasi politik adalah kegiatan seseorang atau sekelompok orang untuk ikut serta secara aktif dalam kehidupan politik. y y . Partisipasi politik berarti keikutsertaan warga negara biasa (yang tidak mempunyai kewenangan) dalam mempengaruhi proses pembuatan dan pelaksanaan keputusan politik. Hardwick Konsep Partisipasi politik memberi perhatian pada cara-cara warga negara berinteraksi dengan pemerintah. Partisipasi politik ialah keikutsertaan warga negara biasa dalam menentukan segala keputusan menyangkut atau mempengaruhi hidupnya. Hal pertama yang harus dijawab berkenaan dengan kejelasan konsep partisipasi politik. Indikator · Terdapat interaksi antara warga negara dengan pemerintah · Terdapat usaha warga negara untuk mempengaruhi pejabat publik. dengan jalan memilih pimpinan negara. Beberapa sarjana yang secara khusus berkecimpung dalam ilmu politik. merumuskan beberapa konsep partisipasi politik. memilih pim-pinan publik atau mempenga-ruhi kebijakan publik. · Berupa kegiatan individu atau kelompok · Bertujuan ikut aktif dalam ke-hidupan politik. dan secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi kebijakan pemerintah (public policy).

y · Dilakukan oleh warga negara preman (biasa) · Berupa kegiatankegiatan sukarela · Dilakukan oleh warga negara · Warga negara terlibat dalam proses-proses politik Herbert McClosky Partisipasi politik adalah kegiatan-kegiatan sukarela dari warga masyarakat melalui mana mereka mengambil bagian dalam proses pemilihan penguasa. sumber http://mjieschool. secara substansial menyatakan bahwa setiap partisipasi politik yang dilakukan termanifestasikan dalam kegiatan-kegiatan sukarela yang nyata dilakukan.multiply. Kegiatan partisipasi politik dilakukan oleh warga negara preman atau masyarakat biasa. y y y Berdasarkan beberapa defenisi konseptual partisipasi politik yang dikemukakan beberapa sarjana ilmu politik tersebut. dalam proses pembentukan kebijakan umum. sehingga seolah-olah menutup kemungkinan bagi tindakan-tindakan serupa yang dilakukan oleh non-warga negara biasa. atau tidak menekankan pada sikap-sikap. dan secara langsung atau tidak langsung.com v .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful