MANAJEMEN KOPERASI

OLEH : 1. Alid Nur Apriyanti (098554201) 2. Fitri Fatmawati (098554203) 3. Lailatul Chotimah (098554205) 4. Devi Lestyasari (098554207) 5. Dhany Nirmala P (098554211) 6. Wildan Arifianto (098554216) 7. Keny Widyaningsih (098554220) 8. Lina Dwi M (098554223) 9. Adecitya Dwi A (098554227) 10. Rengganis Ganda M (098554228)

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA FAKULTAS EKONOMI S1 PENDIDIKAN EKONOMI 2011

STRUTUR ORGANISASI KOPERASI 1. Struktur Organisasi Koperasi Koperasi merupakan suatu badan usaha yang memiliki sifat, karakteristik, metode kerja, dan tujuan yang berbeda dengan pelaku ekonomi lainnya. Koperasi bukanlah perusahaan yang dibentuk atas sekumpulan modal, tetapi dibentuk atas keinginan sekumpulan orang atau badan hukum koperasi dalam rangka melindungi dan menolong diri sendiri dengan cara bersama-sama dengan orang lain yang memiliki persamaan kepentingan, kerjasama tersebut dilandasi oleh rasa kekeluargaan. Organisaisi koperasi yang telah terbentuk memerlukan pelaksanaan

manajemen koperasi diantaranya mengenai Bagan Struktur Organisais yang relevan, perangkat dan fungsi organisasai koeperasi.Bagan Struktur Organisasi Koeprasi

menggambarkan sususnan, isi dan luas cakupan organisasi koperasi, serta menjelaskan posisi daripada fungsi beserta tugas maupun kewajiban setiap fungsi, hubungan kerja dan tanggung jawab yang jelas. Landasan pembuatan struktur organisasi adalah : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 1992 Perkoperasian. 2. Anggaran Dana dan Anggaran Rumah Tangga Koperasi. 3. Keputusan Rapat. tentang

Bagan Struktur Organisasi koperasi
RAPAT ANGGOTA

PENGURUS

PENGAWAS

MANAGER

UNIT USAHA

UNIT USAHA

UNIT USAHA

UNIT USAHA

UNIT USAHA

ANGGOTA

Keterangan: Bagan Struktur Organisasi Koperasi ini tidak bersifat baku dan masih dapat dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan/kecukupan/cirri khas organisasinya. Perangkat organisasinya pasti harus tercantum sebagaimana UU Nomor 25 Tahun 1992 pasal 21, adalah Rapat Anggota, Pengurus dan Pengawas, yang selanjutnya dapat dilengkapi adanaya pengelola (manager dan karyawan).

2. Rapat Anggota (RA) Rapat anggota di dalam suatu organisasi koperasi merupakan sarana dan cara berkomunikasi diantara semua pihak yang berkepentingan di dalam tata kehidupan koperasi. Kedudukan rapat anggota secara hukum ditegaskan dalam pasal 22 Undangundang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Rapat Anggota memiliki kekuasaan tertinggi dalam koperasi, yang tercermin dalam forum Rapat Anggota, sering kali secara teknis disebut RAT (Rapat Anggota Tahunan). Fungsi Rapat Anggota adalah : 1. Menetapkan Anggaran Dasar/ART. 2. Menetapkan Kebijaksanaan Umum di bidang organisasi,

5. sedangkan yang kadua diadakan beberapa bulan sesudah akhir tahun buku. Rapat anggota pada umumnya diadakan sekali setahun yang disebut Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pejabat koperasi memanggil rapat anggota tersebut. Rencana kerja dan rencana anggaran belanja tahun berikutnya. peleburan.manajemen dan usaha koperasi. Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi serta pengesahan Laporan Keuangan. Menetapkan Rencana Kerja. 6. maka pejabat koperasi berhak mengadakan rapat anggota dengan memanggil semua anggota-anggota koperasi. Menetapkan keputusan penggabungan. Jika pengurus lalai atau tidak sanggup mengadakan rapat anggota. Penilaian kebijaksanaan pengurus dalam memimpin koperasi selama tahun buku yang lampau. 4. 6. Rapat anggota tahunan koperasi membicarakan antara lain hal-hal sebagai berikut: 1. dimana pengurus memberi pertanggungjawaban atas kebijaksanaan yang telah dilakukannya selama tahun buku yang lampau. dana pembubaran Koperasi. Pemilihan pengurus dan badan pemeriksa (jika masing-masing sudah berakhir masa jabatannya). 7. Yang bertanggung jawab dalam menyelenggarakan rapat anggota adalah pengurus koperasi. Menetapkan pembagian sisa hasil usaha koperasi. Menyelenggarakan pemilihan. 7. Penilaian laporan badan pemeriksa. Menentukan pembagian Sisa Hasil Usaha. 3. pemberhentian. Yang pertama diadakan menjelang akhir tahun buku (September-Desember). 3. 2. pengangkatan. 5. Ada juga yang mengadakan rapat dua kali dalam satu tahun yaitu satu kali untuk menyusun anggaran biaya dan pendapatan (rencana usaha) untuk tahun yang akan datang dan yang kedua kali rapat anggota tahunan untuk membicarakan kebijaksanaan pengurus selama tahun yang lampau. jika: Pertanggung-jawaban Pengurus dan . 4. Masalah-masalah yang timbul dalam rapat. pengurus dan atau pengawas. Mengesahkan Laporan Pengawas dalam melaksanakan tugasnya. Neraca tahunan dan perhitungan laba rugi.

Meningkatkan pengetahuan perangkat pelaksanaan dan anggota. 10. Mengelola organisasi koperasi dan usahanya. dan berperan mewakili anggota dalam menjalankan kegiatan organisasi maupun usaha koperasi. 8. Pengurus koperasi sudah tidak diketahui lagi dimana berada. Pengurus koperasi sendiri tidak mampu atau tidak bersedia mengadakan rapat anggota. 2. sebagaimana jelas tercantum dalam pasal 32 UU Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. buku Pengurus dan Pengawas. Mengajukan Laporan Keuangan dan Pertanggung jawaban Pelaksanaan Tugas 5. 3. Hak-hak pengurus adalah sebagai berikut: . Mencatat mulai sampai dengan berakhirnya masa kepengurusan pengawas dan pengurus. Keadaan darurat.1. Menyelenggarakan pembukaan keuangan dan invetaris secara tertib. Pengurus Pengurus dipilih dari dan oleh Anggota Koperasi. Pengurus dapat menunjuk manajaer dan karyawan sebagai pengelola untuk menjalankan fungsi usaha sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang ada. Membuat dan mengajukan Rancangan Program Kerja Serta Rancangan RAPBK (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi) 3. 6. Pengurus merumuskan berbagai kebijaksanaan yang harus dilakukan pengelola (Tim Manajemen) dan menjalankan tugas-tugasnya sebagai berikut: 1. 12. Mendelegasikan tugas kepada manajer 9. Meningkatkan penyuluhan dan pendidikan kepada anggota 11. Mencatat masuk dan keluarnya anggota. Memelihara daftar buku Anggota. Menyelenggarakan Rapat Anggota 4. seperti keadaan perang atau keadaan bahaya. 7. Memberikan Pelayanan kepada Anggota Koperasi dan Masyarakat. 3. Pengurus memperoleh wewenang dan kekuasaan dari hasil keputusan RAT Pengurus berkewajiban melaksanakan seluruh keputusan RAT guna memberikan manfaat kepada anggota koperasi. 2.

3. Syarat-syarat bagi seorang pengurus adalah sebagai berikut: 1. Para anggota pengurus harus menghargai pendapat sesama anggota yang walupun tidak selalu sama. akan tetapi perlu juga diperhatikan sebelum mengambil keputusan. Bersedia mendengar usul-usul atau keberatan dari pihak anggota guna kebaikan bersama serta membicarakan hal itu ke dalam rapat pengurus. Para pengurus adalah pemegang kepercayaan dari rapat anggota dan karenanya merupakan suatu jabatan kehormatan sehingga jangan sampai mengecewakan para anggota. 6. Dapat menyediakan waktu untuk menghadiri rapat pengurus serta turut mengeluarkan pendapat dan buah pikiran yang berguna demi kemajuan para anggota. 5.1. Turut mengambil bagian dalam usaha koperasi. Anggota Pengurus harus mematuhi keputusan rapat pengurus dan tidak dibenarkan menjalankan kepercayaan sendiri-sendiri. Mengerti dan mempunyai pengalaman tentang organisasi koperasi serta aktif memperhatikan kerapian organisasi koperasi. Pengurus harus bersikap bersedia menerima kemajuan-kemajuan teknik baru dan penemuan-penemuan ke arah pembaharuan. 4. serta juga telah memenuhi kewajiban dalam koperasi. Di dalam koperasi primer seorang anggota pengurus hanya mempunyai hak satu suara. seperti membayar simpanan pokok dan telah berpengalaman dalam usaha koperasi. Fungsi dan Peranan Pengurus Pengurus koperasi mempunyai fungsi. menentukan rencana sasaran serta program kerja organisasi koperasi. 7. Mengangkat atau memecat manajer. 2. 8. 3. 4. 2. merumuskan kebijakan organisasi. memilih dan mengawasi .Memanggil rapat biasa maupun rapat khusus baik diperintahkan oleh rapat anggota maupun tidak. di antaranya adalah : 1) Pengurus sebagai pusat pengambilan keputusan yang tertinggi Fungsi pengurus sebagai pusat pengambilan keputusan tertinggi diwujudkan dalam menentukan tujuan organisasi. Akan tetapi pada koperasi sekunder hak suaranya dapat lebih dari satu.

2) Fungsi sebagai penasihat Fungsi sebagai penasihat ini berlaku baik bagi para manajer maupun bagi para anggota.tindakan-tindakan manajer-manajer dan karyawan dalam mengelola usaha koperasi. Menetapkan orang-orang yang mampu mengarahkan kegiatan dari organisasi e. dan d. 4) Pengurus sebagai penjaga kelangsungan hidup organisasi Demi keberlangsngan usaha dan keberlanjutan organisasi koperasi. terutama dalam rangka penjabaran dan penerapan kebijaksanaan operasional dari kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah dirumuskan pengurus. Menyeleksi dan memilih eksekutif atau manajer secara efektif c. Pengurus sebagai symbol Langkah-langkah yang diambil pengurus terhadap anggota maupun karyawan bersifat persuasive yang menempatkan pengurus menjadi pemimpin yang memiliki kekuatan dan motivator bagi pencapaian tujuan. 5). Mengikuti perkembangan pasar. Bagi para manajer maminta nasihat kepada pengurus adalah penting sekali artinya. 3) Pengurus sebagai pengawas Pengurus merupakan orang yang mendapat kepercayaan dari anggota untuk melindungi semua kekayaan organisasi. strategis perusahaan dan sistematis oleh kebijaksanaan umum dari organisasi koperasi dirumuskan secara . dengan tepat mengarahkan berbagai jenis layanan barang-barang atau jasa-jasa yang dihasilkan oleh koperasi sesuai dengan dinamika pasar dan tingkat kelayakan maupun profitabilitas usaha. Pengurus merupakan perangkat organisasi koperasi yang diharapkan dapat membawa perubahan dan pertumbuhan organisasi dan sekaligus menjadi sumber inisiatif dan inspirasi bagi pengembangan usaha koperasi. Mampu menyediakan adanya manajer yang cakap dalam organisasi b. Pada menilai semua hasil kerja kegiatan-kegiatan pengelolaan koperasi secara operasional yang menjadi tanggung jawab manajer. maka pengurus harus : a. Memberikan pengarahan kepada para manajer agar koperasi berjalan secara efektif professional.

Jati diri Koperasi. Pengurus juga melaporkan kinerja pelaksanaan kebijakan. Permodalan. Pemilihan kesehatan koperasi merupakan ukuran penilaian kinerja koperasi merupakan ukuran penilaian kinerja koperasi yang memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi kelancaran. and 8. program kerja. Likuiditas. Organisasi dan kelembagaan (membandingkan rencana dengan realisasi) 2. Hasil kegiatan ini menjadi masukkan/bahan untuk perbaikan atau penyempurnaan pelaksanaan kinerja usah koperasi kepada pihak pengelola koperasi. Kulaitas aktiva produktif. maka pengurus melakukan pemeriksaan rutin secara berkala minimal 3 (tiga) bulan sekali terhadap seluruh transaksi yang terjadi. Hasil pemeriksaan pengurus dapat disampaikan dan menjadi bahan pertimbangan dan perhatian pula bagi pengawas koperasi. Pelayanan dan Usaha Koperasi (membandingkan rencan dengan realisasi) 3. serta pengendalian atas kemugkinan terjadinya penyimpangan dan kesalahan pembukuan. 3. Pertumbuhan dan kemandirian. program dan RAPBK meliputi : 1. Neraca Pelayanan Koperasi kepada anggota dan non anggota (membandingkan rencana dengan realisasi) . Aspek-aspek yang tercakup dalam laporan kesehatan kopearsi paling tidak berisi: 1. Pengelolaan 4.pengurus. perkembangan dan keberlangsungan usaha koperasi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. 6. 2. Efisiensi 5. 7. Adapun kinerja kebijakan. serta dilaporkan pada Rapat Anggota. keberhasilan pertumbuhan. Pengurus memperoleh dan menyajikan informasi koperasi secara cermat dalam menunjang kinerja usaha. Kepagtuhan terhadap prinsip-prinsip usaha yang digunakan Untuk mengefektifkan usaha dan berjalannya fungsi pengendalian manajemen koperasi. Pengurus mempersiapkan dan membuat laporan kesehatan kopearsi secara tertulis yang dikoordinasikan dengan pengawas. dan realisasi rencan Anggaran Pendapatan dan Belanja Koperasi (RAPBK) yang sudah disetujui oleh Rapat Angota untuk tahun buku berjalan (1 Januari ± 31 Desember).

2. Membuat laporan tertulis tentang hasil pengawasannya. Memberikan saran dan pendapat serta usul kepada pengurus atau Rapat Anggota mengenai hal yang menyangkut kehidupan koperasi.keajaiban lain yang muncul yang tidak ada dalam rencana. Hasil audit yang dilaporkan dari pengawas adalah mengenai kesesuaian dan kebenaran data dan informasi yang dilaporkan dari pengawas adalah mengenai kesesuaian dan kebenaran data dan informasi yang dilaporkan . Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan kebijaksanaan Pengurus dan Pengelola Koperasi. Memeriksa sewaktu-waktu tentang keuangan dengan membuat berita acara pemeriksaannya. Pembagian SHU 6.4. 5.25 Tahun 1992. 25 Tahun 1992. 5. Pengawas melaporkan hasil audit dan rekomendasi pelaksanaan kebijakan dan Keputusan Rapat Anggota yang telah di laksanakan oleh pengurus koperasi baik auditr berkala maupun audit akhir tahun buku. Keterkaitan antara peran pengawas dan pengurus adalah dalam hal pelaporan adalah dalam hal pelaporan hasil audit. 9. Kinerja keuangan (analisa perkembangan dan analisa laporan keuangan). Meneliti catatan yang ada pada koperasi. fungsi tugas dan wewenng pengawas antara lain : 1. sesuai pasal 38 UU No. Mempertanggungjawabkan hasil pemeriksaannya pada RAT. Mendapatkan segala keterangan yang diperlukan. 6. Pengawas Pengawas sebagai salah satu perangkat organisasi koperasi diangkat dari dan oleh Anggota dalam Rapat Anggota Tahunan. Merahasiakan hasil pengawasannya terhadap pihak ketiga. 8. 3. 7. Keajaiban . Memperolah biaya-biaya dalam rangka menjalankan tugas sesuai dengan keputusan Rapat Anggota. Berdasarkan ketentuan Pasal 39 UU No. 5. 4.

Audit manajemen (pelaksanaan Standar Operasional Produser. Adapun beberapa hasil audit yang dilaporkan pengawas adalah : 1.Pengurus koperasi dengan bukti ± bukti pendukungnya. 6. Melaksanakan dokumen-dokumen usaha atau organisasi koperasi. Kewajiban manager antara lain : 1. 5. 4. dan selanjutnya evaluasi sekaligus perencanaan bagi pengurus untuk disampaikan dalam Rapat Anggota. dan kas) 6. Menyusun Program Kerja dan RAPBK tahunan untuk disampaikan kepada pengurus sebelum dimulainya rencana dan anggaran yang baru. deskripsi jabatan. dan disiplin kerja). Memimpin dan mengkoordinir pelaksanaan kegiatan ± kegiatan di unit ± unit usaha 3. 2. 2. Pelaksanaan Kepeutusan RAT. 5. 3. Pengelolah ( Manajer) Manager dipilih dan diangkat oleh pengurus untuk melakukan fungsi pengelolaan operasional usah koperasi. Membuat laporan pertanggungjawaban kerja secara tertulis setiap akhir bulan and tahun. Membimbing dan mengarahkan tugas ± tugas seefisien mungkin menuju karyawan yang berkualitas. karyawan yang dibawahnya . Mengusulkan kepada pengurus tentang pengangkatan dan atau pemberhentian karyawan dalam lingkungan tugasnya. Audit fisik (inventaris. Audit keuangan (ada tidaknya penyimpangan keuangan oleh Pengurus). 4. Melaksanakan kebijakan operasional yang telah ditetapkan Pengurus. 7. Pelaksanaan Anggaran Dasar di Koperasi.

Perlunya Manager dalam Koperasi Keberadaan manajer dalam koperasi diharapkan usaha koperasi akan dapat berkembang lebih maju. sementara pengurus di[ilih untuk jangka waktu tertentu (ada batasan waktu kepengurusan) 3) Pengurus umumnya tidak dapat mencurahkan tenaga atau pikirannya secara penuh dalam koperasi. selain untuk menunjang fungsi pengurus yang umumnya dipilih oleh anggota berdasarkan atas kepercayaan. 7. sekalipun pertanggungjawaban terakhir kepada anggota dilakukan pengurus. 2) Pengelolaan usaha koperasi memerlukan tindakan yang berkeseimbangan sepanjang tindakan yangberkesinambungan sepanjang waktun sejalan dengan keberadaan koperasi itu. Hubungan Kerja Antara Pengurus dabn Manajer Antara pengurus dengan manajer harus memiliki kesatuan pendangan dan kesatuan gerak untuk mengenai usaha koperasi dan tercapainya tujuan koperasi. sehingga manajer diperlukan untuk mengoperasionalisasikan usaha koperasi lebih efektif dan mencapai tujuannya. sedangkan manajer dalam bidang operasionalnya. 2) Bertanggungjawab atas administrasi kegiatan usaha dan organisasi koperasi. 3) Mengembangkan dan mengelola usaha untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien. Untuk menjaga keseimbangan dan keselarasan usaha koperasi dilakukan tugas dan tanggung jawab sejelas-jelasnya. . antara lain : a) Pertanggung jawaban teknis operasional oleh pengurus diserahkan kepada manajer. b) Pengurus hanya memutuskan hal-hal yang sifatnya kebijaksanaan. karena biasanya pengurus memiliki tugas pokoknya. Manajer diperlukan bagi koperasi : 1) Untuk mengelola usaha koperasi memerlukan keahlian sesuai dengan bidang usaha koperasi.Fungsi utama Manager : 1) Melaksanakan tugas segari ± hari di bidang usaha.

serta tanggung jawab masing-masing harus jelas dan dilaksanakan secara konsekuen. dan penjelasan mengenai bagaimana masing-masing fungsi tersebut dilaksanakan. wewenang. Pemimpin dalam menjalankan fungsinya harus mempunyai tim kerja yang kompak dengan yang lainnya. dan pemeriksaan tentang apa yang dilakukan manajer. 4. Dalam pelaksanaannya. penerbitan. hubungan kerja antar fungsi yang mencakup kekuasaan.c) Pengurus mempunyai wewenang penuh untuk melakukan pengawsan. Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Unsur-unsur Organisasi Koperasi Mekanisme untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dilakukan dengan membagi pekerjaan sesuai fungsinya dan menganut suatu aturan yang cocok. d) Pengurus tidak perlu mengerjakan hal-hal yang sifatnya operasional sehari ± hari. 3. pemantauan. Unsur-unsur yang terdapat pada organisasi koperasi harus memperhatikan hal-hal berikut: 1. 5. 2. Orang-orang yang dipilih untuk masing-masing fungsi harus yang mempunyai keahlian sesuai dengan yang dibutuhkan. Tujuan ini dapat dibedakan menjadi tujuan umum dan tujuan khusus. Dalam mencapai tujuan diperlukan berbagai fungsi. Dalam masing-masing fungsi harus diadakan pembagian tugas yang jelas dan tegas dengan batas-batas kekuasaan dan wewenang tertentu. . Tujuan yang jelas harus dirumuskan sebagai landasan dan pedoman dalam menentukan tata kerja yang efektif. sedangkan tujuan khusus adalah meningkatkan mutu atau kualitas produksi maupun usahanya. sehingga dapat bekerja-sama dengan baik dan tertib selaras dengan tujuan. penelitian. Tujuan umum koperasi adalah menyejahterakan para anggotanya.

Koperasi Pusat. Struktur Intern Organisasi Koperasi. Koperasi Gabungan maupun Koperasi Induk. Koperasi Pusat. Koperasi Primer. yaitu manajer dan aryawan-karyawan Koperasi lainnya. yaitu dewan yang mempersatukan berbagai jenis Koperasi dari berbagai tingkat itu kedalam satu organisasi tunggal yang meliputi seluruh Indonesia. Pengurus c. (2) Unsur dewan penasehat atau penasehat (3) Unsur pelaksana-pelaksanaan. peranan dan fungsinya. baik di dalam Koperasi Primer. yaitu : 1. Segi ekstern Organisasi Koperasi Intern Organisasi Koperasi ialah organisasi yang ada di dalam setiap tubuh Koperasi. Koperasi Gabungan dan Koperasi Induk. Badan Pemeriksa. Segi intern Organisasi Koperasi 2. yaitu hubungan antara Koperasi Primer.STRUKTUR INTERN DAN EKSTERN ORGANISASI KOPERASI Struktur Organisasi Koperasi dapat dilihat dari dua segi. Dalam ekstern organisasi ini juga termasuk hubungan tingkat-tingkat Koperasi itu dengan Dewan Koperasi Indonesia. Ekstern Organisasi Koperasi ialah organisasi yang berhubungan dengan tingkat-tingkat Koperasi itu. Rapat Anggota b. 1. Meningat pentingnya kedudukan. Intern organisasi Koperasi terdiri dari 3 unsur. maka tentang Dewan Koperasi iniakan diuraikan dalam bab tersendiri. . yaitu : (1) Unsur alat-alat perlengkapan organisasi : a.

Pada Koperasi yang belum banyak menghadapi masalah. 12 tahun 1967 tentang Pokok-Pokok Perkoperasian dikenal adanya Koperasi Primer. Oleh sebab itu . Dalam hal demikian. dan dilihat dari segi fungsinya maka KoperasiKoperasi Sekunder tersebut juga disebut ³organisasi pembantu´ (auxiliary organizations) yang fungsinya membantu Koperasi Primer mencapai tujuannya. Struktur Ekstern Organisasi Koperasi Di dalam Undang-Undang No. Dilihat dari segi pemusatan. Tentang para pelaksana. maka Koperasi Pusat. terutama pelaksana-utama atau manajer dan para pelaksanapelaksana lainnya yang umumnya disebut karyawan. maka masalah tersebut dibahas lebih dahulu oleh sebuah dewan penasehat yang memikirkan untuk pengurus bagaimana sebaiknya masalah tersebut dipecahkan. Koperasi Gabungan dan Koperasi Induk juga disebut Koperasi Sekunder (artinya yang kedua) sebagi Koperasi yang tingkatnya lebih atas dari Koperasi Primer (yang artinya pertama). sehingga di dalam bab ini tidak akan dibahas lagi. mengingat pentingnya kedudukan dan peranan mereka. maka dewan penasehat tersebut dibentuk dari orang-orang yang ahli atau berpengalaman dalam bidangbidang tertentu yang diperlukan itu. tentu saja menurut tingkat-tingkat kegiatan dari Koperasi yang bersangkutan. dapat ditunjuk seorang penasehat saja.Tentang alat-alat perlengkapan organisasi telah cukup banyak dibahas dalam bab terdahulu. akan dibahas secara khusus pada bab tersendiri. 2. Tentang dewan penasehat dapat dikemukakan. Mengingat betapa pentingnya nasehat para penasehat bagi pengurus. sebelum Pengurus mengambil keputusan tentang suatu masalah. bahwa dewan tersebut pada umumnya diadakan apabila sebuah Koperasi telah demikian luas dan banyak kegiatannya sehingga telah banyak timbul masalah-masalah yang perlu dipertimbangkan secara khusus. Demikian juga tentang hubungan kerja antara tiga unsur alat perlengkapan organisasi tersebut. Rekomendasi atau usul dewan penasehat dengan sendirinya terbatas sebagai nasehat atau bahan pertimbangan yang dapat diterima atau ditolak oleh Pengurus sebagaian atau seluruhnya. Koperasi Gabungan dan Koperasi Induk seperti yang dikemukakan dalam struktur intern organisasi Koperasi diatas. Koperasi Pusat.

Dalam seluruh struktur gerakan Koperasi. maka Koperasi Primer. Koperasi Primer Koperasi yang anggotanya terdiri dari orang-perorangan disebut ³Koperasi Primer´. yang artinya. yaitu Koperasi Pusat. Koperasi serupa itu baru dapat dibentuk. (lihat bagan 2b dan 2c). yang dimiliki dan diawasi secar demokratis oleh para anggotanya. Karena dalam Koperasi Primer inilah anggota menanam modalnya serta dalam Rapat Anggota Koperasi Primer inilah mereka sendiri menjalankan haknya untuk menentukan usaha-usaha apa yang akan diselenggarakan oleh Koperasi guna kepentingannya. Tentang tingkat-tingkat organisasi tersebut dapat lebih dijelaskansebagi berikut : a. c.maka Koperasi Sekunder pada dasarnya menjalankan usaha-usaha yang tidak dapat dilakukan oleh Koperasi Primer secara sendiri-sendiri. b. Koperasi Gabungan . apabila dapat dihimpun paling sedikit 20 orang sebagai pendirinya. kalau tidak diperlukan atau tidak efisien karena dibandingkan dengan manfaatnya tidak memadai. Dengan demikian jumlah tingkat organisasi dapat kurang dari 4. Koperasi Pusat Kalau pada Koperasi Primer sejumlah paling sedikit 20 orang menggabungkan diri agar dapat mempersatukan kekuatan-kekuatan yang kecil menjadi suatu kekuatan yang besar dlam mengejar cita-citanya. tingkat organisasi tersebut dapat ditiadakan. merupakan dasar dari gerakan iti sendiri. maka untuk tujuan dan maksud yang sama. Dan melalui Koperasi Primer inilah pula setiap anggota guna kepentingan usahanya atau keperluan hidupnya. seperti juga Koperasi Primer menjalankan usahausaha yang tidak dapat dilakukan dengan baik oleh anggota-anggota perorangan secara sendirisendiri. sekurangkurangnya 5 (lima) Koperasi Primer dapat pula menggabungkan diri dalam suatu tingkatan organisasi yang lebih tinggi. perlu tidaknya salah satu tingkat organisasi tergantung pada keperluan dan effisiensi. (lihat bab tentang cara-cara untuk mendirikan Koperasi). Maka dipandang dari segi fungsinya itu.

Juga di Indonesia. telah membuktikan bahwa tingkat-tingkat organisasi yang berkelebihan akhirnya merupakan beban yang terlalu berat yang tiap tahunnya digambarkan dengan beaya kepengurusan (management cost) yang terlalu tinggi. maka 3 (tiga) Koperasi Pusat yang telah diakui sebagai badan hukum juga dapat membentuk tingkat organisasi lebih atas lagi. maka suatu jenis Koperasi yang organisasinya tersusun dari Koperasi Primer hingga Koperasi Induk itu. pada tanggal 31 Desember 1977 terdapat di Indonesia : y y y y Koperasi primer Koperasi Pusat Koperasi Gabungan Koperasi Induk Perlu diperhatikan bahwa walaupun oleh Undang-Undang No. baik di Indonesia maupun di negeri-negeri lain. Menurut perangkaan statistic jumlah Koperasi dikumpulkan oleh Direktorat Jenderal Koperasi. sekaligus harus dibentuk tingkat primer sampai tingkat induk. yang disebut KOPERSI GABUNGAN. d. Kebutuhan management Koperasi sebagai badan ekonomi tidak mungkin selalu sama denganketentuan batas-batas administrasi pemerintahan. Pengalaman. telah dialami adanya ketentuan bahwa tingkat-tingkat organisasi diatas Koperasi Primer disejajarkan dengan tingkat administrasi Pemerintah. hal ini bukan berarti bahwa untuk semua jenis Koperasi tanpa mengingat taraf perkembangannya dan jumlah anggota-anggotanya. pada hakekatnya merupakan satu kesatuan organisasi ekonomi yang tidak dapat dipisahkan satu dari yang lain. Dimasa lampau hampir hampir .Dengan maksud yang sama seperti tersebut diatas. 12/1967 dibenarkan adanya 4 tingkat organisasi. sehingga dimana-mana telah dimulai mengurangi tingkat-tingkat organisasi yang ternyata tidak diperlukan. seperti : Koperasi Pusat di tingkat Kabupaten atau Kotamadya. Koperasi Gabungan di tingkat Propinsi atau daerah istimewa dan Koperasi Induk yangmeliputi daerah Nasional seluruh Indonesia. Koperasi Induk Seterusnya 3 (tiga) Koperasi Gabungan yang telah berbadan hukum dapat pula membentuk Koperasi INDUK Oleh karena pemusatan-pemusatan sebagai diutarakan diatas tiada lain maksudnya untuk menyusun kekuatan yang lebih besar.

Seperti ditentukanoleh ndang-Undang No. Perencanaan (planning) 2. hakekat manajemen adalah mencapai tujuan melalui tangan orang lain. yaitu fungsi perencanaan. fungsi pengorganisasian.semua jenis operasi mengikuti ke empat tingkat organisasi itu tanpa memperhitungkan apakah hal ini tidak engakibatkan tingginya beaya operasional. Makin jelaslah bahwa organisasi-organisasi tingkat atas itu berfungsi sebagai oanisasi pembantu. Hal ini akan lebih tampak pada pembagian tugas antara tingkat organisasi. dan fungsi pengawasan. Koperasi Gabungan dan Koperasi Induk pada dasarnya tidak lain dari pada saha-usaha yang menunjang tercapainya maksud-maksud tujuan dari Koperasi Primer. merupakan satu kesatuan ketatalaksanaan. FUNGSI MANAJEMEN KOPERASI Manajemen merupakan kebutuhan mutlak bagi setiap organisasi. dimana operasi Pusat. kelambatan komunikasi atau ekaburan enyelenggaraan dasar-dasar demokrasi. yang harus dilakukan oleh sebuah koperasi sebagai tindak lanjut dari pelaksanaan strategi yang hendak dilaksanakannya. Fungsi-fungsi manajemen menurut George R. Pengorganisasian (organizing) 3. Pengawasan (controlling). Terry (1964) adalah sebagai : 1. maka pelaksanaan fungsi perencanaan dalam sebuah koperasi harus secara konsisten mengacu pada tujuan . Koperasi tingkat terbawah sampai engan tingkat teratas dalam hubungan emusatan sebagai tersebut di atas tadi itu. Sebagaimana diketahui. y Fungsi Perencanaan (planning) Perencanaan adalah suatu proses perumusan program beserta anggarannya. fungsi pelaksanaan. yaitu emajukan kepentingan dari orang-orang (anggota Koperasi) yang bersatu dalam Koperasi rbawah ini. Pencapaian tujuan melalui tangan orang lain itu dilakukan oleh manajemen dengan melaksanakan fungsifungsi manajemen. 12/1967 pasal 15 ayat (2). Pelaksanaan (actuating) 4. Hanya dengan melaksanakan fungsi-fungsi manajemen itulah sebuah koperasi akan dapat mencapai tujuan-tujuan mulianya secara efektif. Sebagai tindak lanjut dari strategi.

Selain itu. namun dalam melaksanakan fungsi kepengurusannya pengurus koperasi memiliki kewajiban untuk menyusun organisasi kepengurusan koperasi secara lebih rinci. perencanaan juga memiliki fungsi koordinasi antara bagian dalam koperasi. melainkan merupakan pengejawantahan dari strategi yang telah dipertimbangkan secara cermat. baik untuk jangka panjang maupun pendek yang pembuatan program-program kegiatan-kegiatan serta sarana-sarana yang diperlukan untuk keterkaitannya dengan pihak ketiga. Hambatan atau kendala bisnis koperasi yang harus dihadapi. Penentuan strategi harus mempertimbangkan secara cermat hal-hal sebagai berikut: 1. Walaupun secara umum perangkat organisasi koperasi telah terbagi dengan jelas. dan dewan penasehat. Fungsi ini mengfokuskan pada cara agar target-target yang dicanangkan dapat dilaksanakan. y Fungsi Pengorganisasian (organizing) Pengorganisasian adalah pembagian tugas dan wewenang dalam koperasi diantara para pelaku yang bertanggung jawab atas pelaksanaan rencana-rencana koperasi itu. 2. Kelemahan-kelemahan internal yang dimilikinya. 5. Menunjuk orang-orang yang diperlukan. yang intinya adalah: . Dengan kata lain. Menguji hasil akhir operasi dengan perencanaan sebelumnya. 4. 7. perencanaan bukanlah sekadar pengungkapan keinginan. Menilai masing-masing alternatif. Mencari dan meneliti berbagai alternatif untuk mencapai tujuan akhir tersebut.dan misi koperasi tersebut. pengelola teknis koperasi. 2. Memilih alternatif yang terbaik. Kekuatan-kekuatan internal koperasi. 4. serta fungsi pengendalian terhadap pelaksanaan berbagai kegiatan koperasi. perlu diketahui pula. Menetapkan tujuan akhir. 6. yaitu dengan menggunakan ³wadah´/perangkat organisasi. 3. Langkahlangkah membuat perencanaan adalah sebagai berikut : 1. yaitu yang meliputi kelengkapan organisasi koperasi. Fungsi ini juga mengidentifikasikan bahwa dalam pengelolaan perlu ada perencanaan yang cermat untuk dapat mencapai target yang ditentukan. Merinci tanggung jawab dan kekuasaan masing-masing orang yang telah ditunjuk. 3. Kesempatan atau peluang bisis yang yang tersedia.

yaitu : 1. Ketiga ³lembaga´ tersebut merupakan ³tripartite´ dalam organisasi koperasi. yaitu adanya ³lembaga-lembaga´ rapat anggota. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mendelegasikan kekuasaan. meskipun telah tersedia . Pengurus harus mempunyai kesediaan untuk mempercayai pegawainya. 4. Suatu gagasan atau konsep. Pelaksanaan adalah proses penerapan rencana-rencana koperasi oleh masing-masing fungsi atau unsure dalam organisasi koperasi. 5. Pengetahuan manusia yang terbatas. 2. Pengurus harus mempunyai toleransi yang cukup bila pegawainya melakukan kesalahan. pengurus. Pengurus harus membiarkan pegawainya membuat putusan sendiri dalam bidangnya masing-masing. Pengurus harus memberi kesempatan kepada orang yang diserahi tugas untuk mengeluarkan ide sendiri. 3. Membentuk suatu sistem kerja terpadu yang terdiri atas berbagai lapisan atau kelompok dan jenis tugas/pekerjaan yang diperlukan. Ada batas-batas kemampuan manusia untuk berurusan dengan manusia lain. Kesediaan pengurus untuk melakukan pengawasan secara luas. Khusus bagi koperasi perlu pemikiran status dan batas-batas kewenangan dan hak para anggota koperasi. 3. Adanya waktu yang terbatas. Hakikatnya.  Terjaminnya sinkronisasi dari tiap bagian atau kelompok lapisan kerja guna mencapai sasaran yang ditetapkan. y Fungsi Pelaksanaan (actuating) Fungsi ketiga manajemen koperasi adalah fungsi pelaksanaan. semua pegawai dalam suatu perusahaan dimanapun posisinya bertugas membantu pimpinan. namun ketiga-tiganya perlu dibina sebagai satu keutuhan. Semua batas-batas di atas mengharuskan seorang Pengurus untuk mengarahkan pembantu pembantunya. dan pengawas. Pengelolaan menjadi faktor penting karena alasan sebagai berikut : 1. 2. dimana satu dengan yang lain pelaksanaannya terpisah.  Memperhatikan rentang kendali (span of control). Adanya batas-batas perhatian pada semua peristiwa dalam kegiatan usaha. 4.

Secara bertingkat koordinasi diperlukan dari level/lapisan pelaksana paling bawah sampai yang tertinggi. untuk mengukur tingkat kesesuaian antara rencana yang telah ditetapkan dengan hasil yang telah dicapai. sedangkan kegiatan pengawasan terutama sekali dilakukan terhadap pelaksanaan kebijakan dan pengelolaan usaha koperasi. Demikian pula rapat anggota menerbitkan kewenangan bagi pengawas untuk mengadakan pantauan (monitoring) seberapa jauh kebijakan-kebijakan dilaksanakan pengurus. atau upaya untuk memastikan bahwa kebijakkan yang telah dirumuskan telah dilaksanakan dengan semestinya oleh bawahan. Terry (1964) menyebutkan actuating means move to action. Rapat anggota sebagai lapisan teratas akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan koperasi yang harus dilaksanakan pengurus dan pada gilirannya pengurus selaku pelaksana tertinggi akan mengeluarakan pedoman-pedoman. jika tanpa koordinasi antar kelompok/jenis tugas. Hal tersebut akan terlihat dalam bagan organisasi. Ini semua harus dijabarkan dalam pelaksanaan berorganisasi. maka hasilnya tidak akan memenuhi harapan. Dengan demikian pengawas diharapkan dapat mencegah atau mengurangi kemungkinan terjadinya penyalahgunaan wewenang serta penggunaan sumber-sumber ekonomi yang dimiliki oleh koperasi secara tidak bertanggung jawab. y Fungsi Pengawasan (controlling) Pengawasan adalah upaya yang dilakukan oleh kewenangan yang lebih tinggi. Sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam UU No. pengawasan atas pelaksanaan kegiatan usaha koperasi dilaksanakan oleh pengawas. dan seterusnya. Bagaimanapun baiknya penugasan kepada lapisan bawahan. Dalam melaksanakan fungsi kepengawasannya. Lengkapnya pelaksanaan tugas-tugas harus ada koordinasi yang rapi. Tenaga ahli yang dimaksud disini adalah misalnya akuntan publik. dimana ditentukan lapisan-lapisan koordinasi dari pelaksana.25/1992.wadah yang berupa organisasi dengan uraian-uraian tugas dan hirarkinya belum akan berjalan aktif tanpa dicetuskan pelaksanaan dari tugas-tugas dalam organisasi tersebut. instruksi-instruksi kepada lapisan-lapisan kebawahnya. akuntan publik . Sebagaimana diketahui. pengawas koperasi bisa meminta bantuan tenaga ahli untuk megungkapkan terjadinya penyalagunaan wewenang dan atau penyelewengan yang dilakukan oleh pengurus koperasi. sehingga tidak terjadi kesimpangsiuran tugas atau tumpang-tindih pekerjaan. karena itu pada tingkat pelaksana atau kelompok pelaksana harus ada seorang atau perangkat tertentu yang mengadakan koordinasi.

Fungsi administrasi aset. Anggota Koperasi sebagai modal utama dari koperasi. pengurus wajib mencipkatan suatu sistem pengendali atau biasa disebut ³build in control´. Sistem kerja yang mengandung ³build in control´ perlu dijabarkan dalam organisasi. Selain controling tersebut dilakukan oleh pengawas. Ini semua guna menjamin agar pelaksanaan dalam organisasi bisa tertib dan teratur. membangun dan meningkatkan peran dan partisipasi anggota. Langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam menjalankan pengawasan adalah : 1. nasabah (konsumen) serta sebagai penerima manfaat atau dengan kata lain Anggota adalah Raja. kemudian menanggulangi bila ada penyimpangan. Fungsi penyimpanan aset. Menguji semua aktivitas orang-orang. Memperbaiki atau meluruskan tindakan-tindakan yang sekiranya akan berlainan dengan rencana. Pembuatan ukuran atau standar. demikian pula dalam pengurusan pergudangan dan inventaris lainnya. menyimpang atau tidak berdasarkan standar. Dengan kata lain ketiga fungsi tersebut terpisah satu sama lain. yang intinya adalah mengadakan ³pemisahan tiga fungsi´ yaitu : y y y Fungsi otoritas atas suatu aset.memiliki kecakapan profesional untuk memeriksa kewajaran laporan keuangan yang disampaikan oleh pengurus. 2. dan petugas yang memberikan otoritas pengeluaran/penerimaan uang. maju atau mundurnya kinerja koperasi akan ditentukan oleh peran aktif anggota baik sebagai pemodal (pemilik). Ini adalah realita dalam perkoperasian karena anggota sebagai pemilik koperasi memberikan makna bahwa anggota memiliki hak penuh menentukan diterima atau disetujuinya perencanaan usaha yang diajukan oleh Pengurus dan Pengawas dalam forum Rapat Anggota. Contoh: dalam pengelolaan keuangan. tapi ketiga-tiganya merupakan suatu rangkaian yang saling terkait. PERANAN MANAJEMEN Adapun peranan managemen dalam suatu organisasi koperasi adalah : 1. kasir harus terpisah dengan petugas adminitrasi/pembukuan. penilaian tindakan yang diharapkan berdasarkan ukuran standar. Sikap loyal anggota karena memiliki koperasi dapat ditumbuhkan . tidak dalam satu tangan. 3.

organisasi. mengkoreksi dan memperbaiki sedini mungkin masalah keuangan koperasi sebelum kerugian menjadi beban yang harus dipikul oleh anggota karena kesalahan prosedural (mismanagement) olehpengelola. Untuk itu peran aktif Pengurus membangun koordinasi pengawasan (internal) dengan Badan Pengawas Koperasi harus menganut system pengawasan atau pendeteksian dini (early warning system). membangun kemitraan antar koperasi dan kemitraan koperasi dengan pihak Badan Usaha lain. manajemen serta sehatnya kualitas pelayanannya kepada anggota. Menghadapi trend bisnis (era pasar bebas) dan kemajuan teknologi yang semakin pesat. karena Keberhasilan hanya dapat diraih secara bersama untuk Kepentingan yang sama. tingkat kesehatan keuangan koperasi mencerminkan juga kesehatan usaha. program kegiatan pendidikan dan pelatihan untuk anggota yang terpola dan berkesinambungan. saat ini momentum untuk mewujudnyatakan kekuatan yang dimiliki koperasi melalui kerjasama kemitraan. Pengelola atau pengurus koperasi (termasuk juga jajaran struktural dibawahnya) harus memiliki kemampuan kepemimpinan. membangun kemampuan Pengelola dan kaderisasi. Manajemen koperasi difokuskan menjadi manajemen yang efisien dan efektif.melalui kegiatan perencanaan usaha koperasi sejak awal. Hal ini selain membuka cakrawala wawasan bagi anggota koperasi juga membangun watak koperasi. ekonomi maupun manfaat psikologis). professional serta terutama memiliki kejujuran. 3. Keadaan keuangan dilaporkan secara berkala sesuai kaidah-kaidah akuntansi. Pengurus dalam melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya mampu menghasilkan pelayanan yang dapat memberikan manfaat kepada anggotanya (baik aspek manfaat fisik. serta memiliki Pedoman Pengelolaan Organisasi dan Bisnis Koperasi atau System Operating & Prosedure. 2. kewirausahaan. Memiliki kesehatan keuangan Keberhasilan dan kegagalan koperasi dapat dilihat sehat atau tidaknya keuangan koperasi. terbuka dan bertanggung jawab. . koperasi sejak dini sudah harus melakukan penyesuaian dan antisipasi pengembangan usahanya dengan melakukan kerjasama antar koperasi (membangun sinergi) untuk memiliki bargening position dengan mengutamakan kekuatan pasar (captive market) anggotanya. 4. dan memiliki nilai-nilai manajemen sesuai jati diri koperasi.

mengikuti. meliputi .  Disturbance Handler / Penyelesai Permasalahan Mencari jalan keluar dan solusi terbaik dari setiap persoalan yang timbul. Peran Informasi Adalah peran dalam mengatur informasi yang dimiliki baik yang berasal dari dalam maupun luar organisasi.  Spokeperson / Juru Bicara Mewakili unit yang dipimpinnya kepada pihak luar.  Entrepreneur / Kewirausahaan : Membuat ide dan kreasi yang kreatif dan inovatif untuk meningkatkan kinerja unit kerja. : : : Mengawasi. memantau. mengumpulkan dan merekam kejadian atau 7. meliputi . Peran Pengambil Keputusan Adalah peran dalam membuat keputusan baik yang ditentukan sendiri maupun yang dihasilkan bersama pihak lain. swasta dalam negeri maupun swasta asing. : : : Menjadi pemimpin yag memberi motivasi para karyawan / bawahan serta mengatasi 6.Mendorong koperasi juga menjalin kerjasama kemitraan dengan pihak lain. agar koperasi dapat dan mampu memasuki perdagangan international.  Figurehead / Pemimpin Simbol Sebagai simbol dalam acara-acara perusahaan. Peran Interpersonal Yaitu hubungan antara manajer dengan orang yang ada di sekelilingnya.  Leader / Pemimpin permasalahan yang muncul. 5.  Monitor / Pemantau peristiwa yang terjadi baik didapat secara langsung maupun tidak langsung.  Liaison / Penghubung Menjadi penghubung dengan pihak internal maupun eksternal. maupun dapat secara bersama-sama membangun jejaring usaha. perlu dilaksanakan secara sungguh-sungguh. meliputi .  Disseminator / Penyebar Menyebar informasi yang didapat kepada para orang-orang dalam organisasi. seperti Badan Usaha milik Negara/Daerah. : .

yaitu merancang. 1. Perencanaan dilakukan untuk menentukan tujuan perusahaan secara keseluruhan dan cara terbaik untuk memenuhi tujuan itu. Pengorganisasian (organizing) dilakukan dengan tujuan membagi suatu kegiatan besar menjadi kegiatan-kegiatan yang lebih kecil. Fungsi-Fungsi dan peran Manajemen Fungsi manajemen adalah elemen-elemen dasar yang akan selalu ada dan melekat di dalam proses manajemen yang akan dijadikan acuan oleh manajer dalam melaksanakan kegiatan untuk mencapai tujuan. Pengorganisasian dapat dilakukan dengan cara menentukan tugas apa yang harus dikerjakan. mengordinasi. ia menyebutkan lima fungsi manajemen. Perencanaan merupakan proses terpenting dari semua fungsi manajemen karena tanpa perencanaan. Perencanaan (planning) adalah memikirkan apa yang akan dikerjakan dengan sumber yang dimiliki. siapa yang harus . Manajer mengevaluasi berbagai rencana alternatif sebelum mengambil tindakan dan kemudian melihat apakah rencana yang dipilih cocok dan dapat digunakan untuk memenuhi tujuan perusahaan. 2. Namun saat ini. Ketika itu. dan mengendalikan. memerintah. sering pula disebut unsurunsur manajemen. masih belum ada konsensus baik di antara praktisi maupun di antara teoritis mengenai apa yang menjadi fungsi-fungsi manajemen. yaitu: Sampai saat ini. kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat. Resource Allicator / Pengalokasi Sumber Daya Menentukan siapa yang menerima sumber daya serta besar sumber dayanya.  Negotiator / Negosiator : : Melakukan negosiasi dengan pihak dalam dan luar untuk kepentingan unit kerja atau perusahaan. Pengorganisasian mempermudah manajer dalam melakukan pengawasan dan menentukan orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas-tugas yang telah dibagi-bagi tersebut. Fungsi manajemen pertama kali diperkenalkan oleh seorang industrialis Perancis bernama Henry Fayol pada awal abad ke-20. mengorganisir. fungsi-fungsi lainnya tak dapat berjalan.

siapa yang bertanggung jawab atas tugas tersebut. Pembatasan yang terakhir merumuskan perencaan merupakan penetapan jawaban kepada enam pertanyaan berikut : 1. c. Di manakah tindakan itu harus dikerjakan ? 4. bagaimana tugas-tugas tersebut dikelompokkan. Apakah sebabnya tindakan itu harus dikerjakan ? 3. ketepatan tindakan yang akan dilakukan dan sebagainya. Strategi Strategi merupakan tindakan penyesuaian dari rencana yang telah dibuat. Siapakah yang akan mengerjakan tindakan itu ? 6. Tujuan (objective) Tujuan merupakan suatu sasran di mana kegiatan itu diarahkan dan diusahakan utuk dicapai dalam jangka waktu tertentu. Tindakan apa yang harus dikerjakan ? 2. pada tingkatan mana keputusan harus diambil. kapankah tindakan itu harus dikerjakan ? 5. Pengarahan (directing) adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha Fungsi-fungsi manajemen adalah sebagai berikut: Planning Berbagai batasan tentang planning dari yang sangat sederhana sampai dengan yang sangat rumit. 3. d. 1. Misalnya yang sederhana saja merumuskan bahwa perencanaan adalah penentuan serangkaian tindakan untuk mencapai suatu hasil yang diinginkan. Bagaimanakah caranya melaksanakan tindakan itu ? Menurut Stoner Planning adalah proses menetapkan sasaran dan tindakan yang perlu untuk mencapai sasaran tadi.mengerjakannya. Bentuk-bentuk Perencanaan a. b. Kebijakan (policy) Kebijakan adalah suatu pernyataan atau pengertian untuk menyalurkan pikiran dalam mengambil keputusan terhadap tindakan untuk mencpai tujuan. Prosedur . Membuat strategi haruslah memperhatikan beberapa factor seperti ketepatan waktu.

Menyusun anggapan-anggapan (premising) c. disebut prosedur. Menyusun rencana pendukung Organizing Organizing (organisasi) adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama dalam cara yang terstruktur untuk mencapai sasaran spesifik atau sejumlah sasaran. semuanya ini akan menciptakan adanya adanya tindakan.Prosedur merupakan rangkaian tindakan yang akan dilaksanakan untuk waktu mendatang e. Biasanya program dibuat dua macam. Merupakan sarana untuk mengadakan pengawasan 3. . Langkah-langkah penyusunan perencanaan Langkah-langkah yang yang harus diambil untuk menyusun suatu perencanaan adalah a. Memperingan biaya d. aturan dan pemberian tugas yang disertai dengan suatu anggaran (budget). Program Program merupakan campuran antara kebijakan prosedur. Mengambil keputusan f. Menetapkan tujuan b. Mengadakan penilaian terhadap alternative tindakan yang sudah dipilih e. Mengarahkan perhatian pada tujuan c. Leading Pekerjaan leading meliputi lima kegiatan yaitu : ‡ Mengambil keputusan ‡ Mengadakan komunikasi agar ada saling pengertian antara manajer dan bawahan. 2. Kegunaan Perencanaan Adapun kegunaan daripada perencanaan adalah : a. Menentukan berbagai alternatif tindakan d. yakni program umum dan program khusus.aturan yang saling berkaitan dapat dikelompokkan menjadi satu golongan. Mengurangi ketidakpastian serta perubahan pada waktu mendatang b. Aturan (Rule) Aturan adalah suatu tindakan yang spesifik dan merupakan bagian dari prosedur. f.

inspirasi. saran. . Motivating Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa pemberian inspirasi. perlu diperhatikan masalah-masalah seperti berikut ini : 1) Kreativitas dipandang sebgai dasar penentuan kualitas seseorang. dan sebagainya. yaitu motivasi positif dan motivasi negatif. Motivasi mempunyai dua macam bentuk. missal : dengan memberikan promosi. Memeilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya. Motivasi negatif Motivasi negatif merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan caramenakut-nakuti atau mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu secara terpaksa. Directing/Commanding Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan usaha memberi bimbingan. a. Dalm halini. semangat dan dorongan kepada bawahan. memberikan insentif atau tambahan penghasilan. agar bawahan melakukan kegiatan secara suka rela sesuai apa yang diinginkan oleh atasan. dan dorongan kepada bawahan supaya mereka bertindak.‡ Memberi semangat. 2) Masalah kretivitas ini muncul bilamana seseorang menghadapi problema yang memerlukan pemecahan. perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam melaksanakan tugas masing-masing. serta memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam usaha mencapai tujuan yang ditetapkan. Motivasi positif Motivasi positif merupakan proses untuk mempengaruhi orang lain dengan cara menambahkan penambahan tingkat keputusan tertentu. mencitakan kondisi tempat kerja yang baik agar mereka merasa aman tenteram dan jenak bekerja. agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benarbenar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula. b. Motivasi diharapkan dapat mebjadi perangsang untuk meningkatkan kreativitas seseorang.

2. langganan. kekosongan kegiatan. Standard kualitatif dapat berupa pendapat umum. menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan sehingga terdapat kerja sama yang terarahdalam upaya mencapai tujuan organisasi. bila perlu mengadakan koreksi sehingga apa yang dilakukan bawahan dapat diarahkan ke jalan yang benar dengan maksud dengan tujuan yang telah digariskan semula. percekcokan. b. c. Syarat-syarat pengawasan yang baik Untuk menjalankan pengawasi dengan baik. Standard kuantitatif merupakan suatu standard yang dinyatakan di dalam satuan-satuan tertentu. diperlukan beberapa syarat yakni: a. Langkah-langkah pengawasan a. Bentuk standard dapat dibedakan kedalam dua macam bentuk. dengan jalan menghubungkan. Membandingkan kegiatan yang dilakukan dengan standard Langkah ini dilakukan untuk mengetahui sampai seberapa jauh adanya penyimpangan yang telah terjadi. Melakukan tindakan koreksi Urutan-urutan kegiatan yang harus dilaksanakn dalam pengambilan tindakan koreksi ini adalah : 1) Menghayati masalah-masalah yang dihadapi. Controlling Controlling atau pengawasan. buruh. Pengawasan harus mendukung sifat dan kebutuhan kegiatan (aktivitas). 1. Dalam mengadakan pengawasan dengan melakukan langkah-langkah di atas. 3) Mengadakan penilaian terhadap berbagai kemungkinan tersebut. Menciptakan standard Standard merupakan suatu kriteria untuk mengukur hasil pekerjaan yang sudah dilakukan. perlu terlabih dulu mencari informasi yang dibutuhkan. b. yaitu standard kuantitatif dan standard kualitatif. dan sebagainya. . sering juga disebut pengendalian adalah salah satu fungsi manajemen yang berupa mengadakan penilaian. Pengawasan harus melaporkan setiap penyimpangan yang terjadi dengan segera.Coordinating Coordinating atau pengkoordinasian merupakan salah satu fungsi manajemen untuk melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan. 2) Mencari kemungkinan untuk mengatasi atau memperbaiki adanya kesalahan. 4) Menentukan cara untuk mengadakan koreksi yang paling tepat.

Pengawasan harus ekonomis.c. d. Activating Activating atau pelaksanaan adalah suatu fungsi manajemen berupa bentuk kegiatan kerja nyata dalam suatu kegiatan manajemen. Pengawasan harus mudah dimengerti. atau mengadakan taksiran terhadap berbagai kemungkinan yang akan terjadi sebelum suatu rancana yang lebih pasti dapat dilakukan. f. Staffing Staffing merupakan salah satu fungsi manajemen berupa penyusunan personalia pada suatu organisasi sejak dari merekrut tenaga kerja. Pengawasan harus luwes atau fleksibel. h. Pengawasan harus serasi dengan pola organisasi. dan / atau perekayasaan yang bertujuan mengembangkan penerapan praktis nilai dan konteks ilmu pengetahuan yang baru. Representing . atau cara baru untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah ada ke dalam produk atau proses produksi. pengembangan. i. Pengawasan harus diikuti dengan perbaikan/koreksi Reporting Adalah salah satu fungsi manajemen berupa penyampaian perkembangan atau hasil kegiatan atau pemberian keterangan mengenai segala hal yang bertalian dengan tugas dan fungsifungsi kepada pejabat yang lebih tinggi. Pengawasan harus obyektif. memproyrksikan. g. e. Innovating Innovating merupakan fungsi manajemen berupa penelitian. Forecasting Forecasting adalah meramalkan. teliti dan sesuia dengan standard yang digunakan. Pengawasan harus mempunyai pandangan ke depan. pengembangannya sampai dengan usaha agar setiap tenaga memberi daya guna maksimal kepada organisasi.

Communication Communication merupakan suatu proses penyampaian informasi (pesan. Actuating Actuating adalah suatu tindakan untuk mengusahakan agar semua anggota kelompok berusaha untuk mencapai sasaran sesuai dengan perencanaan manajerial dan usaha-usaha organisasi.Representing adalah fungsi manajemen berupa adanya kesamaan dalam hal pengerjaan tugas. Jadi actuating artinya adalah menggerakkan orang-orang agar mau bekerja dengan sendirinya atau penuh kesadaran secara bersama-sama untuk mencapai tujuan yang dikehendaki secara efektif. komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata (lisan) yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Baik itu sistem keuangan untuk jangka pendek. Assembling Assembling merupakan fungsi manajemen dimana terjadi pengurutan-pengurtan dalam hal kegiatan yang berhubungan dengan manajemen itu sendiri. Resources Resources merupakan fungsi manajemen berupa pemanfaat sumber daya yang ada. Dalam hal ini komunikasi yag terjadi diantara hierarki kepemimpinan. gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Budgeting Budgeting merupakan fungsi manajemen berupa pengikhtisaran sistem anggaran keuangan. Pada umumnya. Setiap proses pengambilan keputusan selalu . Dalam hal ini yang dibutuhkan adalah kepemimpinan (leadership). baik itu SDA atau SDM sehingga terjadi ketepatgunaan. menengah. dan panjang. ide. Decision Making Dicision Making merupakan fungsi manajemen yang dapat dianggap sebagai suatu hasil atau keluaran dari proses mental atau kognitif yang membawa pada pemilihan suatu jalur tindakan di antara beberapa alternatif yang tersedia.

Tingkat Manajer mempengaruhi fungsi manajemen Menurut Fayol Strategic Planning Level Management Control Level Operational Control Level Plan Direct Control Staff Organize Plan Organize Control Staff Control Direct Direct Staff Organize Plan . Dengan sumber daya yang ada. kepemimpinan. Improving Improving adalah salah satu fungsi manajemen dalam hal peningkatan mutu kegiatan. mereka mengarahkan (direct) untuk melaksanakan rencana. Selanjutnya mereka menyusun staff (Staffing) organisasi mereka dengan sumber daya yang diperlukan. y Fungsi-fungsi Manajemen Henry Fayol. Pertama. kerjasma. Keluarannya bisa berupa suatu tindakan (aksi) atau suatu opini terhadap pilihan. dan lain-lain. Kemudian mengorganisasikan (Organize) untuk mencapai rencana tersebut. menyatakan bahwa manajer melakukan lima fungsi-fungsi manajemen yang utama.menghasilkan satu pilihan final . majer merencanakan (Plan) apa yang akan mereka lakukan. Akhirnya mereka mengendalikan (control) sumber daya. menjaganya agar tetap beroperasional secara optimal.

Peran Informational : peran dari manajer sebagai pusat syaraf (nerve center) organisasi untuk menerima informasi yg paling mutakhir dan sebagai penyebar ( disseminator) informasi keseluruh personal di organisasi. sebagai orang yg mengalokasikan sumber2 dayaorganisasi. 3. memotivasi. dan mendukung bawahanbawahannya. Falsafah Manajemen Terpadu Jumat. 2. W. menurut Henry Mintzberg 1. Peran Esensial Pemimpin . sebagai orang yg menangani gangguan. Reaksi berantai untuk perbaikan kualitas Transformasi Organisasi Peran Esensial Pimpinan Hindari praktik-orakti Manajemen yang Merugikan Penerapan System of profound knowledge 1. proses kerj dan struktur kewenangan dalam organisasi perlu dibenahi. Peran informasi lainnya adalah manajer sebagai juru bicara (spokesman) untuk menjawab pertanyaan2 tentang informasi yg dimilikinya. Peran decisional : yang dilakukan oleh manajer adalah sebagai entreprenuer.PERAN MANAJEMEN. 2. mengendalikan. Transformasi Organisasi Di sini kemampuan untuk mencapai perbaikan yang penting dan berkelanjutan menuntut perubahan dalam nilai-nilai yang dianut. Peran Interpersonal : peran hubungan personal dapat terdiri dari : = figur kepala (figur head) : manajer mewakili organisasi untuk kegiatan diluar organisasi. 27 Agustus 2010 09:19 Administrator Dr. 2. 5. Selain itu. Edward Demings meletakkan kerangka pemikiran dalam perbaikan mutu secara berkelanjutan yang terdiri dari hal-hal berikut: 1. 3. dan sebagai negosiator jika terjadi konflik di dalam organisasi. =pemimpin(leader) : manajer mengkoordinasi.= penghubung (liaison) : manajer menghubungkan personal2 di semua tingkatan manajemen. Reaksi Berantai untuk Perbaikan Kualitas Reaksi berantai tersebut menyatakan bahwa perbaikan kualitas akan meningkatkan kepuasan pelanggan dalam hal produk dan jasa yang sekaligus akan mengurangi biaya produksi sehingga meningkatkan produktivitas organisasi. 3. 4.

Hindari Praktik-Praktik Manajemen yan Merugikan Setiap keputusan yang didasarkan pada pandangan jangka pendek. Hanya memikirkan keuntungan jangka pendek. kreatifitas. Sering berganti-ganti kegiatan. teori pengetahuan akan membantu kita untuk mengetahui: 1) Apa yang dikehendaki oleh pelanggan (customer). Namun. Beberapa contoh pandangan tersebut adalah: a. 4. komitment. Teori Pengetahuan Penguasaan teori pengetahuan akan membantu kita untuk mengembangkan dan menguji hipotesis (praduga) guna memperbaiki kinerja organisasi. b. hendaknya kita mengembangkan kecakapan untuk mengindra dan mengelola interaksi antara berbagai komponen organisasi. akhirnya akan merugikan organisasi. 4) Apa yang perlu dilakukan untuk memperbaiki kualitas. maka lama-kelamaan akan hilang. 2) Seberapa jauh oerganissasi dapat memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Bukan hanya memusatkan perhatian pada usaha memaksimalkan hasil komponen organisasi tertentu secara parsial. Orientasi pada System ( System Oriented) Pada setiap upaya menuju perbaikan kualitas itu. Jadi. sempit dan terkotakkotak. 5) Apakah pelanggan mengetahui perubahan yang terjadi mengenai kinerja organisasi dan . dan mengetahui kapan perubahan-perubahan yang dibuat dapat memperburuk kinerja.Kepemimpinan mempunyai peran strategis dalam upaya perbaikan kualitas. Teori Variasi Perlu dikembangkan kecakapan untuk menggunakan data dalam proses pengambilan keputusan. b. Penerapan System of profound Knowledge Penerapan system tersebut meliputi empat disiplin berikut: a. 5. c. Setiap anggota organisasi harus memberikan konstribusi penting dalam upaya tersebut. setiap upaya perbaikan yang tidak didukung secara aktif oleh pimpinan. Pengertian atas variasi data akan dapat membantu pengambil keputusan untuk mengetahui kapan harus melakukan perubahan-perubahan dalam suatu system guna memperbaiki kinerja. akan tetapi harus keseluruhan organisasi. Orientasi ini meliputi focus pada kinerja (performance) total organisasi. 3) Faktor-faktor penting apa yang mempengaruhi kualitas. dan c. tidak terdapat tujuan yang tetap (constancy of purpose) yaitu tujuan menuju perbaikan kualitas demi kelangsungan hidup dan perkembangan organisasi.

d. 3. proses belajar dan proses perubahan guna mencapai perbaikan kualitas. dan selanjutnya evaluasi sekaligus perencanaan bagi pengurus untuk disampaikan dalam Rapat Anggota. Menyusun Program Kerja dan RAPBK tahunan untuk disampaikan kepada pengurus sebelum dimulainya rencana dan anggaran yang baru. 5. Konsep sekolah bermutu (unggul) perlu ada dalam konsep setiap kepala sekolah. Kepala Sekolah perlu memahami TQM sebagai suatu falsafah. Membimbing dan mengarahkan tugas ± tugas karyawan yang dibawahnya seefisien mungkin menuju karyawan yang berkualitas. 7. Apa hakikat keberadaansekolah yang diharapkan masyarakat? Bagaimana membuat sekolah menjadi efektif agar harapan pelanggan pendidikan tercapai? TUGAS DAN PERANAN MANAJER KOPERASI Tugas manager antara lain : 1. Psikologi Perlu dikembangkan kecalkapan untuk mengerti dan menerapkan konsep-konsep yang berkaitan dengan perbedaan individu dalam organisasi. 4. metode. . karena kinerja organisasi sekolah senantiasa dinilai masyarakat dalam situasi yang makin maju. dinamika kelompok.6) Apa kebutuhan dan harapan baru bagi pelanggan. teknik dan strategi manajemen untuk perbaikan mutu sekolah. Mengusulkan kepada pengurus tentang pengangkatan dan atau pemberhentian karyawan dalam lingkungan tugasnya. Kepala Sekolah dan para guru perlu memahami harapan masyarakat terhadap sekolahnya. Melaksanakan dokumen-dokumen usaha atau organisasi koperasi. 2. 6. Memimpin dan mengkoordinir pelaksanaan kegiatan ± kegiatan di unit ± unit usaha. Melaksanakan kebijakan operasional yang telah ditetapkan Pengurus. Membuat laporan pertanggungjawaban kerja secara tertulis setiap akhir bulan and tahun.

Untuk mengelola usaha koperasi memerlukan keahlian sesuai dengan bidang usaha koperasi.Peranan Manager dalam Koperasi P er a na n ma na j er da l a m kop er a s i a da l a h s es ua t u ya ng p ent i ng di ma na sistematika kerja yang baik dapat terbentuk apabila peranan manajer dijalankan dengan baik dan penuh tanggung jawab terhadap pencapaian tujuan organisasi. . 5. Sdmodal) 3. 2. memberikan perintah karyawan yang dibawahnya. ka r e na i t u s e or a ng ma na j er ha r us me mi l i ki kr ea t if i t a s ya ng t i ng gi . wewenang. f l e ks i bi l i t a s s ehi n g ga a ka n me mba nt u da l a m me mu da hka n p e me c a ha n ma s a la h 3. Peranan manajer koperasi: 1. Manajer juga harus mampu menerapkan manajemen yang baik berkaitan dengan segala bentuk tugas. selain untuk menunjang fungsi pengurus yang umumnya dipilih oleh anggota berdasarkan atas kepercayaan. Keterampilan dala m mengelola sangat dibutuhkan untuk melakukan ol e h penyesuaian dengan cara me n ga nt is i pa s i p er uba ha n. i nova s i . Manajer diperlukan bagi koperasi : 1. 4. bertindak sebagai pemimpin dan mampu melaksanakan kerjasama dengan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi (to get things done by working with and through people). Sebagai penanggung jawab atas pengelolaan suatu koperasi (penyimpangan yang terjadi. Keberadaan manajer dalam koperasi diharapkan usaha koperasi akan dapat berkembang lebih maju. Manajer dalam koperasi diharuskan mampu merumuskan petunjuk kerja dengan baik dan memberikan pengarahan yang sistematis mengenai cara kerja yang ha r us di l a ku ka n ol eh ka r ya wa n ma ka a ka n t er ci pt a nya s ua t u ke s a ma a n perilaku tugas dalam menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan pada koperasi 4. membuat rencana ke depan sesuai dengan ruang lingkup dan wewenangnya. atau tindakaan-tindakan yang dilakukan oleh invidu yang dibawahnya).p er ub a ha n.i nova s i . 2. Sebagai saluran komukasi antara individu-individu yang didalam organisasi maupun luar organisasi. dan tanggung jawabnya agar tidak terjadi kesimpang siuran dalam pelaksanaan pekerjaan. mengelola sumberdaya secara efisien (meliputi SDA. SDM . 6.

5. sehingga manajer diperlukan untuk mengoperasionalisasikan usaha koperasi lebih efektif dan mencapai tujuannya. 6. Pengurus umumnya tidak dapat mencurahkan tenaga atau pikirannya secara penuh dalam koperasi. . karena biasanya pengurus memiliki tugas pokoknya. Mengembangkan kepercayaan atas kekuatan dan kemampuan koperasi sendiri dalam kegiatan-kegiatannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful