BAB I PENDAHULUAN

Analisia ekonomi teknik adalah beberapa metode yang digunakan untuk menganalisis alternatif-alternatif mana yang harus dipilih secara sistematis, sesuai dengan kondisikondisi tertentu. Pengertian-pengertian dasar ekonomi yang banyak di gunakan disini adalah aliran kas (cash flow), pengaruh waktu terhadap nilai uang (time value of money), ekuivalensi (equivalence), suku bunga majemuk, suku bunga nominal dan efektif. Pemahaman pengertian-pengertian tersebut sangat bermanfaat dalam mempelajari ekonomi teknik. Metode-metode yang banyak digunakan oleh para ahli teknik dapat di

kelompokkan sebagai berikut: nilai uang sekarang (present worth), biaya tahunan / periode (annual cost), suku bunga investasi (rate of return), pemanfaatan biaya (benefit cost ratio), penyusutan/penghapusan (depreciation), dan pajak pendapatan (income taxes). Jika inflasi diperhitungkan, maka analisis harus dilakukan dalam daya beli tetap (constant purchasing power). Penerapan teori keputusan (decision theory) dalam ekonomi teknik dewasa ini berkembang, yang tujuannya adalah untuk mendapatkan hasil analisis yang lebih akurat dengan resiko tertentu.

Aliran Kas (Cash Flow) Pada umumnya langkah pertama dalam menganalisis masalah ekonomi adalah membuat tabel aliran kas, sehingga dari tabel tersebut dapat di ketahui perkembangan uang sesuai dengan waktu. Contoh 1.1. Misal seseorang membeli mobil baru seharga Rp. 15.000.000,-. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan pada akhir tahun pertama adalah Rp. 800.000,-, pada akhir tahun kedua Rp.900.000,-; pada akhir tahun ketiga Rp. 110.000,- dan pada akhir tahun keempat Rp.1.200.000,-. karena biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun cenderung meningkat maka pemilik mobil tersebut ingin menjual mobilnya pada akhir tahun keempat seharga Rp. 6.000.000,-.

1

Dari data di atas dibuat tabel aliran kas sebagai berikut : Keterangan Permulaan thn pertama Akhir thn pertama Akhir thn kedua Akhir thn ketiga Akhir thn keempat Tahun 0 1 2 3 4 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. + Rp. 15.000.000,800.000,900.000,1.100.000,1.200.000,6.000.000,-

Secara grafik, tabel di atas dapat di gambarkan sebagai berikut :
6.000.000 15.000.000 800.000 900.000 1.100.000 1.200.000

0

1

2

3

4

Gambar 1.1. Diagram Contoh 1. Contoh 1.2 : Suatu perusahaan pada bulan Januari 2001 membeli mesin tik merek PALAPA seharga Rp. 500.000,- dengan garansi 2 tahun (oleh karena itu ongkos reparasi tahun 2001 dan 2002 tidak ada). Dalam tahun 2003 ada ongkos reperasi Rp. 86.000,dalam tahun 2004 sejumlah Rp. 130.000,- dan dalam tahun 2005 sejumlah Rp. 140.000,-. Pada tahun 2005, mesin tik tersebut di jual seharga Rp. 300.000,-. Tabel aliran kasnya sebagai berikut : Keterangan Mulai tahun Akhir tahun Tahun 2001 2001 2002 2003 2004 2005 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

2

Dianalogikan menjadi: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. - Rp. 500.000,0,0,86.000,130.000,-

+ Rp. 160.000,-

Konsep Nilai Uang Terhadap Waktu. Nilai uang Rp. 10.000,- sekarang lebih tinggi daripada nilai Rp. 10.000,- tahun depan, apalagi dalam periode atau jangka waktu yang lebih panjang. Untuk mempelajari nilai uang untuk masa yang panjang di perlukan pengertian suku bunga (interest rate). Misal seseorang meminjam modal Rp.100.000,-; dengan bunga Rp. 1.500,- tiap bulan. Bunga :
1500 = 0,015 = 1,5 % tiap bulan 100.000

Dalam satu tahun bunga tersebut adalah (1,5 %) x 12 = 18 %, dan di sebut suku bunga

nominal (sederhana). Tetapi dalam prakteknya orang tersebut dalam satu tahun
membayar suku bunga lebih tinggi, yang di sebut suku bunga majemuk (effective interest

rate), dengan perhitungan sebagai berikut :
Bulan
0 1 2

Modal yang dipinjam
100.000 100.000 + 0,015 (100.000) = 100.000 (1 + 0,015) = 101.500 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015)) = 100.000 (1 + 0,015)2 = 103.200 100.000 (1 + 0,015) + 0,015 (100.000 (1 + 0,015) ) = 100.000 (1 + 0,015)3 = 104.570
2 2

3

• • •
12

Jadi besar suku bunga yang dipinjam adalah

119.560 − 100.000 = 0,1956 100.000

= 100.000 (1 + 0,15)12 = 119.560

= 19,56%, yang

berarti lebih tinggi 1,56 % dari suku bunga nominal. Secara umum jika, jika i adalah suku

3

- Di samping kedua suku bunga tersebut. 15.03 atau Rp.000.: i = (1 + 0.: i = (1 + 0. 46.015 atau Rp. ada suku bunga lain yang sering digunakan yaitu suku bunga majemuk kontinyu (continuous campounding of interest). Tentukan bunga yang diperoleh orang tersebut setelah 3 bulan.000.015 3 bulan 6 bulan 9 bulan 1 tahun : i = (1 + 0. Penyelesaiannya : i = 1 ½ % = 0. suku bunga majemuk lebih sering di pakai daripada suku bunga nominal.015)3 – 1 = 0.000.pada sebuah Bank yang membayar bunga 1½ % tiap 3 bulan. 1.: i = (1 + 0.. Contoh 1. 61.bunga tiap periode (misalnya 1 bulan.015)2 – 1 = 0.015)4 – 1 = 0. jumlah deposito tersebut menjadi F = P (1 + Jika di ambil k = r mn ) m m .061 atau Rp. 6 bulan.3 : Seseorang mendepositokan uangnya Rp.000.046 atau Rp. 1 kuartal dan sebagainya) dan m menunjukkan jangka waktu modal tersebut didepositokan atau di investasikan maka : Suku bunga majemuk = (1 + i)m – 1 …………………………… Dalam ekonomi teknik. di peroleh r 1 1 F = P ( 1 + ) r k n = P (1 + ) k r n k k 1 Dari kalkulus : Li P (1 + ) k r n = P e r n………………………… k K ∞ Dimana e r n adalah suku bunga majemuk kontinyu. 9 bulan dan 1 tahun.000. suku bunga tiap tahun r.015)1 – 1 = 0. 30. 4 . Misal seseorang mendepositokan uangnya sejumlah P.000. dan dalam setahun ada m periode (misal m tiap kuartal) maka jumlah uang di depositokan pada akhir tahun tersebut adalah : F = P (1 + r m ) m Setelah n tahun.

000 + 1.5 Ekuivalensi Dari pangalaman.000.000 + 0..000. 5.000 605.Rp. nilai Rp.000) = 550. 2. 1.500 pada tiga tahun mendatang.000 e 3 (0.000) = 605.500 Akhir tahun pertama : kedua ketiga : : Jadi uang sejumlah Rp.000 + 800 + 800 + 800 B . 500.10 (550.10 (500.sekarang akan ekuivalen dengan berapa untuk 3 tahun mendatang. 2. Maka jumlah depositonya pada akhir tahun ketiga adalah : F = 1.100 + 1. uang Rp.309. Tahun 0 (sekarang) : Ekuivalensi 500.09) = 1..000 sekarang berbeda dengan Rp.000.4 : Misal seseorang mendepositokan uangnya Rp.000) = 665.6 : Misal ada 2 alternatif A dan B dengan tabel aliran kas sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 Alternatif A .000 550.10 (605. Ekuivalen merupakan konsep yang sangat penting dalam analisis ekonomi teknik dan di gunakan antara lain untuk memilih alternatif yang terbaik diantara 2 alternatif atau lebih.5 : Dengan suku bunga 10% / thn.964. Contoh 1. 665.000 500.000.000 + 0.000 sekarang akan ekuivalen dengan Rp.000.000 + 0. 5.Contoh 1.309.964. Contoh 1.000 tiga tahun mendatang. 500.Rp.5 Jadi jumlah uangnya pada akhir tahun ketiga adalah Rp.100 + 1. 1.800.100 5 .di suatu bank dengan suku bunga 9% pertahun untuk selama 3 tahun.

Suku bunga suatu bank adalah 2 % tiap bulan. 12 % tiap kuartal c). 3. sehingga keuntungan atau penghematan tiap tahunnya lebih besar dari A.1 % tiap hari b). tapi tidak dapat disimpulkan bahwa alternatif B lebih baik dari A. Soal-soal : 1.1 %/hari secara kontinyu.Inc. Daftar Pustaka: Barish. Surabaya..N. dilakukan perhitungan ekivalensinya. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Penerbit Guna Widya. Edisi Pertama. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun bila suku bunga adalah : a). Surabaya 6 . Hitung suku bunga nominal dan majemuk dalam setahun. Haryono. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. untuk membandingkan kedua alternatif tersebut. Ekonomi Teknik. 12 % tiap enam bulan b). N. 1995. 0. Mc Graw Hill Book Co.N. Pujawan. Hitung suku bunga majemuk dalam setahun jika diketahui suku bunga adalah : a). 2004. 0. New York. 1990.Investasi B lebih besar dari A. Ekonomi Teknik. 12 % tiap bulan 2.

. 1..... yakni: F = P (1 + i)n = P (F/P . n). i% ...1 (F/P . n) = (1 + i)n disebut faktor jumlah bergabung....2... maka pada akhir tahun ke n menjadi P (1 + i)n atau nilai P akan ekuivalen dengan P (1 + i)n setelah n tahun...BAB II EFFECTIVE INTEREST RATE Simbol-simbol : i = suku bunga tiap periode n = jangka waktu / umur teknis P = jumlah uang sekarang (present worth) F = jumlah uang mendatang (future worth) A = pembayaran seri merata(anuitas) G = pembayaran secara gradien Hubungan antara P.. F dan A sebagai fungsi dari i dan n adalah : A. 7 . i% ...... Pembayaran Tunggal.. Faktor jumlah bergabung Misal sekarang ada uang sejumlah P dan diinvestasikan dengan suku bunga 1 tiap tahun.. yang nilai-nilainya telah ditabelkan.. Diperoleh : Tahun Jumlah uang awal periode + Suku bunga akhir periode = Jumlah uang akhir tahun 0 1 2 3 • • • n P P P (1 + i) P (1 + i)2 • • • P (1 + i)n-1 + + + + Pi Pi (1 + i) Pi (1 + i)2 • • • Pi (1 + i)n-1 = = = = P P (1 + i) P (1 + i)2 P (1 + i)3 • • • P (1 + i)n = Jadi jika jumlah uang sekarang P..

000 (0.000. Faktor jumlah sekarang (kebalikan dari rumus 2.1: Dengan bunga 10 % pertahun.P = F (P/F.000. agar pada 1 Januari 2005 modal tersebut menjadi Rp. Pembayaran Seri Merata 1. 1..000.i %.2 : Beberapa modal yang harus diinvestasikan pada 1 Januari 1995. n) = (1 + i). F = Rp.1. 3) = 1.000.i %. i = 0.000 (1 + 0. 10 %.000 F = 1.000. 10) = 1. 1.000. 1.akan ekuivalen dengan berapa dalam 3 tahun ? Penyelesaian : P = 1.10)3 = 1.Secara Grafis : P = 1.791.791.000..331. 2.Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah Rp. P = F (1 +i).331.000.000.2 (P/F.Jadi nilai ekuivalennya adalah Rp.000.000.000. uang Rp. 1.1 : P ekuivalen dengan F.000.791.331.dengan bunga 6% pertahun? Penyelesaian : n = 10.- B.3310) = Rp. Faktor terpendam (sinking fund factor) Tinjau situasi berikut: 8 .000 (F/P.5584) = Rp.Contoh 2.000 .1) Dari rumus 2. 1.000(1. 6 %. 1. 1.n = F (P/F. Contoh 2.000 0 1 2 3 n Gambar 2.10 F = 1.n disebut faktor jumlah sekarang.n) ………………………2.000.000.

+ (1 + i )n – 1 Ruas kiri dan kanan dikalikan (1 + i ).n) ………………………2.i %.Modal sejumlah A diinvestasikan pada tiap akhir tahun selama n tahun (lihat Gambar 2.i %.3 F(A/F..2) : F A A A A A 0 1 2 3 n-1 n Gambar 2.2 : Pembayaran merata A ekuivalen dengan F Tahun Investasi Nilai investasi pada tahun ke n 1 2 3 • • • n A A A • • • A A (1 + i)n-1 A (1 + i)n-2 A (1 + i)n-3 • • • A F = A 1 + (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 + …………. diperoleh (1 + i ) F = A (1 + i ) + (1 + i )2 + (1 + i )3 ………… + (1 + i )n = A∑ (1 + i ) t t =1 n Kurangkan dengan persamaan mula-mula diperoleh : i F = A (1 + i)n – 1 A=F i (1 + i ) n − 1 = F(A/F.n) = i disebut faktor terpendam (1 + i ) n − 1 9 .

10 . i %. 10. n) = 10.3 : Misal seseorang ingin mendepositokan uangnya setiap 3 bulan. 6.3 : P ekuivalen dengan A Contoh 2. berapa yang harus ia depositokan tiap 3 bulan..dengan uang muka Rp.000. Faktor Pengembalian Modal (Capital recovery factor) Dari rumus 2. 184..4 (A/P.000 (A/F. n = 40.000 tiap 3 bulan.i %.000 . i = 1½ % A = F(A/F.4: Misal seseorang ingin membeli sepeda motor seharga Rp. 1. 10.dan sisanya diangsur selama 48 bulan dengan angsuran sama.240. 1 ½ .40) = 184. 2.200.000 Jadi ia harus mendepositokan sebesar Rp.000.000.000.000. i %. Jika bunga 1 % maka hitung besar angsuran tersebut. Pemyelesaian : F = Rp. n) = i (1 + i ) n disebut faktor pengembalian modal (1 + i ) n − 1 Secara Grafis : P A A A A 0 1 2 3 n Gambar 2.3 diperoleh : A=F i (1 + i ) n i i = P (1 + i)n =P (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 (1 + i ) n − 1 Atau A = P (A/P. sehingga pada akhir tahun ke 10 ia memiliki uang Rp.1 dan 2.000. n) ………………………………2.Contoh 2.suku bunga tiap tahun adalah 6 %..

. 6 %. 179. i %.000 F = A(F/A.2. Dari rumus 1.450 3.960. diperoleh P=A (1 + i ) n − 1 = A (P/A. 100. i %.4. n) disebut faktor jumlah sekarang Contoh 2. A = Rp. 6 %. i = 1 % / bulan A = P (A/P.179.- 4.200.000 = 4. i %.200 P = A (P/A.dengan suku bunga 6% / tahun . Penyelesaian : i = 0. diperoleh A=F i (1 + i ) n − 1 F=A (1 + i ) n − 1 = A (F/A. 100.2. 5) = Rp.000 N = 48 bulan.0263) = Rp.960. n) = 100.6 i (i + 1) (P/A.5 (F/A.240. Faktor jumlah bergabung Dari rumus 2.700.06.000 – 1.3.450 Jadi besar angsuran tiap bulan adalah Rp.000 (0.5: Seseorang mendepositokan uangnya tiap akhir tahun sebesar Rp. 48 ) = 4.6: Berapa yang harus didepositokaan 1 Januari 2000. 130. n) ……………………………………….582) = Rp. n) = 4. n = 7 . i %. n) ……………………. 563.selama 7 tahun dengan suku bunga 6 % tiap tahun.Penyelesaian: P = 6.000 (A/P. Penyelesaian : A = Rp.. n) disebut faktor jumlah bergabung (untuk pembanyaran seri merata) Contoh 2. Faktor jumlah sekarang (untuk pembayaran seri merata). agar tiap tahun dapat diambil Rp.11 . i %.200 (5. i %. 130.000 (F/A. i %. 1.000. n) i F = A (F/A.000. i %. 7) = 179.960.200. Berapakah uang yang dimilikinya pada akhir tahun ke 5.000.

-. Jadi sebagai gradien (G) adalah Rp. 6. 1.C. asuransi.000. Misal sebuah mesin dalam kondisi baru berharga Rp.700.000.4.-..-. demikian seterusnya naik Rp.umur teknis 6 tahun dan nilai akhir (salvage value) nol. Grafik Gradien Diperoleh : F=G = = F = (1 + i ) n −1 − 1 (1 + i ) n − 2 − 1 (1 + i ) 2 − 1 (1 + i ) − 1 + + . 200.000.500.000. Pembayaran Seri Tidak Merata Contoh masalah : Biaya pemeliharaan suatu mesin selalu bertambah sesuai dengan umur mesin tersebut. + (1+i)2 + (1+i) ..tiap tahun. + + i i i i G (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. biaya energi dan sebagainya) ditaksir pada tahun pertama Rp. 1.000. gaji karyawan..200..000. pada tahun kedua Rp.. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan (antara lain pajak..Secara umum: P (n-1)G 2G 1G 0G 3G 0 1 2 3 4 n Gambar 2.900. + (1+i)2 + (1+i) + 1i i G (1 + i ) n − 1 nG − i i i (1 + i ) n − 1 i nG i − n i (1 + i ) − 1 i (1 + i ) n − 1 Jadi : A= G i = G nG i − i i (1 + i ) n − 1 12 .000..(n-1) i G nG (1+i)n – 1 + (1+i)n – 2 + …. pada tahun ketiga Rp.1..

000 155.untuk selama 7 tahun. i %. 1.000. (2). 8) = 155. Contoh 2.000 190.842) = Rp.657.000 (P/G. Hasil diatas sebagai : A= G nG i 1 n i − =G − n i i (1 + i ) − 1 i i (1 + i ) n − 1 A = G(A/G. 1..657. Faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang Dengan penalaran yang sama maka diperoleh : P = G (P/G. 8) + 35.7 : Biaya pengoperasian dan pemeliharaan suatu mesin pada akhir tahun pertama adalah Rp.(1). n) disebut faktor konversi gradien untuk nilai uang sekarang. n) disebut faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata. i %.200. i %. n) = (A/G. Penyelesaian: P 400.Jadi jumlah uang yang diperlukan sekarang adalah Rp. 35. i %. n) (P/A. Faktor konversi gradien untuk pembayaran seri merata.210) + 35.000 0 1 2 3 8 P = 155. n) (A/G. n) (P/G. 6 %.000 (P/A.000.000 (19.000 (6.- 13 .155.-. dan naik tiap tahun Rp.200. i %. Berapakah uang yang harus disediakan sekarang untuk pengoperasian dan pemeliharaan selama 8 tahun jika suku bunga 6% tiap tahun. 6 %. i %.000 225.

200.000. F1 = 1.500. karena F1 = F2 = F3 = F4 : P = F (A/F.05 P1 = F1 (P/F.200.200.000.000.000 1. 2.200. F2 = 1.000 0 5 10 15 20 n1 = 5.000 1.000 pada tahun ke 20? Penyelesaian : P 1. 20) = 1. F4 = 1.000 .1.300 Jadi modal yang harus diinvestasikan adalah: P = P1 + P2 + P3 + P4 = Rp. 1.18097) (12.200.200. 2 tahun kemudian Rp. Rp. 5) (P/A. 5 %.200.000 (0. 10) = 1.200.8: Berapa modal yang diinvestasikan sekarang dengan suku bunga 5%. 1.Contoh 2.000 1.9 : Seseorang mendepositokan uangnya sekarang Rp.700 P3 = F3 (P/F. 20) = 1.000 pada tahun ke 5. 2.706.000.462) P = Rp.400 Cara langsung. n4 = 20.000.3769) = 452.200. 5 %.000 (0. 1. dan 4 tahun kemudian Rp. 2. Contoh 2.000 (0. 5 %. Berapakah jumlah total uangnya pada tahun ke 10.200. i = 0.200.1.7835) = 940. Rp.200 P4 = F4 (P/F.300 ( perbedaan kecil timbul. n3 = 15.000 (0. n2 = 10. 5) = 1.200.200 P2 = F2 (P/F. agar dapat disediakan Rp.200.4810) = 572. 1.706. sebab adanya pembulatan).000 (0.200. 15) = 1.200.000 F3 = 1. 5 %.000 pada tahun ke 10.6139) = 736.000. 5 %.000 pada tahun ke 15 dan Rp. semua dengan suku bunga sama yaitu 8 %. 14 . 5%.000.200.200.

000 tiap tahun untuk selama 15 tahun.1400 − 0.13907 (A/P.000. F = F1 + F2 + F3 = P1 (P/F.12 − 0. 10) + P2 (P/F.1 %. 12 %.500.000 (1. 7.000.000 F 0 2 4 8 Dari gambar terlihat n1= 10.000 A = ( A / P..000 P2 = 1.000 diharapkan menghasilkan penerimaan Rp. n2 = 8. A = 7.dengan suku bunga 7%/tahun.10 : Suatu investasi Rp.13907 Jadi i kira-kira 11.000.000.000.11 + (A/P. Dalam artikel keuangan disebut figure of menit (measure of worth).000.111 0. 15) = 0. 8 %.000.P1 = 2.8509) + 1. n3 = 6.- Contoh 2. 100.000 (2. 8) + P3 (P/F.681.500. Berapa kira-kira i (suku bunga) dari invetasi tersebut ? Penyelesaian : n = 15. 50. Contoh 2.000 P Cara coba-coba (trial and error): Untuk i = 11 % i = 12 % i = 0.000 A = P(A/P.11: Seseorang meminjam uang dari bank Rp. (catatan : suku bunga yang diperoleh disebut interval rate of return (IRR).000.1589) + 1. profitability index (PI).000 Jadi jumlah total uangnya pada akhir tahun ke 10 adalah Rp.000. i %. 8 %.000.000. 8 %. i %. 8.000.11) = 0.13907 (0.14682 0. 15) 7.000.14862 − 0.681.1400 50.000 P3 = 1. 11 %.000 (1. P = 50. 15) = 0. 6) = 2. Pinjaman tersebut harus diangsur tiap 6 bulan selama 30 tahun dengan jumlah angsuran 15 .15) = = 0.000.5869) = 8.

mulai 1 Januari 2006.000. 5 1/2 .03392) = 255.000 .538) = 7. P = 100. 8) = 7. 5 ½. 16 .200 Jadi pokok yang telah dibayar = Rp. 3 ½ %.000 P1 A A A A A 0 1 2 3 20 60 A = P (A/P. 40) = 85. Berapa pokok dari uang tersebut yang telah di bayarkan pada akhir tahun ke 10 (tepat setelah angsuran ke 20 dibayar).009. i %. 3 ½ %. jika suku bunga 11% / tahun.000 (A/F.000 Contoh 2.538.200 = Rp. 100.009.000 selama 5 tahun.538.000 (0.538. 10) = 1. Penyelesaian : A1 A1 A1 A A A 0 1 2 18 19 20 28 A = 1.Rp.000. 14.12 : Berapa jumlah uang yang harus didepositokan pada tanggal 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005 agar tiap 6 bulan dapat diambil Rp.000 A1 = jumlah uang yang didepositokan P18 = A (P/A. 1. 85. 8) = 7.000 P18 = menjadi F untuk A1 A1 = F18 (A/F.000.612.000 Pokok yang belum di bayar P1 = 4.612. 60) = 4.000.yang sama.690 Jadi harus didepositokan Rp. 5 ½ .000.000 (A/P.388.690 tiap 6 bulan mulai 1 Januari 1997 sampai 1 Juli 2005.000 (P/A. n) = 100.000.000 (7. 255.

000 17 .000.000.000 Sewa Rp.000 tiap awal tahun. 5.000.000 i = 8 % : . 100. Hitung suku bunga (rate of return) antara selisih antara kedua alternatif tersebut.000. Jika dibeli.000. 5.75. Penyelesaian : P (biaya awal) Tahun (1 – 14) Nilai akhir (tahun ke 15) Beli Rp.000 + 5.000.000 pada tahun ke 15. 7%.01) = 7.000 100.000.965.000 (P/F. harganya Rp.000 0 1 2 3 15 Untuk menghitung rate of return.69% 4.000. 8%.000.000.965.13 : Untuk memperluas usahanya sebuah perusahaan ingin membeli sebidang tanah atau menyewanya selama 15 tahun.000 5.000. 7 %.000 5. 5. 14) + 100. Harga jual tanah tersebut ditaksir Rp.000 + 2. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7 % : .000.000.000 Rp.000.260. digunakan rumusan sebagai berikut untuk lebih mendalam lihat rumus Bab 5 : Nilai bersih sekarang (net present worth = NPW = 0) 0 = .000 − 0 (0.000 Rp. 15) = 4.000.75.000 (P/A.000. 100. i %.000.000.000 (P/F.000 + 5.000 Grafik beli sewa : 75.000.000 (P/A.-. 14) + 100. 14) + 100.000 (P/A.260.000.75.000 (P/F.000 5. i %.000.000.000 + 5. Jika disewa ongkosnya Rp.000 5.965. 8%.Contoh 2. 80.000 i = 7% + 4. 15)= -2. 80.000.

000.000 (A/F.15)) + 5.400 − 0 (0.5) − 50.000 ( A / P. i %.000 − 250.5) = 0 Dengan cara coba-coba : i = 10% ______ 595.000.400 i = 7% + 545.000 + 95.000 + 200. 150.000 − 250. i %.000 Rp.15) = 545. 15) + 5. 250.000 Rp.15) + 5.000.650 i = 12% ______ 595.15) = −263.000 + 95. 15) Dengan cara coba-coba : i = 7% : −75.000.400 Catatan : Untuk mengetahui interprestasi hasil ini lihat Bab 5.000 + 95.600 18 .000 ( A / P.000 (A/P.400 + 263.397) = −13.000 50.01) = 7. 0 = . i %.Cara lain : Nilai bersih pembayaran merata (net annual cost atau net equivalent uniform annual cost = NEUAC) = 0.000.000 − 250.7%.000 (3. 595.000.000.862) = −9. 200.75.000 ( P /.000 250. 100.000 P1 P11 = 250.7%.000 250.000 200.8%.000 Rp.000 50.67% 545.400 i = 8% : −75.605) − 50.000 150.000 ( P / G .000 Grafiknya : 595.000 ( A / F .000 100.000 (6.791) − 50.000 Rp.000 (3.000 Rp.7%.000.000 150.000 (6. 50.000. Contoh 2.14 :Hitung rate of return investasi yang ditabelkan sebagai berikut: Tahun 0 1 2 3 4 5 Aliran Kas – Rp.000 100.000 0 Nilai biaya sekarang – Nilai penerimaan (keuntungan) sekarang = 0 yaitu P – P1 + P11 = 0 atau : 595.000 ( A / F .

000 (20.000. Penyelesaian : P = 20.15%.10)( F / A.781.000. Modal awal Rp. Menurut staf ahli investor tersebut.000 untuk selama 20 tahun.000 20. Modal awal Rp.15%.000 ( A / G.000 10 2 3 4 1 F = 20. 20.000 F 480.000 400. tentukan nilai pendekatan suku bunga dari investasi berikut: a. 5.781.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 untuk selama 8 tahun.000.83% 13. 3.10) = 20.000.000 dan tiap tahun menghasilakn Rp.650 − 0 = 10.10) + 40.3)(20. 40.Jadi i = 10% + 2% 9. G = 40.10) + ( F / A.000.000 dan tiap tahun menghasilkan Rp.000. 500.000.304) = 91. b.650 Contoh 2.000 (4.000. A = 400.304) + 40. 19 . 600.000 520.000 ( F /.000. tanah tersebut dapat dijual 10 tahun lagi dengan harga yang menguntungkan. Berapa harga jual tanah tersebut 10 tahun mendatang jika investasi tersebut menghasilkan suku bunga (pertumbuhan) 15 % sebelum pajak.000 (3.15 : Seseorang investor ingin membeli sebidang tanah seharga Rp.600 + 9.- 0 Soal-soal : 1.15%.000.000 Jadi 10 tahun mendatang investasi tersebut akan menghasilkan Rp.0456) + 400. dan ditaksir pajak tersebut akan naik Rp. Dengan menggunakan tabel suku bunga dan interpolasi. Jika tanah tersebut dibeli tahun pertama.000 440.000. 91.

suku bunga bank tersebut b).000 tiap tahun untuk selama 15 tahun dan nilai akhir peralatan tersebut pada akhir tahun 15 adalah Rp. 50. 1. 6.000 (bantuan mulai diberikan pada akhir tiga bulan pertama umur 65 tahun).000 dan harus dikembalikan Rp.000 dalam 1 minggu.000.480 .200 . (besar angsuran sama). 10.500. Seseorang meminjam uang dari suatu Bank pasar Rp.i = 10. 3. 50. 50.Rp. Bantuan tersebut diberikan tiap 3 bulan sebesar Rp. Hitung : a). uang sejumlah Rp. b) Rp. b).000 pada 12 tahun mendatang.000 Jawaban : a).i = 15.000. i = 6. Uang sejumlah Rp. Jawaban : a).000.000. Deposito berakhir apabila orang tersebut telah mencapai usia 65 tahun.100. b). d). Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bulan. hitung pertanyaan-prtanyaan berikut : a). Sebuah yayasan sosial ingin mengembangkan dana sosial untuk membantu manula yang berusia antara 65 sampai 90 tahun. berapa besar angsuran yang harus dibayarkan tiap tahun untuk selama 20 tahun.c). 1.88 %. 40.000. 250. Dengansuku bunga 11 % tiap tahun. c).31 %. suku bunga majemuk bank tersebut tiap tahun. pinjaman sebesar Rp.6 %) 2. d) Rp. 770.000 .44 %. c). akan ekuivalen dengan barapa sekarang. a).i = 25 %.000.143. 20 . c). c).000 4.i majemuk = 109475. 4.000. suku bunga nominal bank tersebut tiap tahun. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 25 tahun. Investasi sebesar Rp.000 dan menghasilkan penghematan Rp.000 akan menghasilkan pendapatan berapa setiap tahun untuk selama-lamanya (anggap n ∞ ). 8. 753. b). Modal awal untuk suatu peralatan Rp. 15.000 akan ekuivalen dengan berapa 40 tahun mendatang. Untuk itu yayasan mendepositokan uangnya di suatu bank dengan suku bunga 8% tiap tahun.c. Jawaban : a) Rp.i nominal = 1300%.

b). 9.Inc. 1992.480. New York. Daftar Pustaka: Au. 34.460 . Engineering Economics for Capital Invesment Analysis. New Jersey. Edisi Pertama. Tung and Thomas P. b) Rp. 1995. Berapa yang harus didepositokan tiap 3 bual. Penerbit Guna Widya.Au. jika orang yang akan dibantu tersebut sekarang berusia 40 tahun.N. N. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Jawaban : a) Rp. Ekonomi Teknik. Surabaya 21 . Second Edition. Pujawan. Mc Graw Hill Book Co..N. Prentice Hall International Inc. 2004. Barish.

Dalam situasi tertentu. Jika perhitungan berkaitan dengan cost disebut equivalent uniform annual cost (EUAC) dan jika dengan benefit disebut equivalent uniform annual benefit (EUAB). pembayaran merata dan gradien ke-ekuivalen-nya pada saat yang lain. Fixed Output : Sasaran yang hendak dicapai tetap. Misal Seseorang manajer teknik mempunyai budget Rp. sebagai criteria penggunaan EUAC atau EUAB untuk pemilihan dua alternatif atau lebih sebagai berikut : Kategori Kriteria (annual cost criterion) Fixed input Fixed output Neither input or output fixed Maksimalkan EUAB Minimalkan EUAC Maksimalkan [EUAB – EUAC] 22 .000 K untuk perawatan mesin-mesin. Misal sebuah perusahaan melakukan pekerjaan diluar kemampuannya. Neither Input or Output Fixed : Modal maupun sasaran tidak pasti/tidak tetap.BAB III EQUIVALENT UNIFORM ANNUAL COST Metode-metode yang telah dibahas pada Bab II menunjukkan cara-cara untuk mengkonvirmasikan sejumlah uang. Dalam bab ini akan dibahas suatu metode yang berkaitan dengan mengkonvensasikan semua aliran kas ke jumlah biaya tahunan yang ekuivalen. Dalam ekonomi teknik. kita sering berhadapan pada sejumlah alternatif dan kita harus memilih salah satunya yang paling ekonomis. EUAC atau EUAB biasanya digunakan untuk menentukan pilihan antara 2 alternatif atau lebih. Fixed Input : Modal atau sumber-sumber daya tetap. 2. Perhitungan-perhitungan suku bunga majemuk tersebut merupakan bagian yang penting dalam melakukan anlisa ekonomi. Berdasarkan kategori diatas. Pada umumnya masalah analisa ekonomi dapat dikategorikan salah satu dari berikut : 1. 10. 3. sehingga diperlukan biaya-biaya tambahan (antara lain waktu lembur) Supaya dapat dicapai standar yang telah disepakati. Misal seorang kontraktor telah menekan kontrak dengan biaya tetap untuk memperbaiki sebuah pabrik.

700 500.15) = 10. n) + Fi ………………………….000 Rp.5) − 600 K ( A / F . n) − S ( A / F . 1.8%.15) − 1000 K ( A / F . listrik.000. 500. 1.649.5) = 5000 K (0.000. i %. pajak.8%. i %.700 CR = 10. dan sebagainya.000 K (0. n) atau atau CR = ( P − F )( A / P. 10.2505) − 600 K (0. 200.3.000 Alternatif B Rp. i %. 5.000 15 tahun 5 tahun Biaya pengoperasian dan pemeliharaan telah termasuk asuransi.1 : Tinjau 2 alternatif investasi berikut Alternatif A Biaya awal Biaya pengoperasian dan Pemeliharaan tiap tahun Nilai akhir Umur teknis Rp.1705) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (A) Alternatif B : = = 1.1 CR = Pi + ( P − F )( A / F . Contoh 3.000 Rp.000 K ( A / P.000.200 200. Penyelesaian : Perbandingan biaya yang ekuvalen yang dikeluarkan tiap tahun adalah sebagai berikut : Alternatif A CR = 5000 K ( A / P.000 + = Rp.331. 1.149.8%. tentukan alternatif mana yang dipilih.0368) Biaya pengoperasian dan pemeliharaan /tahun EUAC (B) = = 1. Dengan menggunakan suku bunga i = 8%.000 + = Rp.200 23 . Rp.000 600. n) dimana S = nilai akhir.131.8%..000 Rp.Jika nilai akhir tidak sama dengan nol maka disebut Capital recovery cost (CR) yang diberikan oleh : CR = P ( A / P.000 K (0.1168) − 1. i %.

000.700 0 1 2 3 4 5 1.000 5.649.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Grafik ekuivalensinya: 1. Interpretasi : untuk alternatif A grafik yang bersesuaian sebagai berikut : 5.649.000.700 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 1. 24 .000 600.700 0 1 2 3 4 5 Alternatif B dapat dibuat dengan cara yang sama dengan diatas. sebab biaya yang dikeluarkan tiap tahun lebih kecil dari pada alternatif A.649.000.000 5.000 600.Dari hasil perhitungan diatas dipilih alternatif B.

000 .000 + 1.20.000 + 300.000. 8. beberapa asumsi mengenai akhir tahun kelima dan kesepuluh untuk alternatif A harus diberikan antara lain diasumsikan bahwa pada akhir tahun ke 5 dan 10. Eugene L Bab 20).000 . Alternatif yang mempunyai umur teknis yang cukup lama tersebut dapat dianalisis dengan menganggap umur teknis n menuju ∞ dan nilai akhir atau S dianggap 0.700.000 .500.000 + 600.000. Kalau akhir pada tabel menunjukkan bahwa ekstra pengeluaran sebesar Rp.500.000.000 + 400.000 .000/tahun . 5.5.12.200. dalam hal ini alternatif B lebih ekonomis.200.400.000/tahun + 4.000 -10.000 + 600. yang berarti analisisnya cukup ruwet untuk dilakukan (cara mengatasinya lihat Grant.200.000.000 .000/tahun .000.000.000 + 300.000/tahun .700.000.000.200. biaya awal untuk alternatif A diulang kembali (lihat gambar dan tabel diatas).000/tahun .000 -500.000 + 8.000 +300.500.200.000/tahun + 300.5.000 akan menghasilkan Rp.000 Jika alternatif A dan B dibandingkan untuk periode 15 tahun. Karena 15 habis bibagi dengan 5 maka analisis dan aliran kasnya dapat dilakukan secara sederhana.000 .000 + 600.000 .Tabel aliran Kasnya : Tahun Alternatif A Alternatif B B–A 0 1–4 5 6-9 10 11-14 15 -5.000/tahun .000 . dengan 5 siklus untuk alternatif pertama dan 4 siklus untuk alternatif yang kedua. Dalam perbandingan 2 alternatif yang mempunyai umur teknis misal 12 tahun dan 15 tahun maka sebagai periode analisis adalah kelipatan persekutuan terkecil dari 12 dan 15 yaitu 60 tahun.000 . maka sebagai periode adalah 260 tahun.700.000/tahun + 300.000 -500.000/tahun + 300. Jika umur teknis masingmasing alternatif adalah 13 dan 20 tahun. 25 .000.000 -500.5. Membandingkan alternatif-alternatif yang mempunyai usia pakai abadi Dalam pratek mungkin umur teknis suatu proyek (misalnya bangunan dam) dapat mencapai umur 60 tahun atau 100 tahun.200.

Jadi diperoleh :

CR = ( P − F )( A / P, i%, n) + Fi CR = P( A / P, i%, n)
CR = Pi

bila F ≠ 0 bila F = 0 bila n ∞

Contoh 3.2: Bandingkan EUAC secara abadi untuk 2 alternatif proyek pemerintah berikut dengan menggunakan suku bunga 9%. Alternatif pertama memepunyai biaya awal investasi Rp.150.000.000, yang terdiri atas Rp. 75.000.000 untuk pembelian tanah (diasumsikan abadi ) dan Rp. 75.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tanpa nilai akhir dan ditaksir biaya pembaharuan bangunan tersebut Rp. 75.000.000 untuk tiap 30 tahun. Biaya pemeliharaan tiap tahun selama 10 tahun petama adalah Rp. 10.000.000 dan untuk tahun-tahun – tahun berikutnya Rp. 7.000.000 tiap tahun. Alternatif kedua mempunyai biaya awal investasi Rp. 250.000.000, yang terdiri atas Rp. 100.000.000 untuk pembelian tanah dan Rp. 150.000.000 untuk bangunan yang memerlukan rehabilitasi tiap 50 tahun dengan nilai akhir Rp. 30.000.000. Andaikan bahwa penerimaan bersih untuk tiap-tiap pembaharuan adalah Rp. 120.000.000. Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 4.000.000.

Penyelesaiannya : Diagram untuk alternatif I.
75.000.000 10.000.000 75.000.000 7.000.000

0

1

10 11

30

60

EUAC (I) = 75.000.000(0,09) + 75.000.000( A / P,9%,30) + 7.000.000 + 3.000.000 (P/A, 9 %, 10) (0,09) = Rp. 22.784.000

26

Diagram untuk alternatif II.
120.000.000 150.000.000 100.000.000 4.000.000 (abadi) 120.000.000 120.000.000

0

1

50
30.000.000

100

150

EUAC (II)

= (150.000.000 – 30.000.000) (A/F, 9 %, 50) + 30.000.000 (0,09) + 100.000.000 (0,09) + 4.000.000 = Rp. 26.648.000

Jadi pilih alternatif I, karena biaya tahunannya lebih murah.

Contoh 3.3 : Sebuah universitas ingin membangun instalasi penjernihan air bersih sendiri dengan menggunakan sumber air sejauh kira-kira 3 mil dari universitas tersebut. Untuk penyaluran air bersih tersebut, di pertimbangkan dua jenis pipa yang mana akan di pilih salah satunya, dengan data sebagai berikut : Pipa A Biaya awal Umur teknis peralatan Biaya awal peralatan Umur teknis peralatan Rp. 120.000.000 60 tahun Rp. 15.000.000 20 tahun Pipa B Rp. 80.000.000 30 tahun Rp. 20.000.000 20 tahun Rp. 4.000.000

Biaya energy untuk pompa pertahun Rp. 3.000.000 Pertambahan biaya energy Untuk pompa tiap tahun Rp. 60.000

Rp.

80.000

Dengan menggunakan periode 60 tahun, bandingkan EUAC (A) dengan EUAC (B) dengan menggunakan suku bunga 6 % (suku bunga kecil sebab investasi tas merupakan organisasi sosial). Andaikan nilai akhir untuk pipa dan peralatannya adalah nol dan andaikan biaya peremajaan selama periode 60 tahun sama besarnya dengan biaya awal.

27

Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (A) :
15.000.000 15.000.000 120.000.000 15.000.000 3.000.000 60.000

0

1

20

40

60

EUAC (A) = 120.000.000 (A/P, 6 %, 60) + 15.000.000 (A/P, 6 %, 20) + 3.000.000 + 60.000 (A/G, 6 %, 60) = Rp. 12.621.000 Diagram untuk EUAC (B) :
80.000.000 20.000.000 80.000.000 20.000.000 4.000.000 20.000.000 80.000

0

1

20

30

40

60

EUAC (B) = 80.000.000 (A/P, 6%, 30) + 20.000.000 (A/P, 6%, 20) + 4.000.000 + 80.000 (A/G, 6%, 60) = Rp. 12.739.000 Berdasarkan perhitungan diatas pilih alternatif A

Contoh 3.4: 2 Jenis heat exchanger ingin dibandingkan biaya pemakaiannya dalam industri kimia tertentu. Jenis Y harganya Rp. 8.400.000 dengan umur teknis 6 tahun dan nilai akhir nol serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp. 1.700.000. jenis Z harganya Rp. 10.000.000 dengan umur teknis 9 tahun, niali akhir serta biaya pengoperasiannya tiap tahun Rp.1.500.000 K. jika jenis Z dipilih, maka ada pajak ekstra yang di taksir Rp. 200.000 tiap tahun. Bandingkan EUAC kedua jenis heat exchanger tersebut dengan i setelah pajak 16%.

28

Cara lain adalah dengan cara eksplisit yaitu dengan menggunakan kelipatan persekutuan terkecil dari 6 dan 9 sebagai perbandingan.700.000 29 .800.400. 16 %.Penyelesaian : Diagram untuk EUAC (Y) : 8.700.000 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 EUAC (Z) = 10.700.400. 9) + 1.400.000 0 1 6 7 12 13 18 EUAC (Y) = 8. Caranya sebagai berikut: EUAC (Y): 8.000 (P/F. 18) + 1. 16 %.400.700. 6) + 1.980.400. 16 %.400.000 1.000 (A/P.000 Diagram untuk EUAC (Z) : 10. 3.000 = Rp.400.000 = Rp. 3.044.700.400. 16 %.000 = Rp. 18) + 8. 6) (A/P.000 8.700.700.800. 12) (A/P.000 (P/F. 16 %.000 8.000 Perhitungan diatas disebut perhitungan secara implisit.700. 4.000 1. 16 %.000 (A/P. 18) + 8.980.000 Matematika 1.000 1.000 1.000 (A/P.000 0 1 2 3 4 5 6 EUAC (Y) = 8. 16 %.

000. Dua proposal diusulkan. 9)) (A/P.000 = Rp.000 tiap tahun.000.000 Rp. 200.000. Suatu pengujian secara otomatis dapat dilakukan dengan menggunakan unit X atau unit Y.044 . 3. 4. sedangkan fasilitas rekreasi harus diremajakan tiap 10 tahun dengan biaya Rp. Jika unit Y dipilih ada pajak ekstra pada tahun pertama sebesar Rp.000. 9.EUAC (Z): 10.000.000.000 Rp. bangunan tiap 15 tahun harus dilakukan peremajaan dengan biaya Rp. 650. 240.000 10.000.000.800. 18) + 1. Biaya pengoperasian tiap tahun ditaksir Rp.000. tahun kedua sebesar Rp. Harga unit Y Rp.030.700.000 Soal-soal: 1.000. 4. 16.00 . 16 %.800 .000 dan nilai akhir Rp. Dengan i = 20 % setelah pajak. 65. 100.000. tahun kedua Rp.000.000. 7.000 dan selanjutnya tiap tahun naik Rp.000 0 1 9 10 18 EUAC (Z) = (10.000 1.000 Proposal I.000 dan selanjutnya naik sebesar Rp. 250.000 + 10.000 dan nilai akhir Rp.700.000.800.000 Rp. Biaya pengoperasian pada tahun pertama ditaksir Rp.000.700. 665. Harga unit X Rp. 16 %.000. 15. 175. tentukan unit mana yang saudara rekomendasi untuk dipilih? 2. 30.000 Rp.000 Proposal II Rp. 125. Team perencanaan sebuah kota mempertimbangkan untuk mengembangkan pusat rekreasi. 30 . 65. Umur teknis kedua unit tersebut masing-masing ditaksir 10 tahun.800. 2.000.000.50.000 Rp. 12.000.000. dengan masing-masing biaya sebagai berikut: Proposal I Pengembangan tanah (abadi) Bangunan Fasilitas rekreasi Biaya pemeliharaan tiap tahun Rp. 9.000 1.000.000 (P/F.000.000 Rp.

H. Thuesen.Proposal II. Seventh Edition. dengan asumsi bahwa perbaikan-perbaikan yang dilakukan membuat bangunan dan fasilitas rekreasi baru seperti semula. 1985. Fifth Edition.. Leavenworth. and GJ.G.. Mc Graw Hill Book Co. 1981. Principles of Engineering Economy. Singapore. 31 . Daftar Pustaka: Blank.. Engineering Economy. Bandingkan EUAC kedua proposal tersebut secara abadi. Thuesen. John Wiley and Sons.. Fabriky. and Richard S. Prentice Hall of India Private Limited. bangunan dan fasilitas rekreasi masing-masing harus dilakukan peremajaan dengan biaya seperti pembangunan semula. Singapore. Leland and Anthony T. Eugene L. Engineering Economy. W. Grant Ireson.Inc. Second Edition. WJ. New Delhi. Gant. 1982. i = 9%.

Dalam pemakaian perhitungan present worth (PW) untuk membandingkan 2 alternatif (atau lebih) harus digunakan periode yang sama. (Dalam perhitungan EUAC di Bab 2 tidak perlu mempunyai periode yang sama). sehingga dalam analisis mesin A harus diganti dengan mesin yang identik (harganya sama) pada akhir tahun keenam. Misalnya tidak dibenarkan membandingkan PW dari mesin A yang mempunyai umur teknis 6 tahun dengan PW dari mesin B yang mempunyai umur teknis 12 tahun. ingin diketahui ekuivalennya pada saat sekarang. Analisis present worth sering digunakan untuk menentukan nilai sekarang (t = 0) dari uang yang diterima atau yang dibayar pada masa depan.BAB IV PRESENT WORTH Perhitungan disini bertujuan untuk mengkonvirmasikan semua aliran kas ke jumlah ekuivalen pada t = 0 (waktu sekarang). Untuk hal demikian. Tetapi jika misalnya suatu alat X mempunyai umur teknis 11 tahun dan alat Y mempunyai umur teknis 13 tahun analisis dengan PW cukup ruwet untuk dilakukan. Seperti halnya dalam Bab 3. harus digunakan perhitungan dengan menggunakan periode yang sama atau menggunakan EUAC. diperoleh: 32 . Jika digunakan PW maka sebagai periode digunakan kelipatan persekutuan terkecil (KPT) dari 6 dan 12 yaitu 12 tahun. A A 0 B 6 12 0 12 Perhitungan seperti diatas mudah dilakukan sebab KPT tidak terlalu ruwet. Seperti keuntungan masa depan dalam menanamkan modal di industri perminyakan. dengan demikian baru dapat dibandingkan (lihat diagram).

Kategori Present Worth Criterion Fixed Input Fixed Output Neither Input or Output Fixed Maksimalkan present worth benefit Minimalkan present worth cost Maksimalkan present worth benefit .present worth cost atau maksimalkan Net Present worth. pada tahun kedua ada biaya pemeliharaan sebesar Rp. biaya pemeliharaan tiap tahun Rp.1: Harga mesin X adalah Rp. 8) + 500.000 33 . 8 %. 10.000.000.000 500.5. Jika i = 8%. mesin mana yang harus dipilih? Penyelesainnya : Untuk mesin X : 10.000.000. Pada tahun pertama tidak ada biaya pemeliharaan (ada garansi satu tahun dari pabrik).000.000 dan bertambah Rp. 500.000.000 10. 8 %. 26.1 i Contoh 4. 100.000 10.4.000 + 10.000 0 1 4 8 12 PW (X) = 10. umur teknis 4 tahun dengan nilai akhir nol.000. 12) = Rp. 4) + 10.000.000.000 (P/F. 100.521..000 (P/A. Harga mesin Y adalah Rp. 20.8 %.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. Umur teknis mesin Y ditaksir 12 tahun dengan nilai akhir Rp. CAPITALIZED COST Jika n ∞ maka analisis present worth disebut capitalized cost dengan rumus (buktikan) : P= A ……………………………………….000.000 (P/F.000.000.

Δ PW = = = 42. 6%.000.000 0. 12) = Rp. 60) = 203.157. 253. 296.000 (P/G. Penyelesaian : PW (A) = 135.000.000 Dari contoh 3.875.3 dan lakukan analisis dengan menggunakan present worth.000 – 253. 26. Contoh 4.09 Ada perbedaan sedikit.784.000.000 (P/G.864.000 (P/A. 6 %.084.000 (P/F. 30)) + 20.000 (P/A. 20) + (P/F.961. Penyelesaiannya : = Rp.2: Lihat kembali contoh 3.648.2. 22. 26. 6%.784. 6%. 40) + 3.648. 6%. Bandingkan PW kedua alternatif di atas secara abadi. 6%.2.000. 21. Contoh 4.000.333 0.157.927. 8 %.000 3.22.933.000.648.000.09 0.000.000.000 = PW = 0.Untuk mesin Y : 20.000 (P/F.000 + 15.09 EUAC (II) = Rp. 8 %.000 . diperoleh Capitalized Cost 26.478.000. dikarenakan pembulatan.3: Lihat kembali contoh 3.09 Capitalized Cost = 296.000 PW (B) = 80. 60) + 80. jadi dipilih alternatif I.000 (1+(P/F.000 (1+(P/F.000 = 42.000.000.000.000 Jadi pilih mesin Y karena mempunyai PW lebih kecil.000.000 5.084.000 + 100.000 Jadi pilih alternatif A karena PW A < PW B EUAC (I) 34 . maka Capitalized Cost 22.000 = PW = = Rp. 6%.000 + 3.000 100.000 = Rp. 60) = 205. 40)) + 4.000 0 1 2 3 12 PW (Y) = 20. 12) – 5. 20) + (P/F. 6%.784.

000 (P/A.8%.000 dan biaya pemeliharaan Rp. Untuk mesin otomatis.500 . 10) + ( 3.000 (P/F.000.000 / tah un.000. l2.000.000 tiap tahun. harganya Rp 90. 329.000.pa j a k 8 % .000. P enyelesaian: PW (1 mesin manual) = 36.000 tiap tahun. 8%.000. 8%.000.000. Dari kapasitas perluasan usaha diketahui bahwa diperlukan sebuah mesin otomatis atau 2 buah mesin manual.000.000.850. umur teknis 20 tahun dan ditaksir nilai akhirnya adalah Rp 5.000. 36.15) + 2. PW (1 mesin otomatis) = 90.000.000. Harga sebuah mesin manual Rp. 8% 20) = Rp.000.000.000.000.8%.000.000 + 2.500. umur teknis 10 tahun.500.000. Gaji karyawan ditaksir sebesar Rp 8.876.000 (PA.000 tiap tahun.000. 20) + Rp 3. Derdasarkan data di atas jenis mesin mana yang dipilih jika suku bunga setelah.500. 5) (P/A.30. 8% 20) = Rp 167.000 + 27. 5) (8% 15) – 5. Jika mesin oto matis dipilih.000 Jadi dipilih mesin otomatis sebab PW (1 mesin otomatis) < PW ( 2 mesin manual) 35 . nilai akhir Rp 2.000 + 13.000) (P/F. Gaji karyawan ditaksir Rp. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir sebesar Rp.000. Ada 2 alternatif yang dapat digunakan yaitu mesin yang bekerja secara otomatis atau yang bekerja secara manual.000 + 30.Contoh 4. biaya pengoperasian dan meliharaan tiap tahun ditaksir Rp5.000.000.3.000) (P/A.000 + 12. ada pajak ekstra yang harus dibayarkan tiap tahun sebesar Rp.000.500.(6.500 . 8%.000.2. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp.850. 8%. Tiap 5 tahun diperlukan overhaul dengan biaya ditaksir Mesin otomatis memerlukan alat pengontrol yang sebesar harganya Rp.1.20).000.000. PW (2 mesin manual) = Rp 334.000 (A/F.4: Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru untuk menunjang perluasan usahanya.438.000 (P/F.3.000.000 (A/F. umur teknis 20 tahun dengan nilai akhir Rp 6.647.000 + 1.000. 20) + 6. Rp. 8%.500.6.

000. Haryono. Karena lokasinya strategis (dilingkungan perguruan Tinggi). Sistem B memerlukan biaya awal Rp72.000.000.000 pada tahun-tahun berikutnya.Inc.000 pada tahun pertama dan naik Rp 500. Eugene L.800. Second Edition.Soa1 – soal : 1. Engineering Economy.000. Singapore..000 pada tahun-tahun berikutnya. Mc Graw Hill Book Co. Thuesen.16.000 pada tahun pertama dan bertambah Rp 350. Dengan menggunakan i sebelum pajak sebesar 18% . Thuesen.000. Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Ditaksir setelah 15 tahun asrama tersebut laku dijual Rp. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan ditaksir Rp 12. and Richard S.000. Biaya pengoperasian dan pameliharaan di taksir Rp10. Seorang investor mempertimbangkan untuk membeli asrama mahasiswa seharga Rp90..000. Dua alternatif sistem penyediaan air dipertimbangkan untuk digunakan disuatu k o t a k e c i l . Singapore.G. Leland and Anthony T. Leavenworth. Fifth Edition. W.500.000. and GJ.000. K e d u a s i s t e m tidak mempunyai nilai akhir nol. Prentice Hall of India Private Limited. 1982. H.000. Principles of Engineering Economy. 1990. Tiap tahun ditaksir asrama tersebut memberikan penghasilan sebesar Rp 10. 1985.000 tersebut layak dibeli oleh investor tersebut? 2.. Gant. Daftar Pustaka: Blank. 36 .000. New Delhi.000. 1981. diharapkan asrama tersebut selalu terisi penuh. Ekonomi Teknik. s i s t e m A memerlukan bia ya awal Rp 58. Seventh Edition.000 dan tiap 10 tahun diperlukan pergantian elemen-elemen tertentu pada pompa dan ditaksir biayanya Rp. Engineering Economy. Bandingkan present worth kedua sistem untuk pelayanan s e l a m a 20 tahun dengan menggunakan i = 11%.000. WJ. dan ditaksir biaya pemeliharaan tiap tahun Rp 2. apakah asrama seharga Rp 90. Fabriky.65. Grant Ireson.000 dan dapat dipakai sampai 20 tahun tanpa memerlukan biaya pergantian elemen-elemen.. John Wiley and Sons.

untuk mengetahui apakah investasi tersebut menguntungkan atau tidak. Internal Rate of Return (IRR). maka investasi tersebut dapat dilakukan. Perbandingan antara berbagai alternatif yang terdiri atas sejumlah penerimaan / keuntungan dan pengeluaran / biaya yang berbeda dengan periode yang berlainan dapat dilakukan dengan menghitung suku bunganya. metode laju pengembalian modal dapat juga diterapkan untuk memilih salah satu dari dua atau lebih alternatif yang paling efisien atau ekonomis. Seperti halnya dalam perhitungan Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) atau Present Worth (PW). Dalam beberapa keadaan adalah bermanfaat untuk menghitung suku bunga suatu investasi. 37 .BAB V ANALISIS LAJU PENGEMBALIAN MODAL (RATE OF RETURN ANALYSIS ) Dalam bab-bab sebelumnya suku bunga diketahui. jika tidak maka lebih ekonomis menyimpan uang di bank.1 NPW = 0 (net present worth = 0 ). Biasanya suku bunga invastasi tersebut dibandingkan suku bunga yang terdapat di bank atau suku bunga standart. Jika suku bunga investasi tersebut lebih besar dari suku bunga bank atau Minimum Atractive Rate of Return (MARR). dimana dengan suku bunga tersebut kedua alternatif ekuivalen. Pengertian “Rate of Return” atau laju pengembalian modal disini adalah ekuivalen dengan pengertian profit (keuntungan) dalam teori ekonomi.2 atau NAW (net annual worth) = 0 Catatan: Perhitungan untuk mendapatkan rate of return dengan cara ini disebut juga discounted cash flow method atau investor’s method. Jadi dalam hal ini laju pengembalian modal dapat didefinisikan sebagai suku bunga sedemikian hingga: PWbiaya = PWkeuntungan atau atau PWbiaya .PWkeuntungan = 0 ……………………………………… 5. Rate of Return yang diperoleh disebut juga Profitability Index (PI). Jika menggunakan EUAC: EUAC atau = EUAB EUAC – EUAB = 0 …………………………………… 5.

000 _________________________________________________ 0 1 2 3 4 5 NPW = 0 atau PWbiaya – PWkeuntungan = 0 595.000 Penyelesaian : Diagram dari tabel tersebut sebagai berikut: 595.000 + Rp 50.650 38 .000 + Rp 200.000 50.000 100.600 + 9. 1%.000 (6.83% 13.000 + Rp 250.000 (3.650 − 0 = 10.791) – 5.000 – 250. 1%.00 – 250.Contoh 5.000 (P/A.682) = -9.000 (P/G.000 (3.000 250.605) – 50. 5) = 0 Dicoba dengan i = 10% : 595.650 Dicoba dengan i = 12% : 595.600 Rate of Return = i = 10% + 2% 9.397) = 13.000 200. 5) – 50.1: Hitung rate of return untuk suatu investasi yang digambarkan dalam tabel aliran kas berikut : Tahun Aliran Kas 0 1 2 3 4 5 – Rp 595.000 (6.000 + Rp 100.000 – 250.000 150.000 + Rp 150.

15.9.800.000.000 Alternatif B .000 B–A .000 6. 3.300.000 . Dengan menggunakan pengendalian otomatis tersebut.200.9.300.400.000 .15. 400.000 2.200. 9.200.000 6.800. 10) Atau NAW = 0 = -15.000 2.400. pemeliharaan dan pajak masing-masing-masing tiap tahun adalah Rp.800.000 2.000 6. tentukan alternatif mana yang dipilih.000 6.9. Pertama-tama dibuat terlebih dahulu tabel aliran kas tersebut : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Alternatif A .400.000.000 6.9.000.000 (P/A. Pengendalian otomatis tersebut dapat dipakai selama 10 tahun dengan nilai akhir nol.000 2.200. biaya cuti dan sebagainya) ditaksir tiap tahun Rp.000. Karena i = 13.Contoh 5.000.000 2.000 (A/P.000 2.400.000 2.000 tiap tahun. Pengendalian secara manual ini disebut alternatif A. Biaya pengoperasian yang terdiri atas biaya listrik.9.800. asuransi.000.9.800.000. i%.9. pabrik tersebut ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan otomatis ingin mengganti pengendalian material tersebut dengan yang otomatis (alternatif B) yang harganya adalah Rp.800.400.000 6. 10) + 2.200.000 .400.000 . Biaya yang diperlukan untuk gaji karyawan yang mengoperasikan pengendalian material tersebut (termasuk gaji lembur. Jika suku bunga i = 9% (MARR).000. Jika digunakan perhitungan EUAC (Bab 3) maka diperoleh : 39 .000 Dengan cara coba-coba diperoleh i = 13.000 .000 2.000 6.000.400. Rp.000 .000 .9.000 tiap tahun.000 + 2.000 NPW = 0 = -15.3% > 9% maka pilih alternatif B karena lebih ekonomis.1. Jika pengendalian otomatis yang digunakan ada pajak ekstra sebesar Rp.2: Pengendalian material disuatu pabrik dilakukan secara manual.000 2.200.000 6.200. dan Rp. 15.800. Untuk menekan gaji karyawan yang cenderung meningkat.800.800.3%.800.000 2.9.200.400.9.000 .400. gaji karyawan ditaksir akan berkurang menjadi Rp. 300.800.000 6.000.000 6. i%.200.200.000 . 1.100.800.400.200.

000 + 300.EUAC (A) EUAC (B) = Rp.000 Rp.3: Misal ada 2 alternatif yang tabel aliran kasnya diberikan sebagai berikut: Tahun A B 0 1 2 3 . 8.000 (P/A.000 300.000. tentukan alternatif mana yang harus dipilih. hasilnya konsisten dengan perhitungan PW.000 Rp.000 Jika i (MARR) adalah 5%.100.200. 3) = 0. bahwa EUAC (B) < EUAC (A).000 300. Karena 6.000 (P/A.000 + 1.000 Rp.000 + 1.Rp.000 Rp.800.1%. Perhatikan bahwa jika masing-masing alternatif A dan B dihitung rate of return-nya adalah sebagai berikut: A : -2.7% B : -2.000 + 300.000 NPW = 0 = .737. i%. Penyelesaian : Tahun B–A 0 1 2 3 . 2. 3) Dengan cara coba-coba dan interpolasi diperoleh i = 6. 1.000 Rp. 10) + 3. i% .000 Rp.000 = Rp. 800.000.1% > 5% (MARR) maka dipilih alternatif B.800.7% 40 .000. i% . 800.000 (P/A.000 .000 + 400. diperoleh i = 9.000 + 800. 1.3) = 0. 1.800.000 + 300.300. 800.000 = 15.100. 9%. diperoleh i = 8.000.100.Rp.100. Contoh 5.000 300. 9.800. 2.100.000 (A/P.

000.000.000. yaitu proyek X dan Y.085.100.000 Rp 23.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun. pajak pendapatan ditaksir Rp 23. Dengan investasi tersebut ditaksir Rp. tentukan alternatif mana yang dipilih.000.000. Untuk proyek X : 0 = .250.000.000.250. Tiap proyek ditaksir mempunyai nilai akhir Rp.000 tiap tahun.maka investasi dengan biaya yang lebih besar dipilih dan jika i < i maka pilih investasi dengan biaya yang le bih kecil.000 tiap tahun. Dengan menggunakan i (MARR) 11% setelah pajak.000.000. Penyelesaian : Proyek X Proyek Y Biaya awal Penerimaan/ tahun Pengeluaran/ tahun Pajak Pendapatan/ tahun Nilai Akhir Umur teknis Rp 250. pengeluaran tiap tahun untuk pemeliharaan ditaksir Rp 40.000+32. 50.000 + 32.000. Kriteria di atas dapat diperluas untuk 3 alternatif ata u l eb i h .000.000 Untuk i = 13 : . Proyek X memerlukan investasi awal Rp 250.000 Rp 24.000.000. = 13.000 25 tahun Rp 325.000 Rp 32.000.000.000.000. Dengan investasi tersebut d itaksir diperoleh penerimaan Rp 88.000. 25) + 50. i%.000 (P/A.000.000 Rp 100.000 (P /A.000.000. pengeluaran tiap tahun untuk pemelih araan ditaksir Rp 32. pajak pendapa t a n d i t a k sir Rp 24. i%.916.4 : Misal ada 2 proyek. 13%. Proyek Y memerlukan investasi awal diperoleh penerimaan RP 325.000 Rp 88.000.000 (P/A.000 25 tahun Penyelesaian : pertama – tama dihitung terlebih d ahulu rate of return tiap proyek. 25).000 Rp 50.000.000 Rp 50.000.500. Contoh 5.000 + 32. 13% 25)+50.000 (P/F.000.000 tiap tahun untuk selama 25 tahun.000.000 (P/F. 25) + 50.000. 25) Untuk i = 12% : .000 Rp 40. 25) = 3. 12%.. 12%.000.250.000.000.000 41 .000 (P/I'.000.000.

23 % 3.000.000 Karena 12. K a r e n a i t u dipilih proyek X.000 − 1 1% = 12.000 (P/A.000 40 tahun Rp 20.916.000. 42 .500. Contoh 5.000.000 (P/F.000.000. Untuk proyek Y : 0 = .000. Mis a l diberikan dua a l t e r n a t i f dengan data s e b a g a i berikut : Alternatif I Alternatif II Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Tiap tahun Rp 50.000 pada alternatif II.5 : (Menghitung rate of return untuk selisih 2 alternatif y ang mempunyai umur teknis berlainan). yaitu 3.000 Rp 120.085. Hitung rate of return karena adanya investasi ekstra sebesar Rp. i%.Diperoleh i = 12 % + 3. Kare n a k a l a u d i h i t u n g ju g a akan menghasilkan rate of return yang lebih kecil dari 11%. 1 .000 Rp 9.000. 70. 0 0 0 tiap tahun. K a r e n a 10% < 11% maka proyek Y tidak ekonomis (not acceptable). 25) + 50.23 % > 11 %.4%. maka proyek X dapat diterima ( acceptable). i%.000 Jika alter n a t i f I I y an g d i p i l i h m a k a a d a p a j a k e k s t r a s e b e s a r R p .000 Rp 6. 25) Dengan interpolasi diperoleh i = 10%. 2 5 0 .000 20 tahun Rp 10.000. Disini tidak perlu dihitung NPW (X-Y) = 0 untuk mendapatkan rate of return-nya.000 + 13.000 + 36.000.325.916.

000 - 7.000.50. Lenyapkan alternatif yang mempunyai rate of return lebih kecil dari MARR yang diberikan.000 9.t i a p a l t e r n a t i f .000.000 + 10.000 (P/A.000. yaitu a.000. Tahun 0 1 – 19 20 Alternatif I .250.000.000 + 20.000 . c.000 NPW (II – I) = . i%. i%.000 + 40.000/tahun - Alternatif II .7.000.750. 40) = 0 Dengan interpelasi diperoleh i = 2.P e n yelesa i a n : Untuk menghitung rate of return selisihnya dibuat tabel aliran k as sebagai berikut (untuk alternatif I diasumsikan bahwa taksiran pengeluaran 20 tahun kedua sama dengan pengeluaran pada 20 tahun pertama). 20) + 10.000 .000.000 + 1.250.000. Susun alternatif menurut besarnya biaya investasi.70.000 9. dengun alternatif selanjutnya (yang mempunyai biaya investasi lebih besar) dengan prosedur seperti sebelumnya.000 (P/F.000.000.120.000 9.000.000 1.50.7% Perhitungan rate of return untuk 3 alternatif atau lebih : Jika ada 3 alternatif atau lebih yang tidak saling berkaitan (mutually exclusive) maka perhitungan rate of return-nya dapat digunakan penalaran yang sama seperti 2 alternatif.000 + 1.000. Bandingkan alternatif yang diperoleh di c. b.000.750.70.750.000/tahun II – I .000. 40) + 40.000.000 7.750. Selidiki dua alternatif yang mempunyai biaya terendah dengan prosedur s e p e r ti s ebelumnya.000 7. 43 .250.000 + 10.000 21 – 39 40 9. Hitung rate of return t i a p .750. d. i%.000.000 + 10.250.000 1.000 + 1.000 (P/F.

3% B : 0 = – 100. 500. 5). 5). maka alternatif dapat dilenyapkan (tidak dipertimbangkan lagi sebab kurang . tentukan alternatf mana yang harus dipilih. Penyelesaian : Pertama-tama hitung terlebih dahulu rate of return tiap alternatif dengan interpolasi.900 (P/A.000 Rp.200 D Rp. 125.000 + 27. 5).200 (P/A.efisien).200 Keuntungan/tahun Rp.e.000 Rp. 100.700 C Rp. 5). i = 12. diperoleh hasil sebagai berikut. Jadi tinggal 3 alternatif yang harus dibandingkan dan jika disusun menurut besarnya biaya inv es tasi d i p e r o l e h : A Biaya awal Rp. Contoh 5. i%.000 Rp.200 (P/A.000 + 125. 27.700 (P/A. i%.200 Keuntungan/tahun Rp.6 : Diberikan alternatfp sebagai berikut : A Biaya awal Rp.000 Rp. 125. 200.3% C : 0 = – 200.000 + 46. i = 8. 100.000 B Rp. 100. i = 5% D : 0 = – 500.700 44 . i%.000 Rp. 400. i%. Proses dilanjutkan sampai semua alternatif telah diuji dan alternatif terbaik telah diperoleh. 400. 400. 500. Untuk A : 0 = – 400. Penyelesaian. Jika i% (MARR) 6%.000 B Rp.900 Tiap alternatif mempunyai umur teknis 5 tahun dan nilai akhir nol. 27. 46.900 C Rp.000 + 100. i = 8% Karena alternatif C mempunyai rate of return 5 % < 6 %.

100.Bandingkan terlebih dahulu A dengan B : A–B Biaya awal Rp. Karena 7% > 6% maka dipilih alternatif A dan alternatif B dapat dilenyapkan (tak perlu dibandingkan dengan alternatif D).9 % .300.000 + 73. Selanjutnya membandingkan A dengan D. 5) Dengan interpolasi diperoleh i = 7%. i%. D e n g a n i n t e r p o l a s i d i p e r o l e h i = 6.200 NPW (A – B) = 0 = . diperlukan perhitungan rate of return selisihnya (incremental). sebagai berikut: D–A Biaya awal Rp. 21.000 + 21. 73.100. 9 % > 6 % maka .000 Keuntungan/tahun Rp.000 Keuntungan/tahun Rp. 300. Kesimpulan :Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan bahwa perh i t u n g a n rate of return tiap alternatif tidak memberikan d a s a r u n t u k memilih alternatif.200 (P/A.pilih alternatif D. Untuk memilih alternatif yang paling ekonomis.300 NPW ( D-A ) = 0 = . i%. 45 . 5).300 (P/A. K a r e n a 6 .

000 Dengan suku bunga i (MARR) sebelum pajak 18%.000 5 tahun 0 Rp B Rp 40.400.000.000 Biaya pengoperasian dan pemeliharaan Rp tiap tahun 46 .000 Rp 11.000 1.000 A Rp 40.000 Rp 16.000 Rp 16.000.000 Rp 11.000. hitung r a t e o f return yang diperoleh sebelum pajak karena adanya ekstra invest as i pada B.000.000.000 Rp 16. G e n e r a t o r t e r s e b u t t e l a h b e r u s i a 5 tahun dan memerlukan banyak biaya untuk mengoperasikannya agar dapat berfungsi dalam keadaan darurat.000. dan disimpulkan ada 2 jenis generator yang memenuhi syarat dengan data sebagai berikut : Alternatif I Harga Umur teknis Nilai Akhir Rp 40.850.000 40 tahun Rp 2. 2.000 Rp 11. a l ter n a tif mana yang lebih menguntungkan atau ekonomis.000. Suatu komponen elektronik yang digunakan untuk perakitan dapat di buat dengan menggunakan 2 metode yaitu metade A atau B.000.000. Berdasarkan perhitungan tersebut. Data berikut menunjukkan biaya yang berkaitan dengan kedua metode tersebut : Biaya investasi Umur teknis Nilai Akhir Pengeluaran: Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5 Rp 12.000.Soal-soal : 1.000.000 4 tahun Rp 1.000.000 5 tahun 5.000 Rp 9.000.000.000. Sebuah rumah sakit mempunyai sebuah ge n e r a t o r cadangan yang digunakan untuk keadaan darurat.000.000 Alternatif II Rp 80.000.000 Rp 10.000 Rp 1. Ahli teknik rumah sakit telah melakukan studi untuk mengganti generator tersebut.000 Rp 14.

New Delhi. Singapore. Daftar Pustaka: Blank. Thuesen. 1981. Leavenworth. J i k a r u mah sakit tersebut menggunakan i (MARR) 10%. Principles of Engineering Economy.Karena rumah sakit tersebut milik pemerintah maka tidak ada paj a k . Fifth Edition. John Wiley and Sons. and GJ.. Prentice Hall of India Private Limited. 1982. Singapore. W. Mc Graw Hill Book Co.. Leland and Anthony T. Eugene L. 47 . maka tentukan mesin y ang dipilih. Engineering Economy. Engineering Economy. and Richard S. Seventh Edition. 1985. Grant Ireson.G. Thuesen. H.Inc. Fabriky.. Gant.. WJ. Second Edition.

Jika manfaat yang diperoleh lebih besar daripada b iaya yang dikeluarkan maka dikatakan proyek acceptable.Tetapi 48 . untuk itu perlu dilakukan pertimbangan-pertimbangan yang matang. Dalam hal ini perlu berhati-hati untuk melakukan analisis pemanfaatan biaya. disamping adanya maanfaat tapi ada juga kerugian-kerugiannya (disbenefits) antara lain mengorbankan sebagian masyarakat yang tanahnya digunakan untuk proyek tersebut. Seperti halnya evaluasi ekonomis untuk swasta. mana yang relevant dianggap sebagai suatu manfaat dan mana yang tidak. untuk itu perlu dikaji terlebih dahulu apakali biaya (cost) yang dikeluarkan tersebut memberikan manfaat (benefit) yang lebih atau tidak terhadap masyarakat disekitarnya dan tentu saja t e r h a dap program pemerintah sendiri. Dengan adanya proyek tersebut apakah dapat meningkatkan produksi padi daerah tersebut tiap ha. sedangkan sebaliknya tidak. Proyek-proyek tersebut mi s a ln y a. misalnya proyek perbaikan jalan yang bertujuan untuk memperlancar dan mengurangi ke c e l a k aan lalu lintas. mengurangi pengeluaran untuk memperbaiki kendaraan. Contoh lain. karena dapat mengurangi kemacetan dan kecelakaan. dimana hal ini diperlukan tinjauan yang panjang dan luas.BAB VI ANALISA MANFAAT BIAYA ( BENEFIT COST ANALYSIS ) Analisa manfaat biaya (benefit cost analysis) adalah analisa yang sangat umum digunakan untuk mengevaluasi proyek-proyek yang dibiayai oleh pemerintah. Hal tersebut berarti antara lain memperlancar arus ekonomi. Dengan kata lain diperlukan analisa dan evaluasi dari berbagai sudut pandang yang relevan terhadap ongkos-ongkos maupun manfaat yang disumbangkannya. Pada umumnya cukup sulit untuk mengidentifikasikan manfaat (benefit) yang diterima oleh masyarakat. apakah bendungan tersebut dapat dijadikan tempat wisata d an ap akah mungkin untuk membangun PLTA secara ekonomis. analisis pemanfaatan biaya disini juga memperhitungkan suku bunga. p e mer i n tah ingin membangun bendungan baru disuatu daerah. rumah sakit dan obat-obatan. Jelas ini bermanfaat bagi masyarakat. Misalnya dalam pembangunan bendungan tersebut. Analisa ini adalah cara praktis untuk menaksir kemanfaatan proyek.

1. Misal B= benefit dan C = cost maka perbandingan benefit dan cost dihitung degan rumus. Untuk alternatif: A : B/C = B PWbenefit 100. Sedangkan kerugian penduduk karena tanahnya digunakan untuk proyek bendungan tersebut merupakan suatu disbenefit yang harus dipertimbangkan dalam analisisnya. Untuk 3 alternatif atau lebih. Kriteria perbadingan B/C untuk 2 alternatif Hitung perbandingan incremental B/C untuk aliran kas yang merupakan perbedaan antara alternatif biaya yang lebih tinggi dengan alternatif biaya lebih rendah.5) 200. Metode analisis dengan menggunakan B/C adalah ekuivalen dengan analisis rate of return. 6. rumah sakit dan pengec a r a -penga car a.6%.1 = = C PWcos t EUAC Untuk suku bunga i. Dari sudut pemerintah dan pandangan masyarakat. Contoh 6. rumah sakit dan pengacara tidak perlu dimasukkan dan tidak dianggap suatu disbenefit. tetapi disini dihitung incremental B/C.06 = C PWcos t 400. digunakan logika yang sama seperti analisis rate of return.97 46. jika B/C > 1 maka proyek acceptable dan sebaliknya tidak.200( P / A.6%. dokter.5) 100.6%.pengurangan pengeluaran ini berakibat berkurangnya penerimaan untuk bengkelbengkel.17 = 0.700( P / A. Kalau perbandingan incremental B/C > 1 mak a p ilih altern atif b iaya lebih tinggi. jelas kecelakaan lalu lintas tersebut tak diingini.000 49 . : Lihat kembali contoh 5.900( P / A.5) = = 1.000 27. jika B/C < 1 pilih alternatif dcngan biaya lebih rendah.000 B : B/C C : B/C = = = 1. yaitu diperlukan analisis incremental. sehingga dalam analisis kerugian-kerugian pada bengkel. dokter.6 Pertama-tama dihitung perbandingan B/C untuk tiap alternatif. B PWbenefit EUAB ……………………………………………….

400.000 K a r en a B / C > 1 ma k a d i p i l i h al t e r n a ti f D . 50 . 125.700 A Rp.700 I n crem en t al p er b a n d i n g an B / C = 24.200( P / A.000 Rp.000 Rp. 500.D : B/C = 125.000 Rp. B Biaya awal Benefit/tahun Rp. 100. 100.02 100.6%.900 D Rp. Dari hasil di atas diperoleh hasil yang ekuivalen jika menggunakan analisis rate of return. susun alternatif sisanya menurut besarnya dan selidiki incremental B/C untuk 2 alternatif dengan biay a terkecil. 0 2 100.5) = 1. 125.200 Incremental D–A Rp. 27.000 = 1.6%.300( P / A.000 Rp. Selanjutnya. 400.900 D Rp.000 Rp.300 I n cr e me n t a l B / C = 24. 500. A Biaya awal Benefit/tahun Rp. B/C < 1 maka alternatif C dapat dilenyapkan.000 A–B Incremental biaya awal Incremental benefit/t a h u n 100. 21.000 Karena incremental p er b andingan B/C > 1 maka alternatif A lebih ekonomis daripada B .300( P / A.5) 200.5) = 1.6%.05 Untuk alternatif C karena. 100. 100.000 72.000 Rp.

Alternatif pertama yaitu me mp er baik i salu ran (S) untuk memperlancar aliran sunga i d a n alternatif kedua membangun dam dan reservoir (D & R).000 dan ditaksir biaya pengoperasian dan pemeliharaannya tiap tahun Rp 40.000.1. 0 0 0 . Penyelesaian : Dalam perhitungan disini digunakan benefit dan cost tiap tahun untuk memudahkan. (Dalam analisis ekonomi ini disebut disbenefit/benefit negatip/malefit).300.000. Yaitu : pembangunan dam merugikan hasil perikanan rakyat yang ditaksir jumlahnya Rp 28. k a r e n a k e r u g i a n t i a p t a h u n b e r u h a h s e s u a i denga n b e s a r . Kedua biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah.000 (Dalam praktek nilai taksiran tersebut dapat diperoleh dengan menggunakan metode statistika. Pertama dibandingkan terlebih dahulu alternatif perbaikan saluran (S) dengan alternatif tidak ada pengendalian banjir (TP).000. Keuntungan tiap tahun disini adalah berkurangnya kerugian akibat banjir karena adanya alternatif S dibandingkan dengan alternatif TP. sedangkan pembangunan reservoir merugikan hasil pertanian dan peternakan karena berkurangnya lahan dan ditaksir jumlahnya Rp. yaitu sebagai nilai e k s p e k t a s i ( e x p e c t e d value). Pembangunan D & R mempunyai akibat samping yang merugikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya.000 tiap tahun.000.Taksiran kerusakan akibat banjir tiap tahun j i k a t i d a k ada p e n g endalian banjir(TP) adalah Rp 480.kecilnya banjir yang timbul).000 dan biaya pemeliharaann y a t ia p t ah u n d i ta k s ir R p 3 5 . Biaya pembangunan dam dan reservoir (D & R) ditaksir Rp 5. sebab data yang tersedia dalam tahunan. 51 . 0 0 0 .55. : Dalam suatu proyek pengendalian banjir ada 2 alternatif yang diusulkan.000.000.2. Jika alternatif S dibangun kerugian tersebut dapat dikurangi me n j a d i Rp 105.900.000. dilakukan perhitungan incremental B/C menurut besarnya biaya.10.Contoh 6. Berdasarkan data di atas akan diselidiki alternatif mana yang paling ekonomis dengan i = 6 % dan umur teknis 50 tahun.000 dan jika alternatif D & P dibangun kerugian tersebut berkurang menjadi Rp.000. Seperti halnya dalan contoh 6. K edua macam biaya tersebut dibebankan pada anggaran pemerintah. B i a y a p e r b a i k a n s a l u r a n d i t a k s ir Rp 2.000.000 tiap tahun.

Untuk itu telah ada 3 perusahaan yang melakukan penawaran untuk memperbaiki sistem pembuangan pabrik 52 .000 = 375.000) = 12.000 375.000 (A/P.000 = 1.000 + 10. Jika keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian tersebut dapat dinyatakan dalam suatu ukuran efektivitas maka perhitungan yang berkaitan dengannya disebut cost efective analysis.R. pengendalian polusi dan sebagainya.000 Karena B/C > 1 berarti pembangunan saluran manfaat yang besar dibandingkan tanpa pengendalian banjir sama sekali.000. biaya pergantian dan sebagainya dalam jangka waktu tertentu.000.000 C(D & R– S) = 5300. 6%.000 = 0.000 . B (S .000.000 (A/P. Present worth disini disebut life-cycle cost dari sistem.000 = 2900.000 2900.000 Karena B/C – 0.000.000 B/C = 12.000. Contoh 6. Selanjutnya dihitung perbandingan incremental B/C antara altarnatif D & R dengan alternatif S : B (D & R – S) = (105. dalam pengembangan sistem senjata.000. nilai akhir.000. keuntungan-keuntungan atau kerugian-kerugian kadang-kadang tidak dapat dinyatakan dalam bentuk sejumlah uang.000 .105.T P ) C (S .000.000.000 (A/P.TP ) B/C = = 480.08 157.000.3 : Sebuah pabrik ingin mengurangi sampai 75% banyaknya limbah kimia yang dibuang tiap hari kesebuah sungai sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku. Cost disini mungkin biaya riset.000.000 . Misalnya.50 + 35. 6%.71 219.000) – (28.000 – 55.000.000.000. biaya pengoperasian dan pemeliharaan.000. Biasanya cost tersebut dinyatakan dalam present worth atau equivalent uniform annual cost.Sedangkan biaya tiap tahun adalah capital recovery cost dan biaya pemeliharaan alternatif S .000 = 219.50) + 35.000.000. 6%.000. pengembangan. COST – EFFECTIVE ANALYSIS : Dalam keadaan – keadaan tertentu baik dalam bidang swasta maupun pemerintah.08 alternatif S lebih bermanfaat dibandingkan alternatif D &. 50) + 40.000 = 157.

000 160.000 + 25. 9%.000.000 = 190. komponen tertentu dari sistem harus diganti tiap 5 tahun dengan biaya Rp.000.000. Tiap sistem yang dikembangkan dapat digunakan untuk selama 15 tahun. terlihat bahwa walaupun perusahaan B mempunyai biaya awal lebih besar dari A.000 9. 9%. Pemilihan antara penawaran perusahaan B dan C tidak begitu jelas karena ukuran efektivitas perusahaan C lebih tinggi dan sulit diukur 53 .000 ( P/A .000 90% Perhitungan life cycle cost : PW (A) = 125.15) = 256.000 (P/A.000 15.000. Data berikut merupakan biaya penawaran yang diajukan oleh ketiga perusahaan tersebut : Biaya awal Biaya pengoperasian dan pemeliharaan/tahun Perusahaan A B C 125.000.000 75.000 12. sedangkan kontraktor dari perusahaan A dan B menjamin bahwa sistem mereka paling tidak akan memenuhi syarat yang telah ditetapkan.000.000.000 25. 15) = 264.000.000% B 160.000 PW (B) PW (G) = 160.723. Penyelesaian : Untuk memudahkan.200.000 Jika penawaran dari perusahaan A diterima.000+ 12. 15 ) = 272. tetapi life cycle costnya lebih kecil.000.000 Dari hasil perhitungan di atas.000.000. 25.000 (P/F. jadi dalam hal ini penawaran perusahaan B lebih ekonomis. dan pemeliharaan tiap tahun Biaya penggantian Efisiensi sistem A 125. tentukan penawaran mana yang harus dipilih.000. 99%.000.000. Kontraktor dari perusahaan C menjamin bahwa sistem yang dibuatnya akan mengurangi limbah kimia buangan tersebut sampai 90%.000 9. Dengan menggunakan MARR 9%.000. 5) + (P/F.000 75% C 190.000 + 9.161.200. dibuat terlebih dahulu tabel sebagai berikut: Biaya awal Biaya pengoperasian.000.9% 10) 15.000. Kedua perusahaan tersebut mempunyai ukuran sistem efektivitas yang sama (75%).000 15.000 12.tersebut.000.000.732.000 190.9%.200.000 (P/A.

60% dengan 72 % dan sebagainya. disini dilihat juga incremental ukuran efektivitas yang diperoleh dibandingkan dengan incremental life-cycle costnya. Demikian sebaliknya. Hitung perbandingan-perbandingan B/C 54 . maka masalahnya sederhana. kerugian (disbenefit) akibat proyek D & R tiap tahun Rp.2 .000. Dengan menggunakan kriteria tersebut akan mengurangi banyaknya alternatif yang dibandingkan.03. Jika 2 alternatif yang dibandingkan mempunyai ukuran efektivitas yang sama. maka dipilih alternatif yang mempunyai efisinsi yang lebih tinggi.08 dan 1. Catatan : Dalam beberapa kejadian tertentu cost-effective analysis ekuivalen dengan penggunaan benefit-cost analysis. (rubber yard sticks). . Yang tepat adalah harus diputuskan apakah efisiensi 20 % sebanding dengan Rp 7.38. karena makin tinggi ukuran efektivitas diperlukan tambahan biaya.3 tersebut. Jika efisiensi ini yang digunakan sebagai ukuran efektivitas yang dibandingkan dengan life cycle cost Rp 7429 K akan menimbulkan salah pengertian. Karena berlaku antara untuk 80% dengan 96%. Seperti halnya dalam analisis pemanfaatan biaya. seperti pemilihan penawaran perusahaan A dan B di atas.000.429. Dari perhitungan. PW (C B) = 7.429 efisiensi (C .B) = 15 % Dari hasil tersebut. tetapi dalam beberapa hal berlainan.dengan nilai sejumlah uang tertentu. Jika life-cycle cost dua alternatif sama. Kalau cost bukan merupakan masalah untuk meningkatkan efisiensi sebesar 15/75 . sebab 20 % tersebut merupakan ukuran yang bersifat elastis. tetapi belum tentu merupakan atau menghasilkan suatu pilihan yang final. Soal – soal : 1. untuk memutuskan alternatif mana yang dipilih tergantung pada kondisi atau kriteria yang telah ditetapkan. Misalnya dalam contoh 6. Perbandingan B/C antara D & R dengan S dan antara D & R dengan TP masing-masing adalah 0. Dalam contoh 6.20 % maka penawaran C yang dipilih. perbandingan penawaran antara perusahaan B dengan C tidak langsung jelas. tersebut juga terlihat bahwa efisiensi meningkat 20% jika penawaran C dipilih. y aitu memilih alternatif dengan cost terkecil.

Karena tidak sesuai dengan perkembangan lalu lintas.880.000 tiap tahun. Hitung juga rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek D & R dihandingkan proyek S.000 dan naik Rp 5. 3. 3.000 dan naik Rp 12. ini ditaksir tiap tahun menimbulkan kerugian (disbenefit) Rp 20.000.000.000. Berikan kesimpulan hasil tersebut.000. Ditaksir kerugian tersebut tiap tahun Rp.000.000. diperlukan biaya awa1 sebesar Rp.000. hitung rate of return karena adanya ekstra investasi untuk proyek S dibandingkan proyek TP. 50.000.000. Sebuah sungai yang membelah sebuah kota.000.000. D & R akan mengurangi daerah pertanian.000. sebuah jembatan akan dipindahkan tempatnya dengan menggunakan konstruksi baru.000 tiap tahun.000 dan bertambah Rp 20.000. Alternatif D& R dibangun jika alternatif P dibangun.000.000. 2.000.tersebut kembali jika kerugian yang diterima masyarakat tersebut dianggap sebagai cost dan bukan suatu disbenefit.000.000. Untuk itu telah diusulkan dua tempat yaitu M dan N.000.000 dan Rp 90. 4.000 tiap tahun. umur teknis 20 tahun dan andaikan nilai akhir kedua jembatan tersebut masing-masing 60% dari biaya awal pembuatan jembatan tersebut.000.000 dan biaya pemeliharaannya tiap tahun ditaksir Rp 30. Dengan dibangunnya jembatan tersebut akan memperlancar arus lalu lintas sehingga memberikan keuntungan bagi masyarakat yang ditaksir untuk loksi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp.000. Untuk lokasi M.300.000. Biaya pemeliharaan jembatan dilokasi M dan N tiap tahun masing-masing adalah Rp 120.000. Hitung perbandingan B/C yang sesuai untuk melakukan studi ekonomis kedua lokasi tersebut. Dari soal 1. Karena adanya pengerukan tersebut akan ada kerugian lingkungan. tetapi ini diimbangi dengan berkembangnya tempat 55 . Biaya awal untuk P adalah Rp.400. selalu menimbulkan kerugian karena banjir yang ditimbulkannya. Gunakan MARR 8 %. tapi ini diimbangi oleh barkembangnya daerah rekreasi.600. Biaya awal alternatif D & R adalah Rp 1. biaya pengoperasian dan pemeliharaannya ditaksir tiap tahun adalah Rp 45. diperlukan biaya awal Rp.000 dan untuk lokasi N.000. Jika D & R dibangun kerugian akibat banjir berkurang menjadi Rp 30. yaitu melakukan pengerukan (alternatif P) dan membangun dam dan reservoir (alternatif D& R). Jika dilakukan pengerukan (P) maka kerugian-kerugian ditaksir berkurang menjadi Rp180. Suatu proposal telah diajukan untuk mengendalikan banjir tersebut.000.000 dan Rp 660.000.

Daftar Pustaka: Barish. R. D . Penerbit Guna Widya. 1995. Ekonomi Teknik.rekreasi yang memberikan keuntungan tiap tahun Rp 8. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. Dengan menggunakan MARR 9 % dapatkan perbandingan B/C yang sesuai untuk P .000. Gunakan periode 30 tahun dan andaikan nilai akhir proyek nol.N. Mc Graw Hill Book Co.N.000. New York. Surabaya 56 . Pujawan.Inc. Edisi Pertama. 2004.. N.

Analisa Titik Pulang Pokok Jika biaya dari dua alternatif dipengaruhi oleh variabel yang sama maka dapat dicari nilai dari variabel tersebut sehingga kedua alternatif mempunyai biaya yang sama. Biaya dari tiap-tiap alternatif dapat dinyatakan sebagai fungsi variabel independen yang sama. Beberapa alternatif yang merupakan fungsi dengan variabel yang sama dapat dibandingkan berdasarkan. dan jika diselesaikan diperoleh nilal x yang dicari dan merupakan suatu titik impas dapat dicari dengan menggunakan prosedur-prosedur yang telah dikembangkan dalam matematika. Untuk mendapatkan nilai x yang membuat kedua biaya alternatif tersebut sama adalah dengan menyamakan TC1 = TC2. Nilai dari variabel yang diperoleh disebut sebagai titik (break-event point). biaya minimal. 57 . kemudian ingin ditentukan nilai dari variabel tersebut sedemikian hingga biaya kedua alternatif tersebut sama. Jika biaya dari suatu alternatif merupakan fungsi dari satu variabel yang dapat berupa beberapa nilai tertentu maka adalah bermanfaat untuk menentukan nilai suatu variabel dimana biaya minimal. Nilai variabel yang demikian disebut biaya minimal (minimum.BAB VII ANALISIS TITIK PULANG POKOK DAN BIAYA TERKECIL (BREAK EVENT POINT DAN MINIMUM COST ANALYSIS) Dalam beberapa kondisi ekonomi. misal : TC1 Dimana : TC1 TC2 x = f1(x) dan TC2 = f2(x) = total biaya untuk alternatif I = total biaya untuk alternatif II = variabei independen yang mempengaruhi alternatif I dan II. Jika dua atau lebih alternatif merupakan fungsi dari suatu variabel yang sama. biaya dari suatu alternatif mungkin merupakan fungsi dari suatu variabel. Karena itu f1 (x) = f2(x). cost point).

000 = biaya pemeliharaan tiap tahun untuk alternatif A = Rp.000 (A/P. Alternatif A memerlukan biaya awal untuk pembelian motor listrik yang bekerja secara otomatis dengan harga Rp 1.10%.1: Andaikan bahwa diperlukan motor bertenaga 20 TK untuk memompa air dari suatu sumber air. Alternatif B memerlukan biaya awal untuk pembelian motor gaselin Rp 550. Biaya bahan bakar untuk tiap jam operasi ditaksir Rp 420 .000 – 200. 10%.10) = 399.000 CA t Maka TCA TCB CRB HB = biaya pengoperasian tiap jam = Rp 840 = jumlah jam operasi tiap tahun = CRA + MA + CA t = total FUAC (B) = Capital recovery cost alternatif B = Rp. 174. biaya pemeliharaan ditaksir Rp 150 tiap jam dan biaya operator tiap jam Rp 800.000 dan nilai akhirnya pada akhir tahun keempat ditaksir Rp 200.4) + 200. Motor tersebut diperlukan untuk jangka waktu 4 diusulkan 2 alternatif.000 (0. Biaya pengoperasian tiap jam Rp 840.400.Contoh 7. Untuk penyediaan motor tersebut telah Penyelesaian : Misal TCA CRA MA = total EUAC (A) = Capital recovery cost alternatif A = (1.000 dan nilai akhir nol pada akhir periode tahun keempat. 4) = Rp. Akan ditentukan berapa jam tiap tahun kedu a motor terse b u t b e r o p e r a s i agar biaya kedua altenatif tersebut sama.000 = b i ay a t i a p jam d a r i p e n ggunaan ga s elin + o p e r a t o r + pemeliharaan = R p 420 + Rp 800 + Rp 150 = Rp 1370 58 .400. Gunakan i (MARR)10 % tahun.000. 120. Banyak jam beroperasi (jam motor bekerja) tiap tahun tergantung p a d a t i n gi curah hujan (jadi merupakan suatu variabel). 550.000. dan biaya pemeliharaan tiap tahun ditksir Rp 120.000) (A/P.

37) = Rp.HBt = 399.84) – 174 – 100 (1.000 + 120.t = jumlah jam operasi tiap tahun. Gambar 7.000 + 120. 292.000 − (399. Jika digunakan kurang dari 651 jam maka motor gasolin lebih ekonomis dan jika digunakan lebih d a r i 651 jam motor listrik lebih ekonomis. Untuk mendapatkan titik impas adalah dengan menyelesaikan t dari persamaan.1 menunjukkan total biaya tiap tahun sebagai fungsi dari banyaknya jam bekerja tiap tahun.000) = = 651 jam CA − H B 840 − 1370 = TCB atau CRA + MA + CAt = CRB + HBt Jadi kedua motor tersebut sama ekonomisnya jika kedua motor tersebut beroperasi selama 651 jam dalam setahun. TCA diperoleh t= CR B − CR B + M A 174.000 59 .TCB = CRA + MA + CAt – CRB . Perbedaan biaya tahunn antara kedua alternatif tersebut untuk sembarang jam operasi tertentu dapat d ih itung sebagai berikut : Misalnya kedua motor dioperasikan 100 jam tiap tahun maka TC = TCA . 1200 Gasolin Listrik 800 400 0 200 400 600 800 jam operasi / tahun Gambar 7.1 : Total biaya sebagai fungsi dari jumlah jam operasi. Maka TCB = CRB + Ht.000 + 100 (0.

000. 8%.000a + 6. Dalam contoh sebelumnya. Dalam pasal ini akan dibahas untuk alternatif. dan dari grafik tersebut dapat dicari titik impasnya. pemeliharaan dan sebagainya) diberikan oleh tabel sebagai berikut: Beton Biaya pembangunan/kaki persegi Biaya pemeliharaan/ tahun Biaya pengendalian cuaca/ tahun Taksiran nilai akhir Rp 24.99) (A/P.000 = 2.000a (0.000. Setelah melakukan penelitian yang mendalam.08) + 4.000 = 2.250. Contoh 7.000 = 29.000 a (A/P. Tentukan titik impas dari ketiga jenis konstruksi tersebut jika digunakan i (MARR) 8% Penyelesaian : Misal x luas bangunan yang akan dibangun : TC (Beton) TC (Baja) = 24. 60 .Analisis Titik Impas Untuk 3 Alternatif atau Lebih. telah dibahas analisis titik impas yang menyangkut 2 alternatif. steel (baja) dan frame (kayu).400. 8%.000.000 - Baja 29.968) (A/P.2% biaya pembangunan Kayu Rp 35.500.600.01) (0.032) ( 0.000 3.500.000 Rp 3.250. 20) + 29. Data biaya yang berkaitan dengan ketiga jenis biaya tersebut (biaya konstruksi.08) + 6.000 Rp 1.000 = 3.2 : Sebuah perusahaan konsultan pembangunan telah melakukan studi untuk pembangunan sebuah gedung dengan luas antara 2000 sampai 6000 kaki persegi.000a (0.500.250.440a + 8.934.000a + 4. 20) + 35.000a (0.000 1% biaya pembangunan 20 tahun Taksiran umur teknis 20 tahun 20 tahun Biaya total tiap jenis konstruksi merupakan fungsi dari luas bangunan yang akan dibangun. 20) + 8.000 Rp 1.000.000a (0.558.000 TC (kayu) = 35. ada 3 jenis konstruksi yang sesuai untuk gedung tersebut yaitu concrete (beton).000 Rp 5.000 Rp 2.000 Untuk memperoleh titik impas adalah dengan menyelesaikan persamaan tiap pasang dari alternatif sebagai fungsi luas bangunan dalam suatu grafik.000 Rp Rp 5. 8%.

Dan jika membangun dengan 5000 kaki persegi.000.Biaya kayu baja 25. yaitu : TC dimana : X = AX + B +C X = variabel yang mempengaruhi. Misal biaya total (Total Cost) s u a t u a l t e r n a tif dipengaruhi komponen biaya secara linear dan kebalikannya.ka membangun gedung dengan luas 4000 kaki persegi maka yang ekonomis. yang ekonomi s a d a l a h k onstruksi kayu.000. Untuk perluasan lebih d a r i 3 a l t e r n a t i f d a p a t d i g u n a k a n penalaran yang sama dengan di atas. dimana suatu komponen biaya mungkin dipengaruhi oleh suatu variabel mis a l n y a s e c a r a linear a t a u k e b a l i k annya atau mungkin dipengaruhi secara linear dan kebalikannya. Sedangkan yang lebih kecil dari 3000 kaki persegi. B dan C = bilangan-bilangan tetap Untuk mendapatkan nilai X yang meminimalkan TC adalah dengan menurunkan TC ke x dan kemudian menyamakannya dengan n o l d i p e r o l e h: 61 .000.000 beton 20. adalah membangun dengan konstruksi baja. A. yang ekonomis adalah konstruksi beton. Analisis Biaya Minimum Suatu alternatif mungkin memiliki dua atau lebih komponen biaya.000 2000 3000 4000 5000 6000 luas bangunan Dari gr afik di atas terlihat bahwa ji.000 15.

nilai akhir Rp 500 tiap pon tembaga. Energi yang hilang (kilowat jam) dalam konduktor disebabkan resistansi adalah sama dengan I2 R X jumlah jam : 1000. biaya investasi akan bertambah juga.000 + (600 – 500) (539.000 + Rp 600 untuk tiap pon tembaga. dimana adalah arus listrik (dalam ampere) dan R adalah resistansi konduktor dalam ohm. Untuk ukuran konduktor tertentu dapat ditentukan jumlah kedua komponen biaya tersebut minimal.6) A (0.001 1435 ohm. pajak insurance.890 A + 13. dan pemeliharaan diabaikan.490 )( Rp7) = A A Berat konduktor (dalam pon) : (1.6 A 1728 Capital recovery cost dalam dollar tiap tahun adalah : 160. dan resintansi berbanding terbalik dengan luasnya. Energi yang hilang ditaksir b ernilai Rp 7 tiap k ilowat jam. 6%. biaya instalasi Rp 160.06) = 20. Misalnya suatu konduktor tembaga dipertimbangkan untuk digunakan mentransmisi beban aliran listrik pada suatu sub-station. 20) + 500 (539.0011435 258.3: Suatu contoh klasik mengenai analisis biaya minimum adalah menentukan luasan konduktor elektronik. umur teknis ditaksir 20 tahun. Berat tembaga 55 pon tiap kaki3 .6) A (A/P.940 62 . Tetapi jika ukuran konduktor bertambah besar.B dTC =A– 2 =0 dX X X= B A Contoh 7. suku bunga 6 % Misal A = luas konduktor . sebesar 1920 ampere untuk 24 jam (1 hari) selama 36 5 h a r i . maka energi yang hilang tiap tahun adalah : (1920)2 (24) 365( 0.40)(12)( A)(555) 539. Data pembiayaan dan keteknikan untuk instalasi konduktor tersebut sebagai berikut : panjang konduktor 140 kaki. Resistansi konduktor tembaga yang panjangnya 140 kaki dan luasnya 1 inci2 adalah 0. Dalam hal ini resistansi adalah berbanding terbalik dengan ukuran konduktor sehingga biaya energi listrik yang hilang akan berkurang jika ukuran konduktor bertambah besar.

490 = 3.750 43.890 – 258.940 A 258.140 182.760 162. 090 Biaya Investasi 129.160 170.490 + 13.400 TC 185.Jadi biaya total tiap tahun adalah : TC dTC dA A= = 20.890 A + = 20.52 inci 2 dimana dengan luasan tersebut akan diperoleh biaya total tiap tahun yang minimal.890 Jadi dipilih konduktor yang luas penampangnya 3.680 51.500 118.280 64. Untuk mengetahui perubahan-perubahan dari komhonen-komponen biaya tersebut dapat dilakukan secara tabulasi dan grafik sebagai berikut: Luasan penampang ( inci 2 ) Biaya Biaya investasi Biaya hilang I 2 R Biaya total tiap tahun 2 55. Cara tabulasi dan grafik terseb u t cukup bermanfaat jika cukup sulit mendapatkan hubungan matematis antara variabel-variabelnya.090 162.390 139.120 185.490 =0 A 258. Misalnya sebuah perusahaan farmasi 63 .510 4 5 6 97.52 inci2 20.370 Biaya Kehilangan I2R 2 3 4 5 6 55.720 129.370 3 76.720 Luas penampang yang paling ekonomi untuk konduktor terjadi pada saat biaya investasi sama dengan biaya kebilangan energi tiap tahun (Hukum Kelvin).610 86.

350.000.960. Hasilnya sebagai berikut (tiap tahun 200 hari k e r ja ) : Biaya Biaya t e t a p ( biaya awal. dua.000 8.710.000 2. Dari pengalaman dan pengujian menunjukkan bahwa diperlukan persamaan atau fungsi yang kompleks untuk menjelaskan hubungan antara biaya-biaya yang digunakan. tiga atau empat evaporator.000 6. Jika suku bunga tiap tahun 12 %. 7.680. dan biaya pemeliharaan Rp.000 Luasan penarnpang ( inci 2 ) 1 2 3 4 Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa total biaya terendah tiap tahun adalah Rp.000 3.850.000 tiap hari.000. dibandingkan menyewa? 64 . maka berapa hari tiap tahun.000 yang terjadi bila 3 evaporator digunakan.220.000 6. karyawan dan sbg) Biaya total/tahun.030. 4.000 4. Biaya variabel yang pokok adalah biaya pembuatan uap yang kira-kira berbanding terbalik dengan banyaknya evaporator yang digunakan dalam instalasi.000 860.000.merencanakan untuk menggunakan proses penguapan dalam menghasilkan suatu jenis produknya. 3.610.30. Biaya pengoperasian ditaksir Rp.000 1.560. Biaya tetap kira-kira sebanding dengan banyaknya evaporator yang digunakan. Soal – soal 1. Dalam proses ini dapat digunakan atau beberapa evaporator dan dapat digunakan berulang kali. Taksiran biaya variabel dan tetap dapat diperoleh dengan melakukan percobaan jika digunakan satu. Sebuah lembaga konsultan ingin membeli sebuah komputer seharga Rp.240. 50.000 tiap tahun secara kontrak.190. Sebagai alternatif adalah menyewa komputer dengan rata-rata ongkos sewa Rp. komputer yang dibeli harus bekerja supaya membeli komputer tersebut ekonomis.000 tiap hari.000 3. Ditaksir umur teknis dan nilai akhir komputer tersebut masing-masing adalah 6 tahun dan Rp. karena itu di gunakan cara tabulas i a t a u g r af i k . 5.960.000 3.000. 130.000 5. asuransi pajak dan sbg) Biaya variabel (pemeliharaan.000.

N. Ekonomi Teknik. Harga mes in diesel Rp. Surabaya. Seorang kontraktor harus menentukan pilihannya apakah menggunakan mesin g a s e l i n .300. Surabaya 65 . Penerbit Guna Widya.aya buruh Rp. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making. 200. b) Tentukan interval jam mesin bekerja dalam setahun sehingga mes i n g asolin ekonomis. Seseorang produsen alat-alat elektronik tertentu ingin mempertimbangkan 2 motode yang digunakan untuk menghasilkan suatu papan sirkuit.000 tiap tahun dan memerlukan biaya Rp. Mesin gas hidrokarbon harganya Rp. Jika suku bunga 10 % tiap tahun.000 tiap tahun. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.000.Inc. N.000 tiap tahun.N. biay a pemelihaan Rp.000. Haryono. biaya pengoperasian Rp. 2004.500. New York.000.000.000 tiap tahun. diesel atau gas hidrokarbon. Ekonomi Teknik. dan memerlukan biaya Rp. 240.800. Pujawan. untuk buldozer yang ia beli.900 tiap jam operasi untuk bahan bakar.. Daftar Pustaka: Barish. Edisi Pertama. mesin diesel ekonomis. umur tekn is 9 tahun dan nilai akhir Rp.000 tiap tahun. biaya pemeliharaan R p . 150. 3. Umur teknis tiap mesin adalah 5 tahun.52 tiap unit dan biaya pemeliharaan peralatan Rp. dan mesin gas ekonomis. 150. Harga mesin ga s olin Rp.600 tiap jam operasi untuk gaselin. Bi. 3. Nilai akhir ketiga mesin tersebut sama. sehingga dapat diabaikan. 315. 0. 1995. 2.000.300 tiap jam operasi untuk pembelian bahan bakar. Metode kedua dilakukan s e c ar a mencetak papan sirkuit tersebut dan ini memerlukan biaya investasi sebesar Rp. 1990. Mc Graw Hill Book Co. 2. dan memerlukan biaya Rp 2. 300.200 tiap unit dan diperlukan b ia y a p er a l a t a n yang besarnya Rp. 4. Metode pertama yaitu dikerjakan secara manual dan ditaksir biayanya Rp 1.000. berapa banyak papan sirkuit yang harus diproduksi tiap tahun agar kedua metode tersebut sama ekonomisnya? 3. Dengan menggunakan i = 15 % a) Buat g r a f i k total biaya tiap tahun dari tiap mesin sebagai fungsi dari jumlah jam mesin tersebut bekerja dalam setahun. 3.2.

Depresiasi secara umum dapat digolongkan dalam 2 kelompok. Depresiasi yang disebabkan antara lain mesin-mesin atau peralatan-peralatan yang digunakan semakin tua sehingga kemanpuannya berkurang (physical degradation). yaitu depresiasi nilai asset yang sebanarnya sesuai dengan waktu dan yang kedua (yang penting dalam ekonomi teknik) yaitu bagaimana mengalokasikan depresiasi (accounting depreciation) nilai asset tersebut. karena disini memuat 2 pengertian yang harus dipertimbangakan. Da1am praktek adalah cukup sulit untuk menaksir besarnya alokasi depresiasi yang tepat dari suatu asset. Depresiasi yang disebabkan antara lain karena semakin majunya perkembangan teknologi. 2. Untuk memahami konsep depresiasi bukanlah suatu hal yang mudah. diinvest a s ikan diperhitungkan sebagai biaya produksi.BAB VIII METODE DEPRESIASI Depresiasi atau penyusutan modal adalah suatu komponen yang penting dalam analisis ekonomi teknik. sehingga diperlukan mesin-mesin atau peralatan-peralatan baru yang lebih efisien dan ekonomis daripada yang dipakai sekarang atau karena adanya perubahan demand di masya r ak at baik dari segi kualitas maupun kuantitas sehingga diperlukan tambahan mesin-mesin dan peralatan-peralatan baru (functional depreciation).sederhana sebagai beriku t : 66 . sehingga terdapat kesulitan-kesulitan dalam mengkalkulasikan biaya-biaya secara tepat. terutama dalam analisis yang berkaitan dengan pajak dan pengaruh inflasi (after tax and inflation analysis). Yang pertama. yaitu: 1. bangunan gedung dll) sesuai dengan waktu. Karena modal digunakan terlebih dahulu sebelum menghasilkan barang produksi. Secara umum depresiasi dapat didefinisikan sebagai berkurangnya nilai suatu asset (yang dapat berupa mesin-mesin. sehingga berkaitan dengan p a j ak. Untuk memudahkan pemahaman dalam melakukan alokasi depresiasi diberikan contoh . Dalam mengalokasikan depresiasi nilai asset ada 2 hal yang dipertimbangkan yaitu: Untuk menjamin bahwa asset yang diinvestasikan dapat diperoleh kembali selama umur ekonomisnya: Untuk menjamin bahwa asset yang.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi secara merata selama umur teknis. Biaya-biaya untuk pembelian bahan baku. perusahaan dapat memproduksi 1000 unit komponen tiap tahun yang harganya Rp.000 sebagai penghapusan modal. Metode yang digunakan adalah straight line depreciation accounting. ada 3 komponen utama yang digunakan. sehingga keuntungan bersih yang dapat dia gunakan adalah Rp. Metode yang digunakan antara lain: declining balance depreciation accounting. Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada awal umur teknis daripada akhir umur tek nis . pemeliharaan. 2.000.500.000. 7.000 dia sisihkan untuk membeli mesin baru. Dalam ekonomi teknik tujuan utama dari depresiasi adalah untuk mendapatkan aliran kas dengan mempertimbangkan pajak dan inflasi.000 tiap tahun (ini belum memperhitungkan laju in f lasi) dari yang Rp. maka tiap kali penggunaan mesin harus diperhitungkan uang sejumlah : Rp.000 untuk menunjang proses produksinya.000 untuk biaya hidupnya sehari-hari maka tiap tahun ia mempunyai simpanan sebesar Rp. Apabila keuntungan tersebut ia habiskan Rp.000 = Rp.000. 4.000 tiap tahun. maka pada akhir tahun ke 2 pengusaha tersebut tidak dapat lagi membeli mesin baru dengan kapasitas yang sama. umur teknis (n) .000 tiap komponen.5. Sehingga pengusaha tersebut menganggap ia mendapatkan keuntungan sebesar Rp. Karena ia tidak menyisihkan keuntungannya secara tapat untuk pembelian mesin baru. 2. Metode depresiasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1.000. 5. Dalam contoh diatas terliliat bahwa depresiasi dibebankan pada biaya produksi (dalam akutansi disebut amortized cost) sehingga mempengaruhi profit atau rate of return yang diperoleh perusahaan.000. 15. Ka1au dihitung penghapusan modalnya.500. Apabila mesin tersebut dapat dipakai untuk selama 2 tahum. 8. penggunaan energi listrik tiap komponen ditaksir Rp. dan nilai akhir (S).000. Dengan menggunakan mesin tersebut. y a i t u : nilai a s s e t ( P ) . 67 Sum of Years digits . Untuk menghitung depresiasi.000 tiap tahun. dan depreciation accounting (SOYD). 5.Misal sebuah perusahaan membeli sebuah mesin seharga Rp.500 2. 2. upah kar yawan. 2.

3.

Metode yang bertujuan untuk mengalokasikan depresiasi yang lebih besar pada akhir umur teknis daripada awal umur teknis. Metode yang digunakan adalah sinking – fund depreciation accounting.

Straight line depreciation accounting

Besarnya depresiasi pada tahun ke t dengan metode ini diberikan oleh rumus : Dt = P − S 1− S / P = P = dP ………………………..8.1. n n

dimana d adalah laju depresiasi. Contoh 8.1 : Misal P = Rp. 10.000.000, S = 1.000.000 dan n = 5 tahun Dt = P − S 10.000.000 − 1.000.000 = = 1.800.000 tiap tahun. n 5

Secara tabulasi : t 0 1 2 3 4 5 Dt 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 1.800.000 Nilai buku BVt 10.000.000 8.200.000 6.400.000 4.600.000 2.800.000 1.000.000

BVt adalah nilai buku pada tahun ke t yang besarnya adalah BVt -1 - Dt, Dimana BV0 = P, dan dapat dibuktikan bahwa: BVt = P − P−S t = P(1 − tDt ) …………………………..8.2.05 n

DECLINING – BALANCE Depreciation Accounting

Dalam metode ini besarnya depresiasi pada awal-awal tahun pemakaian lebih besar dari pada akhir tahun pemakaian. Karena diharapkan misalnya mesin-mesin yang baru dapat memeberikan produktivitas yang lebih tinggi pada awal pemakainnya daripada akhir pemakaiannya. Dalam metode ini, untuk laju depresiasi tertentu, besarnya depresiasi adalah perkalian laju depresiasi dengan nilai buku pada periode bersangkutan. 68

Contoh 8.2 : Lihat kembali contoh 8.1. Misal digunakan laju depresiasi 40%. t 0 1 2 3 4 5 0,4(10.000.000) = 4.000.000 0,4(6.000.000) = 2.400.000 0,4(3.600.000) = 1.440.000 0,4(2.160.000) = 864.000 0,4(1.296.000) = 518.400 1− S / P = kd n Dt BVt 10.000.000 6.000.000 3.600.000 2.160.000 1.296.000 777.600

Faktor laju depresiasi dr = K Dan jika diandaikan

k S = 0 maka dr = n P

Konstanta k biasanya adalah 1,25 ; 1,5 ; 2,0. Jika k = 2 seperti contoh 8.2. disebut double declining balance depreciation. Besarnya depresiasi pada tahun ke t adalah : Dt = dr (BVt-1) …………………………………9.3. Dan BVt-1 = P (1- dr)t-1 ……………………………..8.4.

Sum of Years digits (SOYD) depreciation accounting

Metode ini berdasarkan jumlah bilangan tahun, dimana nilai suatu asset berkurang sebanding dengan unit tahunnya. Contoh 8.3: Lihat kembali contoh 8.1. Jumlah unit tahun = 1 + 2 + 3 + 4 + 5 = 15

69

t

Unit tahun

Dt

BVt

0 1 2 3 4 5 5 4 3 2 1 5/15(10.000.000-1.000.000) = 3.000.000 4/15(10.000.000-1.000.000) = 2.400.000 3/15(10.000.000-1.000.000) = 1.800.000 2/15(10.000.000-1.000.000) = 1.200.000 1/15(10.000.000-1.000.000) = 600.000

10.000.000 7.000.000 4.600.000 2.800.000 1.600.000 1.000.000

Secara umum : Jumlah unit tahun = 1 + 2 + ………. + n = Dt = (P-S) n(n + 1) 2

2(n − t + 1) ……………………………………….. 8.5 n(n + 1) 2m m(m + 1) − ……………………………. . 8.6 n n(n + 1)

BVm = P- (P-S)

Sinking – fund depreciation accounting

Dalam metode ini di andaikan nilai dari asset berkurang pada saat laju depresiasi bertambah. Contoh 8.4: Lihat kembali contoh 8.1 dan digunakan sinking fund 6 %. Sinking fund depreciation pada tahun : Pertama Kedua Ketiga Keempat Kelima : (10.000.000 – 1.000.000) (A/F, 6%, 5) : 1.596.600 + 0,06 (1.596.600) : 1.692.390 + 0,06 (1.692.390) : 1.793.940 + 0,06 (1.793.940) : 1.901.580 + 0,06 (1.901.580) = 1.596.600

= 1.692.390 = 1.793.940 = 1.901.580 = 2.015.670

70

820 Secara umum : Dt = (P-S) (A/F.403.940 1.7. n) (F/P.000.000 6% sinking fund Straight line 8. BVt = P-(P-F) (A/F. i.400 6. i.793.000 SOYD 4.901. 8.596.000 4.000 Declining balance 2.000 1.600 1. t-1) Setelah disederhanakan diperoleh : Dt = (P-S) (A/F. Nilai buku asset Rp.. i.015.000.000 1 2 3 4 5 Gambar 8.8.670 8. 10. n) (F/A.692. t-1) …………………………. i%. n) + i (P-S) (A/F.000.390 1. i .000.580 2..000.1.t 0 1 2 3 4 5 Dt BVt 10.490 999.060 3.917.000 71 . 10.015. n) (F/A. i%. i.000.000. 8. t) ……………………….711.000 6.

5: Suatu investasi pada peralatan seharga Rp.000 + 8. Dt = P − S 36. b. c.900. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama dan 4 tahun berikutnya digunakan straight line depreciation.000. f. 8) Dengan cara interpolasi (trial and error) diperoleh i = 18. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS untuk 5 tahun mulai 1986 dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD dan ITC (investuen tax credit) sebesar 10% diterapkan langsung.000 = = 4. lihat Tabel (apendik) dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung. Dengan menggunakan pajak pendapatan (income tax rate) sebesar 48 %. Setelah pajak pendapatan dengan SOYD.000 diharapkan dapat menghemat pengeluaran perusahaan sebesar Rp. Sebelum pajak NPW = 0 = .500.000 (P/A.36. Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan depresiasi ACRS (accelerated cost recovery system). Sebelum pajak pendapatan (before income tax). Setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation.000 n 8 72 . 8. i.000.000 tiap tahun untuk selama 8 tahun dan ditaksir nilai akhirnya sama dengan nol pada akhir tahun ke 8. b. Setelah pajak pendapatan dengan mengadaikan semua investasi dihapuskan untuk tujuan pajak. Setelah pajak pendapatan dengan mengandaikan investasi dihapuskan sebesar 20 % tiap tahun untuk 5 tahun dan ITC sebesar 10 % diterapkan langsung.900. hitung rate of return investasi tersebut dengan menggunakan kondisi-kondisi berikut : a. e.Contoh : 8.3 %. d. h. i %. Penyelesainnya : a.000. g. 36.

000 + 8.000 4.000 4.000 6. 2(n − t + 1) n(n + 1) 2(8 − 1 + 1) = 8.000.000.000 + 8. 73 .000 6.400.000.000 2112.000 6.900.000.738 .000 4.500.400.400.000 8(8 + 1) c).000 6.000 4.000 4.000 NPW = 0 = .500. D5 = 4.400.000 + 8.000 4. Dt = (P-S) D1 = 36. D3 = 6.400.000 4.738 .000 4.000 + 6.900.000.738 .2 %.400.000 6.000 2112.000 6.000 4.000 4.000. D6 = 3.000 4.000. D4 = 5.738 .000 2112.000 4.738 .000 2112.000 4.000 4.000.000.000 2112.900.400.500.48 C) Aliran Kas setelah pajak (E = A + D) 36.000 4.000.500.000.000 + 8.000.000.000 2112.000.000 6.738 .000 + 8.000 2112.000 2112.000.000 6.400.900.500.000 D2 = 7.000.000 + 8.500.738 .000.778. i %.000 (P/A.738 . D8 = 1.Dibuat terlebih dahulu aliran kasnya : Tahun Aliran Kas sebelum pajak (A) 0 1 2 3 4 5 6 7 8 36.900.500.900.000 + 8.000.900. D7 = 2.000 + 8.900. n) Dengan interpolasi diperoleh i = 10.36.000 Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besar pajak (D = -0.500.000 4.000.

000.872.000 (P/A.000.000 912. 8) – 480.468. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 6.900.000 3.000 5.48 C) (E = A + D) - 8.000 NPW = 0 = .000 7.900.028.000 7.900.Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 (A) 36.000 2.900.392.000 8.000 6.000 1.000.000 6.000 7.900.000 5.900.900.000.900.548.000.108.000 7.588.000 8.000 2.312.000.000 8.000 3.000 4.000.900.000 + 8.000 1.000.000 8.900.000 - - 432.900.000 8.468.000 (B) (C = A + B) (D = -0.832.382.000.000.000 - - 900.000 4.792.508.900.000 8.000 7.000 3.000 1.2 % 74 .000 (P/G. i %.000 5.000 6.000 2.900.900.000 5.068.000 1.000 + 8. i %.000 36.000 8.000.000 2.36.988.000 3.

848.900.000 5.0.000 7.905.905.25 BV3 = 3.000 8. D1 = dr BV0 = 0.797.000 2.000.000 .25 BV2 = 50.000.000 .000 48.052.000 8.000.995.000 5. 8.000 d3 = 0.625.000. BV0 = 36.000 (1-0.000 - B C D E .948.000 NPW = 0 = .000) = 9.2.000 (1. 7. 8) + CFt – 5.103.000 8.000 6.052.36.25)3 = 15.500 − 0) = 2.000 BV2 = P (1 – dr2) = 36.25)4 = 11. 4 Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A 36.500 BV4 = merupakan P untuk straight line depretation.2.25) = 27.052. i %.000 (1-0.900.055. dr = 2 = 0.000 8.900.000 -100.900.000 .d).000 6.000 8. i %.1 % 75 .000.000.000 8.995.000.187.000 9.000.000 (P/A.000 .000 2150.451.000 .000 3.000 .000.25 (27.995.2.837.000 + 5.797.000 2. untuk t = 5.000 2.36.500 D4 = 0.000. D2 = dr BV1 = 0.000 8.000 6.25 n Dihitung terlebih dahulu depresiasinya dengan double rate declining balance depreciation untuk 4 tahun pertama.449.000.052.25 (36.032. 6.000.25)2 = 20.900.842.000 6. yaitu : Dt = (11.995.2.000.900.000 BV1 = P (1 – dr) = 36.000.750.995.500 3.390.000 BV4 = 36.1.995.900.000 5.1.900.750. t) Dengan interpolasi diperoleh i = 11.000 6.000 5.000 8.000 .500 BV3 = 36.868.848.000.250.848.000 7.000 6.848.848.000 (1-0.390.905.000 .000) = 6.000 2.2.062.000 8.905.000 5.500 5.000) (P/F.

000 8.4.e).000 8.000 3.36. Tahun 0 1 2 3 A .900.900.000 8.900.000) = 3.000 8.000 + 8.000 1.000.000.000 7.6 %.900.000 4.588.000 8.000.000 7.000 1.900.000 7.000.000 2.000 8.900.000 8.000 432. f).000 5.000 4.272.000 2.000.272.508.000 8.000.108.18.000 7.000 2.000.900.4.600.000.000.000 8.900.900.900.000 (P/G.000.000 76 .000 912.000 (P/A.628.468.900. n) – 480.32.000 E 32.900.000.000 .900.000 6.000 900.000 3.312.36.000 8. i %.628.000 5.000 8.900.000 ITC = 10 % (36.988.000 6.392.000 2.000 5.000 1.000 5.900.900.900.000 0 0 0 8.000.4.000 8.000 4.000 4.000 .000 6.272.000 8.000 8.827.900.832.798.000 E .000 4.628.000 3.000 1.280.352.900.000 .000.900.000 B C D 3.600.068.000 7.000 NPW = 0 = .720. i %.000 3. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 B C D 17.028.900. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .468.000 8.000 6.548.

000 4. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .200.4.000 4.000 NPW = 0 = .000 8.000 .000 77 .000 7.000) = 7.900.000 -7.000) = 7.000 0 0 0 3.000 B C D 3.000 .000 B C D 3.400.628.000 .560.000 8.000 E .000 1.000 8.36.000) = 7.32.48 (-36.000 Besar pajak investasi = .272.084.000.340.000.000 .628.272.000 4.000 (P/A.900.000 1.816.000 8. i %.900.0.000 8.000 8.000 8.650.900.084.000.000 8.000 -7.000 -7.000 -7.500.900.000 8.4.000 4.700.816.900.000) = 17.7 % h).000 8. Tahun 0 1 2 A .4.000.628.21 (36.000 .000 8.18.4.000 Depresiasi pada tahun pertama = 0.600.900. 8) Dengan interpolasi diperoleh i = 18.4 5 6 7 8 8.000 Kelima = 0.000 .340.272.000 -7.430.400.000 8.1.000 .000 .000 -7.900.000 8.272.900.900.000 8.900.600.000 8.900.21 (36.628.32.000.000 8.272.900.22 (36.000 Kedua = 0.000.900.000 8.000 8.340.560.4.000 4.000 0 0 0 0 0 8.3 %.4.643.000 1.900.680.628.000 4.272.560.000 .000.000) = 7.400.280.000 1.643.000 8.900.272.643. g).000 E .628.920.000 8.36.400.000 .650.000 1.272.200.000 .720.900.000 8.000 .000) = 5.272.000 8.000 Keempat = 0.4.000 8.000 .21 (36.470.000 Ketiga = 0.900.000 .220.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000 8.000 4.000 4.000 .920.000 -5.4.15 (36.000 + 4.700.000 980.900.628.900.900.000 8.000 8.272.900.628.000 8.650.628.000.272.900.

900.140.000.000 8.000 4.000 8.200.000 Dengan interpolasi diperoleh i = 15.628.620. 36.125.775.000 1.000) = 5.900.000.000 8. Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 A .272.000) = 11.200.000) = 7..900.158.084.2.084.000 .628.628.000 1.900.000 6.258.000 .020.000 8.760.816.000 4.520.000 .640.000 4.700.000 .4.272.900.000 -7.010.000 8.000 Besar depresiasi dari tahun pertama sampai kelima (………… lihat tabel ……….4.000 .640.000 .6 : Sebuah mesin baru berharga Rp.900.000 .400.000.816. 30. dengan menggunakan mesin tersebut diharapkan dapat menghemat biaya pengeluaran Rp.900.000 8.000 0 0 0 1.000 tiap tahun untuk selama waktu 10 tahun dan ditaksir pada tahun ke 10 nilai akhir mesin tersebut Rp.900.000 8.900. Contoh 8.816.700.084.000.000 -7.000 10.000 8.000 8.000 Besarnya depresiasi pada tahun pertama = 20 % (36.628.000.700.000 .520.000.4.000 8.000 4.272.000 1.000 .3 4 5 6 7 8 8.000 0 0 0 1.000 .890.000 8.000 Tahun ketiga = 24 % (36.000.1.000 Tahun kedua = 32 % (36.000.000 8.200.200.507.000.000) = 8. i).272.000 8.000 8.000 Tahun kelima = 8 % (36.000 .000.880. Dengan interpolasi diperoleh i = 14.000) = 7.000.700.900.200.4.000 8.000 8.628.900.000 3.000 E .4.000 7.000 8.000 4.9 %.000 Tahun keempat = 16 % (36.000 -7.816.8.000 .36.000.000 8.000 8.6 %.000 -11. 180.000 8.5.4.760.000 .600.900.000 .000 8.900.000 6. apendik) adalah 20 % (36.900.272.2.000 -7.000 8.084.880.628.900.000 B C D 3.000 .000 4. 78 .000 8.000 260.272.900.000.900.000 .393.900.900.000 -2.000) = 2.900.200.32.000 8.

setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation. c). 10) + 30. b).000 (P/A. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 8.000 30.000 B C D E -180.000.48 (30.000 lebih besar dari BV10 maka ada pajak sebesar 0. NPW = 0 = .000.000. sebelum pajak pendapatan. Dt = 180. NPW = 0 = .000.000.180.000.000.10 n 10 Catatan : BV10 = P − ( = 30. Penyelesaian : a).000 30.400.000.000.000.000. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 4 tahun dan dianggap nilai akhir nol pada akhir tahun ke 4 tersebut d). c).000.000 .000 + 25. 10) Dengan interpolasi diperoleh i = 16.000 -10.000K. i %. i %.000 .000 36.000.000 − 0 = 45.000.10 = 0 n 10 BV10 = P − ( Karena nilai akhir pada tahun ke 10 yaitu Rp.000 P−S ) t = 180.2 % b).000 = 15.000.000 .000 25.000 (P/F.920.000.9 %.000. sehingga tak ada pajak pendapatan. setelah pajak pendapatan dengan menggunakan straight line depreciation untuk 10 tahun dan nilai akhir ditaksir Rp.000 − 30.000 21. 8. 10) + 30. 79 .000 -15.000 10 A -180.000 − 30.000 – 0) = 14.180. 30.000 4 P−S (180.920. i %. Dt = Tahun 0 1 – 10 10 180.000.000.000. i %. hitung rate of return dengan kondisi-kondisi berikut: a).000 (P/A.000 − 0) ) t = 180.000.000.000.000 + 36.000 (P/F.000 180.000 Jadi nilai buku pada akhir tahun ke 10 = nilai akhir mesin tersebut.Dengan menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%.000.080.

000 . 4) + 15.920.000 B C D E -180.000.000 (P/F.000 − 30.15.000 (P/F.000. Contoh 8.560 . i %.000 30. i %.000 Besarnya penghematan pajak karena adanya capital loss = 4. i %. Dt = 180.000.000 (P/A.000 -17.000 .000.920.180.000 . i %.000.000 K - Nilai akhir = Rp.000.000 .000 + 40.000 B C D E .320.000.320. i %.000.000 40. 8.000) = 10.000 25.000 4.600.000 Tahun 0 1 – 10 10 A .000 Jadi modal yang hilang (capital loss) = 8. i %.000 .7 : Misal ada 4 alternatif penanaman modal sebagai berikut : 80 .000.000 15.180.000 .Tahun 0 1 – 10 5 .000.22. 6) (P/F.000 .6% d).5 %.560.10.000 NPW = 0 = .000 (P/A.000 = .000) .000 18.000.000 8.000.000 = 15.000. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 10.560.000.750.000 10 BV = 180.000 36.000.000 10.000 36.000 – 30.000.000. 4) + 18.000.000 36.000 NPW = 0 = .000 − 30.000 .600.000. 10) + 18.320.080 .750.400.000 0 36.000 -14.000.000 -45. 10) Dengan interpolasi di peroleh i = 8.10 10 A -180.48 (22.22.000.250.9.000 21.000 + 25.000 .000 18.000 (P/A.000.000.180.560.10 = 30.000 10 (180.180.

20) i = 6.200.800 . i %.000.100.000 B 250.000 D -500.000 32.300 .000 D 500.25.000.000 17.000 20.000 B -250.000 .400 . Penyelesaian: Seperti halnya dalam bab-bab sebelumnya.000 -21.000 + 22.000 101.000 24.400. i %.000 -10.000 45.000 34.400.000 51.000 14.500 .200.000.000 .000 .000 24. alternatif mana yang paling ekonomis jika di gunakan depresiasi straight line.000 65.500.Biaya peralatan investasi A 200.000.400.000 52.000 20.000 (P/A.200.5 % 81 .000.50 C) Aliran kas setelah pajak (E = A + D) A -200.000.800.000 40.000 . 20) i < 6 % NPW (B) = 0 = -250.700.000 60.000 27.000 -16.0.600.400.400.000 117.900 .700 .600. terlebih dahulu di hitung rate of return tiap alternatif.000.500 .000 (P/A. pajak pendapatan 50% dan i (Marr) 6%.000 -10. Untuk menyingkat perhitungan di buat tabel sebagai berikut: Investasi Aliran kas sebelum pajak (A) Depresiasi (B) Yang dikenai pajak (C = A + B) Besarnya pajak (D = .000 .000 50.300. untuk pemilihan alternatif berganda ini.800.200.800 .600.000 65.000 Umur teknis masing-masing peralatan tiap alternatif di taksir 20 tahun dan nilai akhirnya nol.000 C 350.100.500.000 -20. Jelaskan faktor-faktor yang harus di pertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut.000 -17.000.000 C -350.000 NPW (A) = 0 = .100 . Berdasarkan data di atas.200 .000 Penerimaan kotor tiap tahun karena adanya tersebut Biaya pengoperasian dan pemeliharaan tiap tahun Penerimaan bersih tiap tahun 44.000 + 17.000 .7. 32.200 .800.000 22.000 .000 33.000 51.000.

000 + 10. sehingga dipilih alternatif C.000. misalnya kemampuan pengadaan finansial yang diperlukan untuk biaya awal investasi.000 C-D -150.000.000. terlihat alternatif I tidak perlu dipertimbangkan lebih lanjut karena rate of return-nya < 6 %.300.000 45. .000.Pemasaran (marketing) .000 C -350.000. B Investasi Aliran kas setelah pajak -250. Diperoleh i= 3.dan sebagainya.C dan D seperti sebelumnya.300.000.9 % < 6 %.700.000 C-B -100.000 34. i %. yaitu dengan menyusun alternatif menurut besarnya biaya investasi dan kemudian dihitung incremental aliran kas setelah pajak.700. karena itu dipilih alternatif C.000.000 NPW (D – C) = 0 – 150. i %.000 (P/A.900.000 (P/A.600.000 NPW (C – B) = 0 = .300. Jadi tinggal membandingkan alternatif B .000.000.900. 20) i = 6. Dengan interpolasi diperoleh i > 6 %. Faktor-faktor lain yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan alternatif tersebut antara lain: .000 (P/A.000 34. C Investasi Aliran kas setelah pajak -350.NPW (C) = 0 = -350.5 % Dari hasil perhitungan tersebut. Soal-soal: 82 .000 (P/A.000 D -500.000 10.000 + 11.000 11. 20). 20).200.000.000 + 45.5 % NPW (D) = 0 = -500.100.000 22.000 + 34. i %.200.Kemungkinan adanya kendala-kendala yang belum dipertimbangkan.Safety (keselamatan) . i %. 20) i = 7.

Ada 2 jenis peralatan yang harus dipilih salah satunya yaitu yang paling ekonomis. Pada tahun 2003. d. (metode “Original Book” rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan biaya awal). Dengan menggunakan metode “Original Book”. 3.000. memberikan pendekatan yang cukup baik.000. 9. Peralatan A dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. jika digunakan : a. dengan menggunakan mesin baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas produksi sehingga dapat menekan biaya pengoperasian Rp.25.000.000. Dengan menggunakan metode “average book”.4. Harga notebook tersebut Rp.000.000.000 pada tahun kedua naik Rp. hitung rate of return tiap peralatan. 3.000. 2.000. Berikan usulan mengenai perbedaan hasil ketiga metode diatas dan dalam kondisi bagaimana metode “original book”.300. Metode depresiasi double declining balance. 17.000. Hitung rate of return yang sebenarnya sebelum pajak untuk tiap peralatan tersebut.000 pada tahun kedua dan berkurang Rp. 20.1. investasi pada mesin tersebut akan didepresiasikan dengan SOYD dengan nilai akhir nol pada akhir tahun ke 12.000 untuk selama 2 tahun. sebuah perusahaan membeli komputer untuk meningkatkan efisiensi dan pelayanan administrasinya.000.000 pada tahun pertama. Berapa besar depresiasi dan nilai buku pada tahun ke 3. Metode depresiasi SOYD. Dengan 83 . 16. b.50.000 dan diharapkan dapat digunakan selama 15 tahun dengan nilai akhir nol.000. d. c. Peralatan B dapat menghemat biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp. Metode depresiasi straight line. Sebuah perusahaan kontruksi memperimbangkan untuk membeli sebuah peralatan untuk menunjang operasinya.000 pada tahun-tahun berikutnya. Untuk tujuan pepajakan. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah mesin baru seharga Rp. c. Rp. hitung rate of return tiap peralatan (metode “average book” = rata-rata profit tiap tahun dibagi dengan rat-rata nilai buku). Rp. Dengan menggunakan depresiasi straight line untuk kedua jenis peralatan tersebut. Masing-masing peralatan tersebut berharga Rp.000. b. a. 3. Metode depresiasi sinking fund 6 %. 78.000 pada tahun-tahun berikutnya.000 pada tahun pertama. 12.000 dan ditaksir mempunyai umur teknis 6 tahun dan nilai akhir Rp.

G. Surabaya. Leavenworth. New Delhi. Singapore. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Thuesen. John Wiley and Sons. Eugene L.. Fifth Edition. Grant Ireson. Daftar Pustaka: Blank. Mc Graw Hill Book Co. Singapore. 1985. Prentice Hall of India Private Limited. Haryono. W. 84 . Leland and Anthony T. Fabriky. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak dari investasi tersebut.Inc. Gant. Thuesen. 1990.. Engineering Economy. and Richard S. Second Edition. and GJ. Engineering Economy. Principles of Engineering Economy. 1981. Seventh Edition. WJ...menggunakan pajak pendapatan sebesar 48%. H. Ekonomi Teknik. 1982.

Sedangkan di Indonesia disusun oleh HPS berdasarkan 150 bahan pokok dan jasa. Yang berarti daya beli (purchasing power) dari uang cenderung turun dari tahun ke tahun.S. Contoh 9.1: Seseorang membeli obligasi seharga Rp. digunakan CPI (consumer price index) yang disusun berdasarkan 400 jenis bahan pokok dan jasa.87 %. Dalam praktek hal ini jelas tidak relevan. Andaikan obligasi tersebut dikeluarkan oleh pemerintah sehingga bebas pajak.A.000.000 pada tahun 1995 dengan bunga 5% tiap tahun dan dapat diuangkan pada tahun 2010. karena harga-harga tiap tahun cenderung meningkat.87 % lebih tinggi dari pada tahun anggaran 1985-1986 (dianggap sebagai tahun dasar). Jadi inflasi menurunkan daya beli uang sesuai dengan waktu. Untuk itu telah dikembangkan beberapa metode untuk menghitung laju inflasi (indeks harga konsumen) antara lain di U. Tabel berikut menunjukkan aliran kas dari pembelian obligasi tersebut dan andaikan laju inflasi pada kolom ketiga diketahui : 85 . hal ini berarti bahwa secara umum harga-harga pada tahun anggaran 1986-1987 adalah 9. Laju inflasi umum di Surabaya berdasarkan perhitungan HPS selama tahun anggaran 1986-1987 naik sebesar 9. Oleh karena itu aliran kas dari suatu investasi harus disesuaikan atau dikonversikan ke daya beli tetap (constant purchasing power). sehingga dalam analisis ekonomi hal ini sangat diperhitungkan.BAB IX INFLASI Dalam contoh-contoh sebelumnya. 10. analisis dilakukan tanpa memepertimbangkan pengaruh laju inflasi atau kenaikan harga-harga. Untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan mengkonvirmasikan semua aliran kas ke daya beli tetap (constant purchasing power) berdasarkan laju inflasi (index harga konsumen) yang sesuai.

300 dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995 diperoleh jumlah hasilnya negatif (Rp.000 492. yaitu misalnya tahun 2001 akan mempunyai daya beli atau ekuivalen dengan ( 92.900 94. aliran dikonversikan ke daya beli tetap pada tahun 1995.500.000 500.500.700 161.000 371.000 500. tetapi jika inflasi diperhitungkan mungkin investasi tersebut merugikan.000 468.500 181. Setelah 116. 399.000) yang berarti bahwa investasi tersebut merugikan.Tahun 1995 96 97 98 99 2000 01 02 03 04 05 06 07 08 09 10 Aliran kas dalam nilai sekarang -10.000 500. pada kolom 4.300 133. 500.000 383. 86 .000 272.000 500.000.200 109.000 446.000 500.200 170.000 Laju inflasi (CPI) 92.100 147.000 256.500 97.000 500.500 195.000 500.200 100.400 116.000 500.338.000 104.000 478.000 314.000 399. 7.000 238.000 500.300 125.000 425.000 500.000.000 pada tahun 1995.000 500.400 Aliran kas yang dikonversikan ke daya beli tetap -10. karena kalau dijumlahkan adalah Rp.000 349.000 500.300 121. Jadi dapat disimpulkan bahwa suatu investasi dapat menguntungkan jika pengaruh inflasi diabaikan.000 10.000 500.900 ) Rp.000 500.000 Pada kolom 2 dimana inflasi tidak diperhitungkan investasi tersebut menguntungkan.000.000 288.000 = Rp.

500.000 tiap Ha.3: Sebagai alternatif yang lain dari pembelian tanah adalah membeli obligasi yang memiliki i = 8% tiap tahun dengan harga 50% dari nilai nominalnya. 10 tahun kemudian dapat diuangkan Rp. Rp. yaitu untuk saat sekarang diberi indeks 100. 40. Taksir berapa nilai jual tanah tersebut 10 tahun kemudian dalam daya beli tetap? b. Tulis NPW untuk menghitungkan rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap (constant purchasing power). 87 .000. tahun ketiga diberi indeks 110 dan seterusnya. 133.000.000.330 (P/F . yaitu obligasi yang berharga Rp. mungkin disebabkan dalam analisisnya tidak mempertimbangkan adanya inflasi.500. Contoh 9. Pertanyaan : a.000.330 b.000000. Berikan komentar tentang pernyataan staf ahli investor tersebut! Penyelesaian: a.Contoh 9. NPW = 0 = .000 x 5 x 100/150 = Rp.000 – 1.35. 10) dengan interpolasi diperoleh 11. 70.333. Pernyataan staf ahli tersebut bahwa investasi akan menghasilkan rate of return hampir 20%. Staf ahli investor tersebut menaksir bahwa laju inflasi umum untuk 10 tahun mendatang mendekati laju inflasi arithmetic gradient.tahun kedua diberi indeks 105.35. Investor tersebut berniat menjual tanah tersebut 10 tahun kemudian.000 (P/A . 10) + 133. Andaikan suku bunga dibayar tetap 1 tahun kemudian. Sehingga hasil perhitungan rate of return-nya lebih tinggi yakni mendekati 20%.000. Ditaksir 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual Rp. i%.40.85% c.333. Staf ahli investor tersebut menyatakan bahwa investasi pada tanah tersebut akan menghasilkan rate of return hampir 20 %.000.000. Hitung rate of return dari investasi tersebut dalam daya beli tetap! c. i% . Besar pajak tiap tahun adalah Rp.2: Seorang investor ingin membeli sebidang tanah yang luasnya 5 Ha dengan harga Rp. 1.35. Pertanyaan: a.000.

d.666.980.35.000 + 2. i %.000 -1.500.807.000 + 5.500.000 + 4. n) 150 n = 1 1 + 0.500.166.000.500.000. tulis NPW untuk menghitung rate of return selisih kedua investasi tersebut.148. Dari c) diperoleh : NPW = 0 = ∑ (0 − PT )( P / F .000 + 5.000 + 70.000 + 3.5n Dari a) dengan interpolasi diperoleh i = 14.362.333.000 + 4.000 -1.480.000 6.370.000.000 + 4.000 -1.500. Hitung rate of return pada soal d) dan interpretasikan hasilnya.330 - Obligasi 35.500.500.000 5. c.500.000.000 -1. n) n =1 10 88 .600.869.000 + 46.000 (P/F.000 5.500.500.090.733.000 -1. Berdasarkan tabel c). Buat tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) berdasarkan daya beli tetap.000 d.433.666. NPW = 0 = .660 ( Obligasi – Pembelian tanah) 0 6. Hitung rate of return dari a).000 -1.000 6.833.000 5.000 5.000 + 4.590.93 % Tabel aliran kas (Obligasi – Pembelian tanah) dalam daya beli tetap : Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 10 Pembelian tanah -35.333.500.648.000 -1.600 + 4.000 + 4.000 -81.000 + 133. i%. 10) x b. Penyelesaian : a.000 6.000.000 -1. e. i %.369. c.000 5. 100 10 5.862.b.000 +∑ ( P / F .000 -1.000 -1.

300. 89 . Jadi pilih investasi pada pembelian obligasi jika Marr < 7. 100.000 pada tahun kedua.700.000.74 %.000 tiap tahun untuk selama 10 tahun. Berdasarkan data diatas : a. Jika laju inflasi tiap yahun 6 %. 5. 1. tanah tersebut disewakan yang ongkos sewanya cukup untuk membayar pajak atas tanah tersebut. Selama 10 tahun tersebut.000 pada tahun-tahun berikutnya.000. 26. Ditaksir 10 tahun kemudian harga-harga akan meningkat 2 kali lipat dari saat sekarang. 27.000. Sebuah perusahaan ingin membeli sebuah alat pengendalian material dengan harga Rp. 2.300. Soal-soal : 1.000.000. Andaikan ada kenaikan gaji karyawan sehingga penghematan sebelum pajak berkurang yaitu Rp. 110.000. Dari d) dengan interpolasi diperoleh i = 7. Sistem depresiasi yang digunakan adalah sistem depresiasi SOYD dan pajak sebesar 49%. Rp. Hitung rate of return sebelum pajak (i = 20. maka hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap (i = 10. 74 %.000 pada tahun pertama.1%) b. Hitung rate of return setelah pajak (i = 12.000. 32. Umur teknis perusahaan tersebut adalah nilai akhir nol.000. 200.000 dan berniat menjualnya kembali 10 tahun kemudian dengan harga ditaksir Rp.3 %) c.000 tiap tahun.8 %) d.9%) c. Sebuah perusahaan membeli sebidang tanah seharga Rp. 320.e.000. Komisi penjualan sebesar Rp. Hitung rate of return sebelum pajak jika laju inflasi tidak diperhitungkan (i = 7.000. b. Jika tanah tersebut dijual 10 tahun kemudian maka ada pajak ekstra sebesar 45% terhadap keuntungan sebesar Rp.000.74 % dan pilih pembelian tanah bila Marr > 7.300. Hitung rate of return setelah pajak jika laju inflasi diperhitungkan. Hitung rate of return sebelum pajak dan laju inflasi tidak di perhitungkan.000 sehingga harga bersih 10 tahun kemudian adalah Rp. 20. dan bertambah Rp. dengan menggunakan alat tersebut diharapkan dapat mengurangi gaji perusahaan sebesar Rp.000. a. tetapi menambah biaya pengoperasian dan pemeliharaan sebesar Rp.

000 (1. Berapa besar penambahan rate of return sebelum dan sesudah pajak karena adanya kenaikan gaji karyawan tersebut.000 (1. ada pajak kekayaan sebesar Rp.000. 3. Hitung rate of return sebelum pajak dalam daya beli tetap (constant purchasing power).000) dikenai pajak sebesar 49%. 25. 346. Jika 10 tahun kemudian tanah tersebut laku dijual seharga pembelian mula-mula (Rp.000.(Bandingkan dengan jawaban a dan b di atas).000. b.000. - Dengan tanpa melakukan perhitungan berikan jawaban saudara jika inflasi diperhitungkan.000.000.12)n dan pada akhir tahun ke 10 harga jual tanah tersebut sebelum pajak adalah Rp. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap.12)10 = Rp.461. hitung rate of return setelah pajak dalam daya beli tetap. 110.- Dengan mengandaikan laju inflasi tidak diperhitungkan.000 dan alternatif kedua yaitu menyewa tanah tersebut dengan ongkos sewa Rp. 3. 3.000) dengan pembelian mula-mula (Rp. Jadi jika tanah tersebut tidak jadi dibeli. Sebuah perusahaan konstruksi ingin memperluas kapasitas tempat penyimpanan alatalat beratnya. Selain pajak pendapatan (income taxes). Jika tanah tersebut dibeli. 3. penerimaan-penerimaan dan pengeluaran-pengeluaran lain adalah sama bila tanah tersebut bila dibeli atau disewa. maka ongkos sewanya pada tahun ke n adalah Rp. Jika selisih tersebut hanya dikenai pajak 20%. 90 . Alternatif pertama yaitu membeli sebidang tanah seharga Rp.000) maka hitung rate of return sebelum pajak. Andaikan ada pajak sebesar 49% dan selisih harga penjualan tanah pada akhir tahun ke 10 (Rp.110.000 tiap tahun.110. a.000.100. Andaikan laju inflasi umum 12% tiap tahun. hitung rate of return sebelum dan sesudah pajak.000 tiap tahun untuk jangka waktu 10 tahun.110.000. Jika besar pajak 49% tiap tahun maka hitung rate of return setelah pajak.000.

Surabaya 91 .Daftar Pustaka: Barish. Mc Graw Hill Book Co. Surabaya. Ekonomi Teknik. 1990.N. Penerbit Guna Widya. N. Haryono. 1995.Inc.N. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.. Pujawan. Edisi Pertama. 2004. Ekonomi Teknik. New York.

Adanya unsur-unsur ketidakpastian dalam jangka waktu tertentu harus diperhitungkan dalam analisis ekonomi teknik agar supaya diperoleh hasil analisis yang lebih akurat. Selama jangka waktu tersebut mungkin terdapat perubahan dari iklim usaha yang sulit diramalkan.BAB X TEORI KEPUTUSAN TERAPAN Pada umumnya investasi dalam proyek pemerintah dan swasta berlaku untuk jangka waktu yang panjang. karena banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi. Keputusan yang diambil berdasarkan teori probabilitas digolongkan sebagai proses pengambilan keputusan berdasarkan resiko tertentu dan diharapkan dengan penggunaan teori probabilitas analisis yang dilakukan untuk masa depan mendekati situasi yang sebenarnya. Untuk suatu variabel random x : a. Dengan teori probabilitas akan diramalkan kejadian-kejadian yang akan timbul pada masa mendatang dengan resiko (derajat kepercayaan) tertentu. Metode kuantitatif yang banyak digunakan untuk memperhitungkan resiko dalam mengambil keputusan karena adanya unsur-unsur ketidak pastian adalah teori probabilitas. bila x diskrit E (x) = ∞ −∞ ∫ xP(x). baik faktor internal maupun eksternal dari proyek atau perusahaan tersebut. bila x kontinyu dimana P(x) f(x) = fungsi probabilitas masa dari x = fungsi padat probabilitas dari x 92 . Nilai ekspetasi : ∑ x xP(x). Komponen teori probabilitas yang banyak digunakan dalam teori penganmbilan keputusan adalah nilai ekspresi (rata hitung) dan variansi (variance).

bila Y kontinyu Contoh 10.25 93 .5) = 0.1: Andaikan 2 mata uang yang seimbang dilempar. B2 = uang logam kedua menunjukkan belakang. Varianci : ∑ x x2 P(x) – {E(x)}2.5) (0. (B1 M2).b. Ruang eksperimen dari pelemparan 2 uang logam tersebut adalah : S = {(M1 M2). bila x diskrit σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = ∞ −∞ ∫ x2 f(x) dx – {E(x)}2. (B1 B2)} Misal x merupakan variabel random (acak) yang menunjukkan banyaknya muka yang muncul.25 P(x = 1) = P (M1 B2) = P (B1 B2 ∪ B1 M2) = P (M1) P (B2) + P (B1) P (M2) = (0.5) (0.5) (0. Hitung nilai ekspektasi dan varianci dari jumlah muka yang timbul. B1 = uang logam pertama menunjukkan belakang. M2 = uang logam kedua menunjukkan muka.5) + (0. (M1 B2).5) = 0.50 P (x = 2) = P (B1 B2) = P (B1) P (B2) = (0.5) = 0. diperoleh : 0 B1 B2 M1 B2 X= 1 B1 M2 2 M1 M2 P(x = 0) = P (B1 B2 ) = P (B1) P (B2) = (0. Penyelesaian : Ambil M1 = uang logam pertama menunjukkan muka.5) (0.

andaikan diadakan aturan permainan sebagai berikut : jika tidak ada yang timbul maka kalah Rp. Data berikut menunjukkan biaya konstruksi dan taksiran kemungkinan terjadinya banjir yang merusakkan yang dikumpulkan selama 50 tahun..25) + 1 (0. 40.25) = Rp. 100 (0. 94 . jika muka 1 yang timbul maka menang Rp.Tabel distribusi probabilitasnya : x 0 1 2 P(x) 0. 40 (0.50) + 22 (0.5 Contoh 10.3 : Dalam suatu proyek pengendalian banjir diusulkan beberapa alternatif untuk membangun tanggul sungai..50 0.- Penganmbilan keputusan berdasarkan nilai ekspetasi: Untuk investasi yang memperhitungkan resiko maka perhitungan nilai ekspektasi (misalnya expected present worth. 80.2 : Dari contoh 10.50) + 2 (0. 15.-. 80(0.5) + 12 (0.Rp.1.25) + Rp. 100. expected annual equivalents.-.25) – 1 = 0. Jika 2 muka yang timbul maka menang Rp.25 E (x) = ∑ x x P (x) = 0(0. atau expected future worth) dapat digunakan sebagai basis untuk melakukan atau meminimalkan biaya.25) = 1 σ2 (x) = E{x}2 – {E(x)}2 = 02 (0.50) + Rp.25 0. Nilai kemenangan atau keuntungan yang diharapkan (nilai ekspektasi) dari permainan tersebut jika permainan berlangsung lama adalah : E (keuntungan) = . Contoh 10.

100.24 8/50 = 0.000 dan seterusnya.000. 330.000.000. 12 %.000.000) + (0.000.06 2/50 = 0. 15) + 0. 150.000 Rp. 450.000.000 Kolom B atau frekuensi sungai yang melewati batas normal tanggul diperoleh dari pengamatan selama 50 tahun dan kolom C diperoleh dengan membagi masing-masing frekuensi tersebut dengan 50.000 Rp.Tinggi tanggul (kaki) (A) Frekuensi sungai Probabilitas sungai Kerugian yang melewati batas diakibatkan yang Biaya karena pembangunan melewati batas normal tanggul (C) maksimal tanggul (B) sungai melewati batas tanggul (E) tanggul (D) 0 5 10 15 20 25 24 12 8 3 2 1 24/50 = 0. Penyelesaian : Sebagai basis untuk perbandingan digunakan expected equivalent annual cost karena probabilitas dapat dipandang sebagai kemungkinan tingginya banjir pada suatu tahun tertentu.000. 400.000 Rp.000 Rp.02) (300. Untuk tinggi tanggul kaki : Ekspetasi (EUAC) = 100.000. 100.000. dan umur teknis tahun merupakan waktu yang cukup lama.000.000 Rp.000. Kolom D merupakan taksiran kerugian yang ditimbulkan oleh banjir yang disebabkan tinggi air disungai melebihi tinggi tanggul. 150.000.000) + (0. Misalnya jika dibangun tanggul 10 kaki sedangkan pada suatu saat tertentu tinggi dari air sungai 15 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp.48 12/50 = 0.000 Rp. 300. 100. 550.000 dan jika tinggi air sungai 20 kaki maka kerugian yang timbul ditaksir Rp. 210.06)(15.000) = Rp.000 Rp. 200.04 (200.000. tentukan alternatif pembangunan yang paling ekonomis.000.000 Rp.000. 0 Rp.000 Rp. Kolom E menunjukkan biaya awal konstruksi tanggul.04 1/50 = 0. Dengan menggunakan Marr 12 % dan umur teknis tanggul 15 tahun.682.16 3/50 = 0.16(100. 0 Rp. 53.000.000) + 0.000.02 Rp.000 95 .000 (A/P.

000. 12%. Penggunaan diagram pohon (decision tree) dalam teori keputusan dan finansial semakin berkembang dewasa ini. Beberapa alternatif tertentu memerlukan pengambilan keputusan bertahap/bersyarat (Bayesian approach). Dari hasil penelitian pasar disimpulkan bahwa jika ia ingin melanjutkan usahanya dengan laju pertumbuhan seperti saat ini untuk masa mendatang diperlukan tambahan jam kerja untuk mengoperasikan supermarketnya.000.000.000 (A/P.828. c.000.000 Dari hasil perhitungan diatas ekspektasi annual cost yang paling minimum adalah pembangunan tanggul dengan tinggi 10 kaki.04 (100. yang dapat 96 .000) = 68. 12%.000) + 0.04 (100.4: Seorang pemilik supermarket ingin memperluas usahanya. 15) = Rp.000) = Rp.000. Diagram Pohon dalam Pengambilan Keputusan.000. kemungkinan keadaan yang dapat terjadi pada masa depan misalnya adalah bisnis dalam kondisi baik. Alternatif yang lain adalah memperluas supermarketnya. Terdapat sangat banyak alternatif yang harus dipilih.000 (A/P. 55. tetapi biaya yang dikeluarkan tidak sebanding dengan kerugian yang ditimbulkannya.000) + 0.000 (A/P.Untuk tinggi tanggul 10 kaki : Ekspetasi (EAUC) = 210. sedang atau jelek. b.069.02 (200.480. Untuk tinggi tanggul 25 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 550. Contoh 10.000 Untuk tinggi tanggul 20 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 450. 80.000 Untuk tinggi tanggul 15 kaki : Ekspetasi (EUAC) = 330. 12%. 15) + 0.000. Diagram pohon digunakan antara lain bila : a. Dalam dunia bisnis.000. 15) + 0.000) = Rp.000 (A/P. Terdapat banyak kemungkinan keadaan yang dapat terjadi.000) + 0. 12%.04 (150.751.000.02 (150. 46.000. 15) + 0.000.02 (100. Pembangunan tanggul yang lebih tinggi dari 10 kaki dapat mengurangi kerugian akibat banjir.

000.000.000.60 0.000 – 41.000 + 15.000 10.5) 10.000 Perluasan Kecil Rp.000.15) 115.000 15.000.000 Rp. Dari studi pendahuluan ( tidak termasuk pajak ) diperoleh data sebagai berikut : NPW sebelum pajak Untuk tiap alternatif Kondisi Bisnis Baik Cukup buruk Taksiran Probobalitas 0.000 Perluasn besar Rp.000 Rp.000.000.20%.000.000 97 .000 – 12. 10.972.000 (P/F.000 (P/F.000 + 15.25) Perluasan kecil Sedang (0.000.000 100.24.000.000.25 0. tentukan alternatif mana yang paling ekonomis.15 Tidak ada perluasan Rp.000. 140.15) Baik (0.000.000 + 15. 120.5) 145.000 . Yang kedua adalah memugar toko tersebut dengan memperluas sampai 2 kali dari sekarang ( hal ini di sebabkan kemungkinan adanya perkembangan pesat untuk daerah sekitar supermarket tersebut untuk masa mendatang ) dengan biaya Rp 41.000.000.000 Rp.028.60) Buruk (0.000.000 – 12.000 Rp.000 120.000.028.000. Yang pertama adalah dengan memugar supermarketnya dengan menambah ruangan dengan biaya Rp.000.000.000.000.000 – 41.000 190.000 dengan nilai akhir Rp 15.000.000.000.5) = = = = = = 128.000 110.000.000 dengan nilai akhir nol dan pemugaran tersebut cukup untuk mengimbangi perkembangan bisnisnya untuk 5 tahun ke mendatang.60) Buruk (0.25) Tak ada perluasan Sedang (0.000 108.000 Rp.000.000 Berdasarkan data tersebut dan dengan i = 20%.20%. 115. Penyelesaian : Dibuat terlebih dahulu diagram pohon sebagai berikut: Baik (0.25) Perluasan besar Sedang (0.dicapai dengan 2 kemungkinan.000.000.000.000 pada akhir tahun ke–5.60) Buruk (0. 145. 190. 100.000 140.000 (P/F.000.000 3.000 155. 15.20%. 12.000. 10.000.000 Rp.15) Baik (0.000 – 41.000 – 12.

000.101.000) + 0.000) = Rp.4 dapat ditulis dalam bentuk : Alternatif Tak ada perluasan (A1) Perluasan kecil (A2) Perluasan besar (A3) P (Sj) (υ(θij)) dalam hal ini merupakan PW dari diagram pohon.1 98 .4 : Karena adanya bentuk yang simetris dari hasil yang mungkin terjadi.000.250.60 (108. = menunjukkan keadaan-keadaan alternatif masa depan j = 1.000(υ(θ22)) 110.n.Ekspektasi (PW tak perluasan ) = 0.000(υ(θ13)) 3.25 (115. = probabilitas dari Sj. suatu masalah pengambilan keputusan dapat dinyatakan dalam bentuk matriks keputusan: Ai Sj P(Sj) = menunjukkan alternatif-alternatif yang tidak saling terkait (mutually exclusive).60 (100. υ(θ ij) = nilai yang berkaitan dengan θ ij atau elemen-elemen dari matriks pay off.972.000.000) + 0.000. I = 1. 90.000) + 0.028.000.000.25 (128.000. Dengan menggunakan symbol-simbol di atas.000) + 0.000(υ(θ32)) Buruk (S3) 10.000) = Rp.250.000 Ekspektasi (PWperluasan kecil) = 0.000 (υ(θ32)) Sedang (S2) 100. ……n.028.15 (3. Rumus umum untuk expected present worth (EPW) dari tiap alternatif adalah : EPW (Ai) = Baik (S1) 115. dimana ∑ P( S j =1 m j ) =1 θ ij = menunjukkan alternatif Ai dengan keadaan Sj.25 (115.000.000) + 0.000 (υ(θ21)) 110.000 Ekspektasi (PWperluasan besar) = 0.000(υ(θ12)) 108.000. contoh 10.15 (10.028.000 (υ(θ11)) 128.000.000 Dari perhitungan diatas pilih alternatif melakukan pemugaran dua kali lipat dari kapasitas sekarang karena menghasilkn nilai ekspetasi uang sekarang yang terbesar dibandingkan dua alternatif yang lain . Formulasi matriks contoh 10.60 (110.000(υ(θ23)) -24. ………….000.000) = Rp.000) + 0.028.000(υ(θ33)) ∑υ (θ j =1 n ij ) P( S j ) …………………………………………………………………10.000.15 (24.000. 2. 2. 97.972.

972. 2.000.000 ( 0.000 ( 0.Dari tabel diatas diperoleh : EPW ( A1 ) EPW ( A2 ) EPW ( A3 ) = 115000.000 = 128. umur teknis komputer kecil adalah 6 tahun dan nilai akhir pada tahun ketiga diabaikan.000K/tahun dan persewaan tersebut dapat diperbaharui.000 ( 0.000K tiap tahun.028.50 jika 3 tahun pertama adalah baik dan 0. Untuk menyederhanakan masalah diandaikan ada 2 alternatif proposal yang harus dipilih salah satunya.000 ( 0.000.15 ) = 97. Andaikan digunakan depresiasi straight line.25 )+110. Perusahaan PALAPA harus melakukan salah satu pemilihan dari 3 alternatif proposal yang diajukan.60 ) + 10.028.8 jika 3 tahun pertama adalah jelek.25 )+108. S2 : ekonomi stabil dan S3 : ekonomi jelek. Probabilitas atau kemungkinan kondisi bisnis baik untuk 3 tahun mendatang adalah 0. 350. berikan rekomendasi yang harus dipilih oleh perusahaan tersebut. jika kondisi bisnis dalam 3 tahun mendatang baik maka penggunan komputer besar akan menghemat pengeluaran Rp. Data berikut merupakan biaya alternatif tersebut dengan 3 kondisi masa depan yang mungkin timbul. 150.250.000 ( 0.000 ( 0.028. tetapi jika kondisi bisnis selam 3 tahun mendatang jelek penghematan komputer tersebut hanya Rp.000K.000K tiap tahun.000 Soal-soal: 1. Marr yang digunakan setelah pajak adalah 15 %.7. Alternatif pertama adalah menyewa sebuah komputer besar untuk 3 tahun dengan ongkos sewa Rp.000K.000. 150. yaitu S1 : ada perbaikan ekonomi. probabilitas kondisi bisnis baik untuk 3 tahun berikutnya adalah 0.25 )+ 100.000. Penggunaan komputer kecil dapat menghemat Rp.000 = 155. 150. 100.000 ( 0. tetapi jika kondisi bisnis jelek hanya dapat menghemat Rp. 99 . pajak pendapatan 50%. umur teknis 10 tahun dengan nilai akhir nol.250.000 ( 0.000. Alternatif kedua adalah membeli sebuah komputer kecil dengan harga Rp.15 ) = 90.60 ) + 24. Andaikan sebuah perusahaan ingin sebuah komputer untuk meningkatkan efisiensi sistem pengendalian produksinya. Dengan menggunakan Marr 30% sebelum pajak. 200.15 ) = 101.000K tiap tahun untuk selam 3 tahun jika kondisi baik.60 ) + 3.000 ( 0.

Berdasarkan data diatas.200.000.Inc.000 25.600.000 2000. Economic Analysis for Engineering and Managerial Decisions Making.000 S1 18..000. N. New York.000 15.000. 1995.000. P(S2) = 0.000 Modal kerja antara lain diperlukan untuk biaya inventaris.Penerimaan dikurangi pengeluaran Investasi Modal Alternatif A1 A2 A3 Peralatan 40.N. Surabaya 100 . 2004.000 10.000.000.000 3.000 Modal Kerja 10. Andaikan juga P(S1) = 0.600.5. tidak dipengaruhi pajak pendapatan dan diandaikan dapat diperoleh kembali secara penuh pada akhir tahun ke 10.N.000.000 12.000 30. tanpa dikenai pajak.2000. Daftar Pustaka: Barish.200.000 (kecuali pajak pendapatan) S2 16. Mc Graw Hill Book Co. buatlah matrik keputusannya setelah pajak.000 80.3. Pujawan. P(S3) = 0.2.000.000 S3 14.000 22.000 8. Ekonomi Teknik.500. Penerbit Guna Widya. Edisi Pertama.

Jumlah uang yang menjadi kompensasi atas peminjaman sejumlah uang pada suatu periode waktu. a. mengukur.APPENDIX A DAFTAR ISTILAH DALAM EKONOMI TEKNIK Akuntansi (accounting) - Aliran kas (cash flow) Analisa manfaat-biaya (benefit cost analysis) - Analisa resiko - Analisa sensitivitas - Biaya-biaya tetap (fixed cost) Biaya-biaya variabel (variable costs) - - Bunga (interest) - Bunga efektif (effective interest) - Bunga majemuk (compound interest) - Proses untuk mengidentifikasikan. Misal: untuk mengetahui sebagaimana pengaruh perubahan tingkat suku bunga terhadap NPV yang bisa diperoleh dari suatu investasi Biaya-biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi. meringkas dan mengkomunikasikan informasiinformasi ekonomi sehingga dapat dipakai penunjang dalam menghasilkan keputusan Aliran keluar masuknya uang tunai (kas) pada sebuah perusahaan atau organisasi Suatu analisa yang dilakukan untuk menilai kelayakan proyek-proyek pemerintah (sektor publik) dengan membandingkan manfaat yang bisa dirasakan oleh masyarakat umum dengan biaya yang dikeluarkan oleh sponsor proyek (pemerintah) Suatu analisa yang memberikan gambaran tingkat ketidakpastian (resiko) yang dihadapi oleh suatu keputusan (investasi) Suatu analisa yang digunakan untuk mengetahui seberapa sensitif suatu keputusan terhadap perubahan-perubahan variabel yang mempengaruhi. Tingkat pemajemukan dari setiap periode yang kurang dari satu tahun Suatu jenis bunga dimana besarnya bunga pada suatu periode dihitung berdasarkan besarnya induk ditambah dengan besarnya bunga yang telah terakumulasi pada periode sebelumnya. Nilai tingkat bunga yang sebenarnya. biaya tenaga kerja langsung dan sebagainya. Bunga majemuk sering disebut juga dengan istilah bunga berbunga 101 . b. yang dihitung dengan persamaan-persamaan rumus bunga selama periode satu tahun bunga tahunan termasuk efek b. Ongkos penggunaan modal (capital) a. Misal: biaya bahan baku. biaya gedung dan sebagainya Biaya-biaya yang besarnya secara langsung berkorelasi dengan volume produksi. Misal: biaya tanah.

jasa atau faktor-faktor produksi secara umum Penurunan nilai suatu aset atau properti karena waktu dan pemakaian Sederetan penerimaan atau pengeluaran tunai yang meningkat atau menurun dengan jumlah yang tetap selama beberapa periode yang berurutan Pengeluaran atau penerimaan yang jumlahnya tetap tiap periode selama jangka waktu tertentu Ilustrasi grafis dari transaksi-transaksi ekonomi yang dilukiskan pada garis skala waktu.Bunga nominal (nominal interest) Bunga sederhana (simple interest) Capitalized cost - - - Capitalized worth Deflasi Depresiasi Deret gradien (gradient series) Deret seragam (annual worth) Diagram aliran kas (cash flow diagram) - - Diskonting (discounting) - Ekonomi teknik (engineering economy) Equivalent Uniform Annual Cost (EUAC) Equivalent Uniform Annual Revenue (EUAR) Eskalasi - - - External Rate of Return (ERR) - Indeks harga (price index) - Tingkat bunga tahunan yang mengabaikan pemajemukan pada periode-periode yang kurang dari setahun Bunga yang dihitung hanya dari induk tanpa memperhitungkan bunga yang telah diakumulasikan pada periode sebelumnya Nilai sekarang dari deret seragam yang berupa ongkos yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Nilai sekarang dari deret seragam yang berlangsung dalam waktu yang tak terhingga lamanya Peristiwa terjadinya penurunan harga-harga barang. dimana garis horisontal menunjukkan skala waktu dan garis vertikal menunjukkan besarnya aliran kas pada periode yang bersangkutan Suatu proses untuk menentukan nilai sekarang dari sejumlah uang yang nilainya beberapa periode mendatang diketahui. Disiplin ilmu yang digunakan untuk menganalisa aspek-aspek ekonomi dari usulan investasi yang bersifat teknis Pengeluaran-pengeluaran yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan yang seragam Pendapatan-pendapatan atau pemasukan-pemasukan yang dikonversi menjadi pendapatan ekuivalen tahunan Perubahan harga diferensial yang mengakibatkan harga beberapa komoditi berubah pada tingkat yang berbeda dari perubahan harga yang terjadi secara umum Suatu nilai ROR (rate of return) yang diperoleh dengan asumsi bahwa hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek lain yang ROR-nya berbeda dengan ROR proyek atau investasi saat ini Perbandingan antara harga beberapa komoditi pada suatu hari terhadap harga-harga komoditi tersebut pada hari-hari lain 102 .

Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. 103 . Nilai dari semua pengeluaran atau pemasukan selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu sekarang (periode nol) Nilai netto dari semua pemasukan dan pengeluaran selama horison perencanaan yang dikonversi ke suatu titik yang didefinisikan sebagai waktu mendatang. hutang dan kepemilikan) dari suatu organisasi pada saat tertentu. Perkiraan nilai suatu asset pada akhir umurnya.jasa atau faktor produksi secara umum Suatu nilai rate of return (ROR) yang diperoleh dengan asumsi bahwa semua hasil investasi diinvestasikan kembali pada proyek yang ROR-nya sama Suatu pengeluaran atau pengorbanan yang dilakukan untuk suatu harapan dimasa yang akan datang Laporan yang menunjukkan hasil suatu operasi selama satu periode akuntansi yang berisi informasi secara sistematis tentang seluruh pendapatan dan beban perusahaan untuk tahun buku yang bersangkutan Kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajibankewajiban jangka pendeknya Semua manfaat positif yang akan dirasakan oleh masyarakat umum dengan dibangunnya suatu proyek Nilai minimal dari tingkat bunga yang dapat diterima oleh investor sebagai patokan untuk menetapkan layak tidaknya suatu usulan investasi dilaksanakan Dana atau sumber dana yang digunakan untuk membangun atau meneruskan operasi suatu proyek atau usaha Laporan yang berisi informasi posisi finansial (aset. biasanya pada akhir tahun fiskal Nilai awal suatu aset atau properti setelah dikurangi akumulasi nilai depresiasi nilai sampai saat itu Nilai rata-rata berbobot yang diperoleh dari penjumlahan semua nilai-nilai yang mungkin terjadi setelah dikalikan dengan probabilitas terjadinya masing-masing nilai tersebut. Biasanya merupakan pengurangan nilai jual asset tersebut dengan biaya yang diperlukan untuk memindahkannya.Inflasi Internal Rate of Return (IRR) - Investasi (investment) Laporan rugi laba (income statement) - Likuiditas (liquidity) Manfaat (benefit) Minimum Attractive Rate of Return (MARR) Modal (capital) - - Neraca (balance sheet) - Nilai buku (book value) Nilai harapan (expected value ) - Nilai mendatang (future worth) Niali sekarang ( present worth) - - Nilai sekarang netto (net present worth) Nilai sisa (salvage value) - - Peristiwa terjadinya kenaikan harga-harga barang.

banyaknya penjualan dan sebagainya. baik yang berasal dari penjualan maupun pendapatan bunga selama satu periode akuntansi. Jumlah semua pendapatan.ongkos yang secara langsung berkaitan (berkorelasi) dengan pembuatan suatu produk. Ongkos yang diperlukan untuk meningkatkan satu unit output pada tingkat produksi tertentu. dan sebagainya. Jumlah pendapatan yang akan dikenakan pajak pendapatan yang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku. Titik yang dinyatakan variabel output. misalnya ongkos bahan baku. Suatu tingkat bunga yang menyebabkan NPV suatu investasi = 0 b. Titik yang menyatakan variabel output dimana biaya-biaya membuat sama dengan biaya-biaya membeli suatu produk Waktu dimana suatu aset atau alat boleh didepresiasi Periode waktu dimana suatu alat atau aset masih bisa dioperasikan dengan baik 104 . misal: volume produksi. dimana total pengeluaran sama dengan total pemasukan b. lama operasi. Pendapatan kapital disini adalah harga jual dikurangi harga beli asset tersebut. ongkos tenaga kerja langsung. Jumlah periode (tahun) yang diperlukan untuk mengambalikan (menutup) ongkos investasi awal dengan tingkat bunga tertentu a. Pendapatan yang diperoleh apabila harga jual asset melebihi harga belinya. Tingkat bunga (penghasilan) yang diperoleh dari suatu investasi ROR biasanya dinyatakan dalam persen Rasio dari bunga yang dikenakan terhadap induk dalam suatu periode waktu dan biasanya dinyatakan dalam persentase terhadap induknya a.Ongkos langsung (direct cost) - Ongkos marjinal (marginal cost) Pendapatan kapital (capital gain) Pendapatan kotor (gross income) Pendapatan kena pajak (taxable income) Periode pengambilan (payback period) Rate of Return (ROR) - - - - - Tingkat bunga (interest rate) Titik impas (break even point = BEP) - - Umur depresiasi (depresiable life) Umur teknis (working life) - Ongkos. Titik yang menyatakan variabel output dimana dua alternatif sama baiknya ditinjau dari sudut ekonomi c.

APPENDIX B TABEL PEMAJEMUKAN DISKRIT DAN PEMAJEMUKAN KONTINYU 105 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful