MODUL PRAKTIKUM SISTEM TENAGA LISTRIK

LABORATORIUM SISTEM TENAGA LISTRIK DEPARTEMEN TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS INDONESIA 2011

PERCOBAAN I PENGENALAN ETAP
I. Tujuan Percobaan

digunakanlah sebuah konduktor. Mempelajari cara membuat diagram saluran tenaga listrik dengan menggunakan ETAP II. Dalam menganalisa tenaga listrik. transformator. Mempelajari fungsi ETAP dalam sistem tenaga listrik 2. ETAP memiliki 2 macam standar yang digunakan untuk melakukan analisa kelistrikan. 1 . suatu diagram saluran tunggal (single line diagram) merupakan notasi yang disederhanakan untuk sebuah sistem tenaga listrik tiga fasa. yang berakibat pada perbedaan spesifikasi peralatan yang sesuai dengan frekuensi tersebut. Hal ini memudahkan dalam pembacaan diagram maupun dalam analisa rangkaian. Analisa tenaga listrik yang dapat dilakukan ETAP antara lain : a. Fitur yang terdapat di dalamnya pun bermacam-macam antara lain fitur yang digunakan untuk menganalisa pembangkitan tenaga listrik. sistem transmisi maupun sistem distribusi tenaga listrik.2011 1. Elemen elektrik seperti misalnya pemutus rangkaian. online untuk pengelolaan data real-time atau digunakan untuk mengendalikan sistem secara real-time. Simbol elemen listrik yang digunakan dalam analisa dengan menggunakan ETAP pun berbeda. sebagai saklar atau peralatan lainnya diwakili. Analisa hubung singkat c. Elemen pada diagram tidak mewakili ukuran fisik atau lokasi dari peralatan listrik. ANSI dan IEC. Dasar Teori ETAP (Electric Transient and Analysis Program) merupakan suatu perangkat lunak yang mendukung sistem tenaga listrik. Pada dasarnya perbedaan yang terjadi di antara kedua standar tersebut adalah frekuensi yang digunakan. Sebagai ganti dari representasi saluran tiga fasa yang terpisah. atas-ke-bawah. Perangkat ini mampu bekerja dalam keadaan offline untuk simulasi tenaga listrik. bus bar maupun konduktor lain dapat ditunjukkan dengan menggunakan simbol yang telah distandardisasi untuk diagram saluran tunggal. dll. tetapi merupakan konvensi umum untuk mengatur diagram dengan urutan kiri-ke-kanan yang sama. Analisa aliran daya b. Arc Flash Analysis d. kapasitor. Analisa kestabilan transien.

Gambar 1.2 Simbol Generator di ETAP b.1 Elemen standar ANSI Beberapa elemen yang digunakan dalam suatu diagram saluran tunggal adalah : a.3 Simbol Transformator di ETAP c. Transformator Berfungsi untuk menaikkan maupun menurunkan tegangan dengan rasio tertentu sesuai dengan kebutuhan sistem tenaga listrik. Pemutus Rangkaian 1 . Gambar 1.2011 Gambar 1. Generator Merupakan mesin listrik yang berfungsi untuk menghasilkan tenaga listrik.

Gambar 1.4 Simbol pemutus rangkaian di ETAP d. 4. Membuat One-Line Diagram sederhana 1. Gambar 1. perhatikan penjelasan dari asisten terlebih dahulu Gambar 1. 1 . Untuk cara merangkainya. Beban Di ETAP terdapat dua macam beban. Bila sudah selesai. 5. Susun rangkaian seperti gambar di bawah ini 2. yaitu beban statis dan beban dinamis. Prosedur Percobaan A. Bila ada parameter elemen yang kurang jelas tanyakan pada asisten. simpan file ke dalam folder yang lokasinya ditentukan oleh asisten. Masukkan setiap nilai atau rating elemen seperti yang tertera pada gambar.5 Simbol beban statis di ETAP III.2011 Merupakan sebuah saklar otomatis yang dirancang untuk melindungi sebuah rangkaian listrik dari kerusakan yang disebabkan oleh kelebihan beban atau hubungan pendek. Single Line Diagram 3.

Tutup program ETAP. Gambar 1. A. Bila sudah selesai. Tugas dan Pertanyaan 1. 6. IV. Membuat Composite Network 1. Sebutkan contoh jenis beban dinamis! 3. Buat composite Networknya untuk rangkaian tambahan tersebut. Hubungkan elemen tambahan tersebut ke dalam one-line diagram sebelumnya. Hapus atau cut elemen “Network1” pada gambar bagian A. praktikan boleh bertanya-tanya atau membuat rangkaian sendiri sambil menunggu praktikan yang lain selesai. Apakah yang dimaksud dengan lumped load? 4. Membuat one line diagram dan composite network sendiri Tanyakan pada asisten untuk gambar one line diagram yang harus didisain. Apa yang anda ketahui mengenai swing generator? MODUL 2 ANALISA ALIRAN DAYA (LOAD FLOW ANALYSIS) 1 . Apa yang anda ketahui mengenai ANSI dan IEC! 2. Buka file ETAP yang telah disimpan sebelumnya. Tambahakan rangkaian elemen seperti gambar di bawah ini. 5. 2.7 Single Line Diagram 4. 3. A.2011 6.

Pada kondisi ideal. terdapat 3 metode yang biasa digunakan: 1. Aliran daya pada suatu sistem tenaga listrik secara garis besar adalah suatu peristiwa daya yang mengalir berupa daya aktif (P) dan daya reaktif (Q) dari suatu sistem pembangkit (sisi pengirim) melalui suatu saluran atau jaringan transmisi hingga sampai ke sisi beban (sisi penerima). maka daya yang diberikan oleh sisi pengirim akan sama dengan daya yang diterima beban. dan kapasitif.F. Resultan antara besaran hambatan kapasitif dan induktif akan mempengaruhi P. induktif dan kapasitif. Impedansi di saluran transmisi dapat terjadi karena berbagai hal dan sudah mencakup resultan antara hambatan resistif. tetapi lambat dalam kecepatan perhitungan. 2. daya yang dikirim sisi pengirim tidak akan sama dengan yang diterima beban. Sedangkan untuk melakukan kalkulasi aliran daya. Tipe beban yang tersambung jalur. Impedansi di saluran transmisi. II. Menganalisa masalah-masalah airan daya pada sistem tenaga listrik. Hal ini yang menyebabkan rugi-rugi daya karena terkonversi atau terbuang menjadi energy lain dalam transfer energi. sehingga mempengaruhi perbandingan antara besarnya daya yang ditransfer dengan yang diterima. TUJUAN PERCOBAAN 1. Mempelajari konsep aliran daya dalam sistem tenaga listrik. Ada 3 tipe beban. yaitu resistif. DASAR TEORI Percobaan aliran daya ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik aliran daya yang berupa pengaruh dari variasi beban dan rugi-rugi transmisi pada aliran daya dan juga mempelajari adanya tegangan jatuh di sisi beban . Accelerated Gauss-Seidel Method • Hanya butuh sedikit nilai masukan.2011 I. Namun pada kondisi real. induktif. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa hal: 1. 1 . 2.

0 IV.2011 2. Fast Decoupled Method • • • Dua set persamaan iterasi. PROSEDUR PERCOBAAN: Percobaan 1 a) Buat one line diagram bawah ini. daya reaktif dengan magnitude tegangan Cepat dalam perhitungan namun kurang presisi Baik untuk sistem radial dan sistem dengan jalur panjang III. First Order Derivative digunakan untuk mempercepat perhitungan. antara sudut tegangan.PERALATAN PERCOBAAN Satu Buah PC dengan instalasi ETAP 7. PG dengan susunan seperti gambar di b) Isi Rating berdasarkan data a. Newton Raphson Method • • Cepat dalam perhitungan tetapi membutuhkan banyak nilai masukan dan parameter. 3. Power Grid • MVAsc • X/R T1 yang telah ditentukan asisten: 1 Lumped Load .

bus angle. dan branch losses! (ubah pengaturan tampilan hasil melalui “display option”) Percobaan 2 a) Kembangkan one line diagram pada percobaan 1 menjadi seperti gambar dibawah ini! b) Isi Composite network dengan one line diagram di bawah ini 1 . Voltage Drop pada line/cable. Transformator (T1) • Vp dan Vs • Nilai MVA • Typical X/R d.2011 b. Beban (Lump Load) • Nilai MVA • % PF • % Load Type c) Pasang HV Circuit Breaker pada one line diagram yang telah diberi rating tersebut! d) Gunakan metode Newton Rhapson! e) Jalankan Loadflow analysis melalui button “Run Load Flow”! f) Catat Aliran daya yang mengalir pada bus. Kabel • Length • Size c.

apa yang menyebabkan perbedaan bus voltage dan bus angle? Apa yang menyebabkan voltage drop pada sistem? Melalui tombol “Alert View”. Serta Beban-bean yang telah ditentukan oleh asisten! d) Jalankan Load flow analysis seperti pada percobaan 1! e) Catat aliran daya pada one diagram tersebut dan bandingkan hasilnya dengan percobaan 1! I. analisa apa yang terjadi pada kondisi critical dan marginal? Mengapa hal tersebut dapat terjadi? Dan apa yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut? • • 1 . Kabel. PERTANYAAN • • • Analisa perbandingan aliran daya pada bus 1 dan 3 pada percobaan pertama dengan kedua Apa yang menyebabkan perbedaan besaran aliran daya pada setiap percabangan? Dari hasil aliran daya yang ditampilkan . Motor induksi.2011 c) Berikan Rating pada Transformator.

letak gangguan dan jenis gangguan. 2 . Hal ini dapat disebabkan oleh kerusakan isolasi pada sistem tenaga listrik ataupun gangguan dari luar seperti dahan pohon dan sebagainya yang mengakibatkan terjadinya hubung singkat. Dasar Teori Pada suatu sistem tenaga listrik tidak dapat dihindari adanya gangguan. Adanya hubung singkat menimbulkan arus lebih yang pada umumnya jauh lebih besar daripada arus pengenal peralatan dan terjadi penurunan tegangan pada sistem tenaga listrik. Mempelajari manfaat analisa gangguan II.2011 PERCOBAAN III SHORT CIRCUIT ANALYSIS I. Mempelajari simulasi gangguan pada ETAP . Berdasarkan jenis arus gangguannya. gangguan pada sistem tenaga listrik dibagi menjadi dua bagian yaitu gangguan simetris dan gangguan tak simetris. Mempelajari karakteristik arus gangguan 2. walaupun sudah didesain sebaik mungkin. sehingga bila gangguan tidak segera dihilangkan dapat merusak peralatan dalam sistem tersebut.0 3. Tujuan Percobaan 1. Yang dimaksud dengan gangguan simetris adalah gangguan yang arus gangguannya seimbang dan sebaliknya gangguan tak simetris adalah gangguan yang arus gangguannya tak seimbang. Besarnya arus hubung singkat yang terjadi sangat diperngaruhi oleh jumlah pembangkit yang masuk pada sistem.

Kemudian berikan gangguan pada bus dengan menggunakan short circuit study case. Periksa Short Circuit Analysis View 2 .0 2.1 dengan menggunakan ETAP 7. 3. 8. Percobaan gangguan tiga fasa dengan tidak ada arus beban 1. Amati arus gangguan yang terjadi. Rangkaian Percobaan Gambar 3. 7. 6. Buka semua circuit breaker yang mengarah ke beban 4. Catat besarnya arus gangguan.2011 III. Prosedur Percobaan a. Alat 1. circuit breaker dan kabel yang ada pada gambar seperti yang telah disediakan.0 installed a. Amati arus yang mengalir pada rangkaian percobaan dengan menggunakan load flow analysis 5. Tulis rating generator. 1 buah PC ETAP 7.1 Rangkaian Analisa Gangguan b. Buat rangkaian sesuai dengan gambar 3.

Periksa Short Circuit Analysis View 9. IV. circuit breaker dan kabel yang ada pada gambar seperti yang telah disediakan. 7. Bandingkan bagaimana arus yang mengalir pada saat hanya 1 generator yang bekerja dengan ketika 2 generator bekerja! 4. Tulis rating generator.1 dengan menggunakan ETAP 7. 3. Amati arus gangguan yang terjadi. Percobaan gangguan tiga fasa dengan adanya arus beban 1. 6. Bagaimana keadaan arus gangguan pada saat sistem tanpa beban dan pada saat sistem berbeban? Mengapa demikian? Jelaskan! 3. a. Ulangi percobaan dengan menutup circuit breaker dari gen2. Tugas dan Pertanyaan 1. Tutup semua circuit breaker yang mengarah ke beban 4. Bandingkan bagaimana arus yang mengalir pada saat sebelum terjadinya gangguan dengan arus setelah terjadinya gangguan ! Mengapa demikian? 2. Berilah kesimpulan berkaitang dengan percobaan ini.2011 9. Buat rangkaian sesuai dengan gambar 3. Catat besarnya arus gangguan. Amati arus yang mengalir pada rangkaian percobaan dengan menggunakan load flow analysis 5. Kemudian berikan gangguan pada bus dengan menggunakan short circuit study case.0 2. 1 . Ulangi percobaan dengan menutup circuit breaker dari gen2. 8.

efisiensi η (per unit atau percent).2011 BAB IV STARTING MOTOR INDUKSI I. Variasi arus starting terhadap kecepatan untuk motor 22 kW dan 200 kW diperlihatkan grafik di bawah ini 2 . Dengan memeriksa nilai impedansi motor atau data dari pabrik. Tujuan Percobaan Mensimulasikan dan menganalisa kondisi dan voltage drop saat starting motor induksi dengan menggunakan perangkat lunak ETAP 7.0. arus line (A).0. dan bisa menyebabkan voltage drop pada sistem serta menyebabkan gangguan pada operasi beban yang lain. motor pada sistem akan dianggap sebagai sebuah impedansi kecil yang terhubung dengan sebuah bus. Setelah didapat nilai arus starting maka nilai starting kVA dan PF bisa didapat. II. Dasar Teori Selama periode waktu starting. output daya P o (kW). slip s (per unit atau percent). power factor cosø (per unit).5 kali arus full-load untuk motor tegangan tinggi dan sekitar 7 kali arus full-load untuk tegangan rendah. oleh karena itu untuk motor dengan tegangan terrminal yang rendah di beberapa kasus akan menyebabkan starting motor tidak akan mencapai nilai kecepatan ratingnya. sekitar enam kali arus ratingnya. Data-data yang diberikan oleh pabrik untuk operasi full load motor biasanya berupa : tegangan line to line (V). Motor akan mengambil arus yang besar dari sistem. Selain itu arus starting bisa dihitung dari rangkaian ekivalen dengan menset nilai slip nol. Torsi percepatan motor bergantung pada tegangan terminal motor. dapat kita lihat nilai arus starting bervariasi antara 3.

Dari kecepatan nol ke kecepatan penuh. Torsi inisial ini biasa disebut stiction. yang 2 . Saat kecepatannya di atas sekitar 10%. Karkteristik dinamiknya dapat dirumuskan Tdynamic = KN2 di mana N adalah kecepatan batang Sebagian besar pompa sentrifugal dan kompressor sentrifugal di start saat kondisi no-load. Mesin tipe ini sulit untuk start dan mencapai kecepatan penuhnya.0% torsi full-load. Jika batang mulai berotasi torsi ini berkurang. lifting.2011 Sebagian besar beban-beban mekanik di industri diklasifikasikan ke dalam 2 grup yaitu : torsi kuadratik versus kecepatan dan torsi konstan versus kecepatan Karakteristik kuadratik ada pada beban seperti pompa sentrifugal. kipas. Beban seperti ini biasanya menggunakan motor tipe double cage. dan lain-lain. crushers. Bagian statik menghitung torsi inisial yang dibutuhkan saat kecepatan nol dan kecepatan sangat rendah. Sekitar 5 sampai 15 % torsi full-load dibutuhkan untuk menggerakkan batang. dan lain-lain. Untuk beban dengan karakteristik torsi konstan versus kecepatan seperti conveyor. torsinya tetap konstan. kompressor sentrifugal. Bagian dinamik torsi berhubungan dengan energi yang dibutuhkannya. Artinya mesin membutuhkan energi dan torsi minimum dari motor. Secara umum karakteristiknya ada dua yaitu bagian statik dan bagian dinamik. torsi statik bisa diabaikan. Torsi full-speed untuk operasi no-load antara 40% .

Dengan memilih rasio X per R untuk lilitan ini. Namun. 4.2. Dengan suhu yang tinggi pada batang bisa menyebabkan kerusakan yang sangat signifikan pada motor tipe enclosure khususnya. Saat starting. Waktu starting yang lama harus dihindari. tegangan bus akan turun untuk mencipatkan torsi yang cukup untuk mempercepat beban ke tegangan ratingnya. Terdapat beberapa metode yang digunakan untuk mengurangi arus starting dari suplai. 440 V. membuat motor bisa menghasilkan dua torsi untuk slip tertentu. misal 20 detik. Berikan alasan mengapa motor induksi merupakan jenis motor yang paling digunakan di industri? 2. Dengan waktu starting yang lama. hitunglah arus startingnya! Sebutkan dan jelaskan hal-hal yang mempengaruhi waktu starting motor ! 5. satu di dalam dalam satu slot atau slot yang terpisah. Sebutkan dan jelaskan 5 metode untuk melakukan starting motor induksi! 3 . Kombinasi torsi bisa konstan selama periode acceleration. yang perlu diperhatikan harus dijamin juga bahwa motor memiliki torsi yang cukup untuk mempercepat beban saat tegangan terminalnya jatuh. dengan kode huruf H. Motor induksi 150 hp.1 Simulasi percobaan static starting mototr induksi III. Pertanyaan 1.Simulasi percobaan dinamic starting motor induksi IV. III. maka jumlah panas yang dihasilkan di kumparan stator dan batang konduktor rotor harus diperhitungkan. Jelaskan efek “voltage dips” yang disebabkan oleh starting motor pada sistem! 3. Percobaan III. satu di luar.2011 rotornya mempunyai dua lilitan rotor.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful