Zaman paleolitikum.

Zaman ini disebut pula Zaman Batu Tua , yaitu masa kehidupan berburu dan meramu. Masa ini berlangsung sejak 2 juta tahun lalu sampai 10.000 tahun yang lalu. Kehidupan manusia pada masa itu bersifat evolutif, yaitu perubahan yang sangat pelan. Kebudayaan paleolitikum pertama kali ditemukan di Jawa oleh Ralph Von Koenigswald dan M.W.F. Tweedie pada tahun 1935. Kebudayaan paleolitikum dikenal juga dengan kebudayaan Pacitan, karena peralatan yang ada banyak ditemukan di daerah Pacitan. Corak Kehidupan: - Pada masa ini manusia purba hidup dengan cara nomaden yaitu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. - Tergantung pada alam. Mereka mencari binatang buruan dan meramu artinya mencari dan mengumpulkan makanan dari alam bebas (food gathering). Di samping berburu binatang darat, manusia juga mulai menangkap ikan. Dengan akalnya manusia mampu menciptakan alat-alat seperti tuba untuk memabukkan ikan, membuat kail untuk meperoleh ikan-ikan kecil, dan memakai tombak untuk ikan yang besar. - Apabila binatang buruan atau bahan makanan di sekitarnya telah menipis, mereka segera mencari tempat baru yang masih banyak menyimpan makanan. - Mereka hidup secara berkelompok dalam jumlah kecil. Alat-alat yang digunakan: 1) Batu inti, yaitu kapak perimbas (chopper), kapak penetak, kapak genggam (pebble) yang berguna untuk memotong pohon, merimbas kayu, memotong tulang, dan menguliti binatang. Kebanyakan dari alat-alat saksi budaya ini ditemukan di Pacitan-Jawa Timur. 2) Alat serpih (flakes), yaitu merupakan pecahan dari batu inti/induj (kalsedon) yang berguna untuk gurdi mata panah, mengiris daging atau memotong umbi-umbian dan buah-buahan ataupun peraut pisau. Salah satunya adalah Serut, yang proses pembuatannya berasal dari serpihan bongkahan-bongkahan batu rijang, atau sisa pembuatan alat-alat lain dengan fungsi sebagi alat pemotong atau penyayat daging. 3) Alat tulang dan tanduk, yang digunakan sebagai ujung tombak, menggali ubi-ubian, juga berburu. Kebanyakan dari alat-alat ini ditemukan di Ngandong. Alat yang digunakan sebagai alat bantu untuk berburu dan meramu masih sederhana (masih kasar). Manusia yang hidup pada masa ini, yaitu: Meganthropus Paleojavanicus, Pithecanthropus Erectus, Pithecanthropus Mojokertensis, Homo Wajakenis, dan Homo Soloensis.

6) Alat pemukul kayu. Banyak ditemukan di Maluku. Di lua Indonesia ditemukan di jepang. Sulawesi. . Sebutan kapak persegi diberikan oleh Von Heine Geldern. 4) Mata panah. juga sudah mulai beternak (food producing). bagian tengah di Malaysia Barat.Telah mengenal kepercayaan yang saat itu masih berupa animisme dan dinamisme.Sudah mengenal organisasi masyarakat dengan kepemimpinan yang ditaati oleh warganya. tetapi berbeda dengan masa paleolitikum. pecahan-pecahan kebudayaan ini di temkan pada lapisan atas kjokkenmoddinger di Sumatera. Nusa Tenggara. banyak ditemukan di Papua. anting-anting yang bahan bakunya adalah batu indah dan kaseledon. sedangkan kapak lonjong melalui jalur timur. Untuk ukuran yang besar. 10) Pakaian. kebudayaan Neolitikum inilah yang menjadi dasar kebudayaan Indonesia sekarang. Pendatang baru tersebut membawa kebudayaan kapak persegi. Corak kehidupan: . yaitu walzeinbeil (untuk . 5) Gerabah dari tanah liat. jenis perhiasan dari zaman ini antara lain berwujud gelang. termasuk Indonesia. Menurut pencariannya. 9) Tembikar. Hal ini disebabkan terjadinya migrasi secara bergelombang penduduk Proto-Melayu dari Yunan. Irian. berfungsi sebagai alat memahat kayu yang bahannya terbuat dari batu dengan jenis Rijang. .Manusia telah mempunyai tempat untuk menetap (sedenter). Menurut R. Sulawesi Utara. Alat yang digunakan memang masih dari batu. batubatu ini sudah diasah/halus. ditemukan di Kalimantan Selatan. Hal ini dibuktikan dengan penemuan alat pemukul kayu yang biasa digunakan unuk memukul kulit kayu. 7) Pahat Neolitik.Pertanian dengan bersawah/pengairan. Formosa. dan pembuatan bentuk ini dengan teknis mengasah/mengupam. Kapak lonjong sendiri memiliki dua ukuran. Tembikar ini mepunyai hiasan motif tenun. kapak jenis ini hanya ditemukan di daerah Minahasa. yaitu masa kehidupan bercocok tanam di persawahan dan memelihara hewan. Cina Selatan ke Asia Tenggara. Sulawesi Utara. yang digunakan untuk berburu. hiasan tembikar yang bermotif tenunan membuktikan bahwa masyarakat prasejarah sudah mengenal pakaian. Diperkirakan pakaian ini dibuat dari kulit kayu. Soekmono.Menurut penelitian. ditemukan di pantai selatan Pulau Jawa (antara Yogyakarta-Pacitan). Dari kulit kayu ini dihailkan serat-serat yang kemudian ditenun. adalah kapak yang penampang lintangnya berbentuk persegi panjang atau trapesium. Perkembangan kebudayaan pada zaman ini sudah sangat maju. kalung. Alat-alat yang digunakan: 1) Kapakpersegi/beliung persegi. ke barat sampai Sunai Gangga. . kapak corong berasal dari kebudayaan zaman neolitikum. Zaman ini disebut pula Zaman Batu Muda. 3) Kapak lonjong. Peralatan yang menonjol dari zaman ini adalah kapak persegi dan kapak lonjong. Kalimantan. Diperkirakan mereka bertempat tinggal menetap di desa-desa kecil dalam komunitas petani. 2) Kapak bahu. Melolo (Sumba). Kapak persegi menyebar ke Indonesia melalui jalur barat. 8) Perhiasan. Peninggalan kebudayaan zaman neolitikum ditemukan hampir di seluruh Kepulauan Nusantara. beliung ini difungsikan sebagai cangkul dan keberadaannya banyak ditemukan di Jawa. bukit pasir pantai selatan Jawa. adalah kapak dengan penampang berbentuk lonjong atau bulat telor. Filipina. Kaliumpang (Sulawesi). Masa ini berlangsung sekitar 4000-2000 SM. yaitu sejenis kapak persegi namun pada tangkai diberi “leher” sehinga menyerupai bentuk botol persegi.

belum scan juga browsing.com .image/gambar mnyusul.. Sumber : Katalog Pameran Museum & Kepurbakalaan Jawa Timur 2008 Kharisma SEJARAH.. SMA Kelas X Semester 2 Pendamping Materi Canggih.ukuran besar) dan kleinbeil (untuk ukuran kecil) yang umumnya digunakan sebagai benda wasiat. wordshistory. IPS SEJARAH SLTP Kelas 1 Semester 1 Piranti SEJARAH. penerbit HKMJ.]www. SMA KELAS X [.maph Bu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful