B.

Landasan Teori Protein ialah biopolimer yang terdiri atas banyak asam amino yang berhubungan satu dengan yang lainnya lewat ikatan amida (peptida). Protein memainkan berbagai peran dalam sistem biologis. Beberapa protein merupakan komponen utama dari jaringan struktur (oto, kulit, kuku, rambut). Protein lain mengangkut molekul dari satu bagian ke bagian yang lainnya dalam makhluk hidup. Masih ada lagi yang bertindak sebagai katalis dalam berbagai reaksi biologis yang diperlukan untuk mempertahankan hidup (Hart, harold. at al , 2003). Protein merupakan molekul besar dengan Mr sekitar 6000 sampai dengan 1.000.000. Protein yang terdapat dalam organisme sangat bervariasi dalam ukuran dan strukturnya. Struktur itu ditentukan oleh jenis, jumlah, dan urutan asam aminonya. Protein sendiri adalah polimer asam amino. Asam amino adalah senyawa yang mengandung gugus karboksilat (-COOH) dan amino ( - NH 2 ) dengan rumus umum : Asam amino jenis ini disebut α -asam amino, karena gugus amino(-NH 2 )-nya terikat pada atom pertama (α) gugus karboksil. R adalah atom atau gugus yang mengandung rantai alifatik, siklik, atau aromatik. Berdasarkan R-nya di alam terdapat 200 lebih jenis asam amino, tetapi di dalam protein hanya terdapat 20 macam (Syukri, 1999). Protein bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut. Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform. Apabila protein dipanaskan atau ditambah etanol absolut, maka protein akan menggumpal (terkoagulasi). Hal ini disebabkan etanol menarik mantel air yang melingkupi molekulmolkeul protein. Buiret adalah senyawa dengan dua ikatan peptida yang terbentuk pada pemanasan dua mulekul urea. Ion Cu 2+ dari preaksi Biuret dalam suasana basa akan berekasi dengan polipeptida atau ikatan-ikatn peptida yang menyusun protein membentuk senyawa kompleks berwarna ungu atau violet. Reaksi ini positif terhadap

tetapi juga amat bervariasi fungsinya. karenanya. Seperti juga terdapat ribuan gen di dalam inti sel. seperti misalnya. bukan hanya merupakan makromolekul yang melimpah jumlahnya. fosfotungsat. 2008). 2) jenis asam amino.(Trevor. masing-masing protein dalam campuran dapat dipisahkan satu dari yang lainnya dengan teknik yang disebut pengendapan isoelektrik (Wirakusumah. Protein. Fungsi suatu protein ditentukan oleh 1) jumlah asam amino pembentuknya. atau peptida yang mengandung asamα amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. masing-masing mencirikan satu sifat nyata dari organis. Protein dapat juga diendapkan dengan kation tertentu seperti Zn 2+ dan Pb 2+ .me.1995:76) Sebagian besar protein dapat diendapkan dari larutan air dengan penambahan asam tertentu. prolin dan hidroksiprolin menghasilkan senyawa berwarna kuning. masing-masing membawa fungsi spesifik yang ditentukan oleh gen yang sesuai. 2010): Golongan . Pada umumnya molekul protein mempunyai daya kelarutan minimum pada pH isoelektriknya. kekuatan ion. Zat pengendap lainnya adalah asam tungstat. dan temperatur. Sehingga dengan cara pengaturan pH larutan.dua buah ikatan peptida atau lebih. di dalam sel terdapat ribuan protein yang berbeda. Protein adalah instrument yang mengekspresikan infor. asam triklorasetat dan asam perklorat. Penggolongan protein berdasarkan fungsi biologisnya antara lain (Anonim. tetapi negatif untuk asam amino bebas atau dipeptida. sifat dielektrik pelarut. Namun. Variable yang mempengaruhi kelarutan ini adalah: pH. Pemisahan protein dari campuran dengan pengaturan pH didasarkan pada harga pH isoelektrik yang berbeda-beda untuk tiap macam protein. Semua asam amino. Berbagai protein globular mempunyai daya kelarutan yang berbeda di dalam air. Protein. Pada pH isoelektriknya beberapa protein akan mengendap dari larutan. dan metafosat. Penambahan asam ini menyebabkan terbentuknya garam protein yang tidak larut. yang namanya berarti ‘pertama’ atau ‘utama’ merupakan makromolekul yang paling berlimpah di dalam sel dan menyusun lebih dari setengah berat kering pada hampir semua organisme.masi genetik. dan 3) urutan asam amino di dalam rantai polipeptidanya.

Miosin. Protein nutrient dan penyimpan Gliadin (pada gandum) Ovalbumin (telur). Dynein . Albumin serum - lipoprotein 3. Tripsin Protein transport Hemoglobin. Tubulin. Casein (susu) Feritin Protein konraktil atau motil Aktin.Contoh Enzim Ribonuklease.

Hal ini dapat . Hormon pertumbuhan Kortikotropin. Toksin difteri Bisa ular. TrombToksin botulinum. Pada praktikum ini dilakukan uji kualitatif protein yang bertujuan untuk mengidentifikasi protein secara kimia dengan mengenal sifat pengendapan dan perubahan warna yang terjadi bila ditambahkan dengan senyawa kimia tertentu. kulit. Protein memainkan berbagai peran dalam sistem biologis. PEMBAHASAN Protein ialah biopolimer yang terdiri atas banyak asam amino yang berhubungan satu dengan yang lainnya lewat ikatan amida (peptida). kuku. Reseptor membr . Kolagen . ZnS. dan HgS. Risin Protein pengatur Insulin. rambut). Elastin Proteoglikan Protein pertahanan in Antibodi. Praktikum pertama yaitu pengendapan protein dengan logam berat dimana logam-logam akan membentuk kompleks dengan atom sulfur. Fibrinogen. Beberapa protein merupakan komponen utama dari jaringan struktur (oto. Fibroin. Hal ini dapat dilihat dari terbentuknya endapan yang berwarna putih susu dan endapan-endapan yang terjadi selanjutnya karena adanya pembentukan kompleks antara logam dan sulfur pada protein menjadi PbS.Protein struktural Keratin.

terjadi karena adanya peristiwa denaturasi protein atau perusakan struktur protein karena adanya pengaruh logam berat. Kehadiran logam berat di dalam larutan yang mengandung protein akan mengakibatkan ketak-stabilan pada struktur tiga dimensi protein sehingga terbentuk endapan. Praktikum selanjutnya yaitu uji warna protein dengan menggunakan reaksi-reaksi antara lain reaksi biuret. Garam-garam dari logam berat seperti Hg 2+ . Disamping itu dapat membentuk ikatan yang sangat kuat dengan gugus – COO. Dengan terjadinya pengendapan atau disebut juga koagulasi. Pada reaksi biuret diperoleh hasil reaksi berupa warna ungu pada bagian atas dan bagian bawah kental. Ini . Buiret adalah senyawa dengan dua ikatan peptida yang terbentuk pada pemanasan dua mulekul urea. reaksi millon-nasse. Hal ini terjadi karena ion Cu 2+ dari pereaksi biuret yang berasal dari penambahan CuSO 4 dalam suasana basa akan bereaksi dengan polipeptida atau ikatan-ikatan peptida yang menyusun protein membentuk senyawa kompleks bewarna ungu seperti yang dihasilkan. Hopkins-Cole. sedangkan struktur kerangka kovalennya (struktur primer) dari protein tersebut tidak mengalami kerusakan.dari asam aspartat dan asam glutamate yang terdapat dalam molekul protein pecah sehingga proteinnya sendiri akan mengendap. Kerusakan ini disebabkan karena ketidakmampuan protein dalam mempertahankan struktur aslinya (natif) namun suatu protein asli (natif) yang terdenaturasi. protein tersebut hanya mengalami kerusakan pada struktur (konformasi) alamiahnya yang berbentuk tiga dimensi (strukturtersier atau quarterner). perubahan pH. Reaksi ini positif terhadap dua buah ikatan peptida atau lebih. tetapi negatif untuk asam amino bebas atau dipeptida. Ag + dan Pb 2+ dapat berikatan dengan gugus – SH dari protein. perubahan suhu dan sebagainya. mollisch. dan uji sulfur. protein mengalami perubahan konformasi serta posisinya sehingga aktivitasnya berkurang atau kemampuannya untuk menunjang aktivitas organ tubuh tertentu akan hilang. Santoprotein.

namun karena urea mengandung gugus – NH2 (amin) yang mempunyai kesamaan dengan gugus protein sehingga membentuk warna ungu sebagai hasil reaksi antara Cu2+ dengan – NH.berarti bahwa protein yang terkandung dalam putih telur adalah tidak kurang dari dua ikatan peptida. Hal ini disebabkan karena Pereaksi Hopkins-Cole terdiri dari asam glioksilat (CHO. Reaksi biuret menghasilkan urea menurut persamaan reaksi : CO(NH 2 ) 2 + NaOH + CuSO 4 kompleks Cu Urea bukan merupakan protein.3. Asam sulfat yang digunakan harus sangat murni yang berarti tidak mengandung bahan-bahan yang bertindak sebagai oksidator. Triptofan diduga berkondensasi dengan aldehida ini. Oleh karena itu urea memberikan hasil positif pada uji biuret Selanjutnya adalah pengujian dengan reaksi Hopkins – cole dimana reaksi ini memberikan hasil positif dengan adanya cincin yang berwarna ungu dengan gumpalan-gumpalan putih.COOH) dalam H 2 SO 4 (p). Jadi ikatan peptida hanya terbentuk apabila ada dua atau lebih asam amino esensial yang bereaksi. Warna ungu diberikan oleh gugus indol yang terdapat dalam triptofan.5-tetrahidroβ -karbolin-4-karboksilat.dan dengan asam pekat membentuk kompleks berwarna dari jenis asam 2.4. Hasil tersebut menunjukkan bahwa dalam putih telur terdapat asam amino triptofan. Reaksi uji yang ketiga yaitu . Test ini berhasil bila terdapat oksidator kuat seperti nitrat dan klorat.

Paraktikum ini menghasilkan hasil akhir berupa PbS hitam. Pb berfungsi sebagai donor Pb 2+ . H 2 SO 4 memberi suasana asam agar Hg tidak mengendap serta berfungsi sebagai penghidrolisa protein agar terdapat tyrosin. Reaksi uji yang kelima adalah reaksi millon-nase yang bertujuan untuk mengetahui adanya gugus hidroksifenil (tyrosin). Hal ini menunjukkan bahwa putih telur memiliki inti benzene. Dan yang terakhir adalah reaksi mollisch dimana dihasilkan lingkaran ungu di dasar tabung dan seperti terdapat serat-serat berwarna coklat. Reaksi ini berdasarkan nitro inti benzene yang terdapat dalam molekul protein. Hasil positif ditunjukkan dengan terbentuknya warna kuning. Pereaksi Xanthoprotein terdiri dari HNO3 pekat panas. putih telur memberikan hasil positif (terbentuk warna yang tadinya kuning menjadi jingga). Prinsip pengikatan Hg pada hidroksifenil menghasilkan kompleks berwarna merah.reaksi xantoprotein untuk asam amino dengan inti benzen. Senyawa nitro yang terbentuk dalam suasana basa akan terionisasi dan warnanya akan berubah menjadi lebih tua atau jingga. jika ditambahkan asam nitrat pekat akan mengendap dengan endapan berwarna putih yang dapat berubah menjadi kuning sewaktu dipanaskan. Reaksi ini digunakan untuk asam amino tirosin. Kemudian reaksi yang keempat adalah reaksi uji sulfur yaitu reaksi yang bertujuan untuk mengetahui asam amino yang mengandung unsur S dengan reaksi positif berupa terbentuknya endapan PbS hitam setelah protein alkali garam dan dipanaskan. triptofan dan fenilalanin. Alkali garam berguna untuk melepas S organik menjadi S anorganik. H. KESIMPULAN Dari hasil dan analisis di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut : . serat-serat ini diperkirakan adalah protein yang terdenaturasi Dari semua langkah praktikum di atas dapat diketahui bahwa Protein mengandung asam amino berinti benzen. Senyawa nitro yang terbentuk berwarna kuning dan dalam lingkungan alkalis akan terionisasi dengan bebas dan warnanya menjadi lebih tua atau menjadi jingga Berdasarkan hasil percobaan. Reaksi ini didasarkan pada uji nitrasi inti benzena yang terdapat pada mulekul protein menjadi senyawa intro yang berwarna kuning.

Warna ungu diberikan oleh gugus indol yang terdapat dalam triptofan. Test Hopkins-Cole untuk protein yang mengandung triptofan Test Biuret yang merupakan tes umum untuk protein Test Xanthoprotein untuk asam amino yang mempunyai inti benzen protein yang terkandung dalam putih telur adalah tidak kurang dari dua ikatan peptida. Reaksi xantoprotein berdasarkan nitro inti benzene yang terdapat dalam molekul protein. .Protein dapat terdenaturasi oleh sebab antara lain : perubahan pH. Protein dapat didentifikasi oleh reaksi pengendapan oleh logam berat. suhu dan penambahan ion atau logam berat ttertentu.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful