BAB III CILIOPHORA

Ciliophora merupakan protozoa yang memiliki silia sebagai alat geraknya. Protozoa merupakan binatang yang paling banyak di dunia. Ciliophora, disebut juga Ciliata, berperan sebagai konsumen bakteri (Prokaryotes). Dimana bakteri memainkan peranan penting dalam menjaga bumi sebagai tempat yang cocok untuk tempat tinggal dan protozoa memainkan peranan penting dalam

mengendalikannya. Istilah Protozoa berasal dari bahasa Yunani, yaitu protos berarti pertama dan zoon termasuk berarti hewan. menyerupai Sesuai dengan klasifikasi, Kelompok ini Protozoa mulanya

Protista yang

hewan.

“dibentuk” untuk mengelompokan organisme yang bukan tumbuhan dan bukan hewan. Itulah sebabnya Protozoa disebut organisme seperti hewan

(animal like). Sebagian besar Protozoa uniseluler memiliki ukuran tubuh antara (2-1.000) µm, protozoa termasuk eukariot. Biasanya hidup di dalam air, namun ada juga yang ditemukan di dalam tanah bahkan di dalam tubuh organisme lain sebagai parasit. Di perairan laut ataupun air tawar, Protozoa berperan sebagai zooplankton. Ciliata atau Infusoria merupakan kelompok terbesar di Protozoa, di mana anggotanya sekitar 8.000 species. Ciri khas filum ini adalah alat geraknya berupa cilia (rambut getar). Cilia tersebut ada yang terdapat di seluruh tubuh, ada pula yang hanya di bagian tertentu. Selain sebagai alat gerak, cilia pun berguna membantu mengumpulkan makanan. Habitat kelompok ini adalah air tawar dan air laut yang mengandung zat organik tinggi.

A. Morfologi Phylum Ciliophora Kehadiran silia yang menutupi sel dari organisme merupakan ciri khas utama dari kelompok ini, oleh karena itu dinamai phylum Ciliophora. Namun, perbedaan sitologi utama adalah kehadiran dua jenis inti, yaitu mikronukleus dan macronucleus. Radiasi adaptif kelompok ini selama evolusi telah menghasilkan
31

beberapa spesies sangat bagus dan beragam. Beberapa adalah sessile (misalnya Suctorians atau Stentor) dan menangkap makanan dengan tentakel yang menembus sitoplasma dan menarik mangsa, atau dengan kompleks membranelles mendorong air yang membawa partikel aliran air ke dalam rongga vakuola makanan bucal yang terbentuk. Meskipun sebagian besar ciliates "telanjang", beberapa menghasilkan mineralisasi Lorica (Tintinnids) atau mensekresi skala organik (misalnya Lepidotrachelophyllum). Penyusunan silia pada permukaan tubuh dan di wilayah aparatus oral, kehadiran struktur makanan yang khusus, dan organisasi dari pita subpellicular dari mikrotubulus adalah kriteria penting yang digunakan dalam menciptakan kategori taksonomi (Roger, 1988). Anggota subphylum Ciliophora memiliki silia atau derivat ciliary pada beberapa tahap siklus hidup. Perlengkapan berkisar dari penutup lengkap dari silia sederhana untuk sebuah membranelles yang relatif sedikit lebih atau kurang lengkap terbatas pada daerah peristomial. Dalam rentang ini, tipe spesialisasi ciliary dan pola distribusi menjadi dasar utama untuk membedakan taksonomi subdivisi. Ciliophore ini biasanya dibagi menjadi dua kelas, Ciliatea dan Suctorea. Dalam ciliatea, silia atau komponen derivat mereka terdapat dalam fase siklus dominan. Suctorea tidak bersilia pada fase dewasa dan telah mengembangkan tentakel khusus yang berfungsi dalam mencari makan. Tahapan larva bersilia merupakan karakteristik spesies yang paling menghubungkan kelompok ini dengan Ciliatea dan pola larva ciliary menyiratkan bahwa Suctorea lebih erat terkait dengan Holotrichida daripada ke ciliates yang lebih spesifik (Hall, 1961).

32

B. Klasifikasi subphylum Ciliophora Klasifikasi subphylum Ciliophora yang diadopsi oleh Jahn dan Jahn dalam Hall (1961) adalah sebagai berikut. Sub phylum Class 1 : Ciliophora : Ciliatea

Sub class 1 : Protociliatia Ordo 1 : Opalinida

Subclass 2 : Euciliatia Ordo 1 : Holotrichida : Astomina : Gymnostomina : Trichostomina : Hymenostomina : Thigmotrichina : Apostomina

Sub ordo 1 Sub ordo 2 Sub ordo 3 Sub ordo 4 Sub ordo 5 Sub ordo 6 Ordo 2

: Spirotrichida : Heterotrichina : Tintinnina : Oligotrichina : Entodiniomorphina : Hypotrichina : Ctenostomina

Sub ordo 1 Sub ordo 2 Sub ordo 3 Sub ordo 4 Sub ordo 5 Sub ordo 6 Ordo 3 Ordo 4 Class 2

: Peritrichida : Chonotrichida : Suctorea

C. Sejarah Kehidupan, Ekologi, dan Reproduksi pada Phylum Ciliophora Kebanyakan ciliata hidup bebas. Relatif sedikit yang parasit, dan hanya satu spesies, Balantidium coli yang diketahui menyebabkan penyakit pada manusia. Beberapa ciliata lainnya menyebabkan penyakit pada ikan, yang lainnya adalah parasit atau commensals pada berbagai invertebrata. Sebagian besar yang lain hidup di saluran pencernaan mamalia, di mana mereka menjalankan aktivitas
33

untuk menstabilkan populasi besar bakteri simbiotik yang memecah selulosa dalam makanan hewan. Ciliata yang hidup bebas dapat memakan bakteri, ganggang, atau bahkan ciliata lainnya; Didinium adalah pemburu yang rakus dan konsumen ciliata lainnya. Beberapa ciliata bersimbiosis dengan bakteri atau ganggang. Ciliata yang hidup bebas dapat ditemukan hampir di mana saja di air, namun bentuk yang berbeda mendominasi dalam habitat yang berbeda. Ciliata dalam tanah cenderung berbentuk kecil yang dapat membentuk kista resisten untuk bertahan hidup lama ketika kondisi kering. Tintinnids berlimpah di plankton laut, di mana mereka dan ciliates lain mungkin mengkonsumsi sampai 90% dari produksi bakteri plankton dan ganggang. Ciliates besar umum di lingkungan air tawar, khususnya air yang telah diperkaya zat organik, misalnya oleh limbah (Linn dan Small, 1991). Ciliata bereproduksi secara aseksual dengan pembelahan: mikronukleus mengalami mitosis, sedangkan pada sebagian besar ciliates, macronucleus hanya terpisah menjadi dua. Namun, ciliata juga bereproduksi secara seksual, melalui proses yang dikenal sebagai konjugasi. Konjugasi sering disebabkan oleh kekurangan makanan. Dua ciliata dengan tipe kawin yang berlawanan datang mendekat, bersama-sama dan membentuk sebuah jembatan sitoplasmik antara dua sel, membagi micromuclei oleh meiosis, macronuclei hancur, dan konjugasi selsel haploid micronuclei akan tertukar melalui koneksi sitoplasma. Mereka kemudian memisahkan macronuclei, baru reformasi dari micronuclei, dan membagi. Esensi reproduksi seksual adalah membentuk organisme baru dari gabungan bahan genetik dari orang tua. Setelah konjugasi, masing-masing pasangan Ciliata telah mengakuisisi materi genetik baru, dan membagi menimbulkan progeni dengan kombinasi gen baru. Hal ini penting untuk kelangsungan hidup garis keturunan Ciliata; ciliata paling tidak dapat mereproduksi selamanya dengan pembelahan aseksual, dan akhirnya mati jika tidak terjadi konjugasi (Linn dan Small, 1991).

D. Kelas Ciliatea Silia yang tersusun dari organel siliari merupakan tahap aktif dari siklus kehidupan. Siliata dibagi ke dalam sejumlah kelompok. Kelas Ciliatea mencakup
34

Subkelas Protociliatia dan Euciliatea. Inti Protociliatia menunjukkan kemiripan struktur dan fungsi dengan Euciliatea, yaitu memiliki karakteristik inti yang dimorfisme (macronucleus dan mikronukleus). Subkelas 1. Protociliatia Merupakan siliata opalinid, kecuali untuk beberapa spesies parasit pada ikan dan ular dan dalam usus besar amfibi. Opalinid tidak memiliki sitostom, meskipun bukan merupakan fitur eksklusif di antara siliata. Distribusi silia seragam sehingga opalinid kadang-kadang diklasifikasikan menyerupai siliata Holotrichous. Pola siliari agak sederhana. Seperti pada Opalina obtrigonoidea, baris dorsal mengikuti jalur sigmoid sedangkan baris ventral relatif lurus (Gambar 3.1, A). Sepanjang permukaan anteroventral di O. obtrigonoidea, sejumlah silia falcular muncul dari fibril falcular (Gambar 3.1, C, E). Fibril subpericular yang memanjang sepanjang margin anteroventral dan kemudian melebur menjadi satu fibril tunggal. Fibril berbentuk sabit dihubungkan dengan granula basal pertama di setiap baris dari silia somatik (Gambar 3.1, E). Pada Opalina ranarum, tidak ada hubungan antara fibril dan spherules endoplasma yang dapat dideteksi dalam O.obtrigonoidea. Tidak adanya hubungan tersebut juga telah dilaporkan untuk Cepedea metcalfi, Opalina coracoidea, dan O.ranarum.

Gambar 3.1
35

Euciliatia Merupakan siliata khas dengan macronuclei dan micronuclei. Peristom di tiang distal. Distribusi geografis Distribusi geografis Protociliatia yang menarik. Subkelas ini dibagi menjadi empat ordo. Cepedea. Mayoritas adalah sessile dan biasanya dilengkapi dengan tangkai. Silia somatik merupakan ciri khas. biasanya dikelilingi oleh saluran atau kadang-kadang oleh dua saluran konsentris. Membranelles zona adoral pada Holotrichida sangat kurang berkembang begitu juga karakteristik dari peristome di Spirotrichida. Peritrichida. Silia dapat dibatasi ke peristom dan saluran dalam tahap dewasa. Amerika Selatan. Genus Zelleriella terdapat di pusat Amerika. Subdivisi. Genus Protoopalina konon merupakan genus yang paling primitif. Spirotrichida menunjukkan perkembangan luas dari membranelles dan ciri dalam kelompok tertentu telah sepenuhnya diganti silia sederhana. ordo dan subordo sebagian besar didasarkan pada distribusi silia dan turunannya dan pada diferensiasi struktur seperti di daerah peristomial. Kelompok ini secara keseluruhan menunjukkan kecenderungan kuat terhadap total pengurangan area bersilia. Gonotrichida merupakan ektokomensal yang melekat pada host mereka dengan disk basal atau tangkai pendek. yaitu Holotrichida. 36 . Subkelas 2. Reproduksi oleh budding adalah karakteristik dari ordo ini. dan selatan Amerika Utara. sedangkan Genus Opalina belum ditemukan di Australia atau Amerika Selatan. terdistribusi sangat luas.E. dinyatakan secara luas terdistribusi. meskipun tidak terwakili di Australia. Spirotrichida. Epistom (daerah peristomial) pada Peritrichida umumnya merupakan daerah diskoid yang dibatasi oleh dua atau lebih baris dari silia. dan Chonotrichida. meskipun umumnya silia dibatasi untuk zona tertentu atau untuk satu permukaan tubuh. Sebuah zona adoral dari membranelles muncul di kiri sitostom dan sepanjang anterior tubuh.

Sitostom bergeser ke posisi pada atau dekat ujung posterior tubuh. ditemukan pada beberapa spesies. 3. Holotrichida Merupakan ordo yang besar. A. Spesialisasi seperti ini memberikan dasar untuk membagi ke dalam subordo Holotrichida. F) dengan fungsi yang belum pasti. yang merupakan suatu organel baru. Subordo 3. Gymnostomina Sitostom terbuka langsung di permukaan. Subordo 2. sitostom telah menghilang. Pada beberapa Famili terdapat pengisap anterior. mungkin terbatas pada partikel yang sangat kecil. Dalam banyak genus sitostom terletak pada atau dekat anterior tubuh. Siliata somatik mencakup kurang dari 22 baris lengkap silia. Subordo 1. biasanya dilengkapi dengan satu atau lebih silia. Apostomina Sitostom ventral ukurannya sangat sedikit. mungkin berasal filogenetis dari silia peristomial Trichostomina.ORDO 1. biasanya dianggap lebih primitif daripada Euciliatia yang lainnya. atau keduanya. Siklus hidupnya cukup kompleks. Subordo 4.2 37 . Gambar 3. Hymenostmina Cilia peristomial telah termodifikasi menjadi beberapa membran. Thigmotrichina Bentuk yang paling karakteristik dari komensal ini adalah kelompok silia thigmotactic yang terletak di anterior. Penggabungan silia peristomial ke dalam membran sederhana atau membranelles.2. menunjukkan diversifikasi besar daerah peristomial dan dalam satu kelompok. Di bawah sitostom terdapat "roset" (Gambar. Subordo 5. Trichostomina Sitostom biasanya terletak pada permukaan.

Berbentuk bulat telur. Hymenostmina. J). dan umumnya yang berjenis panjang berbentuk ulat. Astomina. Kahl telah menyarankan bahwa Actinobolinidae berhubungan dengan moyang Holotrichs dari mana Suctorea itu berevolusi dan bahwa Dactylochlamys mungkin 38 . Didiniidae. Kelompok ini terdiri dari Famili Amphibotrellidae.Tubuh seragam. Amphileptidae. Subordo Gymnostomina Subordo 1. dan Suctoria. dan Nassulidae. 1. Holophryidae. Posisi sitostom bervariasi dalam Famili yang berbeda dan atas dasar ini. Di beberapa genus. bersilia. Colepidae. Ciliatea memiliki dua sub klas Protociliatea dan Euciliatia. dan Tracheliidae. Famili Actinobolinidae. 3. 3. Ordo tersebut memiliki 6 sub ordo. buah pir. Famili 1. ordo Holotrichida. Trichostomina. Kelompok kedua ("Familia hypostomata") memiliki sitostom yang terletak pada permukaan ventral. Kelompok ini terdiri dari Famili Chlamydodontidae. yaitu Gymnostomina. gelendong. namun mungkin terdapat daerah bebas silia di ujung anterior. Tentakel pada Actinobolina vorax memiliki struktur ramping di meridian siliari (Gbr. Actinobolonidae Tentakel pada Dactylochlamys pisciformis adalah mirip dengan banyak Suctorea (Gambar. Apostomina. Pada makalah ini akan dibahas mengenai ordo Holotrichida. Astomina Merupakan Holotrichs endoparasitik tanpa sebuah sitostom. C). silia somatik terbatas atau untuk satu permukaan tubuh. Gymnostomina Bentuk tubuh bervariasi. Dysteriidae. dan Spathidiidae merupakan kelompok yang memiliki sitostom anterior ("Familia prostomata"). Sitostom biasanya terbuka di permukaan. Thigmotrichina. Berdasarkan struktur yang berbentuk seperti sungut.2. Ujung dari setiap tentakel dikatakan mengandung toxicyst. Sitostom kelompok ketiga ("Familia pleurostomata") terletak pada margin atau lateral tubuh. Kahl telah membagi menjadi tiga subordo suku.5. Subfilum Ciliophora memiliki klas Ciliatea.Subordo 6. Loxodidae. Butschliidae. Metacystidae.

Memiliki cyptopyge posterior yang khas. I) yang telah dianggap sebagai statocyst dan memiliki satu atau lebih vakuola kontraktil. ditandai dengan lokasi sitostom dalam alur nonsilia anterior yang meluas hampir ke ujung tubuh. Biasanya terdapat dua atau lebih macronuclei. amphibotrella dan L.3. Dekat ujung posterior tubuh juga ada alur bersilia. Sebuah anterior concretion-vakuola (Gambar 3. Famili 2. Amphileptidae Sitostom terletak di permukaan ventral dan biasanya dibatasi oleh zona trichocyst. Amphibotrellidae tahap Famili ini berisi genus R. Silia dapat merata atau terbatas pada daerah tertentu. Gambar 3.merupakan tipe primitif dari Suctorea yang belum berkembang untuk sessile. Tubuh kurang lebih bulat telur dengan sitostom biasanya di ujung anterior. Butschliidae Siliata ini terdapat di saluran pencernaan herbivora seperti kuda dan unta. Kebiasaan karnivora adalah karakteristik dari Famili ini. siliata lain dan rotifera menjadi mangsa umum dari berbagai Amphileptidae. Famili 3. grandori.3 39 . FamilI 4.

Sebuah ciclet dari pectinellae (membranelles ramping) biasanya terletak di atau dekat tepi tiang anterior. J). mereka adalah karnivora.4. Meskipun beberapa spesies makan ganggang. Sitostom anterior (Gambar 3. I). G) merupakan karakteristik dari Famili ini. Sitostom adalah anteroventral dan faring dikelilingi oleh keranjang faring (Gambar 3. Bentuk dan susunan pelindung korteks berbeda pada banyak spesies (Gambar 3.4. Famili 6. Colepidae Memiliki bentuk agak bulat dengan korteks yang terlindungi. D). Meskipun Colepidae kadang-kadang memakan ganggang kecil. Chlamydodontidae Silia terbatas pada permukaan ventral (Gambar 3.4. Membran adoral kadang-kadang ada namun kecil dan kurang berkembang.5 . namun hewan ini karnivora. dan bakteri. Chlamydodontidae biasanya memakan diatom dan alga lainnya. Sebuah pita lurik sempit melintang di daerah bersilia di Chlamydodon. Sebuah cincin trichites chyrcumpharyngeal (Gambar 3. Famili 7. Gambar 3. Didiniidae Merupakan siliata yang simetris radial terhadap sumbu longitudinal. B.Famili 5. Pelindung dari colepshirtus mengandung kalsium karbonat dan ditutupi oleh kulit tipis organik.4 40 Gambar 3.4.5. F) tidak dikelilingi oleh silia meskipun ada cincin tentakel circumoral di mesodonium. Tidak ada stylus ventral bersifat protoplasma seperti yang ditemukan dalam Dyteriidae (Gambar 3. phytoflagellates. Didinium nasutum terkenal karena kebiasaan yang menangkap dan mencerna siliata seperti Paramecium. Sebuah pita dari trichites circumpharyngeal adalah karakteristik Famili ini.5. I). B.

Famili 10.5. mengejar dan menangkap siliata lain atau rotifera. struktur ini dapat menempel pada permukaan dan berfungsi sebagai jangkar sementara. Lorica pseudochitinous adalah contoh spesies dalam Famili ini. Famili 11. Ganggang dan bakteri merupakan makananya. Makanan yang utama pada siliata ini adalah bakteri. Famili 9. atau bakteri. Holophrydae Sitostom terletak di atau dekat kutub anterior terbuka dan berbentuk.Famili 8. Sitostom dapat berbentuk bulat atau seperti celah. Bentuk tubuh bulat telur atau silinder. terutama siliata laut. dan nematoda kecil.6. Dysteriidae Hipostoma ini berbeda dari Chlamydodontidae dan Nassulidae stylus ventral yang bersifat protoplasma (Gambar 3. Pada Dysteria.6. makanan lain yang paling utama ialah bakteri dan ganggang kecil. diatom. membuka ke rongga endoplasma ("receptable"). 41 . dan baris adoral silia menyatu (syncilia) kadang-kadang tampak (Gambar 3. K). sedangkan stylus di Trochilioides mengeluarkan filamen ramping yang memiliki fungsi yang sama. Kebiasaan makan sangat bervariasi. dan dalam spesies tertentu. Permukaan dorsal tidak bersilia.A). Terdapat zona circumpharyngeal dari trichites (Gambar 3. ganggang lainnya. sitostom terletak di "ventral" margin tubuh dan cenderung agak cekung. F). Metacystidae Karakteristik dari Famili ini adalah sitostom terminal. Loxodidae Seperti dalam Amphileptidae. Dysteriidae. Sebuah faring merupakan karakteristik Famili ini. sebagian besar memakan diatom. I. Beberapa biasanya memakan flagelata kecil. sedangkan spesies tertentu memakan berbagai bakteri. Beberapa spesies karnivora rakus. Permukaan yang tepat bersilia.

10 42 Gambar 3. B.11. D). tidak ada sitostom tunggal. Nassulidae Tubuh sepenuhnya bersilia. Tracheliidae Sitostom sekitar melingkar. Kelompok siliata dalam Famili ini memakan diatom dan alga lainnya. dan Pycnothrix. Pycnothricidae Siliata ini terdapat di sekum dan usus besar berbagai mamalia. Tubuh benar-benar bersilia. dikelilingi oleh trichites atau trichocysts dan kadang-kadang oleh keduanya. D). Famili 13. Nicollella. Keranjang faring merupakan ciri khas Famili ini tetapi tidak ada stylus ventral seperti pada Dysteriidae. yang terletak agak jauh dari tiang anterior dan pada akhir baris ventral trichocysts. masingmasing dilengkapi dengan trichocysts (Gambar 3. Dalam Pycnothrix monocystoide (yang mencapai panjang 2-3 mm). Dalam Legendrea. Famili 14. Sebuah lapisan tebal ektoplasma di bagian anterior tubuh adalah fitur mencolok pada Gollinella.Famili 12. Gambar 3. memakan siliata lain dan di flagelata. Famili 15. Spathidiidae merupakan karnivora yang memakan siliata dan flagelata lainnya. Spathidiidae Siliata Prostomatous ini memiliki celah pada sitostom (Gambar 3. Alur tubuh sepenuhnya bersilia dan panjang biasanya menyebabkan sitostom yang mungkin terletak dekat bagian tengah atau di ujung posterior tubuh. Para Tracheliidae terdapat di air tawar dan garam dan biasanya karnivora.10.11 . bagian posterior tubuh beruang sejumlah tentakel.

sebuah kerugian silia pada permukaan kiri telah terjadi di Homalozoon. seperti Woodruffia dan Colpoda. Terdapat tonjolan. adalah karakteristik dari marga tertentu. Bidangbidang seperti sering mengandung silia gratis.terletak jauh dari anterior dari kutub anterior dan pada akhir baris ventral trichocysts. Lebih sering. Famili 15. Spiral torsi tubuh. Clathrostomidae Peristome yang tumbuh. dapat berbentuk corong atau segitiga. bagian posterior tubuh mempunyai sejumlah tentakel. dangkal ventral dan normalnya tidak bersilia. di paruh anterior permukaan luas. Tubuh bersilia. atau kadang-kadang memanjang. D). Subordo 2. tidak seperti kondisi biasa. Tracheliidae Cytostome melingkar. Namun.Dalam beberapa Trichostomina primitif. Famili 3. dapat dilindungi dengan trichities atau trichocysts.Banyak terdapat di luar ujung posterior dari cytostome. Lima belas Famili telah diakui. Tepi cytostome merupakan sebuah pita yang membedakan dari sirkum fibril faring memperpanjang ke endoplasm tersebut. jika ada.11. cytostome terletak hampir di kutub anterior. masing-masing dilengkapi dengan trichocysts (Gambar 3. Selain itu. Colpodidae Mulut. deretan dipipihkan "silia" bentuknya memanjang sepanjang sisi cytostome di Spathidioides. Spathhidiidae merupakan pemakan karnivora yang biasa memangsa ciliates dan flagelata. Dalam legendrea. memakan ciliates lain dan flagelata. baik membranelles Adoral dan membran bergelombang (atau mungkin "pseudo-membran") telah dilaporkan di genera tertentu. dinding yang dikenakan satu atau lebih medan padat silia Adoral. Tracheliidae terdapat di air tawar dan garam dan biasanya karnivora. cenderung mempersulit pola silia peristomial. Trichostomina Cytostome biasanya terletak di dasar alur yang didefinisikan baik oral atau pit. Famili 2. cytostome di teutophrys terletak di dasar ekstensi dari tubuh meskipun rekonsiliasi somatik biasanya lengkap dan seragam. mulut di posterior pada permukaan ventral. Dinding alur oral sering lebih tegak 43 . Dengan cytostome oval berbaring dibagian anterior.

somatik yang rekonsiliasi selesai dan pada dasarnya seragam. Cyathodiniidae Kelompok ini. trichites peristome berbentuk ramping ("endosprits" Lucas) memperpanjang ke endoplasm tersebut. Baris somatik ciliary umumnya berbentuk rangkaian yang agak konsentris di sekitar margin kanan peristome. Biasanya membran bergelombang dan memiliki struktur dalam. sementara membran bergelombang halus memanjang sepanjang kanan. Adoral jenis ini mirip dengan yang ditemukan dalam Heterotrchina.lurus terhadap permukaan tubuh. silia yang terbatas pada sekitar anterior tubuh.Conidiophryidae Ektoparasit yang hidup menempel di rambut exoskeletal dari amphipod dan Isopoda Crustacea. Dari deretan papila sepanjang tepi kiri. nutrisi ternyata dilengkapi oleh sekresi dari rambut exoskeletal. Famili 5. meskipun telah memungkinkan untuk mendapatkan fisi dalam tahap aktif di bawah kondisi eksperimental Colpoda. Pada dewasa. selama pertumbuhan. Fisi dalam kista reproduki adalah khas. Famili 4. Pada tahap migrasi akan berenang hingga tertusuk pada sebuah rambut exoskeletal yang melewati faring. sedangkan organisasi silia Adoral bervariasi. masing-masing terdiri dari dua atau tiga silia yang menyatu. Famili 6. Dalam Woodruffia metabolica. silia kemudian menghilang dan parasit muda mengeluarkan sebuah membran di sekitar itu sendiri dan bagian distal rambut atas. berisi beberapa jenis cyanthodinium da Cunha. Tubuh lebih rata dan ujung anterior membentuk lobus frontal yang overhang yang cytostome. peristome nonsilia adalah segitiga alur agak panjang. 44 . Entorhipidiidae Ciliates ini landak laut. margin kiri dari alur oral mempunyai ruang membran. terdapat pada usus babi guinea. sedangkan dinding kiri cenderung kemiringan lebih bertahap. sebuah silia adoral muncul dari papilla masing-masing. Eksternal. tahap non-bersilia dalam membran dikeluarkan. Makanan biasanya berkisar dari ciliates kecil untuk ganggang dan bakteri.

meskipun spesies Isotricha diketahui dari kecoa. Famili 10. Parameciidae Alur oral memanjang dari ujung anterior menuju tengah tubuh. sebuah pita padat silia yang meluas dalam spiral menuju cytostome. yang membuka hanya posterior vakuola. Famili 9. 45 .Famili 7. Sebuah cytopyge terletak di aboral dalam spesies tertentu. strip menebal terdapat di Lechriopyla dan Plagiopyla. sebuah band dari silia erat diatur memanjang dari ujung posterior peristome posterior beruang seberkas bulu ekor. Plagiopylidae Merupakan dorso-ventral dari silia yang diratakan dengan alur peristomial pusat yang terletak di bagian anterior tubuh dan meluas kurang lebih melintang dari tepi kanan menuju atau melewati sagital. Sebuah cytoproct bersilia telah dilaporkan dalam Lechriopyla. Peristom yang sebagian atau seluruhnya mengelilingi ujung bebas dari tubuh dan meluas ke posterior untuk beberapa jarak pada permukaan ventral. Meskipun thecytostome biasanya dianggap anterior. Spirozonidae Famili termasuk Spirozona Kahl. striations longitudinal yang juga telah dijelaskan dalam dinding faring. Famili 11. Paraisotrichidae Mulut subterminal. Famili 8. kecuali untuk seberkas anterior silia. Famili 12. Isotrichidae Famili ini memiliki karakteristik dari rumen ungulata. Rekonsiliasi Thesomatic selesai dan. Sebuah pita nonsilia punggung berbentuk lurik. silia Adoral termasuk pada zona dorsal dibedakan dari silianya yang panjang ('membran quadripartite' dari von Gelei) dan penniculus. dengan lorica gelatin. organisme berenang dengan ujung aboral. beberapa spesies berenang dengan thisend tubuh diarahkan posterior. Mulut adalah terminal atau subterminal dari faring bersilia yang telah dilaporkan. Rekonsiliasi somatik dinyatakan lengkap. Marynidae Ciliata soliter atau koloni. Fungsi signifikan dari pita ini tidak diketahui.

Hymenostomina Silia adoral berfusi ke dalam membran. Area peristomial juga memperlihatkan beberapa variasi. Mulut mungkin terletak dekat anterior atau ujung posterior atau dekat equator. Ophtyoglenidae. dan susunan yang bervariasi pada genus yang berbeda. Famili 14. sebanding pada Spirozona. Frontoniidae. Trimyemidae. Kecuali bulu kaudal. Spesies yang telah diketahui berasal dari air tawar dan air laut. Tepi dorsal berbentuk setengah lingkaran atau bulan sabit halus secara garis besar. siliatur adoral tumbuh di pada alur dengan kemungkinan menjadi panjang secara wajar atau kemungkinan terjadinya pemanjangan sebagian tubuh. jumlah. Pada genus lainnya. silia somatik terbatas hanya tiga hingga empat baris pada setengah anterior tubuh. Sitostomnya merupakan subterminal. Frontoniidae menjadi kelompok heterogen yang akan menjadi kurang jika Tetrahymena dan beberapa hubungan genus dihapus. yang terakhir kadang-kadang terbatas ke permukaan kiri. Famili ini berisi genus Trichospira Roux. Subordo 3. Dari jumlah tersebut. Hanya ada sedikit deretan silia somatik. Cohnilembidae (Lembidae). Sebuah kumpulan rapat diatur silia. Kahl membagi subordo ke dalam lima Famili. isuniform rekonsiliasi somatik. Trichopelmidae Merupakan silia lateral dikompresi memiliki kulit tipis yang biasanya menunjukkan beberapa tulang rusuk dengan alur membujur. ukuran. dan Pleuronematidae. Trichopelmidae menyerupai Ctenostomina tetapi tidak terdapat karakteriskik membran adoral dari heterotrichnya. Tubuhnya tidak runcing ke titik posterior dan tidak terdapat bulu kaudal. perpanjangan posterior dari peristom tetapi berbentuk spiral ke kanan bukan ke kiri. Trichospiridae.Jika tidak. Spesies hanya dijelaskan terjadi di air tawar dan memakan bakteri. Famili 13. Spesies yang diketahui terdapat pada air tawar. Hanya genus Trimyema Lackey (Sciadostoma Kahl) yang diketahui. Seperti perbaikan yang 46 . Famili 15. Pada beberapa genus terdapat sejenis kantong oral yang tersusun dari membran adoral dan membuka permukaan tubuh. Philasteridae.

tetapi tanpa penguranan yang dibutuhkan lebih lanjut dalam pembelajaran sisa Frontoniidae. Keistimewaan lainnya adanya satu atau lebih baris silia (“baris stomatogenous) dengan akhir pada pinggir posterior kantong oral. Famili 1. Kedua 47 . Tipe stomatogenesis ini berbeda dari Tetrahymenidae. Famili 3. Rekonsiliasi somatic dari silia tersebut lengkap dan lebih seragam dan silia adoral terdiri dari empat membran. Spesies tertentu menunjukkan dua fase morfologi. Famili 2. 7. tiga adoral mengarah ke kiri kantong oral dan membran paroral terbentang sepanjang pinggir kanan (Fig.telah dipengaruhi Muller oleh Murgard pdalam mentransfer silia ke Famili Leucophyridae. Frontoniidae. organel adoral dari posterior keturunan diambil dari granula basal dengan multiplikasi pada pusat membran paroral. Sejak Corliss menyimpulkan bahwa tidak ada sartupun spesies dari Leucophra merupakan “congeneric” dengan beberapa spesies kemudian disebut Leucophyrys dan Leuchophra harus menjadi genus “dubium”. Tiga membran adoral. Tetrahymenidae. Paroral. Investigasi selanjutnya menunjukkan ketidakpastian tersebut dibenarkan. Leucophyrys harus diganti dengan genus Tetrahymenidae Furgason sebagai jenis genus. Siliatur adoral tersusun dari tiga membran. Dilengkapi dengan kantong oral yang besar adalah karnovora. Pada stomatogenensis selama pembelahan Anophrys. Pada stomatogenesis “branes” posterior keturunan berasal dari bidang dasar granula yang berasal dari multiplikasi granula pada satu atau lebih baris stomatogenesis.19. lateral. C). Tampaknya tidak ada tiga baris dari akhir silia somatic pinggiran posterior pada “cavity” oral. yang terletak ke kiri pada kantong oral Tetrahymenidae yang bergeser ke kanan pada Anophrys seperti linear sisi padallel ke membran paroral. membran terbentang sepanjang margin kanan dari pemanjangan peristom. Cohnilembidae. makrostom dan mikrostom. Organel adoral bertanggung jawab terhadap banyak ketidakpastian dalam hal komposisi generasi dari Frontoniidae. Produk tersebut akan ditambah ke dalam enam Famili menjadi 5 Famili Kahl yang asli.

patula. padasit muda berkembang menjadi cytostom fungsional. telah dibentuk pada kultur bakteri bebas dan digunakan pada investigasi fisiologi dan biokimia. Philasteridae. Silianya seragam dan padat. vorax terlihat dimorfik. Silia muda kemudian keluar dari inang dan encyst. Vestibula relatif dalam pada Ophryoglena. Pada stomatogenesis. Terdapat siliata pada peristome. Famili 5.T. pyriformis. pyriformis. Ophryoglenidae. sejarah yang terlacak oleh Corliss menjadi peliharaan pada berbagai macam laboratorium. Pada Ichthyophthiris membelah memproduksi banyak silia kecil yang diatur bebas dengan perkembangan mulut yang tidak sempurna. termasuk T. sepanjang membran bergelombang diperpanjang ke dalam faring pendek. sedikit pada Protophryoglena dan banyak mengalami penurunan pada Ichthyophthirius. Famili 4. Spiral punggung memanjang dari pembukaan vestibula hingga faring pada Ophryoglena. pada dorso-ventral silianya rata dengan sitostom posterior. invaginasi pada dinding tubuh. Silia ini telah dilaporkan dari pencernaan beberapa siput dan oligochaetes air tawar. Lebih dari 20 strain T. Anggota Famili ini pemanjangan silia dengan panjang dan kira-kira berbentuk segitiga beralur pada peristom. Karakteristiknya pada “sucker” anterior nonsilia. Pada tahap aktif berenangrenang sampai mati kelapadan atau pada ikan yang cocok. vorax. Silia muda (tomites) berkembang menjadi fase tropik (theronte) yang hidup bebas. patula dan T. dan faring terbuka ke dalam vestibula. Karakteristiknya adalah pengaturan tetrahymenal pada membran oral. Siklus hidup mengikuti pola umum. Tiga membran adoral digantikan oleh 48 . tumbuh menjadi besar dengan pelan pada fase melayang dengan banyak cadangan makanan. Reproduksi terjadi antar kista. Famili 6. Famili Tetrahymenidae sangat penting bagi beberapa spesies. Setelah penetrasi. T. Pada fase matang ketika encysy persiapan untuk reproduksi. membran oral berasal dari basal granula biasanya tersusun dari sejumlah pigmen. Mungkin hanya sebuah alur terminal transfersal. T. Hysterocinetidae. menjadi makanan sebagian pada fragmen sel epitel dan tumbuh hingga diameter 100-1000µ.

Dasar anterior pada silia “thicmotactic” merupakan karakteristik umum. Conchophthiriidae. Secara khas dengan banyak atau sedikit titik kutub anterior.tiga silia dasar. Subordo 4. Famili 1. Hemispeiridae. memperluas bagian wilayah sepanjang margin kanan pada peristom. atau beberapa silinder. Famili 7. Membran silia tetap melakukan serupa. Karakteritiknya. Pada beberapa spesies sitostom tidak ada pada posterior kutub. Sitostom dan siliatur adoral terlihat pada keseluruhan. Satu atau lebih kaudal terdakang terlihat. Pleuromatidae. membran membentuk seperti struktur penutup persitom kecuali anterior akhir. Membran paroral lebih besar dan meluas sepanjang margin posterior peristom. Chatton and Lwoff membagi 6 Famili. Siliata menjauh. margin kiri pada peristom. terdapat reduksi silia somatikdan mencapai klimaks pada genus dengan hanya menahan silia “thigmotatic”. Pada Balantiophorus membran berkelanjutan meluas sepanjang kanan. tidak sepanjang silia somatic. Acistrocomidae. Tubuh secara ekstensif terdapat silia pada beberapa genus. Pada genus lainnya silia terbatas pada dasar “thigmotactic”. Beberapa Pleuronematidae . Thigmophryidae. tidak ada pada sebagian posterior tubuh. sejumlah silia dorso-lateral “thigmotatic”. Pada spesiasi genus kehilangan sitostom dan berkembang pada tentakel suktorial anterior. Penempelan diatur silia “thigmotactic”. Hypocomidae. Ancistrocomidae. yaitu pada tentakel 49 . Thigmothrichina Silia ini terjadi sebagian besar pada rongga mantel atau insang dan palp moluska bovalvia. terbatas pada beberapa dasar anterior pendek. periform. Sphenophryidae. Kecuali tipe primitive. Stomatogenesis termasuk multiplikasi dari granula basal posterior akhir pada membran paroral. posterior. Ketika meluas secara penuh. Silia adora saat berhenti perkembangannya kurang seragam dan ditunjukkan dengan membran single pada kiri peristom atau dasar silia pada wilayah ini. juga ditemukan pada pernafasan keong dan tentakel Phoronopsis.

Di baris kiri 1 baris ganda dari silia (baris B) mengikuti banyak alur yang sama tetapi tidak memperpanjang sejauh posterioly. Famili 5. Famili 2. baris 1. Hemispeiridae. Sphenophryidae. hanya menyisakan thigmotatic silia. baris pendek silia terletak di dekat ujung anterior B baris dalam beberapa spesies dan ada juga deretan silia di faring (30). Terdapat sebuah tentakel pada bagian dorsal anterior atau antero suctorial dan terdapat sebuah cystostome. Tubuhnya secara lateral dikompres dan sitostomnya hilang pada permukaan sempit ventral. Terdapat sitostom fungsional pada sebagian posterior tubuh. Silia “thigmotactic” terlihat pada bagian anterior baris somatik daripada beberapa bentukan dasar. Tahap dewasa pada ciliata ini tidak bersilia meskipun dalam bereproduksi "embyo" dan mengembangkan silia dan membentuk sebuah Ancistrcomidae. Tentakel ini memungkinkan organisme menjadi dempet pada sel epitel dan pencernaan. ada yang menarik menurut dugaan yaitu antero-lateral silia yang vestigial. Pada kanan baris single. Famili 3. Memiliki tipe silia lebih padat pada posterior dan subterminal sitostom. Hypocomidae. 50 . Conchophthiriidae. tentakel suctorial umumnya lebih pendek dibandingkan dengan Ancistrocomidae dan Hypocomidae dan cenderung berbentuk seperti corong. Namun. Famili 4. ketidakmampuan silia somatik posterior telah menghilang.anterior suktorial berkelanjutan dengan kanal internal. Siliatur adoral terlihat dua komponen khas. Silia thigmotatic dari beberapa dari genus hanyalah silia anterior di deretan yang normal. sedikit kurva hingga hamper keseluruhan kiri dan kemudian secara tajam. Pola ini bervariasi secara detil dalam spesies yang berbeda. Parasit ini berbentuk bulat telur untuk di mana silia terpapar pada bagian permukaan dorsal. Selain itu.

Bidang thigmotactic menggambarkan ciliata yang pendek. De Morgan tidak pernah melihat gerakan membentuk roset dalam siklus hidup F. Kurang dari 22 deretan lengkap silia somatik tetapi memiliki jumlah yang tepat dan kelompok ciliata yang menarik dan bervariasi dari genus yang berbeda. Sphenophyra dosiniae D.B. Ancistrum pernix H. Subordo 5.Gambar 3. Sebuah bentuk yang khas pada ciliate yaitu “roset” adalah suatu karakteristik dari permukaan ventral. Bentukan Roset mengandung 8-10 sekat vertikal yang bergabung dengan dinding luar ke “thyplosole”. Thigmophyridae.E. Dalam Foettingeria cystostome terletak pada suatu alur akhir. Cheissinia (Tiarella) baicalensis (Cheiisen) G. di periode berikutnya membentuk sebuah roset.24 Keterangan : A. dan membuka ke sebuah kanal yang mengarah ke dalam. Kelompok ciliata ini sering ditemukan. dengan teliti silia ini diatur dalam berbagai deretan somatik. Apostomina. 51 . Boveria teredini Famili 6. dan pada dasar thyplosole ini dilengkapi dengan cincin silia. Conchophyllum caryoclada (Kidder) Raabe menunjukkan macronucleus bercabang dan tidak terjadi seperti biasanya. Gargarius gargarius F. untuk urutan dari ciliates ini dimulai dengan cystome ventral yang kecil dan kemungkinan terdapat sedikit cairan atau partikel. Hypocoma parasitica I. Actinarium dan tidak ada petunjuk yang diperoleh. Hemispeire asteriasi C. di sepanjang dinding yang cekung (thypolose) dari bentuk yang rosetakan membentuk “kantong oral”.J. Bentuk ciliata ini pada dasarnya sama dengan pada ciliate lainnya.

H. atau ketika host mencair. J. yang masing-masing menjadi aktif berenang “tomite” (Gambar 3. Jika yang “protomonte”. “protomonte” berkembang menjadi “tomonte” di mana makanan diubah menjadi sebuah akumulasi yang kemudian cadangan makanan ini disimpan. Gymnodioides inkystans. “tomite” berkembang menjadi kista. F. Foettingeria actinarium yang berbentuk roset. A-C. fase sessil (“phoronte”) dari Foettingeria actinarium. I). memperlihatkan sekat dan silia. Synophyra hypertropica “trophonto”. Pada tahap pertumbuhan atau “trophonte”. Chromidina elegans (Foettinger). Kemudian berulang terjadi fisi untuk menghasilkan “protomites” (Gambar 3. Adalah tahap encysted. K. G.Sebuah siklus hidup yang kompleks dengan suatu karakteristik. berubah menjadi sebuah “protomonte”. Foettingeria actinarium. makanan ini akan dicerna dan terakumulasi selama pertumbuhan tetapi tidak ada reproduksi yang terjadi.25. fase muda “trophonte” muncul dari kista. E. E. kista reproduktif dari Spirophyra subparasitica 52 . M. L. silia kemudian dibuang.25 K).25 M). fase ciliate muda (tomite) dari Spirophyra subparasitica. dan dengan atau tanpa encysment pada spesies yang berbeda.G. Tahap vegetatif (trophotomonte) dari chromidia elegans biasa dalam hal itu dapat mengalami fisi untuk membentuk rantai yang mirip dengan yang dihasilkan oleh Astomina Gambar 3.I. Ketika hostnya ditelan oleh sebuah coelenterate atau ctenophore. Setelah lengkap.25 Keterangan: A-D. Namun. Dewasa ini yang “trophonte” berhenti melakukan aktivitas makan. atau “phoronte” (Gambar 3. Chromidina elegans telah dilaporkan dari suatu Cephalopoda yang bentuknya mirip ginjal.

formasi dari rantai Astomina: tipe Haptophyra (A-C). Mungkin ada satu vacuola kontraktil atau di daerah lain. meskipun berkisar dari zona yang sangat tipis dengan tebalnya lapisan 1. Pada bagian korteks ini menunjukkan spesialisasi yang kecil. H.26 J.0 mm.0μ parasit usus tertentu.5-2. Dalam berbagai Astomina lainnya bagian anterior dilengkapi seperti duri atau spikula (Gambar 3. kemungkinan 200-500μ. Bucheneriella criodrili. Struktur seperti ini biasanya terletak dekat kutub anterior yang sering terjadi kontak dengan epitel dari inangnya. G. Pengisap antero ventral (Gambar 3. Ciliate ini adalah sebuah parasit tanpa cytostome. Aboplophyra gammari. Banyak vakuola diatur dalam satu atau lebih urutan yang membujur (Gambar 3. I. tipe Radiophyra (D-F). Michiganesis dan Mesnilella 53adiate yang panjangnya mencapai 1.26. G).26 J). Di samping itu. C. M. tapi spesies seperti Haptophyra gigantean. P: 27.26 Keterangan: A-F. Haprophrya michiganensis. yang terdapat dalam beberapa coelozoic untuk di Gambar 3. Sejumlah Astomina telah mengembangkan bagian organelnya. Tubuh bersilia sama tetapi kadang-kadang ada yang telanjang kecil didaerah kutub anterior.Subordo 6. J) dan kadang-kadang melewati dari bagian korteks ke endoplasm.N. L. Metaradiophyra asymmetrica 53 . K) adalah karakteristik dari spesies yang terletak diusus tertentu. Butschliella nasuta Rossolimo. Vakuola kontraktil kadang-kadang memiliki sebuah kanal kontraktil yang umumnya terdapat seperti pada Haptophyra (Gambar 3.K. O. Perseia dogieli Rossolimo. Astomina.P.H. 27 H. BK: 28. J. O). L.26 N. Panjang rata-rata adalah untuk golongan Astomina ini.0-2. fibril kerangka fungsinya yang tidak diketahui dan dapat memperpanjang untuk beberapa jarak dekat permukaan tubuh (Gambar 3.

Hoplitophyridae. spikula membentuk longitudinal atau memiliki kedua jenis struktur tersebut. karakteristiknya bukan vakuola kontraktil yang terpisah. Spikula atau kait mungkin ada atau mungkin juga tidak terdapat spikula atau kait yang biasanya terletak di akhir anterior. 54 . Haptophyiridae. ketidakmampuan pada primata menghasilkan beberapa satelit tanpa mengalami reproduksi dalam suatu ukuran. Famili 2. 26 A. Mungkin ada satu. Reproduksi kemungkinan melibatkan yang khas yaitu pembelahan biner. Memiliki tubuh yang kemungkinan bulat telur memanjang dan silia tersebut diatur dalam deretan yang membujur. pembelahan di mana terdapat satu organisme yang lebih sedikit dan lebih kecil dari yang lainnya atau pembelahan yang berturut-turut yang dapat menyebabkan produksi suatu rantai (gambar 7. Sebagian besar spesies yang diketahui dari oligochaetes: beberapa dari krustasea amphipod yang berasal dari saluran pencernaan turbellaria dan amfibi. di beberapa rantai baik anterior (primite) dan organisme (satelit) posterior mengalami pembelahan yang diulang. Sebuah alat pengisap yang kurang baik tumbuh. Terdapat sebuah kanal kontraktil panjang. Famili di bawah ini dijelaskan untuk mewakili lima dari enam yang diakui oleh Cheissin.Sedikit yang diketahui tentang siklus hidup Astomina. Anoplopharyidae. atau kadangkadang tidak ada. atau vakuola kontraktil lebih. Famili 3. Alat pengisap antero-ventral terdapat dalam beberapa spesies. F). Mungkin terdapat beberapa vakuola kontraktil. Astomina ini dilengkapi dengan alat seperti pegangan. dua. Famili 1.

di sisi lain. Ciliates ini serupa dengan Hoplitophyiridae dan Cheissin telah menyarankan bahwa dilakukan penyelidikan yang lebih lanjut yang mungkin membenarkan dan menggabungkan dua Famili tersebut. H-J. Sedikit yang diketahui tentang kelompok ini yang hanya mengandung dua dari genus. ujung anterior dari Hoplitophyra secans Famili 4. chatton dan Lwoff. Mupasella Cepede (Gambar 3. kait apparatus dari Radiophyra lumbrici. area anterior non-bersilia.27 Keterangan: A. Protoradiophyra fissispiculata. menyimpulkan bahwa Chromidina termasuk dalam Apostomina.G. F. 55 . Terdapat alat pengait yang erat dalam bentuk duri atau bergigi. Masnilella multispiculata. F.). Selain lima Famili yang dijelaskan di atas. Intoshellinidae. Maupasellidae.Gambar 3. Rantai biasanya membentuk suatu formasi. D. Sejumlah vakuola kontraktil yang disusun dalam satu atau dua deretan membujur atau yang didistribusikan. G) dan Schulzellina Cepede. K. Ini adalah ciliata yang bentuknya memanjang dengan deratan longitudinal atau deretan spiral dari silia. Mrasekiella intermedia. Cheissin termasuk Chromidinidae. Famili 5. yang mengandung genus Chromidina Gonder (= Opalinopsis Foettinger. 28.B.E.

Monodontophyra kijenskiji.28 Keterangan: A-C. permukaan dorsal mungkin jarang bersilia dalam beberapa famili dan menunjukkan penurunan lebih luas dari rekonsiliasi dalam kasus luar biasa. bagian dasar yang sempit yang biasanya terletak di kanan atau sudut miring terhadap sumbu yang panjang pada daerah mulut. biasanya memanjang dan cukup sempit.G. Maupesella criodrili F. Intoshellina poljansky. a.Gambar 3. Sub ordo 1. D. Heterotrichina Somatik ciliation biasanya lengkap. F. Pelat basal membran biasanya terdiri dari dua baris butiran dasar/basal. Namun. 1961).E. Peristome. mungkin berubah bagian dorsal pada kutub anterior dan meluas ke kanan untuk beberapa jarak sepanjang permukaan antero-dorsal. Rangkaian membran meluas ke depan dari tepi kiri cytostome. walaupun tiga baris (jarang. empat) mungkin tampak. dan dalam genus tertentu. Ciri masing-masing ordo. Kelompok dapat dibagi menjadi enam sub ordo (Hall. Ordo Spirotrichida Karakteristik yang paling menonjol adalah membran yang ada di daerah mulut. 56 . menuju daerah mulut dari membran sepanjang dinding kiri. sub ordo. dan famili dalam phylum Ciliophora 1.

dan Peritromidae merupakan ciliata yang hanya memiliki silia pada permukaan ventral. Rekonsiliasi mungkin terbatas pada daerah mulut atau tiga. Sub ordo 2. Daerah mulut dari membran mengikuti bagian spiral dan kutub mulut yang rata/ datar. bebas dari silia. Selain membran pada daerah mulut sebelah kiri. membran yang bergelombang sering meluas untuk beberapa jarak di sepanjang tepi kanan. c. b. mungkin salah satu atau lebih pita tambahan atau kelompok membran. Sub ordo 6. dan peristome merupakan kantong yang berisi delapan membran pada daerah mulut. Sub ordo 3. siliata ini biasanya dianggap Spirotrichida paling primitif. Sub ordo 4. Namun. sering terdapat membran bergelombang di sebelah kanan peristome. Oligotrichina Meskipun membran pada mulut berkembang dengan baik. Hypotrichina Silia somatik digantikan dengan cirri yang umumnya didistribusikan dalam bidang tertentu dan terbatas utamanya pada permukaan ventra f. Ctenostomina Bagian samping dimampatkan. Heterotrichina Mayoritas rekonsiliasi somatik praktis lengkap. Sub ordo 5. Entodiniomorphina Kelompok ini. termasuk parasit dari rumen dan usus herbivora. kadang-kadang ditempatkan dalam Oligotrichina.Selain itu. ada kecenderungan menuju pengurangan silia bagian dorsal pada beberapa genus. d. Tubuhnya jarang memiliki silia. Tintinnina Siliata ini kadang-kadang dikelompokkan dengan Oligotrichina. sekitar daerah mulut meluas. e. terdapat pengurangan yang ditandai dengan rekonsiliasi somatik dan bidang peristomial. Membran yang bergelombang terletak di tepi kanan area mulut dalam genus tertentu. ciri khasnya berbentuk kerucut dengan lorica.  Sub ordo 1. Membran ini kadang-kadang 57 . siliata berbentuk baji dengan kulit tipis kaku dihiasi dengan rusuk yang membujur.

F-I). Banyak fibril memanjang ke dalam endoplasma dari granula basal pada cilia dan membran. diwakili oleh parasit pada saluran pencernaan pada vertebrata dan invertebrata. (B) daerah anterior menunjukkan peristome. palung dengan pita pendek di dalam mulut dan membran tidak mudah dikenali dari luar. irisan melintang Bursaria truncatella O. membran dan membran bergelombang. Sebanyak tigabelas famili telah diakui. Chattonidium setense. (E) peristome di dekat ujung anterior (setelah R). Bursaridium pseudobursaria tampak ventral. Balantidium praenucleatum (irisan membujur) (setelah K dan M).29. A. K. B. (H) dan pada permukaan cytostome. (C) irisan posterior tampak faring. M: (F)bagian anterior dalam peristome. membran. Penutupan daerah ventral ini mungkinhasil dari 58 . Peristome merupakan kantong dengan lubang berbentuk segitiga.digantikan oleh sepasang baris dari silia padat.  Family 2. rongga postero-axial (cytoproct). Rekonsiliasi somatik telah selesai dan silia tersebut diatur dalam baris membujur/ longitudinal. tampak ventral. menutupi seluruh bagian ventral atau sebagian besar panjangnya (Gambar 3. Gambar 3.). makronukleus. L. tampak polar. Chattonidium setense.E. C.  Family 1. Bursariidae Karakteristik yang paling menonjol adalah peristome berbentuk corong besar.29. F. Balantidium sushilii: (D) irisan membujur tampak peristome.29. D. Bursaria truncatella. I. irisan melintang Balantidium coli. dasar membran (setelah VB. Balantidiidae Famili Balantidiidae meliputi Balantidium Claparede and Lachmann (Gambar 3. J. A-E). F-H. (G) dekat ujung posterior peristome.

7. Chattonidiidae Siliata ini menunjukkan kemiripan ke Oligotrichina dalam peristome yang tergeser ke kutub anterior. F-I). adalah satu-satunya yang ditempatkan dalam famili. Clevelandellidae Merupakan ciliata heterotrichs yang meruncing ke arah kutub anterior (aboral). membran bergelombang yang panjang muncul dari alur yang tersembunyi oleh ventral ledge (“oral lip”).f. Pada permukaan antero 59 . D). piringan seperti memanjang dari dinding tubuh yang memanjang dari tepi kanan peristome pada berbagai Heterotrichina.  Family 3. pemanjangan ini mungkin telah menyatu dengan tepi kanan peristome. Famili ini meliputi dua genus.  Family 4.n) and Paraclevelandia Kidder (Gambar 3. ventral ledge ini diperluas ke kiri dalam beberapa spesies untuk membentuk bagian dasar dari rongga peristomial. Daerah membran memanjang menjadi peristome berbentuk corong menuju faring (Gambar 3. Condylostomidae Peristome yang luas berbatasan di sebelah kiri daerah adoral membran (Gambar 3. Genus Chattinidium Villeneuve (Gambar 3.N). Dalam Bursariidae. G. di sebelah kanan. G).  Family 5.pertumbuhan yang terlalu cepat/ berlebih dari “oral lip”.30.30.30.L). K. J). pada bagian dasar dimana terletak cytostome (Gambar 3. dan Thylacidium Schwiakoff . Membran bergelombang telah menhilang pada sebagian besar spesies.29.29.29. Rekonsiliasi somatik adalah sama/ seragam. membran bergelombang memanjang untuk beberapa jarak di sekitar peristome. keduanya diwakili oleh spesies dalam saluran pencernaan kecoak (Panesthia): Clevelandella Kidder (112. Membran membentuk spiral yang hampir lengkap di sekitar tepi dari corong peristomial. Tiga genus menunjuk pada famili: Bursaria Muller (Gambar.30. Burasidium lauterborn (Gambar 3.29. Dalam cincin membran. K). Gambar 3. E.

I.  Family 6. B. Setelah menyelesaikan fisi Folliculina. Lorica Parafolliculina hirundo. Pada kutub oral.C.30. H. Daerah antero-ventral Condylostoma arenarium menunjukkan membran bergelombang dan transisi dari silia somatik menjadi cirri. Migrasi larva Folliculina aculeata. karyophore merapat dengan makronukleus anterior. Irisan melintang Condylostoma vorax dengan membran bergelombang dan membran. menunjukkan dasar membran adoral dan baris silia somatik. L.D) adalah satu-satunya yang ditempatkan dalam famili.30. D. L). Condylostoma vorax tampak ventral. Lorica Pseudofolliculina arctica. tampak polar dari peristome Folliculinopsis producta. K. Tubuh berbentuk sama/ seragam dengan silia. Gambar 3. G. C. Paraclevelandia brevis tampak ventral.ventral. E. N. kadang-kadang terdapat penggantian progresif dari sebuah silia sederhana oleh kelompok silia yang berfusi. tubuh meluas ke dalam dua lobus yang aktif melintasi daerah spiral dari membran yang meluas ke sitostome (Gambar 3. irisan melintang Clevelandella elongata. anak daun anterior lorica seperti larva yang 60 . J. Lorica Folliculina viridis. A.tubuhnya ditutupi dalam lorica yang relatif tipis “pseudochitinous”. Folliculinidae Famili ini distribusinya luas pada siliata laut yang hidup menempel pada berbagai tanaman dan hewan.30. Lorica Microfolliculina limnoriae. Clevelandella elongata tampak ventral.30 A. C). (E) faring. M. Genus Condylostoma Bory (Gambar 3. Folliculinopsis producta spesimen panjang menunjukkan ikatan makronuklear. F. mencapai puncak pada daerah cirri pada tepi kanan peristome (Gambar 3. (F) peristome.

D. H. Spirorhynchus verrucosa. atau velum (bagian belakang langit-langit). E. Daerah membran mengelilingi sebagian besar antero-ventral. Pebrilla Giard. Lichnophoridae adalah ektocommensal laut. Dengan satu atau dua pengecualian. I.H). A-C irisan melintang Metopussigmoides tampak bagian anterior peristome dan permukaan posterior.30. B). menunjukkan beberapa membran (A. Metopus mathiastampak ventral.  Family 7. G.L). menunjukkan adoral ciliation. Peritromus kahli: tampak ventral. dan vakuola kontraktil. disk dan memanjang ke dalam bagian peristome tersebut. Lichnophora macfarlandi. J. menjadi terikat dan mengeluarkan lorica.berenang bebas (Gambar 3. Parrafolliculina Dons (Gambar 3. Hanya satu genus yang diketahui. Folliculinopsis Faure-Fremiet (Gambar 3. Disk posterior (disk basal) dikelilingi oleh beberapa membran bergelombang konsentris. pemanjangan membran lateral ke arah cytostome. Lichnophora Claparede (Gambar 3. Plagiotoma lumbrici. Gambar 3.30. Disk basal berbentuk seperti cangkir dan berfungsi sebagai pelekat pada host.31. K). setelah periode migrasi yang singkat. J) Gambar 3. Lichnophoridae Kedua ujung dari tubuh memanjang discoidal. Genus yang dibedakan oleh perbedaan dalam bentuk umum dari lorica telah diakui: Folliculina Lamarck (Gambar 3. and Pseudofolliculina Dons (Gambar 3. atau mulut. M).31. saat willayah tengah mengerut.30. menunjukkan pola silia dan dasar membran. J.30. Microfolliculina Dons (104.30. adoral ciliation. Metafolliculina Dons. I). 61 . silia somatik.30. dan hanya anterior ini yang mengarah fleksibel. Caenomorpha medusula. B) dan membran bergelombang. F. menunjukkan basal dan peristomial disk.

Peritromidae Siliata laut yang menyerupai hypotrichs dalam tubuh dorsoventral mereka yang rata dan pengurangan silia pada permukaan ventral.32.  Family 9.31. Ludio Penard .32. Metopus Claparede and Lachmann (Gambar 3.31. G). biasanya dekat dengan bagian tengah tubuh.31.L.E).I). dan membran bergelombang terletak di tepi kanan peristome (Gambar 3.31. Copemetopus Villeneuve Brachon. Metopidae. dan Tropidoatractus Levander. G). D. Family 8. C). Hanya dua genus yang ditempatkan dalam famili: Pediostomum Kahl (104) dan Peritromus Stein (Gambar 3. H).B. Siliata cytoproct dideskripsikan dalam Nyctotherus (Gambar 3. kadang-kadang mendasari daerah pellicular atau pita yang memisahkan baris silia.32. L). Tubuh padat bersilia. Metopidae Banyak siliata heterotrichs yang tidak seragam/ sama dimana peristome cenderung membelok ke posterior kanan. Caenomorpha Perty (Gambar 3. meliputi genus berikut: Bryometopus Kahl.  Family 10. Pita membran meluas di ujung anterior atau permukaan antero ventral dan kemudian posterior sepanjang tepi ventral kiri menuju sitostome. A-C. Trochella Penard.M). diwakili di air tawar dan air asin. Spirorhynchus da Cunha (Gambar 3. Palmarium Gajevskaia. Trichocysts mungkin tampak. Daerah membran lebih lurus pada Metopidae primitif tetapi torsi spiral mungkin ditandai. Membran bergelombang relatif pendek dan sering melebar di sepanjang tepi kanan peristome. Permukaan dorsal kadang terdapat bulu-bulu yang disebut trichocysts mucilagi. Plagiotomidae Kelompok ini mencakup parasit dari oligochaeta dan invertebrata yang lain dan berbagai vertebrata. A. 62 .31. seperti pada Caenomorpha (Gambar 3. pita membran berkembang baik (Gambar 3.

D. (M) menunjukkan nukleus. irisan melintang Nyctotherus macropharingeus tampak anterior. 7. (I) menunjukkan fibril endoplasmik.Reichenowellidae Famili didirikan oleh Kahl untuk Reichenowella Kahl (fig. M) diwakili oleh parasit pada usus vertebrata dan invertebrata. F) meliputi parasit pada rongga selom cacing. F-H. F-H. C. siliata ini disebut berbeda dari Heterotrichina lain dalam adanya bentukan seperti celah pada mulut. dan daerah posterior dari peristome. vakuola kontraktil. (L) menunjukkan membran. Irisan melintang Nyctotherus cordiformis. AC. Balantidioides muscicola.32. 63 . E) dan Balantidioides Penard (Gambar 3. vakuola kontraktil dan makronukleus. B. L. Nyctotherus kyphodes: A. karyophore. Terdapat pita membran. L.32. Nyctotherus Leidy (Gambar 3. membran bergelombang. biasanya tertutup dan tidak mudah terdeteksi. Gambar 3. Paravyctotherus kirbhy: tampak dari sebelah kiri. M. I-K. tengah.31.32.32. peristome. Irisan melintang menunjukkan peristome dan nukleus. dan cytostome. dan peristome. Spesimen menunjukkan nukleus.32. tetapi tidak ada membran bergelombang. makronukleus. A-C. karyophore. menunjukkan membran adoral tetapi tanpa membran bergelombang atau faring yang jelas. Silia cytoproct dimana vakuola kontraktilnya kososng. Plagiotoma Dujardin (Gambar 3. dan kekurangannya dari lubang mulut. didirikan untuk siliata dari Afrika Selatan yang mirip dengan Nyctotherus tetapi menunjukkan deretan membran di sepanjang tepi kanan peristome. cytoproct. I-K). (J) daerah antero-ventral. (K) menunjukkan peristomial siliature dan fibril endoplasmik. Paranyctotherus Sandon (Gambar 3. Reichenowella nigricans. D).  Family 11. E.Tiga genus dirujuk dalam famili ini.

33. Protocrucia da Cunha (Gambar 3. D. Peristome ini mungkin agak lurus atau dapat menunjukkan beberapa tingkat torsi spiral.33. Protocrucia tuzeti. Setidaknya dalam spesies tertentu. J. Stentoridae Daerah membran cenderung meluas di sekeliling kutub anterior tubuh. Gruberia Kahl (Gambar 3. L. yang lain adalah bagian dorsoventralnya rata sampai batas tertentu. M). G. F. atau baris yang sesuai atau silia memanjang di sepanjang tepi kanan peristome. pita dari trichocysts digantikan dengan deretan silia.  Family 13. Family 12. Pita membran yang panjang (Gambar 3. Pseudoblepharisma Kahl. F). Climacostomum virens dengan peristome yang luas. Stentor felici menunjukkan rantai makronuklear. A-C. M). L). dan dalam beberapa kasus peristome itu sendiri telah bergeser ke kutub (Gambar 3. Paraolepharisma Kahl (Gambar 3. (Gambar 3. dengan tubuh lebih atau kurang kontraktil. pola silia somatik. Phacodinium Prowaze. Spirostomum teres menunjukkan membran dan pola silia somatik. Stentor auriculatus. Spirostomidae Beberapa Spirostomidae memanjang. Blepharisma lateritium. membran. E. Parablepharisma bacteriophora. J. Gruberia calkinsi. I. Genus berikut ditempatkan dalam famili: Blepharisma Perty (Gambar 3. K). pola silia somatik.33.33. Gruber. H).33. dasar membran. atau baris ganda silia yang homolog meluas ke cytostome. G. Spirostomina Spirostomum Ehrbg. L. Membran bergelombang telah menghilang. 33. K. peristomial striation.I). M.33. D. A-C irisan melintang Spirostomum ambiguum tampak anterior dan daerah tengah peristome dan dekat permukaan sytostome. H.33. and Gambar 3. Blepharisma hyalinum. Fabrea salina. Membran bergelombang kadang-kadang cukup pendek. 64 .

Zona membran biasanya dibedakan ke dalam ikatan pendek bagian oral dan ikatan spiral bagian anterior. D. dimana memiliki peran lebih dalam pergerakan hewan ini. Peristom dan ikatan membranella di bagian posterior di permukaan ventral. Meseres. Strombilidium. dan Sphaerotricium. Metastrombidium. termasuk dalam genus berikut: Climacostomum Stein (Gambar 3. Subordo ini dibedakan menjadi 2 family :  Family 1: Halteriidae. Contohnya : Cephalotrichium. Fabrea Hennegui (Gambar 3.Rekonsiliasi somatik relatif sama dengan silia diatur secara longitudinal atau sedikit baris spiral. Strombidium.33. Tontonia. diwakili dalam air tawar dan air asin.  Subordo 2 : Oligotrichina Subordo ini ditandai dengan silia di bagian somatik mulai mereduksi dan menghilang. Stentoridae. J). E). Lohmaniella. K).  Subordo 3 : Tintinnina Ciri dari anggota subordo ini adalah adanya sebuah konikal atau trumpet bebrbentuk siliata yang berisi sebuah lorika dimana tertahan oleh adhesive aboral tip pada badannya. Parastrombidium. Contoh : Halteria .33. Ciliospina. dan Stentor Oken (Gambar 3.  Family 2 : Strombiidae.33. Zona membranela membentuk sebuah spiral di ujung anterior. Bagian peristomial menutupi lebih pada bagian lubang oral 65 .

terbatas pada membranella pada zona adoral. beberapa terbatas pada tubuh bagian anterior ketiga. terbentang dari ikatan anterior pendek hingga panjang dan sedikitnya mendekati garis akuator. tetapi ada juga sebuah bagian dorsal membran. yang dapat mungkin terjadi lagi. dimana dasar dari sebuah konikal “accessory comb” bertahan pada area peristomal. maupun hewan ruminansia lainnya. vakuola kontraktil. Antara zona adoral dan dorsal ada sebuah sudut. mikronukleus. yaitu Entodinium. dan juga pada intestin pada herbivora. Bentuk siliata mereduksi dan sebagian besar Ophryoscolecidae. Belum diketahui fungsi dari tentakuloid. Masing-masing tentakuloid adalah sebuah bola yang membentuk struktur di tangkai. membentuk operculum. Ada juga zona untuk 12-24 membranela yang berbentuk sebuah spiral sekitar peristom. kadang-kadang juga terlihat di bagian posterior akhir. satu di antara sepasang membranella.  Subordo 4 : Entodiniomorphina Siliata ini terdapat pada rumen dari lembu. dan skeletal juga 66 . Sedikitnya di zona adoral. Makronukleus. Pada sebagian besar Ophryoscolecidae. Membran adoral muncul dari sebuah alur yang terbentuk oleh sebuah lipatan ektoplasmik dan perluasan spiral ke sitostom yang terletak di lempeng oral di lubang anterior. dan di beberapa yang lain juga ada zona dorsal. beberapa siliata terlihat jarang ada. domba. Di bagian adoral biasanya disebut tentakuloid.dan lebih funnel berbentuk area leading sebuah sitostoma.

Marginal cirri : timbul dari sisi kanan dan kiri hingga batas permukaan ventral 5. Letak cirri pada berbagai spesies : 2. Subordo Entodiniomorphina dibedakan 2 famili:  Ophryoscolecidae dengan tidak lebih dari satu „dorsal‟ gabungan membran di zona adoral. 3. Pada zona mebranelles (semacam membran) sering memanjang dari cystome bagian anterior lalu secara transversal menuju daerah antero-dorsal atau anteroventral pada permukaan tubuh. yang terpisah dari endoplasma oleh membran berlanjut pada bagian anterior ke faring dan bagian posterior berlanjut ke rektum. 67 . dan  Cycloposthiidae. Anal cirri : timbul secara tranversal atau diagonal dari posterior hingga ujung tubuh. Daerah peristomial berukuran luas dan berbentuk kurang lebih segitiga pada banyak spesies tapi ukurannya berkurang dan sempit pada spesies lainnya. Ventral cirri : memanjang pada posterior sampai frontal cirri 4. Frontal cirri : terletak diantara peristome dan pada sisi kanan tubuh. yang memiliki lebih dari grup caudal di bagian posterior. Permukaan dorsal sering terdapat garis yang disebut bulu sensor (sensory bristle) yang kadang-kadang muncul pada permukaan ventral berdekatan dengan cirri.  Subordo 5.terletak di zona. Caudal cirri : muncul dari batas posterior: 6. Hypotrichina Silia somatic digantikan oleh cirri yang hampir selalu terbatas pada permukaan ventral.

Memiliki pelllicle seperti armor (baju) c. Ventral cirri mereduksi. Anal cirri berkembang dengan pesat c.Famili 1. b. dan kehilangan pada bagian batas kanan. Oxytrichidae 68 . Family 3. Bagian peristome dan membranelles berkembang. Pada bagian anterior terdapat membranelles yang menandakan adral primitive zone Family 2 Euplotidae Ciri-ciri : a. Aspidiscidae Ciri-ciri : a. Memiliki silia yang rata b.

Pada daerah adoral-membranelles berkembang dengan baik b. Tubuhnya diselimuti oleh frim pellicle yang terbentuk dari diferensiasi mejadi piringan longitudinal. Pada batas kanan dan kiri selalu memiliki cirri c. Batas (bentuk) dorsal biasanya bulat mungkin juga semi bulat atau hampir mendekati bulat. Family 4. Adoral-membranelles berkembang dengan baik. Cirri menjulur secara berkelompok sekitar 5 sampai 6 grup dari posterios hingga ujung tubuh. Ctenostomina Pada subordo ini ditandai dengan ciliata yang wedge-shaped (berbentuk terjepit) yang biasanya ditemui pada permukaan ventral (oral). b.Ciri-ciri : a. susunan dari cirri mengikuti pola umum. 69 . Sebagian besar spesies somatik siliatanya mengalami reduksi. Paraeuplotidae Ciri-ciri : a.  Subordo 6.

Ciri-ciri: a. Bagian ventral dan dorsal juga terlindungi oleh lapisan pelindung (armor). Pada ujung posterior tubuh tidak terlapisi. b. Discomorphidae Ciri-ciri : a. Beberapa tangkai bertipe koloni. Epalcidae Gambar Pelodinium . c. maupun menempel pada permukaan benda padat. b. ciliatanya telah hilang atau mereduksi dalam jumlah tertentu b. Family 3. Cilia pada daerah somatic terbatas menjadi dua arah ventral . 2. Lauterborn 1908. dua posterior pada sebelah kiri dan berkembang baik pada frontal band. Daerah perlekatan pada dorsal yang merupakan akhir dari bagian anterior yang berbentuk duri. Ordo Peritrichida Protozoa dewasa biasanya melekatkan diri secara langsung dengan lainnya menggunakan ujung bagian aboral tubuh atau dengan tangkai hasil sekresi. Mylestomidae Ciri-ciri: a. Pada daerah frontal band. tetapi dikelilingi oleh duri pada piringan pelindung. Ciliata pada daerah posterior yang terssisa mungkin membentuk satu atau dua “rudder cirri”.Family 1. dan empat primitive posterior selalu muncul pelapis (armor). 70 . Family 2. Pada kanan dan kiri dorsal.

suatu membran dapat terbentuk oleh penggabungan silia (baris lebih luar dari Votricella). seringkali ditunjukkan sebagai suatu invaginasi. Selama di dalam faring. Setiap baris silia berlanjut masuk ke dalam vestibula pada Cyclochacta dan Vorticella. namun hanya baris silia yang lebih dalam pada Telotrochidium. Dua baris silia adoral digambarkan pada Telotrochidium dan Cyclochacta. partikel makanan yang masuk juga melewati vestibula masuk ke dalam vakuola makanan yang sedang berkembang sebagai sumbernya. dan juga bahan yang belum tercerna dari vakuola makanan lama. peristom atau epistom merupakan suatu lempeng polar yang tampak dari bagian oral pada ujung tubuh dan diperkirakan berbentuk melingkar. sedangkan tiga baris pada Vorticella. dinding yang terkadang memperlihatkan fibril atau bentukan seperti tongkat. sedangkan pada spesies yang bertangkai. scopula tampak mensekresikan beberapa materi yang melekat pada substratum. Selain itu. hingga sebuah sebuah rak proyeksi seringkali membentuk suatu lingkaran kontraktil yang dapat mengkerut untuk melingkupi peristom dan siliatur. terkadang melalui suatu “penampungan” sementara. Nolan dan Fin telah mencatat pemisahan yang jelas mengenai saluran masuk dan keluar di dalam vestibula. Pada ordo ini. Vestibula menerima isi vakuola kontraktil. scopula mensekrresikan sedikit matriks dari tangkai. Batas luar permukaan peristomial meliputi suatu daerah sempit. Tangkai dari Vorticellidae mengandung setidaknya sebuah myoneme spiral bebas atau “stalk-muscle” yang 71 . setiap baris silia terlihat bebas pada bagian distal namun megalami penggabungan di bagian basal hingga masuk ke dalam membran. Scopula merupakan suatu daerah berbeda pada ujung aboral. Dari ketiganya. Tangkai non-kontraktil pada Epistylidae seluruhnya terdiri atas bahan sekresi.Hanya sedikit spesies yang berenang bebas dan rupanya tidak memiliki tahap sesil. Pada banyak spesies sesil tidak bertangkai. Di dalam vestiula. terdapat dua baris atau lebih silia yang biasanya mengelilingi peristom searah jarum jam sebelum melewati sitostom ke dalam vestibula.

tumbuh ke arah luar tubuh. Pada mulanya. pada Carchesium. Stalk-muscle pada koloni Vorticellidae dapat terbentuk terus-menerus sepanjang koloni. Siklus hidup Peritrichida umumnya dimorfik dan terkadang polimorfik. keseluruhan koloni mungkin dapat kembali menuju pusat perlekatan. Mengenai reproduksi sepertinya harus dipertimbangkan pada pembelahan 72 . kontraksi dari tangkai mempengaruhi masing-masing individu secara terpisah. kecuali mungkin pada bagian basal tangkai utama atau pada myoneme tangkai individu yang independen.

Transformasi secara langsung bentukan tangkai menjadi sebuah telotroch kadangkadang terjadi pada Vorticella dan merupakan cara yang normal dalam perkembangan aseksual pada beberapa genus seperti Zoothamnium. Telotrochidium juga menunjukkan telotroch tetap walaupun bukannya tidak mungkin bahwa pada genus ini terdapat telotroch yang memiliki tahap sesil yang tidak jelas. meskipun salah satu keturunan seringkali lebih kecil daripada lainnya. Urceolariidae terkadang dinilai memiliki telotroch tetap yang sangat khusus. Meski begitu. Segera setelah penempelan. tahap perpindahan dilakukan dengan berenang menjauh kemudian menempatkan diri pada suatu objek untuk berkembang menjadi koloni baru. tahap Scyphidia pada Vorticella terjadi pada waktu yang sangat singkat. Peritrich muda disebut Scyphidia. Telotroch merupakan tahapan umum dalam siklus hidup dan tidak terbatas hanya pada spesies bertangkai karena terdapat bentuk seperti Scyphidia. Metamorfosis menjadi dewasa disertai penempelan scopula pada permukaan tertentu. Setelah terlepas dari koloni induk. seperti Zoothamnium. 73 . organisme baru (keturunan) akan membentuk tangkai baru yang akan menjadi cabang dari tangkai utama. dimulailah sekresi sebuah tangkai dan silia aboral menghilang dalam beberapa menit. Hal ini yang menarik dari telotroch Epistylis horizontalis adalah kemiripannya dengan Urceolariidae pada ukuran serta perbandingan kemampuan pergerakan di atas permukaan. Pada pembelahan selama perkembangan tipe koloni.daripada budding. yang hanya memiliki tangkai dalam jumlah sangat sedikit.

Pada tahapan sesil. Telotrochidium henenguyi dan Cyclochaeta domerguei. Beberapa spesies bersifat soliter sedangkan lainnya berkoloni. scopula menghasilkan sebuah tangkai yang tidak mengandung myoneme (stalk-muscle). Selain tangkai. Setelah mencapai filamen insang. Organisme dewasa hodup di dalam sebuah lamellibranch. namun terkadang justru membawa tangkainya hingga saat akan dilepaskan nanti. tahap perpindahan ini akan menempel dengan ujung bagian aboral dan mengembangkan lengan protoplasmik yang akan menjadi pengait terhadap inangnya. Astylozoonidae. Peritrich dalam family ini aktif berenang berpindah dengan peristom di bagian depan. organisme baru (keturunan) tetap menempel pada organisme yang lebih besar (induk) menggunakan bagian isthmus sempit dari sitoplasma. Pemanjangan telotroch yang sedang berkembang dan diferensiasi silia aboral terjadi selanjutnya. biasanya menerobos ikatan tangkai dan scopula. Famili 2. satu atau dua thigmotactic bristle tampak dikembangkan pada ujung aboral. Famili 1. Telotroch kemudian berenang bebas. biasanya berupa bagian tubuh yang dipanjangkan melalui mulut dari lorica. yang menempel pada lembaran/filamen insang. Donax vittatus.Siklus hidup dari komensalis. Merupakan ciliata berlorica yang memiliki lempeng peristomial pada ujung leher yang kokoh. Pada tahap akhir pembelahan. Epistylidae. Homologi aksial antara Peritrichida dan ciliate lainnya adalah adanya sedikit ketidakpastian. meskipun peristom biasanya terletak di bagian anterior. Famili 3. 74 . Ellobiophrya donacis lebih rumit daripada sebagian besar Peritrichida lainnya. keduanya berenang dengan ujung aboral di bagian depan. Lagenophryidae. Sebuah scopula segera berkembang di dalam telotroch embrionik mensekresikan suatu tangkai yang memanjang beberapa jarak untuk dapat menempel pada organisme lainnya.

Ophrydiidae. Famili 6. Mulut pada ujung tubuh diperpanjang hingga ke dalam leher kontraktil. Ujung aboral berupa lempeng pipih yang dilengkapi dengan cincin kutikular. Vaginicolidae. Famili ini meliputi empat genus dengan bentuk sesil yang khas dengan berkembangnya tangkai kotraktil. ujung aboral meruncing pada satu titik namun membulat lebar pada lainnya. Di beberapa spesies. Urceolariidae. Tubuhnya terkadang memipih lebar pada ujung aboral. Peritrich sesil berscopula yang berfungsi sebagai organ penempel. Vorticellidae. Scopula dapat atau tidak dapat menghasilkan sebuah tangkai pendek. Contoh organisme dalam famili ini adalah Cyclochaeta domerguei. Famili 5. Famili 8. Famili ini meliputi ektoparasit dan endoparasit khusus yang sumbu oral-aboralnya sering memendek. Merupakan peritrich berlorica yang berbeda dari Lagenophryidae dalam keseluruhan mulut (oral) pada ujung tubuh dipanjangkan melebihi mulut pada lorica. 75 . Scyphidiidae.Famili 4. Famili 7. namun terkadang meruncing ke daerah basal stalk-like.

seperti spherical. Tubuhnya kurang lebih seperti bentuk vas dan menempel pada inang dengan lempeng basal atau tangkai yang pendek. seperti tongkat. yang meliputi endoparasit pada ciliata tertentu. vermiform. Walaupun begitu. Umumnya. atau tidak bercabang. permukaan tubuh tidak bersilia. Peristom terletak di ujung atas tubuh dan biasanya dikelilingi oleh bentukan corong tipis.3. Tiga family dalam ordo ini yang telah ditemukan oleh Mohr antara lain: Chilodochonidae. 1961). Kaitan antara anggota Chonotrichida meninggalkan ketidakpastian dan pekerjaan lebih lanjut mengenai morfologi dan siklus hidup. 76 . dan Spirochonidae (Hall. kecuali Trichochona lecythoides yang dilaporkan berasal dari perairan Eropa. Vakuola kontraktil terbuka ke dalam faring (vestibula) seperti pada Peritrichida (Hall. Kelas Suctorea Bentuk tubuh pada berbeda pada spesies. conical. 1961). bebrapa informasi yang telah dipercaya saat ini oleh beberapa pekerja/ilmuwan dapat mengindikasikan bahwa kelompok ini memiliki hubungan lebih dekat dengan Holotrichida daripada ciliata lainnya. silindris. Ciri-ciri jelas dari kelompok yang memilki tentakel dan tidak adanya cilia pada tahap dewasa.Ordo Chonotrichida Merupakan ektokomensal yang sebagian besar aktif berenang pada Crustacea. 2. Stylochonidae. Terjadi pengurangan tentakel pada Endosphaera. Budding dan konjugasi merupakan cara reproduksi organisme seperti yang telah dilaporkan.

Pada beberapa spesies. sumber yang tersisa memunculkan masalah. Pellicle mangsa dipecah oleh hisapan lisis alami pada saat kontak dengan tentakel tidak tentu. tipe lain adalah tipe lilin yang lebih atau kurang dari titik (A. Secara singkat setelah kontak. c-f) distally berakhir pada perluasan yang rata atau bulat.50 Tipe Tentakel Pada Kelas Suctorea Tentakel mungkin terletak pada permukaan atau mereka muncul pada dalam bentuk ikatan atau bentuk cuping atau lengan yang panjang. perluasan kedalam endoplasma dari jarak yang dekat.E). pencernaan Euplotes patella sekitar 15 menit. dicerna dengan cepat. Kelumpuhan yang cepat dari organisme yang ditangkap telah diketahui. atau pada kasus lain. Tokophyra lemnarum.B). sebagai contoh. Akhir tangkai mungkin diperluas dengan cangkir kecil yang menjadi dasar dari sisa tubuh. protoplasma mangsa mulai mengalir kebawah tentakel ke dasar tabung. Aliran material ke tentakel selama makan menggunakan hisapan.50. Dua variasi dapat diketahui. Tangkai suctorian. tidak selalu kontraktil tidak seharusnya homogen pada struktur. akhir distal dari tangkai ke dasar tubuh (gambar G). tentakel mengandung tabung di dalam (gambar C.Gambar 3. salah satu tipe adalah capitate (Gambar 3. Tentakel melekat pada ciliata yang cocok yang melakukan kontak dengan mereka dan tenaganya cukup untuk menangkap mangsa yan lebih besar dari captor (gambar H. Pada 77 . Mungkin aktivitas signifikan dari vakuola kontraktil meningkat sekitar lima fold pada Tokophrya infusionum untuk organisme yang memulai makan. diperlihatkan pada beberapa spesies. dimana vakuola makanan terbentuk.I).

Kejadian metamorfosis yang cepat dimiliki pada Tokophrya infusionum.51 Tipikal reproduksi kelas Suctorea Penghilangan cilia selama metamorfosis tidak termasuk granula basal mereka.51.51.metamorfosis larva ciliata. Pada reproduksi. sebuah tangkai keluar dalam beberapa menit.51 L). A-K). adanya kelestarian genetic dari granula basal sepanjang siklus hidup. Walaupun terlihat tidak biasa. Tunas berkembang menjadi larva ciliata (Gambar 3. yang dilakukan pada tahap dewasa Podophrya fixa. tangkai muncul dari analog organela ke scopula dari Peritrichida (Gambar 3. Setelah tahap larva. Hubungan antara Suctorea ke ciliata ditunjukkan pada siklus hidup pada sebagian spesies. kedua pertunasan internal dan eksternal mungkin terjadi pada spesies tunggal. yang meninggalkan akhir apikal dari tubuh (Gambar 3. Secara tipical reproduksi melibatkan pertunasan secara internal (Gambar 3. H. lengan tentakel tumbuh normalsekitar 15 menit setelah mereka melakukan deteksi pertama. N-P) atau eksternal. Jika pada kasus ini mungkin dipertimbangkan tentang representatif. Beberapa Suctorea yang dilengkapi dengan sekret lorica yang terbuka pada bagian distally.56 A) atau mungkin dinding tebal yang dekat pada tubuh Squalophrya macrostyla (Gambar 3. I). Tokophrya lemnarum menjadi terikat (Gambar 3. kemudian berlipat dan memberikan kenaikan pada larva cilia. dan mengalami metamorfosis alami. tunas mendapatkan beberapagranula basal parental. L-M). dalam waktu singkat akan berenang. dan bentuk dewasa berkembang secara penuh sekitar satu jam. Gambar 3.53. 78 . yang diperlihatkan pada Anarma multiruga.51.

parasit pada Nassula ornata (Gambar 3.52 Pada siklus hidup Podophrya fixa.53.56. pada Podophrya parsitica (Gambar 3. transformasi dari dewasa ke tahap migrasi juga mungkin terjadi. pertengahan tahap intervensi antara larva dan dewasa. cilia. secara bertahap ditambah oleh perkembangan tangkai. Tahap ini tidak makan dan nampak pada tahap sementara didahului ekistasis (Gambar 3. hasil dari parasit larva ciliata yaitu hasil bebas dari tahap migrasi dan menempel pada inang baru (Gambar 3.53 Tambahan pada kejadian umum larva ciliata. Hasil dari metamorfosis Sphaerophrya pada tahap mengapung sampai membuat kontak dengan inang ciliata. Pada reproduksinya. A-D). dilekatkan pada citoplasma dari inang ciliata. Gambar 3. H).56. G). 79 . D). dan perkembangan tentakel diatas permukaan menjadi tahap Paracineta (Gambar 3.56. endhosphaera juga termasuk tipe yang tidak biasa dengan endoparasitik dewasa.65. F). Tahap migrasi ini.Gambar 3.

Pada Tokophrya lemnarum .54 Konjugasi. yang mungkin menghasilkan informasi yang berguna. berkaitan dekat dengan gymnostoma Holotrichida kemudian ke ciliata yang lain. struktur yang tersisa pada permukaan apical dan ditelah oleh sekresi material ke bentuk membran kista. dengan komparasi yang rinci dari migrasi larva.  Taxonomy Suctorea. Sebagai gantinya. pada dua konjugan terpisah pada ciliata. Bahkan pengaturan sederhana menjadi lebih berguna jika beberapa famili mendefinisikan secara jelas untuk memperhatikan jenis yang memperlihatkan kombinasi intermediet pada karakteristik. Sebagai contoh. Spesimen awal ekistasis yang menyerupai loricate suctorea. Mungkin dilakukan studi yang intensif pada siklus hidup. hal yang menarik pada larva Podophrya soliformis dan Parapodophrya denticula famili Podophryidae) yang dapat dijelaskan dengan polar circlet dari cilia yang 80 . dapat dibandingkan pada tipe ciliata. dan yang terakhir adalah akhir apical tubuh. Ekistasis diketahui pada jumlah spesies. tampak memiliki dasar defersivikasi pada evolusinya.Gambar 7. Dendrocometes dan Tokophrya. fusi lengkap dan produksi dari sinkronisasi tunggal yang ditunjukkan pada Lernaeophrya capitata. suatu kelompok yang dibagi kedalam nomer famili. Precistic dengan drawal tentakel yang tidak dapat djelaskan. yang dijelaskan pada beberapa jenis. Sejak tidak ada dasar logical dalam perbedaan tingkatan. Perbedaan konjugasi pada Tokophrya lemnarum. termasuk Acineta. ekistasis melibatkan deposisi dari sekresi transparan pada basal pertama.

P. Sebuah lorica mungkin atau tidak mungkin ada. Famili acinetidae famili ini dikarekteristikan oleh tunas endogen dan kepemilikan tentakel . Pertunasan adalah tipe exogen dan mungkin multiplet. larva Podophrya globulifera. Famili Dendrosomidae badan tanpa tangkai yang memiliki bentuk tidak teratur dan bercabang.55 81 . parasitica. Famili Dendrocometidae. 2.fixa dan P. 4. 3. bentukan tanpa tangkai pada pertunasan endogen.serupa yang dilihat dengan sabuk equatorial dari cilia yang sama pada spesies Tokophrya (famili Acinetidae ). Kepala tentakel didistribusikan ke permukaan atau tempat yang sedikit besar dari tubuh. dan permukaan basal yang biasanya berada di substratum. Famili Discophryidae Pertunasan endogen dan karakteristik kepala tentakel. 1. yang tunggal maupun berlipat. Sebuah lorica sering hadir dan tangkai mungkin hadir atau tidak. Famili Ephilotidae Tangkai pada suctorea laut dengan kepala atau titik tentakel. Sebuah lorica yang berkurang dan sebuah tangkai yang mungkin atau tidak ada. biasanya disusun pada kelompok. Gambar 3. Tentakel yang disusun pada cluster. dengan baris cilia yang pararel pada panjang poros. walaupun beberapa spesies demgan tetakel yang tepat yang berperan dalam famili. Tipe reproduksi melibatkan tunas endogen.

Subordo . Hymenostmina. Ciliophora memiliki dua jenis nukles. sedangkan dalam Kelas Suctorea memiliki tahap non-ciliated pada tahap dewasa serta memiliki tentakel khusus yang berfungsi mencari makan. jadi disebut tunas verniform. silia ada pada sebagian besar tahap dari siklus hidup. Ordo Holotrichida memiliki 82 6 subordo. Famili Podophryiade reproduksi melibatkan pertunasan eksternal atau beberapa kasus “pembelahan” yang memiliki dua organisme sesaudara hampir sama jumlahnya.56 5.Gambar 3. Famili Ophryodendridae Di laut bentukan tentakel dikonsetrasikan pada satu atau lebih gerakan proboscis seperti pemanjangan. yang mungkin dihasilkan oleh pertunasan exogen. khususnya di perairan. yang tidak memilki tentakel atau probocis. yakni memiliki silia pada beberapa tahap dalam siklus hidupnya. Apostomina. yakni makronukleus dan mikronukleus. Thigmotrichina. yaitu Gymnostomina. RINGKASAN Karakterisasi morfologi Filum Ciliophora yang paling utama. Filum ini dibedakan dua kelas. Silia terdapat di permukaan sel yang memiliki bentuk menyerupai rambut. yaitu Ciliatea dan Suctorea. Sebuah tangkai dan sebuah lorica mungkin hadir atau tidak ada. Pada Ciliatea. 6. Ciliophora merupakan protozoa kosmopolitan yang ditemukan pada bermacam-macam habitat. Astomina. Silia membungkus seluruh tubuh organisme hingga batas area peristomial. Trichostomina. Pada penambahan yang tidak wajar pada tipe larva.

Physiology. Pada Subordo Trichostomina sitostom terletak di sentral permukaan. Sebagian besar memiliki silia di permukaan tubuhnya. Comparative Protozoology.O.hosei. Masing-masing ordo dalam Filum Ciliophora memiliki ciri khas yang berbeda-beda tergantung pada ordonya. Lynn. Pada Subordo Astomina tidak memiliki sitostom. A.B. (Online). Pada Thigmotrichina sitostom bergeser ke posisi pada atau dekat ujung posterior tubuh.H.html) diakses 29 Oktober 2011 Hall. 1830. and Life History. Subordo Hymenostima memiliki cirri pada ciliature peristomial telah termodifikasi menjadi beberapa membran. (http://protist. Loxodes. 83 . Japan: Prentice-Hall. DAFTAR PUSTAKA Ehrenberg. 1991. Subordo Apostomin sitostom perut sangat berkurang. Protozoology.Verlag New York Inc. and Small.ac. New York: Sringer. meski begitu pada kelas Suctorea terdapat tahapan dewasa yang tidak memiliki silia serta memiliki tentakel khusus untuk menangkap mangsa. 1961.jp/pdb/images/Ciliophora/Loxodes/index. Roger.i. D. E. Boston: Jones and Bartlett Publishers.Gymnostomina memiliki sitostom terbuka di permukaan sentral bagian anterior. Inc. Ecology. 1988. Handbook of Protoctista (Philum Ciliophora).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful