TUGAS MAKALAH MANAJEMEN KEUANGAN II

STRUKTUR MODAL

ZULHAN DARWIS A21110263 MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS HASANUDDIN MAKASSAR TAHUN 2012

3. 3.2.2.4.1. Pokok –Pokok Pembahasan 1. Struktur Aktiva 3.3.1.5. Teori Struktur Modal BAB III FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL 3. Profitabilitas 3.1.2. Pengertian Modal dan Struktur Modal 2. Tujuan Penulisan BAB II PENGERTIAN DAN TEORI STRUKTUR MODAL 2.DAFTAR ISI DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1. Growth Opportunity 3. Risiko Bisnis BAB IV KESIMPULAN BAB I . Latar Belakang 1. Ukuran Perusahaan (Firm Size).

2. yaitu keputusan keuangan yang berkaitan dengan komposisi utang. Struktur Modal merupakan pilihan pendanaan antara utang dan ekuitas. Teori Pecking Order. Teori yang menjelaskan hal tersebut antara lain Teori Trade-Off. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi dalam Struktur Modal 1. BAB II . Keputusan Struktur Modal secara langsung berpengaruh terhadap besarnya risiko yang ditanggung pemegang saham beserta besarnya tingkat pengembalian atau tingkat keuntungan yang diharapkan. Latar Belakang Salah satu keputusan penting yang dihadapi oleh manager keuangan dalam kaitannya dengan operasional perusahaan adalah keputusan atas Struktur Modal. dan Teori lainnya. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana pendapat atau Teori-Teori Tentang Struktur Modal itu sendiri. Untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang paling mempengaruhi dalam pengambilan Keputusan Struktur Modal suatu perusahaan.2. saham prefen dan saham biasa yang harus digunakan oleh perusahaan.1. Keputusan Struktur Modal yang diambil oleh manager tersebut tidak saja berpengaruh terhadap profitalitas perusahaan . Pokok Pokok Pembahasan 1.3. 1. tetapi juga berpengaruh terhadap resiko yang dihadapi oleh perusahaan.PENDAHULUAN 1.

Pengertian Modal dan Struktur Modal Modal adalah hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan dalam pos modal (modal saham).2. Untuk mengukur Struktur Modal tersebut maka dapat digunakan beberapa Teori yang menjelaskan Struktur Modal dalam suatu Perusahaan. Artinya Struktur Modal mempunyai pengaruh terhadap Nilai Perusahaan. Struktur Modal adalah perimbangan atau perbandingan antara modal asing dan modal sendiri.2001). 2.1. keuntungan atau laba yang ditahan atau kelebihan aktiva yang dimiliki perusahaan terhadap seluruh utangnya (Munawir. dimana Struktur Modal dapat berubah-ubah agar bisa diperoleh nilai perusahaan yang optimal. Teori Struktur Modal 2.PENGERTIAN DAN TEORI STRUKTUR MODAL Untuk mengetahui Pengertian Struktur Modal. Modal asing diartikan dalam hal ini adalah hutang baik jangka panjang maupun dalam jangka pendek. maka dengan ini dapat dijelaskan tentang Definsi Modal dan Definisi Strukutur Modal sebagai berikut : 2. Teori Pendekatan Tradisional Pendekatan Tradisional berpendapat akan adanya struktur modal yang optimal. Modal pada dasarnya terbagi atas dua bagian yaitu modal Aktif (Debet) dan modal Pasif (Kredit).1. Teori Pendekatan Modigliani dan Miller .2. Sedangkan modal sendiri bisa terbagi atas laba ditahan dan bisa juga dengan penyertaan kepemilikan perusahaan. 2.2. Struktur Modal merupakan masalah penting dalam pengambilan keputusan mengenai pembelanjaan perusahaan.2.

Misalnya Suplier tidak akan mau memasok barang karena mengkwatirkan kemungkinan tidak akan membayar. Biaya Tidak Langsung Yaitu. atau biaya lainnya yang sejenis. Sehingga nilai Perusahaan dengan hutang lebih tinggi dibandingkan dengan nilai perusahan tanpa hutang. 2. perusahaan lain atau pihak lain tidak mau berhubungan dengan perusahaan secara normal. Teori Trade-Off dalam Struktur Modal Dalam kenyataan.Dalam teori ini berpendapat bahwa Struktur Modal tidak mempengaruhi Perusahaan. Kenaikan tersebut dikarenakan adanya penghematan pajak. Biaya lain dari peningkatan hutang adalah meningkatnya biaya keagenan antara pemegang hutang dengan pemegang saham akan meningkat. yaitu : a. biaya yang terjadi karena dalam kondisi kebangkrutan. Suatu hal yang terpenting adalah dengan semakin tingginya hutang. ada hal-hal yang membuat perusahaan tidak bisa menggunakan hutang sebanyak banyaknya. Biaya kebangkrutan tersebut bisa cukup signifikan. karena potensi kerugian yang dialami oleh pemegang hutang akan meningkatkan pengawasan terhadap perusahaan. Pengawasan bisa dilakukan dalam bentuk biaya biaya monitoring (Persyaratan yang lebih ketat) dan bisa dalam bentuk kenaikan tingkat bunga. b. Biaya Langsung Yaitu. akan semakin tinggi kemungkinan kebangkrutan. Dalam hal ini telah dimasukkan faktor pajak. . biaya yang dikeluarkan untuk membayar biaya administrasi. Biaya tersebut terdiri dari 2 (dua) hal.3.2.

Perusahaan akan memulai dengan hutang. Perusahaan menhitung target rasio pembayaran didasarkan pada perkiraan kesempatan investasi. Teori Pecking Order ini bisa menjelaskan mengapa perusahaan yang mempunyai tingkat keuntungan yang lebih tinggi justru mempunyai tingkat hutang yang lebih kecil. Dana internal tersebut diperoleh dari laba (keuntungan) yang dihasilkan dari kegiatan perusahaan.2. d. Karena kebijakan deviden yang konstan. kemudian dengan surat berharga campuran seperti obligasi konvertibel. . digabung dengan fluktuasi keuntungan dan kesempatan investasi yang tidak bisa diprediksi. Teori Pecking Order Teori Trade-Off mempunyai implikasi bahwa manager akan berfikir dalam kerangka trade-off antara penghematan pajak dan biaya kebangkrutan dalam penentuan Struktur Modal. Secara spesifik.4. Jika padangan eksternal diperlukan. perusahaan akan mengeluarkan surat berharga yang paling aman terlebih dulu. perusahaan mempunyai urutan-urutan prefensi dalam penggunaan dana. c. dan kemudian barangkali saham sebagai pilihan terakhir. Dalam kenyataan empiris nampaknya jarang manager keuangan yang berfikir demikian. Skenario urutan dalam Teori Pecking Order adalah sebagai berikut : a.2. Perusahaan memilih pandangan internal. akan menyebabkan aliran kas yang diterima oleh perusahaan akan lebih besar dibandingkan dengan pengeluaran investasi pada saat saat tertentu dan akan lebih kecil pada saat yang lain. b.

Pendekatan Teori Keagenan (Agency Approach) . Investor diharapkan akan menangkap signal tersebut. signal bahwa perusahaan mempunyai prospek yang baik. Teori Asimetri Informasi dan Signaling Teori ini mengatakan bahwa dalam pihak pihak yang berkaitan dengan perusahaan tidak mempunyai informasi yang sama mengenai prospek dan resiko perusahaan.2.2. Manager mempunyai informasi yang lebih lengkap mengenai kondisi perusahaan dibandingan pihak luar.1.2.6.6. b. Karena perusahaan yang meningkatkan hutang bisa dipandang sebagai perusahaan yang yakin dengan prospek perusahaan di masa mendatang. ia ingin megkomunikasikan hal tersebut kepada investor.2. Signaling Mengembangkan model dimana struktur modal (penggunaan hutang) merupakan signal yang disampaikan oleh manager ke pasar. Myers dan Majluf Menurut Teori ini ada asimetri informasi antara manger dengan pihak luar. Teori ini terdiri dari Teori : a. Jika manager mempunyai keyakinan bahwa prospek perusahaan baik. 2. Manager bisa menggunakan hutang lebih banyak sebagai signal yang lebih credible.5. Teori Lainnya 2. Pihak tertentu mempunyai informasi yang lebih dari pihak lainnya. dan karenanya ingin agar saham tersebut meningkat.

Konteks atas Pengendalian Perusahaan Beberapa penemuan pendekatan ini adalah perusahaan yang menjadi target (dalam pengambilalihan) akan meningkatkan tingkat hutangnya.2.6. BAB III FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STRUKTUR MODAL . Hutang bisa dianggap sebagai cara untuk mengurangi konflik leagenan free cash flow.6. maka manager akan dipaksa untuk mengeluarkan kas dari perusahaan untuk membayar bunga. Jika perusahaan menggunakan hutang. struktur modal disusun untuk mengurangi konflik antar berbagai kelompok kepentingan. 2. dibandingkan dengan teori lainnya. Konflik antara pemegang saham dengan manager adalah konsep free-cash flow.Menurut pendekatan ini.2.2.3. yaitu Strategi dan Menjelaskan hubungan antara Struktur Modal dengan karakteristik produk atau input. Ada dua kategori dalam pendekatan ini. berhubungan dengan kemungkinan sukses tender offer (penawaran terbuka pada proses pengamalihan usaha).Pendekatan Interaksi Produk Teori ini berangkat dari teori organisasi industri dan relatif baru. Ada kecenderungan manager ingin menahan sumber daya sehingga mempunyai control atas sumber daya tersebut. 2.

Profitabiltas .4. akan mengutamakan pemenuhan modalnya dari modal yang permanent yaitu modal sendiri. Ukuran perusahaan sering dijadikan indicator bagi kemungkinan terjadinya kebangkrutan bagi suatu perusahaan. Oleh karena itu kemungkinan kegagalan dalam menjalankan usaha atau kebangkrutan akan lebih kecil.2. Perusahaan dengan tingkat leverage yang tinggi cenderung akan melewatkan kesempatan investasi yang menguntungkan. dimana perusahaan dalam ukuran lebih besar dipandang lebih mampu menghadapi krisis dalam menjalankan usahanya. Perusahaan yang semakin besar aktivanya terdiri dari aktiva lancer akan cenderung mengutamakan pemenuhan kebutuhan dana dengan utang. Teori Agency menggambarkan hubungan yang negative antara Growth Opprtunity dan leverage. Ukuran Perusahaan (Firm Size) Perusahaan besar cenderung akan melakukan diversifikasi usaha lebih banyak dari pada perusahaan kecil. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh struktur aktiva terhadap struktur modal suatu perusahaan. Struktur Aktiva (Tangibility) Kebanyakan perusahaan industri yang sebagian besar modalnya tertanam dalam aktiva tetap . sedangkan hutang bersifat pelengkap. Growth Opportunity Yaitu kesempatan perusahaan untuk melakukan investasi pada hal-hal yang menguntungkan. 3.3.Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Struktur Modal antara lain : 3. dalam berinvestasi pada kesempatan 3.1. 3.

3. BAB IV KESIMPULAN . sehingga secara teori akan berpengaruh negative terhadap leverage perusahaan.5. Semakin tinggi keuntungan yang diperoleh berarti semakin rendah utang. Hal ini menunjukkan bahwa profitalitas berpengaruh terhadap struktur modal perusahaan. Risiko Bisnis Risiko Bisnis akan mempersulit perusahaan dalam melaksanakan pendanaan eksternal. Tingkat pengembalian yang tinggi memungkinkan untuk membiayai sebagian besar kebutuhan pendanaan dengan dana yang dihasilkan secara internal.Teori Pecking Order mengatakan bahwa perusahaan lebih menyukai internal funding. Perusahaan dengan tingkat pengembalian yang tinggi investasi menggunakan utang yang relative kecil (Bringham & Houston. 2001). Perusahaan dengan frofitalitas yang tinggi tentu memiliki dana internal yang lebih banyak dari pada perusahaan dengan profitalitas rendah.

Sehing dengan demikian Para Investor. Kreditor maupun Managemen Perusahaan hendaknya memberikan perhatian yang lebih kepada informasi atas faktor-faktor yang mempengaruhi tersebut.Growth Opportunity.Dari uraian yang telah di tulis maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1. Ukuran Perusahaan (Firm Size). Profitabiltas dan Perusahaan. Bahwa Struktur Aktiva (Tangibility). Dari faktor-faktort tersebut mempunyai pengaruh satu dengan yang lainnya. Risiko Bisnis baik secara simultan maupun parsial mempunyai pengaruh pada Keputusan Struktur Modal Suatu . 2.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful