Interaksi Sosial

interaksi sosial adalah suatu hubungan antar sesama manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain baik itu dalam hubungan antar individu, antar kelompok maupun atar individu dan kelompok. Macam - Macam Interaksi Sosial Menurut Maryati dan Suryawati (2003) interaksi sosial dibagi menjadi tiga macam, yaitu (p. 23) : 1. Interaksi antara individu dan individu Dalam hubungan ini bisa terjadi interaksi positif ataupun negatif. Interaksi positif, jika jika hubungan yang terjadi saling menguntungkan. Interaksi negatif, jika hubungan timbal balik merugikan satu pihak atau keduanya (bermusuhan). 2. Interaksi antara individu dan kelompok Interaksi ini pun dapat berlangsung secara positif maupun negatif. Bentuk interaksi sosial individu dan kelompok bermacam - macam sesuai situasi dan kondisinya. 3. Interaksi sosial antara kelompok dan kelompok Interaksi sosial kelompok dan kelompok terjadi sebagai satu kesatuan bukan kehendak pribadi. Misalnya, kerja sama antara dua perusahaan untuk membicarakan suatu proyek. Bentuk - Bentuk Interaksi Sosial Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002), interaksi sosial dikategorikan ke dalam dua bentuk, yaitu (p. 49) : 1. Interaksi sosial yang bersifat asosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk asosiasi (hubungan atau gabungan) seperti : a. Kerja sama Adalah suatu usaha bersama antara orang perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. b. Akomodasi Adalah suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompok kelompok manusia untuk meredakan pertentangan. c. Asimilasi Adalah proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda, saling bergaul secara intensif dalam jangka waktu lama, sehingga lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah sifat dan wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran. d. Akulturasi Adalah proses sosial yang timbul, apabila suatu kelompok masyarakat manusia dengan suatu kebudayaan tertentu dihadapkan dengan unsur - unsur dari suatu kebudayaan asing sedemikian rupa sehingga lambat laun unsur - unsur kebudayaan asing itu diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menyebabkan hilangnya kepribadian dari kebudayaan itu sendiri. 2. Interaksi sosial yang bersifat disosiatif, yakni yang mengarah kepada bentuk - bentuk

Syarat Terjadinya Interaksi Sosial Berdasarkan pendapat menurut Tim Sosiologi (2002). ada empat ciri . baik secara tersembunyi maupun secara terang . Terjadinya komunikasi di antara pelaku melalui kontak sosial c.ciri interaksi sosial.pertentangan atau konflik. agar memperoleh kemenangan atau hasil secara kompetitif. . b. c. akibat adanya perbedaan paham dan kepentingan yang sangat mendasar. b. Dilaksanakan melalui suatu pola sistem sosial tertentu Syarat . tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik di pihak lawannya. sehingga menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut. antara lain (p. Konflik Adalah proses sosial antar perorangan atau kelompok masyarakat tertentu.terangan yang ditujukan terhadap perorangan atau kelompok atau terhadap unsur unsur kebudayaan golongan tertentu. Kontravensi Adalah bentuk proses sosial yang berada di antara persaingan dan pertentangan atau konflik. Wujud kontravensi antara lain sikap tidak senang. Komunikasi Artinya berhubungan atau bergaul dengan orang lain. 23) : a. Kontak sosial Adalah hubungan antara satu pihak dengan pihak lain yang merupakan awal terjadinya interaksi sosial. Jumlah pelakunya lebih dari satu orang b.masing pihak saling bereaksi antara satu dengan yang lain meski tidak harus bersentuhan secara fisik. yaitu (p. Mempunyai maksud atau tujuan yang jelas d. dan masing . interaksi sosial dapat berlangsung jika memenuhi dua syarat di bawah ini. Persaingan Adalah suatu perjuangan yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu. Ciri . seperti : a. 26) : a.Ciri Interaksi Sosial Menurut Tim Sosiologi (2002). Sikap tersebut dapat berubah menjadi kebencian akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau konflik.

dikaitkan dengan hubungan interaksi sosial dalam kelompok teman sebaya dengan motivasi belajar dapat disimpulkan bahwa. sedangkan kelompok B terpengaruh.masing orang menunjukkan perilakunya satu sama lain dalam kehadiran mereka dan masing. 3 Berdasarkan hasil penelitian.2005. Dan kesan mengenai orang lain itu yang meningkatkan prestasinya. Keinginan untuk tampil seragam dengan orang lain yang menjadikan kita berperilaku tertentu. Penelitian Solekhah (2002) Menyimpulkan bahwa ada perbedaan motivasi belajar mahasiswa.perilaku yang dilihatnya dari lingkungan sekitar. interaksi sosial yang membentuk motivasi kita. antara dosen dan mahasiswa yang mendapat interaksi perencanaan dengan interaksi yang dilakukan apa adanya atau tanpa perencanaan terhadap mahasiswa program studi keperawatan. Sebab kelompok B dapat melihat orang lain itu dan memperkirakan bagaimana harapan orang lain itu mengenai prestasinya (terkejut. dibutuhkan. seperti berkreatifitas sesuai dengan minatnya. Di dalam kelompok teman sebaya remaja dapat merasa diterima. diperoleh hasil sebagai berikut: Penelititian Utomo (2005) menyimpulkan bahwa ada perbedaan motivasi berprestasi yang signifikan antara siswa yang menjadi pengurus OSIS dan siswa yang bukan pengurus OSIS di SMU Yayasan Pendidikan Semarang tahun ajaran 2004. Sehingga siswa yang mengalami motivasi belajar rendah merasa ingin juga memiliki motivasi tinggi seperti teman. bersemangat dan sebagainya).penelitian yang mendahului tersebut di atas. heran. Dalam hal ini. Dengan demikian mereka dapat merasakan adanya kepuasan dalam interaksi sosialnya dengan mengikatkan individu pada kelompok dan menyebabkan individu diri sosialnya. (Muhammad 2001:2) Nickolas Cottrel (1968) melakukan ekperimen dengan orang yang ditutup matanya (kelompok A) dan tidak ditutup matanya (kelompok B). Kelompok A.(Sarwono 2005:98) Dalam beberapa penelitian yang mendahului. walau tahu akan kehadiran orng lain tidak terpengaruh prestasinya.masing perilaku mempengaruhi satu sama lain.teman sekelas yang sudah memiliki motivasi belajar yang tinggi memberikan pengaruh yang sangat besar dalam membantu memotivasi siswa yang belum termotivasi belajarnya. Teori social interaction. Interaksi sosial menurut menurut Shaw (Ali.2004:87) merupakan suatu pertukaran antar pribadi yang masing. dapat memenuhi kebutuhan untuk diterima maupun memberikan sesuatu kepada kelompoknya. individu dapatkan dari pengadopsian motivasi perilaku.2 dengan motivasi yang dimiliki oleh individu. Penelitian Lestari (2003) menyatakan bahwa teman.teman yang telah memperoleh prestasi. tindakan yang dilakukan seseorang . cemas. dihargai. kelompok teman sebaya mempunyai pengaruh dalam mengembangkan aspek sosial dan psikologis.

.dalam suatu interaksi merupakan stimulus bagi individu lain yang menjadi pasangannya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful