LAMPIRAN

PENGARUH LINGKUNGAN EKSTERNAL DAN LINGKUNGAN INTERNAL TERHADAP EFEKTIFITAS FUNGSI-FUNGSI MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM MENCAPAI TUJUAN PERUSAHAAN SKALA KECIL MENENGAH DI SULAWESI SELATAN
1.1. Latar Belakang Krisis ekonomi yang menerpa Indonesia yang dimulai sejak tahun 1997, sampai saat ini belum memperlihatkan kemajuan yang berarti. Krisis ekonomi yang dihadapi terus berkembang menjadi krisis politik dan kepercayaan sehingga telah menyebabkan terjadinya beberapa perubahan dalam melakukan aktivitas berbangsa dan bernegara. Pola perubahan dalam aktivitas berbangsa dan bernegara tersebut menyangkut: a) Pola perubahan pada sistem pemerintahan yang dulunya sentralistik menjadi suatu pola pemerintahan yang terdesentralisasi. b) Pola perubahan pada sistem ekonomi kita yang dulunya bersandar pada kapitalis dengan berbasis pada konglomerasi, menjadi suatu pola ekonomi yang berbasis kerakyatan. Salah satu pelaku ekonomi yang dijadikan andalan untuk menggerakkan roda ekonomi nasional saat ini adalah usaha kecil dan menengah, karena aktivitasnya sejalan dengan pemikiran ekonomi kerakyatan, dan dalam implementasinya merupakan suatu aktivitas usaha yang banyak menyerap tenaga kerja (padat karya), serta kurang membutuhkan modal dalam kapasitas yang besar (Ali Marwan Hanan, 2003: 6). Selain itu sektor usaha kecil dan menengah jika dilihat dari jumlahnya terus saja berkembang, dan mendominasi sejumlah pelaku ekonomi dalam dunia usaha nasional, yang bergerak dalam berbagai sektor usaha, serta mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Dari sejumlah sektor usaha yang dilakukan oleh pengusaha kecil dan menengah, maka secara nasional jumlah tenaga kerja yang mampu diserap untuk tahun 2002/2003 sebesar 69.235.000 orang, atau 93,50 % dari seluruh penyerapan tenaga kerja yang berjumlah 74.745.551 orang (Ali Marwan Hanan, 2003: 8). Penyerapan tenaga kerja yang sangat besar tersebut disebabkan karena usaha kecil dan menengah dalam melakukan aktivitas usahanya lebih mengandalkan pada keterampilan dan kemampuan sumber daya manusianya dalam menghadapi iklim dunia usaha yang lebih bersaing, apalagi dalam menghadapi AFTA 2003 dan APEC 2020, dimana tidak ada lagi batas-batas geografis dalam melakukan perdagangan dunia, serta terjadinya liberalisasi perdagangan dan investasi yang ditandai dengan adanya pembebasan perdagangan dan hambatan-hambatan struktural baik menyangkut tarif maupun non tarif. Perusahaan skala kecil dan menengah dalam melakukan aktivitas usahanya, juga dihadapkan pada suatu kondisi lingkungan bisnis seperti yang pada umumnya 2 dihadapi oleh perusahaan lain yaitu; menyangkut pengaruh dari lingkungan strategis sebagai akibat dari adanya berbagai perubahan yang sangat cepat dan terkadang unpredictable yang terjadi diberbagai belahan negara di dunia. Perubahan-perubahan tersebut sebagai dampak dari globalisasi dunia, sehingga menyebabkan adanya pergerakan dan mobilitas modal yang tidak lagi membawa simbol-simbol kenegaraan, kemampuan untuk mengadakan kerjasama yang saling menguntungkan,

kemampuan untuk mengadakan alih teknologi dan pengembangan SDM, serta masuknya berbagai perusahaan asing dalam bentuk investasi terhadap berbagai sektor usaha untuk meramaikan iklim dunia usaha. Kondisi seperti di atas memberikan manfaat bagi para pengusaha kecil dan menengah, untuk mampu membangun suatu kerja sama melalui konsep kesetaraan, khususnya dalam pengembangan SDM, sehingga mampu untuk memanfaatkan sumber daya ekonomi global, secara baik dan profesional. 1.2. Identifikasi Masalah 1. Bagaimana pengaruh lingkungan eksternal organisasi terhadap efektifitas manajemen sumber daya manusia. 2. Bagaimana pengaruh lingkungan internal organisasi terhadap efektifitas manajemen sumber daya manusia. 3. Bagaimana pengaruh efektifitas manajemen sumber daya manusia terhadap pencapaian tujuan organisasi. 1.3. Tujuan Penelitian 1. Ingin menganalisis berbagai faktor eksternal yang dihadapi perusahaan skala kecil serta pengaruhnya terhadap efektifitas dan tujuan yang akan dicapai. 2. Ingin menganalisis berbagai faktor internal yang dihadapi perusahaan skala kecil serta pengaruhnya terhadap efektifitas dan tujuan yang akan dicapai. 3. Ingin menganalisis yang mana diantara faktor ekternal atau internal yang paling dominan memberikan pengaruh terhadap efektifitas dan tujuan yang ingin dicapai perusahaan dengan skala kecil. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pokok-Pokok Pengertian Pengertian manajemen sumber daya manusia menurut bebarapa Pakar sebagai berikut sebagai berikut: 1. Menurut Mondy etc (1999: 4)', "Human resources management is the utilization of a firm's human resources to achieve organizational objective ". 2. Menurut Harris (2000: 4); "Human resource management (HRM) as programs, policies, and practices for managing an organization's work force”. 3. Menurut Dessler (Triyana Iskandarsyah: 1997), pengertian sumber daya manusia adalah; "Kebijakan dan praktik yang dibutuhkan seseorang untuk menjalankan 3 aspek orang atau sumber daya manusia dari posisi seorang manajemen, meliputi perekrutan, penyaringan, pelatihan, pengimbalan dan penilaian”. 4. Menurut Milkovich and Boudreau (199 7: 2); "Human resources management is series of integrated decisions that form the employment relationship, their quality directly contributes to the ability of the organization and the employees to achieve their objectives”. 5. Menurut Werther and Davis (1996: 18); “Human resources management is a system that consists of many interdependent activities. this activities do not occur in isolation virtually every one affects onather human resources activity”. 6. Menurut Assauri (2000: 53); "Manajemen sumber daya manusia merupakan kegiatan yang berkaitan dengan pengambilan keputusan dalam perencanaan, pengimplementasian dan pengendalian SDM, yang meliputi strategi, kiat dan tindakan, serta penerapan dari keputusan-keputusan tersebut yang langsung

Benardin & Russell (1996: 2) mengatakan: "Human resource management concern the requirement. sedangkan lingkungan internal terdiri atas kondisi organisasi yang meliputi strategi dan tujuan organisasi. perbedaan pengalaman karyawan. Pendapat Harris. Dalam mengantisipasi adanya pengaruh lingkungan internal dan eksternal terhadap perusahaan. dan perubahan-perubahan dalam duniajabatan dan kerja. Pendapat Mondy. Other Functional Areas. Organizational Culture and conflicts. 3. lingkungan eksternal meliputi Economy. Competition. sedangkan lingkungan internal terdiri atas keseragaman kerja dan teknologi. evaluation and promotion of personnel within an organization. situasi keuangan.la\vs and unions. teknologi dan budaya dan kondisi tenaga kerja meliputi. Tecnology. Corporate Culture. selection. Sofjan Assauri. Shareholders. sedangkan lingkungan internal meliputi Work Strukture.menyangkut atau mempengaruhi orang-orang atau SDM yang bekerja untuk dan di dalam organisasi. 4. Labor Force. Workforce characreistics. perbedaan sikap dan perbedaan motivasi. Dari pengertian efektifitas dan efektif. Menurut Harris (2000:10) yang dimaksud dengan lingkungan internal adalah. Pengertian efektifitas menurut Stoner and Freeman (1992: 7) adalah. mengenai unsur-unsur lingkungan eksternal dan lingkungan internal berikut : 1. maka perusahaan hendaknya memperhatikan secara cermat. Structure and Size. retention. compensation. Kondisi ekternal relatif banyak dan bervariasi. faktor-faktor di dalam organisasi yang dapat dikendalikan. Business Strategy and Technology. Lingkungan internal meliputi Management Goals and Values. Finance. 4 5. sedangkan pengertian efektif menurut Werther and Davis (1996:7) "effective means producing the right goods or services that society deems appropriate ". lingkungan eksternal meliputi Globalizations of Business. Lingkungan internal terdiri atas Marketing. maka dapat disimpulkan bahwa pengertian efektifitas adalah pencapaian sasaran yang sesuai berdasarkan standar yang telah ditetapkan mengenai barang dan jasa yang sejalan dengan keinginan masyarakat. Tantangan internal meliputi Unions. Milkovich and Boudreau\ kondisi eksternal merupakan lingkungan eksternal. perbedaan kemampuan. lingkungan eksternal terdiri atas Legal Conciderations. Pendapat Dessler (Triyana Iskandar). 2. sehingga sulit dikendalikan (unpredictable). Information systems. Werther and Davis. Strategy. Society. Competitors and Demograpies. . perbedaan kebutuhan. The human resource of an organization consist of all people who perform its activities ". tetapi yang sangat penting adalah peningkatan tekanan pada persaingan lokal dan global. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pendapat beberapa pakar. Sedangkan lingkungan eksternal berkaitan dengan kondisi lingkungan di luar organisasi. merupakan kesesuaian pencapaian sasaran dengan yang ditetapkan sebelumnya atau sesuai dengan standar. Unions. tantangan eksternal meliputi Workforce Diversity. lingkungan eksternal globalisasi. Technology dan The Economy. Economic and Government. 6." 7. Labor Markets. development. Technologycal. Government.Operations. Custumors.

human resource development. 2. tujuan organisasi meliputi Profit. Labour management and accommodations. seperti: kondisi bisnis. Harris (2000) meliputi: Planning. karakteristik angkatan kerja. Compensation and benefit. Pendapat berbagai pakar mengenai tujuan organisasi/perusahaan misalnya Casio (1996). Stakeholders satified. Evaluating and compensating. 3. Proses sumber daya manusia dipengaruhi secara kuat oleh lingkungan eksternal (Haris: 2000. Adaptability 3. 5. 2. Faktor lingkungan Ekternal Mempengaruhi Efektifitas Sumber Daya Manusia. dan Harris (2000). Menurut Cascio (1995) meliputi: Employment. Anthony (1996). Proses sumber daya manusia merupakan fungsi-fungsi atau aktifitas dari suatu organisasi dan diwujudkan melalui upaya-upaya dalam pencapaian tujuan perusahaan. tujuan organisasi terdiri atas Survival. tujuan organisasi terdiri atas Profit. Employment services. dan customers. Profit. and selection. 4. Nomrs/ Culture. Pendapat beberapa pakar tentang tujuan organisasi adalah sebagai berikut: 1. Robbin (1996). Maintaining effective relationships. tujuan organisasi meliputi Survival. compensation and benefits. Training and development. Health and safety. 1996: 4-39) merupakan lima fungsi area yang tergabung dalam manajemen sumber daya manusia yang efektif. yaitu: untuk memberikan kepuasan kepada stakeholder. Menurut Sofjan Assauri. tujuan organisasi terdiri atas Profit. Development. Profit. recruitment. Noe. Safety and health. Productivity. Menurut Milkovich and Boudreau. Compensation. Menurut Werther and Davis. Faktor Lingkungan Internal Mempengaruhi Efektifitas Manajemen . Improving. Menurut Harris. Lima fungsi area tersebut terdiri atas.melalui penerapan berbagai fungsi-fungsi dalam manajemen SDM seperti yang dikemukakan oleh beberapa pakar di bawah ini: 1. human resource planning. 2. 14). Market Share. 2. recruitment. Mondy (1999). employee and labor relations. employees. Menurut pendapat Mondy. Inovative 5 4. Growth dan Produtivity. dan hubungan perburuhan yang merupakan salah satu faktor utama dalam mempengaruhi proses sumber daya manusia. Motivation. Staffing. and selection. Competitiveness.3. Employee and labor relation. Tarining and Development. Quality of Product. Stakeholder. Menurut David and Robbins (1996) menyatakan bahwa fungsi-fungsi Manajemen sumber daya manusia (MSDM) meliputi: Staffing. Maintanance.2. Development. savety and health. Fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia (MSDM) menurut Anthony (1996) meliputi: Employment and recruiting. Effiesiency. Support. Maintainance. Menurut Desler. 6. Survival. and Premeaux (1996) mengatakan sebagai berikut: Planning. Productivity. Seperation. pada dasarnya mereka menyatakan tujuan akhir dari organisasi relatif sama. Compensation and benefit. peraturan-peraturan. 5. Mondy. Sistem manajemen sumber daya manusia (Mondy. tujuan organisasi terdiri atas Hirarchy Structure.

4. 2. sehingga dapat disimpulkan bahwa Mondy menganut konsep modem untuk mengantisipasi tantangan perusahaan dalam menghadapi era globalisasi. dan kondisi tenaga kerja meliputi perbedaan pengalaman. Organizational Culture and Conflict dapat mempengaruhi 6 efekti vitas sumber daya manusia. Menurut Milkovich dan Boedreau. operations. yaitu niana efektifitas sumber daya manusia dapat mempengaruhi lingkungan internal. Menurut Werther dan Davis. yaitu maksimasi keuntungan. lingkungan internal yang meliputi. Noe: 1992). tetapi lingkungan internal yang '•" berupa informations systems dan conflict tidak dapat dipengaruhi oleh efektifitas SDM. sehingga mampu menciptakan Efektifitas sumber daya manusia yang kecenderungannya lebih variatif. keseragaman kerja dan teknologi mempengaruhi afektifitas sumber daya manusia. lingkungan internal yang terdiri atas. situasi keuangan. bussiness strategy dan technology mempengaruhi efektifitas sumber daya manusia.Sumber Daya Manusia. maupun tujuan organisasi. setiap organisasi atau perusahaan masih memperlihatkan adanya kemampuan sumber daya manusianya yang cenderung hampir sama. bahwa efektifitas sumber daya manusia dapat mempengaruhi lingkungan internal organisasi. lingkungan internal yang terdiri atas kondisi organisasi meliputi. Selanjutnya menurut Mondy. operasional dan fungsi wilayah relatif baik. mempengaruhi efektifitas sumber daya manusia. kemampuan. Penjelasan yang diungkapkan oleh Mondy mengarah pada adanya pendekatan globalisasi dengan menggunakan pendekatan multi konsep dalam memandang efektifitas sumber daya manusia. dengan karakteristik permasalahan yang dihadapi cenderung juga sama (Wayne Mondy dan Robert M. sikap dan motivasi karyawan. Lingkungan internal meliputi. Survival yaitu mampu bertahan dalam menghadapi tantangan ekstenal maupun internal dan Adaptibility yaitu mampu menyesuaikan diri dari globalisasi bisnis. Begitu pula sebaliknya. Kompetisi global (global competition) merupakan persaingan kesejagatan yang dilakukan oleh setiap organisasi atau perusahaan. Menurut Harris. begitu pula sebaliknya. maka fungsi sumber daya manusia akan efektif. Efektifitas Manajemen Sumber Daya Manusia Mempengaruhi Pencapaian Tujuan Organisasi Pada persaingan lokal (lokal competition). Menurut Harris. work structure. teknologi dan budaya perusahaan. sehingga jika pemasaran. Menurut Dessler. Unions. sedangkan konfiik walaupun unsur dari lingkungan internal tetapi merupakan suatu hal yang sulit dikendalikan. other functional areas dan fmace efektivitas sumber daya manusia. yaitu bahwa efektifitas sumber daya manusia dapat memberikan pengaruh terhadap lingkungan internal. Menurut Mondy bahwa lingkungan internal yang terdiri atas marketing. Efektifitas sumber daya manusia juga dapat mempengaruhi sebagian dari lingkungan internal. kebutuhan. Ada dua persamaan tujuan organisasi menurut Harris dan Mondy. tujuan organisasi Profit. strategi dan tujuan organisasi. dan begitu pula sebaliknya. apabila informations systems tidak diciptakan oleh pihak yang tidak memahami secara benar kondisi perusahaan. yaitu profit dan . Informations Systems.

technology. Ini dimaksudkan agar dalam melakukan analisis terhadap data yang diperoleh pada objek penelitian dapat dilihat tingkat perkembangan organisasi atau perusahaan dalam menangani pengaruh faktor eksternal dan internal terhadap efektifitas fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia dalam pencapaian tujuan organisasi atau perusahaan. Desain Penelitian Pemecahan masalah (problem solving) dalam penelitian ini secara teoritis mengacu pada kemampuan perusahaan untuk mampu mengidentifikasikan faktor eksternal (X1) seperti. compensation. globalitation of business. labor force.1. dan stakeholders satisfaction. labor relation. low absenteeism. (2000: 14-23) menjelaskan tujuan dari manajemen sumber daya manusia itu meliputi: "satisfied employee. Berhubungan dengan hal tersebut Harris. marketing. hal ini dibuktikan dengan adanya istilah (term) globalization of bussines. Metode Penelitian 3. dengan demikian Harris mampu mengantisipasi tantangan eksternal dengan upaya untuk tetap bertahan dan beradaptasi. cost contaiment. laws.5. dan demography. dan tujuan perusahaan (Z). legal requirements. Hipotesis Penelitian 1. health and safety. termasuk aktivitas pengumpulan data nantinya diperkirakan ± 6 bulan efektif. legal considerations. organization culture and conflicts. accomodations. Harris juga menganut konsep modern. Objek Penelitian Objek dari penelitian ini adalah perusahaan skala kecil.2. dan mengkaji tentang "Pengaruh lingkungan eksternal dan internal terhadap efektifitas fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia dalam mencapai tujuan organisasi". quality of human resources.2. Dalam melakukan pengujian hipotesis penelitian. employment recruiting. dengan demikian efektifitas manajemen sumber daya manusia. 3. terhadap efektifitas fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia (Y) meliputi. dan telah melakukan aktivitas usahanya ≤ 5 tahun. dan counterproductivity ". employment service. Faktor lingkungan internal berpengaruh positip terhadap efektifitas sumber daya manusia 3. support. operations. Faktor lingkungan eksternal berpengaruh positip terhadap efektifitas sumber daya manusia 2. meliputi. Efektifitas menunjukkan tercapainya tujuan (Robbins. government. Jangka waktu pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini. Efektifitas sumber daya manusia berpengaruh positip terhadap pencapaian tujuan organisasi . separation. high performance. maintenance. stakeholders. benefit. customers. selective retention of employee. 2. quality of work life. 1996). training. Unit analisis dalam penelitian ini adalah perusahaan skala kecil dengan berbagai sektor usahanya. finance. maka peneliti mengacu pada premis-premis yang diajukan untuk menguji . goals and value dan structure and size. absenteeism. company growth. competitors.survival. menunjukkan tingkat pencapaian tujuan daari MSDM itu sendiri. menggunakan tenaga kerja > 20 orang. productivity. 7 BAB III OBJEK DAN METODE PENELITIAN 3. faktor internal (X2) seperti.1.

.05 tingkat kesalahan pengukuran (α ) = 0. Informasi awal yang diperoleh dalam penarikan sampel secara iteratif."Pengaruh lingkungan eksternal dan lingkungan internal terhadap efektifitas fungsifungsi manajemen sumber daya manusia dalam mencapai organisasi”. dengan syarat iteratif apabila perhitungan dalam tahapan iterasi telah terdapat perhitungan yang besaran nilai ukuran sampelnya sama maka perhitungan iterasinya dihentikan dan diambil ukuran sampel yang sama dalam perhitungan. hasil penelitian sebelumnya. maupun terhadap pemberitaan pada berbagai jurnal dan media cetak yang bertalian dengan masalah penelitian.2. 8 3. sedangkan sampel yang diperoleh akan ditarik secara proporsional sesuai dengan jenis usaha yang dilakukan oleh perusahaan skala kecil.2. maka digunakan beberapa teknik antara lain: 1. Kajian Dokumentasi (Dokumentasion Research) yaitu.4.25 dengan pengujian satu arah β = 0. dengan menggunakan karyawan perusahaan sebagai unit populasi. 3.05 atau pada kepercayaan 95 %. Besarnya sampel yang akan ditarik dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan bantuan tabel penetapan ukuran sampel yang disusun oleh Machin and Campbell (1987:89). suatu proses pengkajian dengan mempelajari sejumlah dokumen atau berbagai laporan perbankan yang berhubungan dengan pembahasan dalam penelitian.2. Metode Penarikan Sampel Dalam melakukan penarikan sampel. maka penelitian ini menggunakan metode survey eksplanatory. dimana peneliti menggunakan alat bantu berupa kuisioner.3. dan dilakukan secara iteratif dengan pertimbangan populasi dalam penelitian ini sangat besar. serta melakukan wawancara yang mengacu pada pedoman wawancara yang telah dipersiapkan sebelumnya. terhadap efektifitas fungsi-fungsi manajemen sumber daya manusia (Y) sebagai variabel antara dalam pencapaian tujuan perusahaan (Z) sebagai independen variabel. 2. 3. Kajian Kepustakaan (Library Research) yaitu.2. Prosedur Pengumpulan Data Untuk mendapatkan berbagai informasi data yang diperlukan dalam penelitian. metode yang digunakan dalam melakukan penarikan sampel adalah metode acak sederhana (Simple Random Sampling). yaitu suatu proses pengumpulan data. sedangkan teknik penarikan sampel menggunakan teknik stratified random sampling berdasarkan jenis usaha dari setiap perusahan. dimana metode ini diharapkan agar seluruh sampel yang terpilih dapat mewakili kondisi populasi yang sebenarnya. 3. dimana korelasi terkecil atau p = 0. suatu proses untuk mendapatkan sejumlah informasi dengan mengadakan penelusuran terhadap sejumlah literatur. Dalam melakukan pembuktian hipotesis tersebut. yang selanjutnya digunakan alat bantu label angka random terhadap seluruh unit populasi sehingga memiliki kesempatan yang sama untuk terpilih menjadi unit sampel. Kajian Lapangan (Field Research) yaitu suatu proses pengkajian lapangan terhadap sejumlah pengusaha skala kecil di Propinsi Sulawesi Selatan. Operasionalisasi Variabel Variabel yang diteliti adalah lingkungan eksternal perusahaan (X1) dan lingkungan internal perusahaan (X2) sebagai dependen variabel.

Untuk data n > 30 dianggap mendekati luas daerah di bawah kurva normal. d. atau yang dapat dianggap sebagai pakar dalam bidang kajian ilmu sesuai dengan masalah yang diajukan dalam penelitian. Selanjutnya hasil uji coba tersebut dilakukan perhitungan dengan mengkorelasikan jumlah skor faktor dengan skor total. SV (Scale Value) yang nilainya terkecil (harga negatif terbesar) diubah menjadi sama dengan satu ( = 1 ). Metode Analisis Data Langkah kerja yang dilakukan dalam analisis data penelitian dengan menggunakan analisis jalur (path analysis) dalam menjawab hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut : 1. dengan melakukan konsultasi terlebih dahulu dengan pembimbing. Menghitung nilai proporsi dan proporsi komulatifnya. Mengadakan perengkingan dari setiap item jawaban. dan kuisioner tersebut terlebih dahulu diadakan beberapa pengujian anatara lain: • Peneliti melakukan pengujian validitas isi dari kuisioner. f. Menentukan struktur hubungan dengan jelas pada diagram jalur yang mencerminkan proporsi hipotetik yang diajukan lengkap dengan persamaan strukturalnya. sehingga tampak jelas apa saja yang merupakan variabel eksogenus dan apa yang menjadi variabel endogenusnya (Harun Al Rasyid 1994:1). Mengadakan tabulasi data kuesioner dari item jawaban yang menggunakan skala likerts (likers summated rating). Pengujian terhadap instrumen dilakukan pada perusahaan skala kecil sebanyak 30 perusahaan dengan suatu pertimbangan perusahaan tersebut memiliki karakteristik yang sama dengan objek yang akan diteliti.Area under lower limit g.Density at upper limit SV = Area under upper limit . Kemudian transformasikan scale value dengan cara Y = SV + SV minimum + 1 2. Menghitung nilai densitas untuk setiap proporsi komulatif dengan memasukkan nilai Z pada tabel ordinal distribusi normal baku.Kuisioner yang diberikan kepada responden dalam hal ini para pengusaha kecil. Mengenali teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan yang .2. Menghitung nilai Z tabel distribusi normal untuk setiap proporsi kumulatifnya. mengacu pada sistem pengukuran dengan menggunakan skala Likerts (Likert's 9 Summated Rating). c. Mengolah data hasil penelitian yang bersifat ordinal menjadi interval dengan mengacu pada Methode of Succesive Intervals (MSI).5. seperti yang dikemukakan Harun Al Rasyid (1994: 134) dengan langkah-langkah sebagai berikut: a. b. MANFAAT YANG DIPEROLEH DALAM PERKULIAHAN ADALAH : 4. Menghitung nilai skala (Scale Value) yaitu dengan persamaan di bawah ini Density at lower limit . 3. e. 10 4. Peneliti melakukan pengujian validitas dan reliabiltas secara empiris untuk mengetahui apakah instrumen yang ada dalam kuisioner tersebut mampu dipahami dan direspond secara tepat.1.

kualitas sumber daya manusia belum mampu menerima kemajuan dibidang tehnologi. adalah sesuai dengan cita-cita koperasi yaitu memperjuangkan dan mengamankan kepentingan serta kesejahteraan anggota kurang berhasil. Peter. efektifitas fungsi-fungsi manajemen. sedangkan disatu sisi sebagian besar masyarakat Indonesia sangat bergantung pada usaha-usaha swasta tanpa mampu berperan di dalamnya. sektor-sektor ekonomi yang menjadi lahan utama pengembangan sektor koperasi. 1.veriyard. http://www.2. Job Search and Labor Force Participation in Equilibrium: Theory and Estimation. Di lain pihak. Organization Behavior : Leadership & Control. mampu turut serta dalam membangun tatanan perekonomian nasional dengan tujuan meningkatkan kesejahteraan anggota khususnya dan masyarakat pada umumnya. Chun Seng.com/orgmgt/student. (2003). koperasi diharapkan mampu mewujudkan perannya sebagai suatu lembaga ekonomi profesional yang berperan sebagai penggerak jaringan usaha dan merupakan salah satu landasan penting dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. (2003). baik dari usaha hulu sampai ke hilir. Yip.2. Journal of National College for School Leadership.upenn. DAFTAR JURNAL Veryard Projects Ltd & Antelope Projects Ltd. 4. Hal tersebut masih bertentangan dengan peran koperasi di Indonesia karena masih adanya keberpihakan pada keuntungan segelintir anggota semata1. penerapan manajemen moderen masih kalah bersaing dengan usaha besar. 22 April 2003. 5. 11 LAMPIRAN JURNAL TINGKAT KESESUAIAN GAYA KEPEMIMPINAN KETUA PENGURUS DENGAN KEMATANGAN ANGGOTA DAN PENGARUHNYA TERHADAP KINERJA KARYAWAN DAN PARTISIPASI ANGGOTA (Survei pada KUD di Provinsi Gorontalo) 1. Latar Belakang Penelitian Strategi pembangunan ekonomi masa orde baru pada hakekatnya hanya mampu meningkatkan peran konglomerasi swasta yang banyak menguasai sumbersumber ekonomi.htm Wright. Pada era reformasi.1. usaha kecil dan menengah selama ini masih belum banyak memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Business News.direncanakan untuk diteliti yaitu pengaruh lingkungan eksternal dan lingkungan internal terhadap. yipcs@ssc.. Hasil penelitian LIPI bahwa salah satu ciri utama perkembangan koperasi yang sehat. (2002). dan tujuan organisasi. Managerial Leadership.edu. Ini disebabkan adanya beberapa kelemahan pada sektor koperasi yaitu kurangnya modal.11 . Memahami variabel-variabel yang terkait dengan rencana penelitian kelak. Perumusan Masalah 1) Bagaimanakah gaya kepemimpinan Ketua Pengurus KUD di Provinsi Gorontalo? 2) Bagaimanakah tingkat kematangan anggota pada KUD di Provinsi Gorontalo? 3) Apakah terdapat kesesuaian gaya kepemimpinan Ketua Pengurus dengan tingkat kematangan anggota KUD di Provinsi Gorontalo? 1 .

gaya kepemimpinan ini diterapkan bagi pengikut yang memiliki tingkat kematangan dari sedang ke tinggi. 2). 13 Gambar 1. (1996 . (1996. Balanchard. dengan partisipasi anggota KUD di Provinsi Gorontalo? 5) Apakah terdapat pengaruh kesesuaian gaya kepemimpinan terhadap Kinerja Pengurus KUD di Provinsi Gorontalo 1. 4) Mengetahui pengaruh ketepatan gaya kepemimpinan Ketua Pengurus dengan kematangan Karyawan. “Telling” (memberitahukan) adalah gaya bagi pengikut yang memiliki tingkat kematangan yang rendah (S1). it is important that we understand leadership styles as they are use in the model and the ideas of follower readiness”. helpful to managers in diagnosing the demands of their situation has been develop as a result of extensive research. Johnson. (2) Socio emotional support (relationship behavior) a leader provides. Johnson. terhadap kinerja karyawan dan partisipasi anggota KUD di Provinsi Gorontalo. KAJIAN PUSTAKA 2. (3) Readiness level that follower exhibit on a specific task. Kombinasi perilaku tugas dan perilaku hubungan menciptakan gaya kepemimpinan seperti dalam gambar 1. Schermarhorn (2001:1) menjelaskan bahwa: A situational leadership model. function. Situational leadership is based on interplay among the amount of : (1) Direction (task behavior) a leader gives. Tujuan Penelitian 1) Menetapkan gaya kepemimpinan Ketua Pengurus KUD di Provinsi Gorontalo. yakin tetapi kurang memiliki keterampilan (S2). 3). tidak memiliki kemampuan tetapi mau memikul tanggung jawab untuk melakukan sesuatu tugas. “Selling” (menjajakan). Blanchard. there is no one best way to influence people.3. Sumber : Hersey. Teori Gaya Kepemimpinan Situasional Konsep dasar teori kepemimpinan situasional menurut Hersey..1 meliputi : 1). gaya ini diterapkan bagi pengikut yang memiliki tingkat kematangan rendah kesedang. Dalam menerapkan model kepemimpinan situasional. 3) Menentukan kesesuaian gaya kepemimpinan Ketua Pengurus dengan tingkat kematangan anggota. Before we look at the application of the Situational Leadership model.1.12 4) Apakah terdapat hubungan antara ketepatan gaya kepemimpinan Ketua Pengurus dengan kematangan anggota. or objectives that leader is attempting to accomplish through the individual or group. Which leadership style a person should use with individuals or groups depends on the readiness level of the people the leader is attempting to influence.200). 2) Menentukan tingkat kematangan anggota KUD di Provinsi Gorontalo.1 : Model Kepemimpinan Situasional. “Participating” (mengikutsertakan). activity. 190) sebagai berikut: “According to Situational Leadership. II. Mereka memiliki kemampuan tetapi tidak mau melakukan hal-hal yang diinginkan .

Selanjutnya Robin mengemukakan variabebel kinerja meliputi produktivitas. Berbicara tentang teori yang mendasari kinerja tidak lepas dari bahasan teoriteori motivasi antara lain Teori Pengharapan yang menyatakan bahwa . dan memberikan dukungan sosial atau emosional kepada pengikut (K. mengklarifikasi. dengan asumsi bahwa karyawan mempunyai sedikit kendala dalam keleluasaan mereka untuk mengambil keputusan. memfasilitasi. participation = participative. diperoleh gambaran bahwa teori partisipasi dapat diklasifikasikan sebagai berikut :1.pemimpin (S3). “Kekuatan dari kecenderungan untuk bertindak dengan cara tertentu bergantung pada kekuatan pengharapan bahwa tindakan akan diikuti oleh output tertentu dan bergantung pada daya output itu bagi individu tersebut”. 2. Rel Lo. DELEGATING PARTICIPATING SELLING TELLING S4 S1 S3 S2 Share ideas and facilitate in decision making Explain decisions and provide oppotunity for clasification Hi. Keempat komponen gaya kepemimpinan situasional tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap motivasi anggota dalam mengambil kepetusan (McKinsey & Company (2003:5)). oleh Mc Kinsey & Company (2003:5) menyebut telling = directive. Keempat gaya kepemimpinan situasional di atas. delegating = achievement – oriented. Orang-orang akan berupaya untuk mensahihkan persepsi mereka terhadap realita. selling = supportive. Task Provide specific instructions and closely supervise performance LEADER BEHAVIOR 14 penekanan perilaku kepemimpinan situasional adalah pada pola membangun hubungan antara pengurus dan anggota koperasi. Teori Partisipasi Berdasarkan hasil penelusuran melalui referensi (Jurnal Internasional). “Delegation” (mendelegasikan). kemangkiran. 2007. adalah gaya kepemimpinan yang diterapkan bagi pengikut yang memiliki tingkat kematangan tinggi. Task Lo. sebab bertitik tolak dari hal inilah aktivitas manusia berusaha melindungi lingkungan fisik dan sosial dan . (Robin. Rel Turn over responsibility for decisions and implementation Hi. Sebagai pengurus menurut teori kepemimpinan situasional idealnya mengedepankan kebiasaan mendengar. Karakteristik tersebut sangat relevan bila mempertimbangkan pengharapan kinerja pada pekerjaan. Theory of neighborhood civic participation. State. Jadi. Inti pemikiran teori ini adalah memulai dengan tinjauan terhadap aktivitas lingkungan. 4). Rel Lo. Task Hi.238). berkomunikasi multi arah. Rel Lo. Task Hi. meskipun persepsi itu keliru. kode S4.2 Teori Tentang Kinerja. 1998:1). 2. memiliki kemauan dan kemampuan atau keyakinan untuk memikul tanggung jawab.3. keluar masuknya karyawan.

ada tiga unsur dalam sistem sosial yakni : 1) Aktivitas. dengan pemahaman bahwa peningkatan kapasitas inovasi dapat dicapai melalui pembangunan pengetahuan yang difokuskan pada 4 (empat) dimensi yaitu : (1) Working at the cutting edge.menjadi motivasi untuk merumuskan program–program yang menunjang pelestarian lingkungan (Greenberg. Prinsip ini menyoroti komunitas pekerja hanya dapat maksimal dengan memajukan pengetahuan kolektif di antara semua komponen organisasi. Prinsip ini menekankan pengetahuan sangat diperlukan sebagai bangunan kerja. Ditinjau dari aspek people move into of market activity. (3) Collaborative effort. 6. and Sentiment Theory). Interaksi dan Sentimen (AIS Theory : Activity. 2. Ditinjau dari aspek people move out of market activity. Teori Pertukaran (Exchange Theory). terutama dalam proses pembelajaran dalam memecahkan masalah tetapi difokuskan pertumbuhan pengetahuan inidividu. 2003:92) bahwa orang terus mengerjakan apa-apa yang dimasa lalu mendapat imbalan. Teori ini menekankan pada pembangunan komunitas pengetahuan. seseorang tidak mau berpartisipasi karena tuntutan adanya kebutuhan terhadap pekerjaan tidak lagi memberikan kesempatan yang memadai untuk menjalankan peran sebagai anggota organisasi2 3. Teori ini dikemukakan oleh George C Homans (dalam Paul Hersey 1995 .2) 15 teori tersebut dapat terjadi secara optimal apabila ada hubungan kekuasaan antara pemimpin di tingkat atas dengan anggota di tingkat bawah3 4. Pada dasarnya teori ini menjelaskan tentang interaksi dan perilaku individual. Teori Pertukaran tidak hanya memusatkan perhatiannya pada perilaku individu. Sasaran utamanya lebih tertuju pada pola-pola penguatan (reinforcement). Teori Aksi. Ide dasar prinsip adalah menyoroti anggota organisasi bahwa apabila telah mahir menguasai satu hal maka ia akan berinvestasi lagi untuk mencari sumber – sumber baru dalam proses pembelajaran. Actviity Theory. seseorang mau berpartisipasi karena tuntutan adanya kebutuhan terhadap pekerjaan. Teori ini menekankan pada argumentasi mengapa seseorang mau berpartisipasi (people move into of market activity) dan mengapa seseorang tidak mau berpartisipasi (people move out of market activity). 2001:40). 2) Interaksi adalah perilaku yang terjadi diantara orang-orang yang melaksanakan tugas-tugas tersebut. Theory of job search and labor force participation. Partisipasi sangat ditentukan oleh efektivitas dan fleksibilitas manajerial dalam menentukan rentang kendali. 3) Sentimen adalah sikap yang terbentuk diantara orang-orang dan dalam kelompok. Fokus prinsip ini adalah bekerja dengan baik terutama menyangkut hal – hal penting dan membagi tujuan dan nilai dengan komunitasnya untuk ditingkatkan. (2) Progressive problem solving. Interaction. Partisipasi menurut 2 Yip (2003. 5. 60). (4) Self – monitoring – of knowledge. Theory of action. imbalan (reward) dan biaya (cost) menyebabkan orang melakukan apa-apa yang mereka lakukan. adalah tugas-tugas yang dilaksanakan oleh orang-orang. tetapi juga pada interaksi individu yang menyebabkan terjadinya pertukaran imbalan/hadiah dan . Homans (dalam Ritzer dan Goodman.

dengan sasaran untuk mendeskripsi dan pengujian hipotesis. Berhubungan dengan pengadaan simulasi diluar variabel pokok. dalam hal ini para anggota koperasi dan ketua pengurus. (desain penelitian. tata hubungan mereka cenderung untuk tetap stabil. DESAIN DAN METODE PENELITIAN 3. Desain sampel adalah sampel berukuran (n) yang dihitung dengan formula iterasi (lihat sub populasi dan sampel). III. Menurut Uma Sekaran (2003:117) : The research design. Newcomb (1978. which involves a series of rational decision making choices. Sasaran teori ini semata-mata tertuju pada rasionalitas formal dan pada fakta bahwa restoran cepat saji mencerminkan paradigma masa kini dari rasionalitas formal (Ritzer. Teori Kepraktisan (Practically Theory). Menurut teori ini seseorang akan mau berinteraksi dalam koperasi apabila wilayah tempat tinggalnya berdekatan. dan sebaliknya. 2004 . maka semakin besar kemungkinan terjadinya interaksi.176) mengemukakan “bila dua hal atau lebih berada dalam keseimbangan. 17 3). Menurut teori ini. tetapi terlebih lagi karena pengertian itu merupakan 3 Comparatie Education (2004. Selanjutnya ia mengembangkan karya dibidang ilmu-ilmu sosial yang dimuat dalam karya yang berjudul The Donaldization Of Society. Terdapat Pengaruh Kesesuaian Gaya Kepemimpinan dengan kematangan karyawan terhadap Kinerja Pengurus KUD di Provinsi Gorontalo. Menentukan tujuan dilakukannya penyelidikan. jika terjadi kesamaan sikap (seimbang) terhadap pencapaian tujuan maka akan terjadi interaksi. Dalam interaksi sosial. Teori ini dikemukakan oleh George Ritzer pertama kali dalam karya metateoritisnya yang berjudul “A Multi Paradigm Science” pada tahun 1975. Teori Keseimbangan (Balance Theory). Dasar pemikiran adalah interaksi kemungkinan berlanjut bila ada pertukaran imbalan. 4. Rancang bangun desain penelitian adalah sebagai berikut : Dalam menetapkan desain penelitian.1. berhubungan dengan upaya membangun hubungan antar variabel penelitian. Semakin dekat jaraknya.4. Terdapat kesesuaian gaya kepemimpinan Ketua dengan kematangan anggota KUD di Provinsi Gorontalo. Terdapat perbedaan tingkat kematangan anggota KUD di Provinsi Gorontalo 3. Hipotesis Penelitian : 1. Pada tingkatan ini. keseimbangan bukan saja karena ia menyediakan suatu sinonim untuk perkataan stabilitas.kerugian. Menentukan tipe pengamatan. 2). 7. ada beberapa hal yang menjadi pusat perhatian yaitu : 1). unit analisisnya adalah individu. dan sebaliknya. 2. adalah seperangkat pilihan pengambilan keputusan rasional). Pada kenyataan variabel penelitian ini dapat dideteksi bahwa tipe variabel yang diteliti yaitu . 8. Teori ini menitikberatkan pada aspek sikap.1) 16 tantangan untuk mencari kondisi-kondisi dimana suatu tata hubungan tetap tinggal stabil. Desain Penelitian. 9. Propinquity Theory (Teori Kedekatan Wilayah Tempat Tinggal). Terdapat perbedaan gaya kepemimpinan Ketua KUD di Provinsi Gorontalo 2. 565).

Metode Analisis Analisis yang digunakan terdiri dari dua jenis yaitu: (1) Analisis deskriptif untuk variabel yang bersifat kualitatif. mengawasi jalannya organisasi dan usaha koperasi. berupa pengujian terhadap hal-hal yang berhubungan dengan masalah penelitian. menyumbangkan modal usaha (kontribusi finansial) terhadap usaha koperasi. 6). Populasi Populasi terdiri dari ketua pengurus KUD berjumlah 52 orang dengan jumlah anggota 36. indikator.Skor Terendah . variabel dependen. 3.5. 2.6. 3). 2). Metode yang digunakan dalam mengumpulkan data penelitian adalah metode interview dan kuesioner.2. Analisis data. 3.1 Variabel Bebas : Gaya Kepemimpinan Situasional (Variabel X). 1998:225): JumlahK lasifikasi Rentang Skor = Skor Tertingg i. Output yang dihasilkan dimaksudkan adalah model mana yang cocok dan memenuhi standar kebaikan sebuah model penelitian. Menguraikan variabel penelitian.3. 1. dengan kriteria pengklasifikasian rentang skor dimensi Gaya Kepemimpinan dan Partisipasi anggota menggunakan rumus sebagai berikut (Husen Umar. 5).4. Prosedur Pengumpulan Data 18 (1) Metode Survei dengan Tehnik Wawancara (2) Kuesioner. Variabel X3 : Kematangan pengikut. Partisipasi yang dimaksud dalam hal menyumbangkan ide.2. skala pengukuran.187 anggota yang tersebar pada 52 KUD. 3. Pada tahap ini penulis akan melakukan analisis data untuk mencari pembuktian hipotesis penelitian yang diturunkan dari rumusan masalah penelitian. hingga nomor item kuesioner. Pengumpulan data. kemangkiran. baik jumlah. 3. konsep variabel.1. 3.2. 7).2. 3. Variabel X2 : Perilaku hubungan. Berhubungan dengan pengujian hipotesis. memanfaatkan jasa pelayanan koperasi.3. Variabel X1 : Perilaku tugas. keluar masuknya karyawan. Skala yang digunakan untuk pembobotan item kuesioner adalah skala Likert dengan bobot 5. Variabel-Variabel Penelitian 3. didasarkan pada pertimbangan bahwa kerangka sampling telah diketahui. Metode Penarikan Sampel Penentuan sampel penelitian menggunakan metode Iterasi. 4). maupun institusinya. dihitung melalui cara penentuan sampel minimal dari populasi anggota KUD.2 Variabel Terikat : Kinerja Karyawan dan Partisipasi Anggota (Y). meliputi : 1). selanjutnya adalah dilakukan pengkategorian masingmasing alternatif jawaban setiap item kuesioner (bobot tertinggi = 5 dan terkecil = 1). Pengujian hipotesis dilakukan atas dasar bangun teori/konsep dimana dugaan adanya hubungan masing-masing variabel telah teridentifikasi oleh kerangka konseptual yang jelas.4. Kinerja meliputi : Produktivitas.variabel independen. dimensi. Berhubungan dengan pengukuran dan ukuran variabel penelitian.

Organization Behavior : Leadership & Control. ddihubungkan dengan pengaruh terhadap Kinerja dan akhirnya melihat sejauhmana pengaruhnya terhadap Partisipasi Anggota. terdapat pula faktor eksternal yang berdampak penting pada organisasi.Keterangan : Skor tertinggi = bobot tertinggi x jumlah item Skor terendah = bobot terendah x jumlah item. bahwa organisasi dipengaruhi oleh faktor internal yang disebut dengan budaya organisasi. misalnya krisis moneter pada tahun 1997 yang berdampak pada ekonomi Indonesia. Lingkungan eksternal terdiri dari 2 komponen yaitu lingkungan khusus dan lingkungan umum. (2003).com/orgmgt/student.htm Wright. Journal of National College for School Leadership. Hasil tersebut itulah yang kemudian disebut dengan kinerja organisasi. MANFAAT YANG DIPEROLEH DALAM PERKULIAHAN ADALAH : 4. Berdampak pada organisasi ini adalah dampak pada kemampuan manajer untuk mencapai hasil yang pasti sebagaimana yang direncanakan. yaitu lingkungan. FAKTOR PENENTU PERKEMBANGAN ORGANISASI: Lingkungan Organisasi (2) Ditulis oleh sugeng l prabowo Rabu. dan kemudian terjadilah penarikan uang (rush) dalam jumlah besar di berbagai bank umum di Indonesia menyebabkan dunia perbankan terpukul telak. Chun Seng. (2) Analisis kuantitatif. Kedua lingkungan tersebut dapat digambarkan sebagaimana gambar berikut. http://www.2.edu. 27 Oktober 2010 05:14 Sebagaimana telah ditulis pada bahasan sebelumnya. Terdapat banyak sekali contoh-contoh yang berkaitan dengan dampak lingkungan terhadap organisasi. (2003). Job Search and Labor Force Participation in Equilibrium: Theory and Estimation. (2002). . Memahami variabel-variabel yang terkait dengan rencana penelitian kelak. Managerial Leadership. yipcs@ssc.1. banyak bank tutup atau dimerger. 4. DAFTAR JURNAL Veryard Projects Ltd & Antelope Projects Ltd. Kondisi ini kemudian juga memukul jurusan-jurusan di perguruan tinggi yang berkaitan dengan profesi perbankan. Yip. berupa pengujian hipotesis dengan menggunakan uji statistik. Lingkungan eksternal merujuk pada institusi diluar organisasi atau tekanan luar yang potensial berdampak pada kinerja organisasi. 4.upenn. 5. Masih banyak contoh yang lain dalam berbagai jenis organisasi. Selain itu. Peter.veriyard. Mengenali teori-teori yang berhubungan dengan permasalahan yang direncanakan untuk diteliti yaitu keterkaitan antara Gaya Kepemimpinan Pengurus KUD dengan Kematangan Karyawan.

Pemasok merupakan organisasi lain yang menyediakan berbagai peralatan dan bahan untuk organisasi kita. . sehingga jurusan-jurusan keguruan langsung kebanjiran calon mahasiswa. karena perubahan cita rasa pelanggan terhadap produk-produk elektronik yang sangat cepat.Gambar 1: Lingkungan eksternal organisasi Lingkungan khusus organisasi terdiri dari. pelanggan. Faktor khusus kedua adalah pemasok. dan lain-lain adalah orang yang memanfaatkan produk/ layanan dari organisasi. jika tidak mampu melakukan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Kebijakan pemerintah tentang sertifikasi guru. dan juga keuangan. karyawan. Pelanggan merupakan faktor penting pertama yang berkaitan dengan “pihak luar” yang berpengaruh terhadap organisasi. Demikian pentingnya pelanggan sangat berdampak langsung pada hidup matinya organisasi. mahasiswa. pasien. pesaing. Ilmu pariwisata pernah mengalami masa kelesuhan yang sangat setelah terorisme melakukan berbagai aksi teror di berbagai tempat wisata dan hotel di Indonesia. yang pada sebelumnya kebutuhan dan harapannya dapat dipenuhi. nasabah. Pemerintah akan sering kali mendapat komlain atau pengaduan atau bahkan tidak akan dipilih lagi oleh rakyat. Dalam bidang pendidikan pergerakan kebutuhan dan harapan pelanggan tersebut juga seringkali berlangsung dalam waktu yang cepat. merubah kebutuhan dan harapan calon mahasiswa untuk menjadi guru. pemasok. Dalam pendidikan pemasok lebih beragam lagi. Organisasi akan eksis. Dapat berkaitan dengan pemasok calon mahasiswa. Perbankan akan sangat terpukul jika produk-produk yang ditawarkannya tidak diminati oleh nasabah. dengan cepat dapat menjadi tidak terpenuhi oleh produk dan layanan yang sama oleh organisasi yang sama. dan kelompok masyarakat yang langsung berpengaruh terhadap organisasi. Perguruan Tinggi. jamaah. jika organisasi mampu memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan. Kondisi ini kemudian menyebabkan calon mahasiswa enggan memilih jurusan pariwisata. Pelanggan juga merupakan faktor penting dalam kaitan dengan timbulnya ketidakpastian organisasi. Kebutuhan dan harapan pelanggan dapat berubah. dosen. Organisasi-organisasi yang menghasilkan produk elektronik merupakan organisasi dengan ketidak pastian pelanggan yang paling tinggi. Pelanggan atau dalam nama lain untuk organisasi yang berbeda dapat berarti klien. Berbagai jenis organisasi berbeda dalam ketidak pastian ini. juga akan sulit berkembang dan bahkan bisa jadi akan tutup jika jurusan-jurusan yang ditawarkannya tidak diminati oleh calon mahasiswa.

Kantor Pos yang dulunya perusahaan monopoli. kelompok masyarakat yang memberikan tekanan kepada para produsen terhadap mutu produknya. kualitas yang baik dan harga yang kompetitif. . politik/ perundangan. lebih banyak lagi pesaingnya. Semua organisasi. termasuk yang monopoli memiliki satu atau lebih kompetitor. Faktor khusus ketiga adalah kompetitor. Dosen dipasok dari lulusan PT itu sendiri atau dari PT lain. Lembaga Perlindungan Konsumen. Manajer tidak boleh mengabaikan persaingan. dalam kaitan dengan harga. dan munculnya email via internet yang dapat mengirimkan pesan dan surat bahkan dokumen lainnya dalam waktu yang sangat singkat dan biaya yang murah. Pertamina mendapatkan pesaing dari Shell. Sekolah Menengah Atas dan Pondok Pesantren tersebut memenuhi kriteria yang ditetapkan oleh Perguruan Tinggi. atau pondok-pondok pesantren. layanan. namun jika tidak diperlukan maka dapat tidak menggunakan tes ujian masuk. sekolah-sekolah Menengah Atas. untuk memenuhi kualifikasi dosen yang dipersyaratkan oleh PT maka diberikan persyaratanpersyaratan dan tes masuk. Contoh di atas mengindikasikan bahwa kompetitor. Faktor khusus keempat yang mempengaruhi organisasi adalah tekanan dari kelompok masyarakat tertentu. Perbankan sangat banyak pesaingnya. Yang juga penting adalah. Pada organisasi-organisasi tertentu akan selalu dipengaruhi oleh kelompok masyarakat tertentu. terpukul telak setelah munculnya dan berkembang biaknya Hand Phone dengan mode sms nya yang dapat menyapaikan pesan. maka Perguruan Tinggi akan melakukan tes ujian masuk. Demikian pula pemasok pada organisasi yang lain. manajer harus mampu memastikan bahwa pasokan untuk proses yang akan dilakukan oleh organisasi tersebut berjalan lancar. Indonesian Corruption Watch (ICW) merupakan kelompok masyarakat yang seringkali memberikan tekanan kepada organisasi-organisasi pemerintah dan swasta yang menggunakan/ melakukan pekerjaan-pekerjaan yang dibiayaan oleh negara. pengembangan produk dan seterusnya merupakan contoh tentang bagaimana kompetitor memberikan dampak langsung terhadap organisasi. Jika hal tersebut dilakukan maka akan sangat besar resikonya. Perguruan Tinggi. saat ini mendapatkan pesaing dari Indosat. Di negara kita sekarang ini berkembang berbagai lembaga swadaya masyarakat yang bertujuan untuk memberikan tekanan dan kontrol kepada organisasi-organisasi tertentu yang selama ini dianggap memiliki pengawasan yang tidak akuntabel. Sedangkan Lingkungan umum organisasi meliputi kondisi ekonomi. Dan masih banyak yang lainnya. Police Watch kelompok masyarakat yang seringkali memberikan tekanan kepada kepolisian.Mahasiswa dipasok oleh madrasah-madrasah Aliyah. Untuk memastikan bahwa Madrasah Aliyah. Disinilah pentingnya manajer harus selalu memonitor dan selalu harus memiliki kesiapan untuk memberikan respon dari berbagai kejadian pada lingkungan eksternal. Para manajer harus peduli terhadap tekanan dari kelompok-kelompok tersebut. karena tekanan-tekanan yang dilakukannya dapat mempengaruhi pengambilan keputusan. dengan berbagai produk layanan pengantaran surat dan telegraph. Karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap efektifitas organisasi. Lembagalembaga tersebut dengan kemampuannya memeroleh data berusaha untuk memberikan pengawasan yang independen dan akuntabel terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi. Organisasi-organisasi yang membuka usaha dalam bidang pertambangan seringkali akan mendapatkan tekanan dari kelompok pecinta lingkungan hidup. Telkom yang merupakan perusahaan monopoli.

Perubahan ini dalam area yang luas juga berdampak pada perubahan struktur organisasi dan cara manajer melakukan pekerjaan manajemen. belanja. teknologi. adat istiadat. kegiatan-kegiatan olah raga bersama. Kondisi ekonomi seringkali berkaitan dengan krisis ekonomi global. integrted circuits. otomatisasi kantor. Krisis ekonomi pernah menghancurkan berbagai industri perbankan di Indonesia. Dalam kaitan dengan kondisi demografi. krisis ekonomi juga akan meningkatkan pendapatan pada industri-industri berbasis ekspor. Kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap banyak hal. Contohcontoh dampak perubahan teknologi tersebut dapat berupa. Saat ini teknologi masih terus akan berkembang. pemanfaatan robot untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan organisasi. fluktuasi pasar. demografi. Dalam kaitan dengan sosiokultural. organisasi harus menyesuaikan dan merubah praktek-praktek kerja pada organisasi mereka untuk menyesuaikan perubahan harapan yang ada di masyarakat tempat organisasi-organisasi tersebut beroperasi. modelmodel baru dalam proses bisnis. Pemerintah mempengaruhi organisasi terhadap aturan dan regulasi yang membatasi organisasi tentang apa yang boleh dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. dan berbagai regulasi lainnya. tele conference. Fluktuasi pasar minyak dunia berpengaruh terhadap berbagai industri yang menggunakan minyak sebagai proses utamanya.sosiokultural. minyak sintetik. Perubahan yang sangat cepat dalam lingkungan eksternal pada akhir-akhir ini adalah sebagian besar dirasakan karena perubahan teknologi. juga menjadi titik penting yang perlu diperhatikan oleh manajer dalam pengelolaan organisasinya. Kondisi ini akan mempengaruhi mereka dalam cara berfikir. selera masyarakat harus menjadi perhatian utama manajer dalam kaitan dengan proses yang akan dilakukannya di dalam organisasi. Perkembangan teknologi yang seperti ini kemudian mendorong berbagai organisasi dalam dalam berbagai bidang untuk memanfaatkan teknologi dalam upaya meningkatkan daya saing dan efektifitas dan efisiensi dalam pengelolaan organisasinya. sehingga berbagai dampak terhadap organisasi akan masih terus dirasakan dan organisasi juga harus terus mengalami proses perubahan. misalnya regulasi tentang ketentuan upah minimum pada suatu daerah. dan berhubungan. Populasi penduduk baru biasanya akan lebih terdidik. Perubahan-perubahan pada hal-hal tersebut. perubahan dalam jam kerja. perlindungan terhadap lingkungan hidup. lokasi geografi. tingkat pendidikan. dan berbagai faktor ekonomi global lainnya dapat berpengaruh terhadap organisasi. jender. pendapatan masyarakat. laser. microprocessor yang makin bertenaga. dan lain-lain. lebih terpengaruh berbagai hal dari luar melalui berbagai media. Perubahanperubahan yang dilakukan oleh manajer berkaitan dengan faktor sosiokultural ini dapat meliputi. hubungan burah dan majikan. organisasi harus memperhatikan aspek-aspek yang berkaitan dengan usia. penyelenggaraan kegiatan-kegiatan spiritual di organisasi. pemindaian presensi. lebih banyak belajar. dan kondisi global. komposisi keluarga. kebijakan organisasi dengan mengadakan family gathering. dan berbagai kegiatan yang bertujuan untuk menyesuaikan diri antara organisasi dengan perubahan-perubahan nilai yang terjadi di masyarakat. namun disisi lain. Aturan-aturan dan regulasi tersebut meliputi berbagai hal. inflasi. belajar. Perkembangan teknologi merupakan dampak yang paling dapat dirasakan dan berpengaruh terhadap organisasi pada akhir-akhir ini. Nilai-nilai sosial. Perubahan tersebut tentu akan memiliki dampak terhadap organisasi. .

dan perusahaan harus menerima kenyataan bahwa pesatnya perkembangan teknologi mengakibatkan cepat usangnya fasilitas produksi. menjadikan perhatian terhadap pengaruh dan dampak faktor-faktor lingkungan eksternal perusahaan menjadi sangat penting. berdampak pada semakin ketatnya persaingan dan semakin cepatnya terjadi perubahan pada lingkungan usaha. Hal ini mengkondisikan perusahaan untuk kemudian merumuskan strategi agar mampu mengantisipasi perubahan dan pencapaian tujuan perusahaan. Apalagi dengan kondisi internal kebanyakan perusahaan yang memburuk dan bangkrutnya sebagian perusahaan. Sebagian dari dampak yang mereka timbulkan banyak terbukti telah mempengaruhi datangnya berbagai kesempatan usaha (business opportunities). Pendahuluan Perubahan yang sangat cepat. baik pada skala nasional. Lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan perusahaan di dunia semakin bergejolak (turbulent). dan keuntungan yang didapat pun akan semakin rendah. Barang-barang hasil produksi dalam negeri saat ini sudah harus langsung berkompetisi dengan produk-produk dari luar negeri. Perubahan lingkungan bisnis akan terjadi setiap saat. Analisis ini berguna untuk mengetahui kekuatan. regional maupun global. peluang dan ancaman yang dapat memperlancar ataupun menghambat perkembangan perusahaan. Rangkaian kegiatan yang diperlukan meliputi analisis lingkungan perusahaan. semakin singkatnya daur hidup produk. . kelemahan. yang terjadi dalam lingkungan bisnis telah secara otomatis menuntut setiap pelaku bisnis untuk selalu memberikan perhatian dan tanggapan terhadap lingkungannya. tetapi banyak pula rekaman contoh kasus dari faktor eksternal ini yang menjadi kendala dalam berusaha (business threats and constraints). Era globalisasi ekonomi yang disertai dengan pesatnya perkembangan teknologi. umumnya berupa gerak perubahan dari salah satu atau gabungan faktor-faktor lingkungan luar perusahaan. baik lingkungan internal maupun lingkungan ekstrnal.I. terutama sejak terjadinya krisis global dan perubahan pemerintahan berikut gejolak sosial di dalam negeri pada awal tahun 2009. Didasari atas pentingnya perumusan strategi. proses perumusan strategi merupakan suatu rangkaian kegiatan untuk menemukan strategi yang tepat bagi perusahaan.

dan dengan kejamnya merenggut kedudukan keunggulan persaingan beberapa perusahaan domestik yang berskala kecil dan menengah.Kita sering mendengar bagaimana perusahaan yang memiliki sistem organisasi yang baik dengan dukungan visi. kita saksikan bagaimana perubahan lingkungan eksternal yang berjalan dengan sangat cepatnya. para pimpinan perusahaan tidak dapat mengabaikan begitu saja perubahan. sengketa wilayah dan tuntutan kelompok Gerakan masyarakat dan huruhara. Bahkan banyak perusahaan ini mengalami penurunan dalam kinerja usahanya hanya karena kesalahan dalam menafsirkan skenario dan asumsi pengaruh lingkungan luar tersebut. Meluasnya jaringan organisasi dan komunikasi perusahaan global beberapa tahun sebelum terjadinya krisis perekonomian dunia. terbukti telah memberikan berbagai kesempatan berusaha bagi perusahaan- perusahaan swasta domestik di Indonesia dalam bentuk kerjasama usaha patungan (joint ventures) dan waralaba (franchising). banyak membuka kesempatan berusaha bagi produsen domestik dan investor modal asing. terutama jika mereka ingin meraih kemenangan. Tetapi sebaliknya. seperti kejadian penyerangan gedung kembar World Trade Center dan serbuan militer Amerika Serikat ke Irak. seperti peristiwa bom Bali.porandakan keunggulan bersaing satu negara dalam pola perdagangan antar bangsa di dunia. Memasuki era liberalisasi dan globalisasi pada abad ke 21. Pengaruh buruk dampak lingkungan eksternal kadang-kadang bersifat terselubung.perubahan yang terjadi di sekeliling mereka. Kita melihat bagaimana krisis perekonomian nasional yang dilanjutkan dengan berbagai krisis politik dan sosial sejak tahun 1998 pada kenyataannya telah merubah seluruh tatanan (paradigm) melakukan kegiatan berusaha dari perusahaan-perusahaan swasta nasional di negara kita. Rentetan peristiwa ini . Terakhir kali kita saksikan bagaimana datangnya Gempa di Padang telah merusak sendi-sendi perekonomian di berbagai lokalitas di kawasan Sumatra Barat. Tanpa disadari berbagai perubahan issue non-ekonomi. Semakin kukuhnya gejala globalisasi pasar dunia yang dipengaruhi langsung oleh berbagai kebijakan liberalisasi perdagangan dan investasi di Asia Pasifik. misi dan rencana aksi business plan yang terencana tidak menjamin sukses dalam meraih laba. kemudian dalam sekejap memporak. semuanya telah mengganggu pencapaian kinerja perusahaan di Indonesia dalam jangka pendek. perselisihan antar kelompok etnis.

Lingkungan Eksternal Secara umum. semakin besar kemungkinan perusahaan untuk menghasilkan laba di atas rata- . Kategori lingkungan Eksternal perusahaan adalah sebagai berikut: 1. II. yakni lingkungan eksternal dan lingkungan internal perusahaan. Teknologi e. pembeli. Lingkungan umum adalah sekumpulan elemen-elemen dalam masyarakat yang lebih luas yang mempengaruhi suatu industri dan perusahaanperusahaan yang ada di dalamnya. dan risiko negara dan risiko berusaha menjadi semakin tinggi. Semakin besar kapasitas perusahaan untuk mempengaruhi lingkungan industri. Akhirnya dalam beberapa tahun kemudian terjadi peningkatan kasus penutupan dan kebangkrutan perusahaan. Kepastian dan iklim berusaha mengalami erosi. Ekonomi b. dan intensitas persaingan di antara para pesaing yang secara langsung mempengaruhi perusahaan dan tindakan dan tanggapan kompetitifnya. Politik dan Hukum d. 2. Lingkungan ini hanya memiliki sedikit dampak implikasi langsung bagi pengaturan suatu organisasi. produk pengganti. supplier. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah: a.Lingkungan Industri Lingkungan industri adalah serangkaian faktor-faktor-ancaman dari pelaku bisnis baru. Lingkungan eksternal sendiri dapat diklasifikasikan menjadi dua bagian besar lagi yakni lingkungan yang sifatnya umum dan lingkungan industri. Sosial c. Tabel berikut menunjukkan beberapa lingkungan umum yang dapat menjadi peluang maupun ancaman bagi perusahaan. Demografi Dengan kata lain. lingkungan perusahaan dapat dikategorikan ke dalam dua bagian besar. Lingkungan Umum Lingkungan umum adalah suatu lingkungan dalam lingkungan eksternal organisasi yang menyusun faktor-faktor yang memiliki ruang lingkup luas dan faktor-faktor tersebut pada dasarnya berada di luar dan terlepas dari operasi perusahaan.mengakibatkan lambatnya program pemulihan perekonomian nasional.

Kekuatan Tawar-menawar Pemasok B. Jika Analisis lingkungan umum terfokus pada masa yang akan datang.Risiko adalah ketidakpastian investor tentang laba atau rugi yang dihasilkan oleh investasi tertentu. Ancaman Masuknya Pendatang Baru b. Profil pelanggan 3. respon. Bagaimana perusahaan mengumpulkan dan menafsirkan informasi tentang para pesaing mereka disebut analisis pesaing. Kombinasi dari ketiga analisis ini digunakan untuk memahami pengaruh lingkungan eksternal terhadap perkembangan misi strategis.kekuatan yang mempengaruhi persaingan industri sebagai berikut: a. tujuan strategis dan tindakan strategis perusahaan. Kekuatan. Secara singkat.rata. Posisi kompetitif 2. Letak Geografis 4. yang terdiri atas factor-faktor dalam dalam situasi kompetitif sumber yang mempengaruhi dibutuhkan keberhasilan atau dalam perusahaan memperoleh daya yang memasarkan produk dan jasanya secara menguntungkan. maka analisis lingkungan industri terfokus pada pemahaman akan factor-faktor dan kondisi-kondisi yang akan mempengaruhi profitabilitas perusahaan. Kekuatan Tawar Menawar Pembeli (Substitusi) e. dapat disimpulkan bahwa Lingkungan industri adalah tingkatan dari lingkungan eksternal organisasi yang menghasilkan komponen-komponen yang secara normal memiliki dampak yang relatif lebih spesifik dan langsung terhadap operasional perusahaan. Kondisi demografis . dan analisis pesaing terfokus pada prediksi terhadap dinamika tindakan-tindakan. Tekanan dari Produk Pengganti d.respon. dan kemauan para pesaing. Laba di atas rata-rata adalah kelebihan penghasilan yang diharapkan yang diharapkan seorang investor dari investor lain dengan jumlah risiko serupa. Likungan Operasi Lingkungan operasi disebut juga dengan lingkungan kompetitif atau tugas. Tingkat Rivalitas Di Antara Para Pesaing yang ada c. Faktor-faktor terpenting dari lingkungan operasi ini adalah: 1.

Pemindaian lingkungan merupakan hal penting dan menentukan bagi perusahaan.1 Analisis Lingkungan Eksternal Analisis lingkungan eksternal bertujuan untuk mengetahui ancaman dan peluang. Pemindaian Melalui pemindaian perusahaan mengidentifikasi tanda-tanda awal dari perubahan potensial dalam lingkungan umum.perubahan yang sedang terjadi.efek dari perubahan-perubahan dan trend-trend lingkungan terhadap manajemen strategis suatu perusahaan. dan mendeteksi perubahan. tapi tidak diketahui relevansi kompetitiifnya. • Peramalan Pada peramalan. peramalan (forecasting). perubahan-perubahan dan trend-trend itu dideteksi melalui pemindaian dan pengawasan. pengawasan (monitoring). analis mengembangkan proyek-proyek yang layak tentang apa yang mungkin terjadi. Tenaga Kerja II.5. Ancaman adalah suatu kondisi dalam lingkungan umum yang dapat menghambat usaha-usaha perusahaan untuk mencapai daya saing strategis.2. dan penilaian (assessing). Tanpa penilaian perusahaan dibiarkan dengan data-data yang menarik. Sedangkan peluang adalah kondisi dalam lingkungan umum yang dapat membantu perusahaan mencapai daya saing strategis. Analisis Lingkungan Industri . Pengawasan Melalui pengawasan perusahaan mendeteksi perubahan dan trend-trend lingkungan melalui pengawasan yang berkelanjutan. Proses yang dilakukan secara kontinyu untuk melakukan analisis lingkungan eksternal adalah dengan melakukan pemindaian (scanning). II.perusahaan yang bersaing dalam lingkungan yang sangat tidak stabil. Sumber daya manusia 6. Selangkah lebih Maju tujuan penilaian adalah untuk menspesifikasi implikasi pemahaman tersebut pada organisasi. Kritikal bagi pengawasan yang berhasil adalah kemampuan untuk mendeteksi makna dalam peristiwa-peristiwa lingkungan yang berbeda. dan seberapa cepat. • Penilaian Tujuan penilaian adalah untuk menentukan waktu dan signifikansi efek.

• Apa yang diyakini oleh pesaing tentang dirinya sendiri dan tentang industri.produk yang dapat saling menggantikan. • Apa kemampuan perusahaan.A and Richard B.Industri adalah sekelompok perusahaan yang memproduksi produk. seperti yang ditunjukkan oleh kapabilitasnya.Hoskisson (2005). seperti yang diungkapkan oleh strateginya saat ini. Michael A. Strategic Management-Competitiveness and Globalization. and Robert E. John. Ancaman dari Peserta Bisnis Baru Peserta bisnis baru dapat menjadi ancaman karena membawa kapasitas produksi tambahan. Seringkali juga peserta bisnis baru memiliki sumberdaya yang substansial dan berkeinginan kuat untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. R. Analisa lingkungan industry ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan model 5 kekuatan. seperti yang ditunjukkan oleh tujuan-tujuan masa depannya. • Apa yang sedang dilakukan oleh pesaing. Analisis Pesaing Analisis pesaing memusatkan perhatiannya pada setiap perusahaan yang bersaing secara langsung dengan sebuah perusahaan. Daftar Pustaka Hitt. Thomson International student edition USA (Hitt et al) Pearce II. Perusahaan perlu memahami: • Apa yang menggerakkan pesaing. Duane Ireland. . seperti yang ditunjukkan oleh asumsi-asumsinya. Robinson (2003).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful