A.

Konjungsi
Konjungsi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung ”dan” Kata hubung “dan” disajikan dengan lambang “”. Definisi: Suatu konjungsi bernilai benar hanya bila ke dua pernyataan tunggalnya bernilai benar.

p B B S S
Contoh :

q B S B S

pq B S S S

a. Indonesia adalah negara Republik dan berpenduduk 200 juta jiwa. b. Kerbau berkaki empat dan dapat terbang. c. 3 adalah bilangan genap dan habis di bagi lima.

B. Disjungsi
Disjungsi adalah pernyataan majemuk yang menggunakan kata hubung “atau” Kata hubung “atau” disajikan dengan lambang “”. Dalam Logika Matematika juga dibedakan dua macam “atau“ Yang pertama disebut Disjungsi Inklusif (dengan lambang ””) dan yang kedua disebut Disjungsi Eksklusif (dengan lambang ” ”). Definisi: a. Suatu disjungsi inklusif bernilai benar bila sekurang- kurangnya pernyataan tunggalnya benar. b.Suatu disjungsi eksklusif bernilai benar bila salah satu (dan duanya) dari pernyataan tunggalnya benar. salah satu

tidak kedua-

maka kamu tidak akan diperbolehkan masuk”. b. Anisa pergi ke perpustakaan atau ke kantin. Kata hubung ”bila ….  Untuk menyatakan suatu tanda:”Bila bel berbunyi.” Pernyataan tunggal yang pertama disebut anteseden dan yang kedua disebut konsekuen. misalnya:  Untuk menyatakan suatu syarat: “Bila kamu tidak membeli karcis.y = 0. maka dapat disimpulkan bahwa x =0 atau y = 0. .” disajikan dengan lambang “  “ Dalam bahasa sehari-hari kita memakai implikasi dalam bermacam-macam arti. c.. yang C.p B B S S Contoh : q B S B S pq S B B S a. maka mahasiswa masuk ke dalam ruang kuliah. 5 ≤ 6 (5 kurang dari atau sama dengan 6) d . Implikasi Implikasi adalah peryataan majemuk yang menggunakan kata hubung ”bila ….  Untuk menyatakan suatu hubungan sebab akibat:” Bila kehujanan. maka …. anggota himpunan A e.A  B adalah himpunan semua elemen yang menjadi atau himpunan B. Kalau tidak dikatakan apa-apa. maka dalam Matematika biasanya dimaksud adalah disjungsi inklusif. maka ….Pak Hartono berlangganan harian Kompas atau Kedaulatan Rakyat. maka Tono pasti sakit”. Bila diketahui bahwa x..

p B B S S Contoh a) Bila Anindita adalah seorang pria. b) Bila bumi berputar dari timur ke barat maka matahari akan terbit disebelah barat. e) Bila 3 > 2. maka ia akan terapung dalam air. maka x > 5  Untuk mengucapkan (menyatakan ) suatu implikasi sebagai suatu pernyataan yang benar ada 3 cara . lihat baris keempat tabel kebenaran implikasi ). maka ia akan terapung dalam air. maka – 3 > – 2 g) Bila x > 10. maka ia akan mempunyai kumis.  A B B” dengan cara: q B S B S p q B S B B . c) Bila berat jenis besi lebih dari satu. “B bila A” 3. maka B” 2. d) Bila berat jenis besi lebih besat dari satu.  Misalnya : mengucapkan “A 1. maka juga tidak A atau A salah. “Bila A. maka 6 > 4 f) Bila 3 < 2.Definisi: Suatu implikasi bernilai benar bila antesedennya salah atau konsekuennya benar (jadi suatu Implikasi bernilai salah hanya apabila anteseden benar dan konsekuennya salah). “A hanya bila B” (karena bila tidak B atau B salah.

Contoh: Bila x adalah bilangan genap. Kata hubung tersebut disajikan dengan lambanga “ ” Definisi: Suatu ekuivalensi bernilai benar bila kedua pernyataan tunggalnya mempunyai nilai kebenaran yang sama. (Suatu syarat disebut syarat perlu bila tidak terpenuhinya (salahnya ) syarat tersebut mengakibatkan tidak terjadinya apa yang disyaratkan ). (Suatu syarat disebut syarat cukup bila terpenuhinya syarat tersebut mengakibatkan terjadinya apa yang disyaratkannya). Lihat baris pertama tabel kebenaran implikasi. B juga disebut syarat perlu untuk A.  A diatas disebut syarat cukup untuk B. karena bila A terjadi ( benar) maka B juga berjadi (benar). “x habis di bagi 2 “ merupakan syarat perlu agar “ x adalah bilangan bulat “ “x adalah bilangan bulat “ merupakan syarat cukup untuk “x habis di bagi 2 “ D. x adalah bilangan genap hanya bila x habis di bagi 2. Biimplikasi Peryataan majemuk yang menggunakan kata hubung “Bila dan hanya bila” disebut ekuivalensi atau biimplikasi. maka x habis dibagi 2. p B B S S q B S B S pq B S S B Contoh: Suatu segitiga disebut sama kaki bila dan bila segitiga itu mempunyai dua sisi yang sama panjang (maksudnya suatu ekuivalensi:”bila dan hanya bila”) . x habis dibagi 2 bila x adalah bilangan genap.

maka x adalah bilangan asli Konvers : Jika x adalah bilangan asli. Invers : Jika fungsinya bukan linier. maka invers dari implikasi tersebut adalah ~P ⇒ ~Q. maka grafiknya garis lurus. maka grafinya bukan garis lurus.E. Tabel kebenaran invers P B B S S Q B S B S ~P S S B B ~Q S B S B ~P ⇒ ~Q B B S B P : Fungsinya linier Q : Grafiknya garis lurus Implikasi :Jika fungsinya linier. Invers Apabila dua pernyataan P dan Q. maka x2 bilangan asli F. Tabel kebenaran konvers P B B S S Q B S B S Q⇒P B B S B Contoh: P : x2 bilangan asli Q : x adalah bilangan asli Implikasi :Jika x2 bilangan asli. . Konvers Apabila dua pernyataan P dan Q. maka konvers dari implikasi tersebut adalah Q ⇒ P. yaitu dapat ditulis P ⇒ Q. yaitu dapat ditulis P ⇒ Q.

maka harga tidak naik. P B B S S Q B S B S ~P S S B B ~Q S B S B ~Q ⇒ ~P B S B B Contoh: P : Harga naik Q : Permintaan turun Implikasi : Jika harga naik. . Kontraposisi Apabila dua pernyataan P dan Q. yaitu dapat ditulis P ⇒ Q.G. maka kontraposisi dari implikasi tersebut adalah ~Q ⇒ ~P. maka permintaan turun Invers : Jika permintaan tidak turun.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful