STERILISASI WANITA ( MOW/TUBEKTOMI

)
Pengertian Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fertilitas (kesuburan) seorang perempuan secara permanen. Mekanisme Kerja: Mencegah pertemuan sperma dengan sel telur (fertilisasi) dengan cara mencapai tuba falopii dan mengoklusi (menutup tuba falopii) Tindakan yang dapat dilakukan pada tubektomi: Mencapai tuba falopii Abdominal / Trans abdominal Laparatomi Laparatomi saja untuk kontap wanita tidak dianjurkan karena diperlukan insisi yang panjang dan anastesi umum atau anastesi spinal. Laparatomi hanya diperlukan bila cara-cara kontap lainnya gagal atau timbul komplikasi sehingga memerlukan insisi yang lebih besar,atau pada keadaan lain, jika kontap bukan merupakan operasi utama tetapi sebagai pelengkap, misalnya pada section secarea, KET, dll. Mini laparatomi. Sub-umbilikal/infra-umbilikal ( biasanya pada post-partum) Supra-pubis/ Mini-pfannenstiel pada post-abortus dan interval atau pada saat bukan postpartum atau post abortus. Keuntungan mini laparatomi: Mudah dipelajari Dapat dikerjakan oleh tenaga medis yang memiliki dasar & keterampilan ilmu bedah. Alat murah dan sederhana. Dapat dilakukan segera setelah melahirkan Kerugian mini laparatomi: Waktunya sedikit lama rata-rata memerlukan 10-20 menit. Sukar pada wanita yang agak gemuk, bila ada perlekatan pelvis/ mengalami operasi pelvis. Meninggalkan bekas luka parut. Angka kejadian infeksi operasi lebih tinggi. Laparaskopi. Adalah suatu pemeriksaan endoskopik dari bagian dalam rongga peritoneum dengan alat laparoskop yang dimasukkan melalui dinding anterior abdomen. Keuntungan laparaskopi: Komplikasi rendah Cepat (rata-rata 5-15 menit) Insisi kecil sehingga luka parut sedikit sekali Dapat dpakai juga untuk diagnostic maupun terapi. Kurang menyebabkan rasa sakit. Sangat berguna bila jumlah calon aseptor banyak. Kerugian laparaskopi: Risiko komplikasi dapat serius (bila terjadi) Memerlukan pneumo-peritoneum dengan segala akibatnya. Lebih sukar dipelajari. Memerlukan keahlian dan keterampilan dalam bedah abdomen. Harga peralatannya mahal dan memerlukan perawatan yang teliti. Tidak dianjurkan untuk digunakan segera post-partum. Vaginal/Transvaginal Kolpotomi

Dikenal: Kolpotomi posterior (kuldotomi) Cara ini sering dipakai Cul-de-sac atau cavum douglas, yang terletak diantara dinding depan rectum dan dinding belakang uterus, dibuka melalui vagina untuk sampai pada tuba falopii. Kolpotomi anterior Jarang dipakai lagi pada saat ini. Peritoneum di insisi diantara kandung kencing dan uterus, dan uterus diputar sehingga tuba falopii terlihat. Keuntungan kolpotomi: Dapat dilakukan secara rawat-jalan. Hanya memerluka waktu 5-15 menit. Cukup dengan neurolept-analgesia+anastesi lokal. Rasa sakit post-operatif lebih kecil. Tidak ada insisi abdominal Peralatan yang digunakan sederhana, murah dan mudah pemeliharaannya. Morbiditas dan komplikasi mayor rendah. Angka kegagalan rendah. Kuldoskopi. Rongga pelvis dapat dilihat melalui alat keldoskop dimasukkan melalui vagina fornixposterior kedalam cavum douglas. Tuba ditarik dan dijepit keluar untuk dilakukan penutupan dengan cara: Pomeroy Kroener Kauterisasi Cincin falope Kerugian kuldoskopi: Posisi aseptor yaitu posisi lutut-dada (knee-chest position) yang mungkin kurang menyenangkan baginya. Transervical/transuterine Histeroskopi Prinsipnya sama seperti laparaskopi, hanya pada histeroskopi tidak dipakai trocar, tetapi suatu vacuum servical adaptor untuk mencegah keluarnya gas pada saat dilatasi servik/cavum uteri. Keuntungan histeroskopi: Tidak diperlikan insisi Dapat secara rawat-jalan karena prosedurnya singkat/cepat. Kerugian histeroskopi: Risiko perforasi uterus dan luka bakar Angka kegagalan tinggi Resiko kehamilan ektopik Sering timbul kesulitan tehnis dalam mencari lokasi orificium tubae. Oklusi tuba falopii mungkin tidak segera efektif. Blind Delivery(tanpa melihat langsung) Pada cara ini operator tidak melihat langsung kedalam cavum uteri untuk melokaliser orifisium tubae. Keuntungan Blind Delivery: Pelaksanaannya mudah. Dapat secara rawat-jalan Kerugian Blind Delivery: Kebanyakan kurang efektif setelah satu kali pemberian.

Beberapa zat kimia sangat toksik terhadap jaringan. Daya kerja zat-zat kimia irreversible Dosis zat-zat kimia tidak selalu dapat diketahui/diramalkan. Oklusi/penutupan tuba falopii Dilakukan berdasarkan : Tempat oklusi tuba falopii Dapat dilakukan pada bagian: Infundibulum (bagian distal/frimbiae) Ampulla atau isthmus (bagian tengah) Interstitial (dekat utero-tubal junction) Cara oklusi tuba falopii Ada beberapa cara diantaranya adalah ligasi tuba falopii. Ligasi atau pengikatan yuba falopii untuk mencegah perjalanan dan pertemuan spermatozoa dan ovum. Merupakan salah satu caraoklusi tuba falopii yang paling tua. Keuntungan ligasi tuba falopii: Hanya memerlukan keahlian /keterampilan sedang-sedang saja. Hanya memerlukan alat-alat sederhana Morbiditas rendah. Kerugian ligasi tuba falopii: Umumnya irreversible. Bila dikerjakan dengan laparotomi, memerlukan hospitalisasi. Tehnik ligasi tuba falopii: Ligasi biasa Keuntungan ligasi biasa: Mudah melakukannya Morbiditas rendah Potensi tinggi untuk reversibilitas Kerugian ligasi biasa adalah angka kegagalan tinggi (sampai 20%) Ligasi+ penjepitan Menggunakan tehnik Madlener: Bagian tengah tuba falopii diangkat sehingga membentuk suatu loop Dasar dari loop dijepit dengan klem kemudian diikat dengan benang yang tidak diserap( silk, cotton) Keuntungan tehnik madlener: Morbiditas rendah Mudah dikerjakan Dapat dilakukan melalui beberapa cara dalam mencapai tuba falopii. Kerugian tehnik madlener adalah angka kegagalan tinggi (1-2%). Ligasi+pembagian/pembelahan +penanaman Menurut: Tehnik Irving Tuba falopii diikat pada 2 tempat dengan benang yang dapat diserap kemudian dibagi diantara kedua ikatan. Ujung/punting proximal ditanamkan ke dalam myometrium uterus. Ujung/ punting distal ditanamkan ke dalam mesosalpinx. Keuntungan tehnik ini adalah hamper 100% efektif dan kerugiannya lebih sukar dikerjakan dan reversibilitas sangat rendah. Tehnik Wood (Australia 1973), dikenal dengan ³Atraumatic midampullary sterilization´ Pars ampullaris tuba falopii dibelah /dibagi (division). Kedusa ujung/puntung yang dibelah /dibagi diikat dengan benang yang dapat diserap.

membebaskannya dari mesosalpinx. Tehnik Cooke Suatu segmen tuba falopii dijepit dan dirusak. kemudian membuang 1 cm dari tuba falopii. Utero-tubal junction diikat dengan benang yang dapat diserap Insisi tuba falopii proximal dari ikatan. Myometrium uterus disekitarnya di eksisi berbentuk baji (wedge excision) untuk mencegah endometriosis dan kehamilan ektopik. Keuntungan pomeroy: Mudah mengerjakannya Sangat efektif Dapat dilakukan segera post-partum Dapat dikerjakan transabdominal atau transvaginal Potensi reversibilitas tinggi Morbiditas rendah Kerugian tehnik ini tidak ada. Kerugiannya kurang efektif pada keadaan post-partum (transabdominal) Ligasi + reseksi + penanaman tuba falopii Reseksi Cornu Prosedur ekstensif yang memerlukan laparotomi. kerugiannya adalah ireversibel. Tehnik Uchida Larutan garam fisiologis-adrenalin (1:1000) disuntikkan di bawah serosa pars ampullaris. Ujung punting tuba akan saling terpisah Memotong tuba/ membuang tuba sekitar 3-4 cm. Keuntungan tahnik ini adalah hampi 100% efektif dan mudah dikerjakan baik transabdominal meupun transvaginal. dan bagian proximal dari segmen distal tuba falopii di tanam ke dalam ligamentum latum. Keuntungan tehnik ini adalah gangguan minim pada suplai darah ligamentum latum dan ovarium. . Keuntungan tehnik ini adalah sangat efektif. Tehnik Pritchardsis (parkland) Suatu segmen kecil dari tuba falopii dipisahkan dari pesosalpinx Masing-masing ujung dari segmen tersebut diikat dengan benang chromic kemudian dipotong di antara kedua ikatan dan segmen tuba falopii dibuang Tehnik ini banyak dipakai di Amerika serikat Fimbriektomi kroener Bagian 1/3 distal dari tuba falopii diikat dengan dua ikatan benang silk dan ujung fimbriae di eksisi. Salpingektomi Keuntunganya adalah sangat efektif dan dapat dilakukan trans abdominal dan trans vaginal. Yaitu legasi di pemotongan atau pembuangan tuba. Tehnik pomeroy Merupakan tehnik yang sering digunakan: Bagian tengah tuba falopii dijepit.Ujung/puntung medial ditanamkan ke dalam kantong yang dibuat di dalam mesosalpinx. yang masih dikerjakan sampai sekarang. kemudian ujung proximal ditanamkan kedalam ligamentum rotundum. Kerugian adalah angka kegagalan cukup tinggi dan dapat terjadi perdarahan hebat. tidak ada eksisi dari tuba falopii dan potensi reversibilitas tinggi. Ligasi + Resksi tuba falopii. lalu diangkat sehingga membentuk loop Dasar dan loop diikat dengan cat gut Bagian loop diatas ikatan diputar. Kerugiannya adalah mengerjakannya lebih sukar.

Keuntungan tehnik ini adalah sangat efektif dan kerugiannya adalah mengerjakannya jauh lebih sukar dari metode ligasi lainnya.2 ± 4 kehamilan per 100 perempuan selama tahun pertama penggunaan) Permanen Tidak mempengaruhi proses menyusui (breastfeeding) Tidak bergantung pada faktor sanggama Baik bagi klien apabila kehamilan akan menjadi risiko kesehatan yang serius Pembedahan sedarhana. dapat dilakukan dengan anestesi lokal Tidak ada efek samping dalam jangka panjang Tidak ada perubahan dalam fungsi seksual (tidak ada efek pada produksi hormon ovarium) Berkurangnya risiko kanker ovarium Keterbatasan Harus dipertimbangkan sifat permanen metode kontrasepsi ini (tidak dapat dipulihkan kembali). kecuali dengan operasi rekanalisasi Klien dapat menyesal di kemudian hari Risiko komplikasi kecil Rasa sakit/ ketidaknyamanan dalam jangka pendek setelah tindakan Dilakukan oleh dokter yang terlatih Tidak melindungi diri dari IMS.kantong (purse-string-suture) sehingga tuba falopii ditinggalkan menonjol kedalam cavum abdomen. dan terjadi pemisahan dari permukaan serosa dengan bagian muskularis tuba falopii. ujung yang pendek diikat dengan benang yang tidak diserap dan segmen tuba falopii yang telah diikat secara otomatis membenamkan dirinya dibawah serosa Pinggir dari insisi serosa dikumpulkan sekitar ujung distal tuba falopii dan diikat secata ikatan ±rangkaian.sehinnga terjadi spasme vaskuler lokal dan pembengkakan (ballooning) dari mesosalpinx. Manfaat Sangat efektif (0. Serosa di insisi dan dibebaskan ke belakang Segmen sepanjang 5 cm dari bagian proximal tuba falopii dipotong. termasuk HBV dan HIV/ AIDS Indikasi dan kontraindikasi Indikasi usia > 26 tahun paritas > 2 yakin telah mempunyai besar keluarga sesuai dengan kehendaknya pada kehamilannya akan menimbulkan risiko kesehatan yang serius pascapersalinan pascakeguguran paham dan secara sukarela setuju dengan prosedur ini Kontraindikasi hamil perdarahan vaginal yang belum terjelaskan infeksi sistemik atau pelvik yang akut tidak boleh menjalani proses pembedahan kurang pasti mengetahui keinginannya untuk fertilitas di masa depan belum memberikan persetujuan tertulis Waktu penggunaan Setiap waktu selama siklus menstruasi apabila diyakini secara rasional klien tersebut tidak hamil Hari ke-6 hingga ke-13 dari siklus menstruasi (fase proliferasi) Pascapersalinan .

Kontrasepsi adalah pencegahan kehamilan atau pencegahan konsepsi. operasi (tubektomi. penggunaan alat dalam saluran reproduksi (kondom. 1 Salah satu langkah pelaksanaan program tersebut adalah pengenalan alat kontrasepsi kepada masyarakat. berbagai cara dapat dilakukan.3 Untuk mencapai tujuan tersebut. akan berujung pada keselamatan wanita saat menjalani kehamilan dan melahirkan anak yang sehat. Untuk mengelola program KB.1 Dalam konteks terakhir tersebut tercakup pula tentang hak pria dan wanita untuk memperoleh informasi dan mempunyai akses terhadap cara-cara Keluarga Berencana (KB) yang aman. kontrasepsi diistilahkan juga sebagai Keluarga Berencana (KB). bilamana dan seberapa seringnya. sebagai institusi pemerintah nondepartemen yang bertugas mengoordinasikan program KB secara nasional. Sejak itu. kesehatan reproduksi yang disadari kedua belah pihak dalam rumah tangga. alat kontrasepsi dalam rahim/implan). Pada akhirnya. yang kemudian menjadi pilihan mereka. efektif. Berwawasan kedepan. 2. Harmonis. Jumlah anak ideal. Maju. Bertanggung jawab. antara lain penggunaan pil KB/ kontrasepsi oral. pemerintah membentuk sebuah institusi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 1970. . serta Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.Minilap: di dalam waktu 2 hari atau setelah 6 minggu atau 12 minggu Laparoskopi: tidak tepat untuk klien-klien pascapersalinan Pasca keguguran Triwulan pertama: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik (minilap atau laparoskopi) Triwulan kedua: dalam waktu 7 hari sepanjang tidak ada bukti infeksi pelvik (minilap saja KONTRASEPSI BAB I PENDAHULUAN Hak reproduksi adalah hak seseorang untuk mempunyai kehidupan seksual yang memuaskan. KB di Indonesia mulai dirancang sebagai salah satu program pemerintah. Saat ini paradigma baru keluarga berencana yang diusung oleh BKKBN adalah membentuk keluarga berencana berkualitas tahun 2015 yang mencakup kesejahteraan keluarga. Pada masyarakat umum. suntikan atau intravaginal. aman dan bahwa mereka memiliki kemampuan untuk bereproduksi dan kebebasan untuk menentukan apakah mereka ingin melakukannya. Sehat. Mandiri. terjangkau dan dapat diterima. vasektomi) atau dengan obat topikal intravaginal yang bersifat spermisida.

antara lain untuk mengatur jumlah dan jarak anak yang diinginkan. atau dengan operasi. tanpa menggunakan alat.3 2. kontrasepsi dibutuhkan untuk membatasi jumlah penduduk dunia dan menjamin ketersediaan sumber daya alam sehingga menjaga kualitas hidup manusia. dan/atau melumpuhkan sel sperma.5 Kontrasepsi tidak sama dengan aborsi. mencegah kehamilan di luar nikah dan mengurangi resiko terjangkit penyakit hubungan seksual. Sedangkan aborsi adalah penghentian kehamilan dimana telah terjadi pembuahan.3.4. Untuk itu. Informasi yang diberikan oleh tenaga kesehatan hendaknya jelas dan dapat mudah dipahami oleh masyarakat.3 Terdapat banyak jenis kontrasepsi yang beredar di masyarakat saat ini. Hendaknya kedua pasangan harus mengetahui fakta dan informasi yang benar seputar kontrasepsi. termasuk efek samping yang dapat timbul agar dapat membuat keputusan yang tepat. yaitu: 1.Terdapat bermacam alasan pribadi seseorang menggunakan kontrasepsi. Metode kontrasepsi alami . Secara internasional.3 Tindakan (upaya) yang dilakukan dapat bersifat sementara atau permanen.2. penggunaan obat/alat. Secara umum kontrasepsi-kontrasepsi ini di kelompokkan menjadi 5 berdasarkan metode kerja masing-masing. Setiap jenis kontrasepsi memiliki cara kerja yang berbeda-beda.2 Metode Kontrasepsi Secara umum kontrasepsi bekerja dengan mencegah terjadinya ovulasi. secara mekanis. BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2. menghalangi pertemuan sel telur dengan sperma.1 Definisi Kontrasepsi berasal dari kata kontra dan sepsi yang mengandung pengertian tidak terjadinya konsepsi. Kontrasepsi dimaksudkan sebagai usaha-usaha untuk mencegah pertemuan antara sel telur yang matang dengan sel sperma yang dapat menyebabkan kehamilan (konsepsi). kontrasepsi menghindari kehamilan dengan mencegah terjadinya pembuahan itu sendiri. pemahaman dokter ataupun bidan tentang metode kontrasepsi harus terus diasah dan mengikuti perkembangan sehingga dapat memberikan penjelasan yang lengkap pada masyarakat. Mengambil keputusan yang tepat untuk sebuah keluarga yang terencana bukanlah hal mudah.

kurang dari 24 jam sesudah ovulasi suhu badan naik kembali sampai tiingkat lebih tinggi daripada tingkat suhu sebelum ovuulasi. Metode kalender tidaklah akurat karena panjang siklus menstruasi setiap wanita tidaklah sama.5. aseptor harus melakukan pengamatan siklus menstruasi selama minimal 6 bulan dulu. Selain itu perlu juga untuk diingat bahwa sperma dapat hidup dan membuahi dalam 48 jam setelah ejakulasi dan ovum dapat hidup 24 jam setelah ovulasi.3 Metode Kontrasepsi Alami 2. Cara ini akan lebih tinggi efektifitasnya jika disertai dengan pengukuran suhu basal tubuh dan penilaian lendir serviks. Sebelum memulai melakukan perkiraan fase subur. yang artinya tidak akan berakibat pada kehamilan jika melakukan hubungan seksual. Metode kontrasepsi dalam rahim 5.2. Atau. bergantung pada penghitungan hari untuk memperkirakan kapan jatuhnya fase subur. Menjelang ovulasi suhu tubuh basal badan turun. Metode ini diperkenalkan oleh Kyusaku Ogino (dari Jepang) dan Hermann Knaus (dari Jerman).1 Pantang berkala Metode pantang berkala atau metode Kalender. selain itu kadang dapat terjadi variasi. Dalam praktik. Metode kontrasepsi barrier 3. cara memperkirakan fase subur adalah sebagai berikut: Siklus terpendek anda dikurangi 18 hari. ada juga yang menentukan bahwa fase subur terjadi 14+2 hari sesudah atau 14-2 hari sebelum menstruasi yang akan datang. dikenal juga sebagai metode ritme atau metode Knaus-Ogino.3.6 Metode ini menggunakan perkiraan kapan jatuhnya masa subur dengan asumsi bahwa fase subur rata-rata perempuan dimulai semenjak hari ke 14 setelah menstruasi. harus sering dilakukan pantang. Agar efektif.5 Apabila siklus haid tidak teratur. dan pada tahun-tahun menjelang menopause dimana Ovulasi tidak selalu terjadi pada hari ke-14. sampai dengan 5 hari menjelang datangnya haid lagi. sukar untuk menentukan saat ovulasi dengan tepat. Hanya sedikit wanita yang mempunyai daur haid teratur. Fase subur akan akan dimulai pada perhitungan daur haid terpendek yang telah dikurangi. Sebaiknya selama fase subur tersebut. Di luar masa tersebut adalah fase infertil.3. dan tetap tinggi sampai akan terjadinya menstruasi. pasangan berpuasa atau pantang berhubungan intim.4. Metode kontrasepsi mantap 2. Bentuk grafik suhu tubuh basal badan . Metode kontrasepsi hormonal 4. terutama sesudah melahirkan.3. sedangkan siklus terpanjang dikurangi dengan 11 hari.

Setelah haid berakhir. Pengukuran suhu basal badan dilakukan setiap hari setelah menstruasi berakhir sampai mulainya menstruasi berikutnya. bahwa akan terjadinya ejakulasi disadari sebelumnya oleh sebagian besar pria. Saat ovulasi terjadi dan estrogen meningkat. 2. Waktu yang singkat ini dapat digunakan untuk menarik penis keluar dari vagina. seorang wanita mulai melihat adanya lendir. tidak memerlukan biaya ataupun alat. dan setelah itu masih ada waktu kira-kira 1 detik sebelum ejakulasi terjadi. lendir menjadi basah. Lendir ini secara khas lengket. umumnya wanita mengalami beberapa hari tidak ada lendir dan vagina dirasakan kering. Ini adalah jenis lender yang memungkinkan sperma hidup dan berenang menuju sel telur sampai selama lima hari. elastic dan licin.4 2. Kegagalan cara ini dapat disebabkan oleh : yAdanya pengeluaran air mani sebelum ejakulasi (praejaculatory fluid) yang dapat mengandung sperma. Senggama terputus ialah penarikan penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi. Cara ini murah.5 Dalam metode lendir serviks dilakukan penilaian konsistensi lendir.2 Senggama terputus Cara ini merupakan cara kontrasepsi yang tertua yang dikenal oleh manusia. Lendir ini jumlahnya bertambah secara bertahap dan warnanya semakin jernih. akan tetapi memerlukan pengendalian diri yang besar dari pihak pria secara jasmani dan emosional.5 Hal ini berdasarkan kenyataan. dengan memasukkan thermometer dalam rectum atau dalam mulut di bawah lidah selama 5 menit. menyerupai putih telur dan dapat diregangkan perlahan-lahan. karena adanya hubungan antara vulva dan kanalis servikalis uteri oleh benang lender serviks yang pada masa ovulasi memilki spinnbarkeit yang tinggi. seperti bubur dan rapuh.menjadi bifasik. Umumnya wanita akan merasa basah di daerah vaginanya selama waktu-waktu ini.3 Pembilasan pasca senggama Pembilasan vagina dengan air biasa dengan atau tanpa tambaan larutan obat (cuka atau obat lain) segera setelah koitus merupakan suatu cara yang telah lama dilakukan.4. Lendir di vagina diperiksa dengan cara memasukkan jari tangan klien ke dalam vagina dan mencatat bagaimana lendir tersebut dirasakan setiap hari. yTerlambatnya pengeluaran penis dari vagina yPengeluaran semen dekat dengan vulva dapat menyebabkan kehamilan.3. Setelah itu. Usaha tersebut dilakukan sewaktu bangun pagi sebelum melakukan kegiatan. apalagi pada koitus berulang. Sifat cairan vagina bervariasi selama siklus haid.3. Lendir ini semakin basah. Tindakan ini .

dengan berpinggir tebal pada ujung yang terbuka.05 mm. Namun risiko kehamilan ini meningkat menjadi 7.2 Diafragma vaginal .7 2.4. dan mencegah pengumpulan sperma dalam vagina. Prinsip kerja kondom ialah sebagai prisai dari penis sewaktu melakukan hubungan seksual.7 Peningkatan prolaktin akan menekan terjadinya ovulasi. LH.3. 4.4% pada wanita menyusui lebih dari 1 tahun. Penelitian WHO menunjukkan bahwa kemungkinan hamil dalam 6 bulan pertama menyusui berkisar antara 0. Kondom terbuat dari karet sintetis tipis. sedangkan ujung yang buntu berfungsi sebagai penampung sperma.2%.9-1.5..7 Hal ini akan menyebabkan terjadinya amenorehea dan anovulasi.1 Kondom Kondom adalah selaput karet yang dipasang pada penis selama hubungan seksual. berbentuk silindris. ketebalan 0.1 Kondom 2. dan FSH. dimana dopamine dalam kadar normal menekan pembentukan prolaktin.5.5 mm dan panjang dilapisi dengan pelicin yang mempunyai sifat spermatisid. -endorphin yang dihasilkan saat menyusui juga menurunkan sekresi dopamine. Metode ini maksimum hanya dapat dilakukan selama 6 bulan setelah melahirkan.4 Metode Kontrasepsi Barrier 2. Diameter rata-rata 31-36. Penambahan cuka ialah untuk mendapatkan efek spermatiside serta menjaga asiditas vagina.4. kondom Gambar 2.4 Lactation Amenorrhea Method (LAM) Kemungkinan seorang wanita menjadi hamil menjadi lebih kecil apabila mereka terus menyusui anaknya setelah melahirkan.bertujuan mengeluarkan sperma secara mekanik dari vagina. Awal penggunaan kondom bertujuan perlindungan terhadap penyakit menular seksual kemudian kondom juga digunakan sebagai kontrasepsi.7 19 mm.5 2. Menyusui menyebabkan penurunan produksi gonadotropin-releasing hormone.

untuk mencegah terjadinya konsepsi.5. 4. TCu 200C. AKDR tersebut terdiri dari 3 tipe. besarnya ukuran diafragma yang akan dipakai aseptor ditentukan secara individual. memblok bersatunya sperma dan ovum. dibuat dari plastic (lippes loop) atau baja anti karat (The Chinese Ring) 2.7 2. IUS atau Intra Uterine System adalah bentuk kontrasepsi terbaru yang menggunakan hormon progesteron sebagai ganti logam. dan menstruasi menjadi lebih ringan (volume darah lebih sedikit) dan waktu haid lebih singkat. AKDR jenis ini sering disebut dengan Metode Kontrasepsi Progresteron releasing intrauterine. AKDR yang mengandung tembaga (Cu) juga menghambat efek anhidrase karbon dan fosfatase alkali.Diafragma adalah mangkuk karet yang fleksibel dengan pinggir yang mudah dibengkokkan dan disisipkan di bagian atas vagina. 5 2. Mengandung tembaga. ditambah dengan beberapa nilai tambah seperti lebih tidak nyeri dan kemungkinan menimbulkan pendarahan lebih kecil. mencegah sperma masuk ke saluran reproduksi bagian atas. Sampai saat ini mekanisme kerja AKDR belum diketahui secara pasti. dan Nova T® 3.5 Metode Kontrasepsi dalam Rahim Ada berbagai jenis Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)/ intra uterine device (IUD) yang beredar di Indonesia. multiload® MLCu 250 dan 375).3 Cervical cap Cervical cap dibuat dari karet atau plastic. Cara kerjanya sama dengan IUD tembaga. Inert. yaitu: 4 1. Pendapat terbanyak menyebutkan AKDR menimbulkan reaksi radang endometrium dengan sebukan leukosit yang dapat menghancurkan blastokista atau sperma. mengurangi . Cap ini dipasang pada porsio servisis uteri seperti memasang topi. tiap ukuran memiliki perbedaan diameter masing-masing 5 mm. Diafragma dimasukkan kedalam vagina sebelum koitus dan harus tetap tinggal di dalam vagina selama 6 jam setelah melakukan hubungan seksual. Ukurannya ialah dari diameter 22 mmm sampai 33 mm. Diafragma yang beredar di pasaran mempunyai diameter 55-100 mm.4. Dewasa ini alat kontrasepsi ini telah jarang dipakai. obat spermatisida dimasukkan ke dalam mangkuk dan dioleskan pada pinggirannya. seperti progestasert® (hormon progesterone). dan mempunyai bentuk mangkuk yang dalam dengan pinggiran terbuat dari karet yang tebal. dan levonova® (Levonorgestrel). jadi lebih kecil dibandingkan diafragma vaginal. Untuk meningkatkan efektifitas diafragma. Mengandung hormon steroid. seperti TCu 380A.

4. AKDR yang mengandung levonorgestrel bisa digunakan untuk jangka waktu 3 atau 5 tahun. secret vagina lebih banyak. dan gangguan pada suami. tiga bulan kemudian. dan menginaktifkan sperma. bentuk AKdR copper T (B) Efek samping ringan yang dapat ditimbulkan dalam penggunaan AKDR ialah pendarahan (menoragia atau spotting menoragia). menghambat perjalanan ovum. mengganggu proliferasi sehingga endometrium menjadi lebih tipis dan menggagalkan terjadinya implantasi. .7 AB Gambar 2. infeksi pelvic. Sedangkan efek samping yang lebih serius dan mungkin terjadi ialah perforasi uterus. 4 2. 5. Kontrasepsi ini dipasang pada rongga rahim /subdermal antara hari pertama sampai dengan hari ke 7 siklus menstruasi.6 Metode Kontrasepsi Hormonal Kontrasepsi hormonal umumnya mengandung estrogen dan/atau progesterone sintetik. dan endometritis. Estrogen sebagai kontrasepsi bekerja dengan jalan menghambat ovulasi melalui fungsi hipotalamus-hipofisis-ovarium. Juga dapat dipasang segera dalam 4 bulan pertama pasca aborsi.5 AKDR jenis lipper loop terbuat dari plastic berbentuk spiral.2 Cara pemasangan dan posisi AKDR copper T dalam uterus (A). Pemasangan pasca melahirkan harus ditunda sampai dengan 6 minggu sesudah melahirkan. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setelah satu minggu pemasangan. dan selanjutnya setiap 6 bulan. AKDR yang mengeluarkan hormon juga menebalkan lender serviks hingga menghalangi pergerakan sperma. AKDR bentuk T dengan kawat tembaga tipis yang distabilkan dengan inti polyethylene dipasang selama akhir periode haid atau 1-2 hari pasca haid. rasa nyeri dan kejang perut. AKDR copper T sebaiknya diganti tiap 3 tahun. Tidak ada konsensus yang menyebutkan berapa lama AKDR jenis lippes lopp boleh ditinggalkan dalam uterus. akan tetapi demi efektivitasnya.jumlah sperma yang mencapai tuba falopii.

menghambat kapasitasi sperma. melainkan juga memperhitungkan jenis hormone dalam pil tersebut. perjalanan ovum dalam tuba. melainkan dari steroid sintetik. kloasma. keputihan. 4. dan menghambat ovulasi melalui fungsi hipotalamus-hipofisis-ovarium.8 1. dan payudara tegang. implantasi. hipomenore. Jadi steroid sintetik memiliki potensi yang lebih tinggi per unit jika dibandingkan dengan steroid alamiah jika ditelan per os. Kelebihan hormon estrogen dapat menimbulkan nausea. disposisi lemak berlebihan. yaitu yang berasal dari 19 nor testosterone.1 Pil Pil hormonal untuk kontrasepsi tidak terbuat dari estrogen dan progesterone alamiah. jerawat. hipertensi. dan keputihan. depresi. diasetat. etinodiol. Kekurangan hormon progesterone menyebabkan darah menstruasi yang lebih banyak dan lama. sehingga efeknya akan meningkat jika dimakan per os oleh karena zat tersebut tidak mudah berubah saat melewati system portal.6. teleangiektasia.5. dan yang berasal dari 17 alfa-asetoksi-progesteron. berbeda dengan steroid alamiah. nyeri kepala. alopesia. nafsu makan meningkat. Derivate dari 19 nor-testosteron yang sekarang banyak digunakan untuk pil kontrasepsi ialah noretinodrel.5 Efek samping pemberian kontrasepsi hormonal tergantung dari kadar hormon yang di kandungnya. 5 Terdapat 4 jenis pil KB / kontrasepsi oral : 4. Ada 2 jenis progesterone sintetik yang dipakai. 5 Estrogen yang banyak dipakai untuk pil kontrasepsi ialah etinil estradiol dan mestranol. edema. libido berkurang. Sedangkan kelebihan progesterone dapat menimbulkan pendarahan yang tidak teratur. Jenis terakhir telah jarang digunakan karena hasil penelitian pada binatang menunjukkan besarnya risiko timbulnya tumor mamma. 4 2. eksotrofia serviks. Rendahnya dosis estrogen dapat menyebabkan spotting dan breakthrough bleeding antara masa haid. superlaktasi. norethindron asetat. sedangkan etinil . sehingga penetrasi dan transportasi sperma menjadi sulit. Masing-masing dari zat ini memiliki ethynil group pada acon C 17. etinodiol diasetat merupakan derivate progesterone yang paling kuat.Sedangkan progesterone bekerja dengan cara membuat lender serviks menjadi lebih kental. Pil KB / kontrasepsi oral tipe kombinasi Efek farmakologi pil kombinasi tidak hanya atas dasar besarnya dosis saja. cepat lelah. dan norgestrel. Menurut penelitian Greenblatt.

terdiri dari 21-22 pil. Umumnya setelah 2-3 hari sesudah pil KB / kontrasepsi oral terakhir diminum. Jika lupa meminumnya. Pil KB / kontrasepsi oral tipe sekuensial Di Indonesia jenis ini tidak beredar lagi.5 Terdiri dari 21-22 pil KB / kontrasepsi oral dan setiap pilnya berisi derivat estrogen dan progestin dosis kecil. Pil KB / kontrasepsi oral tipe pil mini Hanya berisi derivat progestin. Terdiri dari 14-15 pil KB / kontrasepsi oral yang berisi derivat estrogen dan 7 pil berikutnya berisi kombinasi estrogen dan progestin. Pil sekuensial ini tidak seefektif pil kombinasi dan pemakaiannya hanya dianjurkan pada keadaan tertentu saja. yang sebenarnya merupakan perdarahan putus obat. pil hendaknya diminum keesokan paginya. 8 3. akan timbul perdarahan haid. 4. sedangkan pil untuk hari tersebut diminum pada waktu biasa. dapat diminum 2 pil keesokan paginya dan 2 pil lusanya.3 satu paket pil kombinasi 2. selanjutnya setiap pil hari 1 pil selama 21-22 hari. 5. Mini-pil bukan penghambat ovulasi. Penggunaan pada siklus selanjutnya. Dewasa ini terdapat banyak macam pil kombinasi.5 mg per hari). Jika lupa minum pil dua hari berturut-turut. untuk pengunaan satu siklus. tergantung dari jenis dan dosis estrogen dan progesterone yang dipakai. dalam dosis kecil (0.estradiol terkuat pada golongan derivate estrogen. Efektivitasnya sedikit lebih rendah dan lebih sering menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan. Cara pemakaiannya sama dengan cara tipe kombinasi. Pil KB / kontrasepsi oral tipe pil pascasanggama (morning after pil) . efek utamanya ialah terhadap lender serviks dan endometrium. noretindron atau norgestrel. Pil KB / kontrasepsi oral pertama mulai diminum pada hari pertama perdarahan haid. yaitu pil pertama ditelan pada hari pertama perdarahan haid. sama seperti siklus sebelumnya.8 Gambar 2. Cara penggunaannya sama dengan tipe kombinasi.

diminum 2 kali sehari. implant sebaiknya disimpan di tempat sejuk. selama 5 hari berturut-turut.3 Susuk / implant Norpan merupakan salah satu jenis implant. Kapsul dibuat fleksibel. dosis rendah.57 mm dan panjangnya 30 mm. Norplant implant subdermal adalah metode kontrasepsi bagi wanita yang bersifat jangka panjang. Penyimpanan di ruang dengan kelembaban yang tidak diubah-ubah atau jangka waktu setelah 4 tahun. 6 kapsul mengandung 216 mg levonorgestrel yang sangat stabil dan dipastikan tidak berubah dalam uji coba penggunaan kapsul lebih dari 9 tahun.6. dari tabung silastic (polymethylsiloxane dan methylvinyl siloxane copolymer) yang dilapisi dengan silastic adesif (polydimethylsiloxane). 2. Obat ini termasuk obat depot.2 Suntikan (Depo Provera) Depo-provera ialah 6-alfa-metroksiprogesteron yang digunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral. 4 Norplant terdiri dari 6 kapsul. reversibel dan hanya mengandung progestin. Mekanisme kerja kontrasepsi ini sama seperti kontrasepsi hormonal lainnya.6. Kedua jenis kontrasepsi suntikan ini diberikan secara IM (intra muskular) dan harus cukup dalam.4 mm dan mengandung 36 mg crystalline levonorgestrel.8 Implant dikemas dalam kantung yang hangat dan tertutup yang masa waktunya 5 tahun dari waktu dikeluarkan dan sekali dimasukkan mempunyai masa efektif 5 sampai 7 tahun. mempunyai efek progesterone yang kuat dan sangat efektif. 8 2. . di daerah gluteus. 5.Berisi dietilstilbestrol 25 mg. Rongga kapsul bagian dalam berdiameter 1. Untuk jenis kontrasepsi suntikan medroksiprogesteron asetat 150 mg disuntikkan tiap 12 minggu pada hari ke 1 sampai dengan hari ke 5 dalam siklus haid atau dalam waktu 6 minggu setelah melahirkan. Noristerat termasuk dalam golongan kontrasepsi ini. kering dan jauh dari sinar matahari langsung. dalam waktu kurang dari 72 jam pascasanggama. 5 Kontrasepsi suntikan yang banyak digunakan ialah medroksiprogesteron asetat 150 mg dalam bentuk depo (lepas lambat) dan kombinasi medroksiprogesteron asetat 50 mg dengan 10 mg estradiol cipionat. masing-masing panjangnya 34 mm dengan diameter 2. depo-provera sangat cocok untuk program postpartum oleh karena tidak mengganggu laktasi. Metode kontrasepsi ini berdasarkan penelitian Morris dan Van Wagemen (1966) yang menemukan bahwa estrogen dalam dosis tinggi dapat mencegah kehamilan jika diberikan segera setelah koitus yang tidak dilindungi. tapi optimalnya. Sedangkan kombinasinya diberikan setiap 30 hari.

dan 25-50% dari dosis disebarkan oleh kontrasepsi oral kombinasi dosis rendah. Semakin gemuk pemakai. laparotomi pada kehamilan ektopik terganggu. cukup tinggi untuk mencegah konsepsi.4-0.9 Prosedur postpartum (seperti minilaparotomi sub-umbilikus) biasanya dilakukan dalam 48 jam pertama setelah persalinan pervaginam. konsentrasi plasma levonorgestrel antara 0. teknik minilaparotomi baru dikembangkan pada tahun 1974 dan sejak tahun 1976 telah banyak dokter umum yang dididik dan dilatih tehnik minilaparotomi yang dapat dilakukan pasca persalinan. Selama 24 jam setelah dimasukkan. konsentrasi levonorgestrel lebih rendah selama beberapa waktu menggunakan Norplant. Tubektomi pasca persalinan lewat dari 48 jam akan dipersulit oleh . Sebagian besar kontrasepsi mantap atau sterilisasi pada mulanya dilakukan bersamaan dengan seksio sesarea. tapi pada wanita gemuk tingkat pengeluarannya cukup tinggi untuk mencegah kehamilan paling sedikit sebanding dengan kontrasepsi oral.Kecepatan pengeluaran dari kapsul ditentukan oleh total permukaan dan ketebalan dinding kapsul. 8 Berat badan mempengaruhi sirkulasi levonorgestrel. sehingga wanita tersebut tidak akan memperoleh keturunan lagi. minipill kontrasepsi oral. menghindari kadar yang tinggi dalam sirkulasi dengan oral atau suntikan steroid. 85 µg hormon dikeluarkan oleh implant selama beberapa bulan pertama penggunaan yang hampir sama dengan dosis levonorgestrel yang disebarkan setiap harinya oleh progestin. 2. penelitian mengenai perubahan lendir serviks menunjukkan bahwa metode lain yang mendukung sebaiknya digunakan selama 3 hari setelah dimasukkan.7 Metode Kontrasepsi Mantap 2. pasca keguguran atau dalam masa interval (keadaan tidak hamil). Kemudian berkurang berangsur-angsur sampai 50 µg setiap harinya selama 9 bulan dan 30 µg per hari selama sisa waktu penggunaan. Di Indonesia. atau dengan perawatan khusus 3-7 hari setelah persalinan.7. Penyebaran levonorgestrel terus-menerus pada dinding tabung ke sekitar jaringan dimana diabsorbsi oleh sistem sirkulasi dan disebarkan secara sistemik. Kapsul melepaskan levonorgestrel kira-kira 85 µg per 24 jam selama penggunaan 612 bulan pertama.5 ng/mL.1 Tubektomi Metode Operatif Wanita (MOW) atau tubektomi merupakan salah satu cara kontrasepsi melalui pembedahan yang bersifat sukarela pada saluran telur wanita untuk menghentikan fertilitas seorang wanita secara permanen. Terbesar menurun pada wanita dengan berat badan lebih dari 70 kg (154 pounds). atau pada pengangkatan tumor.

Dianjurkan agar tubektomi pasca keguguran sebaiknya dilakukan dalam waktu 24 jam.edema tuba. Sebanyak 6% dari wanita yang disterilisasi dilaporkan menyesali atau meminta informasi tentang pembalikan prosedur dalam periode 5 tahun setelah prosedur dilakukan. dan teknik Kroener. atau kuldoskopi. dan kegagalan. teknik Pomeroy.4. atau selambatlambatnya dalam 48 jam setelah bersalin. Faktor resiko penyesalan yang mungkin bermanfaat pada konseling pra-sterilisasi termasuk usia muda. Tubektomi setelah hari itu akan lebih sulit dilakukan karena alat-alat genital telah menciut dan mudah berdarah. tergantung pada keahlian operator. teknik Uchida.3% wanita berusia 30 tahun atau lebih muda pada saat TLB dilakukan serta 5. Sedangkan teknik penutupan tuba bermacam-macam.2 Vasektomi . 5. Sedangkan sterilisasi interval dapat dilakukan 6 minggu atau lebih setelah melahirkan (saat uterus telah berinvolusi secara penuh) atau saat waktu lain ketika wanita tersebut tidak hamil.7.9 Gambar 2.9% dari wanita lebih tua dari usia 30 tahun saat prosedur. paritas rendah.9 Penyesalan pasca sterilisasi merupakan kondisi yang kompleks dan sering disebabkan oleh peristiwa-peristiwa penting dalam hidup yang tidak terduga. minilaparotomi. teknik Irving. teknik Aldridge. Setelah suatu keguguran (yang tidak disertai komplikasi lain) tubektomi dapat langsung dilakukan. infeksi. dan status orangtua tunggal atau dalam keadaan hubungan yang tidak harmonis. Teknik-teknik tubeknomi yang telah dikenal antara lain teknik Madlener. Wawancara followup 14 tahun pasca prosedur menunjukkan bahwa penyesalan diungkapkan oleh 20. Tehnik Parkland merupakan salah satu teknik tubektomi 2. laparoskopi. Cara-cara pembedahan yang umum dilakukan (termasuk di Indonesia) saat ini antara lain adalah laparotomi.

Mengakhiri kesuburan (tidak ingin hamil lagi) Saat usia istri di atas 30 tahun. 3. Kontrasepsi yang sesuai adalah AKDR. maupun kontrasepsi alamiah. pil. Metode yang dipilih hendaknya memiliki reversibilitas dan efektifitas tinggi. Kontrasepsi yang sesuai antara lain pil. dan implant. Kontrasepsi yang sesuai ialah kontrasepsi mantap (tubektomi/vasektomi). suntik. reversibilitas rendah.8 Metode Kontrasepsi Efektif Terpilih (MKET) Pemilihan jenis kontrasepsi didasarkan pada tujuan penggunaan kontrasepsi.7 2. alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR). yaitu: 4 1. 5.Di Indonesia vasektomi tidak termasuk dalam program keluarga berencana nasional. Menunda kehamilan Pasangan dengan istri berusia dibawah 20 tahun dianjurkan untuk menunda kehamilannya. 2. Pada dasarnya indikasi untuk melakukan vasektomi ialah bahwa pasangan suami-istri tidak menghendaki kehamilan lagi dan pihak suami bersedia dilakukan tindakan kontrasepsi pada dirinya. Vasektomi merupakan tindakan pemotongan vas deferens melalui operasi dengan anestesi local. dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak. serta tidak menambah kelainan yang telah ada. dan tidak menghambat produksi air susu ibu (ASI). metode alamiah. . dapat dipakai untuk jangka panjang. Menjarangkan kehamilan (mengatur kesuburan) Masa saat istri berusia 20-30 tahun adalah saat yang paling baik untuk melahirkan 2 anak dengan jarak kelahiran 3-4 tahun. Ciri kontrasepsi yang diperlukan memiliki efektifitas tinggi. dapat dipakai 3-4 tahun. Untuk itu sebaiknya dipilih alat kontrasepsi dengan reversibilitas dan efektifitas yang cukup tinggi.

yaitu: ySA : beri salam kepada klien yT : tanyakan kepada klien infrmasi tentang dirinya yU : uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan reproduksi yang paling mungkin yTU : bantulah klien menentukan pilihannya yJ : jelaskan secara lengkap bagaimana menggunakan kontrasepsi pilihannya yU : kunjungan ulang Jika kontrasepsi yang dipilih klien memerlukan tindakan medis. 2.9 Metode Kontrasepsi Masa Depan . Informed concent merupakan persetujuan yang diberikan oleh pasien atau keluarganya atas dasar informasi dan penjelasan mengenai tindakan medis yang akan dilakukan terhadap klien tersebut.1 metode kontrasepsi dan efektifitasnya Konseling sangat diperlukan untuk dapat memutuskan metode dan jenis kontrasepsi apa yang paling tepat bagi aseptor KB. maka diperlukan surat persetujuan tindakan (informed consent).Metode kontrasepsi Vasektomi Tubektomi Pil Suntik IUS IUD Mini-pil Kondom Diafragma dengan spermaticid Efektifitas ± 100 % ± 100 % ± 100 % ± 100 % 98-99 % 97-98 % ± 98 % 90-98 % 90-96 % Table 2. Langkah-langkah konseling KB dikenal dengan moto ³SATU TUJU´.

KB di Indonesia mulai dirancang sebagai salah satu program pemerintah. serta fibrosis dari lumen tuba. komplikasi. Penelitian toksikologis dan data follow-up yang lebih lanjut diperlukan sebelum dapat dimulainya percobaan pada wanita di Amerika Serikat. sebagai institusi pemerintah nondepartemen yang bertugas mengoordinasikan program KB secara nasional. Sosial. Pemerintah menunjukkan peransertanya dalam menyukseskan program KB dengan mendirikan Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) pada tahun 1957. serta perlunya adjuvan (mis.9 2. dan belum diterima oleh sebagian besar masyarakat. serta diperlukannya prosedur kedua pada hampir dari 20% pasien dan menetapnya patensi tuba pada 10% kasus. dan Agama Dalam Penggunaan Kontrasepsi Pada awal pengenalan. Quinacrine (sebelumnya digunakan sebagai obat anti-malaria) digunakan dalam sterilisasi dengan dimasukkan kedalam tuba secara transservikal melalui alat intrauterin copper T yang dimodifikasi.9 Silikon yang diinjeksikan melalui sebuah alat khusus lewat servik kedalam tuba falopi kemudian akan mengeras dan menjadi sumbat. data yang cukup mengenai kegagalan jangka panjang. diperkirakan 100. obat anti radang nonsteroid) belum jelas karena tidak adanya penelitian yang sistematik tentang metode ini serta buruknya follow-up terhadap wanita yang menjalaninya. pemerintah membentuk sebuah institusi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 1970. KB termasuk kategori program yang masih dianggap aneh. Untuk mengelola program KB.000 wanita telah menjalani metode sterilisasi ini. Sejak itu. KB mulai diintegrasikan dengan kegiatan-kegiatan lain. sulit. Untuk lebih meningkatkan keberhasilan program. inflamasi. BKKBN juga telah lama menerapkan KB .9 Methylcyanoacrylate (MCA) merupakan zat perekat yang dipercaya dapat menghasilkan sterilisasi tuba melalui proses nekrosis. Angka kegagalan jangka panjang. Beberapa penelitian menunjukkan seringnya kegagalan teknis akibat terjadinya spasmus tuba sehingga menyebabkan pembentukan sumbat yang abnormal. Beberapa diantaranya dijelaskan berikut ini. Cara kerja penutupan tuba yang terjadi disebabkan oleh proses inflamasi dan fibrosis pada bagian intramural dari tuba.Para peneliti terus mencari kemungkinan untuk menggunakan berbagai zat yang dapat dimasukkan kedalam serviks guna menyumbat lumen tuba melalui sklerosis atau penutupan mekanikal. dosis optimal. Walaupun belum disahkan sebagai metode sterilisasi di negara manapun. serta angka kejadian komplikasi masih diperlukan sebelum metode ini dapat disetujui untuk digunakan secara luas.10 Peranan Pemerintah. Maka dari itu penyempurnaan proses pemasukan. Proses memasukkan MCA kedalam kedua tuba secara konsisten masih menjadi sebuah permasalahan yang belum terpecahkan. tabu.

Persoalan yang paling penting dan kadang diperdebatkan dalam Islam mengenai KB adalah soal penentuan jumlah anak. Untuk itu. Undang-Undang (UU) Negara dan moral Pancasila. akan menimbulkan berbagai masalah. tidak dibenarkan dalam Islam. Agama juga sering kali digunakan sebagai alasan untuk menolak penggunaan alat kontrasepsi. Pasalnya. kondom hanya ditawarkan kepada 16 persen klien ibu rumah tangga penderita Penyakit Seks Menular (PSM). Bahkan. Hal lainnya. beranggapan yakin bahwa IUD atau spiral mengurangi kenikmatan hubungan seksual. terutama dalam perawatan kehamilan dan kelahiran anak. Dua pribadi yang berbeda. sangat sulit melihat peran pria dalam kesehatan reproduksi. yang pada gilirannya merintangi pemenuhan hak reproduksinya.2 Di Indonesia. Ada sebagian kalangan yang menilai membatasi kelahiran dengan alasan takut tidak bisa menghidupi anak. dalam artian perempuan adalah pendamping setia yang sudah selayaknya bertanggung jawab seorang diri soal kesehatan reproduksi. KH.Mandiri. vasektomi sering dianggap dapat mengurangi kemampuan seksual. justru membuat mereka miskin informasi. sedangkan kondom membuat hubungan seksual menjadi hambar. Dalam pandangan Islam sebagaimana difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) pada Musyawarah Nasional MUI tahun 1983. dikatakan Ketua Umum MUI. MA Sahal Mahfudz. kendala yang paling sering menghampiri pasangan dalam rumah tangga adalah soal minimnya komunikasi. Sehingga KB dapat dilakukan oleh segenap lapisan masyarakat. jika disatukan tanpa perekat yang kuat berupa komunikasi yang kuat pula. Permasalahannya adalah faktor budaya yang justru memanjakan suami. Tak pelak lagi. dari 14 persen isteri yang meminta suami untuk memakai metode kontrasepsi pria. ditemukan suami-suami yang melarang pemakaian IUD sebagai alat kontrasepsi pilihan istri. termasuk diantaranya ketidaktahuan akan pemenuhan hak dan kewajiban reproduksi yang harus dilakukan suami. Kurangnya kesadaran pria dalam hal kesehatan reproduksi memang tidak terjadi begitu saja. 1. tidak dilibatkannya suami sebagai salah satu pihak yang berkepentingan dengan kesehatan reproduksi. hanya separuh yang bersedia. yakni bagi warga yang mampu untuk mendapatkan alat kontrasepsi melalui dokter atau bidan praktek swasta. Petugas kesehatan juga jarang melibatkan suami dalam konsultasi kesehatan. dari 50 dokter yang mengirimkan laporan bulanan. Dalam sebuah penelitian. Agama Islam membenarkan pelaksanaan KB untuk . KB dinilai sebagai suatu ikhtiar atau usaha manusia untuk mengatur kehamilan dalam keluarga secara tidak melawan hukum agama. Kenyataannya. Sementara bagi keluarga miskin masih menjadi tanggungan pemerintah.

1 Geraja Katolik menyatakan bahwa KB pertama-tama harus dipahami sebagai sikap tanggung jawab. namun tidak dilarang oleh Rasul. mereka bisa bertindak secara tanggung jawab dan tidak perlu merasa berdosa apabila menggunakan cara lain.29 Nama Pasien : Ni Made N Umur : 43 Tahun Jenis Kelamin : Perempuan Agama : Hindu . dikatakan telah dilakukan di zaman Rasulullah SAW. Pelaksanaan pengaturan kelahiran harus selalu memperhatikan harkat dan martabat manusia serta mengindahkan nilai-nilai agama dan sosial budaya yang berlaku dalam masyarakat. yakni mengeluarkan air mani di luar vagina istri atau yang lazim disebut saat ini sebagai senggama terputus. Namun saat umat Katolik tidak dapat melaksanakan cara tersebut (KB alamiah). Sejauh ini Gereja Katolik menganjurkan umat melaksanakan program KB dengan cara pantang berkala (tidak melakukan persetubuhan saat masa subur).menjaga kesehatan ibu dan anak. mengutip pedoman Pastoral keluarga tahun 1975 No. dan dapat dipertanggungjawabkan secara medis. sebagaimana dikatakan dalam dua buah hadis yang diriwayatkan masing-masing oleh Bukhori dan Muslim. Asal. seorang sahabat Rasul mengaku telah melakukan azal. Dalam masa itu. cara tersebut tidak merendahkan martabat suami atau istri. Para uskup Indonesia mendukung ajaran Paus dengan memberi anjuran hendaknya metode alamiah (KB Alamiah-pantang berkala) beserta segala perbaikannya lebih diperkenalkan dan dianjurkan. tidak berlawanan dengan hidup manusia (pengguguran dan pemandulan). termasuk cara pelaksanaan tanggung jawab itu. umat Katolik harus senantiasa bersikap dan berperilaku penuh tanggung jawab. 1 BAB III LAPORAN KASUS A. Mengenai penjarangan kehamilan demi alasan kesehatan ini. Identitas Penderita Nomor Registrasi : 28. Soal metode.26.21.

Gianyar.Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga Alamat : Br. dengan lama haid 5-7 hari. Adapun jumlah darah haid adalah sebanyak 1 kali ganti pembalut per harinya. Anamnesis Khusus Riwayat Menstruasi yMenarche umur 12 tahun. Desa Guwang. Sukawati. Bali Pekerjaan : Petani Tanggal Pemeriksaan : 19 Februari 2009 B. Gianyar. siklus haid dalam tiga bulan terakhir dikatakan teratur setiap 28 hari. Desa Guwang. yHari Pertama Haid Terakhir : 13 Februari 2009 Riwayat Pernikahan Menikah satu kali dengan suami sekarang sudah berjalan 14 tahun. Tatag. Sukawati. Anamnesis Keluhan Utama Ingin memasang IUD Anamnesis Umum Pasien datang ke poliklinik RSU Sanjiwani dengan tujuan ingin memasang kontrasepsi IUD. Keluhan dikatakan tidak ada. Tatag. Bali Suku/Bangsa : Bali/Indonesia Status : Menikah Nama Suami : I Nyoman Jati Umur : 50 tahun Alamat : Br. .

RS Sanjiwani. penyakit jantung. diabetes melitus. umur sekarang 7 tahun.7 °C (axilla) . Riwayat Penyakit Terdahulu Pasien mengaku tidak mempunyai riwayat penyakit yang berhubungan dengan kehamilan seperti penyakit asma. 3. RS Sanjiwani. BBL:3000 gr. Riwayat Kontrasepsi Pil KB (4 tahun) Pasien mengeluhkan merasa merepotkan untuk meminum pil tersebut setiap hari.Riwayat Persalinan 1. hipertensi. letak sungsang. BBL: 2850 gr. BBL:3000 gr. Keluhan lain dikatakan tidak ada. Pasien juga sering kali lupa meminumnya. Perempuan. Laki-laki. C. Perempuan. 2. Riwayat Penyakit dalam Keluarga Di keluarga tidak diketahui adanya riwayat sakit berat. RS Sanjiwani. Status present Keadaan umum : Baik Kesadaran : E4V5M6 Tekanan Darah : 120/80 mmHg Nadi : 84 kali/menit Laju Respirasi : 20 kali/menit Temperatur : 36. dan lain-lain. lahir spontan belakang kepala. lahir dengan SC. lahir spontan belakang kepala. umur sekarang 13 tahun. umur sekarang 4 tahun. Pemeriksaan Fisik 1.

Flx (-). tanda cairan bebas (-) Vagina Inspeksi: Flx (-). Thoraks : Jantung : S1S2 tunggal. reguler. ikterus (-).Tinggi badan : 155 cm Berat badan : 47 kg 2. Nyeri goyang (-) CUAF : b/c normal . Fl (-) Pembukaan serviks (-). livide (-). Abdomen : Sesuai status gynekologi Ekstremitas : Akral hangat : Ekstremitas atas +/+ Ekstremitas bawah +/+. murmur (-).rhonki (-)/(-). Fl (-) Pembukaan serviks (-). Pulmo : Vesikular (+)/(+).00 WITA. 3. Oedem : Ekstremitas atas -/Ekstremitas bawah -/-. Status gynekologi Abdomen Inspeksi : distensi (-) Palpasi : Nyeri tekan (-). Jaringan (-) Pemeriksaan Vaginal Toucher pukul 11. Status General Kepala : Mata : Anemia (-).wheezing (-)/(-).

Diagnosis Kerja Aseptor KB IUD E. Dari pemeriksaan fisik didapatkan Vital Sign dalam batas normal. Sebelumnya. Keluhan dikatakan tidak ada. D. Status general dalam batas normal. Rencana Kerja Rencana Diagnosa : konseling dan informed concern Rencana Terapi : yPasang IUD copper T yMedikamentosa: Amoxicillin 3 x 500 mg Asam mefenamat 3 x 500 mg Monitor : kontrol poliklinik 1 minggu kemudian KIE : jaga kebersihan BAB IV PEMBAHASAN Pasien merupakan wanita berusia 45 tahun dengan 3 orang anak. dimana anak terakhir berusia 4 tahun. Tidak ada keluhan fisik yang dirasakan .AP/CD : normal RESUME Wanita. Pasien telah 4 tahun menggunakan pil KB sampai sekarang. Dari pemeriksaan ginekologi tidak ditemukan adanya kelainan. 43 tahunn datang ke poliklinik RS Sanjiwani dengan tujuan memasang IUD. Pasien telah berkeluarga dan memiliki 3 orang anak. Menstruasi terakhir tanggal 13 Februari 2009. selama 4 tahun terakhir pasien menggunakan kontrasepsi jenis pil.

sesudah abortus. Namun Konseling sangat diperlukan untuk dapat memutuskan metode dan jenis kontrasepsi apa yang paling tepat bagi aseptor KB. dapat dipakai untuk jangka panjang. Pemasangan AKDR sebaiknya dilakukan sewaktu haid atau pada hari-hari haid akhir. tidak semua orang dapat menjalani tindakan tersebut. manfaat dan kerugiannya dari aspek agama. atau setiap waktu . pemilihan alat kontrasepsi harus berdasarkan tujuan dari pasien dengan memperhatikan usia dan riwayat obstetrinya yang dikenal dengan metose kontrasepsi efektif terpadu (MKET). Saat usia istri di atas 30 tahun. Alat kontrasepsi dalam rahim yang dipilih pasien memiliki efektifitas cukup tinggi dan dapat dipakai untuk jangka panjang. dan sehat. reversibilitas rendah. buruk. dianjurkan untuk mengakhiri kesuburan setelah mempunyai 2 anak.15 Pasien menyatakan dirinya belum siap untuk menggunakan kontrasepsi permanen ini. peserta KB yang bersangkutan tidak akan dapat memiliki keturunan lagi. Kontrasepsi yang sesuai ialah kontrasepsi mantap (tubektomi/vasektomi). bahagia. ekonomi. serta tidak menambah kelainan yang telah ada. serta bantulah klien menentukan pilihannya.selain merasa repot dengan keharusan meminum pil KB tersebut setiap harinya. Dengan konseling yang baik. Ciri kontrasepsi yang diperlukan memiliki efektifitas tinggi. yang salah satunya : uraikan kepada klien mengenai pilihannya dan beritahu apa pilihan reproduksi yang paling mungkin. Pamasangan dapat juga dilakukan sesudah melahirkan. dan sebagainya. Pasien saat ini ingin beralih menggunakan alat kontrasepsi dalam rahim dengan alasan lebih praktis. dengan kata lain kontap akan menghentikan kemampuan reproduksi seseorang. AKDR yang mengandung levonorgestrel bisa digunakan untuk jangka waktu 3 atau 5 tahun. Calon peserta harus memenuhi 3 syarat. Sedangkan Pil KB kurang dianjurkan karena usia ibu relative tua dan mempunyai kemungkinan timbulnya efek samping dan komplikasi. Sehingga AKDR ini dapat menjadi pilihan dalam jangka panjang. Tubektomi sebagai salah satu jenis kontrasepsi mantap (kontap). Dari bidang medis. Karena sifat kontap yang permanen. memiliki ciri khusus dibandingkan metode kontrasepsi lainnya yakni memiliki sifat permanen. Artinya bila tindakan kontap ini berhasil. Langkah-langkah konseling KB dikenal dengan moto ³SATU TUJU´. sosial. Sering terjadi seseorang dalam mengambil keputusan tidak menyadari sepenuhnya konsekuensi dari keputusan itu dan kemudian menimbulkan penyesalan. Oleh karena itu tindakan ini memerlukan persiapan yang relatif lebih lama daripada metode lainnya karena harus mempertimbangkan baik. hal tersebut dapat dihindari atau setidaknya dikurangi. yaitu sukarela. Pasien telah memenuhi kriteria untuk dilakukan kontrasepsi mantap (tubektami).

BKKBN. 2004.com/apotik_online/kontrasepsi. Denpasar.wikipedia.emedicine. 2009. 1. akan tetapi AKDR copper T sebaiknya diganti tiap 3 tahun. DAFTAR PUSTAKA 1. cetakan kelima. dan selanjutnya setiap 6 bulan. Edisi kedua. Ilmu Kandungan. William & Wilkins. eMedicine Tubal Sterilization. 2004. Suwiyoga K. 2001.org/wiki/Birth_control Accessed: Feb 20.aspx?MyID=2664 Accessed: Feb 20. Sklar Avi J.medicastore. Contraception and family planning. 1.selama siklus haid jika dapat dipastikan wanita tersebut tidak hamil. Keluarga Berencana dan Kependudukan. 1. Kontrasepsi. 2007.htm Accessed Feb 23. Jakarta 2000. Jakarta. Edisi 3 cetakan 1. Hal. Burkman RT. 2009.. Available at : http://www. On: Current Essential Obstetric and Gynecology. 1. Mansjoer A.id/Webs/DetailRubrik.350-369 1. Saifuddin AB. Universitas Udayana.bkkbn.medicastore.htm Acessed: Feb 20. 4. Pennsylvania. Available from: http://www. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setelah satu minggu pemasangan. hal:161-377.. 1. Available from: http://www. Last update August 7. editor. Serba-serbi Kontrasepsi. Available from: http://www.com/med/topic3313.htm Accessed: Feb 21. tiga bulan kemudian. Kontrasepsi. Dalam: Wiknjosastro H. Birth control. 579-596. 1.go. 2009. Medicastore. 1996. Dalam: Kapita Selekta Kedokteran. Dalam: Buku Ajar Keluarga Berencana. dkk. 2009.com/oc/serbaserbi. Rachimhadhi T. Tidak ada konsensus yang menyebutkan berapa lama AKDR boleh ditinggalkan dalam uterus. Kontrasepsi. Available from: http://en. Medicastore. Wikipedia. 2009. Albar E. Media Aesculapius. .

b)Persiapan alat.c ) P e r s iapan klien. diantaranya . terdiri atas alat medis dan non medis.

. Bila tidak sempat.:(1)Klien dianjurkan mandi sebelum mengunjungi tempat pelayanan.

anjurkan klien untuk membersih kan daerah perut bagian bawah. rambut kemaluan danvagina dengan sabun.( 2 ) B i l a menutupi daerah .

Pencukuran hanya apabilasangat menutupi daerah . rambut p u b i s cukup digunting (bukan/tidak dicukur).operasi.

( 3 ) Bila menggunakan elevator/ .operasi dan waktu pencukuran adalahsesaat sebelum operasi dilaksanakan.

sebaikny a dilakukan pengusapan larutan antiseptik (misalnyaProvid on iodine) pada servik dan vagina (terutama .manipulator r a h i m .

( 4 )Setelah pengolesan Providone Iodine pada k u l i t .klien masainterval). tunggu 12 menit agar yodium bebas .

d ) K e l e n g kapan klien dan petugas ruang o p e r a s i .yang dilepaskan dapatmembunuh mikroorganisme dengan baik. (1)Kli .

Bila tidak tersedia.dapat digunakan kain penutup yang bersih.(2)Operat or dan petugas .en menggunakan pakaian operasi.

memakai sarung tangan.kamar operasi harus dalam keadaansiap (mencuci tangan.topi dan masker) saat berada di ruang . berpakaian operasi.

bila lembab/ basah harus diganti.(4)Topi harus menutup .operasi.(3)Mask er harus menutupi mulut dan hidung.

(5)Sepa tu luar harus dilepas.rambut. yang khusus dipergunakan untuk ruang operasi.e ) P e n . ganti dengan sepatu/ sandaltertutup.

cegahan i n f e k s i (1)S ebelum p e m b e d a h a n (a )Operator atau petugas mencuci tangan denganmenggun .

akan larutan antiseptik.(b)Gunakan larutan antiseptik untuk . menggunakan pakaian operasidan sarung tangan steril.

(c)Usapan larutan antiseptik pada daerah operasi.membersihkan vaginadan servik. mulai daritengah kemudian meluas ke .

bersihkan daerah umbilikus dengan . Untuk klien pasca persalinan.daerah luar dengan gerakanmemutar hingga bagian tepi perut.

Tunggu 1-2 menit agar yodium bebas yang dilepaskan dapat membunuhmikro organosme dengan baik.baik.( 2 ) S e l a m a .

sarung tangan dan kain .(b)Pergu nakan instrumen.p e m b e d a h a n (a) Batasi jumlah kegiatan dan petugas di dalam ruang operasi.

penutupyang steril. (c)Kerjakan dengan ketrampilan dan teknik yang tinggi untuk menghindar i trauma dan .

komplikasi (perdarahan).( 3 ) Setelah p e m b e d a h a n (a) Sementara menggunakan sarung tangan. operator dan petugas .

(b)Lak ukan tindakan .ruang operasi harus membuang limbah ke dalamwadah yang tertutup rapat dan bebas dari kebocoran.

dekont aminasi dengan .dekontaminasi pada instrumen/ peralatanyang akan dipergunakan sebelum dilakukan pencucian.

5%.larutan klorin 0. lampu.(c)Lakukan tindakan dekontaminasi pada meja operasi.meja instrumen/ benda lain yang .

mungkin terkontaminasisel ama operasi dengan mengusapkan larutan klorin 0.5%.(d)Dilakuka n pencucian dan penatalaksanaan .

(e )Cuci tangan setelah melepas sarung tangan.f ) T i n d a kan dan pelaksanaan t u b e k t o m i (1) .instrumen sesuai prosedur.

(b)Pasang Wing Needle .Anestesi dan membuka dinding perut(a)Berikan obat anestesi Diazepam per oral.

(d)Lakukan tindakan asepsis pada lapangan operasi . berikan Pethidin 1mg/ kg BB.(c)Jika klien memerlukan tambahan sedasi.

yaknisekitar pusat dengan betadin atau yodium alkohol kemudiantutup dengan kain steril berlubang di tengah.(e)Suntikk an secara .

(f)Lakuk an insisi melintang pada kulit dan jaringan .infiltrasi anestesi lokal (lignokain 1%) pada tempat insisi. tunggu hingga anestesi bereaksi.

(g)Insisi lapis demi lapis sampai menembus peritoneumkemu dian peritoneum .subkutansepanjan g 2-3 cm tepat di bawah pusat.

dijepit dengan 2 klem. transluminasiunt uk identifikasi dan digunting selebar jari sehingga bisadimasuki jari telunjuk dan .

sebuah tampon tang. beritahu klien akandialakukan penyuntikan bahan anestesi . Masukkanlidoka in 1% dalam semprit 10 ml.

tarik refraktor .( 2 ) M e n c apai t u b a (a)Masukk an refraktor ke dalam rongga abdomen.(lakukan komunikasialih nyeri).

(b)Jepit tuba dengan pinset atau klem Babcock dan tarik pelanpelan keluar melalui lubang .kearah tuba yang akan dicapai.

sisihkan denganmemakai kasa bulat yang dijepit klem arteri .insisi sampai terlihatfimbria.(c )Bila tuba tertutup omentum atau usus.

(3)Oklusi/ penutupan TubaMenutup dinding perut (a)Periksa rongga abdomen (kemungkinan .dan posisi klienTrendelenber g.

(b)Jahit fasia dengan jahitan simpul atau angka 8 memakai benang kromic catgut .perdarahan ataulaserasi usus).

(d)Jahit kulit dengan jahitan simpul memakai benang .(c)Jahit subkutis dengan jahitan simpul memakai benang plain catgut nomer 0.nomer 1.

Perawatan pasca .sutranomer 0.(e)Tutup tempat jahitan dengan kasa larutan antiseptik danrekatkan dengan plester.

dipantau .tindakan(a)Berita hu pada klien bahwa prosedur tubektomi sudahselesai dan klien diminta untuk beristirahat.

(b)Ukur dan nilai tandatanda vital serta keluhan klien.danmendapat penjelasan di ruang pulih. buatlaporan prosedur dan hasil .

i.prosedur tubektomi.Kom plikasi yang mungkin terjadi dan penanganannyaT ubektomi seringkali menimbulkan .

rasa sakitdan . hematoma. antara laininfeksi luka.beberapa komplikasi. demam. emboli. luka pada kandung kemih.

perdarahan. Penjelasan . Masing-masing komplikasi tersebut memiliki cara penangana n yang berbedabeda.

tentang komplikasi dan penanganan lebih lanjut terlampir. j.Angk a Kegagalan Metode TubektomiMetod e kontrasepsi

tubektomi merupakan metode yang efektifitasnyacuk up tinggi, hal ini dapat dilihat dari angka kegagalannya yang

cukuprendah. Angka kegagalan metode tubektomi berdasarkan cara mencapai tubadan cara penutupan tuba terlampir.k.Kunj

baik minilap maupun kontap laparoskopi.ungan UlangKunjungan ulang dianjurkan pada setiap pasien yang dilakukan kontap. .

Waktukunjungan ulang berikutnya .Waktu kunjungan ulang pertamadilaksan akan pada minggu pertama sampai kedua pasca operasi.

(Winkjosastro. 2007 .yaitu 1 bulan sampai 3 bulan pasca operasi danselanjutnya 6 bulan sampai 12 bulan pasca operasi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful