BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang Keterdapatan bahan galian industry di bumi ini sangatlah banyak dan bermacam-macam, tidak dapat dipungkiri tentang kebutuhan manusia terhadap bahan galian industry yang ada karena hamper seluruh kegiatan manusia tidak lepas dari pemanfaatan dari bahan galian industry tersebut, tentu saja dalam pemanfaatanya harus dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu. Maka dari itu bahan galian industry yang sudah melalui proses pengolahan komplek akan memiliki nilai jual yang tinggi karena pemanfaatanya pun lebih luas. Batuan kalsit adalah salah satu jenis dari bahan galian industri golongan C,batuan kalsit sebagai batuan sedimen yang terbentuk dari terumbu karang pada zaman kapur,batuan ini memiliki unsur kimia ( CaCO3 ) dan merupakan komponen mineral karbonat dan memiliki porositas yang cukup tinggi untuk itu pada endapan kalsit sangat sulit menemukan air,karena air langsung masuk dalam tanah melalui pori – pori pada batuan tersebut dan terhenti pada dasar endapan. Batu kalsit pada umumnya berwarna putih dan bersifat basa,hasil pengolahan batuan kalsit dimanfaatkan sebagai pemutih kertas,penetral zat asam, campuran pada industri pupuk,campuran bahan pembuat semen, campuran dalam pembuat cat dan masih banyak lagi. Perlamparan kalsit tersebar luas di sepanjang jalur kapur dan berada didekat permukaan tanah karena sebagai batuan sedimen. Pemanfaatan batu kalsit ini tidak bisa terlepas dari proses pengolahan terlebih dahulu karena untuk memanfaatkanya paling tidak harus merubah bentuk alami dari batuan kalsit tersebut. Dengan menggunakan roll crusher maka bentuk dan ukuran dari batuan kalsit itu bisa di rubah

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

1

karena roll crusher adalah salah satu alat yang sering digunakan untuk meremuk atau merubah ukuran batuan. Dengan acuan tersebut maka penulis mencoba mengkaji pengolahan batu kalsit dengan menggunakan roll crusher agar menambah nilai ekonomi dan manfaatnya.

1.2.

Tujuan Penelitian Tujuan dilakukan penelitian adalah untuk mengindentifikasi prilaku roll yang

didasarkan pada kekasaran permukaan terhadap material umpan. Hal ini dilakukan karena terjadi resultan gaya tangensial dan gesekan pada permukaan roll dengan batuan saat proses peremukan, untuk itu agar mendapatkan gaya gesek yang meksimal maka:  Pemilihan bahan dasar roll harus sesuai dengan jenis material umpan.  Ukuran dimensi roll sesuai dengan diameter material umpan.  Kecepatan putaran roll harus stabil.

1.3.

Rumusan Masalah Masalah yang timbul saat ini adalah kemanpuan roll crusher dalam

memproduksi partikel pecahan batuan yang dihasilkan atau pada size reduction yang tidak sesuai. Masalah yang juga sering timbul adalah pada kecepatan produksi alat karena kurangnya gaya gesek pada permukaan roll yang halus maka kecepatan produksinya pun juga turun. Permasalahan yang dibahas dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: a. Bagaimana mengetahui produktifitas mesin roll crusher. b. Membuat dua buah roll dengan kekasaran yang berbeda.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

2

c. Bagaimana mengetahui perbedaan size reduction pada dua roll yang berbeda .

1.4.

Batasan Masalah Kegiatan penelitian pada proses pengolahan bahan galian dengan menggunakan

roll crusher hanya dilakukan pada : 1. Perbandingan kekasaran permukaan roll pada mesin roll crusher. 2. Berat total pada size reduction. 3. variable size reduction. 4. Menggunakan motor electric III fase dengan kecepatan putaran 1450 rpm sebagai penggerak nya. 5. Material yang digunakan batu kalsit dalam keadaan kering sebagai bahan uji.

1.5.

Metodologi penulisan Dalam penulisan tugas akhir ini,penulis menggunakan atau memakai beberapa

metode pengumpulan data yaitu: a. Metode observasi yaitu suatu metode dengan cara mengamati secara langsung ke lapangan untuk memperoleh data-data yang terkait dengan roll crusher b. Studi literatur yaitu suatu metode untuk mendapatkan data penunjang melalui referensi bahan-bahan bacaan berupa buku yang sesuai dengan pembahasan. c. Metode kominusi Yaitu metode yang dipakai untuk menghitung dan menentukan gaya yang bekerja pada alat.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

3

1.6.

Sistematika penulisan BAB I PENDAHULULUAN Bab ini membahas mengenai latar belakang, perumusan masalah,tinjauan dan manfaat, metodologi penulisan serta sistematika penulisan. BAB II BENTUK DAN CARA KERJA MESIN ROLL CRUSHER Bab ini berisi gambar mesin serta bagian-bagianya, spesifikasi dan cara kerja mesin. BAB III DASAR TEORI Bab ini berisi tentang landasan teori dan metode yang di gunakan dalam mendukung jalanya perencanaan dan pembahasan masalah. BAB IV PERHITUNGAN PADA HASIL KERJA MESIN ROLL CRUSHER Bab ini berisi perhitungan-perhitungan dari hasil kerja mesin roll crusher yang di utamakan pada bagian roll dan size reduction yang di hasilkan. BAB V PENUTUP Bab ini berisi semua hasil yang didapat dari penyusunan skripsi dan saransaran sebagai pelengkap dari penyusunan skripsi ini.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

4

2.1.Diagram Alir Diagram alir digunakan untuk membuat susunan skripsi agar lebih terarah,maka penulis membuat diagram alir sebagai berikut:

Start

Studi Pustaka

Studi pendahuluan

Studi Lapangan

Menentukan Tujuan Penelitian

Perumusan masalah

Pengumpulan Data

Tidak
Data Cukup

Ya
Penerapan Sisitem dan proses pengujian

Analisa Dan Perhitungan

Kesimpulan Dan Saran

Selesai

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

5

Keterangan diagram alir pada proses pembuatan susunan skripsi. 1. Mulai (start). Tahap ini adalah tahap persiapan untuk melakukan proses pengerjaan tugas akhir ini. Hal yang dipelajari pada tahap ini mualai dari latar belakang,tujuan dan manfaat dari hasil analisa mesin roll crusher. 2. Studi pendahuluan. Pada tahap ini dilakukan penentuan material umpan,pemilihan bahan dan mekanisme transmisi yang digunakan untuk itu penulis melakukan studi pustaka dan studi lapangan untuh mendapatkan informasi yang dibutuhkan. 3. Menentukan tujuan penelitian. Pada tahap ini dilakukan penentuan tujuan penelitian agar proses penelitian lebih terarah dan jelas pada tujuan dilakukan penelitian. 4. Perumusan masalah. Pada tahap ini dilakukan penentuan perumusan masalah dengan

memperhatikan. 5. Pengumpulan data. Pada proses ini dilakukan untuk menentukan batasan masalah dengan melakukan metode observasi yang dilakukan lansung di lapangan dan metode literature untuk mendapatkan data penunjang melalui referensi dari bahan buku bacaan. 6. Apakah data cukup. Disini hasil pengolahan data awal akan diamati apakah hasil dari pengumpulan data tersebut cukup atau tidak jika tidak maka akan dilakukan proses pengumpulan data ulang dan jika sudah cukup maka akan dilakukan penerapan system dan proses pengujian. 7. Analisa dan perhitungan Hasil dari proses pengolahan yang berupa size reduction akan dianalisa dan dilakukan perhitungan terhadap nilai berat dan ukuran material reduksi. 8. Kesimpulan.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

6

Pada tahap ini dilakukan penyimpulan terhadap hasil analisa dan perhitungan terhadap nilai berat dan ukuran material reduksi. 9. Akhir Tahap ini adlah penyelesaian dari semua kegiatan pengolahan terhadap sample batuan dan analisis terhadap size reduction batuan

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

7

BAB II MESIN ROLL CRUSHER DAN MATERIAL UMPAN 2.2. Tinjauan umum

2.2.1. Mesin roll crusher Ilustrasi mengenai mesin roll crusher akan di uas sedikit oleh penulis dalam bab ini,dan akan menjadi skripsi penulis.mesin yang akan diuraikan oleh penulis dalam bab ini adalah mesin yang digunakan untuk merubah ukuran batuan dari batu yang berukuran kerikil hingga menjadi ukuran pasiran hingga tingkat kehalusan yang bervariasi sesuai dengan kebutuhan yang dapat di pisahkan dan diketahui variabelnya dengan melakukan pengayakan. Mesin ini digerakan dengan motor electric III fase dengan kemampuan putaran 1450 rpm sebagai power pemutar yang diharapkan mampu digunakan untuk menggerakan mekanisme mesin tersebut sehingga mampu bekerja secara maksimal. Mekanisme mesin ini adalah batu kalsit yang ukuran kerikil akan dihancurkan atau di haluskan dengan dengan mesin roll crusher ini yang telah dimodifikasi atau dirubah ukuranya, material umpan akan di masukan dari bak material umpan yang ada dibagian atas dari mesin ini dan material reduction akan langsung jatuh dan keluar melalui jorongan yang ada di bagian bawah dari mesin tersebut. Untuk mendapatkan ukuran material yang sesuai ukuranya harus dilakukan pengayakan lebih lanjut,sehingga material reduction ini dapat di manfaatkan lebih lanjut. Kegiatan yang dilakukan di Tugas Akhir ini adalah dengan membandingkan hasil pengamatan di lapangan dengan teori serta rumus-rumus yang ada, kemudian menganalisa hasil dari pengolahan data dan memberikan alternatif solusi bagi pengguna roll crusher sebagai alat pemecah batu. Hasil yang diharapkan adalah , mendapatkan alat pemecah batu yang efektif untuk batu kalsit dengan ukuran tertentu,menggunakan permukaan roll yang kasar

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

8

untuk mendapatkan gaya gesek yang maksimal pada batuan. Sehingga tercipta alat pemecah batu kalsit yang sesuai dengan batu kalsit.

2.2.2. Material umpan Kalsit disini digunakan sebagai sample material umpan,kalsit pada umumnya memiliki warna putih dan sebagai batuan sedimen. Sifat fisika dari kalsit adalah bobot isi 2,71; kekerasan 3 (skala Mohs); bentuk prismatik; tabular; pejal; berbutir halus sampai kasar; dapat terbentuk sebagai stalaktit, modul tubleros, koraloidal, oolitik atau pisolitik. Warna kalsit yang tidak murni adalah kuning, coklat, pink, biru, lavender, hijau pucat, abu-abu, dan hitam. Penggunaan kalsit saat ini telah mencakup berbagai sektor yang didasarkan pada sifat fisik dan kimianya. Penggunaan tersebut, meliputi sektor pertanian, industri kimia, makanan, logam dan lainnya. Dilihat dari kejadiannya, kalsit secara umum berkaitan erat dengan batu-gamping dan aktifitas magma, namun berdasarkan data hasil penelitian baru diketahui di sepanjang pantai barat Sumatera, Jawa bagian selatan dan utara (sebagian kecil). Bentuk endapan dapat datar, bukit atau berupa lensa. Cadangan yang diketahui merupakan klasifikasi cadangan tereka di daerah Indarung (10,1 juta ton), Sumatera Barat (10 juta ton) dan Begelan di Kabupaten Purwokerto (0,1 Juta ton). Contoh batuan kalsit yang akan di gunakan sebagai sample material umpan.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

9

Bagian – bagian alat Roll crusher : 1. Roll Pada alat roll crusher mempunyai dua roll yang terbuat dari plat baja yang mempunyai diameter yang sama, yang berbentuk silinder dengan batang as yang berada pada tengah – tengah roll dan setiap ujung ass terdapat bearing untuk menopang putaran. Pada salah satu ujung roll terdapat roda gila yang dipasang pada kedua ujung ass.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

10

2. Kerangkah alat Kerangkah alat ini dibuat dari besi yang disambung dengan melakukan pengelasan.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

11

3. Penggerak Alat ini digerakkan dengan menggunakan motor listrik. Pada ujung ass motor dipasang pulley yang digunakan untuk menaruh V-belt yang disambungkan pada pulley yang ada pada roll sehingga roll dapat berputar. Motor electric

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

12

4. pulley Salah satu bagian transmisi dari mesin roll crusher ini adalah pulley yang ada pada motor pulley disini digunakan untuk menstransmisikan gerak dari motor ke roll yang dihubungkan dengan menggunakan V-belt .

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

13

Dimensi alat Di lihat dari samping

Dilihat dari depan

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

14

Dilihat dari belakang

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

15

BAB III DASAR TEORI

3.1.

BATUAN KALSIT Batuan kalsit adalah salah satu jenis dari bahan galian industri golongan

C,batuan kalsit sebagai batuan sedimen yang terbentuk dari terumbuh karang pada zaman kapur,batuan ini memiliki unsur kimia ( CaCO3 ) dan merupakan komponen mineral karbonat dan memiliki porositas yang cukup tinggi untuk itu pada endapan kalsit sangat sulit menemukan air,karena air langsung masuk dalam tanah melalui pori – pori pada batuan tersebut dan terhenti pada dasar endapan. Batu kalsit pada umumnya berwarna putih dan bersifat basa,hasil pengolahan batuan kalsit dimanfaatkan sebagai pemutih kertas,penetral zat asam, campuran pada industri pupuk,campuran bahan pembuat semen, campuran dalam pembuat cat dan masih banyak lagi. Perlamparan kalsit tersebar luas di sepanjang jalur kapur dan berada didekat permukaan tanah karena sebagai batuan sedimen. 1. Kalsit Kalsit adalah salah satu mineral yang penting, dalam keadaan biasa sudah dapat dibedakan atau memiliki perbedaan dengan mineral yang lainnya, dan seluruhnya terdapat pada batuan sedimen, metamorf dan batuan beku yang ada dikerak bumi. Didalam pembentukan batuan gamping dan marmer menjadikan bagian yang penting dari lapisan kulit bumi dan merupakan salah satu yang menyumbangkan simpanan karbon di planet ini.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

16

Kandungan yang ada pada batuan kalsit dapat digunakan untuk bahan bangunan, alat penggosok, bahan pupuk pertanian, bahan obat – obatan dan lain – lainnya. 2. Kalsit pada batugamping dan marmer Batugamping adalah batuan sedimen yang komposisi utamanya adalah kalsit. Batugamping terbentuk dari pengendapan zat kimia dari kalsium karbonat dan perubahan bentuk dari kerang, terumbuh karang, kotoran, dan reruntuhan alga menjadi kalsit selama proses diagenesa. Batugamping juga terbentuk pada deposit didalam gua dari pengendapan kalsium karbonat dan marmer adalah batuan metamorf yang terbentuk dimana batu gamping mendapatkan tekanan dan suhu yang tinggi. 3. Penggunakan kalsit dalam kontruksi bangunan Pada industri bangunan yang paling sering dimanfaatkan oleh konsumen yang tersusun dari kalsit adalah batugamping dan marmer. Batu ini juga digunakan pada canpuran adukan untuk meletakkan batuan sudah sejak ribuan tahun lalu. Balok – balok batu gamping adalah material utama yang digunakan sebagai penyusun piramid – piramid yang ada dimesir dan Amerika latin, saat ini batu gamping dan marmer yang kasar maupun yang sudah dipoles digunakan untuk bahan kontruksi yang mewah. Pada kontruksi yang modern memanfaatkan kalsit yang terkandung dalam batu gamping dan marmer digunakan pula untuk membuat semen dan pondasi beton. Material ini mudah dicampur, diangkut dan ditempatkan pada pembuatan cercahan material yang dapat mengeras untuk waktu yang lama. Beton digunakan untuk membuat jalan raya, jembatan, dinding dan bangunan yang lainnya.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

17

4. Digunakan untuk menetralkan asam Kalsit banyak digunakan sebagai penetral zat asam, selama ratusan tahun. Batugamping dan marmer setelah dihancurkan kemudian ditaburkan diladang akan menetralisir keasaman tanah dengan pemanasan untuk membuat gamping akan memberi reaksi yang sangat cepat terhadap tanah. Kalsit bisa digunakan untuk menetralkan asam pada industri kimia, pada suatu area dimana terdapat gangguan aliran sungai dari air asam tambang, maka batugamping yang sudah dihaluskan dan dicampurkan pada aliran tersebut untuk menetralkan air tersebut. Kalsium karbonat didapat dari batugamping dan marmer yang murni untuk digunakan sebagai bahan obat, campuran gula pasir dan penyedap rasa. Kalsium karbonat dibuat tablet kunyah digunakan untuk menetralisir keasaman perut, dan juga digunakan dalam campuran bahan obat untuk masalah pencernaan dan penyakit ringan. 5. Kalsium karbonat sorbents ( penyerap ) Sorbents adalah zat yang memiliki kemampuan untuk menangkap zat lain. Batugamping sering kali digunakan sebagai penyerap pada pembakaran bahan bakar fosil,kalsium karbonat bereaksi dengan SO2 dan gas yang lain pada emisi pembakaran, menyerap dan mencegah gas – gas tersebut masuk kedalam atmosfer 6. Gedung dan patung Marmer sangat menarik dan mudah untuk dikerjakan,sudah lama sekali digunakan untuk momumen dan pahatan. Dengan tidak adanya porositas didalamnya dapat memberikan bidang yang dingin pada ruangan dan kekerasan yang rendah sehingga mudah untuk dikerjakan juga banyak dikerjakan pada proyek kasar dalam pembuatan pyramid dan patung – patung kecil. Secara luas digunakan untuk batu nisan pada makam, pelapis lantai, meja, tangga dan yang lainnya

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

18

7. Kegunaan lain Dalam bentuk serbuk kalsit sering berwarna yang kecil dengan kwalitas yang dimilikinya kalsit sering digunakan sebagai pewarna atau pemutih. Kalsit sudah lama digunakan untuk pengkapuran dan juga digunakan untuk campuran bahan pewarna pada cat. Pembubukan batu gamping atau marmer sering juga digunakan sebagai suplemen pada makanan ternak. Ayam petelur dan sapi perah perlu mengkonsumsi kalsium dalam makanan. Dalam jumlah kecil kalsium karbonat sering ditambahkan dalam makanan untuk mempertinggi kalsium pada makanan tersebut. Kalsit memiliki kekerasan 3 skala mohs dan sementara dipakai sesuai dengan kekerasan yang rendah sebagai bahan – bahan gosok yaitu penghalus pada batu, porselin dan plastik dipermukaan pada dapur dan kamar mandi tetapi lebih tahan lama terhadap makanan dan juga pecahannya dapat diolah kembali, karena memiliki kekerasan yang rendah maka sangat efektif digunakan sebagai pembersih, sebab tiadak melukai bagian permukaan benda yang dibersihkan. Serbuk batu gamping juga digunakan keamanan pada debu peratambangan. Debu yang dapat menyala itu disemprotkan keatas dinding dan langit – langit pada penambangan batu bara bawah tanah untuk mengurangi debu batu bara yang ada di udara ( dimana dapat terjadi bahaya meledak ). Keamanan ini didapat karena debu yang melekat pada dinding terhalang dan terhenti sebagai debu batubara warna putih mambantu penerangan pada pertambangan. 8. Kalsit sebagai penyimpanan karbondioksida Karbondioksida adalah gas yang penting didunia ini, diatmosfir terdapat gas rumah kaca yang kerjanya sebagai penghalang dan menangkap panas yang mendekat kepermukaan planet ini. Pada proses pembuatan gamping

menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer dan tempat yang jauh dalam waktu

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

19

yang lama. Dalam jumlah besar batu gamping dan marmer dari ratusan ribu tahun yang lalu saat batuan ini mengalami perubahan iklim, digunakan untuk menetralkan zat asam, pemanasan untuk pembuatan semen atau perubahan berat dan mengembalikan gas karbondioksida keatmosfer.

3.2.

CRUSHER Crusher merupakan mesin yang dirancang untuk mengurangi besar batu ke batu

yang lebih kecil seperti kerikil atau debu batu. Crusher dapat digunakan untuk mengurangi ukuran atau mengubah bentuk bahan tambang sehingga dapat diolah lebih lanjut. Cruseher merupakan alat yang digunakan dalam proses crushing, Crushing merupakan proses yang bertujuan untuk meliberasi mineral yang diinginkan dari mineral pengotornya. Crushing biasanya dilakukan dengan proses kering, dan dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Primary crushing, secondary crushing, dan fine crushing. Primary crushing merupakan Merupakan peremukan tahap pertama, alat peremuk yang biasanya digunakan pada tahap ini adalah Jaw Crusher dan Gyratory Crusher. Umpan yang digunakan biasanya berasal dari hasil penambangan dengan ukuran berkisar 1500 mm, dengan ukuran setting antara 30 mm sampai 100 mm. Ukuran terbesar dari produk peremukan tahap pertama biasanya kurang dari 200 mm. Secondary Cruher merupakan peremukan tahap kedua, alat peremuk yang digunakan adalah Jaw Crusher ukuran kecil, Gyratory Crusher ukuran kecil, Cone Crusher, Hammer Mill dan Rolls. Umpan yang digunakan berkisar 150 mm, dengan ukuran antara 12,5 mm sampai 25,4 mm. Produk terbesar yang dihasilkan adalah 75 m. Fine crushing merupakan peremukan tahap lanjut dari secondary crushing, alat yang digunakan adalah Rolls, Dry Ball Mills, Disc Mills dan Ring Mills. Umpan yang biasanya digunakan kurang dari 25,4 mm.untuk memperkecil material hasil

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

20

penambangan yang umumnya masih berukuran bongkah digunakan alat peremuk. Material hasil dari peremukan kemudian dilakukan pengayakan atau screening yang akan menghasilkan dua macam produk yaitu produk yang lolos ayakan yang disebut undersize yang merupakan produk yang akan diolah lebih lanjut atau sebagai produk akhir, dan material yang tidak lolos ayakan yang disebut oversize yang merupakan produk yang harus dilakukan peremukan lagi.

3.3.

ROLLER CRUSHER Roll crusher dapat di klasifikasikan menjadi single roll crusher, double roll

crusher dan empat roll crusher, sesuai dengan jumlah rollnya.roll crusher dapat menghasilkan kinerja yang stabil,perawatan yang mudah dan biaya yang murah,ukuran out put dapat di sesuaikan untuk pemecah material untuk semen, metalurgi, kimia dan industri batubara. Kecepatan crushing tergantung pada kecepatan pemberian umpan (feed rate) dan macam reduksi yang diinginkan. RollCrusher, Alat ini terdiri dari dua silinder baja dan masing-masing dihubungkan pada as (poros) sendiri-sendiri. Silinder ini hanya satu saja yang berputar dan lainnya diam, tapi karena adnya material yang masuk dan pengaruh silinder lainnya maka silinder ini ikut berputar juga. Putaran masing-masing silinder tersebut berlawanan arah sehingga material yang ada diatas roll akan terjepit dan hancur. Bentuk dari roll crusher ada dua macam, yaitu :  Rigid Roll Alat ini pada porosnya tidak dilengkapi dengan pegas, sehingga kemungkinan patah pada poros sangat besar. Roll yang berputar hanya satu saja, tapi ada juga yang keduanya berputar.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

21

Spring Roll Alat ini dilengkapi dengan pegas sehingga kemungkinan porosnya patah sangat kecil sekali. Dengan adanya pegas maka roll dapat mundur dengan sendirinya bila ada material yang sangat keras, sehingga tidak dapat dihancurkan dan material itu akan jatuh. Diketahui diameter roll (D) dan diameter material (d), gaya normal (N), gaya tangensial (T) dan resultante (R) dari gaya normal dan gaya tangensial, nip angle (n), setting (s). Jika resultan arahnya ke bawah maka material akan dapat dihancurkan karena terjepit oleh roll. Hancurnya material dalam roll crushing dibedakan menjadi:

Choke Crushing Penghancuran material tidak hanya dilakukan oleh permukaan roll tetapi juga oleh sesama material.

Free Crushing Yaitu material yang masuk langsung dihancurkan oleh roll. Kecepatan crushing tergantung pada kecepatan pemberian umpan (feed rate) dan macam reduksi yang diinginkan.

3.3.1. Aplikasi dari bentuk dauble roll crusher Dauble roll crusher digunakan untuk bahan kasar dan peremukan kedua dri berbagai macam material, seperti : batu gamping, granit, biji basi, batubara dengan kerangka yang pendek dan rendah, cukup rapi dan memiliki sruktur yang simple, membuat barat dari keseluruan mesin dari pada crusher yang lain menjadi setengah sampai sepertiga dengan kapasitas yang sama. Oleh karena itu lebih banyak digunakan untuk portabel dan semi portabel secrening dan peremukan

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

22

3.3.2

Sistem transmisi mesin roll crusher 1. Motor electric

Motor elektrik adalah elemen mesin yang berfungsi sebagai tenaga penggerak. Pengguanaan motor elektrik disesuaikan dengan kebutuhan daya mesin. Motor elektrik pada umumnya berbentuk silinder dan dibagian bawah terdapat dudukan yang berfungsi sebagai lubang baut supaya motor listrik dapat dirangkai dengan rangka mesin atau konstruksi mesin yang lain. Poros penggerak terdapat di salah satu ujung motor listrik dan tepat di tengah-tengahnya Jika n1 (rpm) adalah putaran dari poros motor listrik dan T (kg.mm) adalah torsi pada poros motor listrik, maka besarnya daya P (kW) yang diperlukan untuk menggerakkan sistem adalah (Sularso, 2004) :
P (T / 1000)(2 n1 / 60) 102

T P  n 1 9  5 , 10 74
Dengan : P = Daya motor listrik (kW) T = Torsi (kg.mm) n1 = putaran pada motor

2.

Pulley dan V-belt

Pulley dan v-belt merupakan bagian mesin yang paling banyak digunakan pada suatu pembuatan mesin. Bentuk pulley maupun v-belt adalah sejajar dengan porosnya dan dapat digunakan untuk memindahkan daya mesin dengan kecepatan yang tetap ataupun berubah-ubah

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

23

Karena V – Belt pada umumnya dipaki untuk menurunkan putaran, maka perbandingan yang dipakai adalah perbandingan reduksi i ( i > 1 ) perbandingan yang terjadi dirumuskan sebagai berikut :

Dimana : N1 = putaran roda gesek penggerak N2 = putaran roda gesek digerakkan D1 = diameter pulley penggerak D2 = dimeter pulley digerakkan

3.

Kecepatan linier untuk V – Belt

Dimana: V = kecepatan linier V – belt ( d pulley = diameter pulley ( cm ) n pulley = putaran pulley ( rpm ) ⁄ )

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

24

4.

Gaya keliling yang timbul, F ( kg )

Dimana : F = gaya keliling ( kg ) N = putaran motor ( rpm ) 5. Torsi pada pulley

Torsi yang di hitung adalah torsi yang bekerja pada pulley sebagai fungsi waktu.

Dimana: T = torsi F = gaya keliling yang timbul (kg) D pulley = diameter pulley cm

3.3.3

Mekanisme Kerja Roller Crusher Roll Crusher adalah mesin pereduksi ukuran yang menggunting dan menekan

material antara dua permukaan yang keras. Permukan yang digunakan biasanya berbentuk roll yang berputar dan besi landasan yang diam, atau dua roll dengan diameter sama yang berputar pada kecepatan sama dan arahnya berlawanan. Permukaan roll bisa rata, berkerut atau bergigi. Untuk batubara dimana diperlukan rasio pereduksiannya tinggi dan hasil yang bagus, beberapa bentuk permukaan biasanya dipilih sekaligus. Roll crusher biasanya digunakan untuk mereduksi material yang keras. Karakteristik mesin peremuk tipe ini adalah termasuk berkecepatan rendah dan relati memiliki rasio reduksi yang rendah, berkisar 3 : 1 sampai
Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

8 : 1. karena memiliki
25

kecepatan rendah, maka laju keausan alat ini relatif rendah. Produk dari crusher tipe ini biasanya berbentuk butiran (gravel) dan sedikit yang berbentuk halus. Kandungan air yang pada material yang melebihi 5% akan menyulitkan operasi crusher, karena akan menyebabkan terjadinya penyumbatan – penyumbatan, terkecuali untuk roller crusher, karena itulah maka roller crusher lebih cocok untuk material yang bersifat plastis seperti tanah liat atau batu silica yang lembab. Menurut operasinya roller crusher dan gyratory crusher termasuk klasifikasi kontinyu sedangkan jaw crusher termasuk intermittent. Roll crusher terdiri dari dua macam yaitu single roll-crusher dan double rollcrusher.  Single roll-crusher Single roll-crusher biasanya digunakan untuk penghancuran primer. Mesin ini terdiri dari satu roll penghancur dan besi landasan yang melengkung. Besi landasan biasanya berada pada bagian atas untuk melewatkan material yang terperangkap tanpa merusak mesin. Kebanyakan single roll-crusher dipasang dengan pin penjepit atau bentuk lainnya untuk melindungi system pengendali. Rasio pereduksian pada crushing primer biasanya antara 4:1 dan 6:1. sedangakn untuk crushing seconder antara 200 mm dan 20 mm.  Double roll-crusher Double atau tripel stage single roll merupakan pengembangan dari ukuran pereduksian bentuk primer dan sekunder unit single. Double roll-crusher yang digunakan untuk crushing primer dapat mereduksi batubara run of mine di atas 1 m3 menjadi berukuran sekitar 350-100 mm, tergantung pada sifat batubara. Mesin ini dapat digunakan sebagai secondary raw-coal crusher, middling crusher atau produk sizing crusher. Secara luas digunakan untuk menghasilkan stok produk dimana kelebihan serbuk halus harus dihindari. Dari umpan yang berukuran 350 mm, Double roll-crusher dapat menghancurkan batubara yang berukuran 50 dan 20 mm. kapasitas semua double roll-crusher antara 10 – 2000 t/unit dengan konsumsi tenaga 5 – 100

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

26

KW. Double roll-crusher juga diproduksi dalam 3 dan 4 roll, 2 tingkat konfigurasi. Tingkat paling atas menghasilkan penghancuran kasar sedangkan tingkat bawah lebih halus pada unit triple roll bagian yang paling atas terdirir dari single roll-crusher, bagian yang lebih bawah terdiri dari double roll-unit. Pada four-roll unit, bagian atas dan bawah terdiri dari double roll unit.

3.4.

PRINSIP KERJA DARI DAUBLE ROLL CHUSHER

2.4.1. Diameter umpan maksimum Pada dauble roll pasangan plat baja pelapis permukaan terdapat pada 2 batang utama dengan putaran yang berlawanan dan membentuk bidang potong yang memiliki kemanpuan untuk menghancurkan material, batu utama langsung mengalirkan bahan material kedalam semua bagian dalam mekanisme kerja alat, baik single crusher atau double crusher tidak membatasi ukuran crushernya.setiap proses penggilingan material keluar melalui celah diantara 2 gigi plat dan sisi pada dinding gigi, pengayakan dan penggerusan adalah bagian akhir untuk membentuk hasil butiran. Hubungan antara diameter silinder (Roll) dan diameter rata-rata ukuran batuan yang dapat digiling, dinyatakan dengan rumus:

d = 0,0476 x D d = D = 3.4.2. Sudut potong Dalam memilih rollcrusher, maka ukuran material yang masuk dan produk yang diinginkan menentukan diameter dan jarak silinder. Reduction ratio dapat mencapai 4. Nip Angle pada Roll crusher ialah sudut yang dibentuk oleh kedua garis Diameter Partikel max Diameter silinder (cm) (cm)

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

27

singgung dari titik kontak antara partikel dengan kedua silinder. Nip Angle max. 330 24”, tetapi dalam prakteknya jarang lebih dari 250 nip Angle dapat dihitung dengan rumus: Cos½N = r + ½S

N = Nip Angle r = Radius D = Diameter d = Diameter silinder silinder Partikel

(o) (cm) (cm) (cm) (cm)

S = Jarak silinder 3.4.3. Kapasitas Roll Crusher

Kapasitas roller tergantung pada kecepatan roler, lebar permukaan roller, diameter dan jarak antara roller yang satu dengan lainnya. Roller biasanya digunakan untuk batuan lunak seperti shale, lempung dan material lengket sampai setengah keras. Kapasitas roller dinyatakan dengan rumus sebagai berikut : C = 0,0034 N x D x W x G x s dimana : N = jumlah putaran, rpm D = diameter roll (cm) W = lebar permukaan roll (cm) G = berat jenis material s = jarak antar roll (cm)

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

28

BAB IV PERHITUNGAN PADA HASIL KERJA MESIN ROLL CRUSHER

4.1.

SPESIFIKASI ALAT ROLL CRUSER YANG DIGUNAKAN

4.1.1. PENETAPAN UKURAN BAGIAN-BAGIAN ALAT Data-data yang diketahui: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Motor yang digunakan = motor electric III fase

Kemampuan putaran motor = 1450 rpm Diameter pulley penggerak = 7.5 cm Diameter pulley yang digerakan = 34 cm Diameter roll =17 cm Panjang roll = 20 cm Jarak antar roll = 0.2 cm

1. Menentukan putaran pulley

Dimana : n1 = putaran roda gesek penggerak n2 = putaran roda gesek digerakkan D1 = diameter pulley penggerak D2 = dimeter pulley digerakkan

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

29

Diketahui : D1 = 7.5 cm

n1 = 1450 rpm D2 = 34 cm

rpm

2. Daya pada motor

T P  n 1 9  5 , 10 74

Dengan : P = Daya motor listrik (kW) T = Torsi (kg.mm) n1 = putaran pada motor Dimana: T = 974522.291

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

30

n1 = 1450 rpm

P = 1450.77 watt

3. Kecepatan keliling pulley penggerak

Dimana : V1 = kecepatan linier V – belt ( d pulley = diameter pulley ( cm ) n pulley = putaran pulley ( rpm ) ⁄ )

Diketahui : d pulley = 0.075 cm n pulley = 1450 rpm

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

31

4. Menghitung gaya keliling yang timbul, F ( kg ) Gaya keliling pada motor:

Dimana : F = gaya keliling ( kg ) n = putaran motor ( rpm ) Diketahui : N = 1450 rpm V1 = 0.569125 cm/s

F = 259872.611 kg Gaya keliling pada roll:

Diketahui: n roll = 319.85 v=

F roll = 67440.36 kg

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

32

5. Menghitung torsi Nilai torsi pada pulley

Dimana: T = torsi F = gaya keliling yang timbul (kg) D pulley = diameter pulley cm

Diketahui: F = 259872.611 kg D1 = 7.5 cm

T = 974522.291 Nilai torsi pad roll:

T = 2208917.1935

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

33

6. Diameter umpan maksimum d = 0,0476 x D

d D

= Diameter Partikel max = Diameter silinder (cm)

(cm)

Diketehui : D = 17 cm

d = 0.0476 x D d = 0.0476 x 17 cm d = 0.8092 cm

7. Sudut potong Cos½N = r + ½s

N = Nip

Angle (o)

r = Radius silinder (cm) D = Diameter silinder d = Diameter Partikel S = jarak silinder (cm) (cm) (cm)

Diketahui : r = 8.5 cm D = 17 cm d = 0.8092 cm s = 0.2 cm

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

34

cos ½ N = 8.5 + ½ 0.2 cos ½ N =17.1 N=

8. Lebar permukaan roll W=2π Dimana : W = lebar permukaan roll π = 3.14 r = 8.5 cm W = 2 x 3.14 x W = 53.38 c

9. Kapasitas Roll Crusher C = 0,0034 N x D x W x G x s dimana : N = jumlah putaran, rpm D = diameter roll cm W = lebar permukaan roll cm G = berat jenis material s = jarak antar roll cm N = 1450 rpm

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

35

D = 17 cm W = 53.38 G = 2.71 s = 0.2 cm

C = 0.0034 x 1450 x 17 x 53.38 x 0.2

= 894.756

Kecepatan tangensial pada roll vt = dimana: vt : kecepatan tangensial r : radius silinder T = torsi silinder Diketahui: r = 17 cm T = 2208917.1935

vt =

vt = 2.4165

10. Gaya tangensial pada roll

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

36

Dimana : T roll = torsi pada roll r = radius roll

Ft = 259872.611

Terdapat dua kali pengujian material, pengujian pertama menggunakan roll dengan prmukaan yang halus dan pengujian yang kedua menggunakan roll dengan permukaan yang kasar. Pengujian dilakukan dengan material umpan yang sama yaitu batu kalsit dan dengan berat umpan yang sama pula yaitu 1000 gr. Waktu yang dibutuhkan untuk proses penggilingan tersebut tidaklah sama, pada roll halus dalam 1000 gr material umpan memerlukan 07.27 detik dan pada roll yang kasar memerlukan waktu 04.32 detik.

Tabel hasil percobaan

percobaan Material umpan (gr)

Material reduction (gr)

Waktu

Pembungkus (gr)

1 2

1000 1000

995.3 835

00:00:07:27 1.7 00:00:04:32 1.7

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

37

Table Variable pengayakan dari hasil penggilingan

no 1 2 3 4 5 6 7 8

Rpm

Ukuran ayakan 4,75 mm 2,36 mm 1,70 mm

Dengan roll halus( gr ) 238,6 251,4 126,6 92 87,3 56,1 60,1 69,6

Dengan roll kasar ( gr) 223.75 173.39 98.5 90.15 86.48 54.75 48.9 54.83

1450

8,50 µm 300 µm 150 µm 7,5 µm < 7,5 µm

Gambar dari material umpan yang digunakan sebagai bahan pengujian. Penggunaan material umpan yang digunakan adalah batu kalsit dengan ukuran diameternya kurang dari ( ≤ )1cm dan beratnya adalah 1000 gr

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

38

Material umpan yang telah ditimbang diletakan pada bak penampung material umpan yang ada dibagian atas pada mesin dan akan turun kebawah pada roll penggiling setelah penutupnya dibuka.

Setelah dilakukan proses penggilingan hasil reduksi di tampung pada tempat penampungan terlebih dahulu sebelum di lakukan proses penimbangan dan pengayakan. Tempat penampunga dipisahkan antara hasil pengolahan dengan menggunakan roll halus dan roll kasar agar dapat diketahui variable yang diperoleh dari dua percobaan tersebut.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

39

Hasil pengolahan dengan menggunakan roll halus.

Hasil pengolahan dengan menggunakan roll kasar.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

40

Untuk mengetahui variable yang didapat dari proses pengolahan maka dilakukan pengayakan. Pengayakan dilakukan dengan menggunakan ayakan yang terpisah dari kerangka mesin,hasil dari pengayakan kemudian diletakan pada tempat yang berbeda sesuai dengan ukuranya sehingga terbentuk 8 ukuran yang berbeda pula.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

41

Untuk mengetahui berat dari hasil ayakan tersebut, maka dilakukan penimbangan dari setiap hasil pengayakan yang telah dipisahkan sesuai dengan ukuranya.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

42

BAB V PENUTUP 4.1. Kesimpulan Dalam bab ini berisi uraian kesimpulan dari hasil analisa pengujian mesin roll crusher dengan sample material umpan batu kalsit. Adapun data-data dari hasil perhitungan dari proses reduction batu kalsit dengan menggunakan mesin roll crusher. 1. Mesin roll crusher menggunakan motor electric III fase dengan kecepatan putaran 1450 rpm. 2. Spesifikasi mesin roll crusher yang digunakan:  Menggunakan dua macam roll sebagai sebagai tempat penghancuran material yaitu roll dengan permukaan halus dan permukaan kasar  Roll yang halus memiliki permukaan yang rata pada permukaanya  Roll kasar memiliki lubang-lubang pada permukaanya dengan diameter lubang 1.2 cm dan kedalaman 0.2 cm Penggunaan roll yang berbeda pada mesin roll crusher akan menghasilkan size reduction yang berbeda pula begitu juga dengan waktu yang di butuhkan. Size reduction yang dihasilkan dengan menggunakan roll halus membutuhkan waktu 07:27 detik dan menggunakan roll kasar membutuhkan waktu 04:32 detik dalam mereduksi 1000 gr material umpan. Hasil yang diperoleh dari reduksi adalah 995.3 gr dengan menggunakan roll halus dan 835 gr dengan menggunakan roll kasar. Penggunaan roll kasar akan menghasilkan jumlah reduksi yang lebih sedikit di bandingkan dengan menggunakan roll halus ini disebabkan karena roll kasar memiliki factor kehilangan yang cukup besar, tetapi pada roll kasar memerlukan waktu yang cukup sedikit dalam proses reduksinya, hal ini karena roll kasar memiliki gaya gesek yang lebih besar daripada roll halus.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

43

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa factor gesekan berpengaruh besar terhadap size reduction terutama waktu yang diperlukan untuk mereduksi material umpan 4.2 Saran Dalam proses reduksi dengan menggunakan roll crusher terjadi factor kehilangan yang cukup besar jika menggunakan roll dengan permukaan yang kasar. Penulis memberikan saran agar selanjutnya pada proses pengolahan material dengan menggunakan roll crusher yang memiliki permukaan roll yang kasar hendaknya dilakukan metode yang mampu menekan factor kahilangan pada size reduction agar didapat hasil yang maksimal, sehingga mampu memberikan manfaat yang lebih basar dalam penggunaan roll crusher sebagai alat dalam mereduksi ukuran batuan.

Tugas Akhir-Teknik Pertambangan ITATS

44

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful