TUGAS

SISTEM PEMINDAHAN TENAGA
Defenisi Kopling dan Jenis-jenisnya

Nama Destra Amni
NIM 13839/09

Pendidikan Teknik Otomotif

Dosen Pembimbing Budi Dharmawan, S.Pd

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG PADANG 2010

2

Padang. Dalam makalah ini. bimbingan bahkan dari beberapa referensi yang telah di pelajari dan sumber-sumber lainya. 16 Oktober 2010 Penulis 3 .KATA PENGANTAR Dengan mengucap syukur kehadirat Allh SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-nya. penulis memperoleh bantuan. Dosen Fakultas Teknik Jurusan Otomotif Akhirnya dengan segala kerendahan hati yang tulus penulis berharap skripsi ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca dan pihak-pihak yang bersangkutan. penulis sampaikan ucapan terima kasih kepada: 1. S. sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah dengan judul “Defenisi Kopling dan Jenis-jenisnya” Maksud dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi dan melengkapi salah satu syarat dalam dalam mata kuliah sisitem pemindahan tenaga. oleh karena itu dengan kerendahan hati. Bapak Budi Dahrmawan.Pd (sebagai dosen mata kuliah ini) 2.

.................................................................................................. 5 BAB II Kajian Teori........................................ 25 4 .....................................................................................................................................................................................................................................................DAFTAR ISI Kata Pengantar........ 23 BAB IV Penutup.............................. 4 Latar Belakang.................................................... 6 Materi........................................... 6 BAB III Perumusan Masalah............................................................................................................................................. 3 BAB I Pendahuluan........ 2 Daftar Isi....................................... 24 Daftar Pustaka............................................

BAB I A. Oleh karena itu jangan terus menerus mengantungkan kopleng. fungsi dari kopling yaitu untuk memutuskan dan menghubungkan putaran dari mesin ke poros penerus dan terus keroda sehingga mobil dapat berjalan karna itu gesekan antara komponen kopling pn tidak terhindar karena penekanan pedal menggantung. Terutama di sistem kopling. Mahasiswa Destra Amni 13839/2009 5 . PENDAHULUAN Kejadian kejadian banyak terjadi pada kendaraan apabila perbaikan itu tidak teratur atau perawatan servis tidak berkala. Sehingga perawatan kopling harus dapat perawatan yang baik apabila terjadi kejadian yang menjanggal di komponen kopling.

Jadi mahasiswa bisa mempelajari komponen kopling di bawah ini dan menjadi pedoman agar supaya kendaraan kendaraaan atau engine terjaga dengan baik. LATAR BELAKANG Mahasiswa dapat mempelajari kajian tentang sistem pemindahan tenaga dengan adanya makalah yang saya buat ini terutama pada sistem kopling yang bekerja pada mekanisme engine di kendaraan yang gunanya supaya transmisi tidak terjadi dengan kejutan yang membuat mesin mati atau kerusakan komponen gear gear didalam transmisi itu sendiri. 6 .B.

MATERI Defenisi Kopling dan Jenis-jenisnya Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft). Tanpa kopling. 1. Kopling harus dapat mentransmisikan daya sepenuhnya dari poros 3. Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah: 1. Kopling Tetap 2. 3.BAB II A. sulit untuk menggerakkan elemen mesin sebaik-baiknya. Kopling harus sederhana dan ringan 4. Mampu mencegah terjadinya beban kejut. Kopling harus dapat mengurangi kesalahan hubungan pada poros Kopling ditinjau dari cara kerjanya dapat dibedakan atas dua jenis: 1. Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih. Dengan adanya kopling pemindahan daya dapat dilakukan dengan teratur dan seefisien mungkin. Kopling harus mudah dipasang dan dilepas 2. Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan dari elemen lain. Mampu menahan adanya kelebihan beban. Untuk perencanaan sebuah kopling kita harus memperhatikan kondisi-kondisi sebagai berikut: 1. 2. Kopling Tak Tetap 7 . dimana putaran inputnya akan sama dengan putaran outputnya. KAJIAN TEORI Di bawah ini mahasiswa bisa memahami tentang prinsip kerja komponen kopling B.

Kopling tetap selalu dalam keadaan terpasang. Kopling kaku Kopling kaku dipergunakan bila kedua poros harus dihubungkan sumbu segaris. Kopling flens tempa 2. Kopling karet ban c. Kopling universal Kopling universal digunakan bila kedua poros akan membentuk sudut yang cukup besar. Kopling flens luwes b. Kopling tetap terbagi atas: /4/ 1. Kopling gigi e. untuk memisahkannya harus dilakukan pembongkaran. Kopling luwes Kopling luwes ( fleksibel ) memungkinkan adanya sedikit ketidaklurusan sumbu poros yang terdiri atas: a. dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada satu garis lurus atau dapat sedikit berbeda sumbunya. 8 . Kopling universal hook b. Kopling bus b. Kopling universal kecepatan tetap Kopling universal digunakan bila poros penggerak dan poros yang digerakkan membentuk sudut yang cukup besar. Kopling rantai 3. kopling ini terdiri atas : a. terdiri dari: a.Kopling Tetap Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip). dan dipakai pada poros mesin dan transmisi umum di pabrik-pabrik. Kopling flens kaku c. Kopling karet bintang d.

Kopling Fluida Penerusan daya dilakukan oleh fluida sehingga tidak ada hubungan antara kedua poros. Kopling Fluida sangat cocok untuk mentransmisikan putaran tinggi dan daya yang besar. Demikian pula pada waktu terjadi pembebanan lebih . penggerak mula tidak akan terkena momen yang akan melebihi batas kemampuan. 9 . Keuntungannya adalah getaran dari sisi penggerak dan tumbukan dari sisi beban tidak saling diteruskan.

Kopling cakar. Kopling juga dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut dalam keadaan diam maupun berputar tanpa harus menghentikan putaran dari poros penggerak. Kopling tak tetap meliputi: 1. Kopling cakar spiral 10 . Kopling cakar persegi b.Kopling Tidak Tetap Kopling tidak tetap adalah kopling yang digunakan untuk menghubungkan poros penggerak dan poros yang digerakkan dengan putaran yang sama saat meneruskan daya. terdiri dari: a.

c. Kopling kerucut d. Kopling pelat. Kopling friwil 2. • • Menurut jumlah pelatnya: Kopling pelat tunggal Kopling pelat banyak 11 . terdiri dari: a.

Menurut pelumasannya: • Kopling pelat kering • Kopling pelat basah 12 . Menurut cara pelayanannya: • Kopling pelat cara manual • Kopling pelat cara hidrolik • Kopling pelat cara pneumatik c.b.

Kedua sisi plat kopling dilapisi dengan bahan yang memiliki koefesien gesek tinggi. sehingga terjadi penerusan daya melalui gesekan antara sesamanya. dapat dihubungkan dan dilepaskan dalam keadaan berputar karena itu kopling ini sangat banyak dipakai. • Pelat Kopling Kopling berbentuk bulat dan tipis terbuat dari plat baja berkualitaas tinggi. Bahan gesek ini disatukan dengan plat kopling dengan menggunakan keling (rivet). Konstruksi kopling ini cukup sederhana.roda penerus juga berfungsi sebagai dudukan hampir seluruh komponen kopling. 13 . Komponen Utama Kopling • Roda Penerus Selain sebagai penstabil putaran motor.Secara umum kopling pelat adalah kopling yang menggunakan satu pelat atau lebih yang dipasang diantara kedua poros serta membuat kontak dengan poros tersebut.

bantalan bola diikat pada bantalan luncur yang akan bergerak maju/mundur pada sambungan. Mekanisme Penggerak Komponen penting lainnya pada kopling ialah mekanisme pemutusan hubungan (tuas tekan). tutup dan tuas penekan. mekanisme ini di lengkapi dengan bantalan bola. pelat penekan dilengkapi dengan sejumlah pegas spiral atau pegas diaphragma. sisi lainnya mempunyai bentuk yang disesuaikan dengan kebutuhan penempatan komponen kopling lainnya. jumlah pegas (kekuatan tekan) disesuikan dengan besar daya yang harus dipindahkan. • Unit Plat Penekan Sebagai satu kesatuan dengan plat penekan. Pegas digunakan untuk memberikan tekanan terhadap pelat tekan.• Pelat Tekan Pelat tekan kopling terbuat dari besi tuang. salah satu sisinya (sisi yang berhubungan dengan plat kopling) dibuat halus. sisi ini akan menekan plat kopling dan roda penerus. pelat kopling dan roda penerus.pelat tekan berbentuk bulat dan diameternya hampir sama dengan diameter plat kopling. Bantalan bola yang dilengkapi dengan permukaan tekan akan mendorong tuas 14 .

Rumah Kopling Rumah kopling terbuat dari besi tuang atau aluminium.tekan. rumah kopling umumnyamempunyai daerah terbuka yang berfungsi sebagai saluran sirkulasi udara. rumah kopling menutupi seluruh unit kopling dan mekanisme penggerak. 15 .

fluidapada sistem akan meneruskan daya ini keselinder pada unit kopling. selain secara mekanik. sehingga pedal kopling kembali ke posisi semula. sebagai mekanisme pelepas hubungan.Cara Kerja Kopling Pada saat pedal kopling ditekan/diinjak. Pada saat pelat tekan bergerak mundur. pada saat pedal kopling ditekan. dan piston silinder unit kopling akan mendorong tuas. bantalan luncur akan menarik plat tekan melawan tekananpegas. pemilihan sistem yang digunakan disesuikan dengan kebutuhan. pelat kopling terlepas. digunakan booster untuk memperkecil daya tekan pada pedal kopling. Pada sistem hidrolik. sistem hidrolik dan hidrolik booster adalah sama.pelat kopling akan menarik bantalan luncur. 16 . pegas kopling akan mendorong pelat tekan maju dan menjepit pelat kopling dengan roda penerus dan terjadi perpindahan daya. perbedaannya adalah pada sistem hidrolik booster . ujung tuas akan mendorong bantalan luncur kebelakang. maka batang penerus akan mendorong piston pada master silinder kopling. pelat kopling terbebas dari roda penerus dan perpindahan daya terputus. secara umum. bila tekanan pedal kopling dilepas. Sekarang sudah banyak digunakan sistem hidrolik dan booster. Pada saat pelat tekan bergerak kedepan. dan seperti pada sistem mekanik.

17 .sehingga penerusan daya dari motor ke transmisi terputus. bila sudah terlalu tipis. Kebocoran sistem hidrolik akan mengganggu proses pelepasan hubungan. Pemeliharaan Gangguan pada sistem kopling relatif kecil.salah satu penyetelan yang dilakukan hanya pada gerak bebas kopling. periksa kondisi pelat kopling. ganti pelat kopling. bila gerak kerja pedal kopling telah terlalu dalam. Cara kerja sistem hidrolik ini sama seperti cara kerja pada sistem rem.

cm] [hp] [rpm] N [kgf.cm] C kendaraan mobil.cm] 71620 = konstanta korelasi satuan • Teori Gesek Mr = C . sehingga dapat dibuat persamaan : Mr = Mb + Mh Dimana : Mr = Torsi gesek Mh = Torsi percepatan Nilai Mh dapat dihitung dengan persamaan : Mh = 71620 n Dengan : Mh N N = Torsi maksimum = Daya maksimum = putaran poros [kgf. harga ini berkisar antara 2-3 untuk Harga torsi gesek didapat dari hubungan : 18 . Pada keaadan terhubung tidak terjadi slip dan putaran kedua poros sama dengan putaran awal poros penggerak. Momen ini bekerja dalam waktu tr sampai putaran kedua poros sama.Rumus-rumus yang Digunakan • Torsi maksimum Kopling plat gesek bekerja karena adanya gaya gesek (U) dengan terjadinya momen puntir pada poros menyebabkan permukaan. = Konstanta Harga C dapat dipilih dari tabel pada lampiran.cm] Mb = momen puntir poros transmisi [kgf.cm] [kgf. Mh Dengan : Mr = Torsi gesek [kgf. sehingga yang di gerakkan.

n.tr r 11 90 Dimana : Ar Mr n tR = Kerja gesek = Torsi gesek = Putaran = Waktu penyambungan / slip [kgf. dam waktu terjadinya slip yaitu : Ar = M .cm] [rpm] [detik] 1910 = Faktor korelasi satuan Harga daya gesek dapat ditentukan dari hubungan kerja gesek dengan frekuensi penggunaan kopling. putaran.Kerja Gesek dan Daya Gesek Kerja gesek ditentukan dari hubungan antara torsi. yaitu : d = 71. j. 4 19 .z 2 7x1 0 4 Dimana : Nr = Daya gesek z 27×104 = Faktor korelasi satuan Diameter Rata-rata Plat Gesek Diameter rata-rata plat gesek ditentukan dengan menggunakan persamaan untuk diameter rata-rata. yaitu jumlah penekanan atau pelepasan kopling persatuan waktu yaitu : Nr = Ar . .5 Dengan :     NR  1/ 2  b K T .cm] [kgf.n    d   [hp] = Frekuensi penekanan kopling dalam satu jam 0.

dan ini adalah koefisien gesek bahan permukaan pelat gesek yang kita pilah. Y Dimana : F = Luas bidang tekan Y [cm2] = Faktor koreksi luas permukaan akibat pengurangan luas alur 20 .d .v 2.3. maka jika harga KT tidak berbeda jauh dengan pemilihan harga awal dan harga K U masih berkisar antara 2-8 maka rancangan ini dapat dilanjutkan : KT = KU = Kecepatan tangensial adalah : v = N f . gaya ini dipengaruhi oleh koefisien gesek sebesar μ = 0.M r b.d.1000 b. j.d .d = Diameter rata-rata pelat b d [cm] = Ratio antara lebar pelat terhadap diameter rata-rata KT = Parameter koefisien gesek n = Putaran Pengujian Harga KT dan KU Untuk memeriksa apakah harga KT dan KU masih dalam batas-batas yang diizinkan setelah adanya pembulatan-pembulatan dalam perhitungan.b.d 2 .n 6 0 Luas Bidang Tekan Tekanan permukaan terjadi akibat adanya gaya tekan yang mengenai satuan luas bidang tekan.j. j 1/ 2 π. Luas bidang tekan sama dengan luas permukaan pelat dan dapat diperoleh dari hubungan : F = π.

N R p d dt [kgf/cm2] [cm3] Dimana : LB = Umur pelat gesek Vv = Volume keausan Qv = Keausan spesifik 21 [jam] [cm3] .M r µd . Pada lampiran tebal tertulis harga-harga tekanan untuk bahan pelat gesek. diameter rata-rata. sedangkan untuk menghitung volume keausan digunakan rumus : Vv = F. koefisien gesekan dan luas bidang tekan : p = 2. Umur pelat gesek ditentukan dari hubungan antara volume keausan spesifik dan gaya gesek. Hubungan antara tekanan maksimum dan tekanan rata-rata adalah : Pmax = Umur Pelat Gesek Daya saing pelat gesek sangat ditentukan oleh umur dari pelat gesek itu.F . Dimana : p = Tekanan permukaan rata-rata = Koefisien gesek = Luas bidang tekan [kgf/cm2] [cm2] μ F Tekanan Maksimum Permukaan Tekanan permukaan maksimum digunakan untuk memilih pelat gesek yang cocok dan aman.Tekanan Rata-rata Permukaan Tekanan rata-rata dicari dari hubungan torsi maksimum.Sv Dengan : Vv = Volume keausan F = Luas permukaan bidang tekan [cm2] [cm] Sv = Batas keausan Umur pelat gesek akhirnya dapat ditentukan dari persamaan : LB = Vv Qv .

bk + Dimana : [m2] π . temperature kerja kopling adalah : t = tL+∆t dengan : t = Temperatur kerja kopling tL = Temperatur lingkungan ∆t = Kenaikan temperature Semua parameter dalam satuan °C. sementara itu kenaikan temperatur dapat diketahui dengan persamaan : 632 .dk.a K ∆t = Dengan : FK = Luas permukaan bidang pendingin ɑK = Koefisien perpindahan panas [kkal/m°C. karena apabila melewati batas yang diizinkan akan menyebabkan pelat gesek cepat sekali aus sehingga umur kopling akan lebih pendek.5+6(vk)3/4 22 .jam] luas permukaan bidang pendingin dapat diketahui dengan rumus : FK = π. dari rumah kopling dapat diketahui dari hubungan berikut : ɑK dengan : = 4.N R FK . Temperature kerja kopling dipengaruhi oleh koefisien perpindahan panas dari rumah kopling. dk 2 − di 2 4 ( ) dk = Diameter terluar atau diameter rumah kopling [cm] bk = Lebar rumah kopling [cm] koefisien perpindahan panas. luas perpindaha panas dan temperature sekeliling.Temperatur Kerja Plat dan Kopling Temperature kerja kopling harus memenuhi temperature yang diizinkan.

N R Fk . Gaya yang dialami oleh setiap paku keeling didapatkan dengan menggunakan persamaan berikut : Fk = Dengan : Fk = Gaya yang diterima masing-masing paku keeling MR = Torsi gesek Z = Jumlah paku keeling Dimensi paku keeling diketahui dengan menggunakan persamaan berikut : d = dengan : Fk = Gaya yang diterima masing-masing paku keeling 4.n 60 vk = Kecepatan tangensial rumah kopling [m/det] maka kenaikan temperatur dapat dihitung dari hubungan sebagai berikut : ts = dengan : NR = Daya gesek Fk = Luas permukaaan bidang pendingin Ak = Koefisien perpindahan panas Pemasangan Paku Keling Paku keeling yang dipasang pada pelat gesek dan pelat penghubung berfungsi untuk meneruskan putaran pelat gesek ke pelat penghubung dan seterusnya ke HUB.d k .14 632 .Fk τ.vk = π.3. dan selanjutnya keporos. Untuk perhitungan pemasangan paku keeling didapat dengan menggunakan perhitungan berikut.M R Z τ = Tegangan geser material paku keeling BAB III PERUMUSAN MASALAH 23 .a k 2.

t 2 b Ki = Konstanta pegas untuk steel bellivelle spring T E = Tebal pegas = Modulus elastisitas BAB IV 24 .π. Tegangan ini dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut : τ Dengan : = Mt 2.r 2 .a. Tengangan yang terjadi pada pegas ini didapat dari persamaan berikut : 2 σ = Ki . Analisis Pegas Pegas berfungsi sebagai peredam getaran dan penahan gaya permukaan terhadap pelat gesek. = Panjang pegas r = Diameter pegas Analisis Tegangan Pada Pegas Diafragma Pada rumah kopling terdapat pegas diafragma yang berbentuk cincin (bellivelle spring) pada pegas ini terdapat gaya P yang dapat melakukan pemasangan dan palepasan kopling.h Mt = Momen torsi maksimum h b. Pada pegas ini bekerja momen torsi yang mengakibatkan tegangan geser.E. Pegas ini juga berfungsi sebagai penerus daya dari HUB kepelat.

PENUTUP Demikianlah makalah ini sayabuat agar bermakana dan dapat di terapkan pada komponen sebenarnya dan sebagai referensi untuk kita semua dan terima kasih juga atas dosen pembimbing yang mengajarkan saya apa itu tentang kopling. 25 .A.

B.google. DAFTAR PUSTAKA Beberapa referensi buku engine step dan buku buku otomotif Pustaka UNP http//:www.com 26 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful