TUGAS MATA KULIAH

BELAJAR DAN PEMBELAJARAN
JUDUL MAKALAH

BELAJAR

Disusun Oleh :
Andi Lala ACB 110 047 Wandi Aprianto ACB 110 023 Randi Adiatma P. M. ACB 110 030 Mita Karola ACB 110 073 Yeni Vera Kristini ACB 110 076

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA JURUSAN PENDIDIKAN MIPA FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS PALANGKARAYA 2012

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat limpahan rahmat dan karunia-Nyalah sehingga makalah Belajar dan Pembelajaran dengan judul Belajar ini dapat diselesaikan dengan baik. Makalah ini merupakan hasil kerja

penyusun dengan melakukan tinjauan pustaka baik melalui buku dan sumber-sumber lainnya di internet. Akhirnya, penyusun berharap dengan kehadiran makalah ini dapat membantu semua pihak dalam mengetahui tentang belajar. Kami menyadari adanya keterbatasan, kekurangan ataupun ketidaksempurnaan dalam penyusunan makalah ini. Oleh karena itu kami senantiasa berharap kritik, saran, masukan ataupun usulan yang membangun dari semua pihak dalam perbaikan makalah yang akan datang. Palangka Raya, Maret 2011

Penyusun

i

............... 22 23 24 ii ................................... Rumusan Masalah........................... B........................................ C........................................................ E......... Kesimpulan ......................................................................... Batasan Masalah .......... A................................................................................................................... Saran ....... Cara Belajar yang Baik .................................................................................. D..................................... ....................................................................................................... A...................................... Latar Belakang Masalah ............. C........................... D................. Tujuan Belajar .............. Pengertian Belajar .................................... Teori-teori pokok belajar ......... Prinsip-prinsip belajar. DAFTAR ISI .....DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........ 1 1 1 2 2 3 BAB II KAJIAN TEORI DAN PEMBAHASAN .................. E............................................................... i ii 1 A........................................... 3 5 11 12 14 22 BAB III PENUTUP.......................................... B.......................................................................................................... Metode Penulisan .................................................... BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................... Tujuan Penulisan .................................. B................................................... DAFTAR PUSTAKA................

BAB I PENDAHULUAN A. mampu melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar dengan baik supaya tercapai tujuan dari pendidikan itu sendiri. Batasan Masalah Dalam makalah ini materi yang akan dibahas tentang pengertian belajar. agar para guru dapat membimbing siswa untuk dapat belajar lebih baik. yang berada dalam ruang lingkup pendidikan dan tidak membahas materi di luar masalah yang diangkat. terarah. Rumusan Masalah Adapun rumusan masalah yang diambil dalam makalah ini adalah : 1. teori-teori belajar. Apa pengertian dari belajar? 2. Apa saja teori-teori pokok belajar? 3. Bagaimana cara belajar yang baik? C. prinsipprinsip belajar serta tentang cara belajar yang baik. dikarenakan berbagai faktor. tujuan belajar. Oleh karena itu dalam makalah ini akan dibahas mengenai belajar dan bagaimana belajar yang baik itu. Apa prinsip-prinsip belajar? 5. pada tujuan dan dilaksanakan untuk mencapai tujuan. Apa tujuan dari belajar? 4. 1 . B. Latar Belakang Masalah Pendidikan dan pengajaran adalah suatu proses yang sadar tujuan. Dalam pelaksanaannya para siswa cenderung pasif dan tidak memiliki keinginan untuk belajar. pengembangan kecakapan belajar. Untuk mencapai tujuan pendidikan itu diharapkan guru dan siswa sebagai komponen yang penting dalam dunia pendidikan. Maksudnya tidak lain bahwa kegiatan belajar mengajar merupakan suatu peristiwa yang terikat.

Cara Belajar yang Baik E. Teori-teori pokok belajar 3.buku dan mencari lewat internet yang berkaitan dengan penulisan makalah.D. Pengertian belajar 2. Prinsip-prinsip belajar 5. Tujuan belajar 4. Tujuan Penulisan Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui: 1. 2 . Dalam metode penulis membaca buku. Metode Penulisan Penulis mempergunakan metode kepustakaan.

Nasution. to follow direction. 3. 5.BAB II PEMBAHASAN BELAJAR A. Geoch mengatakan: learning is a change in performance as a result of practice. 2. to read. to listen. Harold Spears memberikan batasan: learning is to observe. belajar sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu menggunakan panca indranya. 6. 3 . Notoatmodjo. Cronbach memberikan definisi: learning is shown by a change in behavior as a result of experience. 4. Ahmadi A. belajar adalah dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar atau bila kelakuannya berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi daripada sebelum itu. Ernest H. belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia.. Pengertian Belajar Usaha pemahaman mengenai makna belajar ini akan diawali dengan mengemukakan beberapa definisi tentang belajar. Hilgard. Ada beberapa definisi tentang belajar. antara lain dapat diuraikan sebagai berikut : 1. 7.. to imitate. belajar adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan. Cronbach. belajar adalah bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara berperilaku yang baru berkat pengalaman dan latihan.. Oemar H. 8. to try something themselves. 9. belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup.

ketrampilan. konsep ataupun teori. yang mungkin berwujud pribadi. belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian sebagaimana dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respon tingkah laku yang baru nyata dalam perubahan ketrampilan. 11. Dalam hal ini terkandung suatu maksud bahwa proses interaksi itu adalah: 4 . Dalam hal ini yang dimaksudkan belajar berarti usaha mengubah tingkah laku. yang menghasilkan perubahan-perubahan dalam pengetahuan. kebiasaan. dilihat dalam arti luas ataupun terbatas/khusus. 12. dan sikap. Snelbecker. fakta. pemahaman. Dalam pengertian luas. Noehi Nasution.10. Secara umum. baik yang dilihat secara mikro maupun secara makro. belajar adalah suatu aktivitas mental/psikis hanya berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan. kesanggupan. belajar adalah suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil terbentuknya respon utama. dan sikap-sikap. Di samping definisi-definisi tersebut. Winkel. belajar adalah harus mencakup tingkah laku dari tingkat yang paling sederhana sampai yang kompleks dimana proses perubahan tersebut harus bisa dikontrol sendiri atau dikontrol oleh faktor-faktor eksternal. belajar boleh dikatakan juga sebagai suatu proses interaksi antara dari manusia (id-ego-super ego) dengan lingkungannya. belajar dimaksudkan sebagai usaha penguasaan materi ilmu pengetahuan yang merupakan sebagian kegiatan menuju terbentuknya kepribadian seutuhnya. yang mendefinisikan: “ belajar adalah berubah”. Kemudian dalam arti sempit. ada beberapa pergertian lain dan cukup banyak. dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya perilaku baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau adanya perubahan sementara karena suatu hal. belajar dapat diartikan sebagai kegiatan psiko-fisik menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. 13. Selanjutnya ada. Whiterington.

American Heritage Psychology secara lebih luas memerinci belajar sebagai:    To gain knowledge. kesiapan untuk memperoleh pengalaman. menghafalkan). 5 . James O. dan b. dapat kita simpulkan hal-hal pokok belajar adalah sebagai berikut. apa yang dikemukakan oleh para ahli itu berbeda-beda pendiriannya dan berlain-lainan titik tolaknya. Latihan atau praktik tersebut terjadi karena usaha B. To fik in the mind or memory: memorize (perpaduan antara berpikir dan mengingat. or mastery through experience or study (bertambahnya pengetahuan dan keahlian melalui pengalaman belajar). Mereka beranggapan bahwa hasil percobaannya akan dapat diterapkan pada proses belajar-mengajar untuk manusia. Dengan demikian.   Perubahan dengan mendapatkan kecakapan baru . Proses internalisasi dari sesuatu ke dalam diri yang belajar. „‟Learning may defined as the process by which behaviour originates or is altered through training or experience. Wittaker mendefinisikan belajar sebagai proses ketika tingkah laku ditimbulkan atau diubah melalui latihan atau pengalaman. To acquire through experience.” Berdasarkan definisi-definisi di atas. Teori tentang Belajar Pada mulanya teori-teori belajar dikembangkan oleh para ahli psikologi dan dicobakan tidak langsung kepada manusia di sekolah melainkan menggunakan percobaan dengan binatang. Selanjutnya. dengan segenap panca indera ikut berperan.a. comprehension. Dilakukan secara aktif.

Menurut teori ini memang mudah atau sukarnya suatu pemecahan masalah itu tergantung pada pengamatan. Adapun timbulnya insight itu tergantung hal-hal berikut : 6 . Association theory dan lain-lain. Ilmu Jiwa Gestalt dan Ilmu Jiwa Asosiasi. 1. Sebab keberadaanya keluruhan itu juga lebih dulu. Masingmasing daya dapat dilatih dalam rangka untuk memenuhi fungsinya. Insight ini diperoleh kalau seseorang melihat hubungan tertentu antara berbagai unsur dalam situasi tertentu. Teori-teori ini kemudian berkembang pada suatu stadium yang berdasar atas prinsip Conditioning. Teori Belajar Menurut Ilmu Jiwa Gestalt Teori ini berpandangan bahwa keseluruhan lebih penting dari bagianbagian/unsur. maka seseorang yang belajar itu akan berhasil. Menurut aliran teori belajar itu. Teori Belajar Menurut Ilmu Jiwa Daya Menurut teori ini. yakni pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. teori Ilmu Jiwa Daya. Untuk melatih suatu daya itu dapat digunakan berbagai cara atau bahan. Dalam kegiatan pengamatan keterlibatan semua panca indra itu sangat diperlukan. Penelitianpenelitiannya yang tertuang dalam berbagai teori yang berbagai macam jenisnya. Teaching Machiness. 2. ada yang mereka sebut dengan : Programmed text. melainkan hasil dari pembentukan daya-daya itu. Dalam hal ini secara global ada tiga teori yakni.Pada tingkat perkembangan berikutnya. jiwa manusia terdiri dari bermacam-macam daya. Kalau sudah demikian. Sehingga dalam kegiatan belajar bermula pada suatu pengamatan. seseorang belajar jika mendapakan insight. baru para ahli mencurahkan perhatiannya pada proses belajar-mengajar untuk manusia di sekolah. Yang penting dalam hal ini bukan penguasaan bahan atau materinya.

Belajar hanya berhasil. bukan ibarat suatu bejana yang diisi. b. e. Manusia berkembang sebagai keseluruhan sejak dari kecil sampai dewasa. motivasi memberi dorongan yang menggerakan seluruh organisme. social. dalam situasi-situasi yang bersamaan yang telah dilatih. karena belajar berarti akan mendapatkan pengalaman itu mempermudah munculnya insight. c. c. Kesanggupan. Dari aliran ilmu jiwa Gestalt/keseluruhan ini memberikan beberapa prinsip belajar yang penting. d. h. dengan banyak latihan akan dapat mempertinggi kesanggupan memperoleh insight. f. antara lain : a. emosional. b. apabila tercapai kematangan untuk memperoleh insight. d. Baru setelah mengadakan percobaan-percobaan. sering seseorang tidak dapat memecahkan suatu masalah. g. Belajar merupakan suatu proses bila seseorang itu aktif. Latihan. Belajar akan berhasil kalau ada tujuan. Pengalaman. Belajar adalah penyesuaian diri dengan lingkungan.a. 7 . Trial and eror. Tidak mungkin ada belajar tanpa ada kemauan untuk belajar. maksudnya kesanggupan atau kemampuan intelegensia individu. lengkap dengan segala aspek-aspeknya. tetapi juga secara fisik. dan sebagainya. Taraf kompleksitas dari suatu situasi. semakin kompleks semakin sulit. Manusia bereaksi dengan lingkungannya secara keseluruhan. Belajar adalah perkembangan kearah differensial yang lebih luas. e. tidak hanya secara intelekstual.

dan sebaliknya kurang erat atau bahkan bisa lenyap kalau disertai perasaan tidak senang. 3) Law of exercise atau law of use and disuse Hubungan stimulus dan respons akan bertambah erat kalau sering dipakai dan akan berkurang bahkan lenyap jika jarang atau tidak pernah digunakan. sehingga individu yang belajar harus berulang kali mengadakan percobaan sampai respons itu muncul dengan tepat. hubungan antara stimulus dan respons itu akan menjadi terbiasa dan otomatis. a. yaitu Teori Konektionisme dari Thorndike dan Teori Conditioning dari Pavlov. Berkat latihan yang terus menerus. Thorndike mengemukakan beberapa prinsip atau hukum diantaranya sebagai berikut: 1) Law of effect Hubungan stimuslus dan respons akan bertambah erat kalau disertai dengan perasaan senang atau puas. dasar belajar itu adalah asosiasi dari kesan panca indra (sense impression) dengan impuls untuk bertindak (impuls to action). Teori Belajar Menurut Ilmu Jiwa Asosiasi Ilmu Jiwa Asosiasi berprinsip bahwa keseluruhan itu sebenarnya terdiri dari penjumlahan bagian-bagian atau unsur-unsurnya. belajar adalah pembentukan antara stimulus dan respons. Dengan kata lain.3. kemungkinan besar respons yang tepat itu tidak segera tampak. Teori Konektionisme Menurut Thorndike. 2) Law of multiple response Dalam situasi problematic. 8 . antara aksi dan reaksi. Mengenai hubungan antara stimulus dan respos tersebut. Dari aliran ini ada dua teori yang sangat terkenal.

Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan kita itu adalah kontruksi (bentukan) kita sendiri. maupun Asosiasi. sering terdapat kemungkinan bermacammacam respons. Persamaannya itu antara lain mengakui adanya prinsip-prinsip berikut ini : 1) Dalam kegiatan belajar. Dalam praktik kehidupan seharihari pola seperti itu banyak terjadi. Teori Konstruktivisme Disamping teori-teori tersebut. Gestalt. ketiganya ada beberapa persamaannya. Von Glaserferd menegaskan bahwa pengetahuan 9 . 4. air liur pun mulai keluar. penting juga untuk diketahui mengenai “teori konstruktivisme". begitu lampu merah maka akan berhenti. Melihat ketiga teori belajar yang dirumuskan menurut Ilmu Jiwa Daya. Demikian juga kalau seseorang naik kendaraan di jalan raya. ternyata memang berbeda-beda. b. Bentuk kelakuan ini pernah dipelajari oleh Pavlov dengan percobaan kepada anjing. Bentuk kelakuan ini pernah dipelajari berkat conditioning.4) Law of assimilation atau Law of analogy Seseorang dapat menyesuaikan diri atau memberi respons yang sesuai dengan situasi sebelumnya. Teori Conditioning Kalau seseorang mencium bau sate atau bau makanan lainnya. Namun demikian sebagai teori yang berkaitan dengan kegiatan belajar. Seseorang akan melakukan sesuatu kebiasaan karena adanya suatu tanda. motivasi merupakan faktor yang sangat penting 2) Dalam kegiatan belajar selalu ada halangan/kesulitan 3) Dalam belajar memerlukan aktivitas 4) Dalam menghadapi kesulitan.

Makna diciptakan oleh siswa dari apa yang mereka lihat. Teori-teori belajar dari psikolohi humanistis. a. 10 . Belajar bukanlah kegiatan mengumpulkan fakta. Sehubungan dengan itu ada beberapa ciri atau prinsip dalam belajar (Paul Suparno. b. Teori behavioristik b. Jadi menurut teori konstruktivisme. tetapi pengembangan pemikiran dengan membuat pengertian baru. Selain teori-teori di atas ada beberapa teori lagi yaitu . Teori-teori belajar dari psikologi kognitif c. Teori humanistis Ketiga aliran psikologi pendidikan di atas tumbuh dan berkembang secara beruntun. d. dengar. tetapi lebih hendak melihat bagaimana proses kita menjadi tahu tentang sesuatu. Teori-teori belajar dari psikologi behavior b. 1997) yang dijelaskan sebagai berikut : a. dan c. Kontruksi makna adalah proses yang terus menerus. dari periode ke periode berikutnya. Seseorang yang belajar membentuk pengertian.bukanlah suatu tiruan dari kenyataan. rasakan dan alami. c. belajar adalah kegiatan yang aktif di mana si subjek belajar membangun sendiri pengetahuan. Tetapi pengetahuan selalu merupakan akibat dari suatu konstruksi kognitif kenyataan melalui kegiatan seseorang. Bettencourt (1989) menyimpulkan bahwa kontruktivisme tidak bertujuan mengerti hakikat realitas. Teori konitif. Subjek belajar juga mencari sendiri makna dari sesuatu yang mereka pelajari. Belajar berarti mencari makna. Dalam setiap periode perkembangan aliran psikologi tersebut bermunculan teori-teori tentang belajar yaitu : a. Hasil belajar dipengaruhi oleh pengalaman subjek belajar dengan dunia fisik dan lingkungannya.

11 . 2. 4. egois. tidak lagi cengeng dan sudah mau bergaul dengan teman-temannya. pelayaran dan sebagainya. berbahasa Inggris menjadi bisa semuanya dan tidak mengetahui keadaan bulan jadi mengetahui dan sebagainya. dan sebagainya.C. ilmu pengetahuan. Tujuan Belajar Belajar dapat didefiniskan. Dalyono:2009:49-50) Menurut Sardiman A. dari negatif menjadi positif. Belajar bertujuan untuk mengubah sikap. keluyuran. seperti merokok. Untuk mendapatkan pengetahuan Hal ini ditandai dengan kemampuan berpikir. bangun lambat. menulis. Dari pengertian tersebut dapat diambil kesimpulan : 1. tujuan belajar ada tiga jenis. Belajar bertujuan menambah pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu. tetapi setelah beberapa bulan masuk sekolah dasar berubah menjadi anak yang baik. keterampilan dan sebagainya. minum-minuman keras. kebiasaan. Dengan kata lain. bermalas-malasan dan sebagainya. cengeng. tidak hormat menjadi hormat. sikap. misalnya seorang anak kecil yang tadinya sebelum memasuki sekolah bertingkah laku manja. jasa. berhitung. Cara menghilangkan ialah belajar melatih diri menjauhkan kebiasaan buruk dengan modal keyakinan dan tekad bulat harus berhasil. dari yang buruk menjadi baik.(M. teknik. 5. M. tidur siang. 1. kesenian. Dengan belajar dapat mengubah keterampilan. benci menjadi sayang dan sebagainya. Belajar bertujuan mengubah kebiasaan. Pemilikan pengetahuan dan kemampuan berpikir sebagai yang tidak dapat dipisahkan. perikanan. pertanian. misalnya tidak bisa membaca. “Suatu usaha atau kegiatan yang bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri seseorang mencakup perubahan tingkah laku. Belajar bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri antara lain tingkah laku. misalnya olahraga. 3.

guru harus lebih bijak dan hati-hati dalam pendekatan. Prinsip-Prinsip Belajar 1. transfer of values. Kematangan Jasmani dan Rohani Salah satu prinsip utama belajar adalah harus mencapai kematangan jasmani dan rohani sesuai dengan tingkatan yang dipelajarinya. yaitu dengan banyak melatih kemampuan. Tujuan inilah yang memiliki kecenderungan lebih besar perkembangannya di dalam kegiatan belajar. sebaliknya kemampuan berpikir akan memperkaya pengetahuan. Pembentukan Sikap Dalam menumbuhkan sikap mental.tidak lain. perilaku dan pribadi anak didik. Pembentukan sikap mental dan perilaku anak didik. juga memerlukan suatu keterampilan. semua memerlukan banyak latihan. Jadi pada intinya. tujuan belajar itu adalah ingin mendapatkan pengetahuan. tetapi betul-betul sebagai pendidik yang akan memindahkan nilai-nilai itu kepada anak didiknya. bukan soal kosa kata atau tata bahasa. 3. Kematangan jasmani 12 . Demikian juga mengungkapkan persaan melalui tulis dan lisan. Untuk ini dibutuhkan kecakapan dalam mengarahkan motivasi dan berpikir dengan tidak lupa menggunakan pribadi guru itu sendiri sebagai contoh atau model. Jadi soal keterampilan yang bersifat jasmani maupun rohani. Oleh karena itu. tidak akan terlepas dari soal penanaman nilai-nilai. guru tidak sekadar “pengajar”. Sardiman (2010:28) D. tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikir tanpa bahan pengetahuan. Keterampilan memang dapat dididik. keterampilan. dan penanaman sikap mental nilai-nilai. Penanaman konsep dan keterampilan Penanaman konsep atau merumuskan konsep. 2.

Sebaliknya. mental maupun perlengkapan belajar. Memahami Tujuan Setiap orang yang belajar harus memahami apa tujuannya. akibatnya tidak memperoleh hasil belajar yang baik. 2. 13 . sementara kesiapan mental. 4. 3. Prinsip ini sangat penting dimiliki oleh orang belajar agar proses yang dilakukannya dapat cepat selesai dan berhasil. memiliki minat dan motivasi yang cukup untuk melakukan kegiatan belajar. Ulangan dan latihan Prinsip yang tidak kalah penting adalah ulangan dan latihan. Belajar tanpa kesungguhan akan memperoleh hasil yang kurang memuaskan.yaitu telah sampai pada batas minimal umur serta kondisi fisiknya telah cukup kuat untuk melakukan kegiatan belajar. Memiliki Kesiapan Setiap orang yang hendak melakukan kegiatan belajar harus memiliki kesiapan yakni dengan kemampuan yang cukup baik fisik. Belajar tanpa kesiapan fisik. Sesuatu yang perlu diulang agar meresap dalam otak. belajar dengan sungguh-sunguh serta tekun akan memperoleh hasil yang maksimal dan penggunaan waktu yang lebih efektif. Memiliki Kesungguhan Orang yang belajar harus memiliki kesungguhan untuk melaksanakan. sehingga dikuasai sepenuhnya dan sukar dilupakan. Kesiapan fisik berarti memiliki tenaga cukup dan kesehatan yang baik. Sebaliknya belajar tanpa diulang hasilnya akan kurang memuaskan. mental dan perlengkapan akan banyak mengalami kesulitan. kemana arah tujuan itu dan manfaat bagi dirinya. Selain itu akan banyak waktu dan tenaga terbuang dengan percuma. 5.

2. Belajar dengan pengertian akan lebih bermakna daripada belajar dengan hafalan. di samping faktor yang ada di dalam diri orang itu sendiri. E. 10. 8. Keberhasilan belajar ditentukan oleh banyak faktor. Belajar harus berorientasi pada tujuan yang jelas 2. Cara Belajar yang Baik Menentukan bagaimana cara-cara belajar yang baik bukanlah soal yang mudah. Belajar memerlukan adanya kesesuaian antara guru dan murid. 9. Belajar memerlukan kemampuan dalam menangkap intisari pelajaran itu sendiri. maka kita akan menemukan metode belajar yang efektif. Belajar secara keseluruhan akan lebih berhasil daripada belajar secara terbagibagi. Metode keseluruhan lawan bagian (whole versus part method) 14 . Proses belajar akan terjadi bila seseorang dihadapkan pada situasi problematik 3. Metode keseluruhan kepada bagian (whole to part method) Di dalam mempelajari sesuatu kita harus memulai dahulu dari keseluruhan.Menurut Thursan Hakim dengan berpedoman pada prinsip-prinsip belajar. Dr. kemudian baru mendetail kepada bagian-bagiannya. Proses belajar memerlukan metode yang tepat. Prinsipprinsip belajar tersebut adalah sebagai berikut: 1. seperti berikut : 1. 6. Belajar merupakan proses yang kontinu (berkelanjutan) 5. Rudolf Pintner mengemukakan sepuluh macam metode di dalam belajar. 7. Belajar memerlukan kemauan yang kuat. 4. banyak pula faktor yang berasal dari luar individu itu sendiri.

seperti keterampilan. Metode campuran antara keseluruhan dan bagian (mediating method) Metode ini baik digunakan untuk bahan-bahan pelajaran yang skopnya luas. Jangka waktu belajar (leght of practice periods) Dari hasil-hasil eksperimen ternyata bahwa jangka waktu (periode) belajar yang produktif seperti menghafal. Jangka waktu yang lebih dari 30 menit untuk belajar yang benar-benar memerlukan konsentrasi perhatian relatif kurang atau tidak produktif. menulis. geografi. mempelajari unit-unit pelajaran tertentu. Metode resitasi (recitation method) Resitasi dalam hal ini berarti mengulangi atau mengucapkan kembali (sesuatu) yang telah dipelajari. 4. oleh karena itu. dan bahan kuliah lain pada umumnya. 15 . dsb. untuk belajar yang produktif diperlukan adanya pembagian waktu belajar. mengerjakan soal hitungan.Untuk bahan-bahan pelajaran yang skopnya tidak terlalu luas. Jangka waktu tersebut di atas tidak berlaku bagi mata pelajaran yang memerlukan „pemanasan‟ pada permulaan belajarnya seperti untuk belajar sejarah. adalah antara 20-30 menit. 5. mengetik. seperti misalnya tata buku. lebih tepat digunakan metode bagian. dan sebagainya. dsb. akunting. Pembagian waktu belajar (distribution of practice periods) Dari berbagai percobaan telah dapat dibuktikan. Metode ini dapat digunakan untuk semua bahan pelajaran yang bersifat verbal maupun non verbal. mengetik. membaca buku cerita pendek. untuk bahan-bahan yang bersifat non verbal. 6. tepat dipergunakan metode keseluruhan seperti menghafal syair. 3. dsb. atau yang sukar-sukar. ilmu filsafat. bahwa belajar yang terusmenerus dalam jangka waktu yang lama tanpa istirahat tidak efisien dan tidak efektif.

10. mungkin generalisasi itu tepat dan benar. Hasil-hasil eksperimen yang telah dilakukan tidak mempunyai cukup bukti untuk menolak ataupun membenarkan generalisasi tersebut. Namun. Di dalamnya terdapat korelasi negatif antara kecepatan memperoleh suatu pengetahuan dengan daya ingatan terhadap pengetahuan itu. metode ini sebenarnya kurang baik karena hasilnya lekas dilupakan lagi segera setelah ujian selesai. Akan tetapi. Kecepatan belajar dalam hubungannya dengan ingatan Kita mengenal ungkapan quick learning means quick forgetting. 8. di dalam diri kita seolah-olah merupakan unit-unit yang selalu berkaitan satu sama lain. Menghafal (cramming) Metode ini berguna terutama jika tujuannya untuk dapat menguasai serta mereproduksi kembali dengan cepat bahan-bahan pelajaran yang luas atau banyak dalam waktu yang relatif singkat seperti misalnya belajar untuk menghadapi ujian-ujian semester atau ujian akhir. maka untuk jangan sampai lekas lupa atau hilang sama sekali. 9. Retroactive inhibition Berbagai pengetahuan yang telah kita miliki itu. Proses seperti ini di dalam psikologi disebut retroactive inhibition. untuk bahan-bahan pelajaran yang lain tidak dapat dipastikan kebenarannya. terjadi adanya penolakan 16 . dalam belajar perlu adanya “ulangan” atau review pada waktu-waktu tertentu atau setelah/pada akhir suatu tahap pelajaran diselesaikan. bahkan sering pula yang satu mendesak atau menghambat yang lain.7. untuk bahan pelajaran yang kurang mempunyai arti. Inhibition berarti larangan atau penolakan. pada waktu terjadi proses reproduksi di dalam jiwa kita. atau dengan kata lain pada waktu terjadi proses berpikir. Membatasi kelupaan (counteract forgetting) Bahan pelajaran yang telah kita pelajari seringkali mudah dan lekas dilupakan. Jadi.

dalam arti beberapa mata pelajaran dipelajari dalam suatu waktu sekaligus. 3. 2. disarankan agar dalam belajar jangan mencampur aduk. Bahan-bahan dalam buku bukan hanya untuk di mengerti kata demi kata atau kalimat demi kalimat. Untuk menghindari jangan sampai terjadi retroactive inhibition tersebut. Belajarlah membaca dengan baik Kepandaian membaca sangat diperlukan untuk memperoleh pengetahuan dan mengerti benar-benar apa yang dibacanya. Untuk itu diperlukan adanya jadwal atau time schedule dalam belajar yang harus ditaati secara teratur. Untuk 17 . sama-sama diperlukan menurut tingkat keluasan dan kesulitan bahan yang dipelajari. baik tujuan maupun batas-batasnya. Adanya tugas-tugas yang jelas dan tegas Siswa pada umumnya dapat mencapai mental yang baik bagi belajar jika mereka mengerti apa tujuan mereka belajar dan bahan-bahan atau buku-buku sumber apa saja yang perlu dipelajari. Makin jelas tugas yang diberikan oleh guru. Berikut ini Crow and Crow secara lebih praktis mengemukakan saran-saran yang diperlukan untuk persiapan belajar yang baik seperti berikut : 1. yaitu whole learning dan part learning. Bahkan lebih baik lagi jika pembaca dapat mengerti apa dan bagaimana pandangan pengarang dengan tulisannya itu. Untuk itu diperlukan adanya tugastugas yang jelas dari guru.atau penahanan dari suatu unit pengetahuan tertentu terhadap unit yang lain sehingga terjadi kesalahan dalam berpikir. Gunakan metode keseluruhan dan metode bagian dimana diperlukan Kedua cara itu. melainkan harus diusahakan untuk mengetahui apa isi buku tersebut. makin besar pula perhatian dan kemauan siswa untuk mengerjakan atau mempelajarinya.

Akan tetapi. Pelajarilah dan kuasailah bagian-bagian yang sukar dari bahan yang dipelajari Pada tiap pelajaran biasanya terdapat bagian-bagian yang sukar dan memerlukan perhatian dan pengerjaan yang lebih teliti. Kerjakan atau jawablah pertanyaan-pertanyaan Pada akhir tiap bab buku pelajaran (textbook) biasanya kita jumpai sejumlah pertanyaan-pertanyaan yang bermaksud membantu siswa mengingat kembali apa yang telah dipelajari dalam bab tersebut. untuk mempelajari bab demi bab diperlukan metode keseluruhan itu. pembuatan ringkasan (summary) dalam belajar sangat diperlukan. Kerjakan atau jawablah pertanyaan-pertanyaan itu dengan sebaik-baiknya. Outline dan catatan-catatan yang tersusun itu akan dapat membantu siswa lagi pada waktu mereka akan mengulangi pelajaran itu ketika akan menghadapi tentamen atau ujian. mungkin kurang sesuai jika digunakan metode keseluruhan.mempelajari buku yang tebal misalnya. atau memperluas pengetahuan mereka tentang sesuatu yang berhubungan dengan isi bab tersebut. 4. Pelajari baik-baik bagian-bagian yang sukar itu untuk dapat menguasai keseluruhan pengetahuan dari bahan yang dipelajari. 6. 5. 18 . Buatlah outline dan catatan-catatan pada waktu belajar Outline dan cataatan-catatan tentang materi bacaan atau pelajaran sangat membantu siswa itu sendiri. Apalagi jika catatan-catatan itu kemudian disusun ke dalam bentuk outline yang dapat menggambarkan garis besar dari apa yang telah dipelajari. Untuk itu.

7. atau peta yang 19 . banyak pula yang dilengkapi dengan peta. lebih lengkap. dan atau tabel. bahkan terdapat juga pada pengarang ilmu pengetahuan eksakta. atau lebih sesuai dengan kebutuhan. gambar grafik. Juga buku-buku pelajaran di sekolah. dia harus mengulangi kembali pelajaran-pelajaran yang lampau yang ada hubungannya dengan bahan-bahan pelajaran yang akan dipelajarinya. Padahal dengan mempelajari gambar. Dengan kata lain. untuk menerima pelajaran yang baru diperlukan pengetahuan dari bahan-bahan yang lama yang telah dipelajari pada waktu yang lalu. Gunakan bermacam-macam sumber dalam belajar Tiap pengarang buku mempunyai pandangan dan cara yang berbeda-beda dalam mengemukakan tulisan atau karangannya. 8. Perbedaan-perbedaan ini terutama terdapat pada pengarangpengarang buku ilmu pengetahuan sosial. grafik. Buku pelajaran yang berjudul sama belum tentu isinya sama. sebelum siswa mulai untuk harihari berikutnya. Siswa yang kurang mengerti maksudnya-dan ini merupakan sebagian besar siswa-merasa segan dan biasanya melampaui saja gambar atau grafik tersebut di dalam belajarnya. kecuali berisi gambar-gambar. tabel. peta. Oleh karena itu. Siswa harus terlatih untuk memilih dan menentukan sendiri mana dari sekian banyak pendapat atau pandangan yang menurut mereka lebih baik. Setiap pengarang memilikikelebihan dan kekurangan. atau pengetahuan baru berdasarkan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Hubungkan bahan-bahan yang baru dengan bahan-bahan yang lama Belajar merupakan suatu proses yang sinambung untuk membentuk konsepkonsep baru. grafik. 9. Pelajari baik-baik tabel. gambar dsb. Dewasa ini banyak terdapat buku cerita yang dilukiskan dalam bentuk gambar seri untuk menarik perhatian dan kesukaan membaca pada anak-anak.

k) Adakan penilaian terhadap kesulitan bahan untuk dipelajari lebih lanjut. d) Rencanakan dan ikutilah jadwal waktu untuk belajar. dan bagaimana menyusun atau mengambil kesimpulan daripadanya. f) Carilah kalimat-kalimat topik atau inti pengertian dari tiap paragraf. makin mudah baginya untuuk mengadakan review atau mengulang kembali pelajaran yang telah diterimanya. l) Susunlah dan buatlah pertanyaan-pertanyaan yang tepat. 20 . Adalah menjadi tugas dan kewajiban guru untuk membimbing siswa bagaimana menginterpretasikan gambar. tabel . g) Selama belajar gunakan metode pengulangan dalam hati (silent recitation). Saran-saran untuk membiasakan belajar yang efisien menurut Crow and Crow sebagai berikut : a) Miliki dahulu tujuan belajar yang pasti. m) Pusatkan perhatian dengan sungguh-sungguh pada waktu belajar. bagan yang terdapat di dalam buku pelajaran ataupun buku-buku sumber lainnya.terdapat di dalam buku. c) Jaga kondisi fisik jangan sampai mengganggu konsentrasi dan keaktifan mental. e) Selingilah belajar itu dengan waktu istirahat yang teratur. Makin pandai siswa membuat rangkuman. siswa dapat memperoleh pengertian yang lebih jelas dan sering kali lebih luas daripada membaca uraian-uraian yang panjang lebar. h) Lakukan metode keseluruhan (whole method) bilamana mungkin. grafik. b) Usahakan adanya tempat belajar yang memadai. Rangkuman atau review memberikan kesempatan kepadanya untuk merefleksikan. i) Usahakan agar dapat membaca cepat tetapi cermat. j) Buatlah catatan-catatan atau rangkuman yang tersusun rapi. dan mengevaluasi isi pengetahuan yang telah dikuasainya. peta. mengingat kembali.

dsn cobalah untuk memperbaiki kelemahan-kelemahannya. grafik-grafik. q) Pelajari baik-baik pernyataan (statement) yang dikemukakan oleh pengarang. dan bahan ilustrasi lainnya.n) Pelajari dengan teliti tabel-tabel. t) Belajarlah menggunakan kamus dengan sebaik-baiknya. dan r) tentanglah jika diragukan kebenarannya. o) Biasakanlah membuat rangkuman dan kesimpulan. u) Analisislah kebiasaan belajar yang dilakukan. 21 . s) Telitilah pendapat beberapa pengarang. p) Buatlah kepastian untuk melengkapi tugas-tugas belajar itu.

Jangka waktu belajar (leght of practice periods). fakta. Metode keseluruhan lawan bagian (whole versus part method). 5. yang mungkin berwujud pribadi. memiliki tujuan. dapat disimpulkan bahwa : Secara umum. Dalam hal ini secara global ada tiga teori yakni. yakni pembentukan hubungan antara stimulus dan respons. Tujuan dari belajar adalah : 1. Pembagian waktu belajar (distribution of practice periods). Metode campuran antara keseluruhan dan bagian (mediating method). Prinsip-prinsip belajar adalah kematangan jasmani dan rohani. Dengan belajar dapat mengubah keterampilan. Belajar bertujuan untuk mengubah sikap. Kesimpulan Berdasarkan pembahasan diatas. tidak hormat menjadi hormat. Belajar bertujuan menambah pengetahuan dalam berbagai bidang ilmu. memiliki kesiapan. Metode-metode belajar seperti berikut : Metode keseluruhan kepada bagian (whole to part method). 4. dari negatif menjadi positif. Belajar bertujuan mengubah kebiasaan. konsep ataupun teori. Metode resitasi (recitation method). 3. belajar boleh dikatakan juga sebagai suatu proses interaksi antara dari manusia (id-ego-super ego) dengan lingkungannya. Membatasi 22 . memiliki kesungguhan. Ilmu Jiwa Gestalt dan Ilmu Jiwa Asosiasi. Belajar bertujuan mengadakan perubahan di dalam diri antara lain tingkah laku. Teori-teori ini kemudian berkembang pada suatu stadium yang berdasar atas prinsip Conditioning. teori Ilmu Jiwa Daya.BAB III KESIMPULAN A. serta ulangan dan latihan. 2. benci menjadi sayang dan sebagainya. dari yang buruk menjadi baik.

Setelah membaca makalah ini diharapkan pembaca menjadi mengerti tentang belajar dan cara belajar yang baik.kelupaan (counteract forgetting). dan Retroactive inhibition B. Mungkin informasi yang diberikan masih belum sempurna. sehingga pembaca disarankan untuk membaca sumber-sumber atau literatur lain untuk memperdalam pengetahuan mengenai belajar. Menghafal (cramming). 23 . Saran Kepada para pembaca yang benar-benar ingin melanjutkan penulisan makalah ini. Kecepatan belajar dalam hubungannya dengan ingatan. disarankan agar memperbanyak referensi tentang belajar dan pembelajaran.

. Aswen. M. 2009. Psikologi Pendidikan. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Pendidikan dan Psikologi Perkembangan.DAFTAR PUSTAKA Dalyono. Jakarta : Rineka Cipta. Jakarta : Rineka Cipta. 2010. Sardiman. Saiful Bahri. dan Zain.com/2010/05/09/cara-cara-belajar-yang-baik/ 24 . 2002 http://himcyoo. Jakarta : Rajawali Pres. Strategi Belajar Mengajar.M. A. Jogjakarta : Ar-Ruzz Media.wordpress. Djamarah. 2009 Baharudin.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful