Prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Tempat Kerja (K3

)
1. Pengertian K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja)

Kesehatan

dan

Keselamatan

Kerja

(K3)

adalah

suatu

pemikiran dan daya

upaya untuk menjamin keutuhan dan kesempurnaan baik jasmani maupun rohaniah tenaga kerja pada khususnya dan manusia pada umumnya, hasil karya dan budaya menuju masyarakat adil dan makmur. Secara keilmuan K3 merupakan ilmu pengetahuan dan penerapannya dalam usaha mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja. Seirama dengan derap langkah pembangunan negara ini kita dalam memajukan industri yang maju dan mandiri dalam rangka mewujudkan era industrialisasi. Proses industrialisasi maju ditandai antara lain dengan mekanisme, elektrifikasi dan modernisasi. Dalam keadaan yang demikian maka penggunaan mesin-mesin, pesawat-pesawat, instalasi-instalasi modern serta bahan berbahaya mungkin makin meningkat. Masalah tersebut di atas akan sangat mempengaruhi dan mendorong peningkatan jumlah maupun tingkat keseriusan kecelakaan kerja, penyakit akibat kerja dan pencemaran lingkungan. Oleh karena itu keselamatan dan kesehatan kerja yangmerupakan salah satu bagian dari perlindungan tenaga kerja perlu dikembangkan danditingkatkan, mengingat keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan agar :
a. Setiap tenaga kerja dan orang lainnya yang berada di tempat kerja mendapat perlindungan

atas keselamatannya. b. Setiap sumber produksi dapat dipakai, dipergunakan secara aman dan efisien. c. Proses produksi berjalan lancar. Kondisi tersebut di atas dapat dicapai antara lain bila kecelakaan termasuk kebakaran, peledakan dan penyakit akibat kerja dapat dicegah dan ditanggulangi. Oleh karena itu setiap usaha kesehatan dan keselamatan kerja tidak lain adalah usaha pencegahan dan penanggulangan dan kecelakaan di tempat kerja. Pencegahan dan penanggulangan kecelakaan kerja haruslah ditujukan untuk mengenal dan menemukan sebab-sebabnya, bukan gejala-gejalanya untuk kemudian sedapat mungkin meminimalisir, bahkan menghilangkan bahaya kecelakaan kerja. Untuk itu semua pihak yang terlibat dalam usaha berproduksi khususnya para pengusaha dan tenaga kerja diharapkan dapat mengerti dan memahami serta menerapkan kesehatan dankeselamatan kerja (K3) di tempat masing-masing.

Tujuan dari ergonomi adalah untuk memaksimalkan perancangan terhadap produk. keselamatan dan keamanan kerja adalah terpenuhnya syarat ergonomis di tempat kerja. engineering. aman. kemampuan. dan efektif sehingga mencapai produktifitas yang optimal. dan keterbatasan manusia untuk merancang suatu sistem kerja sehingga orang dapat hidup dan bekerja pada sistem dengan baik. antara lain adalah: a. Sikap dan posisi kerja Beberapa jenis pekerjaan akan memerlukan sikap dan posisi tertentu yang terkadangkadang cenderung tidak mengenakkan dan kadang-kadang juga harus berlangsung dalam jangka waktu yang lama. seperti: 1) 2) 3) Mengurangi keharusan operator untuk bekerja dengan sikap dan posisi Operator seharusnya menggunakan jarak jangkauan normal. Operator tidak seharusnya duduk atau berdiri pada saat bekerja untuk membungkuk dengan frekuensi yang sering atau jangka waktu lama.2. Ergonamis Salah satu syarat yang menjamin terjalannya prosedur kesehatan. manajemen dan design. psikology. fisiologi. yaitu ”ergo” yang artinya kerja dan ”nomos” yang artinya hukum alam. . Terdapat beberapa pengertian ergonomi. Ergonomi berasal dari bahasa Latin. Hal ini menyebabkan pekerja cepat lelah. leher. Terdapat beberapa aspek dari ergonomis yang harus dipertimbangkan. dengan demikian manusia dapat melakukan pekerjaan dengan nyaman. antara lain: a. dan dapat didefinisikan sebagai studi tentang aspek-aspek manusia dalam lingkungan kerjanya yang ditinjau secara anatomi. sehingga mendapatkan suatu pengetahuan yang utuh dalam menghadapi permasalahan-permasalahan interaksi manusia dengan technology dan produk-produknya. membuat banyak kesalahan atau menderita cacat tubuh. alat dan ruangan dalam kaitannya dengan anthropometri secara integral. Ergonomi adalah suatu cabang ilmu yang mempelajari tubuh manusia dalam kaitannya dengan pekerjaan dengan memanfaatkan informasi-informasi mengenai sifat. waktu yang lama dengan kepala. Untuk menghindari hal tersebut di atas terdapat beberapa pertimbangan ergonomis. dada atau kaki berada dalam sikap atau posisi miring. sehingga dimungkinkan rancangan sistem manusia ( technology ) dapat menjadi optimal. b.

seberti: ukuran. Diharapkan anthropometri dapat digunakan dalam aplikasi alat-alat yang dipakai secara nyaman oleh sebagian besar pemakai. yang berkaitan dengan bentuk. seperti pakaian. bentuk dan kekuatan serta penerapan dari data tersebut untuk penanganan masalah design. dan dimensi yang tepat.4) Operator tidak seharusnya bekerja dalam frekuensi atau periode waktu yang lama dengan tangan atau lengan berada dalam posisi di atas level siku yang normal. Jari secara garis besar anthropometri dapat didefinisikan sebagai satu studi yang berkaitan dengan pengukuran dimensi tubuh manusia. ukuran. dalam aplikasinya mengenai perancangan area. dsb. Rancangan produk yang dapat diatur secara fleksibel akan jelas memberikan kemudahan dalam operasinya. sehingga dapat dipergunakan meskipun oleh dimensi tubuh yang berbeda-beda. Anthropometri adalah sekumpulan data numerik yang berhubungan dengan ciri-ciri fisik tubuh manusia. b. dan diharapkan akan meningkatkan produktivitas. Anthropometri secara luas akan digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan ergonomis dalam memerlukan interaksi manusia. . alat. kursi dan meja Perncangan lingkungan kerja fisik komputer Perancangan dengan menggunakan data anthropometri secara umum sekurangkurangnya 90%-95% dari populasi yang menjadi target dalam kelompok pemakai. Tujuan dari anthropometri adalah sebagai acuan yang ergonomis dalam segala hal yang memerlukan interaksi manusia. Anthropometri dan dimensi ruang kerja Persyaratan ergonomis mensyaratkan agar supaya peralatan dan fasilitas kerja sesuai dengan orang yang menggunakan khususnya menyangkut dimensi ukuran tubuh. Anthropometri berasal dari ”antro” yang berarti manusia dan ”metri” yang berarti ukuran. maupun stasiun kerja. Rancagan ini dimaksudkan agar sebagian besar dalam kelompok pemakai dapat menggunakan alat tersebut. Dalam menentukan ukuran maksimum atau minimum Ergonomi tidak pernah lepas dari Anthropometri. perkakas. Perancangan produk-produk konsumtif. Data anthropometri yang berhasil diperoleh akan diaplikasikan secara luas antara lain dalam hal: 1) 2) 3) 4) Perancangan area kerja Perancangan peralatan kerja seperti mesin. produk. sehingga para pengguna alat atau ruangan fisik tersebut cocok.

6) Jenis kelamin Dimensi ukuran tubuh laki-laki umumnya akan lebih besar dibandingkan dengan wanita. panjang lengan dan sebagainya. kecuali untuk beberapa bagian tubuh tertentu seperti pinggul.Data anthropometri yang akan digunakan dipilih berdasarkan kesesuaian kegunaannya. Dalam kaitan dengan posisi tubuh dikenal 2 cara pengukuran. tinggi tubuh dalam posisi berdiri maupun duduk. Beberapa faktor yang mempengaruhi dimensi tubuh manusia yang secara otomatis akan mempengaruhi tingkat kenyamanan pengguna fasilitas kerja. ukuran kepala. yaitu: 5) Umur Secara umum dimensi tubuh manusia akan tumbuh dan bertambah besar seiring dengan bertambahnya umur yaitu sejak awal kelahirannya sampai dengan umur sekitar 20 tahunan. dan sebagainya. posisi tubuh standard harus diterapkan untuk survei pengukuran. Dimensi tubuh yang diukur dengan posisi tetap antara lain meliputi berat badan. 8) Posisi tubuh Sikap ataupun posisi tubuh akan berpengaruh terhadap ukuran tubuh oleh sebab itu. yaitu: • Pengukuran dimensi struktur tubuh ( structural body dimension ) Di sini tubuh diukur dalam berbagai posisi standard dan tidak bergerak ( tetap tegak sempurna ). tinggi/panjang lutut pada saat berdiri/duduk. • Pengukuran dimensi fungsional tubuh ( functional body dimensions ) Di sini pengukuran dilakukan terhadap posisi tubuh pada saat berfungsi melakukan gerakan-gerakan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan yang harus diselesaikan. Setelah itu tidak lagi akan terjadi pertumbuhan bahkan justru akan cenderung berbah menjadi penurunan ataupun penyusutan yang dimulai sekitar umur 40 tahunan. 7) Suku/bangsa Setiap suku bangsa memiliki kekhasan dimensi fisik tersendiri. Hal pokok .

2) Pengukuran dimensi fungsional tubuh Di sini pengukuran dilakukan terhadap posisi tubuh pada saat berfungsi melakukan gerakan-gerakan tertentu yang berkaitan dengan kegiatan yang harus diselesaikan. seperti berat badan. yaitu: 1) Pengukuran dimensi struktur tubuh Di sini tubuh diukur dalam berbagai posisi standard badan tidak bergerak.yang ditekankan dalam pengukuran dimensi fungsional tubuh ini adalah mendapatkan ukuran tubuh yang nantinya akan berkaitan erat dengan gerakan-gerakan nyata yang diperlukan tubuh untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu. seperti: 1) Cacat tubuh Data Anthropometri di sini diperlukan untuk perancangan produk bagi orang-orang cacat. dll. tinggi tubuh dalam posisi berdiri maupun duduk. Dengan menciptakan ruang kerja yang ergonomis. Kelelahan yang mungkin terjadi dapat dibagi menjadi 4 macam: kelelahan visual. 3) Tebal-tipisnya pakaian Iklim yang berbeda memberikan variasi yang berbeda pula dalam bentuk rancangan dan spesifikasi pakaian. 2) Kehamilan Data anthropometri di sini diperlukan untuk perancangan produk yang sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh saat hamil. Pengukuran dibagi dua. ukuran kepala. . kelelahan monoton. maka akan dapat mengurangi kelelahan yang dapat menurunkan kinerja dari pekerja itu sendiri. Ukuran dalam hal ini diambil dengan persentil tertentu seperti 5% atau 95%. Selain faktor-faktor tersebut di atas masih terdapat pula beberapa faktor. kelelahan fisik dan kelelahan mental.

Praktek Kesehatan. keselamatan dan keamanan di tempat kerja merupakan hal yang tidak dapat disepelekan. Dapat dilihat dari jumlah kecelakaan yang sering terjadi di tempat kerja dan penyakit-penyakit yang sering diderita oleh pekerja karena pekerjaannya.3. yaitu: 1) • • • 2) • • • Perusahaan: Menyediakan tempat kerja yang “bebas resiko” Dapat mencari bantuan konsultasi dan identifikasi Tidak dapat menghukum karyawan Pegawai: Mematuhi standard yang sudah ada Melaporkan masalah kepada atasan Dapat menuntut keamanan Penyebab kurangnya tingkat produktif yang terdapat di perusahaan. yang pada umumnya terjadi atas beberapa faktor umum: 1) 2) Kejadian yang tidak terduga Kondisi kerja rawan kecelakaan • • • • 3) 4) Pengoperasian peralatan yang sudah cacat Kurangnya peralatan keselamatan Pekerjaan yang berbahaya Jadwal pekerjaan yang terlalu padat Kebiasaan perilaku karyawan yang dapat menimbulkan kecelakaan atau Faktor keterbatasan manusia: penyakit . Keselamatan dan Keamanan di Tempat Kerja Seperti yang sudah dibahas di atas dapat dilihat bahwa kesehatan. Hal itu semua dapat dicegah jika ada kerjasama dari 2 pihak utama di dunia kerja.

Dengan posisi kerja yang baik akan dapat menjaga kesehatan tubuh. dan mencegah timbulnya kelelahan sewaktu bekerja. yaitu: 1) 2) 3) Memperbaiki kondisi kerja menjadi sebuah kondisi yang ergonamis Mengurangi perilaku berbahaya karyawan dengan seleksi dan penempatan Mengurangi perilaku berbahaya melalui: • • • • • • kerja secara hati-hati Penempelan poster dan propoganda lain Pemberian pelatihan Komitmen manajemen puncak Pemberian prioritas pada keselamatan Penyusunan kebijakan menyangkut keselamatan kerja Penempatan sasaran pengurangan biaya secara jelas Penyelenggaraan inspeksi Pemantauan load kerja dan tingkat stress karyawan • • Salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat ergonamis di tempat kerja atau kantor adalah posisi kerja dari pekerja itu sendiri.• • • • Penglihatan Usia Persepsi Kemampuan motorik Tingkat produktif di sebuat perusahaan dapat terus dipelihara dengan beberapa cara. Posisi kerja yang baik antara lain harus memenuhi syarat berikut: • • • Leher lurus dengan bahu dan leher dalam keadaan santai Posisi lengan berada di bawah bahu Sikut terletak dekat dengan badan dan tidak jauh maju ke depan atau Tinggi permukaan meja setinggi sikut atau sedikit di bawah kebelakang • .

Gerakan kerja maksudnya adalah apakah gerakannya di dalam area yang sempit yang terbatas saja. peregangan ini berfungsi untuk menggerakaan otot-otot yang sudah tegang setelah lama bekerja. Keadaan temperatur yang normal untuk bekerja aalah 22°-28° C. dan kelonggaran untuk kebutuhan pribadi. Selain dari posisi tubuh. Keadaan atmosfer merupakan tingkat kwalitas dari udara di tempat kerja. yaitu: tenaga yang dikeluarkan. seperti pergi ke belakang. apakah pekerjaan kantor dalam keadaan duduk atau pekerja bangunan yang harus selalu berpindahpindah tempat. dll. . maka akan mengganggu kinerja dari pekerja yang berada di ruangan tersebut.• • • Duduk dengan keadaan tulang ekor berbentuk S yang normal dan ditopang Kedua kaki berada di lantai Ketika duduk . Tenaga yang dikeluarkan menjelaskan tipe pekerjaan yang dilakukan. Normalnya setiap ruangan memiliki ventilasi agar menjaga pergerakan udara yang terdapat di dalam ruangan dan udara harusnya tidak terdapat bau-bauan baik yang beracun maupun tidak. keadaan lingkungan. keadaan temperatur. gerakan kerja. misalnya di meja atau luas. makan. ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi tingkat ergonamis tempat kerja. berkomunikasi. lutut membentuk sudut 90ْ dengan baik Para pekerja sebaiknya juga melakukan peregangan setelah beberapa lama bekerja dengan posisi yang sama. misalnya di studio atau sempit. Bila temperatur di ruang kerja jauh di bawa atau di atas dari suhu normal tersebut. keadaan atomosfer. Kelonggaran untuk kebutuhan pribadi adalah keaadaan di mana karyawan dapat bekerja seefektif mungkin dengan menghormati kebutuhan dasar dari karywan tersebut sebagai manusia. dari ada tidaknya ventilasi dan ada tidaknya bau-bauan. penglihatan ( cahaya dan tingkat ketelitian ).

dan kaku pada Membengkokkan . arsenik. atau tulang dengan pada tempat cedera tendon. air raksa ) Polusi udara Ancaman Bahaya Lainnya Kebisingan Radiasi Bahaya Terhadap Keselamatan Listrik Kebakaran / Ledakan Gerakan yang berulang-ulang Mesin-mesin tanpa pelindung Posisi tubuh yang tidak Mengangkat benda-benda yang nyaman Panas / Dingin berat Pengaturan tempat kerja ( berantakan. Dapat terjadi di lutut.Beberapa resiko bahaya yang biasanya terdapat di tempat kerja: Bahan Kimia Berbahaya Pelarut / Pembersih Asam / bahan yang menyebabkan iritasi Debu ( Asbes. gerakan bahu yang Gatal. tekanan pada Rasa sakit dan bengkak kulit. Kayu ) Logam berat ( timah hitam. sakit. siku. atau bahu. Sindroma pergelangan berulang-ulang siku. Silika. penyimpanan yang tidak baik ) Kendaraan bermotor Pestisida Resin Penyakit Menular Stress/ Pelecehan Beban Kerja / Irama kerja Beberapa cidera yang umumnya terjadi karena tempat kerja yang tidak memenuhi persyaratan ergonamis Cidera Bursitis : meradangnya kantung antara tulang dengan Gejala Penyebab Berlutut.

dan/atau daerah antara otot dan tendon lengan. keras. tendon tiba-tiba. bengkak. dan merah di tangan. sulit tendon dan/atau pangkal menggerakan tangan. Biasanya dibelakang tangan atau pergelangan Rasa sakit. terutama di malam hari pergelangan berulang-ulang. bengkak. Dapat Tenosynovitis : radang pada Sakit. Ganglion : kista pada sendi atau pangkal tendon. peningkatan kerja yang disebabkan oleh Gerakan yang berulang-ulang. Kesulitan menggerakan tangan. Tendonitis : radang pada pergelangan. . Menggunakan alat yang bergetar. Tegang pada leher atau bahu: radang pada tendon dan atau pangkal tendon Gerakan jari yang Rasa sakit di leher dan Menahan postur yang kaku bahu Kesulitan menggerakkan Gerakan berulang-ulang. dan Gerakan tangan yang kecil yang biasanya tidak berulang-ulang menimbulkan sakit. Gerakan yang berulang-ulang dan berat. Bengkak bundar. Kadang diikuti dengan tenosynovitis. atau pengenalan pada proses baru.tangan : tekanan pada syaraf yang melalui pergelangan tangan jari-jemari.

Disini. yakni : a. Namun demikian. akan berupa angka-angka. Perusahaan harus menggunakan tenaga terlatih dan berpengalaman untuk melakukan monitoring sesuai dengan ketentuan pemerintah dan pratek kesehatan industri. Semua hasil monitor dari monitoring. Seharusnya. Angka ini akan dibandingkan dengan batasan bahaya bagi pekerja yang ditetapkan oleh pemerintah. asosiasi profesional atau organisasi sejenis yang lain. Tingkat bahaya dalam bekerja ini didesain untuk memberi batasan sehingga sebagian besar pekerja tidak akan mengalami gangguan kesehatan dari kebisingan. Jika hasil monitoring menunjukkan angka yang lebih tinggi dari batas yang ditentukan. perusahaan melakukan hal ini untuk mengetahui tingkat bahaya yang dihadapi oleh pekerja dan untuk mengontrol bahaya yang ada. atau berapapun lamanya shift kerja) Pengukuran seketika dilakukan dengan peralatan yang langsung dapat dibaca (directreading instrument). kimia. dengan atau tanpa rasa sakit Terlalu lama mencengkam. atau dari perusahaan itu sendiri) mungkin tidak melakukan kesehatan industri (higiene) ketika menginspeksi pabrik. zat kimia. dll. kebisingan.tersentak: radang pada tendon dan/atau pangkal tendon di jari jari dengan pelan. perusahaan asuransi. Pengukuran terhadap efek pada pekerja selama shift (8 jam. 10 jam. . terlalu keras atau terlalu sering 4. amat penting untuk mengetahui bagaimana monitoring harus dilakukan dan apa arti dari hasil yang didapat. radiasi atau panas. 12 jam. Pengukuran seketika terhadap efek pada pekerja ketika tes dilaksanakan b. kemungkinan besar para pekerja yang bersangkutan akan mengalami gangguan kesehatan. Pengukuran dan Monitor terhadap Pekerja Inspektur pabrik (dari pemerintah. Pengukuran selama shift dilakukan menggunakan berbagai macam pengukur kualitas udara dan peralatan Evaluasi terhadap bahaya kimia di udara cukup rumit dan memerlukan orang yang terlatih dalam melakukan monitoring sehingga hasilnya betulbetul menyatakan tingkat bahaya kimia yang dihadapi pekerja. monitor seperti ini dapat dilakukan dan merupakan tanggung jawab dari perusahaan untuk mengetahui bahaya yang dihadapi pekerjanya dalam melakukan pekerjaan. Ada dua jenis monitoring yang dapat dilakukan.

maka batasan yang lebih rendah harus diberikan padanya. yang dapat dibandingkan dengan hasil monitor kesehatan industri yang dilakukan oleh perusahaan. Batasan bahaya dalam bekerja ini akan berubah bersama waktu. Jika jam kerja lebih panjang dari 8 jam sehari dan 40 jam seminggu. Tabel dibawah ini adalah batasan yang dibuat oleh Divisi Kesehatan dan Keselamatan kerja negara bagian California. biasanya menjadi lebih kecil karena penelitan baru menunjukan bahwa gangguan kesehatan dapat terjadi pada tingkat yang lebih rendah dari batasan yang ada. Sehingga.01 mg/m3 400 ppm 0. Batasan ini hanyalah petunjuk bagaimana perusahaan harus mengontrol bahaya yang dihadapi pekerjanya dan memberikan metoda untuk menilai apakah bahaya yang terukur pada monitoring akan menyebabkan gangguan kesehatan bagi kebanyakan pekerjanya. 40 jam seminggu dan lama kerja 30-40 tahun. sehingga apabila pekerja tersebut harus menghadapi lebih dari satu macam zat kimia. atau “milligram of chemical per cubic meter of air (mg/m3)” yakni miligram dari zat kimia per kubik meter udara. Unit yang digunakan adalah “parts of chemical per million part of air (ppm)” yakni bagian dari zat kimia per sejuta bagian udara. Nama zat kimia Aseton Arsenik Inorganik Etil Asetat Timah Hitam Batas jangka pendek * 1000 ppm Batas selama shift ** 750 ppm 0. Ratusan zat kimia baru ditemukan dan digunakan ditempat kerja tiap tahunnya. Batasan bahaya bagi pekerja tidak dibuat untuk semua jenis zat kimia yang ada di dunia. Batasan bahaya bagi pekerja juga ditetapkan selama 8 jam sehari.05 mg/m3 Batas Atas *** 3000 ppm Menyebabkan kanker Bahaya terhadap Komentar .Lembaga-lembaga yang buat batasan tersebut mengakui bahwa tidak semua pekerja akan terlindungi dari bahaya. batasan bahaya bagi pekerja bukanlah batasan mutlak antara daerah aman dan bahaya. maka batasan bahaya tersebut akan lebih rendah perlindungan terhadap pekerja harus lebih banyak dilakukan. Adalah penting untuk mengetahui bagaimana mengukur tingkat bahaya dari bahan kimia yang dihadapi pekerja dan membandingkannya dengan batasan bahaya yang ada. Pekerja yang lebih sensitif terhadap bahan kimia tertentu akan cenderung untuk mengalami gangguan kesehatan bahkan jika batas bahaya yang dihadapinya masih dibawah standar yang ada. Selain itu batasan tersebut hanya dibuat untuk pengaruh satu zat kimia.

02 ppm 0.005 ppm 0.02 ppm dan kulit.system reproduksi Metil etil Keton Metilen klorida Nama zat kimia Toluena 300ppm 125 ppm Batas jangka pendek * 150 ppm 200 ppm 25 ppm Batas selama shift ** 50 ppm Batas Atas *** 500 ppm Menyebabkan kanker Komentar BAhaya terhadap system reproduksi Toluena Diisosianat ( TDI ) *biasanya selama 15 menit **sekitar 8 jam ***batas maksimum yang tidak boleh dilewati selama shift 0. Bahaya terhadap system pernapasan Istilah Istilah dalam K3 .

akantetapi dapat menjadi tidak begitu berbahaya.1. 6. . Kecelakaan adalah suatu kejadian yang tidak diduga semula dan tidak dikehendaki yang mengacaukan proses yang telah diatur dari suatu aktifitas dan dapat menimbulkan kerugian baik korban manusia atau harta benda. 7. Resiko (Risk) menyatakan kemungkinan terjadinya kecelakaan/kerugian pada periode waktu tertentu atau siklus operasi tertentu. Kesehatan Kerja. karena telah dilakukan beberapa tindakan pencegahan. 2. penyakit. 5. Tingkat bahaya (Danger) merupakan ungkapan dengan potensi bahaya secara relatif. Aman (selamat) adalah kondisi tidak ada kemungkinan malapetaka(bebas dari bahaya). 4. kerusakan atau kemampuan melaksanakan fungsi yang telah ditetapkan. kondisi yang berbahaya mungkin saja ada. Po t e n s i b a h a y a ( H a z a r d ) ialah suatu keadaan yang memungkinkan atau dapat menimbulkan kecelakaan kerugian berupa cedera. Insiden ialah kejadian yang tidak diinginkan yang dapat dan telahmengadakan kontrak dengan sumber energi melebihi nilai ambang batasbadan atau struktur 3. TUGAS REMEDIAL Menerapkan Prosedur Keselamatan. Tindakan tidak aman adalah suatu pelanggaran terhadap prosedur keselamatan yang memberikan peluang terhadap terjadinya kecelakaan.

Kel. Kode Pos 13770 2011 . Taruna Jaya. Cibubur. Jakarta Timur. Ciracas.dan Lingkungan Tempat Kerja (K3) Disusun oleh : Nama NIS Kelas Program Keahlian : Muhammad Agus Faizal : 094842 : XII TKR-B : Teknik Kendaraan Ringan Kementrian Pendidikan Nasional Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 52 Jakarta Jl. Kec.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful