Konsep Ketuhanan dalam Islam BAB I PENDAHULUAN Aspek keimanan yang akan dikaji dalam tulisan ini adalah

aspek kejiwaan dan nilai. Aspek ini belum mendapat perhatian seperti perhatian terhadap aspek lainnya. Kecintaan kepada Allah, ikhlas beramal hanya karena Allah, serta mengabdikan diri dan tawakal sepenuhnya kepada-Nya, merupakan nilai keutamaan yang perlu diperhatikan dan diutamakan dalam menyempurnakan cabang-cabang keimanan. Sesungguhnya amalah lahiriah berupa ibadah mahdhah dan muamalah tidak akan mencapai kesempurnaan, kecuali jika didasari dan diramu dengan nilai keutamaan tersebut. Sebab nilai-nilai tersebut senantiasa mengalir dalam hati dan tertuang dalam setiap gerak serta perilaku keseharian. Pendidikan modern telah mempengaruhi peserta didik dari berbagai arah dan pengaruhnya telah sedemikian rupa merasuki jiwa generasi penerus. Jika tidak pandai membina jiwa generasi mendatang, “dengan menanamkan nilai-nilai keimanan dalam nalar, pikir dan akal budi mereka”, maka mereka tidak akan selamat dari pengaruh negatif pendidikan modern. Mungkin mereka merasa ada yang kurang dalam sisi spiritualitasnya dan berusaha menyempurnakan dari sumber-sumber lain. Bila ini terjadi, maka perlu segera diambil tindakan, agar pintu spiritualitas yang terbuka tidak diisi oleh ajaran lain yang bukan berasal dari ajaran spiritualitas Islam. Seorang muslim yang paripurna adalah yang nalar dan hatinya bersinar, pandangan akal dan hatinya tajam, akal pikir dan nuraninya berpadu dalam berinteraksi dengan Allah dan dengan sesama manusia, sehingga sulit diterka mana yang lebih dahulu berperan kejujuran jiwanya atau kebenaran akalnya. Sifat kesempurnaan ini merupakan karakter Islam, yaitu agama yang membangun kemurnian akidah atas dasar kejernihan akal dan membentuk pola pikir teologis yang menyerupai bidang-bidang ilmu eksakta, karena dalam segi akidah, Islam hanya menerima hal-hal yang menurut ukuran akal sehat dapat diterima sebagai ajaran akidah yang benar dan lurus. Pilar akal dan rasionalitas dalam akidah Islam tecermin dalam aturan muamalat dan dalam memberikan solusi serta terapi bagi persoalan yang dihadapi. Selain itu Islam adalah agama ibadah. Ajaran tentang ibadah didasarkan atas kesucian hati yang dipenuhi dengan keikhlasan, cinta, serta dibersihkan dari dorongan hawa nafsu, egoisme, dan sikap ingin menang sendiri. Agama seseorang tidak sempurna, jika kehangatan spiritualitas yang dimiliki tidak disertai dengan pengalaman ilmiah dan ketajaman nalar. Pentingnya akal bagi iman ibarat pentingnya mata bagi orang yang sedang berjalan. BAB II KONSEP KETUHANAN DALAM ISLAM Filsafat Ketuhanan dalam Islam Siapakah Tuhan itu?

manusia tidak mungkin atheis. Berdasarkan logika Al-Quran. dan bertawakal kepadanya untuk kemaslahatan diri. kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. baik yang bersifat penelitian rasional maupun pengalaman batin. Hal itu berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu. yaitu Allah. meminta perlindungan dari padanya. sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan. dan banyak (jama’: aalihatun). Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan. misalnya dalam QS 45 (Al-Jatsiiyah): 23. Untuk dapat mengerti dengan definisi Tuhan atau Ilah yang tepat. Perkataan dipentingkan hendaklah diartikan secara luas. 1989:56) Atas dasar definisi ini.” Contoh ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan bahwa perkataan ilah bisa mengandung arti berbagai benda. diagungkan. dicintai. Dalam literatur sejarah agama. Yang pasti. dalam Al-Quran dipakai untuk menyatakan berbagai obyek yang dibesarkan atau dipentingkan manusia. Perkataan ilah dalam Al-Quran juga dipakai dalam bentuk tunggal (mufrad: ilaahun). tunduk kepada-Nya. setiap manusia pasti ada sesuatu yang dipertuhankannya. yang diterjemahkan “Tuhan”. dan mengharapkannya. Sejarah Pemikiran Manusia tentang Tuhan Pemikiran Barat Yang dimaksud konsep Ketuhanan menurut pemikiran manusia adalah konsep yang didasarkan atas hasil pemikiran baik melalui pengalaman lahiriah maupun batiniah. takut. Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la ilaaha illa Allah”. Tuhan itu bisa berbentuk apa saja. yaitu teori yang . dan termasuk pula sesuatu yang ditakuti akan mendatangkan bahaya atau kerugian. dan menimbulkan ketenangan di saat mengingatnya dan terpaut cinta kepadanya (M. yaitu: “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya…. orang-orang komunis pada hakikatnya ber-Tuhan juga. dikenal teori evolusionisme. berdoa. baik abstrak (nafsu atau keinginan pribadi) maupun benda nyata (Fir’aun atau penguasa yang dipatuhi dan dipuja). Dengan begitu. Ibnu Taimiyah memberikan definisi al-ilah sebagai berikut: Al-ilah ialah: yang dipuja dengan penuh kecintaan hati. kepadanya tempat berpasrah ketika berada dalam kesulitan.?” Dalam QS 28 (Al-Qashash):38. sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. ganda (mutsanna: ilaahaini). perkataan ilah dipakai oleh Fir’aun untuk dirinya sendiri: “Dan Fir’aun berkata: Wahai pembesar kaumku. merendahkan diri di hadapannya. Adapun Tuhan mereka ialah ideologi atau angan-angan (utopia) mereka. berdasarkan logika Al-Quran sebagai berikut: Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa. Bertuhan nol atau atheisme tidak mungkin.Perkataan ilah. diharap-harapkan dapat memberikan kemaslahatan atau kegembiraan. yaitu “tidak ada Tuhan”. tidak mungkin tidak ber-Tuhan. Tercakup di dalamnya yang dipuja.Imaduddin. yang dipentingkan manusia. aku tidak mengetahui tuhan bagimu selain aku.

dan teisme. Lamakelamaan kepercayaan manusia meningkat menjadi lebih definitif (tertentu). mempunyai rasa senang. Kekuatan yang ada pada benda disebut dengan nama yang berbeda-beda. Politeisme Kepercayaan dinamisme dan animisme lama-lama tidak memberikan kepuasan. ada yang berpengaruh positif dan ada pula yang berpengaruh negatif. Monoteisme Kepercayaan dalam bentuk henoteisme melangkah menjadi monoteisme. karena tidak mungkin mempunyai kekuatan yang sama. Oleh karena itu. Oleh masyarakat primitif. kemudian dikemukakan oleh EB Taylor. Roh yang lebih dari yang lain kemudian disebut dewa. panteisme. Oleh karena itu dianggap sebagai sesuatu yang misterius. ada yangmembidangi masalah air.menyatakan adanya proses dari kepercayaan yang amat sederhana. roh dianggap sebagai sesuatu yang selalu hidup. seperti mana (Melanesia). Oleh karena itu dari dewa-dewa yang diakui diadakan seleksi. Setiap benda yang dianggap benda baik. tetapi ia dapat dirasakan pengaruhnya. Lubbock dan Javens. . Henoteisme Politeisme tidak memberikan kepuasan terutama terhadap kaum cendekiawan. manusia sejak zaman primitif telah mengakui adanya kekuatan yang berpengaruh dalam kehidupan. rasa tidak senang apabila kebutuhannya dipenuhi. Kepercayaan satu Tuhan untuk satu bangsa disebut dengan henoteisme (Tuhan Tingkat Nasional). Teori tersebut mula-mula dikemukakan oleh Max Muller. Saji-sajian yang sesuai dengan saran dukun adalah salah satu usaha untuk memenuhi kebutuhan roh. Dewa mempunyai tugas dan kekuasaan tertentu sesuai dengan bidangnya. Dalam monoteisme hanya mengakui satu Tuhan untuk seluruh bangsa dan bersifat internasional. manusia harus menyediakan kebutuhan roh. Mana adalah kekuatan gaib yang tidak dapat dilihat atau diindera dengan pancaindera. Satu bangsa hanya mengakui satu dewa yang disebut dengan Tuhan. Bentuk monoteisme ditinjau dari filsafat Ketuhanan terbagi dalam tiga paham. Robertson Smith. Proses perkembangan pemikiran tentang Tuhan menurut teori evolusionisme adalah sebagai berikut: Dinamisme Menurut paham ini. tuah (Melayu). Menurut kepercayaan ini. yaitu: deisme. namun manusia masih mengakui Tuhan (Ilah) bangsa lain. agar manusia tidak terkena efek negatif dari roh-roh tersebut. Meskipun nama tidak dapat diindera. karena terlalu banyak yang menjadi sanjungan dan pujaan. Mula-mula sesuatu yang berpengaruh tersebut ditujukan pada benda. mempunyai roh. dan syakti (India). Setiap benda mempunyai pengaruh pada manusia. Animisme Masyarakat primitif pun mempercayai adanya peran roh dalam hidupnya. roh dipercayai sebagai sesuatu yang aktif sekalipun bendanya telah mati. ada yang membidangi angin dan lain sebagainya. Ada dewa yang bertanggung jawab terhadap cahaya. lama kelamaan meningkat menjadi sempurna.

Dalam menganalisis ketuhanan. Secara garis besar. ada aliran yang bersifat liberal. Qodariah Berpendapat bahwa manusia mempunyai kebebasan dalam berkehendak dan berbuat. Orang islam yang berbuat dosa besar. atau Ilmu Ushuluddin di kalangan umat Islam. Pemikiran Umat Islam Pemikiran terhadap Tuhan yang melahirkan Ilmu Tauhid. Namun kemajuan ilmu pengetahuan akhirnya menurun dengan kalahnya mereka dalam perselisihan dengan kaum Islam ortodoks. serta menekankan pemakaian akal pikiran dalam memahami semua ajaran dan keimanan dalam Islam. Manusia sendiri yang menghendaki apakah ia akan kafir atau mukmin dan hal itu yang menyebabkan manusia harus bertanggung jawab atas perbuatannya. dan ada pula yang bersifat di antara keduanya. Jabariah yang merupakan pecahan dari Murji’ah . Taylor (1877). tetapi dengan relevansi atau wahyu. Dengan lahirnya pendapat Andrew Lang. Kesimpulan tersebut diambil berdasarkan pada penyelidikan bermacam-macam kepercayaan yang dimiliki oleh kebanyakan masyarakat primitif. tradisional. Ketiga corak pemikiran ini telah mewarnai sejarah pemikiran ilmu ketuhanan dalam Islam. maka berangsur-angsur golongan evolusionisme menjadi reda dan sebaliknya sarjana-sarjana agama terutama di Eropa Barat mulai menantang evolusionisme dan memperkenalkan teori baru untuk memahami sejarah agama. Mu’tazilah lahir sebagai pecahan dari kelompok Qadariah. yang tidak mereka berikan kepada wujud yang lain. Dalam penyelidikan didapatkan bukti-bukti bahwa asal-usul kepercayaan masyarakat primitif adalah monoteisme dan monoteisme adalah berasal dari ajaran wahyu Tuhan (Zaglul Yusuf. timbul sejak wafatnya Nabi Muhammad SAW. tidak kafir dan tidak mukmin. Ilmu Kalam. ditentang oleh Andrew Lang (1898) yang menekankan adanya monoteisme dalam masyarakat primitif. Ia berada di antara posisi mukmin dan kafir (manzilah bainal manzilatain). satu sistem teologi untuk mempertahankan kedudukan keimanan.Evolusionisme dalam kepercayaan terhadap Tuhan sebagaimana dinyatakan oleh Max Muller dan EB. Dia mengemukakan bahwa orang-orang yang berbudaya rendah juga sama monoteismenya dengan orang-orang Kristen. Mereka mempunyai kepercayaan pada wujud yang Agung dan sifat-sifat yang khas terhadap Tuhan mereka. 2. Sedang sebagian umat Islam yang lain memahami dengan pendekatan antara kontektual dengan tektual sehingga lahir aliran yang bersifat antara liberal dengan tradisional. mereka memakai bantuan ilmu logika Yunani. 1993:26-27). Mereka menyatakan bahwa ide tentang Tuhan tidak datang secara evolusi. Hasil dari paham Mu’tazilah yang bercorak rasional ialah muncul abad kemajuan ilmu pengetahuan dalam Islam. sedang Qadariah adalah pecahan dari Khawarij. Sebab timbulnya aliran tersebut adalah karena adanya perbedaan metodologi dalam memahami Al-Quran dan Hadis dengan pendekatan kontekstual sehingga lahir aliran yang bersifat tradisional. Aliran tersebut yaitu: Mu’tazilah Merupakan kaum rasionalis di kalangan muslim.

Dia-lah: Allah Yang Maha Esa. Mereka akan kembali kepada Allah dan Allah akan menghakimi mereka. Jika terjadi perbedaan-perbedaan ajaran tentang ketuhanan di antara agama-agama adalah karena perbuatan mmanusia. Menghadapi situasi dan perkembangan ilmu pengetahuan sekarang ini.” . Allah adalah Tuhan yang bergantung pada-Nya segala sesuatu. QS. maka pasti mengharamkan kepadanya surga. Adam sebagai rasul pertama dan Muhammad sebagai terakhir. Al-Maidah ayat 72 Al-Masih berkata: “Hai Bani Israil sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu. Asy’ariyah dan Maturidiyah yang pendapatnya berada di antara Qadariah dan Jabariah Semua aliran itu mewarnai kehidupan pemikiran ketuhanan dalam kalangan umat islam periode masa lalu. tanpa dipengaruhi oleh kepentingan politik tertentu. yaitu agama Tauhid. Allah memperkenalkan dirinya melalui ajaran-Nya. Oleh karena itu seharusnya manusia menganut satu agama. Melalui rasul-rasul-Nya. yang dibawa para rasul. Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah. QS. Pada prinsipnya aliran-aliran tersebut di atas tidak bertentangan dengan ajaran dasar Islam. Di antara aliran tersebut yang nampaknya lebih dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan etos kerja adalah aliran Mu’tazilah dan Qadariah. Ajaran yang tidak sama dengan konsep ajaran aslinya. merupakan manipulasi dan kebohongan manusia yang teramat besar. tidak menyebabkan ia keluar dari islam. umat Islam perlu mengadakan koreksi ilmu berlandaskan al-Quran dan Sunnah Rasul. Tuhan Menurut Agama-Agama Wahyu Informasi tentang asal-usul kepercayaan terhadap Tuhan antara lain tertera dalam: QS. Semua tingkah laku manusia ditentukan dan dipaksa oleh Tuhan. tetapi mereka telah berpecah belah. Dia tidak beranak dan tiada pula diperanakkan dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. Ayat tersebut diatas memberi petunjuk kepada manusia bahwa seharusnya tidak ada perbedaan konsep tentang ajaran ketuhanan sejak zaman dahulu hingga sekarang.Berteori bahwa manusia tidak mempunyai kemerdekaan dalam berkehendak dan berbuat. Al-Ikhlas ayat 1-4 “Katakanlah. Al-Anbiya ayat 92 Sesungguhnya agama yang diturunkan Allah adalah satu. dan tempat mereka adalah neraka. Oleh karena itu umat Islam yang memilih aliran mana saja diantara aliran-aliran tersebut sebagai teologi mana yang dianutnya.

dan kemahaesaan Allah tidak melalui teori evolusi melainkan melalui wahyu yang datang dari Allah. dan ke langit bagaimana ia ditinggikan. Hal ini dinyatakan antara lain dalam surat Ali Imran ayat 62. jika kamu orang-orang yang benar? “Tidak! Tetapi hanya kepada-Nya kamu bermohon. maka Dia menyisihkan bahaya yang karenanya kamu berdoa kepada-Nya. Hal ini berarti konsep tauhid telah ada sejak datangnya Nabi Adam di muka bumi. Karena itu sungguh tepat pandangan sementara filosof yang menyatakan bahwa manusia dapat dipastikan akan terus mengenal dan berhubungan dengan Tuhan sampai akhir zaman. Sehingga bila kamu berada di dalam bahtera. dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya). dan kamu tinggalkan sembahan-sembahan yang kamu sekutukan (dengan Allah)” (QS. “Tidakkah mereka melihat kepada unta bagaimana diciptakan. Maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-Nya semata-mata. yang tidak berasal dari bagian-bagian dan tidak pula dapat dibagi menjadi bagian-bagian. atau datang hari kiamat. Walaupun ilmu pengetahuan membuktikan lawan dari hal tersebut. apakah kamu menyeru (tuhan) selain Allah. serta berjalan di permukaan bumi guna melihat betapa alam raya ini tidak mungkin terwujud tanpa ada yang mewujudkannya. (kemudian) datanglah angin badai dan apabila gelombang dari segenap penjuru menimpanya. surat Shad ayat 35 dan 65. Dengan mengemukakan alasan-alasan tersebut di atas. jelas bahwa Tuhan adalah Allah. Al-Gasyiyah: 17-20) Rasa yang terdapat dalam jiwa manusia Dalam konteks ini. surat Muhammad ayat 19. Yunus:22) Demikian Al-Qur’an menggambarkan hati manusia. maka menurut informasi Al-Qur’an. . Secara umum kita dapat membagi uraian Al-Qur’an tentang bukti Keesaan Tuhan dengan tiga bagian pokok. Tuhan yang haq dalam konsep AlQur’an adalah Allah. khususnya keberadaan alam raya ini dengan segala isinya.Al-An’am:40-41) “Dialah Tuhan yang menjadikan kamu dapat berjalan di daratan. jika Dia menghendaki. Dalam Al-Qur’an diberitahukan pula bahwa ajaran tentang Tuhan diberikan kepada para nabi sebelum Muhammad adalah Tuhan Allah juga. serta ke bumi bagaimana ia dihamparkan?” (QS. fikr. Al-Qur’an misalnya mengingatkan manusia. “Katakanlah (hai mMuhammad kepada yang mempersekutukan Tuhan). Berkali-kali manusia diperintahkan untuk melakukan nazhar. yaitu: Kenyataan wujud yang tampak Dalam konteks ini al-Qur’an menggunakan seluruh wujud sebagai bukti. ke gunung bagaimana ia ditancapkan. “Jelaslah kepadaku jika datang siksaan Allah kepadamu.Dari ungkapan ayat-ayat tersebut. dan meluncurlah bahtera itu membawa para penumpangnya dengan tiupan angin yang baik. Esa menurut Al-Qur’an adalah esa yang sebenarbenarnya esa. dan mereka bergembira karenanya.” (QS. sebutan yang benar bagi Tuhan yang benar-benar Tuhan adalah sebutan “Allah”. (Mereka berkata) “sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari bahaya ini. pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur. dan (berlayar) di lautan.

“Bagaimana Dia mempunyai anak. dan apabila mereka berdua bersepakat. atau dengan kata lain unsur atau bagian itu merupakan syarat bagi wujud-Nya. AlAnbiya:22) Maksud ayat ini adalah “seandainya ada dua pencipta. Dia yang menciptakan segala sesuatu. karena jika demikian. dan Dia mengetahui segala sesuatu” (QS. padahal Dia tidak mempunyai istri. karena jika masingmasing Pencipta menghendaki sesuatu yang tidak dikehendaki oleh yang lain. Dia tidak lagi menjadi Tuhan. Keesaan Sifat-Nya berarti bahwa Allah memiliki sifat yang tidak sama dalam substansi dan kapasitasnya dengan sifat makhluk-Nya. Keesaan dalam beribadah kepada-Nya. dan takut. Keesaan Perbuatan-Nya mengandung arti bahwa segala sesuatu yang berada di alam raya ini. Keesaan Sifat-Nya. Dalil-dalil logika Bertebaran ayat-ayat yang menguraikan dalil-dalil aqliah tentang Keesaan Tuhan. Kalau salah satu mengalahkan yang lain. baik sistem kerjanya maupun sebab dan wujud-Nya. dan Keesaan dalam beribadah kepada-Nya. maka ciptaan pun akan kacau balau dan tidak terwujud.Ini selama tabiat kemanusiaan masih sama seperti sediakala yakni memiliki naluri mengharap. Pembentukan Wujud Tuhan Metode Pembuktian Ilmiah . maka akan kacau ciptaan. sehingga keduanya bukan Tuhan. AlAn’am:101) “Seandainya pada keduanya (langit dan bumi) ada dua Tuhan. Misalnya. karena kepada siapa lagi jiwanya akan mengarah jika rasa takut atau harapannya tidak lagi dapat dipenuhi oleh makhluk. Keesaan Allah itu mencakup empat macam yaitu Keesaan Zat-Nya. Zat Tuhan pasti tidak terdiri dari unsur atau bagian-bagian betapapun kecilnya. cemas. atau bagian-bagian karena bila zat Yang Maha Kuasa itu terdiri dari dua unsur atau lebih betapapun kecilnya unsur atau bagian itu maka ini berarti bahwa Dia membutuhkan unsur atau bagian itu. kesemuanya adalah hasil perbuatan Allah semata. maka keesaan empat ini merupakan perwujudan dari ketiga makna keesaan terdahulu. maka itu merupakan bukti kebutuhan dan kelemahan mereka. Keesaan Perbuatan-Nya. merupakan hal-hal yang harus diketahui dan diyakini. karena Tuhan tidak mungkin membutuhkan sesuatu atau lemah atas sesuatu. dan Dia yang menciptakan segala sesuatu. sedangkan harapan dan rasa takut manusia tidak pernah akan putus.” (QS. Keesaan Zat-Nya mengandung pengertian bahwa seseorang harus percaya bahwa Allah SWT tidak terdiri dari unsur-unsur. maka pastilah keduanya binasa. maka yang kalah bukan Tuhan.

serta kehidupan tetap berjalan. Dalil Inayah adalah metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan manfaat alam bagi kehidupan manusia (Zakiah Daradjat. Oleh karena itu pasti ada yang menciptakan alam yaitu Tuhan. “Energi”. diikrarkan dengan lisan. “Alam” dan “Hukum Alam”. Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Fisika Hukum yang dikenal dengan hukum keterbatasan energi atau teori pembatasan energy membuktikan bahwa adanya alam tidak mungkin bersifat azali. Keimanan dan Ketakwaan Pengertian Iman Iman yang berarti percaya menunjuk sikap batin yang terletak dalam hati. 1996:78-80). iman didefinisikan dengan keyakinan dalam hati. 2. Karena itu iman . Pembuktian Adanya Tuhan dengan Pendekatan Astronomi Metode pembuktian adanya Tuhan melalui pemahaman dan penghayatan keserasian alam tersebut oleh Ibnu Rusyd diberi istilah “dalil ikhtira”. “Energi”. melainkan kepercayaan itu mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinan. Padahal tidak ada seorang sarjana pun yang mengenal apa iti “Gaya. Jika percaya tentang eksistensi alam. dan diwujudkan dengan amal perbuatan (Al-immaanu ‘aqdun bil qalbi waigraarun billisaani wa’amalun bil arkaan). Disamping itu Ibnu Rusyd juga menggunakan metode lain yaitu “dalil inayah”. maka secara logika harus percaya tentang adanya Pencipta Alam. Keberadaan Alam Membuktikan Adanya Tuhan Adanya alam serta organisasinya yang menakjubkan dan rahasianya yang pelik. Wujud Iman Seseorang dinyatakan beriman bukan hanya percaya terhadap sesuatu. Sarjana manapun tidak mampu melangkah jauh tanpa berpegang pada kata-kata seperti: “Gaya”. Bertitik tolak dari kenyataan bahwa proses kerja kimia dan fisika di alam terus berlangsung. Hanya saja ruang lingkup agama yang sebenarnya adalah ruang lingkup “penentuan hakikat” terakhir dan asli.Orang yang mempelajari ilmu pengetahuan modern berpendapat bahwa kebanyakan pandangan pengetahuan modern hanya merupakan interpretasi terhadap pengamatan dan pandangan tersebut belum dicoba secara empiris. Dengan demikian tidak berarti bahwa agama adalah “iman kepada yang ghaib” dan ilmu pengetahuan adalah percaya kepada pengamatan ilmiah. “Alam” dan “Hukum Alam”. Dalam hadist diriwayatkan Ibnu Majah Atthabrani. sedang ruang lingkup ilmu pengetahuan terbatas pada pembahasan cirri-ciri luar saja. Hal ini membuktikan secara pasti bahwa alam bukan bersifat azali. tidak boleh tidak memberikan penjelasan bahwa ada sesuatu kekuatan yang telah menciptakannya. Dalam suarah Al-Baqarah ayat 165 dikatakan bahwa orang yang beriman adalah orang yang amat sangat cinta kepada Allah (asyaddu hubban lillah).

terus-menerus. Oelh karena itu menjadi seorang muslim berarti menyakini dan melaksanakan segala sesuatu yang diatur dalam ajaran Islam. Pada tingkat akhir harus terjadi proses sosialisasi tingkah laku. Prinsip ini menekankan pentingnya mempelajari iman sebagai proses internalisasi dan individualisasi. Pendekatan demikian berarti bahwa setiap langkah yang terdahulu akan mendukung serta memperkuat langkah-langkah berikutnya. Belajar adalah suatu proses yang memungkinkan orang semakin lama semakin mampu bersikap selektif. Oleh karena itu proses motivasi agar membuat tingkah laku lebih terarah dan selektif menghadapi nilai-nilai hidup yanhg patut diterima atau yang seharusnya ditolak. Dan Individuasi yakni menempatkan nilai serasi dengan sifat kepribadiannya. sebagai kelengkapan proses individual. Jarang sekali fenomena kehidupan . dan tidak berkesudahan. Prinsip Integrasi Hakikat kehidupan sebagai totalitas. Implikasinya ialah diperlukan motivasi sejak kecil dan berlangsung seumur hidup. Alasannya. sehingga ia terikat dengan segala aturan hokum yang datang dari Islam. Seluruh hidupnya didasarkan pada ajaran Islam. melainkan menyatu secara utuh dalam diri seseorang yang dibuktikan dalam perbuatannya. Prinsip Konsistensi dan Koherensi Implikasi metodologinya adalah bahwa usaha yang dikembangkan untuk mempercepat tumbuhnya tingkah laku yang mewujudkan nilai iman hendaknya selalu konsisten dan koheren. Prinsip Internalisasi dan Individuasi Internalisasi yakni usaha menerima nilai sebagai bagian dari sikap mentalnya. Akidah islam atau iman mengikat seorang muslim.bukan hanya dipercayai atau diucapkan. Proses Terbentuknya Iman Prinsip Pembinaan Berkesinambungan Proses pembentukan iman adalah suatu proses yang penting. tetapi perlu mengutamakan penilaian dalam kaitan kehidupan interaksi sosial orang tersebut. tetapi juga harus mementingkan proses dan cara pengenalan nilai hidup tersebut Prinsip Sosialisasi Implikasi metodologi prinsip sosialisasi ialah bahwa usaha pembentukan tingkah laku mewujudkan nilai iman hendaknya tidak diukur keberhasilannya terbatas pada tingkat individual. Implikasi metodologinya ialah bahwa pendekatan untuk membentuk tingkah laku yang mewujudkan nilai-nilai iman tidak hanya mengutamakan nilai-nilai itu dalam bentuk jadi. senantiasa menghadapkan setiap orang pada problematika kehidupan yang menuntut pendekatan yang luas dan menyuluruh. caranya dan konsekuensinya dapat dihayati dalam sifat dan bentuk yang jelas dan terpola serta tidak berubahubah tanpa arah. karena nilai iman yang diwujudkan ke dalam tingkah laku selalu mempunyai dimensi sosial.

Senantiasa tawakal. tidak gentar menghadapi resiko. tetapi melalui pendekatan yang integratif dalam kaitan problematika kehidupan yang nyata. Oleh karena itu tingkah laku yang dihubungkan dengan nilai iman tidak dapat dibentuk terpisah-pisah. maka hatinya bergetar. Tidak bersifat murung dan putus asa dalam menghadapi setiap persoalan dan situasi. Tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya. Patuh. Senantiasa jujur dan adil. taat. Tanda-Tanda Orang Beriman Jika disebut nama Allah. Memelihara amanah dan menempati janji. dan optimisme. Menafkahkan rezeki yang diterimanya. Berjihad di jalan Allah dan suka menolong. kesabaran. dan disiplin menjalankan peraturan ilahi. Tanda-tanda orang beriman menurut Abu A’la Maududi. semangat dan berani. Implikasi metodologinya ialah agar nilai iman hendaknya dapat dipelajari seseorang tidak sebagai ilmu dan keterampilan tingkah laku yang terpisah-pisah. ketabahan. Begitu pula dengan setiap bentuk nilai hidup yang berdimensi sosial. Tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin. Mempunyai sikap hidup damai dan ridha. Mempunyai sifat rendah hati dan khidmat. Mempunyai pendirian yang teguh.berdiri sendiri. Mempunyai sikap ksatria. Mempercayai kepercayaan terhadap diri sendiri dan tahu harga diri. Menghindari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan. Menjauhkan diri dari pandangan yang sempit dan picik. bahkan tidak takut kepada maut. Korelasi Keimanan dan Ketakwaan .

Sedangkan di bidang politik. selalu muncul konflik di antara partai dan semakin jauhnya anggota parlemen dengan nilai-nilai qur’ani. Tauhid teoritis adalah tauhid yang membahas tentang keesaan zat. . jin. Persoalan ini muncul karena wawsan ilmunya salah. Tantangan.Keimanan pada keesaan Allah yang dikenal dengan istilah tauhid dibagi menjadi dua yaitu tauhid teoritis dan tauhid praktis. Dengan demikian bertauhid adalah mengesakan Tuhan dalam pengertian yakin dan percaya kepada Allah melalui pikiran. Implementasi Iman dan Takwa dalam Kehidupan Modern Problematika. maka tidak ada satu kekuatan pun yang dapat mencegahnya. setan. Dalam pandangan Islam. dan benda-benda keramat lainnya. membenarkan dalam hati. keesaan sifat. mengucapkan dalam lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. karena pragmatis dan oportunis. pikiran dan perbuatan. Kalau Allah hendak member pertolongan. Adapun tauhid praktis disebut juga tauhid ibadah. Dengan kata lain. Iman melenyapkan kepercayaan pada kekuasan benda Orang yang beriman hanya percaya pada kekuatan dan kekuasaan Allah. perlu diadakan revolusi pandangan. dan keesaan perbuatan Tuhan. Alam pikiran bangsa Indonesia adalah majemuk. Hal itu menjadi tantangan yang amat berat dan dapat menimbulkan tekanan kejiwaan karena kalau masuk dalam kehidupan seperti itu. Dalam kaitan ini iman dan taqwa yang dapat berperan menyelesaikan problem dan tantangan kehidupan modern tersebut. Peran Iman dan Takwa dalam Menjawab Problem dan Tantangan Kehidupan Modern Berikut inidikemukakan beberapa pokok manfaat dan pengaruh iman pada kehidupan manusia. serta teks dan konteks. harus ada kesatuan dan keharmonisan tauhid teoritis dan tauhid praktis dalam diri dan dalam kehidupan sehari-hari secara murni dan konsekuen. Dengan demikian dapat menghilangkan kepercayaan dan keyakinan kepada manusia. seseorang harus menyatukan iman dan amal. sehingga pergaulan hidupnya selalu dipenuhi konflik baik sesama orang Islam maupun non-Islam. Dalam menegakkan tauhid. berhubungan dengan amal ibadah manusia. 3. Tauhid praktis merupakan terapan dari tauhid teoritis. maka akan melahirkan risiko yang besar. dan Resiko dalam kehidupan Modern Berbicara tentang masalah sosial budaya berarti berbicara tentang masalah alam pikiran dan realitas hidup masyarakat. Sebaliknya. jika Allah hendak menimpakan bencana. maka tidak ada satu kekuatan pun yang sanggup menahan dan mencegahnya. Secara ekonomi bangsa Indonesia semakin terpuruk. Hal ini karena diadopsinya sistem kapitalisme dan melahirkan korupsi besar-besaran. sedang ilmu merupakan roh yang menggerakkan dan mewarnai budaya. tauhid yang sempurna adalah tauhid yang tercermin dalam ibadah dan dalam perbuatan praktis kehidupan manusia sehari-hari. konsep dan pelaksanaan. Untuk membebaskan bangsa Indonesia dari berbagai persoalan di atas.

” Iman menanamkan sikap “self help” dalam kehidupan Rezeki atau mata pencaharian memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Pegangan orang beriman mengenai soal hidup dan mati adalah firman Allah QS An-Nisa:78. dan memperbudak diri. Kadang-kadang manusia tidak segan-segan melepaskan prinsip. Hal ini dijelaskan Allah dalam QS. karena kepentingan materi. Hud: 6. Ar-Radu: 28.” Iman memwujudkan kehidupan yang baik Kehidupan manusia yang baik adalah kehidupan orang yang selalu melakukan kebaikan dan mengerjakan perbuatan yang baik. AlAn’am: 162. “Di mana saja kamu berada. kecuali keridhaan Allah. hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram.” Iman melahirkan sikap ikhlas dan konsekuen Iman memberi pengaruh pada seseorang untuk selalu berbuat dengan ikhlas. “Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang member rezekinya. serta digoncang oleh keraguan dan kebimbangan. Orang yang beriman mempunyai keseimbangan. Banyak orang yang melepaskan pendiriannya. baik dengan lidahnya maupun dengan hatinya. dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang dan tempat penyimpananya. Banyak di antara manusia yang tidak berani mengemukakan kebenaran. karena kepentingan penghidupannya. Ia senantiasa berpedoman pada firman Allah dalam QS. seperti dijelaskan firman Allah dalam QS. maka sesungguhnya. dan jiwanya tenang (sakinah). “Barangsiapa yang mengerjakan amal shaleh baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata. “…(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. menjilat. . tanpa pamrih. Pegangan orang beriman dalam hal ini ialah firman Allah dalam QS.” Iman memberikan ketentraman jiwa Sering sekali manusia dilanda resa dan duka cita. An-Nahl: 97. Ingatlah. kematian akan mendapatkan kamu kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh. Orang yang beriman senantiasa konsekuen dengan apa yang telah diikrarkannya. karena takut menghadapi resiko.Iman menanamkan semangat berani menghadapi maut. hatinya tentram (mutmainnah). Orang yang beriman yakin sepenuhnya bahwa kematian di tangan Allah. menjual kehormatan. akan kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan. bermuka dua. Takut menghadapi maut menyebabkan manusia menjadi pengecut.

dan matiku hanyalah untuk Allah. Hal ini berarti bahwa seorang muslim harus membersihkan diri dari segala macam Tuhan terlebih dahulu. marah. perbuatan fisik seorang mukmin. dan kanker. dan lemah. baik indera maupun akail. Hal itu karena semua gerak dan perbuatan manusia mukmin. kemudian baru diikuti dengan penegasan “melainkan Allah”. Yaitu “tidak ada Tuhan”. sehingga yang ada dalam hatinya hanya ada satu Tuhan yaitu Allah. Apabila suatu masyarakat terdiri dari orang-orang yang beriman. dan akhlak manusia. maka akan terbentuk masyarakat yang aman. seperti makan. Al-Baqarah: 5. tingkah laku. Organ-organ tubuh yang melaksanakan proses bio-kimia bekerja di bawah perinah hormon. maupun yang tidak dipengaruhi oleh kemauan seperti gerak jantung. damai. Jika karena pengaruh tanggapan. maka keadaan ini dapat dinormalisir kembali oleh iman. tuhan semesta alam. Dalam hal ini iamn mampu mengetur hormon dan selanjutnya membentuk gerak. tentram. Pengaruh dan keberhasilan kelenjar hipofise ditentukan oleh gen (pembawa sifat) yang dibawa manusia semenjak ia masih membentuk Zygot dalam rahim ibu. seperti takut.“Katakanlah: sesungguhnya shalatku. Hal ini sesuai dengan firman Allah QS. dll. ibadahku. seperti darah tinggi. dan sejahtera. berdiri. .” Iman memberikan keberuntungan Orang yang beriman selalu berjalan pada arah yang benar. Dalam ajaran Islam diajarkan kalimat “la illaha illa Allah”. Dengan demikian orang yang beriman adalah orang yang beruntung dalam hidupnya. Kerja bermacam-macam hormon diatur oleh hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofise yang terletak di samping bawah otak. terjadi perubahan fisiologis tubuh (keseimbangan terganggu). Demikianlah pengaruh dan manfaat iman pada kehidupan manusia. ia bukan hanya sekedar kepercayaan yang berada dalam hati. tingkah laku. melihat. dan merekalah orang-orang yang beruntung. baik yang dipengaruhi oleh kemauan. “Mereka itulah yang tetap mendapatkan petunjuk dari Tuhan mereka. atau fungsi biologis tubuh manusia mukmin dipengaruhi oleh iman. minum.” Iman mencegah penyakit Akhlak. tetapi menjadi kekuatan yang mendorong dan membentuk sikap dan perilaku hidup. diabetes. pencernaaan. sehingga manusia merelakan dirinya dikuasai oleh-Nya. hidupku. Susunan kalimat tersebut dimulai dengan peniadaan. dan berpikir. putus asa. Oleh karena itu orang-orang yang dikontrol oleh iman tidak akan mudah terkena penyakit modern. karena Allah membimbing dan mengarahkan pada tujuan hidup yang hakiki. BAB III KESIMPULAN Tuhan (ilah) ialah sesuatu yang dipentingkan (dianggap penting) oleh manusia sedemikian rupa.

Kolerasi artinya hubungan. Adapun tanda-tanda orang beriman adalah Jika disebut nama Allah. Karena itu iman bukan hanya dipercayai atau diucapkan. Pengamalan dengan anggota badan Seseorang dinyatakan beriman bukan hanya percaya terhadap sesuatu. dan Prinsip Integrasi. Orang yang bertakwa adalah orang yang beriman yaitu yang berpandangan dan bersikap hidup dengan ajaran Allah menurut Sunnah Rasul yakni orang yang melaksanakan shalat.Iman dalam bahasa (Etimologi) artinya adalah membenarkan dan dalam istilah artinya adalah membenarkan dengan hati. sebagai upaya pembinaan iman dan menafkahkan rizkinya untuk mendukung tegaknya ajaran Allah. menafkahkan rezeki yang diterimanya. Jadi. tertib dalam melaksanakan shalat dan selalu menjaga pelaksanaannya. dan tidak meninggalkan pertemuan sebelum meminta izin. Pengucapan dengan lisan. Prinsip Sosialisasi. maka hatinya bergetar. diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan anggota badan. Keimanan dan ketakwaan merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Iman itu mencakup tiga hal : Ikrar dengan hati. Prinsip Internalisasi dan Individuasi. ikrar dalam hati. berjihad di jalan Allah dan suka menolong. . melainkan kepercayaan itu mendorongnya untuk mengucapkan dan melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinan. Korelasi keimanan dan ketakwaan. menghindari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanfaat dan menjaga kehormatan. Pengertian Iman menurut Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah . memelihara amanah dan menempati janji. Prinsip Konsistensi dan Koherensi. melainkan menyatu secara utuh dalam diri seseorang yang dibuktikan dalam perbuatannya. senantiasa tawakal. Proses terbentuknya keimanan dapat dibentuk melalui Prinsip Pembinaan Berkesinambungan. diucapkan dengan lidah (lisan) dan dikerjakan dengan anggota tubuh dalam amalan nyata (konkrit) sehari-hari.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful