You are on page 1of 8

Saliva adalah suatu cairan kompleks yang terdiri atas campuran sekresi dari kelenjar saliva mayor dan

minor yang ada pada mukosa rongga mulut. Tiga kelenjar mukosa mayor yaitu parotis, submandibularis, dan sublingualis. Sementara yang termasuk kelenjar saliva minor adalah kelenjar ludah kecil yang terdapat dalam mukosa pipi, bibir, palatum dan glosopalatal. Saliva adalah bagian dari rongga mulut yang sangat perlu untuk diketahui beberapa sifat yang ada di dalamnya termasuk juga fungsi yang ada di dalamnya. Proses pengeluaran dari saliva ini dapat sedikit ataupun banyak melebihi nomal. Pengeluaran ini dapat dirangsang oleh adanya pengaruh bahan kimia ataupun secara mekanis. Pengetahuan saliva adalah dasar dari sebuah penatalaksanaan setiap kasus yang ada si salam rongga mulut, seperti contohnya dalam prosedur penumpatan harus memblokir saliva yang mengenai daerah yang di tumpat. Maka sangat perlu sekali memahami akan beberapa karakteristik dari saliva itu sendiri. 1.2.TUJUAN 1. Untuk mengetahui sekresi saliva tanpa rangsangan 2. Untuk mengetahui pengaruh rangsangan terhadap sekresi saliva 3. Untuk mempengaruhi pengaruh rangsangan terhadap volume, viskosita, dan pH saliva BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA Kelenjar saliva dibagi menjadi 2, yaitu kelenjar saliva utama / mayor dan kelenjar saliva minor. Kelenjar saliva mayor yang merupakan kelenjar ekstrinsik yang mengeluarkan sekretnya ke dalam rongga mulut secara intermitten. Kelenjar saliva mayor ini terdiri dari 3 kelenjar besar meliputi kelenjar parotis, kelenjar sub mandibularis, kelenjar sub lingualis. Sedangkan Kelenjar saliva minor adalah kelenjar yang letaknya tersebar pada mukosa dan submukosa rongga mulut, merupakan kelenjar kecil-kecil yang mengeluarkan sekretnya terus – menerus (Herniyati, 2007). Untuk membasahi membran mukosa rongga mulut, vestibulum dan bibir, saliva diskresikan secara terus-menerus oleh kelenjat-kelenjar kecil yang jumlahnya banyak dan berhubungan dengan rongga mulut. Selain itu, kelenjar parotis, submandibular, sublingualis mengeluarkan sekretnya dalam jumlah banyak seolah dirangsang secara mekanis, kimiawi psikis atau olfaktorius karena adanya makanan atau dengan akan adanya makanan. Kelenjar-

(Amerongan. 1991) Selain memiliki fungsi tersebut. 1990).1991) Ada 2 macam tipe saliva yang dihasilkan. (Amerongan. aksi pembersihan rongga mulut c. pengunyahan dan penelanan makanan e. b. Sel-sel plasma dalam kelenjar saliva menghasilkan antibodi yaitu Ig A yang ditransportasikan je dalan saliva. Mucin juga mengandung Ig A. memproteksi gigi. Saliva memiliki beberapa fungsi penting didalam rongga mulut. saliva dan kelenjar saliva juga merupakan bagian dari sistem imun mukosa. terdapat beberapa jenis enzim antimikrobial seperti lisozim. . Saliva jenis ini mengandung mucin. sebagai pelumas b. laktoferin. yaitu: a. Lisozim. proses bicara f. sistem buffer g. berfungsi mengikat zat besi dan protein kaya akan prolin. ekstrinsik dan berpasangan ini menyalurkan sekretnya ke dalam mulut melalui saluran keluarnya (Lesson. sistem imun pertama yang menghadang bakteri dan virus.kelenjar mayor. Mukous Dihasilkan oleh kelenjar sublingualis dan submandibularis. dan sebagai pelindung dalam melawan karies. Serous Dihasilkan oleh kelenjar parotis dan sub mandibularis. mengandung ptialin (suatu amilase yaitu sebuah enzim untuk mencernakan serat). diantaranya: a. katalisator pada waktu identifikasi rasa d. berfungsi menghancurkan dinding bakteri. laktoferin dan peroksidase. Selain mengandung Ig A. yaitu sebuah glikoprotein yang melubrikasi makanan dan memproteksi mukosa oral.

1991) KESIMPULAN Sekresi saliva akan meningkat apabila ada rangsangan. dibawah dan di belakang ramus mandibula serta di depan musculus sternocleidomastoideus. Saliva juga mengandung immunoglobin. Kelenjar saliva dibagi menjadi 2: 1. • Sub lingua Glandula sub lingualis terletak di bawah lidah. lisosim.32 mg% Fungsi saliva: . terdiri dari: • Glandula bukalis • Glandula palatinalis • Glandula lingualis • Glandula labialis. potassium (sebagai kation). SALIVA Pengertian saliva Saliva adalah cairan kompleks yang diproduksi oleh kelenjar khusus dan disebarkan ke dalam cavitas oral.4 dan 0. Pars superficialis terletak di dalam trigonum sub mandibulare dan meluas ke atas ditutupi oleh corpus mandibulae. serum albumin. Selain itu. kretinin. Viskositas saliva akan menurun apabila sekresi saliva semakin meningkat. kadar tersebut masih terhitung rendah dibandingkan dengan serum karena pada saliva penyusun utamanya adalah air. asam urat. Dengan adanya rangsangan. Komponen anorganik terbanyak adalah sodium. Sedangkan komponen organik pada saliva meliputi protein yang berupa enzim amilase. terdiri dari: • Sub mandibulla Glandula sub mandibullaris terdiri atas pars superficialis dan pars profunda yang saling berhubungan pada tepi posterior musculus mylohyoideus. beberapa asam amino. Komposisi saliva: Komposisi dari saliva meliputi komponen organik dan anorganik. Glandula salivarius minor. laktat. 2. dan bikarbonat (sebagai anion-nya). pH saliva akan semakin alkali. maltase. dan N2. • Parotid Glandula parotis terletak di bawah meatus acusticus eksternus dan berada dalam suatu lekuk. khlorida. dan beberapa hormon seperti testosteron dan kortisol. Glandula salivarius mayor. dll. mucin. O2. saliva juga mengandung gas CO2. vitamin C.(Amerongan. seperti IgA dan IgG dengan konsentrasi rata-rata 9. Namun demikian.

 Mencegah kerusakan dan erosi pada gigi. Mempertahankan mulut tetap lembap. fluoride. mucin Penyeimbang PH Menstabilkan PH Menetralisir asam Bikarbonat. Fungsi Efek Komponen yang berperan Proteksi Membersihkan Pelumas Thermis Pembentukan pelikel Air Mucin dan glikoprotein Mucin Protein. glikoprotein. P. Mempertahankan mulut dan gigi tetap bersih. fosfat Protein dasar.Menghaluskan makanan Membentuk makanan menjadi bolus-bolus sehingga dapat ditelan dengan mudah. mucin. Karakteristik ketiga kelenjar saliva pada manusia dapat diringkas sebagai berikut: Kelenjar Jenis histologi sekresi Persentase saliva total pd manusia (1. granula ssekretorik (zymogen) yang mengandung enzim-enzim saliva dikeluarkan dari sel-sel asinar ke dalam duktus. Memecah karbohidrat menjadi maltosa dan dextrin ( Karena adanya enzim amilase dalam saliva).5 L per hari) Parotis Serosa Air 20 Sub mandibulla Campuran Agak viskous 70 Sub lingua mucus vikous 5 . dan F yang terkandung dalam saliva berperan penting pada proses remineralisasi. Mekanisme pertahanan tubuh (mempunyai daya anti-bakteri) dan sebagai anti oksidan. Membantu proses bicara dengan memudahkan gerakan bibir dan lidah. laktoferin. statherin. lisosim. Ion-ion seperti Ca. histatin. protein kaya prolin Anti mikroba Phisycal barrier Immune defense Nonimmune defense Mucin Sekresi Ig A Peroksidase. amonia Keutuhan gigi Pemasakan email dan perbaikan email Kalsium. fosfat. urea. dan aglutinin Perbaikan jaringan Penyembuhan luka dan regenerasi epitel Faktor pertumbuhan dan protein trefoil Pencernaan Pembentukan bolus Pencernaan karbohidrat dan trigliserida Mucin dan air Amilase dan lipase Perasa Memelihara kondisis indera pengecap Faktor pertumbuhan epidermal dan karbonik hidrase VI Mekanisme sekresi saliva Di kelenjar saliva. Meminimalisir keasaman rongga mulut dan mencegah kerusakan struktur gigi saat terjadi muntah.

Penderita sindroma ini sering mengeluh rasa terbakar di lidah. ketegangan dan kemarahan dapat bekerja sebagai stimulasi. Disamping itu terjadi perubahan imunologis kelenjar ludah. Rangsangan pada (1) Inervasi saraf parasimpatik memegang peran utama stimulus sekresi saliva. Saraf simpatis menyebabkan vasokonstriksi dan sekresi sedikit saliva yang akan bahan organik dari kelenjar submandibulais. misalnya oleh radang. gingivitis. Kelainan saliva 1. dan pipi. Sekresi ini disertai oleh vasodilatasi mencolok pada kelenjar.Regulasi sekresi saliva Sekresi saliva berada dibawah kontrol saraf. asin. Faktor-faktor yang mempengaruhi sekresi saliva: Kelenjar saliva dapat dirangsang dengan cara-cara berikut: Mekanis. dan pemakaian protesa yang dapat menstimulasi sekresi. yang disebabkan oleh pelepasan VIP (vasoactive intestine polipeptide). lebih dipengaruhi oleh respon kolinergik. yaitu intensitas dan durasi stimulasi ke kelenjar. Perbedaan tersebut berpengaruh langsung kepada permeabilitas membran sel-sel sekretori sebagai akibat dari hilangnya elektrolit sel tersebut. melalui sistem saraf autonom baik simpatis maupun parasimpatis. Pada sindroma ini terjadi perubahan-perubahan pada ludah yaitu pada atrofi sel sel asinar kelenjar ludah yang melanjut pada sekresi kelenjar ludah diikuti oerubahan konsentrasi beberapa komponen organik atau anorganik. oleh rangsangan seperti asam. 2. Syndroma Sjogren Penyakit ini ditandai dengan : Sekresi ludah dan sekresi kelenjar air mata yang menurun Pembengkaan glandula parotis Artritis Sebab terjadinya sindroma tersebut tidak dikatakan secara jelas. Rangsangan rasa sakit. bibir. dan berpengaruh terhadap komposisinya. manis. Psikis. stress menghambat sekresi. Pada kelenjar sub lingual dan kelenjar-kelenjar minor. misalnya mengunyah makanan keras atau permen karet Kimiawi. 50-60 % diantaranya juga mempunyai gangguan jaringan ikat. Neuronal. . sedangkan pada kelenjar lainnya cenderung ke inervasi adrenergik. Polipeptida ini adalah co-transmitter dengan asetilkolin pada sebagian neuron parasimpatis pascaganglion.Fibrosis Sistik Tiga gejala klasik pada diagnosisi penyakit ini adalah Konsentrasi klorida keringat meningkat kira – kira 5 x lipat dari harga normal Gangguan penyumbatan paru – paru kronis . Rangsangan (2) Saraf simpatis cenderung mempengaruhi volume sekresinya. terdapat dua faktor lain yang berpengaruh terhadap komposisis saliva. Mungkin ini adalah suatu penyakit autoimune atau dapat pula disebabkan oleh virus. pahit. dan pedas. Selain dari perbedaan tipe reseptor autonom yang aktif. Sekitar 90% penderitanya berusia 40 -60 tahun. Saraf parasimpatis dari nukleus salivatorius superior(bagian dari nervus fasialis dan berlokasi di pontine tegmentum) menyebabkan sekresi liur cair dalam jumlah besar dengan kandungan bahan organik yang rendah.

( Sutedjo. RNA. Tumor kelenjar ludah Pada pertumbuhan tumor dikelenjar ludah sering terjadi perubahan perubahan tiak spesifik. antibiotik anti tumor. Menyerupai basa DNA. Obat anti kanker berkerja tidak selektif terhadap sel kanker. Pasien tersebut pernah mendapat vitamin dari dokter gigi namun eluhannya tidak berkurang. Cara kerja obat kanker : 1. menghancurkan DNA dengan cara : a. dan antikanker hormon. Kadar Ca 2+ yang meningkat dapat menjadi penyebab naiknya pertumbuhan karang gigi. 2008) SKENARIO Seorang pria berumur 25 tahun datang ke RSGM FKG UGM. yaitu: a) G1 : Memproduksi enzim yang diperlukan DNA b) S1 : Sintesis dan replikasi DNA c) G2 : Tahap RNA dan sintesa protein d) M : Tahap pembelahan e) G0 : Fase istirahat Beberapa obat kanker bkerja pada semua tahap disebut on spesifik siklus sel atau NSSS. dan mikrotubulus pada mitosis (disebut zat spesifik siklus sel) Ada 5 tahap siklus replikasi sel. mengeluh mengenai rasa kering dan tidak nyaman pada rongga mulutnya. pasien tersebut pernah menjalani terapi dengan mengkonsumsi beberapa obao-obatan anti kanker karena terdapat tumor di prostatnya. yang keduanya menyebabkan terjadinya pencegahan pertumbuhan endogen sel. sehingga sel tubuh yang normalpun akan menjadi sasaran yang membahayakan. sehingga sintesis komponen ludah dan sekresi ludah menurun. Membuat radikal oksigen bebas yang menghancurkan DNA Menghambat pembelahan sel yang dengan cara mengganggu sintesa protein. Kelainan gigi pada penderita penyakiyt ini diperkirakan disebabkan karena faktor-faktor lain yang abnormal dalam ludah 3. Yang termasuk kelompok obat NSSS adalah obat-obat alkilasi. Perbedaan sel normal dan sel kanker hanya terdapat pada jumlah dan progesifitas tahapan pembelahan. Berdasar catatan di rekam medis. misalnya karena pendesakan sel asinar. Mencegah pemisahan rantai DNA b. yang terjadi pada 90 – 100% penderita fibrosis sistik. DNA. atau mengagonis reseptor terutama anti kanker hormonal. tetapi ada yang hanya bekerja pada tahap tertentu saja disebut spesifik siklus sel atau SSS. Terdapat sariawan di bagian labia inferior. Kinerja obat anti kanker : . Mengantagonis reseptor. Menghambat proliferasi sel (sebagian besar anti kanker). 2. sehingga terjadi penggabungan obat kedalam DNA dan pemutusan rantai DNA serta umpan balik negatif enzim yang mensintesis dan mendaur ulang purin d. Termasuk SSS adalah antimetabolit (efektif pada tahap S) dan alkaloid vinka (efektif pada tahap M). walaupun secara klinis perubahannya kecil.Pankreas tiodak berfungsi Kelenjar ludah yang terserang penyakit ini memeliki susunan yang abnormal. OBAT ANTI KANKER/ ANTINEOPLASTIK Sel tumor berasal dari sel tubuh yang normal. Menghambat perbaikan DNA karena adanya ikatan gugus alkil dengan basa DNA c.

Jika proses pembentukan protein itu sendiri terganggu maka regenerasi sel tidak akan berjalan dengan baik. gingivitis. maltase. Menyerupai basa DNA. Padahal IgA dan IgG merupakan senyawa protein yang berperan dalam sistem imun sehingga adanya infeksi termasuk ulserasi berupa stomatitis dalam rongga mulut akan cepat sembuh jika sistem imun ini bekerja dengan baik. antibiotik anti tumor. Saliva diekskresikan oleh glandula salivarius sebagai suatu respon akan adanya rangsang yang diterima oleh reseptor di dalam rongga mulut. misalnya oleh radang. 4. Mencegah pemisahan rantai DNA b.. RNA. manis. reseptor dalam rongga mulut apabila mendapat rangsangan seperti tersebut di atas akan merangsang ekskresi saliva. Kimiawi. mucin. misalnya mengunyah makanan keras atau permen karet b. . vitamin C. tetapi ada yang hanya bekerja pada tahap tertentu saja disebut spesifik siklus sel atau SSS. sehingga terjadi penggabungan obat kedalam DNA dan pemutusan rantai DNA serta umpan balik negatif enzim yang mensintesis dan mendaur ulang purin d. stress menghambat sekresi. Sehingga ketika diberi vitamin C oleh dokter gigi. lisosim. laktat. Neuronal. Protein juga berperan dalam proses regenerasi sel-sel epitel penyusun mkosa rongga mulut. Mengantagonis reseptor. Psikis. Hal ini karena obat anti kanker yang pernah dikonsumsi berefek pada sedikitnya ekskresi glandula salivarius dan kandungan immunoglobulin di dalam saliva. seperti IgA dan IgG dengan konsentrasi rata-rata 9. asin. yang keduanya menyebabkan terjadinya pencegahan pertumbuhan endogen sel Kaitan penggunaan obat anti kanker terhadap adanya sariawan yang tidak sembuh-sembuh : 1. Membuat radikal oksigen bebas yang menghancurkan DNA Menghambat pembelahan sel yang dengan cara mengganggu sintesa protein. Saliva mengandung komponen organik yang meliputi protein. Ekskresi saliva yang berkurang akan menyebabkan mulut menjadi kering atau xerostomia. Menghambat perbaikan DNA karena adanya ikatan gugus alkil dengan basa DNA c. sariawan pada pasien tersebut tidak berkurang. dan beberapa hormon seperti testosteron dan kortisol. oleh rangsangan seperti asam. atau mengagonis reseptor terutama anti kanker hormonal. melalui sistem saraf autonom baik simpatis maupun parasimpatis. Sedangkan obat anti kanker bekerja menghambat proliferasi sel dengan cara mengganggu sintesa protein.32 mg%.3. kretinin. ketegangan dan kemarahan dapat bekerja sebagai stimulasi. Termasuk SSS adalah antimetabolit (efektif pada tahap S) dan alkaloid vinka (efektif pada tahap M). dan mikrotubulus pada mitosis (disebut zat spesifik siklus sel) Beberapa obat kanker bekerja pada semua tahap disebut on spesifik siklus sel atau NSSS. asam urat. menghancurkan DNA dengan cara : a. Dalam hal ini. beberapa asam amino. c. serum albumin. Kelenjar saliva dapat dirangsang dengan cara-cara berikut: a. DNA. pahit. Obat anti kanker inilah yang akan mengintervensi reseptor tersebut sehingga bekerja menjadi antagonis. d. Menghambat proliferasi sel (sebagian besar anti kanker). berupa enzim amilase.4 dan 0. dan pedas. dan pemakaian protesa yang dapat menstimulasi sekresi Obat anti kanker berefek dalam mengantagonis reseptor. Yang termasuk kelompok obat NSSS adalah obat-obat alkilasi. Obat anti kanker yang dikonsumsi berefek mengintervensi sistem imun tubuh oleh imunoglobulin. Dalam hal ini obat anti kanker membuat sintesa imunoglobulin A dan G yang termasuk dalam golongan protein menjadi terhambat. Rangsangan rasa sakit. Mulut kering lebih rentan terjadi adanya ulserasi pada mukosa rongga mulut sehingga menyebabkan terjadinya sariawan atau stomatitis. Selain itu saliva juga mengandung immunoglobin. yaitu berefek pada berkurangnya ekskresi saliva. Mekanis. dan antikanker hormon. 2. e.

Ganong. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran.W. Sayuti. Guyton and Hall. Amara Books : Yogyakarta. Diakses tanggal 01-12-08 jam 20. Surabaya http://rumahkanker.DAFTAR PUSTAKA Sutedjo.php?option=com_content&do_pdf=1&id=40. Wiwiek. Manifestasi dan Penanggulangannya.com/index2. .F.. 2007. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. USU digital library. Keluhan Mulut Kering Ditinjau dari Faktor Penyebab. Indriyani. 2007. EGC : Jakarta. Saluran Cerna. 2002. Mengenal Obat-obatan secara Mudah & Aplikasinya dalam Perawatan. EGC : Jakarta.00 WIB Hasibuan. 2008.