BIOENERGETIKA DAN TIPE REAKSI BIOKIMIA

1.

Bioenergetika dan termodinamika

Sel hidup juga organisme melakukan kerja setiap harinya, mereka bergerak, bernafas, berjalan, berlari.Mereka melakukan kerja untuk bertahan hidup, untuk dapat tumbuh, kemudian bereproduksi.Begitulah siklus yang terjadi di alam.Semua kerja yang dilakukan ini tentunya membutuhkan suatu bahan bakar. Bahan bakar yang kemudian akan diubah menjadi energi untuk melakukan kerja. Untuk mendapatkannya, mahluk hidup harus memiliki kemampuan untuk menggunakan bahan di alam sebagai sumber energi kemudian mengarahkannya pada kerja biologis agar dapat mengalami proses transduksi juga konversi dari satu bentuk energi ke bentuk lainnya. Energi tersebut di dalam sel diolah untuk melakukan reaksi reaksi biologis yang kompleks seperti melakukan sintesis, dimana dari sebuah precursor sederhana akan dihasilkan makromolekul yang besar dengan struktur kompleks. Energi kimia ini diubah pula menjadi bentuk panas, gerak, gradien konsentrasi, gradien elektrik serta menjadi bentuk cahaya pada mahluk tertentu. Transduksi energi biologis ini memenuhi hukum kimia dan fisika yang sama yang mengatur seluruh proses di alam. Hukum yang berperan penting pada proses ini adalah Hukum Termodinamika I dan Hukum Termodinamika II. Hukum Termodinamika Termodinamika mempelajari hubungan bermacam-macam bentuk energi dalam suatu sistem. Energi yang satu dapat diubah menjadi bentuk lain sebagai contoh energi kimia dapat diubah menjadi panas, atau gerak. Hukum Termodinamika I Untuk setiap perubahan kimia maupun fisika, jumlah total energi di alam adalah tetap; energi tidak dapat dicipatakan atau dimusnahkan, energi hanya dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya atau dipindahkan dari satu tempat k tempat lain

Hukum Termodinamika II Seluruh proses yang terjadi di alam cenderung terjadi dengan peningkatan entropi Dalam termodinamika dikenal sitem dan lingkungan dalam pendefinisian kerja. Sistem atau lebih spesifik lagi sistem yang bereaksi adalah sekumpulan materi yang mengalami suatu proses kimia atau fisikia. sistem ini kemudian mengalami interaksi dengan lingkungan. Keduanya membangun jagat raya ini bersama-sama. Terdapat 3 jenis sistem yang dijelaskan dalam termodinamika, yaitu: 1. Sistem tertutup Pada sistem ini materi tidak dapat masuk atau melewati bidang batas, yang dapat masuk ke dalam sistem hanyalah energi 2. Sistem terbuka Pada sistem terbuka, baik materi maupun energi dapat masuk melewati bidang batas 3. Sistem terisolasi Baik materi maupun energi tidak dapat masuk ke dalam sistem karena tidak dapat melewati bidang batas

Perubahan energi dalam reaksi kimia yang berkaitan dengan termodinamika memilii tiga jenis besaran termodinamika yang berperan penting. 1. Energi bebas Gibbs, G Energi bebas Gibbs mengekspresikan jumlah energi yang dapat digunakan untuk melakukan kerja selama reaksi berlangsung dengan kondisi suhu dan tekanan konstan.Nilai perubahan energi bebas Gibbs ini dinyatakan dengan ∆G. Ketika suatu reaksi berjalan dengan proses melepaskan energi, maka reaksi tersebut memiliki nilai ∆G negatif dan dikatakan sebagai suatu reaksi yang eksergonik. Sementara apabila suatu reaksi berjalan dengan mengambil

energi dari sistem, nilai ∆G yang ia miliki adalah positif dan reaksi tersebut dikatakan endergonik. 2. Entalpi, H Entalpi dikatakan sebagai banyaknya panas pada sistem yang bereaksi.Entalpi juga dapat menunjukkan jumlah dan jenis ikatan kimia dari reaktan dan produk. Sistem yang melepaskan panas ke lingkungan disebut dengan sistem isotermik dimana nilai dai ∆H nya adalah negatif. Sementara satu sistem dinyatakan sebagai sistem endotermik karena ia menggunakan panas dari lingkungan untuk bereaksi dan nilai ∆H yang dimilikinya bernilai positif. 3. Entropi, S entropi merupakan ukuran kuantitatif untuk kekacauan atau ketidakteraturan dalam sistem. Suatu sistem akan mengambil atau menggunakan energi dari lingkungan untuk melakukan suatu transformasi membentuk produk. Ketida produk yang dihasilkan ini lebih sederhana dibandingkam dengan reaktannya maka reaksi dikatakan memanfaatkan atau menggunakan energi. Ketiga besaran ini memiliki suatu hubungan dalam kondisi dimana suhu dan tekanan tetap, hubungan tersebut dinyatakan dalam persamaan:

∆G = ∆H - T∆S
∆G = perubahan energi bebas Gibbs ∆H = perubahan entalpi T = suhu absolut ∆S = perubahan entropi Berdasarkan hubungan ini, proses reaksi yang lebih disukai secara energetika akan menghasilkan nilai ∆G yang memiliki nilai negatif. Pada kenyataannya, suatu reaksi spontan pun memiliki nilai ∆G negatif.

Perubahan Energi Biologis Mematuhi Hukum Termodinamika Pada sistem biologis, suatu organisme atau suatu sel dikatakan sebagai sistem yang bereaksi, karena pada organel-organel sel dapat terjadi suatu reaksi yang dapat memanfaatkan energi dari lingkungannya.Sel merupakan suatu sistem terbuka, dimana baik energi maupun materi dari lingkungan dapat melewati bidang batas, dan dapat dengan bebas keluar-masuk sistem. Hukum Termodinamika I menunjukkan suatu hukum yang memiliki fokus terhadap konservasi energi.Sementara hukum Termodinamika II menyatakan hubungan reaksi dengan entropi atau kuantitas kekacauan.Sistem hidup, dalam hal ini adalah organisme atau sel, tidak pernah mencapai suatu keseimbangan dengan lingkungannya. Hal ini menunjukkan bahwa tidak pernah dicapai suatu keadaan setimbang, di mana enegi di dalam sistem sama dengan d lingkungan.sel hidup melakukan pertukaran energi dengan lingkungan dimana hal ini dapat menyajikan sebuah keteratuan bagi sistem. Fenomena ini menunjukkan bahwa sistem biologis mengikuti Hukum termodinamika II dalam memanfaatkan energi yang berhubungan dengan kenaikan entropi. Dalam Hukum Termodiamika II dinyatakan bahwa entropi akan meningkat selama terjadinya proses fisika maupun kimia.Namun, peningkatan entropi ini tidak terjadi di dalam sistem yang bereaksi.Keteraturan yang diproduksi dalam sel selama sel itu tumbuh lebih akan memeperbaiki atau menguntungkan bagi alam dibandingkan dengan ketidakteraturan yang terjadi di lingkungan saat sel-sel itu tumbuh dan berkembang. Singkatnya, organisme menyediakan keteraturan dalam selnya dengan mengambil energi bebas dari lingkungan yang berupa nutrien atau cahaya matahari, kemudian mengembalikan energi ke lingkungannya dalam jumlah yang setara dalam bentuk panas dan entropi.

Sel Membutuhkan Sumber Enenrgi Bebas Sel merupakan suatu sistem isotermal yang berfungsi secara alamiah pada suhu dan temperatur konstan. Sel menggunakan energi bebas sebagai sumber

Besarnya gaya ini diekspresikan dalam perubahan energi bebas ∆G. sehingga hasil netto dari keduanya menghasilkan suatu nilai ∆ G. posisi tepat kesetimbangannya.T∆S Terdapat suatu hubungan sederhana antara konstanta kesetimbangan. selain itu terdapat pula suatu kecenderungan untuk mencapai entropi tertinggi yang disimbolkan dengn S.energinya yang disimbolkan dengan G. perubahan energi bebas standar dalam suatu reaksi kimia adalah cara matematis yang d=sederhana untuk menunjukkan konstanta keetimbangan reaksi tersebut. Kondisi ini dapat dituliskan dalam suatu persamaan. Nilai dari energi bebas standar ini dapat dicari dengan menggunakan persamaan: ∆G’0 = -RT ln K’eq . Ketika sistem tidak berada pada kesetimbangan. Keq dengan perubahan energi bebas standar. yaitu: ∆G = ∆H . H. terdapat kecenderungan reaksi untuk bergerak ke arah pembentukan produk atau sebaliknya. ∆G standar Berhubungan Langsung dengan Konstanta Kesetimbangan Komposisi dari suatu sistem yang bereaksi cenderung untuk terus berubah hingga kesetimbangan dicapai. Hal ini mengakibakan suatu gaya yang dapat mengatur arah energi. digunakannya energi bebas ini memungkinkan perkiraan arah reaksi kimia. Pada kesetimbangan konsentrasi dan produk. serta laju reaksi adalah sama. dan jumlah kerja yang mampu mereka lakukan pada suhu dan temperatur tetap. Sel mengambil energi bebas dalam bentuk nutrien atau cahaya matahari yang kemudan akan diubah menjadi ATP atau senyawa lain yang kaya energi sehingga dapat menyediakan energi untuk melakukan kerja biologis pada suhu tetap. ∆G’0 . Berjalannya suatu reaksi kimia dipengaruhi pula oleh kecenderungan untuk mencapai keadaan dimana terdapat ikatan yang paling stabil. Hal ini dipengaruhi kuat oleh nilai entalpi.

Seluruh reaksi kimia cenderung berjalan pada suatu arah yang menghasilkan penurunan energi bebas dalam sistem.Selanjutnya apabila diketahui nilai ∆G’0 adalah positif. Berikut merupakan tabel yang menyajikan nilai energi bebas a=standar untuk bebrapa reaksi yang eterjadi dalam proses biokimia . Dari hubungan ini dapat diketahui bahwa ketika nilai ∆G’0 negatif. Sementara apabila nilai Keq< 1 nilai ∆G’0 yang dihasilkan adalah positif.Hubungan langsung antara konstanta kesetimbangan dengan energi bebas standar adalah mereka memiliki hubungan eksponensial. Apabila nilai Keq > 1 maka nilai ∆G’0 adalah negatif (-). maka nilai energi bebas dalam produk lebih besar sehingga reaksi yang terjadi tidak spontan atau cenderung mengalami arah yang kebalikan (menuju ke arah reaktan) dalam suatu reaksi kesetimbangan. Apabila nilai Keq = 1 maka nilai ∆G’0 = 0. produk memiliki nilai energi bebas yang lebih kecil dibandingkan dengan reaktan dan reaksi kemudian akan terjadi secara spontandibawah kondisi standar.

Reaksi- . Hal ini disebabkan oleh tahapan reaksi yang ditempuh serta kepentingan dari terjadinya rekasi tersebut. Sebagai contoh reaksi hidrolisis ester sederhana etil asetat menghasilkan etanol hanya memiliki nilai ∆G’0= -19. Sementara itu reaksi hidrolisis anhidrida asam menunjukkan nilai perubahan energi bebas yang besar karena kebutuhannya untuk terjadi dalam sel sangat tinggi. pada tabel ini ditunjukkan nilai perubahan energi bebas standar untuk reaksi hidrolisis ester sederhana.6 karena reaksi ini kurang dibutuhkan oleh sel dimana reaksi ini bukan merupakan reaksi utama untuk menghasilkan sumber energi bagi sel. T= 250 C).Tabel ini menunjukkan jumlah energi bebas yang tersedia agar suatu reaksi dapat berlangsung pada suatu keadaan standar (pH= 7. amida.0 . dan glikosida sebagaimana reaksi penataan ulang dan eliminasi memiliki nilai perubahan energi bebas yang relatif kecil. peptida.

∆G’0 . perubahan energi bebas aktual. dimana nilai dari ∆Gini dapat dihitung melalui persamaan: ∆G= ∆G’0+ RT ln [produk]/[reaktan} Kriteria spontanitas suatu reaksi ditentukan oleh ∆G. Reaksi ini membutuhkan energi bebas yang besar karena di dalam sel ia mengalami tahapan reaksi yang panjang sebelum menjadi produk. Kemudian untuk menunjukan bearnya energi yang dilepaskan oleh sel dibutuhkan suatu nilai perubahan energi bebas actual . ∆G’0.0 M dan pada keadaan standar. Sementara itu. Perubahan energi bebas actual. ∆G ini merupakan suatu variable yang nilainya tergantung dari nilai perubahan energi bebas standar.suatu reaksi dengan ∆G’0 yang positif dapat mengalami reaksi dengan arah menuju produk apabila nilai ∆Gnegatif. Selain itu.reaksi ini memiliki kepentingan dalam menghasilkan produk berupa senyawa kaya energi yang dibutuhkan sel. ∆G dengan perubahan energi bebas standar. ∆G merupakan sebuah fungsi dari konsentrasi reaktan juga produk pada kondisi dimana terjadi kenaikan suhu selama reaksi berlangsung. ∆G’0 ini merupakan suatu konstanta yang tidak akan berubah selama reaksi berlangsung. Selain itu. Perubahan Energi Bebas Aktual (∆G) Tergantung dari Konsentrasi Produk dan Reaktan Terdapat perbedaaan yang berarti antara perubahan energi bebas actual. Nilai ∆G= 0 menunjukkan reaksi mencapai kesetimbangan dan tidak ada lagi kerja yang dapat dilakukan oleh suatu reaksi. Setiap reaksi kimia mempunyai karakteristik ∆G’0 yang berbeda ’0 beda tergantung dari nilai konstanta kesetimbangannya. reaksi yang memiliki nilai ∆G’0 besar adalah reaksi oksidasi dengan molekul oksigen. ∆G menunjukkan arah dari reaksi yang berlangsung dan sebserapa jauh reaksi dapat terjadi hingga kesetimbangan dicapai ketika konsentrasi awal dari masing-masing komponen reaksi adalan 1.Hal ini dapat terjadi apabila nilai RT ln [produk]/[reaktan] pada persamaan .Nilai ∆Gpada reaksi yang berlangsung secara spontan mendekati kesetimbangan adalah negatif.

Perubahan energi bebas standar dapat ditambahkan. enzim tidak dapat mengubah konstanta kesetimbangan.Perubahan energi bebas untuk suatu reaksi tidak tergantung dari jalur bagaimana reaksi tersebut terjadi. Ini memiliki arti bahwa dalam suatu reaksi kimia yang berasal dari pembagian intermediet reaksi-reaksi berurutan memiliki nilai total perubahan energi bebas yang merupakan jumlah nilai ∆Guntuk masing-masing reaksi.∆G’0 dan∆Gmerupakan jumlah total energi bebas yang diberikan oleh suatu reaksi secara teoritis. Dalam suatu sel.Karenanya. jumlah kerja yang dilakukan oleh suatu reaksi bilainya akan selalu lebih kecil dibandingkan nilai teoritisnya. suatu reaksi yang tidak dikatalisis akan mempunyai laju yang sangat lambat. perubahan energi bebas hanya tergantung pada alam dan konsentrasi awal dari pereaksi dan produk yang dihasilkan. Nyatanya. .di atas mempunyai nilai yang besar serta negatif. selanjutnya B yang merupakan produk dari reaksi pertama ini menjadi suatu reaktan pada tahap selanjutnya yang bereaksi menghasilkan produk target C dan memiliki nilai perubahan energi bebas standar ∆G’02. Secara matematis hal ini dapat dituliskan sebagai: Prinsip bioenergetika ini menerangkan bagaimana suatu reaksi yang sifatnya endergonik atau kurang disukai dalam termodinamika dapat mengalami suatu reaksi dengan arah forward untuk menghasilkan reaksi dengan cara menyatukannyapada reaksi yang bersifat eksergonik melewati suatu intermediet umum. namun enzim dapat meningkatkan laju terjadinya reaksi tersebut dalam arah yang telah ditentukan secara termodinamika. Diasumsikan terdapat suatu reaksi A  C dimana reaktan A mengalami suatu tahapan reaksi yang menghasilkan produk transisi atau intermediet B dan memiliki nilai ∆G’01. sehingga untuk membuat reaksi terjadi dibutuhkan enzim untuk menurunkan energi aktivasi sehingga reaksi tersebut dapat berjalan meskipun berada dalam suhu ruang.

Namun. kedua rekasi tersebut apabila disatukan akan menghasilkan suatu nilai ∆G’0 yang negatif seperti diperlihatkan pada persamaan berikut: Dalam kasus ini. energi yang disimpan dalam bentuk ATP digunakan untuk menjalankan sintesis glukosa-6-fosfat yang mana reaksinya adalah endergonik dapat berjalan secara eksergonik karena adanya transfer gugus fosfat dari ATP. karena setiap materi bereaksi membentuk senyawa kemudia bereaksi kembali membentuk suatu produk yang berguna bagi kehidupan. Logika Kimia dan Reaksi Biokimia Umum Dalam kimia.Reaksi ini memiliki nilai ∆G’0 yang positif sehingga reaksi yang terjadi kurang spontan dan sifatnya eksergonik. reaksi merupakan sesuatu yang umum. Strategi pembentukan intermediet ini dilakukan oleh seluruh sel dalam sintesis produk transisi metabolisme dan untuk membentuk komponen-komponen sel. yaitu reaksi hidrolisis ATP. 2.Sementara itu terdapat suatu reaksi yang sifatnya sangat eksergonik. Nilai ∆G akhir yang didapat merupakan nilai perubahan energi bebas sistem. Kedua reaksi ini berbagi intermediet yang sama yaitu fosfat inorganic.Contoh dari prinsip ini berlaku pada sintesis glukosa-6-fosfat dari glukosa. Pi dan air. apabila memfokuskan pada reaksi dalam . H2O. Strategi ini hanya dapat bekerja dengan baik hanya jika terdapat senyawa kaya energi seperti ATP yang tersedia berkelanjutan.

ikatan kovalen terdiri atas satu pasang elektron ikatan ini dapat dilepaskan melalui dua cara. yaitu: 1. . dalam arti tidak bekerja sendiri-sendiri.Sel juga mempunyai kapasitas untuk melakukan ribuan reaksi-reaksi yang dikatalisis oleh enzim spesifik. suatu atom memiliki dua electron ikatan sehingga dapat menghasilkan suatu karbanion. isomerisasi.Pemecahan heterolitik lebih sering terjadi dalam sistem biologis. Prinsip Dasar Kimia 1. laju reaksi. karbokation. hubungan reaksi dengan sistem metabolisme 2. reaksi pembentukan atau pelepasan ikatan C-C 2. penataan ulang internal.biokimia terdapat dua syarat penting agar suatu reaksi dapat bekerja di sistem biologis. atau ion hidrida. Suatu reaksi dapat terlibat pada tipe reaksi lainnya. reaksi radikal bebas 4.Suatu reaksi yang relevan adalah reaksi yang dapat memanfaatkan substrat dan mengubahnya menjadi suatu produk yang berguna. dikategorikan ke dalam lima kelompok umum. yaitu pemisahan homolitik dan heterolitik. dan eliminasi 3. Kebanyakan reaksi dalam sel ini. Jumlah transformasi senyawa metabolik yang terjadi dalam sel sangatlah banyak.Sementara pemecahan homolitik masing masing atom hanya memiliki satu electron sehingga menghasilkan suatu atom radikal bebas. Keduanya memiliki peranan penting dalam membentuk suatu jalur metabolisme. transfer gugus 5. oksidasi readuksi kelima tipe reaksi ini tidak eksklusif. Pada pemecahan heterolitik. yaitu: 1.

. Berikut contoh elektofil dan nukleofil yang umum dalam reaksi biokimia.2. Nukleofil bergabung dengan memberikan electron pada elektrofil. Kebanyakan reaksi biokimia melibatkan interaksi antara nukleofil dan elektrofil. Suatu atom dapat betindak sebagai nukeofil atau elektrofil tergantung dari ikatan serta gugus fungsi yang mengelilinginya.

Gugus karbonil ini dapat memfasilitasi pembentukan karbanion melalui delokalisasi elektron .Atom karbon dari gugus karbonil memiliki muatan parsial positif karena adanya gugus penarik electron dari oksigen pada karbonil. Atom-atom elektronegatif ini dapat memasuki struktur elektronik dari atom karbon untuk menstabilkan dan memfasilitasi pembentukan intermediet karbanion dan karbokation. karbanion dan karbokation mustahil digunakan dalam reaksi. kecuali terdapat bantuan kimia lain dalam bentuk gugus fungsi yang memiliki atom bersifat elektronegatif seperti oksigen atau nitrogen. karenanya gugus karbonil merupakan suatu karbon elektrofilik.Pembentukan ikatan C-C ini melibatkan kombinasi antara karbanioin dan karbokation. Untuk tujuan biokimia sel.Karbanion dan karbokation umumnya tidak stabil sehingga formasinya dalam suatu reaksi sebagai intermediet tidak dapat terjadi meskipun dikatalisis oleh enzim.Reaksi yang Membentuk atau Memecah Ikatan C-C Pemecahan secara heterolitik menghasilkan suatu karbanion atau karbokation. Gugus karbonil penting dalam transformasi kimia.

gugus lain yang memiliki efek ini adalah imina. . Kondensasi Aldol merupakan suatu rute umum untuk pembentukan ikatan CC. Pada imina gugus nitrogen bertindak sebagai gugus penarik electron sehingga karbon menjadi parsial positif yang kemudia terjadia delokalisai electron untuk menstabilkan dan membentuk suatu karbokation. Pentingnya gugus karbonil ini mrupakan bukti dari tiga kelas reaksi dimana ikatan C-C terbentuk atau dilepaskan. intermediet karbanion distabilkan oleh gugus karbonil. Ketiga kelas reakssi tersebut adalah: kondensasi aldol. Pada tiap tipereaksi ini.delokalisasi Selain gugus karbonil.reaksi aldolase yang mengubah suatu senyawa dengan enam karbon menjadi senyawa dengan tiga karbon dalam glikolisis merupakan salah satu contoh reaksi kondensasi aldol. dan dekarboksilasi. kondensasi Claisen.

tanpa adanya perubahan keadaan oksidasi molekul. Contohnya. Contoh dari reaksi ini dalam sistem biokimia adalah sintesis sitrat dalam siklus asam sitrat.Kondensasi Claisen. seperti reaksi dekarboksilasi asetoasetat yang tejadi dalam pembentukan ketone bodiesselama katabolisme asam lemak. Dekarboksilasi. Contoh dari isomerisasi yang diikuti oleh reaksi redoks adalah pembentukan fruktosa6-fosfat dari glukosa-6-fosfat dalam glikolisis. atau posisi dari ikatan rangkapnya yang berpindah. dan Eliminasi Penataan ulang intramolekular terjadi karena adanya redistribusi electron sehingga menghasilkan perubahan dari beberapa tipe senyawa tanpa adanya perubahan keadaan oksidasi molekul-molekulnya. Intermediet karbokation yang terjadi dalam beberapa reaksi pementukan atau pelepasan ikatan C-C ini diawali dengan eliminasi leaving group seperti pirofosfat.. pada kondensasi ini karbanion distabilkan oleh gugus karbonil dari suatu tioester. gugus yang berbeda dalam suatu molekul dapat mengalami oksidasi-reduksi. biasanya melibatkan pembentukan suatu karbanion yang distabilkan oleh gugus karbonil. Penataan Ulang Internal. Isomerisasi. . gugus yang memiliki ikatan rangkap akan mengalami penataan ulang cis atau trans.

Salah satu contoh reaksi eliminasi yang terjadi namun tidak mempengaruhi perubahan bilangan oksidasi adalah kehilangan air dari alcohol menghasilkan suatu ikatan rangkap . transposisi ikatan rangkap dalams istem biologis contohnya terjadi pada proses biosintesis kolesterol.selanjutnya.

Reaksi Radikal Bebas Pembentukan radikan bebas karena adanya pemecahan homolitik banya terjadi pada sistem seluler.Reaksi-rekasi ini mencakup isomeraisasi yang menggunakan adenosilkobalamin (vitamin B-12) atau S-adenosilmetionin yang diinisiasi oleh radikal 5’-deoksiadenosil. .

. Transfer gugus glikosil melibatkan substitusi nukleofilik pada C-1 dari cincin gula. reaksi radikal bebas untuk menginisiasi reaksi dekarboksilasi adalah pada biosintesis heme. Reaksi Transfer Gugus Fungsi Transfer gugus asil glikosil.Selain itu. dimana karbom tersebut merupakan atom pusat dari asetal.Terdapat suatu mekanisme reaksi yang terjadi pada bakteri ketika mereka tumbuh secara anaerob. dan fosforil dari satu nukleofil ke nukleofil lain umum terjadi dalam sol. Transfer gugus asil melibatkan adisi suatu nukleofil ke karbon karbonil dari gugus asil untuk membentuk suatu intermediet tetrahedral berikut: Salah satu contoh reaksi transfer gugus asil ini terjadi pada reaksi chymotrypsin. substitusi dapat terjadi melalui mekanisme SN1 dan SN2. seperti dijelaskan pada gambar berikut untuk lisozim. enzim yang tergantung pada protein tau disebut juga HemN protein mempromosikan dekarboksilasi melalui mekanisme radikal bebas. Pada prinsipnya.

Diantara leaving group yang baik dalam reaksi substitusi nukleofilik .Reaksi transfer gugus fungsi yang memiliki peran penting dalam jalur metabolisme adalah transfer gugus fosfat.Tema umum dalam metabolisme adalah penempelan leaving group yang baik untuk mengaktivasi intermediet untuk reaksi selanjutnya.

terbentuk suatu struktur pentakovalen sebagai suatu intermediet reaksi. Pi konvensional memiliki 3 ikatan P—O dan 1 ikatan P = O. Transfer ini dikatalisis oleh enzim kinase.adalah fosfat inorganic atau disingkat. Pi dan pirofosfat inorganic atau PPi.Transfrer gugus fosfat ini seleasi dengan datangnya suatu leaving group (ADP). dalam fosfat inorganic. .Ketika suatu nukleofil menyerang elektrofil atom fosfat pada ATP. Karena pembagian ini tidak sama. Fosfat dapat membentuk lima ikatan kovalen. empat ikatan P—O ekivalen berbagi beberapa karakter ikatan rangkap.Ester dan anhidrida asam adalah dua senyawa yang secara efektif diaktivasi untuk berjalannya reaksi. gugus fosforil ditransfer dari ATP ke suatu alcohol. dan anionnya memiliki struktur tetrahedral. membentuk ester fosfatm atau ditransfer ke suatu asam karboksilat menghasilkan anhidrida campuran. Dalam banyak reaksi metabolic. maka fosfat yang berada ditengah mengemban muatan parsial positif yang karenanyabertindak sebagai elektrofil.

Tiol.nukleofil SN2 Fosfat bukanlah satu-satunya gugus yang yang dapat mengaktivais dalam suatu reaksi. rekasi ini biasanya dikenal dengan dehis=drogenasi dan enzim yang . suatu senyawa kehilangan 2 elektron dan 2 ion hydrogen.Tiol mengaktivasi asam karboksilat dengan membentuk tioester. Keadaaan tersebut dapat dilihat pada gambar berikut: dalam oksidasi biologis. tergantung dari atomatom lain di sekelilingnya. dimana oksigen dari alkoholnya diganti oleh atom S juga merupakan leaving group yang baik. Reaksi Oksidasi-Reduksi Atom karbon dapat berada pada 5 keadaan oksidasi.

Kebanyakan reaksi yang terjadi difasilitasi oleh kofaktor. seperti sintesis intermediet metabolisme dan makromolekul yang berasal dari prekursor yang kecil.Kofaktor terikat secara kovalen pada enzim dan memberikan suatu kapasitas kimia tertentu pada enzim. Perubahan energi bebas untuk hidrolisis ATP bernilai besar dan negatif .Sel hidup mendapatkan energi yang dibutuhkan untuk kerja sel dengan mengoksidasi karbohidrat atau lemak.Jalur katabolisme merupakan jalur yang memanfaatkan reaksi oksidasi. Atp yang terbentuk kemudian memberikan beberapa energi kimianya kepada proses endergonik dalam sel. Transfer Grup Fosforil dan ATP Sel heterotropik memperoleh energi bebas dari reaksi katabolisme molekulmolekul nutrien dan mereka menggunakan energi bebas tersebut untuk membuat ATP dari ADP dan Pi. Reaksi oksidasi secara umum melepaskan energi. transportasi zat menyebrangi membran melawan konsentrasi membran dan dalam proses gerakan mekanik. dimana penerima electron mengakibatkan electron terlepas karena adanya oksidasi. 3. setiap oksidasi harus diikuti dengan proses reduksi.Menghasilkan transfer electron dari oksigen.mengkatalisnya adalah enzim dehidrogenase. Afinitas oksigen yang tinggi menyebabkan reaksi yang terjadi sangat eksergonik dan dapat meghasilkan energi yanga akan mebuka jalan menuju sintesis ATP. Salah satu contohnya adalah reaksi perubahan laktat menjadi piruvat yang dikatalis oleh enzim dehidrogenase.

.(produk lain dari hidrolisis ATP) dengan cepat akan terionisasi. Rincian reaksi hidrolisis yang terjadi adalah :  Pada tahap 1. dan ADP 2.Gambar tesebut menerangkan mengenai pemecahan hidrolitik dari ikatan terminal asam fosforik anhidrida pada ATP yang terpisah menjadi 3 fosfat yang bermuatan negatif yang kemudian menghilangkan beberapa tolakan elektrostatik pada ATP. melepaskan H+ ke medium yang mengandung konsentrasi H+ yang rendah. pelepasan Pi distabilkan oleh resonansi pada ATP. terjadi pemisahan muatan sebagai hasil dari hidrolisis yang menghilangkan tolakan elektrostatik diantara 4 muatan negatif pada ATP.

5 kJ/mol dibawah kondisi standar. Dengan kata lain. hidrolisis ATP mempnuyai ∆G negatif dan energi yang dikeluarkan dapat digunakan untuk aktivitas. Gugus fosfat ini sangat bermuatan negatif dan mereka berikatan satu sama lain dengan kuat. produk ADP 2- dengan cepat terionisasi. fosfat anorganik sebagai produknya (Pi) distabilkan oleh pembentukan resonansi hibrid dimana setiap ikatan dari empat ikatan fosfat-oksigen mempunyai derajat yang sama dengan karakter ikatan double dan ion hidrogen tidak bergabung dengan satupun atom oksigen.0 M pada kondisi standar. Konsentrasi selular dari ATP. aksi massa menyukai reaksi hidrolisis pada sel.  Pada tahap 3. Ikatan yang tidak stabil ini membuat fosfat dalam ATP mempunyai energi aktivasi yang rendah dan mudah putus akibat hidrolisis.Saat putus. mereka mengluarkan sejumlah energi yang besar. Karena konsentrasi dari produk langsung hidrolisis ATP pada sel berada jauh dari konsentrasi kesetimbangan. tapi energi bebas aktual dari hidrolisis ATP pada sel hidupsangatlah berbeda. Dalam sebagian reaksi yang . Hal ini dapat dilihat dari tabel dibawah ini Perubahan energi bebas pada hidrolisis ATP yaitu sebesar -30. ADP dan Pi tidaklah sama dan lebih rendan dari 1. namun ikatan kovalen yang menggabungkan fosfat tidak stabil. Pada tahap 2. melepaskan proton ke medium yang mempunyai konsentrasi H+ yang sangat rendah.

dapat berbeda satu sama lain tergantung dari kondisi metabolisme dan bagaimana pengaruh kondisi metabolisme itu terhadap konsentrasi ATP. maka nilai ∆G’0 nya juga berbeda Kita dapat menghitung perubahan energi bebas yang aktual untuk reaksi metabolik di dalam sel jika kita mengetahui konsentrasi rektan.merupakan suatu substrat dalam reaksi enzimatik yang melibatkan ATP sebagai donor grup fosforil. Mg2+ pada sitosol akan mengikat ATP dan ADP membentuk kompleks MgATP2. 2 terminal gugus fofat paling luar bisa dihidrolisis sehingga tersisa Adenosin Monofosfat(AMP). memisahkan grup fosfat yang paling akhir. hanya ikatan fosfat berenergi tinggi paling luar saja yang dihidrolisis. Karena konsentrasi ATP. Terdapat tekanan selektif yang sangat kuat untuk mekanisme pengaturan yang memegang konsentrasi ATP selular yang jauh dari konsentrasi kesetimbangan untuk reaksi hidrolisis.ADP.melibatkan ATP. namun gugus fosfat yang terakhir ini tidak berenergi tinggi. ATP menjadi Adenoisin Difosfat(ADP) ditambah 1 fosfat anorganik(Pi).dan MgADP-. tidak hanya jumlah dari bahan bakar yang . Energi bebas aktual dari hidrolisis ATP dibawah kondisi intraseluler biasanya dinamakan potensial fosforilasi∆GP . MgATP2.Pi dan H+. ADP dan Pi berbeda dari satu sel ke sel lainnya. Saat ini terjadi. Ketika tingkat ATP turun.produk dan faktorfaktor lain yang mempengaruhi perubahan energi bebas yang aktual.

salah satu dari produk langsungnya yaitu asam 3-fosfogliserat dapat segera melepaskan proton untuk membentuk ion karboksilat.menurun tetapi bahan bakar itu sendiri akan kehilangan nilai potensialnya. Senyawa yang terdiri dari 3 atom karbon lainnya seperti 1. Karena reaktan (PEP) hanya mempunyai satu bentuk (enol) dan produknya (piruvat) mempunyai dua bentuk yang mungkin maka produk lebih terstabilkan daripada reaktan. Reaksi hidrolisis ini menghasilkan produk yang lebih terstabilkan daripada reaktan. . = -61. 3-fosfogliserat yang mempunyai 2 bentuk yang mungkin. Hidrolisis dari PEP ini dikatalisis oleh piruvat kinase. energi bebas ini dihasilkan dari produk yang lebih terstabilkan daripada reaktan.3 kJ/ mol. ∆G’0 = . Senyawa fosforilasi lainnya dan tioester juga mempunyai energi bebas yang besar untuk hidrolisis Fosfoenolpiruvat (PEP) terdiri dari ikatan fosfat ester yang mengalami hidrolisis membentuk bentuk enol dari piruvat dan hasil hidrolisis tersebut dengan segera dapat bertautomerisasi menjadi bentuk keto yang lebih stabil. Pi yang dilepaskan dalam reksi hidrolisis ini juga dapat mengalami resonansi.9 kJ/mol. Energi bebas standar.∆Guntuk hidrolisis akan berkurang.3 bisfosfogliserat yang mengandung ikatan anhidrid antara C-1 pada gugus karboksil dan asam fosforik. Ketika H2O ditambahkan pada reaktan. Energi bebas yang dihasilkan dari hidrolisis PEP ini.49.

Kreatin yang dihasilkan distabilkan oleh pembentukan resonansi hibrid dan Pi yang terbentuk dapar mengalami resonansi. Energi bebas dari senyawa berposforilasi dan asetil ko-a dapat dilihat dari tabel berikut ini : .Pada senyawa fosfokreatin. ikatan P-N dapat dihidrolisis untuk menghasilkan kreatin dan Pi.

Hidrolisis dari asetil ko-A menghasilkan _∆G’0 = .Tioester merupakan suatu ester dimana atom sulfur menggantikan oksigen pada ikatan ester. Tioester mengalami stabilisasi resonansi yang lebih kecil daripada ester oksigen. .4 kJ/mol.juga mempunyai nilai energi bebas yang besar dan negatif.31. Energi bebas antara reaktan dan produk hidrolisisnya lebih besar untuk tioester daripada untuk oksigen ester.

Reaksi hidrolisis yang mempunyai nilai energi bebas yang besar dan negatif menghasilkan produk yang yang lebih stabil dibandingkan dengan reaktannya. Produk yang dihasilkan distabilkan oleh isomerisasi seperti pada PEP 4. Produknya distabilkan oleh adanya resonansi seperti pada kreatin yang dilepaskan dari fosfokreatin. yaitu : 1. . penggantian nukleofilik dimana nuleofiliknya dalah oksigen dari alkohol atau karboksilat. fosfat asil dan tioester 3. pirofosforil dan adenil Reaksi yang terjadi pada ATP biasanya merupakan reaksi SN2. A. ATP memberikan group fosforil. atau nitrogen dari kreatin atau rantai samping dari arginin dan histidin.Masing-masing dari ketiga fosfat pada ATP mungkin diserang oleh nukleofilik dan menghasilkan produk yang berbeda-beda. Produk yang dihasilkan distabilkan oleh ionisasi seperti pada ATP.hal ini dikarenakan oleh beberapa alasan. Galur ikatan pada reaktan yang terjadi karena tolakan elektrostatik dihilangkan oleh pemisahan muatan seperti pada ATP 2.

Energi yang dilepaskan dari hidrolisis ikatan α-β lebih besar (46 kJ/mol) dibandingkan hidrolisis β-γ (31kJ/mol). Grup yang diTransfer dari ATP adalah fosforil (PO32-) bukan fosfat (OPO32-). AMP ditransfer dari ATP ke gugus karboksil dari asam lemak. gugus fosforil atau pirofosforil. pada satu bagian dari molekul ATP. nukleofilik menyerang pada fosfat γ. hidrolisis ATP biasa tidak akan menghasilkan perubahan atau [embentukan energi. Tiol dari coenzim-A digantikan oleh grup adenil dan membentuk tioester dengan asam lemak. reaksi ini disebut adenilasi. kedua ikatan fosfoanhidrid dari ATP dipecah dan menghasilkan nilai = -64. berasal dari alkohol. Pada gambar (b). bukan dari ATP. Reaksi ini terlihat seperti suatu reaksi hidrolisis sederhana dimanaair digantikan oleh Pi atau PPi. karena reaksi kimia tidak dapat berlangsung pada sistem isotermal. Pada aktivasi asm lemak. Jembatan oksigen yang terbentuk pada senyawa yang baru. Aktivasi asam lemak merupakan contoh dari energi-coupling. nukleofilik menyerang fosfat α dari ATP menyingkirkan Ppi dan mentransfer adenilate (5’ AMP) sebagai group adenil. Pada gambar (c). Reaksi adenilasi lebih disukai secara termodinamik. menghasilkan ADP dan fosfat ester yang baru. atau AMP pertamatama ditransfer menuju suatu substrat atau enzim sehingga dapat meningkatkan energi .8 kJ/mol. membentuk campuran anhidrida dan membebaskan Ppi. adenilasi biasanya merupakan rangkaian mekanisme dari energi yang disukai. Reaksi pembentukan ATP ini sebenarnya melalui dua tahapan reaksi. ATP Menyediakan Energi Melalui Transfer GugusBukan Semata Hidrolisis Biasa Reaksi pembentukan energi diamana ATP menyuplai energi terlihat seperti sutu reaksi hidrolisis biasa. rekasi tersebut hanya akan menghasilkan pelepasan panas yang tidak dapat digunakan untuk terjadinya reaksi kimia. ketika energi ATP digunakan untuk reaksi metabolik yang tidak disukai. Pada aktivasi asam lemak. penyerangan pada fosfat β menyingkirkan AMP dan mentransfer grup piroposporil untuk penyerangan nukleofilik.Pada (a). Ternyata hal ini tidak semudah itu.

Prekursor untuk . Sel. PPi atau AMP. dapat dilihat pada gambar berikut: ATP memiliki peranan penting dalam metabolisme. Penyusunan makromolekul informasional juga membutuhkan energi Ketika prekursor sederhana akan dirangkai menjadi molekul yang besar dengan urutan yang sesuai seperti DNA. Selanjutnya pada tahap kedua.bebas substrat. RNA dan protein. transfer gugus ATp dapat berlangsung. dan karenanyalah ATP tidak secara spontan memberikan gugus fosfat secara langsung ke air atau akseptor potensial lain dalam sel. ATP mengambil bagian secara kovalen dalam enzim yang mengkatalis reaksi untuk memberikan tambahan energi bebas. ia merupakam auatu donor gugs fosfat yang stabil secara kinetik. memiliki kemampuan untuk meregulasi penempatan atau penggantian energi yang dibawa oleh ATP dengan meregulasikan enzim-enzim berbeda yang memiliki aktivitas spesifik untuk menurunkan energi aktivasi ATP. meskipun dalam larutan berair ATP tidaklah stabil secara termodinamika namun. Sebagai ringkasan mengenai dua tahap hidrolisis ATP. Karenanya. ATP memiliki energi aktivasi yang tinggi. energi dibutuhkan baik untuk kondensasi monomer dan untuk membentuk urutan nukleotida. Hanya ketika terdapat suatu enzim spesifik yang dapat menurunkan enrgi aktivasi. fosfat yang telah berikatan dengan enzim atau substrat ini digantikan sehingga menghasilkan Pi.

Nukeosida difosfat kinase. Transfosforilasi diantara nukleotida terjadi pada semua tipe sel ATP adalah senyawa fosfat berenergi tinggi yang diproduksi dari katabolisme.Sementara itu. mengkatalisis reaksi Enzim tersebut mengkatalisis reaksi tersebut menjadi dua tahap. Pada sistem kontraktil di sel otot skeletal. ATP terikat secara kuat namun tidak secara kovalen terhadap salah satu konformasi dari miosin. yang biasa dinamakan sebagai mekanisme ping-pong. Energi ATP transport aktiv dan kontraksi otot ATP dapat menyuplai energi untuk transport ion atau molekul menyebrangi membran menuju bagian cairan lainnya dimana konsentrasinya tinggi. . Ikatan yang terhidrolisis oleh ATP menghasilkan energi yang menyerang perubahan siklik pada konformasi di kepala miosin. ditemukan di semua sel.sintesis DNA dan RNA adalah nukleosida trifosfat dan polimerisasinya disertai oleh pemecahan jembatan posfoanhidrida antara α-β fosfat dengan melepaskan PPi. Ketika miosin mengkatalisis hidrolisis dari ikatan ATP. Beberapa enzim membawa fosforil grup dari ATP ke nukleotida lainnya. Jadi. potofosforilasi. pada proses glikolisis. fosforilasi oksidatif dan fotosintesis sel. fungsi rantai ringan miosin diyakini sebagai modulator aktivitas ATPase dari rantai berat yang bersambungan dengannya. ADP dan Pi terpisah dari protein sehingga beristirahat menjadi konformasi yang kedua hingga semua molekul ATP terikat. miosin dan aktin khusus mentransduksi energi kimia yang berasal dari ATP menjadi gerakan. otot merupakan alat untuk mengubah energi bebas kimia berupa ATP menjadi energi mekanik.Rantai berat myosin berupa sebuah ATPase yang menghidrolisis ATP menjadi ADP dan Pi dalam suatu reaksi yang membuat terjadinya kontraksi otot.

ADP terakumulasi dan mengganggu kontraksi ATPdependent> selama periode dimana dibutuhkan ATP. maka dapat mensintesis semua NTPs dan dNTPs. jadi setelah kebutuhan ATP terpenuhi maka enzim tersebut akan mengubah kembali AMP menjadi ADP yang dapat difosforilasi menjadi ATP di mitokondria.Pada mekanisme tersebut. sel mengurang ikonsentrasi ADP dan pada saat yang sama akan menggantikan ATP dengan bantuan aktivitas adenilate kinase. Reaksi tersebut adalah reaksi reversibel. pertama tama fosforil grup ditransfer dari ATP menuju sisi aktif residu His dan menghasilkan intermediet fosfoenzim. PoliFosfat anorganik adalah grup fosforil yang potensial sebagai donor Polifosfat anorganik adalah polimer linier yang terdiri dari beratus-ratus residu Pi yang dihubungkan dengan ikatan fosfoanhidrid. sebagai contoh. menghubungkannya dengan NDPs dan menyuplai ATP. . Karena enzim tidak spesifik untuk basa pada NDP dan bekerja baik di dNDPs dan NDPs. Transfer grup fosforil dari ATP menghasilkan akumulasi dari ADP. ketika otot berkontraksi. lalu grup fosforil ditransfer dari residu P-his ke akseptor NDP.

PPK-2 dipercaya sebagai peran utama pada reaksi sintesis GTP dan ATP. PPi (n=2) dapat berfungsi sebagai sumber energi untuk transport aktif H+ melewati membran vakuola pada sel tanaman. polifosfat kinase-2 mengkatalisis reaksi reversibel sintesis GTP dari polifosfat dan GDP. Polifosfat yang pendek.Elektron bergerak berbagai perantara metabolik pembawa elektron yang mengkhususkan diri dalam reaksi enzim yang dikatalisis. Jalan aliran elektron dalam metabolisme yang kompleks. 4. sedangkan PPK-1 pada sintesis polifosfat. Enzim kedua.PolyP hampir sama dengan PPi.sedangkan dalam organisme fotosintesis donor elektron diperoleh dari eksitasi senyawa kimia pada penyerapan cahaya matahari. Dalam organisme nonfotosintesis sumber elektron direduksi dari senyawa (makanan).yang tak kalah pentingnya adalah jenis lain transfer.transfer elektron dalam reaksi oksidasireduksi. enzim polifosfat kinase-1 mengkatalisis reaksi reversibel Mekanisme ini termasuk enzim yang mengikat intermediet P-His. Arus elektron dapat melakukan kerja biologi . Reaksi oksidasi-reduksi biologi Pemindahan kelompok fosforil adalah ciri utama metabolisme.aliran elektron pada reaksi oksidasi-redu ksi memiliki peranan baik secara langsung maupun tidak langsung untuk semua kegiatan yang dilakukan oleh hidup organisme. Pada bakteri.

Sel hidup memiliki “sirkuit”.sintesis ATP dari ADP dan Pi sebagai aliran proton secara spontan di membran.Aliran ini elektron eksergonik. Prinsip-prinsip yang mengatur perubahan energi elektrokimia dalam rangkaian makroskopik dalam motor dan baterai berlaku dengan validitas yang sama dengan proses-proses molekuler yang menyertai aliran elektron dalam sel hidup.Seperti ditentukan enzimatik glukosa teroksidasi. dengan senyawa yang relatif kecil seperti glukosa sebagai sumber elektron.contohnya dalam oksidasi gula pereduksi(aldehid atau keton) oleh ion tembaga yaitu : . seperti O2.transfer elektron dalam reduksi-oksidasi pada senyawa organik pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan senyawa anorganik. Dalam membran mitokondria bagian dalam terdapat enzim ATP sintase menggunakan proton-motive untuk melakukan pekerjaan kimia. karena O2 memiliki afinitas elektron lebih tinggi daripada elektron antara operator. aliran elektron yang dilepaskan secara spontan melalui serangkaian perantara pembawa elektron kimia lain.akan lebih mudah ketika menggambarkan transfer elektron kedalam dua bagian reaksi oksidasi-reduksi yang terpisah.Gaya gerak listrik yang dihasilkan menyediakan berbagai molekul transduser energi (enzim dan protein lain) yang melakukan kerja pada energi biologis. Oksidasi-reduksi bisa digambarakan dalam bentuk setengah reaksi Meskipun oksidasi-reduksi terjadi bersama-sama.seperti : Dapat dituliskan dalam setengah reaksi sebagai berikut : Penyumbang elektron dalam reaksi ini disebut reduktor atau agen pereduksi sedangkan penerima elektron disebut oksidator atau agen pengoksidasi.

dalam gambar (bagian atas) kaya akan hidrogen daripada oksigen sedangkan yang lebih teoksidasi (bagian bawah) memiki kaya akan oksigen dan kurang hidrogen.dan banyak enzim yang mengkatalisis reaksi oksidasi tersebut adalah dehidrogenase.maka pada setengah reaksi yang ke (2) harus menjadi dua kali lipat agar menyetimbangkan persamaan reaksi keseluruhan.sistem biologis.oksidasi identik dengan dehidrogenasi.oksidasi (kehilangan elektron) bersamaan dengan hilangnya hidrogen.dapat dituliskan dalam setengah reaksi adalah sebagai berikut : Karena dua elektron berpindah dari aldehid. Oksidasi biologi sering libatkan dehidrogenase dalam kasus ini. .

karbon terikat dengan atom H akan bersifat kurang elektronegatif. jumlah yang terdapat dalam sebelah kanan setiap senyawanya adalah jumlah elektron yang dimiliki oleh karbon merah.sehingga.Yang berwarna merah adalah atom karbon dan ikatan elektron.sedangkan karbon berikatan dengan karbon lain maka elektron yang dimiliki di bagi sama rata.karena elektron ikatan lebih ke oksigen.ketika karbon merah mengalami oksidasi (melepaskan elektron).satu atau dua elektron manjadi berwarna merah. . elektron ditransfer dari satu molekul (donor elektron) ke yang lain (penerima elektron) melalui empat cara yang berbeda :  secara langsung sebagai elektron.menandakan oksidasi karbon.jumlah semakin kecil.oksidasi meningkat dari atas ke bawah. Akan tetapi pada saat karbon berikatan dengan oksigen akan lebih elektronegatif.sebagai contoh pasabgan redoks dapat mentransfer elektron ke pasangan redoks yang lain.

berjalannya reaksi tergantung pada afinitas relatif penerimaan elektron dari masing-masing redoks untuk elektron.standar acuan setengah reaksi bagi ahli elektrokimia adalah : .seperti dalam oksidasi hidrokarbon ke alkohol : Hidrokarbon sebagai donor elektron dan alkohol sebagai akseptor elektron.dalam kasus.transfer elektron dapat terjadi dari satu ke yang lainnya secara spontan. Seperti atom hidrogen(sebuah atom hidrogen terdiri dari sebuah proton dan satu elektron).  Sebagai ion hidrida (:H).hal ini terjadi dalam kasus terkait NAD dehidrogenase.yang memiliki dua elektron.  Melalui kombinasi langsung dengan oksigen. Potensial reduksi untuk mengukur afinitas elektron Ketika terdapat dua pasangan redoks konjugat bersama-sama dalam larutan.oksigen mengkombinasikan dengan reduktor organik dan kovalen yang tergabung dalam produk.

walther nernst diturunkan suatu persamaan yang berkaitan dengan potensi reduksi standar(E) dengan pengurangan potensial (E) pada setiapkonsentrasi teroksidasi dan mengurangi spesies dalam sel ketika faraday konstan pd suhu 298 K : R dan T memiliki nilai seperti biasanya sedangkan n adalah jumlah elektron yang ditransfer per molekul. Beberapa abad yang lalu. Kegunaan potensial reduksi berasal dari fakta bahwa ketika nilai E telah ditentukan untuk setiap dua setengah sel. . Potensi reduksi setengah sel tidak tergantung hanya pada spesi kimia tetapi juga pada aktivitas mereka.Pengukuran potensial reduksi standar (E) dari pasangan redoks.relatif terhadap elektroda hidrogen standar dan potensial reduksi mereka relatif satu sama lain. Reduksi standar potensial dapat digunakan untuk menghitung perubahan energi bebas.elektron cenderung mengalir ke setengah sel yang lebih positif dan kekuatan cenderung proporsionaldengan perbedaan dalam potensial reduksi.kita dapat memprediksi arah elektron yang akan mengalir ketika kedua setengah sel tersambung melalui lajur eksternal atau ketika komponen dari kedua setengah sel terdapat pada larutan yang sama.elektron mengalir dari elektroda tes untuk referensi alektroda atau sebaliknya. Dari persamaan ini kita dapat menghitung perubahan energi bebas untuk setiap reaksi redoks dari nilai-nilai E dalam tabel potensial reduksi dan konsentrasi dari yang berperan dalam reaksi.diperkirakan dengan konsentrasi mereka.

.

besi-sulfur protein dan sitokrom.NAD+. NADH dan NADPH bergabung dengan dehidrogenase sebagai pembawa elektron yang larut Nikotinamid adenin dinukleotida(NAD) berkaitan erat dengan nikotinamid dinukleotida posfat (NADP) terdiri dari dua nukleotida yang bergabung melalu gugus .juga berfungsi sebagai pembawa elektron dalam banyak reaksi redoks.dengan reaksi : Sel mengkonversi glukosa untuk karbon dioksida tidak sendiri tetapi dilepaskan energi yang tinggi untuk mengatur jalannya serangkaian reaksi terkendali beberapa yang dioksidasi.langkah ini urutan yang sama besarnya seperti itu diperlukan untuk sintesis ATP dari ADP dengan beberapa energi bebas.NADP+ .elektron dikeluarkan dan dioksidasi ini langkah-langkah yang ditransfer ke koenzim khusus untuk membawa elektron.FMN dan FAD merupakan koenzim yang larut air dan mengalami oksidasi balik dan reduksi dalam banyak transfer elektron pada reaksi metabolisme.contohnya : Oksidasi glukosa pasokan energi bagi produksi ATP.energi bebas dilepaskan oksidasi.Oksidasi selullar glukosa untuk karbon dioksida memerlukan pembawa elektron tertentu Prinsip-prinsip redoks berlaku pada banyak reaksi metabolik yang melibatkan transfer elektron. Ubiquinon bertindak sebagai plastoquinon pembawa elektron dan donor proton dalam bukan larutan lingkungan membran.seperti NAD+ dan FAD.sedangkan nukleotida flavin FMN dan FAD biasanya sangat terikat kuat pada enzim yang disebut flavoprotein disediakan untuk kelompok prostetik. Beberapa jenis substrat menjadi pembawa elektron universal. Beberapa jenis koenzim dan protein sebagai pembawa elektron universal.yang telah terikat erat pada kelompok prostetik yang mengalami oksidasi reversibel dan reduksi. NAD dan NADP bergerak cepat dari satu enzim ke yang lain.

karena menyerupai cincin nikotinamida piridina senyawa ini kadang-kadang disebut piridina nukleotida.maka dalam bentuk teroksidasi nukleotida (NAD+ atau NADP+) menerima sebuah ion hidrida (:H yang setara dengan proton dan dua elektron) dan berubah ke dalam bentuk reduksi (NADH atau NADPH).posfat karena adanya ikatan posfoanhidrid. Ketika NAD+ atau NADP+ berkurang.vitamin niasin adalah sumber dari sebagian nikotinamida yang ada di nikotinamida nukleotida.tepatnya.ion hidrida pada prinsipnya dapat ditransfer ke kedua sisi cincin nikotinamida : bagian depan (sisi A) atau bagian belakang (sisi B) .setengah reaksinya adalah : Tanda plus dalam singkatan NAD+ dan NADP+ tidak menunjukkan muatan total pada molekul ini (mereka berdua bermuatan negatif). Sebagai molekul substrat yang mangalami dehidrogenasi menyerahkan 2 atom hidrogen.sebaliknya NADPH (tereduksi) umumnya hadir dalam jumlah yang lebih besar daripada bentuk teroksidasi (NADP+) hidrida menyukai transfer dari NADPH ke substrat. NAD+ (keadaan teroksidasi) fungsinya mengambil bagian dari reaksi katabolik dan NADPH adalah koenzim yang biasa dalam reduksi dan hampir selalu sebagai bagian dari reaksi anabolik.dengan muatan positif pada atom nitrogen. NAD+ (teroksidasi) menjadi NADH (tereduksi) memihak hidrida transfer dari substrat untuk membentuk NAD+ ke NADH.hal ini menandakan bahwa cincin nikotinamida dalam bentuk teroksidasi.

yang menyimpulkan struktur laktat dehidrogenase dan pertama menggambarkan struktur ini). Kebanyakan dehidrogenase yang menggunakan NAD atau NADP menikat kofaktor dalam protein kekal domain yang disebut Rossmann flip (dinamai untuk Michael Rossmann.Penyerapan sinar UV spektra dari NAD+ dan NADH.produksi NADH selama reaksi dikatalisis enzim dapat dengan mudah diikuti dengan memperhatikan kemunculan absorbansi pada 340nm. .pengurangan cincin nikotinamida menghasilkan baru dengan pita yang luas penyerapan maksimumnya pada 340nm.

juga dikenal Sebagai vitamin B 3 atau asam nikotinat. nikotinamida tidak memiliki efek farmakologis sama seperti yang niasin. dan vitamin B 3 sering digunakan bergantian untuk merujuk kepada setiap anggota keluarga ini senyawa. Merupakan senyawa organik dengan rumus C 5 H 4 bintara 2 H.. yang terjadi Sebagai niasin konversi efek samping. Niasin dikonversi ke nikotinamida dan kemudian ke NAD dan NADP in vivo.Niacin adalah pendahulu untuk NADH. Istilah niasin. nikotinamida ( "niacinamide"). . karena mereka memiliki aktivitas biokimia yang sama. Istilah niasin. Bentuk-bentuk lain vitamin B 3 termasuk yang sesuai amida. dan vitamin B 3 sering Digunakan bergantian untuk merujuk kepada setiap anggota keluarga senyawa ini. di mana gugus karboksil telah digantikan oleh sebuah grup carboxamide (CONH 2). Ini berwarna. dengan gugus karboksil (COOH) pada posisi 3 . serta lebih kompleks Amida dan berbagai ester. NADP+ dan NADPH. yang memainkan penting metabolik peran dalam sel hidup. Nikotinamid mungkin beracun ke hati pada dosis melebihi 3 g / hari untuk orang dewasa.manusia umumnya tidak dapat mensintesis niasin dalam jumlah yang cukup khususnya bagi mereka yang diet rendah triptofan. dengan Gugus karboksil (COOH) di posisi 3. nikotinamida. padat udara larut Merupakan turunan dari piridina. yang terjadi sebagai efek samping konversi niasin. nikotinamida.Diet defisiensi niasin.vitamin jenis NAD dan NADP penyebab pellagra Piridina seperti cincin NAD dan NADP berasal dari vitamin niasin(asam nikotinat) yang disintesis dari triptofan.Niasin dikonversi ke nikotinamida dan Kemudian ke NAD dan NADP in vivo. nikotinamida ( "niacinamide"). karena mereka memiliki Biokimia aktivitas yang sama. Meskipun kedua adalah identik dalam aktivitas vitamin mereka. serta lebih kompleks Amida dan berbagai ester. di mana Gugus karboksil telah digantikan oleh sebuah grup carboxamide (CONH 2).NAD +. nikotinamida tidak memiliki efek farmakologis yang sama seperti niasin.Meskipun kedua adalah identik dalam kegiatan vitamin mereka. padat larut air merupakan turunan dari piridina. Bentuk-bentuk vitamin B 3 lain termasuk yang sesuai Amida. Niacin.Ini berwarna.

Kekurangan niasin ringan telah ditunjukkan untuk memperlambat metabolisme. delirium. amnesia. Batas atas untuk laki-laki dan perempuan dewasa adalah 35 mg / hari yang didasarkan pada pembilasan sebagai efek buruk kritis. infeksi kulit. kecemasan. penebalan kulit. Struktur niasin . Pellagra dicirikan oleh diare. dan depresi . menyebabkan penurunan toleransi terhadap dingin. gangguan pencernaan. Jagung adalah satu-satunya butir rendah di niasin. Diet kekurangan niasin cenderung terjadi di daerah di mana orang makan jagung ( "jagung") sebagai makanan pokok. apatis. 14 mg / hari untuk wanita. jika tidak ditangani . kegelisahan. dan demensia juga "kalung" lesi di leher bagian bawah.kekurangan niasin dalam makanan menyebabkan penyakit pellagra. hiperpigmentasi. kelelahan. 16 mg / hari untuk pria. dosis ini bergantung pada efek pembilasan terdiri dari satu episode 10 sampai 20 menit setelah niasin diambil. dan 18 mg / hari untuk hamil atau menyusui perempuan. Uang saku harian yang direkomendasikan niasin adalah 2-12 mg / hari untuk anakanak. dan nixtamalization diperlukan untuk meningkatkan niasin selama bioavaiability makan / tepung produksi. peradangan pada mulut dan lidah. dan akhirnya mati.biasanya gejala psikiatris termasuk kekurangan niasin lekas marah. kurang konsentrasi.

struktur cincin yang tergabung dari nukleotida flavin dibalik mengalami penurunan. 580 dan 625 nm.koenzim ini flavin nukleotida yang berasal dari vitamin riboflavin.ketika flavin nukleotida teroksidasi sepenuhnya hanya menerima satu atom hidrogen (satu elektron) yang semiquinone bentuk isoalloxazine cincin yang dihasilkan disingkat FADH dan FMNH. 480.dan ketika dikurangi sebagian (hanya satu elektron) maka memperoleh penyerapan maksimun sekitar 450nm. .Ketika sepenuhnya teroksidasi.dapat disingkat menjadi FADH2 dan FMNH2.flavin nukleotida terikat erat di flavoproteins flavoprotein adalah enzim yang mengkatalisis reaksi redoks baik menggunakan mononucleotide flavin (FMN) atau flavin adenin dinukleotida (FAD) sebagai koenzim. mempunyai penyerapan maksima pada 380.Peralihan bentuk radikal.menerima satu atau dua elektron dalam bentuksatu atau dua atom hidrogen(setiap atom elektron ditambah proton) dari substrat yang berkurang. Pada saat flavoprotein menerima dua elektron maka penyerapan maksimum adalah 360nm. flavin telah maksima pada 370 dan 440 nm.Perubahan-perubahan ini dapat digunakan untuk penentuan reaksi yang melibatkan flavoprotein. dikurangi dengan satu elektron.

dan dalam beberapa enzim. itu adalah terikat secara kovalen.Hubungan erat antara kelompok prostetik enzim dan berunding mengenai potensi penurunan cincin flavin flavoprotein khas tertentu.Cryptochromes adalah keluarga luas di flavoprotein eukariotik filum. mereka menyediakan cara untuk sementara ditahan saat flavoprotein elektron mengkatalisis transfer elektron dari substrat yang direduksi ke akseptor elektron.beberapa ke flavin nukleotida terikat erat ion anorganik(besi atau molibdenum misalnya) yang mampu berperan dalam transfer elektron. . tetapi. Ditemukan di prokariotik dan eukariotik photolyases menggunakan energi cahaya diserap untuk memperbaiki cacat pada kimia DNA. Yang cryptochromes adalah homologs keluarga lain flavoproteins. dengan waktu 24 jam). Beberapa flavoproteins bertindak dalam peran yang berbeda sebagai reseptor cahaya.Flavin nukleotida di kebanyakan agak flavoproteins terikat erat pada protein. yang menengahi efek cahaya biru pengembangan tanaman dan efek cahaya pada mamalia sirkadian (osilasi dalam fisiologi dan biokimia. kadang-kadang sangat berbeda dari potensi pengurangan flavin bebas nukleotida. seperti suksinat dehidrogenase.Terikat erat sebagai koenzim tepat disebut kelompok prostetik. Salah satu fitur penting adalah variabilitas flavoproteins dalam standar potensial reduksi (E) dari nukleotida terikat flavin. Mereka tidak mentransfer elektron oleh enzim menyebar dari satu ke yang lain. Flavoprotein seringkali sangat kompleks. yang photolyase.

Struktur teroksidasi dan mengurangi FAD dan FMN. .FMN terdiri dari struktur di atas garis putus-putus pada FAD(bagian teroksidasi).flavin nukleotida yang menerima dua atom hidrogen (dua elektron dan dua proton).ketika FAD atau FMN hanya menerima satu atom hidrogen yang semiquinone akan terbentuk radikal bebas yang stabil.baik yang muncul dalam cincin flavin sistem.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful