You are on page 1of 7

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA LINGKUNGAN

HUJAN ASAM

Oleh : Fred Leonardo Letsoin

Fakultas Sains dan Matematika Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga 2011

Zat-zat ini berdifusi ke atmosfer dan bereaksi dengan air untuk membentuk asam sulfat dan asam nitrat yang mudah larut sehingga jatuh bersama air hujan. Biasanya deposisi jenis ini terjadi dekat dari sumber pencemaran. TUJUAN 1. 2. Usaha untuk mengatasi hal ini saat ini sedang gencar dilaksanakan. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. II. Hujan secara alami bersifat asam karena Karbon Dioksida (CO2) di udara yang larut 1 . Deposisi asam dapat pula terjadi karena hujan turun melalui udara yang mengandung asam sehingga asam itu terlarut ke dalam air hujan dan turun ke bumi. Selain itu deposisi kering juga dapat terjadi di daerah perbukitan yang terkena angin yang membawa udara yang mengandung asam. Hal ini terjadi apabila asap di dalam udara larut di dalam butir-butir air di awan. Hujan secara alami bersifat asam (pH sedikit di bawah 6) karena karbondioksida (CO2) di udara yang larut dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Agar Mahasiswa dapat mengetahui pH air hujan berdasarkan lokasi yang ada. Asam itu tercuci atau wash out. yang benar adalah deposisi asam Deposisi asam disebabkan oleh belerang (sulfur) yang merupakan pengotor dalam bahan bakar fosil serta nitrogen di udara yang bereaksi dengan oksigen membentuk sulfur dioksida dan nitrogen oksida. Deposisi kering ialah peristiwa terkenanya benda dan mahluk hidup oleh asam yang ada dalam udara. Air hujan yang asam tersebut akan meningkatkan kadar keasaman tanah dan air permukaan yang terbukti berbahaya bagi kehidupan ikan dan tanaman. DASAR TEORI Hujan asam didefinisikan sebagai segala macam hujan dengan pH di bawah 5. Tetapi istilah hujan asam tidaklah tepat. Agar Mahasiswa dapat mengetahui keasaman air hujan dari beberapa lokasi yang ada. Deposisi basah ialah turunnya asam dalam bentuk hujan.6.I. Deposisi asam ada dua jenis. maka air hujan yang turun bersifat asam. Jika turun hujan dari awan tadi. Istilah Hujan asam pertama kali diperkenalkan oleh Angus Smith ketika ia menulis tentang polusi industri di Inggris). yaitu deposisi kering dan deposisi basah. Ini dapat terjadi pada daerah perkotaan karena pencemaran udara akibat kendaraan maupun asap pabrik. Deposisi jenis ini dapat terjadi sangat jauh dari sumber pencemaran.

Sedangkan 50% lainnya berasal dari kegiatan manusia. Nitrat yang masuk ke dalam tubuh akan diubah menjadi nitrit. makin tinggi pula produksi oksida tersebut. kabut yang membawa partikel ini terjadilah hujam asam.Makin tinggi suhu pembakaran. Jenis asam dalam hujan ini sangat bermanfaat karena membantu melarutkan mineral dalam tanah yang dibutuhkan oleh tumbuhan dan binatang. dan 50% lagi juga terbentuk akibat kegiatan manusia. misalnya dari letusan gunung berapi maupun kebakaran hutan secara alami. sungai. 40-50% nitrogen dalam minyak berat dan 100% nitrogen dalam mkinyak ringan dan gas. Disaat terjadinya curah hujan. Menurut Soemarwoto (1992). Pada dasarnya Hujan asam disebabkan oleh 2 polutan udara. terutama akibat pembakaran BBF. 1992). Oksida N merupakan hasil samping aktifitas jasad renik itu. Minyak bumi mengadung belerang antara 0. Di dalam tanah pupuk N yang tidak terserap tumbuhan juga mengalami kimi-fisik dan biologik sehingga menghasilkan N. Selanjutnya nitrit akan masuk ke dalam darah dan bereaksi dengan haemoglobin sehingga menghasilkan methemoglobin yang dapat merusak sistim transportasi 2 . Perubahan NOx menjadi asam nitrat dapat menimbulkan dampak terhadap kesehatan. peleburan logam dan pembangkit listrik. Pembakaran BBF mengoksidasi 5-50% nitrogen dalam batubara. Hujan asam juga dapat terbentuk melalui proses kimia dimana gas sulphur dioxide atau sulphur dan nitrogen mengendap pada logam serta mengering bersama debu atau partikel lainnya. misalnya akibat pembakaran bahan bakar fosil (BBF). Oksida belerang itu selanjutnya berubah menjadi asam sulfat (Soemarwoto. air tanah dan akhirnya dikonsumsi oleh manusia. Akan tetapi sekitar 50% SO2 yang ada di atmosfer diseluruh dunia terjadi secara alami. Nitrat merupakan unsur yang mudah sekali terbawa air dan masuk ke saluran air. disaat mereka bercampur dengan uap air akan membentuk zat asam sulphuric dan nitric.4% sampai 5%.dengan air hujan memiliki bentuk sebagai asam lemah. Karena itu semakin banyak menggunakan pupuk N. 50% nitrogen oxides terdapat di atmosfer secara alami. Waktu BBF di bakar. belerang tersebut beroksidasi menjadi belerang dioksida (SO2) dan lepas di udara. Selain itu NOx juga berasal dari aktifitas jasad renik yang menggunakan senyawa organik yang mengandung N. Senyawa SO2 dan NOx ini akan terkumpul di udara dan akan melakukan perjalanan ribuan kilometer di atsmosfer. makin banyak NOx yang terbentuk. Sulfur Dioxide (SO2) dan nitrogen oxides (NOx) yang keduanya dihasilkan melalui pembakaran.1% sampai 3% dan batubara 0.

Otot saluran pernafasan dapat mengalami kejang (spasme) akibat teriritasi oleh SOx. Ryo Kombado 3.8 1 (mg/l) Sawo sari 7. HASIL PENGAMATAN Keasam No Nama Waktu Jumlah pH an/Cao CO3 1. Jika waktu paparannya cukup lama akan timbul peradangan yang hebat pada selaput lendir yang diikuti oleh kelumpuhan sistem pernafasan (paralisis cilia). Fred letsoin 90 menit 90 menit (ml/m2) 110 (ml/m2) 7.oksigen di dalam darah.461 ml/m2/menit  Awang Jumlah total = 186 ml/m2/3jam = = 1.8 1( mg/l) Kalisombo 6.033 ml/m2/menit 3 . Sedangkan perubahan SO2 menjadi H2SO4 dapat menyebabkan manusia mengalami gangguan pada sistim pernafasan. serta kerusakan pada epithelium yang menyebabkan kematian. PERHITUNGAN Jumlah Kapasitas Air  Igna Jumlah total = 886 ml/m2/6jam = = 2. III. Sunoto 80 menit 60 (ml/m2) 144 2.4 Kopeng Lokasi 1 (mg/l) IV.

jadi selama ada NO diudara. sungai. Secara sederhana. pH air hujan 3. maka akan semakin banyak pula asam sulfat yang terbentuk. Curah hujan merupakan ketinggian air hujan yang terkumpul dalam tempat yang datar. salju. tidak menguap. danau. Konsentrasi NO31. tidak meresap. ataupun jatuh bersama angin. maka reaksi radikal hidroksil akan terbantuk kembali. atau butiran-butiran cairan (aerosol). kabut. reaksi pembentukan hujan asam adalah sebagai berikut: SO2+OH->HSO2 HSO3+O2->HO2+SO2 SO3 + H2O -> H2SO4 NO + HO2 -> NO2 + OH Pada reaksi ini radikal hidroksil akan terbentuk kembali. Konsentrasi SO44. Curah hujan 1 (satu) millimeter. PEMBAHASAN Hujan asam disebabkan oleh berbagai jennies asam. jadi semakin banyak SO2. atau asam klorida yang ada di atmosfer baik sebagai gas maupun cair terdeposisikan ke tanah.V. Reaksi kesetimbangan karbondioksida yang terkandung di atmosfer (pH-nya lebih besar dari 5.6) adalah : CO2 (g) + H2O (l) H2CO3 (aq) H + (aq) (aq) + HCO3 Pada praktikum dilakukan berbagai pengukuran untuk mengetahui keadaan air hujan yang diambil dari lokasi yang berlainan satu sama lain. artinya dalam luasan satu meter persegi pada tempat yang datar tertampung air setinggi satu millimeter kubik atau tertampung air sebanyak satu liter. Kapasitas air hujan 2. lahan pertanian. Apabila asam sulfat. embun. Pengukuran yang dilakukan adalah : 1. Artinya “banyaknya” air hujan yang turun 4 . Curah hujan sebesar 1 mm artinya adalah “tinggi” air hujan yang terukur setinggi 1 mm pada daerah seluas 1 m2 (meter persegi). dan tidak mengalir. asam nitrat. Kapasitas air hujan Pengukuran kapasitas air hujan berkaitan dengan curah hujan yang dimiliki oleh tiap – tiap lokasi pengambilan sampel. hutan. atau bangunan melalui tetes hujan.

P. wilayah Indonesia cukup bervariasi mulai tingkat rendah (21 – 50 mm) s/d sangat tinggi (>500 mm). 5 .Simeulue. sebagian Sulawesi Tengah. Sulawesi Utara.Buru. Menurut direktorat simber daya air curah hujan selama november Prakiraan curah hujan bulan Nopember 2011. Sifat hujan di atas normal (116 – 150%) meliputi sebagian kecil NAD. Pada percobaan ini ditentukan kapasitas air hujan yang menunjukkan jumlah ml air hujan untuk membasahi area 1 m2 / waktu. P.001 m3 atau 1 liter. sebagian besar Sumatera Barat. dengan asumsi selama waktu itu air tidak mengalir atau menyerap. sebagian besar P. sebagian besar Gorontalo. P.dengan ukuran 1 mm adalah 1 mm x 1 m2 = 0.Waigeo dan sebagian Papua. sebagian besar Kalimantan Timur. Perbedaan kapasitas air hujan dari ketiga lokasi pengambilan sampel disebabkan oleh waktu pengambilan sampel yang berbeda (tanggal dan lama pengambilannya). sebagian kecil Sumatera Utara.Seram.

KESIMPULAN 1. 2. 4.beda.6. Hujan dikatakan asam jika memiliki pH di bawah 5. 6 . sehingga belum bisa dinamakan hujan asam. Jumlah curah hujan di daerah kopeng. Hujan yang ada di wilayah Salatiga pada umumnya masih normal. kalisombo dan sawo sari berbeda satu sama lain disebabkan oleh waktu pengambilan yang berbedda. 3.VI. Sumber utama hujan asam adalah gas SO2 dan NO2 yang ada di atmosfer.