Ada berbagai kajian tentang hakikat anak usia dini, khususnya anak TK diantaranya oleh Bredecam dan Copple

, Brener, serta Kellough (dalam Masitoh dkk., 2005: 1.12 – 1.13) sebagai berikut. 1. Anak bersifat unik. 2. Anak mengekspresikan perilakunya secara relative spontan. 3. Anak bersifat aktif dan enerjik. 4. Anak itu egosentris. 5. Anak memiliki rasa ingin tahu yang kuat dan antusias terhadap banyak hal. 6. Anak bersifat eksploratif dan berjiwa petualang. 7. Anak umumnya kaya dengan fantasi. 8. Anak masih mudah frustrasi. 9. Anak masih kurang pertimbangan dalam bertindak. 10. Anak memiliki daya perhatian yang pendek. 11. Masa anak merupakan masa belajar yang paling potensial. 12. Anak semakin menunjukkan minat terhadap teman. 13.  Anak belajar melalui bermain. 14.  Anak belajar dengan cara membangun pengetahuannya. 15.  Anak belajar secara alamiah. 16.  Anak belajar paling baik jika apa yang dipelajarinya mempertimbangkan keseluruhan aspek pengembangan, bermakna, menarik, dan fungsional. 17. Atas dasar pendapat di atas dapat dinyatakan bahwa pembelajaran untuk anak usia dini memiliki karakteristik sebagai berikut. 18. 1. Belajar, bermain, dan bernyanyi 19. Pembelajaran untuk anak usia dini menggunakan prinsip belajar, bermain, dan bernyanyi (Slamet Suyanto, 2005: 133). Pembelajaran untuk anak usia dini diwujudkan sedemikian rupa sehingga dapat membuat anak aktif, senang, bebas memilih. Anak-anak belajar melalui interaksi dengan alat-alat permainan dan perlengkapan serta manusia. Anak belajar dengan bermain dalam suasana yang menyenangkan. Hasil belajar anak menjadi lebih baik jika kegiatan belajar dilakukan dengan teman sebayanya. Dalam belajar, anak menggunakan seluruh alat inderanya. 20. 2. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan 21. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan mengacu pada tiga hal penting, yaitu : 1) berorientasi pada usia yang tepat, 2) berorientasi pada individu yang tepat, dan 3) berorientasi pada konteks social budaya (Masitoh dkk., 2005: 3.12). 22. Pembelajaran yang berorientasi pada perkembangan harus sesuai dengan tingkat usia anak, artinya pembelajaran harus diminati, kemampuan yang diharapkan dapat dicapai, serta kegiatan belajar tersebut menantang untuk dilakukan anak di usia tersebut.
1. 2. 3. 4. 5. Strategi Pembelajaran yang Berpusat pada Anak Strategi Pembelajaran Melalui Bermain Strategi Pembelajaran Melalui bercerita Strategi Pembelajaran Melalui Bernyanyi Strategi Pembelajaran Terpadu

minta anak membuat resume. terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi.. senam bersama.Berikut ini beberapa metode pengajaran yang dapat Anda pilih antara lain : Metode Global (Ganze Method) Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. sehingga menjadi kebiasaan baik.. Contohnya. berdoa sebelum dan sesudah melakukan kegiatan. dan nilai-nilai agama. PROGRAM PEMBELAJARAN ANAK TK Program pembelajaran di TK meliputi dua bidang pengembangan kemampuan yaitu: 1. serta pengembangan sosial. Bidang pengembangan pembiasaan dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: a. Sekolah Learning Vision menggunakan metode ini untuk mendorong anak belajar menjalani proses ketika membuat patung dari lilin atau karya tiga dimensi lainnya. menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. pada usia 4-12 tahun merupakan masa kritis anak yang selalu menanyakan. emosional dan kemandirian. Metode Resitasi (Recitation Method) Berdasarkan pengamatan sendiri. Aspek perkembangan sosial dan kemandirian dimaksudkan untuk membina anak agar dapat mengendalikan emosinya secara wajar dan dapat berinteraksi dengan sesamanya maupun dengan orang dewasa dengan baik serta dapat mendorong dirinya sendiri dalam rangka kecakapan hidup. Metode Latihan Keterampilan (Drill Method) Kegiatan yang mewakili metode ini sering Anda lakukan bersama si kecil. yaitu membuat prakarya (artwork). misalnya berbaris. Kegiatan rutin. adalah kegiatan yang dilakukan di TK setiap hari. Menurut Maryam. anak belajar tentang tanaman pisang. Jakarta Selatan. ketika membaca buku. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai umur empat sampai 12 tahun. menyanyi lagu-lagu yang dapat membangkitkan . Mengapa begini dan begitu?. yaitu mendengar. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif. staf pengajar di Sekolah Alam Ciganjur. Maryam menambahkan. pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang. Metode Percobaan (Experimental method) Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. Dengan belajar dari alam. Mengapa pohon dapat berbuah? Libatkan anak untuk mengamati proses pembiakan lalu minta anak menyimpulkannya sendiri. Misalnya. Misalnya anak bertanya. Selain melatih kemampuan . Bidang pengembangan kemampuan pembiasaan (pengembangan diri) Bidang pengembangan kemampuan pembiasaan (pengembangan diri) merupakan kegiatan yang dilakukan secara terus menerus dan ada dalam kehidupan sehari-hari anak. Bidang pengembangan pembiasaan meliputi aspek perkembangan moral. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. anak dapat mengamati sesuatu secara konkret. minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. Dari aspek perkembangan moral dan nilai-nilai agama diharapkan akan meningkatkan ketaqwaan anak terhadap Tuhan YME dan membina sikap anak dalam rangka meletakkan dasar agar anak menjadi warga negara yang baik.

misalnya: makan bersama. b. Bidang pengembangan kemampuan dasar Bidang pengembangan kemampuan dasar merupakan kegiatan yang dipersiapkan oleh guru untuk meningkatkan kemampuan dan kreativitas anak sesuai dengan tahap perkembangannya yaitu: berbahasa. adalah kegiatan yang dilakukan dengan memberi teladan/contoh yang baik kepada anak. . kognitif. 2. dan seni. menggosok gigi. Kognitif Pengembangan kognitif bertujuan agar anak mampu mengolah perolehan belajarnya. hadir di TK tepat waktu. c. Berbahasa Pengembangan bahasa bertujuan agar anak mampu mengungkapkan pikiran melalui bahasa yang sederhana secara tepat. berjabat tangan dan mengucapkan salam baik kepada sesama anak maupun kepada guru. pengetahuan ruang dan waktu. Pengembangan kemampuan dasar diprogramkan dalam perencanaan semester. Seni Pengembangan seni bertujuan agar anak dapat menciptakan suatu karya berdasarkan hasil imajinasinya dan dapat menghargai hasil kreativitas orang lain.patriotisme. non lokomotorik. rapi dalam berpakaian. Kegiatan terprogram. dan mengembalikan mainan pada tempatnya b. menawarkan bantuan dengan baik. satuan kegiatan mingguan dan satuan kegiatan harian) di TK. meningkatkan kemampuan lokomotorik. dan tersenyum ketika bertemu dengan siapapun. Pemberian Teladan. mengucapkan salam bila bertemu dengan orang lain. Kegiatan Spontan adalah kegiatan yang dilakukan secara spontan misalnya meminta tolong dengan baik. latihan beramal sodaqoh setiap hari jum’at dan lain-lain. serta meningkatkan keterampilan tubuh dan cara hidup sehat sehingga. menjaga kebersihan lingkungan. memberi ucapan selamat kepada teman yang mencapai prestasi baik dan menjenguk teman yang sakit. fisik-motorik. d. latihan shalat berjamaah. c. Fisik/motorik Pengembangan fisik/motorik bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih gerakan kasar dan halus. mengontrol gerakan tubuh dan koordinasi. menggosok gigi. memilah dan mengelompokkan dan persiapan pengembangan kemampuan berpikir teliti. d. misalnya memungut sampah yang dijumpai di lingkungan TK. menemukan bermacam-macam alternatif pemecahan masalah.dapat menunjang pertubuhan jasmani yang sehat. berkomunikasi secara efektif dan membangkitkan minat anak untuk berbahasa indonesia. Kegiatan rutin yang dilakukan di TK. adalah kegiatan yang diprogram dalam kegiatan pembelajaran (perencanaan semester. dan manipulatif dengan mengelola. kuat dan terampil. lagu-lagu religius. mengembangkan kemampuan logika matematika. a. perencanaan mingguan dalam bentuk Satuan Kegiatan Mingguan (SKM) dan perencanaan harian dalam bentuk Satuan Kegiatan Harian (SKH) yang dilaksanakan dalam pembelajaran sehari-hari di TK. Pada setiap akhir tema dilakukan puncak tema yaitu melakukan kegiatan yang merangkum kegiatan-kegiatan yang terkait dengan tema. santun dalam bertutur kata.

melukis. menonton film maupun bermain dengan daya khayal (imajinasi) d. g. panas. matahari. mengenal diri sendiri. bulan. Dapat dirangsang melalui pengamatan lingkungan. bekerjasama. c. memeihara binatang. Kecerdasan kinestetik (bodily kinesthetic intellgence) yang dapat dirangsang melalui gerakan tarian olahraga dan terutama gerakan tubuh. membaca. i. angin. f. birama berbagai bunyi. bermain peran dan memecahkan masalah serta menyelesaikan konplik.Agar dapat menjalankan peranannya Program Kegiatan Pendidikan Anak Usia Dini didasarkan atas 9 kemampuan belajar anak yang meliputi : a. membedakan bentuk. menulis dengan buku. bercocoktanam. pelangi. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intellgence) yaitu kemampuan untuk melakukan hubungan antar manusia yang dapat dirangsang melalui bermain bersama teman. Kecerdasan linguistik (linguistic intellgence) yang dapat berkembang bila dirangsang melalui berbicara. Kecerdasan spiritual (spiritual intellgence) yaitu kemampuan mengenal dan mencitai ciptaan Tuhan. termasuk mengamati fenomena alam seperti hujan. banjir. harga diri. berdiskusi dan bercerita. mendengarkan. menganalisis data dan bermain dengan benda-benda. Kecerdasan musical (musical rhytmmic intellgence) yang dapat dirangsang melalui irama. siang. dingin. bintang. . percaya diri termasuk control diri dan disipilin. nada. Kecerdasan visual spasial (Visual-spatial intellgence) yaitu kemampuan ruang yang dapat dirangsang melalui bermain balok-balok dan bentuk-bentuk geometri melengkapi puzzie. h. Kecerdasan naturalis (naturalist intellgence) yaitu menciai keindahan alam. Kecerdasan interpersonal (interpersonal intellgence) yaitu kemampuan memahami diri sendiri yang dapat dirangsang melalui pengembangan konsep diri. Dapat dirangsang melalui penanaman nilai-nilai moral dan agama.menggambar. malam. Kecerdasan logika matematik (logoco mmathematical intelligence) yang dapat dirangsang melalui kegiatan menghitung. b. e.

Aspek-aspek Pengembangan. Pengembangan Seni. membangkitkan rasa ingin tahu anak. Bermain merupakan pendekatan dalam melaksanakan kegiatan pendidikan anak usia dini dengan menggunakan strategi. memotovasi anak untuk berpikir kritis. menemukan dan memanfaatkan benda-benda disekitanya. Pengembangan fisik. Mengembangkan keterampilan hidup. 6. disiplin mampu bersosialisai. dan media yang menarik agar mudah diukuti oleh anak melalui bermain anak diajak untuk bereksplorasi . Pelaksanaan Menu Pembelajaran didasarkan atas pendekatan-pendekatan : 1. dan menemukan hal-hal baru. Tempat dan Lingkungan yang kondusif. melalui pembiasaan-pembiasaan agar mampu menolong ddiri sendiri. Pengembangan kognitif 5. 5. dengan memperhatikan keamanan dan kenyamanan anak dalam bermain. 1. materi.bahan. 4. dan memperoleh bekal keterampilan dasar yang berguna untuk . Beririentasi pada Kebutuhan anak kegiatan pembelajaran pada anak usia dini harus senantiasa beroorientasi kepada kebutuhan anak untuk mendapatkan layanan pendidikan. Menggunakan pembelajaran terpadu . Pengembangan bahasa 4. 3. Lingkugan harus dikondisikan sedemikian menarik dan menyenangkan.B. Pengembangan social emosional. Belajar melalui bermain. Kreatif dan inovatif proses kreatif dan inovatif dapat dilakukan melaui kegiatan-kegiatan yang menarik. 3. 2. 6. model pembelajaran terpadu yang beranjak dari tema yang menarik anak Center of Intersest dimaksudkan agar anak mampu mengenal berbagai konsep secara mudah dan jelas sehingga pembelajaran menjadi bermaknna bagi anak. 2. kesehatan dan gizi dilaksanaka secara integral dan holistic. metode. Pengembangan moral dan nilai-nilai agama.

BELAJAR MEMBACA dengan MEMBACA. Anak belajar dengan cara yang paling sederhana ke cara yang rumit dan kongkrit ke abstrak. 8. b. . 7. Ciri pembelajaran ini adalah : a. dan moral (berdo’a sebelum dan sesudah makan) Model-model belajar membaca untuk inspirasi 1. melakukan penjelajahan (Eksplorasi). media dan sumber belajar dapat berasal dan lingkungan alam sekitar atau bahan-bahan yang sengaja disiapkan. Pembelajaran yang berorientasi pada prinsip-prinsip perkebangan anak.kkelangsungan hidupnya. menyuap makanan ke mulut). kalimat yang kita keluarkan pun akan semakin kaya. dan gerakan ke verbal dan kekuakuan ke rasa social. anak dapat mengembangkan beberapa aspek pengembangan sekaligus. Lewat kosa kata. kemampuan yang dikembangkan antara lain bahasa (mengenal kosa kata tentang jenis makanan dan peraalatan makan). Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tenteram secara psikologi. Menggunakan berbagai media dan sumber belajar. c. Variasi yang bisa digunakan diantaranya. kartu kata yang disajikan dengan model Glen Doman. e. memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat menggunakannya. social emosional duduk rapid an menolong diri sendiri). Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individu. Sikulus belajar anak selalu berulang dimulai dari membangun kesadaran. motorik halus (memeggang sendok. Prinsip yang dipakai dari metode tersebut adalah belajar dengan melakukannya. Minat anak dan keinginatahuannya yang tinggi memotivasi belajaarnya. poster kata yang ditempel di dinding. Contoh ketika anak melakukan kegiatan makan. buku-buku bergambar yang kalimatnya pendek dan ukuran hurufnya cukup besar. daya pikir (membadingkan makanan sedikit dan banyak). 9. f. Lewat kosa kata yang makin beragam. Stimulasi terpadu pada saat anak melakukan sesuatu kegiatan. anak-anak akan belajar tak hanya kemampuan membaca tetapi juga perbendaharaan dan pemahaman akan kata-kata yang akan mereka gunakan dalam berbicara. d. Anak belajar melalui interaksi social dengan orang dewasa dan teman sebayanya. Belajar membaca lewat kosa kata Kosa kata adalah pembentuk kalimat.

terutama di sekolah-sekolah. yaitu huruf. Memang ada anak-anak yang bisa belajar dengan metode ini. Prinsip dasarnya adalah terlebih dulu mengenali pola sebelum masuk pada fase membaca. bisa jadi untuk bisa benar-benar membaca semua kata yang diperlihatkan kepada mereka (meski belum diajarkan) membutuhkan waktu yang cukup lama. 11 June 2011 15:12 . Mengapa demikian? Karena anak-anak akan terbiasa dengan membaca pola lebih dulu baru membaca. Artinya. Belajar Membaca lewat Suku Kata Model ini paling banyak digunakan. Sebenarnya metode ini sudah jarang digunakan orang karena memang terbukti cukup sulit bagi anak. Kerja otak kiri lebih dominan dalam hal tersebut. Anak-anak harus melewati tiga tahapan menuju kata. Belajar lewat suku kata misalnya ba bi bu be bo dan seterusnya juga memiliki efek tersendiri. tergantung kecepatan anak. Metode Belajar Bagi Anak Usia Dini Written by sks Saturday. tapi lagi-lagi latihan membaca kata secara intensif harus mengiringinya agar anak-anak merasa percaya diri untuk membaca. 3. Belajar membaca dengan mengeja Model ini di awali dengan pengenalan huruf baru kemudian merangkainya menjadi gabungan huruf dan kemudian kata. Kerja otak kiri akan semakin dominan jika kita memakai metode ini. lalu kata.Hal-hal khusus yang menyertai model ini adalah kemungkinan anak-anak untuk mengenal pola lebih lama. kita harus lebih sering memotivasi anak untuk membaca kata-kata secara langsung lewat buku tanpa harus memilah suku katanya. diantaranya kecepatan membaca yang sedikit lambat jika tidak diiringi latihan langsung lewat buku atau bacaan-bacaan. 2. suku kata. Untuk mengimbanginya.

Orangtua dan pendidik harus dapat membantu anak menyadari dan merealisasikan potensi anak untuk menimba ilmu pengetahuan. Acuan memilih metode pengajaran untuk anak usia 0-6 tahun menurut Penasehat Himpunan Tenaga Kependidikan Usia Dini. Anggani Sudono MA. Maka pendidik harus pandai menciptakan situasi yang nyaman. misalnya ketika menjelaskan suatu hal atau benda. Apapun metodenya. Usia 5 tahun: berikan kegiatan yang dapat memberi kesempatan pada anak mengobservasi sesuatu. dan anak antusias belajar dengan memberikan metode pengajaran yang tepat. yaitu membuat jaringan topik. Ketika mengajar. fungsi sampai jumlah penyangganya. biarkan anak mencoba-coba. minta anak menjelaskan konsep meja dan biarkan anak memaparkan satu persatu pengetahuannya tentang meja mulai dari berbagai bentuk. adalah melibatkan anak dalam kegiatan belajar. Dr. dan kepribadian yang utuh. yang harus diperhatikan ialah hubungan komunikasi guru dengan anak.Walaupun pendidikan berlangsung sepanjang hayat. misal anak menggambar bunga dengan warna hijau. . Terdapat beberapa metode pengajaran yang disesuaikan dengan tahap usia anak: Usia 0-3 tahun: anak dapat mengikuti kegiatan di sekolah taman bermain. maka anak diajarkan dengan mendengarkan kaset yang diselingi dengan menunjukkan gambarnya (demonstrasi). Tapi. setiap usaha yang dirancang untuk mengembangkan minat dan potensi anak harus dilakukan pada masa awal ini untuk membimbing anak menjadi diri mereka dengan segala kelebihannya. namun menurut Maria Montessori. sebaiknya guru tidak mendominasi kegiatan anak. membangkitkan semangat belajar. yaitu orangtua dan guru. kuning atau biru. Salah satunya dengan metode main maping. Jika tipe belajar anak lebih aktif melalui alat pendengarannya (auditif ). bagaimana cara guru itu berkomunikasi. enam tahun pertama masa anak sebagai jangka waktu yang paling penting bagi perkembangannya. Sebaiknya pendidik tidak melulu mencontohkan lalu anak mengikuti. Metode belajar ditekankan pada bagaimana anak berpikir kreatif. Misal. Usia 6-12 tahun: perbanyak melatih kemampuan anak bercerita dan mempresentasikan apa yang mereka ketahui. Proses belajar-mengajar yang baik adalah jika anak berinteraksi dengan pendidik. Pendidik dapat memberikan kosakata baru pada anak dan membiarkan mereka merangkai kalimat. bakat. Dengan begitu anak mendapat inspirasi dan belajar mengambil keputusan sendiri. Ketika di sekolah anak diajak memilih materi yang ingin dieksplorasi. Tahun prasekolah menjadi masa anak membina kepribadian mereka. Karenanya.

minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. Berikut ini beberapa metode pengajaran yang dapat Anda pilih antara lain : Metode Global (Ganze Method) Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. tujuan pembelajaran akan lebih mudah tercapai. Pembelajaran ini merupakan model yang paling awal digunakan di TK. ketika membaca buku. Dengan belajar dari alam. Kegiatan ini dapat dilakukan mulai umur empat sampai 12 tahun. staf pengajar di Sekolah Alam Ciganjur. 2. Misalnya. maka anak tersebut dapat meneruskan kegiatan lain di kelompok yang tersedia tempat. dalam satu pertemuan anak harus menyelesaikan 2 – 3 kegiatan dan secara bergantian. Model Pembelajaran Berdasarkan Kelompok dengan Kegiatan Pengamanan Dalam pembelajaran ini anak-anak dibagi menjadi 3 kelompok. . Kalau tidak ada tempat anak dapat bermain di kegiatan pengaman. Model pembelajaran berdasarkan sudut. Menurut Maryam. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif. Metode Percobaan (Experimental method) Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. terdapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi. masing-masing kelompok melakukan kegiatan yang berbeda-beda. Contohnya. yaitu mendengar. pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang. Model Pembelajaran Klasikal Adalah suatu pembelajaran dimana dalam waktu yang sama. Beberapa model pembelajaran yang dilaksanakan di PAUD: 1. Dengan harapan. anak dapat mengamati sesuatu secara konkret. anak belajar tentang tanaman pisang. kegiatan dilakukan oleh seluruh anak sama dalam satu kelas. Bila ada anak yang sudah menyelesaikan tugas lebih cepat. Sarana pembelajaran terbatas dan kurang memperhatikan minat anak secara individu. Kegiatan pengaman disediakan alat-alat yang bervariasi. Jakarta Selatan. Sehingga informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama.dapat juga dengan memutarkan video agar anak dapat melihat (visual) dengan jelas apa yang terjadi. sering diganti sesuai dengan tema / sub tema 3. menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri.

4. bermain dengan benda untuk membantu . pura-pura. 5. imajinasi (bermain drama). guru memberikan pijakan pada anak sebelum dan sesudah bermain Sentra bermain merupakan area / zona bermain anak yang di lengkapi alat bermain. Model pembelajaran berdasarkan sentra Adalah pendidikan pembelajaran dalam proses pembelajaran dilakukan di dalam lingkaran dan sentra bermain. berfungsi sebagai pijakan lingkungan yang diperlukan untuk mengembangkan seluruh potensi dasar anak dalam berbagai aspek perkembangan secara seimbang. Misal : menakar air. Pembelajaran ini untuk memenuhi kebutuhan anak dan menghormati keberagaman budaya serta menekankan pada pengalaman belajar bagi setiap anak. Anak belajar melalui pancaindera dan hubungan fisik dengan lingkungan mereka. Guru bersama anak duduk dengan posisi melingkar dan saat dalam lingkaran. dan lainlain. menggunting. Model pembelajaran berdasarkan area Model pembelajaran ini lebih memberikan kesempatan kepada anak dalam memilih / menentukan kegiatan sendiri sesuai dengan minatnya. Alat-alat kegiatan yang disediakan lebih bervariasi. hanya sudut-sudut kegiatan merupakan pusat kegiatan. Bermain peran :bermain peran makro (besar). bermain simbolik. Bermain sensorimotor adalah permainan menangkap rangsangan melalui penginderaan dan menghasilkan gerakan sebagai reaksi. fantasi. sering diganti sesuai dengan tema dan sub tema. meremas kertas bekas. Dalam membuka sentra setiap hari disesuaikan dengan jumlah kelompok setiap PAUD Pembelajaran sentra dilakukan secara tuntas mulai awal kegiatan sampai akhir dan fokus pada satu kelompok usia PAUD dalam satu kegiatan di satu sentra kegiatan Setiap sentra mendukung perkembangan anak dalam tiga jenis bermain : bermain sensori motor / fungsional . bermain peran . bermain peran mikro (kecil).Langkah-langkah pembelajaran hampir sama dengan model area. bermain konstruktif (membangun pemikiran anak).

pasir. krayon. Sentra bahan alam dan sains. pasir. Alat yang digunkan diantaranya sekop. 6. dan lain-lain). lego. gagasan dan pengalaman yang dimiliki anak ke dalam karya nyata (hasil karya) melalui metode proyek. Sentra seni Bahan-bahan yang diperlukan diarea ini adalah kertas. sentra seni memfasilitasi anak untuk memperluas pengalaman dalam mewujudkan ide. ide dan gagasan menjadi karya nyata. lilin. biji-bijian. air. ukuran. dan lain-lain. kemampuan berpikir dan memecahkan masalah. pasir.menghadirkan konsep yang telah dimiliki. Bermain konstruktif : menunjukkan pemikiran. Disini anak belajar banyak hal dengan cara menyusun / menggunakan balok. . daun. ember. Bermain konstruktif sifat cair (air. warna. tanah liat. ranting. corong. kain. d. Sentra balok Sentra balok berisi berbagai macam balok dalam berbagai bentuk. kapur. gunting. Bahan-bahan yang diperlukan disentra ini adalah daun. Sentra bermain peran. spidol dan lain-lain). cat air. potongan-potongan bahan / gambar. kayu. dan tektur. dan lain-laian b. c. mengembangkan kemampuan logika matematika / berhitung permulaan. Bermain konstruktif (balok-balok. Model pembelajaran berdasarkan sentra Sentra bermain terdiri dari : a. spidol. batu.

Pemilihan berbagai benda untuk bermain peran tergantung dari minat anak pada saat itu. sentra persiapan. Sentra bermain peran merupakan wujud dari kehidupan nyata yang dimainkan anak. belajar ketrampilan sosial (berbagi. kartu kata. kordinasi mata tangan. menulis permulaan serta berhitung permulaan mendorong kemampuan intelektual anak. sentra agama. Bahan-bahan yang disiapkan adalah maket tempat ibadah. gerakan otot halus. e. gambar-gambar. buku-buku cerita keagamaan dan sebagainya. misal. bernegosiasi dan memecahkan masalah). f. sentra musik. Kegiatan yang dilaksanakan adalah persiapan membaca permulaan.Sentra bermain peran terdiri dari. buku-buku. g. Bahan yang ada pada sentra ini adalah. rumahrumahan dan sebagainya. Agama merupakan suatu konsep yang abstrak yang perlu diterjemahkan menjadi aktivitas yang konkrit bagi anak. Kegiatan yang dilaksanakan adalah menanamkan nilai-nilai kehidupan beragama. sentra bermain peran makro dapat menggunakan anak sebagai model. keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang Maha Esa. perlengkapan ibadah. . membantu anak memahami dunia mereka dengan memainkan berbagai macam peran. tema “keluarga” dengan alat-alat yang dibutuhkan peralatan dapur dan lain-lain. menggunakan boneka maket meja kursi. kartu huruf. kartu angka dan bahan-bahan untuk kegiatan menyimak. bercakap-cakap dan persiapan menulis. Sentra bermain peran mikro misalnya. berhitung.

tutup botol. minta anak menceritakan kembali dengan rangkaian katanya sendiri. ada beberapa metode pengajaran yang lebih umum antara lain : a. rebana. triangle dan lain-lain. Metode Global (Ganze Method) Anak belajar membuat suatu kesimpulan dengan kalimatnya sendiri. ketika membaca buku. Praktik langsung 7. misalnya : botol beling/kaca. Sehingga . antara lain : 1. Bermain peran ( sosio-drama ) 8. Penugasan Selain metode yang bersifat teknis di atas. Karya wisata 6. Bernyanyi 4. tempurung kelapa. pianika. bermain musik dan lagu yang dapat memperluas pengalaman. pengetahuan anak tentang irama. Bermain 2. Bercerita 3. berirama (ketukan) dan mengenal berbagai bunyi-bunyian dengan mengguna kan alat-alat musik yang mendukung misalnya . rebana dll. Contohnya. piano. Bercakap ( dialog dengan tanya jawab ) 5. Secara teknis ada beberapa metode yang tepat untuk diterapkan pada anak usia dini.Bahan yang dibutuhkan pada sentra musik. Sentra musik memfasilitasi anak untuk memperluas pengalamannya dalam menggunakan gagasan mereka melalui olah tubuh.

anak dapat mengamati sesuatu. Metode Percobaan (Experimental method) Metode pengajaran yang mendorong dan memberi kesempatan anak melakukan percobaan sendiri. Setidaknya tedapat tiga tahapan yang dilakukan anak untuk memudahkan masuknya informasi. Misalnya. yaitu mendengar. Bercerita tanpa alat peraga 2.informasi yang anak peroleh dari hasil belajar sendiri akan dapat diserap lebih lama. b. anak belajar tentang tanaman pisang. Membantu perkembangan fantasi/imajinasi anak e. Melatih daya fikir c. Bercerita dengan alat peraga tak langsung. yang terbagi antara lain: Bercerita dengan benda tiruan (yang sesuai/persis dengan asli) . menulis atau menggambar lalu melihat dan melakukan percobaan sendiri. Melatih daya konsentrasi d. Metode bercerita adalah cara bertutur kata dan menyampaikan cerita atau memberikan penerangan kepada anak secara lisan Adapun tujuan digunakannnya metode ini adalah: a. Menciptalan suasana menyenangkan dan akrab di dalam kelas 1. Dengan belajar dari alam. pendidik tak hanya menjelaskan tentang pisang tapi juga mengajak anak ke kebun untuk mengeksplorasi tanaman pisang. Melatih daya tangkap anak b. Anak juga terlatih berpikir kreatif dan berinisiatif.

- Bercerita dengan menggunakan gambar-gambar. Bercerita dengan menggunakan papan planel Stiry reading Sandiwara boneka .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful