LAPORAN PRATIKUM BIOKIMIA

PERCOBAAN 04 PENENTUAN KADAR TOTAL KOLESTEROL

Nama NIM Kelompok Tanggal percobaan Tanggal pengumpulan Nama Asisten

: Oktaviandri Saputra : 10509050 : IV : 8 Maret 2012 : 9 Maret 2012 : Isriyanti Affifah

LABORATORIUM BIOKIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM PROGRAM STUDI KIMIA INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG 2011/2012

tetapi walapun begitu jika pasok kolesterol dari makanan berlebih. hati dan kuning telur memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi.Penentuan Kadar Total Kolesterol Darah I. benzena. Tujuan percobaan Menentukan kadar kolesterol dari sampel serum II. ada bagian yang sangat banyak mengandung kolesterol dan bagian lain sebaliknya. Tubuh manusia dan hewan yang normal akan berusaha memelihara konsentrasi plasma kolesterol dengan cara mengatur sintesis dan ekskresi kolesterol. maka akan berakibat kurang baik bagi tubuh dan dapat menimbulkan berbagai gangguan fisiologi seperti artheroskerosis yang dapat menjadi penyakit jantung koroner atau stroke. Kolesterol secara fisiologi penting bagi tubuh. Kolesterol yang melebihi kebutuhan tubuh akan dieliminir melalui empedu. Sebagai contoh pada otak. Kandungan kadar kolesterol pada setiap bagian tubuh hewan berbeda. Sampel yang digunakan pada praktikum ini adalah serum. Kolesterol merupakan substansi lemah. Dan metode yang digunakan untuk . oleh karena itu kolesterol tidak larut dalam air. dapat diekstraksi dari jaringan dengan kloroform. Dari uraian di atas maka dilakukan praktikum tentang pengukuran kadar kolesterol dengan harapan kadar kolesterol dari sampel yang digunakan bisa diketahui. eter. dan alkohol panas. Teori dasar Kolesterol adalah metabolit yang mengandung lemak sterol (bahasa Inggris: waxy steroid) yang ditemukan pada membran sel dan disirkulasikan dalam plasma darah. karena merupakan bahan untuk membangun membran sel dan hormon-hormon yang memiliki peranan vital khususnya kelompok hormon steroid.

setelah 15 menit.menentukan kadar koleterol adalah metode Lieberman-Burchards yang menggunakan alat spesifik berupa spektrofotometer.36 ml H2SO4 pekat pada tiap-tiap tabung reaksi dan kocok keras-keras. III. Prosedur 0. Setelah tabung-tabung tersebut dingin (suhu kamar) dekantasi dengan hati-hati cairannya ke dalam tabung reaksi yang kering. Kocok tabung dan panaskan di dalam penangas air selama 30 menit untuk mengekstraksi kolesterol. Siapkan larutan standar kolesterol seperti pada tabel di bawah ini : Larutan Standar 1 Standar 2 Standar 3 Standar 4 Standar 5 Standar 6 Standar 7 mg standar/ 100 ml kolesterol 50 100 150 200 250 300 350 ml standar 1 2 3 4 5 6 7 ml asam asetat anhidrida 9 8 7 6 5 4 3 Tambah 0. Simpan di tempat gelap. Tambahkan 10 ml asam asetat anhidrida dari buret ke dalam tabung reaksi yang telah berisi serum tadi lalu tutup tabung reaksi dengan sumbat gabus yang diberi pipet kapiler dan biarkan selama 5 menit. IV. semua larutan (kolesterol standard dan sampel) diukur absorbannya pada λ = 660 nm. Data Pengamatan Larutan mg standar/ 100 ml kolesterol ml standar ml asam asetat anhidrida A .2 ml serum ditempatkan dalam tabung reaksi kering (tabung sampel).

3 0.15 0.101 0.3 0. Grafik Penentuan Kolesterol Darah 0.055 0.4 mg kolesterol/100 ml serum Dari grafik di atas.6664x .25 0.165 0.9559 Grafik Penentuan Kolesterol Darah Linear (Grafik Penentuan Kolesterol Darah) A 0.1 0.169 V.109 0.2 y = 0. Pengolahan Data Dari data pengamatan di atas dapat kita hitung konsentrasi dari sampel yang digunakan.244 0.666x – 0. Dengan cara memplotkan absorbansi terhadap konsentrasi.163 0.027 0.1 0.05 0 0 0.0099 R² = 0.2 0.0.009 dimana y mewakili nilai absorbansi rata-rata dari sampel dan x adalah konsentrasi kolesterol dalam serum.Standar 1 Standar 2 Standar 3 Standar 4 Standar 5 Standar 6 Standar 7 Sampel 1 Sampel 2 50 100 150 200 250 300 350 ? ? 1 2 3 4 5 6 7 - 9 8 7 6 5 4 3 10 10 0. didapatkan nilai persamaan garis y = 0. .177 0. Oleh karena itu besarnya konsentrasi kolesterol dalam serum dapat ditentukan melalui subtitusi absorbansi rata-rata sampel ke dalam persamaan tersebut.

169 Sampel 2 : Jadi konsentrasi kolesterol di dalam sampel serum adalah 279 mg/ml dan 267 mg/ml. Warna hijau ini akan dihasilkan oleh beberapa tahapan reaksi berikut beserta reagennya . Serum yang digunakan dicampurkan dengan asam asetat anhidrida dan asam sulfat pekat kemudian absorbansinya dibandingkan dengan larutan standar yang telah dibuat.Larutan Sampel 1 Sampel 2 Sampel 1 : A 0. Metode ini juga disebut metode Liebermenn Burchard. Penambahan asam asetat anhidrida ke dalam serum bertujuan untuk membentuk turunan asetil sedangkan penambahan asam sulfat bertujuan untuk membentuk ikatan terkonjugasi dengan kolesterol sehingga dihasilkan senyawa ester-kolesterol asetat yang berwarna hijau. .177 0. Pembahasan Pada percobaan ini. VI. ditentukan kadar kolesterol dalam serum.

Seringkali serum diartiakan sebagai cairan tanda sel darah dan faktor koagulasi atau fibrinogen. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya oksidasi akibat sinar UV. kondisi tabung reaksi dibuat gelap. secara otomatis kolesterol pasti terkandung di dalam serum. Selama mereaksikan campuran serum dan asam asetat anhidrida dengan asam sulfat. Jadi. pada percobaan ini digunakan serum sebagai sampel karena serum merupakan suatu plasma darah yang menjadi tempat sirkulasi kolesterol. Apabila terdapat air maka tidak akan terbentuk turunan asetil yang diharapkan karena asam asetat anhidrida akan bereaksi dengan air menghasilkan asam asetat. Serum merupakan bagian dari cairan tubuh yang bercampur dengan darah. . Serum juga merupakan sebuah plasma darah tanpa adanya fibrinogen. karena ada kemungkinan hasil yang didapatkan bukan merupakan ester kolesterol-asetat melainkan senyawa peroksida.Gambar 3 : Mekanisme reaksi Lieberman Burchard Dalam percobaan ini. kondisinya dibuat sekering mungkin (tidak ada air pada alat tabung reaksi atau alat lain yang digunakan) hal ini dikarenakan asam asetat anhidrida sangat mudah bereaksi dengan air. Oleh karena itu.

penting dalam penyerapan Ca. Proses ini dikenal dengan nama atherosklerosis. Vitamin D. Hormon seks. . Ini menandakan bahwa tingkat kolesterol dalam darah di atas batas normal yakni <200 mg/ml. Secara fisiologi kolesterol penting bagi tubuh karena berfumgsi untuk membuat : 1. bila kadar kolesterol LDL tinggi sedangkan kadar kolesterol HDL rendah maka merupakan faktor resiko terjadinya atherosklerosis. dimana 80% diproduksi oleh tubuh sendiri dan 20% berasal dari makanan. 3. Sebaliknya yang diharapkan adalah kadar kolesterol LDL rendah dan kadar kolesterol HDL yang tinggi.m penting untuk metabolisme dan keseimbangan garam dalam tubuh. Hormon korteks adrenal. Kolesterol HDL sebaliknya sering disebut dengan kolesterol „baik‟ karena kolesterol HDL mencegah terjadinya atherosklerosis dengan cara mengeluarkan kolesterol „jahat‟ dari dinding arteri dan mengirimkannya ke hati. 5. Membran sel dan lapisan luar lipoprotein. Kolesterol LDL akan berakumulasi di dinding arteri sehingga membentuk semacam plak yang menyebabkan dinding arteri menjadi kaku dan rongga pembuluh darah menyempit. adalah kolesterol jahat. karena peningkatan kadar kolesterol ini dalam darah dihubungkan dengan peningkatan resiko penyakit jantung koroner. Kolesterol yang diproduksi terdiri atas 2 jenis yaitu : 1. 2. 3. Kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein). sangat penting bagi perkembangan dan fungsi organ seksual. adalah kolesterol baik yang memiliki fungsi membersihkan pembuluh darah dari kolesterol LDL yang berlebihan. 2. membantu usus menyerap lemak. Jadi. Kadar kolesterol HDL yang tinggi merupakan suatu tanda yang baik sepanjang kolesterol LDL kurang dari 150 mg/dl. Garam empedu. Kolesterol HDL (High Density Lipoprotein). yang bila jumlahnya berlebih di dalam darah akan diendapkan pada dinding pembuluh darah membentuk bekuan yang dapat menyumbat pembulun darah. Kolesterol LDL sering disebut dengan kolesterol „jahat‟. 4. Setiap orang memiliki kolesterol di dalam darahnya.Berdasarkan pengolahan data didapatkan kadar total kolesterol dalam darah adalah 279 mg/ml dan 267 mg/ml.

dir. Inc. L..farmasiku. .php?target=categories&category_id=194 akses(8 maret 2012 22:44) http://tech. Kesimpulan Kadar kolesterol dalam sampel serum adalah 279 mg/ml dan 267 mg/ml.groups. New York.yahoo. VIII. 5th Ed. A.com/group/kimia_indonesia/message/13225 akses (8 maret 2012 21:03) tanggal tanggal Lehninger .. “Principles of Biochemistry”. Worth Publisher.com/index. (2008).VII. Daftar Pustaka http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful