BAB I PENDAHULUAN

Ossifying fibroma adalah tumor rahang yang bersifat jinak dan tumbuh lambat, dimana secara klinis dan mikroskopis serupa tetapi tidak sama dengan cementifying fibroma. Ossifying fibroma diklasifikasikan sebagai salah satu lesi fibrosseus rahang yang bersifat jinak dan secara historis telah disebut sebagai fibro osteoma atau lesi fibrosseus jinak yang berasal dari jaringan periodontal. Para ahli menyatakan bahwa ossifying fibroma adalah suatu proses neoplastik yang jarang ditemukan dan berasal dari elemen yang terdapat di dalam jaringan periodontal yang memproduksi lesi yang terdiri atas cementum, lamellar, jaringan fibrous. Ossifying fibroma tergolong kedalam tumor jinak non odontogen. Tumor jinak non odontogen lain yaitu : fibrous dysplasia, osteoblastoma, chondroma, osteoma,central giant cell. Umumnya tumor jinak mempunyai cirri cirri yang sama yaitu : tumor jinak tidak berbahaya sejauh tidak mengganggu fungsi vital. Secara klinis tumor jinak berbentuk bulat, berkapsul, tumbuh lambat, ekspansif, serta jarang ditemukan adanya ulserasi dan perdarahan, sedangkan secara mikroskopis berdiferensiasi baik dan tidak menimbulkan metastase.

BAB II

Gambaran radiologi Ossifying fibroma sangat berfariasi tergantung pada proses maturasi dan banyaknya kalsifikasi.STUDI PUSTAKA Definisi Ossifying fibroma diklasifikasikan sebagai salah satu lesi fibro osseusrahang yang bersifat jinak. Gambaran klinis Ossifying fibroma adalah tumor yang tumbuh lambat. Tumor ini ditemukan pada umur tujuh samapai lima puluh enam tahun dan lebih sering ditemukan pada wanita dari pada laki laki. Umumnya ditemukan pada rahang yang bergigi terutama pada region premolar dan molar mandibula. dan secara historis disebut fibro osteoma lesi fibro osseus jinak yang berasal dari jaringan periodontal. bersifat soliter. ekspansif sehingga terjadi penipisan dari bagian bukal dan lingual dari kortikal plate. Variasi dari ossifying fibroma yang sering ditemukan adalah juvenile active ossifying fibroma yang mempunyai sifat agresif. Ossifying fibroma ditemukan pada aetiap usia. terutama pada decade ketiga dan keempat dalam hidup. . Pakar lain menyatakkan bahwa lesi ini adalah contoh dari proses displastik local dimana metabolism tulang mengalami perubahan.umumnya gambaran radiologi berupa gambaran radiolusen berbentuk bulat dengan bercak bercak radiopak tergantung pada perkembangannya. Ossifying fibroma umumnya tumbuh lambat.sel periodontal membrane yang tidak berdiferensiasi. biasanya asimptomatik dalam waktu yang cukup lama. kadang kala bersifat multiple. Etiologi dan pathogenesis Beberapa ahli menyatakan bahwa tumor ini dapat dipertimbangkan sebagai neoplasma jinak yang berkembang dari sel. namun perforasi dan ulserasi mukosa sangat jarang ditemukan.

ukuran tumor. bentuk tumor. pemeriksaan radiologis dan pemeriksaan hispatologis. c. ada tidaknya proses inflamasi serta warna lesi. Pemeriksaan klinis Meliputi keadaan umum dan keadaan local. Pemeriksaan umum Meliputi tanda tanda vital seperti suhu tubuh. Diagnosa Diagnosa ditegakkan berdasarkan hasil anamnesis. Proses ini membutuhkan waktu kurang lebih enam tahun dan selama kurun waktu tersebut gambaran radiologis memperlihatkan derajat densitas yang berbeda beda. tekanan darah.Pada tahap awal tampak sebagai lesi radiolusen unilokuler atau multilokuler yang mempunyai kista odontogen. Pada tahap lanjut tampak masa padat radiopak yang dikelilingi garis radiolusen. Pemeriksaan histopatologi . dimana gambaran radiopak menunjukkan proses kalsifikasi. Keadaan local Meliputi ada tidaknya asimetri muka. Gambaran ini perlahan berkembang menjadi campuran antara gambaran radiopak dan gambaran radiolusen. lokasi tumor. a. 1. Pemeriksaan radiologis Pada tahap awal menyerupai gambaran radiologis kista odontogen. d. 2. Anamnesis Yang perlu diperhatikan adalah riwayat kesehatan umum dan riwayat patologis yang ditemukan. konsistensi. b. denyut nadi dan pernafasan serta ada tidaknya penyakit sistemik yang diderita. sedangkan pada tahap lanjut berupa campuran antara gambaran radiolusen dan gambaran radiopak. pemeriksaan klinis. ada tidaknya fluktuasi.

Perbedaan pada kedua lesi ini hanya didasarkan pada asal kalsifikasi yang ditemukan dalam tumor. osteoblastoma. karena itu terapi hanya diperlukan pada keadaan dimana tumor sedemikian besar sehingga manghambat jalan nafas. Pada Ossifying fibroma gambaran klinis dan gambaran radiologis menunjukkan batas yang tegas sehingga terapi lesi dapat dengan mudah dipisahkan dari jaringan sekitarnya. Selain itu ditemukan tuberkula tulang yang dipenuhi dengan osteoblast dalam jumlah besar. . cementifying fibroma. osteoid osteoma. Ossifying fibroma mempunyai kesamaan dengan cementtifying fibroma dalam hal : kelompok umur. sehingga pada terapi lesi ini tidak dapat dipisahkan dari tulang sekitarnya. diantaranya fibrous dysplasia. Sedangkan pada fibrous dysplasia gambaran klinis dan gambaran radiologis tidak menunjukkan batas yang tegas.Gambaran histopatologi yang khas adalah gambaran fibrous dan trabekula tulang yang belum matang. manifestasi klinis serta gambaran mikroskopis. lokasi kelainan. Terapi Terapi Ossifying fibroma umumnya adalah enukleasi dengan atau tanpa kuretase dengan tidak adanya rekurensi. Pada tumor kecil tidak perlu dilakukan terapi. Diagnosa banding Ossifying fibroma dapat dibedakan dengan lesi fibro osseus dan lesi yang bersasal dari sel sel periodontal membran. Osteoblastoma dan osteoid osteoma dijumpai pada kelompok umur yang lebih muda dan sering ditandai dengan adanya rasa sakit. tetapi harus selalu dilakukan follow up untuk melihat kemungkinan tumor ini membesar. Fibrous dysplasia bersifat self limiting. Pada Ossifying fibroma ditemukan osteoblast yang membentuk tulang sedangkan pada cementifying fibroma ditemukan cementoblast yang membentuk cementum.

berkapsul. tumbuh lambat serta jarang ditemukan ulserasi dan perdarahan. .BAB III PENUTUP KESIMPULAN Ossifying fibroma adalah tumor fibro osseus jinak yang berasal dari jaringan periodontal. Terapi dapat dilakukan dengan menggunakan anestesi local dan anestesi umum. pemeriksaan klinis. Tumor ini digolongkan kedalam tumor jinak non odontogen yang tidak membahayakan sejauh tidak mengganggu fungsi organ vital.ekspansif. Secara klinis berbentuk bulat. Diagnosa ditegakkan berdasarkan hasil anamnesis. Ossifying fibroma lebih sering mengenai wanita dari pada laki laki terutama pada usia decade ketiga dan keempat. Merupakan suatu fibroma yang menunjukkan aktifitas osteogenik. pemeriksaan radiologis dan pemeriksaan hispatologis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful