You are on page 1of 17

0

1

2

A. JUDUL Uji Kelayakan Pembuatan Pengharum Ekstrak Biji Kopi dalam Memperkaya Khasanah Manfaat Tanaman Kopi terhadap Manusia sebagai Produk Beraroma Khas dengan Kekuatan ’Wake-up Call to the Brain’.

B. LATAR BELAKANG Kopi merupakan sebuah kosa kata benda yang terdapat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) yang mengacu pada salah satu biji-bijian yang dihasilkan dari tanaman kopi. Berbicara kopi, maka akan banyak padanan kata atau frasa yang kita gunakan sehari-hari, diantaranya : biji kopi, bunga kopi, aroma kopi, lulur kopi, warkop (warung kopi), kedai kopi, ngopi, kopi hitam, kopi tubruk (kopi asli Indonesia yang dibuat dengan memasak biji kopi bersama dengan gula), kopi luak (kopi dengan harga tertinggi di dunia), coffee latte (kopi espresso ditambah susu dengan rasio antara kopi dan susu 3:1), sari kopi, kopi instan, cangkir kopi, pecinta kopi, dsb. Bangsa Indonesia sangat akrab dengan kopi sebagai salah satu budidaya hasil perkebunan dan pertanian masyarakat yang memiliki potensi besar sebagai penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun untuk diekspor. Tanaman kopi termasuk ke dalam jenis tanaman tropis yang mudah untuk dibudidayakan, sehingga tanaman kopi pun menempati deretan atas hasil perkebunan terbesar di Indonesia bersama sawit, cengkeh, teh, tebu dan beberapa rempah lainnya. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil kopi terbesar setelah negara-negara di Afrika seperti Brazil dan kawasan Asia Tenggara lainnya. Era penemuan biji kopi dimulai sekitar tahun 800 SM. Pada saat itu, banyak orang di benua Afrika, terutama bangsa Etiopia, yang mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan

3

anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh. (Sumber: id.wikipedia.org) Sementara itu biji kopi dibawa masuk pertama kali ke Eropa secara resmi pada tahun 1615 oleh seorang saudagar Venesia yang mendapat biji kopi dari orang Turki. Bangsa Belanda sebagai salah satu negara Eropa yang berhasil membudidayakannya pada tahun 1616. Kemudian pada tahun 1690, biji kopi dibawa ke pulau Jawa untuk dikultivasi secara besar-besaran. (Sumber: id.wikipedia.org) Semenjak saat itu, barulah Indonesia memanfaatkan kopi menjadi sebuah minuman paling populer dari masyarakat golongan atas, menengah sampai bawah sampai saat ini, Indonesia pun memiliki produk kopi sendiri yang terkenal adalah kopi luwak asli Indonesia. Kopi luwak merupakan kopi dengan harga jual tertinggi di dunia. Proses yang unik dan rasanya yang lezat menjadi alasan utama tingginya jual kopi jenis ini. Kopi luwak berasal dari biji kopi arabika yang difermentasi singkat oleh bakteri alami dalam perut luwak yang dikeluarkan bersama kotorannya. Proses ini lah yang menambahkan cita rasa yang enak pada jenis kopi luwak. Masyarakat Indonesia sampai saat ini masih memanfaatkan biji kopi menjadi olahan minuman yang memberikan efek kesehatan bagi yang meminumnya seabagai tambahan energi. Namun, dengan kafein yang tinggi, dan berbagai zat kimia lain di dalamnya memiliki efek yang beragam pada setiap orang. Berkaitan dengan sifat genetik setiap individu, maka sebagian orang akan mengalami dampak langsung dan sebagian tidak merasakan sama sekali. Hal ini tentu mambatasi sebagian orang agar tidak meminum kopi atau membatasi untuk meminumnya dalam batas normal. Kebanyakan orang meminum kopi untuk rasanya dan energi yang diberikan, namun ternyata aromanya juga membawa keuntungan tersendiri. Penelitian terbaru memperlihatkan bagaimana minum kopi

4

dan mencium aromanya mempengaruhi protein dan gen pada otak. Penyusun penelitian, dipimpin oleh Han-Seouk Seo dari Seoul National University, menulis bahwa ini merupakan salah satu dari riset pertama yang meninjau bagaimana aroma kopi dapat mempengaruhi kita, atau pada riset ini mempengaruhi tikus laboratorium, beberapa dari mereka tidak memiliki waktu tidur yang cukup. (Husnul Mubarak: 2008 dalam cetrione.blogspot.com) Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Agricultural and Food Chemistry Juni 2008 tersebut menunjukkan bukti bahwa

mengirup aroma kopi saja dapat meningkatkan aktivitas gen di otak. Selain penurun tingkat stress akibat kurang tidur, aroma kopi yang nikmat juga efektif untuk menghilangkan bau apek ruangan atau mobil. Berdasarkan penelitian dan latar belakang di atas, maka peneliti mengangkat masalah tersebut menjadi sebuah penelitian untuk mengungkapakan cara membuat produk dengan aroma kopi dan menguji kebermanfaatannya bagi pengembangan kegunaan tanaman kopi sebagai pengharum yang memeberikan efek positif bagi kesehatan dan meminimalisir dampak negatif bagi orang yang „sensitif‟ jika meminum kopi. Penelitian ini berjudul “Uji Kelayakan Pembuatan Pengharum Ekstrak Biji Kopi dalam Memperkaya Khasanah Manfaat Tanaman Kopi terhadap Manusia sebagai Produk Beraroma Khas dengan Kekuatan ’Wake-up Call to the Brain’”.

C. PERUMUSAN MASALAH 1. Bagaimana proses pengambilan sari (minyak) biji kopi untuk dijadikan essential oil? 2. Bagaimana proses pembuatan pengharum dengan berabagai wujud dengan menambahkan essence kopi? 3. Bagaimana cara penyimpanan dan pengemasan produk pengharum beraroma kopi?

5

4. Bagaimana pengaruh penggunaan pengharum pada ruangan atau kendaraan berupa manfaat serta khasiatnya terhadap manusia?

D. TUJUAN 1. Tujuan Umum Menguji coba pembuatan produk pengharum dari biji kopi yang dapat menjadi terapi penurun stress dengan kekuatan wake up call to the brain dan penghilang apek. 2. Tujuan Khusus a. Mendayakan tanaman kopi dengan alternatif manfaat lain

sebagai produk yang dapat dijadikan pengharum ruangan atau mobil untuk meningkatkan perekonomian petani/ pengolah tanaman kopi. b. Menciptakan produk pengharum beraroma kopi sebagai hasil olahan inovatif mahasiswa.

E. LUARAN YANG DIHARAPKAN Luaran yang diharapkan dari program ini adalah biji kopi dapat dijadikan produk yang menghasilkan manfaat sebagai produk

pengharum yang tidak hanya wangi tapi bermanfaat sebagai therapi otak penurunan tingkat stress dan penghilang apek yang efektif untuk rumah atau mobil.

F. KEGUNAAN Adapun kegunaan program ini adalah sebagai berikut: 1. Bagi Mahasiswa a. Mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh menggunakan ilmu-ilmu yang relevan terhadap peningkatkan kualitas sumber daya alam dengan penelitian dalam

meningkatkan kemandirian perekonomian mahasiswa melalui hasil penelitian.

6

b. Mahasiswa dapat menciptakan peluang usaha untuk membuat produk pengharum dengan aroma kopi. c. Mahasiswa dapat menambah penghasilan melalui pembuatan pengharum beraroma kopi dengan produksi secara massal dan dipasarkan dengan tepat.

2. Bagi Masyarakat a. Membantu masyarakat dalam meningkatkan kreativitas melalui pengolahan produk pengharum dari biji kopi dengan

memanfaatkan sumber daya alam yang berada di sekitar mereka. b. Membantu masyarakat untuk berwirausaha mandiri sehingga mampu bersaing dan menciptakan peluang usaha baru dengan produk yang juga baru. c. Membantu masyarakat meningkatkan pendapatan dari penjualan produk pengharum dari biji kopi sebagai alternatif kegunaan baru tanaman kopi.

G. TINJAUAN PUSTAKA Kopi adalah sejenis minuman yang berasal dari proses pengolahan dan ekstraksi biji tanaman kopi. Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab qahwah yang berarti kekuatan, karena pada awalnya kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata qahwah kembali mengalami perubahan menjadi kahveh yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian berubah lagi menjadi koffie dalam bahasa Belanda. Penggunaan kata koffie segera diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang dikenal saat ini. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Di samping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan berbagai penyakit jantung (kardiovaskuler).

7

Kopi terkenal akan kandungan kafeinnya yang tinggi. Kafein sendiri merupakan senyawa hasil metabolisme sekunder golongan alkaloid dari tanaman kopi dan memiliki rasa yang pahit. Berbagai efek kesehatan dari kopi pada umumnya terkait dengan aktivitas kafein di dalam tubuh. Peranan utama kafein ini di dalam tubuh adalah meningkatan kerja psikomotor sehingga tubuh tetap terjaga dan memberikan efek fisiologis berupa peningkatan energi. Efeknya ini biasanya baru akan terlihat beberapa jam kemudian setelah

mengonsumsi kopi. Kafein tidak hanya dapat ditemukan pada tanaman kopi, tetapi juga terdapat pada daun teh dan biji cokelat.

Batas aman konsumsi kafein yang masuk ke dalam tubuh perharinya adalah 100-150 mg. Dengan jumlah ini, tubuh sudah mengalami peningkatan aktivitas yang cukup untuk membuatnya tetap terjaga. Kandungan kafein dalam kopi memiliki efek yang beragam pada setiap manusia. Beberapa orang akan mengalami efeknya secara langsung, sedangkan orang lain tidak merasakannya sama sekali. Hal ini terkait dengan sifat genetika yang dimiliki masing-masing individu terkait dengan kemampuan metabolisme tubuh dalam mencerna kafein. Metabolisme kafein terjadi dengan bantuan enzim sitokrom P450 1A2 (CYP1A2). Terdapat 2 tipe enzim, yaitu CYP1A2-1 dan CYP1A2-1. Orang yang memiliki enzim CYP1A2-1 mampu mematabolisme kafein dengan cepat dan efisien sehingga efek dari kafein dapat dirasakan

8

secara nyata. Enzim CYP1A2-2 memiliki laju metabolisme kafein yang lambat sehingga kebanyakan orang dengan tipe ini tidak merasakan efek kesehatan dari kafein dan bahkan cenderung menimbulkan efek yang negatif. (Sumber: id.wikipedia.org) Meminum kopi atau hanya menghirupnya dapat mengirimkan „wake-up call‟ di otak? Penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Agricultural and Food Chemistry Juni 2008 menunjukkan bukti bahwa mengirup aroma kopi saja dapat mengganggu aktivitas gen di otak. Penelitian yang dilakukan menggunakan tikus laboratorium ini menemukan bahwa aroma kopi dapat mengganggu lebih dari selusin gen dan menyebabkan perubahan protein yang mengekspresikan gen yang bekerja untuk membantu mengurangi stress akibat dari kurangnya waktu tidur. Han-Seok Seo dkk mengatakan ribuan penelitian sudah dilakukan untuk menganalisis komposisi dari kopi di dalam kaitannya dengan efek kesehatan. Jarang sekali penelitian yang mencari efek kesehatan dari aroma kopi. Penelitian ini adalah penelitian pertama yang menjelaskan mengenai efek aroma kopi terhadap stress yang terjadi akibat kurangnya tidur pada otak tikus. Penelitian ini diawali dengan membuat tikus percobaan untuk menghirup aroma kopi, termasuk beberapa tikus yang mengalami stress atau tekanan akibat kurang tidur. Para peneliti kemudian

membandingkan gen dan protein yang mengekspresikan gen di otak tikus. Tikus yang menghirup kopi menunjukkan perbedaan aktivitas di 17 jenis gen di otak. Tiga belas dari gen ini menunjukkan ekspresi mRNA yang berbeda antara grup yang mengalami stress dan grup kopi yang mengalami stress, termasuk protein dengan aktivitas antioksidan yang membanti melindungi sel saraf dari kerusakan akibat stress. (Sumber: klikdokter.com)

9

H. METODE PELAKSANAAN 1. Jenis Penelitian Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif merupakan gejala, fakta, peristiwa atau kejadian yang sedang atau telah terjadi (Lufri, 2005). Pada penelitian ini, peneliti melakukan destruksi biji kopi untuk mendapatkan minyak atau sari kopi. Kemudian mencampurkannya dengan komponen pembuat pengharum untuk mempertahankan aroma kopi tersebut. 2. Objek Penelitian Objek penelitian yang digunakan adalah biji kopi yang dihaluskan dan komponen campuran pengharum ruangan (eter). 3. Prosedur Penelitian 1. Persiapan penelitian a. Sterilisasi alat Semua alat yang terbuat dari kaca dicuci bersih dengan aquades. Kemudian dikeringkan menggunakan kain yang bersih. 2. Pengolahan biji kopi menjadi bubuk Kopi dipisahkan dari kulit dan ari. Deibersihkan dan diblender sampai berukuran sebesar pasir halus. Kemudian kopi ditumbuk menggunakan lumpang dan alu sampai halus. 3. Pengeluaran sari kopi Setelah dilakukan destruksi pada biji kopi maka selanjutnya dilakukan pengambilan sari melalui proses pemanasan pada suhu 15- 38 derjat Celcius. 4. Menganalisa campuran pengharum Setelah mendapatkan essence kopi, selanjutnya dianalisa campuran untuk membuat pengharum dengan komponen yang sudah disediakan.

4. Teknik Pengumpulan Data

10

Pengumpulan

data

dilakukan

melalui

beberapa

kali

percobaan dalam mendapatkan essence dan komposisi pengharum dengan campuran essence kopi.

5. Teknik Analisa Data Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan mendeskripsikan langkah pengambilan essence dari biji kopi. Selanjutnya membandingkan komposisi pengharum beraroma kopi yang ditemukan dari hasil penelitian yang sesuai.

I. JADWAL KEGIATAN Waktu Pelaksanaan No Kegiatan Bulan ke-1 1 1 2 Persiapan awal Pembelian alat dan bahan Proses penelitian Proses pembuatan Uji coba bahan Laporan akhir 2 3 4 Bulan ke-2 1 2 3 4 Bulan ke-3 1 2 3 4 Bulan ke-4 1 2 3 4 Bulan ke-5 1 2 3 4

3

4 5 6

J. RANCANGAN BIAYA No A Jenis pengunaan Pengadaan alat dan bahan 1. Blender 2. Lumpang dan alu 1 buah 1 buah 350.000 77.000 350.000 77.000 Jumlah Harga satuan (Rp) Total (Rp)

11

3. Vakum uap 4. Erlemeyer tutup basah 250 ml 5. Gelas ukur 6. Pipet tetes 7. Biji Kopi 8. Gelas piala 250 ml 9. Gelas kimia 250 ml 10. Gelas kimia 500 ml 11. Tabung reaksi 12. Rak tabung reaksi 13. Penjepit kayu 14. Batang pengaduk 15. Corong pisah 16. Botol timbang 17. Kaca arloji 18. Kaki tiga 19. Lampu spritus 20. Spritus 21. Kassa asbes 22. Korek api 23. Kapas 24. Termometer 25. Botol semprot 26. Aquades 27. Corong 28. Sabun cuci 29. Kain lap 30. Botol parfum 31. Biaya tak terduga Jumlah

1 buah 1 buah

1.200.000 92.000

1.200.000 92.000

2 buah 10 buah 5 kg 2 botol 3 botol

125.000 1.500 50.000 100.000 10.000

250.000 15.000 250.000 200.000 30.000

15 buah 1 buah 4 buah 2 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 buah 1 liter 1 gulung 10 buah 4 kantong 1 buah 2 botol 10 liter 1 buah 1 buah 3 buah 5 buah

15.000 60.000 20.000 77.000 400.000 16.500 35.000 13.000 20.000 28.000 12.500 300 2.500 25.000 5000 30.000 5.000 4.000 10.000 3.000

225.000 60.000 80.000 154.000 400.000 16.500 35.000 13.000 20.000 28.000 12.500 3.000 10.000 25.000 10.000 30.000 5.000 12.000 30.000 15.000 800.000 Rp.4.448.000

12

B

Biaya Penunjang 1. Peminjaman labor 2. Pembuatan baju labor 3. Masker 4. Sarung tangan 5. CD RW 6. Ballpoint 7. Pensil 8. Kertas HVS 9. Tinta print 18 jam 5 buah 1 boks 6 pasang 1 kotak 1 kotak 1 kotak 3 rim 2 kotak 80.000 120.000 38.000 15.000 30.000 25.000 15.000 35.000 40.000 1.440.000 600.000 38.000 90.000 30.000 25.000 15.000 105.000 80.000

Jumlah C Anggaran Kegiatan Penunjang 1. Pembuatan proposal 2. Pembelian dan fotokopi buku 3. Biaya dokumentasi 4. Transportasi 5. Konsumsi selama kegiatan 2 set 125.000 540.000 600.000 4 buah 8 buah 25.000 31.250

Rp2.223.000

100.000 250.000

250.000 540.000 600.000

Jumlah D Rekapitulasi 1. Pengadaan Alat dan Bahan 2. Biaya penunjang 3. Anggaran kegiatan penunjang

Rp. 1.740.000

4.448.000

2.223.000 1.740.000

Jumlah

Rp. 8.411.000,-

13

K. DAFTAR PUSTAKA Lufri. 2005. Metodologi Penelitian. Padang: UNP Press
Seo, Han-Seok. 2008. Effects of Coffee Bean Aroma on the Rat Brain

Stressed by Sleep Deprivation: A Selected Transcript- and 2D Gel-Based Proteome Analysis. Journal of Agricultural and Food Chemistry. Hlm 4665-4673 http://cetrione.blogspot.com/2008/06/manfaat-aroma-kopi.html diakses tanggal 2 Oktober 2011 http://id.wikipedia.org/wiki/Kopi diakses tanggal 2 Oktober 2011 http://klikdokter.com/healthnewstopics/read/2010/07/30/1503187/aroma -kopi-mengganggu-ekspresi-gen-di-otak Oktober 2011 jurnal http://pubs.acs.org/doi/pdfplus/10.1021/jf8001137 diakses tanggal 14 Oktober 2011 L. LAMPIRAN 1) Biodata Ketua serta Anggota Kelompok 1. Ketua Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM/BP c. Tempat/Tanggal Lahir d. Alamat e. Agama f. Jenis Kelamin : Afdhil Hafid : 97895/2009 : Pitalah, 28 Agustus 1991 : Jln. Cendrawasih Gg.Pari No.18 : Islam : Laki-laki diakses tanggal 2

g. Fakultas/Program Studi : Teknik /Pend. Teknik Informatika

2. Anggota Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap : Alhayadi

14

b. NIM/BP c. Tempat/Tanggal Lahir d. Alamat e. Agama f. Jenis Kelamin

: 96971/2009 : Paninjauan, 14 Maret 1991 : Jln. Cendrawasih Gg. Pari No. 19 : Islam : Laki-laki

g. Fakultas/Program Studi : MIPA/ Pendidikan Kimia

3. Anggota Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM/BP c. Tempat/Tanggal Lahir : Yosefriandi : 02711/2008 : Padang Panjang, 11 September 1989 d. Alamat e. Agama f. Jenis Kelamin : Jln. Gajah 1 Air Tawar : Islam : Laki-laki

g. Fakultas/Program Studi : Teknik/ Pend. Teknik Elektronika

4. Anggota Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM/BP c. Tempat/Tanggal Lahir d. Alamat e. Agama f. Jenis Kelamin : Zulkifli : 13089/2009 : Sumpur, 20 Maret 1991 : Jln. Parkit 14 No.3 : Islam : Laki-laki

g. Fakultas/Program Studi : Ilmu Sosial/ Pendidikan Geografi

5. Anggota Pelaksana Kegiatan a. Nama Lengkap b. NIM/BP c. Tempat/Tanggal Lahir d. Alamat : Maulidi Aqsha : 12871/2009 : Solok, 2 Februari 1992 : Gg. Bakti 2 No. 9 Tunggul Hitam

15

e. Agama f. Jenis Kelamin

: Islam : Laki-laki

g. Fakultas/Program Studi : MIPA/ Kimia

2) Nama dan Biodata Dosen Pendamping a. b. Nama Golongan Pangkat dan NIP : Dra. Yustini Ma‟aruf, M.Si : IV /a dan 19500819 198010 2 001 c. d. e. f. Tempat dan tgl. lahir Jabatan Fungsional Jabatan Struktural Fakultas / Program Studi : 19 Agustus 1950 : Lektor Kepala : Dosen Kimia FMIPA UNP : Matematika dan IPA /Pend. Kimia g. h. i. Jenis Kelamin Bidang Keahlian Alamat Kantor : Perempuan : Kimia Organik : Jl. Prof. Dr. Hamka Kampus UNP Air Tawar, Padang j. k. l. Telp./HP E-mail Alamat Rumah : 0751495261 / 08126628194 :: Komp. Taruko Permai 3 blok A, Padang 3) Gambar Gbr. 1 : Gambar table tingkat ekspresi otak tikus penelitian

16

Gbr. 2 : Gambar table efek aroma kopi terhadap Sleep Devrivation pada otak tikus

(Sumber: jurnal http://pubs.acs.org/doi/pdfplus/10.1021/jf8001137)