Proses Pembentukan Urin

Jan3

15 Votes

Pembentukan urin terjadi dalam empat pruses, yaitu Penyaringan (Filtrasi), Penyerapan (Absorbsi), Penyerapan Kembali (Reabsorbsi), dan Augmentasi.

1.

Penyaringan ( Filtrasi )

Filtrasi darah terjadi di glomerulus, dimana jaringan kapiler dengan struktur spesifik dibuat untuk menahan komonen selular dan medium-molekular-protein besar kedalam vascular sistem, menekan cairan yang identik dengan plasma di elektrolitnya dan komposisi air. Cairan ini disebut filtrate glomerular. Tumpukan glomerulus tersusun dari jaringan kapiler. Pada mamalia, arteri renal terkirim dari arteriol afferent dan melanjut sebagai arteriol eferen yang meninggalkan glomrerulus. Tumpukan glomerulus dibungkus didalam lapisan sel epithelium yang disebut kapsula bowman. Area antara glomerulus dan kapsula bowman disebut bowman space dan merupakan bagian yang mengumpulkan filtrate glomerular, yang menyalurkan ke segmen pertama dari tubulus proksimal. Struktur kapiler glomerular terdiri atas 3 lapisan yaitu :

Normalnya komponen seluler dan protein plasmatetap didalam darah. epiutelium visceral. Di kondisi optimal. kandungan yang tereabsorbsi melewati jalur paraseluler bergerakdari vcairan tubulus menuju zonula ocludens yang merupakan struktur permeable yang mendempet sel tubulus proksimal satu daln lainnya. Dinding kapiler glomerular membuat rintangan untuk pergerakan air dan solute menyebrangi kapiler glomerular. dan urea melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. Paling tidak 60% kandungan yang tersaring di reabsorbsi sebelum cairan meninggalkan tubulus proksimal. 2001). Jalur transeluler. Selanjutnya disebelah luar difusi K melalui canal K membuat sel polar. Jalur paraseluler. Normalnya tekanan oncotik di bowman space tidak ada karena molekul protein yang medium-besar tidak tersaring. sebaliknya molekul 2 nm atau kurang akan tersaring tanpa batasan. natrium. K pump. melewati basolateral membrane plasma (Sherwood. kalium.1996). Na. Hasil penyaringan di glomerulus berupa filtrat glomerulus (urin primer) yang komposisinya serupa dengan darah tetapi tidak mengandung protein (Guyton. klorida. 2. Kecepatan dan kemampuan reabsorbsi dan sekresi dari tubulus renal tiak sama. (Sherwood. K. . Pada umumnya pada tubulus proksimal bertanggung jawab untuk mereabsorbsi ultrafiltrate lebih luas dari tubulus yang lain. seperti glukosa. Rintangan untuk filtrasi (filtration barrier) bersifat selektiv permeable.endothelium capiler. garam lain. ATPase pump menekan tiga ion Na kedalam cairan interstisial dan mengeluarkan 2 ion K ke sel. Bahan-bahan kecil yang dapat terlarut dalam plasma. asam amino. Tekanan hidrostatik darah didalam kapiler dan tekanan oncotik dari cairan di dalam bowman space merupakan kekuatn untuk proses filtrasi. 2001). Pergerakan Na melewati transporter ini berpasangan dengan larutan lainnya dalam satu pimpinan sebagai Na (contransport) atau berlawanan pimpinan (countertransport). Pada umunya molekul dengan raidus 4nm atau lebih tidak tersaring. sedangkan air dan larutan akan bebas tersaring (Guyton. Penyerapan ( Absorbsi) Tubulus proksimal bertanggung jawab terhadap reabsorbsi bagian terbesar dari filtered solute. Selain itu beban listirk (electric charged) dari sretiap molekul juga mempengaruhi filtrasi. Endothelium kapiler terdiri satu lapisan sel yang perpanjangan sitoplasmik yang ditembus oleh jendela atau fenestrate (Guyton. Tubulus proksimal tersusun dan mempunyai hubungan dengan kapiler peritubular yang memfasilitasi pergherakan dari komponen cairan tubulus melalui 2 jalur : jalur transeluler dan jalur paraseluler. pergerakan Na melewati sel apical difasilitasi spesifik transporters yang berada di membrane. Di tubulus proksimal terjadi transport Na melalui Na. membrane dasar.1996).1996). Bagaimanapun karakteristik juga mempengaruhi kemampuan dari komponen darah untuk menyebrangi filtrasi. bikarbonat. kandungan dibawa oleh sel dari cairn tubulus melewati epical membrane plasma dan dilepaskan ke cairan interstisial dibagian darah dari sel. Jadi interior sel bersifat negative . sehingga konsentrasi Na di sel berkurang dan konsentrasi K di sel bertambah. Kation (positive) lebih mudah tersaring dari pada anion. Paraselluler transport terjadi dari difusi pasif.

Substansi yang masih berguna seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. dan bahan lain pada filtrate dikeluarkan dalam urin. 2. Reabsorbsi air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal (Sherwood. asam amino. Sisa sampah kelebihan garam. Tiap hari tabung ginjal mereabsorbsi lebih dari 178 liter air. 2002). Oleh karena itu. merupakan zat yang beracun bagi sel. Reabsorbsi dari bikarbonat oleh tubulus proksimal juga di pengaruhi gradient Na. 1. hasil pembongkaran/pemecahan protein. lemak dan protein. dalam urin primer dapat mencapai 2% dalam urin sekunder.5% garam. zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. Karbon dioksida dan air merupakan sisa oksidasi atau sisa pembakaran zat makanan yang berasal dari karbohidrat. Sebagian besar dari zat-zat ini direabsorbsi beberapa kali. Namun demikian. Asam urat merupakan sisa metabolisme yang . yaitu dalam bentuk urea. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Zat warna empedu adalah sisa hasil perombakan sel darah merah yang dilaksanakan oleh hati dan disimpan pada kantong empedu.2001). Pengambilan active substansi ini menambah konsentrasi intraseluler dan membuat substansi melewati membrane plasma basolateral dan kedarah melalui pasif atau difusi terfasilitasi. NHS. Penyerapan Kembali ( Reabsorbsi ) Volume urin manusia hanya 1% dari filtrat glomerulus. dan 150 g glukosa. Zat sisa metabolisme adalah hasil pembongkaran zat makanan yang bermolekul kompleks.2001) Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder yang komposisinya sangat berbeda dengan urin primer. 99% filtrat glomerulus akan direabsorbsi secara aktif pada tubulus kontortus proksimal dan terjadi penambahan zat-zat sisa serta urea pada tubulus kontortus distal. H20. dan asam urat (Cuningham. Zat sisa ini sudah tidak berguna lagi bagi tubuh. Pada urin sekunder. 1200 g garam. zat warna empedu. Augmentasi Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal. Sisa metabolisme antara lain. Demikian juga H2O dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan. (Sherwood. dan sisa substansi lain. dan organic anion. sulfat. 2001) 3. Zat inilah yang akan dioksidasi jadi urobilinogen yang berguna memberi warna pada tinja dan urin. (Sherwood. jika untuk sementara disimpan dalam tubuh zat tersebut akan dirombak menjadi zat yang kurang beracun. Kedua senyawa tersebut tidak berbahaya bila kadarnya tidak berlebihan. Amonia (NH3).2001). Oleh karena itu. misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warm dan bau pada urin. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah. Komposisi urin yang dikeluarkan lewat ureter adalah 96% air. Walaupun CO2 berupa zat sisa namun sebagian masih dapat dipakai sebagai dapar (penjaga kestabilan PH) dalam darah.5% urea.03′.Substansi diangkut dari tubulus proksimal ke sel melalui mekanisme ini (secondary active transport) termasuk gluukosa. Gula dan asam mino meresap melalui peristiwa difusi. CO2. Sebaliknya. misalnya ureum dari 0. 4. misalnya sebagai pelarut (Sherwood. zat ini harus dikeluarkan dari tubuh. fosfat. sedangkan air melalui peristiwa osn osis.

Setelah itu akan disalurkan ke Duktus pengumpul kemudian ke ureter dan dibuang keluar dari tubuh. . Pada tubulus proksimal air.2001). karena daya larutnya di dalam air rendah (Sherwood. Secara sederhana: Sel darah. air. garam. garam dan nutrisi akan diserap kembali ke dalam tubuh dan diangkut melalui vena. nutrisi. dan urea yang terdapat pada arteri akan masuk ke ginjal pada glomerulus dan terjadi penyaringan: sel darah akan tetap berada pada kepiler darah. Setelah melewati tubulus proksimal. dan nutrisi masuk ke dalam kapsula bowman.mengandung nitrogen (sama dengan amonia) dan mempunyai daya racun lebih rendah dibandingkan amonia. proses berlanjut ke tubulus distal untuk penambahan zat-zat sisa yang tidak dibutuhkan tubuh seperti sisa hasil metabolisme. garam. air. sedangkan urea. Kapsula bowman akan mengalirkan hasil penyaringan ke Tubulus proksimal untuk menyerap kembali bahan-bahan yang masih dibutuhkan tubuh. hasil penyaringan ini akan disebut urin primer.

Pelvis renalis atau rongga ginjal berupa rongga yang berfungsi sebagai penampung urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter.A. Bagian luar disebut korteks atau kulit ginjal. Apabila sebuah ginjal dipotong secara melintang maka akan tampak tiga lapisan. Ginjal terdiri dari jutaan alat penyaring darah yang disebut nefron. Ginjal manusia mempunyai sepasang ginjal yang terletak di dalam rongga perut bagian belakang. Nefron adalah satuan struktural dan fungsional ginjal. di bawahnya ada medula atau sumsum ginjal dan di bagian dalam berupa rongga yang disebut pelvis renalis atau rongga ginjal. di bawah ini merupakan gambar dari nefron : .

dan klor. klor serta urea. Selain itu di bagian ini juga terjadi penambahan zat2 yang bersifat racun bagi tubuh.Pada bagian korteks atau kulit ginjal terdapat glomerulus dan simpai Bowman (kapsula Bowman).zat yang masih dapat diperlukan oleh tubuh. Cairan yang tersaring ditampung oleh simpai Bowman. Glomerulus dan simpai Bowman membentuk kesatuan yang disebut Badan Malpighi. Reabsorbsi (Penyerapan Kembali) Proses ini terjadi di tubulus kontortus proksimal. Urine yang sudah terbentuk dan terkumpul di rongga ginjal dibuang keluar tubuh melalui ureter kemudian ditampung di kandung kemih dan dan saat dikeluarkan melalui uretra. Sedangkan urea hanya sedikit diserap kembali. Pada bagian inilah proses penyaringan darah (filtrasi) dimulai. Augmentasi (Pengumpulan) Proses ini terjadi di tubulus kontortus distal dan juga di saluran pengumpul. Medula (sumsum ginjal) tersusun atas saluran-saluran yang merupakan kelanjutan badan malphigi. Cairan tersebut tersusun oleh urea. Badan malpighi merupakan awal dari nefron. Cairan yang tertampung di simpai Bowman disebut urine primer. air. . Zat yang diserap kembali adalah glukosa. Filtrasi (Penyaringan) Proses ini terjadi di glomerulus. ion-ion anorganik seperti natrium kalium. Darah dan protein tetap tinggal di dalam kapiler darah karena tidak dapat menembus pori– pori glomerulus. Pada bagian ini terjadi pengumpulan cairan dari proses sebelumnya. Selama 24 jam darah yang tersaring dapat mencapai 170 liter. Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorbsi disebut urine sekunder. Proses yang terjadi adalah penyerapan kembali zat. glukosa. asam amino dan ion-ion anorganik. Dari badan Malpighi terbentuk saluran yang menuju bagian medula (sumsum ginjal). Di bagian ini juga masih terjadi penyerapan ion natrium. Fungsi ginjal adalah menyaring darah yang hasil akhirnya berupa urine. urine dihasilkan melalui tiga tahapan. kalsium. Cairan yang dihasilkan sudah berupa urine sesungguhnya. air. 3. 2. yang kemudian disalurkan ke rongga ginjal (pelvis renalis). Tiga tahap pembentukan urine tersebut adalah: 1.

asm amino dan garam-garam. Reabsorbsi (penyerapan kembali) : dalam tubulus kontortus proksimal zat dalam urine primer yang masih berguna akan direabsorbsi yang dihasilkan filtrat tubulus (urine sekunder) dengan kadar urea yang tinggi yang dapat bersifat racun bagi tubuh. 2. Ekskesi (pengeluaran) : dalam tubulus kontortus distal. 3. pembuluh darah menambahkan zat lain yang tidak digunakan dan terjadi reabsornsi aktif ion Na+ dan Cl. urea dan zat bermolekul besar (protein dan sel darah) sehingga dihasilkan filtrat glomerus (urine primer).PROSES PEMBENTUKAN URIN Definisi ▪ Yaitu proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh. Proses pembentukan urin Terdapat 3 proses penting yang berhubungan dengan proses pembentukan urine. gula. yaitu : 1.dan sekresi H+ . Gambar 3. garm. Di dalam filtrat ini terlarut zat yang masih berguna bagi tubuh maupun zat yang tidak berguna bagi tubuh. misal glukosa. Filtrasi (penyaringan) : kapsula bowman dari badan malpighi menyaring darah dalam glomerus yang mengandung air.

PENGELUARAN URINE proses jalannya pengeluaran urine dalam tubulus kolektivus yang berada dalam ren diteruskan oleh ureter menuju vessica urinaria menuju urethra dalam alat kelamin. sehingga urine yang dikeluarkan juga banyak. Di tempat sudah terbentuk urine yang sesungguhnya yang tidak terdapat glukosa dan protein lagi. 2. urine dikeluarkan dari tubuh. sehingga urine yang dikeluarkan akan menjadi sedikit. Hal ini terjadi karena penyerapan air terhadap hormone ADH sedikit. selanjutnya akan disalurkan ke tubulus kolektifus ke pelvis renalis.dan K+. Pengeluaran urine diatur oleh hormone ADH (Anti Diuretika Hormone). Dari kedua ginjal. . Bila air minum yang masuk sedikit maka pengeluaran hormone ADH akan terpacu menjadi lebih banyak. 1. urine dialirkan oleh pembuluh ureter ke kandung urine (vesika urinaria) kemudian melalui uretra. Hal ini terjadi karena penyerapan air terhadap hormone ADH banyak. Bila air minum yang masuk banyak maka pengeluaran hormone ADH akan berkurang.

Penyaringan (filtrasi) Proses pembentukan urin diawali dengan penyaringan darah yang terjadi di kapiler glomerulus. obat-obatan seperti penisilin. natrium. misalnya urea. dan sebagian besar protein plasma. Hasil penyaringan di glomerulus disebut filtrat glomerolus atau urin primer. yaitu: penyaringan. Meresapnya zat pada tubulus ini melalui dua cara. Penyerapan air terjadi pada tubulus proksimal dan tubulus distal. Sebaliknya. bikarbonat dan urea dapat melewati saringan dan menjadi bagian dari endapan. sedangkan air melalui peristiwa osmosis. penyerapan kembali dan augmentasi. klorida. natrium. asam amino. kalium. Setelah terjadi reabsorbsi maka tubulus akan menghasilkan urin sekunder. di glomelurus juga terjadi penyerapan kembali sel-sel darah. Augmentasi . Gula dan asam amino meresap melalui peristiwa difusi. dan garam-garam lainnya 2. Penyerapan kembali (reabsorbsi) Bahan-bahan yang masih diperlukan di dalam urin pimer akan diserap kembali di tubulus kontortus proksimal. kalium. 1. Bahan-bahan kecil yang terlarut di dalam plasma darah. Zat amonia. glukosa. sedangkan di tubulus kontortus distal terjadi penambahan zat-zat sisa dan urea. mengandung asam amino.PROSES PEMBENTUKAN URINE Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses. keping darah. Substansi yang masih diperlukan seperti glukosa dan asam amino dikembalikan ke darah. seperti glukosa. Selain penyaringan. zat-zat yang masih diperlukan tidak akan ditemukan lagi. tekanan dan permeabilitas yang tinggi pada glomerulus mempermudah proses penyaringan. 3. kelebihan garam dan bahan lain pada filtrat dikeluarkan bersama urin. konsentrasi zat-zat sisa metabolisme yang bersifat racun bertambah. Selsel kapiler glomerulus yang berpori (podosit).

Augmentasi adalah proses penambahan zat sisa dan urea yang mulai terjadi di tubulus kontortus distal... selanjutnya menuju kantong kemih melalui saluran ginjal.. dinding kantong kemih akan tertekan sehingga timbul rasa ingin buang air kecil. Proses Pembentukan Urin Darah difiltrasi menjadi Filtrat Glomerulus (Urine Primer). Dari tubulus-tububulus ginjal. urin akan menuju rongga ginjal. kemudian direabsorbsi di Tubulus Kontortus Proksimal menjadi Filtrat Tubulus (Urine Sekunder) dan augmentasi di Tubulus Kontortus Distal menjadi URINE SESUNGGUHNYA . Komposisi urin yang dikeluarkan melalui uretra adalah air. . misalnya pigmen empedu yang berfungsi memberi warna dan bau pada urin. urea dan sisa substansi lain.. Jika kantong kemih telah penuh terisi urin.. garam. Urin akan keluar melalui uretra.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful