MAKALAH kesehatan Reproduksi

OLEH : Kelompok : 6 Nama :

AKADEMI KEBIDANAN SANDI KARSA MAKASSAR 2012/2013

Sebagai manusia biasa penulis menyadari bahwasanya setiap manusia tidak luput dari kekhilafan dan kekurangan. Selama dalam pelaksanaan penulis menerima dukungan moril. dengan kerendahan hati penulis menerima segala kritik dan saran yang sifatnya membangun demi kebaikan dan kesempurnaan Karya Tulis Ilmiah ini. 24 februari 2012 Penyusun . Wabillahitofik walhidayah. Untuk itu dalam kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada semua pihak yang membantu dalam menyelesaikan makalah ini.KATA PENGANTAR Puji dan Syukur peneliti panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmad dan ridho-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Shalawat serta salam penulis ucapkan kepada Nabi junjungan kita Muhammad SAW yang menjadi tauladan bagi semua umat manusia.Wb. Makassar. Akhir kata peneliti mengharapkan semoga Karya Tulis Ilmiah ini mendapatkan berkah dari Allah SWT dan bermanfaat bagi peneliti maupun pembaca yang membutuhkan informasi tentang Karya Tulis Ilmiah ini. Makalah ini disusun dengan harapan dapat meningkatkan pemahaman kita semua untuk pendidikan Diploma III Kebidanan dengan mata kuliah Gizi dalam Kesehatan Reproduksi. Untuk itu. Dengan judul majalah adalah “Kesehatan Reproduksi”. materil serta kritik dan saran dari berbagai pihak. Assalamualaikum Wr.

....................................... C........DAFTAR ISI Halaman KATA PENGANTAR ....................................................... Kesimpulan........................... Faktor-faktor yang mempengaruhin kesehatan reproduksi..................................................... BAB I PENDAHULUAN A............................................... DAFTAR ISI ........ Perumusan Masalah .................... DAFTAR PUSTAKA………………………………... Tujuan ................... BAB II PEMBAHASAN A................ Aspek pada Tahap Kehidupan Fisik dan Psikologis……………… BAB III PENUTUP A.. Kritik dan Saran……………………………………………................. B................................. ................................ Pengertian Kesehatan Reproduksi .............................................................................................................. B.................... B.......................................................... Manfaat ........... D....................... C.......................... Latar Belakang ..............

. Masalah kesehatan remaja mencakup aspek fisik biologis dan mental. Dengan makin banyaknya persoalan kesehatan reproduksi remaja. Akses untuk mendapatkan informasi bagi remaja banyak yang tertutup.BAB I PENDAHULUAN A. Masalah remaja terjadi. kehamilan remaja dengan segala konsekuensinya yaitu: hubungan seks pranikah.9 tahun) merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam pembangunan nasional di Indonesia. . Pada masalah remaja (usia >10-1. Latar Belakang Kesehatan reproduksi adalah keadaan sejahtera fisik. mental dan sosial yang menyeluruh dan tidak tidak semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatandalam semua hal berhubungan dengan sistem reproduksi dan fungsi serta prosesnya. layanan dan pendidikan kesehatan reproduksi remaja menjadisangat penting. aborsi. Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. sosial. maka pemberian informasi. remaja sendiri mengalami perubahan fisik yang cepat. karena mereka tidak dipersiapkan mengenai pengetahuan tentang aspek yang berhubungan dengan masalah peralihan dari masa anak ke dewasa. Dengan memperluas akses informasi tentang kesehatan reproduksi remaja yang benar dan jujur bagi remaja akan membuat remaja makin sadar terhadap tanggung jawab perilaku reproduksinya. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan endokrin/ hormonal yang sangat dramatik merupakan pemicu masalah kesehatan remaja serius karena timbuhnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi. Di sisi lain. PMS & RIV-AIDS serta narkotika.

B. Bagi Mahasiswa Makalah ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan dan wawasan mahasiswa. Tujuan  Menganalisa gambaran umum masalah kesehatan reproduksi remaja serta hambatan dalam intervensi yang dilakukan  Menganalisa gambaran umum masalah kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi perempuan  Menganalisa gambaran umum masalah kesehatan seksual dan kesehatan reproduksi laki laki  Mengetahui fisik maupun psikologis bagaimana cara penanganan pada.serta upaya yang mungkin dilakuakn untuk memperbaiki program. Manfaat 1. hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam melakukan intervensi di masyarakat. Rumusan Masalah 1. 2. kesehatan reproduksi dan aspek yang dikaji tiap tahap kehidupan  mengetahui kajian apa saja yang ada dalam kesehatan reproduksi  Menganalisa kelebihan dan kelemahan program program kesehatan reproduksi. sehingga dapat mengaplikasikannya dalam memberikan asuhan kebidanan. Aspek yang dikaji tiap tahap kehidupan baik fisik maupun psikologi C. D. Pengertian kesehatan reproduksi? 2. Faktor yang mempengaruhi kesehatan reproduksi 3. Bagi Petugas Kesehatan Makalah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi petugas kesehatan khususnya bidan dalam memberikan asuhan kebidanan .

serta lokasi tempat tinggal yang terpencil). 3) Hak dari laki-laki dan perempuan untuk memperoleh informasi serta memperoleh aksebilitas yang aman. cacat pada saluran reproduksi pasca penyakit menular seksual. rasa tidak berharga wanita pada pria yang membeli kebebasannya secara materi. dsb). 2) Kebebasan untuk memutuskan bilamana atau seberapa banyak melakukannya. 3. fungsi serta prosesnya. terjangkau baik secara ekonomi maupun kultural. dan ketidaktahuan tentang perkembangan seksual dan proses reproduksi. Faktor biologis (cacat sejak lahir. kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Pengertian kesehatan reproduksi ini mencakup tentang hal-hal sebagai berikut: 1) Hak seseorang untuk dapat memperoleh kehidupan seksual yang aman dan memuaskan serta mempunyai kapasitas untuk bereproduksi. Faktor sosial-ekonomi dan demografi (terutama kemiskinan. depresi karena ketidakseimbangan hormonal. praktek tradisional yang berdampak buruk pada kesehatan reproduksi. efektif. dsb). tingkat pendidikan yang rendah. dan sosial dan bukan semata-mata terbebas dari penyakit atau kecacatan dalam segala aspek yang berhubungan dengan sistem reproduksi. Faktor budaya dan lingkungan (misalnya. 2. dsb).BAB II PEMBAHASAN 1. informasi tentang fungsi reproduksi yang membingungkan anak dan remaja karena saling berlawanan satu dengan yang lain. 4) Hak untuk mendapatkan tingkat pelayanan kesehatan yang memadai sehingga perempuan mempunyai kesempatan untuk menjalani proses kehamilan secara aman. KESEHATAN REPRODUKSI Pengertian kesehatan reproduksi adalah suatu keadaan kesehatan yang sempurna baik secara fisik. 4. . Kesehatan Reproduksi Remaja dan faktor yang mempengaruhi Secara garis besar dapat dikelompokkan empat golongan faktor yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi yaitu : 1. Faktor psikologis (dampak pada keretakan orang tua pada remaja. mental.

Remaja lebih sering membantah atau melanggar aturan orang tua. Masa remaja awal. b. mengalami perubahan emosi. 10 – 13 tahun. f. Terjadi perubahan suara mejadi besar dan mantap. Masa remaja tengah. Mulai menstruasi. e. Pertumbuhan fisik pada remaja perempuan : a. g. d. Mulai tumbuh bulu di ketiak dan sekitar vagina. f. Pundak dan dada bertambah besar dan bidang. c. 17 – 19 tahun. Penis dan buah zakar membesaR.Perubahan fisik yang terjadi pada remaja laki-laki : a. c. Payudara dan pantat membesar. pikiran. Kulit dan rambut berminyak dan tumbuh jerawat. 4. d. Perubahan psikis juga terjadi baik pada remaja perempuan maupun remaja laki-laki. Remaja kurang mempertimbangkan maupun menjadi sangat tergantung pada kelompoknya. e. perasaan. 14 – 16 tahun. Hal tersebut diatas menyebabkan remaja menjadi lebih mudah terpengaruh oleh hal-hal yang negatif dari lingkungan barunya. Mengalami mimpi basah. . Tumbuh jakun. c. b. Tumbuh bulu disekitar ketiak dan alat kelamin. b. Remaja ingin menonjolkan diri atau bahkan menutup diri. g. Vagina mengeluarkan cairan. Indung telur membesar. Masa remaja dibedakan dalam : a. c. 1.TUMBUH KEMBANG REMAJA. e. lingkungan pergaulan dan tanggung jawab. d. Tumbuh kumis. Tubuh bertambah tinggi. 3. yaitu : a. Remaja lebih senang berkumpul diluar rumah dengan kelompoknya. 2. b. Masa remaja akhir.

Mimpi Basah. Air mani yang telah mengandung sperma ini akan keluar yang disebut ejakulasi. Telur akan keluar dari rahim bersama darah. Hal ini memakan waktu kira-kira 3 tahun sampai menstruasi mempunyai pola yang teratur dan akan berjalan terus secara teratur sampai usia 50 tahun. 28 hari. Ejakulasi yang tanpa rangsangan yang nyata disebut mimpi basah. namun kadang-kadang ada yang lebih cepat 2 hari atau bahkan sampai 5 hari. Telur berada dalam rahim. selaput lendir rahim menebal dan siap menerima hasil pembuahan. terjadi pematangan sperma didalam testis. 6. Telur berada dalam saluran telur. b. Selama masa haid. selaput rahim akan lepas dari dinding rahim dan terjadi perdarahan. Bila menstruasi baru mulai periodenya mungkin tidak teratur dan dapat terjadi sebulan dua kali menstruasi kemudian beberapa bulan tidak menstruasi lagi. c.5. Jumlah seluruh darah yang dikeluarkan biasanya antara 30 – 80 ml. yang perlu diperhatikan adalah kebersihan daerah kewanitaan dengan mengganti pembalut sesering mungkin. Sperma yang telah diproduksi ini akan dikeluarkan melalui Vas Deferens kemudian berada dalam cairang mani yang diproduksi oleh kelenjar prostat. selaput lendir rahim menebal. Panjang siklus menstruasi berbeda-beda setiap perempuan. d. Indung telur mengeluarkan telur (ovulasi) kurang lebih 14 hari sebelum menstruasi yang akan datang. Bila seorang wanita berhenti menstruasi disebut menopause. Bila tidak ada pembuahan. atau bahkan ada yang 40 hari. Menstruasi atau haid. Ada yang 26 hari. Lama menstruasi pada umumnya 5 hari. Bagaimana Bisa Terjadi Ketika seseorang laki-laki memasuki masa pubertas. 30 hari. Siklus menstruasi meliputi : a. . e.

Kehamilan dapat terjadi bila dalam berhubungan seksual terjadi pertemuan antara sel telur (ovum) dengan sel sperma. Dibuktikan melalui tes laboratorium yaitu HCG Test dan USG. Tanda-tanda kehamilan : a.7. b. Sel telur yang keluar dari indung telur pada saat ovulasi akan masuk kedalam seltelur. c. Kehamilan. 8. c. Bila tidak diinginkan akan dilakukan abortus (abotus : suatu kejadian keluarnya hasil kehamilan sebelum janin dapat hidup diluar kandungan). Proses kehamilan dapat diilustrasikan sebagai berikut : a. Amenorhea (tidak mengalami haid). e. Sperma yang tumpah didalam saluran vagina waktu senggama akan bergerak masuk kedalam rahim dan selanjutnya ke saluran telur. Belum siap mental sebagai ibu. sperma akan bertemu dengan sel telur dan langsung membuahi. daerah sekitar Aerola Mammae (sekitar puting) membesar. a. letih dan lesu. Nafsu makan menurun. Di saluran telur ini. lemas. d. Sering mual-mual. Kehamilan di bawah usia 20 tahun Organ reproduksi belum sempurna sehingga pada saat persalinan akan mengalami kesulitan. muntah dan pusing pada saat bangun tidur (morning sickness) atau sepanjang hari. 9. Merupakan akibat utama dari hubungan seksual. Provokatus (disengaja) . c. namun pada saat tertentu menghendaki makanan tertentu (nyidam). Abortus Spontan (tidak disengaja) d. Mengantuk. f. Perubahan fisik seperti payudara membesar dan sering mengeras. b. b.

baik putri maupun putra. masa remaja meliputi usia antara 11 hingga 20 tahun. Canggung. Sedangkan Hurlock (1990) membagi masa remaja menjadi masa remaja awal (13 hingga 16 atau 17 tahun) dan masa remaja akhir (16 atau 17 tahun hingga 18 tahun). ASPEK YANG DIKAJI TIAP TAHAP KEHIDUPAN BAIK FISIK MAUPUN PSIKOLOGIS A . Hampir semua remaja memperhatikan perubahan pada tubuh serta penampilannya. Perubahan fisik dan perhatian remaja berpengaruh pada citra jasmani (body image) dan kepercayaan dirinya (self-esteem). Masa remaja awal dan akhir dibedakan oleh Hurlock karena pada masa remaja akhir individu telah mencapai transisi perkembangan yang lebih mendekati masa dewasa. Banyak tokoh yang memberikan definisi tentang remaja. mesomorfik dan ektomorfik. Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot (slender). Menurut Adams & Gullota (dalam Aaro. masa remaja adalah masa transisi perkembangan antara masa kanak-kanak dan masa dewasa yang pada umumnya dimulai pada usia 12 atau 13 tahun dan berakhir pada usia akhir belasan tahun atau awal dua puluhan tahun. Kata “remaja” berasal dari bahasa latin yaitu adolescere yang berarti to grow atau to grow maturity (Golinko. 1997). 1990). seperti DeBrun (dalam Rice. PERUBAHAN PSIKIS/ FISIK REMAJA Dampak Pertumbuhan Fisik terhadap Kondisi Psikologis Remaja Pertumbuhan fisik yang sangat pesat pada masa remaja awal ternyata berdampak pada kondisi psikologis remaja. kecewa. malu. dll. . 1990) mendefinisikan remaja sebagai periode pertumbuhan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan tentang citra jasmani. Papalia dan Olds (2001) tidak memberikan pengertian remaja (adolescent) secara eksplisit melainkan secara implisit melalui pengertian masa remaja (adolescence). yaitu endomorfik. Endomorfik banyak lemak sedikit otot (padded). Menurut Papalia dan Olds (2001). Mesomorfik sedikit lemak banyak otot (muscular). 1984 dalam Rice.2. adalah perasaan yang umumnya muncul pada saat itu.

Masa Pubertas usia 14-16 tahun: masa remaja awal. dan juga terjadi perubahan dalam hubungan dengan orangtua dan cita-cita mereka. Masa Pra Pubertas: peralihan dari akhir masa kanak-kanak ke masa awal pubertas. Sedangkan Anna Freud (dalam Hurlock. Beberapa sifat penting pada masa ini adalah:     perhatiannya tertutup pada hal-hal realistis mulai menyadari akan realitas sikapnya mulai jelas tentang hidup mulai nampak bakat dan minatnya . Cirinya:   Pertumbuhan fisik sudah mulai matang tetapi kedewasaan psikologisnya belum tercapai sepenuhnya Proses kedewasaan jasmaniah pada remaja putri lebih awal dari remaja pria 2. Periode Remaja Adolesen usia 19-21 tahun Merupakan masa akhir remaja. Masa Akhir Pubertas usia 17-18 tahun: peralihan dari masa pubertas ke masa adolesen. Pada umumnya masa remaja dapat dibagi dalam 2 periode yaitu: 1. Cirinya:     Mulai cemas dan bingung tentang perubahan fisiknya Memperhatikan penampilan Sikapnya tidak menentu/plin-plan Suka berkelompok dengan teman sebaya dan senasib c. 1990) berpendapat bahwa pada masa remaja terjadi proses perkembangan meliputi perubahan-perubahan yang berhubungan dengan perkembangan psikoseksual. dimana pembentukan cita-cita merupakan proses pembentukan orientasi masa depan. Periode Masa Puber usia 12-18 tahun a. Cirinya:   Anak tidak suka diperlakukan seperti anak kecil lagi Anak mulai bersikap kritis b.Papalia & Olds (2001) berpendapat bahwa masa remaja merupakan masa antara kanak-kanak dan dewasa.

Perubahan yang cepat secara fisik yang juga disertai kematangan seksual. 4. Terkadang perubahan ini membuat remaja merasa tidak yakin akan diri dan kemampuan mereka sendiri. maupun psikologis. 5. tetapi di sisi lain mereka takut akan tanggung jawab yang menyertai kebebasan tersebut. dan akan nampak jelas pada remaja akhir yang duduk di awal-awal masa kuliah. dimana apa yang mereka anggap penting pada masa kanakkanak menjadi kurang penting karena sudah mendekati dewasa. . Remaja tidak lagi berhubungan hanya dengan individu dari jenis kelamin yang sama. tetapi juga dengan lawan jenis. dan dengan orang dewasa. Di satu sisi mereka menginginkan kebebasan. Perubahan juga terjadi dalam hubungan dengan orang lain. Peningkatan emosional yang terjadi secara cepat pada masa remaja awal yang dikenal dengan sebagai masa storm & stress. Pada masa remaja terjadi perubahan yang cepat baik secara fisik. dan sistem respirasi maupun perubahan eksternal seperti tinggi badan. Perubahan fisik yang terjadi secara cepat. serta meragukan kemampuan mereka sendiri untuk memikul tanggung jawab tersebut. Perubahan dalam hal yang menarik bagi dirinya dan hubungan dengan orang lain. misalnya mereka diharapkan untuk tidak lagi bertingkah seperti anak-anak. berat badan.Ciri-ciri Masa Remaja Masa remaja adalah suatu masa perubahan. Selama masa remaja banyak hal-hal yang menarik bagi dirinya dibawa dari masa kanak-kanak digantikan dengan hal menarik yang baru dan lebih matang. 3. peningkatan emosi ini merupakan tanda bahwa remaja berada dalam kondisi baru yang berbeda dari masa sebelumnya. Dari segi kondisi sosial. Pada masa ini banyak tuntutan dan tekanan yang ditujukan pada remaja. Perubahan nilai. 2. Kebanyakan remaja bersikap ambivalen dalam menghadapi perubahan yang terjadi. baik perubahan internal seperti sistem sirkulasi. Kemandirian dan tanggung jawab ini akan terbentuk seiring berjalannya waktu. mereka harus lebih mandiri dan bertanggung jawab. dan proporsi tubuh sangat berpengaruh terhadap konsep diri remaja. Peningkatan emosional ini merupakan hasil dari perubahan fisik terutama hormon yang terjadi pada masa remaja. Hal ini juga dikarenakan adanya tanggung jawab yang lebih besar pada masa remaja. pencernaan. Ada beberapa perubahan yang terjadi selama masa remaja. maka remaja diharapkan untuk dapat mengarahkan ketertarikan mereka pada hal-hal yang lebih penting. 1.

beratnya dua belas kali lebih berat pada waktu lahir. * Perubahan Internal Perubahan yang terjadi dalam organ dalam tubuh remaja dan tidak tampak dari luar.Datangnya masa remaja. otot-otot di perut dan dinding-dinding usus menjadi lebih tebal dan kuat. perkembangan ciri-ciri seks primer. satu atau dua tahun setelah usia anak perempuan. Jaringan Tubuh . Sistem Pencernaan Perut menjadi lebih panjang dan tidak lagi terlampau berbentuk pipa. anak laki-laki mencapat tingkat kematangan baru beberapa tahun kemudian. Kelenjar-kelenjar seks berkembang pesat dan berfungsi. Panjang dan tebal dinding pembuluh darah meningkat dan mencapai tingkat kematangan bilamana jantung sudah matang. c. Sistem Peredaran Darah Jantung tumbuh pesat selama masa remaja. Sistem Pernafasan Kapasitas paru-paru anak perempuan hampir matang pada usia tujuh belas tahun. d. b. Perubahan tersebut adalah: a. terutama dalam hal perubahan yang menyangkut ukuran tubuh. Sistem Endoktrin Kegiatan kelenjar kelamin yang meningkat pada masa remaja menyebabkan ketidakseimbangan sementara dari seluruh sistem kelamin pada masa awal remaja. perubahan proposisi tubuh. e. dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder. Pertumbuhan yang terjadi pada fisik remaja dapat terjadi melalui perubahanperubahan. meskipun belum mencapai ukuran yang matang sampai akhir masa remaja atau awal masa dewasa. usus bertambah panjang dan bertambah besar. pada usia tujuh belas atau delapan belas. hati bertambah berat dan kerongkongan bertambah panjang. ditandai oleh adanya perubahan-perubahan fisik. Hurlock (1992) menyatakan bahwa perubahan fisik tersebut. Perubahan ini nantinya sangat mempengaruhi kepribadian remaja. baik internal maupun eksternal.

Endomorfik banyak lemak sedikit otot (padded). Berat Badan Perubahan berat badan mengikuti jadwal yang sama dengan perubahan tinggi badan.Perkembangan kerangka berhenti rata-rata pada usia delapan belas tahun. Ada tiga jenis bangun tubuh yang menggambarkan keanekaragaman perubahan proposisi tubuh. Tinggi Badan Rata-rata anak perempuan mencapai tinggi matang pada usia antara tujuh belas dan delapan belas tahun. . pada anak yang diberikan imunisasi pada masa bayi cenderung lebih tinggi dari pada anak yang tidak mendapatkan imunisasi. c. terus berkembang sampai tulang mencapai ukuran yang matang. Perubahan tinggi badan remaja dipengaruhi asupan makanan yang diberikan. perubahan berat badan terjadi akibat penyebaran lemak pada bagian. sedangkan jika perubahan berat badan lebih cepat dari perubahan tinggi badan. maka bentuk tubuh anak menjadi jangkung (tinggi kurus). jika perubahan tinggi badan lebih cepat dari berat badan. Perubahan tersebut ialah: a. yaitu endomorfik. Proporsi Tubuh Berbagai anggota tubuh lambat laun. mesomorfik dan ektomorfik. Mesomorfik sedikit lemak banyak otot (muscular). maka bentuk tubuh anak menjadi gemuk gilik/gembrot (gemuk pendek). Ektomorfik sedikit lemak sedikit otot (slender). khususnya bagi perkembangan otot. Jaringan selain tulang. dapat dilihat pada fisik luar anak. Ketidakseimbangan perubahan tinggi badan dengan berat badan menimbulkan ketidakidealan badan anak. Perubahan yang terjadi.bagian tubuh yang hanya mengandung sedikit lemak atau bahkan tidak mengandung lemak. rata-rata anak laki-laki kira-kira setahun setelahnya. mencapai perbandingan tubuh yang baik. * Perubahan Eksternal Perubahan dalam tubuh seorang remaja yang mengalami datangnya masa remaja ini terjadi sangat pesat. b. Ciri tubuh yang kurang proposional pada masa remaja tidak sama untuk seluruh tubuh. Anak yang tidak diberikan imunisasi lebih banyak menderita sakit sehingga pertumbuhannya terhambat. ada pula bagian tubuh yang semakin proposional.

psikotropik. dan perkembangan ciri-ciri seks sekunder. yang meliputi : 1. Ciri-ciri Seks Sekunder Ciri-ciri seks sekunder yang utama. cemas. baik internal maupun eksternal. sehingga misalnya mudah berkelahi. Pertumbuhan yang terjadi pada fisik remaja dapat terjadi melalui perubahanperubahan. sehingga remaja menjadi : a. tetapi fungsinya belum matang sampai beberapa tahun kemudian (dewasa). . perkembangannya matang pada masa akhir masa remaja. terutama dalam hal perubahan yang menyangkut ukuran tubuh. termasuk HIV/AIDS. B. 2. PERUBAHAN KEJIWAAN / PSIKOLOGIS PADA MASA REMAJA Proses perubahan kejiwaan berlangsung lebih lambatdibandingkan perubahan fisik. Perubahan emosi. Ingin mengetahui hal-hal baru. Mampu berpikir abstrak. perubahan proposisi tubuh. upaya abortus. Sensitive (mudah menangis. dan penularan penyakit kelamin. Perilaku ingin mencoba-coba juga dapat mengakibatkan remaja mengalami ketergantungan NAPZA (narkotik. dan zat adiktif lainnya. Agresif dan mudah bereaksi terhadap rangsangan luar yang berpengaruh. Perkembangan intelegensia. sehingga muncul perilaku ingin mencoba-coba. Ciri sekunder tersebut antara lain ditandai dengan tumbunya kumis dan jakun pada laki-laki sedangkan pada wanita ditanda dengan membesarnya payudara. Perilaku ingin mencoba hal-hal yang baru ini jika didorong oleh rangsangan seksual dapat membawa remaja masuk pada hubungan seks pranikah dengan segala akibatnya. e. Hurlock (1992) menyatakan bahwa perubahan fisik tersebut. Datangnya masa remaja. sehingga remaja menjadi : a. antara lain akibat kematangan organ seks maka dapat terjadi kehamilan remaja puteri di luar nikah. senang memberikan kritik b. Organ Seks/Ciri Seks Primer Baik laki-laki maupun perempuan organ seks mengalami ukuran matang pada akhir masa remaja. frustasi dan tertawa) b.d. ditandai oleh adanya perubahan-perubahan fisik. termasuk rokok dan alkohol). perkembangan ciri-ciri seks primer.

Diharapkan dengan makalah ini dapat meningkatkan pelayanan kesehatan khususnya dalam bidang kebidanan sehingga dapat memaksimalkan kita untuk memberikan health education dalam perawatan dan mejaga kesehatan reproduksi. Kesimpulan Masalah kesehatan remaja mencakup aspek fisik biologis dan mental. Permasalahan remaja seringkali berakar dari kurangnya informasi dan pemahaman serta kesadaran untuk mencapai sehat secara reproduksi. remaja sendiri mengalami perubahan fisik yang cepat. Harus ada keyakinan bersama bahwa membangun generasi penerus yang berkualitas perlu dimulai sejak anak. Perlu pendekatan kepada pihak yang berkompeten dalam pembinaan remaja melalui pembekalan . 3. aborsi.Perlu dibangun komitmen bersama antar elemen. dan dalam kandungan. B. baik kepada dirinya maupun keluarga dan masyarakat. PMS & RIV-AIDS serta narkotika. Perubahan fisik yang pesat dan perubahan endokrin/ hormonal yang sangat dramatik merupakan pemicu masalah kesehatan remaja serius karena timbuhnya dorongan motivasi seksual yang menjadikan remaja rawan terhadap penyakit dan masalah kesehatan reproduksi. kehamilan remaja dengan segala konsekuensinya yaitu: hubungan seks pranikah. baik pemerintah maupun masyarakat yang menetapkan kesehatan reproduksi remaja sebagai agenda/isu bersama dan penting. Kritik dan Saran 1. sosial. 2. Di sisi lain.BAB III PENUTUP A. Pemberian informasi ini dengan tujuan meningkatkan pengetahuan yang pada gilirannya mampu memberikan pilihan kepada remaja untuk bertindak secara bertanggung jawab.

wanita. Sarwono. Istamar. 2004.Daftar pustaka Syamsuri. Jakarta : YBPSP Http//: kespro. Ilmu Kebidanan. 2008.com .blogspot. Jakarta: Erlangga Prawirohardjo. Biologi SMA kelas XI.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful