BAB III MACAM – MACAM PENYAKIT HEWANI Pendahuluan

Bab ini Kami sebut Penyakit Parasit Hewani, maksudnya parasit berupa hewan. Beberapa buku menyebutkannya sebagai zoonosis. Istifah ini kurang tepat karena zoonosis berarti penyakit pada hewan yang dapat ditularkan kepada manusia, sedangkan ketiga penyakit tersebut bukan penyakit pada hewan. Jadi istilah penyakit parasit hewani lebih tepat. I. PEDIKULOSIS

PENDAHULUAN Pedikulosis ialah infeksi kulit rambut pada manusia yang disebabkan oleh Pediculus (tergolong famili Pediculidae). Selain menyerang manusia, penyakit ini juga menyerang binatang, oleh karena itu dibedakan Pediculus humanus dengan Pediculus animalis. Pediculus ini merupakan parasit obligat artinya harus menghisap darah manusia untuk dapat mempertahankan hidup. KLASIFIKASI 1. Pediculus humanus var. capitis yang menyebabkan pedikulosis kapitis. 2. Pediculus humanus var. corporis yang menyebabkan pedikulosis korporis. 3. Phthirus pubis (nama dahulu : Pediculus pubis) yang menyebabkan pedikulosis pubis.

II.

PEDIKULOSIS KAPITIS

DEFINISI Infeksi kulit dan rambut kepala yang disebabkan oleh Pedikulus humanus var. capitis. EPIDEMIOLOGI Penyakit ini tertutama menyerang anak – anak usia muda dan cepat meluas dalam lingkungan hidup yang padat missal nye di asrama dan panti asuhan. Tambahan pula dalam
16

nimfa. PATOGENESIS Kelainan kulit yang timbul disebabkan oleh garukan untuk menghilangkan rasa gatal.kondisi hygiene yang tidak baik. Pada keadaan ter-sebut kepala memberikan bau yang busuk. bantal. Bila infeksi sekunder berat. dan infeksi sekunder (pus. yang betina dengan ukuran panjang 1. 17 . Cara penularannya biasanya melalui perantara (benda). GEJALA KLINIS Gejala mula yang dominan hanya rasa gatal. Kemudian karena garukan terjadi erosi.2 mm dan lebar lebih kurang 1/2 panjangnya. PEMBANTU DIAGNOSIS Cara yang paling diagnostik adalah menemukan kutu atau telur. terutama daerah oksipital dan temporal serta meluas ke seluruh kepala. Terdapat 2 jenis kelamin ialah jantan dan betina. yang berarti makin ke ujung Terdapat telur yang lebih matang. Telur (nits) diletakkan di sepanjang rambut dan mengikuti tumbuhnya rambut. Siklus hidupnya melalui stadium telur.2 . Eskoriasika. berwarna abu-abu dan menjadi kemerahan jika telah menghisap darah. kasur. terutama dicari di daerah oksiput dan temporal Telur berwarna abu-abu dan berkilat. misalnya sisir. ETIOLOGI Kutu ini mempunyai 2 mata dan 3 pasang kaki. larva. Gatal tersebut timbul karena pengaruh liur dar ekskreta dari kutu yang dimasukkan ke dalam kulit waktu menghisap darah. krusta). jantan lebih kecil dan jumlahnya hanya sedikit. rambut akan bergumpal disebabkan oleh banyaknya pus dan krusta (plikapelonika) dan disertai pembesaran kelenjar getah bening regional (oksiput dan retroaurikular). dan dewasa.3. misalnya jarang membersihkan rambut atau rambut yang relatif susah dibersihkan (rambut yang sangat panjang pada wanita). dan topi.

Keesokan harinya rambut dicuci lagi dengan sabun lalu disisir dengan sisir yang halus dan rapat (serit). Obat tersebut sukar didapat. Tinea kapitis. Caranya : Malam sebelum tidur rambut dicuci dengan sabun kemudian dipakai losio malathion. Dermatitis seboroika. PENGOBATAN Pengobatan bertujuan memusnahkan semua kutu dan telur serta mengobati infeksi sekunder.DIAGNOSIS BANDING 1. Pengobatan ini dapat diulang lagi seminggu kemudian. lalu kepala ditutup dengan kain. III. Pioderma (impetigo krustosa). Cara pemakaiannya : setelah dioleskan lalu didiamkan 12 Jam. Pada keadaan infeksi sekunder yang berat sebaiknya rambut dicukur. 2. lalu disusul dengan obat di atas dalam bentuk sampo. corporis. Jika masih terdapat telur. Higiene merupakan syarat supaya tidak terjadi residif. PROGNOSIS Prognosis baik bila higiene diperhatikan. infeksi sekunder diobati dulu dengan antibiotika sistemik dan topikal. dipakai dengan cara yang sama. kemudian dicuci dan disisir dengan serit agar semua kutu dan telur terlepas. Obat lain ialah emulsi benzyl benzoat 25%. 18 . 3. jika masih terdapat kutu atau telur. Menurut kepustakaan pengobatan yang dianggap terbaik ialah secara topikal dengan malathion 0. PEDIKULOSIS KORPORIS DEFINISI Infeksi kulit disebabkan oleh Pediculus humanus var. Di Indonesia obat yang mudah didapat dan cukup efektif ialah krim gama benzen heksaklorida (gameksan = gammexane) 1%.5% atau 1% dalam bentuk losio atau spray. seminggu kemudian diulangi dengan cara yang sama.

EPIDEMIOLOGI Penyakit ini biasanya menyerang orang dewasa terutama pada orang dengan hiegine yang buruk. Melalui pakaian 2. yang betina berukuran panjang 1. misal nya pengembala. DIAGNOSIS BANDING Neurotic excoriation 19 . oleh garukan untuk menghilangkan rasa gatal. Disebabkan mereka jarang menganti dan mencuci pakaian. Pada orang yang dadanya berambut terminal kutu ini dapat melekat pada rambut "tersebut dan dapat ditularkan melalui kontak langsung ETIOLOGI Pediculus humanus var. itu penyakit ini sering dsebut penyakit vagabond. Rasa gatal ini disebabkan oleh pengaruh liur dan ekskreta dari kutu pada waktu menghisap darah. PATOGENESIS Kelainan kulit yang timbuL disebabkan.4. badan karena gatal baru berkurang dengan garukan yang lebih intensif. lebih sering pada daerah beriklim dingin karena orang memakai baju yang tebal serta jarang dicuci. yakni jantan dan betina. corporis mempunyai 2 jenis kelamin. Siklus hidup dan warna kutu ini sama dengan yang ditemukan pada kepala. infeksi sekunder dengan pembesaran kelenjar getah bening regional. CARA PENULARAN 1. tetapi pada serat kapas di sela-sela lipatan pakaian dan hanya tran-sien ke kulit untuk menghisap darah. sedangkan yang jantan lebih kecil. Kadang-kadang timbul. GEJALA KLINIK Umumnya hanya ditemukan kelainan berupa bekas-bekas garukan pada.2 mm dan lebar kira-kira setengah panjangnya.2 . Penyebaran penyakit ini bersifat kosmopolit. Hal ini disebabkan kutu tidak melekat pada kulit.

Pakaian agar rebus atau disetrika. yaitu pada alis atau bulu rnata (misalnya blefaritis) dan pada tepi batas rambut kepala. Tetapi ternyata morfologi keduanya berbeda. SINONIM Pedikulosis pubis dulu dianggap Phthirus pubis secara morfologi sama dengan Pediculus. Phthirus pubis lebih kecil dan lebih pipih. maka itu dinamakan juga Pediculus pubis. EPIDEMIOLOGI Penyakit ini menyerang orang dewasa dan dapat digolongkan dalam Penyakit akibat Hubungan Seksual (P. Jika terdapat infeksi sekunder diobati dengan antibiotik secara sistemik dan PROGNOSIS Baik dengan menjaga higiene. PENGOBATAN Pengobatannya ialah dengan krim gameksan 1% yang dioleskan tipis di seluruh tubuh dan didiamkan 24 jam. PEDIKULOSIS PUBIS DEFINISI Pedikulosis pubis ialah infeksi rambut di daerah pubis dan di sekitarnya oleh Phthirus pubis. CARA PENULARAN Umumnya dengan kontak langsung. Obat lain ialah emulsi benzil benzoat 25% dan bubuk malathion 2%. IV.PEMBANTU DIAGNOSIS Menemukan kutu dan telur pada serat kapas pakaian. setelah itu penderita disuruh mandi. Jika masih belum sembuh diulangi 4 hari kemudian. maksudnya untuk membunuh telur dan kutu. Infeksi ini juga dapat terjadi pada anak-anak. 20 .H.S) serta dapat pula menyerang jenggot dan kumis.

panjang sama dengan lebar ialah 1 -2 mm. Pengobatan diulangi 4 hari kemudian. 2.ETIOLOGI Kutu ini juga mempunyai 2 jenis kelamin. 21 . yaitu adanya bercak-bercak hitam yang tampak jelas pada celana dalam berwarna putih yang dilihat oleh penderita pada waktu bangun tidur. PENGOBATAN Pengobatannya sama dengan pengobatan pedikulosis korporis. Dermatomikosis. DIAGNOSIS BANDING 1. yakni dengan krim gameksan 1% atau emulsi benzil benzoat 25% yang dloleskan dan didiamkan selama 24 jam. Gatal ini dapat meluas sampai ke daerah abdomen dan dan dada. GEJALA KLINIS Gejala yang terutama adalah gatal daerah pubis dan di sekitarnya. Dermatitis seboroika. PEMBANTU DIAGNOSIS Bertujuan mencari telur atau bentuk dewasa. PATOGENESIS Gejala gatal yang ditimbulkan sama dengan proses pada pedikulosis. Kadang-kadang terjadi infeksi sekunder dengan pembesaran kelenjar getah bening regional. Bercak hitam ini merupakan krusta berasal dan darah yang sering diinterpretasikan salah sebagai hematuria. Gejala patognomonik lainnya adalah black dot. di situ dijumpai bercak-bercak yang berwarna abu-abu atau kebiruan yang disebut sebagai makula serulae. jika belum sembuh. Kutu ini dapat dilihat dengan mata biasa dan susah untuk dilepaskan karena kepalanya dimasukkan ke dalam muara folikel rambut. yang betina lebih besar daripada yang jantan.

DEFINISI Skabies adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh infestasi dan sensitisasi terhadap Sarcopies scabiei var. 22 . budukan. Mitra seksual harus pula diperiksa dan jika perlu diobati. Penyakit ini dapat dimasukkan dalam P. higiene yang buruk. hubungan seksual yang sifatnya promiskuitas. Pakaian dalam direbus atau disetrika.S. dan perkembangan dermografik serta ekologik.H. PROGNOSIS Baik V. EPIDEMIOLOGI Ada dugaan bahwa setiap siklus 30 tahun terjadi epidemi skabies. Penyebabnya ditemukan pertama kali oleh BENOMO pada tahun 1687. Banyak faktor yang menunjang perkembangan penyakit ini.Sebaiknya rambut kelamin dicukur. antara lain : sosial ekonomi yang rendah. SKABIES PENDAHULUAN Pengetahuan dasar tentang penyakit ini diletakkan oleh VON HEBRA. kesalahan diagnosis. kemudian oleh MELLANBY dilakukan percobaan induksi pada sukarelawan selama perang dunia II. gudik. bapak dermatologi modern. gatal agogo. hominis dan produknya (DERBER 1971). (Penyakit akibat Hubungan Seksual). SINONIM The itch.

Bentuk dewasa mempunyai 4 pasang kaki. misalnya pada kambing dan babi. Ukurannya. Siklus hidup tungau ini sebagai berikut. Kontak tidak langsung (melalui benda). Telur akan menetas. sedangkan pada yang jantan pasangan kaki ketiga berakhir dengan rambut dan keempat berakhir dengan alat perekat. Tungau betina yang telah dibuahi menggali terowongan dalam stratum korneum.scabiei yang lain. dan lain-lain. dan tidak bermata. yang betina berkisar antara 330-450 mikron x 250-350 mikron. kelas Arachnida. Tungau ini translusen. dan menjadi larva yang mempunyai 3 pasang kaki. tetapi dapat juga keluar. sprei. yakni 200-240 mikron x 150-200 mikron. punggungnya cembung dan ba-gian perutnya rata. yang jantan akan mati. misalnya pakaian. biasanya dalam waktu 3 – 5 hari . Secara morfologik merupakan tungau kecil. ETIOLOGI Sarcoptes scabiei termasuk filum Arthropoda. Selain itu terdapat S. terutama pada mereka yang banyak memelihara binatang peliharaan misalnya anjing. 2. berbentuk oval. bantal. ordo Ackarima. kadang-kadang masih dapat hidup'beberapa'hari dalam tejpwqng-an yang digali oleh yang betina. Seteiah kopulasi (perkawinan) yang terjadi di atas kulit. misalnya berjabat tangan. sedangkan yang jantan lebih kecil. dengan kecepatan 2-3 milimeter sehari dan sambil meletakkan telurnya 2 atau 4 butir sehari sampai mencapai jumlah 40 atau 50. Seteiah 2-3 hari larva akan menjadi nimfa yang 23 . animaliis yang kadang-kadang dapat menulari manusia. Bentuk betina yang dibuahi ini dapat hidup sebulan lamanya.hominis. handuk. berwar-na putih kotor. Kontak langsung (kontak kulit dengan kulit). super famili Sarcoptes. tidur bersama dan hubungan seksual. Larva ini dapat tinggal dalam terowongan. 2 pasang kaki di depan sebagai alat untuk melekat dan 2 pasang kaki kedua pada betina berakhir dengan rambut. Penularannya biasanya oleh Sarcoptes scabiei betina yang sudah dibuahi atau kadangkadang oleh bentuk larva. Pada manusia disebut Sarcoptes scabiei var.Cara penularan (transmisi) 1. Di kenal pula Sarcoptes scabiei var.

Pada saat itu kelainan kulit menyerupai(dermatitis)dengan ditemukannya papul. Pada bayii dapat menyerang telapak tangan dan telapak kaki. 24 . umbilikus. sebagian besar tetangga yang berdekatan akan diserang oleh tungau tersebut. -* GEJALA KLINIS Ada 4 tanda kardinal : 1. vesikel. misalnya dalam sebuah keluarga bia-sanya seluruh anggota keluarga terkena infeksi. Begitu pula dalam sebuah perkampungan yang padat penduduknya. pergelangan tangan bagian volar. dan perut bagian bawah. Dikenal keadaan hiposensitisasi. Penyakit ini menyerang manusia secara berlomppk. "dan lain-lain. Adanya terowonqan (kunikulus) pada tempat-tempat predileksi Berwarna putih atau keabu-abuan. ekskoriasi. urtika. 2. merupakan hal yang paling diagnostik. ekskoriasi. PATOGENESIS Kelainan kulit dapat disebabkan tidak hanya oleh tungau skabies. yang seluruh anggota keluarganya terkena. dengan 4 pasang kaki. dan lain-lain). bokong. Pruritus nokturna Artinya gatal pada malam hari yang disebabkan karena aktivitas tungau ini lebih tinggi pada suhu yang lebih lembab dan panas. Jika timbul infeksi sekunder ruam kulitnya menjadi polimorf (pustul. Dengan garukan dapat timbul erosi.mempunyai 2 bentuk. 3. pada ujung terowongan itu ditemukan papul atau vesikel. dan infeksi sekunder. siku bagian luar. jantan dan betina. tetapi tidak memberikan gejala. Walaupun mengalami infestasi tungau. areola mame (wanita). tetapi juga oleh penderita sendiri akibat garukan. Dapat ditemukan satu atau lebih stadium hidup tungau ini. Seluruh siklus hidupnya mulai dari telur sampai bentuk dewasa memer-lukan waktu antara 8-12 hari. krusta. rata-rata panjang 1 cm. Tempat predileksinya biasanya merupakan tempat dengan stratum korneum yang tipis yaitu : sela-sela jari tangan. genitalia ekstema (pria). berbentuk garis lurus atau berkelok. lipat ketiak bagian depan. Gatal yang terjadi disebabkan oleh sensitisasi terhadap sekreta dan eksekreta tungau yang memerlukan waktu kira-kira sebulan setelah infestasi. Penderita ini bersifat sebagai pembawa (carrier). 4. Menemukan tungau.

dan lain-lain. PENGOBATAN Syarat obat yang ideal ialah : 1.E. tetapi rasa gatalnya sangat sedikit. gangguan imunologik. pedikulosis korporis. lalu ditutup dengan kaca penutup dan dilihat dengan mikroskop cahaya. Tungau dapat ditemukan dalam jumlah yang sangat besar. PEMBANTU DIAGNOSIS Cara menemukan tungau : 1. Harus efektif terhadap semua stadium tungau. dan psikosis. Carilah mula-mula terowongan. Tidak berbau atau kotor serta tidak merusak atau mewarnai pakaian 4. 3. Harus tidak menimbulkan iritasi dan tidak toksik. Mudah diperoleh dan harganya murah. Sebagai diagnosis banding ialah : prurigo. 2. Kelemahan fisis. Skabies Norwegia (skabies berkrusta) Bentuk skabies ini ditandai dengan dermatosis berkrusta pada tangan dan kaki. 2. DIAGNOSIS BANDING Ada pendapat yang mengatakan penyakit skabies ini merupakan the great immitator karena dapat menyerupai banyak penyakit kulit dengan keluhan gatal. kuku yang distrofik. kemudian pada ujung yang terlihat papul atau vesikel dicongkel dengan jarum dan diletakkan di atas sebuah kaca obyek.menular. 4. Dengan biopsy eksisional dan diperiksa dengan pewarnaan H. 3. Bentuk ini sangat. Dengan membuat biopsi irisan. dermatitis. 25 . Dengan cara menyikat dengan sikat dan ditampung di atas selembar kertas putih dan dilihat dengan kaca pembesar. dan skuama yang generalisata. Penyakit terdapat pada penderita dengan retardasi mental.Diagnosis dapat dibuat dengan menemukan 2 dari 4 tanda kardinal tersebut. Caranya : lesi dijepit dengan 2 jari kemudTan dibuat irisan tipis dengan pisau dan diperiksa dengan mikroskop cahaya.

sering memberi iritast. mempunyai dua efek sebagai antiskabies dan antigatal. efektivitasnya sama. dan kadangkadang makin gatal setelah dipakai. 4. Obat ini sulit diperoleh. gejala diulangi seminggu kemudian. maka pengunaan ya tidak boleh kurang dari 3 hari. Permetrin dengan kadar 5% dalam krim. serta syarat pengobatan dan menghilangkan faktor predisposisl (antara lain higiene). maka penyakit ini dapat diberantas dan memberi prognosis yang baik. Belerang endap (sulfur presipitatum) dengan kadar 4-20% dalam bentuk salap atau krim. kecuali jika masih ada . mulut. efektif terhadap semua stadium. kurang toksik dibandingkan gameksan. Bila belum sembuh diulangi setelah seminggu. VI. Gama Benzena Heksa Klorida (gameksan = gammexane) kadarnya 1 % dalam krim atau losio. mudah digunakan. 2. termasuk obat pilihan karena efektif terhadap semua stadium. dan uretra. Krotamiton 10% dalam krim atau losio juga merupakan obat pilihan. Kekurangannya yang lain ialah berbau dan mengotori pakaian dan kadang-kadang menimbulkan iritasi. aplikasi hanya sekali dan dihapus setelah 10 jam. CREEPING ERUPTION PENDAHULUAN 26 . harus dijauhkan dari mata. Dapat dipakai pada bayi berumur kurang dari 2 tahun. dan jarang memberi iritasi? Obat ini tidak dianjurkan pada anak di bawah 6 tahun dan wanita hamil. karena toksis terhadap susunan saraf pusat. PROGNOSIS Dengan memperhatikan pemilihan dan cara pemakaian obat. 3. diberikan setiap malam selama tiga hari. 5. Jenis obat topikal: 1. Tidak dianjurkan pada bayi di bawah umur 2 bulan. Preparat ini karena tidak efektif terhadap semua stadium telur.Cara pengobatannya ialah seluruh anggota keluarga harus diobati (termasuk penderita yang hiposensitisasi). Emulsi benzil-benzoas (20-25%). Pemberiannya cukup sekali.

Penyakit ini banyak terdapat di daerah tropis atau subtropis yang hangat dan lembab. Selain itu dapat pula disebabkan oleh larva dari beberapa jenis lalat. Nematoda hidup pada hospes. dan Lucilia caesar. di Indonesia pun banyak dijumpai. setelah beberapa jam atau hari akan timbul gejala di kulit. Larva ini tinggal di kulit berjalan-jalan tanpa tujuan sepanjang dermo-epidermal. ovum ter¬dapat pada kotoran binatang dan karena ke-lembaban berubah menjadi larva yang mampu mengadakan penetrasi ke kulit. Mula-mula akan timbul kemudian diikuti bentuk yang khas. Di Asia Timur umumnya disebabkan oleh gnatostoma babi dan kucing. misalnya di Afrika. yakni lesi berbentuk linier atau berkelok-kelok. Biasanya larva ini merupakan stadium ketiga siklus hidup-nya. ETIOPATOGENESIS Penyebab utama adalah larva yang berasal dari cacing tambang binatang anjing dan kucing. Strongyloides sterconalis.Invasi ini sering terjadi pada anak-anak terutama yang sering berjalan tanpa alas kaki. GEJALA KLINIS Masuknya larva ke kulit biasanya diserta) rasa gatal dan panas. disebab-kan oleh invasi larva cacing tambang yang berasal dari anjing dan kucing. sandworm disease. SINONIM Cutaneous larva migrans. menimbul dan progresif. Dermatobia maxiales. Pada beberapa kasus ditemukan Echinococcus. dermatosis linearis migrans. Amerika Selatan dan Barat. atau yang sering berhubungan dengan tanah atau pasir. Demikian pula para petani atau tentara sering mengalami hal yang sama. menimbul 27 . misalnya Castrophilus (the horse bot fly) dan cattle fly. yaitu Ancylotoma braziliense dan Ancylostoma caninum. DEFINISI Istilah ini digunakan pada kelainan kulit yang merupakan peradangan berbentuk linear atau berkelok-kelok.

yakni terdapatnya kelainan seperti benang yang lurus atau berkelok-kelok. 28 . pusing. dan membentuk terowongan (burrow). serpiginosa. PENGOBATAN Sejak tahun 1963 telah diketahui bahwa antihelmintes berspektrum luas.dengan diameter 2 -3 mm. Adanya lesi papul yang eritematosa ini menunjukkan bahwa larva tersebut telah berada di kulit selama beberapa jam atau hari. jika belum sembuh dapat diulangi setelah beberapa hari. Pada permulaan lesi berupa papul. juga dibagianian tubuh di mana saja yang sering berkontak dengan tempat larva berada. Dosisnya 50 mg/ kg BB/hari. Tempat predileksi adalah ditungkai. Eyster mencobakan pengobatan topikal solusio tiabendazol dalam DMSO dan ternyata efektif. dan muntah. paha. Bila invasi larva yang multipel timbul serentak. Dosis maksimum 3 gram sehari. karena itu sering diduga insects bite. bokong dan. menimbul. Obat ini sukar didapat. ternyata efektif. pada skabies terowongan yang terbentuk tidak akan sepanjang seperti pada penyakit ini. diberikan 3 hari berturutturut. plantar tangan. berwarna kemerahan. Obat lain ialah albendazol. DIAGNOSIS Berdasarkan bentuk khas. dan terdapat papul atau vesikel di atasnya. DIAGNOSIS BANDING Dengan melihat adanya terowongan harus dibedakan dengan skabies. anus. mencapai panjang beberapa cm. menimbul. Perkembangan selanjutnya papul merah ini menjalar seperti benang berkelok-kelok. sehari 2 kali. polisiklik. Demikian pula pengobatan dengan suspensi obat tersebut secara oklusi selama 24-48 jam telah dicoba oleh Davis dan Israel. Efek sampingnya mual. dosis sehari 400 mg sebagai dosis tunggal. misalnya tiabendazol (mintezol). papul-papul lesi dini sering menyerupai herpes-zoster stadium permulaan. diberikan berturut-turut selama 2 hari. Rasa gatal biasanya lebih hebat pada malam hari. Bila melihat bentuk yang polisiklik sering dikacaukan dengan dermatofitosis.

pulmonary edema dan DIC. lipase dan komponen utama nya sphingomielin D. walaupun jarang kematian dapat terjadi dari peristiwa hemolisis. fishing. Brown recluse. gagal ginjal. hialuronidase. hobo. Cara beku dengan menyemprotkan kloretil sepanjang lesi. Pengobatan cara lama dan sudah ditinggalkan adalah dengan preparat antimon. sac dan jumping spiders.  Gejala klinik  Gejala local pada bekas gigitan muncul pada 2 -6 jam dan termasuk edema . Laba – laba amerika utara lesi nekrotik kulit termasuk : brown recluse.Cara terapi ialah dengan cryotherapy yakni menggunakan CO2 snow (dry ice) dengan penekanan selama 45" sampai 1'. perdarhan. metabolisme asam arakhidonat. 29  . trombositopenia. Gigitan laba – laba Epidemiologi   I. Sphingomielin D mengaktivasi komplemen . yang lebih serius adalah luka tipe “bull’s eye” yang dapat berbentuk menjadi parah. dan bila terlalu lama dapat merusak jaringan di sekitarnya.turut. ulkus dan berkembang menjadi nekrosis. Derajat nekrosis kulit seperti nya berhubungan dengan aktivitas neutrofil. dua hari berturut. Patofisiologi   Bias nya mengandung alkaline phosfatase. Ini terjadi dalam 2 – 3 hari dan termasuk hemolisis. bula .  Ukuran nya medium (6 – 10 mm) dan mempunyai warna colat dengan pola biola yang berwarna gelap pada bagian luar tubuh . Gejala sistemik bila gigitan nya luas. dan neutrophilic kemotraksi yang menyebabkan hemolisis sebaik enzim penghancur myelin. eritema yang mungkin sembuh sendiri. Kebanyakan laba – laba mengunakan venom untuk melumpuhkan dan membunuh mangsa nya. wolf . dan DIC. Penggunaan N2 liquid juga dicobakan.  Laba – laba biasa nya mengigit korban nya yang terperangkap pada sarang nya. Penyembuhan bisa berminggu – minggu bahkan bulanan. VII. green lynx. khusus nya pada anak – anak. Cara tersebut di atas agak sulit karena kita tidak mengetahui secara pasti di mana larva berada.

Penatalaksanaan   III. Perawatan supportive untuk gejala sistemik. Gejala klinis   Lokal : Dapat menyebabkan nekrosis kutaneus yang mirip dengan brown recluse spider tetapi tidak terlalu parah. muntah dan diare. ukuran nya 8 -15 mm dan berwarna hitam dengan warna merah di bagian depan. dan kompres es. II.  Laba –laba ini bisa menyerang korban nya tanpa provokasi.S. Dapsone pada kasus yang parah :perlu pengawasan. adalah suatu agen neurotoksin yang dapat melepaskan neurotransmitter. Gejala klinis 30 . Sakit kepala dapat bertambah sakit sampai dengan 1 minggu.malaise. berwarna coklat dan mempunyai pola warna seperti duri ikan hering pada bagian abdomen nya.Penatalaksanaan     Istirahat .  Laba – laba ini dapat menghasilkan gejala klinis yang khas tetapi di bekas gigitan nya tidak terjadi nekrotik Patofisiologi  Komponen bisa mengandung alpha-iatrotoxin. Sisitemik : dapat terjadi pusing. Sama dengan brown recluse Tidak ada indikasi dapsone Black widow spider. Jauhi panas yang dapat memperburuk lesi. Tetanus booster dan analgetik. Patofisiologi  Komponen dari bisa sampai sekarang belum diketahui. dengan halusinasi visual dan auditorik. bagian utara pacific dan ukurannya 7 -14 mm. dan diangkat. Hobo Spider .  Biasanya ditemukan di U.  Biasanya di temukan pada Negara dengan iklim hangat.

keringatan. oliguria dan hipertensi . muntah. bekas gigi taring.  Lokal : eritema. Penatalaksanaan  Kasium glukonas dan anti bisa  Vaksinasi booster tetanus. Gejala ini dapat belangsung 3-5 hari jika tidak di rawat. mual. 31 . Sistemik : gejala muncul dalam 1 -3 jam dan termasuk rigiditas abdomen. takikardi. Tarantula  Laba. malaise. kram otot.laba yang mengigit dengan bentuk paling besar dan beracun. atau bradikardi. IV. dan pethechie. priapismus.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful