Pengertian Penelitian Korelasional Penelitian korelasi adalah suatu penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan data guna menentukan

, apakah ada hubungan dan tingkat hubungan antara dua variabel atau lebih. Adanya hubungan dan tingkat variabel ini penting, karena dengan mengetahui tingkat hubungan yang ada, peneliti akan dapat mengembangkannya sesuai dengan tujuan penelitian. Penelitian korelasi mempunyai tiga karakteristik penting untuk para peneliti yang hendak menggunakannya. Tiga karakteristik tersebut, adalah: 1. Penelitian korelasi tepat jika variabel kompleks dan peneliti tidak mungkin melakukan manipulasi dan mengontrol variabel seperti dalam penelitian eksperimen. 2. Memungkinkan variabel diukur secara intensif dalam setting (lingkungan) nyata. 3. Memungkinkan peneliti mendapatkan derajat asosiasi yang signifikan. Ciri-ciri Penelitian Korelasional 1. Penelitian macam ini cocok dilakukan bila variabel-variabel yang diteliti rumit dan/atau tak dapat diteliti dengan metode eksperimental atau tak dapat dimanipulasi. 2. Studi macam ini memungkinkan pengukuran beberapa variabel dan saling hubungannya secara serentak dalam keadaan realistiknya. 3. Output dari penelitian ini adalah taraf atau tinggi-rendahnya saling hubungan dan bukan ada atau tidak adanya saling hubungan tersebut. 4. Dapat digunakan untuk meramalkan variabel tertentu berdasarkan variabel bebas. Penelitian korelasional, mengandung kelemahan-kelemahan, antara lain: Hasilnya cuma mengidentifikasi apa sejalan dengan apa, tidak mesti menunjukkan saling hubungan yang bersifat kausal; Jika dibandingkan dengan penelitian eksperimental, penelitian korelasional itu kurang tertib- ketat, karena kurang melakukan kontrol terhadap variabel-variabel bebas; Pola saling hubungan itu sering tak menentu dan kabur; ering merangsang penggunaannya sebagai semacam short-gun approach, yaitu memasukkan berbagai data tanpa pilih-pilih dan menggunakan setiap interpretasi yang berguna atau bermakna. 5. Penelitian korelasional juga mengandung kelebihan-kelebihan, antara lain:

kemampuannya untuk menyelidiki hubungan antara beberapa variabel secara

banyak situasi yang menghendaki dilakukannya prediksi atau peramalan. Dalam penelitian korelasi sederhana ini hubungan antar variabel tersebut ditunjukkan oleh nilai koefisien korelasi. 1999:285). Penelitian Prediktif Dalam pelaksanaan di bidang pendidikan. Pada awal tahun ajaran baru.bersama-sama (simultan). dalam melakukan penelitian ini. melibatkan penghitungan korelasi antara suatu pola tingkah laku yang . Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat atau derajat hubungan antara sepasang variabel (bivariat). seringkali harus menyeleksi para pendaftar yang akan diterima menjadi calon siswa baru. Penelitian ini sebagaimana penelitian relasional. Penelitian korelasi jenis ini memfokuskan pada pengukuran terhadap satu variabel atau lebih yang dapat dipakai untuk memprediksi atau meramal kejadian di masa yang akan datang atau variabel lain (Borg & Gall dalam Hadjar. Oleh karena itu. relasional. Macam .00 sampai +1. atau korelasi sederhana (seringkali hanya disebut korelasi saja) digunakan untuk menyelidiki hubungan antara hasil pengukuran terhadap dua variabel yang berbeda dalam waktu yang bersamaan. bervariasi dari -1. Pada dasarnya.Macam Penelitian Korelasional Penelitian Hubungan Penelitian hubungan. dan Penelitian korelasional juga dapat memberikan informasi tentang derajat (kekuatan) hubungan antara variabel-variabel yang diteliti. suatu alat statistik yang digunakan untuk membantu peneliti dalam memahami tingkat hubungan tersebut. asumsi. misalnya. desain penelitian hubungan ini cukup sederhana. setiap sekolah karena keterbatasan fasilitas.00 diperoleh dengan menggunakan teknik statistik tertentu sesuai dengan karakter dari data masing-masing variabel. hasil penelitian yang mendahului. Nilai koefisien tersebut. yakni hanya dengan mengumpulkan skor dua variabel dari kelompok subjek yang sama dan kemudian menghitung koefisien korelasinya. pertamatama peneliti menentukan sepasang variabel yang akan diselidiki tingkat hubungannya. Pemilihan kedua variabel tersebut harus didasarkan pada teori. atau pengalaman bahwa keduanya sangat mungkin berhubungan.

korelasi antar variabel yang diteliti menjadi kabur. penentuan subjek. baik relasional. Hal ini biasanya dapat diperoleh berdasarkan hasil penelitian yang terdahulu atau terdahulu. yakni variabel yang dipakai untuk memprediksi (disebut prediktor). langkah awal yang harus dilakukan peneliti adalahmenentukan masalah penelitian yang akan menjadi fokus studinya. desain atau langkah-langkah yag ditempuh untuk penelitian relasional dan prediksi sama meskipun detail masing-masing langkah untuk keduanya berbeda.kompleks. . dan variabel lain yang diperkirakan berhubungan dengan kriteria. Penentuan subyek Subyek yang dilibatkan dalam penelitian ini harus dapat diukur dalam variabelvariabel yang menjadi fokus penelitian. Desain Dasar Penelitian Korelasional Pada dasarnya penelitian korelasioanal. variabel yang dimasukkan dalam penelitian harus didasarkan pada pertimbangan. yakni variabel yang menjadi sasaran prediksi atau yang diramalkan kejadiannya (disebut kriteria). yang dilambangkan dengan R. yang paling pokok. Langkah-langkah tesebut. bahwa variabel tersebut mempunyai hubungan tertentu. Dalam penelitian korelasional. adalah: penentuan masalah. prediktif. melibatkan perhitungan korelasi antara variabel yang kompleks (variabel kriteria) dengan variabel lain yang dianggap mempuyai hubungan (variabel prediktor). terutama dalam pengumpulan dan analsis data. Untuk menguji hubungan tersebut. Disamping itu. maupun multivariat. masalah yang dipilih harus mempunyai nilai yang berarti dalam pola perilaku fenomena yang kompleks yang memrlukan pemahaman. Subyek tersebut harus relatif homogen dalam faktorfaktor di luar variabel yang diteliti yang mungkin dapat mempengaruhi variabel terikat. dan analisis data. baik secara teoritis maupun nalar. Penentuan masalah Sebagaimana dalam setiap penelitian. pengumpulan data. Bila subyek yang dilibatkan mempunyai perbedaan yang berarti dalam faktor-faktor tersebut. Teknik yang digunakan untuk mengetahui tingkat prediksi antara kedua variabel tersebut adalah teknik analisis regresi yang menghasilkan nilai koefisien regresi.

multiple regresion atau analisis kanonik dapat digunakan. Namun demikian. Hasil analisis tersebut biasanya dilaporkan dalam bentuk nilai koefisien korelasi atau koefisien regresi serta tingkat signifikansinya. Dalam penelitian relasional. teknik korelasi bivariat. pedoman interview dan pedoman observasi. analisis dalam penelitian korelasional dilakukan dengan cara mengkorelasikan hasil pengukuran suatu variabel dengan hasil pengukuran variabel lain. Analisis data Pada dasarnya. sesuai dengan jenis datanya. Sedang dalam penelitian prediktif.Pengumpulan data Berbagai jenis instrumen dapat digunakan untuk mengukur dan mengumpulkan data masing-masing variabel. dapat pula digunakan analisis korelasi biasa bila hanya melibatkan dua variabel. Jika tidak demikian. Data yang dikumpulkan dengan instrumeninstrumen tersebut harus dalam bentuk angka. variabel prediktor harus diukur selang beberapa waktu sebelum variabel kriteri terjadi. teknik yang digunakan adalah analisis regresi untuk mengetahui tingkat kemampuan prediktif variabel prediktor terhadap variabel kriteria. tes. Kesalahan dalam Penelitian Korelasional Kesalahan-kesalahan yang kadang-kadang dilakukan oleh peneliti dalam penelitian korelasional adalah sebagai berikut: ‡ ‡ ‡ Peneliti berasumsi bahwa korelasi merupakan bukti sebab akibat Peneliti bertumpu pada pendekatan sekali tembak (shotgun approach) Peneliti memilih statistik yang salah . Sedang dalam penelitian prediktif. disamping proporsi variansi yang disumbangkan oleh variabel bebas terhadap variabel terikat. pengukuran variabel dapat dilakukan dalam waktu yang relatif sama. misalnya untuk menentukan apakah dua variabel prediktor atau lebih dapat digunakan untuk memprediksi variabel kriteria lebih baik daripada bila digunakan secara sendiri-sendiri. Bila melibatkan lebih dari dua variabel. Dalam penelitian relasional. teknik analisis regresi ganda. maka prediksi terhadap kriteria tersebut tidak ada artinya. seperti angket. digunakan untuk menghitung tingkat hubungan antara vaiabel yang satu dngan yang lain. tentunya disesuaikan dengan kebutuhan.

‡ ‡ ‡ Peneliti menggunakan analisis jalur tanpa peninjauan asumsi-asumsi (teori) Peneliti salah tafsir terhadapsignifikansi praktis atau statistik dalam suatu studi. Peneliti gagal menentukan suatu variabel kausal penting dalam perencanaan suatu analisis jalur ‡ ‡ Peneliti menggunakan analisis bivariat ketika multivariat yang lebih tepat Peneliti tidak melakukan studi vasilitas silang .

PENELITIAN KORELASI Nama NIM Prodi : Gesa Yuda Amarta : 5201408116 : Pendidikan Teknik Mesin FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK MESIN UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful