RANCANGAN

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010

TENTANG

TINGKAT KETELITIAN PETA UNTUK RENCANA TATA RUANG WILAYAH

BADAN KOORDINASI SURVEI DAN PEMETAAN NASIONAL (BAKOSURTANAL)

DAFTAR ISI DAFTAR ISI DAFTAR LAMPIRAN I DAFTAR LAMPIRAN II DAFTAR LAMPIRAN III BAB I KETENTUAN UMUM BAB II TUJUAN DAN LINGKUP BAB III KETELITIAN PETA LUARAN Bagian Pertama Umum ii iv iv iv 1 3 4 4

Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Paragraf 1 Umum Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Nasional Bagian Ketiga Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Paragraf 1 Umum Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Provinsi Bagian Keempat Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 1 Umum Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 4 Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten Bagian Kelima Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota Paragraf 4 Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota Bagian Keenam Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan Bagian Ketujuh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Bagian Kedelapan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi Bagian Kesembilan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Bagian Kesepuluh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan 19 18 18 17 17 13 14 15 16 10 10 10 12 13 ……..7 7 8 9 4 4 5 6 6

ii

Bagian Kesebelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Bagian Ketigabelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Bagian Keempatbelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota BAB IV KETELITIAN PETA MASUKAN Bagian Pertama Umum Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Dasar Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Tematik BAB V METODE PROSES SPASIAL BAB VI PENGELOLAAN DATA GEOSPASIAL BAB VII PENGADAAN DAN PEMBINAAN TEKNIS BAB VIII PERAN SERTA MASYARAKAT BAB IX KETENTUAN PERALIHAN BAB X KETENTUAN PENUTUP 20 21 21 22 24 26 29 30 31 31 31 20 19

iii

Simbol. 4. Kode Unsur. 9. Simbol. Simbol 7. Simbol Simbol Simbol Simbol Simbol Simbol Dan Dan Dan Dan Dan Dan Atau Atau Atau Atau Atau Atau Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Hidrologi Permukiman Transportasi Batas Administrasi Relief Nama Rupabumi DAFTAR LAMPIRAN III 1. Simbol. Simbol. Simbol 8. 3. Kode Unsur. Simbol 2. 7. Simbol 6. 3. 2. Simbol 10. Simbol. Kode Unsur. Simbol 4. 5.DAFTAR LAMPIRAN I 1. Kode Unsur. Simbol 9. 4. Kode Unsur. Kode Unsur. 8. Simbol. 2. Simbol 5. Simbol. Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Unsur-unsur Sistem Perkotaan Sistem Jaringan Transportasi Sistem Jaringan Energi Sistem Jaringan Telekomunikasi Sistem Jaringan Sumberdaya Air Kawasan Lindung Kawasan Budidaya Kawasan Strategis Prasarana Lainnya DAFTAR LAMPIRAN II 1. Kode Unsur. Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi dan dan dan dan dan dan dan dan dan Kode Unsur. 6. Simbol. Simbol 11. Simbol Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Dan Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Atau Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Notasi Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Unsur-Unsur Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Peta Penggunaan Lahan Kemiringan Lereng Geologi Geomorfologi Fisiografi Curah Hujan Penutup Lahan Ketersediaan Sarana dan Prasarana Dasar Rawan Bencana Potensi Wilayah baik Darat maupun Laut Pertahanan dan Keamanan iv . 6. 5. Simbol. Kode Unsur. Simbol 3.

Tambahan Lembaran Negara Nomor 4725). atau kerincian basis data. 4. Ketelitian peta adalah ketepatan. 2. kerincian dan kelengkapan data dan atau informasi georeferensi dan tematik... sehingga merupakan penggabungan dari sistem referensi geometri. Pasal 5 ayat (2) Undang-Undang Dasar 1945. akurasi. Menimbang: bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 14 Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang perlu menetapkan Peraturan Pemerintah tentang Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang. arsiran dan notasi. BAB I KETENTUAN UMUM Pasal 1 Dalam Peraturan Pemerintah ini yang dimaksud dengan: 1.. . Sistem referensi geometri adalah suatu sistem pemetaan tertentu yang dimaksudkan agar berbagai macam peta masukan dan peta luaran dapat diintegrasikan atau dipadukan satu sama lain. format penyimpanan secara digital termasuk kode unsur. Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68. 2.. Skala minimal adalah skala peta dasar terkecil yang boleh digunakan dalam proses perencanaan tata ruang. penyajian kartografis mencakup simbol.PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR . dan kelengkapan muatan peta.. 5.. MEMUTUSKAN: Menetapkan: PERATURAN PEMERINTAH TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG. 1 3. Peta adalah suatu gambaran dari unsur-unsur alam dan atau buatan manusia. yang berada di atas maupun di bawah permukaan bumi yang digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala tertentu.. TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA.. Skala adalah perbandingan jarak dalam suatu peta dengan jarak yang sama di muka bumi.. Mengingat: 1. warna. skala.. TAHUN .

Kerincian basis data adalah tingkat kedetilan unsur-unsur alam dan buatan manusia yang ditampung dalam suatu sistem penyimpanan data dan informasi atau dikenal sebagai basis data. Format penyimpanan secara digital adalah cara komputer menyimpan data dan informasi spasial kedalam daftar unsur yang diberi kode penomoran unik. 13. Rencana tata ruang adalah hasil perencanaan tata ruang. 18. 11. Peta dasar adalah peta yang menyajikan unsur-unsur alam dan atau buatan manusia. 20. Akurasi adalah ukuran kedekatan suatu informasi yang dipetakan dengan nilai sesungguhnya. 10. sehingga dapat dibaca dengan jelas. atau di atas permukaan bumi. Informasi Geospasial adalah data geospasial yang sudah diolah sehingga dapat digunakan sebagai alat bantu dalam perumusan kebijakan. Wilayah adalah ruang yang merupakan kesatuan geografis beserta segenap unsur terkait padanya. pada. Geospasial adalah sifat keruangan yang menunjukkan posisi atau lokasi suatu objek atau kejadian yang berada di bawah. dimensi atau ukuran. Geodatabase adalah basis data geospasial yang digunakan untuk mengelola data geospasial dalam perencanaaan tata ruang. 14. 9. 7. digambarkan pada suatu bidang datar dengan skala. Peta tematik adalah peta yang menggambarkan tema tertentu yang digunakan untuk pembuatan peta rencana tata ruang. Semakin detil suatu basis data semakin banyak unsur-unsur yang ditampung. penomoran.6. 16. 2 . 17. 12. Perencanaan tata ruang adalah suatu proses untuk menentukan struktur ruang dan pola ruang yang meliputi penyusunan dan penetapan rencana tata ruang. dan/atau karakteristik objek alam dan/atau buatan manusia yang berada di bawah. Kelengkapan muatan peta adalah tingkat kedetilan unsur yang dipetakan yang disesuaikan dengan ketelitian geometri atau skala. Data Geospasial adalah data tentang lokasi geografis. letak dan posisinya. yang batas dan sistemnya ditentukan berdasarkan pada aspek administratif dan atau fungsional. pengambilan keputusan dan/atau pelaksanaan kegiatan yang berhubungan dengan keruangan. atau di atas permukaan bumi yang dinyatakan dalam sistem koordinat tertentu. pada. 8. Penyajian kartografis adalah cara menggambarkan data geospasial dan informasi geospasial pada media cetak maupun dalam media elektronik berikut penjelasan tentang legenda dan riwayat peta. tanpa memberikan arti ganda. 15. 19. yang berada di permukaan bumi. Spasial adalah aspek keruangan suatu objek atau kejadian yang mencakup lokasi. proyeksi dan georeferensi tertentu.

21. 29. acuan. Bupati. Pemerintah daerah adalah Gubernur. Walikota dan perangkat daerah sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah. waktu. kualitas. c. 23. 24. Badan adalah Instansi Pemerintah yang diberi tugas dan wewenang di bidang survei dan pemetaan. b dan c. pengelolaan data geospasial dan informasi geospasial untuk mencapai tingkat ketelitian sebagaimana dimaksud pada huruf a. Instansi yang bertanggung jawab adalah instansi yang diberi tugas di bidang survei dan pemetaan. 28. Pemerintah Pusat adalah Presiden Republik Indonesia yang memegang kekuasaan pemerintahan negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. organisasi. Metadata adalah informasi singkat atas data geospasial yang berisi minimal identifikasi. unsur buatan manusia dan/atau tema tertentu dalam bentuk garis. ketelitian peta masukan. Pasal 3 Ketelitian peta rencana tata ruang meliputi: a. distribusi. 26. 22. 3 . 25. ketelitian peta luaran. dan acuan data. Instansi yang mengadakan peta tematik adalah instansi baik di tingkat pusat maupun daerah. yang tugas dan fungsinya mengadakan peta tematik. Delineasi adalah cara menggambarkan batas unsur alam. dan d. entitas. metode proses spasial. Template adalah cetakan digital sehingga data yang telah dikode dalam suatu kode unsur tertentu dapat secara otomatis ditampilkan sesuai spesifikasi simbolisasi tertentu. Penyelenggara penataan ruang adalah Pemerintah Pusat dan pemerintah daerah. 27. BAB II TUJUAN DAN LINGKUP Pasal 2 Pengaturan tingkat ketelitian peta rencana tata ruang dimaksudkan untuk mewujudkan kesatuan sistem peta rencana tata ruang yang akurat. sitasi. b.

BAB III KETELITIAN PETA LUARAN Bagian Pertama Umum Pasal 4 (1) Peta luaran merupakan peta hasil proses perencanaan tata ruang yang mengolah berbagai data dari peta masukan dengan suatu metode proses tertentu. peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan (RTR-P/K). c. f. peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota (RTRW-Kota). peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten (RTRW-Kab). dan d. peta Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTR-Kota). Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Paragraf 1 Umum Pasal 7 Peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a digambarkan pada peta dasar skala minimal 1:1. dan b. peta rencana rinci tata ruang. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi (RTR-KSProv). peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota (RTR-KSKota). peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten (RDTR-Kab). c. Pasal 5 Peta rencana umum tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a terdiri dari: a. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional (RTR-KSN). peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan (RTR-Perdesaan). peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRW-Prov). Pasal 6 Peta rencana rinci tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf b terdiri dari: a. b.000. b.000 yang mencakup Wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. g. (2) Peta luaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf a terdiri dari: a. peta rencana umum tata ruang. 4 . e. peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan (RTR-Perkotaan). peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten (RTR-KSKab). d. h. dan i. peta Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN).

d. dan c. sistem jaringan telekomunikasi nasional dan sistem jaringan sumberdaya air nasional digambarkan pada satu cakupan peta wilayah nasional dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. dan c. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN). (2) Sistem perkotaan nasional dan sistem jaringan transportasi nasional harus digambarkan pada satu cakupan peta wilayah nasional secara utuh. b. c. peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional. dan e. (3) Sistem jaringan energi nasional. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional Pasal 9 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a memuat: a. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW). b. jaringan transportasi udara. jaringan transportasi laut. dan b. c. b. peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional. jaringan pipa minyak dan gas bumi. jaringan transportasi darat. peta Sebaran Kawasan Strategis Nasional. Pusat Kegiatan Nasional (PKN). jaringan satelit berupa satelit komunikasi dan stasiun bumi. jaringan terestrial. sistem jaringan telekomunikasi nasional. b. sistem jaringan energi nasional. 5 . (2) Sistem jaringan transportasi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf b terdiri dari: a. (4) Sistem jaringan telekomunikasi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf d dapat berupa: a. (3) Sistem jaringan energi nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf c terdiri dari: a. sistem jaringan sumberdaya air nasional. dan c. jaringan listrik. Pusat Kegiatan Lokal (PKL). pembangkit tenaga listrik. sistem jaringan transportasi nasional. dan d. sistem perkotaan nasional.Pasal 8 Peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf a meliputi: a. Pasal 10 (1) Sistem perkotaan nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf a terdiri dari: a. b.

sistem sumber daya air pada setiap wilayah sungai. kawasan industri. kawasan rawan bencana alam. g. suaka alam dan cagar budaya. dan f. kawasan lindung geologi. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional Pasal 11 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf b terdiri dari: a. kawasan hutan produksi. (3) Dalam hal kawasan lindung dan kawasan budidaya sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yang tidak dapat digambarkan dalam bentuk delineasi karena terlalu kecil penggambarannya disajikan dalam bentuk simbol. Pasal 12 (1) Kawasan lindung nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf a terdiri dari: a. kawasan pertambangan. kawasan perkebunan. kawasan perlindungan setempat. c. kawasan lindung. kawasan permukiman. c. Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Nasional Pasal 13 Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah nasional secara utuh. d. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya. d. b. h. dan b. kawasan pariwisata. f. bendungan besar. d. cekungan air tanah. kawasan budidaya. kanal besar. e. i.(5) Sistem jaringan sumber daya air nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 huruf e terdiri dari: a. kawasan perikanan. kawasan peruntukan lainnya. e. jaringan sungai. dan e. kawasan lindung lainnya. kawasan hutan rakyat. b. kawasan pertanian pangan. 6 . b. dan j. c. kawasan pelestarian alam. (2) Kawasan budidaya bernilai strategis nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 huruf b terdiri dari: a.

Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi. c. sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi provinsi. Peta Sebaran Kawasan Strategis Provinsi. (2) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi selain memuat yang ada pada peta Struktur Ruang Wilayah Nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. d. (4) Peta RTRW-Prov disusun setelah melalui proses koordinasi dengan provinsi yang berbatasan langsung dan ditunjukkan dengan penggambaran wilayah provinsi yang berbatasan dalam koridor 5 kilometer sepanjang garis perbatasan. dan c. kawasan strategis dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. (2) Peta RTRW-Prov mencakup wilayah daratan dan perairan provinsi sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.Pasal 14 Kawasan strategis nasional sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c terdiri dari: a. kawasan strategis dari sudut pertumbuhan ekonomi. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi Pasal 17 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf a harus menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional yang ada di wilayah provinsi.000. b. kawasan strategis dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi. Pasal 16 Peta RTRW-Prov sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b terdiri dari: a. kawasan strategis dari sudut kepentingan pertahanan dan keamanan. sistem perkotaan provinsi. dan e. b. (3) Untuk provinsi yang memiliki wilayah pesisir dan laut dapat dilengkapi dengan data batimetri. 7 . kawasan strategis dari sudut sosial dan budaya. b. Bagian Ketiga Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Paragraf 1 Umum Pasal 15 (1) Peta RTRW-Prov sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf b digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1: 250.

8 . b. jaringan transportasi darat. c. jaringan telekomunikasi provinsi. dan b. jaringan terestrial.c. jaringan sungai. Pusat Kegiatan Wilayah promosi (PKWp). b. (4) Sistem prasarana wilayah lainnya digambarkan pada satu lembar peta wilayah provinsi secara utuh dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. wilayah sungai lintas kabupaten/kota. cekungan air tanah lintas kabupaten/kota. kanal besar. dan b. b. jaringan transportasi laut. pembangkit tenaga listrik provinsi. jaringan transportasi udara. (3) Jaringan sumberdaya air provinsi terdiri dari: a. d. dan g. fasilitas air bersih. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi Pasal 21 (1) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf b harus sesuai dengan rencana pola ruang yang ditetapkan dalam RTRWN dan rencana rincinya untuk pola ruang dalam RTRWN yang berada dalam wilayah provinsi. Pasal 19 Jaringan transportasi provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf b terdiri dari: a. jaringan satelit. dan jaringan sumberdaya air provinsi. e. (2) Jaringan telekomunikasi provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf d terdiri dari: a. sistem prasarana listrik provinsi. waduk penampungan air besar. sistem prasarana wilayah lainnya yang terdiri dari jaringan energi provinsi. Pasal 18 Sistem perkotaan wilayah provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf a terdiri dari: a. (3) Sistem perkotaan dan sistem prasarana utama harus digambarkan pada satu lembar peta wilayah provinsi secara utuh. f. dan c. bendungan. Pusat Kegiatan Nasional promosi (PKNp). dan c. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) yang ditetapkan provinsi. Pasal 20 (1) Jaringan energi provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 17 ayat (2) huruf c terdiri dari: a.

d. (3) Untuk peruntukan pola ruang yang relatif kecil. h. (2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi dapat digambarkan dalam beberapa lembar peta yang tersusun secara beraturan mengikuti indeks peta dasar nasional. Pasal 22 (1) Kawasan lindung sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 ayat (2) terdiri dari: a. dan b. f. kawasan peruntukan pertanian. kawasan peruntukan industri. kawasan hutan rakyat. kawasan lindung lainnya. c. kawasan peruntukan hutan produksi. kawasan hutan lindung. e. Pasal 23 (1) Kawasan lindung dan kawasan budidaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22 yang tidak dapat dipetakan dalam bentuk delineasi karena terlalu kecil digambarkan dalam bentuk simbol. kawasan suaka alam. kawasan lindung. 9 . kawasan peruntukan perkebunan. kawasan peruntukan pariwisata. kawasan perlindungan setempat. Paragraf 4 Peta Rencana Penetapan Kawasan Strategis Provinsi Pasal 24 (1) Sebaran Kawasan Strategis Nasional yang berada dalam wilayah provinsi dan Kawasan Strategis Provinsi harus digambarkan dalam peta Penetapan Kawasan Strategis Provinsi. kawasan peruntukan lainnya. i. kawasan lindung geologi. b. kawasan pelestarian alam dan cagar budaya. kawasan peruntukan permukiman.(2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. kawasan peruntukan perikanan. kawasan peruntukan pertambangan. f. g. namun tetap dijelaskan dalam rencana pola ruang pada Rencana Tata Ruang Wilayah provinsi. tidak perlu dipetakan dalam peta pola ruang wilayah provinsi. c. dan j. dan h. huruf a (2) Kawasan budidaya sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 huruf b terdiri dari: a. d. b. g. kawasan budidaya. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya. (2) Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah provinsi secara keseluruhan. e. kawasan rawan bencana alam.

Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten. kabupaten (3) Untuk wilayah kabupaten yang memiliki wilayah pesisir dan laut perlu dilengkapi dengan data batimetri. Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten. dan c. 10 . c. kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. (2) Peta RTRW-Kab mencakup wilayah daratan dan perairan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi. (4) Peta RTRW-Kab disusun setelah melalui proses koordinasi dengan kabupaten/kota lain yang berbatasan langsung dan ditunjukkan dengan penggambaran wilayah kabupaten/kota lain yang berbatasan dalam koridor minimal 7 Pasal 27 Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c meliputi: a. b. kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. d.000. b.Pasal 25 Peta Kawasan Strategis Provinsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 16 huruf c terdiri dari: a. Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten Pasal 28 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf a harus menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi yang ada di wilayah kabupaten. Bagian Keempat Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Paragraf 1 Umum Pasal 26 (1) Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf c digambarkan pada peta dasar skala minimal 1: 50. e. kawasan yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah provinsi. kawasan strategis provinsi dari sudut sosial dan budaya. atau f. kawasan strategis provinsi lainnya.

jaringan sumberdaya air wilayah kabupaten. infrastruktur telepon nirkabel antara lain lokasi menara telekomunikasi termasuk menara Base Transceiver Station (BTS). b. (3) Jaringan sumberdaya air wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf c berupa: 11 . (2) Jaringan telekomunikasi wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf d terdiri dari: a. b. (3) Sistem perkotaan dan sistem prasarana utama digambarkan pada satu lembar peta wilayah kabupaten secara utuh. (4) Sistem prasarana wilayah lainnya digambarkan pada satu lembar peta wilayah kabupaten secara utuh dan dapat digambarkan pada peta tersendiri. jaringan pipa minyak dan gas bumi. Pasal 30 (1) Jaringan transportasi wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf b terdiri dari: a. pusat pelayanan lingkungan (PPL). danau dan penyeberangan. jaringan transportasi darat yang mencakup jaringan jalan. Pasal 29 Sistem perkotaan wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf a terdiri dari: a. jaringan telekomunikasi wilayah kabupaten. dan sistem prasarana lainnya. jaringan transportasi udara yang mencakup bandar udara dan ruang udara untuk penerbangan. dan c. infrastruktur telekomunikasi yang berupa jaringan kabel telepon. dan jaringan sungai. sistem prasarana wilayah lainnya berupa jaringan energi wilayah kabupaten. (2) Sistem jaringan jalan harus digambarkan mengikuti terase jalan yang sebenarnya. pusat kegiatan lokal promosi (PKLp). dan c. b. dan c. dan c. pusat pelayanan kawasan (PPK). pembangkit tenaga listrik. sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi wilayah kabupaten. c. Pasal 31 (1) Jaringan energi wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. jaringan rel kereta api.(2) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kabupaten selain menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi yang ada di wilayah kabupaten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. b. jaringan telekomunikasi satelit pada wilayah terpencil. b. jaringan transportasi laut yang mencakup pelabuhan dan alur pelayaran. sistem perkotaan wilayah kabupaten. jaringan listrik.

prasarana kesehatan berupa rumah sakit tipe B. kawasan lindung kabupaten. Kawasan lindung geologi. jaringan sumber daya air lintas negara. prasarana olah raga dan rekreasi skala wilayah dan kabupaten. e. wilayah administrasi (5) Rencana pola ruang wilayah kabupaten dapat digambarkan dalam beberapa lembar peta yang tersusun secara beraturan mengikuti indeks peta dasar. dan lintas kabupaten/kota yang berada pada wilayah kabupaten bersangkutan. laut dan udara. (4) Sistem prasarana wilayah kabupaten lainnya berupa: a. kawasan budidaya kabupaten. c. b. jaringan irigasi. b. (2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten selain memuat unsur peta Pola Ruang Wilayah Nasional dan peta Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. dan f. Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPA). e. Kawasan suaka alam. Kawasan perlindungan setempat. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten Pasal 32 (1) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 huruf c harus menggambarkan rencana pola ruang wilayah nasional dan wilayah provinsi yang ada di wilayah kabupaten. Sistem Pengolahan Limbah Cair. b. pelestarian alam dan cagar budaya. d. Kawasan lindung lainnya. sistem pengendalian banjir wilayah kabupaten. parasarana lingkungan berupa Tempat Pengolahan Sampah Sementara (TPS). c. (3) Deliniasi kawasan lindung dan kawasan budi daya yang dipetakan dalam rencana pola ruang kabupaten dirinci sesuai dengan kawasan peruntukannya. dan b. f.dan e. jaringan air baku untuk air bersih. prasarana ekonomi skala wilayah dan kabupaten berupa pasar tradisional. 12 . wilayah sungai kabupaten. lintas provinsi. Prasarana pendidikan berupa pendidikan tinggi skala wilayah dan kabupaten. rumah sakit tipe C. dan g. pasar moderen. d. Kawasan hutan lindung. c.a. d. jaringan air bersih ke kelompok pengguna. Sistem Pengolahan Limbah Padat. Kawasan rawan bencana alam. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. Pasal 33 Kawasan lindung kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf b terdiri dari: a. (4) Rencana pola ruang wilayah kabupaten meliputi kabupaten yang meliputi ruang darat. pendidikan menengah skala kabupaten.

kawasan strategis kabupaten dari sudut pertumbuhan ekonomi. kawasan peruntukan perkebunan. kawasan peruntukan industri. b. Pasal 36 Peta Kawasan Strategis Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf d memuat: a. kawasan peruntukan permukiman.Pasal 34 Kawasan budidaya bernilai strategis kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 32 huruf c terdiri dari: a. e. kawasan strategis kabupaten dari sudut sosial dan budaya. kawasan peruntukan pertambangan. h. i. d. kawasan peruntukan pariwisata. Paragraf 4 Peta Penetapan Kawasan Strategis Kabupaten Pasal 35 (1) Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah kabupaten secara utuh. dan j. kawasan peruntukan lainnya. 13 . c. kawasan peruntukan perikanan. c. kawasan peruntukan pertanian. kawasan strategis kabupaten dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. (2) Peta RTRW-Kota mencakup wilayah daratan dan perairan dengan batasan 4 (empat) mil laut diukur dari garis pantai di wilayah kota atau sampai batas negara yang disepakati secara internasional apabila kota terkait berbatasan laut dengan negara lain. kawasan hutan rakyat. dan e.000. Bagian Kelima Tingkat Ketelitian Peta Peta Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Paragraf 1 Umum Pasal 37 (1) Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1: 25. (2) Pada peta kawasan strategis kabupaten harus digambarkan delineasi kawasan strategis nasional dan delineasi kawasan strategis provinsi yang berada di dalam wilayah kabupaten bersangkutan. kawasan andalan kabupaten. kawasan peruntukan hutan produksi. f. kawasan strategis kabupaten dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. b. d. g.

(3) Untuk wilayah kota yang memiliki wilayah pesisir dan laut perlu dilengkapi dengan data batimetri. ekonomi. 14 . sistem prasarana utama berupa jaringan transportasi wilayah kota. sistem prasarana wilayah lainnya berupa jaringan energi wilayah kota. (5) Sistem jaringan prasarana jalan harus digambarkan mengikuti terase jalan yang sebenarnya. infrastruktur perkotaan dan sistem prasarana lainnya. (2) Sistem pusat-pusat pelayanan dan sistem prasarana utama harus digambarkan pada satu cakupan peta wilayah kota secara utuh. jaringan telekomunikasi wilayah kota. pusat pelayanan wilayah kota. Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota. b. (4) Peta RTRW-Kota disusun setelah melalui proses koordinasi dengan kabupaten/kota lain yang berbatasan langsung dan ditunjukkan dengan penggambaran wilayah kabupaten/kota lain yang berbatasan dalam koridor minimal 2 kilometer sepanjang garis perbatasan. (2) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota selain memuat yang ada pada peta Struktur Ruang Wilayah Nasional dan peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. pusat kota. dan/atau administrasi masyarakat yang melayani wilayah kota dan regional. Paragraf 2 Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota Pasal 39 (1) Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf a menggambarkan Rencana Struktur Ruang Wilayah Nasional dan Rencana Struktur Ruang Wilayah Provinsi yang ada di wilayah kota. Pasal 38 Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 huruf d meliputi: a. yang meliputi: a. (3) Rencana struktur ruang wilayah kota harus menggambarkan jaringan jalan yang berada dalam wilayah kota yang menjadi kewenangan kota dan jalan primer yang melalui kota tersebut. b. jaringan sumberdaya air wilayah kota. Peta Penetapan Kawasan Strategis Kota. pusat lingkungan. dan c. sub-pusat kota. b. dan c. Pasal 40 (1) Pusat pelayanan di wilayah kota merupakan pusat pelayanan sosial. Peta Rencana Struktur Ruang Wilayah Kota. c. (4) Sistem prasarana wilayah lainnya digambarkan pada satu lembar peta wilayah kota secara utuh dan dapat digambarkan pada peta tersendiri.

dan c. e. sistem jaringan irigasi yang berfungsi mendukung kegiatan pertanian di wilayah kota. pembangkit tenaga listrik.Pasal 41 Jaringan transportasi wilayah kota dalam Pasal 39 ayat (2) huruf b terdiri dari: a. dan f. jaringan transportasi darat yang mencakup jaringan jalan. Infrastruktur telepon nirkabel berupa lokasi menara telekomunikasi termasuk menara Base Transceiver Station (BTS). wilayah sungai di wilayah kota. jalur evakuasi bencana. termasuk waduk. jaringan transportasi laut wilayah kota yang mencakup pelabuhan dan alur pelayaran. sistem drainase kota. Pasal 42 (1) Jaringan energi wilayah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. c. situ. danau dan penyeberangan. dan c. dan e. b. penyediaan dan pemanfaatan prasarana dan sarana jaringan jalan pejalan kaki. sistem jaringan sumber daya air lintas negara. 15 . dan jaringan sungai. jaringan rel kereta api. prasarana penyediaan air minum kota. lintas provinsi. sistem persampahan. (4) Infrastruktur perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c meliputi: a. b. (2) Jaringan telekomunikasi wilayah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. jaringan transportasi udara wilayah kota yang mencakup bandar udara dan ruang udara untuk penerbangan. jaringan pipa minyak dan gas bumi dalam wilayah kota. Paragraf 3 Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota Pasal 43 (1) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf c harus menggambarkan rencana pola ruang wilayah nasional dan wilayah provinsi yang ada di wilayah kabupaten. d. pengelolaan air limbah. jaringan listrik wilayah kota. sistem pengendalian banjir di wilayah kota. b. dan embung pada wilayah kota. c. sistem jaringan air baku untuk air bersih. (3) Jaringan sumberdaya air wilayah kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 39 ayat (2) huruf c terdiri dari: a. dan b. b. dan lintas kabupaten/kota yang berada pada wilayah kota bersangkutan. d. jaringan telepon fixed line dan lokasi pusat automatisasi sambungan telepon.

hutan lindung. kawasan suaka alam dan cagar budaya. kawasan perlindungan setempat. kawasan lindung lainnya. dan g. b. unsur kawasan strategis kota dari sudut pertumbuhan ekonomi. b. kawasan budidaya bernilai strategis kota. (2) Pada peta kawasan strategis kota harus digambarkan delineasi kawasan strategis nasional dan delineasi kawasan strategis provinsi yang berada di dalam wilayah kota bersangkutan.(2) Peta Rencana Pola Ruang Wilayah Kota selain memuat unsur peta Pola Ruang Wilayah Nasional dan peta Pola Ruang Wilayah Provinsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memuat pula: a. c. Paragraf 4 Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota Pasal 46 (1) Delineasi kawasan strategis harus dipetakan pada satu lembar kertas yang menggambarkan wilayah kota secara utuh. 16 . h. kawasan industri. f. c. kawasan rawan bencana alam. dan b. e. taman Rukun Warga. kawasan perkantoran. yang antara lain meliputi taman Rukun Tetangga. kawasan peruntukan ruang bagi kegiatan sektor informal. kawasan perdagangan dan jasa. kawasan perumahan. kawasan ruang evakuasi bencana. g. dan i. kawasan lindung kota. kawasan ruang terbuka non hijau. kawasan pariwisata. d. f. ruang terbuka hijau (RTH) kota. Pasal 44 Kawasan lindung kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf d dapat berupa: a. taman kota dan taman permakaman. Pasal 47 Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 38 huruf e memuat: a. Pasal 45 Kawasan budidaya kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 43 huruf e terdiri dari: a. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya. (3) Rencana pola ruang wilayah kota dapat digambarkan dalam beberapa lembar peta yang tersusun secara beraturan mengikuti indeks peta dasar nasional atau mengikuti ketentuan Badan. d. kawasan peruntukan lainnya. e.

b. peta Sebaran Kawasan Strategis Pulau/Kepulauan. peta Rencana Struktur Ruang Pulau/Kepulauan. dan c.000. b. (2) Peta RTR-KSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau kebutuhan kedetilannya. unsur kawasan strategis kota dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. unsur kawasan strategis kota dari sudut sosial dan budaya. d. Pasal 50 Unsur-unsur Peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedua berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-P/K. dan/atau e. kawasan strategis nasional dari sudut sosial dan budaya. kawasan strategis dari sudut pertahanan dan keamanan. (2) Peta RTR-P/K mencakup wilayah daratan dan perairan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Pasal 52 Peta RTR-KSN sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf b memuat: a. kawasan strategis nasional dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. unsur kawasan strategis kota dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. kawasan strategis nasional dari sudut pertumbuhan ekonomi. c. Pasal 49 Peta RTR-P/K sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a meliputi: a. d. peta Rencana Pola Ruang Pulau/Kepulauan. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. dan e. Bagian Keenam Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Pulau/Kepulauan Pasal 48 (1) Peta RTR-P/K sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf a digambarkan pada peta dasar skala minimal 1: 500. kawasan strategis nasional dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. kawasan andalan kota.b. 17 . Bagian Ketujuh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Nasional Pasal 51 (1) Peta RTR-KSN merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Nasional dalam RTRWN. c.

kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi. Pasal 57 (1) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 huruf b merupakan alat koordinasi antar wilayah kabupaten/kota. kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kelima berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-Perkotaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten.Bagian Kedelapan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Provinsi Pasal 53 (1) Peta RTR-KSProv merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Provinsi dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi. Pasal 54 Peta RTR-KSProv sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c memuat a. kawasan perkotaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. c. b. kawasan yang secara fungsional berciri perkotaan yang mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten/kota pada satu atau lebih wilayah provinsi. dan d.000. atau b. Bagian Kesembilan Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan Pasal 55 Rencana tata ruang kawasan perkotaan dapat berupa: a. (2) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar atau wilayah dengan skala minimal 1:10. Pasal 56 (1) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 55 huruf a merupakan rencana rinci tata ruang wilayah kabupaten. kawasan strategis provinsi dari sudut sosial dan budaya. 18 . (2) Peta RTR-KSProv sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf c digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek dan/atau kebutuhan kedetilannya.

Pasal 58 huruf a (2) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1:10. Bagian Kesebelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kabupaten Pasal 61 (1) Peta RTR-KSKab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf f merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Kabupaten dalam RTRW-Kab.000. (2) Peta RTR-KSKab digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. (4) Sistem Pusat Kegiatan pada Peta RTR-Perkotaan harus menunjukkan dengan jelas kota inti dan kota satelit. kawasan perdesaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. Pasal 60 (1) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam merupakan alat koordinasi antar wilayah kabupaten. Bagian Kesepuluh Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perdesaan Pasal 58 Rencana tata ruang kawasan perdesaan dapat berupa: a. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keempat berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-Perdesaan yang mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten pada satu atau lebih wilayah provinsi. 19 . Pasal 59 (1) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud dalam merupakan rencana rinci tata ruang wilayah kabupaten.000. kawasan yang secara fungsional berciri perdesaan yang mencakup 2 (dua) atau lebih wilayah kabupaten pada satu atau lebih wilayah provinsi.(2) Peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar atau wilayah dengan skala minimal 1: 50. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keempat berlaku mutatis mutandis untuk Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Perkotaan.000. atau b. (3) Unsur-unsur Peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kelima berlaku mutatis mutandis untuk Peta RTR-Perdesaan yang merupakan bagian wilayah kabupaten. Pasal 58 huruf b (2) Peta RTR-Perdesaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) digambarkan pada peta dasar dengan skala minimal 1: 50.

dan penggambarannya secara kartografis diatur dengan Peraturan Menteri. (2) Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. Pasal 64 Peta RTR-KSKota memuat unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 47 dengan tingkat kedetilan geometri sesuai dengan skala yang ditetapkan. Bagian Ketigabelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Kabupaten Pasal 65 (1) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf h mencakup kawasan diluar RTR-KSKab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesebelas. Pasal 66 Unsur-unsur Peta RDTR-Kab sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf h. simbolisasi dan/atau notasi. Bagian Keduabelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Kota Pasal 63 (1) Peta RTR-KSKota Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf g merupakan penjabaran dari Peta Sebaran Kawasan Strategis Kota dalam RTRW-Kota.(3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. kode unsur digital. Bagian Keempatbelas Tingkat Ketelitian Peta Rencana Detail Tata Ruang Wilayah Kota 20 . (2) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kabupaten digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. Pasal 62 Peta RTR-KSKab memuat unsur-unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 dengan tingkat kedetilan geometri sesuai dengan skala yang ditetapkan.

peta RTR-KSProv sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedelapan. peta tematik.Pasal 67 (1) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf i mencakup kawasan diluar RTR-KSKota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keduabelas. Pasal 69 (1) Unsur-unsur peta RTRWN sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedua. peta RTR-Perkotaan sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesembilan. Pasal 68 Unsur-unsur Peta RDTR-Kota sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf i. (3) Skala yang sesuai sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus dikonsultasikan kepada Badan. peta RTRW-Kota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kelima. (2) Dalam hal unsur-unsur peta tidak terdapat pada Lampiran I sebagaimana dimaksud pada ayat (1) penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan instansi terkait. peta RTR-KSKab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesebelas. BAB IV KETELITIAN PETA MASUKAN Bagian Pertama Umum Pasal 70 (1) Peta masukan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf b merupakan data atau peta yang digunakan untuk proses perencanaan tata ruang dengan metode proses tertentu. 21 . dan b. peta RTRW-Kab sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keempat. kode unsur digital. peta dasar. peta RTR-KSN sebagaimana dimaksud dalam Bagian Ketujuh. dan penggambarannya secara kartografis diatur dengan Peraturan Menteri yang membidangi tata ruang nasional. simbol dan atau notasi pada Lampiran I Peraturan Pemerintah ini. dan peta RTR-KSKota sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keduabelas digambarkan dengan kode. (2) Peta masukan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri dari: a. peta RTRP/K sebagaimana dimaksud dalam Bagian Keenam. peta RTRPerdesaan sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kesepuluh. (2) Peta Rencana Detil Tata Ruang Kota digambarkan pada peta dasar dengan skala yang sesuai dengan bentang objek atau kawasan dan/atau tingkat kepentingan objek atau kawasan yang digambarkan. simbolisasi dan/atau notasi. peta RTRW-Prov sebagaimana dimaksud dalam Bagian Ketiga.

sistem referensi geometri minimal yang harus dimiliki.000. jalan kolektor. 1: 50. e. batas kabupaten/kota. hipsograf. permukiman. batas administrasi.000. b. jalan arteri. jaringan transportasi berupa jalan tol. jaringan transportasi. skala peta minimal. garis pantai. dan b. Pasal 74 Peta dasar dengan skala 1:1. d.000.000. c. atau g. danau. 1: 5.000. 1: 1.000. 1: 250. batas provinsi. d. c. jalur kereta api. bandar udara. 1: 500.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf a memuat unsur-unsur: a. (2) Tingkat ketelitian geometri peta masukan meliputi: a. dan nama-nama rupabumi sesuai dengan kenampakan rupabumi di tempat tersebut. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. dan/atau e. harus memiliki ketelitian peta yang pasti sesuai karakteristiknya. Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Dasar Pasal 72 Peta dasar yang digunakan untuk perencanaan tata ruang harus memenuhi kriteria: a.000. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 100 meter.Pasal 71 (1) Peta masukan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 3 huruf b. Pasal 75 Peta dasar dengan skala 1: 500. Pasal 73 Peta dasar untuk penyusunan peta rencana tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (2) huruf a menggunakan skala minimal: a. memiliki unsur-unsur: perairan.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf b memuat unsur-unsur: 22 .000. b. akurasi pengukuran minimal. 1: 10. dan kerincian data minimal yang digunakan untuk merekonstruksi informasi di muka bumi dengan benar. permukiman berupa kota. dan b. memiliki skala sekurang-kurangnya sama atau lebih besar dari peta rencana tata ruang yang akan dibuat. sungai. f.000. batas administrasi berupa batas negara. pelabuhan. nama rupabumi/toponim. 1: 25.

batas provinsi. jalur kereta api. d. 23 . waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 25 meter. sungai. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. batas kabupaten/kota. nama rupabumi/toponim. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 100 meter dan titik ketinggian. batas administrasi berupa batas negara. b. dan/atau e. batas administrasi berupa batas negara. batas administrasi berupa batas negara. dan/atau f. batas provinsi. jalan arteri. c. e. garis pantai. danau. garis pantai. d. jaringan transportasi berupa jalan tol. batas kabupaten/kota. batas provinsi. dan/atau f. jaringan transportasi berupa jalan tol.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf f memuat unsur-unsur: a. b.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf c memuat unsur-unsur: a. jalan arteri. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 2. danau. d. pelabuhan. jalur kereta api. batas kecamatan/distrik.5 meter dan titik ketinggian. jalan kolektor. jalan kolektor. nama rupabumi/toponim. jalan arteri. batas kecamatan/distrik. bandar udara dan pelabuhan. nama rupabumi/toponim. dan/atau f. e. batas provinsi. Pasal 78 Peta dasar dengan skala 1: 25. batas administrasi berupa batas negara. bandar udara. batas kabupaten/kota.a. sungai.5 meter. jalan kolektor. bandar udara dan pelabuhan. sungai. batas kabupaten/kota. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 25 meter dan titik ketinggian. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 5 meter. c. garis pantai. permukiman. sungai. b. jaringan transportasi berupa jalan tol. e. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 12. bandar udara. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 50 meter. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. Pasal 76 Peta dasar dengan skala 1: 250. c. jalur kereta api. permukiman berupa kota. jalan kolektor. jalur kereta api. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. jalan arteri.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf e memuat unsur-unsur: a. garis pantai. permukiman. nama rupabumi/toponim. Pasal 77 Peta dasar dengan skala 1: 50. danau. b. jaringan transportasi berupa jalan tol. d. c. permukiman. pelabuhan. danau.

d. nama rupabumi/toponim. jalan setapak. simbol dan atau notasi seperti pada Lampiran II Peraturan Pemerintah ini. terusan. e.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf g memuat unsur-unsur: a. danau. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 1 meter. sungai. Bagian Kedua Tingkat Ketelitian Peta Tematik Pasal 83 (1) Peta tematik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 70 ayat (2) huruf b merupakan peta masukan yang digunakan untuk menyusun rencana tata ruang. jalan lokal. permukiman. penyelenggara penataan ruang dapat menggunakan sumber data spasial lain setelah mendapat persetujuan tertulis dari Badan. batas provinsi. jalan kolektor. jalan setapak. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 2. jalan arteri. jalur kereta api. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. jalan lain. jaringan transportasi berupa jalan tol. batas administrasi berupa batas negara. jalan lain. batas desa/kelurahan. batas kecamatan/distrik. garis pantai. garis pantai. bandar udara dan pelabuhan. 24 . jaringan transportasi berupa jalan tol.5 meter dan titik ketinggian.5 meter. b.Pasal 79 Peta dasar dengan skala 1:10. garis kontur dengan selang kontur yang mempunyai kelipatan 5 meter dan titik ketinggian. danau. bandar udara dan pelabuhan. e. c. batas kabupaten/kota. Pasal 81 Dalam hal peta dasar yang menjadi sumber tidak tersedia atau belum dimutakhirkan. batas kecamatan/distrik. batas kabupaten/kota. jalur kereta api. waduk atau bendungan yang digambarkan dengan skala untuk lebar minimal 0.000 sebagaimana dimaksud dalam Pasal 73 huruf h memuat unsur-unsur: a. batas desa/kelurahan. Pasal 82 Unsur-unsur peta dasar sebagaimana dimaksud dalam Bagian Kedua peraturan ini digambarkan dengan kode. terusan. jalan arteri. Pasal 80 Peta dasar dengan skala 1: 5. jalan lokal. sungai. c. dan/atau f. nama rupabumi/toponim. batas administrasi berupa batas negara. d. permukiman. saluran air. jalan kolektor. saluran air. perairan berupa laut beserta unsur-unsur di perairan pantainya. b. dan/atau f. batas provinsi.

peta ekonomi dan keuangan. peta kependudukan. peta ketersediaan prasarana dan sarana dasar.(2) Peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) minimal meliputi: a. skala. tingkat klasifikasi. Pasal 84 (1) Peta tematik keseragaman. Pasal 86 (1) Skala peta tematik untuk penyusunan tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf b harus sama atau lebih besar dari skala peta dasar yang digunakan untuk penyusunan tata ruang. unit pemetaan. peta administrasi. c. c. (2) Dalam hal skala peta tematik untuk penyusunan tata ruang lebih kecil dari skala peta dasarnya. (3) Peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) tingkat ketelitian dan penggambarannya secara kartografis mengikuti kaidah-kaidah. Pasal 85 Datum dan proyeksi peta tematik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf a harus mengikuti ketentuan yang ditetapkan untuk tingkat ketelitian peta dasar. kriteria. b. instansi pemerintah penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan Badan. (3) Unit pemetaan peta tematik untuk penyusunan rencana tata ruang disusun berdasarkan ketentuan pada Lampiran III Peraturan Pemerintah ini. 25 . dan d. f. e. dan g. peta fisik. peta rawan bencana. (2) Unit pemetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan hirarki rencana tata ruang dan/atau skala peta rencana tata ruang. klasifikasi dan spesifikasi yang telah ditentukan oleh instansi terkait. b. datum dan proyeksi. untuk penyusunan rencana tata ruang harus memiliki (2) Keseragaman sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi keseragaman: a. Pasal 87 (1) Unit pemetaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf c merupakan pembagian ruang terkecil atau hierarki terkecil dalam suatu peta tematik yang digunakan untuk menampilkan informasi tematik dalam penyusunan tata ruang. peta potensi wilayah. d.

(4) Dalam hal unit pemetaan peta tematik untuk penyusunan rencana tata ruang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). sistem grid Universal Transverse Mercator (UTM). dan c. (3) Metode proses spasial sebagaimana penyamaan: a. 26 . (2) Tingkat klasifikasi peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditentukan berdasarkan hierarki rencana tata ruang dan/atau skala peta rencana tata ruang. b. b. Pasal 88 (1) Tingkat klasifikasi peta tematik sebagaimana dimaksud dalam Pasal 84 ayat (2) huruf d merupakan cara pengelompokan tingkatan suatu tema secara kualitatif maupun kuantitatif. sistem referensi geometri. sistem kodefikasi digital. sistem generalisasi. seluruh koordinat ditransformasikan kedalam sistem koordinat geografis. (4) Dalam hal tingkat klasifikasi peta tematik untuk penyusunan rencana tata ruang tidak dapat memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (3). seluruh koordinat terlebih dahulu ditransformasikan kedalam sistem koordinat geografis dan zona UTM yang dominan digunakan sebagai sistem proyeksi. penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan Badan. sistem penyajian kartografis cetak. sistem referensi menurut ketentuan Datum Geodesi Nasional 1995. BAB V METODE PROSES SPASIAL Pasal 89 (1) Metode proses spasial sebagaimana dimaksud dalam (2) Pasal 4 huruf c merupakan cara mengolah peta atau data masukan menjadi peta luaran. sistem proyeksi Transverse Mercator (TM). (3) Dalam hal suatu wilayah dalam sistem UTM terletak pada lebih dari dua zona UTM. (3) Tingkat klasifikasi peta tematik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) disusun berdasarkan ketentuan pada Lampiran III Peraturan Pemerintah ini. penyelenggara penataan ruang harus berkonsultasi dengan Badan. (2) Dalam hal suatu wilayah dalam sistem UTM terletak pada dua zona UTM yang berdampingan. d. c. sistem indeks peta luaran. dan e. dimaksud pada ayat (1) meliputi Pasal 90 (1) Sistem referensi geometri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf a yang digunakan untuk peta masukan dan peta luaran harus menggunakan: a.

(5) Peta masukan sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dapat berupa: a. proyeksi. kodefikasi unsur tata ruang. harus dilakukan transformasi. Pasal 92 Generalisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf c adalah kegiatan a.(4) Dalam hal peta masukan belum memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1). seluruh peta luaran ditransformasikan kedalam sistem koordinat geografis. Pasal 93 (1) Pemilihan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf a merupakan proses pemilihan objek elemen dengan mempertahankan ciri dan karakter aslinya. Pasal 94 Sistem kodefikasi digital sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf d meliputi: a. c. dan d. gambar peta cetakan hasil pemindaian secara digital. pembesaran. 27 . (3) Kombinasi dan penggabungan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf c merupakan kegiatan penggabungan objek-objek dalam suatu peta ke dalam unsur dominan. atau grid yang berbeda dengan sistem nasional yang terpadu. atau c. tetapi mempunyai datum. peta yang sudah berbentuk basis data geospasial. b. kombinasi dan penggabungan. gambar peta cetakan hasil penggandaan secara optis. menggunakan rumusan yang memenuhi sayarat. b. dan b. pemilihan. tetapi tetap mempertahankan karakter dari garis itu sendiri. penyederhanaan. (6) Transformasi sebagaimana dimaksud pada ayat (5) huruf a dan huruf b dengan rumusan yang minimal memenuhi syarat: a. Pasal 91 Untuk keperluan pengelolaan data tata ruang secara nasional. (2) Penyederhanaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf b merupakan kegiatan menghilangkan sebagian bentuk ketidakaturan akibat proses pengecilan skala. sisa kesalahan atau residu maksimal yang diperbolehkan adalah 2 mm pada skala peta. (5) Ketentuan teknis lebih lanjut tentang generalisasi diatur dengan Peraturan Kepala Badan. (4) Pembesaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 92 huruf d merupakan kegiatan menampilkan suatu objek di peta yang tidak dapat ditampilkan sesuai ukuran sebenarnya tetapi perlu dilakukan perbesaran ataupun simbolisasi sesuai spesifikasi yang ditetapkan.

(4) Untuk simbolisasi dalam peta cetak. maka pembagian lembar dan penomoran peta luaran harus disesuaikan dengan sistem indeks peta dasar nasional yang ditetapkan oleh Badan. Pasal 95 Kodefikasi unsur tata ruang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 untuk kepentingan pembangunan basisdata spasial harus disusun secara unik dan sistematik. dan c. (2) Ketentuan tata cara sistem penyajian kartografis cetak diatur dengan Peraturan Kepala Badan. deskripsi unsur tata ruang. simbolisasi unsur tata ruang.b. (2) Simbolisasi sebagaimana dimaksud pada ayat (2) menggunakan model acuan yang akan menjamin keseragaman visualisasi. dan nama jenis peta luaran. tinta cetak dan kertas cetak. (2) Dalam hal suatu wilayah harus digambarkan menjadi beberapa lembar peta luaran. (3) Sistem indeks peta luaran merupakan penggabungan kode wilayah administrasi dan sistem indeks peta dasar nasional. warna. yang disusun dengan urutan kode wilayah administrasi. (3) Daftar kode unsur baku dalam kodefikasi data dan template visualisasi untuk semua jenis peta dan skala ditetapkan dan disediakan oleh Badan. pencetakan berupa mesin cetak. 28 . semua peta harus dilengkapi dengan legenda dan indeks lokasi yang mengacu kepada indeks lokasi peta dasar pada skala yang sesuai. Pasal 97 (1) Sistem indeks peta luaran sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf d sesuai dengan kode wilayah administrasi yang ditetapkan oleh Instansi Pemerintah yang diberi tugas di bidang pemerintahan dalam negeri. Pasal 96 (1) Simbolisasi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 94 huruf b harus dibuat dalam suatu rangkaian simbol. arsiran ataupun notasi. dan b. penggunaan lembar khusus. indeks peta dasar. Pasal 98 (1) Sistem penyajian kartografis cetak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 89 ayat (2) huruf e meliputi: a.

Pasal 101 (1) Pengamanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2) huruf b dilakukan untuk menjamin agar data geospasial: a. pemprosesan hingga peta luaran. tidak dapat diubah atau dipalsukan. b. b. Peta tematik. pengamanan. (2) Pengelolaan data geospasial sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi: a. dan b. (2) Penyimpanan data geospasial dalam bentuk digital menggunakan teknologi geodatabase yang dilengkapi dengan metadata. tetap dapat digunakan. dan c. c. (3) Penyimpanan data geospasial dalam bentuk cetakan disusun dalam suatu album peta minimal dalam ukuran A3. 29 . (2) Penyelenggara penataan ruang harus membuka akses peta luaran dan peta masukan kepada masyarakat. Pasal 102 (1) Aksesibilitas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2) huruf c harus disediakan oleh penyelenggara penataan ruang. (2) Setiap orang dilarang mengubah isi data geospasial yang telah ditetapkan tanpa sepengetahuan dan seizin penyelenggara penataan ruang. (3) Penyelenggara penataan ruang harus menyerahkan duplikat data digital ke Badan untuk tujuan: a. alat bukti pada saat ada sengketa penataan ruang. penyimpanan. pengintegrasian secara nasional. (3) Spesifikasi teknis mengenai sistem pengelolaan geodatabase sebagaimana dimaksud pada ayat 1 diatur dengan Peraturan Kepala Badan. aksesibilitas. (4) Album peta sebagaimana dimaksud pada ayat (3) terdiri dari: a. pengamanan. tidak rusak oleh keadaan.BAB VI PENGELOLAAN DATA GEOSPASIAL Pasal 99 (1) Pengelolaan data geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 huruf d disusun dalam sistem pengelolaan geodatabase sejak dari peta masukan. Pasal 100 (1) Penyimpanan data geospasial sebagaimana dimaksud dalam Pasal 99 ayat (2) huruf a dilakukan dalam bentuk digital dan cetakan. dan c. b. Peta rencana tata ruang.

(2) Pembinaan teknis untuk memelihara kualitas peta tematik sektoral diselenggarakan oleh instansi yang mengadakan peta tematik sektoral. kelengkapan peta. diselenggarakan oleh instansi yang (3) Pengadaan peta rencana tata ruang di provinsi diselenggarakan oleh pemerintah provinsi terkait. akurasi.(3) Penyelenggara penataan ruang harus menyediakan fasilitas sehingga peta luaran dalam format digital yang tidak untuk diproses lanjut dapat diperoleh secara cepat. (2) Yang dimaksud teknis perpetaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup: a. warna. c. format penyimpanan secara digital termasuk kode unsur. BAB VII PENGADAAN DAN PEMBINAAN TEKNIS Pasal 103 (1) Pengadaan peta dasar diselenggarakan oleh Instansi yang berwenang di bidang survei dan pemetaan. (2) Pengadaan peta tematik sektoral mengadakan peta tematik sektoral. Peta Rencana Tata Ruang harus mendapatkan persetujuan teknis perpetaan dari Badan. d. penyajian kartografis mencakup simbol. (4) Peta luaran format digital yang memungkinkan diproses lanjut dapat diperoleh dengan prosedur sesuai peraturan perundang-undangan. Pasal 105 (1) Pembinaan teknis perpetaan untuk memelihara kualitas peta wilayah dan peta rencana tata ruang wilayah diselenggarakan oleh Badan. atau kerincian basis data. mudah dan cuma-cuma melalui media elektronik. dan e. skala. Pasal 104 (1) Sebelum diajukan untuk mendapatkan persetujuan substansi. sistem referensi geometri yang dipakai. dan kabupaten/kota (4) Pengadaan peta rencana tata ruang di kabupaten/kota diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten/kota terkait. b. 30 . (3) Provinsi sebagai wakil pemerintah pusat di daerah melakukan pembinaan kepada kabupaten/kota dalam lingkup wilayah provinsinya untuk menyelaraskan substansi peta-peta rencana tata ruangnya sesuai dengan peraturan perundang-undangan. (5) Peta luaran dalam format cetakan dapat diperoleh dengan prosedur sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. arsiran dan notasi.

(4) Badan Koordinasi Penataan Ruang Nasional melakukan penyelarasan substansi peta-peta rencana tata ruang antar provinsi. (3) Penyelenggara harus menyajikan dan memberikan akses atas peta-peta itu ke masyarakat dalam media yang semudah-mudahnya dan semurah-murahnya dengan memanfaatkan teknologi informasi khususnya internet. 31 . maka Peraturan pemerintah nomor 10 tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta Untuk Rencana Tata Ruang Wilayah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 20. BAB X KETENTUAN PENUTUP Pasal 109 Pada saat berlakunya peraturan pemerintah ini. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3934) dinyatakan tidak berlaku. b. maka data geospasial yang telah ada harus disesuaikan dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini. Pasal 106 Pembinaan teknis dilakukan melalui: a. BAB VIII PERAN SERTA MASYARAKAT Pasal 107 (1) Masyarakat berhak mengetahui peta tematik melalui katalog peta tematik yang disusun oleh instansi yang mengadakan peta tematik. (2) Masyarakat berhak mengetahui peta-peta rencana tata ruang. pendidikan dan latihan atau bimbingan teknis. BAB IX KETENTUAN PERALIHAN Pasal 108 Pada saat mulai berlakunya Peraturan Pemerintah ini. Pengembangan keterpaduan dengan sistem jaringan data spasial nasional dalam penataan ruang wilayah. selambat-lambatnya dalam lima tahun setelah berlakunya Peraturan Pemerintah ini. Pembinaan sumber daya manusia dengan sosialisasi.

SUSILO BAMBANG YUDHOYONO Diundangkan di : Jakarta Pada tanggal : MENTERI/SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN ……….Pasal 110 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Disahkan di : Jakarta Pada tanggal : PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA H. NOMOR…… 32 . Agar setiap orang mengetahuinya. memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Peta dasar dengan segala karakteristik ketelitiannya.PENJELASAN ATAS PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR ……. maka peta rencana tata ruang wilayah sebagai bagian yang tidak terpisahkan dengan rencana tata ruang wilayah harus mengandung tingkat ketelitian yang sesuai dengan skala penggambarannya. 33 . TAHUN 2010 TENTANG TINGKAT KETELITIAN PETA RENCANA TATA RUANG I. sedangkan rencana tata ruang wilayah daerah propinsi. serta rencana tata ruang wilayah daerah kota ditetapkan dengan peraturan daerah masing-masing. dan pengendalian pemanfaatan ruang agar pemanfaatan ruang sesuai dengan peta rencana tata ruang. Selanjutnya peta rencana tata ruang itu digunakan sebagai media penggambaran peta-peta tematik. Peraturan Pemerintah ini hanya mengatur tentang ketelitian peta rencana tata ruang dan turunannya. kualitas pemanfaatan ruang ditentukan antara lain oleh tingkat ketelitian rencana tata ruang yang bentuknya digambarkan dalam peta rencana tata ruang yang disusun berdasarkan suatu sistem perpetaan yang disajikan berdasarkan pada unsur-unsur serta simbol dan atau notasinya yang dibakukan secara nasional. wilayah daerah kota/kabupaten. Sesuai dengan ruang lingkup pengaturannya. peta wilayah daerah propinsi. Oleh karena rencana tata ruang wilayah tersebut berkekuatan hukum.. dan peta wilayah daerah kota. rencana tata ruang wilayah daerah kabupaten. dengan maksud agar peta wilayah tersebut tetap memiliki karakteristik ketelitian georeferensinya. pemanfaatan ruang berdasarkan hasil perencanaan tata ruang yang telah ditetapkan. Proses penyusunan peta rencana tata ruang diawali dengan ketersediaan peta dasar. ruang lautan. dan ruang udara yang terbagi dalam wilayah daerah propinsi. Rencana tata ruang dilaksanakan melalui proses perencanaan tata ruang yang menghasilkan antara lain peta rencana tata ruang. peta wilayah daerah kabupaten. maka masing-masing rencana tata ruang wilayah tersebut secara berurutan digambarkan dalam peta wilayah negara Indonesia. oleh karena itu setiap jenis peta harus memiliki ketelitian peta yang pasti sesuai karakteristiknya. PENJELASAN UMUM Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang menegaskan bahwa tingkat ketelitian peta rencana tata ruang diatur dengan peraturan pemerintah. Peta-peta tematik menjadi bahan analisis dan proses síntesis penuangan rencana tata ruang wilayah dalam bentuk peta bagi penyusunan rencana tata ruang. Dengan kata lain. menjadi dasar bagi pembuatan peta rencana tata ruang wilayah. Penggambaran rencana tata ruang wilayah pada peta wilayah tersebut berwujud peta rencana tata ruang wilayah. Oleh karena ruang wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang meliputi ruang daratan. Peta wilayah tersebut di atas diturunkan dari peta dasar sedemikian rupa sehingga hanya memuat unsur-unsur rupa bumi yang diperlukan dari peta dasar. Peta rencana tata ruang wilayah nasional ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

pelabuhan. Pasal 4 Ayat (1) Yang dimaksud dengan ”metode proses tertentu” adalah cara mengolah data dan peta dari berbagai sumber dalam suatu sistem informasi geografis (SIG). permukiman. Penggambaran unsur-unsur tersebut disesuaikan dengan keadaan di muka bumi dan pemanfaatan ruang yang direncanakan.Alokasi pemanfaatan ruang untuk kawasan lindung. 34 . PENJELASAN PASAL DEMI PASAL Pasal 1 Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas. nama sungai. rencana tata ruang wilayah kabupaten. dan berkualitas. bandar udara. tepat. Oleh karena dalam perencanaan tata ruang diperlukan data dan informasi tentang tema-tema tertentu yang berkaitan dengan sumber daya alam dan sumber daya buatan. II. Huruf c Yang dimaksud dengan ”metode proses spasial” adalah standar algoritma proses spasial atau keruangan dalam perencanaan untuk menghasilkan rekomendasi yang teliti yang akan dituangkan dalam rencana tata ruang. kawasan budi daya. dan unsur buatan seperti jalan. benar. Huruf b Yang dimaksud dengan ”peta masukan” adalah peta-peta dan/atau data yang dijadikan sebagai input untuk rencana tata ruang. sungai. maka Peraturan Pemerintah ini erat kaitannya dengan peraturan perundang-undangan lain yang memuat ketentuan yang mengandung segi-segi penataan ruang. serta rencana tata ruang kawasan. Pasal 3 Huruf a Yang dimaksud dengan ”peta luaran” adalah peta-peta hasil rencana tata ruang. dan kodefikasi. rencana tata ruang wilayah propinsi. Huruf d Yang dimaksud dengan “pengelolaan data geospasial dan informasi geospasial” adalah cara penyimpanan data geospasial dan informasi geospasial yang digunakan. serta unsurunsur kawasan lindung dan kawasan budi daya dengan batas wilayah administrasi dan nama kota. digambarkan dengan unsur alam seperti garis pantai. kawasan perdesaan dan kawasan tertentu dalam rencana tata ruang wilayah nasional. dokumentasi proses spasial maupun peta penyajiannya kedalam suatu struktur. Yang dimaksud dengan “akurat” adalah data dan informasi peta tata ruang yang cermat. kawasan perkotaan. danau. format. Pasal 2 Yang dimaksud dengan “sistem” adalah kumpulan substansi/bahan dan proses analisis untuk rencana tata ruang. dan rencana tata ruang wilayah kota. dan nama laut.

dan jaringan transportasi sungai. Contoh skala yang lebih kecil dari 1:1. dan terminal tipe B. sistem jaringan telekomunikasi nasional dan sistem jaringan sumberdaya air nasional dapat digambarkan tersendiri secara terpisah dari peta struktur wilayah nasional apabila secara kartografis penggambarannya tidak memungkinkan.000. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “satu cakupan wilayah nasional secara utuh” adalah bahwa sistem perkotaan nasional dan sistem jaringan transportasi nasional harus digambarkan dalam satu sistem kesatuan karena merupakan satu kesatuan alur pikir.Pasal 5 Cukup jelas. Pasal 9 Ayat (1) Cukup jelas.000” adalah bahwa skala yang diperbolehkan tidak boleh lebih kecil dari 1:1. jalur kereta api khusus. jalur kereta api jalur tunggal.000. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “ digambarkan pada peta tersendiri” adalah sistem jaringan energi nasional. danau dan penyeberangan. danau dan penyeberangan berupa pelabuhan sungai.000. jalan strategis nasional. pelabuhan danau.000. jalur kereta api umum antar kota. jalur kereta api layang. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi darat” meliputi jaringan jalan dan terminal.000 adalah 1:1. jalur kereta api bawah tanah. pelabuhan penyeberangan lintas antarprovinsi dan antarnegara. alur pelayaran angkutan sungai. Jaringan jalan dan terminal berupa jalan tol atau jalan bebas hambatan.500. Pasal 10 Ayat (1) Cukup jelas. Pasal 8 Cukup jelas. Jaringan rel kereta api dan stasiun berupa stasiun kereta api. pelabuhan penyeberangan lintas antar kabupaten/kota. terminal tipe A. jalur kereta api umum perkotaan. Pasal 7 Yang dimaksud dengan ”skala minimal 1:1. jaringan rel kereta api dan stasiun. jalan kolektor primer. jalur kereta api atas tanah. pelabuhan penyeberangan lintas 35 . jalan arteri primer. alur pelayaran angkutan danau. Jalur kereta api yang disebut di atas dapat berupa jalur kereta api jalur ganda. Pasal 6 Cukup jelas. Jaringan transportasi sungai.000.

lintas penyeberangan antar kabupaten/kota yang menghubungkan antarjaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi. ruang udara di atas bandar udara. pelabuhan regional. dan ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. Kawat saluran udara berupa jaringan transmisi saluran udara tegangan ultra tinggi (SUTUT). jaringan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT). 36 . dan kabel bawah laut. jaringan transmisi saluran udara tegangan menengah (SUTM). lintas penyeberangan antarprovinsi yang menghubungkan antarjaringan jalan nasional dan antarjaringan jalur kereta api antarprovinsi. alur pelayaran nasional yang menghubungkan antarpelabuhan nasional. jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). pelabuhan khusus. pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). pembangkit listrik tenaga panasbumi (PLTP). pelabuhan internasional. lintas penyeberangan antarnegara yang menghubungkan antarjaringan jalan pada kawasan perbatasan. dan alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional. pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). alur pelayaran nasional yang menghubungkan antara pelabuhan nasional dan pelabuhan regional. pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Huruf c Yang dimaksud dengan “pembangkit tenaga listrik” dapat berupa pembangkit listrik tenaga air (PLTA). dan lintas pelabuhan penyeberangan dalam kabupaten/kota yang menghubungkan antarjaringan jalan kabupaten/kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten/kota. dan pembangkit listrik lainnya. jaringan pelayaran internasional yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional. kabel bawah tanah. dan/atau jaringan transmisi saluran udara tegangan rendah (SUTR). pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi udara” adalah berupa bandar udara umum pusat penyebaran primer. bandar udara umum pusat penyebaran sekunder. alur pelayaran internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI). bandar udara umum bukan pusat penyebaran. Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan listrik” adalah listrik dengan tegangan nominal lebih dari 35 KV berupa kawat saluran udara. pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan internasional atau pelabuhan internasional hub.dalam kabupaten/kota. Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi laut” mencakup pelabuhan internasional hub. ruang udara di sekitar bandar udara. dan bandar udara umum pusat penyebaran tersier. bandar udara khusus. jaringan pelayaran internasional yang menghubungkan antara pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional dengan pelabuhan internasional di negara lain. pelabuhan nasional.

kantor pos besar. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan pelestarian alam. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan rawan bencana alam” mencakup kawasan rawan tanah longsor. Pasal 12 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya” mencakup kawasan hutan lindung. suaka alam dan cagar budaya” mencakup kawasan suaka alam. taman nasional dan taman nasional laut. sempadan sungai. transmisi kabel laut. dan kantor pos kecil. Ayat (5) Huruf a Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “stasiun bumi” adalah bangunan berfungsi sebagai stasiun telekomunikasi. kawasan bergambut. 37 . Huruf d Yang dimaksud dengan “bendungan besar” adalah bangunan yang dibuat untuk membendung aliran air. kawasan sekitar waduk/danau. kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. Huruf c Yang dimaksud dengan “cekungan air tanah” dapat berupa cekungan air tanah lintas negara dan cekungan air tanah lintas provinsi. jaringan international. dan kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. Pasal 11 Cukup jelas. taman wisata alam dan taman wisata alam laut. kawasan sekitar mata air. cagar alam dan cagar alam laut. Huruf e Yang dimaksud dengan “kanal besar” adalah bangunan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan.Ayat (4) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan terestrial” adalah berupa jaringan mikro digital. kawasan rawan gelombang pasang. jaringan kabel laut. dan kawasan lindung keagamaan. Huruf b Yang dimaksud dengan “sistem sumber daya air pada setiap wilayah sungai” adalah berupa batas sistem wilayah sungai lintas negara dan batas sistem wilayah sungai lintas provinsi. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan perlindungan setempat” mencakup sempadan pantai. dan kawasan rawan banjir. stasiun telepon otomat. transmisi kabel laut (konstruksi). ruang terbuka hijau (termasuk di dalamnya hutan kota). suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut. kawasan pantai berhutan bakau. jaringan serat optik. taman hutan raya. dan kawasan resapan air.

Huruf h Yang dimaksud dengan “kawasan pariwisata” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi pariwisata. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan pertambangan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan yang secara ekonomis mempunyai potensi bahan tambang. daerah pembuangan amunisi 38 . Pasal 14 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis dari sudut pertahanan dan keamanan” berupa daerah latihan militer. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan perkebunan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan atau perkebunan yang menghasilkan baik bahan pangan maupun bahan baku industri. ramsar. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan lindung lainnya” mencakup cagar biosfer. Pasal 13 Cukup jelas. adat atau ulayat. taman buru. B dan C. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan pertanian pangan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan. dan kawasan koridor bagi jenis satwa atau biota laut yang dilindungi. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan hutan produksi” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi.Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan lindung geologi” mencakup kawasan cagar alam geologi. Huruf g Yang dimaksud dengan “kawasan industri” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi industri. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan hutan rakyat” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi hutan yang dimiliki oleh rakyat. Huruf i Yang dimaksud dengan “kawasan permukiman” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi permukiman diluar kawasan lindung. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan perikanan” adalah kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan. mencakup bahan tambang golongan A. dan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “terlalu kecil” adalah ukuran dari obyek yang digambarkan kurang dari 2 x 2 mm. kawasan perlindungan plasma nutfah. kawasan rawan bencana alam geologi. kawasan terumbu karang. Huruf j Cukup jelas. kawasan pengungsian satwa.

kawasan industri sistem pertahanan. Taman Nasional Ujung Kulon. atau kawasan perlindungan keseimbangan iklim makro. Pasal 16 Cukup jelas. gudang amunisi. kawasan yang menjadi instalasi tenaga nuklir. Pasal 17 Ayat (1) Yang dimaksud dengan ”menggambarkan” RTRWN yang ada pada provinsi terkait dengan tingkat kedetilan geometri pada skala untuk peta 39 . atau kawasan yang memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial skala nasional. kawasan yang diakui sebagai warisan dunia termasuk Taman Nasional Lorentz. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa kawasan pertambangan minyak dan gas bumi. Ayat (2) Cukup jelas. kawasan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya serta jati diri bangsa. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah. atau kawasan tertinggal. Ayat (4) Cukup jelas. kawasan berpotensi ekspo. daerah uji coba sistem persenjataan. aset nasional atau internasional yang harus dilindungi dan dilestarikan. kawasan perlindungan keanekaragaman hayati. kawasan penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. kawasan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian negara. Pasal 15 Ayat (1) Cukup jelas. kawasan perlindungan peninggalan budaya nasional. kawasan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. dan Taman Nasional Komodo. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut sosial dan budaya” berupa kawasan pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya nasional. kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. atau kawasan industri strategis nasional. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “data batimetri” adalah kontur kedalaman laut. kawasan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi.. atau pulaupulau kecil terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan/atau laut lepas. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa kawasan ekonomi cepat tumbuh. kawasan pertambangan minyak dan gas bumi lepas pantai.dan peralatan pertahanan lainnya. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan strategis nasional dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup termasuk di dalamnya. kawasan pendukung ketahanan pangan nasional. kawasan pendukung ketahanan energi nasional.

terdiri dari pelabuhan internasional hub. Jaringan Rel Kereta Api dan Stasiun yang terdiri atas jaringan jalur kereta api umum dan jaringan jalur kereta api khusus. Huruf b Yang dimaksud dengan “Pusat Kegiatan Nasional promosi (PKNp)” adalah pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKN. dan pelabuhan lokal. pelabuhan nasional. kegiatan pelayanan pemerintahan. rekreasi dan olahraga. pelabuhan danau. terminal tipe A dan terminal tipe B. 40 . Danau. dan pelabuhan khusus. Penggambaran pada peta RTRWN ditujukan hanya untuk koordinasi antar Provinsi. kesehatan. Huruf c Yang dimaksud dengan “Pusat Kegiatan Wilayah promosi (PKWp)” adalah pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari dapat ditetapkan sebagai PKW. serta Jaringan Sungai. Pasal 18 Huruf a Yang dimaksud dengan “Pusat Kegiatan Lokal” dalam sistem perkotaan provinsi merupakan pusat kegiatan lokal dalam sistem nasional yang penetapannya diamanatkan kepada Provinsi. jalan strategis provinsi. Ayat (2) Cukup jelas. dan pelabuhan penyeberangan yang berada di wilayah provinsi. pelabuhan internasional.Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi. kegiatan sosial seperti pendidikan. dan simpul kegiatan transportasi yang melayani satu kabupaten/kota atau lebih dan pelayanan prasaranan lainnya. lintas penyeberangan yang berada di wilayah provinsi dan pelabuhan sungai. yang memiliki fungsi sebagai pusat kegiatan yang merupakan pemusatan permukiman penduduk. yang ketelitiannya lebih baik (lebih detil) dari peta RTRWN. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “satu lembar peta wilayah provinsi secara utuh” adalah bahwa sistem perkotaan dan sistem prasarana utama harus digambarkan dalam satu sistem kesatuan karena merupakan satu kesatuan alur pikir. kegiatan ekonomi. sedang untuk memastikan koordinasi antar Kabupaten/Kota harus dilakukan pada peta RTRWP. Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi laut” terdiri dari Pelabuhan. Pasal 19 Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi darat” mencakup Jaringan Jalan dan Terminal yang terdiri atas jalan kolektor primer. Ayat (4) Yang dimaksud dengan “ digambarkan pada peta tersendiri” adalah sistem perkotaan dan sistem prasarana utama dapat digambarkan tersendiri secara terpisah dari peta struktur wilayah nasional apabila secara kartografis penggambarannya tidak memungkinkan. pelabuhan regional. stasiun kereta api besar dan stasiun kereta api sedang. dan Penyeberangan yang terdiri atas alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai dan danau.

41 . jaringan transmisi saluran udara tegangan tinggi (SUTT). Huruf b Cukup jelas. ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk operasi penerbangan dan ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. Huruf e Yang dimaksud dengan “waduk penampungan air besar” adalah saluran air buatan untuk keperluan irigasi. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan terestrial” adalah berupa jaringan mikro digital. jaringan serat optik dan kabel laut. dan/atau jaringan transmisi saluran udara tegangan rendah (SUTR). instalasi produksi. pembangkit listrik tenaga gas (PLTG). Huruf b Cukup jelas. jaringan transmisi saluran udara tegangan menengah (SUTM). Huruf b Yang dimaksud dengan “pembangkit tenaga listrik” mencakup pembangkit listrik tenaga air (PLTA). jaringan mikro analog. Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. pipa air bersih utama.Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi udara” adalah terdiri dari Bandar udara yang telah ditetapkan dalam RTRWN. jaringan transmisi saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET). pipa jaringan air bersih. Huruf d Yang dimaksud dengan “bendungan” adalah bangunan yang dibuat untuk membendung aliran air. pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD). dan/atau pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP). Huruf g Yang dimaksud dengan “fasilitas air bersih” mencakup mata air. intake. Pasal 20 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “sistem prasarana listrik provinsi” mencakup jaringan transmisi saluran udara tegangan ultra tinggi (SUTUT). pipa air bersih sekunder. pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Huruf c Cukup jelas. bandar udara khusus yang berada di wilayah provinsi. dan ruang udara yang terdiri dari ruang udara di atas bandar udara yang dipergunakan langsung untuk kegiatan bandar udara. pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB). bak penampungan. Huruf f Yang dimaksud dengan “kanal besar” adalah bangunan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan. dan jalur distribusi air bersih.

Ayat (2) Kawasan budidaya provinsi dalam pemetaan tidak didetailkan lebih rinci. memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. Pasal 25 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi” adalah kawasan yang memiliki nilai strategis ekonomi yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi provinsi yaitu merupakan aglomerasi berbagai kegiatan ekonomi yang memiliki potensi ekonomi cepat tumbuh. Pasal 23 Cukup jelas. dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi di wilayah provinsi. seperti halnya kawasan yang diperuntukkan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategi. memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian dan pengembangan antariksa. potensi ekspor. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pandang sosial budaya” dapat merupakan kawasan budi daya maupun kawasan lindung yang memiliki nilai strategis sosial budaya di wilayah provinsi. atau fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. pengembangan antariksa. serta tenaga atom dan nuklir. kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi. memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir. Huruf b Cukup jelas. memiliki sumber daya alam strategis. atau memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial. merupakan prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan. sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Pasal 22 Ayat (1) Kawasan lindung provinsi dalam pemetaan tidak didetailkan lebih rinci. seperti halnya kawasan yang antara lain merupakan tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya. atau memiliki fungsi sebagai lokasi penggunaan teknologi tinggi strategis. merupakan aset yang harus dilindungi dan dilestarikan.Pasal 21 Cukup jelas. merupakan tempat perlindungan peninggalan budaya. 42 . Pasal 24 Cukup jelas.

Huruf b Yang dimaksud dengan “pusat pelayanan lingkungan (PPL)” merupakan pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa.jalan lokal adalah jalan yang menghubungkan ibukota kabupaten dengan ibukota kecamatan. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan. Huruf f Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “pusat kegiatan lokal promosi (PKLp)” merupakan pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari ditetapkan sebagai PKL. kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro. untuk meningkatkan kelancaran pemasaran hasil-hasil produksi. yang meliputi pembangunan jalan/jembatan baru untuk membuka kawasan terisolasi. Pasal 29 Huruf a Yang dimaksud dengan “pusat pelayanan kawasan (PPK)” merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa. ibukota kabupaten dengan pusat desa. kawasan yang menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup. ibukota kecamatan dengan desa. Pasal 28 Cukup jelas. antaribukota kecamatan. . Pasal 27 Cukup jelas. Pasal 30 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan jalan” mencakup: . merupakan kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian. kawasan yang merupakan kawasan rawan bencana alam. . Pasal 26 Cukup jelas.jalan strategis kabupaten. dan pusat kegiatan tersebut harus ditetapkan sebagai kawasan strategis kabupaten. Pusat kegiatan yang dapat dipromosikan menjadi PKLp hanya pusat pelayanan kawasan (PPK).Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” merupakan kawasan yang memiliki nilai strategis fungsi dan daya dukung lingkungan hidup.jembatan. seperti halnya kawasan yang merupakan tempat perlindungan keanekaragaman hayati. atau kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan. serta untuk 43 . dan antardesa.

. termasuk subway dan monorel.pelabuhan sungai dan pelabuhan danau yang terdapat pada wilayah kabupaten.bandar udara umum dan Bandar udara khusus yang terdapat pada wilayah kabupaten. Huruf b Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi laut” skala kabupaten mencakup: .alur pelayaran untuk kepentingan angkutan sungai dan alur pelayaran untuk kegiatan angkutan danau yang terdapat pada wilayah kabupaten.alur pelayaran yang terdapat pada wilayah kabupaten baik internasional maupun nasional. yang terdiri atas jaringan jalur kereta api antarkota dan jaringan jalur kereta api perkotaan. .stasiun kereta api. provinsi/metropolitan.lintas penyeberangan yang terdapat pada wilayah kabupaten. kelas pelayanan sebagai terminal antar wilayah (type A).ruang udara untuk penerbangan. atau sub terminal. dan . Yang dimaksud dengan “jaringan rel kereta api” mencakup: .jaringan jalur kereta api umum yang berada pada wilayah kabupaten. 44 . misalnya berupa jalur bus (bus way). pelabuhan internasional. danau dan penyeberangan” mencakup: . .pelabuhan laut yang terdapat pada wilayah kabupaten. Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi sungai. pelabuhan nasional. . dan pelabuhan lokal. wilayah kota (tipe B) atau lokal (tipe C) sesuai dengan hirarki pusat kegiatan dalam sistem nasional. dan .lokasi terminal sesuai dengan jenis. Pasal 31 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan pipa minyak dan gas bumi” merupakan penjabaran jaringan pipa minyak dan gas bumi dalam wilayah kabupaten (jika ada). dan pelabuhan khusus. sosial dan budaya lainnya.jaringan jalur kereta api khusus yang berada pada wilayah kabupaten.pelabuhan penyeberangan yang terdapat pada wilayah kabupaten. . yang terdiri atas: pelabuhan internasional hub. . ruang udara di sekitar bandar udara yang dipergunakan untuk operasi penerbangan. .pengembangan prasarana dan sarana angkutan umum massal wilayah. Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi udara” skala kabupaten mencakup: .meningkatkan kelancaran kegiatan ekonomi. Ayat (2) Cukup jelas. yang terdiri atas ruang udara di atas bandar udara yang dipergunakan langsung untuk kegiatan bandar udara. pelabuhan regional. dan ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan.

serta jaringan irigasi air tanah. serta pengolahan limbah cair dan padat. Huruf b Yang dimaksud dengan “wilayah sungai kabupaten” adalah termasuk waduk. Huruf c Yang dimaksud dengan “jaringan irigasi” berfungsi untuk mendukung produktivitas usaha tani terdiri dari saluran. dan lain sebagainya. dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dalam wilayah kota (jika ada). dan bangunan pelengkapnya yang merupakan satu kesatuan yang diperlukan untuk penyediaan. bangunan. pembagian. Pasal 32 Cukup jelas. saluran air hujan primer. Huruf f Yang dimaksud dengan “sistem pengendalian banjir” termasuk saluran drainase primer. PLTB. penggunaan. Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Sampah. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya” skala kabupaten mencakup kawasan bergambut dan kawasan resapan air. gardu induk distribusi. mencakup prasarana pengelolaan lingkungan yang terdiri dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Sementara. PLTS. Pasal 33 Huruf a Cukup jelas. dan rencana sistem alternatif sumber daya lainnya seperti migas. lokasi pembangkit. dan sistem distribusi. Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET). PLTG. 45 . saluran drainase sekunder. Jaringan irigasi terdiri dari jaringan irigasi primer. Ayat (4) Yang dimaksud dengan “sistem prasarana wilayah kabupaten lainnya” meliputi jaringan prasarana lingkungan. dan embung pada wilayah kabupaten. Huruf c Yang dimaksud dengan “pembangkit tenaga listrik” dapat berupa skala besar maupun mikro yang berupa PLTA. Huruf e Cukup jelas. sekunder dan tersier. situ. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (3) Huruf a Cukup jelas. dan PLTP. PLTU. PLTD. Huruf d Cukup jelas.Huruf b Yang dimaksud dengan “Jaringan listrik” merupakan penjabaran jaringan transmisi tenaga listrik Saluran Utama Tegangan Ultra Tinggi (SUTUT). dan pembuangan air irigasi. tenaga surya. jalur-jalur distribusi energi kelistrikan. panas bumi. pemberian. PLTN. saluran air hujan sekunder.

Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan perikanan” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan perikanan tangkap. taman wisata alam dan taman wisata alam laut. dan peruntukan hutan produksi yang dapat dikonversi. peruntukan hutan produksi tetap. kawasan pantai berhutan bakau. peruntukan minyak dan gas bumi. kawasan sekitar danau atau waduk. dan peruntukan pariwisata buatan. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan pertambangan” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan mineral dan batubara. peruntukan pariwisata alam. peruntukan panas bumi. suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut.Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan perlindungan setempat” mencakup sempadan pantai. kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. cagar alam dan cagar alam laut.. dan peruntukan kawasan pengolahan ikan. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan rawan bencana alam” meliputi: kawasan rawan tanah longsor. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan pertanian” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan pertanian lahan basah. peruntukan tanaman pangan. kawasan rawan gelombang pasang dan kawasan rawan banjir. peruntukan pertanian lahan kering. kawasan rawan bencana alam geologi dan kawasan yang memberikan perlindungan terhadap air tanah. 46 . peruntukan industri sedang dan peruntukan industri rumah tangga. dan peruntukan hortikultura. Huruf g Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan industri” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan industri besar. dan peruntukan air tanah di kawasan pertambangan. Huruf h Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan pariwisata” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan pariwisata budaya. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan perkebunan” dirinci berdasarkan jenis komoditas perkebunan yang ada di wilayah kabupaten. Huruf d Yang dimaksud dengan ”Kawasan suaka alam. taman hutan raya. pelestarian alam dan cagar budaya” meliputi: kawasan suaka alam. serta kawasan lindung spiritual dan kearifan lokal lainnya. kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. Huruf b Cukup jelas. Huruf f Yang dimaksud dengan “kawasan lindung geologi” meliputi: kawasan cagar alam geologi. peruntukan budidaya perikanan. sempadan sungai. kawasan sekitar mata air. Pasal 34 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan hutan produksi” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan hutan produksi terbatas. taman nasional dan taman nasional laut.

atau . 47 . . terutama dikaitkan dengan karakter lokasi.aset yang harus dilindungi dan dilestarikan. . atau . . dataran tinggi.tempat yang memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. pengembangan antariksa.prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. .Huruf i Yang dimaksud dengan “kawasan peruntukan permukiman” dirinci meliputi kawasan-kawasan: peruntukan permukiman perkotaan dan peruntukan permukiman perdesaan.fungsi sebagai pusat pengendalian dan pengembangan antariksa. .fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.potensi ekspor. . serta tenaga atom dan nuklir. .fungsi sebagai lokasi penggunaan teknologi tinggi strategis. instalasi militer. Sebagai kawasan budidaya maka permukiman diarahkan dalam kajian lokasi dan fungsi masing-masing permukiman.tempat yang memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial.kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi. Pasal 36 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa .potensi ekonomi cepat tumbuh. .fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. Huruf j Yang termasuk “kawasan peruntukan lainnya” dapat berupa instalasi pembangkit energi listrik.tempat perlindungan keanekaragaman hayati. . .sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. . .kawasan yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah kabupaten. dan instalasi lainnya. Pasal 35 Cukup jelas.tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya.fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut sosial dan budaya” berupa: . dan sebagainya.sumber daya alam strategis.dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa: .tempat perlindungan peninggalan budaya. atau .peruntukan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategi. . Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kabupaten dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa: . misalnya di pegunungan. permukiman pantai.

Pasal 37 Cukup jelas.alur pelayaran untuk kegiatan angkutan sungai. .kawasan rawan bencana alam.lokasi terminal sesuai dengan jenis dan kelas pelayanannya.kawasan yang menuntut prioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidup. Pasal 38 Cukup jelas. .jaringan jalur kereta api termasuk subway dan monorail.jaringan jalan provinsi yang ada di Daerah Khusus Ibukota Jakarta. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan andalan kabupaten” mencakup kawasan andalan darat dan kawasan andalan laut.kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro. Huruf c Yang dimaksud dengan ”pusat lingkungan” adalah pusat pelayanan yang melayani skala lingkungan wilayah kota. Pasal 41 Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan jalan” mencakup: . . Huruf b Yang dimaksud dengan “alur pelayaran” mencakup alur pelayaran yang berada pada wilayah kota bersangkutan.pelabuhan/dermaga. .jaringan jalan tol di dalam wilayah kota dan jaringan jalan sekunder di dalam kota. atau . Pasal 40 Huruf a Yang dimaksud dengan ”pusat kota” adalah pusat pelayanan yang melayani seluruh wilayah kota dan/atau regional. Huruf b Yang dimaksud dengan ”subpusat kota” adalah pusat pelayanan yang melayani sub-wilayah kota. dan .kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. Pasal 39 Cukup jelas. dan penyeberangan dalam wilayah kota dan antar wilayah. .stasiun kereta api. dan . danau. Yang dimaksud dengan “jaringan transportasi sungai. 48 . danau dan penyeberangan” mencakup: . dan Yang dimaksud dengan “jaringan rel kereta api” mencakup: ..kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan. .kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian.

Yang dimaksud dengan “ruang udara” mencakup ruang udara di atas bandara yang dipergunakan langsung untuk kegiatan bandar udara (ketentuan keselamatan yang ditetapkan dalam Kawasan Keselamatan Operasional Penerbangan (KKOP)) dan ruang udara di sekitar bandar udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan. Huruf d Yang dimaksud dengan “sistem Persampahan Kota” adalah meliputi tempat pembuangan sampah sementara (TPS) dan tempat pemrosesan akhir sampah (TPA). PLTG. Ayat (2) Cukup jelas. PLTS. PLTA. dan tersier yang berfungsi untuk mengalirkan limpasan air hujan (storm water) dan air permukaan lainnya untuk menghindari genangan air di wilayah kota. dan PLTP. 49 . PLTU. diperlukan instalasi tambahan untuk membersihkan air limbah tersebut sebelum masuk ke jaringan air buangan kota. SUTET. sekunder. Huruf b Yang dimaksud dengan “Jaringan listrik” dapat berupa SUTUT. Huruf e Yang dimaksud dengan “Sistem Drainase Kota” meliputi jaringan primer. Huruf c Untuk air limbah yang mengandung B3.Yang dimaksud dengan “pelabuhan” mencakup pelabuhan laut yang berada di wilayah kota. Ayat (3) Cukup jelas. Ayat (4) Huruf a Yang dimaksud dengan “prasarana penyediaan air minum kota” adalah sistem penyediaan air minum kota mencakup sistem jaringan perpipaan dan/atau bukan jaringan perpipaan. PLTD. Huruf b Yang dimaksud dengan “pengelolaan air Limbah Kota” adalah sistem pengelolaan air limbah kota meliputi sistem air pembuangan yang terdiri atas sistem pembuangan air limbah (sewage) termasuk sistem pengolahan berupa instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan sistem pembuangan air buangan rumah tangga (sewerage) baik individual maupun komunal. Huruf c Yang dimaksud dengan “bandar udara” mencakup Bandar udara yang berada di wilayah kota. PLTB. SUTT. SUTM. Huruf c Yang dimaksud dengan “Pembangkit tenaga listrik” skala kabupaten dapat berupa Gardu Induk Distribusi. SUTR dan Jaringan Distribusi. PLTN. Pasal 42 Ayat (1) Huruf a Yang dimaksud dengan “jaringan pipa minyak dan gas bumi” merupakan penjabaran jaringan pipa minyak dan gas bumi dalam wilayah kota (jika ada).

Pasal 43 Cukup jelas. dan kawasan cagar budaya dan ilmu pengetahuan. Huruf f yang meliputi kawasan rawan tanah longsor. taman rw. kawasan sekitar waduk/danau. dan kawasan lindung keagamaan. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan perlindungan setempat” mencakup sempadan pantai. dan perumahan dengan kepadatan rendah. Pasal 44 Huruf a Cukup jelas. ruang pejalan kaki di RTH. Huruf g Yang dimaksud dengan “Jalur Evakuasi Bencana” meliputi escape way dan melting point baik dalam skala kota maupun kawasan. ruang pejalan kaki di bawah tanah. cagar alam dan cagar alam laut. suaka margasatwa dan suaka margasatwa laut. sempadan sungai. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan suaka alam dan cagar budaya” mencakup kawasan suaka alam. kawasan suaka alam laut dan perairan lainnya. ruang pejalan kaki di kawasan komersial/perkantoran. Huruf g Cukup jelas. Pasal 45 Huruf a Kawasan perumahan dapat dirinci meliputi perumahan dengan kepadatan tinggi. dan kawasan resapan air. ruang pejalan kaki di sisi air. taman kota dan permakaman. taman hutan raya. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya” mencakup kawasan hutan lindung. Huruf d Yang dimaksud dengan “ruang terbuka hijau (rth) kota” antara lain meliputi taman rt. dan ruang pejalan kaki di atas tanah. pusat perbelanjaan dan toko modern. Huruf b Kawasan perdagangan dan jasa terdiri atas pasar tradisional. kawasan sekitar mata air.Huruf f Yang dimaksud dengan “Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Jalan Pejalan Kaki” dapat direncanakan dalam bentuk ruang pejalan kaki di sisi jalan. Huruf d Kawasan industri meliputi industri rumah tangga/kecil dan industri ringan. Huruf c Kawasan perkantoran terdiri atas perkantoran pemerintahan dan perkantoran swasta. 50 . perumahan dengan kepadatan sedang. taman wisata alam dan taman wisata alam laut. kawasan bergambut. kawasan pantai berhutan bakau. kawasan rawan gelombang pasang dan kawasan rawan banjir.

fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi sumber energi dalam rangka mewujudkan ketahanan energi. . 51 . . pariwisata alam. .prioritas peningkatan kualitas sosial dan budaya. .fungsi untuk mempertahankan tingkat produksi pangan dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan.sektor unggulan yang dapat menggerakkan pertumbuhan ekonomi. Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut sosial dan budaya” berupa: . . Huruf i Kawasan peruntukan lainnya meliputi: pertanian. peribadatan.potensi ekspor.Huruf e Kawasan pariwisata terdiri atas pariwisata budaya.kegiatan ekonomi yang memanfaatkan teknologi tinggi. kesehatan.tempat yang memberikan perlindungan terhadap keanekaragaman budaya. Pasal 47 Huruf a Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa . peruntukan militer. . Huruf g Kawasan ruang evakuasi bencana meliputi ruang terbuka atau ruangruang lainnya yang dapat berubah fungsi menjadi melting point ketika bencana terjadi. .kriteria lainnya yang dikembangkan sesuai dengan kepentingan pembangunan kota. peruntukan pelayanan umum (pendidikan. dan pariwisata buatan. dan/atau . . .tempat yang memiliki potensi kerawanan terhadap konflik sosial.tempat perlindungan peninggalan budaya. dan lain-lain sesuai dengan peran dan fungsi kota. . serta keamanan dan keselamatan). Pasal 46 Cukup jelas.pengaruh yang dapat mempercepat pertumbuhan kawasan tertinggal di dalam wilayah kota.aset yang harus dilindungi dan dilestarikan. dan/atau . Huruf h Cukup jelas.sumber daya alam yang strategis untuk kepentingan pembangunan kota.hasil karya cipta budaya masyarakat kota yang dapat menunjukkan jatidiri maupun penanda (vocal point. . landmark) budaya kota. .dukungan jaringan prasarana dan fasilitas penunjang kegiatan ekonomi. .potensi ekonomi cepat tumbuh. pertambangan. Huruf f Cukup jelas.tempat pelestarian dan pengembangan adat istiadat atau budaya.

.tempat perlindungan keanekaragaman hayati. Pasal 50 Cukup jelas.memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian dan pengembangan antariksa.memiliki fungsi sebagai pusat pengendalian tenaga atom dan nuklir. Pasal 52 Cukup jelas. 52 . atau .kawasan yang memberikan perlindungan keseimbangan tata guna air yang setiap tahun berpeluang menimbulkan kerugian. . Pasal 49 Cukup jelas.memiliki sumber daya alam strategis. flora dan/atau fauna yang hampir punah atau diperkirakan akan punah yang harus dilindungi dan/atau dilestarikan. Pasal 54 Huruf a Cukup jelas.memiliki fungsi sebagai lokasi penggunaan teknologi tinggi strategis.kawasan yang sangat menentukan dalam perubahan rona alam dan mempunyai dampak luas terhadap kelangsungan kehidupan.kawasan yang diperuntukkan bagi kepentingan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdasarkan lokasi sumber daya alam strategi.kawasan yang menuntut prioritas tinggi untuk peningkatan kualitas lingkungan hidup. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan andalan kota” mencakup kawasan andalan darat dan kawasan andalan laut. Pasal 53 Cukup jelas. . serta tenaga atom dan nuklir.Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa: .kawasan lindung yang ditetapkan bagi perlindungan ekosistem. Pasal 51 Cukup jelas. dan/atau . . . . . Pasal 48 Cukup jelas.kawasan rawan bencana alam. . pengembangan antariksa. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis kota dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa: .kawasan yang memberikan perlindungan terhadap keseimbangan iklim makro.

kawasan pusat kegiatan keagamaan. kawasan unggulan/andalan berkembang. kawasan pengembangan potensi khusus. Pasal 63 Cukup jelas. dan/atau kawasan konservasi warisan budaya. Huruf c Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut sosial dan budaya” berupa kawasan pusat perkantoran pemerintahan. termasuk kawasan yang diakui sebagai warisan dunia. 53 . kawasan adat tertentu. kawasan pariwisata (kota tua. Pasal 58 Cukup jelas. kawasan pusat sejarah keagamaan. wisata buatan unggulan). Pasal 60 Cukup jelas. Pasal 59 Cukup jelas. Pasal 61 Cukup jelas. Huruf d Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pendayagunaan sumber daya alam dan/atau teknologi tinggi” berupa kawasan pertambangan minyak dan gas bumi. kawasan pusat perdagangan skala provinsi. Pasal 56 Cukup jelas. kawasan yang menjadi instalasi tenaga nuklir. Kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas. dan/atau kawasan Agropolitan.Huruf b Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut pertumbuhan ekonomi” berupa kawasan ekonomi khusus (KEK). dan/atau kawasan industri strategis provinsi. kawasan unggulan/andalan prospektif berkembang. Pasal 55 Cukup jelas. kawasan pertambangan minyak dan gas bumi lepas pantai. kawasan berikat. kawasan makam-makam bersejarah. Pasal 62 Cukup jelas. kawasan pengembangan ekonomi terpadu (KAPET). kawasan tertinggal. Pasal 57 Cukup jelas. Huruf e Yang dimaksud dengan “kawasan strategis provinsi dari sudut fungsi dan daya dukung lingkungan hidup” berupa kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

Yang dimaksud dengan “kerincian data minimal” adalah kedalaman tingkat klasifikasi suatu unsur yang memungkinkan untuk digambarkan pada peta. Pasal 73 Cukup jelas. Huruf b Yang dimaksud dengan “akurasi pengukuran minimal” adalah akurasi gemoteris minimal dalam pengukuran di lapangan atau dengan metode lain yang diperbolehkan untuk menggambarkan sebuah unsur peta. Pasal 75 Cukup jelas. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “sistem referensi geometri minimal yang harus dimiliki” meliputi sistem proyeksi.Pasal 64 Cukup jelas. Pasal 65 Cukup jelas. Pasal 74 Cukup jelas. Pasal 66 Cukup jelas. Pasal 69 Cukup jelas. datum. Pasal 68 Cukup jelas. Pasal 71 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “sesuai karakteristiknya” adalah peta yang digambarkan pada skala tertentu mempunyai tingkat ketelitian dan kedetilan berbeda serta tujuan penggunaan yang berbeda. dan sistem koordinat. 54 . Pasal 72 Cukup jelas. Pasal 70 Cukup jelas. Pasal 76 Cukup jelas. Pasal 67 Cukup jelas. skala.

Pasal 82 Cukup jelas. peta potensi tambang. peta geologi. Huruf c Yang dimaksud dengan “peta ekonomi dan keuangan” adalah peta yang menunjukkan kondisi ekonomi dan keuangan wilayah yang meliputi nilai eksport dan import suatu komoditas. 55 .Pasal 77 Cukup jelas. peta potensi pariwisata. jaringan telekomunikasi. peta penutup lahan. peta penggunaan lahan. peta rawan bencana tsunami. peta potensi perikanan. peta jaringan energi minyak dan gas. Huruf e Yang dimaksud dengan “peta ketersediaan prasarana dan sarana dasar” meliputi peta eksisting untuk jaringan listrik. sarana dan prasarana pendidikan. peta geomorfologi/fisiografi. Pasal 83 Ayat (1) Cukup jelas. berupa peta potensi pertanian dan peternakan. Huruf d Yang dimaksud dengan “peta fisik” adalah peta yang menunjukkan karakter atau kondisi alam fisik suatu wilayah. peta rawan bencana longsor. peta sarana dan prasarana kesehatan. dan peta klimatologi termasuk curah hujan. yang meliputi peta kemiringan lereng. peta rawan bencana gunung berapi. yang dirinci sesuai level perencanaan Huruf f Yang dimaksud dengan “peta rawan bencana” terdiri dari peta rawan bencana banjir. peta karakteristik penduduk menurut jenis kelamin. peta tanah. Pasal 80 Cukup jelas. Ayat (2) Huruf a Cukup jelas. Pasal 79 Cukup jelas. Pasal 78 Cukup jelas. Pasal 81 Cukup jelas. dan peta rawan gempa. Huruf g Yang dimaksud dengan “peta potensi wilayah” adalah potensi wilayah baik darat dan/atau laut. dan peta potensi perkebunan dan kehutanan. peta karakteristik penduduk menurut tingkat pendidikan dan peta karakteristik penduduk menurut pekerjaan. Huruf b Yang dimaksud dengan “peta kependudukan” meliputi kepadatan penduduk.

Ayat (3) Cukup jelas. dan seterusnya. Pasal 84 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “keseragaman” adalah bahwa kualitas data pada peta masukan tata ruang untuk level perencanaan yang sama pada tingkat provinsi maupun kabupaten/kota seharusnya sama.untuk ruang terkecil biasanya disebut dengan resolusi spasial. 56 . kabupaten/kota. proyeksi dan grid yang sama. desa. yaitu pembagian ruang dalam grid/piksel dimana dimensi grid/piksel di bumi dinyatakan dalam unit panjang/luas. Pasal 86 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “sama atau lebih besar dari skala peta dasar” adalah misalnya apabila skala peta dasar yang digunakan untuk penyusunan rencana tata ruang adalah 1:250.berdasarkan .000 maka skala minimal peta tematik masukan yang digunakan adalah 1:250. Ayat (2) Cukup jelas. . Pasal 89 Ayat (1) Cukup jelas. dan seterusnya. Pasal 85 Cukup jelas. kecamatan. Ayat (4) Cukup jelas. Pasal 88 Cukup jelas.menggunakan hierarki terendah dalam sistem administrasi nasional yang akan dipakai baik itu tingkat provinsi.000 atau lebih besar misalnya 1:100. Resolusi 30 meter artinya bahwa satu piksel pada peta mewakili 30 meter di permukaan bumi. Ayat (2) Huruf a Yang dimaksud dengan “sistem referensi geometri” adalah suatu sistem pemetaan dimana semua peta yang dibuat mengacu pada datum. Ayat (2) Cukup jelas. Ayat (2) Cukup jelas.000. Pasal 87 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “pembagian ruang terkecil dan/atau hierarki terkecil” adalah misalnya: .Ayat (3) Cukup jelas.

atau bila menggunakan lebih dari empat titik sekutu maka transformasi dilakukan dengan menggunakan transformasi affine. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “zona UTM yang dominan” adalah zona UTM dimana cakupan areanya paling besar. Ayat (6) Huruf a Yang dimaksud dengan “rumusan yang memenuhi syarat” adalah bila menggunakan empat titik sekutu. 57 . maka transformasi dilakukan cukup dengan menggunakan transformasi conform. Ayat (3) Cukup jelas. Pasal 91 Yang dimaksud dengan “pengelolaan data tata ruang secara nasional” merupakan cara untuk pengintegrasian/pemaduan dan pengharmonisasian/penyelarasan data tata ruang untuk kepentingan koordinasi secara nasional. Pasal 92 Cukup jelas. Penomoran yang dimaksud mengikuti sistematika penomoran yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang. Pasal 90 Ayat (1) Cukup jelas. sehingga karakter luasan lebih diutamakan untuk dipertahankan. Huruf b Cukup jelas. Ayat (4) Cukup jelas. Ayat (5) Cukup jelas. Huruf c Yang dimaksud dengan “sistem kodefikasi digital” merupakan teknik penyimpanan peta luaran dalam sistem basisdata spasial yang menggunakan sistem klasifikasi dan kodefikasi unsur yang baku secara nasional Huruf d Yang dimaksud dengan “sistem penomoran peta luaran” merupakan teknis penomoran peta rencana tata ruang sistematis dalam bentuk indeks untuk memudahkan pencarian dan/atau dokumentasi peta rencana tata ruang secara nasional. Huruf e Cukup jelas.Huruf b Yang dimaksud dengan “sistem generalisasi” adalah suatu proses menampilkan informasi dalam suatu peta yang skalanya lebih kecil sehingga tingkat kedetilannya sesuai dengan skala peta tersebut. Pasal 93 Cukup jelas.

Teknis penomoran dalam hal ini adalah kode wilayah. Peraturan Daerah untuk RTRWP dan RTRWKab/Kota. Ayat (4) Cukup jelas. Pasal 97 Ayat (1) Yang dimaksud dengan “Instansi yang berwenang” adalah Departemen dalam Negeri. Teknis penomoran peta luaran adalah kode wilayah. Pasal 98 Yang dimaksud dengan “penggunaan lembar khusus“ adalah pencetakan peta dapat dilakukan untuk penambahan cakupan lembar ke samping kiri atau kanan dan/atau penambahan cakupan lembar ke atas atau ke bawah masingmasing sampai dengan 2’ atau 100 mm. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “Instansi yang berwenang” adalah Badan Koordinasi Survei dan Pemetaan Nasional. Ayat (2) Cukup jelas. 58 . nomor urut peta. nomor peta sesuai dengan peta rupabumi. Pasal 95 Yang dimaksud dengan “unik” adalah setiap unsur tata ruang tidak mempunyai kode yang sama dengan unsur lainnya. Ayat (2) Yang dimaksud dengan “ditetapkan” adalah ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah untuk RTRWN. Ayat (3) Yang dimaksud dengan “album peta” adalah kumpulan dari peta yang disusun dalam format buku album berukuran minimal A3. dan tema peta. Pasal 99 Cukup jelas. Pasal 96 Cukup jelas. dan tema peta. Yang dimaksud dengan “sistematik” adalah pemberian kode unsur tata ruang disusun secara teratur dan konsisten. Pasal 100 Ayat (1) Cukup jelas. Pasal 102 Cukup jelas. Pasal 101 Ayat (1) Cukup jelas.Pasal 94 Cukup jelas. nomor urut peta. Ayat (4) Cukup jelas.

Pasal 103 Cukup jelas. Pasal 107 Cukup jelas. Pasal 105 Cukup jelas. Pasal 108 Cukup jelas. 59 . Pasal 109 Cukup jelas. Pasal 106 Cukup jelas. Pasal 110 Cukup jelas. Pasal 104 Cukup jelas.

LAMPIRAN I PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010 TANGGAL 1. NOTASI. SIMBOL. Pusat Kegiatan Wilayah (PKW) Kota yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala atau beberapa kabupaten / kota 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 5 01 14 2 00 4. nasional atau beberapa provinsi Kota yang ditetapkan untuk mendorong pengembangan kawasan perbatasan negara 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 5 01 14 1 00 5 01 14 1 01 3. DAN KODE UNSUR. Pusat Kegiatan Lokal (PKL) Kota yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kabupaten / kota atau beberapa kecamatan 00 75 75 00 255 63 63 00 75 100 5 01 14 3 00 -1- . Pusat Kegiatan Nasional (PKN) 2. UNSUR-UNSUR SISTEM PERKOTAAN NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 5 01 14 0 00 Keterangan 9 Simbol minimal 3 mm Sistem Perkotaan 1. Pusat Kegiatan Strategis Nasional (PKSN) Kota yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala internasional.

simpul transportasi dan kegiatan nasional yang diusulkan provinsi Kota sebagai pusat jasa. -2- . simpul transportasi dan kegiatan wilayah yang diusulkan provinsi Pusat Pelayanan Kawasan merupakan kawasan perkotaan yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kecamatan atau beberapa desa Pusat Pelayanan Lingkungan merupakan pusat permukiman yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala antar desa Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 50 75 00 RGB (255) 6 255 127 63 HSV (360 100 100) 7 20 75 100 Kode Unsur 8 5 01 14 1 02 Keterangan 9 6.NAMA UNSUR 1 5. PKNp Pengertian 2 Kota sebagai pusat jasa. pusat pengolahan. PKLp Pusat Kegiatan Lokal promosi merupakan pusat kegiatan yang dipromosikan untuk di kemudian hari ditetapkan sebagai PKL Pusat Kota adalah pusat pelayanan yang melayani seluruh wilayah kota dan/atau regional 00 50 75 00 255 127 63 20 75 100 5 01 14 3 01 10. PKWp 00 20 100 00 255 204 00 48 100 100 5 01 14 2 01 7. PPL 00 20 100 00 255 204 00 48 100 100 5 01 14 4 01 9. pusat pengolahan. Pusat Kota 00 20 100 00 255 204 00 48 100 100 5 01 14 5 00 . PPK 00 30 00 00 255 178 255 300 30 100 5 01 14 4 00 8.

NOTASI. UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN TRANSPORTASI NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 2 00 00 0 00 2 01 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Jaringan Transportasi A. Untuk melewatinya para pengguna harus membayar sesuai tarif yang berlaku 0. Pusat Kota Pengertian 2 Sub. SIMBOL.Pusat Kota adalah pusat pelayanan yang melayani sub-wilayah kota Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 50 75 00 RGB (255) 6 255 127 63 HSV (360 100 100) 7 20 75 100 Kode Unsur 8 5 01 14 5 01 Keterangan 9 12. Grs bis hitam 0. Sub. Pusat Lingkungan Pusat Lingkungan adalah pusat pelayanan yang melayani skala lingkungan wilayah kota 00 30 00 00 255 178 255 300 30 100 5 01 14 5 02 . Jalan Tol / Bebas Hambatan Jalan alternatif untuk mengatasi kemacetan lalu lintas ataupun untuk mempersingkat jarak dari satu tempat ke tempat lain. Jaringan jalan dan terminal 1.35 mm Infill 00 50 100 00. 2. Jaringan transportasi darat a. DAN KODE UNSUR.8 mm 255 127 00 29 100 100 2 01 02 0 00 -3- .NAMA UNSUR 1 11.

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5

RGB (255)
6

HSV (360 100 100) 7

Kode Unsur
8

Keterangan
9

2. Jalan Arteri Primer

Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan nasional dan pusat kegiatan wilayah, juga antar kota yang melayani kawasan berskala besar dan atau cepat berkembang dan atau pelabuhan-pelabuhan utama. Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan nasional, antar pusat kegiatan nasional dan pusat kegiatan wilayah, dan antar kota yang melayani kawasan berskala besar dan atau cepat berkembang dan atau pelabuhan-pelabuhan utama. Jalan yang dikembangkan untuk melayani dan menghubungkan kota-kota antar pusat kegiatan wilayah dan pusat kegiatan lokal dan atau kawasan-kawasan berskala kecil dan atau pelabuhan pengumpan regional dan pelabuhan pengumpan lokal.

0 .25 mm

Infill 00 50 100 00. Grs bis hitam
0 .5 mm

255 127 00

29 100 100

2 01 10 0 00

3. Jalan Kolektor Primer

.
0. 6 mm

00 30 100 00

255 178 00

41 100 100

2 01 12 0 00

4. Jalan Lokal

0. 6 mm

30 30 00 00

178 178 255

240 30 100

2 01 14 0 00

5. Jalan Strategis
2 01 24 0 00 Tebal garis 0.4 mm

a. Strategis Nasional

Jalan yang mempunyai nilai strategis secara nasional
00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 2 01 24 1 00

-4-

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5 00 00 100 00

RGB (255)
6 255 255 00

HSV (360 100 100) 7 60 100 100

Kode Unsur
8 2 01 24 2 00

Keterangan
9

b. Strategis Provinsi

Jalan yang mempunyai nilai strategis dalam provinsi

c. Strategis Kabupaten

Jalan yang mempunyai nilai strategis dalam kabupaten / kota

00 40 08 00

255 153 235

312 40 100

2 01 24 3 00

6. Jalur Busway

Jalan yang dikhususkan untuk jalur busway
00 100 100 00 229 229 160 60 30 90 2 01 26 0 00 Tebal garis minimal 0.3 mm Tebal garis 0.3 mm. Lebar jembatan disesuaikan dengan lebar sungai Simbol minimal 3 mm

7. Jembatan

Yang dibangun untuk membuka daerah terisolir, agar dapat meningkatkan kegiatan ekonomi, sosial dan budaya lainnya

00 00 00 100

255 00 00

00 100 100

1 19 00 0 00

8. Terminal
1 19 30 0 00

a. Terminal type A

Tempat perhentian bis untuk penumpang yang mempunyai fasilitas lengkap serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi nasional. Tempat perhentian bis untuk penumpang dalam jumlah menengah dan jangkauan pelayanan menengah

Warna hitam

00 00 00 100

00 00 00

00 00 00

1 19 30 1 00

b. Terminal type B

Warna merah

00 100 100 00

255 00 00

00 100 100

1 19 30 2 00

-5-

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5

RGB (255)
6

HSV (360 100 100) 7

Kode Unsur
8

Keterangan
9

c. Terminal type C

Tempat perhentian bis untuk penumpang dalam jumlah kecil dan jangkauan pelayanan dekat serta berfungsi sebagai terminal pengumpan.

warna hitam

34 100 10 00

168 00 230

284 100 90

1 19 30 3 00

b. Jaringan rel kereta api dan stasiun 1. Stasiun Kereta Api

2 02 00 0 00

1 19 32 0 00

a. Stasiun Besar

Lokasi yang digunakan sebagai tempat asaltujuan serta transit pergerakan lalu lintas penumpang dan barang yang menggunakan jasa angkutan kereta pada kota besar Lokasi yang digunakan sebagai tempat asaltujuan serta transit pergerakan lalu lintas penumpang dan barang yang menggunakan jasa angkutan kereta pada kota kecil

0.3 mm
10 mm

0.3 mm

00 100 100 00
10 mm

255 00 00

00 100 100

1 19 32 1 00

b. Stasiun Sedang

0.3 mm

00 00 00 100
10 mm

00 00 00

00 00 00

1 19 32 2 00

2. Jalur Kereta Api umum antar kota a. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda

2 02 00 0 00

2 02 02 1 00

-6-

NAMA UNSUR
1

Pengertian
2

Simbol dan / atau Notasi
3

Spesifikasi
Simbol
4

CMYK (%)
5

RGB (255)
6

HSV (360 100 100) 7

Kode Unsur
8

Keterangan
9 Tebal garis rel 0.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm

1. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda atas tanah

Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan dua jalur atau lebih di atas tanah.
00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 02 02 1 01

2. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda bawah tanah

Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan dua jalur atau lebih di bawah tanah.

00 100 100 00

255 00 00

00 100 100

2 02 02 1 02

3. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda layang

Jalur kereta api yang dititikberatkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan dua jalur atau lebih layang.

23 19 100 00

196 207 00

63 100 81

2 02 02 1 03

b. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal 1. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal atas tanah Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan satu jalur di atas tanah.
00 00 00 100 00 00 00 00 00 00

2 02 04 1 00

2 02 04 1 01

Tebal garis rel 0.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm

-7-

Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda atas tanah Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan satu jalur di bawah tanah.di buat jalur ganda di bawah tanah 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 2 02 02 2 02 Jaringan kereta khusus di dalam kota.di buat jalur ganda layang 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 2 02 02 2 03 -8- . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda bawah tanah 3. Jaringan kereta khusus di dalam kota. Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas dalam kota dengan dua jalur atau lebih. Jalur Kereta Api umum perkotaan a.di buat jalur ganda di atas tanah 23 19 100 00 196 207 00 63 100 81 2 02 04 1 03 2 02 01 0 00 2 02 02 2 00 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 2 02 02 2 01 Tebal garis rel 0. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal bawah tanah 3.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 100 100 00 RGB (255) 6 255 00 00 HSV (360 100 100) 7 00 100 100 Kode Unsur 8 2 02 04 1 02 Keterangan 9 2. Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas antar kota dengan satu jalur layang Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas dalam kota. . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda layang Jaringan kereta khusus di dalam kota. . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda 1. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal layang 3.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 2. .

NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 2 02 04 2 00 Keterangan 9 b.tunggal Jaringan kereta khusus di dalam kota.di buat jalur tunggal di atas tanah 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 1.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 2. 00 00 100 00 255 255 00 60 100 100 2 02 08 0 00 4. Jalur Monorail Jaringan kereta khusus di dalam kota. . dapat melayang di bawah permukaan tanah. dapat melayang di atas permukaan tanah. Jalur Subway Jaringan kereta khusus di dalam kota. . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal Jalur kereta api yang dititik beratkan untuk melayani arus lalu-lintas dalam kota dengan satu jalur. 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 2 02 10 0 00 -9- .di buat jalur tunggal di bawah tanah 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 2 02 04 2 02 3. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal atas tanah 2 02 04 2 01 Tebal garis rel 0. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal bawah tanah Jaringan kereta khusus di dalam kota.

Jalur Kereta Api khusus Jalur kereta api yang dikhususkan untuk melayani kegiatan tertentu dan mempunyai daerah cakupan tertentu. Jaringan transportasi sungai. danau dan penyeberangan 1.5 mm Panjang bantalan rel 3 mm 4.10 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Tebal garis rel 0. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 02 14 0 00 C. Pelabuhan danau 1 19 52 1 00 3. Alur pelayaran angkutan sungai Jaringan lalu-lintas sungai dan alur pelayaran mengangkut barang dan penumpang 100 30 70 00 00 179 76 145 100 70 2 04 02 0 00 Tebal Garisl 0.2 mm Jarak antara bantalan rel 2 . Pelabuhan danau yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 2 04 00 0 00 Simbol minimal 3 mm 00 00 00100 00 00 00 00 00 00 1 19 52 0 00 2. Pelabuhan sungai Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang jalur sungai.4 mm .

Pelabuhan penyeberangan lintas dalam Kabupaten / Kota 8. Lintas penyeberangan antar negara yang menghubungkan antar jaringan jalan pada kawasan perbatasan Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang dalam kabupaten/kota.11 - . 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 1 19 48 2 00 7. Pelabuhan penyeberangan lintas antar kabupaten/kota Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang antar kabupaten/kota. Lintas penyeberangan antar provinsi yang menghubungkan antar jaringan jalan nasional dan antar jaringan jalur kereta api antar provinsi 9. Pelabuhan penyeberangan lintas antar provinsi dan antar negara Jaringan lalu-lintas danau dan alur pelayaran mengangkut barang dan penumpang Pelabuhan yang melayani arus lalu lintas penyeberangan penumpang dan barang antar provinsi dan/atau antar negara.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 50 45 90 00 RGB (255) 6 128 140 13 HSV (360 100 100) 7 66 91 55 Kode Unsur 8 2 04 04 0 00 Keterangan 9 4. Alur pelayaran angkutan danau 5.3 mm Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar negara yang menghubungkan antar jaringan jalan pada kawasan perbatasan provinsi 00 33 100 00 255 170 100 40 100 100 2 04 02 2 00 . 00100 25 00 255 00 191 315 1 00 100 1 19 48 1 00 6. Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar provinsi yang menghubungkan antar jaringan jalan nasional dan antar jaringan jalur kereta api antar provinsi 12 33 94 00 224 170 15 45 93 88 1 19 48 3 00 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 2 04 02 1 00 Tebal garis 0.

Pelabuhan Internasional hub Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan sangat luas serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi laut internasional hub 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 04 08 3 00 .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 10. Lintas penyeberangan antar kabupaten / kota yang menghubungkan antar jaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi 11. Lintas pelabuhan penyeberangan dalam kabupaten / kota yang menghubungkan antar jaringan jalan kabupaten / kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar kabupaten/ kota yang menghubungkan antar jaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 2 04 02 3 00 Jaringan lalu-lintas penyeberangan antar kabupaten/ kota yang menghubungkan antar jaringan jalan kabupaten / kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten / kota 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 2 04 02 4 00 B.12 - . Jaringan transportasi laut 2 04 08 0 00 Simbol minimal 3 mm Infill white 1.

NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 2. Pelabuhan yang khusus melayani kegiatan tertentu dan mempunyai daerah cakupan tertentu. Pelabuhan lokal Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan luas serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi laut internasional Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah besar dan jangkauan pelayanan luas serta berfungsi sebagai simpul jaringan transportasi laut nasional. Pelabuhan Nasional 4. Pelabuhan khusus 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 2 04 08 3 05 . Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut nasional dan internasional dalam jumlah menengah dan jangkauan pelayanan menengah. Pelabuhan Internasional 3. Pelabuhan yang diarahkan untuk melayani kegiatan dan alih muat angkutan laut dalam jumlah kecil dan jangkauan pelayanan dekat serta berfungsi sebagai pengumpan pelabuhan utama. 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 2 04 08 3 01 100 56 00 00 00 112 255 214 100 100 2 04 08 3 02 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 2 04 08 3 03 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 2 04 08 3 04 6. Pelabuhan Regional 5.13 - .

NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Simbol minimal 3 mm 7.14 - . penggunaan notasi diatur 9.6 mm 100 00 00 00 00 225 255 180 100 100 2 04 08 2 00 Dimensi minimal garis 10. Pelabuhan lainnya Pelabuhan yang tidak termasuk pelabuhan diatas 00 00 100 00 255 255 00 60 100 100 2 04 08 3 05 8. Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) Alur Laut Kepulauan Indonesia ALKI ALKI 0. Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional dalam negara Jalur pelayaran internasional yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 2 04 08 1 01 . Alur pelayaran Internasional Alur pelayaran Internasional 100 100 00 00 00 00 00 00 00 00 2 04 08 1 00 Tinggi simbol minimal 1 mm Notasi minimal 2 mm ALKI = Alur Laut Kepulauan Indonesia Untuk alur laut yang panjang.

Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional 14.15 - . Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antara pelabuhan nasional dan pelabuhan regional 15. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan Internasional atau pelabuhan Internasional hub 13. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional Jalur pelayaran internasional yang menghubungkan antar pelabuhan internasional hub dan pelabuhan internasional dengan pelabuhan internasional di negara lain 12 33 94 00 224 170 15 45 93 88 2 04 08 1 02 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan internasional atau pelabuhan internasional hub 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 2 04 08 2 01 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 2 04 08 2 02 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional dan pelabuhan regional 10 70 70 00 230 76 76 00 67 90 2 04 08 2 03 Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional 40 10 100 00 152 230 00 80 10 90 2 04 08 2 04 .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 11 Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional dengan pelabuhan Internasional di negara lain 12.

Jaringan transportasi udara 1.16 - . Bandar udara yang melayani penumpang dengan jumlah kecil dan tidak mempunyai daerah cakupan atau layanan. Bandar udara umum bukan pusat penyebaran 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 2 03 03 0 00 . 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 2 03 02 1 00 2.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 2 03 00 0 00 Keterangan 9 Simbol minimal 3 mm C. Bandar udara umum pusat penyebaran tersier 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 2 03 02 3 00 4. Bandar udara yang melayani penumpang dalam jumlah besar dengan lingkup pelayanan nasional atau beberapa provinsi dan berfungsi sebagai pintu utama ke luar negeri. Bandar udara umum pusat penyebaran primer Bandar udara yang melayani penumpang dalam jumlah sedang dengan lingkup pelayanan dalam satu provinsi dan terhubungkan dengan pusat penyebaran primer. Bandar udara yang melayani penumpang dalam jumlah rendah dengan lingkup pelayanan pada beberapa kabupaten dan terhubungkan dengan pusat penyebaran primer dan pusat penyebaran sekunder. Bandar udara umum pusat penyebaran sekunder 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 2 03 02 2 00 3.

Bandar udara khusus Bandar udara yang khusus melayani kegiatan tertentu dan mempunyai daerah cakupan tertentu. Ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan Kawasan udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 2 03 06 0 00 . Ruang udara di atas bandar udara Kawasan udara di atas bandar udara Notasi minimal 2 mm KA = Kawasan Udara di atas Bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsur 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 2 03 05 1 00 7. Ruang udara di sekitar bandar udara Kawasan udara di sekitar bandar udara Dimensi minimal untuk simbol 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 2 03 05 2 00 Notasi minimal 2 mm KS = Kawasan Udara di Sekitar bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsur Notasi minimal 2 mm KP = Kawasan Udara sebagai jalur penerbangan Letak notasi diatur sesuai luas unsure 8. 00 50 50 000 255 127 127 00 50 100 2 03 04 0 00 6.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 5.17 - .

Jaringan pipa minyak Jaringan prasarana utama yang mendukung seluruh kebutuhan minyak bumi 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 11 10 1 00 Tebal garis pipa 0. SIMBOL. Jaringan pipa minyak dan gas 1 11 10 0 00 1. Jaringan pipa gas Jaringan prasarana utama yang mendukung seluruh kebutuhan gas 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 1 11 22 0 00 B. Kawat saluran udara 1 10 26 1 00 . DAN KODE UNSUR. UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN ENERGI NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 1 11 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Jaringan Energi A.3 mm Jarak antara bulatan simbol 10 mm Ukuran bulatan simbol 2 mm 2.18 - . Jaringan listrik 1 10 26 0 00 Tinggi simbol minimal 1 mm 1.3. NOTASI.

jaringan transmisi tegangan menegah (SUTM) – 150 KV Jaringan listrik berkapasitas 150 KV 70 10 100 76 230 00 100 100 90 1 10 26 1 04 e.kabel bawah tanah 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 10 28 0 00 . jaringan transmisi tegangan rendah (SUTR) – 70 KV Jaringan listrik berkapasitas 70 KV 00 00 100 00 255 255 00 60 100 00 1 10 26 1 05 2. jaringan transmisi tegangan tinggi (SUTT) – 275KV Jaringan listrik berkapasitas 275 KV 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 1 10 26 1 03 d. jaringan transmisi tegangan Jaringan listrik berkapasitas 500 KV extra tinggi (SUTET) – 500 KV 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 1 10 26 1 02 c.19 - . Kabel bawah tanah Jaringan energi listrik . jaringan transmisi tegangan ultra tinggi (SUTUT) – 750 KV Jaringan listrik berkapasitas 750 KV b.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 100 100 00 RGB (255) 6 255 00 00 HSV (360 100 100) 7 00 100 100 Kode Unsur 8 1 10 26 1 01 Keterangan 9 a.

Pembangkit tenaga listrik 1 10 00 0 00 Simbol minimal 3 mm 1. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 10 20 0 00 Simbol minimal 3 mm 5. Kabel bawah laut Jaringan energi listrik kabel bawah laut 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 10 30 0 00 4. Jaringan distribusi Jaringan yang dibuat untuk mendistribusikan energi listrik 85 55 100 00 38 115 00 100 100 00 1 10 31 0 00 C. Gardu induk Bangunan sebagai tempat distribusi arus listrik. Pembangkit tenaga listrik tenaga air (PLTA) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga air 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 10 04 0 00 .20 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 3.

Pembangkit tenaga listrik tenaga bayu (PLTB) 00 00 97 00 255 255 08 60 97 100 1 10 16 0 00 . Pembangkit tenaga listrik tenaga gas (PLTG) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga gas Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga diesel Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga nuklir 00 50 50 00 255 127 127 00 50 100 1 10 14 0 00 4. Pembangkit tenaga listrik tenaga diesel (PLTD) 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 1 10 08 0 00 5. Pembangkit tenaga listrik tenaga nuklir (PLTN) 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 1 10 10 0 00 6.21 - . Pembangkit tenaga listrik tenaga uap (PLTU) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga uap 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 1 10 06 0 00 3. Pembangkit tenaga listrik tenaga surya (PLTS) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga matahari Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga angin 00 19 78 00 255 207 56 46 78 100 1 10 12 0 00 7.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 2.

Jaringan terestrial Rangkaian perangkat telekomunikasi dan kelengkapannya yang digunakan untuk berkomunikasi.22 - . Pembangkit tenaga listrik tenaga Panas Bumi (PLTP) Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga panas bumi 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 1 10 32 0 00 9.4 mm . 1 17 01 0 00 Tebal garis 0. SIMBOL. Bangunan yang menjadi tempat mesin pembangkit tenaga listrik dengan menggunakan tenaga selain yang telah disebutkan di atas 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 10 00 0 00 4. Pembangkit listrik lainnya. UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN TELEKOMUNIKASI NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 1 17 00 0 00 Keterangan 9 4 5 6 7 Sistem Jaringan Telekomunikasi A. NOTASI.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 8. DAN KODE UNSUR.

Jaringan mikro analog 00 00 100 00 255 255 00 60 100 10 1 17 01 2 00 3.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 1 17 01 1 00 Keterangan 9 4 5 00 100 100 00 6 255 00 00 7 00 100 100 1. Transmisi kabel laut 10 40 100 00 230 152 00 40 100 90 1 17 08 0 00 . Stasiun telepon otomat Tempat atau instalasi bangunan telepon otomat yang menjadi pusat atau penghubung jaringan telepon.23 - . Jaringan serat optik Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Serat Optik 40 100 60 00 153 00 102 320 100 60 1 17 01 3 00 4. Jaringan internasional Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Interbational 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 17 01 5 00 6. Jaringan kabel laut Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Kabel Laut 80 20 60 00 51 204 102 140 75 80 1 17 01 4 00 5. Jaringan mikro digital Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Mikro Digital Rangkaian perangkat telekomunikasi Jaringan Mikro Analog 2. Saluran pembawa atau transmisi tenaga atau arus listrik bawah laut yang sedang dikerjakan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 02 0 00 Simbol minimal 3 mm 7.

00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 20 0 00 9. Kantor pos kecil 00 55 33 00 255 115 222 314 55 100 1 18 04 0 00 B.24 - . Kantor pos besar Tempat yang mempunyai fungsi menyelenggarakan kirim mengirim barang. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 18 02 0 00 Simbol minimal 3 mm 10. surat. Stasiun bumi Bangunan berfungsi sebagai stasiun telekomunikasi. uang dan sebagainya dengan skala pelayanan kota atau lokal. Tempat yang mempunyai fungsi menyelenggarakan kirim mengirim barang.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 8. uang dan sebagainya dengan skala pelayanan regional. Transmisi kabel laut (konstruksi) Saluran pembawa atau transmisi tenaga atau arus listrik bawah laut yang sedang dikerjakan. Jaringan satelit 1 17 08 0 00 Simbol minimal 3 mm 1. surat. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 08 1 00 .

UNSUR-UNSUR SISTEM JARINGAN SUMBERDAYA AIR NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 6 00 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Jaringan Sumberdaya Air A.2mm B. Jaringan sungai Sungai yang melintas di sejumlah wilayah administrasi yang berbeda 100 00 00 00 255 00 255 300 100 100 6 01 00 0 00 Tebal garis tepi 0. SIMBOL. DAN KODE UNSUR. Menara telekomunikasi (BTS) untuk pemanfaatan secara bersama-sama antar operator Bangunan sebagai tempat yang merupakan pusat automiatisasi sambungan telepon 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 17 08 3 00 5. NOTASI.25 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360° 100% 100%) Kode Unsur 8 1 17 08 2 00 Keterangan 9 4 5 00 00 00 100 6 00 00 00 7 00 00 00 2. Sumberdaya air wilayah sungai . Pusat automatisasi sambungan telepon Bangunan sebagai tempat yang merupakan pusat automiatisasi sambungan telepon 3.

Wilayah sungai lintas provinsi Batas Sistem Wilayah Sungai yang melintas di sejumlah wilayah provins 00 00 100 00 00 255 255 60 100 100 6 01 02 0 00 3.26 - . Cekungan air tanah 1. penggunaan notasi diatur 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 6 01 18 1 00 .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Tebal garis tepi 0. Untuk cekungan yang luas.3 mm C 100 M 100 1. Wilayah sungai lintas negara Batas Sistem Wilayah Sungai yang melintasdi sejumlah wilayah Negara 25 09 00 00 190 232 255 201 25 100 6 01 01 0 00 2. Cekungan air tanah lintas negara Batas cekungan air tanah yang melewati lintas negara Notasi minimal 2 mm CN = Cekungan air tanah lintas Negara. Wilayah sungai lintas kabupaten / kota Batas Sistem Wilayah Sungai yang melintas di sejumlah wilayah kabupaten 33 00 100 00 170 255 00 80 100 100 6 01 03 0 00 C.

2. Cekungan air tanah lintas kabupaten/ kota Batas cekungan air tanah yang melewati lintas kabupaten Bagunan yang dibuat untuk membendung aliran air 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 6 01 18 3 00 CK = Cekungan air tanah lintas Kabupaten / kota Panjang bendungan disesuikan dengan lebar bendungan. G. Bendungan besar 40 100 00 00 153 00 255 77 100 100 1 20 06 0 00 E.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 CP = Cekungan air tanah lintas Provinsi.27 - . Waduk penampungan air Besar Saluran air buatan untuk keperluan irigasi 100 00 00 00 20 00 00 00 255 255 204 255 255 180 100 100 180 20 100 1 20 06 1 00 Warna air cyan 20%. Fasilitas air bersih 6 01 18 2 00 Simbol minimal 3 mm . Cekungan air tanah lintas provinsi Batas cekungan air tanah yang melewati lintas provinsi 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 6 01 18 2 00 3. Kanal besar Bangunan air yang berfungsi sebagai tempat penampungan air hujan 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 6 02 04 0 00 F. D.

Bak penampungan Tempat penampunngan air hasil produksi 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 1 09 04 0 00 5. Intake Penahan aliran air sungai 100 00 00 00 Air C 20 00 255 255 204 255 255 180 100 100 180 20 100 . Mata air Tempat atau keluar nya air dari dalam tanah 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 6 01 18 0 00 2. Pipa jaringan air bersih 1 09 08 0 00 a.28 - . Instalasi produksi Tempat pengolahan air sungai menjadi air yang dapat dikonsumsi 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 1 09 10 0 00 4.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 1. Pipa air bersih primer Saluran atau pipa transmisi air bersih utama / primer 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 1 09 08 1 00 Tebal garis minimal 1 mm . 6 01 18 4 00 3.

Pipa air bersih sekunder Saluran atau pipa transmisi air bersih sekunder yang digunakan 6. Irigasi sekunder Saluran irigasi sekunder 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 1 14 00 0 07 c. Jalur distribusi air bersih Jalur distribusi air bersih 100 30 08 00 00 178 235 195 100 92 1 09 08 0 10 7. 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 14 12 0 00 Simbol minimal 3 mm 8. Irigasi primer Saluran irigasi primer 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 1 14 00 0 06 b. Jaringan irigasi 1 14 00 0 05 Tebal garis minimal 0. Bangunan irigasi Banguanan untuk mengatur aliran irigasi .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 100 00 00 00 RGB (255) 6 00 255 255 HSV (360 100 100) 7 180 100 100 Kode Unsur 8 1 09 08 2 00 Keterangan 9 b. Irigasi tersier Saluran irigasi tersier 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 1 14 00 0 08 .3 mm a.29 - .

Irigasi air tanah Saluran irigasi yang airnya bersumber dari air tanah 9.30 - .3 mm a. Saluran dranaise primer Saluran pengendali banjir primer 100 1 00 00 00 00 00 255 240 100 100 1 20 06 2 01 b. Saluran air hujan primer Saluran air hujan primer 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 1 20 06 2 03 d.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 15 35 95 00 RGB (255) 6 217 166 13 HSV (360 100 100) 7 45 94 85 Kode Unsur 8 1 14 00 0 09 Keterangan 9 d. Sistem pengendali banjir 1 20 06 2 00 Tebal garis minimal 0. Saluran air hujan Saluran air hujan sekunder 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 1 20 06 2 04 sekunder . Saluran dranaise sekunder Saluran pengendali banjir sekunder 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 20 06 2 02 c.

DAN KODE UNSUR. 10 00 12 00 232 255 224 105 12 100 5 02 12 3 00 . UNSUR-UNSUR KAWASAN LINDUNG NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Kawasan Lindung Kawasan yang ditetapkan dengan fungsi utama melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Kawasan yang mempunyai kemampuan tinggi untuk meresapan air hujan sehingga merupakan tempat pengisian air bumi (akifer) yang berguna sebagai sumber air. 16 00 10 00 214 255 230 143 16 100 5 02 12 2 00 3.6. pencegah banjir dan erosi serta pemeliharaan kesuburan tanah.31 - . dan resapan air. NOTASI.. SIMBOL. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap bawahannya 08 00 10 00 235 255 230 108 10 100 5 02 12 0 00 1. hitam 0. Kawasan hutan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar maupun bawahannya sebagai pengatur tata air. Kawasan hutan lindung . Kawasan yang unsur pembentuk tanahnya sebagian besar berupa sisa-sisa bahan organik yang tertimbun dalam waktu yang lama.1 mm A. Kawasan resapan air . 04 00 10 00 245 255 230 84 10 100 5 02 12 1 00 Tebal garis batas. Kawasan yang memberikan perlindungan terhadap kawasan bawahannya yang mencakup hutan lindung. bergambut. 12 00 10 00 224 255 230 132 12 100 5 02 12 1 00 2. Kawasan bergambut .

32 - . yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai 14 00 16 00 219 255 214 113 16 100 5 02 14 0 00 Tebal garis batas. Kawasan sekitar mata air Kawasan tertentu di sekeliling mata air yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi mata air. Sempadan sungai Kawasan sepanjang kiri-kanan sungai. hitam 0. 24 00 20 00 194 255 204 130 24 100 5 02 14 1 02 3. Kawasan perlindungan setempat Kawasan yang memberikan perlindungan setempat yang mencakup sempadan pantai. sekitar mata air dan hijau kota termasuk di dalamnya hutan kota.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 B. sekitar danau atau waduk. sempadan sungai.1 mm 1. Kawasan sekitar danau / waduk 28 00 22 00 184 255 199 133 28 100 5 02 14 2 01 4. 34 00 25 00 168 255 191 136 34 100 5 02 14 2 02 . termasuk sungai buatan atau kanal atau saluran irigasi primer. Sempadan pantai 20 00 20 00 204 255 204 120 20 100 5 02 14 1 01 2. Kawasan tertentu di sekeliling danau atau waduk yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi danau atau waduk.

NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 5. kemudian di dukung oleh keberadaan tanaman lain sebagai pelengkap seperti perdu. semak. Taman Rukun Warga Taman dilingkungan Rukun Warga . Taman Rukun Tetangga 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 01 b. rerumputan dan tumbuhan penutup tanah lainnya. Ruang terbuka hijau kota Ruang terbuka hijau adalah satu bentuk dari ruang terbuka. 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 03 . Taman kota Kawasan di dalam kota yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi penghijaun dan kawasan yang ditujukan sebagai tempat rekreasi. 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 02 c.33 - . 40 00 25 00 153 255 191 142 40 100 5 02 14 3 00 a. yang ditandai oleh keberadaan pepohonan sebagai pengisi lahan yang utama. . pariwisata dan penngembangan pendidikan kelestarian alam. Taman dilingkungan Rukun Tetangga .

50 00 25 00 128 255 191 150 50 100 5 02 14 3 04 6. Kawasan suaka alam laut & perairan lainnya . Kawasan suaka alam 15 15 00 00 217 217 255 240 15 100 5 02 16 1 00 2. Kawasan yang mewakili ekosistem khas di lautan maupun perairan lainnya.1 mm 1. . Kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai kekhasan tumbuhan satwa dan ekosistemnya atau ekosistem tertentu yang perlu dilindungi dan perkembangnnya berlangsung secara alami. suaka alam & cagar budaya 10 10 00 00 230 230 255 240 10 100 5 02 16 0 00 Tebal garis batas. yang merupakan habibat alami yang memberikan tempat maupun perlindungan bagi perkembangan keanekaragaman tumbuhan dan satwa yang ada. Taman pemakaman umum Kawasan di dalam kota yang mempunyai manfaat penting sebagai tempat pemakaman umum 40 00 80 00 153 255 50 89 80 100 5 02 14 3 04 e.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 d. 20 20 00 00 204 204 255 240 20 100 5 02 16 2 00 . dengan kondisi alam baik biota maupun fisiknya yang masih asli. 60 00 35 00 102 255 166 145 60 100 5 02 14 4 00 C. Jalur hijau sepanjang sungai dan pantai Kawasan yang mempunyai manfaat penting sebagai untuk mempertahankan kelestarian fungsi penghijauan sepanjang pantai dan sungai Kawasan keagamaan yang memiliki sifat khas yang mampu memberikan perlindungan kepada kawasan sekitar sebagai tempat pengembangan pendidikan agama maupun tempat ibadah.34 - . Kawasan yang mempunyai keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta tipe ekosistemnya. Kawasan pelestarian alam. hitam 0. Kawasan lindung keagamaan .

Kawasan pantai berhutan bakau Kawasan suaka alam yang ditunjuk merupakan tempat hidup dan perlembangbiakan dari suatu jenis satwa yang perlu dilakukan upaya konservasinya. Kawasan yang mewakili ekosistem khas dan merupakan habitat alam yang memberikan perlindungan bagi perkembangan flora dan fauna yang khas dan beragam.Kawasan ini minimal 130 kali nilai rata-rata perbedaan air pasang tertinggi dan terendah tahunan diukur dari garis surut terendah ke arah darat yang merupakan habitat hutan bakau Kawasan pelestarian alam yang dikelola dengan sistem zonasi yang dimanfaatkan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan.. 40 40 00 00 153 153 255 240 40 100 5 02 16 4 00 10 15 00 00 230 217 255 261 15 100 5 02 16 5 00 6. Taman nasional & taman nasional laut . Kawasan suaka margasatwa & suaka margasatwa laut 4. pendidikan.35 - . Cagar alam & cagar alam laut 5. pariwisata dan rekreasi 30 30 00 00 179 179 255 240 30 100 5 02 16 3 00 . yang ada di pantai maupun di laut. memiliki keanekaragaman dan populasi satwa yang tinggi. Kawasan pesisir laut yang merupakan habitat alami hutan bakau (mangrove) yang berfungsi memberikan perlindungan kepada perikehidupan pantai dan lautan. dan atau merupakan tempat dan kehidupan jenis satwa migran tertentu. 10 20 00 00 230 204 255 271 20 100 5 02 16 6 00 .NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 3.

10 30 00 00 230 179 255 280 30 100 5 02 16 7 00 8. jenis asli dan atau bukan asli. Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami tanah longsor. pengembangan ilmu pengetahuan. hitam 0. Taman hutan raya Kawasan pelestarian yang dimanfaatkan untuk tujuan koleksi tumbuhan dan atau satwa. Taman wisata alam & taman wisata alam laut 10 40 00 00 230 153 255 285 40 100 5 02 16 8 00 9. Mempunyai sumberdaya yang khas dan unik baik tumbuhan maupun lahan. 00 05 00 00 255 242 255 300 05 100 5 02 22 0 00 Tebal garis batas. alami atau buatan. Kawasan cagar budaya & ilmu pengetahuan Kawasan yang merupakan lokasi bangunan hasil budaya manusia yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alami yang khas 10 20 10 00 230 204 230 300 11 90 5 02 16 9 00 D.1 mm 1. Kawasan rawan tanah longsor 00 15 00 00 255 217 255 300 15 100 5 02 22 1 00 . budaya. pariwisata dan rekreasi. Kawasan rawan bencana alam Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam. Kawasan pelestarian alam di darat maupun di laut yang terutama dimanfaatkan untuk pariwisata dan rekreasi alam .36 - . pendidikan dan latihan.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 7.

3. Bentang alam gumuk pasir pantai Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa gumuk pasir laut 00 10 20 00 255 230 204 31 20 100 5 02 26 1 21 .NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 00 25 00 00 RGB (255) 6 255 191255 HSV (360 100 100) 7 300 25 100 Kode Unsur 8 5 02 22 2 00 Keterangan 9 2. Kawasan rawan gelombang Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi pasang mengalami bencana alam gelombang pasang.37 - . Kawasan cagar alam geologi Kawasan yang merupakan lokasi bentukan geologi yang bernilai tinggi maupun bentukan geologi alam yang khas.1 mm a. 00 10 10 00 255 230 230 00 10 100 5 02 26 1 20 a. Kawasan keunikan bentang alam . 00 40 00 00 255 153 255 300 40 100 5 02 22 3 00 E. Kawasan lindung geologi 5 02 26 0 00 Tebal garis batas. Kawasan yang merupakan lokasi bentukan geologi yang mempunyai keunikan batuan dan fosil Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam 00 05 05 00 255 242 242 00 05 100 5 02 26 1 00 1. hitam 0. Kawasan rawan banjir Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana alam tsunami. Kawasan keunikan batuan dan fosil 00 05 10 00 255 242 230 29 10 100 5 02 26 1 01 2.

Bentang alam kubah Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa kubah . maar. leher vulkanik dan guimuk vulkanik Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa goa Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa ngarai atau lembah 00 10 30 00 255 230 179 40 30 100 5 02 26 1 22 . gumuk vulkanik c. Bentang alam ngarai / lembah . Kawasan keunikan proses geologi . 00 20 30 00 255 204 179 20 30 100 5 02 26 1 23 d. Bentang alam kawah. maar. 00 40 40 00 255 153 153 00 40 100 5 02 26 1 25 f. 00 30 40 00 255 179 1153 15 40 100 5 02 26 1 24 e.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 b. 00 60 80 00 255 102 51 15 80 100 5 02 26 1 30 . Bentang alam goa Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunukan bentang alam berupa kawah. 00 50 60 00 255 128 102 10 60 100 5 02 26 1 26 3. leher vulkanik.38 - . Bentang alam karst Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan bentang alam berupa karst Kawasan atau merupakan lokasi yang mempunyai keunikan proses geologi . kaldera. kaldera.

NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 a. Kawasan poton atau lumpur vulkanik Kawasan keunikan proses geologi dengan keluarnya poton atau lumpur vulkanik . dan / atau geyser Kawasan keunikan proses geologi dengan munculnya sulfatara. Kawasan rawan letusan gunung berapi Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bencana akibat letusan gunung berapi . Kawasan rawan bencana alam geologi Kawasan yang rawan akan bencana alam geologi . dan atau geyser . 00 40 10 00 255 153 230 315 40 100 5 02 26 1 33 b. 00 20 10 00 255 204 230 329 20 100 5 02 26 1 31 b. fumaroia. 15 40 35 00 217 153 166 348 29 85 5 02 26 2 01 .39 - . Kawasan dengan kemunculan sulfatara. tumaroia. Kawasan dengan kemunculan sumber api alami Kawasan keunikan proses geologi dengan munculnya sumber api alami 00 30 10 00 255 179 230 320 30 100 5 02 26 1 32 c. 00 50 10 00 255 128 230 312 50 100 5 02 26 2 00 1.

Kawasan rawan gerakan tanah Kawasan yang berdasarkan kondisi geologi dan geografi dinyatakan rawan longsor atau mengalami kejadian longsor dengan frekuensi cukup tinggi 20 30 30 00 204 179 179 00 12 80 5 02 26 2 03 4. NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 Kawasan rawan gempa bumi Kawasan yang pernah terjadi dan diidentifikasikan mempunayai potensi terancam bahaya gempa bumi. baik gempa bumi tektonik maupun vulkanik . Kawasan rawan abrasi Kawasan yang rawan akan abrasi air laut 20 70 50 00 204 76 128 336 63 80 5 02 26 2 06 . 15 45 40 00 217 140 153 350 35 85 5 02 26 2 02 3.40 - . 17 55 50 00 212 115 128 352 46 83 5 02 26 2 04 5. Kawasan rawan tsunami Kawasan yang rawan akan bencana tsunami 10 80 80 00 230 51 51 00 78 90 5 02 26 2 05 6. Kawasan yang terletak di zona patahan aktif Kawasan yang terletak di zona patahan aktif .NAMA UNSUR 1 2.

hitam 0. Kawasan lindung lainnya Tebal garis batas.41 - . Kawasan imbuhan air tanah Kawasan yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian imbuhan air tanah . hitam 0. Sempadan mata air Kawasan yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian mata air 25 80 90 00 191 51 25 08 87 75 5 02 26 3 02 F. Tebal garis batas.1 mm. Kawasan yang memberi perlindungan terhadap air tanah Kawasan yang memberi perlindungan terhadap tanah 20 55 65 00 204 115 89 14 56 80 5 02 26 3 00 1.1 mm. Kawasan rawan bahaya gas beracun Kawasan yang rawan akan bahaya gas beracun 10 60 60 00 230 102 102 00 56 90 5 02 26 2 07 c. 20 40 40 00 204 153 153 00 25 80 5 02 26 3 01 2.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 7. 00 02 05 00 255 250 242 37 05 100 5 02 24 0 00 .

Kawasan pengungsian satwa 00 00 80 00 255 255 51 60 80 100 5 02 24 5 00 . Ramsar .42 - . ekosistem unik.NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 a. Kawasan perlindungan plasma nutfah Kawasan perlindungan terhadap daerah plasma nutfah dengan maksud untuk melindungi daerah dan ekosistemnya beserta keadaan flora dan faunanya untuk pelestarian keberadaannya Kawasan perlindungan terhadap daerah pengungsian satwa dengan maksud untuk melindungi daerah dan ekosistemnya bagi kehidupan satwa yang sejak semula menghuni areal tersebut. dan ekosistem yang telah mengalami degradasi dari gangguan kerusakan unsur-unsur alamnya untuk penelitian dan pendidikan. 00 00 20 00 255 255 204 60 20 100 5 02 24 2 00 c. Cagar biosfir Kawasan perlindungan terhadap cagar biosfer dengan maksud untuk melindungi ekosistem asli. Taman buru 00 00 30 00 255 255 179 60 30 100 5 02 24 3 00 d. 00 00 08 00 255 255 235 60 08 100 5 02 24 1 00 b. 00 00 45 00 255 255 140 60 45 100 5 02 24 4 00 e. . Kawasan perlindungan terhadap daerah lembab dengan maksud untuk melindungi daerah dan ekosistemnya beserta keadaan flora dan faunanya untuk pelestarian keberadaannya. Kawasan perlindungan terhadap ekosistemnya serta kelangsungan perburuan satwa.

DAN KODE UNSUR. 02 05 60 00 250 242 102 57 59 98 5 02 24 7 00 g. NOTASI. Kawasan terumbu karang Kawasan perlindungan terhadap ekosistemnya serta kelangsungan kelestarian terumbu karang.43 - . . UNSUR-UNSUR KAWASAN BUDIDAYA NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 Tebal garis batas. SIMBOL. hitam 0.1 mm 4 5 6 7 Kawasan Budidaya Kawasan yang diperuntukkan bagi budidaya 5 03 00 0 00 .NAMA UNSUR 1 NAMA UNSUR 2 Simbol dan / atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 f. Kawasan koridor satwa dan biota laut yang dilindungi Kawasan perlindungan terhadap ekosistemnya serta kelangsungan kelestarian satwa dan biota laut 05 10 60 00 242 230 102 55 58 95 5 02 24 8 00 7.

NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 A.44 - . Hutan produksi konversi 40 00 30 00 153 255 179 135 40 100 5 03 02 1 03 B. Kawasan perkebunan Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan atau perkebunan yang menghasilkan baik bahan pangan maupun bahan baku industry 20 00 50 00 204 255 128 84 50 100 5 03 04 0 00 . 30 10 10 00 179 230 230 180 22 90 5 03 02 1 01 2. Hutan produksi tetap .1 mm. Kawasan hutan rakyat Kawasan hutan yang dapat dibudayakan oleh masyarakat sekitarnya dengan mengikuti ketentuan yang ditetapkan 40 00 40 00 153 255 153 120 40 100 5 03 12 0 00 Tebal garis batas. C. dapat dialihgunakan . Kawasan hutan produksi Kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi 10 00 10 00 230 255 230 120 10 100 5 03 02 0 00 1. hitam 0. 40 05 20 00 153 242 204 154 37 95 5 03 02 1 02 3. Hutan produksi terbatas Kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi terbatas di mana eksploitasinya hanya dapat dengan tebang pilih dan tanam Kawasan yang diperuntukkan bagi hutan produksi tetap di mana eksploitasinya hanya dapat dengan tebang pilih atau tebang habis dan tanam Kawasan hutan yang bila mana diperlukan.

Perkebunan komoditi 1 s/d perkebunan komoditi n D. Pertanian hortikultura 10 00 10 00 230 255 230 120 10 100 5 03 06 3 00 . Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan lahan basah di mana pengairannya dapat diperoleh secara teknis. Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan lahan kering. tanaman tahunan perkebunan. Kawasan pertanian pangan Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan atau perkebunan komoditi 1 s/d komoditi n Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan 20 00 40 00 204 255 153 90 40 100 Tebal garis batas. Kawasan pertanian beririgasi . 20 00 30 00 204 255 179 100 30 100 5 03 06 1 00 a. Pertanian pangan lahan basah Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pangan lahan basah di mana pengairannya dapat diperoleh secara alamiah maupun teknis. Pertanian pangan lahan kering . hitam 0.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 5 03 04 1 01 5 03 04 1 nn Keterangan 9 4 5 6 7 1.45 - .1 mm. 20 00 10 00 204 255 230 151 20 100 5 03 06 1 01 2. 05 03 03 00 242 247 247 180 02 97 5 03 06 0 00 1. dan peternakan serta padang penggembalaan ternak Kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman tahunan / perkebunan yang menghasilkan baik pangan dan bahan baku industri . 15 00 10 00 217 255 230 141 41 100 5 03 06 2 00 3. untuk tanaman palawija.

NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 4. Perikanan tangkap . serta sebagai padang pengembalaan ternak Kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan. Peternakan E.1 mm . Kawasan pengolahan ikan Kawasan yang diperuntukkan bagi pengolahan ikan 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 3 00 F. Kawasan pertambangan Kawasan yang diperuntukkan bagi pertambangan. Budidaya perikanan 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 2 00 c. hitam 0. 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 1 00 b. Kawasan perikanan Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk usaha peternakan baik secara sambilan. baik berupa pertambakan / kolom maupun penangkapan Kawasan yang diperuntukkan bagi perikanan tangkap baik di darat maupun di laut Kawasan yang diperuntukkan bagi budidaya perikanan 05 00 05 00 242 255 242 120 05 100 5 03 06 4 00 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 5 03 16 0 00 Tebal garis batas. cabang usaha. hitam 0. usaha pokok maupun industri. baik wilayah yang sedang maupun yang akan segera dilakukan kegiatan pertambangan 00 00 00 03 247 247 247 00 00 97 5 18 00 0 00 Tebal garis batas.46 - .1 mm a.

00 00 00 05 242 242 242 00 00 95 5 18 00 2 00 b. Gol A (strategis) Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan Gol. Air tanah Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan air tanah 00 00 00 35 166 166 166 00 00 65 5 18 00 4 00 e.47 - . B (vital) 50 00 00 50 00 127 127 50 100 50 5 18 00 6 00 . Mineral & batubara Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan mineral dan batu bara . Minyak & gas bumi Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan minyak dan gas bumi 00 00 00 15 217 217 217 00 00 85 5 18 00 2 00 c. Panas bumi Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan panas bumi 00 00 00 25 191 191 191 00 00 75 5 18 00 3 00 d.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 a. A (strategis) 00 00 00 50 127 127 127 00 00 50 5 18 00 5 00 f. Gol B (Vital) Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan Gol.

Industri besar . Industri lainnya Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri lainnya 00 00 30 08 235 235 158 60 33 92 5 19 01 4 00 . Industri sedang Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri sedang 00 00 10 07 237 237 212 60 11 93 5 19 01 2 00 3. 00 00 20 10 230 230 179 60 22 90 5 19 01 1 00 2. hitam 0.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 g. berupa tempat pemusatan kegiatan industry Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri berat (melting. Kawasan industri Kawasan yang diperuntukkan bagi industri. Industri rumah tangga Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan industri keci / home industri 00 00 07 05 242 242 224 60 07 95 5 19 01 3 00 4.48 - . forging & stamping industry) 5 19 00 0 00 Tebal garis batas. C (lainnya) 100 00 00 50 00 128 128 50 100 50 5 18 00 7 00 G.1 mm 1. Gol C (Lainnya) Kawasan yang diperuntukkan bagi kawasan pertambangan Gol.

00 40 00 00 255 153 255 300 40 100 5 13 00 2 00 3. Pariwisata alam Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata alam .1 mm 1. Taman buatan Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata buatan 00 60 00 00 255 102 255 300 60 100 5 13 00 3 00 I. sehat dan mempunyai akses untuk kesempatan berusaha 00 15 100 00 255 217 00 51 100 100 5 06 00 0 00 Tebal garis batas. Pariwisata budaya Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan wisata budaya . 00 20 00 00 255 204 255 200 20 100 5 13 00 1 00 2.1 mm . hitam 0. Kawasan permukiman Kawasan yang secara teknis dapat digunakan untuk permukiman yang aman dari bahaya bencana alam maupun buatan manusia. hitam 0. Kawasan pariwisata Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan pariwisata 00 10 00 00 255 230 255 300 10 100 5 13 00 0 00 Tebal garis batas.49 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 H.

pltgu. Kawasan peruntukan lainnya Kawasan yang mempunyai kegiatan utama bukan pertanian dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perkotaan. 00 30 75 00 255 179 64 36 75 100 5 06 00 1 00 00 20 70 00 255 204 76 43 70 100 5 06 00 2 00 .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 1.50 - . Instalasi khusus / militer Kawasan yang diperuntukkan bagi instalasi khusus militer 10 70 00 00 230 76 255 292 70 100 5 09 00 0 00 . 10 30 00 00 230 179 255 280 30 100 5 16 00 0 00 Tebal garis batas. hitam 0.1 mm a. pltn dan sebagainya) 05 50 00 00 242 128 255 294 50 100 5 16 00 1 00 b. pelayanan jasa pemerintahan. Permukiman perdesaan J. Permukiman perkotaan 2. pemusatan dan distribusi pelayanan jasa pemerintahan. pltu. pelayanan sosial dan kegiatan sosial Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan lainnya . pelayanan sosial dan kegiatan sosial Kawasan yang mempunyai kegiatan utama pertanian termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai tempat permukiman perdesaan. Instalasi pembangkit energi listrik Kawasan yang diperuntukkan bagi instalasi pembangkit energi listrik (plta.

1 mm 1. hitam 0. 10 100 00 00 230 00 255 294 100 100 5 16 00 9 00 K. . Kawasan perumahan 00 30 70 00 255 179 00 42 100 100 5 06 00 0 00 Tebal garis batas. 00 30 70 00 255 179 76 42 100 100 5 06 00 3 00 .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 c. Kepadatan sedang Kawasan perumahan yang mendukung perikehidupan dan kehidupan dengan kerapatan sedang . Kepadatan tinggi Kawasan perumahan yang mendukung perikehidupan dan kehidupan dengan kerapatan tinggi 00 30 70 00 255 179 00 42 100 100 5 06 00 1 00 2. Kepadatan rendah Kawasan perumahan yang mendukung perikehidupan dan kehidupan dengan kerapatan rendah. Instalasi lainnya Kawasan yang diperuntukkan bagi instalasi lainnya .51 - . 00 30 70 00 255 179 00 42 100 100 5 06 00 2 00 3.

tempat hiburan dan lain-lain. Perdagangan dan jasa 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 0 00 1. Pasar tradisionil Kawasan diperuntukan bagi kegiatan penjualan barang-barang kebutuhan sehari hari. Toko modern Kawasan diperuntukan bagi kegiatan penjualan barang-barang kebutuhan sehari hari.52 - . hitam 0.dalam skala kecil 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 1 00 2. bank.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 Tebal garis batas. hitam 0. 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 10 0 00 Tebal garis batas.1 mm . 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 3 00 M Perkantoran .1 mm 5 6 7 L.dalam skala cukup besar . Pusat perbelanjaan Kawasan perbelanjaan yang di lengkapi sarana-sarana niaga lainnya seperti kantorkantor. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 2 00 3.

Kawasan terbuka non hijau 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 5 03 04 0 00 Tebal garis batas. hitam 0. Halaman rumah/ gedung milik masyarakat/ swasta yang ditanami tumbuhan Kawasan atau area terbatas yang digunakan menanam tanaman tidak keras 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 5 03 04 0 20 .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 1. Pemerintah Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan perkantoran pemerintahan . Swasta Kawasan yang diperuntukkan bagi kegiatan perkantoran swasta 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 10 0 20 N.1 mm 1. 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 10 0 10 2.53 - . Kebun Kawasan yang diperuntukan bagi tanaman sejenis 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 5 03 04 0 10 2.

hitam 0.54 - .NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 O.1 mm P. Pendidikan Dasar (SD) Pusat kegiatan pendidikan tingkat dasar 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 1 06 08 0 00 3. hitam 0. Kawasan peruntukan umum dan sosial lainnya 1.1 mm Q. Pendidikan Menengah Pertama (SLTP) Pusat kegiatan pendidikan tingkat menengah pertama 00 50 50 00 255 127 127 00 50 1 00 1 06 06 0 00 . Perguruan tinggi skala wilayah Pusat kegiatan pendidikan tingkat tinggi skala wilayah Simbol minimal 3 mm 00 00 00 100 00 255 255 180 100 100 1 06 02 0 00 2. Kawasan sektor informal 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 21 00 0 10 Tebal garis batas. Kawasan evakuasi bencana 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 5 02 22 0 10 Tebal garis batas.

Pendidikan Menengah Atas (SLTA) 5. Pendidikan Sekolah Luar Biasa Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama regional 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 1 06 20 0 00 8. TPA regional Pusat kegiatan pendidikan tingkat menengah atas 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 1 06 04 0 00 Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama regional 78 34 100 00 56 168 00 100 100 66 1 06 26 0 00 6.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 4.55 - . Pendidikan Taman Kanak-Kanak Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama 00 00 97 00 255 255 08 60 97 100 1 06 10 0 00 7. Pendidikan Lainnya Pusat kegiatan pendidikan atau tempat pendidikan agama regional 18 00 55 00 209 255 115 80 55 100 1 06 00 0 00 9 Rumah sakit umum tipe A Pusat atau tempat pelayanan dan perawatan kesehatan type A 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 1 08 02 1 00 .

Pasar induk wilayah Pasar utama di kota besar yang merupakan pusat penyalur barang-barang kebutuhan untuk pasar-pasar lainnya Kawasan perbelanjaan yang mempunyai fungsi utama sama dengan pusat perbelanjaan lingkungan tetapi di lengkapi sarana-sarana niaga lainnya seperti kantorkantor. Rumah sakit umum tipe C Pusat atau tempat pelayanan dan perawatan kesehatan type C 12.56 - . tempat hiburan dan lain-lain. Pusat keagamaan Pusat atau tempat keagamaan wilayah 70 10 100 00 76 230 00 100 100 90 5 13 02 0 00 wilayah 14.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 1 08 02 2 00 Keterangan 9 4 5 12 33 94 00 6 224 170 15 7 95 93 88 10. 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 21 02 0 00 15. Puskesmas Pusat atau tempat pelayanan kesehatan masyarakat 00 100 00 00 255 255 00 60 100 10 1 08 02 3 00 00 50 23 00 255 128 196 120 100 100 328 50 100 13. Rumah sakit umum tipe B Pusat atau tempat pelayanan dan perawatan kesehatan type B 11. bank. Pusat perbelanjaan 00 33 100 00 255 171 00 40 100 10 5 21 02 1 00 .

Pusat rekreasi skala Pusat atau tempat rekreasi skala wilayah 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 13 12 0 00 wilayah 17. Pusat Olah raga skala wilayah Pusat atau tempat khusus kegiatan olah raga pada skala wilayah 10 100 34 00 230 00 68 316 100 90 5 13 34 1 00 R. dan sumber daya buatan.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 16. Pusat kesenian- kebudayaan skala wilayah 18.57 - . 00 70 40 00 255 76 153 93 70 100 5 05 06 1 00 Tebal garis 0. 5 05 06 0 00 . sumber daya manusia.2 mm. . Kawasan Andalan 1. Stadion Wilayah Pusat atau tempat kesenian budaya skala wilayah 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 13 30 0 00 Pusat atau tempat kegiatan olah raga atau kegiatan lainnya yang bersekala besar wilayah 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 13 34 0 00 19. Kawasan andalan darat Kawasan yang di tetapkan dengan fungsi utama untuk kawasan andalan budidaya yang diprioritaskan pengembangannya atas dasar kondisi dan potensi sumber daya alam.

Tebal garis bis hitam 0.2 mm. Kawasan andalan laut Kawasan yang di tetapkan dengan fungsi utama untuk kawasan andalan laut atas dasar kondisi dan potensi sumber daya laut. Kodim dan Koramil 00 100 100 00 00 00 100 00 255 00 00 255 255 00 00 100 100 60 100 100 5 05 04 2 00 . Kawasan Pertahanan Keamanan Kawasan hankam setingkat Kodam. 20 50 00 00 204 128 255 77 50 100 5 05 06 2 00 S.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol CMYK (%) RGB (255) HSV (360 100 100) Kode Unsur 8 Keterangan 9 4 5 6 7 2.58 - . Kawasan Tertentu 5 05 04 0 00 1. 30 60 100 00 179 102 00 09 100 70 5 05 04 1 00 2. . Simbol minimal 3 mm Kerjasama Antar Regional Kawasan yang di tetapkan dengan fungsi utama untuk kawasan Kerjasama Antar Regional laut atas dasar kondisi dan potensi sumber daya laut.

Kawasan ini meliputi pusat perkantoran pemerintah.59 - . SIMBOL. Kawasan strategis hankam Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap pertahanan dan keamanan negara.8. NOTASI. 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 5 09 00 1 00 2. DAN KODE UNSUR. hitam 0. Kawasan strategis sosbud Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap perkembangan sosial budaya. UNSUR-UNSUR KAWASAN STRATEGIS NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 5 09 00 0 00 Keterangan 9 Tebal garis batas. 00 30 75 08 235 158 43 01 82 92 5 09 00 2 00 3. pariwisata. pusat sejarah keagamaan. Kawasan strategis ekonomi Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap perkembangan ekonomi .1 mm Kawasan strategis 1. makam bersejarah dan lainnya 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 3 00 .

Kawasan strategis fungsi daya dukung lingkungan hidup Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap daya dukung lingkungan. Kawasan ini meliputi pertambangan minyak dan gas bumi.60 - . 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 4 00 5.NAMA UNSUR 1 Pengertian 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 4. termasuk kawasan yang diakui sebagai warisan dunia 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 5 00 6. Kawasan strategis lainnya Kawasan strategis lainnya 00 00 100 00 255 255 00 17 100 100 5 09 00 6 00 . instalasi nuklir dan kawasan industri strategis daerah . Kawasan strategis pendaya gunaan SDA dan atau teknologi tinggi Kawasan yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting terhadap pendaya gunaan Sumber Daya Alam atau teknologi tinggi. Kawasan ini meliputi kawasan perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup.

61 - . NOTASI. Sistem Persampahan 1 14 00 0 00 Tebal garis bis hitam 0. Pengelolaan air limbah kota 5 20 01 0 00 Simbol minimal 3 mm 1 Instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Sistem rasarana untuk pengelolaan limbah berasal dari rumah tangga baik secara individual maupun komunal 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 5 20 02 0 00 00 00 00 20 204 204 204 00 00 00 00 00 80 00 00 00 5 20 03 0 00 2 Sistem prasarana pengelolaan lingkungan (limbah B3) Sistem prasarana untuk pengelolaan limbah B3 00 00 00 100 00 100 100 00 255 00 00 0 100 100 B. DAN KODE UNSUR. SIMBOL. UNSUR-UNSUR SARANA PRASARANA LAINNYA Pengertian NAMA UNSUR 1 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 5 20 00 0 00 Keterangan 9 Sistem Prasarana Lainnya A.9.1 mm .

Pengertian NAMA UNSUR 1 2 Simbol dan/atau Notasi 3 Spesifikasi Simbol 4 CMYK (%) 5 RGB (255) 6 HSV (360 100 100) 7 Kode Unsur 8 Keterangan 9 1 Tempat pembuangan sementara Tempat penampungan atau pembuangan (TPS) sampah rumah tangga atau pasar sementara sebelum ke tempat pembuangan akhir 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 1 14 01 0 00 2 Tempat pembuangan akhir (TPA) Tempat penampungan atau pembuangan akhir sampah rumah tangga atau pasar .62 - . 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 1 14 02 0 00 C. Jalur evakuasi bencana Jalan yang di khususkan untuk jalur evakuasi bila terjadi bencana 00 100 00 00 255 00 255 83 100 100 2 01 24 0 00 .

Terumbu √ √ √ √ √ √ √ √ Batu karang yang tampak pada air surut 0.LAMPIRAN II PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010 TANGGAL 1. DAN KODE UNSUR.2 mm. Kontur laut √ √ √ √ √ √ √ √ Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang kedalamannya sama √ Batu yang selalu tampak di permukaan laut Garis kontur (0. Beting karang √ √ √ √ √ √ √ √ Gugusan batu karang dan terumbu 0. 1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60124 3. NOTASI. 100% cyan) Garis kontur indeks (0. UNSUR-UNSUR PERAIRAN PETA DASAR SKALA 1000K Spesifikasi Pengertian 10 250K 500K NAMA UNSUR 100K 10K 25K 1 2 √ 3 √ 4 √ 50K 5K Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 0. SIMBOL. Batu karang √ √ √ √ √ √ √ + + + 0.63 - . 100% cyan) 100 00 00 00 00 255 255 50 100 100 30010 2. 1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60126 4.2 mm CMYK (%) 13 00 00 00 100 air C 20 RGB (255) 15 00 00 00 204 255 255 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 50 20 100 Kode Unsur 16 5 √ 6 √ 7 √ 8 9 √ A.1 mm.1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60130 . Garis pantai Garis yang memperlihatkan pantai pada saat air pasang rata-rata Laut % 20 % cyan 60102 B. Laut 1.

Dermaga √ √ √ √ √ √ √ √ Bangunan yang dibuat untuk bongkar muat barang dan atau penumpang kapal √ Bangunan yang dilengkapi dengan lampu untuk kepentingan navigasi 0. 35 m (250k). Sungai √ √ √ √ √ √ √ √ Stasiun pengamat pasang surut permukaan air laut 1.5 m (25k).1 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11954 7.SKALA 1000K Spesifikasi Pengertian 10 250K 500K NAMA UNSUR 100K 10K 25K 1 2 √ 3 √ 4 √ 50K 5K Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 100 RGB (255) 15 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 5 √ 6 7 √ 8 9 5.64 - .5 mm 0. 1. 3. Menara suar √ √ √ √ √ √ √ 1. 75 m (500k). 3.5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11966 √ √ √ √ √ √ √ √ Air yang mengalir secara terus menerus sepanjang alur di daratan.2 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60110 D. 75 m (500k). 7 m (50k). saluran air √ √ √ √ √ √ √ 0.15 m (100k). Stasiun pasang surut C..5 m (25k).2mm yang mempunyai garis tengah atau lebar minimal 125 m untuk (1000k).1 mm 6. 35 m (250k). Terusan.5 m ( 10k) dan 1 m (5k) 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60206 .5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11968 8.15 m (100k). 1. 7 m (50k). digambarkan sesuai skala yang mempunyai garis tengah atau lebar minimal 125 m untuk (1000k).5 m ( 10k) dan 1 m (5k) √ Menunjukkan saluran buatan digambarkan sesuai skala 0. Penahan ombak √ √ √ Bangunan yang dibuat untuk menahan ombak 12002 0.

10 00 00 00 229 229 229 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 00 00 90 Kode Unsur 16 Permukiman 1. 50102 . 1. 1 mm 00 00 00 00 00 00 60202 2. 7 m (50k). digambarkan sesuai skala yang mempunyai garis tengah minimal 125 m untuk (1000k). 35 m (250k). NOTASI. 3. DAN KODE UNSUR. Waduk atau bendungan √ √ √ √ √ √ √ 0.SKALA 1000K Spesifikasi Pengertian 10 250K 500K NAMA UNSUR 100K 10K 25K 1 2 √ 3 √ 4 √ 50K 5K Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 0. 1. 2 m m CMYK (%) 13 RGB (255) 15 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 5 √ 6 7 √ 8 9 E.5 m (25k).5 m (25k). 75 m (500k).5 m ( 10k) dan 1 m (5k) Danau 20 %cyan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 60104 F. Daerah Permukiman Daerah berpenduduk berupa kelompok bangunan dan jalan yang luas sehingga dengan skala sulit untuk digambarkan secara sendiri-sendiri.65 - .K. 3.15 m (100k). 7 m (50k).15 m (100k). SIMBOL. Danau √ √ √ Menunjukkan danau digambarkan sesuai skala yang mempunyai garis tengah minimal 125 m untuk (1000k). 75 m (500k).5 m ( 10k) dan 1 m (5k) √ Konstruksi yang dibuat untuk membendung aliran air pada suatu sungai. UNSUR-UNSUR PERMUKIMAN PETA DASAR 1000K 500K 100K 250K 10K 25K 50K 1 5K NAMA UNSUR SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 8 9 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 Spesifikasi RGB CMYK (%) (255) 13 14 00 00 00 100 Area. 3 mm 00 00 00 100 0. 35 m (250k). Termasuk daerah perkampungan yang mempunyai batas tegas.

Ibukota Negara Daerah atau kota yang menjadi pusat Pemerintahan Negara Daerah atau kota yang menjadi pusat Pemerintahan Provinsi Daerah atau kota yang menjadi pusat Pemerintahan Kabupaten Daerah atau kota di luar kota diatas Spesifikasi RGB CMYK (%) (255) 13 14 00 00 00 100 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 10204 3. Ibukota Kabupaten √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 10224 5. Jalan tol √ √ √ √ √ √ √ √ Jalan umum bebas hambatan dengan pungutan biaya kepada para pemakainya. NOTASI. 0.6 mm 0.66 - . UNSUR-UNSUR JARINGAN PERHUBUNGAN PETA DASAR SKALA 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 2 3 4 5 6 7 8 9 Jaringan Perhubungan 1. SIMBOL. DAN KODE UNSUR. Kota Lainnya √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 10226 3.2 0 00 00 00 100 Infill K 10 00 00 00 229 229 229 00 00 00 00 00 90 20102 .8 mm Infil l K.1000K 500K 100K 250K 10K 25K 50K 1 5K NAMA UNSUR SKALA 2 3 4 5 6 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Simbol 12 2. Ibukota Provinsi √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 10220 4.

10k dan 5k 00 00 00 30 00 00 70 20120 . 25k. kecepatan rata-rata tinggi dan jumlah jalan masuk dibatasi secara efisien. 25k.SKALA 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 30 RGB (255) 14 178 178 178 HSV (360 100 100) 15 00 00 70 Kode Unsur 16 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ 2.. biasanya menghubungkan kampung satu dengan lainnya atau di daerah pegunungan. kecepatan rata-rata sedang dan jumlah jalan masuk dibatasi. Jalan arteri Jalan yang dipergunakan sebagai sarana angkutan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak jauh. 50k. 10k dan 5k Jalan yang melayani angkutan setempat dengan ciri-ciri perjalanan jarak dekat. Jalan √ √ √ √ √ √ setapak Jalan yang dipakai khusus untuk pejalan kaki. 50k. kecepatan rata-rata rendah dan jumlah jalan masuk tidak dibatasi.67 - . Jalan yang dipergunakan sebagai sarana angkutan bukan utama dengan ciri-ciri perjalanan jarak sedang. 00 00 00 30 178 178 178 178 178 178 00 00 70 20116 6. Jalan lokal √ √ √ √ √ √ √ √ 00 00 00 30 178 178 178 00 00 70 20114 5. Jalan √ √ √ √ √ √ √ √ 00 00 00 30 kolektor 178 178 178 00 00 70 20112 4. Digambarkan sesuai skala utk skala 100k. Jalan lain √ √ √ √ √ √ √ √ Jalan yang tidak termasuk jalan-jalan di atas. 20110 3. Digambarkan sesuai skala utk 100k.

Jalan kereta api Jalan kereta api.SKALA 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 30 RGB (255) 14 178 178 178 HSV (360 100 100) 15 00 00 70 Kode Unsur 16 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ 7. Bandar udara √ √ √ Lapangan terbang yang dipergunakan untuk mendarat dan lepas landas pesawat udara.68 - . 00 00 00 100 0. Pelabuhan √ √ √ √ √ √ √ √ Tempat yang terdiri dari deretan dan perairan di sekitarnya dengan batas tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang digunakan sebagai tempat bersandar. serta dilengkapi dengan fasilitas penerbangan. berlabuh naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan.bandar udara digambarkan sesuai skala. 4 mm 00 00 00 00 00 00 11946 . 20202 8.2mm 00 00 00 00 00 70 11938 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 11940 9. √ √ √ √ √ 00 00 00 30 0. naik turun penumpang dan atau bongkar muat cargo dan atau bongkar muat pos.

3 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40204 kota 4. Batas kecamatan √ √ √ √ √ Batas kecamatan 0. UNSUR-UNSUR BATAS ADMINISTRASI PETA DASAR 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 SKALA 2 3 4 5 6 7 8 9 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Batas Administrasi 1. Batas desa √ √ Batas desa / kelurahan 0.3 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40304 5.4. NOTASI. Batas provinsi √ √ √ √ √ √ √ √ Batas daerah provinsi 0.69 - . Batas kabupaten atau √ √ √ √ √ √ √ √ Batas daerah kabupaten atau kota 0.5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40004 2. SIMBOL.4 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40104 3. DAN KODE UNSUR.2 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40404 . Batas negara √ √ √ √ √ √ √ √ Batas Negara 0.

maksimal 300 mil dari garis pangkal atau 100 mil dari isobath 2000 meter. 5 mm .5 mm √ √ √ √ √ 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40704 ZEE ZEE 0. Batas landas kontinen kesepakatan. Batas landas kontinen. belum diratifikasi √ √ √ √ √ 00 00 00 100 0.5 mm BLK 00 00 00 00 00 00 40604 BLK 8. maksimal 300 mil dari garis pangkal atau 100 mil dari isobath 2000 meter. telah diratifikasi Dasar laut dan tanah dibawahnya (seabed and subsoil) yang berbatasan dengan daerah dasar laut dibawah laut territorial s/d min. Batas ZEE kesepakatan belum diratifikasi √ √ √ √ √ M a x . Maksimum klaim batas landas kontinen 9. yang telah diratifikasi Dasar laut dan tanah dibawahnya (seabed and subsoil) yang berbatasan dengan daerah dasar laut dibawah laut territorial s/d minimal 200 mil. yang belum diratifikasi Jarak maksimum batas landas kontinen yang dapat di klaim Batas jalur diluar dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang-undang yang berlaku tentang perairan Indonesia yang meliputi dasar laut. K l ai m B L K 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 40608 0.70 - . 200 mil. kesepakatan belum diratifikasi 40602 BLK B LK 0.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 SKALA 2 3 4 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 100 RGB (255) 14 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 6.5 mm 7. K l a im B L K M a x. tanah dibawahnya dan air diatasnya dengan batas terluar 200 mil laut diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia.

unilateral Batas laut diukur dari pantai pulau terluar 12 mil ke laut bebas 40706 0.71 - . Batas ZEE Indonesia (Unilateral) Batas jalur diluar dan berbatasan dengan laut wilayah Indonesia sebagaimana ditetapkan berdasarkan undang-undang yang berlaku tentang perairan Indonesia yang meliputi dasar laut.3 mm 00 00 00 00 00 00 40808 12. tanah dibawahnya dan air diatasnya dengan batas terluar 200 mil laut diukur dari garis pangkal laut wilayah Indonesia. 5 mm Z EE ZEE 11.3 mm 00 00 00 00 00 00 40802 13. telah diratifikasi √ √ √ √ √ Batas laut diukur dari pantai pulau terluar 12 mil ke laut bebas kesepakatan 00 00 00 100 0.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 SKALA 2 3 4 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 00 00 00 100 RGB (255) 14 00 00 00 HSV (360 100 100) 15 00 00 00 Kode Unsur 16 10.5 mm 00 00 00 00 00 00 40804 . Batas laut teritorial perlu kesepakatan √ √ √ √ √ Batas laut diukur dari pantai pulau terluar 12 mil ke laut bebas perlu kesepakatan 00 00 00 100 0. Batas laut teritorial kesepakatan. Batas laut teritorial √ √ √ √ √ 00 00 00 100 0.

Selang kontur 125 m untuk (250k).5 m (25k).5 m (5k) dan 1 m (1k).2 mm.5 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 30104 2. 5 m (10k). 70% Black) Garis kontur indeks (0. Kontur √ √ √ √ √ √ Garis yang menghubungkan tempat-tempat yang ketinggiannya sama. 70% Black) 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 30004 . 50 m (100k). DAN KODE UNSUR.72 - . SIMBOL.5.1 mm. 2. Titik tinggi √ √ √ √ √ √ Titik dipermukaan tanah yang koordinatnya ditentukan secara metoda pengukuran triangulasi 112 0. 25 m (50k). Garis kontur (0. NOTASI. UNSUR-UNSUR RELIEF PETA DASAR NAMA UNSUR 10K 25K Skala Peta 1000K 100K 250K 500K 50K 5K Pengertian 10 Spesifikasi Simbol dan / atau Notasi 11 Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Relief 1. 12.

hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64402 00 00 00 00 00 00 64406 00 00 00 00 00 00 64408 . Ukuran 00 00 00 100 huruf max. Ukuran huruf max. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. UNSUR-UNSUR NAMA RUPABUMI PETA DASAR 1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 Nama Rupabumi A. 40 point ( 4 pt = 00 00 00 100 1 mm. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Ukuran 00 00 00 100 huruf max. Samudera. DAN KODE UNSUR. Nama Unsur Perairan 1. Laut SKALA 2 3 4 5 6 7 8 9 Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 √ √ √ √ √ √ √ √ Nama perairan di laut bebas SAMUDERA LAUT Laut 2.6.73 - . NOTASI. 40 point sesuai luasan unsur.) sesuai luasan unsur. Teluk √ √ √ √ √ √ √ √ Nama perairan yang menjorok ke daratan TELUK Teluk Teluk Teluk Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic hitam. SIMBOL. Selat √ √ √ √ √ √ √ √ Nama perairan di antara dua pulau SELAT Selat Selat Selat 3. 30 point sesuai luasan unsur.

Pegunungan. Sungai dan sejenisnya √ √ √ √ √ √ √ √ Nama aliran air yang mengalir dari hulu ke arah muara atau laut SUNGAI Sungai Sungai Sungai Huruf besar atau huruf besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Ukuran 00 00 00 100 huruf max. 30 point sesuai luasan unsur.) sesuai luasan unsur.74 - . Ukuran huruf max. Danau SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Nama perairan yang ada di daratan DANAU Danau Danau Danau 5. 30 00 00 00 100 point sesuai luasan unsur. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64502 . Ukuran 00 00 00 100 huruf max. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64414 00 00 00 00 00 00 64422 Nama unsur alam 1. 30 point mm.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 4.Gunung atau Bukit √ √ √ √ √ √ √ √ Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bahaya angin puyuh PEGUNUNGAN Gunung Gunung Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam.

Nama Ibukota 1. 16 point 00 00 00 00 00 00 64102 Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan provinsi BANDUNG 00 00 00 00 00 00 64104 . hirarki atau tingkatan unsur serta estetika Huruf besar atau huruf besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Ibukota negara √ √ √ √ √ √ √ √ Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan negara JAKARTA 2. Ukuran huruf max. Ibukota provinsi √ √ √ √ √ √ √ √ Huruf besar Times New Roman warna hitam. 30 mm. 20 point Huruf besar Times New Roman warna hitam. hirarki atau tingkatan unsur serta estetika 00 00 00 00 00 00 64516 3. Ukuran huruf 00 00 00 100 min. Pulau dan Kepulauan √ √ √ √ √ √ √ √ Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bahaya polusi udara PULAU Pulau Pulau Pulau 00 00 00 00 00 00 64522 C.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 2. Ukuran huruf max.) 00 00 00 100 sesuai luasan unsur. Tanjung SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Kawasan yang sering atau berpotensi tinggi mengalami bahaya kebakaran liar TANJUNG Tanjung Tanjung Tanjung Huruf besar atau besar kecil Times New Roman Italic warna hitam. Ukuran huruf 00 00 00 100 min.75 - . 30 00 00 00 100 point sesuai luasan unsur.

Ukuran huruf 00 00 00 100 Min. Ibukota kecamatan √ √ √ √ √ √ √ √ Citeureup 00 00 00 00 00 00 64112 5. Ukuran 00 00 00 100 huruf min. Ibukota kelurahan atau desa √ √ √ √ √ √ √ √ Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kelurahan atau Desa Nama tempat diluar nama diatas Ciriung 00 00 00 00 00 00 64114 6.12 point Huruf besar Arial warna hitam. 9 point Huruf besar Times New Roman warna hitam. 14 point Huruf besar Times New Roman warna hitam. Nama daerah administrasi 1. Provinsi √ √ √ √ √ √ √ √ Nama daerah Provinsi JAWA BARAT Huruf besar Arial warna hitam. Ukuran huruf 00 00 00 100 min 12 point Huruf besar Times New Roman warna 00 00 00 100 hitam. Ibukota kabupaten atau kota SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten atau Kota Nama tempat yang menjadi pusat pemerintahan Kecamatan BOGOR Huruf besar Times New Roman warna 00 00 00 100 hitam.76 - . Ukuran huruf min. Kabupaten atau kota √ √ √ √ √ √ √ √ Nama daerah Kabupaten / Kota BOGOR 00 00 00 00 00 00 64008 . Ukuran huruf min. 7 point 00 00 00 00 00 00 64108 4. Ukuran 00 00 00 100 huruf m in.10 point 00 00 00 00 00 00 64004 2. Kota lain atau kampung √ √ √ √ √ √ √ √ Pabuaran 00 00 00 00 00 00 64118 D.1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 3.

1000K 100K 250K 500K 10K 25K 50K 5K NAMA UNSUR 1 3.7 point 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 64012 4. 8 point Huruf besar Arial warna hitam.Hatta Huruf besar Arial warna hitam Min.77 - . Ukuran huruf min. 8 point 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 64000 . Kecamatan SKALA 2 √ 3 √ 4 √ 5 √ 6 √ 7 √ 8 √ 9 √ Pengertian 10 Simbol dan/ atau Notasi 11 Spesifikasi Simbol 12 CMYK (%) 13 RGB (255) 14 HSV (360 100 100) 15 Kode Unsur 16 Nama daerah Kecamatan CIBINONG Huruf besar Arial warna hitam. Nama unsur diluar dari namanama diatas √ √ √ √ √ √ √ √ Nama selain nama-nama di atas Bandara Soekarno . Ukuran 00 00 00 100 huruf min. Kelurahan atau desa √ √ √ √ √ √ √ √ Nama daerah Kelurahan atau Desa CIRIUNG 00 00 00 00 00 00 64014 E.

CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan Sumber Data dan Informasi 7 BPN (Badan Pertanahan Nasional) 2. Penggunaan lahan terakhir Simbol dan / atau Notasi 2 Setiap unsur yang ada pada penggunaan lahan.78 - . 0 .000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA KEMIRINGAN LERENG NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 Spesifikasi RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Kemiringan Lereng 1. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENGGUNAAN LAHAN Spesifikasi NAMA UNSUR 1 Penggunaan Lahan 1.000 BAKOSURTANAL .99% (Klas I) 00 05 15 00 255 242 217 39 15 100 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100. dibedakan warna.LAMPIRAN III PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR TAHUN 2010 TANGGAL 1.1.

29.000 BAKOSURTANAL 4.7.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50. 2 .14.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.99% (Klas V) 07 30 30 00 237 179 179 00 24 93 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.4.99% (Klas II) 00 10 20 00 255 230 204 31 20 100 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100. 8 .000 BAKOSURTANAL 6. > 30% (Klas VI) 08 40 35 00 235 153 166 350 35 92 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.000 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.000 BAKOSURTANAL .99% (Klas III) 01 15 20 00 252 217 204 16 19 99 Hasil pengolahan kontur RB I/ Citra SRTM Resolusi 90 m untuk kerincian 1 : 100.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50.000 BAKOSURTANAL 3.99% (Klas IV) 05 25 30 00 242 191 179 11 26 95 BAKOSURTANAL 5.000 dan SRTM Resolusi 30 m untuk kerincian 1 : 50. 15 . 5 .79 - .

3. Tingkat Ketelitian Data disesuaikan dengan skala peta rencana yang dihasilkan. jika tidak memungkinkan maka menggunakan data pada skala kecil terdekat dengan kewajiban mencantumkan kondisi dan sumber data. jika tidak tersedia data pada kerincian data yang dilakukan maka diupayakan untuk menghasilkan data pada kerincian di maksut. Patahan dan Sesar Mengikuti Klasifikasi geologi yang di keluarkan instansi berwenang.80 - . jika tidak memungkinkan maka menggunakan data pada skala kecil terdekat dengan kewajiban mencantumkan kondisi dan sumber data. Tingkat Ketelitian Data disesuaikan dengan skala peta rencana yang dihasilkan. jika tidak tersedia data pada kerincian data yang dilakukan maka diupayakan untuk menghasilkan data pada kerincian di maksut. PPLGL Bandung 3. jika tidak memungkinkan maka menggunakan data pada skala kecil terdekat dengan kewajiban mencantumkan kondisi dan sumber data. jika tidak tersedia data pada kerincian data yang dilakukan maka diupayakan untuk menghasilkan data pada kerincian di maksut. PPLGL Bandung 2. Sifat-sifat Geologi Mengikuti Klasifikasi geologi yang di keluarkan instansi berwenang. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA GEOLOGI Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 NAMA UNSUR 1 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Geologi 1. Struktur Geologi Mengikuti Klasifikasi geologi yang di keluarkan instansi berwenang. Tingkat Ketelitian Data disesuaikan dengan skala peta rencana yang dihasilkan. PPLGL Bandung .

SIMBOL DAN ATAU NOTASI. Lereng Kaki (D7) 8. Pegunungan Terkikis (D2) 3. Bukit Sisa (D3) 4. Pedimen (D8) 9. Perbukitan Terkikis (D1) 2. Bukit Terisolisasi (D4) 5. Piedemont (D9) 10. Dataran Nyaris (D5) 6. Bentukan Denudasional 1. Dataran Nyaris Terangkat (D6) 7.4.81 - . UNSUR-UNSUR PETA GEOMORFOLOGI NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Geomorfologi A. Gawir (D10) Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Terkikis Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Terkikis Dibuat warna khusus untuk Bukit Sisa Dibuat warna khusus untuk Bukit Terisolasi Dibuat warna khusus untuk Dataran Nyaris Dibuat warna khusus untuk Dataran Nyaris Terangkat Dibuat warna khusus untuk Lereng kaki Dibuat warna khusus untuk Pedimen Dibuat warna khusus untuk Piedemont Dibuat warna khusus untuk Gawir .

Kipas rombakan lereng (D11) 12. Daerah dengan gerak masa batuan kuat (D12) 13.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 11. Kaki gunung api (V6) 7. Kerucut gunung api (V2) 3. Lereng gunung api atas (V3 4.82 - . Lereng gunung api bawah (V5) 6. Dataran fluvial gunung api (V8) Dibuat warna khusus untuk Kipas rombakan lereng Dibuat warna khusus untuk Dewah dengan gerak masa batuan kuat Dibuat warna khusus untuk lahan rusak Dibuat warna khusus untuk Kepundan Dibuat warna khusus untuk Kerucut gunung api Dibuat warna khusus untuk gunung api atas Dibuat warna khusus untuk Lereng gunung api tengah Dibuat warna khusus untuk Lereng gunung api bawah Dibuat warna khusus untuk Kaki gunung api Dibuat warna khusus untuk Lereng gunung api bawah Dibuat warna khusus untuk dataran fluvial gunung api . Dataran kaki gunung api (V7) 8. Lereng gunung api tengah (V4) 5. Lahan Rusak (D13) B. Bentukan asal Vulkanik 1. Kepundan (V1) 2.

Solfatar (V17) 18. Padang lava (V9) 10. Leher gunung api (V20) Dibuat warna khusus untuk Padang lava Dibuat warna khusus untuk Padang lahar Dibuat warna khusus untuk Lelehan lava Dibuat warna khusus untuk Aliran lava Dibuat warna khusus untuk Dataran antar gunung api Dibuat warna khusus untuk Dataran tinggi lava Dibuat warna khusus untuk Planeses Dibuat warna khusus untuk Padang abu. Aliran lava (V12) 13.83 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9. Planeses (V15 ) 16. tuff atau lapili Dibuat warna khusus untuk Solfatar Dibuat warna khusus untuk Fumarol Dibuat warna khusus untuk Bukit gunung api terdenudasi Dibuat warna khusus untuk Leher gunung api . tuff atau lapili (V16) 17. Dataran tinggi lava (V14) 15. Bukit Gunung Api terdenudasi (V19) 20. Lelehan lava (V11) 12. Padang lahar (V10) 11. Fumarol (V18) 19. Padang abu. Dataran antar gunung api (V13) 14.

Gawir Garis Sesar (S3) 4.84 - . Gawir Sesar (S2) 3. Blok Sesar (S1) 2. Bentukan asal Struktural (S) 1. Sumbat gunung api (V21) 22. Boka (V23) 24. Dike (V24) 25. Baranko (V25) C. Kerucut parasiter (V22) 23.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 21. Pegunungan Antiklinikal (S4) 5. Perbukitan Antiklinikal (S5) Dibuat warna khusus untuk Sumbat gunung api Dibuat warna khusus untuk Kerucut parasiter Dibuat warna khusus untuk Boka Dibuat warna khusus untuk Dike Dibuat warna khusus untuk Baranko Dibuat warna khusus untuk Blok sesar Dibuat warna khusus untuk Gawir sesar Dibuat warna khusus untuk Gawir garis sesar Dibuat warna khusus untuk Pegunungan antiklinikal Dibuat warna khusus untuk Perbukitan antiklinikal .

Pegunungan Monoklinikal (S8) 9. Lembah Sinklinasi (S17) . Pegunungan Sinklinikal (S6) Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Sinklinikal Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Sinklinikal Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Monoklinikal Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Monoklinikal Dibuat warna khusus untuk Pegunungan Dome Dibuat warna khusus untuk Perbukitan Sinklinikal Dibuat warna khusus untuk Dataran Tinggi / Plateau Dibuat warna khusus untuk Cuesta Dibuat warna khusus untuk Hogback Dibuat warna khusus untuk Bentuk Strika Dibuat warna khusus untuk Lembah Antiklinasi Dibuat warna khusus untuk Lembah Sinlkinasi 7.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 6. Hogback (S14) 15. Perbukitan Dome (S11) 12. Pegunungan Dome (S10) 11. Perbukitan Sinklinikal (S7) 8.85 - . Perbukitan Monoklinikal (S9) 10. Bentuk Strika (S15) 16. Lembah Antiklinasi (S16) 17. Dataran Tinggi/Plateau (S12) 13. Cuesta (S13) 14.

Dataran Banjir (F7) 8. Tanah Terban (S20) D. Dataran Aluvial (F1) 2. Sembul/Horst (S19) 20. Dasar Sungai (F2) 3. Rawa (F4) 5. Bentukan asal Fluvial (F) 1. Rawa Belakang (F5) Dibuat warna khusus untuk Lembah Subsekuen Dibuat warna khusus untuk Sembul / Horst Dibuat warna khusus untuk Tanah Terban Dibuat warna khusus untuk Dataran Aluvial Dibuat warna khusus untuk Dasar sungai Dibuat warna khusus untuk Danau Dibuat warna khusus untuk Rawa Dibuat warna khusus untuk Rawa Belakang 6. Tanggul Alam (F8) Dibuat warna khusus untuk Saluran / Sungai mati Dibuat warna khusus untuk Dataran banjir Dibuat warna khusus untuk Tanggul Alam . Lembah Subsekuen (S18) 19. Danau (F3) 4.86 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 18. Saluran/Sungai Mati (F6) 7.

Ledok Delta (F19) 20. Kipas Aluvial Tidak Aktif (F16) 17. Ledok Fluvial (F9) 10. Gosong Lengkung Dalam (F12) 13. Teras Aluvial (F15) 16.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9.87 - . Bekas Dasar Danau (F10) 11. Delta (F17) 18. Kipas Aluvial Aktif (F14) 15. Pantai Delta (F20) Dibuat warna khusus untuk Ledok Fluvial Dibuat warna khusus untuk Bekas Dasar Danau Dibuat warna khusus untuk Hamparan Celah / Tonjol Fluvial / Crevasse Splays Dibuat warna khusus untuk Gosong Lengkung Dalam Dibuat warna khusus untuk Gosong Sungai Dibuat warna khusus untuk Kipas Aluvial Aktif Dibuat warna khusus untuk Teras Aluvial Dibuat warna khusus untuk Kipas Aluvial Tidak Aktif Dibuat warna khusus untuk Delta Dibuat warna khusus untuk Ingir Delta Dibuat warna khusus untuk Ledok Delta Dibuat warna khusus untuk Pantai Delta . Gosong Sungai (F13) 14. Hamparan Celah/ Tonjolan Fluvial/Crevasse Splays (F11) 12. Igir Delta (F18) 19.

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3

RGB (255)
4

HSV (360 100 100)
5

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

E. Bentukan asal pelarutan Karst 1. Dataran Tinggi Karst (K1)

Dibuat warna khusus untuk Ledok Delta Dibuat warna khusus untuk Dataran Tinggo Karst Dibuat warna khusus untuk Lereng dan Perbukitan Karstik Terkikis Dibuat warna khusus untuk Kubah Karst

2. Lereng dan Perbukitan Karstik Terkikis (K2) 3. Kubah Karst (K3)

4. Bukit Sisa Batu Gamping Terisolasi (K4)

Dibuat warna khusus untuk Bukit Sisa Batu Gamping Terisolasi

5. Dataran Aluvial Karst (K5)

Dibuat warna khusus untuk Dtaran Aluvial karst

6. Uvala, Dolin (K6)

Dibuat warna khusus untuk Uvala, Dolin

7. Polje (K7)

Dibuat warna khusus untuk Polje

- 88 -

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3

RGB (255)
4

HSV (360 100 100)
5

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

8. Lembah Kering (K8)

Dibuat warna khusus untuk Lembah Kering

5. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA FISIOGRAFI PERMUKAAN
Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7

NAMA UNSUR 1 Bentuk Fisiografi Permukaan Enam klas bentuk Fisiografi 1. Datar

00 00 10 00

255 255 230

60 10 100

Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic

2. Landai
00 00 20 00 255 255 204 60 20 100

- 89 -

NAMA UNSUR 1 3. Berombak

Simbol dan / atau Notasi 2

Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6
Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic Hasil pengolahan dan identifikasi kontur RBI/Citra SRTM res. 90m untuk kerincian 1: 100.000 dan SRTM Res. 30m untuk kerincian 1:50.000/ identifikasi citra penginderaan jauh lainnya secara steroscopic maupun non stereoscopic

Sumber Data dan Informasi 7

00 00 30 00

255 255 179

60 30 100

4. Bergelombang
00 00 45 00 255 255 140 60 45 100

5. Berbukit
00 03 60 00 255 247 102 57 60 100

6. Bergunung
03 07 60 00 247 237 102 56 59 97

6. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA CURAH HUJAN
Spesifikasi

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

CMYK (%)
3

RGB (255)
4

HSV (360 100 100)
5

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

Curah hujan

- 90 -

> 3000mm/Th (klas I) 10 00 00 00 230 255 255 180 10 100 Diperoleh melalui pengolahan. > 1000 mm/Th (klas IV) 40 00 00 20 102 204 204 180 50 80 Diperoleh melalui pengolahan. 1500 . pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Badan Meteorologi dan Geofisika 3. pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Diperoleh melalui pengolahan.3000 mm/Th (klas II) 30 00 00 00 179 255 255 180 30 100 Diperoleh melalui pengolahan. pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Badan Meteorologi dan Geofisika . pemodelan dan pengkelasan data catatan curah hujan minimal selama 10 tahun terakhir Badan Meteorologi dan Geofisika 2.91 - .Spesifikasi NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Empat kelas jumlah rata-rata curah hujan 1. 1000-1500 mm/Th (klas III) 30 00 00 10 153 230 230 180 33 90 Badan Meteorologi dan Geofisika 4.

Sarana pendidikan 1. UNSUR-UNSUR PETA KETERSEDIAAN SARANA DAN PRASARANA Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 NAMA UNSUR 1 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 A./Dinas Pendidikan Nasional 2. . SD / setingkat 10 70 100 00 230 76 00 20 100 90 Kondisi. Simbol minimal 3 mm. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PENUTUP LAHAN Simbol dan / atau Notasi 2 Spsifikasi CMYK (%) 3 NAMA UNSUR 1 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 1.Kehutanan 8.92 - . jumlah dan sebaran./Dinas Pendidikan Nasional . Dep. Dep. umum/khusus.7. SMP / setingkat 00 50 50 00 255 127 127 00 50 1 00 . SIMBOL DAN ATAU NOTASI. swasta/negeri. Penutup Lahan Setiap unsur lahan dibedakan warna. Disesuaikan dengan kebutuhan perencanaan Dinas / Dep.

/Dinas Pendidikan Nasional 8./Dinas Pendidikan Nasional 4. Pendidikan Sekolah Luar Biasa 00 100 23 00 255 00 197 314 100 100 Dep.93 - ./Dinas Pendidikan Nasional ./Dinas Pendidikan Nasional 5. Perguruan Tinggi / Akademi 00 00 00 100 00 255 255 180 100 100 Dep. Pendidikan Lainnya 18 00 55 00 209 255 115 80 55 100 Dep. TPA regional 78 34 100 00 56 168 00 100 100 66 Dep. SMA Umum / kejuruan 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 Dep./Dinas Pendidikan Nasional 7./Dinas Pendidikan Nasional 6. Pendidikan Taman Kanak-Kanak 00 00 97 00 255 255 08 60 97 100 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3.

Jaringan listrik Tinggi simbol minimal 1 mm 1./Dinas Kesehatan 1. jumlah dan sebaran. Rumah Sakit klas A 100 00 100 00 00 255 00 120 100 100 3.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 B. Simbol minimal 3 mm./ Dinas ESDM dan PLN 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 . Kawat saluran udara a. C. Sarana Kesehatan Kondisi. Puskesmas/ Balai Pengobatan 2. jaringan transmisi tegangan ultra tinggi (SUTUT) – 750 KV Dep. umum/khusus. Rumah Sakit klas C 00 100 00 00 255 255 00 60 100 10 . 00 50 23 00 255 128 196 120 100 100 Dep. swasta/negeri.94 - . Rumah Sakit klas B 12 33 94 00 224 170 15 95 93 88 4.

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 100 23 00 RGB (255) 4 255 00 197 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 b.95 - . Kabel bawah tanah 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 3. Gardu induk 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Minimum simbol 3 mmm 5. Kabel bawah laut 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 4. jaringan transmisi tegangan tinggi (SUTT) – 275KV d. jaringan transmisi tegangan extra tinggi (SUTET) – 500 KV c. jaringan transmisi tegangan menegah (SUTM) – 150 KV e jaringan transmisi tegangan rendah (SUTR) – 70 KV 314 100 100 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 70 10 100 00 76 230 00 100 100 90 00 00 100 00 255 255 00 60 100 00 2. Jaringan distribusi 85 55 100 00 38 115 00 100 100 00 .

Pipa jaringan air bersih Minimum garis 1 mm Dep. Fasilitas air bersih 1./ Dinas Cipta Karya PU dan PAM . Instalasi produksi 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 4.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 D. Intake 100 00 00 00 Air C 20 00 255 255 204 255 255 180 100 100 180 20 100 3. Mata air 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 Dep./ Dinas Cipta Karya PU dan PAM Minimum simbol 3mmm 2. Bak penampungan 25 09 00 00 191 232 255 202 25 100 5.96 - .

Irigasi sekunder c. Irigasi air tanah 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 . Jalur distribusi air bersih 100 30 08 00 00 178 235 195 100 92 7. Pipa air bersih primer b. Pipa air bersih sekunder 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 6.97 - .NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 100 100 00 00 RGB (255) 4 00 00 255 HSV (360 100 100) 5 240 100 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 a. Bangunan irigasi 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 8. Irigasi tersier 100 100 00 00 34 100 10 00 00 100 25 00 00 00 255 169 00 230 255 00 191 240 100 100 284 100 90 315 100 100 d. Jaringan irigasi a. Irigasi primer b.

Saluran air hujan sekunder 15 35 95 00 217 166 13 45 94 85 Tebal garis 0.98 - . Jaringan telekomunikasi Jaringan terrestrial 1. Jaringan mikro analog 00 00 100 00 255 255 00 153 00 102 51 204 102 60 100 10 320 100 60 140 75 80 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 Dep.4 mm E.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9. Saluran dranaise sekunder 100 1 00 00 00 100 00 00 00 00 00 255 240 100 100 00 255 255 180 100 100 c. Jaringan serat optik 4. Saluran air hujan primer 00 100 25 00 255 00 191 315 100 100 d./ Dinas Parpostel dan TELKOM 3. Sistem pengendali banjir a. Jaringan mikro digital 2. Saluran dranaise primer b. Jaringan kabel laut 40 100 60 00 80 20 60 00 .

/ Dinas Parpostel dan TELKOM 1 Stasiun bumi 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dimensi minimal simbol 3 mm . Jaringan satelit Dep. Stasiun telepon otomat 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 7. Jaringan internasional 6. Transmisi kabel laut (konstruksi) 10 40 100 00 230 152 00 40 100 90 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 9./ Dinas Parpostel dan TELKOM 10. Kantor pos besar 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dimensi minimal simbol 3 mm 00 55 33 00 255 115 222 314 55 100 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 5. Kantor pos kecil F. Transmisi kabel laut 8.99 - .

Jaringan jalan dan Terminal 1.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Dimensi minimal simbol 3 mm Sumber Data dan Informasi 7 2 Pusat automatisasi sambungan telepon 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 3 Menara telekomunikasi (BTS) untuk pemanfaatan secara bersama-sama antar operator Dimensi minimal simbol 3mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 G.100 - . Transportasi darat a. Grs bis hitam 255 128 00 29 100 100 Dimensi minimal simbol Dep. Jalan Kolektor Primer 255 178 00 41 100 100 . Grs bis hitam 00 30 100 00 255 128 00 29 100 100 3. Jalan Arteri Primer Infill 00 50 100 00. Jaringan transportasi A./ Dinas PU 2. Jalan Tol Infill 00 50 100 00.

101 - . Terminal a.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 4. Jembatan 00 00 00 100 255 00 00 00 100 100 Tebal garis 0. Jalur Busway 00 100 100 00 00 00 100 00 00 40 08 00 00 00 30 10 255 00 00 255 255 00 255 153 235 229 229 160 00 100 100 60 100 100 312 40 100 60 30 90 Tebal garis 0./ Dinas Perhubungan .3 mm. Jalan Lokal 30 30 00 00 178 178 255 240 30 100 5. Strategis Nasional b.4 mm Dep. Strategis Kabupaten 6. Lebar jembatan disesuaikan dengan lebar sungai Simbol minimal 3 mm 8. Jalan Strategis a./ Dinas PU Tebal garis minimal 0. Terminal type A 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep.3 mm 7. Strategis Provinsi c.

KAI 1. Jaringan Rel Kereta Api dan stasiun Dep. Terminal type B c. Stasiun Kereta Api a. 2. Stasiun Besar Stasiun Sedang 00 100 100 00 00 00 00 100 255 00 00 00 00 00 00 100 100 00 00 00 2. b. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda 1. Jalur Kereta Api umum antar kota a. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda atas tanah Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda bawah tanah Tebal garis rel 0.102 - .2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 00 100 100 00 255 00 00 00 100 100 ./ Dinas Perhubungan dan PT. Terminal type C B 00 00 00 100 b.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 Warna merah RGB (255) 4 00 100 100 00 00 00 00 HSV (360 100 100) 5 255 00 00 00 00 00 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 b.

2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda atas tanah 2. Jalur Kereta Api umum perkotaan a. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur ganda layang b Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal Tebal garis rel 0.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 23 19 100 00 RGB (255) 4 196 207 00 HSV (360 100 100) 5 63 100 81 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda 1. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda bawah tanah 3. 2.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm 1. 3. Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal atas tanah Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal bawah tanah Jalur Kereta Api umum antar kota jalur tunggal layang 00 00 00 100 00 100 100 00 23 19 100 00 00 00 00 255 00 00 196 207 00 00 00 00 00 100 100 63 100 81 3.103 - . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur ganda layang Tebal garis rel 0.

KAI 1./ Dinas Perhubungan dan PT. Pelabuhan sungai 00 00 00100 00 00 00 00 00 00 Dep. Jalur Kereta Api khusus 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 c. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal atas tanah 2.5 mm Panjang bantalan rel 3 mm ./ Dinas Perhubungan Simbol minimal 3 mm . Transportasi sungai danau dan penyeberangan 1. Jalur Monorail 00 20 50 00 255 204 128 36 50 100 Tebal garis rel 0. Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal bawah tanah 3.2 mm Jarak antara bantalan rel 2 . Jalur Kereta Api umum perkotaan jalur tunggal Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Tebal garis rel 0. 4.2 mm Jarak antara bantalan rel 10 mm Panjang bantalan rel 4 mm Sumber Data dan Informasi 7 b. Jalur Subway 34 100 10 00 169 00 230 284 100 90 100 23 00 00 00 196 255 194 100 100 00 00 100 00 255 255 00 60 100 100 4.104 - .

Lintas penyeberangan antar provinsi yang menghubungkan antar jaringan jalan nasional dan antar jaringan jalur kereta api antar provinsi 00100 25 00 255 00 191 315 1 00 100 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 12 33 94 00 224 170 15 45 93 88 Tebal garis 0.105 - .4 mm 4.3 mm 100 100 00 00 00 00 255 240 100 100 . Pelabuhan penyeberangan lintas antar kabupaten kota 7. Alur pelayaran angkutan sungai 100 30 70 00 00 179 76 145 100 70 Tebal Garisl 0.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Simbol minimal 3 mm Sumber Data dan Informasi 7 2.4 mm 5. Pelabuhan penyeberangan lintas provinsi dan antar negara 6. Pelabuhan danau 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 3. Pelabuhan penyeberangan lintas dalam Kabupaten /Kota 8. alur pelayaran angkutan danau. 50 45 90 00 128 140 13 66 91 55 Tebal Garisl 0.

Pelabuhan internasional 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep. Pelabuhan Internasional hub 00 33 100 00 255 170 100 40 100 100 55 100 70 00 115 00 76 320 100 45 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 Simbol minimal 3 mm 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep.106 - . Lintas penyeberangan antar kabupaten / kota yang menghubungkan antar jaringan jalan provinsi dan jaringan jalur kereta api dalam provinsi 11. Lintas pelabuhan penyeberangan dalam kabupaten/kota yang menghubungkan antar jaringan jalan kabupaten /kota dan jaringan jalur kereta api dalam kabupaten / kota B.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 9. Lintas penyeberangan antar negara yang menghubungkan antar jaringan jalan pada kawasan perbatasan 10./ Dinas Perhubungan . Transportasi laut 1./ Dinas Perhubungan 2.

/ Dinas Perhubungan . Pelabuhan khusus 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep./ Dinas Perhubungan 4. Alur pelayaran Internasional Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 9. Pelabuhan regional 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep. Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional dengan ALKI 20 40 00 00 100 00 00 00 20 40 00 00 204 153 255 00 225 255 204 153 255 270 40 100 180 100 100 270 40 100 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 100 RGB (255) 4 00 00 00 HSV (360 100 100) 5 00 00 00 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3. Alur pelayaran Internasional 8. Pelabuhan nasional Dep./ Dinas Perhubungan 7./ Dinas Perhubungan Dep. Pelabuhan Lokal 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep.107 - ./ Dinas Perhubungan 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep. Jaringan pelayaran Internasional yang menghubungkan antar pelabuhan Internasional hub dan pelabuhan Internasional 10./ Dinas Perhubungan 5./ Dinas Perhubungan Dep./ Dinas Perhubungan 6.

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 pelabuhan Internasional di negara lain 11. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antara pelabuhan nasional dan pelabuhan regional 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Notasi minimal 2 mm AN = Alur pelayaran Nasional Untuk alur pelayaran yang panjang. penggunaan notasi diatur Notasi minimal 2 mm AR = Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional dan pelabuhan Regional Untuk alur pelayaran yang panjang. Bandar udara umum pusat penyebaran primer 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep./ Dinas Perhubungan 14. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan pelabuhan nasional dengan pelabuhan Internasional atau pelabuhan Internasional hub 12. Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan nasional 13./ Dinas Perhubungan ./ Dinas Perhubungan 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep./ Dinas Perhubungan 20 40 00 00 204 153 255 270 40 100 Dep. Transportasi udara 1. penggunaan notasi diatur Notasi minimal 2 mm AB = Alur pelayaran Antar pelabuhan Nasional Untuk alur pelayaran yang panjang. penggunaan notasi diatur Notasi minimal 2 mm AP = Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan Regional Untuk alur pelayaran yang panjang./ Dinas Perhubungan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Notasi minimal 2 mm BP = Pelabuhan Udara Primer Letak notasi fleksibel Dep. penggunaan notasi diatur Dep.108 - . Alur pelayaran nasional yang menghubungkan antar pelabuhan regional C.

/ Dinas Perhubungan 4. Ruang udara di sekitar bandar udara 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 Dep./ Dinas Perhubungan 5./ Dinas Perhubungan 7. Bandar udara umum bukan pusat penyebaran 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Notasi minimal 2 mm BB = Bandar Udara Bukan pusat penyebaran Letak notasi fleksibel Dep. Bandar udara umum pusat penyebaran sekunder 3.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 100 RGB (255) 4 00 00 00 HSV (360 100 100) 5 00 00 00 Keterangan 6 Notasi minimal 2 mm BS = Bandar Udara Sekunder Letak notasi fleksibel Notasi minimal 2 mm BT = Bandar Udara Tersier Letak notasi fleksibel Sumber Data dan Informasi 7 2. Ruang udara di atas bandar udara 100 00 00 00 00 255 255 180 100 100 Notasi minimal 2 mm KA = Kawasan Udara di atas Bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsure Notasi minimal 2 mm KS = Kawasan Udara di Sekitar bandar udara Letak notasi diatur sesuai luas unsure Dep. Bandar udara umum pusat penyebaran tersier Dep. Bandar udara khusus 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Notasi minimal 2 mm BK = Bandar Udara Khusus Letak notasi fleksibel Dep./ Dinas Perhubungan ./ Dinas Perhubungan 6./ Dinas Perhubungan 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dep.109 - .

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 20 00 00 00 RGB (255) 4 204 255 255 HSV (360 100 100) 5 180 20 100 Keterangan 6 Notasi minimal 2 mm KP = Kawasan Udara sebagai jalur penerbangan Letak notasi diatur sesuai luas unsur Sumber Data dan Informasi 7 8.110 - ./ Dinas ESDM dan Pertamina . Ruang udara yang ditetapkan sebagai jalur penerbangan Dep. Jaringan pipa gas 00 100 00 00 255 00 255 300 100 100 Dimensi minimal simbol 2 mm Dep. Jaringan pipa minyak 00 00 00 100 00 00 00 00 00 00 Dimensi minimal simbol 2 mm Dep. Jaringan gas dan bahan bakar 1./ Dinas ESDM dan Pertamina 2./ Dinas Perhubungan H.

Lapan dan Bappenas Zana IV (aman) 00 20 40 00 255 204 153 30 40 100 Zana IV (aman) Bakosurtanal. Bencana Longsor Zona I (sangat rawan) 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Bencana Banjir Zona I (sangat rawan) 80 00 00 00 51 255 255 180 80 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona II (rawan) 00 40 40 00 255 153 153 00 40 100 Zona II (rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 30 40 00 255 179 153 15 40 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA RAWAN BENCANA NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 RAWAN BENCANA 1.9. Lapan dan Bappenas 2. Lapan dan Bappenas .111 - . Lapan dan Bappenas Bakosurtanal.

Bencana Gempa Zona I (sangat rawan) 00 80 00 00 255 51 255 300 80 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas 3. Lapan dan Bappenas Zona II (rawan) 00 60 00 00 255 102 255 300 60 100 Zona II (rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas . Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 40 00 00 255 153 255 300 40 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zana IV (aman) 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 Zana IV (aman) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 35 00 00 00 166 255 255 180 35 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal.NAMA UNSUR 1 Zona II (rawan) Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 50 00 00 00 RGB (255) 4 129 255 255 HSV (360 100 100) 5 180 50 100 Zona II (rawan) Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Bakosurtanal.112 - .

Lapan dan Bappenas . Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 00 40 00 255 153 255 60 40 100 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal.Bencana Tsunami Zona I (sangat rawan) 00 00 00 60 102 102 102 00 00 40 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal.NAMA UNSUR 1 Zona IV (aman) Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 20 00 00 RGB (255) 4 255 204 255 HSV (360 100 100) 5 300 20 100 Zona IV (aman) Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zona II (rawan) 00 00 80 00 255 255 51 60 80 100 Zona II (rawan) Bakosurtanal.113 - . Lapan dan Bappenas 4. Lapan dan Bappenas 5. Bencana Gunung Api Zona I (sangat rawan) 00 05 60 00 255 242 102 55 60 100 Zona I (sangat rawan) Bakosurtanal. Lapan dan Bappenas Zana IV (aman) 00 00 15 00 255 255 217 60 15 100 Zana IV (aman) Bakosurtanal.

NAMA UNSUR 1 Zona II (rawan) Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 35 RGB (255) 4 166 166 166 HSV (360 100 100) 5 00 00 65 Zona II (rawan) Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Bakosurtanal.114 - ./ Dinas Pertanian . Lapan dan Bappenas 10. SIMBOL DAN ATAU NOTASI. Pertanian a. Lapan dan Bappenas Zona III (agak rawan) 00 00 00 20 204 240 204 00 00 80 Zona III (agak rawan) Bakosurtanal. UNSUR-UNSUR PETA POTENSI BAIK DARAT MAUPUN LAUT NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 Spesifikasi RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 A. Lapan dan Bappenas Zona IV (aman) 00 00 00 05 242 242 242 00 00 95 Zana IV (aman) Bakosurtanal. Menurut Jenis 1. Pertanian Lahan Basah 20 00 30 00 204 255 179 100 30 100 Dep.

Zona II (sesuai II) 20 00 20 00 204 255 204 120 20 100 Dep.. Tanaman Tahunan 70 00 70 00 76 255 76 120 70 100 Dep. Tanaman Semusim 25 00 65 00 191 255 89 83 65 100 Dep. Zona I (sesuai I) 10 00 10 00 230 255 230 120 10 100 Dep./ Dinas Pertanian ....115 - ./ Dinas Pertanian c./ Dinas Pertanian 2.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 20 00 10 00 RGB (255) 4 204 255 230 HSV (360 100 100) 5 150 20 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2. Menurut Komoditas atau Secara Umum 1./ Dinas Pertanian b. Pertanian Lahan Kering Dep./ Dinas Pertanian 2. Menurut Usia Tanaman 1.

Zona IV (tidak sesuai) 70 00 50 00 76 255 128 137 70 100 Dep. Zona III (sesuai III) Dep./ Dinas Pertanian 2.. Zona II (sesuai II) 00 30 00 00 255 179 255 300 30 100 Dep./ Dinas Pertanian 3.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 40 00 40 00 RGB (255) 4 153 255 153 HSV (360 100 100) 5 120 40 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3.. Zona III (sesuai III) 00 50 00 00 255 128 255 300 50 100 Dep. Peternakan Menurut Komoditas atau Secara Umum 1./ Dinas Pertanian 4. ../ Dinas Pertanian B./ Dinas Pertanian . Zona I (sesuai I) 00 10 00 00 255 230 255 300 10 100 Dep..116 - .

/ Dinas Pertanian dan Kehutanan 3./ Dinas Pertanian dan Kehutanan D.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 80 00 00 RGB (255) 4 255 51 255 HSV (360 100 100) 5 300 80 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 4.. Zona IV (tidak sesuai) Dep... Zona III (sesuai III) 00 00 80 00 255 255 51 60 80 100 Dep. Perkebunan Menurut Komoditas atau Secara Umum 1. Perikanan .. Zona II (sesuai II) 00 00 40 00 235 255 153 6040 100 Dep.. Zona I (sesuai I) 00 00 15 00 255 255 217 60 15 100 Dep. Zona IV (tidak sesuai) 00 05 60 00 255 242 102 55 60 100 Dep./ Dinas Pertanian dan Kehutanan 4./ Dinas Pertanian dan Kehutanan 2./ Dinas Pertanian C.117 - .

NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Menurut Komoditas atau Secara Umum 1./ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan 2.. 0Industri Menurut Komoditas atau Secara Umum 1./ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan 4... Zona I (sesuai I) 10 00 00 00 230 255 255 180 10 100 Dep.118 - . Zona II (sesuai II) 20 00 00 00 204 255 255 180 20 100 Dep. Zona I (sesuai I) 00 00 00 05 242 242 242 00 00 95 Dep../ Dinas Perindustrian. . Zona IV (tidak sesuai) 80 00 00 00 51 255 255 180 80 100 Dep. Zona III (sesuai III) 40 00 00 00 153 255 255 180 40 100 Dep./ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan 3../ Dinas Pertanian dan Kelautan & Perikanan E.

Zona I (sesuai I) 05 05 00 00 242 242 255 240 05 100 Dep./ Dinas Perindustrian.. 4./ Dinas Perdagangan .. Zona II (sesuai II) Dep. Zona III (sesuai III) 00 00 00 20 204 204 204 00 00 80 Dep. Zona IV (tidak sesuai) 00 00 00 40 153 153 153 00 00 60 Dep. F.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 00 00 00 10 RGB (255) 4 229 229 229 HSV (360 100 100) 5 00 00 90 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2. Zona III (sesuai III) 20 25 00 00 204 191 255 252 25 100 Dep./ Dinas Perindustrian. Perdagangan Menurut Komoditas atau Secara Umum 1./ Dinas Perdagangan 3./ Dinas Perindustrian. 3./ Dinas Perdagangan 2.. Zona II (sesuai II) 15 10 00 00 217 230 255 219 15 100 Dep...119 - ..

. Mangrove (Mgr) 1./ Dinas Kelautan & Perikanan b. Terumbu Karang Kerapatan > 60% 50 00 00 00 128 255 255 180 50 100 Dep... Mangrove Kerapatan < 30% 20 40 60 00 204 153 102 24 56 80 Dep. Mangrove Kerapatan > 60% 10 20 20 00 230 204 204 00 11 90 Dep../ Dinas Kelautan & Perikanan 3.Terumbu Karang (Tkr) 1.120 - ./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup ./ Dinas Perdagangan G..60% 10 30 40 00 230 179 153 20 33 90 Dep. Pesisir dan Pulau-pulau kecil a.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 40 20 00 00 RGB (255) 4 153 204 255 HSV (360 100 100) 5 210 40 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 4. Mangrove Kerapatan 30%./ Dinas Kelautan & Perikanan 2. Zona IV (tidak sesuai) Dep.

/ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 3./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 4...121 - .60% 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep../ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 2.. Koral 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup c.. Terumbu Karang Kerapatan 30%60% Dep. Padang lamun Kerapatan 30%. Padang Lamun Kerapatan > 60% 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep.. Terumbu Karang Kerapatan < 30% 50 00 00 00 128 255 255 180 50 100 Dep.NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 50 00 00 00 RGB (255) 4 128 255 255 HSV (360 100 100) 5 180 50 100 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 2./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup . Padang Lamun (Plm) 1./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup 3. Padang Lamun Kerapatan < 30% 00 50 50 00 255 128 128 00 50 100 Dep.

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3 00 00 00 50

RGB (255)
4 235 235 158

HSV (360 100 100)
5 60 33 92

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

5.. Hamparan Pasil Laut 6.. Pantai Berpasir

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

00 00 00 50

127 127 127

00 00 50

7.. Pantai Berlumpur

00 00 00 50

235 235 158

60 33 92

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

8.. Pantai Berbatu

00 00 00 50

127 127 127

00 00 50

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

9.. Pulau-pulau Kecil

50 00 50 00

128 255 128

120 50 100

Dep./ Dinas Kelautan & Perikanan dan Lingkungan Hidup

H. TPA sampah Menurut Kesesuaiannya 1.. Zona I (sesuai I)

00 00 100 00

255 255 00

60 100 100

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

- 122 -

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3 00 00 100 00

RGB (255)
4 255 255 00

HSV (360 100 100)
5 60 100 100

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

2.. Zona II (sesuai II)

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

3.. Zona III (sesuai III)

00 00 100 00

255 255 00

60 100 100

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

4.. Zona IV (tidak sesuai)

00 00 100 00

255 255 00

60 100 100

Dep./ Dinas Lingkungan Hidup

I.

Pariwisata

a. Menurut Tingkat Potensinya 1.. Zona I (potensi tinggi)
00 100 00 00 255 00 255 300 100 100

Dep./ Dinas Parpostel

2.. Zona II (potensi sedang)

00 00 00 100

00 00 00

00 00 00

Dep./ Dinas Parpostel

3.. Zona III (potensi rendah)

100 00 100 00

00 255 00

120 100 100

Dep./ Dinas Parpostel

- 123 -

NAMA UNSUR
1

Simbol dan / atau Notasi
2

Spesifikasi CMYK (%)
3 00 00 100 00

RGB (255)
4 255 255 00

HSV (360 100 100)
5 60 100 100

Keterangan
6

Sumber Data dan Informasi
7

4.. Zona IV (tidak berpotensi)

Dep./ Dinas Parpostel

b. Menurut Jenis Objek Wisata 1.. Wisata Alam
50 00 50 00 128 255 128 120 50 100

Dep./ Dinas Parpostel

2.. Wisata Budaya

50 00 50 00

128 255 128

120 50 100

Dep./ Dinas Parpostel

3.. Wisata Lainnya

50 00 50 00

128 255 128

120 50 100

Dep./ Dinas Parpostel

J. Pertambangan
Menurut Jenis Bahan Tambang 1.. Bahan Galian A
00 05 15 00 255 242 217 39 15 100

Dep./ Dinas ESDM

2.. Bahan Galian B

00 10 20 00

255 230 204

31 20 100

Dep./ Dinas ESDM

- 124 -

.125 - . Ijin Eksploitasi 10 20 10 00 230 204 204 300 11 90 Dep./ Dinas ESDM ./ Dinas ESDM 4. Minyak dan Gas Bumi 07 30 30 00 237 179 179 00 24 93 Dep..../ Dinas ESDM 8../ Dinas ESDM 9. Bahan Galian C Dep...NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 Spesifikasi CMYK (%) 3 01 15 20 00 RGB (255) 4 252 217 204 HSV (360 100 100) 5 16 19 99 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 3./ Dinas ESDM 5. Ijin Eksplorasi 20 50 20 00 204 128 204 300 37 80 Dep./ Dinas ESDM 7. Bahan Radio Aktif 05 25 30 00 242 191 179 11 26 95 Dep. Logam Berat 03 20 30 00 247 204 179 22 28 97 Dep./ Dinas ESDM 6. Ijin Konsesi Tambang 20 30 20 00 204 179 204 300 12 80 Dep.

Pertahanan dan keamanan Dep.126 - .11 SIMBOL DAN ATAU NOTASI UNSUR-UNSUR PETA PERTAHANAN DAN KEAMANAN NAMA UNSUR 1 Simbol dan / atau Notasi 2 CMYK (%) 3 Spesifikasi RGB (255) 4 HSV (360 100 100) 5 Keterangan 6 Sumber Data dan Informasi 7 Pertahanan dan Keamanan 1. Hankam .

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.