Asuhan Keperawatan ( Askep ) pada Klien dengan Gastroenteritis ( GE ) Pengertian

   

Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari biasanya (normal 100 – 200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk cairan atau setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi defekasi yang meningkat (Mansjoer, Arif., et all. 1999). Diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari tiga kali sehari ( WHO, 1980), Gastroentritis ( GE ) adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan atau tanpa disertai muntah (Sowden,et all.1996). Gastroenteritis diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi yang lebih banyak dari biasanya (FKUI,1965). Gastroenteritis adalah inflamasi pada daerah lambung dan intestinal yang disebabkan oleh bakteri yang bermacam-macam,virus dan parasit yang patogen (Whaley & Wong’s,1995). Gastroenteritis adalah kondisi dengan karakteristik adanya muntah dan diare yang disebabkan oleh infeksi,alergi atau keracunan zat makanan ( Marlenan Mayers,1995 ).

Jadi dari keempat pengertian diatas penulis dapat menyimpulkan bahwa gastroenteritis adalah peradangan yang terjadi pada lambung dan usus yang memberikan gejala diare dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya yang disebabkan oleh bakteri,virus dan parasit yang patogen. Patofisiologi Penyebab gastroenteritis akut adalah masuknya virus (Rotravirus, Adenovirus enteris, Virus Norwalk), Bakteri atau toksin (Compylobacter, Salmonella, Escherihia Coli, Yersinia dan lainnya), parasit (Biardia Lambia, Cryptosporidium). Beberapa mikroorganisme patogen ini menyebabkan infeksi pada sel-sel, memproduksi enterotoksin atau Cytotoksin dimana merusak sel-sel, atau melekat pada dinding usus pada gastroenteritis akut. Penularan gastroenteritis bisa melalui fekal-oral dari satu klien ke klien yang lainnya. Beberapa kasus ditemui penyebaran patogen dikarenakan makanan dan minuman yang terkontaminasi. Mekanisme dasar penyebab timbulnya diare adalah gangguan osmotik (makanan yang tidak dapat diserap akan menyebabkan tekanan osmotik dalam rongga usus meningkat sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit kedalam rongga usus, isi rongga usus berlebihan sehingga timbul diare ). Selain itu menimbulkan gangguan sekresi akibat toksin di dinding usus, sehingga sekresi air dan elektrolit meningkat kemudian terjadi diare. Gangguan mutilitas usus yang mengakibatkan hiperperistaltik dan hipoperistaltik. Akibat dari diare itu sendiri adalah

output berlebih). hipoglikemia dan gangguan sirkulasi darah. . gangguan gizi (intake kurang.kehilangan air dan elektrolit (dehidrasi) yang mengakibatkan gangguan asam basa (asidosis metabolik dan hipokalemia).

Membran mukosa mulut dan bibir kering f. b. Tingkat Dehidrasi Gastroenteritis a. Dehidrasi Sedang . Tidak nafsu makan i. Kehilangan berat badan h. Intoleransi sekunder akibat kerusakan mukosa usus. Fontanel cekung g. suara serak. Mal nutrisi f. Hipoglikemia g. Muntah. d. Demam. Bakterimia e. Nyeri abdomen e. Diare. b. c. Renjatan hipovolemik c. Kejang d. klien belum jatuh pada keadaan syok.Gejala Klinis a. Badan terasa lemah Komplikasi a. Dehidrasi b. Dehidrasi Ringan Kehilangan cairan 2 – 5 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit kurang elastis.

Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan. Tujuan : Devisit cairan dan elektrolit teratasi Kriteria hasil: Tanda-tanda dehidrasi tidak ada. presyok nadi cepat dan dalam. Dehidrasi Berat Kehilangan cairan 8 – 10 % dari berat badan dengan gambaran klinik seperti tanda-tanda dehidrasi sedang ditambah dengan kesadaran menurun. Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen. 6. Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan mual dan muntah. c. 4. otot-otot kaku sampai sianosis. prosedur yang menakutkan. suara serak. Defisit volume cairan dan elektrolit kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan output cairan yang berlebihan. balan cairan seimbang Intervensi : . prognosis dan pengobatan. mukosa mulut dan bibir lembab. apatis sampai koma. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit. 3. Intervensi Diagnosa 1. 5. 2. Diagnosa Keperawatan GE 1.Kehilangan cairan 5 – 8 % dari berat badan dengan gambaran klinik turgor kulit jelek. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. frekwensi BAB yang berlebihan.

muntah tidak ada. pemeriksaan lab elektrolit. Bersihkan bokong secara perlahan menggunakan sabun non alkohol. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan iritasi. . Tujuan : Gangguan integritas kulit teratasi Kriteria hasil : Integritas kulit kembali normal. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi cairan. Diagnosa 4.Observasi tanda-tanda vital. dan auskultasi). Gangguan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubuingan dengan mual dan muntah. iritasi tidak ada. diet habis 1 porsi yang disediakan. Lakukan pemeriksaan fisik abdomen (palpasi. Intervensi : Kaji pola nutrisi klien dan perubahan yang terjadi. perkusi. Berikan dan anjurkan keluarga untuk memberikan minum yang banyak kurang lebih 2000 – 2500 cc per hari. Kolaborasi dengan tim gizi dalam penentuan diet klien. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi antifungi sesuai indikasi. Observasi bokong dan perineum dari infeksi. Timbang berat badan klien. frekwensi BAB yang berlebihan. Diagnosa 2. mual. Tujuan : Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi teratasi Kriteria hasil : Intake nutrisi klien meningkat. Berikan diet dalam kondisi hangat dan porsi kecil tapi sering. Kolaborasi dengan tim gizi dalam pemberian cairan rendah sodium. tanda-tanda infeksi tidak ada Intervensi : Ganti popok anak jika basah. Ukur input dan output cairan (balan cairan). Diagnosa 3. Kaji faktor penyebab gangguan pemenuhan nutrisi. Beri zalp seperti zinc oxsida bila terjadi iritasi pada kulit. Observasi tanda-tanda dehidrasi.

Atur posisi yang nyaman bagi klien. Diagnosa 6. Tujuan : Nyeri dapat teratasi Kriteria hasil : Nyeri dapat berkurang / hilang. Jelaskan tentang proses penyakit klien dengan melalui pendidikan kesehatan. Kolaborasi dengan dokter dalam pemberian therapi analgetik sesuai indikasi. Cemas berhubungan dengan perpisahan dengan orang tua. Kurang pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang penyakit. Intervensi : Kaji tingkat pendidikan keluarga klien. Tujuan : Klien akan memperlihatkan penurunan tingkat kecemasan Intervensi : . Libatkan keluarga dalam pemberian tindakan pada klien. Beri kompres hangat pada daerah abdomen. keluarga tidak banyak bertanya lagi tentang proses penyakit klien. prognosis dan pengobatan. ekspresi wajah tenang Intervensi : Observasi tanda-tanda vital. Berikan kesempatan pada keluarga bila ada yang belum dimengertinya. Tujuan Pengetahuan keluarga meningkat Kriteria hasil : Keluarga klien mengerti dengan proses penyakit klien. ekspresi wajah tenang. prosedur yang menakutkan. Diagnosa 5.Gangguan rasa nyaman nyeri berhubungan dengan distensi abdomen. Kaji tingkat pengetahuan keluarga tentang proses penyakit klien. Kaji tingkat rasa nyeri.

8. Berikan mainan sesuai kesukaan klien. Daftar Pustaka Carpenito. Integritas kulit kembali normal. Kaji faktor pencetus cemas.J. Libatkan keluarga dalam setiap tindakan. Volume cairan dan elektrolit kembali normal sesuai kebutuhan. I. (1997). et all. Surabaya : GRAMIK FK Universitas Airlangga. (1999). (1999). 3. Anderson Sylvia. 2 Jakarata : EGC Dongoes (2000). . Anjurkan pada keluarga untuk selalu mendampingi klien. Pitono Soeparto. Kapita Selekta Kedokteran. Ed. Kaji hal yang disukai klien. 2. Pengetahuan kelurga meningkat. (1997) Patofisiologi. 6. dkk. Fakultas Kedokteran UI : Media Aescullapius.Kaji tingkat kecemasan klien... L. 5. Jakarata : EGC. 4. Jakarta : EGC Makalah Kuliah . Ed. Price. Tidak diterbitkan. Kebutuhan nutrisi terpenuhi sesuai kebutuhan tubuh. Rasa nyaman terpenuhi. Evaluasi 1. Rencana Asuhan & Dokumentasi Keperawatan. Mansjoer. Gastroenterologi Anak. Cemas pada klien teratasi. Ed. Buat jadwal kontak dengan klien. Arif. Diagnosa Keperawatan.

Cairan dan elektrolit masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Keseimbangan cairan dan elektrolit melibatkan komposisi dan perpindahan berbagai cairan tubuh. glukosa.Sex Perhatikan Uraian berikut ini : No. fosfat (HPO42-). Klorida (Cl-). Usia Lanjut 45-50 % Pada orang dewasa kira-kira 40 % baerat badannya atau 2/3 dari TBW-nya berada di dalam sel (cairan intraseluler/ICF). Keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam tubuh adalah merupakan salah satu bagian dari fisiologi homeostatis. Cairan intraseluler adalah cairan yang berda di dalam sel di seluruh tubuh. Non elektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik. dan sekresi saluran cerna. Elektrolit adalah zat kimia yang menghasilkan partikel-partikel bermuatan listrik yang disebut ion jika berada dalam larutan. karbon dioksida dan asam-asam organik. sulfat (SO42-).3 Elektrolit Utama Tubuh Manusia Zat terlarut yang ada dalam cairan tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. urea.Kondisi lemak tubuh c. Bayi (baru lahir) 75 % 2. Cairan intravaskuler (plasma) adalah cairan di dalam sistem vaskuler.Umur b. cairan intraokuler.Wanita (20-40 tahun) 50 % 3.ASUHAN KEPERAWATAN KESEIMBANGAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT 1. Sedangkan elektrolit tubuh mencakup natrium (Na+).Konsep Dasar 1. Keseimbangan cairan dan elektrolit saling bergantung satu dengan yang lainnya. Cairan tubuh dibagi dalam dua kelompok besar yaitu : cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler. 1. cairan interstitial dan cairan transeluler. Umur Prosentase 1. 5 % cairan intavaskuler dan 1-2 % transeluler. cairan intersitial adalah cairan yang terletak diantara sel. sedangkan cairan traseluler adalah cairan sekresi khusus seperti cairan serebrospinal. Cairan tubuh adalah larutan yang terdiri dari air ( pelarut) dan zat tertentu (zat terlarut). 1. minuman. . seperti : protein. Dewasa : a. Keseimbangan cairan dan elektrolit berarti adanya distribusi yang normal dari air tubuh total dan elektrolit ke dalam seluruh bagian tubuh. magnesium (Mg++). kalium (K+). oksigen. sisanya atau 1/3 dari TBW atau 20 % dari berat badannya berada di luar sel (ekstraseluler) yaig terbagi dalam 15 % cairan interstitial.1 Pengertian Cairan dan elektrolit sangat diperlukan dalam rangka menjaga kondisi tubuh tetap sehat. dan cairan intravena (IV) dan didistribusi ke seluruh bagian tubuh. Kalsium (Ca++). bikarbonat (HCO3-). jika salah satu terganggu maka akan berpengaruh pada yang lainnya.Pria (20-40 tahun) 60 % b.2 Proportion Of Body Fluid Prosentase dari total cairan tubuh bervariasi sesuai dengan individu dan tergantung beberapa hal antara lain : a. sedangkan cairan Ekstraseluler adalah cairan yang berada di luar sel dan terdiri dari tiga kelompok yaitu : cairan intravaskuler (plasma).

4 mEq 0 • Magnesium (Mg ++) 1.0 mEq 11 mEq • Sulfat (SO42-) 0.0 mEq 4. alpokad. • Potassium (K+) : . flouride di dalam tulang dan gigi untuk membuatnya keras dan kuat .0 mEq 137.Meningkatkan efektifitas proses pembekuan darah dengan proses pengaktifan protrombin dan trombin .2 mEq 4 mEq a.0 mEq 28.2 mEq 0.Membantu proses keseimbangan asam-basa dengan menukar ion hidrigen pada ion sodium di tubulus ginjal : ion hidrogen di ekresikan .4 mEq 31 mEq 2.5 mEq 1 mEq • Protein 1.0 mEq 112.5 mEq 2.Sodium penyeimbang cairan di ruang eesktraseluler . hukum netralitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatan negatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif. carbonat.0 mEq 10 mEq • Kalium (K+) 5.0 mEq 2. rempah-rempah. dan kismis.7 mEq 141 mEq • Kalsium (Ca++) 2.7 mEq 4 mEq • Bikarbonat (HCO3-) 27.3 mEq 10 mEq • Fosfat (HPO42-) 2. • Calcium (Ca++) : .Kation berlebih di ruang ekstraseluler . jeruk.Mengatur kontrasi (polarissasi dan repolarisasi) dari muscle dan nerves. Elektrolit Ekstraseluler Intraseluler Plasma Interstitial 1. ikan dengan tulang.Anion : • Chloride (Cl -) : . Anion : • Klorida (Cl-) 107. kue. Komposisi dari elektrolit-elektrolit tubuh baik pada intarseluler maupun pada plasma terinci dalam tabel di bawah ini : No. Kation : • Sodium (Na+) : . dll.Sumber : Pisang. Kation : • Natrium (Na+) 144. tetapi meskipun konsenterasi ion pada tiap-tiap bagian berbeda.Sumber : susu dengan kalsium tinggi. sayuran. daging panggang.5 mEq 0. .Menjaga keseimbangan kalium di ruang intrasel .Membentuk garam bersama dengan fosfat.Sumber : snack.5 mEq 1.Kation berlebih di ruang intraseluler . b. tomat.Sodium adalah komunikasi antara nerves dan musculus .Meningkatkan fungsi syaraf dan muscle .Konsenterasi elektrolit dalam cairan tubuh bervariasi pada satu bagian dengan bagian yang lainnya.

Bereaksi dengan asam kuat untuk membentuk asam karbonat dan suasana garam untuk menurunkan PH.Sumber : garam dapur • Bicarbonat (HCO3 -) : Bagian dari bicarbonat buffer sistem .Fase I : Plasma darah pindah dari seluruh tubuh ke dalam sistem sirkulasi.Komponen utama dari sekresi kelenjar gaster .Kadar berlebih di ruang ekstrasel . Hampir semua zat berpindah dengan mekanisme transportasi pasif.4 Perpindahan Cairan dan Elektrolit Tubuh Perpindahan cairan dan elektrolit tubuh terjadi dalam tiga fase yaitu : a. Difusi air terjadi pada daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang rendah ke daerah dengan konsenterasi zat terlarut yang tinggi.Fase III : Cairan dan substansi yang ada di dalamnya berpindah dari cairan interstitial masuk ke dalam sel..dan HPO42-) : . • Fosfat ( H2PO4.Bagian dari fosfat buffer system . Osmosis adalah proses difusi dari air yang disebabkan oleh perbedaan konsentrasi. Beberapa faktor yang mempengaruhi mudah tidaknya difusi zat terlarut menembus membran kapiler dan sel yaitu : • Permebelitas membran kapiler dan sel • Konsenterasi • Potensial listrik • Perbedaan tekanan. Metode perpindahan dari cairan dan elektrolit tubuh dengan cara : • Diffusi • Filtrasi • Osmosis • Aktiv Transport Diffusi dan osmosis adalah mekanisme transportasi pasif. b.Fase II : Cairan interstitial dengan komponennya pindah dari darah kapiler dan sel c. Pembuluh darah kapiler dan membran sel yang merupakan membran semipermiabel mampu memfilter tidak semua substansi dan komponen dalam cairan tubuh ikut berpindah. Diffusi sederhana adalah perpindahan partikel-partikel dalam segala arah melalui larutan atau gas. 1.Berfungsi untuk menjadi energi pad metabolisme sel .Membantu proses keseimbangan natrium .Bersama dengan ion kalsium meningkatkan kekuatan dan kekerasan tulang . dan nutrisi dan oksigen diambil dari paru-paru dan tractus gastrointestinal. .Masuk dalam struktur genetik yaitu : DNA dan RNA.

0 250-300 2 1 tahun 9.5 1150-1300 3. Kondisi sakit dapat menyebabkan gangguan pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. 1. dan oksidasi selama proses metabolisme. perhatikan tabel di bawah ini : No. sekresi angiotensin II sebagai respon dari penurunan tekanan darah. suatu keadaan yang disebut keseimbangan dinamis atau homeostatis. a. Dalam kondisi normal intake cairan sesuai dengan kehilangan cairan tubuh yang terjadi. 2 tahun 11. Perasaan kering di mulut biasanya terjadi bersama dengan sensasi haus walupun kadang terjadi secara sendiri. Intake Cairan : Selama aktifitas dan temperatur yang sedang seorang dewasa minum kira-lira 1500 ml per hari. Sensasi haus akan segera hilang setelah minum sebelum proses absorbsi oleh tractus gastrointestinal. Transportasi aktif berbeda dengan transportasi pasif karena memerlukan energi dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). ginjal (urine). 6 tahun 20. Pusat haus dikendalikan berada di otak Sedangakan rangsangan haus berasal dari kondisi dehidrasi intraseluler. 18 tahun(adult) 54.8 1350-1500 4. Contoh lain proses filterisasi adalah pada glomerolus ginjal. 10 tahun 28. sedangkan kebutuhan cairan tubuh kira-kira 2500 ml per hari sehingga kekurangan sekitar 1000 ml per hari diperoleh dari makanan. penguapan kulit.5 Regulating Body Fluid Volumes Di dalam tubuh seorang yang sehat volume cairan tubuh dan komponen kimia dari cairan tubuh selalu berada dalam kondisi dan batas yang nyaman. Salah satu contonya adalah transportasi pompa kalium dan natrium. 1.Output Cairan : .Berikut adalah kebutuhan intake cairan yang diperlukan berdasarkan umur dan berat badan.0 2200-2700 7. b. Proses perpindahan cairan dari kapiler ke ruang interstisial disebut ultrafilterisasi.Perpindahan zat terlarut melalui sebuah membrane sel yang melawan perbedaan konsentrasi dan atau muatan listrik disebut transportasi aktif.0 2200-2700 Pengatur utama intake cairan adalah melalui mekanisme haus. Dalam rangka mempertahankan fungsi tubuh maka tubuh akan kehilanagn caiaran antara lain melalui proses penguapan ekspirasi.7 2000-2500 6. ekresi pada proses metabolisme. terutama akibat oleh pemompaan oleh jantung dan tekanan osmotik koloid yang terutama disebabkan oleh albumin serum.0 1800-2000 5. 3 hari 3. Natrium tidak berperan penting dalam perpindahan air di dalam bagian plasma dan bagian cairan interstisial karena konsentrasi natrium hampir sama pada kedua bagian itu. perdarahan yang mengakibatkan penurunan volume darah. Umur Berat Badan (kg) Kebutuhan Cairan (mL/24 Jam). 14 tahun 45. Meskipun keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian yang terus menerus namun komposisi dan volume cairan relatif stabil. Distribusi air dalam kedua bagian itu diatur oleh tekanan hidrostatik yang dihasilkan oleh darah kapiler.

Umur : Kebutuhan intake cairan bervariasi tergantung dari usia. Infant dan anak-anak lebih mudah mengalami gangguan keseimbangan cairan dibanding usia dewasa.Kondisi Sakit : Kondisi sakit sangat b3erpengaruh terhadap kondisi keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh Misalnya : . atau sekitar 30-50 ml per jam. d. dan berat badan. yang diatur melalui mekanisme reabsorbsi di dalam mukosa usus besar (kolon). c. karena usia akan berpengaruh pada luas permukaan tubuh.Kehilangan caiaran tubuh melalui empat rute (proses) yaitu : a. Melalui kulit dengan mekanisme difusi. sedangkan impulsnya ditransfer melalui sumsum tulang belakang yang dirangsang oleh susunan syaraf simpatis pada kulit.Diet : Diet seseorag berpengaruh terhadap intake cairan dan elktrolit. 1. b. Pada orang yang sehat kemungkinan produksi urine bervariasi dalam setiap harinya. Dalam kondisi normal output urine sekitar 1400-1500 ml per 24 jam.Stress : Stress dapat meningkatkan metabolisme sel.6 Faktor yang Berpengaruh pada Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Faktor-faktor yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh antara lain : a. Sedangkan seseorang yang beraktifitas di lingkungan yang panas dapat kehilangan cairan sampai dengan 5 L per hari. Pada usia lanjut sering terjadi gangguan keseimbangan cairan dikarenakan gangguan fungsi ginjal atau jantung. Ketika intake nutrisi tidak adekuat maka tubuh akan membakar protein dan lemak sehingga akan serum albumin dan cadangan protein akan menurun padahal keduanya sangat diperlukan dalam proses keseimbangan cairan sehingga hal ini akan menyebabkan edema. Mrekanisme ini dapat meningkatkan natrium dan retensi air sehingga bila berkepanjangan dapat meningkatkan volume darah. respon ini berasal dari anterior hypotalamus. Pada orang dewasa normal kehilangan cairan tubuh melalui proses ini adalah berkisar 300-400 mL per hari. c.Keringat : Berkeringat terjadi sebagai respon terhadap kondisi tubuh yang panas. d. bila aktivitas kelenjar keringat meningkat maka produksi urine akan menurun sebagai upaya tetap mempertahankan keseimbangan dalam tubuh.Feces : Pengeluaran air melalui feces berkisar antara 100-200 mL per hari.Penyakit ginjal dan kardiovaskuler sangat mempengaruhi proses regulator .Trauma seperti luka bakar akan meningkatkan kehilangan air melalui IWL. e. .Urine : Proses pembentukan urine oleh ginjal dan ekresi melalui tractus urinarius merupakan proses output cairan tubuh yang utama. dan pemecahan glykogen otot.IWL (Insesible Water Loss) : IWL terjadi melalui paru-paru dan kulit. b. metabolisme. Pada orang dewasa.Iklim : Orang yang tinggal di daerah yang panas (suhu tinggi) dan kelembaban udaranya rendah memiliki peningkatan kehilangan cairan tubuh dan elektrolit melalui keringat. glukosa darah. tapi bila proses respirasi atau suhu tubuh meningkat maka IWL dapat meningkat.

Dextrose 5% dalam RL. NaCl.Tindakan Medis : Banyak tindakan medis yang berpengaruh pada keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh seperti : suction.7 Gangguan Keseimbangan Cairan dan Elektrolit Tubuh Tiga kategori umum yang menjelaskan abnormalitas cairan tibuh adalah : • Volume • Osmolalitas • Komposisi Ketidakseimbangan volume terutama mempengaruhi cairan ekstraseluler (ECF) dan menyangkut kehilangan atau bertambahnya natrium dan air dalam jumlah yang relatif sama. Ketidakseimbangan Volume • kurangan Volume Cairan Ekstraseluler (ECF) Kekurangan volume ECF atau hipovolemia didefinisikan sebagai kehilangan cairan tubuh isotonik.. dikarenakan kehilangan darah selama pembedahan. sehingga berakibat pada kekurangan atau kelebihan volume ekstraseluler (ECF). contohnya Larutan dextrose 5 % dalam NaCl normal. Dextrose 5 % dalam NaCl 0.9 %. contohnya : larutan Glukosa 2. Kadar dari kebanyakan ion di dalam ruang ekstraseluler dapat berubah tanpa disertai perubahan yang jelas dari jumlah total dari partikel-partikel yang aktif secara osmotik sehingga mengakibatkan perubahan komposisional. .Cairan Hipotonis adalah cairan yang konsentrasi zat terlarut/kepekataannya kurang dari cairan tubuh. Larutan Ringer Lactate (RL).5 %. 1.Pengobatan : Pengobatan seperti pemberian deuretik. .33 %. nasogastric tube dan lain-lain.45%. yang disertai kehilangan natrium dan air dalam jumlah yang relatif sama. • Kelebihan Volume ECF : .0. g. Ketidakseimbangan osmotik terutama mempengaruhi cairan intraseluler (ICF) dan menyangkut bertambahnya atau kehilangan natrium dan air dalam jumlah yang relatif tidak seimbang. contohnya : larutan NaCl 0.keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh .45 %. Kekurangan volume isotonik sering kali diistilahkan dehidrasi yang seharusnya dipakai untuk kondisi kehilangan air murni yang relatif mengakibatkan hipernatremia. f.Cairan hipertonis adalah cairan yang konsentrasi zat terlarut/kepekatannya melebihi cairan tubuh.Pembedahan : Pasien dengan tindakan pembedahan memiliki resiko tinggi mengalami gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit tubuh. . Gangguan osmotik umumnya berkaitan dengan hiponatremia dan hipernatremia sehingga nilai natrium serum penting untuk mengenali keadaan ini. h. NaCl 0. a. laksative dapat berpengaruh pada kondisi cairan dan elektrolit tubuh.Pasien dengan penurunan tingkat kesadaran akan mengalami gangguan pemenuhan intake cairan karena kehilangan kemampuan untuk memenuhinya secara mandiri.airan Isotonis adalah cairan yang konsentrasi/kepekatannya sama dengan cairan tubuh.

kira sama. b.5 mEq/L.5 mEq/L. Pahami juga perubahan komposisional di bawah ini : • Hipokalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum kurang dari 3.Dengan terkumpulnya cairan isotonik yang berlebihan pada ECF (hipervolumia) maka cairan akan berpindah ke kompartement cairan interstitial sehingga mnyebabkan edema. Edema adalah penunpukan cairan interstisial yang berlebihan.Ketidakseimbangan Osmolalitas dan perubahan komposisional Ketidakseimbangan osmolalitas melibatkan kadar zat terlarut dalam cairan-cairan tubuh. • Hiperkalemia akut adalah keadaan gawat medik yang perlu segera dikenali. Karena natrium merupakan zat terlarut utama yang aktif secara osmotik dalam ECF maka kebanyakan kasus hipoosmolalitas (overhidrasi) adalah hiponatremia yaitu rendahnya kadar natrium di dalam plasma dan hipernatremia yaitu tingginya kadar natrium di dalam plasma. • Hiperkalemia adalah keadaan dimana kadar kalium serum lebih dari atau sama dengan 5. .Kelebihan cairan ekstraseluler dapat terjadi bila natrium dan air kedua-duanya tertahan dengan proporsi yang kira. Edema dapat terlokalisir atau generalisata. dan ditangani untuk menghindari disritmia dan gagal jantung yang fatal.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful