Metode Penelitian 1.

Jenis penelitian Untuk menjawab permasalahan yang telah dirumuskan dalam penelitian ini, digunakan dua metode penelitian, yaitu penelitian hukum normatif (yuridis Normatif) dan penelitian yuridis empiris: a. Penelitian Hukum Normatif (yuridis normatif) [1] adalah metode penelitian hukum yang dilakukan dengan meneliti bahan pustaka atau data sekunder belaka.[2] Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi konsep dan asasasas serta prinsip-prinsip syariah yang digunakan untuk mengatur perbankan syariah, khususnya sistem pembiayaan murabahah. Metode berpikir yang digunakan adalah metode berpikir deduktif (cara berpikir dalam penarikan kesimpulan yang ditarik dari sesuatu yang sifatnya umum yang sudah dibuktikan bahwa dia benar dan kesimpulan itu ditujukan untuk sesuatu yang sifatnya khusus). [3] Dalam kaitannya dengan penelitian normatif di sini akan digunakan beberapa pendekatan, yaitu : [4] 1). Pendekatan perundang-undangan (statute approach) Pendekatan perundang-undangan (statute approach) adalah suatu pendekatan yang dilakukan terhadap berbagai aturan hukum yang berkaitan dengan pembiayaan murabahah di perbankan syariah, seperti : Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008, tentang Perbankan Syariah, Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998, tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992, tentang Perbankan, Undangundang Nomor 3 Tahun 2004, tentang Bank Indonesia, Fatwa Dewan Syariah Nasional, Peraturan Bank Indonesia Nomor : 9/19/PBI/2007, tentang Pelaksanaan Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana Dan Penyaluran Dana Serta Pelayanan Jasa Bank Syariah dan peraturan organik lain yang berhubungan dengan objek penelitian. 2). Pendekatan Konsep (conceptual approach) Pendekatan konsep (conceptual approach) digunakan untuk memahami konsep-konsep tentang : pembiayaan murabahah, akad (perjanjian). Dengan didapatkan konsep yang jelas maka diharapkan penormaan dalam aturan hukum kedepan tidak lagi terjadi pemahaman yang kabur dan ambigu. b. Penelitian Hukum Sosiologis atau empiris adalah metode penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan data primer[5] dan menemukan kebenaran

sehingga menarik untuk diteliti. Lokasi Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada perbankan syariah di Kota Mataram. yang merupakan hasil penelitian dan pengolahan orang lain. Sumber Data/ Bahan Hukum Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini.[6] Sedangkan yang dimaksud dengan data primer ialah data yang diperoleh langsung dari masyarakat.dengan menggunakan metode berpikir induktif dan kriterium kebenaran koresponden serta fakta yang digunakan untuk melakukan proses induksi dan pengujian kebenaran secara koresponden adalah fakta yang mutakhir. yaitu terdiri dari : a. adalah data sekunder (secondary data) dan data primer (primary data). Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008. 2. atau milik pribadi. Data sekunder adalah data yang diperoleh peneliti dari penelitian kepustakaan dan dokumen. 2). yaitu dari hasil pengumpulan dan penemuan data serta informasi melalui studi kepustakaan terhadap asumsi atau anggapan dasar yang dipergunakan dalam menjawab permasalahan pada penelitian tesis ini. 3. apakah dengan perubahan dari UUS menjadi BUS akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan operasional bank tersebut. Cara kerja dari metode yuridis sosiologis dalam penelitian tesis ini.[8] Data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini. Al-Qur’an dan As-Sunnah. yaitu bahan-bahan hukum yang mengikat. sedangkan Bank Syariah BRI sebelumnya adalah merupakan Unit Usaha Syariah (UUS) dari Bank Rakyat Indonesia yang kemudian dipisahkan dan berdiri sendiri sebagai Bank Umum Syariah (BUS). kemudian dilakukan pengujian secara induktif–verifikatif pada fakta mutakhir yang terdapat di dalam masyarakat. data sekunder mencakup bahan hukum primer. bahan hukum sekunder. Dengan demikian kebenaran dalam suatu penelitian telah dinyatakan reliable tanpa harus melalui proses rasionalisasi. tentang Perbankan Syariah. Bahan hukum primer.[7] Di dalam penelitian hukum. . [9] seperti : 1). dan bahan hukum tertier. yang sudah tersedia dalam bentuk buku-buku atau dokumen yang biasanya disediakan di perpustakaan. dengan pertimbangan bahwa Bank Muamalat Indonesia adalah merupakan bank syariah pertama yang beroperasi di Indonesia. yaitu di Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Mataram dan Bank Syariah BRI Cabang Mataram.

pengamatan (observasi). c. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998.3). Studi Kepustakaan Terhadap data sekunder dikumpulkan dengan melakukan studi kepustakaan. jurnal ilmiah. b. tentang Perubahan Atas Undang-undang Nomor 7 Tahun 1992. maka dalam penelitian ini pengumpulan data dilakukan dengan cara : a. 5). rancangan undang-undang. peraturan perundang-undangan. seperti: Tafsir Al-Qur’an. dan Arab. Peraturan Bank Indonesia Nomor : 9/19/PBI/2007. [11] berupa kamus-kamus seperti kamus bahasa Indonesia. tentang Perbankan. hasil penelitian. Fatwa Dewan Syariah Nasional. hasil penelitian. jurnal ilmiah. Tentang Bank Umum Yang Melaksanakan Kagiatan Usaha Berdasarkan Prinsip Syariah. b. Bahan hukum tertier. dengan menggunakan pedoman wawancara (interview guide) guna mencari jawaban atas pelaksanaan akad pembiayaan dengan prinsip murabahah pada perbankan syariah di Mataram. yaitu bahan-bahan yang memberikan informasi tentang bahan hukum primer dan bahan hukum sekunder. yaitu bahan-bahan yang erat hubungannya dengan bahan hukum primer dan dapat membantu menganalisis dan memahami bahan hukum primer[10]. ekonomi. 4). dan daftar pertanyaan (kuesioner). wawancara (interview). Bahan-bahan hukum sekunder. serta kamus-kamus keilmuan seperti kamus istilah hukum. Wawancara (interview) Terhadap data lapangan (primer) dikumpulkan dengan teknik wawancara tidak terarah (non-directive interview)[13] atau tidak terstruktur (free flowing interview) yaitu dengan mengadakan komunikasi langsung kepada informan. Inggris. . buku-buku. dan makalah seminar yang berhubungan dengan pembiayaan murabahah pada perbankan syariah. yaitu dengan mencari dan mengumpulkan serta mengkaji Al-Qur’an dan AsSunnah sebagai sumber hukum Islam. 6). Teknik Pengumpulan Data/Bahan Hukum Teknik pengumpulan data yang dikenal adalah studi kepustakaan. artikel ilmiah. artikel ilmiah. 4. dan perbankan. tentang Bank Indonesia. Undang-undang Nomor 3 Tahun 2004.[12] Sesuai dengan sumber data seperti yang dijelaskan di atas. dan makalah hasil seminar.

Teori. Teknik Analisis Data Data yang diperoleh baik dari studi kepustakaan maupun dari penelitian lapangan akan dianalisis secara deskriptif kualitatif. [2] Sedarmayanti & Syarifudin Hidayat. Mandar Maju. hlm. 14 Hilman Hadikusuma.. Metodologi Penelitian. Op. Hukum. 147). [7] [8] [9] Soerjono Soekanto & Sri Mamudji. Alumni.5. Mandar Maju. asas-asas. 12. Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat).al. Penelitian Hukum Normatif (Suatu Tinjauan Singkat). Analisis deskriptif kualitatif yaitu metode analisis data yang mengelompokkan dan menyeleksi data yang diperoleh dari penelitian lapangan menurut kualitas dan kebenarannya. Ghalia Indonesia. yakni : Soerjono Soekanto & Sri Mamudji. 13-14.G. Bandung. Penelitian Hukum Di Indonesia Pada Akhir Abad Ke-20. hlm. Paradigma Metode dan Dinamika Masalahnya. [1] Soerjono Soekanto & Sri Mamudji. hlm. Metode dan Penelitian Hukum Normatif.. hlm. Bandung. Sunaryati Hartono. Mengenai istilah penelitian hukum normatif. menyebutkan dengan istilah metode penelitian hukum normatif atau metode penelitian hukum kepustakaan ( Soerjono Soekanto & Sri Mamudji. Jakarta. 13-14. Cit. menyebutkan dengan istilah metode penelitian hukum yang normatif atau metode penelitian hukum yang doktrinal (Ronny Hanitijo Soemitro. Jakarta. Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri. Pengantar Peneltian Hukum. Sunaryati Hartono. 10). 23 [3] [4] Johnny Ibrahim. hlm. Jawa Timur. Editor : Ifdhal Kasim et. Jakarta. 2002. Cetakan Kelima. hlm. kemudian dihubungkan dengan teori-teori. Universitas Indonesia (UI) Press. Bandung. Jakarta. menyebutkan dengan istilah metode penelitian hukum doktrinal (Soetandyo Wignjosoebroto. hlm. 2002. Rajawali Pers. hlm. menyebutkan dengan istilah metode penelitian hukum normatif (C. 1986. Ibid. Metode Pembuatan Kertas Kerja atau Skripsi Ilmu Hukum.). Op. 2001. Malang. Elsam dan Huma. dan kaidah-kaidah hukum yang diperoleh dari studi kepustakaan sehingga diperoleh jawaban atas permasalahan yang dirumuskan. hlm. 139). 65. 1994. Rajawali Pers. 300 [5] [6] Soerjono Soekanto & Sri Mamuji.. hlm. 2001. 2007. Bayumedia Publising.52 . CV. 1995. Diantara pendapat beberapa ahli hukum dimaksud. tidak terdapat keseragaman diantara para ahli hukum. 1994. Cit. dan Ronny Hanitjo Soemitro (Almarhum). 13 Soerjono Soekanto.F. hlm. Soetandyo Wignjosoebroto. hlm.

Cit. hlm.51 Cirinya yang utama adalah bahwa seluruh wawancara tidak didasarkan pada daftar pertanyaan yang telah disusun lebih dahulu. hlm. 1994. Ibid. Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri. Pewawancara tidak memberikan pengarahan yang tajam. Ghalia Indonesia. Op. hlm. tetapi diserahkan pada yang diwawancarai untuk memberikan penjelasan menurut kemauannya sendiri. Ronny Hanitijo Soemitro. Cetakan Kelima. 12 Ibid. Jakarta.59-60 .[10] [11] [12] [13] Ronny Hanitijo Soemitro. Metodologi Penelitian Hukum dan Jurimetri.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful