MAKALAH TB PARU

31 Dec BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Tuberculosis (TB) merupakan penyakit infeksi bakteri menahun yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis, suatu basil tahan asam yang ditularkan melalui udara (Asih, 2004). Penyakit ini ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi. Komplikasi. Penyakit TB paru bila tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan komplikasi seperti: pleuritis, efusi pleura, empiema, laryngitis dan TB usus. Penderita tuberkulosis di kawasan Asia terus bertambah. Sejauh ini, Asia termasuk kawasan dengan penyebaran tuberkulosis (TB) tertinggi di dunia. Setiap 30 detik, ada satu pasien di Asia meninggal dunia akibat penyakit ini. Sebelas dari 22 negara dengan angka kasus TB tertinggi berada di Asia, di antaranya Banglades, China, India, Indonesia, dan Pakistan. Empat dari lima penderita TB di Asia termasuk kelompok usia produktif (Kompas, 2007). Di Indonesia, angka kematian akibat TB mencapai 140.000 orang per tahun atau 8 persen dari korban meninggal di seluruh dunia. Setiap tahun, terdapat lebih dari 500.000 kasus baru TB, dan 75 persen penderita termasuk kelompok usia produktif. Jumlah penderita TB di Indonesia merupakan ketiga terbesar di dunia setelah India dan China. Kehamilan dan tuberculosis merupakan dua stressor yang berbeda pada ibu hamil. Stressor tersebut secara simultan mempengaruhi keadaan fisik dan mental ibu hamil. Efek TB pada kehamilan tergantung pada beberapa faktor antara lain tipe, letak dan keparahan penyakit, usia kehamilan saat menerima pengobatan antituberkulosis, status nutrisi ibu hamil, ada tidaknya penyakit penyerta, status imunitas, dan kemudahan mendapatkan fasilitas diagnosa dan pengobatan TB. Selain itu, risiko juga meningkat pada janin, seperti abortus, terhambatnya pertumbuhan janin, kelahiran prematur dan terjadinya penularan TB dari ibu ke janin melalui aspirasi cairan amnion (disebut TB kongenital). Mengingat akan bahaya TB paru dan pentingnya memberikan pelayanan pada ibu untuk mempersiapkan kehamilan, terutama untuk mendeteksi dini, memberikan terapi yang tepat serta pencegahan dan penanganan TB pada masa prakonsepsi, maka dalam makalah ini akan di bahas segala teori tentang TB paru dan hubungannya dengan masa prakonsepsi wanita untuk mempersiapkan kehamilan. Selain itu, dalam makalah ini juga akan dibahas peranan bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan prakonsepsi, utamanya terhadap klien penderita TB paru.

1.2 Rumusan Masalah a. TB Paru

3. Bagaimana hubungan antara TB Paru dengan kehamilan dan janin? 1. Penyakit tuberculosis ini biasanya menyerang paru tetapi dapat menyebar ke hampir seluruh bagian tubuh termasuk meninges. yaitu bakteri tahan asam yang ditularkan melalui udara yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi. nodus limfe.2 Etiologi TB paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang merupakan batang aerobic tahan asam yang tumbuh lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar UV. Untuk mengetahui peran bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan masa prakonsepsi utamanya terhadap penderita TB Paru. BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2. 3. Apa Definisi TB Paru? 2.1. Untuk menjelaskan Definisi TB Paru 2. Untuk mengetahui hubungan antara TB Paru dengan kehamilan. tanda dan gejala serta patofisiologinya dalam tubuh. tulang. 4. Bagaimana tanda dan gejala penyakit TB Paru? 4.4 Manfaat Penulisan 1. 2. tanda dan gejala serta patofisiologinya dalam tubuh. ginjal. Mycobacterium tuberculosis merupakan kuman aerob yang dapat hidup terutama di paru / berbagai organ tubuh lainnya yang bertekanan parsial tinggi. Bakteri yang jarang sebagai penyebab.1 Definisi Tuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun pada paru yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis. Untuk menjelaskan penyebab penyakit TB Paru. 2. Infeksi awal biasanya terjadi 2-10 minggu setelah pemajanan. 1.3 Tujuan Penulisan 1. tetapi pernah terjadi adalah M. Bovis dan M. 4. . Untuk mengetahui penyebab penyakit TB Paru. Mengapa seseorang bisa sampai terkena penyakit TB Paru? 3. Individu kemudian dapat mengalami penyakit aktif karena gangguan atau ketidakefektifan respon imun. Untuk menjelasan hubungan antara TB Paru dengan kehamilan. Avium. Untuk mengetahui definisi TB Paru. Untuk menjelaskan peran bidan dalam melaksanakan asuhan kebidanan masa prakonsepsi utamanya terhadap penderita TB Paru.

2.Sesak nafas. Gejala a. b. Dispneu d. keringat malam. Batuk Terjadi karena adanya infeksi pada bronkus. 2. Demam Biasanya menyerupai demam influenza. Penurunan berat badan b. c. nyeri otot. tidak ada nafsu makan. Sesak nafas akan ditemukan pada penyakit yang sudah lanjut dimana infiltrasinya sudah setengah bagian paru. Nyeri dada Timbul bila infiltrasi radang sudah sampai ke pleura (menimbulkan pleuritis) e. sakit kepala. Keadaan ini sangat dipengaruhi oleh daya tahan tubuh penderita dengan berat-ringannya infeksi kuman TBC yang masuk. d.Malaise Dapat berupa anoreksia.3 Tanda Dan Gejala 1. Sifat batuk dimulai dari batuk kering kemudian setelah timbul peradangan menjadi batuk produktif (menghasilkan sputum). Tanda a. Pada keadaan lanjut berupa batuk darah karena terdapat pembuluh darah yang pecah. berat badan turun.4 Patofisiologi Pada tuberculosis. Banyaknya area fibrosis menyebabkan meningkatnya usaha otot pernafasan untuk ventilasi . mukoid/kuning. basil tuberculosis menyebabkan suatu reaksi jaringan yang aneh di dalam paru-paru meliputi: penyerbuan daerah terinfeksi oleh makrofag. Kebanyakan batuk darah pada ulkus dinding bronkus. Anoreksia c. pembentukan dinding di sekitar lesi oleh jaringan fibrosa untuk membentuk apa yang disebut dengan tuberkel. Sputum purulen/hijau. 2. meriang.

. berkurangnya luas total permukaan membrane respirasi yang menyebabkan penurunan kapasitas difusi paru secara progresif.paru dan oleh karena itu menurunkan kapasitas vital. dan rasio ventilasi-perfusi yang abnormal di dalam paru-paru dapat mengurangi oksigenasi darah.

2. dan mediastinum. kavitas dan gambaran milier. paratrakeal. Bakteriologis.2. uji tuberkulin merupakan pemeriksaan paling bermanfaat untuk menunjukkan sedang/pernah terinfeksi Mikobakterium tuberkulosa dan sering digunakan dalam “Screening TBC”.6. Pada anak yang telah mendapat BCG. Alergi disebabkan oleh keadaan infeksi berat. Pembacaan hasil tuberkulin dilakukan setelah 48 – 72 jam. 5. efusipieura. atelektasis. Serodiagnosis. sedangkan pada anak kontrak erat dengan penderita TBC aktif. diameter indurasi ≥ 5 mm harus dinilai positif. Uji serodiagnosis maupun biomolekular belum dapat membedakan TB aktif atau tidak. diameter indurasi 15 mm ke atas baru dinyatakan positif. namun memerlukan waktu cukup lama. mempunyai arti : 1. Efektifitas dalam menemukan infeksi TBC dengan uji tuberkulin adalah lebih dari 90%. meragukan bila 5-9 mm. Tes tuberkulin positif. dengan hasil positif bila terdapat indurasi diameter lebih dari 10 mm. Epidemiologi Dan Penularan TBC . morbili. Uji tuberkulin bisa diulang setelah 1-2 minggu. Menderita tuberkulosis yang masih aktif Menderita TBC yang sudah sembuh Pernah mendapatkan vaksinasi BCG Adanya reaksi silang (“cross reaction”) karena infeksi mikobakterium atipik. beberapa diantaranya dengan cara ELISA (Enzyime Linked Immunoabserben Assay) untuk mendeteksi antibody atau uji peroxidase – anti – peroxidase (PAP) untuk menentukan IgG spesifik. merupakan pemeriksaan sensitif dengan mendeteksi DNA spesifik yang dilakukan dengan metode PCR (Polymerase Chain Reaction). konsolidasi. pemberian immunosupreson. 4. varicella dan penyakit infeksi lain. dapat pula oleh gizi buruk. 3. Teknik bromolekuler. Gambaran radiologis yang dicurigai TB adalah pembesaran kelenjar nilus. bahan biakan kuman TB diambil dari bilasan lambung. 2. penyakit keganasan (leukemia).5 Pemeriksaan Penunjang Pada anak. Pernah mendapat infeksi basil tuberkulosis yang tidak berkembang menjadi penyakit.

7 Stadium TBC 1. 4. sumber dan penularan Manusia adalah reservoar paling umum. interfal antara infeksi primer dengan reinfeksi bisa beberapa tahun. Immunitas Anak dibawah tiga tahun paling rentan. tidak timbul penyakit (reaksi tes kulit tuberkulin bermakna. Kelas 1 Terpapar tuberkulosis. sekret saluran pernafasan dari orang dengan lesi aktif terbuka memindahkan infeksi langsung melalui droplet. tidak bukti klinik maupun radiografik). 2. Masa inkubasi Yaitu sejak masuknya sampai timbulnya lesi primer umumnya memerlukan waktu empat sampai enam minggu. reaksi tes tuberkulosis tidak bermakna) 1. karena sejak lahir sampai satu bulan bayi diberi vaksinasi BCG yang meningkatkan tubuh terhadap TBC. Masa dapat menular Selama yang bersangkutan mengeluarkan bacil Turbekel terutama yang dibatukkan atau dibersinkan. 1. pemeriksa bakteri negatif. tidak terinfeksi (tidak ada riwayat terpapar. Status kemoterapi (pencegahan) :     Tidak ada Dalam pengobatan kemoterapi Komplit (seri pengobatan dalam memakai resep dokter) Tidak komplit 1. Reservour. reaksi terhadap tes kulit tuberkulin tidak bermakna). 3. Kelas 0 Tidak ada jangkitan tuberkulosis. tidak ada bukti terinfeksi (riwayat pemaparan. Kelas 2 Ada infeksi tuberkulosis.Dalam penularan infeksi Mycobacterium tuberculosis hal-hal yang perlu diperhatikan adalah : 1. 2. Kelas 3 .

Bermakna Tidak bermakna 1. peritoneal dan lain-lain. Status kemoterapi : a. selain itu reaksi kulit tuberkulin bermakna dan atau bukti radiografik tentang adanya penyakit). Status bakteriologis : a. b. c. limfatik. Kelas 5 Orang dicurigai mendapatkan tuberkulosis (diagnosis ditunda) Kasus kemoterapi : a. Kelas 4 Tuberkulosis saat ini tidak sedang menderita penyakit (ada riwayat mendapat pengobatan pencegahan tuberkulosis atau adanya temuan radiografik yang stabil pada orang yang reaksi tes kulit tuberkulinya bermakna. Tidak mendapat kemoterapi Dalam pengobatan kemoterapi Komplit Tidak komplit 1. d. kemih kelamin. Lokasi penyakit : paru. tulang dan/atau sendi. menigeal. Tidak ada kemoterapi . pemeriksaan bakteriologis. Tidak ada bukti klinik tentang adanya penyakit pada saat ini). pleura. bila dilakukan negatif. Tidak dikerjakan Status kemoterapi : Dalam pengobatan kemoterapi sejak kemoterapi diakhiri. b. diseminata (milier).    Positif dengan : Mikroskop saja Biakan saja Mikroskop dan biakan Negatif dengan :  b.Tuberkuosis saat ini sedang sakit (Mycobacterium tuberkulosis ada dalam biakan. tidak lengkap reaksi tes kulit tuberkulin : a.

Kes (2003) komplikasi yang sering terjadi pada penderita TB Paru stadium lanjut: 1) Hemoptisis berat (perdarahan dari saluran nafas bawah) yang dapat mengakibatkan kematian karena syok hipovolemik atau tersumbatnya jalan nafas. Menurut Dep. 25 mg/kg selama 60 hari. Obat-obat dapat juga digunakan untuk mencegah timbulnya penyakit klinis pada seseorang yang sudah terjangkit infeksi.8 Komplikasi Komplikasi Penyakit TB paru bila tidak ditangani dengan benar akan menimbulkan komplikasi seperti: pleuritis. EMB. cara penularan. kemudian 15 mg/kg. Mensosialisasiklan BCG di masyarakat. 3) Bronkiectasis dan fribosis pada Paru. 1. tulang. Bila ada gejala-gejala TBC segera ke Puskesmas/RS. Kombinasi obat-obat pilihan adalah isoniazid (hidrazid asam isonikkotinat = INH) dengan etambutol (EMB) atau rifamsipin (RIF). agar dapat diketahui secara dini. 2) Kolaps dari lobus akibat retraksi bronkial. 4) Pneumotorak spontan: kolaps spontan karena kerusakan jaringan Paru. Efek samping INH yang berat jarang terjadi. persendian. ginjal dan sebagainya.b. Kuratif Pengobatan tuberkulosis terutama pada pemberian obat antimikroba dalam jangka waktu yang lama. Efek samping etambutol adalah Neuritis retrobulbar disertai penurunan ketajaman penglihatan.TB usus. Dosis lazim INH untuk orang dewasa biasanya 5-10 mg/kg atau sekitar 300 mg/hari. Preventif Vaksinasi BCG Menggunakan isoniazid (INH) Membersihkan lingkungan dari tempat yang kotor dan lembab. 4. Sedang dalam pengobatan kemoterapi. b. Penderita tuberkulosis dengan gejala klinis harus mendapat minuman dua obat untuk mencegah timbulnya strain yang resisten terhadap obat. laringitis. 2. 6) Insufisiensi Kardio Pulmoner 2. 5) Penyebaran infeksi ke organ lain seperti otak. empiema.9 Penanganan a. Pemberitahuan baik melalui spanduk/iklan tentang bahaya TBC. Komplikasi yang paling berat adalah hepatitis. faktor resiko 3. c. efusi pleura. Uji ketajaman penglihatan dianjurkan setiap bulan agar keadaan tersebut dapat diketahui. 1. 3. cara pencegahan. Promotif Penyuluhan kepada masyarakat apa itu TBC 2. 2. RIF 600 mg sekali sehari. Resiko hepatitis sangat rendah pada penderita dibawah usia 20 .

induksi aborsi direkomondasikan pada wanita hamil dengan TB. Stressor tersebut secara simultan mempengaruhi keadaan fisik mental ibu hamil. Disfungsi hati.300 wanita hamil. 2007 dalam http://www. padahal mengalami batu dan mengeluarkan keringat malam sekitar 3 minggu. kuman TB juga dapat menyerang organ tubuh lain seperti usus. Pada awal abad 20. letak dan keparahan penyakit. hipoproteinemia. Usia kehamilan saat wanita hamil mendapatkan pengobatan antituberkulosa merupakan factor yang penting dalam menentukan kesehatan maternal dalam kehamilan dengan TB. misalnya : pasien tanpa penyakit lain seperti diabetes.10. serta kulit. Waktu minimal terapi kombinasi 18 bulan sesudah konversi biakan sputum menjadi negatif. status nutrisi ibu hamil. dan sendi. tulang. Bahkan. kemungkinan akan memengaruhi tingkat kesuburan (fertilitas) seseorang. seperti terbukti dengan peningkatan aktivitas serum aminotransferase. Lebih dari 50 persen kasus TB paru adalah perempuan dan data RSCM pada tahun 1989 sampai 1990 diketahui 4. dan hanya diberikan pada pasien tuberkulosis paru tanpa komplikasi. anemia dihubungkan ke morbiditas ibu.150 diantaranya adalah pengidap TB paru (M Iqbal. Baru-baru ini CDC dan American Thoracis Societty (ATS) mengeluarkan pernyataan mengenai rekomendasi kemoterapi jangka pendek bagi penderita tuberkulosis dengan riwayat tuberkulosis paru pengobatan 6 atau 9 bulan berkaitan dengan resimen yang terdiri dari INH dan RIF (tanpa atau dengan obat-obat lainnya). anemia dan keadaan medis maternal merupakan dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas maternal. Status nutrisi yang jelek. Status sosio-ekonomi yang jelek. dan kemudahan mendapatkan fasilitas diagnosa dan pengobatan TB. Jika pengobatan tuberkulosis diberikan awal kehamilan. sedangkan diagnosa dan perewatan terlambat dikaitkan dengan meningkatnya resiko morbiditas obstetric sebanyak 4x lipat dan meningkatnya resiko preterm labor sebanyak 9x lipat. Selain paru-paru. selaput otak. ada tidaknya penyakit penyerta. status imunitas. dijumpai hasil yang sama dengan pasien yang tidak hamil.tahun dan mencapai puncaknya pada usia 60 tahun keatas.1 Pengaruh tuberculosis terhadap kehamilan Kehamilan dan tuberculosis merupakan dua stressor yang berbeda pada ibu hamil. Jika kuman menyebar hingga organ reproduksi.mail-archive. TB pada .10 Tuberkulosis pada kehamilan 2.com/) Efek TB pada kehamilan tergantung pada beberapa factor antara lain tipe. usia kehamilan saat menerima pengobatan antituberkulosis. ditemukan pada 10-20% yang mendapat INH. silikosis atau kanker didiagnosis TBC setelah batuk darah. Kehamilan dapat berefek terhadap tuberculosis dimana peningkatan diafragma akibat kehamilan akan menyebabkan kavitas paru bagian bawah mengalami kolaps yang disebut pneumo-peritoneum. Sesudah itu masuk harus dianjurkan terapi dengan INH saja selama satu tahun. hypo-proteinaemia. 2.

seperti prematur. KalaVasistha. Awal abad ke-20. bayi dengan APGAR skore rendah segera setelah lahir (19% : 3%). Idealnya. Harold Oster MD. Jika kuman sudah menyerang organ reproduksi wanita biasanya wanita tersebut mengalami kesulitan untuk hamil karena uterus tidak siap menerima hasil konsepsi. Tapi tidak berarti kesempatan untuk memiliki anak menjadi tertutup sama sekali. Sekarang. kemungkinan untuk hamil masih tetap ada. jika sudah telanjur hamil maka tetap lanjutkan kehamilan dan tidak perlu melakukan aborsi.2 Pengaruh tuberkulosis terhadap janin Menurut Oster. Kushagradhi Ghosh. Namun juka dibandingkan dengan kelompok wanita sehat yang tidak mengalami tuberculosis selama hamil mempunyai resiko hospitalisasi lebih tinggi (21% : 2%). TB diduga semakin memburuk selama kehamilan. hati dan limpa membesar. imunodefisiensi atau adanya penyakit penyerta. gangguan napas. wanita pengidap TB mengobati TB-nya terlebih dulu sampai tuntas. sebelum memutuskan untuk hamil. berat badan lahir rendah (<2500 gram). Selain itu. terhambatnya pertumbuhan janin. aborsi merupakan pilihan terminasi pada wanita hamil dengan tuberculosis.samping kiri dan kanan rahim bisa menimbulkan kemandulan. Subhas C Saha. Penularan kongenital sampai saat ini masih belum jelas.10. Untuk meminimalisasi risiko. berat badan rendah. Akan tetapi. Kehilangan antibodi pelindung ibu selama laktasi juga menguntungkan perkembangan TB. Sebab kemungkinan bayinya akan mengalami masalah setelah lahir. 2007 jika kuman TB hanya menyerang paru. jika kuman menginfeksi endometrium dapat menyebabkan gangguan kesuburan. seperti abortus. Namun. 2. persalinan dan hasil konsepsi. Penelitian yang dilakukan oleh Narayan Jana.apakah bayi tertular saat masih di perut atau setelah lahir. Kasusnya akan berbeda jika TB juga menginvasi organ lain di luar paru dan jaringan limfa. 2. risiko juga meningkat pada janin.10. khususnya di hubungakann dengan status sosio-ekonomi jelek. INH dan Etambutol. Namun. .biasanya diberikan obat-obatan TB yang aman bagi kehamilan seperti Rifampisin. lebih banyak studi diperlukan untuk menyokong hipotesa.com/index.3 Pengaruh kehamilan terhadap tuberkolosis Pengetahuan akan meningkatnya diafragma selama kehamilan yang mengakibatkan kolapsnya paru di daerah basal paru masih dipegang sampai abad 19. 1999 dalam http://proquest. didapatkan hasil bahwa tuberkulosis pada limpha tidak berefek terhadap kahamilan.2007 dalam http://www. khususnya wanita usia reproduksi.umi. demam. Hal ini tentu menjadi kekhawatiran pada pengidap TB atau yang pernah mengidap TB. Gejala TB congenital biasanya sudah bisa diamati pada minggu ke 2-3 kehidupan bayi.com/pqdweb tentang efek TB ekstrapulmoner tuberkuosis. kelahiran prematur dan terjadinya penularan TB dari ibu ke janin melalui aspirasi cairan amnion (disebut TB congenital).okezone.php mengatakan bahwa TB paru (baik laten maupun aktif) tidak akan memengaruhi fertilitas seorang wanita di kemudian hari. dimana wanita tersebut memerlukan perawatan di rumah sakit sebelum melahirkan. maka akan ada sedikit risiko terhadap janin.

Kelemahan pemeriksaan BTA adalah hasil pemeriksaan baru positif bila terdapat kuman 5000/cc dahak. pemeriksaan laboratorium (apakah ditemukan BTA?). Diagnosis dengan interferon gamma bisa mengukur secara lebih jelas bagaimana beratnya infeksi dan berapa besar kemungkinan jatuh sakit. Karena itu disebut basil tahan asam (BTA). Dalam jaringan tubuh. terutama jika hasil BTA-nya negatif. Diagnosis TB pada wanita hamil dilakukan melalui pemeriksaan fisik (sesuai luas lesi). Pasien dengan hasil uji tuberkulin positif belum tentu menderita TB. 2.4 Tes Diagnosis TB pada Kehamilan Bakteri TB berbentuk batang dan mempunyai sifat khusus yaitu tahan terhadap asam. pasien sedang mengalami masa inkubasi infeksi TB. yaitu tidak ada infeksi TB. foto toraks dengan pelindung di perut bisa dilakukan. serta uji tuberkulin.5 Pengobatan TB pada kehamilan Pada prinsipnya pengobatan TB pada kehamilan tidak berbeda dengan pengobatan TB pada umumnya. Diagnosis dengan BTA mudah dilakukan.10. tidak akan terdeteksi dengan pemeriksaan BTA (hasil negatif). Jadi. atau terjadi anergi. Kehamilan tidak akan menurunkan respons uji tuberkulin. maka ada tiga kemungkinan. Di beberapa negara digunakan tes untuk mengetahui ada tidaknya infeksi TB. Adapun jika hasil uji tuberkulin negatif. Hal yang penting adalah bagaimana menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat. Untuk mengetahui gambaran TB pada trimester pertama. kuman ini dapat melakukan dormant (tertidur lama selama beberapa tahun). sedangkan penentuan sakit TB perlu ditinjau dari klinisnya dan ditunjang foto torak. Diagnosis TB bisa dilakukan dengan beberapa cara. seperti pemeriksaan BTA dan rontgen (foto torak). Seseorang yang terpapar kuman TB belum tentu akan menjadi sakit jika memiliki daya tahan tubuh kuat karena sistem imunitas tubuh akan mampu melawan kuman yang masuk. hampir semua OAT aman untuk kehamilan.2. Perlu dijelaskan kepada ibu hamil bahwa keberhasilan pengobatannya sangat penting artinya . Uji tuberkulin hanya berguna untuk menentukan adanya infeksi TB. Streptomisin tidak dapat dipakai pada kehamilan karena bersifat permanent ototoxic dan dapat menembus barier placenta.10. pasien TB yang punya kuman 4000/cc dahak misalnya. Menurut WHO. Kuman TB cepat mati terpapar sinar matahari langsung. kecuali streptomisin. Adapun rontgen memang dapat mendeteksi pasien dengan BTA negatif.tetapi dapat bertahan hidup beberapa jam di tempat gelap dan lembap. tapi kelemahannya sangat tergantung dari keahlian dan pengalaman petugas yang membaca foto rontgen. Penyakit TB biasanya menular pada anggota keluarga penderita maupun orang di lingkungan sekitarnya melalui batuk atau dahak yang dikeluarkan si penderita. melalui interferon gamma yang konon lebih baik dari tuberkulin tes. Keadaan ini dapat mengakibatkan terjadinya gangguan pendengaran dan keseimbangan yang menetap pada bayi yang akan dilahirkan.murah dan cukup reliable.

maka risiko juga meningkat pada janin. Tanda a. dan kemudahan mendapatkan fasilitas diagnosa dan pengobatan TB.Sesak nafas.1 Kesimpulan    Tuberculosis merupakan penyakit infeksi bakteri menahun pada paru yang disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis. status nutrisi ibu hamil. seperti abortus. 2. Tanda dan Gejala: 1. Jika kuman TB menyerang paru. tetapi pernah terjadi adalah M. ada tidaknya penyakit penyerta. Stressor tersebut secara simultan mempengaruhi keadaan fisik mental ibu hamil. usia kehamilan saat menerima pengobatan antituberkulosis. Bakteri yang jarang sebagai penyebab. Sputum purulen/hijau. TB paru disebabkan oleh Mycobakterium tuberculosis yang merupakan batang aerobic tahan asam yang tumbuh lambat dan sensitif terhadap panas dan sinar UV. Bovis dan M. Dispneu d. Anoreksia c. Gejala a. terhambatnya pertumbuhan janin. status imunitas. Avium. Penurunan berat badan b.supaya proses kelahiran dapat berjalan lancar dan bayi yang akan dilahirkan terhindar dari kemungkinan tertular TB.Malaise   Kehamilan dan tuberculosis merupakan dua stressor yang berbeda pada ibu hamil. Demam b. mukoid/kuning. letak dan keparahan penyakit. Nyeri dada e. kelahiran prematur dan terjadinya . Batuk c. Efek TB pada kehamilan tergantung pada beberapa faktor antara lain tipe. BAB 3 PENUTUP 3. d. yaitu bakteri tahan asam yang ditularkan melalui udara yang ditandai dengan pembentukan granuloma pada jaringan yang terinfeksi.

Jakarta: Buku Kedokteran EGC Smeltzer and Bare. Rencana Asuhan Keperawatan. edisi 3. . 3. sehingga dapat melakukan tindakan yang lebih komprehensif dalam mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari penyakit yang diderita. Peran bidan dalam menangani klien dengan TB paru adalah dengan memberikan konseling mengenai definisi. juga menjelaskan pada klien tentang dampak yang ditimbulkan terhadap kehamilan. tapi juga pada wanita yang menginginkan kehamilan.. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. SUMBER :     Barbara. Tuberkulosis Paru. C. hendaknya berkonsultasi dulu mengenai kondisi kesehatan kepada tenaga kesehatan. Dalam menjalankan tugasnya. Perawatan Medikal Bedah (suatu pendekatan proses keperawatan) Bandung Doengoes. Di samping itu juga menawarkan alternatif solusi dan melakukan asuhan kebidanan untuk wanita TB Paru masa prakonsepsi dalam mempersiapkan kehamilannya. bidan melakukan Asuhan Kebidanan yang tidak hanya pada ibu hamil dan bersalin. M..L. baik bagi ibu maupun janin yang dikandungnya.. penularan TB dari ibu ke janin melalui aspirasi cairan amnion (disebut TB congenital).2 Saran   Setiap pasangan yang akan merencanakan kehamilan. 2002. 2009. cara pencegahan dan penularan serta terapi TB Paru. Jakarta: Buku Kedokteran EGC Adrian Taufik. 1996. termasuk bidan. penyebab. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi penyakit/kelainan yang mungkin dialami calon orang tua.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times